Momen Halal Bihalal Forwapi, Bentuk Keharmonisan, Soliditas Dan Kepedulian Sosial

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kental saat Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) menggelar acara Halal Bihalal 1447 H, bertempat di kantor DPC Kota Banjar. (12/04/26) 

Dengan mengusung tema "Dengan Maaf Kita Bersatu, Dengan Karya Kita Mengabdi", acara ini menjadi momen emas bagi seluruh keluarga besar FORWAPI untuk saling bermaaf-maafan usai menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Selain dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-wilayah Priangan, kegiatan ini juga turut dihadir antara lain Pembina FORWAPI, Sunaryo, Ketua Umum Halim Saepudin, Sekretaris Jenderal Ade Kurnia, Bendahara Umum Ajat Sudrajat, serta Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman (Cepi) beserta jajarannya, Ketua DPC Ciamis Ardy Sutarman, Ketua dan jajaran DPC Pangandaran, serta perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FORWAPI Mahardika, SH.

Kehadiran para pengurus dan anggota yang tampil kompak menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi, menyatukan visi dan misi organisasi dalam memberikan informasi yang faktual dan berimbang bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP FORWAPI, Halim Saepudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh DPC, khususnya DPC Kota Banjar yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas dengan sangat baik. 

"Terima kasih juga kepada DPC Ciamis, DPC Tasikmalaya, dan seluruh cabang yang telah hadir dan bersinergi," ujar Halim.

Ia berharap, salam momen ini semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif bagi FORWAPI untuk terus berkarya serta berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pers.

Hal senada disampaikan Ketua DPC FORWAPI Kota Banjar, Asep Nurohman. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh keluarga besar FORWAPI, sehingga acara ini semakin bermakna.

Kehadiran seluruh anggota, kata Asep, adalah bukti solidaritas dan kekompakan sehingga kita harus terus menjaga nama baik organisasi. 

"Dan sebagai insan pers, kita wajib bekerja profesional, menjunjung tinggi etika, dan selalu mengedepankan kebenaran," tegasnya.

Tak hanya jadi ajang silaturrahmi, halal bihalal ini menjadi momentum untuk berbagi. Dan sebagai bentuk kepedulian sosial di momen yang penuh berkah ini, Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman juga secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu. 

Setelah rangkaian acara, kegiatan ini pun ditutup dengan sesi ramah tamah, tukar sapa, dan foto bersama yang semakin mempererat tali persaudaraan antar insan pers di wilayah Priangan.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Hari Kanker Tulang Nasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker tulang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran peringati Hari Kanker Tulang Nasional yang jatuh setiap 11 April.

Dalam kesempatan tersebut, direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal yang sering muncul secara perlahan.

Kanker tulang, menurut Titi, kerap tidak disadari sejak awal karena gejalanya mirip keluhan biasa, seperti nyeri pada tulang atau pembengkakan.

Titi mengatakan, peringatan Hari Kanker Tulang Nasional bukan hanya seremoni namun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri.

"Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan," ujarnya.(11/04/26)

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi dengan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain deteksi dini, penanganan yang tepat dan berkelanjutan juga menjadi kunci dalam proses penyembuhan pasien kanker tulang.

Titi juga mengimbau, agar masyarakat tidak ragu melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan. Jangan menunggu parah, egera periksa agar bisa ditangani lebih cepat dan tepat.

"Dan melalui.momentum ini, kami berharap agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, salahsatunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius," ucapnya.(hiek)

Kenali Gejalanya Sejak Dini, Awas Campak Datang Bisa Secara Diam-Diam

PANGANDARANNEWS.COM – Penyakit campak saat ini masih menjadi ancaman kesehatan terutama pada anak-anak, gejalanya sering muncul perlahan dan kerap disalahartikan sebagai penyakit biasa.

Seperti disampaikan Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, Dyah Rahmawanti, campak biasanya diawali dengan gejala ringan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Campak, jelas Dyah, sering datang diam-diam. Awalnya anak hanya mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, sehingga sering dianggap flu biasa.

"Tanda khas campak baru terlihat beberapa hari kemudian, seperti munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh," terang Dyah.(10/04/26)

Selain itu, imbuhnya, biasanya terdapat pula bercak putih kecil di dalam mulut yang menjadi salah satu ciri spesifik penyakit ini.

Dyah mengatakan, penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf.

Jadi, menurut Dyah, jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.

Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal tersebut, terlebih jika disertai demam tinggi dan ruam. Karena pencegahan paling efektif, dilakukan melalui imunisasi campak yang rutin diberikan pada anak.

"Imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari risiko campak dan komplikasinya," jelasnya lagi.

Ia mengingatkan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi kontak dengan penderita guna mencegah penularan.

"Dengan mengenali gejala sejak dini, diharapkan kasus campak dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius," pungkasnya. (hiek)


Raih 68,3 % Suara, Sandra Susana Terpilih Jadi Kades Ciawi Karangnungal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Ciawi, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, telah usai dilaksanakan.(11/04/26).

Dengan perolehan suara mencapai 68,3 persen, Sandra Susana terpilih menjadi Kepala Desa Ciawi untuk periode 2026-2027.

Kegiatan demokrasi tingkat desa yang berlangsung di aula kantor Desa Ciawi, berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Seperti diketahui, dalam pemilihan kepala desa PAW ini diikuti tiga kandidat yang bersaing ketat. Antara lain, nomor urut 1 Sandra Susana, nomor urut 2 Agus Gunawan, dan nomor urut 3 Adang Wahyu. Dan berdasarkan penghitungan surat suara, Sandra Susana (No. 1): 82 suara, Agus Gunawan (No. 2): 22 suara dan Adang Wahyu (No. 3): 1 suara. Dari total 121 pemilih terdaftar, tercatat 1 orang tidak hadir (abstain) dan 15 suara tidak sah. 

Dengan raihan 82 suara, Sandra Susana berhasil mengungguli dua lawannya dengan selisih yang cukup signifikan.

Proses pemilihan pun berlangsung tertib dan diawasi langsung oleh unsur Forkopimcam serta perangkat daerah, antara lain Camat Karangnunggal Suherman, S.ST.P, M.Si, Kapolsek AKP, Jaja Hidayat, Wadanramil 1215 Lettu Cba Asep Tisnawan, Ketua Panitia Pemilihan Dedih Dulhakim, S.Pd, Ketua BPD Ust. Dudung, Kasi Pemerintahan Itang Setiana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Usai acara, Camat Karangnunggal Suherman menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, fisikotes, hingga pencoblosan.

Ia juga mengaku bersyukur karena proses berjalan lancar, dan ia meminta agar panitia segera menyampaikan berkas hasil pemilihan ini untuk segera diajukan rekomendasi kepada bupati untuk proses pelantikan.

"Saya berpesan kepada kades terpilih agar segera mempersiapkan diri, memahami regulasi, dan beradaptasi dengan pemerintahan desa," ucapnya.

Ditempat terpisah, Sandra Susana yang akrab disapa "Bayi" menyampaikan rasa syukur karena warga sudah memilihnya menjadi Kades Ciawi.

Sandra mengatakan, ia mempunyai visi dan misi jelas dan ingin Desa Ciawi bisa lebih maju dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel. 

"Saya akan membenahi setiap kelemahan yang selama ini menjadi unek-unek warga," ucapnya.

Ia juga menegaskan, fokus utamanya pada sektor ketahanan pangan mengingat mayoritas warga adalah petani.

Selain itu, imbuh Sandra, ia juga akan melakukan pembenahan sistem keuangan desa (SILTAP) demi kesejahteraan perangkat desa dan masyarakat.

Sementara Ketua Panitia, Dedih Dulhakim mengaku pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang luar biasa mencapai hampir 99%.

"Alhamdulillah proses pemilihan berjalan lancar tanpa kendala," katanya.

Dedih mengucapkan selamat untuk pemenang serta mengajak untuk bersama-sama bekerja. Dan kepada yang belum terpilih, terima kasih telah ikut berkompetisi. Dan sekarang, saatnya bersama-sama untuk menyatukan langkah untuk Desa Ciawi yang lebih baik.

"Semoga kepemimpinan Sandra Susana dapat membawa kemajuan, kesejahteraan, dan kebersamaan bagi seluruh warga Desa Ciawi," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Semangat Kebersamaan Warnai Acara Silaturahmi PGRI Kecamatan Banjaranyar Kab. Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali terjalin erat dalam acara silaturahmi antar guru dan kepala sekolah, keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 

Acara ini digelar di GOR SMPN 3 Banjarsari bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas antar guru, kepala sekolah, serta seluruh jajaran pengurus PGRI, Camat Banjaranyar, Ari Angga Rianto, S.Kep, Ners, Kepala Korwil Pendidikan sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar, H. Sodirin, S.Pd.I, M.Pd., didampingi seluruh guru dan kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Banjaranyar,  H. Sodirin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme seluruh anggota.

Secara pribadi dan atas nama organisasi, ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan semua. Mari kita jaga kebersamaan ini.

"Pentingnya kebersamaan dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama agar sinergi semakin terjalin baik demi mutu pendidikan yang lebih baik," ujar Sodirin.(11/04/26)

Ia pun tidak lupa mengucapkan selamat Idul Fitri, dan atas nama Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin 1447 H. 

"Mari kita bahu-membahu dan selalu semangat membangun kemajuan pendidikan di wilayah ini," tegasnya.

Sementara itu, Camat Ari Angga Rianto juga berharap momentum ini dapat semakin mengokohkan hubungan baik antar pendidik demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Ada Apa ? KNPI Pangandaran Pertanyakan Penutupan Akses Liputan Rapat BGN

tampak sejumlah awak media di luar ruang rapat
PANGANDARANNEWS.COM – Menanggapi tindakan penutupan akses peliputan bagi awak media dalam rapat koordinasi dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Hotel Laut Biru Pangandaran, Sabtu (11/4), sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran sekaligus Aktivis Pemuda, Tian Kadarisman, melontarkan kritik pedas terhadap Badan Gizi Nasional (BGN). 

Seperti diketahui berdasarkan surat undangan resmi nomor 1317/D.TWS/04/2026 dan 1450/D.TWS/WIL.II/04/2026, agenda tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN serta dihadiri oleh mitra dapur (SPPG) dari wilayah Ciamis, Pangandaran dan sekitarnya.

Menurut Tian, ini sangat ironis dan memalukan. Pejabat yang datang adalah Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, tapi justru mereka menutup diri dari pantauan publik dan pengawasan media. 

"Jika fungsi pengawasan internal mereka saja eksklusif dan tertutup, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa program MBG ini bebas dari penyimpangan?” tegas Tian.(11/04/26)

Tian menyebut, ketidakterbukaan BGN dalam rapat evaluasi ini semakin memperkuat kecurigaan publik di tengah banyaknya sorotan negatif terhadap program MBG. Mulai dari rendahnya kualitas menu di lapangan, isu anggaran motor trail listrik yang fantastis, hingga gaya hidup mewah oknum mitra di media sosial.

Kata Tian masyarakat berhak tahu apa hasil evaluasi terhadap mitra-mitra dapur tersebut, apakah ada sanksi bagi penyedia makanan yang tidak layak? 

"Atau jangan-jangan pertemuan di hotel mewah ini hanya sekadar ajang 'pengamanan' administratif agar semuanya terlihat benar di atas kertas?," ungkap Tian.

Dan tindakan menghalangi tugas jurnalistik bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tegas Tian, adalah salah satu bentuk pelanggaran kode etik jurnalistik. Dan program yang menggunakan anggaran negara dalam skala besar, tentu wajib mengedepankan prinsip transparansi.

Tian menambahkan, jangan gunakan dalih rapat internal untuk menutupi fakta lapangan. 

Pihaknya juga menuntut Deputi BGN untuk berani membuka hasil audit kualitas gizi dan kebersihan dapur mitra kepada publik, serta mendesak pelibatan BUMDes secara nyata agar anggaran ini benar-benar berputar di desa.

"Bukan hanya menguap di hotel-hotel mewah,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, pihak KNPI dan koalisi masyarakat sipil akan terus mengawal jalannya program MBG secara independen.

"Dan jika BGN pusat tetap menutup diri, jangan salahkan jika rakyat bergerak dengan caranya sendiri untuk menuntut transfansi dan utamakan kualitas MBG bagi para pelajar,” tegas Tian lagi. (hiek)

Wisatawan Wajib Tahu, Sekarang Dishub Pangandaran Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berada di kawasan wisata, berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna, pengaturan ini difokuskan pada kendaraan besar seperti bus agar pergerakannya lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di titik-titik padat. 

"Bus dan kendaraan sejenis tidak diperbolehkan masuk melalui pintu pelabuhan atau Pantai Timur tapi diarahkan ke pintu utama, kemudian menuju jalan Pantai Barat dengan sistem satu arah untuk keperluan penurunan wisatawan ke hotel,” jelasnya. Wa(09/04/26).

Dan bagi bus yang menurunkan penumpang di area sebelum pertigaan Hotel Century, imbuh Nana, kendaraan diarahkan untuk parkir melalui akses jalan depan Hotel Arnawa. Sementara untuk hotel yang berada setelah pertigaan tersebut, penurunan penumpang dilakukan di Jalan Kalen Buaya. Selanjutnya setelah menurunkan penumpangnya di Jalan Kalen Buaya, bus diarahkan masuk melalui pertigaan Balawista, berputar, lalu keluar melalui Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di Central Parkir atau eks Pasar Wisata.

Nana menambahkan, untuk wisatawan yang menuju penginapan di Jalan Sumardi dan Jalan Pramuka, proses penurunan penumpang dilakukan langsung di kawasan Central Parkir. 

"Setelah itu, kendaraan bus diwajibkan tetap berada di lokasi parkir tersebut," imbuhnya.

Nana menyebut, pihaknya juga mengatur kendaraan roda empat dan bus yang melintas di Jalan Pantai Timur untuk berputar arah di kawasan air mancur kemudian diarahkan menuju Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di area Pasar Wisata.

“Jadi seluruh kendaraan baik saat penurunan maupun penjemputan wisatawan akan mendapat pengawalan dari petugas gabungan, baik dari Dishub maupun unsur terkait lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, kebijakan ini dapat dipatuhi oleh para pelaku usaha pariwisata serta wisatawan demi terciptanya kelancaran arus lalu lintas di kawasan destinasi unggulan Pangandaran.

“Informasi ini kami sampaikan agar diketahui dan dipedomani bersama sehingga aktivitas wisata tetap berjalan lancar, nyaman dan aman,” tegasnya.(hiek)

Kegiatan Panen Karya SMKN Parungponteng, Pamerkan Aneka Kreativitas Bidang Usaha

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai halaman SMK Negeri Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, sekolah vokasi ini sukses menggelar acara "Panen Karya Projek Kewirausahaan Kelas XII" yang menjadi bukti nyata kreativitas dan kesiapan siswa menghadapi dunia usaha.(10/04/26)

Kegiatan ini tidak hanya dinikmati oleh warga sekolah, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas dari berbagai wilayah.

Di bawah tenda-tenda yang tertata rapi, siswa-siswi memamerkan hasil karya dan keterampilan mereka melalui berbagai stand pelayanan dan produk. Antara lain, Pameran Karya Busana yang menampilkan desain dan jahitan kreatif hasil karya siswa. Bazar Makanan, dengan beragam kuliner lezat yang diolah sendiri oleh para siswa. Service motor yang memberikan pelayanan perawatan dan perbaikan ringan kendaraan bermotor. Service Komputer, dengan menyediakan jasa perbaikan dan perawatan perangkat teknologi serta Top Up E-Wallet, memfasilitasi kebutuhan transaksi digital masyarakat.

Kepada Pangandaran News, Waka Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mangsur, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan masyarakat yang luar biasa.

Ia mengaku bersyukur karena pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Kecamatan Parungponteng, tapi juga dari daerah sekitar seperti Cibalong, Sodong Hilir, Bojongasih, bahkan hingga Karangnunggal.

"Hal ini tentu membuktikan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi ajang promosi sekaligus sarana interaksi yang positif antara sekolah dan masyarakat luas," ungkapnya.

Kegiatan yang diketuai langsung oleh Bapak Affan Rifaninur, SE, serta dengan bimbingan penuh juga oleh para guru mata pelajaran Kewirausahaan.

Di tengah-tengah kegiatan, Affan menyampaikan, acara ini merupakan implementasi nyata dari konsep learning by doing. Para siswa dilatih untuk berpikir kreatif, berani tampil, dan memiliki jiwa bisnis sejak dini.

Ia mengatakan, pihaknya ingin membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga bisa menjadi pengusaha yang sukses dan mandiri. 

"Baik di bidang kuliner, otomotif, maupun jasa lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan profesionalisme terlihat jelas dari setiap stand yang dikelola. 

"Dan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di SMKN Parungponteng terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap berkarya bagi bangsa," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


KPU Pangandaran Gelar Rapat Pleno, Setujui Dokumen Data Dan Laporan SPIP

PANGANDARANNEWS.COM -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran hari ini melaksanakan Rapat Pleno Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP) periode Maret Tahun 2026, bertempat di aula KPU Kabupaten Pangandaran.(09/04/26)

Dalam rapat yang dipimpin dan dibuka langsung oleh pimpinan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, dibahas sejumlah terkait persetujuan atas laporan SPIP.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan sebagai pengarah dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa dokumen yang berisi data perndukung dan laporan SPIP dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 855 Tahun 2025 diharuskan disetujui melalui rapat pleno. 

Sementara Sekretaris KPU Kabupaten Pangandaran sebagai penanggungjawab berkenan menyerahkan dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran. 

Masih di tempat yang sama, Tim Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pangandaran sebagai Tim Satgas SPIP menjelaskan, dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran.

Selanjutnya dalam rapat pleno ini, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran menyetujui seluruh dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP.***


Halal Bihalal PGRI Pangandaran, Jadi Momen Silaturahmi Serta Penguatan Komitmen Pendidikan Berkarakter

PANGANDARANNEWS.COM - Momen Halal Bihalal keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan di aula Supan Sastrawijaya SMPN 1 Pangandaran, jadi ajang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan berkarakter.(09/04/26)

Dalam acara yang dihadiri Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati H Ino darsono, juga turut hadir mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata serta anggotaI PGRI dari berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, hj Citra Pitriyami, S.H., menyampaikan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah untuk memperkuat tali  persatuan serta saling memaafkan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Menurut bupati, ia mengapresiasi peran PGRI dalam dunia pendidikan. Dan peran guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran, ujar Bupati, saat ini tengah mengembangkan Program Pendidikan Karakter “Melesat” sebagai prioritas daerah untuk mencetak generasi unggul secara akademik maupun moral.

“Program ini menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari, termasuk nilai keagamaan sebagai fondasi utama," ungkapnya.

Bupati juga berharap, sinergitas antara pemerintah daerah, PGRI dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, optimistis dapat menciptakan generasi Pangandaran yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing pasti akan terwujud.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan implementasi program pendidikan karakter tersebut secara lebih disiplin di lingkungan sekolah.

"Contohnya dalam pelaksanaan upacara penaikan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, seluruh aktivitas di sekitar sekolah seharusnya dihentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku," kata Soleh.

Dan depannya, pihaknya akan memperkuat komitmen seluruh sekolah agar pelaksanaan nilai-nilai karakter ini benar-benar dijalankan termasuk menghentikan aktivitas saat pengibaran bendera sebagai bentuk penghormatan.

Ia mengaku, saat ini Disdikpora juga tengah menyiapkan penguatan program keagamaan bagi peserta didik. Salah satunya dengan pengaturan jam pulang sekolah pada hari Jumat bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD serta siswa SMP, yakni setelah pelaksanaan Salat Jumat.

Tak hanya itu, program “Magrib Mengaji” juga akan diterapkan bagi siswa SD dan SMP di seluruh wilayah Pangandaran.

“Jadi setiap magrib siswa diharapkan melaksanakan kegiatan mengaji di masjid terdekat dengan rumahnya,  program ini akan kami ukur dan evaluasi dengan menyiapkan indikator atau eviden agar pelaksanaannya berjalan optimal," ungkapnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran, H. Endang Suherman menyebut, pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah daerah khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kata Endang, PGRI sebagai organisasi profesi guru memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Ia mengaku, PGRI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Pendidikan Karakter Melesat. 

"Guru harus menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan,” ujarnya.

Tidak lupa ia juga mengajak seluruh anggota PGRI di Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan profesionalisme serta beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan spiritual.

“Dan pada momentum Halal Bihalal ini tentu menjadi penguat kebersamaan kami untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter,” uucanya.(hiek)

Jaga Lingkungan Dan Cegah Banjir, Gabungan Instansi dan Warga Kota Tasik Bersih-Bersih Sungai

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah banjir, saat ini dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Gerakan ini terus digencarkan di Kota Tasikmalaya, gabungan instansi pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup (LH), Bidang PSDA, Kementerian PU, BPBD, Satpol PP, hingga masyarakat setempat.

Kabid Lingkungan Hidup, Arif Maulana, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara menyeluruh di titik-tirik rawan dan dengan memersihkan di banyak tvitik dengan ayategi "Jemput Bola".

"Dan hari ini kami melaksanakan pembersihan di beberapa di daerah Nagawangi, dan sebelumnya juga sudah dilakukan di Bojong Tritura serta di Kelurahan Kertanegara dan Purbaratu," ujar Arif.(09/04/26)

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan bentuk "jemput bola" dalam pelayanan kepada masyarakat. Dan LH tidak menunggu keluhan datang atau kalau ada masalah atau temuan, namun akan langsung antisipasi dan tangani. 

"Ini juga bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah banjir akibat penyumbatan sampah," imbuhnya.

Selain membersihkan fisik, kata Arif, pihaknya juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga, RT, dan RW terkait Arif pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Arif menyebut, pihaknya mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos atau pakan maggot, sedangkan anorganik bisa didaur ulang atau disetor ke Bank Sampah.

"Dan kami menghimbau, mohon jangan buang sampah ke sungai atau tempat yang bukan peruntukannya karena sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis.

Arif mengaku, pihaknya ingin kegiatan gotong royong ini rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Dan kuncinya ada di kerjasama antara pemerintah, kelurahan, kecamatan, RT/RW, dan seluruh masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Kota Tasikmalaya tetap bersih, sehat, dan asri," ungkapnya.

Disoal banyaknya keluhan warga di sosial media, secara terpisah pihak dinas terkait juga menanggapi komentar netizen yang menilai kegiatan ini hanya seremonial belaka.

Menurutnya, pembersihan gorong-gorong dan saluran air ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap hari dan bukan cuma saat ada acara saja.

Ia mengatakan, seperti beberapa minggu ke belakang pihaknya sudah terus melaksanakan gotong royong bersama masyarakat. 

"Kalau dilihat di postingan kami, memang konsisten kami lakukan. Ini bentuk antisipasi jauh-jauh hari supaya kota bersih dan terhindar dari banjir," ujarnya.(@nwarwaluyo)

 


 

 

 


Meski khawatir, Sejumlah siswa Nekat Arungi Sungai Deras Demi Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah berita pembangunan sarana jalan, ternyata masih ada kondisi memprihatinkan terjadi di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di jalur penghubung antara Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah dan Desa Bojongasih, Kecamatan Culamega.

Setiap pagi, terlihat puluhan anak-anak sekolah terpaksa harus berjuang keras menyeberangi sungai yang airnya sedang deras-derasnya hanya untuk bisa sampai ke sekolah.

Tampak deretan sepeda motor berjejal, baik masyarakat atau pun pelajar yang tak gentar meski arus sungai tampak kuat dan berbahaya. Mereka tetap nekat melintas, mengingat ini adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut.

Menurut salah seorang pelajar, Rini, berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian ke lokasi ini.

Ia menyampaikan permohonannya kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, supaya dibuatkan jembatan untuk menghubungkan dua desa ini. 

"Setiap hari kami harus menyeberang seperti ini, tentu ini sangat berbahaya apalagi saat hujan dan air besar," ujar Rini.(08/04/26)

Rini juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat desa, dirharapkan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur di perkotaan saja

"Bapak Gubernur Jabar sering bilang 'ngurus lembur, tata kota', tapi kok yang di desa malah tidak diurus?", keluhnya.

Rani mungkin mewakili teman-teman dan masyarakat berharap agar keluhan ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti pihak terkait, sehingga tak ada lagi kekhawatirannya saat pergi ke sekolah.

"Kehadiran jembatan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan nyawa anak-anak bangsa yang setiap hari harus berjuang demi menuntut ilmu," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Musrenbang RKPD 2027 Pangandaran, Sektor Pariwisata Perlu Dijadikan Motor Utama

PANGANDARANNEWS.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bertujuan untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

Melalui Musrenbang Penyusunan RKPD ini, Kabupaten Pangandaran Tahun 2027 adalah langkah awal perancangan masa depan daerah dimulai.

Berbagai aspirasi, usulan, dan ide pembangunan dihimpun untuk mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, disusun arah pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi

Pada Musrenbang kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD 2027. 

Dalam Musrenbang yang diselenggarakan di aula SMPN 1 Pangandaran ini, Pemda Pangandaran mengusung tema "percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dengan target menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata bertaraf internasional".

Seperti disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, musrenbang merupakan agenda strategis tahunan sebagai turunan dari RPJMD agar arah kebijakan pembangunan selaras dengan prioritas yang telah ditetapkan. 

"Dan sektor pariwisata perlu dijadikan motor utama penggerak ekonomi daerah," ungkap Asep.(08/04/26)

Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun mendatang, kata Asep,  di antaranya evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD sebelumnya agar kebijakan lebih terarah serta pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, termasuk kerja sama regional dengan wilayah sekitar seperti Cilacap, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata Pangandaran, mulai dari pantai, perbukitan, gua hingga sungai, yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara optimal. 

Namun, Asep menyebut, persoalan kemacetan saat musim libur menjadi catatan penting. 

Untuk itu pihaknya juga mendorong, penerapan sistem sentral parkir di kawasan pantai timur dan barat serta pembatasan kendaraan yang masuk ke area wisata guna menciptakan kawasan yang lebih tertata dan ramah lingkungan. 

Ia menambahkan, dan tentunya penataannya harus tetap berpihak kepada masyarakat agar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan peran mereka.

"Saya juga menilai perlunya penyusunan master plan pariwisata sebagai acuan pengembangan jangka menengah, minimal untuk lima tahun ke depan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menyampaikan, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah. 

Menurutnya, posisi Pangandaran saat ini berada di peringkat kedelapan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan optimistis dapat terus meningkat.

Program Prioritas Dalam RKPD 2027 ini, bupati mengatakan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program prioritas. Diantaranya, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa. 

"Pembangunan harus dimulai dari desa, termasuk peningkatan jalan desa dan konektivitas antarwilayah, baik untuk pertanian maupun pariwisata,” ujar Citra. 

Dan penataan kawasan wisata juga akan dilakukan, termasuk rencana pembangunan jalur pedestrian atau jogging track di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur untuk mendukung aktivitas wisata sekaligus mengurangi parkir di bahu jalan.

Ia menambahkan, seluruh program tersebut direncanakan didanai melalui APBD dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

"Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD berharap Pangandaran mampu berkembang sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.(hiek)






Usai Lebaran, Saat Libur Panjang Pantai Pangandaran Kembali Diserbu Ribuan Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Sepekan usai libur Lebaran beberapa waktu lalu, objek wisata Pantai Pangandaran kembali diserbu wisatawan saat momen libur panjang awal bulan April 2026 ini.

Tampak arus wisatawan Sejak Jumat (03/04/26) mulai terlihat memadati jalur menuju kawasan wisata, tampak antrean panjang kendaraan pun sudah terjadi di pintu masuk yang didominasi mobil pribadi. 

Kepadatan kendaraan pun terus meningkat hingga hari Sabtu dan Minggu (05/04/26), pantai pun penuh lautan wisatawan di setiap destinasi wisata yang ada di Kanu Pangandaran.

Salah satunya di kawasan Pantai Barat Pangandaran, ribuan wisatawan tumpah ruah di sepanjang bibir pantai. Mereka menikmati liburan dengan berbagai aktivitas, mulai dari berenang, bermain pasir, hingga menaiki kuda dan perahu pesiar menuju Pasir Putih.

Salah seorang wisatawan asal Kota Bandung, Daniel (32) mengaku memilih Pangandaran sebagai destinasi liburan keluarga karena selain pantainya indah juga aman dan nyaman.

"Kebetulan libur lebaran kemarin kami hanya main di dalam kota saja, jadi ya sekarang kami datang ke Pangandaran," ungkap Daniel, yang berlibur bersama keluarganya.(05/04/26)

Jarak tempuh yang relatif dekat dan menjadi pilihan wisata keluarga, Daniel menyebut, adalah salah satu alasan ia dan keluarganya memilih Pangandaran.

"Entan yang keberapa kalinya kami datang kesini, pangandaran memang ngangenin," akunya.(hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN