PANGANDARANNEWS.COM - Untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berada di kawasan wisata, berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Nana Sukarna, pengaturan ini difokuskan pada kendaraan besar seperti bus agar pergerakannya lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan di titik-titik padat.
"Bus dan kendaraan sejenis tidak diperbolehkan masuk melalui pintu pelabuhan atau Pantai Timur tapi diarahkan ke pintu utama, kemudian menuju jalan Pantai Barat dengan sistem satu arah untuk keperluan penurunan wisatawan ke hotel,” jelasnya. Wa(09/04/26).
Dan bagi bus yang menurunkan penumpang di area sebelum pertigaan Hotel Century, imbuh Nana, kendaraan diarahkan untuk parkir melalui akses jalan depan Hotel Arnawa. Sementara untuk hotel yang berada setelah pertigaan tersebut, penurunan penumpang dilakukan di Jalan Kalen Buaya. Selanjutnya setelah menurunkan penumpangnya di Jalan Kalen Buaya, bus diarahkan masuk melalui pertigaan Balawista, berputar, lalu keluar melalui Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di Central Parkir atau eks Pasar Wisata.
Nana menambahkan, untuk wisatawan yang menuju penginapan di Jalan Sumardi dan Jalan Pramuka, proses penurunan penumpang dilakukan langsung di kawasan Central Parkir.
"Setelah itu, kendaraan bus diwajibkan tetap berada di lokasi parkir tersebut," imbuhnya.
Nana menyebut, pihaknya juga mengatur kendaraan roda empat dan bus yang melintas di Jalan Pantai Timur untuk berputar arah di kawasan air mancur kemudian diarahkan menuju Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya parkir di area Pasar Wisata.
“Jadi seluruh kendaraan baik saat penurunan maupun penjemputan wisatawan akan mendapat pengawalan dari petugas gabungan, baik dari Dishub maupun unsur terkait lainnya,” ujarnya.
Ia berharap, kebijakan ini dapat dipatuhi oleh para pelaku usaha pariwisata serta wisatawan demi terciptanya kelancaran arus lalu lintas di kawasan destinasi unggulan Pangandaran.
“Informasi ini kami sampaikan agar diketahui dan dipedomani bersama sehingga aktivitas wisata tetap berjalan lancar, nyaman dan aman,” tegasnya.(hiek)

















