Saat Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam razia di sejumlah tempat hiburan malam dan penginapan pada hari Sabtu (25 April 2026) , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran berhasil mengamankan 11 orang yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pangandaran, Rusnandar, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari pengawasan administrasi kependudukan sekaligus upaya menjaga ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan, setiap warga yang bepergian wajib membawa identitas diri sesuai ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2017.  

"Pada perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang bepergian wajib membawa identitas diri, ini bagian dari aturan administrasi kependudukan,” ujarnya. (25/04/26)

Ia menambahkan, dalam operasi tersebut, petugas juga menyasar pengunjung kafe, pemandu lagu, serta sejumlah penginapan di beberapa titik. Dan hasilnya, 11 orang tidak dapat menunjukkan KTP saat dilakukan pemeriksaan. 

Menurutnya, berbagai alasan disampaikan oleh mereka yang terjaring, mulai dari lupa membawa hingga kehilangan identitas. Dan warga yang terjaring ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

“Setelah didata mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. 

Rusnandar juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ternyata seluruhnya diketahui berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran. Dan untuk memastikan identitas mereka, petugas pun melakukan verifikasi tambahan melalui panggilan video dengan keluarga serta konfirmasi ke aparat desa asal. Dan setelah proses tersebut, mereka diperbolehkan kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah.  

Rusnandar menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran. 

“Dan ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ucap11nya.(hiek)




 


Setelah Vakum Di Tahun 2025, Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Kembali Digelar

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam pemilihan atau Ajang Mojang Jajaka ternyata bukan sekadar adu paras, karena  selain gemerlap panggung adddaa misi besar untuk “menjual” wajah Pangandaran ke dunia luar.

Inilah salah satu yang ada dalam gelaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026,  yang digelar di Hotel Grand Palma, Pantai Barat Pangandaran. (24/04/26).

Saat menyaksikan langsung gelaran ini, terlihat pada para peserta tampil dengan totalitas tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik merek di ajang yang menjadi pintu menuju malam grand final yang bakal digelar 25 April 2026. 

Seperti disampaikan oleh Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran, Panji Arum,  di tahun 2025 ajang ini sempat vakum dan tahun 2026 ini bisa kembali digelar.

“Karena kita butuh perwakilan terbaik untuk maju di tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Saat ini, kata Panji, para peserta tidak hanya bermodalkan penampilan saja. Tetapi harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) handal serta kemampuan komunikasi yang baik.

“Penilaian pun bukan hanya sebatas fisik, tapi harus mempunyai kapasitas untuk mempromosikan budaya dan potensi daerah,” imbuhnya.

Panji menjelaskan, para peserta ini digembleng dengan nilai-nilai penting. Mulai dari ngamumule budaya, bangga berbahasa Sunda, sampai memahami kearifan lokal masyarakat Pangandaran.

Tak cukup sampai di situ, tambah Panji, mereka juga dituntut jadi teladan. Artinya, jajaka mojang harus siap tampil di depan publik dengan karakter kuat, berwawasan luas, dan sikap yang mencerminkan generasi muda berkelas.

"Jadi mojang Jajaka Pangandaran 2026 bukan sekadar kontes, namun ajang pembentukan duta pariwisata," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugista, menyampaikan, even ini juga sebagai panggung pembuktian para jajaka-mojang yang sesungguhnya.

Tidak cukup sekadar elok paras, menurutnya, juga dituntut soal budi pekerti, kecintaan pada tanah air, dan kemampuan bagaimana cara mempromosikan daerah.

Dadan menginginkan Pangandaran tidak hanya dikenal karena pantainya saja, masih banyak potensi lain yang siap dijual ke wisatawan. 

"Mulai dari wisata sungai, gunung, kekayaan alam, hingga kuliner khas yang jadi identitas kuat daerah," tegasnya.

Ia juga berharap agar jajaka bisa  menjadi corong promosi, bukan hanya memperkenalkan tapi juga mampu menarik wisatawan datang ke sini.

"Dengan gaya komunikasi yang baik dalam penyampaian tentang Pangandaran mereka diharapkan bisa menjadi daya tarik pariwisata,"ucap Dadan.(hiek)




Dampak Terkendalanya Pengerjaan Proyek Relokasi Penghuni Eks Pasar Wisata , Bupati Pangandaran Minta Tanggungjawab Penerima Dana

PANGANDARANNEWS.COM – Saat melakukan peninjauan lapangan, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku kecewa melihat progres pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran yang belum mencapai target. (23/04/26).

Padahal, kata bupati, dana stimulan telah dicairkan sepenuhnya. Namun capaian pembangunan dinilai belum optimal, bahkan ditemukan disparitas signifikan antara pembangunan yang dikelola secara kelompok dan secara mandiri.

Bupati menegaskan, seharusnya akhir April ini sudah rampung. Namun hingga hari ini, masih ada unit yang progresnya baru sekitar 50 persen.

"padahal dana telah disalurkan dalam dua tahap dengn rincian masing-masing Rp20 juta langsung ke rekening penerima," kata bupati.(23/04/26)

Menurutnya, pembangunan yang dikoordinasikan melalui kelompok menunjukkan progres relatif baik dengan capaian rata-rata sekitar 90 persen. Namun sebaliknya kendala justru terjadi pada 32 unit rumah yang dibangun secara mandiri, dimana hanya lima unit yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menyebut, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Seharusnya anggaran yang bersumber dari negara bisa dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya. 

"Kami telah menugaskan asisten daerah untuk memanggil penerima manfaat dengan progres rendah,” tegas bupati.

Selain persoalan progres fisik, bupati mengakui ada kendala teknis berupa longsor di kawasan relokasi. 

"Namun kami tetap berkomitmen untuk melakukan penanganan darurat, termasuk rencana penerapan sistem terasering guna menjaga stabilitas lahan," imbuhnya.

Sementara saat mendampingi bupati, Anggota Komisi III DPRD Pangandaran, Adang Sudirman, mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam mengawal proyek tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung ke lapangan, dan ini bagian dari transparansi untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Adang juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang, seperti akses jalan, drainase, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Fasilitas dasar ini, menurut Adang, harus segera dipenuhi agar hunian layak ditempati. 

"DPRD akan terus melakukan pengawasan, termasuk mendorong koordinasi lintas sektor jika diperlukan pembebasan lahan tambahan,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Pangandaran berencana mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk melengkapi fasilitas tersebut dengan prioritas pada penanganan kawasan rawan bencana di lokasi relokasi.(hiek)


Ustadz Dani Ramdani Sebut Sinergi Ulama dan Umara dari Akar Rumput Kunci Ketahanan Umat

Ustadz Dani Ramdani, S.H
PANGANDARANNEWS.COM - Sinergitas antara ulama dan umara di tingkat paling bawah, dinilai harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Demikian disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ustadz Dani Ramdani, S.H., dalam acara Pelantikan MUI Desa Pananjung yang digelar di Aula Desa Pananjung.(22/04/26)

Ia menegaskan bahwa urusan keumatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi urusan bersama seluruh elemen terutama pemerintah desa, ulama, dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat diantara unsur-unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Urusan keumatan, kata dia, merupakan urusan bersama. Terutama pemerintah, dalam hal ini aparatur desa. Demikian juga ulama dan tokoh masyarakat, karena dua pilar inilah benteng umat terdepan. 

"Tanpa keterlibatannya, masyarakat akan mudah bergejolak dan berpotensi terjadi berbagai konflik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi sejak dari akar rumput, yaitu di tingkat desa. Kehadiran figur teladan dari kalangan ulama dan umara, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, keteladanan tersebut tidak hanya sebatas simbolis tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Dengan demikian, keberadaan ulama dan pemerintah benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan umat," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pananjung, Dedi menyatakan dukungannya terhadap peran MUI di wilayahnya. 

Menurutnya, kesiapan pemerintah desa untuk terus bersinergi dengan para ulama, salah satu satunya dalam memberikan manfaat untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga kondusivitas masyarakat di Desa Pananjung.(harisfirdaus)

Dalam Monitoring TKA, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasik Kaji Pembelajaran Digital Di SDN 3 Cikatomas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIK NEWS – Transformasi dunia pendidikan kini semangat nyata dalam kegiatan Monitoring TKA yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, terlihat penerapan metode belajar yang sangat modern dan interaktif di SDN 3 Cikatomas, Kecamatan Cikatomas.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026 di SDN 3 Cikatomas, Kecamatan Cikatomaa, proses belajar mengajar tidak lagi konvensional melainkan telah bertransformasi memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Terlihat, para siswa pun duduk dengan tertib di depan perangkat laptop masing-masing. Mereka tidak hanya membaca buku teks, melainkan langsung berinteraksi aktif dengan materi digital yang ditampilkan di layar.

Salah satu sorotan utama adalah penggunaan sistem Video Conference melalui layar besar yang dipasang di depan kelas, komunikasi menjadi tanpa batas. Guru dan siswa dapat berdialog langsung secara dua arah, juga dengan pengawas maupun narasumber dari lokasi berbeda secara real-time.

Suasana kelas pun tampak menjadi jauh lebih hidup, visual, dan tidak membosankan karena para siswa terlihat sangat antusias dan fokus menyimak materi.

Menurut Ketua PC PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. 

"Ternyata inovasi ini membuktikan bahwa pendidikan di daerah terus berbenah," ungkapnya.

Kegiatan ini juga, kata Nana, menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di daerah terus berbenah dan berinovasi. 

"Tujuannya jelas, yakni untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga melek teknologi sejak dini," imbuhnya.

Sementara Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, H. Dudi Rodinulhaq, menegaskan harapannya agar metode ini dapat meningkatkan prestasi siswa. Dan pemanfaatan teknologi seperti ini, tentu sangat ia dukung. 

Dalam kegiatan Tes Kemampuan Akhir (TKA) program kemendikbud ini, SDN 3 Cikatomas masuk ka gelombang 2 yang diikuti siswa kelas 6.

"Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," tegasnya.

Dudi mengatakan, dengan dukungan penuh dan semangat inovasi seperti ini diharapkan kualitas pendidikan di wilayah Cikatomas dan Kabupaten Tasikmalaya umumnya dapat terus melaju ke arah yang lebih gemilang.(@nwarwaluyo)

Dengan Persiapan Yang Matang, 49 Siswa Asal Kadipaten Optimis Tembus Ke Tingkat Provinsi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat kompetisi dan keilmuan kembali terasa di lingkungan pendidikan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya pada saat dilaksanakan seleksi putra-putri terbaik, ada 8 mata lomba yang dipertandingkan dalam event tersebut.

Kegiatan ini berhasil menyaring talenta terbaik, dan ditetapkan sebanyak 49 siswa peserta didik berprestasi yang akan menjadi duta untuk mewakili Kecamatan Kadipaten pada ajang tingkat Kabupaten.

Seperti disampaikan Panitia Lomba Kecamatan Kadipaten, Hasan Nurzaman, S.Pd.I, berbagai bidang keahlian, baik di bidang keagamaan maupun akademik diperlombakan untuk menggali potensi siswa.

Seperti diketahui, ungkap Hasan, kedelapan mata tersebut antara lain 

 1. MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran)

2. Pildacil (Pemilihan Dai Cilik)

3. Praktek Shalat Berjamaah

4. Tahfidz (Hafalan Al-Qur'an)

5. Kaligrafi

6. Cerdas Cermat

7. Adzan

"Para juara dan peserta terbaik yang terpilih ini rencananya akan bertanding pada ajang puncak yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei mendatang," terang Hasan.(22/04/26)

Hasan mengatakan, panitia dan pembina memiliki harapan besar agar para duta dari Kecamatan Kadipaten ini dapat memberikan hasil yang maksimal. Mengingat sejarah gemilang pada tahun 2018 lalu, Kecamatan Kadipaten pernah berhasil meloloskan perwakilannya hingga ke tingkat Provinsi.

Hasan berharap, tahun ini Kadipaten bisa kembali mengulang kesuksesan tersebut karena dalam beberapa tahun terakhir ini belum ada yang berhasil mewakili hingga ke jenjang provinsi. 

"Semoga tahun ini menjadi kebangkitan kembali dan anak-anak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujarnya. 

Hasan menyebut, dengan bekal persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi seluruh elemen berharap agar perwakilan Kecamatan Kadipaten dapat membawa pulang prestasi membanggakan dan mengharumkan nama daerah di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.(@nwarwaluyo)

Berbeda Dengan KONI Yang Fokus Pada Prestasi, KORMI Hadir Jadi Wadah Pegiat Olah Raga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tasikmalaya, terus bergerak aktif menggerakkan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang lebih fokus pada pengembangan olahraga prestasi dengan atlet-atletnya, KORMI hadir sebagai wadah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berolahraga tanpa batasan usia.mulai dari anak-anak hingga lansia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KORMI Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2030, Asep Sukirman, saat wawancaranya dengan tim redaksi Pangandaran News.(21/04/26)

Menurut Asep, keberadaan KORMI ini merupakan amanat Undang-Undang Olahraga yang bergerak sejajar namun memiliki fungsi dan fokus yang berbeda.

"Jika KONI pengelolaannya lebih ke arah olahraga prestasi dengan sebutan atlet, kalau KORMI itu pengelolaannya lebih ke olahraga masyarakat secara umum atau yang biasa disebut dengan sebutan pegiat-pegiat olahraga," jelas Asep.

Asep memaparkan, nama KORMI ini mulai digunakan secara resmi sejak tahun 2020, sebelumnya bernama organisasi ini bernama FORMI atau Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.

Perubahan nama tersebut, menurutnya, menegaskan peran organisasi dalam mengoordinasikan dan membina para pegiat olahraga di masyarakat tanpa batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, dan unsur rekreasinya dihilangkan sekarang fokusnya lebih luas lagi," tambahnya.o

Ia menambahkan, dalam struktur organisasi KORMI, para pegiat olahraga tergabung dalam wadah yang disebut Induk Organisasi Olahraga atau disingkat INORGA. 

"INORGA ini menjadi naungan bagi berbagai jenis kegiatan olahraga non-prestasi," terangnya.

Berbeda dengan KONI yang menaungi cabang olahraga melalui Pengurus Cabang (Pengcab), KORMI memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga secara rekreatif dan inklusif.

"Yang penting kegiatannya positif, tidak mengarah kepada pencapaian prestasi, mereka bisa membentuk komunitas, perkumpulan, atau perhimpunan. Mulai dari senam, fitness, hingga olahraga tradisional," ujarnya.

Hingga saat ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya telah menghimpun sekitar 16 INORGA yang bergerak di berbagai bidang olahraga, antara lain, Bidang Senam: IOSKY, ULG, ASIATI, KOPI.- Bidang Fitness & Bela Diri: Fitness, Lempar Pisau, Binaraga Tangan (ANCOL).- Bidang Tradisional & Lainnya: KORDINAT (Olahraga Tradisional), F3 (Bola Spanyol), TV (Pencak Silat Tradisi), VESPATI, VELG ASLI (Panahan), PELANGI (Layang-layang), ISPA, dan masih banyak lagi.

"Sebetulnya hobi masyarakat berolahraga itu banyak, seperti main sepeda trail, sepatu roda, dan lainnya, itu semua bisa terwadahi di sini. Hanya saja sosialisasi kami terus ditingkatkan agar masyarakat lebih paham," ujar Asep.

Program Safari Olahraga dan Festival Besar Pada periode kepemimpinannya tahun 2025-2030 ini, Asep menargetkan pemahaman masyarakat tentang KORMI semakin meluas hingga ke tingkat kecamatan. Salah satu program unggulannya, Roadshow dan Safari Olahraga Masyarakat ke berbagai daerah.

"KORMI ini sudah berskala nasional, hadir di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Di wilayah sekitar seperti Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut juga sudah terbentuk," katanya.

Sebagai bagian dari program unggulan tahun ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya juga akan menggelar Festival Olahraga Masyarakat (FORMASKAB) yang rencananya akan dibuka pada tanggal 26 April 2026.

Sementara itu, kepemimpinan KORMI secara umum berada di bawah Ketua Umum Cecep Nuryakin yang terus mendorong dalam penguatan peran olahraga masyarakat di berbagai daerah.

Asep juga berharap, ke depan KORMI dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kami ingin masyarakat terbiasa berolahraga secara rutin, sehingga dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," tegasnya.(@nwarwaluyo)


 


 


 


Untuk Memperkuat Peran Ulama di Tingkat Akar Rumput, Pelantikan MUI Desa Digelar Serentak

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat, sebanyak tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran menggelar pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tingkat desa.(21/04/26)

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam selama sepekan ini dimulai dari Desa Pananjung pada Selasa, 21 April 2026.

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Desa Pangandaran tersebut, menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Sementara untuk hari-hari berikutnya, pelantikan dilanjutkan di desa berikutnya secara bergiliran hingga mencakup hampir seluruh wilayah di Kecamatan Pangandaran. 

Berbeda dengan periode sebelumnya, pelantikan MUI tingkat desa kali ini tidak lagi dilakukan secara kolektif di tingkat kecamatan namun  pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Kiyai Subariyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai elemen di desa.

 Menurutnya, pelibatan langsung para alim ulama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan desa ini tentu akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

"Kebutuhan spiritual umat di tingkat desa memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang lebih intensif," ungkapnya.

Dengan adanya kepengurusan MUI yang dilantik langsung di desa, ia berharap berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, imbuh Subariyo, pelantikan MUI desa ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat kolaborasi antara ulama dan pemerintah desa.

 "Dengan sinergi yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berakhlak mulia di wilayah Kecamatan Pangandaran," katanya. (harfir)

Disdikpora Pangandaran Wacanakan Siswa SD dan SMP Salat Berjamaah di Masjid Sekolah

Soleh Supriadi 
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran aknan mencanangkan program salat berjamaah di Masjid Sekolah untuk tingkat SD dan SMP, namun untuk melaksanakan itu semua Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran akan meminta dulu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, MPd, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(20/04/26)

Pihaknya ingin membiasakan pelaksanaan salat berjamaah di masjid yang berada di lingkungan sekolah, namun untuk melaksanakan salat jumat ada syarat-syarat tertentu yang menjadi keabsahanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan salat jumat juga harus dimasjid yang diberi Surat Keputusan (SK) dari Kemenag. 

"Inilah yang harus menjadi bahasan bersama-sama, dan dalam hal ini tentunya kemenag serta MUI yang memiliki kompetensi," ujarnya.

Kata Soleh, sebelumnya ada masukan dari para Ketua DKM yang menyelenaggrakan salat jumat, untuk membina anak-anak sekolah ternyata banyak yang suka bercanda saat pelaksanaan salat tersebut.

Menurutnya, kenapa kita tidak buat programnya sekalian dan segera dibuat Surat Edaran (SE) terkait program salat jumat berjamaah ini dalam pengawasan dan bimbingan langsung guru di sekolah.

Ia juga berharap program ini dapat memberi output yang positif sesuai dengan program Pangandaran melesat, ingin memiliki generasi yang unggul dan berahlaq.

"Namun saat ini kami akan menanti dulu keputusan dan fatwa dari MUI mengenai hal ini yang nantinya akan dituangkan dalam surat edaran," jelasnya. (hiek)


Nikmati Segelas Kopi Sambil Melihat Kereta Lewat, Jadi Sensasi Unik Di Sekitar Jembatan Cirahong

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Keindahan alam dan suasana santai kembali tergambar jelas di kawasan Cirahoong, wilayah perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Tempat ini kini menjadi destinasi favorit baru bagi warga yang ingin melepas penat, dengan sensasi unik menikmati momen saat kereta api melintas di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Seperti yang dilakukan oleh Rudi, ia mengaku kerap berkunjung ke lokasi ini. Merekam video saat kereta api lewat, sambil sesekali menyeruput segelas kopi hitam yang menemani waktu bersantainya. 

Menurutnya, ini aktivitas yang paling  sukai di sini. Sambil menunggu kereta lewat dan minum kopi hitam, rasanya sangat nikmat dan menenangkan. 

"Suara gemuruh kereta yang datang dan pergi, dipadu dengan suara alam di sekitar, membuat suasana semakin terasa nyaman,” ujar Rudi.(18/04/26)

Di sisi lain terlihat pula beberapa pengunjung lain yang berkumpul, menikmati kebersamaan dan suasana sejuk yang ditawarkan lokasi ini.

Lokasi yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang rindang dan suara kicauan burung serta udara segar, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Gemerisik daun yang tertiup angin, dan sesekali suara deru kereta yang melintas menciptakan harmoni alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama warga untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun sekadar menyendiri menenangkan pikiran. Bagi warga sekitar, tempat ini telah menjadi ikon baru tempat bersantai. 

Rudi mengaku, sering datang ke sini sepulang kerja atau di hari libur. Selain suasananya yang nyaman, pemandangan kereta yang melintas di tengah alam menjadi daya tarik tersendiri. 

"Minum kopi sambil menunggu kereta lewat sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi kami,” imbuhnya.

Keunikan lokasi ini terletak pada perpaduan antara kemajuan transportasi modern yang diwakili oleh kereta api, serta keasrian alam yang masih terjaga dengan baik. Jalur rel yang membelah kawasan hijau di perbatasan dua kabupaten ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi objek wisata alami yang menarik.

Dengan penambahan fasilitas pendukung yang sederhana namun fungsional, seperti tempat duduk yang lebih nyaman dan tempat berjualan makanan serta minuman tentu tempat ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(@nwarwaluyo)

 


Kobarkan Semangat Di Hari Jadi Ke 44, Desa Cimanuk Gelar Turnamen Sepak Bola U-40

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Jadi atau Milangkala Desa Cimanuk yang ke-44 tahun, Pemerintah Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, akan menggelar turnamen sepak bola kategori usia di bawah 40 tahun (U-40). 

Ajang olahraga ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (tanggal 23, 24, dan 25 April 2026), dengan seluruh rangkaian pertandingan digelar di Lapangan Bola Desa Cimanuk.

Saat dijumpai Pangandaran news, Kepala Desa Cimanuk, Anharudin menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk perayaan yang merakyat dan tidak hanya sekadar seremoni formal melainkan momen kebersamaan yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Peringatan hari jadi desa ini, ujar Anharudin, ia kemas dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat serta diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda dan warga dewasa, sekaligus menjadi ajang unjuk bakat bagi para pemain lokal yang selama ini memiliki potensi di bidang sepak bola.

Anharudin juga berharap, agar peringatan Milangkala Desa yang ke-44 ini menjadi momentum bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dan semoga dengan bertambahnya usia desa ini, Desa Cimanuk semakin maju dan sejahtera. 

"Kami juga terus berupaya membangun potensi wisata desa, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga,” ucap Anharudin.(17/04/26)

Untuk turnamen ini, jelas Anharudin, panitia telah membuka pendaftaran dengan kuota terbatas yaitu hanya untuk 12 tim peserta saja. Dan setiap tim yang ingin berpartisipasi dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000. 

Bagi tim yang berminat untuk mengikuti kompetisi ini, imbuhnya, dapat segera mendaftarkan diri melalui kontak panitia yang telah disediakan. Mengingat kuota yang terbatas, panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta untuk segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, pihaknya juga diharapkan menjadi sarana hiburan bagi warga sekitar dan mampu memeriahkan suasana perayaan hari jadi desa. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat bertanding, panitia juga telah menyiapkan beragam hadiah menarik yang akan diberikan kepada tim-tim yang berhasil meraih posisi juara.

Masyarakat luas, Anharudin juga berharap dapat turut hadir menyemarakkan acara ini dengan hadir dan menyaksikan jalannya pertandingan serta memberikan dukungan penuh kepada para pemain yang berlaga. 

"Melalui kegiatan ini diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di Desa Cimanuk semakin terjalin erat, seiring dengan langkah desa yang terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama," pungkasnya.

Untuk yang berminat silahkan langsung menghubungi nomer di bawah ini :

- Perdi: 0813-2451-0408

- Ricky: 0853-1421-6367

- Marlin: 0877-4217-5075


(@nwarwaluyo)

 

 


Skema Opsen Baru 70 % Untuk Pemkab 30% Untuk Pemprov, Bapenda Pangandaran Gunakan Sistem Pasopati

Sarlan 
PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini tengah gencar meningkatkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hal ini untuk mendongkrak pundi-pundi kas daerah. 

Langkah strategis ini tentu dilakukan dengan fokus utama, salah satunya dengan menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor agar segera memenuhi kewajibannya.

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, hal tersebut seiring dengan adanya kebijakan pembagian hasil pajak yang kini jauh lebih menguntungkan untuk pemerintah daerah kabupaten.

Seperti diketahui, ungkap Sarlan, mulai tahun ini terdapat perbedaan mendasar pada pengelolaan pajak melalui skema opsen. Jika sebelumnya Pemda Pangandaran hanya mendapatkan porsi 30 persen, kini pembagiannya dibalik menjadi 70 persen untuk Pemda Pangandaran dan 30 persen untuk Provinsi Jawa Barat.

"Hingga saat ini baru sekitar 25.000 kendaraan atau setara 40 persen yang aktif membayar pajak, ini berarti masih ada potensi sebesar 60 persen yang belum masuk ke kas daerah," jelas Sarlan.(16/04/26)

Sarlan mengatakan, untuk mengejar target pendapatan tersebut Bapenda Pangandaran memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Pasopati. Pada aplikasi canggih ini, memungkinkan petugas di lapangan mendeteksi status pajak sebuah kendaraan. 

"Baik yang sedang terparkir maupun melintas, cukup dengan memasukkan identitas kendaraannya saja," terangnya.

Dan melalui aplikasi Pasopati, Sarlan mengaku bisa tahu mana kendaraan yang pajaknya mati atau surat-suratnya tidak lengkap.

Menurutnya, pembayaran kini sudah sangat dipermudah dan dapat diakses oleh para penunggak pajak kendaraan bermotor melalui ponsel maupun media sosial.

Sarlan juga mengimbau masyarakat agar taat pajak, karena seluruh hasil penerimaan tersebut tentu nantinya akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur nyata. Dan program-program seperti perbaikan jalan rusak hingga pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat bergantung pada partisipasi wajib pajak dalam membayar PKB.

Sarlan juga mengingatkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar kendaraan dinas yang pajaknya mati segera diperpanjang.

Ia juga tidak lupa menyarankan agar pemegang kendaraan dinas berinisiatif menggunakan dana pribadi terlebih dahulu jika anggaran dinas belum tersedia, hal ini tentu untuk memastikan aparatur negara tidak tergolong sebagai penunggak pajak kendaraan bermotor. 

"Dan yang pasti, hal ini juga dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas," pungkasnya.(hiek)


Tampil Dengan Semangat Tinggi, Tim O2SN Kadipaten Targetkan Juara Umum Di Tingkat Kabupaten Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Lingkup pendidikan di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu menggelar kegiatan seleksi tingkat kecamatan untuk ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) resmi digelar dengan mempertandingkan 7 cabang olahraga (cabor) yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik.(15/04/26)

Suasana penuh semangat dengan nuansa kekeluargaan dan optimisme pun tampak terlihat, baik para guru, pelatih, dan panitia kompak dan siap mendukung penuh para atlet muda.

Kepada Pangandaran News, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua IGORNAS Kecamatan Kadipaten, Sana Sutrisna, M.Pd, menuturkan, ada 19 Sekolah Dasar (SD) mengirimkan perwakilannya. Dengan total 500 siswa atlet yang turun bertanding memperebutkan tiket ke tingkat kabupaten, dan dari ribuan potensi yang ada akan terpilih 42 atlet terbaik yang akan menjadi kontingen Kecamatan Kadipaten.

Sana menjelaskan, cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Sepak Bola, Bola Voli, Pencak Silat, Karate, Renang, Badminton dan Atletik.

"Target utama kami ada di tiga cabang besar, yaitu Pencak Silat, Karate, dan Sepak Bola. Ketiga cabor ini memiliki potensi dan kualitas yang sangat bagus untuk menyumbang medali emas,"  ujarnya.

Selain itu, kata Sana, cabang Bola Voli juga terlihat sangat mendominasi, sementara untuk Sepak Bola menunjukkan perkembangan positif dengan regenerasi pemain yang terus berjalan baik.

Sana mengaku, pihaknya optimis anak-anak didiknya akan meraih prestasi yang membanggakan. Karen sejak dulu Kecamatan Kadipaten pernah menyabet gelar Juara Umum di tingkat Kabupaten. 

"Harapannya, gelar tersebut bisa kita pertahankan bahkan tingkatkan," imbuhnya penuh semangat.

Sana mengatakan, walau banyak atlet muda dan regenerasi baru namun semangat para siswa luar biasa. 

"Tujuan utama bukan hanya menang, tapi bagaimana anak-anak bisa berprestasi dan naik kelas hingga tingkat Provinsi nantinya," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rapat koordinasi di tingkat kabupaten bahwa pelaksanaan O2SN tingkat Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan digelar pada awal Juni 2026 mendatang bertempat di kawasan Cipatujah.

Sana berharap seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjalan lancar, sukses, dan membawa hasil yang gemilang. Aamiin.

"Semoga para atlet muda ini mampu mengharumkan nama daerah dan menjadi bibit unggul olahraga nasional di masa depan,"ucapnya penuh optimis. (@nwarwaluyo)

Jadi Kebanggan Lingkup Pendidikan Cikatomas, SDN 3 Cikatomas Dan SDN Cipancur Raih Juara Umum

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, dua sekolah unggulan yaitu SDN 3 Cikatomas dan SDN Cipancur berhasil tampil luar biasa dan masing-masing meraih gelar Juara Umum di berbagai ajang kompetisi tingkat kecamatan.

Deretan piala bergengsi yang berjejer rapi pun menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang luar biasa, dan menunjukkan kekuatan pendidikan di daerah ini.

Di ajang Pentas PAI tahun 2026, SDN 3 Cikatomas tampil sangat mendominasi, raihan Emas dalam Lomba Kaligrafi Putra dan Putri, raihan perak untuk MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) Putra,

serta kategori KGS dan Qasidah. Dengan capaian gemilang ini, SDN 3 Cikatomas resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pentas PAI.

Sementara SDN Cipancur juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara umum khusus di bidang akademik, serta meraih berbagai medali di kategori lainnya. Diantaranya, emas untuk lomba kaligrafi putra & Putri, perak MHQ Putra, KGS dan Qasidah.

Di ajang FLS3N (SENI), emas dari Cabang Tari, Perak Cabang Kriya dan Perunggu untuk Cabang Pantomim.

Sementara untuk lomba akademik, raihan emas untuk lomba Siswa Berprestasi (Sispres), serta juara harapan untuk mata pelajaran IPA dan IPS

Dengan capaian ini, SDN Cipancur pun resmi dinobatkan sebagai juara umum untuk kategori lomba akademik.

Dengan kemenangan ini, kedua sekolah resmi menjadi wakil Kecamatan Cikatomas.

Kepada pangandarannews, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, berharap semoga prestasi ini bisa terus dilanjutkan hingga tingkat Kabupaten Tasikmalaya.bahkan sampai tingkat Provinsi. Kami sangat optimis.

"Semoga prestasi ini terus berlanjut sampai ketemu tingkat Kabupaten. Ini bukti kualitas pendidikan yang unggul di Cikatomas," ucapnya.(15/04/26)

 *@nwarwaluyo*

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN