Jadi Kebanggan Lingkup Pendidikan Cikatomas, SDN 3 Cikatomas Dan SDN Cipancur Raih Juara Umum

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, dua sekolah unggulan yaitu SDN 3 Cikatomas dan SDN Cipancur berhasil tampil luar biasa dan masing-masing meraih gelar Juara Umum di berbagai ajang kompetisi tingkat kecamatan.

Deretan piala bergengsi yang berjejer rapi pun menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang luar biasa, dan menunjukkan kekuatan pendidikan di daerah ini.

Di ajang Pentas PAI tahun 2026, SDN 3 Cikatomas tampil sangat mendominasi, raihan Emas dalam Lomba Kaligrafi Putra dan Putri, raihan perak untuk MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) Putra,

serta kategori KGS dan Qasidah. Dengan capaian gemilang ini, SDN 3 Cikatomas resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pentas PAI.

Sementara SDN Cipancur juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara umum khusus di bidang akademik, serta meraih berbagai medali di kategori lainnya. Diantaranya, emas untuk lomba kaligrafi putra & Putri, perak MHQ Putra, KGS dan Qasidah.

Di ajang FLS3N (SENI), emas dari Cabang Tari, Perak Cabang Kriya dan Perunggu untuk Cabang Pantomim.

Sementara untuk lomba akademik, raihan emas untuk lomba Siswa Berprestasi (Sispres), serta juara harapan untuk mata pelajaran IPA dan IPS

Dengan capaian ini, SDN Cipancur pun resmi dinobatkan sebagai juara umum untuk kategori lomba akademik.

Dengan kemenangan ini, kedua sekolah resmi menjadi wakil Kecamatan Cikatomas.

Kepada pangandarannews, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, berharap semoga prestasi ini bisa terus dilanjutkan hingga tingkat Kabupaten Tasikmalaya.bahkan sampai tingkat Provinsi. Kami sangat optimis.

"Semoga prestasi ini terus berlanjut sampai ketemu tingkat Kabupaten. Ini bukti kualitas pendidikan yang unggul di Cikatomas," ucapnya.(15/04/26)

 *@nwarwaluyo*

Sistem Baru Parkir Qris Kota Tasik, Bagi Hasil Untuk Petugas 70:30

Uen Haeruman
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai atau QRIS di Kota Tasikmalaya, memiliki mekanisme pengelolaan keuangan yang jelas dan transparan. 

KepaKepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, memastikan bahwa sistem ini justru menguntungkan dan menjamin hak para juru parkir di lapangan.

Kepada pangandarannews (14/04/26), ia memaparkan bagaimana detail sistem bagi hasil, mekanisme kerja, serta himbauan kepada masyarakat.

Kata Uen, banyak kekhawatiran muncul apakah pembayaran via QRIS akan membuat pendapatan petugas berkurang atau tertahan. 

Namun Uen Haeruman membenarkan, hal ini justru memberikan kepastian hukum dan keamanan.

"Jangan takut, sistemnya sudah diatur, pembagiannya adalah 70% langsung," jelas Uen.(@nwarwaluyo)

Tangani Masalah Sampah, DLH Kota Tasik Terapkan Konsep 3R

Arif Feri Maulana
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kini penanganan masalah sampah menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Tasikmalaya, 

Ada beberapa strategi dan konsep yang ditawarkan  nyata agar sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Arif Feri Maulana, saat wawancara dengan pangandarannews.com di ruang kerjanya.

Ia memaparkan, visi dan misi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya kunci utama pengelolaan sampah yang efektif adalah dimulai dari sumbernya yaitu rumah tangga. 

Saat ini, terang Arif, pihaknya terus mendorong gerakan memilah sampah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Jadi menurutnya, kunci sebetulnya ada di bagaimana memilah sampah di sumber ekonomi.

Jadi masyarakat harus paham dan bisa membedakan, mana sampah organik dan anorganik dan residu (sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi)

"Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak dibuang ke TPA, melainkan bisa dimanfaatkan kembali secara maksimal," ujar Arif.(14/04/26

Arif mengatakan, sekarang Dinas Lingkungan Hidup memiliki strategi khusus untuk mengolah sampah organik. Sampah jenis ini memiliki nilai guna yang tinggi, bisa diubah menjadi kompos, cairan EM4 (enzim) hingga menjadi pakan maggot dan pakan ternak.

Ia mengaku, pihaknya punya program GOSOK (Gerakan Olah Sampah Organik). Sampah organik ini simanfaatkan menjadi pupuk bahkan kita kirim ke peternak untuk dijadikan pakan. Ini sangat bagus dan bernilai ekonomi. 

"Sementara untuk sampah anorganik seperti plastik dan kertas, bisa didaur ulang atau dijual menjadi barang kerajinan dan barang bekas," terangnya.

Dalam pelaksanaannya, Arif menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi kuat dengan konsep 5 Helix.

"Yaitu melibatkan 5 komponen, Masyarakat, Mahasiswa, Media, Pengusaha, dan Pemerintah," imbuhnya.

Ia menambahkan, sampah itu tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, tapi masyarakat juga harus berperan aktif. "Kalau semua kompak dan berjamaah, insya Allah masalah sampah bisa teratasi," tegasnya.

Selain itu, Arif menyebut, pihaknya juga terus mengembangkan konsep TPS 3R di tingkat kelurahan dan RW. Tujuannya, agar pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. 

Arif berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi, salah satu pesan terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.

Ia berpesan, mohon bantuannya kepada masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai. Karena selain bisa mencemari, juga menjadi penyebab utama banjir. 

"Mari kita jaga lingkungan masing-masing, ubah sampah dari ancaman menjadi berkah melalui ekonomi sirkular," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Transformasi Digital Terobosan Pemkot Tasik, Pembayaran Parkir Gunakan Qris

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Wajah pelayanan publik di Kota Tasikmalaya semakin modern dan memanjakan masyarakat, pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan UPTD Parkir kini menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai atau digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Langkah inovatif ini terlihat jelas dari pemasangan ID card berisi kode QR yang dikenakan langsung oleh petugas parkir, serta spanduk informasi yang terpampang di lokasi-lokasi strategis termasuk di sepanjang jalan HZ Mustofa.

Dengan sistem baru ini masyarakat pengguna jasa parkir tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian atau membawa uang tunai dalam jumlah kecil, cukup dengan melakukan scan kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet transaksi selesai dalam hitungan detik.

Sistem ini berlaku untuk kategori Mobil dengan tarif total Rp 3.000 (rincian: biaya parkir Rp 2.500 dan biaya penerbitan tiket Rp 500), serta tarif khusus untuk Motor yang telah ditetapkan. Semua transaksi tercatat secara digital, transparan dan aman.

Kepada pangandarannews.com di lokasi jalan HZ Mustofa, Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, menjelaskan, penerapan sistem QRIS ini merupakan langkah maju dan inovatif yang kami lakukan. 

"Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan transparan," ujar Uen.(13/04/26)

Sselain memudahkan pengguna jasa, terang Uen, sistem ini juga meminimalisir potensi kesalahan atau kekurangan dalam penarikan uang parkir serta mendukung program pemerintah menuju masyarakat non-tunai (cashless society)

Ia menambahkan, kemudahan yang ditawarkan ini tentu disambut sangat antusias oleh masyarakat Tasikmalaya karena selain praktis transaksi non-tunai ini juga dinilai lebih menjaga kebersihan dan keamanan saat bertransaksi di jalanan.

"Penerapan teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus berinovasi, menciptakan manajemen retribusi yang lebih akuntabel serta mendukung visi kota menuju Smart City yang modern dan maju," jelasnya lagi.(@nwarwaluyo)

 

 

 

Gali Potensi Untuk Cetak Duta Prestasi, Lingkup Pendidikan Cikatomas Gelar Pentas PAI, Akademik, FLS3N Dan O2SN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat belajar dan berprestasi kembali semarak di wilayah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu digelar rangkaian lomba bergengsi yang mencakup Pentas PAI, Akademik, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan yang diikuti 32 siswa perwakilan dari 32 SD di seluruh wilayah Kecamatan Cikatomas ini pun berlangsung meriah serta menjadi wadah strategis untuk menjaring bakat dan minat siswa secara menyeluruh, baik di bidang keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga. 

Panitia menyediakan berbagai kategori lomba untuk menjaring bakat secara menyeluruh, dan khusus untuk cabang FLS3N, perlombaan meliputi menyanyi Tunggal, Seni Tari, Pantomim, Gambar Cerita, Kriya, Mendongen dan Menulis Cerita.

Dalam wawancaranya dengan pangandarannews.com, Ketua Panitia, Dadang, menyampaikan bahwa tujuan besar terselenggaranya kegiatan ini ingin melatih mental siswa dan memberikan pengalaman berharga serta mengajarkan mereka bagaimana berkompetisi dengan sehat dan sportif.

Selain itu, imbuh Dadang, dalam kegiatan ini juga terdapat nilai kompetisi di bidang Akademik, Olahraga (O2SN) serta Pentas PAI yang menampilkan kreativitas dan pemahaman keagamaan. 

"Dengan variasi ini, setiap siswa memiliki peluang untuk menonjolkan keahlian khusus yang mereka miliki," kata Dadang.(13/04/26)

Dadang berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi Cikatomas serta bisa melahirkan duta-duta terbaik dari wilayah Cikatomas untuk beradu di tingkat yang lebih tinggi. Seperti tingkat Kabupaten Tasikmalaya, bahkan bisa menembus hingga tingkat Provinsi.

Menariknya, ungkap Dadang, dari tahun ke tahun Kecamatan Cikatomas dikenal memiliki sejarah prestasi yang membanggakan khususnya di cabang Pantomim. 

"Dan cabang pantomim ini beberapa kali berhasil tembus dan berprestasi hingga tingkat provinsi," terang Dadang.

Terpisah, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, pihaknya juga memberikan dukungan dan semangat bagi seluruh peserta.

"Semangat, teruskan prestasi mu sampai tingkat Kabupaten Tasikmalaya bahkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat," ucap Nana.

Nana menyebut, dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan Cikatomas terus melahirkan siswa-siswi yang berprestasi dan berkarakter. (@nwarwaluyo)

Transformasi Digital Layanan Kesehatan, Kemudahan Berobat di RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Transformasi digital dalam layanan kesehatan saat ini kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran.

Dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN, terbukti mampu mempersingkat alur pendaftaran dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Seperti disampaikan salah seorang pasien setia RSUD Pandega asal Kecamatan Cijulang, Atikah (41), pengalaman selama ini ia selalu  menggunakan fitur-fitur digital tersebut. 

"Hambatan administratif yang dulu sering dikeluhkan, sekarang semakin mudah diatasi," ujarnya.(13/04/26)

Atikah menuturkan, sistem pendaftaran di RSUD Pandega kini sangat suportif terhadap pasien dan petugas di lapangan pun dengan sigap siap membantu masyarakat yang ingin beralih menggunakan sistem JKN.

​Atikah bersyukur, karena selama pelayanan di Pandega pendaftarannya mudah, suka dibantu sama petugas dan di bagian pendaftaran pun selalu menggunakan JKN.

Kemudahan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh pasien lama, namun kata Atikah, bagi pasien baru atau mereka yang belum memiliki akun petugas RSUD Pandega memberikan pendampingan penuh untuk proses pembuatan akun Mobile JKN di tempat.

​Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya, menurutnya, adalah pengambilan antrean kontrol secara daring. Pasien tidak perlu lagi datang subuh untuk mendapatkan nomor urut, karena antrian bisa dilakukan dari rumah. Menariknya, sistem ini juga ramah bagi pengguna yang kurang mahir teknologi atau mengalami kendala teknis.

​”Kalau mau mengambil antrean untuk kontrol selanjutnya selalu dibantu, bahkan kalau lupa password pun selalu dibantu oleh petugas,” tambahnya.

Terkait adanya isu perbedaan kualitas layanan antara pasien umum dan pasien BPJS, Atikah mengatakan, di RSUD Pandega Pangandaran diskriminasi tersebut tidak ditemukan. Petugasnya sangat ramah-ramah, sangat membantu, dan pelayanannya juga oke. 

"Jadi tidak ada yang dibeda-bedakan, mau pasien umum atau BPJS pun pelayanannya selalu sama,” imbuhnya.

​Sementara pihak RSUD Pandega Pangandaran, terus mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna mendapatkan pengalaman berobat yang lebih cepat, transparan, dan efisien.(hiek)

Momen Halal Bihalal Forwapi, Bentuk Keharmonisan, Soliditas Dan Kepedulian Sosial

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kental saat Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) menggelar acara Halal Bihalal 1447 H, bertempat di kantor DPC Kota Banjar. (12/04/26) 

Dengan mengusung tema "Dengan Maaf Kita Bersatu, Dengan Karya Kita Mengabdi", acara ini menjadi momen emas bagi seluruh keluarga besar FORWAPI untuk saling bermaaf-maafan usai menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Selain dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-wilayah Priangan, kegiatan ini juga turut dihadir antara lain Pembina FORWAPI, Sunaryo, Ketua Umum Halim Saepudin, Sekretaris Jenderal Ade Kurnia, Bendahara Umum Ajat Sudrajat, serta Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman (Cepi) beserta jajarannya, Ketua DPC Ciamis Ardy Sutarman, Ketua dan jajaran DPC Pangandaran, serta perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FORWAPI Mahardika, SH.

Kehadiran para pengurus dan anggota yang tampil kompak menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi, menyatukan visi dan misi organisasi dalam memberikan informasi yang faktual dan berimbang bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP FORWAPI, Halim Saepudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh DPC, khususnya DPC Kota Banjar yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas dengan sangat baik. 

"Terima kasih juga kepada DPC Ciamis, DPC Tasikmalaya, dan seluruh cabang yang telah hadir dan bersinergi," ujar Halim.

Ia berharap, salam momen ini semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif bagi FORWAPI untuk terus berkarya serta berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pers.

Hal senada disampaikan Ketua DPC FORWAPI Kota Banjar, Asep Nurohman. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh keluarga besar FORWAPI, sehingga acara ini semakin bermakna.

Kehadiran seluruh anggota, kata Asep, adalah bukti solidaritas dan kekompakan sehingga kita harus terus menjaga nama baik organisasi. 

"Dan sebagai insan pers, kita wajib bekerja profesional, menjunjung tinggi etika, dan selalu mengedepankan kebenaran," tegasnya.

Tak hanya jadi ajang silaturrahmi, halal bihalal ini menjadi momentum untuk berbagi. Dan sebagai bentuk kepedulian sosial di momen yang penuh berkah ini, Ketua DPC Kota Banjar Asep Nurohman juga secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu. 

Setelah rangkaian acara, kegiatan ini pun ditutup dengan sesi ramah tamah, tukar sapa, dan foto bersama yang semakin mempererat tali persaudaraan antar insan pers di wilayah Priangan.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Hari Kanker Tulang Nasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker tulang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran peringati Hari Kanker Tulang Nasional yang jatuh setiap 11 April.

Dalam kesempatan tersebut, direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal yang sering muncul secara perlahan.

Kanker tulang, menurut Titi, kerap tidak disadari sejak awal karena gejalanya mirip keluhan biasa, seperti nyeri pada tulang atau pembengkakan.

Titi mengatakan, peringatan Hari Kanker Tulang Nasional bukan hanya seremoni namun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri.

"Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan," ujarnya.(11/04/26)

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi dengan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain deteksi dini, penanganan yang tepat dan berkelanjutan juga menjadi kunci dalam proses penyembuhan pasien kanker tulang.

Titi juga mengimbau, agar masyarakat tidak ragu melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan. Jangan menunggu parah, egera periksa agar bisa ditangani lebih cepat dan tepat.

"Dan melalui.momentum ini, kami berharap agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, salahsatunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius," ucapnya.(hiek)

Kenali Gejalanya Sejak Dini, Awas Campak Datang Bisa Secara Diam-Diam

PANGANDARANNEWS.COM – Penyakit campak saat ini masih menjadi ancaman kesehatan terutama pada anak-anak, gejalanya sering muncul perlahan dan kerap disalahartikan sebagai penyakit biasa.

Seperti disampaikan Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, Dyah Rahmawanti, campak biasanya diawali dengan gejala ringan sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Campak, jelas Dyah, sering datang diam-diam. Awalnya anak hanya mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, sehingga sering dianggap flu biasa.

"Tanda khas campak baru terlihat beberapa hari kemudian, seperti munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh," terang Dyah.(10/04/26)

Selain itu, imbuhnya, biasanya terdapat pula bercak putih kecil di dalam mulut yang menjadi salah satu ciri spesifik penyakit ini.

Dyah mengatakan, penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf.

Jadi, menurut Dyah, jika tidak ditangani dengan baik bisa berbahaya terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.

Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal tersebut, terlebih jika disertai demam tinggi dan ruam. Karena pencegahan paling efektif, dilakukan melalui imunisasi campak yang rutin diberikan pada anak.

"Imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak dari risiko campak dan komplikasinya," jelasnya lagi.

Ia mengingatkan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi kontak dengan penderita guna mencegah penularan.

"Dengan mengenali gejala sejak dini, diharapkan kasus campak dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius," pungkasnya. (hiek)


Raih 68,3 % Suara, Sandra Susana Terpilih Jadi Kades Ciawi Karangnungal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Ciawi, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, telah usai dilaksanakan.(11/04/26).

Dengan perolehan suara mencapai 68,3 persen, Sandra Susana terpilih menjadi Kepala Desa Ciawi untuk periode 2026-2027.

Kegiatan demokrasi tingkat desa yang berlangsung di aula kantor Desa Ciawi, berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Seperti diketahui, dalam pemilihan kepala desa PAW ini diikuti tiga kandidat yang bersaing ketat. Antara lain, nomor urut 1 Sandra Susana, nomor urut 2 Agus Gunawan, dan nomor urut 3 Adang Wahyu. Dan berdasarkan penghitungan surat suara, Sandra Susana (No. 1): 82 suara, Agus Gunawan (No. 2): 22 suara dan Adang Wahyu (No. 3): 1 suara. Dari total 121 pemilih terdaftar, tercatat 1 orang tidak hadir (abstain) dan 15 suara tidak sah. 

Dengan raihan 82 suara, Sandra Susana berhasil mengungguli dua lawannya dengan selisih yang cukup signifikan.

Proses pemilihan pun berlangsung tertib dan diawasi langsung oleh unsur Forkopimcam serta perangkat daerah, antara lain Camat Karangnunggal Suherman, S.ST.P, M.Si, Kapolsek AKP, Jaja Hidayat, Wadanramil 1215 Lettu Cba Asep Tisnawan, Ketua Panitia Pemilihan Dedih Dulhakim, S.Pd, Ketua BPD Ust. Dudung, Kasi Pemerintahan Itang Setiana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Usai acara, Camat Karangnunggal Suherman menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, fisikotes, hingga pencoblosan.

Ia juga mengaku bersyukur karena proses berjalan lancar, dan ia meminta agar panitia segera menyampaikan berkas hasil pemilihan ini untuk segera diajukan rekomendasi kepada bupati untuk proses pelantikan.

"Saya berpesan kepada kades terpilih agar segera mempersiapkan diri, memahami regulasi, dan beradaptasi dengan pemerintahan desa," ucapnya.

Ditempat terpisah, Sandra Susana yang akrab disapa "Bayi" menyampaikan rasa syukur karena warga sudah memilihnya menjadi Kades Ciawi.

Sandra mengatakan, ia mempunyai visi dan misi jelas dan ingin Desa Ciawi bisa lebih maju dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel. 

"Saya akan membenahi setiap kelemahan yang selama ini menjadi unek-unek warga," ucapnya.

Ia juga menegaskan, fokus utamanya pada sektor ketahanan pangan mengingat mayoritas warga adalah petani.

Selain itu, imbuh Sandra, ia juga akan melakukan pembenahan sistem keuangan desa (SILTAP) demi kesejahteraan perangkat desa dan masyarakat.

Sementara Ketua Panitia, Dedih Dulhakim mengaku pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang luar biasa mencapai hampir 99%.

"Alhamdulillah proses pemilihan berjalan lancar tanpa kendala," katanya.

Dedih mengucapkan selamat untuk pemenang serta mengajak untuk bersama-sama bekerja. Dan kepada yang belum terpilih, terima kasih telah ikut berkompetisi. Dan sekarang, saatnya bersama-sama untuk menyatukan langkah untuk Desa Ciawi yang lebih baik.

"Semoga kepemimpinan Sandra Susana dapat membawa kemajuan, kesejahteraan, dan kebersamaan bagi seluruh warga Desa Ciawi," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Semangat Kebersamaan Warnai Acara Silaturahmi PGRI Kecamatan Banjaranyar Kab. Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali terjalin erat dalam acara silaturahmi antar guru dan kepala sekolah, keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 

Acara ini digelar di GOR SMPN 3 Banjarsari bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas antar guru, kepala sekolah, serta seluruh jajaran pengurus PGRI, Camat Banjaranyar, Ari Angga Rianto, S.Kep, Ners, Kepala Korwil Pendidikan sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar, H. Sodirin, S.Pd.I, M.Pd., didampingi seluruh guru dan kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Banjaranyar,  H. Sodirin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme seluruh anggota.

Secara pribadi dan atas nama organisasi, ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan semua. Mari kita jaga kebersamaan ini.

"Pentingnya kebersamaan dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama agar sinergi semakin terjalin baik demi mutu pendidikan yang lebih baik," ujar Sodirin.(11/04/26)

Ia pun tidak lupa mengucapkan selamat Idul Fitri, dan atas nama Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin 1447 H. 

"Mari kita bahu-membahu dan selalu semangat membangun kemajuan pendidikan di wilayah ini," tegasnya.

Sementara itu, Camat Ari Angga Rianto juga berharap momentum ini dapat semakin mengokohkan hubungan baik antar pendidik demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Ada Apa ? KNPI Pangandaran Pertanyakan Penutupan Akses Liputan Rapat BGN

tampak sejumlah awak media di luar ruang rapat
PANGANDARANNEWS.COM – Menanggapi tindakan penutupan akses peliputan bagi awak media dalam rapat koordinasi dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Hotel Laut Biru Pangandaran, Sabtu (11/4), sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran sekaligus Aktivis Pemuda, Tian Kadarisman, melontarkan kritik pedas terhadap Badan Gizi Nasional (BGN). 

Seperti diketahui berdasarkan surat undangan resmi nomor 1317/D.TWS/04/2026 dan 1450/D.TWS/WIL.II/04/2026, agenda tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN serta dihadiri oleh mitra dapur (SPPG) dari wilayah Ciamis, Pangandaran dan sekitarnya.

Menurut Tian, ini sangat ironis dan memalukan. Pejabat yang datang adalah Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, tapi justru mereka menutup diri dari pantauan publik dan pengawasan media. 

"Jika fungsi pengawasan internal mereka saja eksklusif dan tertutup, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa program MBG ini bebas dari penyimpangan?” tegas Tian.(11/04/26)

Tian menyebut, ketidakterbukaan BGN dalam rapat evaluasi ini semakin memperkuat kecurigaan publik di tengah banyaknya sorotan negatif terhadap program MBG. Mulai dari rendahnya kualitas menu di lapangan, isu anggaran motor trail listrik yang fantastis, hingga gaya hidup mewah oknum mitra di media sosial.

Kata Tian masyarakat berhak tahu apa hasil evaluasi terhadap mitra-mitra dapur tersebut, apakah ada sanksi bagi penyedia makanan yang tidak layak? 

"Atau jangan-jangan pertemuan di hotel mewah ini hanya sekadar ajang 'pengamanan' administratif agar semuanya terlihat benar di atas kertas?," ungkap Tian.

Dan tindakan menghalangi tugas jurnalistik bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tegas Tian, adalah salah satu bentuk pelanggaran kode etik jurnalistik. Dan program yang menggunakan anggaran negara dalam skala besar, tentu wajib mengedepankan prinsip transparansi.

Tian menambahkan, jangan gunakan dalih rapat internal untuk menutupi fakta lapangan. 

Pihaknya juga menuntut Deputi BGN untuk berani membuka hasil audit kualitas gizi dan kebersihan dapur mitra kepada publik, serta mendesak pelibatan BUMDes secara nyata agar anggaran ini benar-benar berputar di desa.

"Bukan hanya menguap di hotel-hotel mewah,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, pihak KNPI dan koalisi masyarakat sipil akan terus mengawal jalannya program MBG secara independen.

"Dan jika BGN pusat tetap menutup diri, jangan salahkan jika rakyat bergerak dengan caranya sendiri untuk menuntut transfansi dan utamakan kualitas MBG bagi para pelajar,” tegas Tian lagi. (hiek)

Wisatawan Wajib Tahu, Sekarang Dishub Pangandaran Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berada di kawasan wisata, berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna, pengaturan ini difokuskan pada kendaraan besar seperti bus agar pergerakannya lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di titik-titik padat. 

"Bus dan kendaraan sejenis tidak diperbolehkan masuk melalui pintu pelabuhan atau Pantai Timur tapi diarahkan ke pintu utama, kemudian menuju jalan Pantai Barat dengan sistem satu arah untuk keperluan penurunan wisatawan ke hotel,” jelasnya. Wa(09/04/26).

Dan bagi bus yang menurunkan penumpang di area sebelum pertigaan Hotel Century, imbuh Nana, kendaraan diarahkan untuk parkir melalui akses jalan depan Hotel Arnawa. Sementara untuk hotel yang berada setelah pertigaan tersebut, penurunan penumpang dilakukan di Jalan Kalen Buaya. Selanjutnya setelah menurunkan penumpangnya di Jalan Kalen Buaya, bus diarahkan masuk melalui pertigaan Balawista, berputar, lalu keluar melalui Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di Central Parkir atau eks Pasar Wisata.

Nana menambahkan, untuk wisatawan yang menuju penginapan di Jalan Sumardi dan Jalan Pramuka, proses penurunan penumpang dilakukan langsung di kawasan Central Parkir. 

"Setelah itu, kendaraan bus diwajibkan tetap berada di lokasi parkir tersebut," imbuhnya.

Nana menyebut, pihaknya juga mengatur kendaraan roda empat dan bus yang melintas di Jalan Pantai Timur untuk berputar arah di kawasan air mancur kemudian diarahkan menuju Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di area Pasar Wisata.

“Jadi seluruh kendaraan baik saat penurunan maupun penjemputan wisatawan akan mendapat pengawalan dari petugas gabungan, baik dari Dishub maupun unsur terkait lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, kebijakan ini dapat dipatuhi oleh para pelaku usaha pariwisata serta wisatawan demi terciptanya kelancaran arus lalu lintas di kawasan destinasi unggulan Pangandaran.

“Informasi ini kami sampaikan agar diketahui dan dipedomani bersama sehingga aktivitas wisata tetap berjalan lancar, nyaman dan aman,” tegasnya.(hiek)

Kegiatan Panen Karya SMKN Parungponteng, Pamerkan Aneka Kreativitas Bidang Usaha

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai halaman SMK Negeri Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, sekolah vokasi ini sukses menggelar acara "Panen Karya Projek Kewirausahaan Kelas XII" yang menjadi bukti nyata kreativitas dan kesiapan siswa menghadapi dunia usaha.(10/04/26)

Kegiatan ini tidak hanya dinikmati oleh warga sekolah, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas dari berbagai wilayah.

Di bawah tenda-tenda yang tertata rapi, siswa-siswi memamerkan hasil karya dan keterampilan mereka melalui berbagai stand pelayanan dan produk. Antara lain, Pameran Karya Busana yang menampilkan desain dan jahitan kreatif hasil karya siswa. Bazar Makanan, dengan beragam kuliner lezat yang diolah sendiri oleh para siswa. Service motor yang memberikan pelayanan perawatan dan perbaikan ringan kendaraan bermotor. Service Komputer, dengan menyediakan jasa perbaikan dan perawatan perangkat teknologi serta Top Up E-Wallet, memfasilitasi kebutuhan transaksi digital masyarakat.

Kepada Pangandaran News, Waka Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mangsur, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan masyarakat yang luar biasa.

Ia mengaku bersyukur karena pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Kecamatan Parungponteng, tapi juga dari daerah sekitar seperti Cibalong, Sodong Hilir, Bojongasih, bahkan hingga Karangnunggal.

"Hal ini tentu membuktikan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi ajang promosi sekaligus sarana interaksi yang positif antara sekolah dan masyarakat luas," ungkapnya.

Kegiatan yang diketuai langsung oleh Bapak Affan Rifaninur, SE, serta dengan bimbingan penuh juga oleh para guru mata pelajaran Kewirausahaan.

Di tengah-tengah kegiatan, Affan menyampaikan, acara ini merupakan implementasi nyata dari konsep learning by doing. Para siswa dilatih untuk berpikir kreatif, berani tampil, dan memiliki jiwa bisnis sejak dini.

Ia mengatakan, pihaknya ingin membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga bisa menjadi pengusaha yang sukses dan mandiri. 

"Baik di bidang kuliner, otomotif, maupun jasa lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan profesionalisme terlihat jelas dari setiap stand yang dikelola. 

"Dan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di SMKN Parungponteng terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap berkarya bagi bangsa," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN