PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan tulang sejak dini, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kondisi ini, menyebabkan kepadatan dan kekuatan tulang mengalami penurunan sehingga lebih rentan mengalami patah tulang.
Melalui unggahan edukasi kesehatan di akun Instagram resminya @rsud_pangandaran beberapa hari lalu (03/11/2026), RSUD Pandega menjelaskan bahwa osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala hingga penderitanya mengalami patah tulang.
Risiko osteoporosis dapat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan setelah mengalami menopause.
Pihak RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang, karena Osteoporosis kerap datang tanpa gejala. Resiko osteoporosis dapat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan setelah mengalami menopause.
Masih dalam alam edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga menelaskan dampaknya bagi Kesehatan dan
masyarakat diminta mengenali sejumlah tanda yang dapat berkaitan dengan osteoporosis.
Diantaranya, patah tulang akibat cedera ringan, tubuh semakin pendek atau membungkuk, nyeri tulang yang merata, hingga ditemukannya gambaran radiologi yang khas saat pemeriksaan medis.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian, karena penurunan kepadatan tulang dapat berlangsung tanpa disadari. Akibatnya, sebagian orang baru mengetahui mengalami osteoporosis setelah terjadi patah tulang.
Untuk menjaga kesehatan tulang, RSUD Pandega Pangandaran membagikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada tiga langkah mencegah Osteoporosis, pertama, mencukupi kebutuhan kalsium melalui konsumsi makanan bergizi, seperti susu, ikan, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Kalsium merupakan salah satu mineral penting untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.
Kedua, memenuhi kebutuhan vitamin D. Nutrisi ini berperan membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui makanan serta paparan sinar matahari secara aman.
Ketiga, membiasakan diri aktif bergerak dan berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berlari, maupun latihan angkat beban sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan otot.
RSUD Pandega Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan yang berpotensi berkaitan dengan osteoporosis, dan apabila mengalami tanda atau gejala yang mencurigakan dianjurkan melakukan pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut dengan berkonsultasi kepada dokter.
Melalui edukasi ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang semakin meningkat.
Pencegahan sejak dini menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko osteoporosis dan menjaga kualitas hidup, terutama saat memasuki usia lanjut. ***















