wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

MENYUSUL BERTAMBAHNYA JUMLAH ODP, MULAI HARI INI AKSES MASUK KE PANGANDARAN AKAn DIPERKETAT

PANGANDARAN NEWS-Mulai hari ini (31/3)  jam 06.00 WIB, Pemkab Pangandaran akan berlakukan pengetatan wilayah. Keputusan ini dilakukan setelah Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata,  menggelar Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di aula Kantor Bupati Pangandaran. (30/3)

Usai mengikuti rapat tersebut, ada lima titik lokasi yang akan dijaga petugas selama 24 jam, yag merupakan akses masuk ke wilyah Pangandaran, diantaranya, Desa Kertamukti dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang, Jembatan Citanduy batas wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang dan  Desa Bunisari Kecamatan Langkaplancar.

Kebijakan ini dilakukan, menurut Jeje, karena hingga saat semakin banyak jumlah masyarakat masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan ( ODP) virus corona (covid-19). Apalagi dengan kedatangan pemudik dari luar wilayah, terjadi lonjakannya sangat luar biasa, dn ini tentunya perlu pengendalian yang serius.

“Hingga hari ini saat tercata hampir 400 ODP, itu yang terdata dan mungkin masih banyak lagi ODP yang tak terdata, “jelasnya.

Jeje juga mengatakan, keputusan ini juga setelah Pemkab Pangandaran mempertimbangkan kondisi dan dinamika masyarakat, serta setelah melakukan kordinasi dengan Dandim, Kapolres dan Kajari Ciamis, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dinamika yang ada di masyarakat.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga Pangandaran yang sekarang ada di perantauan diharap untuk tidak mudik dulu, juga kepada pihak perusahaan angkutan untuk sementara menghentikan armadanya hingga  tanggal 14 April dan akan  dievaluasiv setelah tanggal 14 april nanti.

“Dan perlu juga saya sampaikan, Pemkab Pangandaran hingga saat ini tentu tidak akan tinggal diam,  dan akan terus mencari solusi terbaik untuk mengatasi kondisi sekarang ini,” kata Jeje. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN SEGERA RESMIKAN RSUD PANDEGA TANGGAL 4 APRIL 2020

PANGANDARAN NEWS-Meski kondisi masih dalam kegiatan antisipasi penyebaran covid-19, tapi Pemkab Pangandaran segera akan resmikan Rumah Sakit Umum Dareah (RSUD) Pandega dan segera beroperasi.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.(29/3)

“Insaalloh peresmian mulai beropersinya RSUD Pandega akan segera dibuka, tepatnya tanggal 4 april 2020, “kata Jeje.

Namun karena kondisi saat ini yang tidak memungkin bisa dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seperti rencana semula, sehingga peresmian RSUD pun akan disaksikan gubernur secara virtual melalui telekonference.

Ke depan, masih kata Jeje, masyarakat Pangandaran untuk berobat tidak usah lai keluar wilayah karena sejak dibuka nanti RSUD Pandega sudah bisa melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini akan memberikan maslahat untuk seluruh masyarakat, “ungkapnya. (PNews)

DAMPAK PANDEMI COVID-19, KPU PANGANDARAN NONAKTIFKAN SEMENTARA PPK PPS PILKADA 2020

PANGANDARAN NEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menunda sejumlah tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 akibat meningkatnya pandemi virus Corona atau Covid-19, hal ini pun sangat berdampak pada masa kerja badan Ad Hoc pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pangandaran.

Seperti diungkapkan Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, masa kerja PPK dan PPS dihentikan sementara sesuai dengan Surat Edaran KPU RI  bernomor 285/PL.02-SD/01/KPu/III/2020 Tentang Tindak lanjut Tahapan Pemilihan Tahun 2020 oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang didalamnya mengharuskan KPU Kabupaten/kota menunda masa kerja PPK PPS berkaitan dengan penundaan sejumlah tahapan pilkada. Itu artinya status PPK dan PPS menjadi nonaktif.

"Kami sudah lakukan pleno terkait penonaktifan itu dan sudah mengeluarkan surat keputusan KPU Kabupaten Pangandaran tentang penonaktifan PPK, Sekretariat PPK, dan PPS,"terangnya.(28/3)

Dan konsekuensi penonaktifan tersebut, lanjutnya, anggota badan adhoc pilkada ini tidak akan menerima hak keuangan kecuali PPK dan sekretariat akan menerima satu bulan setelah menjalani masa kerja satu bulan untuk selanjutnya diliburkan. Dan untuk PPS yang baru dilantik secara otomatis sama ikut nonaktif sementara dengan masa kerja yang akan ditentukan kemudian, hak keuangan juga belum akan diberikan.

Muhtadin menambahkan, PPK dan sekretariat sudah yang sempat menerima gaji satu bulan, bulan berikutnya tidak akan diberikan lagi, demikian pula halnya dengan PPS.

“Kebijakan ini merupakan konsekuensi atas penundaan tahapan pilkada, "Ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Divisi SDM Parmas, Maskuri Sudrajat, Penundaan tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona di lingkungan KPU Kabupaten Pangandaran dan masyarakat luas yang berpotensi penyebarannya terkait dengan kegiatan pada tahapan pilkada.

Kebijakan penundaan tahapan ini, menurut Maskuri, meliputi masa kerja PPS, pelaksaan verifikasi syarat dukungan calon , pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), pelaksanaan Coklit  dan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.

Maskuri juga menyampaikan, KPU pangandaran hanya menunda tiga tahapan terakhir sedangan pelantikan PPS sudah dilakukan hasil koordinasi dengan pemerintah dan Bawaslu. Penundaan pilkada juga mengakibatkan penundaan perekrutan sekertaris dan staff sekretariat PPS di setiap desa dan kelurahan di Pangandaran.

“Kami belum dapat memastikan apakah penundaan tahapan tersebut akan ikut berakibat pada tahapan lainnya, hingga saat ini kami masih menunggu intruksi dari pusat untuk langkah-langkah selanjutnya" imbuhnya.

Sementara, seperti yang dirlis di sebuah medi on line Kompas (29/3), terkait Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengeluarkan opsi untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 selama satu tahun

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, salah satu skenario yang disusun KPU dalam penundaan Pilkada 2020 akibat wabah Covid-19 ini, mengundurkan hari pemungutan suara hingga September 2021.

"Awalnya mau diundur hingga Juni 2021, kalau penundaan berkali-kali, tidak cukup ruang. Opsi yang paling panjang penundaan satu tahun, dilaksanakan September 2021," ujarnya, dalam sebuah diskusi via video conference, (29/3)

Ia mengatakan, apabila opsi tersebut dipilih, dipastikan akan mengubah tahapan yang sudah terjadwal. Selain itu sejumlah ketentuan juga mesti berubah, antara lain sinkronisasi data pemilih yang tidak berlaku lagi, batasan usia pemilih, siapa saja yang berhak ikut pemilu, hingga peserta pemilu.

"Apakah peserta yang sama akan diikutkan di September 2021 atau kepala daerah diperpanjang sampai 2021, maka daerah itu juga bisa diikutkan dengan Pilkada September 2021," kata Arief. (AGE-net)

UPAYA PENCEGARAH COVID-19, KECAMATAN SUKARAJA LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN

TASIK NEWS-Forum Komunikas Kecamatan (muspika) Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, secara serempak mengadakan penyemprotan disinpektan dala rangka pencegahan mewabahnya firus corona di wilayah tersebut.(30/3)

Kegiatan yang melibatkan beberapa instansi, seperti Polsek, Koramil, UPTD Pertanian, UPTD Kesehatan dari si gesit dan beberpa realawan lainnya, bersama-sama melakukan penyemprotan di setiap titik, khususnya tempat berkumpul masa, anatara lain, kantor kecamatan, mesjid agung Sukara, kantor kapolsek, koramil, kantor KUA, UPTD Pendidikan, Elsinta, Puskesmas Sukaraja, Pasar Sukaraja. ,di utamakan pasilitas umum dulu,

Menurut Camat Sukaraja, Agus, untuk sementara lokasi penyemprotan lebih diutamakan di kantor-kantor pusat pelayanan masyarakat dan fasilitas umum lainnya.

“Saya menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak usah panik berlebihan tapi tetap harus waspada, dan yang paling penting selalu menjaga kesehatan dan kebersihan seperti cuci tangan dan mandi, “kata Agus.

Agus juga menekankan kepada warga yang baru pulang dari luar wilayah Tasik agar segera melapor ke Ketua RT/RW setempat untuk diteruskan ke petugas di kecamatan dan kabupaten.

“Saya minta warga yang baru datang tersebut melakukan isolasi diri dengan diam di rumah selama 14 hari sejak kedatangan, dan apabila dirasakan ada gejala batuk, demam atau suhu badan tinggi segera lapor ke petugas di puskesma, “tegasnya. (ENDAH)

TEKAN PENYEBARAN COVID-19, PEMKAB PANGANDARAN PERKETAT ARUS MASUK DAN KELUAR KENDARAAN


PANGANDARAN NEWS-Dari hasil pendataan yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19,  di Kabupaten Pangandaran, paling tidak higga hari ini belem ada masyarakat yang positif virus corona. Atinya, jika suatu saat nanti ditemukan ada warga terpapar penyebaran covid-19, sangat dimungkinkan karena banyaknya pendatang yang masuk ke wilayah Pangandaran lolos dari tes (screening) petugas kesehatan.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diwawancarai sejumlah awak media, di ruang kerjanya.(30/3)

“Jadi mulai saat ini kami perketat arus kendaraan yang akan masuk ke Pangandaran, “ungkap Jeje.

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran nantinya akan menempatkan petugas dari Dinas Perhubungan di beberapa titik yang menjadi wilayah perbatasan dengan wilayah lain, selama 24 jam. Sehingga jika ada baik kendaraan umum atau pun kendaraan pribadi, seluruh penumpangnya akan dikenai status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Untuk kepentingan seluruh masyarakat, menurutnya, ia akan tegas melakukan pencegahan eksodus yang datang dari beberapa wilayah.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pantau langsung arus kendaraan umum
“Jika tetap akan masuk itu harus seijin saya, bgitu juga warga kita yang selama ini tinggal  di luar wilayah Pangandaran, “tegasnya.

Jeje juga menyayangkan, ada beberapa warga yang tidak kooperatif saat didatangi petugas untuk melakukan tindakan screening, padahal ini untuk kebaikan bersama.

“Malah ada yang menodongkan pisau ke petugas kesehatan saat akan melakukan tes di rumahnya, ini benar-benar sangat disayangkan. “ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Drs. Trisno, usai mengikuti rapat di aula setda, kepada PNews, membenarkan, mulai besok hari ((31/3), beberapa petugas Dishub akan ditempatkan di beberapa lokasi batas wilaya. Diantanya di Desa Kertamukti dan Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang, Jembatan Citanduy batas wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang dan  Desa Bunisari Kecamatan Langkaplancar. Nantinya beberapa petugas dishub akan staby di lokasi selama 24 jam secara bergiliran.

“Saya menghimbau, jika tidak ada urusan yang benar-benar sangat penting, diharapkan masyarakat untuk saat ini tidak melakukan perjalanan ke luar Pangandaran.”ucapnya. (PNews)



CEGAH PENYEBARAN COVID-19 PEMKAB PANGANDARAN PERKETAT JALUR KENDARAAN UMUM

PANGANDARAN NEWS – Suasana di terminal Pangandaran tampak sepi dan lenggang, bis-bis umum yang biasanya memenuhi tempat pemberhentian pun tidak ada., begitu juga calon penumpang yang akan berpergian pun nyaris tak terlihat.

Menurut petugas terminal tipe B ini, Dadan Hamdani, kondisi ini terjadi setelah ada aksi warga yang meminta pihak perusahaan angkutan umum, baik Angkutan Kota Dalam Kota (AKDP) atau pun Angkutan Kota Antar Provnsi (AKAP) untuk menghentikan sementara operasiannya. Aksi warga ini merupakan kekhawatiran warga terhadap penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Pangandaran yang disinyalir dari penumpang angkuatan umum.

“Sejak hari kemarin nyaris tidak angkutan yang beroprerasi, begitu juga penumpangnya tidak ada,”terang Dadan.(29/3)

Dikatakan Dadan, para pemilik perusahaan angkutan ini cukup kooperatif merespon keinginan masyarakat, hingga untuk sementara menghentikan usaha angkutannya.

Dadan juga menghimbau kepada warga yang akan bepergian untuk sementara membatalkan dulu, karena sesuai aturan pemerintah agar diam di rumah.

Sementara di tempat terpisah, Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Wahyu mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penjagaan di jalan pada  daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten  Pangandaran, seperti di Kecamatan Padaheran, Kalipucang dan Kecamatan Cimerak.

“Dan jika ada kendaraan yang masuk ke wilayah Pangandaran, kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada kendaraan dan melakukan screening para penumpangnya, “jelas Wahyu. (PNews)

HASIL RAPID TEST DUA WARGA PADAHERANG PEKERJA DARI BATAM, NEGATIF COVID-19

PANGANDARAN NEWS-Dua orang warga yang baru.pulang dari batam sore tadi  (28/03) sekitar pukul 18.00 WIB, menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Proses screening pun dilakukan di luar pojok gedung UPTD Puskesmas.

Salah satu perawat UPTD Puskesmas Padaherang, Yana, membenarkan, warga tersebut benar memeriksakan diri sebelum pulang ke rumah keluarganya di Dusun Patinggen Desa Karangpawitan.

“Menurut warga tersebut, sebelumpulang ia pernah berkomunikasi dan berinteraksi dengan salah seorang penderita Covid-19 di Batam, “terang Yana.

Hingga saat dilakukan pemeriksaan, Yana belum tahu alamat persis, RT dan RW berapa, karena sekarang masih tahap pemeriksaan dan discreening, bahkan, menurut Yana, ia juga sudah koordinasi dengan pihak Labkesda Pangandaran.

Sementara Kepala Puskesmas Padaherang,Suryati , saat dihubungi via Whats Apps, menyampaikan,  situasi hari ini cukup membuat dirinya was - was dan khawatir, pasalnya di Puskemas Padaherang saat ini belum tersedia Alat Pelindung Diri (APD), hingga Suryati pun berinisiatif dengan menggunakan APD yang tidak memenuhi standar seperti yang di rekomendasikan pihak medis.

“Kami menggunakan jas hujan plastik, sepatu boot dan helm proyek, “kata Suryati.

APD ini sangat penting karena dalam pemeriksaan apabila terjadi hal - hal yang tidak diinginkan seperti saat pemeriksaan, bisa berdampak buruk bagi para tenaga medis di puskesmas, walau bagaimana pun pihaknya juga ingin standarisasi APD yang diterapkan kepada para petugas di lapangan, sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Namun walau keadaan demikian, kata Suryati, ia tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat secara maksimal.

“Tapi yang lebih penting, ternyata hasil rapid test kedua warga tersebut negatif covid-19, tapi meski pun begitu pihaknya terus akan melakukan pemantauan  selama 7 sampai 10 hari ke depan dan keduanya masuk kategori ODP, “tegasnya. (Tn)

DISHUB KOTA TASIK TUTUP PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DAN PERIZINAN ANGKUTAN

TASIK NEWS-Melalui Surat Pengumuman bernomor 800/295/2020 yang ditandatangi Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, H. Aay Zaini Dahlan, ATD. M , menutup sementara pelayanan pengujian kendaraan bermotor dan perizinan angkutan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, yang diberlakukan mulai hari kami tanggal 26 maret 2020 lalu.

Menurut Aay, kebijakan mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 19 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintahan, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 440/2436/SJ Tanggal 17 Maret 2020 Tentang Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Surat Edaran Walikota Tasikmalaya Nomor: 400/SE.921-DINKES/2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Inspeksi Covid-19.

“Dan juga diesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini yang memerlukan pembatasan interaksi dalam upaya mencegah penyebaran virus covid-19, “ungkapnya.(28/3)

Dikatakan Aay, sebagai informasi, diketahui wabah penyebaran virus corona atau covid-19 Pemerintah Kota tasikmalaya  telah merubah status dari KLB (Kejadian Luar Biasa) menjadi Tanggap Darurat Non Bencana, ini disebabkan karena semakin meningkatnya jumlah penderita. (ANWARWALUYO)

HARI INI PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN DAPTARKAN PENCALONANNYA KE PARTAI GERINDRA

PANGANDARAN NEWS-Bakal Calon (balon) bupati-wakil bupati pasangan H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indriawan (Juara), dengan mengenakan masker serta mengikuti screening, cuci tangan dan cek suhu badan, hari ini mendatangi kantor sekretariat Partai Gerindra di Kecamatan Parigi untuk menyerahkan dokumen terkait pendaptaran pencalonannya ke Gerindra,  (28/3)

Pendaptaran yang berjalan hanya beberapa menit ini, kata Jeje, setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan pengurus Dewan Pimpian Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran.

“Ini berulang harus saya sampaikan, persoalannya bukan untuk memenangkan pilkada, namun untuk mengajak bersama-sama membangun Pangandaran, “ujarnya.

Jeje menilai, Gerindra merupakan partai besar sehingga pasangan Juara mencoba untuk mengajak partai yang dipimpin Jendral Prabowo ini untuk bersama-sama mengisi percepatan pembangunan bagi kemaslahatan seluruh masyarakat.

“Setelah ke Gerindra, saya juga akan mengajak serta melakukan komunikasi ke PPP dan PKS, dan saat ini kami masih menunggu mekanisme yang ada di internal kedua partai tersebut, “terangJeje.

Sementara Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, Darsum Darmawanto, mengatakan, Gerindra sangat merupakan partai yang terbuka untuk melakukan komunikasi politik dengan siapa saja.

“Kami pun siap menerima pedaptaran untuk menjadi balon bupati-wakil bupati Pangandaran, siapa pun itu, “tegasnya.

Darsum juga menyebutkan beberapa nama yang sudah melakukan komunikas dengan Gerindra, diantaranya, H. Adang Hadari, Endjang Naffandi, Iwan Sutiaman dan Dede  Herdiman.

“Dan keputusannya nanti setelah kami bawa untuk digodog di DPP,”terang Darsum. (PNews)


DESA KARANGBENDA HARI INI LAKUKAN PENYEMPROTAN DAN EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19

PANGANDARAN NEWS- Dalam rangka tindakan pencegahan penyebaran covid-19, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hari lakukan laksanakan penyemprotan disinfectan, sosialisasi dan pembagian masker di wilayahnya.

Kepala desa beserta jajarannya serta dibantu anggota koramil Parigi dan salah satu anggota DPRD dari Fraksi PDIP Pangandaran,  Citra Pitriyami, bersama berkeliling kampung dengan memakai mobil dan berjalan kaki.

Kepala Desa Karangbenda, Kasih Senjaya, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menekan penyebaran virus corona dan juga memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarkat bisa hidup bersih dan jangan panik menghadapi wabah covid-19.

"Selain penyempprotan disinpekatan, kami juga  Kami menginpormasikan agar warga jangan panik dengan kejadian merebaknya covid19 di negeri ini namun tetap harus waspada,  " katanya.(28/3)

Kasih menambahkan, pihaknya menghimbau apabila ada warga yang pulang dari negara tetangga atau dari kota yang pandemi covid-19, segera melapor ke desa agar bisa secepatnya diperiksa oleh pihak dinas kesehatan dilakukan pemantauan.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Pangandaran dari frkasi PDI Perjuangan, Citra Pitriyami, ia mengatakan, kegiatan ini musti harus dilakukan agar masyarakat bisa lebih paham apa sebenarnya covid-19 ini. 

"Dan penyemprotan dan sosialisasi ini yang kami lakukan bersama-sama hingga harus berjalan kaki menyusuri gang dan jalan-jalan sempit, ini menjadi salah satu gerakan serta upaya pencegahan mewabahnya virus corona, khususnya di desa kami. “ungkapnya. (AGE)


KASUBAG TU UPTD KESEHATAN CIPATUJAH:”CEGAH VIRUS CORONA DENGAN POLA HIDUP SEHAT DAN TETAP DI RUMAH”

TASIK NEWS-Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan jangan panik menyikapi penyebaran wabah virus corona atau covid-19, dan untuk menghindari penyebaran virus tersebut banyak langkah yang bisa diterapkan, salah satunya dengan selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat. Diantaranya, mencuci tanggan dengang sabun karena  virus corona akan hilang dengan sering cuci tanggan ini.

Hal tersebut disampaikan Kasubag TU Puskemas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Tatang, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (27/3)

Pihaknya juga, kata Tatang, akan transparan dalam menyampaikan informasi sehingga diharapkan masyarakat jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya dan sumber beritanya.  Ini sangat sensitif, jadi  mengumumkannya juga harus dengan penjelasan agar masyarakat tidak panik.

“Sudah pasti masyarakat akan panik jika tidak diberi penjelasan yangbenar," kataTatang

Dia juga berpesan agar masyarakat untuk saat ini menghindari keramaian jika tidak perlu, selalu menjaga kebersihan, senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, pertahankan gaya hidup sehat, gizi seimbang, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dengarkan informasi hanya dari sumber yang terpercaya (pemerintah).

“Dan jika ada keluhan panas, batuk, pilek serta sesak napas segera hubungi fasilitas kesehtan via nomer 119, “tegasnya.

Selain itu, masih kata Tatang, ikuti program Gerakan Masyarakat hidup sehat (Germas), karena  diharapkan ini akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan pola hidup sehat. Dan deng Kian adanya germas, menjadi suatu gerakan bersama bagi masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri.

“Selebihnya, mari kita memohon pada Alloh, semoga  virus corona cepat hilang  sebelum ramadhan  tiba agar masyrakat pun bisa menjalakam ibadah puasa ramadhan dengan tenang, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB PANGANDARA AKAN PERSIAPKAN KONTAINER KHUSUS UNTUK RUANG ISOLASI COVID-19

Bupati Pangandaran, H. JEJE WIRADINATA
PANGANDARAN NEWS-Pemerintah Kabupaten Pangandaran, berencana akan membuat ruang isolasi apabila nantinya ada Pasien Dalam Perawatan (PDP) atau ada warga yang posotif virus corona.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran, hal ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila memang ada warga Pangandaran yang terpapar covid-19.

“Ini dimaksudkan untuk mencegah penularan, maka kami pun dianggap perlu menyiapkan tempat isolasi karena memang jika tidak diisolasi sangat rentan, “ungkapnya.(27/3)

Rencananya, kata Jeje, pihaknya akan membuat tempat isolasi tersebut dengan menggunakan kontainer besar yang didesain khusus serta dilengkapi peralatan medis dan sistim sirkulasi udara yang memadai, dan rencananya akan ditempatkan di belakang bangunan gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Pandega.

Jeje menambahkan, saat ini Pemkab Pangandaran sedang memesan kontainer ini dan diperkirakan selesai dan siap digunakan sekitar tanggal 8 april 2020.

“Disamping dilengkapi peralatan canggih, kontainer isolasi ini juga akan mendapat pengawasan ketat dari petugas medis, “jelasnya.

Kata Jeje, Pemda Pangandaran dipandang perlu menyiapkan segala sesuatunya ini untuk berjaga-jaga termasuk menyiapkan ruangan isolasi.

“Tapi hari ini kita bersyukur karena alhamdulillah hingga saat ini tidak ada warga Pangandaran yang positif covid-19,”ungkapnya lagi. (Pnews)

MASIH DALAM UPAYA CEGAH VIRUS CORONA, HARI INI PEMDA PANGANDARAN SEMPROT ANGKUTAN UMUM

PANGANDARANNEWS-Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona covid 19 melalui moda transportasi darat, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, hari ini menugaskan Dinas Pehubungan dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penyemprotan disinfektan pada bus dan angkutan umum lainnya.

Kegiatan ini menambah upaya pencegahan penyebaran covid-19 setelah sebelumnya Pemkab Pangandaran juga melakukan penyemprotan masal di tempat-tempat strategsi menjadi kerumunan masa.

Penyeprotan sejumlah kendaraan ini dilakukan di depan Desa Kalipucang Kec Kalipucang yang dilaksanakan berbagaiunsur, seperti, Dinas Perhubungan, Koramil Kalipucang, Polsek Kalipucang, Puskesmas, BNPB, dan Pemdes Kalipucang.

Kepala Bidang Lalin di Dinas Perhubungan, Wahyu, membenarkan,  kegiatan pada sejumlah penumpang dan kendaraan ini untuk antisipasi penyebaran virus lewat transportasi umum, dengan waktu pelaksanaannya hapir sepanjang hari, dan rencananya akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.

“Selain bus mikro dan patas, kendaraan kecil seperti elf juga kami semprot disinfektan"Kata Wahyu. (27/3).

Tidak hanya penyemprotan disinpektan saja, kata Wahyu, juga melakukan screening suhu tubuh para penumpang,  yang dilaksanakan  petugas medis dari puskesmas. (hms-PNews)

FENOMENA 5 TAHUN SEKALI, SETIAP SORE RATUSAN WARGA PANGANDARAN BERBURU KERANG DI PANTAI

PANGANDARAN NEWS-Di tengah ramainya pemberitaan wabah virus corona, ratusan warga Pangandaran justru berbondong-bondong pergi pantai memburu kerang (sejenis siput) laut yang relatif mudah diambil, dan pemandangan ini berada hampir terlihat di sepanjang pantai barat, tepatnya di blok Bulaklaut desa Pananjung.

Selain kerang atau sejenis siput laut ini tidak bertulang, rasanya sangat gurih apalagi bila dimasak dengan racikan khas sunda.

Menurut salah seorang warga, Agus, ia rutinsetiap menjelang sore hari pergi ke pantai berburu keong ini.

“Keong ini biasanya muncul ke bibir pantai lima tahun sekali, “ungkapnya.(27/3)

Agus mengatakan, sekarang ini hampir tiap sore hingga matahari hampir tenggelam, banyak warga datang ke pantai berburu keong ini, karena kemunculan jenis kerang ini datangnya sangat jarang.

Ia tidak sendiri, tetapi dengan beberapa temannya, hingga terkadang mendapat belasan kilo.

“Setiap hari saya 5 hingga 7 kali peergi ke pantai, “imbuhnya.

Namun, kata Agus, kekuatan kerang jenis ini tidak mampu bertahan lama, hingga  sebaiknya segera direbus dan dimasak.

“ Selain untuk lauk pauk konon diperaya dapat menambah gizi,"ujarnya.(HARIS FIRDAUS)

SEKDA PANGANDARAN AJAK MASYARAKAT LAKSANAKAN SOSIAL DISTANCING

Sekda Kab. Pangandaran, Drs. H. Kusdiana, MM
PANGANDARANNEWS-Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, MM, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk melakukan upaya cocial distancing, terkait pencegahan dan penanganan penularan virus corona covid 19.

Karena penyebaran virus corona terjadi begitu cepat, ungkap Kusdiana,  untuk memperlambat penyebaranya pemerintah indonesia menganjurkan masyarakat indonesia untuk bekerja, beribadah, belajar, di rumah dan menerapkan cocial distancing.

Sosial distancing ini merupakan tindakan untuk menjauhi kegiatan bersama atau berkerumun dalam keramaian yang membuat satu sama lain bertemu dengan banyak orang.

“Bahkan diusahakan untuk saat ini masyarakat tidak berpergian apabila tidak ada urusan yang sangat penting, setidaknya selama 14 hari sesuai dengan Iamanya inkubasi virus corona, “ungkapnya.

Dikatakan Kusdiana, sosial distancing sangat penting dalam mengurangi penyebaran virus corona, karena saat semua orang bebas berpergian dan berkerumun ini akan menyebabkan penyebaran vurus corona dengan cepat meluas. Karena bisa jadi ada orang yang terinfeksi namun tidak menyadari, maka menjauhkan diri dari keramian (cocial distanching) ini akan sangat membantu untuk mengurangi resiko tertular virus corona.

Lebih jelasnya cara melakukan cocial distanching, Kusdiana menerangkan, jaga jarak minimal satu  meter dengan orang, hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang,  tidak berjabat tangan, berpelukan atau kontak fisik secara langsung saat bertemu dengan orang Iain, hindari keramaian, mini market, pasar atau tempat konsentrasi masa lainnya, hindari traveling atau pelesir ketempat wisata dan terakhir, bekerja, belajar, beribadah dan olahraga cukup dilakukan di rumah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangandaran, saya mengajak kepada seluruh warga untuk melaksanakan cocial distanching ini secara bersama sama karena bukan hanya untuk diri sendiri tapi demi kebaikan orang di sekitar kita, “imbuhnya.

Sosial distancing bukan hal mudah untuk dilalukan,  namun, menurut Kusdiana, ini penting karena menurut bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk mencegah penularan kepada orang lain, melakukan cocial distancing dengan benar bisa mengurangi resiko penularan virus corona.

Kusdiana juga perintahkan agar masyarakat yang baru pulang dari luar negeri atau dari kota yang termasuk zona merah covid-19, segera Iapor ke RT di tempat tinggal masing-masing atau menghubungi call center 119, “tegasnya.

"Kami juga menghimabau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan rumah, selalu cuci tangan dengan sabun, menyemprot lingkungan rumah dengan disinfektan secara mandiri. " pungkasnya. (hms-PNews)


CEGAH PENYEBARAN COVID-19 PEMKAB PANGANDARAN OPTIMALKAN PERAN CAMAT, DANRAMIL, KAPOLSEK, DESA DAN RT

PANGANDARANNEWS-Untuk mendukung dalam usaha pencegahan penyebaran virus corona covid 19 di tingkat bawah, diperlukan peran camat hingga RT perlu dioptimalkan, karena di tataran itu  akan menjadi ujung tombak untuk menyampaikan setiap informasi yang disampaikan Pemerintah Daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pangandaran, Drs H Kusdiana MM, kepada awak media, di aula setda. (26/3)

Dikatakan Kusdianan, sosialisasi penangan pencegahan covid 19 ini harus sampai pada masyarakat, sehingga peran camat sangat penting.

Salah satu tugasnya, kata Kusdiana lagi, camat dengan didampingi forum komunikas kecamatan lainnya melakukan sosialisasi keliling atau wawar menggnakan kendaraan keliling ke desa-desa untuk menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.

“Selain itu, juga melakukan penyemprotan dan mengedukasi Masyarakat tentang pencegahan dan penangan virus hingga ke tingkat RT "kata Kusdiana.

Menurut Kusdianan, informasi ini sangat diperlukan untuk memantau terus keberadaan masyarakat,  termasuk Orang Dalam Pemantauan(ODP). Juga memberikan informasi pada titik kritis, seperti pada warga Pangandaran yang baru pulang dari luar negeri ataupun dari daerah zona merah sehingga semua bisa terpantau dan tertangani dengan baik, dengan mekanisme pelaporan dan pemantauan mulai RT, ke desa , ke kecamatan, puskesmas di bantu Babinkantibmas dan Babinsa lalu selanjutny hasilnya dilaporkan pada satuan gugus tugas melalui di pemda.

"Kami juga sudah berkominaksi dengan forum komunikasi daerah, sehingga kegiatan pemantauan untuk di lapangan akan dibantu oleh Babinkantibmas dan Babinsa, “ucapnya.

Dalam Surat Edaran Bupati Pangandaran nomor 443/1012/SETDA/2020, menurut Kusdiana, tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease-19 (covid-19) di Kabupaten Pangandaran, peran RT, Kades, Puskesmas, Camat, Danramil, Kapolsek, Babinkantibmas, Babinsa sangat jelas dan penting. Dan tugas masing-masing yang tersirat dalam surat edaran tersebut, menyatakan, setiap orang yang datang dari luar negeri dan luar kota wajib melaporkan diri kepada RT setempat. Dan Ketua RT juga wajib mendata orang-orang yang datang dari luar negeri dan luar kota pada masa darurat covid 19 sekarang ini serta menyampaikan laporan tersebut ke desa dan puskesmas setempat.

“Camat, danramil, kapolsek dan puskesmas segera berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing masing, “pungkasnya. (hms-PNews)

PETUGAS GUGUS TUGAS COVID-19 BANJAR PERIKSA 28 PENUMPANG BUS DARI JAKARTA

BANJAR NEWS- Antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19  Dinas kesehatan Kota Banjar ,Polres , Dan Ramil 0613, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, gencar melaksanakan oprasi dadakan dengan memberhentikan salah satu bus di lokasi Pusdai, Purwaharja Kota Banjar. (26/03).

Menurut petugas dari Dinas kesehatan Kota Banjar, H.Budi, membenarkan adanya pemeriksaan darurat pada salah satu Bus trevel Nomor Polisi H -1422 - HG yang mengangkut sekitar 28 penumpang asal Banjar dari  jakarta.

“28 penumpang 16 orang diantaranya tercatat warga Desa Mulyasari  dan sisanya warga Kujangsari, Bangunharja dan Sukarame, yang semuanya merupakan warga Banjar yang sudah lama mengadu nasib di Jakarta menjadi buruh bangunan, “terang Budi.

Pemeriksaan penumpang tersebut dipimpin langsung Kepala Puskesmas Banjar dibantu 2 dokter lainnya, dokter Sari dan dokter Wiharso.

Dengan  memakai Alat Pelindung Diri (APD) seadanya, berupa jas hujan petugas pemeriksa pun masuk ke dalam bus untuk memeriksa satu persatu suhu tubuh penumpang dengan menggunakan termometer suhu.

Dan dari hasil pemeriksaan, menurut dokter Sari, dinyatakan masihterbilang normal dengan suhu badan antara 36,5 dan 37,7 derajat celsius.

“Artinya mereka masih dalam posisi Orang Dalam Pengawasan (ODP-red), “terangnya.   (TITO)

BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN TERKAIT PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA

PANGANDARANNEWS-Hari ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru terkait pencegahan penyebaran virus corona covid 19 di Kabupaten Pangandaran

Surat Edaran dengan nomor 443/1012/SETDA/2020 tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease-19 (covid-19) di kabupaten pangandaran, tertanggal 26 maret 2020, merupakan dalam rangka mencegah penyebaran corona virus disease-19 (covid-19) di Kabupaten Pangandaran.

Dalam Surat Edaran tersebut, bupati menyampaikan, antara lain, 1. Setiap orang yang datang dari luar negeri dan luar kota wajib melaporkan diri kepada RT setempat dan tidak diperkenankan bepergian kemanapun selama 14 hari.

2. Ketua RT mendata orang - orang yang datang dari luar negeri dan luar kota pada masa darurat covid 18 serta menyampaikan laporan ke desa dan puskesmas setempat

3. Danramil serta kapolsek menugaskan Babinkamtibmas danBabinsa untuk melakukan pengawasan terhadap ODP, sebagaimana diatas.

4. Camat, danramil, kapolsek dan puskesmas berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing masing, jika sarana dan prasarana terbatas agar mendayagunakan peralatan hand spray yang dimiliki petani

5. Kepala desa mensosialisasikan agar setiap Kepala Keluarga (KK) melaksanakan pencegahan covid 19 melalui penyemprotan lingkungan rumah dengan disinfektan dan cuci tangan dengan hand sanitizer secara mandiri.

6. Aparat pemerintah, TNI dan Polri tidak diperkenankan memberikan izin keramaian yang dapat menyebabkan kerumunan massa seperti,
a). Pertemuan sosial, Budaya, keagamaan, seminar, lokakarya dan kegiatan lainya yang sejenis.
b). Kegiatan konser musik, bazjar, pasar malam, festival, pameran dan resepsi keluarga
c), kegiatan Olahraga, kesenian dan hiburan lainya.
d). Unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainya yang mengakibatkan berkumpulnya massa
e). Kegiatan-kegiatan lainya yang sejenis.

Dasar dari surat ini adalah keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Negara no 13.A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di indonesia dan keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep.189 - Hukham/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona virus disease 19( covid 19) di Jawa Barat

“Saya berharap, dengan adanya surat edaran ini masyarakat bisa berperan bersama pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di Kabupaten pangandaran, sehingga menanganani pencegahan pun akan lebih efektip dan baik, “tegas bupati. (hms-PNews)

PEMDES CIKUKULU LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DENGAN CAIRAN RACIKAN

TASIKNEWS-Untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona, Pemdes Cikukulu Kecamantan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa titik pusat kemaraian, tentu saja penyemprotan ini pun disambut warga dengan antusias.

Diharapkan dengan penyemprotan disinpektan ini mampu pencegahan meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, yang telah menewaskan puluhan orang, sehingga masyarakat pun harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan berupaya melakukan pencegahan.

Menurut Kepala Desa Cikukulu, Aep Triyana, pihaknya berupaya melakukan upaya pencegahan, salahsatunya dengan melakukan penyemprotan di beberapa lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus tersebut, terutama di lokasi yang menjadi konsentrasi masa. Dan penyemprotan ini pun tidak hanya di jalan protokol saja, tapi dilakukan juga di beberapa gang sempit dan  menyisir hingga di beberapa lokasi pemukiman warga.

“Ini sebagai langkah edukasi dan ajakan bagi masyarakat untuk melaksanakan hidup bersih dan sehat, karena masyarakat pun bisa melakukan penyemprotan ini “ ucapnya.(27/3)'

Kata Asep, kegiatan penyemprotan ini dilakukan serentak di beberapa titik, dengan diawali dari kantor desa, madrasah, mesjid, sekolah dan tempat atau fasilitas  umum lain yang dianggap rawan penyebaran virus corona.

Asep menjelaskan, formula desinfektan yang digunakan merupakan hasil racikan sendiri sesuai arahan dan pengalaman dari tim kesehatan setempat, dengan menggunakan bahan, diantaranya pemutih pakaian, pembersih kamar mandi dan pembersih lantai serta ditambah air.

“Cara membuat racikan ini, siapkan 1 liter air lalu tambahkan 2 sendok makan pemutih pakaian, 2 sendok makan pembersih kamar mandi dan 4 sendok makan pembersih lantai lalu aduk sampai merata, “terang Asep.

Asep menambahkan, sehari sebelumnya kegiatan penyemprotan,  BPD, LPM, Bhabinsa, Bhabinmas, Perangkat Desa, Bidan Desa dan Ketua PKK, sudah melakukan Sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran covid-19.

“Apa lagi sebentar lagi kita akan memasuki  bulan suci ramadhan, mudah-mudahan saja wabah virus  corona  ini bisa  cepat  hilang, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)


POLRESTA BANJAR SEDIAKAN DISINFEKTAN CHAMBER UNTUK ANGGOTA DAN MASYARAKAT

BANJAR NEWS - Menyikapi semakin cepatnya perkembangan virus Corona di Kota Banjar, markas Kepolisian, Polresta Banjar, menerapkan upaya pencegahan covid-19 di area Mapolresta dengan membuat disinfektan chamber yang di peruntukan bagi anggota Polres Banjar dan masyarakat yang akan memasuki kantor Polres.

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana,SIK, melalui Humas Polresta Banjar, Bripka Shandi, mengatakan pada media melalui central crisis copid 19, ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pendemi corona, dan setiap personil Polres maupun tamu wajib mengikuti prosedur tersebut.

“Disinfektan chamber ini berfungsi untuk penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian tubuh dan pakaian personil polres dan masyarakat yang akan berkunjung kesini, “Jelasnya.(26/3)

Selain penyemprotan tubuh, kata Shandi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke Pores, seperti mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan di pos penjagaan secara antri.

Shandi juga menghimbau, agar masyarakat secara disiplin menerapkan social distancing sebagai upaya pencegahan Covid 19 sesuai yang disampaikan dalam Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor Max/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona. (TITO)

DENGAN BERKELILING DUSUN, PEMDES SARIMANGGU SOSIALISASIKAN UPAYA PENCEGAHAN COVID-19

TASIKNEWS- Pemerintahan Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dengan menggunakan mobil desa (mobdes), mobil pick-up  dan sepeda motor yang dikawal mobil patroli Polsek Karangnunggal, hari ini (26/3) melaksanaka sosialisasi keliling (wawar) terkait upaya pencegahan covid-19, dengan mengambil rute dimulai dari Kedusunan Cikukulu-Wargaasih-Cimanggu-Rancasengit- Pojok-Santrijaya- Citapen hingga Kedusunan Cacaban.

Selain diikuti Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP beserta staf desa, kegiatan ini juga diikuti Ketua Tp. PKK, Ny. Rita Farida, S.P,-Babinsa, Serma Hermanto, Bhabinmas Bripka Ade Nurhusna S, bidan desa, Hj. Kokom Komalasari, Ketua BPD, Eli Romli, S.Pd.,M.MPd, Ketua MUI Desa Sarimanggu Ustd. Nasihin dan Ketua Katar Desa Sarimanggu, Arif Hidayat serta peserta lainnya.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar masyarakat Desa Sarimanggu dapat melaksanakan himbuan pemerintah dan Surat Edaran  Bupati Tasikmalaya No 9 Tahun 2020   tentang peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Corona Virus Disease 19 (Covid -19).

“Kita harus yakin keadaan ini akan segera berakhir, mari kita berdo'a kepada Alloh semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat serta selalu ada dalam lindungan Nya , Aamiin Ya Robbal'Alamin, “ungkap Indra.(26/3)

Indra juga mengucapkan terimakasih kepada pihak polsek dankormil Karangnunggal serta seluruh perakat desa yang sudah bersama-sama  melakukan sosialisasi pencegahan corona dengan berkeliling desa.

Indra menambahkan, pencegahan corona ini tak bisa hanya mengandalkan kinerja pemerintah saja, namun seluruh masyarakat pun harus turut serta dalam memerangi virus corona ini.

"Saya juga berharap dengan sosialisasi ini menjadi salah satu usaha pencegahan agar tidak ada warga  yang terkena Corona,"pungkasnya. (ANWARWALUYO)

KETUA DPRD BERHARAP BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN PERBUP TERKAIT PERGESERAN APBD

PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membuat langkah-langkah strategisterkait  penanggulangan dampak sosial Covid-19, terutama fokus-fokus yang tercantum di dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Reposising Kegiatan, Relokasi Anggaran Serta PBJ Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Asep, ada tiga fokus yang harus dilakukan pemda, diantaranya bidang kesehatan, Social safety net atau bagaiaman kebijakan pemerintah terhadap hibah, bansos dan intensif ekonomi bagi para pelaku UMKM yang tentunya harus tetap berproduksi.

Dan terkait dengan tiga fokus tersebut, imbuh Asep, tentunya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh  Pemkab Pangandaran, diantaranya, data calon penerima, data buruh harian, data petani, data nelayan, data UMKM, data kemiskinan.

“Selain itu juga Pemda Kabupaten Pangandaran pun harus sudah menghitung dan mengkalkulasikannya dengan akurat bahan pokok serta mampu mempertahankan daya beli masyarakat, “,” ungkapnya, disela-sela penyemprotan disinfektan di fasilitas umum di Desa wonoharjo. (26/3).

Asep mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang kepada pemerintah daerah agar merombak APBD, maka DPRD Kabupaten Pangandaran pun sangat memahmi dan mendukung apabila Pemkab Pangandaran melakukan pergeseran anggaran sebelum perubahan APBD secara normatif.

Asep juga  meyakini jika Pemda Pangandaran melakukan pergeseran anggaran, itu telah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan juga peraturan perundang-undangan, dan ia juga meyakini jika Pemda pun telah melaksanakan langkah-langkah luar biasa di bidang kesehatan.

“Tinggal social net safety dan intensif ekonomi untuk segera dikordinasikan,”imbuhnya.
Asep juga mengatakan, terkait dengan pergeseran APBD, DPRD juga menyarankan agar bupati membuat Peraturan Bupati (perbup) serta melakukan koordinasikan terlebih dahulu dengan KPK dan BPK.

“Agar langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada,”pungkasnya. (Rb/PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKSANAKAN SE BNPD PERPANJANG STATUS SIAGA VIRUS CORONA

PANGANDARAN NEWS-Berdasarkan Surat Edaran (SE) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tentang memperpanjang status siaga darurat non alam virus Corona (Covid-19) sampai 29 Mei 2020, maka Pemkab Pangandaran pun memberlakukan SE BNPB ini di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, H. Kusdiana, saat memimpin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 rapat koordinasi di aula setda.(26/3)

Kusdiana juga mengatakan, status ini juga berlaku pada dunia pendidikan, sehingga masa belajar siswa di rumah juga akan diperpanjang, dan ini dilakukan secara bertahap sama seperti Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Intinya, dalam stuasi dan kondisi saat ini kesadaran masyarakat terkait persoalan ini menjadi sangat penting, “ucapnya.

Kusdiana juga menilai, hingga saat ini masyarakat masih ada yang melalaikan imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

Sementara ditemui secara terpisah, Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media, menyampaikan, pemda terus melakukan langkah-langkah sistematis serta upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya, kata Jejee, dengan terus mengawasi orang-orang yang datang dari luar negeri atau dari wilayah yang telah terpapar Covid-19.

“Saya akan tegas untuk melarang mereka keluar rumah selama 14 hari sejak kedatangannya, dan ini akan terus diawasi oleh RT, kepala desa, Babinsa dan Babinkabtimas,”kata Jeje lagi.

Upaya lainnya, lanjut Jeje, akan dilakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran di masyarakat, dan Pemkab Pangandaran sudah menyiapkan 4000 liter disinfektan. Kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24  sterillization room (ruangan sterilisasi) yang akan ditempatkan di setiap instansi pelayanan masyarakat, seperti kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, disdukcpil, dinas perijinan dan lainnya.

Jeje juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk saat ini tidak melaksanakan yang sipatnya membuat kerumunan masa, seperti hajat, kegiatan agama dan lainnya.

“Untuk mencegah wabah virus corona ini harus didasari dengan kesadaran bersama, sehingga diharapkan ini dapat memutus mata rantai penyebaran, “ungkapnya. (PNews)

50 MESJID DI DUA KECAMATAN MENDAPAT PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DARI KORAMIL PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS- Dalam rangka antisipasi penyebaran virus corono, lebih dari 50 sarana ibadah khususnya mesjid di dua kecamatan, Sidamulih dan Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, mendapat bantuan penyemprotan disinpektan dari Koramil wilayah tersebut.

Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Infantri. Ikeu Masrika, membenarkan, penyemprotan ini untuk mencegah sedini mungkin dan sebisa mungkin penyebaran wabah virus covid 19 di wilayahnya.

"Ini dilakukan ini sebagai rasa tanggungjawab kami terhadap kesehatan masyarakat,"ujarnya.(26/3)

Ike berharap, setiap warga atau jama'ah yang akan melaksanakan ibadah bisa steril dari berbagai kuman dan virus, sehingga ibadah pun bisa nyaman dan aman.

Sementara menurut salah satu pengurus mesjid Al-Furqon di Desa Pananjung, H. Firdaus, enyemprotan disinpektan ini merupakan usaha ini sangat bagus, sehingga mesjid-mesjid pun lebih steril.

“Sehingga jamaah yang akan meaksanakan ibadah di masjid pun merasa aman apalagi dalam keadaan berwudhu, “ujarnya. (HARIS F)

SEJAK MEREBAKNYA COVID-19, PEDAGANG DI KOMPLEK DADAHA TASIK SEPI PEMBELI

TASIK NEWS-Sejak adanya Penyebaran virus Corona di berbagai daerah termasuk Kota Tasikmalaya, ini sangat berdampak bagi pedagang kecil.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang kaki lima yang biasa berjualan minuman ringan di komplek Dadaha, Yayat (37), sudah seminggu ini pelanggan yang sering minum kopi di warungnya sekarang tidak datang lagi, jelas dengan kondisi ini pendapatannya pun turun dratis sampai 50 persen dibandingkan sebelum adanya Virus Corona.

Bukan hanya Yayat, keluhanyang sama dilontarkan pedagang kecil lainnya, dampak wabah covid-19 ini sangat berpengaruh sekali pada usahanya, karena kini sudah tidak banyak lagi masyarakat yang keluar rumah.

Yayat mengatakan, apalagi sebentar lagi mau masuk bulan puasa, tentu ia pun tidak berjuaan di siang hari. Padahal sebelumnya, apalagi pada akhir pekan, komplek olahraga Dadaha selalu jadi tujuan masyarakat untuk melakukan kebugaran.

“Jika banyak pengunjung yang datang ke Dadaha, tentunya dagangan pun bisa laku banyak, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

WALAU ODP DAN PDP BERTAMBAH TAPI POSITIP COVID-19 DI KOTA BANJAR HINGGA SAAT INI NIHIL

BANJAR NEWS - Ramainya kasus virus Corona di Kota Banjar membuat panik sebagian masyarakat, pasalnya impormasi yang diterima masyarakat sangat simpang siur. Tapi setelah hal tersebut disosialisasikan Centre Corona crisis Covid-19 kota Banjar melalui juru bicaranya, H.Tomi Subagja,  dengan tulisannya lewat chatingan di Group Covid-19 Kota Banjar(24/3), diperolehan penjelasan, kasus Covid-19 di Banjar hingga pukul 14.00 Wib tanggal 24 maret 2020, terlaporkan 34 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 5 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP) sementara yang positif Covid masih O alias belum ada penderita Virus Corona yang positif di kota Banjar.

“Jadi hingga hari ini tanggal 25 maret, ODP ada 37 0rang, PDP 7 Orang sedangkan untuk positif terserang virus Covid-19, Alhamdulillah tidak ada, “ungkapnya.

Di sinyalir, kata Tomi,  selama dua hari ini kasus ODP dan PDP bertambah, sehingga pemkot pun selama ini terus melaksakan berbagai arahan sesuai dengan edaran wali Kota yang sudah disebar  baru-aru ini.

Diharapkan, imbuhnya, masyarakat Banjar tidak perlu panik tapi  tetap waspada, minimal mampu menangkal berkembangnya virus Corona dengan senantiasa berprilaku hidup sehat.

“Karena sehat merupakan bagian dari upaya pencegahan dini, “jelasnya. (TITO)

PEMKAB PANGANDARAN TERUS LAKUKAN LANGKAH PENCEGAHAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Berbagai upaya pencegahan virus corona (covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, mulai dari pemantaun pada warga yang baru datang, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis hingga persiapan penyemprotan disinpektan di beberapa titik yang menjadi pusat kerumunan masa.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Sekda, Kusdiana dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran di ediamannya di jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran (25/3).

Menurut bupati,  pemda akan mengawasi orang-orang yang datang dari luar Negeri atau pun yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

“Kita akan awasi dan menyuruh mereka untuk tetap diam di rumah  selama 14 hari sejak kedatangannya di Pangandara, “tegas bupati.

Warga yang baru datang tersebut, kata bupati, akan diawasi oleh Babinsa dan Babinkabtimas dengan melibatkan Kepala RT, RW dan pemerintahan desa dimana mereka tinggal, serta terus melaporkan perkembangannya ke pemda melalui puskesmas-puskesmas yang akan diteruskan ke Dinas Kesehatan. Jadi mekanismenya, apabila ada warga yang baru datang dari luar negeri atau dari wilayah yang terpapar covid-19, Ketua RT dibantu babinsa dan Babinkamtibmas akan mencatat dan melaporkan setiap hari perkembangannya ke desa atau langsung ke puskesmas. Dan jika jaraknya cukup jauh bisa dilaporkan melalui pesan whatsapp atau telepon langsung.

Begitu juga, lanjutnya, untuk Angkutan Umum Antar Kota Antar Provinsi saat datang ke Pangandaran, seluruh penumpang dan personilnya akan diperiksa dan kendaraannya akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Walau Alhamdulillah hingga saat ini di Pangandaran belum ada pasien positif corona, tapi kami tetap akan melakukan langkah-langkah sistematis untuk melakukan tindakan pencegahan covid-19 di Kabupaten Pangandaran, “kata bupati.

Selanjutnya, masih kata bupati, Pemkab Pangandarn pun akan melakukan penyemprotan disinfektan masal di masyarakat atau di daerah-daerah yang dianggap menjadi tempat kerumunan masa mulai kamis besok (26/3) dengan 3000 liter disinfektan yang sudah disediakan pemda.

Sementara untuk di kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24 unit ruangan sterilisasi, seperti di kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perijinan dan kantor pelayanan lain, sehingga warga yang datang ke tempat tersebut harus melalui bilik steteril dulu untuk dilakukan dicek suhu tubuh, hand sanitizer dan seterusnya.

“Kita juga sudah menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas 2 orang, untuk jaga-jaga apabila ada pasien positif corona sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan, “ungkapnya.

Dikatakan bupati, pemda juga saat ini sedang memesan 1200 alat pelindung diri (APD) untuk membantu tenaga medis yang di lapangan harus bersentuhan langsung dengan pasien.

Bupati juga meminta agar masyarakat Pangandaran untuk mendukung upaya social distancing,  pemerintah. dengan tidak melakukan kegiatan yang sipatnya membuat kerumunan masa. seperti hajatan atau lainnya.

Bupati  mohon pada masyarakat untuk saat ini bisa maklum, dan jika kadung sudah terlanjur akan melakukan pernikahan, bisa dilakukan akadnya saja sedang untuk resepsinya mohon ditunda dulu, begitu juga yang khitanan.

“Saya berharap masyarakat tidak panik dan senantiasa berperilaku hidup sehat, “imbuhnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Kesehatan yang merangkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Ahmad Marzuki, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Pangandaran.

Sampai pukul 13.00 WIB hari ini (25/3), kata Yani, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nihil, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 45 orang. Dan seseorang bisa dikategorikan ODP apabila 14 hari sebelum sakit dia memiliki riwayat perjalanan atau baik yang tinggal di area transmisi (penularan) di luar atau area transmisi lokal di dalam negeri, dan orang tersebut menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yakni demam dengan suhu badan mencapai 38º celcius, atau demam yang disertai salah satu gejala pernafasan, seperti batuk, sesak, sakit tengorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat.

Sedangkan status PDP, lanjutnya, apabila seseorang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan trasmisi lokal, atau memiliki riwayat perjalanan atau tinnggal di area transmisi lokal di Indonesia. kemudian mengalami demam dengan suhu badan 38º C atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk.

“Selebihnya, mari kita berdoa dan terus berikhtiar agar tidak ada masyarakat yang terjangkit, dengan salah satu upaya selalu berperilaku hidup bersih, dan sehat serta cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sesering mungkin,”jelasnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN BANTAH BANGUNAN EKS PUSKESMAS MANGUNJAYA AKAN DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI COVID-19

PANGANDARANNEWS-Terkait berita yang mengatakan eks bangunan Puskesmas diKecamatan Mangunjaya abupaten Pangandaran yan akan dijadikan tempat karantina untuk pencegahanmewabahnya virus corona (covid -19), rencana tersbut diurungkan Pemkab Pangandaran. Hal ini dilakukan pemda karena berbagai pertimbangan dan situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan.

Sementara  menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam komentarnya di media sosial Face Books, ia mengatakan, apakah ini karena kurangnya sosialisasi atau kurangnya pemahaman masyarat.

Karena, menurut bupati, bangunan bekas Puskesmas tersebut tidak akan dijadikan tempat karantina atau isolasi pasein corona, melainkan untuk observasi bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri, seperti TKI atau TKW.

“Sebelum berbaur dengan masyarakat para TKI itu kita tampung disana dulu agar mudah dipantau, “terang bupati. (24/3)

Jika para TKI yang baru datang dari luar negeri tersebut langsung berbaur dengan masyarakat, kata bupati, dikhawatirkan andai TKI tersebut positif covid-19, maka akan sangat rentan bisa menular pada keluarganya dan masyarakat lainnya, selain itu pemerintah pun akan susah untuk melakukan pemantauan.

“Saya berharap, tolong semua menyampaikan hal ini dengan benar agar masyarakat tidak dibuat bingung, “tegas bupati. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Juru bicara bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg Yani Achmad Marzuki, usai mengikuti acara video conference dengan Gubernur Jawa barat, di Command Center Kabupaten Pangandaran (23/3), beberapa langkah sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona covid 19.

Langkah tersebut, diantaranya, membuat Surat Edaran (SE) Bupati Pangandran Nomor : 060/991.Org/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease-19 (covid 19) di lingkungan Pemkab Pangandaran, membuat surat cesaran Kepala Dinas Kesehatan tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19, melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten, melakukan  koordinasi secara terus menerus dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat, mengaktifkan kegiatan surveilans puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.

Selain itu, Pemda Pangandaran juga melakukan pemantauan dan Indetifikasi terhadap kreteria orang dalam pemantauan (ODP), melakukan kerasama dengan lintas sektor seperti Bandara nusawiru dan melakuan pemantauan baik pada orang yang datang atau pun kembali dari luar negeri, melakukan Notifikasi 1X24 jam ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, kesiapan TGC dan PSC 119 serta hot line Kabupaten Pangandaran dengan nomer kontak 085320643695 dan  melakukan penyemprotan desinfektan dan pemberian handsanitaizer serta pengecekan suhu tubuh.

Dari pantauan di lapangan, kata Yani, berbagai aktifitas pencegahan dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi keliling (wawar) yang dilaksanakan instansi terkait.

“Himbauan secra terbuka ini dilaksanakan bekerjasama antara berbagai instasi, diantaranya dengan TNI, Polri, kecamatan serta puskesmas. “terangYani. (PNews)

ADE UU SUKAESIH LANTIK DAN AMBIL SUMPAH 300 ASN PADA 31 OPD LINGKUP PEMKOT BANJAR

BANJAR NEWS-Walau ada himbauan agar menghindari kerumunan masa banyak karena terkait gencarnya pencegahan mewabah covid-19, tidak menyurutkan Pemerintahan Kota Banjar Provinsi Jawa Barat, untuk melaksanakan prosesi pelantikan dan janji sumpah CPNS menjadi PNS.

Dalam pelaksanaannya, Wali Kota Banjar, DR,Hj Ade Uu Sukaesih.M.Si, secara simbolis melantik 5 orang ASN sekaligus melakukan mutasi/rotasi 294 ASN yang ada di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Banjar, bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Komonikasi dan Impormatika.(24/3)

Dalam sambutannya, wali kota, mengatakan, dalam pelaksanaan ini tidak mengurangi kekhidmatan  proses pelantikan, karena yang utama diharapkan setelah pelantikan ini kepada pejabat yang dilantik harus bersyukur atas keberhasil ini, karena diluar sana masih ada ribuan orang yang berharap jadi PNS.

“Saya juga berharap agar kualitas dan kinerja PNS Kota Banjar harus semakin meningkat dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, “tegas Ade.

Sebagai bentuk rasa syukur, menurut Ade, ada dua yang harus dilakukan, pertama taat pada aturan agama dan yang kedua taat pada peraturan dan perundañg undangan yang ada.

“Jika keduanya dipatuhi, Insya Alloh akan menjadi manusia dan PNS yang berkualitas. “Pungkasnya. (TITO)

WARGA MANGUNJAYA KEBERATAN WILAYAHNYA DIJADIKAN TEMPAT KARANTINA COVID-19


PANGANDARANNEWS-Sejumlah warga Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, beramai-ramai mendatangi kantor kecamatan setelah ada pemasangan sepanduk di depan eks Puskesmas Mangunjaya yang manyatakan, masyarakat menolak  Puskesmas tersebut akan dijadikan i tempat karantina covid-19.

Hal ini mengundang reaksi masyarakat, karena menurut mereka, lingkungan di sekitar bekas puskesmas merupakan tempat pemukiman warga.

Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, membenarkan kedatangan warganya ke kantor kecamatan untuk melakukan audens yang turut dihadiri KapolsekPadaherang, Kepala Desa Mangunjaya dan salah seorang anggota DPRD Pangandaran, Ngisom.

“Kami sepenuhnya mendukung program pemerintah daerah untuk memutus penularan copid-19, dan saya juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan warga, dan saya berjanji akan menyampaian keberatan warga ini pada Pemkab Pangandaran, “ucap Oos.(24/3)

Sementara menurut tokoh masyaakat Mangunjaya, Ngisom, ia merasa heran kenapa tempat karantina covid-19 ini harus di Kecamatan Mangunjaya.

“Apa tidak ada tempat lagi selain di sini, ya paling tidak jauh dari pemukiman warga sehinggan tidak mengganggu psikologis masyarakat, “ katanya. (Tn)


DAPTARKAN DIRI MENJADI BALON WAKIL BUPATI, HARI INI IWAN SUTIAMAN DATANGI SEKBER PANGANDARAN BERSATU

PANGANDARANNEWS-Penyerahan berkas pendaftaran bakal calon (balon) wakil bupati yang akan maju mendampingi H. Adang Hadari, kini bertambah lagi. Kali salah seorang warga Kecamatan Langkaplancar, Iwan Sutiaman, hari ini resmi mendaptarkan diri ke sekretariat Bersama Tim Penjaringan Pangandaran bangkit bersatu.(24/3)

Salah seorang team penjaringan, H. Abdul Gofar, membenarkan, pihaknya sudah menerima berkas persaratan untuk menjadi balon wakil bupati yang akan mendampingi H. Adang Hadari pada pilkada Kabupaten Pangandra tahun 2020.

“Tapi kami masih hingga saat ini masih menunggu barangkali masih ada yang akan mendaptar, ungkapnya.

H. Opang, sapaan akrab Abdul Gopar, mengatakan, timnya masih tetap membuka pendaptaran balon wakil bupati yang akan maju melalui koalisi Pangandaran bangkit bersatu, dan hingga saat ini sudah ada dua orang yang mendaptar, diantaranya, Ahmad Irfan Alawi dan Iwan Sutiaman.

“Dan pendaptaran ini akan kami tutup tanggal 25 maret 2020 mendatang, “terangnya. (AGE)


PEMDES KARANGMEKAR DAN FORUM KECAMATAN KARANGNUNGGAL LAKUKAN SOSIALISASI DAN EDUKASI TERKAIT COVID-19

TASIKNEWS-Mewabahnya covid 19 atau lebih dikenal dengan virus Corona, membuat banyak masyarakat was-was. Menangapi hal itu, Pemerintah Desa Karangmekar  Kecamatan Karangnungal Kabupaten tasikmalaya,  menggelar sosialisasi tentang cara menanggulangi Virus Corona bagi masyarakat. (23/3)

Sosialisasi ini difokuskan pada seluruh masyarakat dengan melakukan edukasi tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga terjun langsung  berkeliling  ke seluruh wilayah Kecamatan Karanungal dengan memgunakan mobil maskara.

Kepala Desa Karangmekar, Asep Tita Bahtiar yang didampingi  Camat Karangnungal, polsek dan koramil, berharap, dengan sosialisasi ini masyarakat dapat mengenali gejala serta bisa mengantisipasi penyebaran virus, dengan menerapkan pola hidup sehat, ramah Lingkungan dan tinggal di dalam rumah.

“Kami berharap, hasil dari kegiatan ini masyarakat bisa mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah agar terhindar dari bahaya penyebaran covid-19, “ujar Asep.

Asep juga mengatakan, ia selaku kepala desa bersama seluruh jajaran Forum Kecamatan Karangnunggal, menyarankan agar masyarakat sementara ini tidak melakukan perjalanan jauh, menghindari kerumunan masa serta tetap menjaga pola hidup sehat, karena saat ini baik pemerintah pusat, proinsi dan kabupaten menghimbau asyarakat agar mewaspadai akan penyebaran Covid-19.

Sementara kata Kaur Keuangan Desa Karangmekar, windawati, sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 ini merupakan upaya antisipasi pemerintah Kecamatan Karangnunggal dan pihak Pemdes Karangmekar untuk melakukan edukasi pada masyarakat terkait penyebaran corona.

 “Kami berharap dengan sosialisasi ini masyarakat paham dan mengetahui akan bahaya Covid-19,  serta sarankan pada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal i rumah, sering cuci tanggandan apabila mau keluar rumah gunakan masker,dan bila ad gejala kurang sehat segera periksa ke puskesmas, “ucapnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

ANTISIPASI COVID-19, KPU PANGANDARAN TETAPKAN PENUNDAAN TAHAPAN PILKADA

PANGANDARANNEWS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menetapkan keputusan penundaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Tahun 2020 melalui Keputusan KPU Pangandaran No.23/PL.03-kpt/3218/kab/III/2020, Penetapan Penundaan Tahapan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pangandaran Tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepada wartawan, Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin,  mengatakan, penetapan penundaan tersebut berdasar pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020, tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 dan SE KPU RI No.8 Tahun 2020.

"Penundaan tahapan pilkada ini berlaku mulai tangga 22 maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan menunggu arahan KPU Provinsi dan KPU RI,"kata Muhtadin di Sekretariat KPU Pangandaran di Desa Cikembulan.(23/3)

Penetapan penundaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran ini, kata Muhtadin,  upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini meliputi tahapan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan masa kerja PPS, verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan, tahapan pembentukan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pencocokan, penelitian data pemilih, dan Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Muhtadin menambahkan, KPU Pangandaran hari minggu kemarin (22/3-red) tetap melaksanakan pelantikan anggota terpilih PPS sesuai tahapan PKPU, setelah sebelumnya melakukan berkordinasi dengan pemerintah daerah, Bawaslu dan TNI POLRI, sesuai SE KPU RI No.8 Tahun 2020, bagi KPU kabupaten-kota yang telah siap melaksanakan pelantikan bisa dilanjutkan setelah berkordinasi dengan pihak berwenang.

Dan keputusan tersebut ditetapkan setelah KPU Pangandaran melakukan konsultasi dengan KPU Jawa Barat serta berkoordinasi dengan pemda, Desk Pilkada, Bawaslu dan TNI POLRI.

"PPS yang dilantik hari minggu kemarin tersebut berjumlah 279 orang, “terangnya. (PNews)

PENGAJIAN RUTIN BULANAN ERATKAN TALI SILATURAHMI WARGA DESA GIRIKENCAN

TASIKNEWS-Selin untuk meningkatkan keimanan dn ketakwaan pad Allo SWTm, pengajian merupakan salah satu aktifitas rutin umat muslim dalam mempererat serta menyambung tali silaturahmi antar sesama umat.

Seperti dalam kegiatan pengajian di Desa GirikencanaKecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, ini sudah menjadi agenda rutin di setiap kedusunan dengan jadwal yang sudah ditentukan di tiap-tiap dusunnya, seperti pengajian yang dilaksanakan kemarin (minggu, 22/3) pengajian dilaksanakan di Dusun Cipeteuy, yang dihadiri Kepala Desa Girikencana, Robai, MUI, tokoh masyarakat dan tokoh agama dengan mendengarkan khutbah dari Ajengan Jejen.

Dalam paparan agamanya, Ajengan Jejen, menyampaikan, tujuan dari pengajian itu sendiri diantaranya untuk mempererat tali silaturahmi antar umat muslim, dari warga dusun satu dengan dusun lainnya, memperluas ilmu keagamaan serta dapat memperkuat keimanan kepada Allah S.W.T.

Sementara, dalam sambutannya, Kepala Desa Girikencana,  Robai, mengatakan, kegaiatan pengajian rutin  ini harus  terus diaksanakan agar kegiatan keagamaan di Desa Girikencanabisa terus hidup dan berkembang sehingga bisa menambah ilmu, khususnya ilmu agama serta berharap berkah dari Yang Maha Kuasa.

“Alhamdulillah hingga saat ini pengajian rutin ini bisa terus konsisten dilaksanakan, semoga kegiatan ini bisa memberi berkah untuk kita semua yang hadir, ”ucapnya.

Robai juga berharap, agar pelaksanaan pengajian rutin triwulan di Desa Girikencana dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, oleh arena itu pemerintah desa juga siap mendukung kegiatan serupa di tahun-tahun yang akan datang.

“Kita harus tetap menjaga ukhwah islamiyah agar silaturahmi dan  keberkahan ini senantiasa dekat dengan kita,”imbuh Robai.

Selain itu, ucap Robai, pemdes juga melakukan pembangunan di setiap sektor agar warga bisa lebih sejahtera, baik melalui bidang ekonomi, pertanian dan bidang-bidang lainnya. (ANWARWALUYO)

DIDUGA AKIBAT DIHANTAM OMBAK SEORANG NELAYAN BATUKARAS HILANG TENGGELAM

PANGANDARANNEWS-Seorang nelayan Pangandaran, Romi (40), warga Dusun Batukaras Rt 09/05 Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, dikabarkan hilang tenggelam di perairan lepas pantai Batukaras, sekitar pukul 05.30 WIB.(23/03)

Dari beberapa saksi yang berhasil ditemui PNews, menyebutkan, korban dikabarkan hilang tenggelam ketika sedang memasang jala seorang dri di tengah laut, saat itu perahu yang ditumpangi korban tiba-tiba dihantam ombak sehingga korban pun terpental dan akhirnya tenggelam.

Ketua Rukun Nelayan (RN) Batukaras, Aah Warto,membenarkan kejadian tersebut dan saat ini beberapa  anggota nelayan, tokoh masyarakat dan FKDM Desa Batukaras sedang menuju titik lokasi untuk melakukan pencarian korban.

" Saat ini perahu dan barang-barangnya sudah kami evakuasi, tapi untuk sementara korban sendiri belum berhasil kami temukan, "jelas Aah.

Menurut Aah, sebelumnya ia menerima informasi dari nelayan lainnya, sebelum tenggelam dan hilang korban sempat berteriak minta tolong namun sumber suara tidak terdengar jelas karena kondisi dan jarak pandang sangat terbatas akibat cuaca masih gelap dan mendung, jadi ketika korban minta tolong teriakannya tidak diketahui jelas oleh nelayan lainnya.

“Tapi saat rekan-rekan kami berusaha mencari korban, hanya mendapati perahu sudah kosong dan di duga korban sudah tenggelam,"imbuhnya. (PNews)

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN