wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Usai Terima Laporan Dari Keluarga, Polsek Kalipucang Lakukan Pencarian Keberadaan Seorang Pelajar MTs

Dinda Aulia
PANGANDARANNEWS.COM – Polsek Kalipucang Polres Pangandaran, menerima laporan terkait seorang anak perempuan bernama Dinda Aulia (13) yang belum kembali ke rumah setelah pulang sekolah pada Senin (12/10/2026).

Dan laporan tersebut, diterima Polsek Kalipucang pada Selasa (13/10/2026) malam pun langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur kepolisian.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan, menyampaikan, pihak kepolisian menerima laporan tersebut dari keluarga kemudian melakukan upaya penelusuran untuk mengetahui keberadaan anak tersebut serta memastikan keselamatannya.

Dan berdasarkan keterangan pelapor, terang Ridwan, Dinda diketahui tidak pulang ke rumah setelah selesai mengikuti kegiatan belajar di salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) Kalipucang.

Ridwan menambahkan, sebelum keberadaannya tidak diketahui Dinda sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada bibinya. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya belum akan pulang ke rumah dengan alasan untuk menenangkan pikiran.

Pihak keluarga pun kemudian melakukan pencarian, dan  berdasarkan informasi dari anggota keluarga lainnya Dinda diduga sempat berada di rumah seorang temannya masih di wilayah Kalipucang. Namun, saat dilakukan pengecekan, yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Kemudian keluarga pun memperoleh informasi Dinda diduga pergi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio 125 berwarna hitam-merah, dan informasi ini menjadi bagian dari keterangan yang disampaikan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penelusuran.

Polres Pangandaran pun mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi relevan mengenai keberadaan Dinda agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian terdekat, dan diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi yang dapat merugikan anak dan keluarganya.

Apabila menemukan anak dengan ciri-ciri yang sesuai, diminta segera menghubungi pihak kepolisian terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Polres Pangandaran mengajak masyarakat untuk membantu proses pencarian ini, dengan menyampaikan informasi yang relevan melalui jalur resmi kepolisian serta tetap menjaga privasi dan keselamatan anak. (Anton AS)

Satu Tahun Pantai Cikidang Kencana Cipatujah Jadi Obyek wisata, Warga Berharap Pemda Bangun Fasilitas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Destinasi wisata alam Pantai Cikidang Kencana di Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki suasana sejuk dengan pemandangan pantai yang masih asri. Saat ini telah memasuki tahun pertama sejak dibuka untuk umum,  pantai dengan hamparan pasir luas dan ombak tenang ini mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Menurut salah seorang pemilik warung kopi, Nani (34), ia merasa bersyukur karena Pantai Cikidang Kencana sekarang semakin ramai didatangi pengunjung.

Sejak dibuka menjadi obyek wisata, ia mengaku usaha warung kopinya semakin laris.

"Kini warung kopi saya pun semakin banyak didatangi pembeli," ungkapnya. (14/10/2026)

Nani juga berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya membangun sarana dan fasilitas pendukung, seperti gazebo dan lainnya, sehingga wisatawan semakin nyaman dan betah.

Nani juga menyampaikan harapannya, agar wisata alam Pantai Cikidang Kencana bisa terus dikembangkan. Sehingga. masyarakat setempat dapat mengembangkan produk khas pantai, seperti keripik singkong, sale yang juga bisa dijadikan oleh‑oleh khas Cikidang Kencana.

“Ke depannya kami tidak hanya menyediakan makanan saja, tapi juga menjual produk khas pantai Cikidang Kencana," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Hadiri Dan Meriahkan Munas IFC 2026, Ratusan Pencinta Mobil Fiat Berkumpul di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan pencinta Mobil Fiat dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam kegiatan Jambore dan Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Fiat Club (IFC) 2026 yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026, bertempat di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas, sekaligus momentum penting bagi organisasi melalui pemilihan Presiden Indonesia Fiat Club periode 2026–2030.

Sejumlah perwakilan komunitas yang hadir berasal dari beberapa kota, seperti Malang, Yogyakarta, Bandung, Kediri, Serang, Surabaya, Tasikmalaya, Trenggalek, Ponorogo, Cirebon, Galuh Ciamis, Bekasi, Madiun dan Garut.

Pada kesempatan menghadiri ratusan peserta IFC ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, S.T., M.M, menyampaikan, selamat datang kepada seluruh peserta serta mengajak seluruh peserta untuk menikmati keindahan alam Pantai Karapyak.

"Kami berharap, kunjungan para pencinta otomotif dari berbagai daerah ini dapat memberikan pengalaman berkesan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Pangandaran kepada komunitas yang lebih luas," ucapnya.

Dalam agenda pemilihan Presiden IFC periode 2026–2030, akhirnya Soeharto memperoleh 11 suara dan terpilih menjadi ketua baru. Kepemimpinan sebagai ketua, tentu diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan menjaga keberlangsungan organisasi yang mempertemukan para pencinta mobil Fiat dari berbagai daerah.

Dalam sambutan pertamanya, Suharto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan anggota serta berharap dukungan dan partisipasi seluruh anggota dalam menjalankan organisasi ke depan.

Ia juga menekankan terkait pentingnya menjaga silaturahmi, karena Indonesia Fiat Club merupakan organisasi yang berlandaskan hobi dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, kata Suharto, diharapkan Indonesia Fiat Club bisa terus menjaga solidaritas dan persaudaraan antar anggotanya.

"Dan sekaligus menjadikan kegiatan komunitas sebagai sarana memperkenalkan destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia," imbuhnya.

Selain agenda musyawarah kegiatan jambore pun dimeriahkan dengan berbagai aktivitas komunitas dan hiburan, salah satunya grand prize berupa satu unit mobil Fiat Uno tahun 1990.

Hadiah tersebut tentu menambah antusiasme kegiatan sekaligus menjadi daya tarik bagi para peserta yang memiliki kecintaan terhadap mobil Fiat, khususnya kendaraan klasik.

Masih dalam kesempatan tersebut akhirnya Yogyakarta pun ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Jambore Indonesia Fiat Club tahun 2027 mendatang, Penetapan ini menjadi bagian dari kesinambungan agenda komunitas untuk mempertemukan anggota dari berbagai daerah dalam suasana kekeluargaan. (@nton AS)

Bantu Warga Saat Musim Kemarau, Yonif TR‑939 MP Salurkan Air Bersih ke Desa Sukapura

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Yonif TR‑939 MP bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukapura menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter untuk warga Kampung Baru Mekar.(13/10/2026).

Kegiatan penyaluran bantuan yang dipimpin oleh Inteli Kodim Sukaraja, Kapten Soleh, disambut langsung oleh Kepala Desa Sukapura Drs. Hj. Dely E., S.Pd., beserta perangkat desa dan perwakilan warga setempat.

Atas warga, Kepala Desa Sukapura Drs. Hj. Dely E., S.Pd, pun menyampaikan terima kasih kepada pihak Yonif TR‑939 MP yang telah membantu meringankan beban warga di tengah musim kemarau ini.

"Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban warga hingga turun hujan dan pasokan air tanah kembali normal," ungkap Dely.

Hal senada juga disampaikan warga, serta bersyukur atas bantuan air bersih yang saat ini sangat dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga sehari‑hari.

"Kami sangat bersyukur, karena bantuan air bersih ini memang sangat kami perlukan, khususnya pada musim kemarau ini," kata salah seorang warga. (@mirsaripudin).

Jelang Hari Jadi ke-25, Kawasan Simpang dan Kompleks Dadaha Tasikmalaya Masih Terlihat Kumuh

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, kondisi kebersihan di kawasan Simpang dan Kompleks Dadaha masih menjadi sorotan.

Dari pantauan Tim Liputan Pangandaran News pada malam hari, di sepanjang pinggir jalan dan trotoar kawasan tersebut masih ditemukan tumpukan sampah dari sisa aktivitas pelajar, warung, dan warga sekitar.

Selain persoalan sampah juga masih banyak warung dengan terpal robek yang berdiri tidak teratur di bahu jalan, kondisi tersebut membuat lingkungan terlihat kumuh, berantakan, dan tidak tertata.

Kondisi ini disayangkan oleh warga sekitar, mereka menilai penataan ruang publik seharusnya tidak hanya dilakukan menjelang acara seremonial.

Warga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan pembersihan dan penataan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada perayaan besar.

Warga mengaku, saat ini masih melihat sampah masih menumpuk dan warung-warung berdiri berantakan.

"Jangan hanya diperbaiki saat ada acara besar saja, kami ingin lingkungan yang bersih dan tertata setiap hari terutama bagi para pelajar yang lewat setiap pagi dan sore,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(11/10/2026)

Warga juga meminta pemerintah bertindak tegas dan adil dalam penertiban lapak liar, tanpa tebang pilih terhadap pihak tertentu.

Tim Pangandaran News pun berupaya menghubungi Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Lingkungan Hidup, untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait rencana penanganan menyeluruh di kawasan Simpang dan Kompleks Dadaha.

Sayang, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait. (@nwarwaluyo)

Siap Manjakan Pengunjung, Ojek Wisata Citumang Pangandaran Bangun Body Gate dan Dua Camping Ground

PANGANDARANNEWS.COM – Destinasi wisata Body Rafting Citumang yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, saat ini terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat daya tarik wisata alam.

Dengan jumlah kunjungan mencapai 1.201 wisatawan pada Minggu (11/10/2026), pihak pengelola pun mulai menyiapkan sistem akses otomatis Body Gate dan dua area camping ground untuk memperluas pilihan aktivitas pengunjung.

Pengembangan ini tentu menjadi bagian dari upaya penataan kawasan wisata Citumang agar tidak hanya menawarkan sensasi menyusuri sungai melalui aktivitas body rafting, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendukung yang lebih tertata dan beragam.

Demikian disampaikan Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, saat ditemui Pangandaran News di lokasi.

sistem Body Gate ini, kata Edi, dirancang untuk mendeteksi pengunjung yang masuk ke kawasan wisata melalui mekanisme akses otomatis.

“Jadi nanti pengunjung itu terdeteksi semua melalui sistem Body Gate,” terangnya, Minggu (11/10/2026).

Ia menyebut, sistem tersebut akan menerapkan mekanisme buka-tutup yang disesuaikan dengan proses keluar-masuk pengunjung.

Dan dengan penerapan teknologi ini, pihaknya berharap dapat melakukan pendataan wisatawan secara lebih teratur sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan akses menuju kawasan wisata.

Tak hanya membenahi sistem akses, Edi mengaku, pihak pengelola Citumang pun menyiapkan fasilitas berkemah untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih lama.

Dua lokasi telah direncanakan sebagai area camping ground, antara lain berada di sekitar Curug Dori dengan kapasitas diperkirakan mampu menampung 20 hingga 30 orang.

"Dan lokasi kedua berada di bagian ujung kawasan wisata, tidak jauh dari kolam renang, dengan kapasitas sekitar 40 orang," imbuhnya.

Jika kedua lokasi tersebut terealisasi sesuai rencana, Edi meyakini, Citumang berpotensi menyediakan ruang berkemah dengan kapasitas gabungan sekitar 60 hingga 70 orang.

Ia menambahkan, persiapan lahan sudah mulai dilakukan termasuk membersihkan area yang akan digunakan sebagai tempat berkemah.

Edi juga berharap, kehadiran camping ground ini bisa memberikan alternatif pengalaman wisata bagi pengunjung. Wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati aktivitas susur sungai, tetapi juga berkesempatan menghabiskan waktu lebih lama dengan berkemah di tengah suasana alam Citumang.

Dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung, Citumang Body Rafting saat ini juga telah dilengkapi fasilitas musala serta Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.

Edi juga mengatakan, keberadaan EWS menjadi salah satu perangkat pendukung keselamatan terutama dalam mengantisipasi potensi kondisi alam yang dapat memengaruhi aktivitas wisata sungai. Dan pengembangan fasilitas ini, menjadi penting bagi destinasi wisata berbasis alam yang mengandalkan aktivitas luar ruang dan kondisi lingkungan sebagai daya tarik utamanya.

Meski demikian, ujar Edi, penerapan sistem Body Gate dan penggunaan dua camping ground saat ini masih dalam tahap persiapan. Dan pada hingga Minggu (11/10/2026), pengelola juga belum mengumumkan jadwal pasti pengoperasian kedua fasilitas tersebut.

Dengan rencana pembenahan ini, sekali Edi berharap, Citumang Body Rafting akan mampu memberikan pengalaman wisata yang beragam.

"Mulai dari petualangan menyusuri sungai hingga kegiatan berkemah, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung," pungkasnya. (@nton AS)

Penataan Jalan Utama Singaparna Makin Menarik, Masyarakat Berharap Kebersihannya Pun Tetap Terjaga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Penampilan jalan utama Kota Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, kini semakin tertata rapi setelah selesai perbaikan trotoar dan penataan bahu jalan. Trotoar dengan paving blok berwarna abu‑abu dan jalur pemandu kuning kini nyaman untuk pejalan kaki, dilengkapi bangku istirahat di beberapa titik.

Di sepanjang sisi jalan deretan ruko berwarna cerah berdiri rapi, pepohonan hijau menambah kesan sejuk, dan arus lalu‑lintas berjalan lancar.

Warga pun menyambut baik dan berharap pemeliharaan ruang publik ini terus dijaga kebersihannya secara berkelanjutan, tidak hanya saat ini saja.

Salah seorang warga, Reni (36) mengaku senang karena trotoar dan jalan sekarang sudah rapi.

"Semoga kebersihan ini terus dijaga setiap hari, bukan ” ujarnya. (10/10/2026)

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya  terus melaju penataan fasilitas umum guna menciptakan  Kabupaten Tasikmalaya yang aman, nyaman, untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Saat ini, jalan utama beserta trotoar pun sudah dapat dimanfaatkan oleh pengguna jalan setiap hari. (@mirsaripudin)

Peringati Hari Jadi Ke 25, Pemkot Tasikmalaya Bangun Ikon Wisata Malam

penulis:@nwarwaluyo

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Keindahan malam Kota Tasikmalaya semakin bersinar dengan hadirnya wahana wisata lampu hias Lumiland, yang kini menjadi pusat perhatian warga maupun wisatawan.

Kawasan Lumuland ini dibangun untuk merayakan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke‑25, dan menampilkan gerbang utama yang berkilau dengan rangkaian lampu biru, hijau, dan merah, siap menyambut pengunjung menuju taman cahaya mempesona.

Di dalam kawasan, instalasi lampu dibentuk menyerupai bintang hijau dan kubah cahaya raksasa bersinar terang di tengah pepohonan rindang yang dihiasi ribuan titik lampu berwarna‑warni berkilau seperti hamparan bintang di bumi.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan Lumiland ini, bertujuan untuk mempercantik wajah kota sekaligus mendorong potensi wisata lokal. Dab diharapkan kehadiran kawasan cahaya ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah, mendukung ekonomi warga sekitar, dan menjadi tempat berkumpul yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sejak dibuka untuk umum, Lumiland selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai usia yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana malam sejuk, berfoto di spot‑spot ikonik, dan melepas penat setelah beraktivitas seharian.

Meski warga mengagumi keindahan Lumiland, muncul harapan sekaligus catatan dari masyarakat agar penataan kota tidak hanya tampak bagus saat peringatan hari jadi saja.

Seperti disampaikan salah satu pengunjung, Rismawati. Ia mengaku senang terkait keberadaan Lumiland yang cantik ini.

Namun ia berharap, penataan kota dan lampu penerangan tidak hanya bagus saat hari jadi Kota Tasikmalaya ke‑25 saja.

"Jangan sampai setelah acara selesai, lampu‑lampu mati dan kota kembali kumuh,” ujarnya. (09/10/2026).

Ribuan Warga Padati Alun-Alun Ciamis Laksanakan Shalat Istisqo Mohon Turun Hujan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS — Di tengah musim kemarau panjang yang telah melanda beberapa bulan terakhir, ribuan warga berkumpul di Alun-Alun Ciamis untuk melaksanakan Shalat Istisqo untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang berkah.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (8/10/2026) ini dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis dan diikuti ribuan peserta memadati lokasi, terdiri dari para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, ASN, santri, hingga pelajar dari berbagai tingkatan sekolah.

Kondisi kemarau panjang ini telah dirasakan dampaknya oleh masyarakat, hingga ketersediaan air bersih semakin terbatas. Sementara lahan pertanian sudah mulai mengalami kekeringan, yang berpotensi menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.

Dalam pelaksanaan tersebut, KH. Bukhori Muslim bertindak sebagai Imam Shalat, sedangkan khotbah disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen Shalat Istisqo bukan sekadar memohon hujan tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri dan bertaubat.

Bupati pun mengajak untuk introspeksi, mungkin masih banyak kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat.

"Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa, menerima taubat kita serta mengabulkan doa-doa kita dan memberikan keberkahan kepada Kabupaten Ciamis," ujar Herdiat.

Ia juga mengajak agar seluruh masyarakat mendoakan saudara-saudara yang paling terdampak kekeringan, khususnya para petani.

"Mari kita mendoakan saudara-saudara kita, khususnya para petani dan masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada ketersediaan air," ungkapnya.

Selain ikhtiar spiritual, Bupati Herdiat juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkab Ciamis untuk terus melakukan langkah antisipasi penanganan dampak kekeringan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan dukungan bagi sektor pertanian.

Ia menegaskan, penanganan kekeringan memerlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.

"Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Lewat Platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan RSUD Pandega Pangandaran Raih Skor 4,7 Kepuasan Publik

7 Oktober 2026 07:53

PANGANDARANNEWS.COM — Komitmen penguatan kualitas layanan kesehatan, saat ini terus ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran. Dan berdasarkan penilaian masyarakat melalui platform Google Review, fasilitas pelayanan kesehatan milik daerah tersebut berhasil meraih skor kepuasan publik sebesar 4,7 bintang.

​Tingginya rating tersebut, didukung oleh sejumlah ragam tanggapan positif dari para pasien dan keluarga pengunjung.

Respons masyarakat ini,  menyoroti kecepatan respons tenaga medis, kebersihan lingkungan rumah sakit, kelengkapan sarana medis, serta keramahan petugas di unit perawatan.

Pada suatu kesempatan, ​Pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran menyampaikan bahwa pihaknya sangat menngapresiasi kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu memberikan umpan balik secara transparan.

Dan evaluasi digital ini, tentu bisa dijadikan tolak ukur dalam menjaga standar pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan.

​”Kepuasan dan kenyamanan Sahabat Pandega adalah motivasi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik,” tulis manajemen pada akun di media sosial resminya.

RSUD Pandega Pangandaran juga terus ​Perkuat Keterbukaan Akses Layanan Darurat dan Unit Medis
​Guna mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mempercepat akses penanganan medis dengan memperluas kanal informasi dengan merilis daftar nomor kontak penting.

Masyarakat pun dihimbau untuk memanfaatkan saluran komunikasi tersebut sesuai dengan jam operasional unit kerja yang bersangkutan, khususnya untuk kebutuhan laboratorium, radiologi, dan farmasi. Sementara itu, penanganan gawat darurat melalui unit IGD dipastikan tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam nonstop.

Berikut sejumlah fasilitas operasional yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran,

-​Instalasi Gawat Darurat (IGD): (0265) 7503045 (Layanan Darurat Siaga 24 Jam)
-​Information Center: (0265) 7503044
-​Laboratorium: 0821-1932-9525
-​Radiologi: 0877-1995-7088
+​Farmasi: 0821-1881-6226
-​Humas (Chat Only): 0821-2005-6071. ​***

Waspadai Influenza, Berikut Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A

PANGANDARANNEWS.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan, agar masyarakat lebih mengenali perbedaan antara flu biasa dan Influenza A.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui postingan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran yang dikutip hari Rabu (7/10/2026), dan ini bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Dalam edukasinya RSUD Pandega menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan batuk pilek biasa.

Dan salah satu perbedaan terlihat dari gejalanya, Influenza A dapat ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering hingga badan terasa berat.

Sementara itu, batuk pilek biasa umumnya ditandai dengan pilek, hidung tersumbat, batuk ringan, sakit tenggorokan dan jarang disertai demam tinggi.

Dari sisi lama sakit, Influenza A umumnya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu dan dapat lebih lama apabila terjadi risiko tinggi. Sedangkan batuk pilek biasa biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari dan pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

RSUD Pandega juga mengingatkan adanya potensi komplikasi akibat Influenza A, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia atau bronkitis. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

Bisa Menular Melalui Droplet

Influenza A dapat menular melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk dan bersin, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Seperti tangan yang menyentuh mulut, hidung atau mata, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Untuk mengurangi risiko penularan, pihak RSUD Pandega mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Diantaranya mendapatkan vaksinasi influenza, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala yang semakin berat, dengan memeriksaan ke fasilitas kesehatan. Dianjurkan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, nyeri dada, sesak napas atau kondisi kesehatan semakin memburuk.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran juga mengajak masyarakat tidak menganggap seluruh keluhan flu sebagai penyakit ringan. Dan mengenali gejala sejak awal ini menjadi penting, agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. ***

17 Pasien HIV Jalani Pengobatan di Puskesmas Padaherang Pangandaran, Pasiennya Ada yang Usia Pelajar

PANGANDARANNEWS.COM - Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran saat ini terus melakukan perawatan dan pendampingan pada orang dengan HIV (ODHIV), saat ini tercatat ada sekitar 17 pasien yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan tersebut.

Seperti disampaikan Dokter Umum Puskesmas Padaherang, dr. Hilda Fauzia Akmal, mayoritas pasien yang menjalani pengobatan berada pada usia produktif. Sekitar 20 hingga 50 tahun, namun terdapat juga pasien yang masih berusia anak-anak.

"Ada satu orang pasien dengan usia anak, pasien tersebut diketahui masih berusia sekolah dasar," jelas Hilda. (07/10/2026).

Namub Hilda mengaku tidak mengetahui secara pasti riwayat penularannya karena dirinya baru bertugas di Puskesmas Padaherang sejak 2024, sementara layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV sudah berjalan sebelumnya.

Di sisi lain, imbuhnya, jumlah pasien yang terdeteksi di fasilitas kesehatan kemungkinan belum menggambarkan keseluruhan kondisi di lapangan.

Penemuan kasus HIV ini, menurutnya, masih seperti fenomena gunung es. Karena sebagian orang, menjalani pemeriksaan ketika sudah mengalami keluhan kesehatan.

"Jadi yang pertama datang ke kita tuh biasanya yang sudah ada keluhan," ucapnya.

Hilda mengatakan, pada tahap awal HIV belum menimbulkan keluhan yang khas. Sehingga ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan, sebagian sudah mulai mengalami gejala dan setelah dilakukan penelusuran ternyata ditemukan adanya faktor risiko.

"Yang datang ke kita mungkin sepersekiannya dari yang sebetulnya ada di lapangan," terangnya.

Tidak Hanya ARV, ungkap Hilda,
Sebagai fasilitas layanan PDP Puskesmas Padaherang tidak hanya memberikan obat antiretroviral (ARV) kepada pasien HIV. Namun, penanganan disesuaikan dengan kondisi dan penyakit penyerta yang dialami pasien.

Hilda juga menjelaskan, pasien HIV yang mengalami tuberkulosis (TB), misalnya, juga membutuhkan pengobatan TB. Begitu pula apabila terdapat infeksi menular seksual (IMS) atau keluhan lainnya, penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Dan untuk pengobatannya tidak cuma ARV aja, tapi disesuaikan juga dengan kondisi pasien," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam menjalankan layanan tersebut Puskesmas Padaherang mendapat pendampingan dan monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran maupun tim mentor.

"Yaitu Puskesmas Parigi yang lebih dahulu menjadi layanan PDP dan berperan sebagai mentor kabupaten," ujarnya.

Menurut Hilda, kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut membantu tenaga kesehatan memperdalam pengetahuan mengenai penanganan HIV. Pasien Stadium Berat Dirujuk
Apabila kondisi pasien sudah berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Padaherang melakukan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran untuk stabilisasi. Dan setelah kondisi pasien membaik, pengobatan pun dapat kembali dilanjutkan di Puskesmas Padaherang.

"Kalau misalnya stadiumnya yang parah sekali perlu dirujuk, maka kita enggak susah sekarang karena kita sudah punya rumah sakit," katanya.

Selama dirinya bertugas di Padaherang, Hilda mengaku, pasien dengan kondisi berat yang dirujuk ke rumah sakit dapat kembali ditangani di puskesmas setelah kondisinya membaik.

Dari sisi pembiayaan, Hilda mengatakan, Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, pasien yang belum memiliki BPJS dapat dibantu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan di Kabupaten Pangandaran.

"Semua semuanya di-cover BPJS. Termasuk kalau misalnya sekarang kan ada UHC. Kalau misalnya dia belum punya BPJS difasilitasi," terangnya.

Hilda menyebut, dukungan pembiayaan tersebut membantu pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan secara berkelanjutan.

Selain pengobatan, Puskesmas Padaherang juga ia juga melakukan edukasi mengenai HIV termasuk melalui penyuluhan kepada pelajar SMP dan tenaga pengajar.

Skrining HIV secara luas kepada masyarakat belum dilakukan karena pemeriksaan HIV memerlukan persetujuan atau informed consent serta dilakukan berdasarkan indikasi dan faktor risiko.

"Jadi untuk sementara skriningnya ke yang berisiko aja dulu," imbuhnya.

Hilda juga mengatakan, penanganan HIV di Puskesmas Padaherang juga melibatkan tim PDP yang terdiri dari dokter, petugas administrasi atau rekam medis, perawat, analis dan petugas apotek.  Tim ini melakukan pemantauan pasien secara berkala, termasuk terhadap pasien yang tidak selalu dapat datang langsung ke puskesmas.

"Kita juga melakukan pemantauan melalui komunikasi jarak jauh untuk keberlanjutan pengobatan," pungkasnya. (hiek)

Ratusan Pengemudi Becak Pangandaran, Terima Bantuan Beca Listrik Dari Presiden RI

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 240 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Pangandaran. selasa (6/9/2026).

Seperti diketahui, becak listrik ini memiliki kapasitas hingga dua penumpang dan dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer dalam satu kali pengisian baterai. Pengisian daya dapat dilakukan di rumah menggunakan perangkat charger yang telah diberikan kepada penerima, sehingga diharapkan kendaraan dapat digunakan secara praktis untuk mendukung aktivitas para pengayuh

Bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bersama Pemerintah Kabupaten Pangandaran ini, diperuntukan terutama bagi pengayuh lanjut usia sebagai upaya membantu meringankan beban fisik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mencari nafkah.

Pada acara penyerahan tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Pangandaran khususnya para pengayuh becak.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi para pengayuh yang selama ini masih mengandalkan tenaga untuk mengoperasikan becak. Karena dengan menggunakan tenaga listrik, kendaraan tersebut dapat membantu mengurangi beban saat membawa penumpang sekaligus menunjang aktivitas transportasi masyarakat dan wisata di Kabupaten Pangandaran.

"Saya berpesan kepada para penerima agar bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata bupati.

Ia juga menegaskan, kendaraan bantuan ini tidak untuk disewakan maupun diperjualbelikan sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh penerima yang telah ditetapkan. (@nton AS)

Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata Turun Langsung Dampingi Korban Kebakaran Di Desa Legokjawa

Jeje Wiradinata 
PANGANDARANNEWS.COM — Musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Dusun Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kini menyisakan kerugian materi. Namun di tengah kondisi tersebut, solidaritas mulai bergerak untuk memastikan para korban bisa kembali memiliki tempat tinggal.

Seperti yang dilakukan tokoh masyarakat Pangandaran, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran sekaligus sebagai mantan Bupati Pangandaran, Hj Jeje Wiradinata, turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga terdampak.

Tak berhenti pada bantuan logistik, Jeje juga menginisiasi gerakan gotong royong untuk mempercepat pembangunan kembali rumah warga yang ludes terbakar.

Dalam kunjungannya, ia pun menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok. Seperti Beras dan Mie Instan, serta bantuan Dana Tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban.

Seperti diketahui rumah-rumah yang terdampak kebakaran tersebut merupakan hunian bantuan bagi korban tsunami tahun 2006, dan Jeje memiliki keterikatan historis dengan pembangunan rumah tersebut karena saat itu dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ciamis yang turut mengawal proses pembangunannya.

Menurutannya, bantuan yang datang dari Pemkab Pangandaran, sekitar Rp20 juta untuk setiap unit rumah belum tentu mampu menutup seluruh kebutuhan Sehingga ia pun memilih mendorong pola gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, anggota DPRD, organisasi sosial hingga pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi korban.

Sementara untuk kebutuhan material pembangunan seperti semen, bata, kayu hingga genteng diupayakan dipenuhi melalui sumbangan dan iuran bersama.

"Kebutuhan material tersebut akan kami tanggung bersama dari swadaya pribadi, iuran anggota dewan fraksi PDI Perjuangan, bantuan dari IBu Ida Nurlela Anggota DPR RI, hingga dana sosial HNSI," jelas Jeje, saat berada di lokasi kebakaran. Selasa (06/09/2026).

Jeje mengatakan, keterlibatan HNSI ini tentu erat berkaitan dengan latar belakang sebagian besar korban kebakaran yang merupakan keluarga nelayan.

"Dana sosial HNSI sekitar 20-25 juta turut diarahkan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah warga yang terdampak," imbuhnya.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat melengkapi dukungan pemerintah sehingga kebutuhan pembangunan rumah dapat segera terpenuhi.

Jeje menilai, musibah yang dialami warga Legok Jawa menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Saya juga mengajak kepada para pejabat, anggota dewan, organisasi sosial dan elemen masyarakat lainnya untuk tidak ragu turun tangan ketika warga mengalami musibah," ujarnya.

Penanganan bencana ini, kata Jeje, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah namun hasil kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

Yang paling penting, ungkap Jeje, sekarang bagaimana rumah warga ini bisa segera dibangun kembali dan jangan sampai korban terlalu lama menunggu.

"Kalau semua bergerak bersama, insyaallah beban masyarakat akan menjadi lebih ringan," tegasnya. (@nton AS)

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN