Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Terkecil Dari 27 Kabupaten-Kota Di Jawa Barat, Ini Besaran UMK Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.859-Kesra/2025, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten -Kota (UMK) Jawa Barat 2026 mengalami kenaikan.

Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari 18 kabupaten dan 9 kota, dengn total 27 wilayah, melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat tersebut diumumkan bahwa besaran upah minimum Provinsi Jawa Barat di tahun 2026 sebesar Rp2.317.601,00.

Nilai UMP Jawa Barat 2026 ini mengalami kenaikan 5,77% atau sebesar Rp126.368,82, dibandingkan UMP Jawa Barat 2025 yang besarannya Rp2.191.232,18.

Selain UMP, Gubernur Jawa Barat juga menetapkan UMK atau Upah Minimum Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2026. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep/862-Kesra/2025, dan berlaku mulai pada tanggal 1 Januari 2026.

Berikut daftar lengkap UMP dan UMK di kota dan kabupaten se-Jawa Barat,
-Kota Bekasi: Rp5.999.443.
-Kab. Karawang: Rp5.886.853.
-Kab. Bekasi: Rp5.938.885.
-Kab. Purwakarta: Rp5.052.856.
-Kab. Subang: Rp3.737.482.
-Kota Depok: Rp5.522.662.
-Kota Bogor: Rp5.437.203.
-Kab. Bogor: Rp5.161.769.
-Kab. Sukabumi: Rp3.831.926.
-Kab. Cianjur: Rp3.316.191.
-Kota Sukabumi: Rp3.192.807.
-Kota Bandung: Rp4.737.678.
-Kota Cimahi: Rp4.090.568.
-Kab. Bandung Barat: Rp3.984.711.
-Kab. Sumedang: Rp3.949.856.
-Kab. Bandung: Rp3.972.202.
-Kab. Indramayu: Rp2.910.254.
-Kota Cirebon: Rp2.878.646.
-Kab. Cirebon: Rp2.880.798.
-Kab. Majalengka: Rp.2.595.368.
-Kab. Kuningan: Rp2.369.380.
-Kota Tasikmalaya: Rp2.980.336.
-Kab. Tasikmalaya: Rp2.871.874.
-Kab. Garut: Rp2.472.227.
-Kab. Ciamis: Rp2.373.644.
-Kab. Pangandaran: Rp.2.351.250.
-Kota Banjar: Rp2.361.241.

Lebih lanjut, dalam diktum kedua s.d. Kedelapan dalam Ketetapan Gubernur Jawa Barat tentang UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten) tersebut, diterangkan sejumlah poin berikut.

UMK mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2026.

UMK hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, yang memiliki kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari upah tersebut.

Pengusaha harus menyusun dan memberlakukan struktur dan skala upah dalam menentukan besaran nilai upah yang dibayarkan terhadap pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 tahun.

Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari UMK, terkecuali pelaku usaha mikro dan kecil.

Pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari ketentuan UMK 2026 dilarang mengurangi atau menurunkan upah pekerjanya. ***


Kepala Bapenda Pangandaran Optimis, Target PBB Tahun 2026 Bisa Tercapai

Sarlan
PANGANDARANNEWS.COM – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menyebut capaian pajak bumi bangunan (PPB) untuk tahun 2026 terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 

Menurut Sarlan, terhitung bulan Januari hingga Mei 2026, sudah mencapai Rp 2 miliar.

Seperti diketahu, capaian di tahun lalu pada bulan yang sama hanya mencapai Rp 500 juta. 

""Pening­katan ini tidak lepas dari per­ubahan pola penarikan PBB yang kini dilakukan oleh kolektor di 93 desa se-Kabupaten Pangandaran," terang Sarlan.(07/05/2026)

Pada tahun 2025 lalu, diakui Sarlan, belum maksimal. Mungkin karena masa transisi penarikan yang sebelumnya dilakukan pihak desa, dan saat ini ditarik oleh kolektor PBB yang ada di setiap desa.

Ia mengatakan, untuk tahun 2026 ini Bapenda menargetkan pendapatan PBB sebesar Rp 23 miliar. Dan jika melihat dari progres yang ada, ia optimistis target pun akan tercapai. 

”Mungkin hanya pencapaiannya ada yang cepat dan ada yang lambat di tiap-tiap wilayahh, tapi saya harap hingga bulan September target untuk PBB bisa tercapai,” tegasnya. 

Karena dinilai saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih menjadi kendala dalam pembayaran pajak, ia pun memerintahkan petugas di lapangan agar lebih aktif berkomunikasi baik dengan pemerintah desa maupun wajib pajak. 

Ia juga selalu menyampaikan kepada petugas di lapangan agar bisa berkomunikasi dengan pihak desa dan wajib pajak untuk melihat kondisinya secara langsung, sehingga PBB pun bisa dibayar dengan cara yang baik.

Karena selain faktor ekonomi, menurutnya, kendala administrasi juga masih ditemukan di lapangan. Seperti perbedaan nama dan alamat wajib pajak pada dokumen surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), terutama bagi wajib pajak yang berada di luar daerah. 

”Kami bersyukur karena sudah memiliki petugas yang bisa berkomunikasi dengan wajib pajak yang berada di luar daerah, dan mereka bayar pajaknya melalui transfer,” imbuhnya. (hiek)




 


Waspadai DBD, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Masyarakat Jangan Terlambat Berobat

PANGANDARANNEWS.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim penghujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Seperti disampaikan dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Clarissa Verina Setiawan, masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

Ia juga mengingatkan, masyarakat tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

"Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari," terangnya.(07/05/2026)

Selain itu, imbuhnya, DBD biasanya juga diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, dan kadang muncul bintik merah di kulit.

Namun, menurutnya, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya DBD yang menunjukkan kondisi pasien mulai memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.

Ia mengatakan, beberapa tanda bahaya tersebut di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran.

"Kadang saat demam mulai turun justru pasien memasuki fase kritis, ini yang sering disalahartikan sudah sembuh," ungkapnya.

Ia menyebut, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga syok dengue. Oleh arena itu masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama jika disertai tanda bahaya.

Selain pengobatan, Clarissa juga menghimbau, salah satu langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Diantaranya masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Karena lingkungan yang bersih menjadi kunci utama dalam langkah pencegahan DBD," tegasnya. (hiek)


Targetkan Predikat WBK-WBBM, RSUD Pandega Pangandaran Perketat Pengawasan

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mempertegas komitmennya dalam menghapus praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan di lingkungan rumah sakit, langkah ini merupakan bagian dari upaya akselerasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui kanal media sosia ini manajemen RSUD Pandega menegaskan, transparansi dan profesionalisme menjadi pilar utama dalam transformasi pelayanan kesehatan di Pangandaran. 

Artinya, slogan “Tanpa Pungli, Tanpa Calo, Tanpa Korupsi” kini tidak sekadar menjadi hiasan dinding melainkan target operasional yang ketat.

Praktik percaloan di fasilitas kesehatan seringkali menjadi keluhan klasik masyarakat, mulai dari pengurusan antrean hingga administrasi kamar. 

Menanggapi hal tersebut, RSUD Pandega mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan.

”Jika memang sitemukan ada pelanggaran jangan ragu untuk melapor, identitas anda dijamin aman dan dilindungi,” tulis manajemen RSUD Pandega dalam keterangan resminya.(07/05/2026)

Sementara menurut beberapa kalangan, langkah ini dinilai strategis mengingat status RSUD sebagai garda terdepan pelayanan publik di Kabupaten Pangandaran. 

Saat ini keterbukaan terhadap aduan masyarakat dianggap sebagai mekanisme check and balances yang efektif untuk mendeteksi penyimpangan sejak dini.

Pembangunan Zona Integritas (ZI) merupakan roadmap dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dan dengan membidik predikat WBK dan WBBM, RSUD Pandega diwajibkan melakukan penataan terhadap enam area perubahan. Termasuk manajemen perubahan, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Integritas yang dibangun tidak hanya menyasar pada aspek keuangan, tetapi juga pada perilaku aparatur dalam melayani pasien secara setara tanpa diskriminasi. 

Dan tentunya, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah. 

Dari management RSUD Pandega menghimbau bagi masyarakat yang ingin memberikan laporan atau membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan yang bersih, RSUD Pandega telah menyediakan kanal komunikasi melalui WhatsApp Humas di nomor 0821-2005-6071 atau melalui pusat informasi di (0265) 7503044.***


Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan, Dewas BPJS Kesehatan Kunjungi RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, beberapa hari lalu menerima kunjungan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan. (06/05/2026).

Kunjungan ini, tentunya menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat.

Kehadiran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan pun disambut jajaran manajemen RSUD Pandega Pangandaran, dan menjadi momentum penting untuk membangun koordinasi yang lebih erat dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dalam kunjungan Dewan Pengawas BPJS berbagai aspek pelayanan kesehatan menjadi perhatian, mulai dari kualitas layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sistem administrasi pelayanan, hingga upaya peningkatan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah.

Dan kunjungan ini juga, sekaligus menjadi ruang evaluasi konstruktif antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Menurut salah seorang dari manajemen RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem pelayanan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

“Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Pangandaran, imbuhnya, RSUD Pandega tentu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Karena itu, sinergi antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang efektif, cepat, serta mudah diakses masyarakat.

Ia mengatakan, selain memperkuat koordinasi dalam kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih humanis dan transparan. 

"Fokus pelayanan tidak hanya pada aspek medis semata, tetapi juga kenyamanan dan kepuasan pasien selama menjalani proses pengobatan," jelasnya.

Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, ia menyebut, RSUD Pandega Pangandaran terus melakukan berbagai pembenahan, termasuk penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, hingga pembangunan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Dan upaya ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.

Melalui kunjungan ini, pihaknya juga berharap hubungan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan RSUD Pandega Pangandaran semakin solid dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan, RSUD Pandega optimistis mampu terus berkembang menjadi rumah sakit yang profesional, terpercaya, serta menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran," pungkasnya. (hiek)


Hadirkan Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien, RSUD Pandega Pangandaran dan Kemenag Teken Kerja Sama

poto ilustrasi

PANGANDARANNEWS.COM
- Bertempat di kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu RSUD Pandega dan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran menandatangani perjanjian kerja sama tentang pelayanan kerohanian bagi pasien.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Yayan Herdiana, M.Ag dan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.

Kepada awak media, Titi Mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan yang menyentuh aspek spiritual pasien melalui pendampingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Kami berharap kerjasama ini mampu memberikan ketenangan batin, motivasi, serta penguatan mental bagi pasien dan keluarga selama menjalani proses perawatan," ungkap Titi.(05/05/22026)

Sementara Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, H. Yayan Herdiana, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik tetapi juga membutuhkan dukungan spiritual yang memadai.

"Karena selain membutuhkan obat, pasien pun tentu memerlukan dorongan secara spiritual," kata Yayan. (hiek)




 


Pastikan Target Tahunan Tercapai, Bapenda Pangandaran Evaluasi Kinerja Bidang PBB-P2 Tahun 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran saat ini tengah menggencarkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), fokus utama mencakup digitalisasi sistem, pemutakhiran data objek pajak, serta pengetatan pengawasan di lapangan. 

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, langkah-langkah strategis yang dijalankan oleh Bapenda Pangandaran, salah satunya Digitalisasi Pajak Daerah. 

Menurut Sarlan, Bapenda mendorong penggunaan aplikasi Sipadaran untuk mempermudah wajib pajak dalam pelaporan dan pembayaran secara digital. Implementasi sistem digital ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah.

Sementara untuk evaluasi Kinerja PBB-P2, jelas Sarlan, pihaknya melakukan evaluasi berkala terhadap capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk memastikan target tahunan tercapai tepat waktu.

Saat memimpin rapat evaluasi yang diikuti jajaran pegawai serta petugas terkait, Sarlan juga mengatakan, evaluasi ini digelar sebagai langkah strategis untuk mengukur capaian target pendapatan daerah dari sektor PBB-P2 dan sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang masih terjadi di lapangan.

Ia juga menegaskan terkait pentingnya peningkatan kinerja seluruh jajaran, agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat tercapai secara maksimal.

"Sektor PBB-P2 menjadi salah satu tulang punggung pemasukan daerah yang harus terus dioptimalkan, terutama dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pangandaran," tegasnya.(06/05/2026)

Evaluasi ini penting, karena menurutnya, untuk melihat sejauh mana progres yang sudah dicapai yang sekaligus menjadi bahan perbaikan agar kedepan lebih maksimal. 

"Kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik!dan target PAD pun dapat tercapai,” ucapnya.

Kepada jajarannya, ia juga menekankan perlunya sinergi antara petugas lapangan, pemerintah desa dan masyarakat sebagai wajib pajak, sehingga proses penagihan dan pembayaran pajak dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Langkah ini menjadi sebuah bentuk komitmen Pemkab Pangandaran dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan yang berorientasi pada pelayanan publik,” imbhnya.

Selain membahas capaian realisasi pajak, dalam forum evaluasi kinerja bidang PBB-P2 ini juga menyoroti berbagai persoalan. Seperti tunggakan pajak, validasi data objek pajak, hingga upaya digitalisasi sistem pelayanan perpajakan yang lebih efektif dan transparan.

Dan dengan adanya evaluasi rutin ini, Sarlan berharap seluruh potensi pajak daerah dapat tergali secara optimal. 

"Sehingga yang pada ujungnya akan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor,” ujar Sarlan.(hiek)





Ada Penyesuaian Dibanding Tahun Lalu, 217 Jemaah Haji Pangandaran Berangkat Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan kesiapan pemberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Pangandaran 1447 Hijriah/2026 berjalan lancar, mulai dari proses keberangkatan hingga pelayanan kesehatan bagi para jemaah. 

Menurut rencana, 217 calon jemaah haji asal Pangandaran akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati Majalengka. Dengan titik awal di Asrama Haji Indramayu sebelum menuju Bandara Kertajati, seluruh proses pemberangkatan diharapkan berjalan tertib dengan pengaturan rombongan yang terkoordinasi. 

Demikian disampaikan Kasi Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Pangandaran, Imam Mustofa, kesiapan teknis dan alur keberangkatan dan pendampingan jemaah telah dipersiapkan secara matang. 

"Kami berharap seluruh rangkaian pemberangkatan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan," ungkapnya.(06/05/2026).

Sementara dari sisi kesehatan, kata Imam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran juga telah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para jemaah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak jauh hari, bahkan sejak jemaah dinyatakan masuk dalam daftar keberangkatan. 

Imam mengatakan, proses pelepasan pemberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Pangandaran 1447 H/2026 secara resmi dilepas oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pada hari Rabu, 6 Mei 2026 sore.

Ima mengaku bersyukur karena masalah kesehatan, teman-teman dari Dinkes sudah memantau sejak lama. 

"Semua jemaah terus dipantau agar dalam kondisi siap berangkat,” ucapnya. 

Sementara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam sambutannya mengingatkan, ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan meskipun secara finansial memungkinkan. 

Menurut bupati, seperti saat pandemi Covid 19 pada tahun 2020 hingga 2021 yang menyebabkan tidak adanya pemberangkatan haji. Dan kondisi tersebut menjadi pengingat, ternyata kesempatan melaksanakan ibadah haji sepenuhnya merupakan kehendak Tuhan. 

“Artinya, ibadah haji ini memang panggilan, namun tidak semua yang mampu bisa berangkat dan tidak semua yang belum berangkat berarti tidak mampu,” tegasnya. 

Pada tahun ini, kata bupati, kuota jemaah haji Pangandaran berjumlah 217 jemaah. Sementara pada tahun sebelumnya ada 440 orang, ini menurun lantaran ada penyesuaian kuota secara nasional yang membuat jumlah jemaah mengalami perubahan. 

Bupati mengajak seluruh jemaah untuk bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci, hari ini semua sudah dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji.

Ia juga menghimbau agar jemaah tidak ragu bertanya kepada petugas apa bila ada kendala, dan yang tak kalah penting untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga. 

 “Ibu-ibu, Bapak-bapak, jaga kesehatan, karena ibadah haji itu perlu fisik yang kuat," imbuh bupati.

Bupati juga tidak lupa bepesan kepada para petugas haji agar bisa memberikan pelayanan dan pendampingan maksimal selama di Tanah Suci.

Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bekerja keras mempersiapkan proses pemberangkatan haji, mulai dari tahap awal hingga menjelang keberangkatan. 

"Atas nama pemerintah daerah saya berharap, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur," pungkasnya. (hiek)

Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,2, Selasa Dini Hari Guncang Pangandaran Jawa Barat

PANGANDARANNEWS.COM - Guncangan gempa bumi tektonik M 4,2 yang terjadi Hari Selasa, 05 Mei 2026 pukul 05:14:40 WIB, dirasakan masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.

Seperti disampaikan di kanal resmi BMKG Bandung, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,2. 

Sementara untuk episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.1 LS dan 107.87 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 km Barat Daya Kabupaten   Pangandaran, Jabar pada kedalaman 21 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas aktif bawah laut.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kecamatan Cipatujah Tasikmalaya, Kecamatan Langkaplancar Pangandaran, Kecamatan Pangandaran Pangandaran dengan Skala Intensitas ll MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), wilayah Kota Tasikmalaya Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya, Kota Banjar, Kecamatan Cikoneng Ciamis dengan Skala Intensitas II - I| MMI dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. 

Terasa getaran (seakan-akan ada truk berlalu), namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Hingga pukul 05.37 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.***


Meliani Siswi SMPN 1 Pangandaran, Berhasil Sabet Juara 1 Pasanggiri Jaipong Tingkat Jabar

Meliani Cahyaningrum
PANGANDARANNNEWS.COM – Sebuah prestasi membanggakan, kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Pangandaran. 

Meliani Cahyaningrum (13), siswi SMP Negeri 1 Pangandaran, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Pasanggiri Jaipong Tunggal Mojang–Jajaka tingkat Jawa Barat periode 2025–2026.

Meliani yang akrab disapa Memey, berhasil tampil memukau para juri dan penonton serta berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya dari berbagai daerah dalam kategori SLTP dalam kompetisi yang digelar di Aula Widya Aryasatya, Desa Pananjung Pangandaran.(02/05/26)

Seperti diketahui, kompetisi tersebut yangbdiikuti sekitar 40 peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang berasal dari wilayah Pangandaran, Ciamis, dan Banjar, sebelumnya telah melalui tahap audisi ketat sebelum tampil di babak penentuan juara.

Memey sendiri merupakan salah satu penari binaan Sanggar Putra Rengganis yang selama ini dikenal aktif membina generasi muda dalam seni tari tradisional. 

Sejak usia dini, tepatnya saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Memey sudah mulai menekuni dunia tari hingga kini duduk di kelas 1 SMP.

Dan ketekunan Memey selama bertahun-tahun, ia pun sudah membuahkan hasil dengan mengoleksi puluhan piala dan piagam penghargaan dari berbagai lomba tari tradisional di tingkat daerah maupun regional.

Namun kepada Pangandaran News, Memey mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara pertama dalam ajang bergengsi tersebut. Karena dalam lomba kaligrafi ini, ia harus bersaing dengan para peserta dari luar daerah yang sebelumnya pernah mengalahkannya dalam kompetisi serupa.

Memey mengaku, pada awalnya tidak menyangka bisa juara satu. 

"Dulu saya pernah kalah dari peserta asal Ciamis dan Banjar yang di audisi kali ini mereka juga menjadi saingan saya,” terangnya. (04/05/26) 

Ia pun memohon doa dan dukungan dari masyarakat Pangandaran agar dapat kembali meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi, semoga bisa memberikan hasil terbaik di tingkat provinsi nanti.

Ditemui terpisah, ppimpinan Sanggar Putra Rengganis, Iis Rahmini Juni Anita, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya ini.

Ia menuturkan, seluruh anggota sanggar merupakan putra-putri asli daerah yang memiliki potensi besar di bidang seni tari.

Ia juga mengaku bersyukur, karena anak-anak asuhannya sering tampil di berbagai kejuaraan maupun kegiatan pemerintah di sejumlah daerah.

Walau keterbatasan fasilitas, seperti belum memiliki tempat latihan tetap dan masih memanfaatkan ruang publik seperti panggung seni, taman literasi, hingga area rumah makan. Namun hal ini, ternyata tidak menyurutkan semangat para penari muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.

“Semangat mereka luar biasa, dan apa yang diraih Memey hari ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ucapnya, penuh percaya diri.(hiek)


Warga Digegerkan, Penemuan Jasad Pelajar di Sungai Green Canyon Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah warga digegerkan dengan penemuan jenazah pelajar asal Pangandaran, Faiz Nawawi (14) merupakan seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP, mengambang di aliran sungai Green Canyon, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang. Jasad korban yang tadinya disangka sebuah boneka, ditemukan pertama kali dalam posisi mengambang tengkurap.

Plt Kapolsek Cijulang Ipda Ozi Fauzi membenarkan kejadian tersebut terkait penemuan jasad yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) sore kemarin.

"Benar, kemarin ada penemuan mayat seorang pelajar SMP, tepatnya ditemukan di Dusun Cidahu, Desa Batukaras," ucap Ozi kepada awak media. (04/05/26).

Ozi menjelaskan, saat ditemukan pertama kali korban memang sudah dalam kondisi tengkurap dengan mengenakan kaus putih dan celana pendek.

Korban diketahui bernama Faiz Nawawi (14), warga Dusun Cidahu, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. 

Dan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ungkap Ozi, peristiwa bermula saat tiga warga,  Saripudin, Dodi Supandi, dan Amas Agustia Permana.selesai menjemput peserta body rafting di obyek wisata Green Canyon. Namun saat hendak menepi, Saripudin melihat benda mencurigakan mengapung di sungai.

"Awalnya benda tersebut dikira boneka, namun setelah diperiksa lebih dekat menggunakan galah kayu ternyata benda itu dipastikan merupakan mayat laki-laki," terangnya.

Mereka bertiga pun segera mengevakuasi korban ke pinggir sungai agar tidak hanyut, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cijulang dan puskesmas setempat.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Cijulang bersama Tim Inafis Polres Pangandaran dan tenaga medis pun langsung mendatangi lokasi untuk pemeriksaan awal. 

Dan usai olah TKP, korban lalu dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut.

Proses olah TKP tersebut dihadiri Plt Kapolsek Cijulang Ipda Oji Fauzi, beserta anggota, personel Samapta Polres Pangandaran, Kanit Pidum, Tim Inafis, tenaga medis Puskesmas Cijulang serta pihak keluarga korban.

Ozi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. 

"Kami menghimbau pada masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan wisata air, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal mencurigakan," tegasnya.(hiek)




 


Dandim 0625/Pangandaran Serahkan Bantuan Truk Operasional Ke Lima KDKMP

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk memperkuat aktivitas ekonomi berbasis desa serta mendukung kelancaran distribusi usaha koperasi, Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., menyerahkan bantuan kendaraan operasional berupa mobil truk kepada lima Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Kelima koperasi penerima bantuan tersebut, antara lain di Desa Babakan, Kondangjajar, Sukaresik, Putrapinggan dan Desa Padaherang. 

Bantuan mobil operasional ini, sumbangan dari PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam keterangannya, Dandim menyampaikan, bantuan ini diharapkan dapat melengkapi sarana dan prasarana gerai koperasi yang telah dibangun sekaligus mempercepat pengembangan koperasi di wilayah tersebut.

Bantuan mobil operasional ini, kata Dandim, untuk mendukung percepatan pengembangan koperasi serta memperlancar distribusi barang.

"Sehingga dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi,” jelasnya.(02/05/26)

Ia menegaskan, bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. Dan depannya dukungan sarana operasional untuk KDKMP direncanakan akan terus ditingkatkan secara bertahap, termasuk penambahan kendaraan lain seperti mobil pikap, kendaraan roda tiga, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Dandim juga mengingatkan, agar para penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan ini secara optimal dengan pengelolaan yang tertib dan transparan.

“Gunakan dan rawat dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat sepenuhnya bagi masyarakat,” ucapnya.***

Lewat Malam Grand Final Pasanggiri, Selsea & Taufiq Dinobatkan Jadi Mojang Jajaka Pinilih Pangandaran 2026

PANGANDARANNEWS.COM -  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran akhirnya menetapkan Selsea Tamari Legan Iskandar dan Taufiq Nurrohman berhak menyandang predikat Mojang Jajaka (Moka) Pinilih tahun 2026, penetapan dilakukan melalui serangkaian tahapan. Mulai dari prakarantina, karantina, unjuk kabisa, hingga malam Grand Final yang dilaksanakan di aula SMPN 1 Pangandaran.(25/04/26) Malam.

Seperti diketahui Selsea dan Taufiq merupakan perwakilan dari Kecamatan Parigi, pasangan ini berhasil menyisihkan belasan peserta lain yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Malam Grand Final Pasanggiri disaksikan oleh ratusan warga dan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran berlangsung meriah, karena keluarga dan rekan perwakilan dari kecamatan datang untuk menyaksikan serta memberikan dukungan.

Saat acara pembukaan, dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha mengatakan, ajang pemilihan duta pariwisata melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2025 ini kembali digelar setelah vakum selama satu tahun.

Sudah 1 tahun, kata Dadan,  Mojang Jajaka atau duta pariwisata Pangandaran ini tidak diselenggarakan.

"Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali," ungkap Dadan.(25/4/2026).

Dadan juga menjelaskan, penilaian untuk penetapan Mojang Jajaka Pangandaran ini melalui sejumlah tahapan. Mulai dari tes wawasan umum, kepariwisataan, budaya, hingga pengetahuan seputar Pangandaran.

Para Moka ini, menurutnya, merupakan wajah pariwisata atau beranda terdepan sebagai brand ambassador wisata Pangandaran. Sehingga selain penampilan, sosoknya, publik speaking dan latar belakang prestasi menjadi salah satu penilaiannya.

Dadan juga berharap setelah terpilih sebagai Mojang Jajaka Pangandaran 2026, mereka bisa bertugas selama setahun ke depan untuk mengenalkan dan memberikan dampak positif bagi promosi wisata di Pangandaran.

"Harapan kami para Moka ini, selama setahun dapat menjadi duta pariwisata yang menjadi wajahnya pariwisata dan budaya Pangandaran," tegasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran Panji Arum, menerangkan, ada 20 perwakilan Moka dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran. 

Panji menyebut, tentu mereka semua orang-orang pilihan bisa bersaing dengan puluhan orang dan lolos seleksi .

Panji juga menjelaskan bahwa penilaian juri dan panitia sudah didasarkan pada poin selama proses tes tulis, wawancara, prakarantina, karantina, hingga malam Grand Final.

"Intinya semuanya telah sesuai, penilaian dari juri tidak dapat diganggu gugat," imbuhnya.

Panji menambahkan, usai penetapan pasangan Mojang dan Jajaka 2026 ini nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di Pasanggiri Moka tingkat Jawa Barat. Di tingkat Provinsi, mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 27 kabupaten/kota yang akan membawa nama daerah masing-masing.

Pada kesempatan sama, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, pagelaran Pasanggiri Mojang Jajaka ini tidak hanya menonjolkan putra-putri terbaik di Pangandaran dalam bidangnya, namun para finalis membuktikan jika kemampuan intelektual mojang jajaka punya kemampuan yang fleksibel. 

"Memang harus paham Pariwisata dan elektoralnya, jadi mereka tahu visi Kabupaten Pangandaran," ujarnya.

Selain menjadi ajang pemilihan duta wisata, menurutnya, moka  Pangandaran terpilih ini diharapkan mampu memberikan contoh aksi nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung. Mereka harus menjadi putra-putri nu masagi, luhung elmuna, pengkuh agamana, jembar pangartina jeung rancage gawena.

"Kami berharap Moka mampu menjadi sosok tokoh muda daerah yang handal serta memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.

Berikut Daftar Pemenang Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026

Juara Kategori

- Yusholuna: Mojang Motekar 2026 (Kecamatan Parigi)

- Rizwan: Jajaka Motekar 2026 (Kecamatan Langkaplancar)

- Lisna: Mojang Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Cijulang)

- Assroff: Jajaka Kamemeut/Favorit 2026 (Kecamatan Pangandaran)

Juara Utama

- Indri: Mojang Wakil II (Kecamatan Kalipucang)

- Haryo: Jajaka Wakil II (Kecamatan Pangandaran)

- Rashel: Mojang Wakil I (Kecamatan Cijulang)

- Riko: Jajaka Wakil I (Kecamatan Padaherang

(hiek)


Razia Tempat Hiburan Dan Sejumlah Hotel, Satpol PP Pangandaran Amankan 11 Orang Tak Bawa KTP

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam razia di sejumlah tempat hiburan malam dan penginapan pada hari Sabtu (25 April 2026) , Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran berhasil mengamankan 11 orang yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Pangandaran, Rusnandar, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, penertiban ini merupakan bagian dari pengawasan administrasi kependudukan sekaligus upaya menjaga ketertiban umum. 

Ia juga menegaskan, setiap warga yang bepergian wajib membawa identitas diri sesuai ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2017.  

"Pada perda tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang bepergian wajib membawa identitas diri, ini bagian dari aturan administrasi kependudukan,” ujarnya. (25/04/26)

Ia menambahkan, dalam operasi tersebut, petugas juga menyasar pengunjung kafe, pemandu lagu, serta sejumlah penginapan di beberapa titik. Dan hasilnya, 11 orang tidak dapat menunjukkan KTP saat dilakukan pemeriksaan. 

Menurutnya, berbagai alasan disampaikan oleh mereka yang terjaring, mulai dari lupa membawa hingga kehilangan identitas. Dan warga yang terjaring ini kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. 

“Setelah didata mereka diberikan pembinaan,” ungkapnya. 

Rusnandar juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ternyata seluruhnya diketahui berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran. Dan untuk memastikan identitas mereka, petugas pun melakukan verifikasi tambahan melalui panggilan video dengan keluarga serta konfirmasi ke aparat desa asal. Dan setelah proses tersebut, mereka diperbolehkan kembali dengan syarat membuat surat pernyataan agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah.  

Rusnandar menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran. 

“Dan ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ucap11nya.(hiek)




 


Dampak Terkendalanya Pengerjaan Proyek Relokasi Penghuni Eks Pasar Wisata , Bupati Pangandaran Minta Tanggungjawab Penerima Dana

PANGANDARANNEWS.COM – Saat melakukan peninjauan lapangan, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengaku kecewa melihat progres pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran yang berlokasi di Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran yang belum mencapai target. (23/04/26).

Padahal, kata bupati, dana stimulan telah dicairkan sepenuhnya. Namun capaian pembangunan dinilai belum optimal, bahkan ditemukan disparitas signifikan antara pembangunan yang dikelola secara kelompok dan secara mandiri.

Bupati menegaskan, seharusnya akhir April ini sudah rampung. Namun hingga hari ini, masih ada unit yang progresnya baru sekitar 50 persen.

"padahal dana telah disalurkan dalam dua tahap dengn rincian masing-masing Rp20 juta langsung ke rekening penerima," kata bupati.(23/04/26)

Menurutnya, pembangunan yang dikoordinasikan melalui kelompok menunjukkan progres relatif baik dengan capaian rata-rata sekitar 90 persen. Namun sebaliknya kendala justru terjadi pada 32 unit rumah yang dibangun secara mandiri, dimana hanya lima unit yang menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menyebut, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Seharusnya anggaran yang bersumber dari negara bisa dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya. 

"Kami telah menugaskan asisten daerah untuk memanggil penerima manfaat dengan progres rendah,” tegas bupati.

Selain persoalan progres fisik, bupati mengakui ada kendala teknis berupa longsor di kawasan relokasi. 

"Namun kami tetap berkomitmen untuk melakukan penanganan darurat, termasuk rencana penerapan sistem terasering guna menjaga stabilitas lahan," imbuhnya.

Sementara saat mendampingi bupati, Anggota Komisi III DPRD Pangandaran, Adang Sudirman, mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam mengawal proyek tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah bupati yang turun langsung ke lapangan, dan ini bagian dari transparansi untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Adang juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang, seperti akses jalan, drainase, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Fasilitas dasar ini, menurut Adang, harus segera dipenuhi agar hunian layak ditempati. 

"DPRD akan terus melakukan pengawasan, termasuk mendorong koordinasi lintas sektor jika diperlukan pembebasan lahan tambahan,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemkab Pangandaran berencana mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk melengkapi fasilitas tersebut dengan prioritas pada penanganan kawasan rawan bencana di lokasi relokasi.(hiek)


Ustadz Dani Ramdani Sebut Sinergi Ulama dan Umara dari Akar Rumput Kunci Ketahanan Umat

Ustadz Dani Ramdani, S.H
PANGANDARANNEWS.COM - Sinergitas antara ulama dan umara di tingkat paling bawah, dinilai harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Demikian disampaikan Sekretaris MUI Kecamatan Pangandaran, Ustadz Dani Ramdani, S.H., dalam acara Pelantikan MUI Desa Pananjung yang digelar di Aula Desa Pananjung.(22/04/26)

Ia menegaskan bahwa urusan keumatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan menjadi urusan bersama seluruh elemen terutama pemerintah desa, ulama, dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat diantara unsur-unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Urusan keumatan, kata dia, merupakan urusan bersama. Terutama pemerintah, dalam hal ini aparatur desa. Demikian juga ulama dan tokoh masyarakat, karena dua pilar inilah benteng umat terdepan. 

"Tanpa keterlibatannya, masyarakat akan mudah bergejolak dan berpotensi terjadi berbagai konflik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi sejak dari akar rumput, yaitu di tingkat desa. Kehadiran figur teladan dari kalangan ulama dan umara, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, keteladanan tersebut tidak hanya sebatas simbolis tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Dengan demikian, keberadaan ulama dan pemerintah benar-benar menjadi solusi atas berbagai persoalan umat," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pananjung, Dedi menyatakan dukungannya terhadap peran MUI di wilayahnya. 

Menurutnya, kesiapan pemerintah desa untuk terus bersinergi dengan para ulama, salah satu satunya dalam memberikan manfaat untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga kondusivitas masyarakat di Desa Pananjung.(harisfirdaus)

Untuk Memperkuat Peran Ulama di Tingkat Akar Rumput, Pelantikan MUI Desa Digelar Serentak

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam upaya memperkuat peran keagamaan di tengah masyarakat, sebanyak tujuh desa dari total delapan desa di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran menggelar pelantikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tingkat desa.(21/04/26)

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam selama sepekan ini dimulai dari Desa Pananjung pada Selasa, 21 April 2026.

Pelantikan yang dilaksanakan di aula Desa Pangandaran tersebut, menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Sementara untuk hari-hari berikutnya, pelantikan dilanjutkan di desa berikutnya secara bergiliran hingga mencakup hampir seluruh wilayah di Kecamatan Pangandaran. 

Berbeda dengan periode sebelumnya, pelantikan MUI tingkat desa kali ini tidak lagi dilakukan secara kolektif di tingkat kecamatan namun  pelaksanaannya dilakukan secara mandiri di masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Kiyai Subariyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai elemen di desa.

 Menurutnya, pelibatan langsung para alim ulama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan desa ini tentu akan menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

"Kebutuhan spiritual umat di tingkat desa memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang lebih intensif," ungkapnya.

Dengan adanya kepengurusan MUI yang dilantik langsung di desa, ia berharap berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, imbuh Subariyo, pelantikan MUI desa ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat kolaborasi antara ulama dan pemerintah desa.

 "Dengan sinergi yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan berakhlak mulia di wilayah Kecamatan Pangandaran," katanya. (harfir)

Skema Opsen Baru 70 % Untuk Pemkab 30% Untuk Pemprov, Bapenda Pangandaran Gunakan Sistem Pasopati

Sarlan 
PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini tengah gencar meningkatkan penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hal ini untuk mendongkrak pundi-pundi kas daerah. 

Langkah strategis ini tentu dilakukan dengan fokus utama, salah satunya dengan menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor agar segera memenuhi kewajibannya.

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, hal tersebut seiring dengan adanya kebijakan pembagian hasil pajak yang kini jauh lebih menguntungkan untuk pemerintah daerah kabupaten.

Seperti diketahui, ungkap Sarlan, mulai tahun ini terdapat perbedaan mendasar pada pengelolaan pajak melalui skema opsen. Jika sebelumnya Pemda Pangandaran hanya mendapatkan porsi 30 persen, kini pembagiannya dibalik menjadi 70 persen untuk Pemda Pangandaran dan 30 persen untuk Provinsi Jawa Barat.

"Hingga saat ini baru sekitar 25.000 kendaraan atau setara 40 persen yang aktif membayar pajak, ini berarti masih ada potensi sebesar 60 persen yang belum masuk ke kas daerah," jelas Sarlan.(16/04/26)

Sarlan mengatakan, untuk mengejar target pendapatan tersebut Bapenda Pangandaran memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Pasopati. Pada aplikasi canggih ini, memungkinkan petugas di lapangan mendeteksi status pajak sebuah kendaraan. 

"Baik yang sedang terparkir maupun melintas, cukup dengan memasukkan identitas kendaraannya saja," terangnya.

Dan melalui aplikasi Pasopati, Sarlan mengaku bisa tahu mana kendaraan yang pajaknya mati atau surat-suratnya tidak lengkap.

Menurutnya, pembayaran kini sudah sangat dipermudah dan dapat diakses oleh para penunggak pajak kendaraan bermotor melalui ponsel maupun media sosial.

Sarlan juga mengimbau masyarakat agar taat pajak, karena seluruh hasil penerimaan tersebut tentu nantinya akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur nyata. Dan program-program seperti perbaikan jalan rusak hingga pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat bergantung pada partisipasi wajib pajak dalam membayar PKB.

Sarlan juga mengingatkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar kendaraan dinas yang pajaknya mati segera diperpanjang.

Ia juga tidak lupa menyarankan agar pemegang kendaraan dinas berinisiatif menggunakan dana pribadi terlebih dahulu jika anggaran dinas belum tersedia, hal ini tentu untuk memastikan aparatur negara tidak tergolong sebagai penunggak pajak kendaraan bermotor. 

"Dan yang pasti, hal ini juga dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas," pungkasnya.(hiek)


Transformasi Digital Layanan Kesehatan, Kemudahan Berobat di RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Transformasi digital dalam layanan kesehatan saat ini kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran.

Dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN, terbukti mampu mempersingkat alur pendaftaran dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Seperti disampaikan salah seorang pasien setia RSUD Pandega asal Kecamatan Cijulang, Atikah (41), pengalaman selama ini ia selalu  menggunakan fitur-fitur digital tersebut. 

"Hambatan administratif yang dulu sering dikeluhkan, sekarang semakin mudah diatasi," ujarnya.(13/04/26)

Atikah menuturkan, sistem pendaftaran di RSUD Pandega kini sangat suportif terhadap pasien dan petugas di lapangan pun dengan sigap siap membantu masyarakat yang ingin beralih menggunakan sistem JKN.

​Atikah bersyukur, karena selama pelayanan di Pandega pendaftarannya mudah, suka dibantu sama petugas dan di bagian pendaftaran pun selalu menggunakan JKN.

Kemudahan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh pasien lama, namun kata Atikah, bagi pasien baru atau mereka yang belum memiliki akun petugas RSUD Pandega memberikan pendampingan penuh untuk proses pembuatan akun Mobile JKN di tempat.

​Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya, menurutnya, adalah pengambilan antrean kontrol secara daring. Pasien tidak perlu lagi datang subuh untuk mendapatkan nomor urut, karena antrian bisa dilakukan dari rumah. Menariknya, sistem ini juga ramah bagi pengguna yang kurang mahir teknologi atau mengalami kendala teknis.

​”Kalau mau mengambil antrean untuk kontrol selanjutnya selalu dibantu, bahkan kalau lupa password pun selalu dibantu oleh petugas,” tambahnya.

Terkait adanya isu perbedaan kualitas layanan antara pasien umum dan pasien BPJS, Atikah mengatakan, di RSUD Pandega Pangandaran diskriminasi tersebut tidak ditemukan. Petugasnya sangat ramah-ramah, sangat membantu, dan pelayanannya juga oke. 

"Jadi tidak ada yang dibeda-bedakan, mau pasien umum atau BPJS pun pelayanannya selalu sama,” imbuhnya.

​Sementara pihak RSUD Pandega Pangandaran, terus mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna mendapatkan pengalaman berobat yang lebih cepat, transparan, dan efisien.(hiek)

Hari Kanker Tulang Nasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit kanker tulang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran peringati Hari Kanker Tulang Nasional yang jatuh setiap 11 April.

Dalam kesempatan tersebut, direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal yang sering muncul secara perlahan.

Kanker tulang, menurut Titi, kerap tidak disadari sejak awal karena gejalanya mirip keluhan biasa, seperti nyeri pada tulang atau pembengkakan.

Titi mengatakan, peringatan Hari Kanker Tulang Nasional bukan hanya seremoni namun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri.

"Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan," ujarnya.(11/04/26)

Ia menambahkan, RSUD Pandega Pangandaran juga membuka layanan konsultasi dengan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain deteksi dini, penanganan yang tepat dan berkelanjutan juga menjadi kunci dalam proses penyembuhan pasien kanker tulang.

Titi juga mengimbau, agar masyarakat tidak ragu melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan. Jangan menunggu parah, egera periksa agar bisa ditangani lebih cepat dan tepat.

"Dan melalui.momentum ini, kami berharap agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, salahsatunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius," ucapnya.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN