» » MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

Penulis By on 15/05/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM - Fenomena menurunnya semangat belajar agama di kalangan anak-anak pasca lulus sekolah dasar saat ini menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran Pangandaran yang digelar pada hari  Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di Dusun Karangsimpang.

Sejumlah musyawirin menyampaikan keluhan para orang tua yang merasakan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama dalam hal keaktifan mengaji, mengikuti madrasah, dan menghadiri kegiatan di masjid.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa banyak anak yang sebelumnya aktif belajar agama saat masih duduk di bangku sekolah dasar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut setelah lulus, padahal usia remaja awal ini dinilai sebagai masa yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan sangat membutuhkan pendampingan akhlak serta pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap masa depan moral dan spiritual generasi muda, dan permasalahan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam program kerja dakwah dan pendidikan MUI Kecamatan Pangandaran. 

Para peserta rapat juga menilai perlunya langkah nyata untuk memperkuat kembali budaya mengaji dan kecintaan anak-anak terhadap masjid, sehingga beberapa usulan pun muncul. Diantaranya, masalah penguatan madrasah diniyah, pembinaan remaja masjid, peningkatan peran keluarga, serta program dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Seperti disampaikan Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, pentingnya sinergitas antara sekolah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan para orang tua dalam menjaga pendidikan agama generasi muda. 

Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan tidak bisa  dibebankan hanya kepada satu pihak semata. 

Sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan formal, namun, katanya, pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap agama harus diperkuat bersama oleh para ulama, tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika semua unsur bersinergi. 

"InsyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan masjid,” ujarnya. (harisfirdaus).

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya