Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kurs Dolar Dan Pertamax Melejit, Belum Berpengaruh Pada Bahan Pokok Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Melemahnya nilai rupiah pada mata uang dolar Amerika Serikat, belum berpengaruh terhadap kestabilan harga komoditas di Kabupaten Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, saat ditemui di ruang kerjanya.(11/06/20226)

Harga kebutuhan pokok dan komoditas lainya, kata Tedi, tidak mengalami kenaikan.

Harga-harga di pasaran, seperti harga beras medium yang berada di kisaran Rp 13 ribu, beras premium dikisaran Rp 14,5 ribu per kilogramnya dan harga daging sapi yang berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram.

"Harga minyak goreng curah di kisaran Rp 22 ribu per liter, kemudia minyak kemasan Rp 20 ribu per liter," ungkapnya.

Selanjutnya, imbuh Tedi, harga daging ayam berada di kisaran Rp 33 ribu per kilogram dan harga telur berada di kisaran Rp 26,5 ribu per kilogramnya.

Masih kata Tedi, untuk harga bumbu dapur seperti cabe rawit masih tetap berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogramnya. 

Tedi mengatakan, biasanya yang paling cepat terpangaruh oleh melemahnya kurs rupiah terhadap dolar, adalah bahan baku yang bersumber dari impor.

"Seperti kedelai, kebanyakan diimpor dari luar negeri, itu yang paling cepat terpengaruh," ujarnya.

Tedi juga menyebut, yang akan terdampak dalam kondisi tersebut adalah pengrajin tempe dan tahu karena menggunakan bahan baku kacang kedelai.

"Tapi kalau beras tidak akan terpengaruh," jelasnya.

Menurut Tedi, kenaika harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax biasanya akan lebih berpengaruh pada ongkos kendaraan umum.

berikut daptar dan stok barang komoditas di Kabupaten Pangandaran,

(hiek)

RSUD Pandega Pangandaran Padukan Layanan Fisioterapi Dengan Teknologi Modern dan Penanganan Spesialis

Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M
PANGANDARANNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, saat ini terus memperkuat posisinya sebagai pusat rehabilitasi medik unggulan di wilayah Jawa Barat bagian selatan. 

Melalui pembaruan teknologi terapi medis terkini, RSUD Pandega berkomitmen mempercepat proses pemulihan pasien, melalui layanan fisioterapi yang lebih presisi, efektif, dan modern.

Langkah ini sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan rehabilitatif yang komprehensif. Mulai dari penanganan cedera olahraga, gangguan muskuloskeletal, hingga pemulihan pascaoperasi dan kondisi neurologis.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M, transformasi layanan fisioterapi merupakan teknologi terdepan saat ini sudah dalam genggaman.

Di instalasi fisioterapi RSUD Pandega, terang Titi, saat ini pasien dapat mengakses deretan teknologi terapi modern. Dan fasilitas modern semua ini untuk mengoptimalkan regenerasi jaringan dan mitigasi rasa nyeri. 

Berbagai peralatan canggih yang kini dioperasikan diantaranya, Super Induksi System (SIS) dan Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) untuk stimulasi regenerasi jaringan dalam, Laser Robotik dan Laser Therapy untuk presisi pemulihan tingkat seluler, Ultrasound Therapy dan Short Wave Diathermy (SWD) untuk terapi panas mendalam dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk manajemen nyeri saraf yang efektif.

Titi menegaskan, investasi teknologi pada layanan fisioterapi ini bukan sekadar mengikuti tren namun sebagai bentuk dedikasi Pandega dalam meningkatkan standar layanan kesehatan bagi masyarakat Pangandaran.

Dan kehadiran teknologi ini, imbuhnya, merupakan bagian dari komitmen pandega untuk menghadirkan pelayanan rehabilitasi medik yang berkualitas tinggi dan mudah diakses. 

"Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan hasil terapi yang optimal agar mereka dapat kembali beraktivitas normal dengan kualitas hidup yang lebih baik,” terang Titi. (11/06/2026).

Tak hanya sekadar kelengkapan perangkat, ungkap Titi, RSUD Pandega juga menekankan pentingnya pendekatan holistik. Setiap modalitas terapi yang tersedia diinstalasi fisioterapi tidak berdiri sendiri, selain itu juga teknologi ini dioperasikan oleh tenaga kesehatan profesional yang melakukan asesmen klinis mendalam terhadap kondisi spesifik setiap pasien.

Titi menjelaskan, sinergi antara keahlian tenaga medis dan kecanggihan alat menjadi kunci utama efektivitas penyembuhan. Setiap alat memiliki fungsi spesifik, dan dengan asesmen yang tepat dapat menyusun program rehabilitasi yang personal bagi setiap pasien, baik itu untuk gangguan gerak, nyeri otot, maupun pemulihan neurologis.

Investasi untuk Kesehatan Masyarakat

Melalui pengembangan layanan fisioterapi ini, RSUD Pandega berharap dapat meminimalisir ketergantungan masyarakat pada pengobatan simptomatik (pereda nyeri saja), dan beralih ke rehabilitasi medis yang menyasar akar masalah gangguan fungsi tubuh.

Pihak RSUD Pandega juga secara terbuka mengundang masyarakat yang mengalami keluhan fisik, baik yang diakibatkan oleh cedera maupun proses penuaan serta tidak ragu melakukan konsultasi di instalasi fisioterapi.

Titi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini, dengan dukungan teknologi yang memadai dan penanganan oleh tenaga ahli, proses pemulihan dapat berjalan lebih maksimal. 

"Ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya. (hiek)


Untuk mendukung Pemulihan Pasien, RSUD Pandega Pangandaran Kini Hadirkan Teknologi Fisioterapi Modern

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, saat ini terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salahsatunya, melalui pemanfaatan berbagai teknologi terapi modern yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien secara optimal tersedia di instalasi fisioterapi.

Beragam peralatan fisioterapi yang tersedia di RSUD Pandega tersebut diantaranya, Super Induksi System (SIS), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Short Wave Diathermy (SWD), Laser Robotik, Ultrasound Therapy, Laser Therapy, hingga Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT).

Di depan sejumlah awak media, Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan rehabilitasi medik yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi kesehatan.

"Kami terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang modern dan mudah diakses masyarakat," jelasnya. (10/62026).

Salah satunya, ungkap Titi, yaitu melalui penguatan layanan fisioterapi dengan dukungan berbagai teknologi terapi yang dapat membantu proses pemulihan pasien secara lebih optimal.

Menurutnya, layanan fisioterapi ini memiliki peran penting dalam membantu pasien yang mengalami gangguan gerak, cedera olahraga, nyeri otot dan sendi, pascaoperasi, hingga berbagai kondisi neurologis yang memerlukan rehabilitasi secara berkelanjutan.

"Setiap alat memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pasien," jelasnya lagi.

Titi menambahkan, teknologi yang tersedia ini dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi gerak, mempercepat proses penyembuhan jaringan, serta mendukung rehabilitasi pada berbagai gangguan muskuloskeletal maupun neurologis.

Titi berharap, kehadiran teknologi ini bisa memberikan hasil terapi yang lebih efektif sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik dan kualitas hidupnya meningkat.

Karena selain didukung peralatan modern, imbuh Titi, pelayanan fisioterapi di RSUD Pandega Pangandaran juga ditangani oleh tenaga kesehatan profesional yang melakukan asesmen dan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien.

"Intinya, kami terus mendorong masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan fisioterapi apabila mengalami gangguan fungsi gerak atau keluhan yang membutuhkan rehabilitasi medis," imbuhnya.

Titi juga mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan fisioterapi yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran. Karena dengan penanganan yang tepat dan didukung teknologi yang memadai, proses pemulihan dapat berjalan lebih maksimal.

"Melalui pengembangan layanan dan pemanfaatan teknologi kesehatan terkini, RSUD Pandega Pangandaran berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pangandaran," ucapnya.(hiek)


Untuk Perbaikan Drainase Di 3 Pasar, Tahun Ini Pemkab Pangandaran Anggarkan Rp1,5 Miliar

Pasar Pananjung 
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran tahun ini menganggarkan Rp1,5 miliar dalam APBD 2026 untuk program revitalisasi 3 pasar daerah, aetiap pasar mendapat alokasi Rp500 juta.

Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Aarana dan Pelaku Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Pangandaran, Tita Rahayu Diningsih, ketiga pasar yang masuk program tersebut diantaranya Pasar Kalipucang, Parigi dan Pasar Pananjung di Kecamatan Pangandaran.

Anggaran Rp500 juta per pasar yang sudah masukkan ke APBD 2026 ini, kata Tita, peruntukannya khusus untuk perbaikan normalisasi drainase. 

Tita menyampaikan, revitalisasi drainase ini untuk menjawab keluhan pedagang terkait kondisi fisik saluran air di pasar-pasar ini memang sudah rusak dan rawan genangan saat musim hujan.

"Namun untuk kapan tepat pelaksanaan detailnya hingga saat ini belum ditentukan, yang jelas pelaksanaannya tahun 2026," ujar Tita.(09/06/2026)

Menurutnya, saat ini program masih tahap perencanaan dan pembahasan teknis. Beberapa hari lalu, tim pun sudah melakukan peninjauan ke lapangan.

Sebagai pelaksana program ini, jelas Tita, ada di Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman.

"Jadi kalau ingin tahu detail teknis  pengerjaannya, silahkan tanya ke dinas tersebut," ucapnya. (hiek)

Melalui Evaluasi Jejaring Prioritas Regional Jawa Barat 2026, RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Layanan Kesehatan

Dr.dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M
PANGANDARANNEWS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran saat ini terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Jejaring Prioritas Regional Jawa Barat Tahun 2026.

Upaya penguatan layanan kesehatan rujukan, khususnya pada layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring layanan kesehatan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama, rumah sakit rujukan, dan rumah sakit jejaring lainnya di Jawa Barat. 

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr.dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M, melalui penguatan sistem rujukan berbasis kompetensi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Menurut Titi, dalam penguatan layanan kesehatan harus dimulai dari jejaring yang kuat dan kolaboratif.

Dalam meningkatan mutu layanan kesehatan ini, terang Titi, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar fasilitas kesehatan dalam jejaring rujukan melalui monitoring dan evaluasi jejaring prioritas regional

"kami dapat mengidentifikasi berbagai peluang peningkatan layanan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan kasus-kasus prioritas KJSU-KIA,” kata Titi.(06/06/2026)

Ia juga mengatakan, pihaknya selalu terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan. Diantaranya melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana medis serta optimalisasi tata kelola layanan sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Selain itu, imbuhnya, selaku penanggung jawab layanan prioritas di RSUD Pandega Pangandaran, ia menegaskan bahwa penguatan jejaring akan berdampak langsung terhadap akses pelayanan masyarakat.

Dan melalui sistem rujukan yang berbasis kompetensi, menurutnya, pasien dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan medisnya dengan waktu yang lebih efisien. 

"Hal ini sangat penting, terutama pada kasus-kasus kanker, penyakit jantung, stroke, uronefrologi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, hasil monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan kesehatan yang semakin optimal sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai bagian dari sistem kesehatan regional Jawa Barat .

"Dengan penguatan jejaring dan peningkatan kapasitas layanan secara berkelanjutan ini kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Pangandaran dan wilayah sekitarnya," tegasnya.(hiek)

Melalui unggahan akun Instagram resminya @rsud_pangandara, RSUD Pandega Pangandaran Ungkap 5 Kebiasaan Yang Dapat Merusak Kesehatan Mata

PANGANDARANNEWS.COM – Di era digital saat ini, penggunaan gawai dan aktivitas membaca menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Walau pun tanpa disadari, sejumlah kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mata.

Melalui unggahan akun Instagram resminya @rsud_pangandaran (06/06/2026), RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat agar menghindari sejumlah kebiasaan yang dapat menyebabkan mata cepat lelah dan berpotensi mengganggu kesehatan penglihatan.

Masih dalam unggahan tersebut, RSUD Pandega Pangandaran membagikan lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar kesehatan mata tetap terjaga.

1. Main HP atau Membaca Sambil Rebahan

Kebiasaan menggunakan ponsel atau membaca buku sambil berbaring, ternyata dapat membuat mata bekerja lebih keras karena posisi pandang yang tidak ideal. 

Selain menyebabkan mata cepat lelah, kebiasaan ini juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat membaca dalam waktu lama.

2. Membaca di ruangan helap atau minim cahaya

pencahayaan yang kurang memadai membuat mata harus beradaptasi lebih keras untuk fokus melihat objek.

Kondisi ini ternyata dapat memicu ketegangan mata, rasa pegal, hingga sakit kepala setelah membaca atau menatap layar dalam waktu tertentu.

3. Membaca Terlalu Dekat

Membaca dengan jarak yang terlalu dekat, baik saat melihat buku maupun layar gawai, dapat meningkatkan beban kerja mata.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga jarak pandang yang nyaman agar mata tidak cepat lelah.

4. Terlalu Lama Menatap Layar HP atau Laptop

Paparan layar digital dalam durasi yang panjang dapat menyebabkan mata kering, penglihatan kabur, hingga kelelahan mata digital (digital eye strain). 

Untuk mengurangi risiko tersebut, pengguna gawai disarankan beristirahat secara berkala dan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh.

5. Doom Scrolling Lebih dari Tiga Jam per Hari

Kebiasaan doom scrolling atau menggulir media sosial tanpa henti selama berjam-jam tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat menyebabkan mata menjadi cepat lelah akibat terlalu lama terpapar layar digital.

Melalui edukasi tersebut, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan mata dengan menerapkan pola penggunaan gawai yang bijak dan menjaga kebiasaan membaca yang sehat.

"Yuk sayangi mata kita dari sekarang, karena mata sehat bikin aktivitas lebih nyaman," tulis RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahannya.

Edukasi kesehatan melalui media sosial ini, menjadi salah satu upaya RSUD Pandega Pangandaran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan termasuk kesehatan mata ditengah meningkatnya penggunaan perangkat digital. ***

HNSI, Hajat Laut Akan Digelar 16 Juni.. Tokoh Budaya, Tahun Ini Tidak Ada Hajat Laut.. Berikut Tanggapan Pemda Pangandaran

poto ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Seperti diberitakan di sejumlah media online, penyelenggaran hajat laut atau acara syukuran nelayan akan dilaksanakan tanggal 16 Juni mendatang.

Sementara di media online lainnya, para tokoh atau pelaku budaya menegaskan bahwa tahun ini tidak akan ada gelaran hajat laut. Pasalnya, menurut mereka, karena bulan Muharam tahun ini tidak ada hari Jumat Kliwon.

"Sudah menjadi pakem leluhur kami, penyelenggaran hajat laut harus pada hari Jum'at Kliwon di bulan Muharam," jelas mereka.

Saat diminta tanggapannya terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Sugeng Yudistira, mengatakan, Pemda Pangandaran melalui Disparbud pada dasarnya menghargai serta mengapresiasi kepada keduanya.

Sugeng mengatakan, baik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang akan melaksanakan hajat laut atau pun para tokoh dan pelaku budaya yang tidak akan melaksanakan hajat laut karena alasan yang mereka pahami, semuanya merupakan masyarakat Pangandaran.

Seperti diketahui, kata Sugeng, dalam hal ini Pemda bukan sebagai penyelenggara atau pihak yang memberikan ijin. Artinya baik kepada yang akan melaksanakan atau pun tidak, pemerintah tetap mengapresiasi sikap yang mereka ambil.

"Kami harus mengayomi semuanya, karena mereka kan sama-sama warga Pangandaran," ucapnya. (08/06/2026)

Sementara Sekretaris Disparbud Pangandaran, Megi Parlumi, menambahkan, pihaknya hanya melihat dari sisi kepentingan pariwisata saja.

Menurutnya, kalau diilustrasikan seperti pemerintah pusat saat menentukan hari raya idul Fitri. Satu pihak menetapkan pada hari ini, sementara asa pihak lain menentukan hari yang berbeda.

"Yang penting umat merasa nyaman dan aman saat merayakan idul Fitri, walau pun tidak pada hari yang sama," ungkap Megi.

Dan kalau ada bidang yang mengurusi kebudayaan, terang Megi, itu dari sisi menejarial atau menginventarisir khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran saja.

"Intinya memang pemerintah harus hadir di saat masyarakat memerlukan," imbuhnya.(hiek)

Perbup Masih Hidup, sudah 4 Tahun Program Pahe Mati Suri. Kemana APBD Pendidikan Pangandaran?

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Program Pangandaran Hebat (Pahe) merupakan program unggulan Pemkab Pangandaran di bidang pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah gratis di semua jenjang pendidikan dasar, dan fokusnya bantu biaya pendidikan sehingga tidak ada anak putus sekolah karena ekonomi.

Mekanismenya program Pahe ini diatur, untuk SD & SMP Negeri Pahe diberikan dalam bentuk kegiatan (bukan uang). Alasannya, karena ada aturan bahwa sekolah negeri tidak boleh terima bantuan dari Pemda.

Sementara untuk SMA/SMK Negeri, karena SMA-SMK yang kewenangannya ada di provinsi maka Pemkab Pangandaran  menghibahkan dulu ke Pemprov Jabar dulu melalui Dinas Pendidikan Prov Jabar lalu diteruskan ke sekolah. 

Namun sayang, program strategis ini di tahun 2020 anggarannya anjlok drastis. Hibah untuk sekolah swasta dan Kemenag menjadi Rp0. Dan dari data lapangan yang diperoleh Pangandaran News, sejak 2021 hingga tahun 2026 program ini vakum total.

Padahal regulasi Program Pahe sampai saat ini masih ada di Peraturan Bupati (Perbup) Pangandaran Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pangandaran Hebat, yang ditetapkan tgl 15 Januari 2020.

Lalu diubah dengan Perbup  Nomor 103 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2020, artinya aturan Pahe di-update tahun 2021 kemungkinan untuk menyesuaikan kondisi pandemi & anggaran.

Namun, program PAHE yang masih tercatat dalam regulasi ini ternyata tidak mendapatkan alokasi pada anggaran dalam APBD.

Saat dimintai komentarnya melalui saluran WhatsApp, Dosen Ilmu Pemerintahan  FISIP Unigal Ciamis, Asep  Nurdin Rosihan Anwar S. IP., M. Si, menyampaikan, ini bukan sekadar soal anggaran. Namun ini sudah menyangkut kredibilitas pemerintah. 

Kalau sebuah program masih mengikat secara peraturan bupati, kata Asep, maka pemda punya kewajiban untuk melaksanakannya kalau tidak mampu maka harus mencabut aturannya. 

"Jadi membiarkan program PAHE tetap ada di APBD karena regulasiny masih ada, nantinya akan menciptakan kekacauan administratif dan menurunkan kepercayaan publik," jelas Asep. (0/06/2026)

Dan jika terus dibiarkan, menurut akademisi asal Pangandaran ini, nantinya akan muncul persoalan persoalan inkonsistensi perencanaan dan penganggaran. Perencanaan anggaran yang dituangkan dalam Perbup/Perda PAHE yang tidak selaras dengan dokumen APBD, kondisi ini tentu menunjukkan lemahnya sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif dalam siklus perencanaan.

Tak hanya itu, menurut Asep, dengan status regulasi yang masih berlaku dinas terkait pun akan tetap dibebani kewajiban administrasi dan pelaporan terkait program ini. Padahal tidak ada sumber pendanaannya, hal ini akan membuang energi aparatur untuk mengurus program tanpa dampak nyata.

Selanjutnya, masih kata Asep, program PAHE sebelumnya dikomunikasikan sebagai program unggulan. Dan ketidakterwujudan di APBD saat ini berisiko menimbulkan gap ekspektasi masyarakat dan melemahkan legitimasi pemerintah daerah.

"Sebaik-baiknya Pemkab Pangandaran bersama DPRD untuk segera membuka secara transparan alasan kenapa tidak dialokasikannya anggaran PAHE dalam APBD," ungkapnya.

Pemkab Pangandaran juga harus melakukan revisi atau penundaan terhadap regulasi PAHE, jika memang tidak akan dilaksanakan.

"Lalu Pemda juga menjamin bahwa setiap program yang diatur dalam Perbup atau Perda harus memiliki kepastian pendanaan dalam APBD," tandasnya. (hiek)





Diduga Korban Tenggelam, Jasad Seorang Perempuan Ditemukan di Pantai Muara Tagog Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Jajaran Polres Pangandaran melakukan evakuasi seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Muara Tagog, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Bojong Kares RT 001 RW 015 Desa Babakan dekat area Politeknik Kelautan dan Perikanan. Jumat (29/05/2026) sore.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H. membenarkan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak pulang setelah memancing.

Menurut keterangan saksi, kata Anang, sekira pukul 16.00 WIB saksi melintas di lokasi dan melihat korban sudah berada di pinggir pantai dalam kondisi meninggal dunia. 

"Selanjutnya saksi pun melapor kepada warga lain dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar Anang.

Masih kata Anang, sebelumnya saksi sempat melintas di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB namun saat itu belum melihat adanya korban di sekitar area pantai.

Usai mendapat laporan, personel Polsek Pangandaran bersama Sat Polairud, Sat Reskrim, Inafis, serta personel gabungan lainnya pun langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi serta meminta keterangan saksi-saksi san mengevakuasi korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Anang menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi korban diketahui merupakan perempuan berinisial RH berusia 43 tahun warga Kecamatan Pangandaran. 

"Dan menurut keterangan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun dugaan penganiayaan dan dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam," terangnya.

Selain itu, imbuh Anang, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak beberapa waktu terakhir. Selanjutnya, keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Saat ini, penanganan kasus telah dilakukan oleh pihak kepolisian dan peristiwa tersebut diduga murni merupakan kecelakaan tenggelam," pungkasnya.***

Polres Pangandaran Dampingi Tim Medis RSJ Cisarua Saat Menjemput Warga yang Alami Skizofrenia

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang warga di Dusun Karanganyar RT 004 RW 002 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran yang mengalami gangguan mental atau skizofrenia akhirnya dijemput tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat, dengan didampingi Polsek Sidamulih bersama unsur Muspika dan tenaga kesehatan. (29/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman bersama personel Polsek Sidamulih dan instansi terkait, memastikan agar proses penanganan berjalan aman, lancar dan humanis.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Sidamulih Dudung Sopandi S.IP, Kepala Desa Kalijati Dodi Sriwanto, Babinsa Desa Kalijati Serka Surandi, tenaga kesehatan Puskesmas Sidamulih, Dinas Sosial, pihak keluarga dan unsur terkait lainnya.

Seperti diketahui beberapa pria bernama Sugeng ini waktu lalu sebelumnya, sempat beredar video di media sosial yang membuat resah masyarakat Jawa Barat dan diduga berisi penghinaan terhadap Gubernur Jawa Barat. Dan menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat memilih untuk memaafkan dan menunjukkan kepedulian dengan membantu proses pengobatan Sugeng yang diketahui mengalami gangguan mental atau skizofrenia.

Kapolres Pangandaran AKBP ikrar potawari yang di wakili oleh Kapolsek Sidamulih IPTU Nurjaman mengatakan, pihaknya hadir untuk melakukan pendampingan sekaligus membantu mediasi pihak keluarga agar proses penjemputan berjalan baik.

“Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan penanganan medis dan pendampingan khusus,” terang Nurjaman.

Nurjaman menjelaskan, Sugeng ini telah mengalami gangguan mental atau skizofrenia selama kurang lebih lima tahun. Dan pihak keluarga juga sebelumnya pernah berupaya melakukan pengobatan pada tahun 2025, di RS Siaga Medika Banyumas Jawa Tengah.

"Penjemputan yang dilakukan tim RSJ Cisarua Provinsi Jawa Barat setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga," jelasnya.***




Bertepatan Malam Idul Adha, Gubernur Jabar Resmikan Jembatan Jaya Perkasa di Pangandaraan

PANGANDARANNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, tadi malam (26/05/2025) meresmikan Jembatan Sodongkopo yang kini berganti nama menjadi Jembatan Jaya Perkasa Pangandaran.

Momentum peresmian itu berlangsung bertepatan dengan malam takbir Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, dengan sejumlah warga yang tampak memadati area jembatan untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Peresmian jembatan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti di atas jembatan yang telah dipasang lampu penerangan berwarna-warni, dalam suasana malam yang semarak dengan cahaya lampu menghiasi kawasan jembatan.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi berharap agar jembatan tersebut menjadi akses strategis sekaligus destinasi baru di wilayah wisata Pangandaran.

"Malam ini malam Iduladha, san saat ini saya berada disini untuk meresmikan Jembatan Sodongkopo," ujar Dedi dikutip dari sebuah media on line. (27/5/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan bahwa dirinya menamakannya Jembatan Sodongkopo ini menjadi Jembatan Jaya Perkasa. 

Ia menambahkan, di seputaran jembatan pun saat ini sudah dilengkapi lampu penerangan yang memberikan efek cahaya yang menyenangkan bagi mereka yang melewati jembatan ini.

Dedi menuturkan bahwa Jembatan Sodongkopo menjadi jembatan pertama yang dibangun pada 2025, dan pembangunan jembatan ini sebelumnya sempat terhenti sejak 2023 pada masa pemerintahan Gubernur Jawa Barat terdahulu.

Walaupun sudah dioperasikan dan diresmikan, kata Dedi, Pemprov Jawa Barat masih menyiapkan pengembangan lanjutan untuk jembatan tersebut yang mencakup bentang jembatan yang lebih luas serta sistem pencahayaan yang lebih maksimal.

"Jadi ke depannya akan dibangun kembali dengan bentang yang lebih luas dan pencahayaan yang lebih bagus," imbuhnya.

Ia juga berharap keberadaan jembatan itu dapat memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran, terutama kawasan wisata bahari di pesisir selatan Jawa Barat.

"Semoga jembatan ini bisa memberikan manfaat bagi warga Jawa Barat, khususnya para wisatawan bahari dan warga Pangandaran," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang kopi di sekitar kawasan jembatan, Ade Gabel (48), mengaku kondisi Sodongkopo berubah setelah adanya jembatan tersebut. 

Menurutnya, kawasan itu sebelumnya cenderung lengang dan hanya ramai oleh aktivitas nelayan di pelabuhan.

"Dulu sebelum ada jembatan, di sini sepi karena yang ada hanya nelayan yang akan melaut," katanya. (hiek)










 


Usai 30 Menit Bertemu Jokowi Wabup Pangandaran Gabung PSI

PANGANDARANNEWS.COM — Dalam pertemuan selama 30 menit dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono, akhirnya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang kini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. 

Demikian kabar ini disampaikan Ketua DPD PSI Pangandaran, Yayan Sugiyantoro. (26/5/2026). 

Kata Yayan, saat Ino yang didampingi Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin bertemu langsung dengan Jokowi, sejak saat itu pula Ino Darsono bergabung ke PSI.

Yayan juga mengungkapkan, komunikasi untuk mengajak Ino masuk PSI sebenarnya sudah berlangsung cukup intens dalam beberapa pekan terakhir. 

Yayan mengaku, hubungan pribadi dirinya dengan Ino bahkan sudah lama terjalin sejak 2015.  “Kemudian kami intens komunikasi sejak dua minggu yang lalu saya mengajak Pak Ino untuk bergabung," ungkap Yayan.

Yayan merasa bersyukur karena setelah Pak Wabup bertemu dan berdialog langsung dengan Jokowi selama 30 menit di kediamannya di Solo, Ino Darsono pun mantap masuk PSI

Sementara melalui akun TikTok @Solokini, Ino mengaku dirinya sangat mengidolakan Jokowi. 

Dalam video tersebut tampak Ino mengenakan pakaian putih dengan ikat kepala hitam kombinasi biru, dan ia datang ke Solo bersama Abang Ijo Hapidin dan Yayan Sugiyantoro. 

Di depan awak media, Ino menceritakan perjalanan politiknya sebelum memutuskan kembali bergabung dengan partai politik. 

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2011 lalu dirinya masuk ke Partai Amanat Nasional (PAN), namun di tahun 2018 ia mengundurkan diri.

"Dan saat ini saya kembali berminat kembali masuk Parpol, dan parpol pilihan itu adalah PSI," terang Ino.

Ino mengaku, sosok Jokowi merupakan sosok yang selama ini ia kagumi karena orang yang paling hebat.

"Dan mudah-mudahan saya ketularan ilmu beliau," katanya sambil tersenyum. 

Dengan bergabungnya Ino Darsono ke PSI, dinilai tentu akan menjadi tambahan kekuatan politik bagi PSI di Pangandaran. Karena selain masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pangandaran, Ino juga memiliki basis politik yang cukup kuat di wilayah selatan Jawa Barat.

Dan masuknya Ino ini, juga menambah daftar kepala daerah dan tokoh politik yang mulai merapat ke PSI. (hiek)




 


Tanpa Hasil Tangkapan Melaut, Sudah Lima Bulan Nelayan Batukaras Minim Penghasilan

PANGANDARANNEWS.COM - Para nelayan di kawasan Pantai Batukaras, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dalam beberapa bulan terakhir merasa kesulitan dalam menangkap ikan di laut.

Laut yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat nelayan, kini perlahan tak lagi memberikan hasil tangkapan seperti biasanya.

Sudah sekitar empat sampai lima bulan terakhir, hasil tangkapan ikan di perairan Batukaras disebut terus mengalami penurunan. Tentu kondisi ini membuat para nelayan tradisional harus menanggung kerugian karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang dibawa pulang.

Seperti disampaikan Ketua Rukun Nelayan Batukaras, Ujang Warman, kondisi saat ini memang sedang sulit bagi para pencari ikan di laut. Tak jarang, beberapa nelayan memilih pulang tanpa membawa hasil setelah menghabiskan waktu sehari semalam di tengah laut.

Saat ini, terang Ujang, sedang tidak ada ikan. Ia juga merasakan sendiri, sehari semalam melaut tidak ada hasil ikan untuk bisa dibawa pulang.

"Namun kami para harus tetap menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum berangkat melaut, padahal pengeluaran untuk bahan bakar minyak, bekal makanan, hingga kebutuhan lainnya tetap harus dipenuhi," ujar Ujang.(25/05/2026)

Hal senada dikatakan nelayan lainnya, Ade Kardi (37), kalaupun memperoleh ikan jumlahnya sangat sedikit dan jauh dari harapan para nelayan. 

Dalam satu kali melaut, hasil yang didapat terkadang hanya berkisar satu sampai dua kilogram.

"Ya paling satu sampai dua kilogram memang dapat, tapi itu sangat tidak sesuai dengan harapan," ucap Ujang.

Keadaan tersebut mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga nelayan. Penghasilan harian yang biasanya diperoleh dari hasil tangkapan laut kini hampir tidak lagi bisa diandalkan.

Ade menyebut kondisi di perairan Batukaras berbeda dengan nelayan yang ada di Pantai Pangandaran, di wilayah tersebut masih memiliki peluang memperoleh hasil lain berupa udang kecil (rebon) karena di pantai Pangandaran masih dilegalkan untuk nelayan jaring arad. 

*Jadi walaupun tidak ada ikan, nelayan masih bisa dapat udang kecil," kata Ade.

Namun meski demikian, Ade yakin secara umum hasil tangkapan nelayan di Batukaras memang tengah berada dalam kondisi sangat sepi dan sudah berlangsung cukup lama.

"Hingga saat ini sudah mau menginjak lima bulan," ungkap Ade. (hiek)








 


Belum Diketahui Penyebabnya, Polisi Usut Kebakaran Resto dan Cafe di Kampoeng Turis Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Polres Pangandaran melakukan penyelidikan terkait insiden kebakaran yang menghanguskan sebuah Resto dan Cafe di kawasan Kampung Turis, peristiwa tersebut terjadi menjelang petang dan sempat menarik perhatian warga maupun wisatawan karena kobaran api terlihat cukup besar disertai asap hitam yang membumbung tinggi di area wisata. (21/05/2026).

Kepada awak media, PLH Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto Sik MH, mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran.

“Kami segera menuju tempat kejadian untuk membantu pengamanan lokasi serta mengatur warga yang berada di sekitar area, lalu berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk proses penanganan api,” jelas Mujianto.

Selain melakukan pengamanan, kata Mujianto, pihaknya juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Hingga saat ini, untuk sumber api masih kami dalami dan untuk mengetahui kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun bangunan rumah makan mengalami kerusakan cukup parah akibat terbakar.

Dari pantauan di lokasi, tampak bangunan rumah makan dengan didominasi material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

Tampak di sekitar lokasi kebakaran, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Pihak kepolisian pun mengimbau, agar para pelaku usaha senantiasa melaksanakan seluruh prosedur keselamatan serta memperhatikan standar keamanan bangunan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***

Gempabumi Tektonik M4,6 Dini Hari Di Kabupaten Pangandaran, Dirasakan di Sejumlah Wilayah

PANGANDARANNEWS.COM - Sebagian warga di wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik, Hari Kamis, 21 Mei 2026 pukul 04:04:56 WIB.

Dari catatan hasil analisis yang ada di media sosial resmi BMKG (bmkgbandung) menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,7. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.25 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran Jawa Barat pada kedalaman 21 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat alktivitas Sesar aktif bawah laut.

Dan berdasarkan laporan dari masyarakat getaran gempabumi ini dirasakan di sejumlah wilayah, diantaranya Tasikmalaya, Garut dengan Skala Intensitas IlI MMI *( Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)*, di Ciamis dengan Skala Intensitas I| - |Il MMI "(Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)*. 

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangun sebagai dampak gempabumi tersebut, dan hingga pukul 04:35 WIB hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). ***


Kekhawatiran Warga Meningkat, Pinjol dan Judol Diduga Mulai Menyasar Anak Sekolah`

PANGANDARANNEWS.COM - Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kini diduga mulai merambah di kalangan anak usia sekolah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. .

Seperti disampaikan salah seorang warga, Ida (46), saat menghadiri rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran yang digelar di Sekretariat MUI Karangsimpang Wonoharjo Pangandaran.(16/05/2026)

Menurutnya, kemudahan akses terhadap pinjol dan judol membuat anak-anak dan remaja semakin rentan terjerumus.

Sii lingkungannya sendiri, kata Ida, terdapat sejumlah kasus yang memprihatinkan akibat keterlibatan dalam pinjol dan judi online. Bahkan, ia menyebut ada orang tua yang jatuh sakit hingga meninggal dunia karena memikirkan persoalan yang dialami anaknya terkait jeratan pinjol dan judol tersebut.

Ida juga menyoroti keberadaan sejumlah rumah kontrakan di lingkungannya yang dinilai membawa pengaruh negatif terhadap masyarakat sekitar, meski tidak semuanya berdampak buruk namun ia menilai kebiasaan dan perilaku sebagian penghuni kontrakan lambat laun turut memengaruhi lingkungan. 

"Terutama anak-anak dan remaja yang ada di sekitarnya," ungkap Ida.

Sementara hingga saat ini MUI Kecamatan Pangandaran belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut, walaupun berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat dalam rapat kerja itu disebut menjadi perhatian penting bagi MUI dan pihak terkait dalam upaya menjaga lingkungan sosial serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pinjol dan judi online. (harisfirdaus)

MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

PANGANDARANNEWS.COM - Fenomena menurunnya semangat belajar agama di kalangan anak-anak pasca lulus sekolah dasar saat ini menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran Pangandaran yang digelar pada hari  Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di Dusun Karangsimpang.

Sejumlah musyawirin menyampaikan keluhan para orang tua yang merasakan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama dalam hal keaktifan mengaji, mengikuti madrasah, dan menghadiri kegiatan di masjid.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa banyak anak yang sebelumnya aktif belajar agama saat masih duduk di bangku sekolah dasar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut setelah lulus, padahal usia remaja awal ini dinilai sebagai masa yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan sangat membutuhkan pendampingan akhlak serta pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap masa depan moral dan spiritual generasi muda, dan permasalahan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam program kerja dakwah dan pendidikan MUI Kecamatan Pangandaran. 

Para peserta rapat juga menilai perlunya langkah nyata untuk memperkuat kembali budaya mengaji dan kecintaan anak-anak terhadap masjid, sehingga beberapa usulan pun muncul. Diantaranya, masalah penguatan madrasah diniyah, pembinaan remaja masjid, peningkatan peran keluarga, serta program dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Seperti disampaikan Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, pentingnya sinergitas antara sekolah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan para orang tua dalam menjaga pendidikan agama generasi muda. 

Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan tidak bisa  dibebankan hanya kepada satu pihak semata. 

Sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan formal, namun, katanya, pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap agama harus diperkuat bersama oleh para ulama, tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika semua unsur bersinergi. 

"InsyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan masjid,” ujarnya. (harisfirdaus).

Terseret Ombak Di Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Paruh Baya Asal Garut Hilang

PANGANDARANNEWS.COM - Seorang wisatawan perempuan paruh baya asal Dayeuh Handap Desa Kota Kulon Kabupaten Garut, Siti Atika (58), meninggal dunia usai terseret ombak. 

Insiden itu terjadi tepatnya di Blok Karang Segeuh obyek wisata Pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana membenarkan, kejadian tersebut. 

Yusdiana mengatakan, wisatawan yang terseret ombak tersebut merupakan warga Garut yang sedang berlibur bersama keluarganya.

Ia menambahkan, kejadiannya itu tadi pagi saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto dan korban diam diatas karang, namun tiba-tiba saja ombak datang menghantam karang itu.

"Yang pertamakali korban berhasil berpegangan batu karang yang didudukinya, namun saat datang ombak kedua yang sangat besar sehingga menyeret korban ke tengah,” terang Yus. (hiek)

Posisi Saldo Kas Daerah Pangandaran Hingga Awal Mei 2026 Tercatat Rp31 Miliar, Ini Paparan BKAD

Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat, posisi saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga awal Mei 2026 sebesar Rp31 miliar lebih.

Seperti disampaikan melalui akun Instagram resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran @bkad_pangandaran, yang merilis laporan perkembangan keuangan daerah per Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada laporan tersebut, saldo kas daerah tercatat mencapai Rp31.013.093.565 setelah sebelumnya berada di angka sekitar Rp10,35 miliar pada tanggal 24 April 2026.

Masih dalam paparannya, kenaikan saldo kas daerah dipengaruhi oleh realisasi pendapatan daerah selama periode 24 April hingga 7 Mei 2026 yang mencapai Rp78,94 miliar.

Sumber pendapatan terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai sekitar Rp41,91 miliar, lalu disusul Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi sebesar Rp20,32 miliar.

Selain itu dua pendapatan tersebut, Pemkab Kabupaten Pangandaran juga memperoleh pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana bagi hasil provinsi dan pusat, serta opsen pajak kendaraan.

Sementara disisi belanja daerah (pengeluaran) tercatat mencapai Rp58,28 miliar, belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp25,36 miliar.

Sementara untuk pengeluaran lainnya digunakan untuk belanja barang dan jasa, bantuan keuangan desa, belanja modal, hingga pembiayaan daerah.

Laporan ini, tentu menjadi bagian dari upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran kepada masyarakat.

Keterbukaan informasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendorong pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.***


Kepala Bapenda Pangandaran, Fokus Pada Inovasi² Strategis Dan Penguatan Digitalisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, S.IP., siang tadi melaksanakan agenda expose kepada Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., terkait langkah-langkah konkret yang mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

Selain bupati dan kepala Bapenda, kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah, Evan A.H Nasution, S.STP, Kepala Bidang Retribusi Daerah, Bagus Winahyu RM,  S.T. serta berkesempatan juga hadir memberikan dukungan sinergi Kepala BKAD Kabupaten Pangandaran, Bapak ldi Kurniadi, S.IP., MM.

Dalam paparannya, Sarlan menyampaikan, saat ini Bapenda sedang fokus pada rangkaian inovasi-inovasi strategis serta penguatan digitalisasi.

Sehingga akhirnya, kata Sarlan, akan tercipta tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

"Inovasi ini diharapkan akan mampu membuat kinerja dalam pengelolaan PAD Pangandara semakin tertata dan strategis," ungkapnya. (hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN