Menyusuri Kawasan Dadaha Tasik, Antara Track Jogging Dan Penampakan Kumuh Lokasi PKL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sore hari di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, terlihat hidup dan penuh semangat. Sejumlah warga terlihat memadati area lintasan olahraga atau jogging track untuk melakukan kegiatan lari sore dan jalan santai, menjadikan aktivitas fisik sebagai gaya hidup sehat sehari-hari.

Sejumlah warga dari berbagai kalangan ada yang berjalan santai atau berlari menyusuri lintasan, suasana sore yang sejuk dengan lingkungan yang asri membuat tempat ini selalu menjadi pilihan utama warga untuk berolahraga atau sekedar melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Menurut salah seorang warga Reni (31), ia berharap agar kawasan Dadaha bisa dikelola dengan lebih baik lagi.

Seandainya tata kelolanya lebih rapi, ungkapnya, tentu akan semakin nyaman. Seperti ada penambahan atau perbaikan penerangan sekeliling, terutama lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) yang lebih terang. Karena dengan adanya penerangan yang memadai, kegiatan olahraga tidak hanya bisa dilakukan di sore hari tetapi juga aman dan nyaman jika dilakukan hingga menjelang malam hari.

"Semoga Pemkot Tasik bisa memperhatikan hal ini, supaya fasilitas umum yang ada disini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan semakin layak serta nyaman digunakan," katanya.(26/04/26)

Namun sangat disayangkan, saat Pangandaran news mencoba berkeliling melihat kondisi di sekitar Dadaha ini. Tampak lokasi tempat para pedagang kaki lima (PKL) tampak terbengkalai dan tampaknya sudah tidak difungsikan lagi.

Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat berjualan dan berkumpulnya masyarakat, terlihat terbengkalai, kumuh, dan tidak terurus.

Terlihat juga kondisi atap yang bocor hingga air menetes ke lantai, ditambah tumpukan sampah dan barang bekas yang berserakan. Beberapa gerobak dagangan terlihat tertutup debu tebal dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan jual beli yang berjalan optimal, seolah tempat ini sudah ditinggalkan.

Melihat kondisi tersebut, Rendi, salah satu warga yang sedang beraktivitas di kawasan Dadaha, menyampaikan kekecewaannya kepada Pangandaran News.

Ia menyayangkan, fasilitas umum yang seharusnya bermanfaat justru kondisinya seperti ini. Sangat mubazir dan terlihat sangat tidak terurus.

"Sayang ya, aset daerah yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik justru terbuang sia-sia," ujarnya.

Rendi berharap ada perhatian khusus dan tindakan nyata untuk memperbaiki tempat ini sehingga segera bisa difungsikan kembali, supaya kembali bersih, rapi, dan bisa beroperasi sebagaimana mestinya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasik agar aset dan fasilitas publik bisa terjaga dengan baik, terawat, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga," imbuhnya.(@nwarwaluyo)

 

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Buka Semarak FORMASKAB 2026

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana penuh semangat, kegembiraan dan kekompakan tampak di halaman Gedung Kabupaten Tasikmalaya, berbagai rangkaian kegiatan Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (FORMASKAB) tahun 2026 yang digelar oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tasikmalaya berjalan lancar dan meriah.

Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.O, tampil gagah dan bersemangat dengan qseragam resmi KORMI berwarna biru-putih lengkap dengan topi dan kacamata hitam, berkenan membuka acara ini.

Suasana yang penuh tawa dan senyum terlihat jelas di wajah seluruh pihak yang hadir, mencerminkan semangat "Sehat, Bugar, dan Bahagia" yang menjadi moto utama KORMI.

Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut, Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, H. Eri Purwanto, serta para pengurus dan atlet dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan terkait pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat.

Acara ini, ujar Bupati, mmmenjadi wadah bagi masyarakat untuk berkompetisi sekaligus mempererat tali persaudaraan. 

"Ada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan konsep Murah, Massal, dan Meriah serta terbuka untuk semua, baik kalangan usia mulai dari anak-anak hingga lansia," ujarnya.(26/04/26)

Tidak hanya mencari juara, tetapi, kata bupati, kegiatan ini juga untuk meningkatkan angka partisipasi olahraga yang berdampak langsung pada peningkatan kebugaran jasmani dan indeks kebahagiaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu momen paling ditunggu dan sangat meriah terjadi saat Bupati didampingi jajaran pejabat serta pengurus KORMI melakukan pengetikan kupon undian berhadiah utama berupa Motor Listrik, hadiah motor listrik ini menjadi bentuk apresiasi besar Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.

Hadiah ini, ungkap bupari, sebagai bentuk apresiasi pemda kepada masyarakat yang sudah menyempatkan waktu untuk berolahraga dan bersilaturahmi. 

"Semoga keberuntungan menyertai rekan-rekan semua," ucapnya.

Sementara dalam kesempatannya, Ketua Umum KORMI menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Tasikmalaya yang telah memberikan dukungan penuh, fasilitas, dan perhatian yang luar biasa terhadap dunia olahraga masyarakat di daerah ini.

"Visi kami, olahraga untuk seluruh kalangan," tegasnya.

Ia mengatakan, jika KONI lebih fokus kepada atlet yang berprestasi dengan usia tertentu. Tapi kalau KORMI ini olahraga untuk semua kalangan masyarakat, dengan tingkat usia yang tidak dibatasi. Mulai dari anak usia dini, remaja, sampai yang sudah tua pun bisa ikut. Di sini kita semua adalah pegiat olahraga.

Ia menyampaikan, KORMI memiliki tugas mulia yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dan melestarikan olahraga tradisional.

Ia juga berharap, dengan ada kegiatan seperti ini angka partisipasi meningkat, otomatis angka kebugaran, kebahagiaan, dan ekonomi juga Insya Allah meningkat. 

"Moto kita kan Sehat, Bugar, Bahagia dan luar biasa," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

 

 

Upaya Jaga Ketertiban dan Kelancaran Lalu-Lintas, Dishub Kota Tasik Gelar Pengamanan Malam Hari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya kembali melakukan pengamanan dan penertiban di kawasan Jalan Cimulu tempatnya dekat Stasiun Kereta Api pada.(25/04/26 malam) 

Kegiatan pengamanan tersebut dilaksanakan oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir Kota Tasikmalaya, yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Parkir, Uen Haeruman.

Kepada Pangandaran News, saat diwawancarai, Uen menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus hadir di lapangan demi kenyamanan masyarakat.

Ia juga akan turun langsung memimpin pengamanan ini agar arus lalu lintas tetap lancar dan tertib, terutama di akhir pekan yang biasanya padat. 

"Kami ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Uen mengatakan, keberadaan personel Dishub yang terlihat kompak dan sigap di lokasi mendapat apresiasi dari warga yang melintas. Salah satu personel, Muhtarom, meskipun berstatus sebagai tenaga P3K paruh waktu, tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Menurutnya, kehadiran mereka dinilai sangat membantu mengurai kemacetan serta menciptakan suasana yang lebih aman dan terkendali. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Dishub Kota Tasikmalaya dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan parkir di seluruh wilayah kota," ungkapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

Lewat Malam Grand Final Pasanggiri, Selsea & Taufiq Dinobatkan Jadi Mojang Jajaka Pinilih Pangandaran 2026

PANGANDARANNEWS.COM -  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran akhirnya menetapkan Selsea Tamari Legan Iskandar dan Taufiq Nurrohman berhak menyandang predikat Mojang Jajaka (Moka) Pinilih tahun 2026, penetapan dilakukan melalui serangkaian tahapan. Mulai dari prakarantina, karantina, unjuk kabisa, hingga malam Grand Final yang dilaksanakan di aula SMPN 1 Pangandaran.(25/04/26) Malam.

Seperti diketahui Selsea dan Taufiq merupakan perwakilan dari Kecamatan Parigi, pasangan ini berhasil menyisihkan belasan peserta lain yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Malam Grand Final Pasanggiri disaksikan oleh ratusan warga dan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran berlangsung meriah, karena keluarga dan rekan perwakilan dari kecamatan datang untuk menyaksikan serta memberikan dukungan.

Saat acara pembukaan, dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha mengatakan, ajang pemilihan duta pariwisata melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2025 ini kembali digelar setelah vakum selama satu tahun.

Sudah 1 tahun, kata Dadan,  Mojang Jajaka atau duta pariwisata Pangandaran ini tidak diselenggarakan.

"Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali," ungkap Dadan.(25/4/2026).

Dadan juga menjelaskan, penilaian untuk penetapan Mojang Jajaka Pangandaran ini melalui sejumlah tahapan. Mulai dari tes wawasan umum, kepariwisataan, budaya, hingga pengetahuan seputar Pangandaran.

Para Moka ini, menurutnya, merupakan wajah pariwisata atau beranda terdepan sebagai brand ambassador wisata Pangandaran. Sehingga selain penampilan, sosoknya, publik speaking dan latar belakang prestasi menjadi salah satu penilaiannya.

Dadan juga berharap setelah terpilih sebagai Mojang Jajaka Pangandaran 2026, mereka bisa bertugas selama setahun ke depan untuk mengenalkan dan memberikan dampak positif bagi promosi wisata di Pangandaran.

"Harapan kami para Moka ini, selama setahun dapat menjadi duta pariwisata yang menjadi wajahnya pariwisata dan budaya Pangandaran," tegasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran Panji Arum, menerangkan, ada 20 perwakilan Moka dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran. 

Panji menyebut, tentu mereka semua orang-orang pilihan bisa bersaing dengan puluhan orang dan lolos seleksi .

Panji juga menjelaskan bahwa penilaian juri dan panitia sudah didasarkan pada poin selama proses tes tulis, wawancara, prakarantina, karantina, hingga malam Grand Final.

"Intinya semuanya telah sesuai, penilaian dari juri tidak dapat diganggu gugat," imbuhnya.

Panji menambahkan, usai penetapan pasangan Mojang dan Jajaka 2026 ini nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di Pasanggiri Moka tingkat Jawa Barat. Di tingkat Provinsi, mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 27 kabupaten/kota yang akan membawa nama daerah masing-masing.

Pada kesempatan sama, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, pagelaran Pasanggiri Mojang Jajaka ini tidak hanya menonjolkan putra-putri terbaik di Pangandaran dalam bidangnya, namun para finalis membuktikan jika kemampuan intelektual mojang jajaka punya kemampuan yang fleksibel. 

"Memang harus paham Pariwisata dan elektoralnya, jadi mereka tahu visi Kabupaten Pangandaran," ujarnya.

Selain menjadi ajang pemilihan duta wisata, menurutnya, moka  Pangandaran terpilih ini diharapkan mampu memberikan contoh aksi nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung. Mereka harus menjadi putra-putri nu masagi, luhung elmuna, pengkuh agamana, jembar pangartina jeung rancage gawena.

"Kami berharap Moka mampu menjadi sosok tokoh muda daerah yang handal serta memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.

Berikut Daftar Pemenang Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026

Juara Kategori

- Yusholuna: Mojang Motekar 2026 (Kecamatan Parigi)

- Rizwan: Jajaka Motekar 2026 (Kecamatan Langkaplancar)

- Lisna: Mojang Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Cijulang)

- Assroff: Jajaka Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Pangandaran)

Juara Utama

- Indri: Mojang Wakil II (Kecamatan Kalipucang)

- Haryo: Jajaka Wakil II (Kecamatan Pangandaran)

- Rashel: Mojang Wakil I (Kecamatan Cijulang)

- Riko: Jajaka Wakil I (Kecamatan Padaherang

(hiek)


Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam razia di sejumlah tempat hiburan malam dan penginapan pada hari Sabtu (25 April 2026) , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran berhasil mengamankan 11 orang yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pangandaran, Rusnandar, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari pengawasan administrasi kependudukan sekaligus upaya menjaga ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan, setiap warga yang bepergian wajib membawa identitas diri sesuai ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2017.  

"Pada perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang bepergian wajib membawa identitas diri, ini bagian dari aturan administrasi kependudukan,” ujarnya. (25/04/26)

Ia menambahkan, dalam operasi tersebut, petugas juga menyasar pengunjung kafe, pemandu lagu, serta sejumlah penginapan di beberapa titik. Dan hasilnya, 11 orang tidak dapat menunjukkan KTP saat dilakukan pemeriksaan. 

Menurutnya, berbagai alasan disampaikan oleh mereka yang terjaring, mulai dari lupa membawa hingga kehilangan identitas. Dan warga yang terjaring ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

“Setelah didata mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. 

Rusnandar juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ternyata seluruhnya diketahui berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran. Dan untuk memastikan identitas mereka, petugas pun melakukan verifikasi tambahan melalui panggilan video dengan keluarga serta konfirmasi ke aparat desa asal. Dan setelah proses tersebut, mereka diperbolehkan kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah.  

Rusnandar menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran. 

“Dan ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ucap11nya.(hiek)




 


Setelah Vakum Di Tahun 2025, Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Kembali Digelar

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam pemilihan atau Ajang Mojang Jajaka ternyata bukan sekadar adu paras, karena  selain gemerlap panggung adddaa misi besar untuk “menjual” wajah Pangandaran ke dunia luar.

Inilah salah satu yang ada dalam gelaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026,  yang digelar di Hotel Grand Palma, Pantai Barat Pangandaran. (24/04/26).

Saat menyaksikan langsung gelaran ini, terlihat pada para peserta tampil dengan totalitas tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik merek di ajang yang menjadi pintu menuju malam grand final yang bakal digelar 25 April 2026. 

Seperti disampaikan oleh Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran, Panji Arum,  di tahun 2025 ajang ini sempat vakum dan tahun 2026 ini bisa kembali digelar.

“Karena kita butuh perwakilan terbaik untuk maju di tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Saat ini, kata Panji, para peserta tidak hanya bermodalkan penampilan saja. Tetapi harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) handal serta kemampuan komunikasi yang baik.

“Penilaian pun bukan hanya sebatas fisik, tapi harus mempunyai kapasitas untuk mempromosikan budaya dan potensi daerah,” imbuhnya.

Panji menjelaskan, para peserta ini digembleng dengan nilai-nilai penting. Mulai dari ngamumule budaya, bangga berbahasa Sunda, sampai memahami kearifan lokal masyarakat Pangandaran.

Tak cukup sampai di situ, tambah Panji, mereka juga dituntut jadi teladan. Artinya, jajaka mojang harus siap tampil di depan publik dengan karakter kuat, berwawasan luas, dan sikap yang mencerminkan generasi muda berkelas.

"Jadi mojang Jajaka Pangandaran 2026 bukan sekadar kontes, namun ajang pembentukan duta pariwisata," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugista, menyampaikan, even ini juga sebagai panggung pembuktian para jajaka-mojang yang sesungguhnya.

Tidak cukup sekadar elok paras, menurutnya, juga dituntut soal budi pekerti, kecintaan pada tanah air, dan kemampuan bagaimana cara mempromosikan daerah.

Dadan menginginkan Pangandaran tidak hanya dikenal karena pantainya saja, masih banyak potensi lain yang siap dijual ke wisatawan. 

"Mulai dari wisata sungai, gunung, kekayaan alam, hingga kuliner khas yang jadi identitas kuat daerah," tegasnya.

Ia juga berharap agar jajaka bisa  menjadi corong promosi, bukan hanya memperkenalkan tapi juga mampu menarik wisatawan datang ke sini.

"Dengan gaya komunikasi yang baik dalam penyampaian tentang Pangandaran mereka diharapkan bisa menjadi daya tarik pariwisata,"ucap Dadan.(hiek)




Dampak Terkendalanya Pengerjaan Proyek Relokasi Penghuni Eks Pasar Wisata , Bupati Pangandaran Minta Tanggungjawab Penerima Dana

PANGANDARANNEWS.COM – Saat melakukan peninjauan lapangan, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku kecewa melihat progres pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran yang belum mencapai target. (23/04/26).

Padahal, kata bupati, dana stimulan telah dicairkan sepenuhnya. Namun capaian pembangunan dinilai belum optimal, bahkan ditemukan disparitas signifikan antara pembangunan yang dikelola secara kelompok dan secara mandiri.

Bupati menegaskan, seharusnya akhir April ini sudah rampung. Namun hingga hari ini, masih ada unit yang progresnya baru sekitar 50 persen.

"padahal dana telah disalurkan dalam dua tahap dengn rincian masing-masing Rp20 juta langsung ke rekening penerima," kata bupati.(23/04/26)

Menurutnya, pembangunan yang dikoordinasikan melalui kelompok menunjukkan progres relatif baik dengan capaian rata-rata sekitar 90 persen. Namun sebaliknya kendala justru terjadi pada 32 unit rumah yang dibangun secara mandiri, dimana hanya lima unit yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menyebut, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Seharusnya anggaran yang bersumber dari negara bisa dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya. 

"Kami telah menugaskan asisten daerah untuk memanggil penerima manfaat dengan progres rendah,” tegas bupati.

Selain persoalan progres fisik, bupati mengakui ada kendala teknis berupa longsor di kawasan relokasi. 

"Namun kami tetap berkomitmen untuk melakukan penanganan darurat, termasuk rencana penerapan sistem terasering guna menjaga stabilitas lahan," imbuhnya.

Sementara saat mendampingi bupati, Anggota Komisi III DPRD Pangandaran, Adang Sudirman, mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam mengawal proyek tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung ke lapangan, dan ini bagian dari transparansi untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Adang juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang, seperti akses jalan, drainase, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Fasilitas dasar ini, menurut Adang, harus segera dipenuhi agar hunian layak ditempati. 

"DPRD akan terus melakukan pengawasan, termasuk mendorong koordinasi lintas sektor jika diperlukan pembebasan lahan tambahan,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Pangandaran berencana mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk melengkapi fasilitas tersebut dengan prioritas pada penanganan kawasan rawan bencana di lokasi relokasi.(hiek)


Ustadz Dani Ramdani Sebut Sinergi Ulama dan Umara dari Akar Rumput Kunci Ketahanan Umat

Ustadz Dani Ramdani, S.H
PANGANDARANNEWS.COM - Sinergitas antara ulama dan umara di tingkat paling bawah, dinilai harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Demikian disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ustadz Dani Ramdani, S.H., dalam acara Pelantikan MUI Desa Pananjung yang digelar di Aula Desa Pananjung.(22/04/26)

Ia menegaskan bahwa urusan keumatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi urusan bersama seluruh elemen terutama pemerintah desa, ulama, dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat diantara unsur-unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Urusan keumatan, kata dia, merupakan urusan bersama. Terutama pemerintah, dalam hal ini aparatur desa. Demikian juga ulama dan tokoh masyarakat, karena dua pilar inilah benteng umat terdepan. 

"Tanpa keterlibatannya, masyarakat akan mudah bergejolak dan berpotensi terjadi berbagai konflik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi sejak dari akar rumput, yaitu di tingkat desa. Kehadiran figur teladan dari kalangan ulama dan umara, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, keteladanan tersebut tidak hanya sebatas simbolis tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Dengan demikian, keberadaan ulama dan pemerintah benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan umat," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pananjung, Dedi menyatakan dukungannya terhadap peran MUI di wilayahnya. 

Menurutnya, kesiapan pemerintah desa untuk terus bersinergi dengan para ulama, salah satu satunya dalam memberikan manfaat untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga kondusivitas masyarakat di Desa Pananjung.(harisfirdaus)

Dalam Monitoring TKA, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasik Kaji Pembelajaran Digital Di SDN 3 Cikatomas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIK NEWS – Transformasi dunia pendidikan kini semangat nyata dalam kegiatan Monitoring TKA yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, terlihat penerapan metode belajar yang sangat modern dan interaktif di SDN 3 Cikatomas, Kecamatan Cikatomas.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026 di SDN 3 Cikatomas, Kecamatan Cikatomaa, proses belajar mengajar tidak lagi konvensional melainkan telah bertransformasi memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Terlihat, para siswa pun duduk dengan tertib di depan perangkat laptop masing-masing. Mereka tidak hanya membaca buku teks, melainkan langsung berinteraksi aktif dengan materi digital yang ditampilkan di layar.

Salah satu sorotan utama adalah penggunaan sistem Video Conference melalui layar besar yang dipasang di depan kelas, komunikasi menjadi tanpa batas. Guru dan siswa dapat berdialog langsung secara dua arah, juga dengan pengawas maupun narasumber dari lokasi berbeda secara real-time.

Suasana kelas pun tampak menjadi jauh lebih hidup, visual, dan tidak membosankan karena para siswa terlihat sangat antusias dan fokus menyimak materi.

Menurut Ketua PC PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. 

"Ternyata inovasi ini membuktikan bahwa pendidikan di daerah terus berbenah," ungkapnya.

Kegiatan ini juga, kata Nana, menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di daerah terus berbenah dan berinovasi. 

"Tujuannya jelas, yakni untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga melek teknologi sejak dini," imbuhnya.

Sementara Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, H. Dudi Rodinulhaq, menegaskan harapannya agar metode ini dapat meningkatkan prestasi siswa. Dan pemanfaatan teknologi seperti ini, tentu sangat ia dukung. 

Dalam kegiatan Tes Kemampuan Akhir (TKA) program kemendikbud ini, SDN 3 Cikatomas masuk ka gelombang 2 yang diikuti siswa kelas 6.

"Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi," tegasnya.

Dudi mengatakan, dengan dukungan penuh dan semangat inovasi seperti ini diharapkan kualitas pendidikan di wilayah Cikatomas dan Kabupaten Tasikmalaya umumnya dapat terus melaju ke arah yang lebih gemilang.(@nwarwaluyo)

Dengan Persiapan Yang Matang, 49 Siswa Asal Kadipaten Optimis Tembus Ke Tingkat Provinsi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat kompetisi dan keilmuan kembali terasa di lingkungan pendidikan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya pada saat dilaksanakan seleksi putra-putri terbaik, ada 8 mata lomba yang dipertandingkan dalam event tersebut.

Kegiatan ini berhasil menyaring talenta terbaik, dan ditetapkan sebanyak 49 siswa peserta didik berprestasi yang akan menjadi duta untuk mewakili Kecamatan Kadipaten pada ajang tingkat Kabupaten.

Seperti disampaikan Panitia Lomba Kecamatan Kadipaten, Hasan Nurzaman, S.Pd.I, berbagai bidang keahlian, baik di bidang keagamaan maupun akademik diperlombakan untuk menggali potensi siswa.

Seperti diketahui, ungkap Hasan, kedelapan mata tersebut antara lain 

 1. MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran)

2. Pildacil (Pemilihan Dai Cilik)

3. Praktek Shalat Berjamaah

4. Tahfidz (Hafalan Al-Qur'an)

5. Kaligrafi

6. Cerdas Cermat

7. Adzan

"Para juara dan peserta terbaik yang terpilih ini rencananya akan bertanding pada ajang puncak yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei mendatang," terang Hasan.(22/04/26)

Hasan mengatakan, panitia dan pembina memiliki harapan besar agar para duta dari Kecamatan Kadipaten ini dapat memberikan hasil yang maksimal. Mengingat sejarah gemilang pada tahun 2018 lalu, Kecamatan Kadipaten pernah berhasil meloloskan perwakilannya hingga ke tingkat Provinsi.

Hasan berharap, tahun ini Kadipaten bisa kembali mengulang kesuksesan tersebut karena dalam beberapa tahun terakhir ini belum ada yang berhasil mewakili hingga ke jenjang provinsi. 

"Semoga tahun ini menjadi kebangkitan kembali dan anak-anak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujarnya. 

Hasan menyebut, dengan bekal persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi seluruh elemen berharap agar perwakilan Kecamatan Kadipaten dapat membawa pulang prestasi membanggakan dan mengharumkan nama daerah di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.(@nwarwaluyo)

Berbeda Dengan KONI Yang Fokus Pada Prestasi, KORMI Hadir Jadi Wadah Pegiat Olah Raga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tasikmalaya, terus bergerak aktif menggerakkan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang lebih fokus pada pengembangan olahraga prestasi dengan atlet-atletnya, KORMI hadir sebagai wadah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berolahraga tanpa batasan usia.mulai dari anak-anak hingga lansia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KORMI Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2030, Asep Sukirman, saat wawancaranya dengan tim redaksi Pangandaran News.(21/04/26)

Menurut Asep, keberadaan KORMI ini merupakan amanat Undang-Undang Olahraga yang bergerak sejajar namun memiliki fungsi dan fokus yang berbeda.

"Jika KONI pengelolaannya lebih ke arah olahraga prestasi dengan sebutan atlet, kalau KORMI itu pengelolaannya lebih ke olahraga masyarakat secara umum atau yang biasa disebut dengan sebutan pegiat-pegiat olahraga," jelas Asep.

Asep memaparkan, nama KORMI ini mulai digunakan secara resmi sejak tahun 2020, sebelumnya bernama organisasi ini bernama FORMI atau Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.

Perubahan nama tersebut, menurutnya, menegaskan peran organisasi dalam mengoordinasikan dan membina para pegiat olahraga di masyarakat tanpa batasan usia. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, dan unsur rekreasinya dihilangkan sekarang fokusnya lebih luas lagi," tambahnya.o

Ia menambahkan, dalam struktur organisasi KORMI, para pegiat olahraga tergabung dalam wadah yang disebut Induk Organisasi Olahraga atau disingkat INORGA. 

"INORGA ini menjadi naungan bagi berbagai jenis kegiatan olahraga non-prestasi," terangnya.

Berbeda dengan KONI yang menaungi cabang olahraga melalui Pengurus Cabang (Pengcab), KORMI memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga secara rekreatif dan inklusif.

"Yang penting kegiatannya positif, tidak mengarah kepada pencapaian prestasi, mereka bisa membentuk komunitas, perkumpulan, atau perhimpunan. Mulai dari senam, fitness, hingga olahraga tradisional," ujarnya.

Hingga saat ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya telah menghimpun sekitar 16 INORGA yang bergerak di berbagai bidang olahraga, antara lain, Bidang Senam: IOSKY, ULG, ASIATI, KOPI.- Bidang Fitness & Bela Diri: Fitness, Lempar Pisau, Binaraga Tangan (ANCOL).- Bidang Tradisional & Lainnya: KORDINAT (Olahraga Tradisional), F3 (Bola Spanyol), TV (Pencak Silat Tradisi), VESPATI, VELG ASLI (Panahan), PELANGI (Layang-layang), ISPA, dan masih banyak lagi.

"Sebetulnya hobi masyarakat berolahraga itu banyak, seperti main sepeda trail, sepatu roda, dan lainnya, itu semua bisa terwadahi di sini. Hanya saja sosialisasi kami terus ditingkatkan agar masyarakat lebih paham," ujar Asep.

Program Safari Olahraga dan Festival Besar Pada periode kepemimpinannya tahun 2025-2030 ini, Asep menargetkan pemahaman masyarakat tentang KORMI semakin meluas hingga ke tingkat kecamatan. Salah satu program unggulannya, Roadshow dan Safari Olahraga Masyarakat ke berbagai daerah.

"KORMI ini sudah berskala nasional, hadir di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Di wilayah sekitar seperti Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut juga sudah terbentuk," katanya.

Sebagai bagian dari program unggulan tahun ini, KORMI Kabupaten Tasikmalaya juga akan menggelar Festival Olahraga Masyarakat (FORMASKAB) yang rencananya akan dibuka pada tanggal 26 April 2026.

Sementara itu, kepemimpinan KORMI secara umum berada di bawah Ketua Umum Cecep Nuryakin yang terus mendorong dalam penguatan peran olahraga masyarakat di berbagai daerah.

Asep juga berharap, ke depan KORMI dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Kami ingin masyarakat terbiasa berolahraga secara rutin, sehingga dapat meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya," tegasnya.(@nwarwaluyo)


 


 


 


Untuk Memperkuat Peran Ulama di Tingkat Akar Rumput, Pelantikan MUI Desa Digelar Serentak

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat, sebanyak tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran menggelar pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tingkat desa.(21/04/26)

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam selama sepekan ini dimulai dari Desa Pananjung pada Selasa, 21 April 2026.

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Desa Pangandaran tersebut, menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Sementara untuk hari-hari berikutnya, pelantikan dilanjutkan di desa berikutnya secara bergiliran hingga mencakup hampir seluruh wilayah di Kecamatan Pangandaran. 

Berbeda dengan periode sebelumnya, pelantikan MUI tingkat desa kali ini tidak lagi dilakukan secara kolektif di tingkat kecamatan namun  pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Kiyai Subariyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai elemen di desa.

 Menurutnya, pelibatan langsung para alim ulama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan desa ini tentu akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

"Kebutuhan spiritual umat di tingkat desa memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang lebih intensif," ungkapnya.

Dengan adanya kepengurusan MUI yang dilantik langsung di desa, ia berharap berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, imbuh Subariyo, pelantikan MUI desa ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat kolaborasi antara ulama dan pemerintah desa.

 "Dengan sinergi yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berakhlak mulia di wilayah Kecamatan Pangandaran," katanya. (harfir)

Disdikpora Pangandaran Wacanakan Siswa SD dan SMP Salat Berjamaah di Masjid Sekolah

Soleh Supriadi 
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran aknan mencanangkan program salat berjamaah di Masjid Sekolah untuk tingkat SD dan SMP, namun untuk melaksanakan itu semua Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran akan meminta dulu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, MPd, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(20/04/26)

Pihaknya ingin membiasakan pelaksanaan salat berjamaah di masjid yang berada di lingkungan sekolah, namun untuk melaksanakan salat jumat ada syarat-syarat tertentu yang menjadi keabsahanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan salat jumat juga harus dimasjid yang diberi Surat Keputusan (SK) dari Kemenag. 

"Inilah yang harus menjadi bahasan bersama-sama, dan dalam hal ini tentunya kemenag serta MUI yang memiliki kompetensi," ujarnya.

Kata Soleh, sebelumnya ada masukan dari para Ketua DKM yang menyelenaggrakan salat jumat, untuk membina anak-anak sekolah ternyata banyak yang suka bercanda saat pelaksanaan salat tersebut.

Menurutnya, kenapa kita tidak buat programnya sekalian dan segera dibuat Surat Edaran (SE) terkait program salat jumat berjamaah ini dalam pengawasan dan bimbingan langsung guru di sekolah.

Ia juga berharap program ini dapat memberi output yang positif sesuai dengan program Pangandaran melesat, ingin memiliki generasi yang unggul dan berahlaq.

"Namun saat ini kami akan menanti dulu keputusan dan fatwa dari MUI mengenai hal ini yang nantinya akan dituangkan dalam surat edaran," jelasnya. (hiek)


Nikmati Segelas Kopi Sambil Melihat Kereta Lewat, Jadi Sensasi Unik Di Sekitar Jembatan Cirahong

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Keindahan alam dan suasana santai kembali tergambar jelas di kawasan Cirahoong, wilayah perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Tempat ini kini menjadi destinasi favorit baru bagi warga yang ingin melepas penat, dengan sensasi unik menikmati momen saat kereta api melintas di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Seperti yang dilakukan oleh Rudi, ia mengaku kerap berkunjung ke lokasi ini. Merekam video saat kereta api lewat, sambil sesekali menyeruput segelas kopi hitam yang menemani waktu bersantainya. 

Menurutnya, ini aktivitas yang paling  sukai di sini. Sambil menunggu kereta lewat dan minum kopi hitam, rasanya sangat nikmat dan menenangkan. 

"Suara gemuruh kereta yang datang dan pergi, dipadu dengan suara alam di sekitar, membuat suasana semakin terasa nyaman,” ujar Rudi.(18/04/26)

Di sisi lain terlihat pula beberapa pengunjung lain yang berkumpul, menikmati kebersamaan dan suasana sejuk yang ditawarkan lokasi ini.

Lokasi yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang rindang dan suara kicauan burung serta udara segar, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Gemerisik daun yang tertiup angin, dan sesekali suara deru kereta yang melintas menciptakan harmoni alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama warga untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun sekadar menyendiri menenangkan pikiran. Bagi warga sekitar, tempat ini telah menjadi ikon baru tempat bersantai. 

Rudi mengaku, sering datang ke sini sepulang kerja atau di hari libur. Selain suasananya yang nyaman, pemandangan kereta yang melintas di tengah alam menjadi daya tarik tersendiri. 

"Minum kopi sambil menunggu kereta lewat sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi kami,” imbuhnya.

Keunikan lokasi ini terletak pada perpaduan antara kemajuan transportasi modern yang diwakili oleh kereta api, serta keasrian alam yang masih terjaga dengan baik. Jalur rel yang membelah kawasan hijau di perbatasan dua kabupaten ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi objek wisata alami yang menarik.

Dengan penambahan fasilitas pendukung yang sederhana namun fungsional, seperti tempat duduk yang lebih nyaman dan tempat berjualan makanan serta minuman tentu tempat ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(@nwarwaluyo)

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN