wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Lewat Platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan RSUD Pandega Pangandaran Raih Skor 4,7 Kepuasan Publik

7 Oktober 2026 07:53

PANGANDARANNEWS.COM — Komitmen penguatan kualitas layanan kesehatan, saat ini terus ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dan berdasarkan penilaian masyarakat melalui platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan milik daerah tersebut berhasil meraih skor kepuasan publik sebesar 4,7 bintang.

​Tingginya rating tersebut, didukung oleh sejumlah ragam tanggapan positif dari para pasien dan keluarga pengunjung.

Respons masyarakat ini,  menyoroti kecepatan respons tenaga medis, kebersihan lingkungan rumah sakit, kelengkapan sarana medis, serta keramahan petugas di unit perawatan.

Pada suatu kesempatan, ​Pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran menyampaikan bahwa pihaknya sangat menngapresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu memberikan umpan balik secara transparan.

Dan evaluasi digital ini, tentu bisa dijadikan tolak ukur dalam menjaga standar pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

​”Kepuasan dan kenyamanan Sahabat Pandega adalah motivasi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik,” tulis manajemen pada akun di media sosial resminya.

RSUD Pandega Pangandaran juga terus ​Perkuat Keterbukaan Akses Layanan Darurat dan Unit Medis
​Guna mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mempercepat akses penanganan medis dengan memperluas kanal informasi dengan merilis daftar nomor kontak penting.

Masyarakat pun dihimbau untuk memanfaatkan saluran komunikasi tersebut sesuai dengan jam operasional unit kerja yang bersangkutan, khususnya untuk kebutuhan laboratorium, radiologi, dan farmasi. Sementara itu, penanganan gawat darurat melalui unit IGD dipastikan tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam nonstop.

Berikut sejumlah fasilitas operasional yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran,

-​Instalasi Gawat Darurat (IGD): (0265) 7503045 (Layanan Darurat Siaga 24 Jam)
-​Information Center: (0265) 7503044
-​Laboratorium: 0821-1932-9525
-​Radiologi: 0877-1995-7088
+​Farmasi: 0821-1881-6226
-​Humas (Chat Only): 0821-2005-6071. ​***

Waspadai Influenza, Berikut Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A

PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan, agar masyarakat lebih mengenali perbedaan antara flu biasa dan Influenza A.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui postingan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran yang dikutip hari Rabu (7/10/2026), dan ini bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Dalam edukasinya RSUD Pandega menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan batuk pilek biasa.

Dan salah satu perbedaan terlihat dari gejalanya, Influenza A dapat ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering hingga badan terasa berat.

Sementara itu, batuk pilek biasa umumnya ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, batuk ringan, sakit tenggorokan dan jarang disertai demam tinggi.

Dari sisi lama sakit, Influenza A umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu dan dapat lebih lama apabila terjadi risiko tinggi. Sedangkan batuk pilek biasa biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari dan pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

RSUD Pandega juga mengingatkan adanya potensi komplikasi akibat Influenza A, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau bronkitis. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

Bisa Menular Melalui Droplet

Influenza A dapat menular melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk dan bersin, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Seperti tangan yang menyentuh mulut, hidung atau mata, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Untuk mengurangi risiko penularan, pihak RSUD Pandega mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Diantaranya mendapatkan vaksinasi influenza, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala yang semakin berat, dengan memeriksaan ke fasilitas kesehatan. Dianjurkan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri dada, sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga mengajak masyarakat tidak menganggap seluruh keluhan flu sebagai penyakit ringan. Dan mengenali gejala sejak awal ini menjadi penting, agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. ***

17 Pasien HIV Jalani Pengobatan di Puskesmas Padaherang Pangandaran, Pasiennya Ada yang Usia Pelajar

PANGANDARANNEWS.COM - Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan perawatan dan pendampingan pada orang dengan HIV (ODHIV), saat ini tercatat ada sekitar 17 pasien yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan tersebut.

Seperti disampaikan Dokter Umum Puskesmas Padaherang, dr. Hilda Fauzia Akmal, mayoritas pasien yang menjalani pengobatan berada pada usia produktif. Sekitar 20 hingga 50 tahun, namun terdapat juga pasien yang masih berusia anak-anak.

"Ada satu orang pasien dengan usia anak, pasien tersebut diketahui masih berusia sekolah dasar," jelas Hilda. (07/10/2026).

Namub Hilda mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penularannya karena dirinya baru bertugas di Puskesmas Padaherang sejak 2024, sementara layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV sudah berjalan sebelumnya.

Di sisi lain, imbuhnya, jumlah pasien yang terdeteksi di fasilitas kesehatan kemungkinan belum menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan.

Penemuan kasus HIV ini, menurutnya, masih seperti fenomena gunung es. Karena sebagian orang, menjalani pemeriksaan ketika sudah mengalami keluhan kesehatan.

"Jadi yang pertama datang ke kita tuh biasanya yang sudah ada keluhan," ucapnya.

Hilda mengatakan, pada tahap awal HIV belum menimbulkan keluhan yang khas. Sehingga ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan, sebagian sudah mulai mengalami gejala dan setelah dilakukan penelusuran ternyata ditemukan adanya faktor risiko.

"Yang datang ke kita mungkin sepersekiannya dari yang sebetulnya ada di lapangan," terangnya.

Tidak Hanya ARV, ungkap Hilda,
Sebagai fasilitas layanan PDP Puskesmas Padaherang tidak hanya memberikan obat antiretroviral (ARV) kepada pasien HIV. Namun, penanganan disesuaikan dengan kondisi dan penyakit penyerta yang dialami pasien.

Hilda juga menjelaskan, pasien HIV yang mengalami tuberkulosis (TB), misalnya, juga membutuhkan pengobatan TB. Begitu pula apabila terdapat infeksi menular seksual (IMS) atau keluhan lainnya, penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Dan untuk pengobatannya tidak cuma ARV aja, tapi disesuaikan juga dengan kondisi pasien," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam menjalankan layanan tersebut Puskesmas Padaherang mendapat pendampingan dan monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran maupun tim mentor.

"Yaitu Puskesmas Parigi yang lebih dahulu menjadi layanan PDP dan berperan sebagai mentor kabupaten," ujarnya.

Menurut Hilda, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperdalam pengetahuan mengenai penanganan HIV. Pasien Stadium Berat Dirujuk
Apabila kondisi pasien sudah berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Padaherang melakukan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk stabilisasi. Dan setelah kondisi pasien membaik, pengobatan pun dapat kembali dilanjutkan di Puskesmas Padaherang.

"Kalau misalnya stadiumnya yang parah sekali perlu dirujuk, maka kita enggak susah sekarang karena kita sudah punya rumah sakit," katanya.

Selama dirinya bertugas di Padaherang, Hilda mengaku, pasien dengan kondisi berat yang dirujuk ke rumah sakit dapat kembali ditangani di puskesmas setelah kondisinya membaik.

Dari sisi pembiayaan, Hilda mengatakan, Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, pasien yang belum memiliki BPJS dapat dibantu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kabupaten Pangandaran.

"Semua semuanya di-cover BPJS. Termasuk kalau misalnya sekarang kan ada UHC. Kalau misalnya dia belum punya BPJS difasilitasi," terangnya.

Hilda menyebut, dukungan pembiayaan tersebut membantu pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan secara berkelanjutan.

Selain pengobatan, Puskesmas Padaherang juga ia juga melakukan edukasi mengenai HIV termasuk melalui penyuluhan kepada pelajar SMP dan tenaga pengajar.

Skrining HIV secara luas kepada masyarakat belum dilakukan karena pemeriksaan HIV memerlukan persetujuan atau informed consent serta dilakukan berdasarkan indikasi dan faktor risiko.

"Jadi untuk sementara skriningnya ke yang berisiko aja dulu," imbuhnya.

Hilda juga mengatakan, penanganan HIV di Puskesmas Padaherang juga melibatkan tim PDP yang terdiri dari dokter, petugas administrasi atau rekam medis, perawat, analis dan petugas apotek.  Tim ini melakukan pemantauan pasien secara berkala, termasuk terhadap pasien yang tidak selalu dapat datang langsung ke puskesmas.

"Kita juga melakukan pemantauan melalui komunikasi jarak jauh untuk keberlanjutan pengobatan," pungkasnya. (hiek)

Ratusan Pengemudi Becak Pangandaran, Terima Bantuan Beca Listrik Dari Presiden RI

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 240 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Pangandaran. selasa (6/9/2026).

Seperti diketahui, becak listrik ini memiliki kapasitas hingga dua penumpang dan dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer dalam satu kali pengisian baterai. Pengisian daya dapat dilakukan di rumah menggunakan perangkat charger yang telah diberikan kepada penerima, sehingga diharapkan kendaraan dapat digunakan secara praktis untuk mendukung aktivitas para pengayuh

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bersama Pemerintah Kabupaten Pangandaran ini, diperuntukan terutama bagi pengayuh lanjut usia sebagai upaya membantu meringankan beban fisik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mencari nafkah.

Pada acara penyerahan tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Pangandaran khususnya para pengayuh becak.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi para pengayuh yang selama ini masih mengandalkan tenaga untuk mengoperasikan becak. Karena dengan menggunakan tenaga listrik, kendaraan tersebut dapat membantu mengurangi beban saat membawa penumpang sekaligus menunjang aktivitas transportasi masyarakat dan wisata di Kabupaten Pangandaran.

"Saya berpesan kepada para penerima agar bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata bupati.

Ia juga menegaskan, kendaraan bantuan ini tidak untuk disewakan maupun diperjualbelikan sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh penerima yang telah ditetapkan. (@nton AS)

Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata Turun Langsung Dampingi Korban Kebakaran Di Desa Legokjawa

Jeje Wiradinata 
PANGANDARANNEWS.COM — Musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Dusun Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kini menyisakan kerugian materi. Namun di tengah kondisi tersebut, solidaritas mulai bergerak untuk memastikan para korban bisa kembali memiliki tempat tinggal.

Seperti yang dilakukan tokoh masyarakat Pangandaran, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran sekaligus sebagai mantan Bupati Pangandaran, Hj Jeje Wiradinata, turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga terdampak.

Tak berhenti pada bantuan logistik, Jeje juga menginisiasi gerakan gotong royong untuk mempercepat pembangunan kembali rumah warga yang ludes terbakar.

Dalam kunjungannya, ia pun menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok. Seperti Beras dan Mie Instan, serta bantuan Dana Tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban.

Seperti diketahui rumah-rumah yang terdampak kebakaran tersebut merupakan hunian bantuan bagi korban tsunami tahun 2006, dan Jeje memiliki keterikatan historis dengan pembangunan rumah tersebut karena saat itu dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ciamis yang turut mengawal proses pembangunannya.

Menurutannya, bantuan yang datang dari Pemkab Pangandaran, sekitar Rp20 juta untuk setiap unit rumah belum tentu mampu menutup seluruh kebutuhan Sehingga ia pun memilih mendorong pola gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, anggota DPRD, organisasi sosial hingga pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi korban.

Sementara untuk kebutuhan material pembangunan seperti semen, bata, kayu hingga genteng diupayakan dipenuhi melalui sumbangan dan iuran bersama.

"Kebutuhan material tersebut akan kami tanggung bersama dari swadaya pribadi, iuran anggota dewan fraksi PDI Perjuangan, bantuan dari IBu Ida Nurlela Anggota DPR RI, hingga dana sosial HNSI," jelas Jeje, saat berada di lokasi kebakaran. Selasa (06/09/2026).

Jeje mengatakan, keterlibatan HNSI ini tentu erat berkaitan dengan latar belakang sebagian besar korban kebakaran yang merupakan keluarga nelayan.

"Dana sosial HNSI sekitar 20-25 juta turut diarahkan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah warga yang terdampak," imbuhnya.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat melengkapi dukungan pemerintah sehingga kebutuhan pembangunan rumah dapat segera terpenuhi.

Jeje menilai, musibah yang dialami warga Legok Jawa menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Saya juga mengajak kepada para pejabat, anggota dewan, organisasi sosial dan elemen masyarakat lainnya untuk tidak ragu turun tangan ketika warga mengalami musibah," ujarnya.

Penanganan bencana ini, kata Jeje, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah namun hasil kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

Yang paling penting, ungkap Jeje, sekarang bagaimana rumah warga ini bisa segera dibangun kembali dan jangan sampai korban terlalu lama menunggu.

"Kalau semua bergerak bersama, insyaallah beban masyarakat akan menjadi lebih ringan," tegasnya. (@nton AS)

Tongkat Komando Kodim 0625/Pangandaran Berganti, Letkol Inf Eko Novandy Saputro Resmi Gantikan Letkol Czi Citra Kurniawan

PANGANDARANNEWS.COM — Tongkat komando kepemimpinan Kodim 0625/Pangandaran resmi diserahterimakan dari Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I. kepada Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P,  upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0625/Pangandaran dipimpin langsung oleh Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., bertempat di Makorem 062/Tarumanagara, Selasa (06/10/2026).

Dalam amanatnya, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi menyampaikan, jabatan yang diemban seorang Dandim merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus bentuk kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan.

Untuk itu, lanjut Danrem, jabatan yang dipegang agar dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Danrem juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letkol Czi Citra Kurniawan atas pengabdian, dedikasi, serta pelaksanaan tugas selama mengemban amanah selama menjabat menjadi Dandim 0625/Pangandaran.

Danrem menyebut, selama menjabat Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan telah memberikan kontribusi dan pengabdian yang besar bagi satuan, Korem 062/Tarumanagaraserta masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama melaksanakan tugas sebagai Dandim 0625/Pangandaran,” ungkapnya.

Danrem juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada istri Letkol Czi Citra Kurniawan atas pengabdian dan pengorbanannya dalam mendampingi suami selama menjalankan tugas, serta kontribusinya dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.

Sementara itu, kepada Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P., Danrem berpesan agar dapat melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya.

“Apa-apa yang menjadi kekurangan agar bisa lebih ditingkatkan,” tegasnya.

Danrem juga menekankan, pentingnya membangun sinergi dan komunikasi yang baik dengan seluruh unsur pemerintah daerah serta komponen masyarakat. Hal tersebut diperlukan guna mendukung pelaksanaan tugas kewilayahan, sekaligus mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangandaran.

Danrem berharap, pergantian Dandim Pangandaran ini dapat menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan satuan dan pelaksanaan tugas teritorial Kodim 0625/Pangandaran dengan tetap menjaga soliditas TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

"Sejak saat ini, Letkol Inf Eko Novandy Saputro, S.I.P. resmi mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0625/Pangandaran untuk melanjutkan tugas dan pengabdian dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangandaran," pungkasnya.(@nton AS)

Rangkaian Milangkala ke-14 Pangandaran Dimulai 12 Oktober, Berikut Jadwal Agenda hingga Malam Puncak

Aep Haris
PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran merancang rangkaian agenda meriah untuk menyambut peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Panitia mengemas perayaan maraton ini selama 14 hari penuh, terhitung mulai 12 hingga 25 Oktober 2026. Mereka mengusung tajuk khusus “14 Keramat” yang menyimbolkan usia Kabupaten Pangandaran yang kini menginjak 14 tahun.

Menurut Ketua Panitia Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Asda III Aep Haris, perayaan tahun ini memadukan agenda birokrasi, atraksi budaya, kejuaraan olahraga, peringatan keagamaan, serta promosi wisata daerah.

Milangkala tahun ini, katanya, dikemas dalam 14 Keramat sesuai dengan usia Kabupaten Pangandaran yang ke-14.

"Semua kegiatan kita gelar selama 14 hari, dari 12 sampai 25 Oktober,” ujar Aep Haris,Senin (5/10/2026).

Panitia membuka rangkaian acara, diantaranya dengan menggelar ziarah ke makam para tokoh agama serta jajaran pejuang presidium pemekaran Pangandaran. Ziarah akan dilakukan di tingkat kabupaten dan kecamatan, untuk sejumlah tokoh yang makamnya jauh dari jangkauan pemerintah kabupaten pelaksanaannya akan kita koordinasikan oleh masing-masing kecamatan.

Selain agenda spiritual, imbuh Aep, perlombaan olahraga antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut menyemarakkan suasana. Diantaranya turnamen bola voli putra-putri dan kompetisi sepak bola, Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran juga akan menampilkan babak final berbagai lomba tingkat pelajar di panggung Milangkala.

Momen Milangkala ke-14 ini juga beririsan langsung dengan Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. Ratusan santri, pimpinan pesantren, dan tokoh agama akan menghadiri upacara peringatan di Lapang Merdeka.

Untuk menggeliatkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, panitia menggelar Pangandaran Fest di Kawasan Paamprokan pada 22–24 Oktober 2026. Festival ini menyajikan panggung hiburan megah, penataan tata cahaya, hingga puluhan stan bazar UMKM lokal.

Sementara upacara Resmi Hari Jadi Kabupaten Pangandaran sendiri, terang Aep, akan berlangsung di Lapang Parigi sebagai agenda utama pada 24 Oktober 2026.

“Upacara akan melibatkan ASN, TNI, Polri, serta kita mengundang pemerintah kabupaten/kota tetangga dan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dan sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, DPRD Kabupaten Pangandaran akan menyelenggarakan Sidang Paripurna Istimewa pada 25 Oktober 2026 pagi.

“Dan malam puncak pada 25 Oktober akan kita isi dengan tabligh akbar sebagai penutup seluruh rangkaian Milangkala,” pungkas Aep. (@nton AS)

Bantah Anggaran Milangkala Sebesar Rp2 Miliar Bupati Pangandaran Sebut, Lebih Baik untuk Bayar Utang

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami
PANGANDARANNEWS.COM — Di tengah kondisi keuangan daerah yang masih mengalami defisit, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan tidak akan menghamburkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan seremonial.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, bahkan secara tegas membantah anggapan bahwa pemerintah daerah mengalokasikan anggaran hingga Rp2 miliar untuk peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, pemerintah saat ini justru tengah memperketat disiplin belanja dan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak termasuk pembayaran utang daerah.

“Saat ini kondisi kita kan lagi defisit. Sekalipun ada uang, sebagai bupati tidak mungkin juga saya menghabis-habiskan uang buat seremonial. Lebih baik dipakai untuk bayar utang oleh saya, betul tidak? Dibanding hura-hura, itu tidak mungkin,” jelas Citra, kepada sejumlah awak media. (5/10/2026).

Ia mengatakan, angka hampir Rp2 miliar yang beredar terkait anggaran Milangkala Pangandaran ke-14 tidak serta-merta menggambarkan besaran APBD yang benar-benar dikeluarkan pemerintah daerah. Nominal tersebut diduga berkaitan dengan rancangan kebutuhan dalam proposal rangkaian kegiatan, yang menghimpun berbagai agenda dari sejumlah pihak. Sementara anggaran yang benar-benar bersumber dari APBD disebut jauh lebih kecil, hanya Ratusan Juta saja.

Citra menjelaskan, alokasi APBD melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berada pada kisaran ratusan juta rupiah.

"Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung agenda rutin tahunan sekaligus pelestarian dan pengembangan budaya lokal," ungkapnya.

Sejumlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian Milangkala ke-14 Pangandaran antara lain karnaval seni budaya, ronggeng amen, seni kuda lumping, perlombaan olahraga, kegiatan keagamaan hingga tabligh akbar.

Selain itu, terdapat pula lomba memasak kuliner khas Pangandaran, yakni pindang gunung.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi budaya dan kuliner lokal sebagai bagian dari promosi pariwisata Pangandaran.

Hiburan Didukung Sponsor, Bukan Beban APBD
Untuk menjaga kemeriahan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran tanpa membebani keuangan daerah, Pemkab Pangandaran juga menggandeng pihak eksternal melalui skema kemitraan dan sponsorship.

Salah satunya untuk mendukung agenda panggung hiburan masyarakat, termasuk penampilan grup musik Letto.

Kegiatan tersebut disebut mendapatkan dukungan sponsor dari sektor perbankan, di antaranya Bank BJB dan Bank Indonesia.

Dukungan pihak eksternal ini sekaligus diarahkan agar rangkaian Milangkala dapat terintegrasi dengan program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Dengan demikian, kegiatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, terkait gerakan infaq serentak dengan momentum angka 14 yang dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Pangandaran, Citra memastikan dana tersebut tidak digunakan untuk membiayai kegiatan Milangkala.

Pengumpulan infaq bersifat sukarela dan diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dana tersebut akan disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim di Kabupaten Pangandaran.

Citra pun meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang tanpa melihat sumber dan fakta anggaran yang sebenarnya.

Terlebih, kondisi fiskal Kabupaten Pangandaran saat ini masih membutuhkan kehati-hatian dalam setiap pengeluaran, "katanya".

Tambah Citra, Bagi pemerintah daerah, menjaga keuangan daerah dan memenuhi kewajiban yang lebih mendesak jauh lebih penting dibanding menggelontorkan anggaran besar untuk kegiatan seremonial. Lebih baik dipakai bayar utang,"ujarnya". (@nton AS)

Bersumber Dari APBD, Kegiatan Milangkala Tahun Ini DPRD Pangandaran Anggarkan Rp120 Juta

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 juta untuk mensukseskan peringatan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran, nilai tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Pangandaran tanpa dukungan sponsor.

Seperti disampaikan Sekretaris DPRD Kabupaten Pangandaran, Dodi Djubardi, alokasi anggaran tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran dan merupakan hasil efisiensi.

Anggaran ini, ucap Dodi, dialokasikan untuk penyediaan konsumsi tamu undangan rapat paripurna, pembelian Snack, dekorasi, kegiatan istighosah, pertunjukan kesenian, dan kebutuhan operasional lainnya.

"Persiapan konsumsi dan sarana pendukung dibuat optimal, mengingat acara tersebut bakal dihadiri perwakilan dari provinsi dan dari kota dan kabupaten terdekat," jelas Dodi, kepada sejumlah awak media. (02/10/2026).

Pihaknya juga juga berencana akan mengundang sejumlah masyarakat sekitar, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, jadi intinya hanya kegiatan seremonial saja.

Besaran anggaran untuk peringatan Milangkala Kabupaten Pangandaran tahun ini, menurutnya, memang relatif lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dan ia juga memastikan, tidak mengajukan proposal sponsorship kepada pihak luar untuk menutupi kebutuhan acara.

"Kegiatan ini kan rutin dilaksanakan tiap tahun, menggunakan anggaran APBD," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini pada sektor konsumsi, pengetatan anggaran tentu akan berdampak pada penyediaan cinderamata bagi para tamu undangan.

"Untuk souvenir kemungkinan besar juga tidak ada, karena kita benar-benar menerapkan efisiensi anggaran," tegasnya.(@nton AS).

Isi Kekosongan Di Sejumlah OPD, Bupati Pangandaran Lantik Empat Pejabat Baru

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Citra Pitriyami, beberapa waktu lalu melantik empat pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Kamis (01/10/2026).

Keempat pejabat yang dilantik, antara lain Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Administrator. Titi Sutiamah sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Asep Suhendar sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Syarief Hidayat sebagai Inspektur, serta Tedi sebagai Camat Cimerak.

Sebelumnya, Titi Sutiamah diketahui sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan. Sementara Asep Suhendar sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Bappeda dan Syarief Hidayat merupakan Sekretaris Inspektorat.

Di depan pejabat yang dilantik, bupati menyampaikan agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai tanggung jawab masing-masing.

Ia juga berharap, mereka bisa bekerja dengan baik. Bekerja dengan baik.

Salah satunya Inspektur, ia tugasnya auditor, memeriksa dan mengawasi para pejabat di lingkup pemerintah Pangandaran.

"Saya juga berpesan khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan agar memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan terjamin," ujarnya.

Sementara kepada Kepala BKPSDM, ia meminta agar dapat mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran bekerja secara optimal.

Selain itu, Citra juga menyoroti pentingnya penempatan ASN sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta latar belakang keilmuan yang dimiliki.

Menurutnya, penempatan ASN harus dilakukan secara tepat agar tugas yang diberikan sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Bupati meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian dan segera dievaluasi, sehingga penempatan ASN di lingkungan Pemkab Pangandaran lebih sesuai dengan bidang tugas dan kompetensinya.

Disoal isu rotasi dan mutasi pejabat eselon II yang disebut akan kembali dilakukan dalam waktu dekat, bupati membantah kabar tersebut.

"Saya tenegaskan bahwa belum ada agenda rotasi dan mutasi eselon II, seperti isu yang beredar," tegasnya. (@nton AS).

Ratusan Pengelola Keuangan Kantor Kemenag, Ikuti Pembekalan Komprehensif Serta Bersinergi Bersama Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM — Dalam upaya memperkuat tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel terus digelorakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu lalu 420 peserta memadati Gedung Islamic Centre, Kecamatan Cijulang, dalam agenda Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Negara. Rabu (30/9/2026).

Dengan mengusung tema "Terwujudnya Zona Integritas Melalui Peningkatan Kinerja Pengelolaan Keuangan Negara", kegiatan ini untuk membekali seluruh elemen pimpinan dan pengelola anggaran di tingkat satuan kerja.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya. Sesi pertama dibuka oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, dilanjutkan oleh H. Subhan Halili, S.E. (PPK Pembangunan Gedung Negara Kanwil Kemenag Jawa Barat), dan dipungkasi oleh Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H. (Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekadar pemenuhan administrasi formal melainkan bentuk tanggung jawab moral dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Setiap anggaran yang digunakan harus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan publik," tegas Asep.

Secara terpisah, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar, S.H., S.I.K., M.S.i., M.I.K, mengapresiasi langkah proaktif Kemenag Pangandaran dalam membangun sinergi pencegahan korupsi sejak dini.

Pihaknya menegaskan, komitmen Kepolisian dalam mendukung penuh terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih di wilayah Pangandaran.

Penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana korupsi, menurutnya, harus berjalan beriringan. Dan Polres Pangandaran berkomitmen, mengawal setiap rupiah anggaran negara agar benar-benar terserap secara tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat dan terhindar dari praktik penyimpangan.

Ia juga mengatakan, sosialisasi dan edukasi hukum seperti ini sangat vital sebagai langkah preventif sebelum terjadinya pelanggaran.

"Integritas harus menjadi fondasi utama," imbuhnya.

Kapolres juga berharap, seluruh pengelola keuangan memiliki pemahaman hukum yang kuat sehingga dapat bekerja dengan tenang, transparan, dan akuntabel.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini, mencakup seluruh pemangku kepentingan pengelolaan anggaran dan pendidikan di lingkungan Kemenag Pangandaran. Antara lain,  Kasubbag TU dan para Kepala Seksi, Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu dan Penyuluh ASN (PNS & PPPK), Kepala RA serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta (MI, MTs, MA), Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN dan MAN, Bendahara RA, MI, MTs, dan MA (Negeri & Swasta), Kanit Tipidkor Paparkan Regulasi dan 7 Bentuk Korupsi
Hadir memberikan pembekalan teknis hukum, Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Pangandaran, Ipda Fathul Alim, S.I.P., M.H., menggarisbawahi pentingnya pemahaman regulasi guna mengantisipasi potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana publik.

Ipda Fathul Alim menjelaskan landasan hukum utama pemberantasan korupsi di Indonesia, yakni UU No. 31 Tahun 1999, UU No. 20 Tahun 2001, serta penyesuaian aturan dalam UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP). Secara yuridis, ia memaparkan bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, maupun korporasi yang merugikan keuangan atau perekonomian negara, serta bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Fathul Alim membedah, ada 7 bentuk tindak pidana korupsi yang wajib dihindari oleh seluruh pengelola keuangan. Diantaranya merugikan Keuangan Negara, Suap-Menyuap, Penggelapan dalam Jabatan, Pemerasan, Perbuatan Curang, Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dan Gratifikasi.

Melalui pembekalan komprehensif serta sinergi erat bersama Polres Pangandaran ini, Kemenag Kabupaten Pangandaran optimis dapat mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, profesional, dan akuntabel demi menyukseskan pembangunan pilar Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di Kabupaten Pangandaran.(@nton AS)

Rakor APDESI Se-Kabupaten Tasikmalaya, Pererat Kebersamaan Dan Tingkatkan Soliditas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Beberapa waktu lalu, APDESI Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi (Rakor) sekaligus silaturahmi yang digelar di bangunan pertemuan tradisional bernuansa kayu. (30/09/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin bergilir antar-Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), yang kini tiba gilirannya di Kecamatan Cipatujah.

Berbagai hal penting dibahas, mulai dari penyelarasan program kerja, penguatan organisasi, hingga upaya meningkatkan peran aktif APDESI dalam pembangunan desa. Suasana diskusi berjalan tenang, terbuka, dan penuh saling menghormati.
 
Ketua DPK APDESI Kecamatan Sukaraja, Eep, menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digilir ke setiap dapil.

Rakor ini, ungkapnya, berkeliling ke seluruh kecamatan. Dan hari ini giliran di Cipatujah, berikutnya akan ke kecamatan lain.

"Semoga APDESI Kabupaten Tasikmalaya semakin solid dan kompak," ujar Eep.

Sementara Ketua Umum APDESI Kabupaten Tasikmalaya, Giri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala desa dan pengurus DPK yang hadir.

"Semoga silaturahmi APDESI se-Kabupaten Tasikmalaya ini terus terjaga, semakin kompak, sehingga pembangunan di desa semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera," kata Giri.

Dihubungi lewat saluran teleponnya, Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah, menyampaikan harapannya agar soliditas dan kebersamaan ini bisa selalu terjaga.

Kata Taufan, desa adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Semoga dengan silaturahmi antar-kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya ini APDESI semakin kompak dan solid, bersama-sama membangun masyarakat desa yang sejahtera.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang ikut menambahkan, kekuatan Apdesi ada pada kebersamaan. Dan melalui rakor sekaligus silaturahmi ini, segala perbedaan pandangan dapat disatukan juga segala kendala dapat dicarikan jalan keluarnya secara musyawarah.

"Semakin erat tali persaudaraan, semakin kuat pula langkah kita melayani masyarakat," tegasnya.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap agenda rutin bergilir ini terus berlanjut ke kecamatan berikutnya, agar kebersamaan tetap terjaga dan program-program yang direncanakan dapat berjalan lancar serta bermanfaat bagi masyarakat. (@nwarwaluyo)

 

Tanamkan Nilai Luhur Cinta Bangsa, SD Negeri 3 Cikatomas Peringati Hari Kesaktian Pancasila

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di halaman kantor kecamatan Cikatomas, peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cikatomas, pada Kamis (1/10/2026) dihadiri oleh seluruh warga sekolah, Kepala Sekolah, dewan guru, peserta didik, hingga perwakilan orang tua murid.

Peringatan ini bukan sekadar upacara rutin, namun momen ini menjadi wadah berharga untuk menanamkan kebanggaan, rasa cinta tanah air, dan semangat persatuan di hati para generasi penerus bangsa.

Kepala Sekolah SDN 3 Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, Pancasila adalah tiang negara dan pelita penuntun semua juga mengajarkan anak-anak mencintai Pancasila sama halnya mengajarkan mereka mencintai sesama, hidup rukun, jujur, dan saling menghormati.

"Inilah warisan paling berharga yang bisa kita berikan kepada mereka," kata Nana.

Nana juga mengingatkan, menjaga kesaktian Pancasila tidak harus dengan hal yang besar. Dan bagi para siswa menjaga Pancasila berarti, saling menyayangi teman tanpa membeda-bedakan, berbicara jujur dan sopan kepada siapa saja, menghormati perbedaan dan hidup rukun, berbakti kepada orang tua dan guru serta tetap menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar.

Masih di tempat yang sama, Camat Cikatomas, Hanhan Nugraha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga berharap agar semangat Pancasila senantiasa menyala di setiap langkah anak-anak serta tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur, berjiwa nasionalis dan menjaga persatuan bangsa. (@nwarwluyo)

 

Ikhtiar Spiritual Hadapi Kekeringan, MUI Pangandaran Pimpin Shalat Istisqa

PANGANDARANNEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran menggelar Shalat Istisqa di halaman Masjid Istiqomah, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Rasul serta sejalan dengan anjuran Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan MUI Provinsi Jawa Barat.

Shalat Istisqa dihadiri lebih dari 300 jamaah yang berasal dari berbagai desa, khususnya Desa Pananjung, Pangandaran, dan Babakan.
Bahkan sejumlah jamaah dari Kecamatan Kalipucang turut hadir dalam kegiatan tersebut, kehadiran tersebut menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Pangandaran yang diwakili Camat Pangandaran, Mahfuz Ghozali S.I.P dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan ibadah bersama tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Ia juga berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT sehingga hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, KH Subariyo, menyampaikan, Shalat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar terbaik yang diajarkan dalam Islam ketika hujan tidak kunjung turun.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup.

“Air adalah kehidupan dan menjadi kebutuhan yang sangat urgen bagi semua makhluk. Tanpa air, kehidupan akan mengalami berbagai kesulitan dan kerusakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dani Ramdhani, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari serta berkoordinasi dengan MUI desa-desa di wilayah Kecamatan Pangandaran agar turut melaksanakan dan mendukung pelaksanaan Shalat Istisqa.

“Kami mengagendakan kegiatan ini jauh-jauh hari mengingat hujan sudah lebih dari lima bulan tidak turun. Semoga ikhtiar ini menjadi sebab turunnya hujan yang penuh keberkahan,” katanya.

Dalam khutbahnya, Ustadz Ujang Bakhtiar mengingatkan pentingnya menjalankan hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan hak-hak harta. Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor terhalangnya keberkahan, termasuk turunnya hujan, adalah ketika hak-hak dalam harta tidak ditunaikan dengan baik. Karena itu, selain berdoa dan berikhtiar, umat Islam juga diajak untuk memperbaiki amal, menegakkan keadilan, serta menunaikan hak-hak sesama sebagai bagian dari upaya meraih rahmat dan keberkahan Allah SWT. (harisfirdaus)

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN