PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sore hari di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, terlihat hidup dan penuh semangat. Sejumlah warga terlihat memadati area lintasan olahraga atau jogging track untuk melakukan kegiatan lari sore dan jalan santai, menjadikan aktivitas fisik sebagai gaya hidup sehat sehari-hari.
Sejumlah warga dari berbagai kalangan ada yang berjalan santai atau berlari menyusuri lintasan, suasana sore yang sejuk dengan lingkungan yang asri membuat tempat ini selalu menjadi pilihan utama warga untuk berolahraga atau sekedar melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Menurut salah seorang warga Reni (31), ia berharap agar kawasan Dadaha bisa dikelola dengan lebih baik lagi.
Seandainya tata kelolanya lebih rapi, ungkapnya, tentu akan semakin nyaman. Seperti ada penambahan atau perbaikan penerangan sekeliling, terutama lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) yang lebih terang. Karena dengan adanya penerangan yang memadai, kegiatan olahraga tidak hanya bisa dilakukan di sore hari tetapi juga aman dan nyaman jika dilakukan hingga menjelang malam hari.
"Semoga Pemkot Tasik bisa memperhatikan hal ini, supaya fasilitas umum yang ada disini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan semakin layak serta nyaman digunakan," katanya.(26/04/26)
Namun sangat disayangkan, saat Pangandaran news mencoba berkeliling melihat kondisi di sekitar Dadaha ini. Tampak lokasi tempat para pedagang kaki lima (PKL) tampak terbengkalai dan tampaknya sudah tidak difungsikan lagi.Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat berjualan dan berkumpulnya masyarakat, terlihat terbengkalai, kumuh, dan tidak terurus.
Terlihat juga kondisi atap yang bocor hingga air menetes ke lantai, ditambah tumpukan sampah dan barang bekas yang berserakan. Beberapa gerobak dagangan terlihat tertutup debu tebal dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan jual beli yang berjalan optimal, seolah tempat ini sudah ditinggalkan.
Melihat kondisi tersebut, Rendi, salah satu warga yang sedang beraktivitas di kawasan Dadaha, menyampaikan kekecewaannya kepada Pangandaran News.
Ia menyayangkan, fasilitas umum yang seharusnya bermanfaat justru kondisinya seperti ini. Sangat mubazir dan terlihat sangat tidak terurus."Sayang ya, aset daerah yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik justru terbuang sia-sia," ujarnya.
Rendi berharap ada perhatian khusus dan tindakan nyata untuk memperbaiki tempat ini sehingga segera bisa difungsikan kembali, supaya kembali bersih, rapi, dan bisa beroperasi sebagaimana mestinya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
"Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasik agar aset dan fasilitas publik bisa terjaga dengan baik, terawat, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga," imbuhnya.(@nwarwaluyo)



















