Truk Besar Keluar dari Kawasan Pabrik Melintas Masuk Jalan HZ Mustofa, Macet Pun Terjadi Setiap Malam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas Jalan HZ Mustofa di Kota Tasikmalaya, tepatnya di area keluar kawasan pabrik. Padahal jalan ini sudah ditetapkan sebagai jalur yang melarang kendaraan berat melintas, namun truk-truk besar masih bebas keluar masuk dan memicu kepadatan lalu lintas yang menyiksa pengguna jalan.

Dari pantauan di lapangan pada hari Minggu malam 7 Juni 2026, suasana jalan tampak sesak tak beraturan. Ratusan sepeda motor dan mobil penumpang berdesakan, bergerak sangat lambat bahkan sering berhenti total. 

Dari sisi kiri, terlihat jelas truk besar yang baru saja keluar dari pintu pabrik dan berusaha masuk ke arus utama, sehingga mempersempit lebar jalan dan membuat manuver pengendara lain menjadi sangat sulit dan berisiko kecelakaan.

Menurut salah seorang pemotor, Asep (41), hal ini sudah jadi pemandangan sehari-hari. Setiap sore sampai malam, kalau ada truk keluar dari jalan sini langsung macetnya sampai jauh. Padahal ada aturan, kendaraan truk tidak boleh lewat sini dan ada jalur alternatif khusus kendaraan berat.

"Kenapa masih dipaksakan terus? nah kalau sudah begini kan warga yang dirugikan waktu dan keselamatan terancam," ujar Asep. (07/06/2026)

Seperti diketahui, kawasan jalan HZ Mustofa sebenarnya merupakan jalur vital penghubung antar wilayah yang setiap hari padat dilalui pekerja, pelajar, dan kendaraan umum. 

Dimensi jalan yang tidak lebar memang tidak didesain untuk dilalui truk besar, sehingga kehadiran kendaraan berat ini selain memperlambat arus juga meninggalkan dampak jangka panjang yaitu permukaan jalan jadi cepat rusak dan lubang.

Hal tersebut tentu sangat disayangkan masyarakat, pasalnya hal ini terkesan minimnya pengawasan dari petugas.

Warga pun berharap, pihak Dinas Perhubungan dan Kepolisian segera menertibkan pelanggaran ini dengan menutup akses truk ke jalan tersebut serta mengarahkan ke jalur yang layak.(@nwarwaluyo)

 


Melalui Evaluasi Jejaring Prioritas Regional Jawa Barat 2026, RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Layanan Kesehatan

Dr.dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M
PANGANDARANNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran saat ini terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Jejaring Prioritas Regional Jawa Barat Tahun 2026.

Upaya penguatan layanan kesehatan rujukan, khususnya pada layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring layanan kesehatan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama, rumah sakit rujukan, dan rumah sakit jejaring lainnya di Jawa Barat. 

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr.dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M, melalui penguatan sistem rujukan berbasis kompetensi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Menurut Titi, dalam penguatan layanan kesehatan harus dimulai dari jejaring yang kuat dan kolaboratif.

Dalam meningkatan mutu layanan kesehatan ini, terang Titi, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar fasilitas kesehatan dalam jejaring rujukan melalui monitoring dan evaluasi jejaring prioritas regional

"kami dapat mengidentifikasi berbagai peluang peningkatan layanan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan kasus-kasus prioritas KJSU-KIA,” kata Titi.(06/06/2026)

Ia juga mengatakan, pihaknya selalu terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan. Diantaranya melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana medis serta optimalisasi tata kelola layanan sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Selain itu, imbuhnya, selaku penanggung jawab layanan prioritas di RSUD Pandega Pangandaran, ia menegaskan bahwa penguatan jejaring akan berdampak langsung terhadap akses pelayanan masyarakat.

Dan melalui sistem rujukan yang berbasis kompetensi, menurutnya, pasien dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya dengan waktu yang lebih efisien. 

"Hal ini sangat penting, terutama pada kasus-kasus kanker, penyakit jantung, stroke, uronefrologi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, hasil monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan kesehatan yang semakin optimal sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai bagian dari sistem kesehatan regional Jawa Barat .

"Dengan penguatan jejaring dan peningkatan kapasitas layanan secara berkelanjutan ini kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Pangandaran dan wilayah sekitarnya," tegasnya.(hiek)

Melalui unggahan akun Instagram resminya @rsud_pangandara, RSUD Pandega Pangandaran Ungkap 5 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Kesehatan Mata

PANGANDARANNEWS.COM – Di era digital saat ini, penggunaan gawai dan aktivitas membaca menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Walau pun tanpa disadari, sejumlah kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mata.

Melalui unggahan akun Instagram resminya @rsud_pangandaran (06/06/2026), RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar menghindari sejumlah kebiasaan yang dapat menyebabkan mata cepat lelah dan berpotensi mengganggu kesehatan penglihatan.

Masih dalam unggahan tersebut, RSUD Pandega Pangandaran membagikan lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar kesehatan mata tetap terjaga.

1. Main HP atau Membaca Sambil Rebahan

Kebiasaan menggunakan ponsel atau membaca buku sambil berbaring, ternyata dapat membuat mata bekerja lebih keras karena posisi pandang yang tidak ideal. 

Selain menyebabkan mata cepat lelah, kebiasaan ini juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat membaca dalam waktu lama.

2. Membaca di ruangan helap atau minim cahaya

pencahayaan yang kurang memadai membuat mata harus beradaptasi lebih keras untuk fokus melihat objek.

Kondisi ini ternyata dapat memicu ketegangan mata, rasa pegal, hingga sakit kepala setelah membaca atau menatap layar dalam waktu tertentu.

3. Membaca Terlalu Dekat

Membaca dengan jarak yang terlalu dekat, baik saat melihat buku maupun layar gawai, dapat meningkatkan beban kerja mata.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga jarak pandang yang nyaman agar mata tidak cepat lelah.

4. Terlalu Lama Menatap Layar HP atau Laptop

Paparan layar digital dalam durasi yang panjang dapat menyebabkan mata kering, penglihatan kabur, hingga kelelahan mata digital (digital eye strain). 

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna gawai disarankan beristirahat secara berkala dan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh.

5. Doom Scrolling Lebih dari Tiga Jam per Hari

Kebiasaan doom scrolling atau menggulir media sosial tanpa henti selama berjam-jam tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat menyebabkan mata menjadi cepat lelah akibat terlalu lama terpapar layar digital.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan mata dengan menerapkan pola penggunaan gawai yang bijak dan menjaga kebiasaan membaca yang sehat.

"Yuk sayangi mata kita dari sekarang, karena mata sehat bikin aktivitas lebih nyaman," tulis RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahannya.

Edukasi kesehatan melalui media sosial ini, menjadi salah satu upaya RSUD Pandega Pangandaran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan termasuk kesehatan mata ditengah meningkatnya penggunaan perangkat digital. ***

HNSI, Hajat Laut Akan Digelar 16 Juni.. Tokoh Budaya, Tahun Ini Tidak Ada Hajat Laut.. Berikut Tanggapan Pemda Pangandaran

poto ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Seperti diberitakan di sejumlah media online, penyelenggaran hajat laut atau acara syukuran nelayan akan dilaksanakan tanggal 16 Juni mendatang.

Sementara di media online lainnya, para tokoh atau pelaku budaya menegaskan bahwa tahun ini tidak akan ada gelaran hajat laut. Pasalnya, menurut mereka, karena bulan Muharam tahun ini tidak ada hari Jumat Kliwon.

"Sudah menjadi pakem leluhur kami, penyelenggaran hajat laut harus pada hari Jum'at Kliwon di bulan Muharam," jelas mereka.

Saat diminta tanggapannya terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Sugeng Yudistira, mengatakan, Pemda Pangandaran melalui Disparbud pada dasarnya menghargai serta mengapresiasi kepada keduanya.

Sugeng mengatakan, baik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang akan melaksanakan hajat laut atau pun para tokoh dan pelaku budaya yang tidak akan melaksanakan hajat laut karena alasan yang mereka pahami, semuanya merupakan masyarakat Pangandaran.

Seperti diketahui, kata Sugeng, dalam hal ini Pemda bukan sebagai penyelenggara atau pihak yang memberikan ijin. Artinya baik kepada yang akan melaksanakan atau pun tidak, pemerintah tetap mengapresiasi sikap yang mereka ambil.

"Kami harus mengayomi semuanya, karena mereka kan sama-sama warga Pangandaran," ucapnya. (08/06/2026)

Sementara Sekretaris Disparbud Pangandaran, Megi Parlumi, menambahkan, pihaknya hanya melihat dari sisi kepentingan pariwisata saja.

Menurutnya, kalau diilustrasikan seperti pemerintah pusat saat menentukan hari raya idul Fitri. Satu pihak menetapkan pada hari ini, sementara asa pihak lain menentukan hari yang berbeda.

"Yang penting umat merasa nyaman dan aman saat merayakan idul Fitri, walau pun tidak pada hari yang sama," ungkap Megi.

Dan kalau ada bidang yang mengurusi kebudayaan, terang Megi, itu dari sisi menejarial atau menginventarisir khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran saja.

"Intinya memang pemerintah harus hadir di saat masyarakat memerlukan," imbuhnya.(hiek)

Pemdes Cikupa Salurkan Bantuan Pangan, 1.325 KPM Terima Beras dan Minyak Goreng

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bertempat di aula desa, Pemerintah Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan bantuan pangan merupakan alokasi rapelan untuk bulan Februari dan Maret 2026 berupa beras dan minyak goreng kepada 1.325 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (06/06/2026)

Penyaluran yang dihadiri langsung Kepala Desa Yudha Heryadhi, Sekretaris Desa Saepurohman, perangkat desa, BPD, LKD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping PKH, tenaga TKS, staf Kesra, Kaur Keuangan, Kaur Pemerintahan, Kaur Perencanaan, serta para Kepala Dusun dari 6 wilayah di desa tersebut, setiap KPM menerima 2 karung beras @10 kg (total 20 kg) dan 4 kemasan minyak goreng @1 liter (total 4 liter). 

Di sela kegiatan, Kepala Desa Yudha Heryadhi menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari pemerintah pusat yang disalurkan sesuai daftar dari Kantor Pos dan semua penerima tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

"Datanya sudah diverifikasi agar tepat sasaran, sehingga tidak ada yang terlewat atau tidak berhak," jelas Yudha.

Ia berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat dan meringankan beban warga, dan  penyalurannya ini dilaksanakan dengan jelas dan terarah.

Masih di tempat yang sama, salah satu warga penerima mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa, pusat, kabupaten, serta semua pihak yang terlibat.

Alhamdulillah bantuan ini sangat berarti dan membantu kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga berharap, semoga bantuan serupa terus berlanjut dan datanya tetap akurat agar bantuan hanya diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. (@nwarwaluyo)


Guyub Ngawangun Galuh, SD Negeri 4 Banjarangsana & PGRI Panumbangan Ikut Meriahkan HUT ke-384 Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air kembali terpancar kuat dari dunia pendidikan, saat keluarga besar SD Negeri 4 Banjarangsana bersama Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis.turut serta memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis yang jatuh pada 12 Juni 2026.

Bertema “Guyub Ngawangun Galuh” menjadi pesan utama yang mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai warga sekolah, pendidik, hingga warga luas untuk tetap bersatu, rukun, dan bergotong royong membangun daerah berlandaskan nilai budaya luhur Galuh.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SD Negeri 4 Banjarangsana, Arif Hidayat, S.Pd, M.Pd, sekaligus Ketua PC PGRI Kecamatan Panumbangan.

Menurutnya, keikutsertaan ini bukan sekadar seremonial namun dalam momen bersejarah ini merupakan saat yang tepat untuk menanamkan rasa bangga pada jati diri dan tanggung jawab generasi muda terhadap daerah asalnya.

“Anak-anak harus tahu sejarah dan jati diri mereka karena kemajuan Ciamis ada di tangan kita semua, dimulai dari persatuan dan kerja sama yang guyub rukun,” ujar Arif.(05/06/2026)

Arif berharap Ciamis semakin maju dan masyarakatnya pun makin sejahtera, khusus pendidikan bisa terus berkembang.

“Semoga hubungan makin kuat, terbuka berbagi pemikiran dan solusi agar kita bersama-sama memajukan Ciamis jadi lebih baik.” imbuhnya.

Keterlibatan dan dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, kata Arif, bahwa posisi pendidikan merupakan pilar utama dalam menjaga identitas dan kemajuan daerah yang kaya kearifan lokal ini

Dan tema "Guyub Ngawangun Galuh”, menurutnya bisa dimaknai sebagai ajakan nyata untuk saling melayani, berbakti, dan berprestasi demi kemajuan bersama.

Arif menegaskan, peringatan tahun ini menjadi momentum istimewa di bawah kepemimpinan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya. Dan harapan besar pun diletakkan agar semangat persatuan terus tumbuh di semua lapisan: pemerintahan, pendidikan, hingga masyarakat umum.

Arif menyebut, SD Negeri 4 Banjarangsana dan PGRI Panumbangan membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat mencetak prestasi akademik tapi juga wadah pembentukan karakter dan penanaman cinta tanah air. 

"Dan lewat langkah sederhana namun bermakna ini, pesan kebersamaan terus disebar selaras dengan semangat luhur membangun Galuh yang makin berdaya dan bermartabat," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

1.009 KPM Desa Sarimanggu Terima Bantuan Pangan, Kades Tegaskan "Jangan Sampai Ada Potongan"

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pemerintah Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya siang tadi menyalurkan bantuan pangan kepada warga yang berhak menerima, bertempat di Aula Desa Sarimanggu. Kamis (04/06/2026)  

Sebanyak 1.009 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), mendapatkan bantuan ini untuk meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari.

Penyaluran bantuan ini disaksikan langsung sejumlah pejabat serta unsur masyarakat, antara lain Sekretaris Kecamatan Karangnunggal Adeng S.IP, Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana, Babinsa Kopda Dodi, Bhabinkamtibmas Aiptu Ade Nurhusna S, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan, perwakilan BPD, TKSK, Satpol PP, Pendamping PKH, staf desa, serta pengurus lembaga kemasyarakatan setempat.

Bantuan yang disalurkan ini merupakan alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026 dan untuk setiap KPM menerima bantuan berupa, beras: 2 karung @10 kg (total 20 kg) dan minyak goreng Minyakita: 2 kemasan @2 liter (total 4 liter).

Proses penyaluran pun berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak, seperti para kepala wilayah seperti H. Abun (Santrijaya), Dede Ateng (Pojok), Husaeni Asyari (Cimanggu), dan Dodi Nuryadin (Wargaasih) turut aktif membantu kelancaran kegiatan. 

Seperti diketahui, syarat pengambilan bantuan ini setiap penerima wajib menunjukkan KTP asli, Kartu Keluarga, beserta fotokopinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Disela-sela kesibukannya, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, mengaku bersyukurnya karena kegiatan berjalan lancar dari awal hingga selesai. 

Atas nama Pemerintah Desa Sarimanggu, Indra pun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh penerima dan pihak yang telah bekerja sama agar penyaluran berjalan sesuai aturan. 

"Saya berharap, semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menegaskan kepada seluruh unsur pemerintahan di wilayah Desa Sarimanggu, agar jangan sampai terjadi pemotongan apapun kepada penerima manfaat. Jika ada pergantian nama penerima karena alasan tertentu seperti meninggal dunia, pastikan penggantinya tepat sasaran dan diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

Ia juga mengingatkan warga agar waspada apabila ada pihak yang meminta bagian dari bantuan ini dengan mengatasnamakan pemerintah desa atau dalih apapun, jangan didengarkan dan segera laporkan ke aparat berwenang.

"Mari kita semua saling mengawasi program pembagian bantuan ini," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa atas perhatian dan bantuan yang diberikan. (@nwarwaluyo)

Perbup Masih Hidup, sudah 4 Tahun Program Pahe Mati Suri. Kemana APBD Pendidikan Pangandaran?

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Program Pangandaran Hebat (Pahe) merupakan program unggulan Pemkab Pangandaran di bidang pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah gratis di semua jenjang pendidikan dasar, dan fokusnya bantu biaya pendidikan sehingga tidak ada anak putus sekolah karena ekonomi.

Mekanismenya program Pahe ini diatur, untuk SD & SMP Negeri Pahe diberikan dalam bentuk kegiatan (bukan uang). Alasannya, karena ada aturan bahwa sekolah negeri tidak boleh terima bantuan dari Pemda.

Sementara untuk SMA/SMK Negeri, karena SMA-SMK yang kewenangannya ada di provinsi maka Pemkab Pangandaran  menghibahkan dulu ke Pemprov Jabar dulu melalui Dinas Pendidikan Prov Jabar lalu diteruskan ke sekolah. 

Namun sayang, program strategis ini di tahun 2020 anggarannya anjlok drastis. Hibah untuk sekolah swasta dan Kemenag menjadi Rp0. Dan dari data lapangan yang diperoleh Pangandaran News, sejak 2021 hingga tahun 2026 program ini vakum total.

Padahal regulasi Program Pahe sampai saat ini masih ada di Peraturan Bupati (Perbup) Pangandaran Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pangandaran Hebat, yang ditetapkan tgl 15 Januari 2020.

Lalu diubah dengan Perbup  Nomor 103 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2020, artinya aturan Pahe di-update tahun 2021 kemungkinan untuk menyesuaikan kondisi pandemi & anggaran.

Namun, program PAHE yang masih tercatat dalam regulasi ini ternyata tidak mendapatkan alokasi pada anggaran dalam APBD.

Saat dimintai komentarnya melalui saluran WhatsApp, Dosen Ilmu Pemerintahan  FISIP Unigal Ciamis, Asep  Nurdin Rosihan Anwar S. IP., M. Si, menyampaikan, ini bukan sekadar soal anggaran. Namun ini sudah menyangkut kredibilitas pemerintah. 

Kalau sebuah program masih mengikat secara peraturan bupati, kata Asep, maka pemda punya kewajiban untuk melaksanakannya kalau tidak mampu maka harus mencabut aturannya. 

"Jadi membiarkan program PAHE tetap ada di APBD karena regulasiny masih ada, nantinya akan menciptakan kekacauan administratif dan menurunkan kepercayaan publik," jelas Asep. (0/06/2026)

Dan jika terus dibiarkan, menurut akademisi asal Pangandaran ini, nantinya akan muncul persoalan persoalan inkonsistensi perencanaan dan penganggaran. Perencanaan anggaran yang dituangkan dalam Perbup/Perda PAHE yang tidak selaras dengan dokumen APBD, kondisi ini tentu menunjukkan lemahnya sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif dalam siklus perencanaan.

Tak hanya itu, menurut Asep, dengan status regulasi yang masih berlaku dinas terkait pun akan tetap dibebani kewajiban administrasi dan pelaporan terkait program ini. Padahal tidak ada sumber pendanaannya, hal ini akan membuang energi aparatur untuk mengurus program tanpa dampak nyata.

Selanjutnya, masih kata Asep, program PAHE sebelumnya dikomunikasikan sebagai program unggulan. Dan ketidakterwujudan di APBD saat ini berisiko menimbulkan gap ekspektasi masyarakat dan melemahkan legitimasi pemerintah daerah.

"Sebaik-baiknya Pemkab Pangandaran bersama DPRD untuk segera membuka secara transparan alasan kenapa tidak dialokasikannya anggaran PAHE dalam APBD," ungkapnya.

Pemkab Pangandaran juga harus melakukan revisi atau penundaan terhadap regulasi PAHE, jika memang tidak akan dilaksanakan.

"Lalu Pemda juga menjamin bahwa setiap program yang diatur dalam Perbup atau Perda harus memiliki kepastian pendanaan dalam APBD," tandasnya. (hiek)





KPC PGRI 4 Kecamatan Di Tasikmalaya Gelar Kegiatan Strategis Usung Orientasi Tata Kerja dan Tata Kelola Organisasi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) dari empat kecamatan wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya,  Cikatomas, Salopa, Pancatengah, dan Cikalong, sukses menggelar kegiatan strategis bertajuk Orientasi Tata Kerja dan Tata Kelola Organisasi. (30/05/2026).

Dalam acara yang berlangsung di ruang pertemuan Gedung Olah Raga (GOR) Kecamatan Cikatomas, menjadi tonggak penting pemantapan fondasi organisasi pendidikan di wilayah selatan Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri lengkap oleh seluruh jajaran pengurus dari keempat kecamatan yang tampil kompak mengenakan seragam khas organisasi, serta turut dihadiri unsur pimpinan dari Pengurus Daerah (PD) PGRI Kabupaten Tasikmalaya yang memberikan nilai tambah sekaligus arahan teknis dan kebijakan.

Dengan mengusung tema “PGRI yang kuat dan bermanfaat lahir dari pengurus yang paham aturan dan nilai-nilai organisasi”, kegiatan ini mendalami berbagai materi krusial. Mulai dari mekanisme kerja, pembagian tugas dan wewenang, hingga penerapan prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan maksimal bagi seluruh anggota.

Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd., dalam sambutan pembuka menyampaikan, oorientasi ini bukan sekadar agenda rutin tapi pondasi mutlak agar setiap pengurus memahami tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya dengan benar.

Organisasi yang kokoh, menurut Nana, akan lahir dari tata kelola rapi dan kerja sama yang erat. 

"Kami ingin PGRI di Cikatomas, Salopa, Pancatengah, maupun Cikalong benar-benar menjadi rumah bagi para guru, wadah menampung aspirasi, serta motor penggerak kemajuan pendidikan daerah," ungkap Nana.

Tak hanya itu, imbuh Nana, pihaknya juga membutuhkan dukungan langsung pimpinan kabupaten yang akan membuat langkah PGRI di daerah semakin selaras dengan visi besar organisasi nasional.

Sementara itu, Sekretaris PGRI Kabupaten, Ade Dasmana, M.Si, menambahkan, pihaknya sangat memuji inisiatif gabungan keempat kecamatan yang bergerak serentak untuk menyamakan pemahaman dan standar kerja. 

Ia menekankan bahwa seorang pengurus wajib menguasai aturan organisasi, hak, dan kewajiban, agar PGRI hadir nyata menjawab kebutuhan pendidik, mulai dari pembinaan profesi, perlindungan hukum, hingga perjuangan peningkatan kesejahteraan.

“Semua harus paham cara mengelola organisasi agar bermanfaat, dan PGRI harus menjadi garda terdepan yang menjaga harkat, martabat, dan hak-hak guru di segala lini,” tegas Ade.

Sementara Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Iskandar, M.Pd., menyampaikan bahwa kekompakan dan sinergi lintas wilayah adalah kunci utama kekuatan organisasi. Ia berharap hasil orientasi ini tidak berhenti sebatas teori, melainkan diterapkan secara nyata dalam setiap program kerja di masing-masing cabang.

Sinergi antar kecamatan ini, ungkapnya, akan semakin memperkuat advokasi dan kualitas layanan. 

"Jadilah pengurus yang berdaya, bergerak nyata, dan membawa manfaat luas bagi ribuan guru yang kita wakili,” ujar Jajang.

Dan fokus utama kegiatan ini, jelas Jajang, untuk memastikan setiap kebijakan, program dan langkah kerja berjalan terstruktur, terukur dan tepat sasaran. Segala bentuk layanan organisasi dirancang agar dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh anggota, baik dalam pengembangan karir maupun perlindungan profesi.

Usai kegiatan, seluruh pengurus pun sepakat dan bertekad untuk menjadikan PC PGRI di wilayah selatan Tasikmalaya sebagai organisasi yang responsif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Langkah ini sejalan dengan visi besar PGRI secara nasional, mewujudkan profesi guru yang terhormat, bermartabat, dan menjadi pilar utama kemajuan bangsa.

Di sisi lain, ternyata masyarakat pendidikan setempat pun menyambut antusias langkah pembenahan ini. Dan harapan besar ini pun digantungkan pada tata kelola yang semakin matang dan rapi, sehingga akan lahir program-program unggulan yang mampu mendongkrak kualitas pendidikan mulai dari jenjang dasar hingga menengah khususnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.(@nwarwaluyo)

Diduga Korban Tenggelam, Jasad Seorang Perempuan Ditemukan di Pantai Muara Tagog Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Jajaran Polres Pangandaran melakukan evakuasi seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Muara Tagog, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Bojong Kares RT 001 RW 015 Desa Babakan dekat area Politeknik Kelautan dan Perikanan. Jumat (29/05/2026) sore.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H. membenarkan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak pulang setelah memancing.

Menurut keterangan saksi, kata Anang, sekira pukul 16.00 WIB saksi melintas di lokasi dan melihat korban sudah berada di pinggir pantai dalam kondisi meninggal dunia. 

"Selanjutnya saksi pun melapor kepada warga lain dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar Anang.

Masih kata Anang, sebelumnya saksi sempat melintas di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB namun saat itu belum melihat adanya korban di sekitar area pantai.

Usai mendapat laporan, personel Polsek Pangandaran bersama Sat Polairud, Sat Reskrim, Inafis, serta personel gabungan lainnya pun langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi serta meminta keterangan saksi-saksi san mengevakuasi korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anang menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi korban diketahui merupakan perempuan berinisial RH berusia 43 tahun warga Kecamatan Pangandaran. 

"Dan menurut keterangan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun dugaan penganiayaan dan dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam," terangnya.

Selain itu, imbuh Anang, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak beberapa waktu terakhir. Selanjutnya, keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Saat ini, penanganan kasus telah dilakukan oleh pihak kepolisian dan peristiwa tersebut diduga murni merupakan kecelakaan tenggelam," pungkasnya.***

Polres Pangandaran Dampingi Tim Medis RSJ Cisarua Saat Menjemput Warga yang Alami Skizofrenia

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang warga di Dusun Karanganyar RT 004 RW 002 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran yang mengalami gangguan mental atau skizofrenia akhirnya dijemput tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat, dengan didampingi Polsek Sidamulih bersama unsur Muspika dan tenaga kesehatan. (29/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman bersama personel Polsek Sidamulih dan instansi terkait, memastikan agar proses penanganan berjalan aman, lancar dan humanis.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Sidamulih Dudung Sopandi S.IP, Kepala Desa Kalijati Dodi Sriwanto, Babinsa Desa Kalijati Serka Surandi, tenaga kesehatan Puskesmas Sidamulih, Dinas Sosial, pihak keluarga dan unsur terkait lainnya.

Seperti diketahui beberapa pria bernama Sugeng ini waktu lalu sebelumnya, sempat beredar video di media sosial yang membuat resah masyarakat Jawa Barat dan diduga berisi penghinaan terhadap Gubernur Jawa Barat. Dan menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat memilih untuk memaafkan dan menunjukkan kepedulian dengan membantu proses pengobatan Sugeng yang diketahui mengalami gangguan mental atau skizofrenia.

Kapolres Pangandaran AKBP ikrar potawari yang di wakili oleh Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman mengatakan, pihaknya hadir untuk melakukan pendampingan sekaligus membantu mediasi pihak keluarga agar proses penjemputan berjalan baik.

“Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan penanganan medis dan pendampingan khusus,” terang Nurjaman.

Nurjaman menjelaskan, Sugeng ini telah mengalami gangguan mental atau skizofrenia selama kurang lebih lima tahun. Dan pihak keluarga juga sebelumnya pernah berupaya melakukan pengobatan pada tahun 2025, di RS Siaga Medika Banyumas Jawa Tengah.

"Penjemputan yang dilakukan tim RSJ Cisarua Provinsi Jawa Barat setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga," jelasnya.***




Ketua DPRD Pangandaran Tegaskan, Keamanan Sektor Wisata Harus Jadi Prioritas

PANGANDARANNEWS.COM - Aspek keamanan dan kenyamanan yang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran, pembukaan kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada potensi kunjungan wisatawan tapi juga wajib dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sistem kelembagaan keamanan yang memadai.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, saat diminta tanggapannya terkait  mitigasi kepariwisataan.

Menurutnya, kewaspadaan ekstra perlu diterapkan terutama pada destinasi wisata alam yang memiliki potensi perubahan kondisi secara tiba-tiba dan dapat memicu bencana.

"Dalam hal ini pelaku industri pariwisata tidak hanya sekadar menjual keindahan alam, tapi harus menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan secara mutlak," ungkap Asep kepada sejumlah wartawan. (29/5/2026) pagi.

Asep juga menyoroti pentingnya keberadaan pos informasi dan pusat pemantauan kondisi alam, khususnya di kawasan wisata berbasis aliran sungai. Salah satu contoh, penerapan mitigasi yang dinilai sudah berjalan baik di kawasan Ciwayang yang berada di sekitar Grand Canyon Pangandaran. 

Di lokasi itu, kata Asep, sudah tersedia pusat informasi kondisi alam untuk mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas saat situasi berbahaya.

"Saya mengingatkan ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu sungai yang kerap tidak disadari wisatawan," katanya.

Ia menambahkan, curah hujan tinggi di wilayah seperti Tasikmalaya, Ciamis, maupun Banjar dapat memicu banjir mendadak di kawasan wisata sungai di Pangandaran meski kondisi cuaca di lokasi wisata terlihat cerah.

Selain di wisata sungai, ia juga meminta pengawasan ketat juga diterapkan di kawasan wisata pantai melalui penyediaan lifeguard atau penjaga pantai termasuk penegakan aturan keselamatan yang jelas bagi pengunjung.

"Pengelola wisata yang menawarkan aktivitas berisiko tinggi harus terbuka dalam menyampaikan potensi bahaya kepada wisatawan," tegasnya.

Asep menyebut, untuk para pengelola usaha wisata pun wajib menyiapkan perlengkapan keselamatan serta petugas pengamanan yang memadai. Karena langkah preventif itu, penting untuk mencegah terjadinya kelalaian pengelola wisata yang dapat berujung pada tuntutan hukum maupun kerugian bagi wisatawan.

"Sebenarnya, antisipasi terkait keamanan wisata ini sebelumnya sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dalam rapat koordinasi pengamanan saat libur Lebaran lalu," kata Asep. (hiek)








 


Menengok Pasar Induk Terbesar Se-Priangan Timur, Apa Kabar Cikurubuk Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pasar Cikurubuk dikenal sebagai pasar induk sekaligus pusat perdagangan di Kota Tasikmalaya yang menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat sepanjang wilayah Priangan Timur. 

Jangkauannya sangat luas, meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, hingga ke seluruh kawasan Pantai Pangandaran. Bahkan di momen istimewa Hari Raya Idul Adha 2026 ini, pasar ini tetap menjadi tujuan utama ribuan warga yang berbondong-bondong mencari bahan pokok dan kebutuhan harian. 

Namun di balik peran vitalnya sebagai urat nadi ekonomi simbol wajah kebanggaan masyarakat ini kini memprihatinkan, kondisinya yang kumuh, terbengkalai ditambah gelapnya kawasan Jalan menuju pasar Cikurubuk karena Lampu Penerangan Jalan umum (PJU) nyaris semuanya mati total.

Menurut Sugih, salah satu pengunjung yang hampir setiap hari datang berbelanja. Di setiap sudut kawasan pasar, kesan pertama yang muncul adalah ketidakteraturan dan kerusakan fisik yang parah. Bangunan tampak tua dan usang, cat dinding mengelupas, permukaan kusam, serta banyak bagian struktur rusak yang dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan. 

"Keberadaan bangunan tambahan liar juga membuat menyempitkan lorong dan mengganggu alur lalu lintas pengunjung," kata Sugih. (27/05/2026)

Masalah kebersihan pun, kata Sugih, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tumpukan sampah berserakan di sudut-sudut gelap, sementara saluran pembuangan air yang tersumbat dan tidak terawat menimbulkan bau tak sedap yang menyengat. 

Tak hanya itu, imbuh Sugih, kondisi semakin mengkhawatirkan dan mengancam keamanan saat senja beranjak malam. Jalan utama menuju Cikurubuk dan lingkungan pasar seketika berubah menjadi kawasan gelap pekat, lampu PJU yang seharusnya berfungsi menerangi jalan serta memberi rasa aman dan kenyamanan lsama sekali tidak berfungsi. 

Kawasan padat ini hanya diterangi cahaya remang-remang dari lampu toko atau kendaraan yang lewat. Kegelapan parah ini ternyata bukan sekadar membuat tidak nyaman, tapi juga menjadi pemicu masalah sosial. Di pinggir-pinggir jalan yang gelap dan minim pengawasan, terlihat jelas banyak perempuan pekerja malam yang beroperasi, memanfaatkan kondisi tersebut.

“Rasanya sedih sekali melihatnya, padahal pasar ini adalah nyawa ekonomi kita semua,” ungkap Sugih.

Sugih pun berharap Pemkot Tasikmalaya, melalui Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta instansi terkait segera turun tangan dan bertindak nyata untuk pembenahan menyeluruh. Mulai dari penataan ulang bangunan dan lapak, pengelolaan sampah dan kebersihan yang jauh lebih ketat, perbaikan total jaringan dan lampu PJU agar jalan kembali terang benderang hingga penertiban masalah sosial yang meresahkan di malam hari.

"Pasar Cikurubuk sejatinya layak mendapatkan perhatian istimewa, bukan hanya karena statusnya sebagai pasar induk terbesar tapi karena pasar ini adalah wajah sekaligus urat nadi ekonomi masyarakat Tasikmalaya," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Food Court Ciamis, Kini Bertransformasi Jadi Ruang Publik dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Suasana tertib, bersih dan nyaman, tampak terlihat jelas di kawasan Food Court Ciamis saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 

Meski bertepatan dengan libur panjang dan perayaan besar, pengelolaan serta penataan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sini tetap terjaga sangat rapi, terorganisir dan menjadi contoh nyata tata kelola ruang publik yang sangat layak diapresiasi.

Menurut salah seorang pedagang kios kopi, Yuli, ia mengaku senang dengan keberadaan fasilitas ini. 

“Alhamdulillah dengan adanya Food Court ini, pelanggan datang dari mana saja, bahkan dari luar kota," ungkapnya. (27/05/2026)

Yuli menuturkan, kalau di jam-jam pagi menjelang siang pengunjung tidak terlalu ramai. Karena biasanya keramaian baru terasa sekitar jam 5 sore atau habis salat Maghrib nanti.

Kenyamanan tempat ini pun dirasakan langsung oleh salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Reni. Ia mengaku sengaja datang ke sini bersama teman-temannya sekadar untuk bersantai, ngopi, dan mengobrol. 

Food Court di sini, kata Reni,  kondisinya sangat bersih, rapi, dan enak dipandang sehingga bisa duduk betah berlama-lama duduk di sini.

"Pokoknya cocok sekali buat nongkrong sambil menikmati jajanan disini," kata Rani.

Penataan pedagang di Food Court Ciamis ini memang sangat rapi, setiap lapak pedagang berjejer rapi sesuai nomor yang telah ditentukan. Tidak ada satu pun barang dagangan yang berantakan atau menempati jalur pejalan kaki, kebersihan lingkungan pun sangat terjaga dengan lantai bersih dari sampah karena tempat sampah tersedia di titik strategis.

Begitu juga dengan tempat duduk yang ditata apik demi kenyamanan pengunjung, dan para pedagang pun terlihat sangat disiplin menempati tempatnya masing-masing sehingga menciptakan suasana tertib dan indah dipandang mata.

Masih terlihat warga berdatangan, baik sekadar duduk bersantai, berbincang, maupun menikmati hidangan yang tersedia. Suasana tetap hidup namun tenang, sangat cocok dengan nuansa hari raya yang penuh kedamaian dan kebersamaan.

Keberhasilan menjaga kerapian dan ketertiban ini tentu bukan kebetulan semata, hal ini merupakan hasil kerja sama yang sangat baik antara pihak pengelola, pemerintah daerah, serta kesadaran tinggi para pedagang untuk saling menjaga kenyamanan bersama. 

Kini Food Court Ciamis pun telah bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perekonomian warga, tetapi juga tempat berkumpul yang nyaman, bersih, dan berwibawa. (@nwarwaluyo)

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN