wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Terduga Pelaku Pembunuhan di Hotel Cirebon, SN Serahkan Diri ke Polsek Padaherang Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang pria berinisial SN (23) akhirnya menyerahkan diri ke Mako Polsek Padaherang, Polres Pangandaran, setelah diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar Hotel Nusantara, Kota Cirebon.

SN datang ke Mako Polsek Padaherang pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB didampingi kakak iparnya, Satim, warga Blok Bojongsalak, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Kedatangan SN pun langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Padaherang, tim Maung Padaherang kemudian mengamankan SN dan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Cirebon Kota.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman mengatakan, pihaknya mengamankan SN setelah yang bersangkutan datang dan menyerahkan diri ke Polsek Padaherang.

Yang bersangkutan, ucap Abdurahman, datang ke Polsek Padaherang dan menyampaikan bahwa dirinya terlibat dalam kejadian di wilayah Kota Cirebon.

"Setelah menerima informasi tersebut, kami pun langsung melakukan pengamanan lalu melakukan berkoordinasi dengan Polres Cirebon Kota,” ujar Iptu Abdurahman.

Seperti diketahui, kata Abdurahman, kasus ini berkaitan dengan penemuan seorang perempuan berinisial Y (23) yang ditemukan meninggal dunia di kamar F5 lantai 3 Hotel Nusantara di kawasan Jalan Suradinaya, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, pada Senin (21/9/2026).

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui datang ke hotel bersama seorang pria pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Pria tersebut kemudian meninggalkan hotel sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah menerima informasi mengenai keberadaan SN, jelas Abdurahman, Tim Maung Padaherang kemudian berkomunikasi dengan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota.

"Koordinasi dilakukan karena perkara yang disampaikan SN terjadi di wilayah hukum Kota Cirebon," terangnya.

Abdurahman menambahkan, SN diserahkan kepada jajaran Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut guna mengungkap secara lengkap kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi.

Sebelum menyerahkan diri, Abdurahman menyebut, SN diketahui meninggalkan wilayah Kota Cirebon dan menuju kediaman kakak iparnya di Blok Bojongsalak, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang.

"SN tiba di wilayah Padaherang sekitar pukul 18.00 WIB sebelum akhirnya datang ke Mako Polsek Padaherang pada malam harinya," imbuhnya.

"Kami kemudian melakukan langkah pengamanan dan koordinasi dengan Polres Cirebon Kota hingga proses penyerahan SN untuk penanganan perkara lebih lanjut" pungkasnya. (@nton AS)

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Sosialisasi Sidakep & Srikandi Di Lingkungan UPTD Farmasi

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung administrasi kepegawaian, persuratan, dan pengelolaan arsip, di lingkungan UPTD Farmasi telah telah  sebagai bagian dari dilaksanakan kegiatan sosialisasi SIDAKEP (Sistem Digitalisasi Kepegawaian) dan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). (21/09/2026).

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai di lingkungan UPTD Farmasi dapat memahami serta mengoptimalkan penggunaan SIDAKEP dan SRIKANDI dalam mendukung proses kerja yang lebih efektif, tertib, transparan, dan terdigitalisasi.

Dengan penerapan sistem digital yang baik, pelayanan administrasi pun dapat menjadi lebih cepat dan efisien sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin modern. (@nton AS)

Musim Durian Datang, Rezeki Bagi Warga Kampung Batu Lawang Cibalong

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Kampung Batu Lawang Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil buah durian. Durian berwarna kuning keemasan bergantung rapi, menjadi pemandangan yang membahagiakan warga yang menyambut musim panen yang dinanti-nantikan ini.

Salah satu penjual, Enur (32) merupakan salah seorang penjual durian di kampung ini mengaku bersyukur karena pohon durian berbuah lebat dari kebunnya.

"Kami rawat dengan keringat sendiri, menjadi rezeki dari tanah kelahiran," ujarnya. (22/09/2026).

Musim durian memang hanya datang satu hingga dua tahun sekali, sehingga kehadirannya terasa makin istimewa.

Menurut Enur, bagi warga di sini buah lezat ini bukan sekadar hasil bumi melainkan jadi ladang rezeki keluarga.

"Semoga saja musim kali ini panen makin melimpah," ucapnya. (@mirsaripudin)

Harhubnas 2026, Perkuat Konektivitas Transportasi Bandara Nusawiru - Destinasi Wisata Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan konektivitas transportasi untuk mendukung kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata. Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang dipusatkan di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Jumat (18/9/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi antarmoda, termasuk menghubungkan akses udara dengan kawasan wisata seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan pentingnya keterhubungan tersebut agar wisatawan tidak menghadapi kendala setelah tiba di Nusawiru.

Salah satu langkah yang didorong yakni penyediaan shuttle bus wisata dari Bandara Nusawiru menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran.

Moda tersebut diharapkan menjadi penghubung bagi wisatawan sekaligus memperkuat sistem transportasi yang aman, nyaman, terintegrasi, dan ramah lingkungan, sejalan dengan semangat Harhubnas 2026.

Selain shuttle bus, pengembangan transportasi berbasis listrik juga diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Harhubnas sebagai alternatif mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Sementara, Bupati Pangandaran Hjh Citra Pitriyami SH menyambut baik penguatan konektivitas transportasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. “Harapan saya transportasi semakin baik, aksesnya semakin mudah, dan wisatawan merasa nyaman serta aman,” kata Citra.

Pemkab Pangandaran berharap sinergi bersama Pemprov Jabar dapat terus berkembang sehingga akses menuju destinasi wisata semakin mudah, mobilitas masyarakat dan wisatawan semakin lancar, serta aktivitas ekonomi daerah ikut bergerak, "katanya. (@nton AS).

Walau Hanya Dengan 64 Siswa, SD Negeri Mekarjaya Bertekad Harumkan Sekolah di FTBI Kabupaten Tasikmalaya

Ismawati Emalia, S.Pd., M.Pd
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — SD Negeri Mekarjaya, Kampung Desakolot, Desa Muncang, Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, dengan jumlah 64 siswa-siswi ini resmi ditunjuk sebagai perwakilan Kecamatan Sodonghilir dalam ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tasikmalaya cabang lomba penulisan Carpon (Cerita Pendek Bahasa Sunda).

Kepada Pangandaran News, Kepala Sekolah SD Negeri Mekarjaya, Ismawati Emalia, S.Pd., M.Pd, menyampaikan, peserta didik dibimbing dan dilatih bersama para guru untuk membuat carpon ini dibekali dengan beragam referensi gambar sebagai inspirasi.

"Kami juga berkoordinasi dengan orang tua, sehingga di rumah pun anak-anak bisa berlatih secara mandiri agar saat pelaksanaan mereka dalam kondisi prima," kata  Ismawati. (22/09/2026)

Seluruh peserta, kata Ismawati, nantinya akan menginap di lokasi perlombaan sehingga saat hari-H mereka benar-benar fit dan siap tampil.

Menurutnya, persaingan di tingkat kabupaten memang cukup menantang, namun dengan proses latihan dan segala persiapan yang telah dilakukan semoga anak-anak bisa meraih juara dan melangkah hingga ke tingkat provinsi.

Ia menambahkan, SD Negeri Mekarjaya sendiri merupakan sekolah terakreditasi B yang terus membuktikan bahwa jumlah siswa bukan penghalang untuk berprestasi dan dukungan penuh pun datang dari komite sekolah serta gerakan pramuka yang selalu bersinergi memajukan pendidikan di sekolah ini.

"Semangat dan doa terbaik untuk putra-putri SD Negeri Mekarjaya, ayo tunjukkan bahwa kecil-kecil juga bisa berprestasi besar dan mampu memharumkan nama Kecamatan Sodonghilir," tegasnya. (@mirsaripudin)

Dengan Swadaya Dan Gotong-royong Warga Kampung Sukasari Cimanuk, Mampu Bangun Jalan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Sejumlah warga di Kampung Sukasari, RT 003/RW 004, Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, bahu-membahu bergotong royong membangun dan memperbaiki jalan lingkungan desa sepenuhnya dengan swadaya masyarakat.

Tampak pria maupun wanita hingga para lansia turun tangan bersama-sama bekerja dengan penuh semangat, inilah bukti nyata bahwa persatuan masyarakat Desa Cimanuk masih sangat kental dan terjaga.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Cimanuk, Anhar Haerudin menyampaikan, pihaknya sangat apresiasi keterlibatan masyarakat untuk ikut membangun desa.

"Pembangunan ini, ucap Anhar, tidak harus selalu menunggu anggaran pemerintah. Dengan semangat gotong royong jalan desa ini terbangun berkat swadaya masyarakat, dengan volume 45m × 2,5  meter yang dikerjakan dengan cara gotong royong.

"Dan Alhamdulillah, ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong masyarakat Desa Cimanuk masih tinggi, membangun desa, dari desa, oleh masyarakat desa," ungkap Anhar. (21/09/2026).

Warga pun menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Cimanuk yang selalu hadir mengayomi, memotivasi, dan memimpin masyarakat dengan penuh semangat.

"Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi desa-desam lainnya,"ucapnya. (@nwarwaluyo).




Prestasi Membanggakan, MTs Manarul Huda Sabet Juara 1 Putra & Putri Di LT II Penggalang Kwarran Culamega 2026

penulis, Amir Saripudin 
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — MTs Manarul Huda berhasil meraih prestasi dalam ajang Lomba Tingkat II (LT II) Penggalang Gerakan Pramuka Kwarran Culamega Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung Jumat hingga Sabtu (18–19 September 2026), bertempat di Bumi Perkemahan Cibinong.

Sekolah ini sukses menyapu bersih juara pertama untuk regu putra maupun putri, dari
7 pangkalan dengan 112 peserta siswa-siswi SMP/MTs se-Kecamatan Culamega berkompetisi dengan penuh semangat.

Ketua Pelaksana LT II 2026, Aang Hermawan, S.Pd., M.G, kepada Pangandaran News, menyampaikan, Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang adu keterampilan melainkan sebagai wadah untuk membentuk karakter, melatih kebersamaan, dan mempererat persaudaraan antar anggota Pramuka.

"Dalam LT II ini para peserta diuji secara menyeluruh melalui berbagai mata lomba yang edukatif dan menantang," terang Aang.(20/09/2026)

Ia menjelaskan, sejumlah mata lomba utama yang diperlombakan, diantaranya Storytelling kepahlawanan,
LKKB tingkat & formasi barisan,
Tata kelola lingkungan kemah,
Pemetaan, isyarat Morse & Semaphore, sandi keperamukaan, dan pembuatan miniatur jembatan pioneering dari stik bambu.

Sementara untuk mata lomba penunjang, antara lain Kaligrafi Surah Al-Quraisy, drama teater kepahlawanan, parade kepahlawanan, pemeriksaan kelengkapan seragam Pramuka

"Dan untuk mata lomba tambahan, diantaranya teknologi tepat guna, lentera dari bahan bekas, tas ransel kedap air dan
laporan administrasi regu," jelasnya.

Dengan motto kegiatan, "Ber'-AKSI — Bersama Mengabdi Tanpa Batas, Menginspirasi Tanpa Henti", diharapkan peserta tidak hanya cakap dalam keterampilan kepramukaan tetapi juga mampu menjadi inspirasi positif di era digital saat ini.

Sementara itu, Camat Culamega Uu Saepul Uyun, S.Sos., M.Si. yang secara resmi membuka acara, memberikan apresiasi tinggi.

Uu berharap LT II ini mampu mencetak generasi yang berpotensi, berprestasi, cakap, dan berakhlak.

Bumi Perkemahan Cibinong ini, kata Uu, akan terus didukung dan dikembangkan bukan hanya untuk kegiatan kepramukaan, tapi juga untuk berbagai kegiatan positif lainnya.

"Selamat kepada MTs Manarul Huda dan seluruh pemenang, teruslah berprestasi dan menginspirasi teman-teman mu," ungkapnya.

Berikut hasil akhir lomba selengkapnya,

REGU PUTRA:
Juara 1 — MTs Manarul Huda
Juara 2 — SMPN 1 Culamega
Juara 3 — SMPN Satap 1

REGU PUTRI:
Juara 1 — MTs Manarul Huda
Juara 2 — SMPN 1 Culamega
Juara 3 — SMPN Satap

Perkuat Tata Kelola PBB-P2, Bapenda Pangandaran Siapkan aplikasi SAPA

PANGANDARANNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran terus memperkuat tata kelola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), melalui digitalisasi layanan dan penguatan peran petugas pemungut. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Tata Kelola dan Evaluasi PBB-P2 yang digelar di Kantor Bapenda Pangandaran yang dipimpin langsung Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, S.IP., didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pegembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Evan A.H. Nasution, S.STP, Kepala Bidang PBB-P2 & BPHTB Yana Rodiana, S.Pi, dengan dihadiri 93 petugas pemungut PBB-P2. (16/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bapenda memperkenalkan pengembangan SAPA (Sistem Aplikasi Pembayaran) PBB-P2, bagian dari upaya membangun sistem yang dapat membantu petugas dalam pelaksanaan pemungutan di lapangan.

Usai kegiatan, Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, menyampaikan, digitalisasi ini diharapkan membuat pengelolaan PBB-P2 lebih tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pengembangan sistem ini, menurutnya, merupakan bagian dari Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang sedang diikuti olehnya.

Ia menjelaskan, mulai tahun 2027 Bapenda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai tahap persiapan penerapan E-SPPT PBB-P2. Kedepannya di pada 2028, SPPT tidak lagi disampaikan dalam bentuk fisik tetapi dapat diakses dan diunduh masyarakat melalui website Bapenda Pangandaran. Dan sistem tersebut nantinya memberikan pemberitahuan PBB-P2 tahun berjalan, mencatat bukti pembayaran serta menyediakan dashboard untuk pemantauan.

"Pembayaran tetap dapat dilakukan secara tunai maupun secara nontunai melalui QRIS," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sarlan menyebut, Bapenda Pangandaran mengukuhkan Tim Jaga dan Amankan Target PBB-P2 (Jagat PBB-P2), dan sebanyak lima desa akan ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk penerapan konsep tersebut.

"Diharapkan tim ini nantinya akan mampu menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan pengamanan target penerimaan PBB-P2 dilapangan," imbuhnya.

Sarlan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh petugas dalam menghadapi perubahan tata kelola berbasis digital, karena selain meningkatkan efektivitas pemungutan penerapan sistem baru juga akan memperhatikan keamanan informasi dan data Wajib Pajak agar tetap terlindungi.

Menurut Sarlan, Kabupaten Pangandaran sebelumnya menjadi salah satu daerah yang mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan PBB-P2. Pada 2025 lalu, Pemkab Pangandaran mengalihkan pelaksanaan pemungutan PBB-P2 yang sebelumnya dilakukan oleh desa menjadi kewenangan Bapenda.

"Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat tata kelola pemungutan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah "ucapnya. (@nton AS)

Proyek PSN-KNMP Pangandaran Mangkrak Pengoperasian, Pemdes Karangjaladri Belum Terima BAST

PANGANDARANNEWS.COM — Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini belum jelas kapan dapat dioperasikan. Meski sebagian besar bangunan telah berdiri dan secara fisik diklaim mencapai sekitar 99 persen, namun proses serah terima proyek senilai Rp10,6 miliar tersebut belum juga dilakukan.

Kondisi ini tentu membuat beberapa fasilitas yang sedianya menjadi penunjang aktivitas dan kesejahteraan nelayan tersebut, belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Proyek KNMP tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp10,6 miliar dan pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Namun, hingga Rabu (16/9/2026), atau sekitar delapan bulan setelah batas waktu penyelesaian, kepastian mengenai serah terima dan pengoperasian fasilitas tersebut masih belum diperoleh Pemerintah Desa Karangjaladri.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah bangunan dan fasilitas KNMP telah berdiri. Dan secara kasatmata, kawasan tersebut tampak siap digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Namun, Eris menyebut, hingga saat ini belum adanya proses Berita Acara Serah Terima (BAST) menjadi salah satu kendala pengoperasian fasilitas tersebut.

Eris menambahkan, hingga saat ini pihak pemerintah desa juga belum menerima serah terima pembangunan KNMP.

Menurutnya, belum ada kepastian koordinasi dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait mekanisme serah terima dan pengelolaan fasilitas.

“Hingga saat ini kami belum menerima atau serah terima pembangunan KNMP dan belum ada koordinasi dari pihak KKP maupun PPK terkait serah terima dan pengelolaan,” ujar Eris, Rabu (16/09/2026).

Eris Darmawan
Eris juga mengatakan, progres pembangunan secara umum telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan fasilitas yang perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek benar-benar dinyatakan siap digunakan. Salah satunya adalah fasilitas pabrik es, yang dinilai membutuhkan kesiapan mesin dan sistem pendukung agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya.

“Untuk pabrik es harus disiapkan mesin karena harus mengambil air laut langsung, sehingga harus ada pekerjaan tambahan,” imbuhnya.

Pemerintah desa, kata Eris, sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah usulan pekerjaan tambahan dengan harapan seluruh fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Belum tuntasnya sejumlah fasilitas, imbuh Eris, membuat Pemerintah Desa Karangjaladri memilih bersikap hati-hati dalam proses serah terima.

Menurutnya, Pemdes tidak ingin terburu-buru menandatangani BAST apabila masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebab, setelah fasilitas diterima, terdapat konsekuensi pengelolaan, pemeliharaan, maupun potensi perbaikan yang dapat menjadi beban pihak pengelola.

Pihaknya juga ingin memastikan, seluruh fasilitas dalam kondisi benar-benar siap digunakan sebelum serah terima dilakukan.

Ia juga tidak mau ketika sudah diterima namun masih ada kekurangan, dan pihak kami yang terbebani.

"Jadi memang harus 100 persen bisa digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar dokumen BAST nantinya dipelajari secara cermat sebelum ditandatangani, untuk dipelajari dulu berita acaranya. Dan ketika memang belum ada yang selesai mungkin pemdes pun akan menandatangani.

Saat ini, dengan kondisi tersebut Pemerintah Desa Karangjaladri masih menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai penyelesaian pekerjaan, mekanisme serah terima, hingga pola pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran.

"Kami berharap seluruh fasilitas KNMP dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum diserahkan, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaannya," pungkasnya. (@nton AS)

Sebuah Kesempatan Emas, Seorang Pengrajin Pandan Asal Rajapolah Tampil Di Ajang BRICS Bazaar 2026 India

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Seorang pengrajin anyaman pandan asal Kampung Kreatif Sukarauas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, H. Intan Timur Badruzaman, mendapat kesempatan memenuhi undangan KBRI New Delhi, India, dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan BRICS Bazaar 2026, yang berlangsung pada 10–15 September 2026 di India.

Baginya tentu perjalanan ini bukan sekadar kunjungan ke luar negeri namun menjadi sebuah pengalaman luar biasa yang penuh kebanggaan membawa nama Indonesia, khususnya memperkenalkan kerajinan anyaman pandan ke kancah internasional.

BRICS sendiri merupakan forum kerja sama negara-negara berkembang yang menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Dalam rangkaian BRICS Bazaar, setiap negara diberi kesempatan memamerkan budaya, kreativitas, serta produk dan kerajinan khas negaranya kepada dunia.

Dan anyaman Pandan Sukaraua pun berhasil tampil memukau di panggung dunia, di stan Indonesia yang berwarna-warni bertuliskan "BRICS India 2026",

Di ajang tersebut, Intan tidak hanya memajang hasil karya tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses menganyam. Mulai dari memilih bahan, menganyam, hingga menjadi produk jadi.

"Saya memperkenalkan berbagai macam produk kerajinan anyaman pandan, seperti tas, topi, sandal, kotak, tikar, dan banyak lagi," terang Intan. (16/09/2026)

Setiap helai pandan yang dianyam, jelasnya, bukan sekadar bahan untuk menghasilkan produk. Di dalamnya tersimpan ketekunan, ketelitian, kreativitas, budaya, serta kehidupan para pengrajin yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia menambahkan, dari Sukarauas Rajapolah kami membawa pesan sederhana, kerajinan tangan Indonesia tidak hanya dikenal di daerah sendiri tetapi juga mampu tampil bersaing dan diakui oleh masyarakat dunia.

Intan juga berterimakasih kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang telah memberikan kepercayaan, dukungan dan kesempatan kepadanya untuk mengikuti kegiatan berharga ini.

Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanannya membawa nama Kabupaten Tasikmalaya ke kancah internasional.

"Semoga kehadiran kerajinan anyaman pandan dari Sukarauas ini menjadi jembatan budaya untuk mempererat persahabatan antarnegara serta bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Pesona Bukit Panyangrayan Sukapura, Potensi Wisata Alam Berharap Sentuhan Pemerintah Daerah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya tak pernah habis untuk dijelajahi, salah satunya adalah Bukit Panyangrayan yang terletak di Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja.

Sejak tahun 2017, tempat ini telah dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan suasana sejuk, tenang, dan menyegarkan jiwa. Dari puncak bukit yang berkibar bendera Merah Putih, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang luas dan memukau. Dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun, udara yang bersih dan kolam renang jernih alami di area bawah, Bukit Panyangrayan menjadi tempat yang sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari.

Tak hanya itu, gubuk-gubuk beratap rumbia yang tersebar di sekitar area wisata menambah kesan alami dan tradisional yang kental.

Namun sayang, potensi yang luar biasa ini belum ada perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi kawasan wisata ini agar semakin layak dan nyaman dikunjungi.

Salah seorang warga setempat, Yana, mengatakan, Bukit Panyangrayan ini sudah lama menjadi tempat wisata kebanggakaan masyarakat. Suasananya sejuk, pemandangannya indah, sehingga wisatawan yang datang selalu merasa tenang.

Yana berharap, pemerintah daerah dapat membangun fasilitas yang lebih baik khususnya gazebo-gazebo atau tempat istirahat bagi para wisatawan agar bisa bersantai sepuasnya untuk melepas lelah dan menikmati keindahan alam ini dengan lebih lama dan nyaman," ujar Yana. (15/09/2026)

Yana menambahkan, ada sejumlah keunggulan yang bisa ditawarkan di Bukit Panyangrayan,  diantaranya udara dejuk, jauh dari polusi, pemandangan alam perbukitan, panorama alam yang menenangkan mata, kolam renang alami yang segar dan nyaman untuk semua usia, gubuk tradisional, suasana alami yang menenangkan dan daya tarik alami lainnya.

Yana juga berharap, semoga harapan masyarakat ini segera terwujud sehingga Bukit Panyangrayan semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan wisata alam Kabupaten Tasikmalaya.

"Sehingga nantinya warga pun bisa ikut mengais rejeki disini," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Warga Sumringah, Jalan Sirnagalih Desa Kalapagenep Tasikmalaya Kini Beraspal Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi jalan di Kalapagenep Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Pereng Desa Kalapagenep yang dulunya rusak parah dan menyusahkan puluhan tahun, kini telah mulus beraspal halus, lurus, dan nyaman dilalui.

Warga pun mengaku senang, karena perbaikan jalan ini sudah lama ditunggu masyarakat.

Seperti disampaikan salah seorang warga Kampung Pereng, Ayu (42), ia sangat bersyukur dan kebahagia. Pasalnya sudah puluhan tahun jalan ini warga menunggu, dan  akhirnya jalan ini mulus juga.

Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang kerja bareng, sauyunan membangun Tasikmalaya.

Perbaikan jalan di Sirnagalih ini, kata Ayu, selain memperlancar jalur transportasi juga membuka harapan baru bagi warga. sekitar. Jalan yang mulus akses menuju wisata Pantai Karangtawuan pun tentu akan lebih lancar sehingga peluang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat pun semakin terbuka lebar.

"Jalan mulus warga pun senang, semoga ekonomi masyarakat Desa Kalapagenep semakin maju," ungkap Ayu. (14/09/2026)

Ia juga berharap kehadiran jalan yang mulus ini membawa berkah, kemudahan dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Kalapagenep karena akan semakin ramai arus kunjungan wisatawan ke Pantai Karangtawuan. (@mirsaripudin).

Milangkala Gong Perdamaian Dunia 2026 di Karangkamulyan Ciamis, Saksi Bisu Perdamaian Abadi

Penulis: Udi Rustandi

PANGANDARANNEWS.COM
/CIAMISNEWS — Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia Tahun 2026 di Situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, tokoh kebudayaan Jawa Barat, Abah H. Anton Carliyan, MPKN, para seniman, budayawan, unsur Muspida dan Muspika, warga masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang datang dari berbagai daerah.

Gong raksasa Perdamaian Budaya Dunia yang berdiri megah di situs bersejarah Ciung Wanara Karangkamulyan ini adalah lambang persaudaraan universal, persatuan, keharmonisan, dan seruan perdamaian bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Dan seperti diketahui, pelopor Utama Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, antara lain Mr. Sartria Pasundan (Pencetus Hari Budaya Dunia dan Perdamaian Budaya Dunia), Mr. Juyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia), Mrs. Karen Merlin Suntani (Direktur Komite Perdamaian Dunia) dan Dr. Sriwahyuni (Pengusul ke PBB, sekaligus pelahir ide Gong Perdamaian Dunia) serta didukung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan sebagai pendukungnya, diantaranya Gubernur Jawa Barat, Kadisparbud Jawa Barat, HPI Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, Forum Jawa Barat, Ketua Kompepar Jawa Barat, Bupati Kabupaten Bandung, Disparbud Kabupaten Bandung beserta jajaran hingga titik darah deklarasi Tutugan Sunda,1.500 kelompok generasi milenial pencinta budaya, 5.000 tokoh adat se-Jawa Barat dan 33 provinsi serta dihadiri 10.000 tokoh, seniman, dan budayawan.

Kabupaten Ciamis merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang memiliki Gong Perdamaian Dunia, yang berdiri sejak 9 September 2009 di Situs Karangkamulyan petilasan Kerajaan Galuh (tahun 600–1300 M) yang juga dikenal sebagai tempat bersejarah Ciung Wanara/Sang Manarah (Prabu Suratama).

Prakarsa penempatan digagas oleh Mantan Kapolda Jawa Barat, Abah Irjen Pol. H. Anton Carliyan, MPKN, yang saat itu menjabat sebagai Kapolwil Priangan. Penempatan di Ciamis bukan tanpa alasan: Tatar Galuh adalah cikal bakal perdamaian di bumi Priangan. Situs ini menjadi ikon untuk memelihara perdamaian, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur leluhur.

Gong Perdamaian Dunia Tersebar di Berbagai Negara, diantaranya di New Delhi India (11 September 2006), Bali Indonesia (31 Desember 2002), Blitar, Jawa Timur, Indonesia +1 Juni 2009), Ciamis, Jawa Barat, Indonesia (9 September 2009), Ambon, Maluku, Indonesia (25 November 2009), Poltaya, Ukraina (21 September 2010), Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia (11 Maret 2013), IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat (19 Agustus 2014) dan di Shandong, China (24 Agustus 2024). ***

 

Untuk Matangkan Rencana KKG On Fest 2026, FK3G Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rakor Persiapan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Bertempat di Gedung Guru PGRI Kabupaten Tasikmalaya, FK3G Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Guru (KKG). (12/09/2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua FK3G, Cevi Setia, S.Pd, dan dihadiri oleh para pengurus serta perwakilan KKG dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada sejumlah awak media yang hadir, Cevi menyampaikan, agenda utama rapat ini adalah mematangkan persiapan pelaksanaan KKG On Fest 2026 yang direncanakan digelar pada bulan Desember tahun ini.

Ia menyebut, kegiatan KKG On Fest 2026 ini bukan sekadar ajang perlombaan melainkan menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, peningkatan kreativitas, dan penguatan solidaritas antar guru di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Hasil inovasi dari gebyar ini akan ditampilkan oleh perwakilan dari 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

 Ada pun tiga cabang lomba yang dipertandingkan, terang Cevi, KKG terbaik, simphoni dan sayembara desain batik FK3G.

Ia berharap, seluruh persiapan berjalan lancar dan kegiatan KKG On Fest 2026 di bulan Desember nanti menjadi momen yang luar biasa dan mampu membuahkan prestasi dan kebanggaan bagi para pendidik dari 39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya!

"Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sukses KKG On Fest 2026, bersama guru pendidikan semakin maju," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN