» » Kurs Dolar Dan Pertamax Melejit, Belum Berpengaruh Pada Bahan Pokok Di Pangandaran

Kurs Dolar Dan Pertamax Melejit, Belum Berpengaruh Pada Bahan Pokok Di Pangandaran

Penulis By on 11/06/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM - Melemahnya nilai rupiah pada mata uang dolar Amerika Serikat, belum berpengaruh terhadap kestabilan harga komoditas di Kabupaten Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, saat ditemui di ruang kerjanya.(11/06/20226)

Harga kebutuhan pokok dan komoditas lainya, kata Tedi, tidak mengalami kenaikan.

Harga-harga di pasaran, seperti harga beras medium yang berada di kisaran Rp 13 ribu, beras premium dikisaran Rp 14,5 ribu per kilogramnya dan harga daging sapi yang berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram.

"Harga minyak goreng curah di kisaran Rp 22 ribu per liter, kemudia minyak kemasan Rp 20 ribu per liter," ungkapnya.

Selanjutnya, imbuh Tedi, harga daging ayam berada di kisaran Rp 33 ribu per kilogram dan harga telur berada di kisaran Rp 26,5 ribu per kilogramnya.

Masih kata Tedi, untuk harga bumbu dapur seperti cabe rawit masih tetap berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogramnya. 

Tedi mengatakan, biasanya yang paling cepat terpangaruh oleh melemahnya kurs rupiah terhadap dolar, adalah bahan baku yang bersumber dari impor.

"Seperti kedelai, kebanyakan diimpor dari luar negeri, itu yang paling cepat terpengaruh," ujarnya.

Tedi juga menyebut, yang akan terdampak dalam kondisi tersebut adalah pengrajin tempe dan tahu karena menggunakan bahan baku kacang kedelai.

"Tapi kalau beras tidak akan terpengaruh," jelasnya.

Menurut Tedi, kenaika harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax biasanya akan lebih berpengaruh pada ongkos kendaraan umum.

berikut daptar dan stok barang komoditas di Kabupaten Pangandaran,

(hiek)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya