PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebagai terminal terbesar di wilayah Priangan Timur, Terminal Tipe A Indihiang Tasikmalaya, menjelang Hari Raya Lebaran 2026 telah siap siaga melayani jutaan pemudik masyarakat Jawa Barat. Saat ini terminal beroperasi dengan kondisi yang aman, lancar, dan terkendali.(19/03/26)
Berbagai fasilitas pun telah disiapkan untuk kenyamanan perjalanan, termasuk ruang tunggu ber-AC yang nyaman bagi calon penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.
Hingga jam 14.30 WIB, area terminal tampak masih cukup kosong dan belum terjadi lonjakan jumlah penumpang.
Menurut salah seorang petugas dari Dinas Perhubungan, Zaenal Arifin, puncak arus mudik dan balik diperkirakan akan terjadi setelah Hari Raya, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan dengan lebih santai.
Zaenal mengatakan, arus lalu lintas di sekitar Terminal Tipe A Indihiang saat ini didominasi oleh kendaraan roda dua. Hingga saat ini, tidak ada laporan kecelakaan atau gangguan signifikan yang mengganggu kelancaran perjalanan.
Satu-satunya titik dengan sedikit kemacetan, jelas Zaenal, berada di kawasan Pasar Lewo Limbangan walaupun kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memerlukan tindakan pengalihan jalur.
"Jalur utama Tasikmalaya-Gentong yang menghubungkan ke Garut juga tetap bebas hambatan, memudahkan akses bagi para pemudik yang akan menuju berbagai daerah di Priangan," terangnya.(19/03/26)
Dari data yang ada, terang Zaenal, kedatangan sebanyak 13 unit bus dengan total 26 penumpang dan keberangkatan debanyak 171 unit bus dengan total 674 penumpang.Zaenal juga mengajak seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk bersama-sama mendukung Terminal Tipe A Indihiang sebagai pusat angkutan utama Tasikmalaya dan sebaiknyanaik turun penumpang hanya di terminal resmi.
"Dan kami mohon untuk tidak menggunakan area layanan PO Budiman dan Primajasa sebagai tempat naik turun penumpang, karena lokasi tersebut hanya difungsikan untuk istirahat, perawatan, dan perbaikan kendaraan," tegasnya.(@nwarwaluyo)

