PANGANDARANNEWS.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bertujuan untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).
Melalui Musrenbang Penyusunan RKPD ini, Kabupaten Pangandaran Tahun 2027 adalah langkah awal perancangan masa depan daerah dimulai.
Berbagai aspirasi, usulan, dan ide pembangunan dihimpun untuk mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, disusun arah pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi
Pada Musrenbang kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD 2027.
Dalam Musrenbang yang diselenggarakan di aula SMPN 1 Pangandaran ini, Pemda Pangandaran mengusung tema "percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dengan target menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata bertaraf internasional".
Seperti disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, musrenbang merupakan agenda strategis tahunan sebagai turunan dari RPJMD agar arah kebijakan pembangunan selaras dengan prioritas yang telah ditetapkan.
"Dan sektor pariwisata perlu dijadikan motor utama penggerak ekonomi daerah," ungkap Asep.(08/04/26)
Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun mendatang, kata Asep, di antaranya evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD sebelumnya agar kebijakan lebih terarah serta pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, termasuk kerja sama regional dengan wilayah sekitar seperti Cilacap, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.
Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata Pangandaran, mulai dari pantai, perbukitan, gua hingga sungai, yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara optimal.
Namun, Asep menyebut, persoalan kemacetan saat musim libur menjadi catatan penting.
Untuk itu pihaknya juga mendorong, penerapan sistem sentral parkir di kawasan pantai timur dan barat serta pembatasan kendaraan yang masuk ke area wisata guna menciptakan kawasan yang lebih tertata dan ramah lingkungan.
Ia menambahkan, dan tentunya penataannya harus tetap berpihak kepada masyarakat agar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan peran mereka.
"Saya juga menilai perlunya penyusunan master plan pariwisata sebagai acuan pengembangan jangka menengah, minimal untuk lima tahun ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menyampaikan, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah.
Menurutnya, posisi Pangandaran saat ini berada di peringkat kedelapan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan optimistis dapat terus meningkat.
Program Prioritas Dalam RKPD 2027 ini, bupati mengatakan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program prioritas. Diantaranya, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa.
"Pembangunan harus dimulai dari desa, termasuk peningkatan jalan desa dan konektivitas antarwilayah, baik untuk pertanian maupun pariwisata,” ujar Citra.
Dan penataan kawasan wisata juga akan dilakukan, termasuk rencana pembangunan jalur pedestrian atau jogging track di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur untuk mendukung aktivitas wisata sekaligus mengurangi parkir di bahu jalan.
Ia menambahkan, seluruh program tersebut direncanakan didanai melalui APBD dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.
"Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD berharap Pangandaran mampu berkembang sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.(hiek)