Berbeda Dengan KONI Yang Fokus Pada Prestasi, KORMI Hadir Jadi Wadah Pegiat Olah Raga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tasikmalaya, terus bergerak aktif menggerakkan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang lebih fokus pada pengembangan olahraga prestasi dengan atlet-atletnya, KORMI hadir sebagai wadah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berolahraga tanpa batasan usia.mulai dari anak-anak hingga lansia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KORMI Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2030, Asep Sukirman, saat wawancaranya dengan tim redaksi Pangandaran News.(21/04/26)

Menurut Asep, keberadaan KORMI ini merupakan amanat Undang-Undang Olahraga yang bergerak sejajar namun memiliki fungsi dan fokus yang berbeda.

"Jika KONI pengelolaannya lebih ke arah olahraga prestasi dengan sebutan atlet, kalau KORMI itu pengelolaannya lebih ke olahraga masyarakat secara umum atau yang biasa disebut dengan sebutan pegiat-pegiat olahraga," jelas Asep.

Asep memaparkan, nama KORMI ini mulai digunakan secara resmi sejak tahun 2020, sebelumnya bernama organisasi ini bernama FORMI atau Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.

Perubahan nama tersebut, menurutnya, menegaskan peran organisasi dalam mengoordinasikan dan membina para pegiat olahraga di masyarakat tanpa batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, dan unsur rekreasinya dihilangkan sekarang fokusnya lebih luas lagi," tambahnya.o

Ia menambahkan, dalam struktur organisasi KORMI, para pegiat olahraga tergabung dalam wadah yang disebut Induk Organisasi Olahraga atau disingkat INORGA. 

"INORGA ini menjadi naungan bagi berbagai jenis kegiatan olahraga non-prestasi," terangnya.

Berbeda dengan KONI yang menaungi cabang olahraga melalui Pengurus Cabang (Pengcab), KORMI memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga secara rekreatif dan inklusif.

"Yang penting kegiatannya positif, tidak mengarah kepada pencapaian prestasi, mereka bisa membentuk komunitas, perkumpulan, atau perhimpunan. Mulai dari senam, fitness, hingga olahraga tradisional," ujarnya.

Hingga saat ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya telah menghimpun sekitar 16 INORGA yang bergerak di berbagai bidang olahraga, antara lain, Bidang Senam: IOSKY, ULG, ASIATI, KOPI.- Bidang Fitness & Bela Diri: Fitness, Lempar Pisau, Binaraga Tangan (ANCOL).- Bidang Tradisional & Lainnya: KORDINAT (Olahraga Tradisional), F3 (Bola Spanyol), TV (Pencak Silat Tradisi), VESPATI, VELG ASLI (Panahan), PELANGI (Layang-layang), ISPA, dan masih banyak lagi.

"Sebetulnya hobi masyarakat berolahraga itu banyak, seperti main sepeda trail, sepatu roda, dan lainnya, itu semua bisa terwadahi di sini. Hanya saja sosialisasi kami terus ditingkatkan agar masyarakat lebih paham," ujar Asep.

Program Safari Olahraga dan Festival Besar Pada periode kepemimpinannya tahun 2025-2030 ini, Asep menargetkan pemahaman masyarakat tentang KORMI semakin meluas hingga ke tingkat kecamatan. Salah satu program unggulannya, Roadshow dan Safari Olahraga Masyarakat ke berbagai daerah.

"KORMI ini sudah berskala nasional, hadir di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Di wilayah sekitar seperti Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut juga sudah terbentuk," katanya.

Sebagai bagian dari program unggulan tahun ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya juga akan menggelar Festival Olahraga Masyarakat (FORMASKAB) yang rencananya akan dibuka pada tanggal 26 April 2026.

Sementara itu, kepemimpinan KORMI secara umum berada di bawah Ketua Umum Cecep Nuryakin yang terus mendorong dalam penguatan peran olahraga masyarakat di berbagai daerah.

Asep juga berharap, ke depan KORMI dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kami ingin masyarakat terbiasa berolahraga secara rutin, sehingga dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," tegasnya.(@nwarwaluyo)


 


 


 


Untuk Memperkuat Peran Ulama di Tingkat Akar Rumput, Pelantikan MUI Desa Digelar Serentak

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat, sebanyak tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran menggelar pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tingkat desa.(21/04/26)

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam selama sepekan ini dimulai dari Desa Pananjung pada Selasa, 21 April 2026.

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Desa Pangandaran tersebut, menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Sementara untuk hari-hari berikutnya, pelantikan dilanjutkan di desa berikutnya secara bergiliran hingga mencakup hampir seluruh wilayah di Kecamatan Pangandaran. 

Berbeda dengan periode sebelumnya, pelantikan MUI tingkat desa kali ini tidak lagi dilakukan secara kolektif di tingkat kecamatan namun  pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Kiyai Subariyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai elemen di desa.

 Menurutnya, pelibatan langsung para alim ulama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan desa ini tentu akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

"Kebutuhan spiritual umat di tingkat desa memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang lebih intensif," ungkapnya.

Dengan adanya kepengurusan MUI yang dilantik langsung di desa, ia berharap berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, imbuh Subariyo, pelantikan MUI desa ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat kolaborasi antara ulama dan pemerintah desa.

 "Dengan sinergi yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berakhlak mulia di wilayah Kecamatan Pangandaran," katanya. (harfir)

Disdikpora Pangandaran Wacanakan Siswa SD dan SMP Salat Berjamaah di Masjid Sekolah

Soleh Supriadi 
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran aknan mencanangkan program salat berjamaah di Masjid Sekolah untuk tingkat SD dan SMP, namun untuk melaksanakan itu semua Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran akan meminta dulu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, MPd, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(20/04/26)

Pihaknya ingin membiasakan pelaksanaan salat berjamaah di masjid yang berada di lingkungan sekolah, namun untuk melaksanakan salat jumat ada syarat-syarat tertentu yang menjadi keabsahanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan salat jumat juga harus dimasjid yang diberi Surat Keputusan (SK) dari Kemenag. 

"Inilah yang harus menjadi bahasan bersama-sama, dan dalam hal ini tentunya kemenag serta MUI yang memiliki kompetensi," ujarnya.

Kata Soleh, sebelumnya ada masukan dari para Ketua DKM yang menyelenaggrakan salat jumat, untuk membina anak-anak sekolah ternyata banyak yang suka bercanda saat pelaksanaan salat tersebut.

Menurutnya, kenapa kita tidak buat programnya sekalian dan segera dibuat Surat Edaran (SE) terkait program salat jumat berjamaah ini dalam pengawasan dan bimbingan langsung guru di sekolah.

Ia juga berharap program ini dapat memberi output yang positif sesuai dengan program Pangandaran melesat, ingin memiliki generasi yang unggul dan berahlaq.

"Namun saat ini kami akan menanti dulu keputusan dan fatwa dari MUI mengenai hal ini yang nantinya akan dituangkan dalam surat edaran," jelasnya. (hiek)


Nikmati Segelas Kopi Sambil Melihat Kereta Lewat, Jadi Sensasi Unik Di Sekitar Jembatan Cirahong

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Keindahan alam dan suasana santai kembali tergambar jelas di kawasan Cirahoong, wilayah perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Tempat ini kini menjadi destinasi favorit baru bagi warga yang ingin melepas penat, dengan sensasi unik menikmati momen saat kereta api melintas di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Seperti yang dilakukan oleh Rudi, ia mengaku kerap berkunjung ke lokasi ini. Merekam video saat kereta api lewat, sambil sesekali menyeruput segelas kopi hitam yang menemani waktu bersantainya. 

Menurutnya, ini aktivitas yang paling  sukai di sini. Sambil menunggu kereta lewat dan minum kopi hitam, rasanya sangat nikmat dan menenangkan. 

"Suara gemuruh kereta yang datang dan pergi, dipadu dengan suara alam di sekitar, membuat suasana semakin terasa nyaman,” ujar Rudi.(18/04/26)

Di sisi lain terlihat pula beberapa pengunjung lain yang berkumpul, menikmati kebersamaan dan suasana sejuk yang ditawarkan lokasi ini.

Lokasi yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang rindang dan suara kicauan burung serta udara segar, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Gemerisik daun yang tertiup angin, dan sesekali suara deru kereta yang melintas menciptakan harmoni alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama warga untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun sekadar menyendiri menenangkan pikiran. Bagi warga sekitar, tempat ini telah menjadi ikon baru tempat bersantai. 

Rudi mengaku, sering datang ke sini sepulang kerja atau di hari libur. Selain suasananya yang nyaman, pemandangan kereta yang melintas di tengah alam menjadi daya tarik tersendiri. 

"Minum kopi sambil menunggu kereta lewat sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi kami,” imbuhnya.

Keunikan lokasi ini terletak pada perpaduan antara kemajuan transportasi modern yang diwakili oleh kereta api, serta keasrian alam yang masih terjaga dengan baik. Jalur rel yang membelah kawasan hijau di perbatasan dua kabupaten ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi objek wisata alami yang menarik.

Dengan penambahan fasilitas pendukung yang sederhana namun fungsional, seperti tempat duduk yang lebih nyaman dan tempat berjualan makanan serta minuman tentu tempat ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(@nwarwaluyo)

 


Kobarkan Semangat Di Hari Jadi Ke 44, Desa Cimanuk Gelar Turnamen Sepak Bola U-40

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Jadi atau Milangkala Desa Cimanuk yang ke-44 tahun, Pemerintah Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, akan menggelar turnamen sepak bola kategori usia di bawah 40 tahun (U-40). 

Ajang olahraga ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (tanggal 23, 24, dan 25 April 2026), dengan seluruh rangkaian pertandingan digelar di Lapangan Bola Desa Cimanuk.

Saat dijumpai Pangandaran news, Kepala Desa Cimanuk, Anharudin menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk perayaan yang merakyat dan tidak hanya sekadar seremoni formal melainkan momen kebersamaan yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Peringatan hari jadi desa ini, ujar Anharudin, ia kemas dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat serta diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda dan warga dewasa, sekaligus menjadi ajang unjuk bakat bagi para pemain lokal yang selama ini memiliki potensi di bidang sepak bola.

Anharudin juga berharap, agar peringatan Milangkala Desa yang ke-44 ini menjadi momentum bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dan semoga dengan bertambahnya usia desa ini, Desa Cimanuk semakin maju dan sejahtera. 

"Kami juga terus berupaya membangun potensi wisata desa, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga,” ucap Anharudin.(17/04/26)

Untuk turnamen ini, jelas Anharudin, panitia telah membuka pendaftaran dengan kuota terbatas yaitu hanya untuk 12 tim peserta saja. Dan setiap tim yang ingin berpartisipasi dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000. 

Bagi tim yang berminat untuk mengikuti kompetisi ini, imbuhnya, dapat segera mendaftarkan diri melalui kontak panitia yang telah disediakan. Mengingat kuota yang terbatas, panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta untuk segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, pihaknya juga diharapkan menjadi sarana hiburan bagi warga sekitar dan mampu memeriahkan suasana perayaan hari jadi desa. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat bertanding, panitia juga telah menyiapkan beragam hadiah menarik yang akan diberikan kepada tim-tim yang berhasil meraih posisi juara.

Masyarakat luas, Anharudin juga berharap dapat turut hadir menyemarakkan acara ini dengan hadir dan menyaksikan jalannya pertandingan serta memberikan dukungan penuh kepada para pemain yang berlaga. 

"Melalui kegiatan ini diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di Desa Cimanuk semakin terjalin erat, seiring dengan langkah desa yang terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama," pungkasnya.

Untuk yang berminat silahkan langsung menghubungi nomer di bawah ini :

- Perdi: 0813-2451-0408

- Ricky: 0853-1421-6367

- Marlin: 0877-4217-5075


(@nwarwaluyo)

 

 


Skema Opsen Baru 70 % Untuk Pemkab 30% Untuk Pemprov, Bapenda Pangandaran Gunakan Sistem Pasopati

Sarlan 
PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini tengah gencar meningkatkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hal ini untuk mendongkrak pundi-pundi kas daerah. 

Langkah strategis ini tentu dilakukan dengan fokus utama, salah satunya dengan menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor agar segera memenuhi kewajibannya.

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, hal tersebut seiring dengan adanya kebijakan pembagian hasil pajak yang kini jauh lebih menguntungkan untuk pemerintah daerah kabupaten.

Seperti diketahui, ungkap Sarlan, mulai tahun ini terdapat perbedaan mendasar pada pengelolaan pajak melalui skema opsen. Jika sebelumnya Pemda Pangandaran hanya mendapatkan porsi 30 persen, kini pembagiannya dibalik menjadi 70 persen untuk Pemda Pangandaran dan 30 persen untuk Provinsi Jawa Barat.

"Hingga saat ini baru sekitar 25.000 kendaraan atau setara 40 persen yang aktif membayar pajak, ini berarti masih ada potensi sebesar 60 persen yang belum masuk ke kas daerah," jelas Sarlan.(16/04/26)

Sarlan mengatakan, untuk mengejar target pendapatan tersebut Bapenda Pangandaran memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Pasopati. Pada aplikasi canggih ini, memungkinkan petugas di lapangan mendeteksi status pajak sebuah kendaraan. 

"Baik yang sedang terparkir maupun melintas, cukup dengan memasukkan identitas kendaraannya saja," terangnya.

Dan melalui aplikasi Pasopati, Sarlan mengaku bisa tahu mana kendaraan yang pajaknya mati atau surat-suratnya tidak lengkap.

Menurutnya, pembayaran kini sudah sangat dipermudah dan dapat diakses oleh para penunggak pajak kendaraan bermotor melalui ponsel maupun media sosial.

Sarlan juga mengimbau masyarakat agar taat pajak, karena seluruh hasil penerimaan tersebut tentu nantinya akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur nyata. Dan program-program seperti perbaikan jalan rusak hingga pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat bergantung pada partisipasi wajib pajak dalam membayar PKB.

Sarlan juga mengingatkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar kendaraan dinas yang pajaknya mati segera diperpanjang.

Ia juga tidak lupa menyarankan agar pemegang kendaraan dinas berinisiatif menggunakan dana pribadi terlebih dahulu jika anggaran dinas belum tersedia, hal ini tentu untuk memastikan aparatur negara tidak tergolong sebagai penunggak pajak kendaraan bermotor. 

"Dan yang pasti, hal ini juga dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas," pungkasnya.(hiek)


Tampil Dengan Semangat Tinggi, Tim O2SN Kadipaten Targetkan Juara Umum Di Tingkat Kabupaten Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Lingkup pendidikan di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu menggelar kegiatan seleksi tingkat kecamatan untuk ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) resmi digelar dengan mempertandingkan 7 cabang olahraga (cabor) yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik.(15/04/26)

Suasana penuh semangat dengan nuansa kekeluargaan dan optimisme pun tampak terlihat, baik para guru, pelatih, dan panitia kompak dan siap mendukung penuh para atlet muda.

Kepada Pangandaran News, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua IGORNAS Kecamatan Kadipaten, Sana Sutrisna, M.Pd, menuturkan, ada 19 Sekolah Dasar (SD) mengirimkan perwakilannya. Dengan total 500 siswa atlet yang turun bertanding memperebutkan tiket ke tingkat kabupaten, dan dari ribuan potensi yang ada akan terpilih 42 atlet terbaik yang akan menjadi kontingen Kecamatan Kadipaten.

Sana menjelaskan, cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Sepak Bola, Bola Voli, Pencak Silat, Karate, Renang, Badminton dan Atletik.

"Target utama kami ada di tiga cabang besar, yaitu Pencak Silat, Karate, dan Sepak Bola. Ketiga cabor ini memiliki potensi dan kualitas yang sangat bagus untuk menyumbang medali emas,"  ujarnya.

Selain itu, kata Sana, cabang Bola Voli juga terlihat sangat mendominasi, sementara untuk Sepak Bola menunjukkan perkembangan positif dengan regenerasi pemain yang terus berjalan baik.

Sana mengaku, pihaknya optimis anak-anak didiknya akan meraih prestasi yang membanggakan. Karen sejak dulu Kecamatan Kadipaten pernah menyabet gelar Juara Umum di tingkat Kabupaten. 

"Harapannya, gelar tersebut bisa kita pertahankan bahkan tingkatkan," imbuhnya penuh semangat.

Sana mengatakan, walau banyak atlet muda dan regenerasi baru namun semangat para siswa luar biasa. 

"Tujuan utama bukan hanya menang, tapi bagaimana anak-anak bisa berprestasi dan naik kelas hingga tingkat Provinsi nantinya," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rapat koordinasi di tingkat kabupaten bahwa pelaksanaan O2SN tingkat Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan digelar pada awal Juni 2026 mendatang bertempat di kawasan Cipatujah.

Sana berharap seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjalan lancar, sukses, dan membawa hasil yang gemilang. Aamiin.

"Semoga para atlet muda ini mampu mengharumkan nama daerah dan menjadi bibit unggul olahraga nasional di masa depan,"ucapnya penuh optimis. (@nwarwaluyo)

Jadi Kebanggan Lingkup Pendidikan Cikatomas, SDN 3 Cikatomas Dan SDN Cipancur Raih Juara Umum

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, dua sekolah unggulan yaitu SDN 3 Cikatomas dan SDN Cipancur berhasil tampil luar biasa dan masing-masing meraih gelar Juara Umum di berbagai ajang kompetisi tingkat kecamatan.

Deretan piala bergengsi yang berjejer rapi pun menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang luar biasa, dan menunjukkan kekuatan pendidikan di daerah ini.

Di ajang Pentas PAI tahun 2026, SDN 3 Cikatomas tampil sangat mendominasi, raihan Emas dalam Lomba Kaligrafi Putra dan Putri, raihan perak untuk MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) Putra,

serta kategori KGS dan Qasidah. Dengan capaian gemilang ini, SDN 3 Cikatomas resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pentas PAI.

Sementara SDN Cipancur juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara umum khusus di bidang akademik, serta meraih berbagai medali di kategori lainnya. Diantaranya, emas untuk lomba kaligrafi putra & Putri, perak MHQ Putra, KGS dan Qasidah.

Di ajang FLS3N (SENI), emas dari Cabang Tari, Perak Cabang Kriya dan Perunggu untuk Cabang Pantomim.

Sementara untuk lomba akademik, raihan emas untuk lomba Siswa Berprestasi (Sispres), serta juara harapan untuk mata pelajaran IPA dan IPS

Dengan capaian ini, SDN Cipancur pun resmi dinobatkan sebagai juara umum untuk kategori lomba akademik.

Dengan kemenangan ini, kedua sekolah resmi menjadi wakil Kecamatan Cikatomas.

Kepada pangandarannews, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, berharap semoga prestasi ini bisa terus dilanjutkan hingga tingkat Kabupaten Tasikmalaya.bahkan sampai tingkat Provinsi. Kami sangat optimis.

"Semoga prestasi ini terus berlanjut sampai ketemu tingkat Kabupaten. Ini bukti kualitas pendidikan yang unggul di Cikatomas," ucapnya.(15/04/26)

 *@nwarwaluyo*

Sistem Baru Parkir Qris Kota Tasik, Bagi Hasil Untuk Petugas 70:30

Uen Haeruman
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai atau QRIS di Kota Tasikmalaya, memiliki mekanisme pengelolaan keuangan yang jelas dan transparan. 

KepaKepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, memastikan bahwa sistem ini justru menguntungkan dan menjamin hak para juru parkir di lapangan.

Kepada pangandarannews (14/04/26), ia memaparkan bagaimana detail sistem bagi hasil, mekanisme kerja, serta himbauan kepada masyarakat.

Kata Uen, banyak kekhawatiran muncul apakah pembayaran via QRIS akan membuat pendapatan petugas berkurang atau tertahan. 

Namun Uen Haeruman membenarkan, hal ini justru memberikan kepastian hukum dan keamanan.

"Jangan takut, sistemnya sudah diatur, pembagiannya adalah 70% langsung," jelas Uen.(@nwarwaluyo)

Tangani Masalah Sampah, DLH Kota Tasik Terapkan Konsep 3R

Arif Feri Maulana
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kini penanganan masalah sampah menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Tasikmalaya, 

Ada beberapa strategi dan konsep yang ditawarkan  nyata agar sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Arif Feri Maulana, saat wawancara dengan pangandarannews.com di ruang kerjanya.

Ia memaparkan, visi dan misi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya kunci utama pengelolaan sampah yang efektif adalah dimulai dari sumbernya yaitu rumah tangga. 

Saat ini, terang Arif, pihaknya terus mendorong gerakan memilah sampah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Jadi menurutnya, kunci sebetulnya ada di bagaimana memilah sampah di sumber ekonomi.

Jadi masyarakat harus paham dan bisa membedakan, mana sampah organik dan anorganik dan residu (sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi)

"Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak dibuang ke TPA, melainkan bisa dimanfaatkan kembali secara maksimal," ujar Arif.(14/04/26

Arif mengatakan, sekarang Dinas Lingkungan Hidup memiliki strategi khusus untuk mengolah sampah organik. Sampah jenis ini memiliki nilai guna yang tinggi, bisa diubah menjadi kompos, cairan EM4 (enzim) hingga menjadi pakan maggot dan pakan ternak.

Ia mengaku, pihaknya punya program GOSOK (Gerakan Olah Sampah Organik). Sampah organik ini simanfaatkan menjadi pupuk bahkan kita kirim ke peternak untuk dijadikan pakan. Ini sangat bagus dan bernilai ekonomi. 

"Sementara untuk sampah anorganik seperti plastik dan kertas, bisa didaur ulang atau dijual menjadi barang kerajinan dan barang bekas," terangnya.

Dalam pelaksanaannya, Arif menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi kuat dengan konsep 5 Helix.

"Yaitu melibatkan 5 komponen, Masyarakat, Mahasiswa, Media, Pengusaha, dan Pemerintah," imbuhnya.

Ia menambahkan, sampah itu tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, tapi masyarakat juga harus berperan aktif. "Kalau semua kompak dan berjamaah, insya Allah masalah sampah bisa teratasi," tegasnya.

Selain itu, Arif menyebut, pihaknya juga terus mengembangkan konsep TPS 3R di tingkat kelurahan dan RW. Tujuannya, agar pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. 

Arif berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi, salah satu pesan terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.

Ia berpesan, mohon bantuannya kepada masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai. Karena selain bisa mencemari, juga menjadi penyebab utama banjir. 

"Mari kita jaga lingkungan masing-masing, ubah sampah dari ancaman menjadi berkah melalui ekonomi sirkular," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Transformasi Digital Terobosan Pemkot Tasik, Pembayaran Parkir Gunakan Qris

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Wajah pelayanan publik di Kota Tasikmalaya semakin modern dan memanjakan masyarakat, pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan UPTD Parkir kini menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai atau digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Langkah inovatif ini terlihat jelas dari pemasangan ID card berisi kode QR yang dikenakan langsung oleh petugas parkir, serta spanduk informasi yang terpampang di lokasi-lokasi strategis termasuk di sepanjang jalan HZ Mustofa.

Dengan sistem baru ini masyarakat pengguna jasa parkir tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian atau membawa uang tunai dalam jumlah kecil, cukup dengan melakukan scan kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet transaksi selesai dalam hitungan detik.

Sistem ini berlaku untuk kategori Mobil dengan tarif total Rp 3.000 (rincian: biaya parkir Rp 2.500 dan biaya penerbitan tiket Rp 500), serta tarif khusus untuk Motor yang telah ditetapkan. Semua transaksi tercatat secara digital, transparan dan aman.

Kepada pangandarannews.com di lokasi jalan HZ Mustofa, Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, menjelaskan, penerapan sistem QRIS ini merupakan langkah maju dan inovatif yang kami lakukan. 

"Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan transparan," ujar Uen.(13/04/26)

Sselain memudahkan pengguna jasa, terang Uen, sistem ini juga meminimalisir potensi kesalahan atau kekurangan dalam penarikan uang parkir serta mendukung program pemerintah menuju masyarakat non-tunai (cashless society)

Ia menambahkan, kemudahan yang ditawarkan ini tentu disambut sangat antusias oleh masyarakat Tasikmalaya karena selain praktis transaksi non-tunai ini juga dinilai lebih menjaga kebersihan dan keamanan saat bertransaksi di jalanan.

"Penerapan teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus berinovasi, menciptakan manajemen retribusi yang lebih akuntabel serta mendukung visi kota menuju Smart City yang modern dan maju," jelasnya lagi.(@nwarwaluyo)

 

 

 

Gali Potensi Untuk Cetak Duta Prestasi, Lingkup Pendidikan Cikatomas Gelar Pentas PAI, Akademik, FLS3N Dan O2SN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat belajar dan berprestasi kembali semarak di wilayah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu digelar rangkaian lomba bergengsi yang mencakup Pentas PAI, Akademik, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan yang diikuti 32 siswa perwakilan dari 32 SD di seluruh wilayah Kecamatan Cikatomas ini pun berlangsung meriah serta menjadi wadah strategis untuk menjaring bakat dan minat siswa secara menyeluruh, baik di bidang keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga. 

Panitia menyediakan berbagai kategori lomba untuk menjaring bakat secara menyeluruh, dan khusus untuk cabang FLS3N, perlombaan meliputi menyanyi Tunggal, Seni Tari, Pantomim, Gambar Cerita, Kriya, Mendongen dan Menulis Cerita.

Dalam wawancaranya dengan pangandarannews.com, Ketua Panitia, Dadang, menyampaikan bahwa tujuan besar terselenggaranya kegiatan ini ingin melatih mental siswa dan memberikan pengalaman berharga serta mengajarkan mereka bagaimana berkompetisi dengan sehat dan sportif.

Selain itu, imbuh Dadang, dalam kegiatan ini juga terdapat nilai kompetisi di bidang Akademik, Olahraga (O2SN) serta Pentas PAI yang menampilkan kreativitas dan pemahaman keagamaan. 

"Dengan variasi ini, setiap siswa memiliki peluang untuk menonjolkan keahlian khusus yang mereka miliki," kata Dadang.(13/04/26)

Dadang berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi Cikatomas serta bisa melahirkan duta-duta terbaik dari wilayah Cikatomas untuk beradu di tingkat yang lebih tinggi. Seperti tingkat Kabupaten Tasikmalaya, bahkan bisa menembus hingga tingkat Provinsi.

Menariknya, ungkap Dadang, dari tahun ke tahun Kecamatan Cikatomas dikenal memiliki sejarah prestasi yang membanggakan khususnya di cabang Pantomim. 

"Dan cabang pantomim ini beberapa kali berhasil tembus dan berprestasi hingga tingkat provinsi," terang Dadang.

Terpisah, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, pihaknya juga memberikan dukungan dan semangat bagi seluruh peserta.

"Semangat, teruskan prestasi mu sampai tingkat Kabupaten Tasikmalaya bahkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat," ucap Nana.

Nana menyebut, dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan Cikatomas terus melahirkan siswa-siswi yang berprestasi dan berkarakter. (@nwarwaluyo)

Transformasi Digital Layanan Kesehatan, Kemudahan Berobat di RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Transformasi digital dalam layanan kesehatan saat ini kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran.

Dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN, terbukti mampu mempersingkat alur pendaftaran dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Seperti disampaikan salah seorang pasien setia RSUD Pandega asal Kecamatan Cijulang, Atikah (41), pengalaman selama ini ia selalu  menggunakan fitur-fitur digital tersebut. 

"Hambatan administratif yang dulu sering dikeluhkan, sekarang semakin mudah diatasi," ujarnya.(13/04/26)

Atikah menuturkan, sistem pendaftaran di RSUD Pandega kini sangat suportif terhadap pasien dan petugas di lapangan pun dengan sigap siap membantu masyarakat yang ingin beralih menggunakan sistem JKN.

​Atikah bersyukur, karena selama pelayanan di Pandega pendaftarannya mudah, suka dibantu sama petugas dan di bagian pendaftaran pun selalu menggunakan JKN.

Kemudahan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh pasien lama, namun kata Atikah, bagi pasien baru atau mereka yang belum memiliki akun petugas RSUD Pandega memberikan pendampingan penuh untuk proses pembuatan akun Mobile JKN di tempat.

​Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya, menurutnya, adalah pengambilan antrean kontrol secara daring. Pasien tidak perlu lagi datang subuh untuk mendapatkan nomor urut, karena antrian bisa dilakukan dari rumah. Menariknya, sistem ini juga ramah bagi pengguna yang kurang mahir teknologi atau mengalami kendala teknis.

​”Kalau mau mengambil antrean untuk kontrol selanjutnya selalu dibantu, bahkan kalau lupa password pun selalu dibantu oleh petugas,” tambahnya.

Terkait adanya isu perbedaan kualitas layanan antara pasien umum dan pasien BPJS, Atikah mengatakan, di RSUD Pandega Pangandaran diskriminasi tersebut tidak ditemukan. Petugasnya sangat ramah-ramah, sangat membantu, dan pelayanannya juga oke. 

"Jadi tidak ada yang dibeda-bedakan, mau pasien umum atau BPJS pun pelayanannya selalu sama,” imbuhnya.

​Sementara pihak RSUD Pandega Pangandaran, terus mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna mendapatkan pengalaman berobat yang lebih cepat, transparan, dan efisien.(hiek)

Momen Halal Bihalal Forwapi, Bentuk Keharmonisan, Soliditas Dan Kepedulian Sosial

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kental saat Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) menggelar acara Halal Bihalal 1447 H, bertempat di kantor DPC Kota Banjar. (12/04/26) 

Dengan mengusung tema "Dengan Maaf Kita Bersatu, Dengan Karya Kita Mengabdi", acara ini menjadi momen emas bagi seluruh keluarga besar FORWAPI untuk saling bermaaf-maafan usai menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Selain dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-wilayah Priangan, kegiatan ini juga turut dihadir antara lain Pembina FORWAPI, Sunaryo, Ketua Umum Halim Saepudin, Sekretaris Jenderal Ade Kurnia, Bendahara Umum Ajat Sudrajat, serta Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman (Cepi) beserta jajarannya, Ketua DPC Ciamis Ardy Sutarman, Ketua dan jajaran DPC Pangandaran, serta perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FORWAPI Mahardika, SH.

Kehadiran para pengurus dan anggota yang tampil kompak menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi, menyatukan visi dan misi organisasi dalam memberikan informasi yang faktual dan berimbang bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP FORWAPI, Halim Saepudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh DPC, khususnya DPC Kota Banjar yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas dengan sangat baik. 

"Terima kasih juga kepada DPC Ciamis, DPC Tasikmalaya, dan seluruh cabang yang telah hadir dan bersinergi," ujar Halim.

Ia berharap, salam momen ini semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif bagi FORWAPI untuk terus berkarya serta berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pers.

Hal senada disampaikan Ketua DPC FORWAPI Kota Banjar, Asep Nurohman. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh keluarga besar FORWAPI, sehingga acara ini semakin bermakna.

Kehadiran seluruh anggota, kata Asep, adalah bukti solidaritas dan kekompakan sehingga kita harus terus menjaga nama baik organisasi. 

"Dan sebagai insan pers, kita wajib bekerja profesional, menjunjung tinggi etika, dan selalu mengedepankan kebenaran," tegasnya.

Tak hanya jadi ajang silaturrahmi, halal bihalal ini menjadi momentum untuk berbagi. Dan sebagai bentuk kepedulian sosial di momen yang penuh berkah ini, Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman juga secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu. 

Setelah rangkaian acara, kegiatan ini pun ditutup dengan sesi ramah tamah, tukar sapa, dan foto bersama yang semakin mempererat tali persaudaraan antar insan pers di wilayah Priangan.(@nwarwaluyo)

 

 

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN