PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tasikmalaya, terus bergerak aktif menggerakkan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang lebih fokus pada pengembangan olahraga prestasi dengan atlet-atletnya, KORMI hadir sebagai wadah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berolahraga tanpa batasan usia.mulai dari anak-anak hingga lansia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KORMI Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2030, Asep Sukirman, saat wawancaranya dengan tim redaksi Pangandaran News.(21/04/26)
Menurut Asep, keberadaan KORMI ini merupakan amanat Undang-Undang Olahraga yang bergerak sejajar namun memiliki fungsi dan fokus yang berbeda.
"Jika KONI pengelolaannya lebih ke arah olahraga prestasi dengan sebutan atlet, kalau KORMI itu pengelolaannya lebih ke olahraga masyarakat secara umum atau yang biasa disebut dengan sebutan pegiat-pegiat olahraga," jelas Asep.
Asep memaparkan, nama KORMI ini mulai digunakan secara resmi sejak tahun 2020, sebelumnya bernama organisasi ini bernama FORMI atau Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.
Perubahan nama tersebut, menurutnya, menegaskan peran organisasi dalam mengoordinasikan dan membina para pegiat olahraga di masyarakat tanpa batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, dan unsur rekreasinya dihilangkan sekarang fokusnya lebih luas lagi," tambahnya.o
Ia menambahkan, dalam struktur organisasi KORMI, para pegiat olahraga tergabung dalam wadah yang disebut Induk Organisasi Olahraga atau disingkat INORGA.
"INORGA ini menjadi naungan bagi berbagai jenis kegiatan olahraga non-prestasi," terangnya.
Berbeda dengan KONI yang menaungi cabang olahraga melalui Pengurus Cabang (Pengcab), KORMI memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga secara rekreatif dan inklusif.
"Yang penting kegiatannya positif, tidak mengarah kepada pencapaian prestasi, mereka bisa membentuk komunitas, perkumpulan, atau perhimpunan. Mulai dari senam, fitness, hingga olahraga tradisional," ujarnya.
Hingga saat ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya telah menghimpun sekitar 16 INORGA yang bergerak di berbagai bidang olahraga, antara lain, Bidang Senam: IOSKY, ULG, ASIATI, KOPI.- Bidang Fitness & Bela Diri: Fitness, Lempar Pisau, Binaraga Tangan (ANCOL).- Bidang Tradisional & Lainnya: KORDINAT (Olahraga Tradisional), F3 (Bola Spanyol), TV (Pencak Silat Tradisi), VESPATI, VELG ASLI (Panahan), PELANGI (Layang-layang), ISPA, dan masih banyak lagi.
"Sebetulnya hobi masyarakat berolahraga itu banyak, seperti main sepeda trail, sepatu roda, dan lainnya, itu semua bisa terwadahi di sini. Hanya saja sosialisasi kami terus ditingkatkan agar masyarakat lebih paham," ujar Asep.
Program Safari Olahraga dan Festival Besar Pada periode kepemimpinannya tahun 2025-2030 ini, Asep menargetkan pemahaman masyarakat tentang KORMI semakin meluas hingga ke tingkat kecamatan. Salah satu program unggulannya, Roadshow dan Safari Olahraga Masyarakat ke berbagai daerah.
"KORMI ini sudah berskala nasional, hadir di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Di wilayah sekitar seperti Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut juga sudah terbentuk," katanya.
Sebagai bagian dari program unggulan tahun ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya juga akan menggelar Festival Olahraga Masyarakat (FORMASKAB) yang rencananya akan dibuka pada tanggal 26 April 2026.
Sementara itu, kepemimpinan KORMI secara umum berada di bawah Ketua Umum Cecep Nuryakin yang terus mendorong dalam penguatan peran olahraga masyarakat di berbagai daerah.
Asep juga berharap, ke depan KORMI dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Kami ingin masyarakat terbiasa berolahraga secara rutin, sehingga dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," tegasnya.(@nwarwaluyo)















