KPC PGRI 4 Kecamatan Di Tasikmalaya Gelar Kegiatan Strategis Usung Orientasi Tata Kerja dan Tata Kelola Organisasi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) dari empat kecamatan wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya,  Cikatomas, Salopa, Pancatengah, dan Cikalong, sukses menggelar kegiatan strategis bertajuk Orientasi Tata Kerja dan Tata Kelola Organisasi. (30/05/2026).

Dalam acara yang berlangsung di ruang pertemuan Gedung Olah Raga (GOR) Kecamatan Cikatomas, menjadi tonggak penting pemantapan fondasi organisasi pendidikan di wilayah selatan Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri lengkap oleh seluruh jajaran pengurus dari keempat kecamatan yang tampil kompak mengenakan seragam khas organisasi, serta turut dihadiri unsur pimpinan dari Pengurus Daerah (PD) PGRI Kabupaten Tasikmalaya yang memberikan nilai tambah sekaligus arahan teknis dan kebijakan.

Dengan mengusung tema “PGRI yang kuat dan bermanfaat lahir dari pengurus yang paham aturan dan nilai-nilai organisasi”, kegiatan ini mendalami berbagai materi krusial. Mulai dari mekanisme kerja, pembagian tugas dan wewenang, hingga penerapan prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan maksimal bagi seluruh anggota.

Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd., dalam sambutan pembuka menyampaikan, oorientasi ini bukan sekadar agenda rutin tapi pondasi mutlak agar setiap pengurus memahami tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya dengan benar.

Organisasi yang kokoh, menurut Nana, akan lahir dari tata kelola rapi dan kerja sama yang erat. 

"Kami ingin PGRI di Cikatomas, Salopa, Pancatengah, maupun Cikalong benar-benar menjadi rumah bagi para guru, wadah menampung aspirasi, serta motor penggerak kemajuan pendidikan daerah," ungkap Nana.

Tak hanya itu, imbuh Nana, pihaknya juga membutuhkan dukungan langsung pimpinan kabupaten yang akan membuat langkah PGRI di daerah semakin selaras dengan visi besar organisasi nasional.

Sementara itu, Sekretaris PGRI Kabupaten, Ade Dasmana, M.Si, menambahkan, pihaknya sangat memuji inisiatif gabungan keempat kecamatan yang bergerak serentak untuk menyamakan pemahaman dan standar kerja. 

Ia menekankan bahwa seorang pengurus wajib menguasai aturan organisasi, hak, dan kewajiban, agar PGRI hadir nyata menjawab kebutuhan pendidik, mulai dari pembinaan profesi, perlindungan hukum, hingga perjuangan peningkatan kesejahteraan.

“Semua harus paham cara mengelola organisasi agar bermanfaat, dan PGRI harus menjadi garda terdepan yang menjaga harkat, martabat, dan hak-hak guru di segala lini,” tegas Ade.

Sementara Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Iskandar, M.Pd., menyampaikan bahwa kekompakan dan sinergi lintas wilayah adalah kunci utama kekuatan organisasi. Ia berharap hasil orientasi ini tidak berhenti sebatas teori, melainkan diterapkan secara nyata dalam setiap program kerja di masing-masing cabang.

Sinergi antar kecamatan ini, ungkapnya, akan semakin memperkuat advokasi dan kualitas layanan. 

"Jadilah pengurus yang berdaya, bergerak nyata, dan membawa manfaat luas bagi ribuan guru yang kita wakili,” ujar Jajang.

Dan fokus utama kegiatan ini, jelas Jajang, untuk memastikan setiap kebijakan, program dan langkah kerja berjalan terstruktur, terukur dan tepat sasaran. Segala bentuk layanan organisasi dirancang agar dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh anggota, baik dalam pengembangan karir maupun perlindungan profesi.

Usai kegiatan, seluruh pengurus pun sepakat dan bertekad untuk menjadikan PC PGRI di wilayah selatan Tasikmalaya sebagai organisasi yang responsif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Langkah ini sejalan dengan visi besar PGRI secara nasional, mewujudkan profesi guru yang terhormat, bermartabat, dan menjadi pilar utama kemajuan bangsa.

Di sisi lain, ternyata masyarakat pendidikan setempat pun menyambut antusias langkah pembenahan ini. Dan harapan besar ini pun digantungkan pada tata kelola yang semakin matang dan rapi, sehingga akan lahir program-program unggulan yang mampu mendongkrak kualitas pendidikan mulai dari jenjang dasar hingga menengah khususnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya.(@nwarwaluyo)

Diduga Korban Tenggelam, Jasad Seorang Perempuan Ditemukan di Pantai Muara Tagog Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Jajaran Polres Pangandaran melakukan evakuasi seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Muara Tagog, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Bojong Kares RT 001 RW 015 Desa Babakan dekat area Politeknik Kelautan dan Perikanan. Jumat (29/05/2026) sore.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H. membenarkan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak pulang setelah memancing.

Menurut keterangan saksi, kata Anang, sekira pukul 16.00 WIB saksi melintas di lokasi dan melihat korban sudah berada di pinggir pantai dalam kondisi meninggal dunia. 

"Selanjutnya saksi pun melapor kepada warga lain dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar Anang.

Masih kata Anang, sebelumnya saksi sempat melintas di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB namun saat itu belum melihat adanya korban di sekitar area pantai.

Usai mendapat laporan, personel Polsek Pangandaran bersama Sat Polairud, Sat Reskrim, Inafis, serta personel gabungan lainnya pun langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi serta meminta keterangan saksi-saksi san mengevakuasi korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anang menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi korban diketahui merupakan perempuan berinisial RH berusia 43 tahun warga Kecamatan Pangandaran. 

"Dan menurut keterangan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun dugaan penganiayaan dan dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam," terangnya.

Selain itu, imbuh Anang, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak beberapa waktu terakhir. Selanjutnya, keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Saat ini, penanganan kasus telah dilakukan oleh pihak kepolisian dan peristiwa tersebut diduga murni merupakan kecelakaan tenggelam," pungkasnya.***

Polres Pangandaran Dampingi Tim Medis RSJ Cisarua Saat Menjemput Warga yang Alami Skizofrenia

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang warga di Dusun Karanganyar RT 004 RW 002 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran yang mengalami gangguan mental atau skizofrenia akhirnya dijemput tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat, dengan didampingi Polsek Sidamulih bersama unsur Muspika dan tenaga kesehatan. (29/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman bersama personel Polsek Sidamulih dan instansi terkait, memastikan agar proses penanganan berjalan aman, lancar dan humanis.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Sidamulih Dudung Sopandi S.IP, Kepala Desa Kalijati Dodi Sriwanto, Babinsa Desa Kalijati Serka Surandi, tenaga kesehatan Puskesmas Sidamulih, Dinas Sosial, pihak keluarga dan unsur terkait lainnya.

Seperti diketahui beberapa pria bernama Sugeng ini waktu lalu sebelumnya, sempat beredar video di media sosial yang membuat resah masyarakat Jawa Barat dan diduga berisi penghinaan terhadap Gubernur Jawa Barat. Dan menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat memilih untuk memaafkan dan menunjukkan kepedulian dengan membantu proses pengobatan Sugeng yang diketahui mengalami gangguan mental atau skizofrenia.

Kapolres Pangandaran AKBP ikrar potawari yang di wakili oleh Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman mengatakan, pihaknya hadir untuk melakukan pendampingan sekaligus membantu mediasi pihak keluarga agar proses penjemputan berjalan baik.

“Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan penanganan medis dan pendampingan khusus,” terang Nurjaman.

Nurjaman menjelaskan, Sugeng ini telah mengalami gangguan mental atau skizofrenia selama kurang lebih lima tahun. Dan pihak keluarga juga sebelumnya pernah berupaya melakukan pengobatan pada tahun 2025, di RS Siaga Medika Banyumas Jawa Tengah.

"Penjemputan yang dilakukan tim RSJ Cisarua Provinsi Jawa Barat setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga," jelasnya.***




Ketua DPRD Pangandaran Tegaskan, Keamanan Sektor Wisata Harus Jadi Prioritas

PANGANDARANNEWS.COM - Aspek keamanan dan kenyamanan yang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran, pembukaan kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada potensi kunjungan wisatawan tapi juga wajib dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sistem kelembagaan keamanan yang memadai.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, saat diminta tanggapannya terkait  mitigasi kepariwisataan.

Menurutnya, kewaspadaan ekstra perlu diterapkan terutama pada destinasi wisata alam yang memiliki potensi perubahan kondisi secara tiba-tiba dan dapat memicu bencana.

"Dalam hal ini pelaku industri pariwisata tidak hanya sekadar menjual keindahan alam, tapi harus menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan secara mutlak," ungkap Asep kepada sejumlah wartawan. (29/5/2026) pagi.

Asep juga menyoroti pentingnya keberadaan pos informasi dan pusat pemantauan kondisi alam, khususnya di kawasan wisata berbasis aliran sungai. Salah satu contoh, penerapan mitigasi yang dinilai sudah berjalan baik di kawasan Ciwayang yang berada di sekitar Grand Canyon Pangandaran. 

Di lokasi itu, kata Asep, sudah tersedia pusat informasi kondisi alam untuk mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas saat situasi berbahaya.

"Saya mengingatkan ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu sungai yang kerap tidak disadari wisatawan," katanya.

Ia menambahkan, curah hujan tinggi di wilayah seperti Tasikmalaya, Ciamis, maupun Banjar dapat memicu banjir mendadak di kawasan wisata sungai di Pangandaran meski kondisi cuaca di lokasi wisata terlihat cerah.

Selain di wisata sungai, ia juga meminta pengawasan ketat juga diterapkan di kawasan wisata pantai melalui penyediaan lifeguard atau penjaga pantai termasuk penegakan aturan keselamatan yang jelas bagi pengunjung.

"Pengelola wisata yang menawarkan aktivitas berisiko tinggi harus terbuka dalam menyampaikan potensi bahaya kepada wisatawan," tegasnya.

Asep menyebut, untuk para pengelola usaha wisata pun wajib menyiapkan perlengkapan keselamatan serta petugas pengamanan yang memadai. Karena langkah preventif itu, penting untuk mencegah terjadinya kelalaian pengelola wisata yang dapat berujung pada tuntutan hukum maupun kerugian bagi wisatawan.

"Sebenarnya, antisipasi terkait keamanan wisata ini sebelumnya sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dalam rapat koordinasi pengamanan saat libur Lebaran lalu," kata Asep. (hiek)








 


Menengok Pasar Induk Terbesar Se-Priangan Timur, Apa Kabar Cikurubuk Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pasar Cikurubuk dikenal sebagai pasar induk sekaligus pusat perdagangan di Kota Tasikmalaya yang menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat sepanjang wilayah Priangan Timur. 

Jangkauannya sangat luas, meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, hingga ke seluruh kawasan Pantai Pangandaran. Bahkan di momen istimewa Hari Raya Idul Adha 2026 ini, pasar ini tetap menjadi tujuan utama ribuan warga yang berbondong-bondong mencari bahan pokok dan kebutuhan harian. 

Namun di balik peran vitalnya sebagai urat nadi ekonomi simbol wajah kebanggaan masyarakat ini kini memprihatinkan, kondisinya yang kumuh, terbengkalai ditambah gelapnya kawasan Jalan menuju pasar Cikurubuk karena Lampu Penerangan Jalan umum (PJU) nyaris semuanya mati total.

Menurut Sugih, salah satu pengunjung yang hampir setiap hari datang berbelanja. Di setiap sudut kawasan pasar, kesan pertama yang muncul adalah ketidakteraturan dan kerusakan fisik yang parah. Bangunan tampak tua dan usang, cat dinding mengelupas, permukaan kusam, serta banyak bagian struktur rusak yang dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan. 

"Keberadaan bangunan tambahan liar juga membuat menyempitkan lorong dan mengganggu alur lalu lintas pengunjung," kata Sugih. (27/05/2026)

Masalah kebersihan pun, kata Sugih, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tumpukan sampah berserakan di sudut-sudut gelap, sementara saluran pembuangan air yang tersumbat dan tidak terawat menimbulkan bau tak sedap yang menyengat. 

Tak hanya itu, imbuh Sugih, kondisi semakin mengkhawatirkan dan mengancam keamanan saat senja beranjak malam. Jalan utama menuju Cikurubuk dan lingkungan pasar seketika berubah menjadi kawasan gelap pekat, lampu PJU yang seharusnya berfungsi menerangi jalan serta memberi rasa aman dan kenyamanan lsama sekali tidak berfungsi. 

Kawasan padat ini hanya diterangi cahaya remang-remang dari lampu toko atau kendaraan yang lewat. Kegelapan parah ini ternyata bukan sekadar membuat tidak nyaman, tapi juga menjadi pemicu masalah sosial. Di pinggir-pinggir jalan yang gelap dan minim pengawasan, terlihat jelas banyak perempuan pekerja malam yang beroperasi, memanfaatkan kondisi tersebut.

“Rasanya sedih sekali melihatnya, padahal pasar ini adalah nyawa ekonomi kita semua,” ungkap Sugih.

Sugih pun berharap Pemkot Tasikmalaya, melalui Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta instansi terkait segera turun tangan dan bertindak nyata untuk pembenahan menyeluruh. Mulai dari penataan ulang bangunan dan lapak, pengelolaan sampah dan kebersihan yang jauh lebih ketat, perbaikan total jaringan dan lampu PJU agar jalan kembali terang benderang hingga penertiban masalah sosial yang meresahkan di malam hari.

"Pasar Cikurubuk sejatinya layak mendapatkan perhatian istimewa, bukan hanya karena statusnya sebagai pasar induk terbesar tapi karena pasar ini adalah wajah sekaligus urat nadi ekonomi masyarakat Tasikmalaya," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Food Court Ciamis, Kini Bertransformasi Jadi Ruang Publik dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Suasana tertib, bersih dan nyaman, tampak terlihat jelas di kawasan Food Court Ciamis saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 

Meski bertepatan dengan libur panjang dan perayaan besar, pengelolaan serta penataan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sini tetap terjaga sangat rapi, terorganisir dan menjadi contoh nyata tata kelola ruang publik yang sangat layak diapresiasi.

Menurut salah seorang pedagang kios kopi, Yuli, ia mengaku senang dengan keberadaan fasilitas ini. 

“Alhamdulillah dengan adanya Food Court ini, pelanggan datang dari mana saja, bahkan dari luar kota," ungkapnya. (27/05/2026)

Yuli menuturkan, kalau di jam-jam pagi menjelang siang pengunjung tidak terlalu ramai. Karena biasanya keramaian baru terasa sekitar jam 5 sore atau habis salat Maghrib nanti.

Kenyamanan tempat ini pun dirasakan langsung oleh salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Reni. Ia mengaku sengaja datang ke sini bersama teman-temannya sekadar untuk bersantai, ngopi, dan mengobrol. 

Food Court di sini, kata Reni,  kondisinya sangat bersih, rapi, dan enak dipandang sehingga bisa duduk betah berlama-lama duduk di sini.

"Pokoknya cocok sekali buat nongkrong sambil menikmati jajanan disini," kata Rani.

Penataan pedagang di Food Court Ciamis ini memang sangat rapi, setiap lapak pedagang berjejer rapi sesuai nomor yang telah ditentukan. Tidak ada satu pun barang dagangan yang berantakan atau menempati jalur pejalan kaki, kebersihan lingkungan pun sangat terjaga dengan lantai bersih dari sampah karena tempat sampah tersedia di titik strategis.

Begitu juga dengan tempat duduk yang ditata apik demi kenyamanan pengunjung, dan para pedagang pun terlihat sangat disiplin menempati tempatnya masing-masing sehingga menciptakan suasana tertib dan indah dipandang mata.

Masih terlihat warga berdatangan, baik sekadar duduk bersantai, berbincang, maupun menikmati hidangan yang tersedia. Suasana tetap hidup namun tenang, sangat cocok dengan nuansa hari raya yang penuh kedamaian dan kebersamaan.

Keberhasilan menjaga kerapian dan ketertiban ini tentu bukan kebetulan semata, hal ini merupakan hasil kerja sama yang sangat baik antara pihak pengelola, pemerintah daerah, serta kesadaran tinggi para pedagang untuk saling menjaga kenyamanan bersama. 

Kini Food Court Ciamis pun telah bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perekonomian warga, tetapi juga tempat berkumpul yang nyaman, bersih, dan berwibawa. (@nwarwaluyo)

 


Bertepatan Malam Idul Adha, Gubernur Jabar Resmikan Jembatan Jaya Perkasa di Pangandaraan

PANGANDARANNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, tadi malam (26/05/2025) meresmikan Jembatan Sodongkopo yang kini berganti nama menjadi Jembatan Jaya Perkasa Pangandaran.

Momentum peresmian itu berlangsung bertepatan dengan malam takbir Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dengan sejumlah warga yang tampak memadati area jembatan untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Peresmian jembatan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti di atas jembatan yang telah dipasang lampu penerangan berwarna-warni, dalam suasana malam yang semarak dengan cahaya lampu menghiasi kawasan jembatan.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi berharap agar jembatan tersebut menjadi akses strategis sekaligus destinasi baru di wilayah wisata Pangandaran.

"Malam ini malam Iduladha, san saat ini saya berada disini untuk meresmikan Jembatan Sodongkopo," ujar Dedi dikutip dari sebuah media on line. (27/5/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan bahwa dirinya menamakannya Jembatan Sodongkopo ini menjadi Jembatan Jaya Perkasa. 

Ia menambahkan, di seputaran jembatan pun saat ini sudah dilengkapi lampu penerangan yang memberikan efek cahaya yang menyenangkan bagi mereka yang melewati jembatan ini.

Dedi menuturkan bahwa Jembatan Sodongkopo menjadi jembatan pertama yang dibangun pada 2025, dan pembangunan jembatan ini sebelumnya sempat terhenti sejak 2023 pada masa pemerintahan Gubernur Jawa Barat terdahulu.

Walaupun sudah dioperasikan dan diresmikan, kata Dedi, Pemprov Jawa Barat masih menyiapkan pengembangan lanjutan untuk jembatan tersebut yang mencakup bentang jembatan yang lebih luas serta sistem pencahayaan yang lebih maksimal.

"Jadi ke depannya akan dibangun kembali dengan bentang yang lebih luas dan pencahayaan yang lebih bagus," imbuhnya.

Ia juga berharap keberadaan jembatan itu dapat memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran, terutama kawasan wisata bahari di pesisir selatan Jawa Barat.

"Semoga jembatan ini bisa memberikan manfaat bagi warga Jawa Barat, khususnya para wisatawan bahari dan warga Pangandaran," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang kopi di sekitar kawasan jembatan, Ade Gabel (48), mengaku kondisi Sodongkopo berubah setelah adanya jembatan tersebut. 

Menurutnya, kawasan itu sebelumnya cenderung lengang dan hanya ramai oleh aktivitas nelayan di pelabuhan.

"Dulu sebelum ada jembatan, di sini sepi karena yang ada hanya nelayan yang akan melaut," katanya. (hiek)










 


Usai 30 Menit Bertemu Jokowi Wabup Pangandaran Gabung PSI

PANGANDARANNEWS.COM — Dalam pertemuan selama 30 menit dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono, akhirnya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang kini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. 

Demikian kabar ini disampaikan Ketua DPD PSI Pangandaran, Yayan Sugiyantoro. (26/5/2026). 

Kata Yayan, saat Ino yang didampingi Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin bertemu langsung dengan Jokowi, sejak saat itu pula Ino Darsono bergabung ke PSI.

Yayan juga mengungkapkan, komunikasi untuk mengajak Ino masuk PSI sebenarnya sudah berlangsung cukup intens dalam beberapa pekan terakhir. 

Yayan mengaku, hubungan pribadi dirinya dengan Ino bahkan sudah lama terjalin sejak 2015.  “Kemudian kami intens komunikasi sejak dua minggu yang lalu saya mengajak Pak Ino untuk bergabung," ungkap Yayan.

Yayan merasa bersyukur karena setelah Pak Wabup bertemu dan berdialog langsung dengan Jokowi selama 30 menit di kediamannya di Solo, Ino Darsono pun mantap masuk PSI

Sementara melalui akun TikTok @Solokini, Ino mengaku dirinya sangat mengidolakan Jokowi. 

Dalam video tersebut tampak Ino mengenakan pakaian putih dengan ikat kepala hitam kombinasi biru, dan ia datang ke Solo bersama Abang Ijo Hapidin dan Yayan Sugiyantoro. 

Di depan awak media, Ino menceritakan perjalanan politiknya sebelum memutuskan kembali bergabung dengan partai politik. 

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2011 lalu dirinya masuk ke Partai Amanat Nasional (PAN), namun di tahun 2018 ia mengundurkan diri.

"Dan saat ini saya kembali berminat kembali masuk Parpol, dan parpol pilihan itu adalah PSI," terang Ino.

Ino mengaku, sosok Jokowi merupakan sosok yang selama ini ia kagumi karena orang yang paling hebat.

"Dan mudah-mudahan saya ketularan ilmu beliau," katanya sambil tersenyum. 

Dengan bergabungnya Ino Darsono ke PSI, dinilai tentu akan menjadi tambahan kekuatan politik bagi PSI di Pangandaran. Karena selain masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pangandaran, Ino juga memiliki basis politik yang cukup kuat di wilayah selatan Jawa Barat.

Dan masuknya Ino ini, juga menambah daftar kepala daerah dan tokoh politik yang mulai merapat ke PSI. (hiek)




 


Tanpa Hasil Tangkapan Melaut, Sudah Lima Bulan Nelayan Batukaras Minim Penghasilan

PANGANDARANNEWS.COM - Para nelayan di kawasan Pantai Batukaras, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dalam beberapa bulan terakhir merasa kesulitan dalam menangkap ikan di laut.

Laut yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan, kini perlahan tak lagi memberikan hasil tangkapan seperti biasanya.

Sudah sekitar empat sampai lima bulan terakhir, hasil tangkapan ikan di perairan Batukaras disebut terus mengalami penurunan. Tentu kondisi ini membuat para nelayan tradisional harus menanggung kerugian karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang dibawa pulang.

Seperti disampaikan Ketua Rukun Nelayan Batukaras, Ujang Warman, kondisi saat ini memang sedang sulit bagi para pencari ikan di laut. Tak jarang, beberapa nelayan memilih pulang tanpa membawa hasil setelah menghabiskan waktu sehari semalam di tengah laut.

Saat ini, terang Ujang, sedang tidak ada ikan. Ia juga merasakan sendiri, sehari semalam melaut tidak ada hasil ikan untuk bisa dibawa pulang.

"Namun kami para harus tetap menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum berangkat melaut, padahal pengeluaran untuk bahan bakar minyak, bekal makanan, hingga kebutuhan lainnya tetap harus dipenuhi," ujar Ujang.(25/05/2026)

Hal senada dikatakan nelayan lainnya, Ade Kardi (37), kalaupun memperoleh ikan jumlahnya sangat sedikit dan jauh dari harapan para nelayan. 

Dalam satu kali melaut, hasil yang didapat terkadang hanya berkisar satu sampai dua kilogram.

"Ya paling satu sampai dua kilogram memang dapat, tapi itu sangat tidak sesuai dengan harapan," ucap Ujang.

Keadaan tersebut mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga nelayan. Penghasilan harian yang biasanya diperoleh dari hasil tangkapan laut kini hampir tidak lagi bisa diandalkan.

Ade menyebut kondisi di perairan Batukaras berbeda dengan nelayan yang ada di Pantai Pangandaran, di wilayah tersebut masih memiliki peluang memperoleh hasil lain berupa udang kecil (rebon) karena di pantai Pangandaran masih dilegalkan untuk nelayan jaring arad. 

*Jadi walaupun tidak ada ikan, nelayan masih bisa dapat udang kecil," kata Ade.

Namun meski demikian, Ade yakin secara umum hasil tangkapan nelayan di Batukaras memang tengah berada dalam kondisi sangat sepi dan sudah berlangsung cukup lama.

"Hingga saat ini sudah mau menginjak lima bulan," ungkap Ade. (hiek)








 


Sedekah Oksigen dan Revitalisasi Lahan, SMAN 1 Karangnunggal Ubah Lahan Kosong Menjadi Hutan Buah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan edukasi nyata bagi para siswa, SMAN 1 Karangnunggal Tasikmalaya melakukan langkah positif dan berkelanjutan penghijauan dengan pemanfaatan lahan kosong di sekitar lingkungan sekolah.

Dengan tema “Sedekah Oksigen dan Revitalisasi Lahan Menjadi Hutan Buah”, kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, dan mendapat sambutan antusias dari berbagai pihak.

Dalam kegiatan ini sebanyak 40 bibit pohon buah yang terdiri dari durian, kelapa, dan alpukat ditanam secara simbolis. 

Penanaman ini pun dilakukan langsung Kepala Sekolah SMAN 1 Karangnunggal, Dr. Hj. Lely Qodar, M.Pd, bersama Camat Karangnunggal, Suherman, S.STP., M.Si., Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat, serta Wadanramil 1215 Lettu Cba Asep Tisnawan serta para Kepala Desa, perwakilan alumni, anggota Komite Sekolah, para guru, dan seluruh siswa.

Kepada awak media, Kepala Sekolah SMAN 1 Karangnunggal, Dr. Hj. Lely Qodar, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon tapi menjadi sarana pendidikan karakter. 

Tujuan utama kegiatan ini, ujar Lely, menanamkan rasa cinta lingkungan kepada para siswa. 

"Kami ingin mereka belajar memanfaatkan alam dengan bijak demi keberlangsungan masa depan serta memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini,” ungkap Lely.

Sementara Camat Karangnunggal, Suherman, S.STP., M.Si, menyebut pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif tersebut. 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh baik yang patut ditiru oleh institusi lain karena kegiatan positif ini dapat terlaksana dengan baik. 

Hari ini, ucap Suherman, dilaksanakan penanaman 30 pohon durian, 4 kelapa, dan 4 alpukat. 

"Kita sadar bahwa lingkungan kita kini mulai kekurangan pasokan oksigen, sehingga langkah ini merupakan kontribusi nyata untuk menjaganya,” ungkap Suherman.

Dan ia juga berharap, beberapa tahun ke depan tanaman tersebut dapat berbuah dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah dan bisa dinikmati bersama-sama.

"Saya menghimbau agar seluruh warga sekolah merawat dan menjaga tanaman ini dengan baik,” tambahnya.

Seperti diketahui, program ini terlaksana berkat kerja sama erat antara pihak sekolah, alumni SMAN 1 Karangnunggal, CV. KMS, serta partisipasi aktif para siswa. 

Terobosan menjadikan lahan kosong sebagai hutan buah ini dinilai sangat bermanfaat, baik untuk pasokan oksigen lingkungan maupun sebagai sarana edukasi mencintai alam dan menciptakan ruang terbuka hijau bagi generasi mendatang.

Usai kegiatan penanaman pohon, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). (@nwarwaluyo)


Hayu Ramekan Barudak ! Pemdes Bareng Viking Cimanuk Gelar Nobar Persijap vs PERSIB Sore Ini

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Komunitas Viking Persib Club cabang Cimanuk didukung Pemerintah Desa Cimanuk akan menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan seru antara Persijap Jepara melawan PERSIB Bandung dalam ajang BRI Super League Sabtu sore ini  (23/05/2026), bertempat Aula Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. 

Acara yang rencananya akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini dibuka untuk umum, sehingga diharapkan nobar ini bisa meriah dan penuh semangat.

Ajakan hangat “Hayu Ramekeun Barudak!!!” yang diserukan langsung oleh Kepala Desa Cimanuk, Anhar, terbukti ampuh menyatukan semangat masyarakat. 

Anhar juga mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar sarana hiburan semata melainkan menjadi wadah silaturahmi yang erat dalam wujud cinta mendalam pada tim kebanggaan Jawa Barat.

"Saya berharap momen bareng ini sekaligus bisa menjadi ajang saling sapa dan ngobrol bareng antara warga satu dengan lainnya," ujar Anhar. (23/05/2026).

Malah, kata Anhar, kehangatan akan semakin terasa dengan ditemani secangkir kopi hangat dan gorengan pisang yang disediakan secara gotong royong oleh warga maupun panitia. 

Anhar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan luar biasa kepada komunitas Viking, khusunya yang ada di Desa Cimanuk dengan gagasan nobar ini.

Dan ia juga berpesan serta mengajak para Bobotoh Cimanuk untuk terus semangat dukung PERSIB dalam koridor tetap aman, tertib, dan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat pecinta sepak bola lainnya.

Menurut Anhar, kegiatan seperti ini memiliki makna jauh lebih dalam dari sekadar menonton pertandingan sepak bola. Ini adalah sarana efektif mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas di tengah masyarakat.

Menang atau kalah tetap saudara dan Bobotoh sejati bukan hanya yang berteriak keras di lapangan tapi yang bisa menjaga ketertiban, keamanan, dan nama baik tim serta daerahnya. 

Kemenangan di atas lapangan memang indah, tapi, menurut Anhar, kemenangan menjaga ketertiban di luar lapangan jauh lebih berharga dan membanggakan. 

"Hayu ramekeun barudak, kita nonton bareng Persib nu urang," serunya. (@nwarwaluyo)

 


Soroti Rencana RSUD, SR, dan Perguruan Tinggi di Karangnunggal, Amkar Gelar Audiensi Dengan Komisi IV DPRD Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Rencana strategis pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sekolah Rakyat (SR), serta Perguruan Tinggi yang dijadwalkan berdiri di wilayah Kecamatan Karangnunggal Kabupaten yang sebelumnya digembor-gemborkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kini justru berubah menjadi polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat. Isu ini memanas lantaran pernyataan dari para pejabat terkait dinilai tidak sinkron, saling bertolak belakang dan jauh dari kepastian pelaksanaan.

Ketidakjelasan ini tentu menjadi preseden buruk sekaligus kekecewaan bagi warga Karangnunggal, yang selama ini telah menaruh harapan besar dan merasa "dibohongi" oleh janji-janji manis yang belum terbukti nyata. 

Menanggapi hal tersebut, Aliansi Masyarakat Karangnunggal (Amkar), akhirnya mengambil langkah tegas dengan menggelar audiensi resmi ke Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bappeda, bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (22/05/2026).

Dalam audiensi tersebut terungkap fakta mengejutkan, karena hingga saat ini dokumen kajian kelayakan atau Feasibility Study (FS) serta berkas perencanaan penting lainnya tidak diketahui dan tidak dimiliki oleh Komisi IV DPRD. Hal ini dinilai tentu sangat menyimpang dari regulasi dan prosedur administrasi pemerintahan, bahkan dikhawatirkan mengandung cacat hukum dalam perencanaan pembangunan tersebut.

Perwakilan Amkar, Asep Bahtiar pun mengungkapkan kekecewaannya, yang sudah menumpuk sejak lama. 

Menurutnya, sejak tahun 2019 lalu nama Karangnunggal seolah hanya dijadikan objek perburuan perjalanan dinas semata yang menyerap anggaran besar namun tanpa hasil nyata.

“Kecamatan Karangnunggal hanya dijadikan objek perburuan perjalanan dinas saja," ungkapnya.

Lihat saja, kata Asep, masalah rencana pembangunan RSUD ini dari tahun 2019 sampai sekarang masih jadi isu dan belum ada tanda-tanda kejelasan atau proses realisasi yang pasti.

Hal senada disampaikan perwakilan lainnya, Oong Yayan. Ia menilai bahwa rencana pembangunan RSUD, SR, maupun Perguruan Tinggi di Karangnunggal bagi sebagian pejabat Kabupaten Tasikmalaya hanyalah ajang pencitraan semata. 

Di balik rencana-rencana besar tersebut, ia memcium aroma ingin meraup keuntungan karena fakta di lapangan menunjukkan ketidaksinkronan pernyataan antarpejabat.

Bagi sebagian pejabat, menurutnya, rencana ini seolah hanya jadi ajang pencitraan dan meraup keuntungan dari anggaran-anggaran yang masih bersifat wacana. 

"Karena faktanya pernyataan satu pejabat dengan pejabat lainnya berbeda-beda dan tidak nyambung, ini sangat merugikan kami warga Karangnunggal,” ujar Oong.

Ia pun menegaskan, langkah audiensi ini hanyalah permulaan dari perjuangan panjang mereka. 

Pihaknya pun, menurutnya, tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal setiap perkembangan hingga mendapatkan bukti nyata dan kepastian hukum atas pernyataan para pejabat dan dinas terkait. 

Bahkan kata Oong, pihaknya mengancam akan mengerahkan gelombang aksi massa yang lebih besar jika rencana ini kembali hanya menjadi wacana belaka.

Ia menyebut pihaknya tidak akan diam sampai di sini, pasalnya udiensi ini baru awal perjuangan. 

Oong menegaskan, jangan sampai wacana ini kembali jadi omong kosong dan jangan sampai nama Amkar berubah menjadi makar.

"Kalau kami sudah geram dan turun ke jalan, gelombang besar pasti akan terjadi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepluoh, merespom aspirasi ini dengan sikap terbuka. 

Ia mengakui bahwa pihaknya selaku wakil rakyat pun sejauh ini tidak mendapatkan koordinasi yang jelas terkait polemik ini, dan komisi IV berkomitmen akan memfasilitasi dan menuntaskan masalah ini demi kepastian hukum bagi masyarakat.

Selaku wakil rakyat, ia pun berkomitmen memfasilitasi proses ini dan akan segera meminta kejelasan lebih lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya Bupati dan dinas-dinas terkait.

"Karena kami pun merasa belum ada koordinasi yang baik terkait polemik ini,” akunya.

Ia juga mengaku telah menekan pihak Dinas Kesehatan, Bappeda, dan Dinas Sosial untuk segera merumuskan laporan hasil penelusuran terkait aspirasi Amkar dan menyampaikannya langsung kepada Bupati melalui kepala dinas masing-masing yang bertujuannya agar persoalan ini segera terang benderang serta tidak menimbulkan asumsi negatif berkepanjangan dan warga Karangnunggal tidak lagi hidup dalam ketidakpastian dan harapan kosong.

Ia juga  menginginkan masalah ini jelas dan terang benderang, jangan sampai masyarakat berasumsi macam-macam atau terus berharap-harap cemas tanpa kepastian. 

"Segala sesuatunya harus jelas, sesuai prosedur dan transparan,” ucap Asep. (@nwarwaluyo)

 

 

 


Belum Diketahui Penyebabnya, Polisi Usut Kebakaran Resto dan Cafe di Kampoeng Turis Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Polres Pangandaran melakukan penyelidikan terkait insiden kebakaran yang menghanguskan sebuah Resto dan Cafe di kawasan Kampung Turis, peristiwa tersebut terjadi menjelang petang dan sempat menarik perhatian warga maupun wisatawan karena kobaran api terlihat cukup besar disertai asap hitam yang membumbung tinggi di area wisata. (21/05/2026).

Kepada awak media, PLH Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto Sik MH, mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran.

“Kami segera menuju tempat kejadian untuk membantu pengamanan lokasi serta mengatur warga yang berada di sekitar area, lalu berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk proses penanganan api,” jelas Mujianto.

Selain melakukan pengamanan, kata Mujianto, pihaknya juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Hingga saat ini, untuk sumber api masih kami dalami dan untuk mengetahui kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun bangunan rumah makan mengalami kerusakan cukup parah akibat terbakar.

Dari pantauan di lokasi, tampak bangunan rumah makan dengan didominasi material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

Tampak di sekitar lokasi kebakaran, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Pihak kepolisian pun mengimbau, agar para pelaku usaha senantiasa melaksanakan seluruh prosedur keselamatan serta memperhatikan standar keamanan bangunan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***

Jelang Pelaksanaan Ujian Semester, Pelajar di Pangandaran Jalani CKG

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap prima saat mengikuti kegiatan belajar dan ujian, jelang pelaksanaan ujian semester akhir ratusan pelajar di Kabupaten Pangandaran menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan setempat.(21/05/2026)

Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Pangandaran, salah satunya bertempat di SMP Negeri 1 Pangandaran. 

Saat ikut menyakasikan kegiatan CKG ini, Camat Pangandaran Mahpud Ghozali, menyanpaikan, sebanyak 690 siswa kelas satu dan dua di SMPN 1 Pangandaran menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Jumlah semua siswa yang mengikuti CKG ini ada sekitar seribu lebih pelajar, termasuk pelajar kelas tiga yang sudah mengikuti ujian,” terang Mahpud.

Ia mengatakan, selanjutnya kegiatan CKG akan dilaksanakan di MTs Negeri Pangandaran disusul sejumlah sekolah dasar di Desa Babakan dan Desa Pangandaran.

Sementara menurut salah seorang petugas Puskesmas Pangandaran, Muhammad Iqbal, dari hasil pemeriksaan di sejumlah sekolah baik tingkat SD maupun SMP, ditemukan beberapa gangguan kesehatan yang cukup banyak dialami siswa.

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang paling sering ditemukan di antaranya masalah gigi, anemia, hipertensi, gangguan gizi hingga kadar gula darah.

“Untuk siswa yang mengalami gangguan kesehatan, kami sarankan untuk segera berobat ke puskesmas," ujarnya. (hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN