Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Lewati Target, Retribusi Wisata Pangandaran Per Bulan Maret 2026 Capai Rp9,2 Miliar

PANGANDARANNEWS.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran sepanjang Maret 2026, melampaui target yang ditetapkan.

Tercatat, data di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi retribusi terhitung sejak 1 hingga 30 Maret 2026 mencapai Rp9,2 miliar atau melampaui target bulanan sebesar Rp8,5 miliar. 

Seperti disampaikan Kepala Bidang Retribusi Bapenda Pangandaran, Bagus Winahyu, lonjakan penerimaan tersebut dipicu tingginya kunjungan wisatawan khususnya selama masa libur Lebaran. 

“Total hingga akhir Maret mencapai Rp9,2 miliar, dan angka ini sudah melebihi target yang ditetapkan tahun 2026,” ujarnya. (30/03/26).

Lebih lanjut Bagus menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari masa libur Lebaran, dengan capaian sekitar Rp8,7 miliar hanya dalam periode tersebut. 

"Peningkatan ini tidak hanya dipengaruhi tingginya jumlah wisatawan, tetapi juga hasil dari optimalisasi pengelolaan retribusi di lapangan," ucapnya.

Capaian ini, kata Bagus, tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah sekaligus menjaga tren positif sektor pariwisata di Pangandaran. 

“Hal ini tentunya menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengelolaan retribusi di masa yang akan datang,ke depan,” imbuhnya. (hiek)





Sekapur Sirih Jeje Wiradinata, Refleksi 6 Tahun RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki usianya yang ke-6 tahun, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Pandega kini telah bertransformasi menjadi tulang punggung layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran. Dan perjalanan ini pun menjadi bukti, komitmen dan keberanian dalam kebijakan publik untuk mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pada enam tahun lalu, Kabupaten Pangandaran berada di persimpangan penting dalam hal akses layanan kesehatan. Minimnya fasilitas rumah sakit daerah memaksa masyarakat pesisir selatan Jawa Barat ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan penanganan medis terutama layanan spesialis.

Kini, dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-6 RSUD Pandega, kisah perjuangan itu kembali dikenang. 

Bupati Pangandaran periode 2016–2024, Jeje Wiradinata, mengajak publik menengok perjalanan awal berdirinya rumah sakit kebanggaan masyarakat Pangandaran tersebut.

Dalam sambutannya saat diundang menghadiri HUT ke  6 RSUD Pandega, Jeje menuturkan masa-masa awal kepemimpinannya saat Pangandaran masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, ia ingat betul awal menjabat yang dipikirkan saat itu salah satu prioritasnya adalah kesehatan. 

"Saat itu kita baru punya beberapa Puskesmas yang kondisinya memprihatinkan, ruangannya ada yang bau pesing serta jumlah dokter spesialis bisa dihitung jari,” tutur Jeje.(30/03/26).

Untuk menghadirkan layanan kesehatan yang layak, Jeje pun mengambil langkah berani dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar hingga Rp266 miliar untuk pembangunan RSUD Pandega dan keputusan ini sempat menuai kekhawatiran mengingat keterbatasan APBD saat itu.

Namun, menurutnya, pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.

Ia pun kemudian menggandeng sejumlah institusi pendidikan ternama, salah satunya Universitas Padjadjaran untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Pangandaran. 

Selain itu, pada pemerintahan yang ia pimpin juga memberikan insentif dan tambahan penghasilan (TPP) guna menarik minat tenaga medis profesional.

Jeje menyebut, tidak mungkin jika hedung semegah ini hanya diisi dokter umum. 

"Kami pun berikan insentif agar para spesialis mau mengabdi di sini, dan ini menjadi titik krusial kedua yang harus kami lalui,” imbuhnya.

Di tahun 2020, keberadaan RSUD Pandega mendapat ujian saat pandemi Covid-19 melanda. 

"Dalam situasi tersebut, saya dan wakil bupati justru menjadi salah satu pasien yang harus menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit ini," terangnya.

Meski saat itu ia sempat disarankan agar dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Bandung, tapi ia tetap bertahan dan memilih di RSUD Pandega sebagai bentuk kepercayaan terhadap fasilitas daerahnya sendiri.

Ia berpikir, jika bupatinya saja tidak percaya pada rumah sakitnya sendiri bagaimana dengan masyarakat? 

Maka saat itu pun ia putuskan, hidup atau mati tetap harus dirawat di Pandega. 

"Ini soal kepercayaan publik yang harus dijaga,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Jeje yang juga berpesan kepada jajaran direksi, tenaga medis, dan seluruh karyawan RSUD Pandega agar terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Tantangan ke depan, kata Jeje, bukan lagi soal pembangunan infrastruktur melainkan menjaga konsistensi pelayanan dan integritas dalam melayani masyarakat.

Modal utamanya adalah kekompakan, dan dalam momentum ulang tahun yang ke 6 ini harus jadi momen perenungan semua.

"Apakah kita sudah memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat?” ucapnya.(hiek)


Libur Lebaran Pangandaran Tetap Jadi Tujuan Wisata Masyarakat, Berikut Data Jumlah Kendaraan Yang Masuk

PANGANDARANNEWS.COM - Selama libur Lebaran 1447 H/2026, jumlah kendaraan wisatawan yang datang ke obyek wisata Pangandaran tercatat cukup tinggi.

Dari data rekapitulasi harian yang diterima Pangandaran News, selama delapan hari (shift pagi dan malam) per tanggal 21 hingga 28 Maret 2026 total kendaraan masuk pantai Pangandaran sebanyak 64.173 unit. Dengan rincian, urutan pertama didominasi kendaraan roda dua (motor) dengan jumlah 33.789 unit, disusul kendaraan roda empat (mobil) total 28.510 unit. 

Sementara itu, kendaraan besar jenis bus cukup signifikan, dengan rincian bus kecil sebanyak 1.231 unit, bus besar 349 unit, dan bus sedang 294 unit.

Hari kedua Idul Fitri menjadi lonjakan tertinggi, dengan rincian mobil mencapai 5.920 unit dan motor menembus 7.193 unit dalam satu hari. 

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, memang jumlah kendaraan roda empat pada momen libur lebaran ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya.

"Jika dilihat dari jenis kendaraan wisatawan, ada perbedaan dibanding lebaran tahun sebelumnya," terang Nana, saat wawancara dengan sejumlah wartawan di Pantai Barat Pangandaran. (29/03/26) pagi.

Kalau tidak salah, jelasnnya lagi, pada libur lebaran tahun 2025 lalu  puncaknya hanya di H+3 dengan jumlah kendaraan yang masuk pantai Pangandaran sekitar 10 ribu unit.

Dan saat libur lebaran tahun ini, imbuhnya, puncaknya kunjungan terjadi pada H+2 dengan total kendaraan yang masuk Pangandaran itu sekitar 13 ribu unit.

Nana juga merasa bersyukur, karena momen libur lebaran tahun ini tidak sampai terjadi kemacetan yang parah di Pantai Pangandaran. 

"Kami dengan instansi terkait terus melakukan sosialisasi dan bekerja di lapangan, sehingga kendaraan wisatawan pun tertata rapih di lokasi parkiran dan tidak terjadi kemacetan parah," ucapnya.(hiek)










Terseret Ombak Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Hilang Terbawa Arus

PANGANDARANNEWS.COM— Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di depan Piamari yang mengakibatkan seorang remaja berusia 14 tahun hilang terseret arus sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.(27/03/26) pukul 08.30 WIB.

Hingga saat ini korban yang belum ditemukan diketahui bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), seorang pelajar asal Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara itu, korban selamat bernama Muhamad Harian Azam (11), juga seorang pelajar dari desa yang sama.

Menurut keterangan saksi, Yahdi Muhajatun Arifin (16), kejadian bermula saat ia bersama kedua korban berada di lokasi pantai yang bukan merupakan zona wisata maupun zona berenang. Kedua korban pun berenang di sekitar area breakwater, sementara saksi hanya duduk di atas pemecah ombak.

Tak lama kemudian, saksi melihat kedua korban terseret arus ke tengah laut akibat ombak tinggi dan berarus deras. Ia langsung berenang untuk memberikan pertolongan, namun dalam upaya penyelamatan tersebut salah satu korban terlepas akibat kuatnya arus dan hantaman ombak.

Saksi pun mengaku hanya berhasil menyelamatkan Azam ke tepi pantai tetapi korban Luthfi tidak terlihat kembali ke permukaan, warga sekitar pun kemudian dimintai bantuan untuk melakukan pencarian.

Saat diwawancara sejumlah awak media, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyampaikan bahwa lokasi kejadian bukan merupakan area resmi untuk berenang atau wisata sehingga tidak terdapat pengamanan maupun penjagaan di lokasi tersebut saat kejadian berlangsung.

Wilayah tersebut, terang Kapolres, merupakan pinggir pantai kampung dan bukan zona wisata. 

"Saat kejadian di lokasi kejadian dalam kondisi sepi, sehingga tidak ada petugas atau pengawasan,” ujarnya.

Kapolres menyebut, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya termasuk menerima laporan, mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dalam proses pencarian korban yang hilang.

Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat khususnya wisatawan dan warga lokal, untuk tidak berenang di area yang tidak ditetapkan sebagai zona aman.

“Saat ini gelombang sedang tinggi dan arus sangat kuat, kami berharap masyarakat hanya beraktivitas di area yang telah ditentukan dan diawasi demi keselamatan,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.***

Live CCTV Pantai Pangandaran 2026, Wisatan Bisa Pantau Secara Real-Time

PANGANDARANNEWS.COM - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran, kini menghadirkan layanan live pemantauan CCTV gerbang utama Pantai Pangandaran melalui laman resmi cctv.pangandarankab.go.id.

Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan yang ingin memantau kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan sebelum memasuki kawasan wisata, khususnya pada momen libur Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Melalui layanan ini masyarakat dapat melihat secara langsung situasi terkini di pintu masuk Pantai Pangandaran, mulai dari arus kendaraan hingga tingkat kepadatan pengunjung. Fitur live streaming ini diharapkan dapat membantu wisatawan dalam merencanakan waktu kunjungan yang lebih nyaman dan efisien, sekaligus menghindari kemacetan.

Selain itu, data visual yang tersaji juga menjadi referensi penting bagi pelaku usaha dan pihak terkait dalam mengambil keputusan operasional selama masa liburan.

Kehadiran CCTV online ini, tentu menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik berbasis digital oleh Diskominfo Kabupaten Pangandaran.

Tidak hanya bagi wisatawan, layanan ini juga turut mendukung kebutuhan pemangku kepentingan lainnya seperti aparat keamanan, pengelola wisata, dan pemerintah daerah dalam memantau situasi secara real-time.

Diharapkan kedepannya titik-titik lokasi CCTV di area strategis lainnya akan terus ditambah secara bertahap, sehingga cakupan pemantauan semakin luas dan pelayanan informasi kepada masyarakat semakin optimal, aman, dan terpercaya.***

Nahas, Seorang Pengendara Motor Di Pangandaran Tewas Tertimpa Dahan Pohon

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Nasib naas menimpa seorang pengendara motor, Dewi Safitri (23), warga Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Ia tewas setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni yang tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya di Jalan Raya Provinsi, Dusun Ciheras Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (24/03/26) sekitar jam 23.00 WIB.

Dahan besar yang jatuh dari pohonnya langsung menghantam bagian kepala dan bahunya saat ia melaju seorang diri dengan sepeda motor di jalan yang mulai lengang, suara jatuhnya dahan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. 

Menurut salah satu pengguna jalan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, Arif, peristiwanya terjadi begitu cepat dan tanpa peringatan.

“Pohon itu memang sudah tua dan memang dikhawatirkan warga," ungkapnya.

Saksi mata lainnya, Ade Mustopa, menjelaskan, insiden maut itu terjadi tepat di wilayah Dusun Ciheuras, perbatasan RT 01/02 RW 01 Desa Sukaresik, dan saat itu korban berada persis di bawah pohon mahoni tua ketika dahan kering tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya.

Ade menambahkan, Korban pun kehilangan kendali dan sepeda motor yang dikendarainya bahkan masih sempat melaju liar sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid, warga yang mendengar suara benturan pun langsung berhamburan ke lokasi. 

"Namun nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh sehingga nyawanya pun tak tertolong," kata Ade.

Kejadian yang merenggut nyawa ini pun kontan memicu kemarahan warga, mereka menilai banyaknya pohon tua di sepanjang jalur nasional yang tak terawat menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Atas nama warga Desa Ade pun dengan tegas meminta pemerintah tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi, karena keselamatan warga jauh lebih penting dibanding proses administrasi yang berlarut-larut.

“Kami warga Sukaresik memohon supaya ada pemangkasan dan jangan menunggu jatuh korban jiwa lagi, baru ada tindakan,” tegasnya.

Saat dihubungi lewat telepon selularnya, ketua Tagana Pangandaran, Nana Sumarna mengaku upaya pemangkasan pohon kerap terbentur persoalan izin dari pihak terkait termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Padahal, ujarnya, kondisi pohon-pohon tersebut sudah lama mengkhawatirkan," ucap Nana.(hiek)


Walau Tidak Merata, Tingkat Hunian Hotel di Pangandaran Naik Signifikan

PANGANDARANNEWS.COM -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mencatat, untuk tingkat hunian hotel  selama empat hari libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, namun yang paling signifikan hanya di Pantai Barat Pangandaran saja yang kunjunganya memang paling tinggi dibanding objek wisata lainya.

Berdasarkan data dari PHRI Kabupaten Pangandaran, terang Agus, tingkat hunian hotel pada 21 hingga 24 Maret 2026 terus mengalami kenaikan. 

"Pada 21 Maret tercatat sebesar 52 persen, kemudian meningkat menjadi 63,3 persen pada 22 Maret 2026. Lonjakan tajam terjadi pada 23 Maret dengan angka mencapai 96 persen dan puncaknya pada 24 Maret yang menyentuh 98 persen," jelasnya.(24/03/26)

Agus mengatakan, tingkat hunian tertinggi ini terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Okupansi (tingkat hunian) yang mencapai hampir 100 persen hanya terjadi di Pantai Pangandaran, selain hotel, penginapan dan rumah warga juga banyak disewa oleh pengunjung.

Agus menyebut, anggota PHRI di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berada di Pantai Pangandaran tapi tersebar di sejumlah destinasi wisata lain mulai Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Parigi, dan Karapyak.

Namun untuk tingkat hunian di kawasan Pantai Karapyak masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 2 persen.

"Tentunya banyak kamar kosong, karena wisatawan umumnya hanya datang untuk beraktivitas di siang hari tanpa menginap," ungkapnya.

Namun Agus memprediksi, memproyeksikan tingkat hunian hotel di seluruh Kabupaten Pangandaran pada 25 hingga 28 Maret 2026 akan mengalami penurunan sebelum kembali meningkat.

"Pada 25 Maret diperkirakan 45 persen, lalu naik menjadi 50 persen pada 26 Maret. Tingkat hunian pada 27 Maret menjadi 68 persen, dan diprediksi mencapai 80 persen pada 28 Maret 2026," imbuhnya. (hiek)

Dishub Pangandaran Sediakan 10 Armada Shuttle Bus Wisatawan, Catat Rutenya

PANGANDARANNEWS.COM  – Sebanyak 10 armada bus shuttle siap membawa penumpang secara gratis, dan saat bus-bus tersebut telah tiba dan bersiaga di kawasan parkir eks Pasar Wisata Pangandaran. 

Armada ini, nantinya akan difungsikan untuk mengantar dan menjemput wisatawan menuju berbagai hotel serta titik strategis di kawasan wisata Pantai Pangandaran selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.

Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, menghadirkan layanan shuttle gratis ini sebagai upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi saat lonjakan pengunjung di musim liburan.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Nana Sukarna, layanan shuttle akan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB dan sistem yang diterapkan adalah antar-jemput penumpang (shuttle service) di sejumlah titik strategis yang telah disiapkan.

“Layanan ini kami hadirkan agar mobilitas wisatawan semakin mudah dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di kawasan pantai,” kata Nana.(20/03/26)

Nana menjelaskan, saat ini sebanyak 10 halte telah disiapkan untuk mendukung operasional shuttle tersebut. Empat halte berada di dalam kawasan eks Pusat Wisata sebagai area parkir sentral, seperti Halte 1 hingga Halte 4. Dan enam halte lainnya tersebar di sepanjang kawasan pantai, meliputi Surya Pesona (Halte 5), Pondok Seni (Halte 6), Skywalk (Halte 7), Nanjung Sari (Halte 8), Horison Palma (Halte 9), serta Polairud (Halte 10).o

Untuk menjangkau berbagai destinasi wisata, Dishub Pangandaran juga menyiapkan lima trayek utama. Trayek 1 melayani rute PW – Matahari Susi – Sunset – Krisna. Trayek 2 meliputi PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Pasanggrahan. Trayek 3 mencakup PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Laut Biru.

Sementara itu, Trayek 4 memiliki jangkauan lebih panjang, yakni PW – Arnawa – Paluvi – Krisna – Laut Biru – Cagar Alam – Air Mancur. Adapun Trayek 5 melayani rute PW – Simpang 4 Ajo – Kejaksaan – Polairud – TPI – Air Mancur.

Setiap trayek akan dilayani oleh dua unit shuttle ini, jelas Nana, ditambah dua unit cadangan sehingga total terdapat 12 armada yang disiapkan. Dan sistem operasional dilakukan secara bergiliran guna memastikan layanan tetap optimal, terutama saat terjadi lonjakan jumlah wisatawan.

Dengan hadirnya layanan shuttle gratis ini, Nana berharap, arus lalu lintas di kawasan wisata Pangandaran dapat lebih tertata.

"Dan juga sekaligus untuk memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung," ucapnya. (hiek)


Meski Kondisi Keuangan Daerah Terbatas, Jelang Lebaran Pemkab Pangandaran Berikan Uang Kadedeh Pada Tenaga P3K Paruh Waktu

PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu di Kabupaten Pangandaran menerima uang kadeudeuh sebesar Rp 300 ribu dari pemerintah daerah.

Bupati Pangandaran, Hj Citra Pitriyami, saat pertemuan dengan wartawan di Kampung Turis Pangandaran mengatakan, meski kondisi keuangan daerah terbatas PPPK paruh waktu tetap mendapatkan kadeudeuh, meskipun nilainya tidak besar.

“Alhamdulillah tenaga P3K paruh waktu tetap dapat kadeudeuh, walaupun kas daerah kita terbatas,” ujarnya.(07/03/26)

Para tenaga PPPK paruh waktu sudah berstatus ASN ini, kata bupati, sudah sewajarnya menerima perhatian dari pemerintah daerah. Walaupun tidak besar, hanya Rp300 ribu, namun ini bentuk perhatian untuk teman-teman PPPK dari Pemda.

Saat dikonfirmasi, salah seorang tenaga PPPK paruh waktu membenarkan bahwa dirinya telah menerima uang tersebut. Walaupun mereka menilai, nominal yang diberikan belum mempertimbangkan masa kerja sebelumnya.

“Ada yang sudah puluhan tahun mengabdi sebelum diangkat, tapi nominalnya tetap sama,” terang salah satu tenaga P3K yang enggan disebutkan namanya. (hiek)


Pastikan Pemudik Dan Wisata Aman Dan Nyaman, Polres Pangandaran Dirikan Pos Terpadu Ikan Marlin

PANGANDARANNEWS.COM – Menindaklanjuti instruksi Kapolda Jawa Barat terkait pendirian pos pelayanan bertema khusus, Polres Pangandaran tampil beda dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Bertempat di jantung wisata. Jadilah Pos Terpadu yang dibangun Polres Pangandaran yang ada di sekitar Bunderan Marlin ini pun menjadi oase yang estetik dan sarat akan kearifan budaya lokal.

Dengan mengusung konsep unik "Masjid Ikan Marlin", pos ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan dan Pelayanan tetapi juga sebagai destinasi istirahat (rest area) yang sangat ramah bagi para pemudik dan wisatawan.

Demi memberikan kenyamanan maksimal dan menekan angka kelelahan pengendara, Polres Pangandaran pun menyediakan berbagai fasilitas gratis yang bisa dinikmati siapa saja serta tersedia kursi pijat tradisional maupun otomatis serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang merasa kurang fit.

Tak ketinggalan, ada juga playground (taman bermain anak) yang ceria serta tempat bersantai dengan suasana outdoor yang nyaman.

Demikian disampaikan Kapolres Pangandaran, Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K, kepada sejumlah awak media, saat berada di lokasi.

Kapolres mengatakan, pengunjung dapat menikmati Coffee Break khas Sidamulih Pangandaran serta makanan dan minuman secara gratis. 

"Kami juga menyediakan fasilitas WiFi gratis dan charging station,"ujarnya.(18/03/26)

Ia menambahkan, untuk bersantai di pos ini juga disediakan live music, spot foto unik hingga layanan informasi objek wisata untuk membantu navigasi para pemudik maupun wisatawan.

Inovasi pos tematik ini, kata Kapolres, merupakan wujud nyata pelayanan Polri yang humanis dan adaptif terhadap karakteristik wilayah. Dan semua ini tentu sesuai arahan Kapolda Jawa Barat, mendirikan Pos Terpadu dengan tema khusus yang mengangkat kearifan lokal Bunderan Marlin sebagai ikon Pangandaran. 

Dan tujuan utamanya adalah untuk memastikan masyarakat yang melaksanakan mudik maupun wisata merasa aman dan nyaman, saat berada di pos ini.

"Para pengendara pun bisa melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan," ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan, kehadiran pos ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor kelelahan. 

"Kami ingin kehadiran Polri di lapangan benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat."***

Utamakan keselamatan Penumpang, Jelang Mudik, Polres dan Dishub Pangandaran Periksa Kelaikan Bus dan Kesehatan Sopir

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk memastikan kelaikan kendaraan bus serta pemeriksaan kesehatan awak kendaraan, beberapa hari lalu Polres Pangandaran bersama Dishub Pangandaran menggelar ramp check atau pemeriksaan  di Terminal Bis Pangandaran.(16/03/26).

Kepada sejumlah wartawan, Kasat Lantas AKP Yudi Risnandar menyampaikan, pemeriksaan ini  dilakukan untuk memastikan kendaraan angkutan penumpang dalam kondisi layak jalan menjelang peningkatan mobilitas masyarakat.

"Selain itu kami juga memeriksa sejumlah komponen kendaraan seperti rem, lampu, dan kondisi ban," jelas Yudi.

Untuk kendaraan yang tidak layak, kata Yudi, pihaknya pun memberikan teguran serta dilakukan penilangan. Dan jika sangat membahayakan keselamatan, dianjurkan segera dibenahi dan diperbaiki. 'Bila memang tidak layak, kendaraan kami tahan agar tidak membawa muatan,” terang Yudi.

Yudi mengatakan, temuan paling banyak pada pemeriksaan kendaraan adalah kondisi ban yang sudah tidak layak pakai. Kebanyakan yang tidak layak itu di bagian ban, kondisi ini sangat membahayakan apabila digunakan perjalanan apalagi untuk jarak jauh.

Ia menambahkan, selain pemeriksaan kendaraan sopir dan kernet bus juga menjalani tes urin yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran untuk memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkoba dan dalam kondisi sehat saat bertugas.

"Kegiatan ramp check ini berlangsung selama dua hari, 16–17 Maret 2026, dilaksanakan hari Senin dan Selasa dan selanjutnya pemeriksaan juga akan kami lakukan kembali di parkir Eks Pasar Wisata saat libur Lebaran,” ucapnya.(hiek)


Untuk Layani Masyarakat Dan Wisatawan, Dinkes Pangandaran Siagakan Sejumlah Puskesmas Dan Nakes di Jalur Utama

Puskesmas Kalipucang 
PANGANDARANNEWS.COM - Untuk melayani masyarakat maupun wisatawan selama musim mudik dan libur Lebaran 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, saat ditanya sejumlah awak media, terkait persiapan menjelang libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Yadi menyatakan, kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan pelayanan medis yang cepat bagi para pemudik dan pengunjung yang berlibur ke Pangandaran.

Masih kata Yadi, ada sembilan fasilitas kesehatan dan sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) disiagakan di jalur utama antara lain Puskesmas Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Cikembulan, Parigi, Cijulang, Cimerak, dan Langkaplancar.

"Selain di jalur utama kami juga menyiagakan fasilitas kesehatan di jalur non-protokol, seperti Puskesmas Mangunjaya, Selasari, Jadikarya, serta Cigugur," kata Yadi. (16/03/26)

Ia juga memastikan bahwa untuk memberikan pelayanan terbaik, para tenaga medis siap diterjunkan secara penuh. Nakes yang disiagakan di RSUD Pandega, puskesmas, serta layanan PSC 119 meliputi dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga administrasi kesehatan, hingga pengemudi ambulans.

"Selain personel, armada pendukung seperti ambulans dan motor reaksi cepat juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat dalam kondisi darurat," jelasnya.

Ia menambahkan, aombulans dan unit motor disiapsiagakan untuk mengantisipasi jika ada warga atau wisatawan yang sakit, serta penanganan cepat jika terjadi kecelakaan laut di kawasan wisata.

"Kami berharap fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Pemkab Pangandaran ini dapat dimanfaatkan secara optimal para pemudik dan wisatawan sehingga bisa menjamin kelancaran dan keselamatan selama momen Lebaran," ucapnya. (hiek)



Mudik Tanpa Cemas, Kapolres Pangandaran Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk memberikan rasa aman bagi warga yang akan pulang ke kampung halaman jelang arus mudik Hari Raya Idulfitri, Polres Pangandaran menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.

Seperti disampaikan Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., program ini bertujuan untuk meminimalisir tindak kriminalitas khususnya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) saat rumah ditinggal kosong oleh pemudik.

Kapolres menyebut, pihaknya ingin memastikan masyarakat Pangandaran bisa menikmati momen Lebaran dengan tenang. Jangan sampai kegembiraan di kampung halaman, terganggu karena memikirkan keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah. 

"Silakan titipkan kendaraan Anda di Mapolres atau Polsek jajaran terdekat, kami jamin keamanannya tanpa dipungut biaya sepeser pun," ujar Kapolres.(16/03/26)

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Pangandaran Iptu Jajat Jatnika SH MH menambahkan, untuk teknis penitipan sangatlah mudah warga cukup mendatangi lokasi penitipan dengan membawa dokumen pendukung.

Ajat menjelaskan, dyaratnya cukup membawa fotokopi KTP dan STNK kendaraan sebagai bukti kepemilikan. 

"Nanti petugas kami di Sat Sabhara akan melakukan pendataan dan pengawasan ketat selama 24 jam di area parkir yang telah kami siapkan," jelasnya.

Masyarakat yang berminat disarankan untuk segera menghubungi  Untuk WhatsApp polres Pangandaran 

082-133-118-110 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat guna memastikan ketersediaan tempat parkir.***

Pada Ajang Silaturrahmi, Jajaran KPU Pangandaran Sambut Sekretaris Baru

PANGANDARANNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu melaksanakan kegiatan penyambutan dan perkenalan Sekretaris KPU Kabupaten Pangandaran, M. Thomas lqbal, S.E, bertempat di sekretariat KPU di Dusun Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih(13/03/26).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri para Pejabat Struktural, serta staf Sekretariat KPU, Ketua KPU Pangandaran menyampaikan, momen ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan sekretaris yang baru kepada seluruh jajaran di lingkungan KPU Kabupaten Pangandaran. 

Melalui kegiatan ini, Muhtadin berharap dapat memperkuat sinergi, komunikasi, dan koordinasi antara pimpinan dan jajaran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan tugas serta fungsi kelembagaan KPU Kabupaten Pangandaran.

"Semoga dengan kebersamaan dan semangat kolaborasi, KPU Kabupaten Pangandaran dapat terus memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas," ucapnya.(hiek)


Kabar Gembira Bagi ASN, Pemkab Pangandaran Siapkan Anggaran Rp21 Milyar Untuk THR

PANGANDARANNEWS.COM – Kabar baik untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pasalnya Pemda memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN akan segera dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Seperti disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, pencairan THR tersebut segera dilakukan setelah pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pemberian tunjangan tersebut.

"PP-nya sudah terbit dan pencairan THR untuk ASN pun bisa segera diproses, Insya Allah mulai besok sudah bisa dicairkan," ujar Citra.(12/03/26)

Meski demikian, menurut bupati, pemberian THR bagi PPPK paruh waktu masih dalam tahap pembahasan.

Bupati mengaku, pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan pemberian tunjangan bagi kelompok tersebut meski secara aturan tidak tercantum dalam skema penerima THR.

Bupati juga menyampaikan, saat ini pemerintah daerah sedang menghitung kemampuan anggaran yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

"Untuk PPPK paruh waktu memang secara aturan tidak ada, tetapi kami sedang melihat kemungkinan jika anggaran memungkinkan," ujarnya.

Di sisi lain para PPPK paruh waktu berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap mereka, mengingat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.

Bupati menyebut, pemerintah daerah pun masih melakukan kajian terkait kemungkinan pemberian tunjangan tersebut agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pangandaran, Idi Kurniadi, menyebutkan Pemda saat ini sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk pembayaran THR.

Anggaran itu, kata Idi, disiapkan untuk tunjangan ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah kepada para aparatur yang selama ini menjalankan tugas pelayanan publik," jelasnya.(hiek)





Warga Antusias Datangi Bazar Ramadhan 1447 H Yang Digelar Kodim 0625/Pangandaran

Poto,pendim 0625
PANGANDARANNEWS.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0625 Pangandaran kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Bazar Ramadhan, bertempat di Halaman Makodim 0625 Pangandaran.(13/03/26/)

Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan S. Hub. Int. M. Han, diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepada sejumlah wartawan, Dandim mengatakan, bazar ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga serta memeriahkan suasana bulan suci Ramadan.

Dandim menyebut, pada bazar kali ini pihaknya amenyediakan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. 

"Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga pakaian muslim dan muslimat yang dijual dengan harga subsidi," terang Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI, khususnya Kodim 0625 Pangandaran terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya bazar ini dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

"Bazar Ini juga sekaligus merupakan bentuk silaturahmi yang erat antara TNI dan masyarakat," ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, tampak sntusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari saat bazar dibuka dan warga pun tampak antre dengan tertib untuk memilih dan membeli barang-barang yang tersedia.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0625 Pangandaran atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini, karena ini benar-benar sangat membantu kami," ungkap salah seorang warga.(hiek/pendim0625)

Persiapkan Keamanan Mudik dan Libur Lebaran, Polres Pangandaran Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Pangandaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Grand Pangandaran, Kamis (12/03/26) sore.

​Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mengawal arus mudik dan balik, serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.

​​Apel besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran didampingi oleh Kapolres dan Dandim. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI ini mempertegas dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang telah disusun oleh Polres Pangandaran.

​Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan bahwa Operasi Ketupat Lodaya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Fokus utama operasi tahun ini meliputi:

​Kelancaran Arus Lalu Lintas: Mengantisipasi titik-titik kemacetan di jalur wisata dan jalur utama.

​Keselamatan Pengendara: Menekan angka kecelakaan melalui pengawasan ketat.

​Keamanan Wilayah: Mencegah tindak kriminalitas di pemukiman warga yang ditinggal mudik.

​​Usai pelaksanaan apel, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh kendaraan dinas milik Polres Pangandaran, mulai dari kendaraan patroli roda dua hingga roda empat.

​Pengecekan ini dipimpin langsung oleh jajaran PJU Polres Pangandaran bersama Forkopimda untuk memastikan performa mesin, peralatan pendukung, hingga kelayakan operasional dalam menghadapi medan tugas selama operasi berlangsung.

​"Kesiapan personel harus didukung oleh kesiapan unit kerja. Polri memastikan seluruh sarana prasarana dalam kondisi tempur (ready to use) demi memberikan respon cepat terhadap segala dinamika di lapangan," ujar salah satu pejabat utama Polres di sela pemeriksaan.

​​Sebagai leading sector dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Pangandaran telah memetakan sejumlah titik krusial, terutama di kawasan objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Dengan dukungan penuh dari personil gabungan, Polri optimis perayaan lebaran tahun ini di Pangandaran akan berjalan kondusif, aman, dan lancar.***

Sambut Libur Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Gelar Rakor Persiapan Lintas Sektoral

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami tadi pagi memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, bertempat di aula di Kantor Setda.(12/03/26).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Ino Darsono, Sekretaris Daerah Kusdiana, Kapolres Pangandaran AKBP Potawari, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra, serta para kepala SKPD, perwakilan dari PHRI, IGHMA, pelaku usaha wisata, dan perwakilan pedagang.

Di depan peserta rakor, Bupati Citra menekankan terkait pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menyukseskan pelayanan selama musim libur Lebaran 2026.

Ia juga tidak lupa mengingatkan agar setiap pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memperkuat koordinasi, terutama antara pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengatur arus lalu  lintas.

“Untuk pengaturan lalu lintas, kami memercayakan jalur arteri kepada pihak kepolisian, sementara jalur di kawasan wisata, Dishub yang akan memegang peranan penting,” kata bupati.

Bupati juga meminta seluruh SKPD agar lebih sigap dan meningkatkan kinerjanya masing-masing, dan ini  berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Momen Lebaran di Pangandaran, menurutnya, merupakan tantangan besar karena bertemunya arus mudik, wisatawan, dan aktivitas warga lokal secara bersamaan.

Pada libur Lebaran nanti,. imbuhnya, pemudik, wisatawan, dan warga lokal akan berkumpul di Pangandaran. 

"Okeh karena itu tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Bupati juga menyebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi atensinnya, diantaranya kelancaran arus mudik dan balik, ketersediaan bahan pokok, manajemen kawasan wisata, serta penanganan potensi kecelakaan. 

“Semuannya itu harus kita laksanakan secara optimal,” tegasnya lagi.

Bupati juga tidak lupa menyampaikan, adanya peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Dan di momen Lebaran ini, tentu harus menjadi peluang untuk meningkatkan lagi PAD kita dari tahun lalu,” ujarnya.(hiek)

Waspada Campak pada Anak, Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Pentingnya Imunisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatnya kewaspadaan pada penyebaran penyakit menular, ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak dengan cara mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit ini.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.

“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, oleh karena arena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” terang Titi. (11/03/26).

Waspada Campak dengan Kenali Gejala Sejak Dini

Ia menjelaskan bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala.

Pada fase awal ini, kata Titi, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.

Ia menambahkan, beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

"Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh," terang Titi lagi.

Titi juga Mengatakan, tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, imbuhnya, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.

Menurut Titi, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR), memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Dan resiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.

Jadi, lanjutnya, imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan.

"Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.

Langkah Preventif

Titi menyebut, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

dr.Titi Sutiamah
Dan sebagai langkah pencegahan RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk, serta rajin mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga diminta memastikan bahwa si anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Jika anak atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada campak segera periksakan ke fasilitas kesehatan, hal ini agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Titi berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin waspada terhadap penyakit campak. Selain itu juga, memahami pentingnya imunisasi, serta mampu mengenali gejala sejak dini.

“Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya. (hiek)

Jaga Kestabilan Harga Bulan Selama Ramadan, Polres Pangandaran Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan 1447 H Polres Pangandaran melalui Tim Satgas Pangan Satreskrim menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cijulang.(11/03/26)

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

"Dan tentunya sekaligus untuk membantu menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran dengan melakukan monitoring secara berkala serta melaksanakan operasi pasar guna menjaga harga tetap stabil.

Kapolres Pangandaran juga mengimbau kepada para distributor maupun pengecer, agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan seluruhnya habis terjual. Gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram dan juga habis terjual.

Minyak goreng kemasan"Minyak Kita" dijual Rp13.700 per liter dengan stok 400 liter yang habis dibeli masyarakat. Bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang seluruhnya habis terjual.

Sementara komoditas lainnya, seperti telur ayam Rp26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang habis terjual, daging ayam Rp40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta terigu Rp8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis terjual.

Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, S.H., M.H., C.PHR., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. 

"Dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan," tegasnya.***

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN