Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASIK NEWS. Tampilkan semua postingan

Nikmati Segelas Kopi Sambil Melihat Kereta Lewat, Jadi Sensasi Unik Di Sekitar Jembatan Cirahong

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Keindahan alam dan suasana santai kembali tergambar jelas di kawasan Cirahoong, wilayah perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Tempat ini kini menjadi destinasi favorit baru bagi warga yang ingin melepas penat, dengan sensasi unik menikmati momen saat kereta api melintas di tengah rimbunnya pepohonan hijau.

Seperti yang dilakukan oleh Rudi, ia mengaku kerap berkunjung ke lokasi ini. Merekam video saat kereta api lewat, sambil sesekali menyeruput segelas kopi hitam yang menemani waktu bersantainya. 

Menurutnya, ini aktivitas yang paling  sukai di sini. Sambil menunggu kereta lewat dan minum kopi hitam, rasanya sangat nikmat dan menenangkan. 

"Suara gemuruh kereta yang datang dan pergi, dipadu dengan suara alam di sekitar, membuat suasana semakin terasa nyaman,” ujar Rudi.(18/04/26)

Di sisi lain terlihat pula beberapa pengunjung lain yang berkumpul, menikmati kebersamaan dan suasana sejuk yang ditawarkan lokasi ini.

Lokasi yang dikelilingi oleh tanaman hijau yang rindang dan suara kicauan burung serta udara segar, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Gemerisik daun yang tertiup angin, dan sesekali suara deru kereta yang melintas menciptakan harmoni alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama warga untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun sekadar menyendiri menenangkan pikiran. Bagi warga sekitar, tempat ini telah menjadi ikon baru tempat bersantai. 

Rudi mengaku, sering datang ke sini sepulang kerja atau di hari libur. Selain suasananya yang nyaman, pemandangan kereta yang melintas di tengah alam menjadi daya tarik tersendiri. 

"Minum kopi sambil menunggu kereta lewat sudah menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi kami,” imbuhnya.

Keunikan lokasi ini terletak pada perpaduan antara kemajuan transportasi modern yang diwakili oleh kereta api, serta keasrian alam yang masih terjaga dengan baik. Jalur rel yang membelah kawasan hijau di perbatasan dua kabupaten ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi objek wisata alami yang menarik.

Dengan penambahan fasilitas pendukung yang sederhana namun fungsional, seperti tempat duduk yang lebih nyaman dan tempat berjualan makanan serta minuman tentu tempat ini bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(@nwarwaluyo)

 


Kobarkan Semangat Di Hari Jadi Ke 44, Desa Cimanuk Gelar Turnamen Sepak Bola U-40

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Jadi atau Milangkala Desa Cimanuk yang ke-44 tahun, Pemerintah Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, akan menggelar turnamen sepak bola kategori usia di bawah 40 tahun (U-40). 

Ajang olahraga ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (tanggal 23, 24, dan 25 April 2026), dengan seluruh rangkaian pertandingan digelar di Lapangan Bola Desa Cimanuk.

Saat dijumpai Pangandaran news, Kepala Desa Cimanuk, Anharudin menyampaikan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk perayaan yang merakyat dan tidak hanya sekadar seremoni formal melainkan momen kebersamaan yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Peringatan hari jadi desa ini, ujar Anharudin, ia kemas dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat serta diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat olahraga di kalangan pemuda dan warga dewasa, sekaligus menjadi ajang unjuk bakat bagi para pemain lokal yang selama ini memiliki potensi di bidang sepak bola.

Anharudin juga berharap, agar peringatan Milangkala Desa yang ke-44 ini menjadi momentum bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dan semoga dengan bertambahnya usia desa ini, Desa Cimanuk semakin maju dan sejahtera. 

"Kami juga terus berupaya membangun potensi wisata desa, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga,” ucap Anharudin.(17/04/26)

Untuk turnamen ini, jelas Anharudin, panitia telah membuka pendaftaran dengan kuota terbatas yaitu hanya untuk 12 tim peserta saja. Dan setiap tim yang ingin berpartisipasi dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000. 

Bagi tim yang berminat untuk mengikuti kompetisi ini, imbuhnya, dapat segera mendaftarkan diri melalui kontak panitia yang telah disediakan. Mengingat kuota yang terbatas, panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta untuk segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, pihaknya juga diharapkan menjadi sarana hiburan bagi warga sekitar dan mampu memeriahkan suasana perayaan hari jadi desa. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat bertanding, panitia juga telah menyiapkan beragam hadiah menarik yang akan diberikan kepada tim-tim yang berhasil meraih posisi juara.

Masyarakat luas, Anharudin juga berharap dapat turut hadir menyemarakkan acara ini dengan hadir dan menyaksikan jalannya pertandingan serta memberikan dukungan penuh kepada para pemain yang berlaga. 

"Melalui kegiatan ini diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di Desa Cimanuk semakin terjalin erat, seiring dengan langkah desa yang terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama," pungkasnya.

Untuk yang berminat silahkan langsung menghubungi nomer di bawah ini :

- Perdi: 0813-2451-0408

- Ricky: 0853-1421-6367

- Marlin: 0877-4217-5075


(@nwarwaluyo)

 

 


Tampil Dengan Semangat Tinggi, Tim O2SN Kadipaten Targetkan Juara Umum Di Tingkat Kabupaten Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Lingkup pendidikan di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu menggelar kegiatan seleksi tingkat kecamatan untuk ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) resmi digelar dengan mempertandingkan 7 cabang olahraga (cabor) yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik.(15/04/26)

Suasana penuh semangat dengan nuansa kekeluargaan dan optimisme pun tampak terlihat, baik para guru, pelatih, dan panitia kompak dan siap mendukung penuh para atlet muda.

Kepada Pangandaran News, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua IGORNAS Kecamatan Kadipaten, Sana Sutrisna, M.Pd, menuturkan, ada 19 Sekolah Dasar (SD) mengirimkan perwakilannya. Dengan total 500 siswa atlet yang turun bertanding memperebutkan tiket ke tingkat kabupaten, dan dari ribuan potensi yang ada akan terpilih 42 atlet terbaik yang akan menjadi kontingen Kecamatan Kadipaten.

Sana menjelaskan, cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Sepak Bola, Bola Voli, Pencak Silat, Karate, Renang, Badminton dan Atletik.

"Target utama kami ada di tiga cabang besar, yaitu Pencak Silat, Karate, dan Sepak Bola. Ketiga cabor ini memiliki potensi dan kualitas yang sangat bagus untuk menyumbang medali emas,"  ujarnya.

Selain itu, kata Sana, cabang Bola Voli juga terlihat sangat mendominasi, sementara untuk Sepak Bola menunjukkan perkembangan positif dengan regenerasi pemain yang terus berjalan baik.

Sana mengaku, pihaknya optimis anak-anak didiknya akan meraih prestasi yang membanggakan. Karen sejak dulu Kecamatan Kadipaten pernah menyabet gelar Juara Umum di tingkat Kabupaten. 

"Harapannya, gelar tersebut bisa kita pertahankan bahkan tingkatkan," imbuhnya penuh semangat.

Sana mengatakan, walau banyak atlet muda dan regenerasi baru namun semangat para siswa luar biasa. 

"Tujuan utama bukan hanya menang, tapi bagaimana anak-anak bisa berprestasi dan naik kelas hingga tingkat Provinsi nantinya," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rapat koordinasi di tingkat kabupaten bahwa pelaksanaan O2SN tingkat Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan digelar pada awal Juni 2026 mendatang bertempat di kawasan Cipatujah.

Sana berharap seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten berjalan lancar, sukses, dan membawa hasil yang gemilang. Aamiin.

"Semoga para atlet muda ini mampu mengharumkan nama daerah dan menjadi bibit unggul olahraga nasional di masa depan,"ucapnya penuh optimis. (@nwarwaluyo)

Jadi Kebanggan Lingkup Pendidikan Cikatomas, SDN 3 Cikatomas Dan SDN Cipancur Raih Juara Umum

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, dua sekolah unggulan yaitu SDN 3 Cikatomas dan SDN Cipancur berhasil tampil luar biasa dan masing-masing meraih gelar Juara Umum di berbagai ajang kompetisi tingkat kecamatan.

Deretan piala bergengsi yang berjejer rapi pun menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang luar biasa, dan menunjukkan kekuatan pendidikan di daerah ini.

Di ajang Pentas PAI tahun 2026, SDN 3 Cikatomas tampil sangat mendominasi, raihan Emas dalam Lomba Kaligrafi Putra dan Putri, raihan perak untuk MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) Putra,

serta kategori KGS dan Qasidah. Dengan capaian gemilang ini, SDN 3 Cikatomas resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pentas PAI.

Sementara SDN Cipancur juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara umum khusus di bidang akademik, serta meraih berbagai medali di kategori lainnya. Diantaranya, emas untuk lomba kaligrafi putra & Putri, perak MHQ Putra, KGS dan Qasidah.

Di ajang FLS3N (SENI), emas dari Cabang Tari, Perak Cabang Kriya dan Perunggu untuk Cabang Pantomim.

Sementara untuk lomba akademik, raihan emas untuk lomba Siswa Berprestasi (Sispres), serta juara harapan untuk mata pelajaran IPA dan IPS

Dengan capaian ini, SDN Cipancur pun resmi dinobatkan sebagai juara umum untuk kategori lomba akademik.

Dengan kemenangan ini, kedua sekolah resmi menjadi wakil Kecamatan Cikatomas.

Kepada pangandarannews, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, berharap semoga prestasi ini bisa terus dilanjutkan hingga tingkat Kabupaten Tasikmalaya.bahkan sampai tingkat Provinsi. Kami sangat optimis.

"Semoga prestasi ini terus berlanjut sampai ketemu tingkat Kabupaten. Ini bukti kualitas pendidikan yang unggul di Cikatomas," ucapnya.(15/04/26)

 *@nwarwaluyo*

Sistem Baru Parkir Qris Kota Tasik, Bagi Hasil Untuk Petugas 70:30

Uen Haeruman
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai atau QRIS di Kota Tasikmalaya, memiliki mekanisme pengelolaan keuangan yang jelas dan transparan. 

KepaKepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, memastikan bahwa sistem ini justru menguntungkan dan menjamin hak para juru parkir di lapangan.

Kepada pangandarannews (14/04/26), ia memaparkan bagaimana detail sistem bagi hasil, mekanisme kerja, serta himbauan kepada masyarakat.

Kata Uen, banyak kekhawatiran muncul apakah pembayaran via QRIS akan membuat pendapatan petugas berkurang atau tertahan. 

Namun Uen Haeruman membenarkan, hal ini justru memberikan kepastian hukum dan keamanan.

"Jangan takut, sistemnya sudah diatur, pembagiannya adalah 70% langsung," jelas Uen.(@nwarwaluyo)

Tangani Masalah Sampah, DLH Kota Tasik Terapkan Konsep 3R

Arif Feri Maulana
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kini penanganan masalah sampah menjadi fokus utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Tasikmalaya, 

Ada beberapa strategi dan konsep yang ditawarkan  nyata agar sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Arif Feri Maulana, saat wawancara dengan pangandarannews.com di ruang kerjanya.

Ia memaparkan, visi dan misi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya kunci utama pengelolaan sampah yang efektif adalah dimulai dari sumbernya yaitu rumah tangga. 

Saat ini, terang Arif, pihaknya terus mendorong gerakan memilah sampah dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Jadi menurutnya, kunci sebetulnya ada di bagaimana memilah sampah di sumber ekonomi.

Jadi masyarakat harus paham dan bisa membedakan, mana sampah organik dan anorganik dan residu (sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi)

"Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak dibuang ke TPA, melainkan bisa dimanfaatkan kembali secara maksimal," ujar Arif.(14/04/26

Arif mengatakan, sekarang Dinas Lingkungan Hidup memiliki strategi khusus untuk mengolah sampah organik. Sampah jenis ini memiliki nilai guna yang tinggi, bisa diubah menjadi kompos, cairan EM4 (enzim) hingga menjadi pakan maggot dan pakan ternak.

Ia mengaku, pihaknya punya program GOSOK (Gerakan Olah Sampah Organik). Sampah organik ini simanfaatkan menjadi pupuk bahkan kita kirim ke peternak untuk dijadikan pakan. Ini sangat bagus dan bernilai ekonomi. 

"Sementara untuk sampah anorganik seperti plastik dan kertas, bisa didaur ulang atau dijual menjadi barang kerajinan dan barang bekas," terangnya.

Dalam pelaksanaannya, Arif menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi kuat dengan konsep 5 Helix.

"Yaitu melibatkan 5 komponen, Masyarakat, Mahasiswa, Media, Pengusaha, dan Pemerintah," imbuhnya.

Ia menambahkan, sampah itu tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, tapi masyarakat juga harus berperan aktif. "Kalau semua kompak dan berjamaah, insya Allah masalah sampah bisa teratasi," tegasnya.

Selain itu, Arif menyebut, pihaknya juga terus mengembangkan konsep TPS 3R di tingkat kelurahan dan RW. Tujuannya, agar pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. 

Arif berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi, salah satu pesan terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.

Ia berpesan, mohon bantuannya kepada masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai. Karena selain bisa mencemari, juga menjadi penyebab utama banjir. 

"Mari kita jaga lingkungan masing-masing, ubah sampah dari ancaman menjadi berkah melalui ekonomi sirkular," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Transformasi Digital Terobosan Pemkot Tasik, Pembayaran Parkir Gunakan Qris

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Wajah pelayanan publik di Kota Tasikmalaya semakin modern dan memanjakan masyarakat, pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan UPTD Parkir kini menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai atau digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Langkah inovatif ini terlihat jelas dari pemasangan ID card berisi kode QR yang dikenakan langsung oleh petugas parkir, serta spanduk informasi yang terpampang di lokasi-lokasi strategis termasuk di sepanjang jalan HZ Mustofa.

Dengan sistem baru ini masyarakat pengguna jasa parkir tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian atau membawa uang tunai dalam jumlah kecil, cukup dengan melakukan scan kode QR menggunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet transaksi selesai dalam hitungan detik.

Sistem ini berlaku untuk kategori Mobil dengan tarif total Rp 3.000 (rincian: biaya parkir Rp 2.500 dan biaya penerbitan tiket Rp 500), serta tarif khusus untuk Motor yang telah ditetapkan. Semua transaksi tercatat secara digital, transparan dan aman.

Kepada pangandarannews.com di lokasi jalan HZ Mustofa, Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, menjelaskan, penerapan sistem QRIS ini merupakan langkah maju dan inovatif yang kami lakukan. 

"Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan transparan," ujar Uen.(13/04/26)

Sselain memudahkan pengguna jasa, terang Uen, sistem ini juga meminimalisir potensi kesalahan atau kekurangan dalam penarikan uang parkir serta mendukung program pemerintah menuju masyarakat non-tunai (cashless society)

Ia menambahkan, kemudahan yang ditawarkan ini tentu disambut sangat antusias oleh masyarakat Tasikmalaya karena selain praktis transaksi non-tunai ini juga dinilai lebih menjaga kebersihan dan keamanan saat bertransaksi di jalanan.

"Penerapan teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus berinovasi, menciptakan manajemen retribusi yang lebih akuntabel serta mendukung visi kota menuju Smart City yang modern dan maju," jelasnya lagi.(@nwarwaluyo)

 

 

 

Gali Potensi Untuk Cetak Duta Prestasi, Lingkup Pendidikan Cikatomas Gelar Pentas PAI, Akademik, FLS3N Dan O2SN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Semangat belajar dan berprestasi kembali semarak di wilayah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu digelar rangkaian lomba bergengsi yang mencakup Pentas PAI, Akademik, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan yang diikuti 32 siswa perwakilan dari 32 SD di seluruh wilayah Kecamatan Cikatomas ini pun berlangsung meriah serta menjadi wadah strategis untuk menjaring bakat dan minat siswa secara menyeluruh, baik di bidang keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga. 

Panitia menyediakan berbagai kategori lomba untuk menjaring bakat secara menyeluruh, dan khusus untuk cabang FLS3N, perlombaan meliputi menyanyi Tunggal, Seni Tari, Pantomim, Gambar Cerita, Kriya, Mendongen dan Menulis Cerita.

Dalam wawancaranya dengan pangandarannews.com, Ketua Panitia, Dadang, menyampaikan bahwa tujuan besar terselenggaranya kegiatan ini ingin melatih mental siswa dan memberikan pengalaman berharga serta mengajarkan mereka bagaimana berkompetisi dengan sehat dan sportif.

Selain itu, imbuh Dadang, dalam kegiatan ini juga terdapat nilai kompetisi di bidang Akademik, Olahraga (O2SN) serta Pentas PAI yang menampilkan kreativitas dan pemahaman keagamaan. 

"Dengan variasi ini, setiap siswa memiliki peluang untuk menonjolkan keahlian khusus yang mereka miliki," kata Dadang.(13/04/26)

Dadang berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi Cikatomas serta bisa melahirkan duta-duta terbaik dari wilayah Cikatomas untuk beradu di tingkat yang lebih tinggi. Seperti tingkat Kabupaten Tasikmalaya, bahkan bisa menembus hingga tingkat Provinsi.

Menariknya, ungkap Dadang, dari tahun ke tahun Kecamatan Cikatomas dikenal memiliki sejarah prestasi yang membanggakan khususnya di cabang Pantomim. 

"Dan cabang pantomim ini beberapa kali berhasil tembus dan berprestasi hingga tingkat provinsi," terang Dadang.

Terpisah, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, pihaknya juga memberikan dukungan dan semangat bagi seluruh peserta.

"Semangat, teruskan prestasi mu sampai tingkat Kabupaten Tasikmalaya bahkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat," ucap Nana.

Nana menyebut, dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan Cikatomas terus melahirkan siswa-siswi yang berprestasi dan berkarakter. (@nwarwaluyo)

Raih 68,3 % Suara, Sandra Susana Terpilih Jadi Kades Ciawi Karangnungal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Ciawi, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, telah usai dilaksanakan.(11/04/26).

Dengan perolehan suara mencapai 68,3 persen, Sandra Susana terpilih menjadi Kepala Desa Ciawi untuk periode 2026-2027.

Kegiatan demokrasi tingkat desa yang berlangsung di aula kantor Desa Ciawi, berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Seperti diketahui, dalam pemilihan kepala desa PAW ini diikuti tiga kandidat yang bersaing ketat. Antara lain, nomor urut 1 Sandra Susana, nomor urut 2 Agus Gunawan, dan nomor urut 3 Adang Wahyu. Dan berdasarkan penghitungan surat suara, Sandra Susana (No. 1): 82 suara, Agus Gunawan (No. 2): 22 suara dan Adang Wahyu (No. 3): 1 suara. Dari total 121 pemilih terdaftar, tercatat 1 orang tidak hadir (abstain) dan 15 suara tidak sah. 

Dengan raihan 82 suara, Sandra Susana berhasil mengungguli dua lawannya dengan selisih yang cukup signifikan.

Proses pemilihan pun berlangsung tertib dan diawasi langsung oleh unsur Forkopimcam serta perangkat daerah, antara lain Camat Karangnunggal Suherman, S.ST.P, M.Si, Kapolsek AKP, Jaja Hidayat, Wadanramil 1215 Lettu Cba Asep Tisnawan, Ketua Panitia Pemilihan Dedih Dulhakim, S.Pd, Ketua BPD Ust. Dudung, Kasi Pemerintahan Itang Setiana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Usai acara, Camat Karangnunggal Suherman menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, fisikotes, hingga pencoblosan.

Ia juga mengaku bersyukur karena proses berjalan lancar, dan ia meminta agar panitia segera menyampaikan berkas hasil pemilihan ini untuk segera diajukan rekomendasi kepada bupati untuk proses pelantikan.

"Saya berpesan kepada kades terpilih agar segera mempersiapkan diri, memahami regulasi, dan beradaptasi dengan pemerintahan desa," ucapnya.

Ditempat terpisah, Sandra Susana yang akrab disapa "Bayi" menyampaikan rasa syukur karena warga sudah memilihnya menjadi Kades Ciawi.

Sandra mengatakan, ia mempunyai visi dan misi jelas dan ingin Desa Ciawi bisa lebih maju dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel. 

"Saya akan membenahi setiap kelemahan yang selama ini menjadi unek-unek warga," ucapnya.

Ia juga menegaskan, fokus utamanya pada sektor ketahanan pangan mengingat mayoritas warga adalah petani.

Selain itu, imbuh Sandra, ia juga akan melakukan pembenahan sistem keuangan desa (SILTAP) demi kesejahteraan perangkat desa dan masyarakat.

Sementara Ketua Panitia, Dedih Dulhakim mengaku pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang luar biasa mencapai hampir 99%.

"Alhamdulillah proses pemilihan berjalan lancar tanpa kendala," katanya.

Dedih mengucapkan selamat untuk pemenang serta mengajak untuk bersama-sama bekerja. Dan kepada yang belum terpilih, terima kasih telah ikut berkompetisi. Dan sekarang, saatnya bersama-sama untuk menyatukan langkah untuk Desa Ciawi yang lebih baik.

"Semoga kepemimpinan Sandra Susana dapat membawa kemajuan, kesejahteraan, dan kebersamaan bagi seluruh warga Desa Ciawi," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Semangat Kebersamaan Warnai Acara Silaturahmi PGRI Kecamatan Banjaranyar Kab. Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali terjalin erat dalam acara silaturahmi antar guru dan kepala sekolah, keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. 

Acara ini digelar di GOR SMPN 3 Banjarsari bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas antar guru, kepala sekolah, serta seluruh jajaran pengurus PGRI, Camat Banjaranyar, Ari Angga Rianto, S.Kep, Ners, Kepala Korwil Pendidikan sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar, H. Sodirin, S.Pd.I, M.Pd., didampingi seluruh guru dan kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Banjaranyar,  H. Sodirin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme seluruh anggota.

Secara pribadi dan atas nama organisasi, ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan semua. Mari kita jaga kebersamaan ini.

"Pentingnya kebersamaan dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama agar sinergi semakin terjalin baik demi mutu pendidikan yang lebih baik," ujar Sodirin.(11/04/26)

Ia pun tidak lupa mengucapkan selamat Idul Fitri, dan atas nama Ketua PGRI Kecamatan Banjaranyar mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin 1447 H. 

"Mari kita bahu-membahu dan selalu semangat membangun kemajuan pendidikan di wilayah ini," tegasnya.

Sementara itu, Camat Ari Angga Rianto juga berharap momentum ini dapat semakin mengokohkan hubungan baik antar pendidik demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Kegiatan Panen Karya SMKN Parungponteng, Pamerkan Aneka Kreativitas Bidang Usaha

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai halaman SMK Negeri Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, sekolah vokasi ini sukses menggelar acara "Panen Karya Projek Kewirausahaan Kelas XII" yang menjadi bukti nyata kreativitas dan kesiapan siswa menghadapi dunia usaha.(10/04/26)

Kegiatan ini tidak hanya dinikmati oleh warga sekolah, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas dari berbagai wilayah.

Di bawah tenda-tenda yang tertata rapi, siswa-siswi memamerkan hasil karya dan keterampilan mereka melalui berbagai stand pelayanan dan produk. Antara lain, Pameran Karya Busana yang menampilkan desain dan jahitan kreatif hasil karya siswa. Bazar Makanan, dengan beragam kuliner lezat yang diolah sendiri oleh para siswa. Service motor yang memberikan pelayanan perawatan dan perbaikan ringan kendaraan bermotor. Service Komputer, dengan menyediakan jasa perbaikan dan perawatan perangkat teknologi serta Top Up E-Wallet, memfasilitasi kebutuhan transaksi digital masyarakat.

Kepada Pangandaran News, Waka Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mangsur, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan masyarakat yang luar biasa.

Ia mengaku bersyukur karena pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Kecamatan Parungponteng, tapi juga dari daerah sekitar seperti Cibalong, Sodong Hilir, Bojongasih, bahkan hingga Karangnunggal.

"Hal ini tentu membuktikan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi ajang promosi sekaligus sarana interaksi yang positif antara sekolah dan masyarakat luas," ungkapnya.

Kegiatan yang diketuai langsung oleh Bapak Affan Rifaninur, SE, serta dengan bimbingan penuh juga oleh para guru mata pelajaran Kewirausahaan.

Di tengah-tengah kegiatan, Affan menyampaikan, acara ini merupakan implementasi nyata dari konsep learning by doing. Para siswa dilatih untuk berpikir kreatif, berani tampil, dan memiliki jiwa bisnis sejak dini.

Ia mengatakan, pihaknya ingin membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja tetapi juga bisa menjadi pengusaha yang sukses dan mandiri. 

"Baik di bidang kuliner, otomotif, maupun jasa lainnya," ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan profesionalisme terlihat jelas dari setiap stand yang dikelola. 

"Dan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di SMKN Parungponteng terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkualitas, berdaya saing, dan siap berkarya bagi bangsa," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


Jaga Lingkungan Dan Cegah Banjir, Gabungan Instansi dan Warga Kota Tasik Bersih-Bersih Sungai

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah banjir, saat ini dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Gerakan ini terus digencarkan di Kota Tasikmalaya, gabungan instansi pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup (LH), Bidang PSDA, Kementerian PU, BPBD, Satpol PP, hingga masyarakat setempat.

Kabid Lingkungan Hidup, Arif Maulana, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara menyeluruh di titik-tirik rawan dan dengan memersihkan di banyak tvitik dengan ayategi "Jemput Bola".

"Dan hari ini kami melaksanakan pembersihan di beberapa di daerah Nagawangi, dan sebelumnya juga sudah dilakukan di Bojong Tritura serta di Kelurahan Kertanegara dan Purbaratu," ujar Arif.(09/04/26)

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan bentuk "jemput bola" dalam pelayanan kepada masyarakat. Dan LH tidak menunggu keluhan datang atau kalau ada masalah atau temuan, namun akan langsung antisipasi dan tangani. 

"Ini juga bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah banjir akibat penyumbatan sampah," imbuhnya.

Selain membersihkan fisik, kata Arif, pihaknya juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga, RT, dan RW terkait Arif pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Arif menyebut, pihaknya mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos atau pakan maggot, sedangkan anorganik bisa didaur ulang atau disetor ke Bank Sampah.

"Dan kami menghimbau, mohon jangan buang sampah ke sungai atau tempat yang bukan peruntukannya karena sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis.

Arif mengaku, pihaknya ingin kegiatan gotong royong ini rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Dan kuncinya ada di kerjasama antara pemerintah, kelurahan, kecamatan, RT/RW, dan seluruh masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Kota Tasikmalaya tetap bersih, sehat, dan asri," ungkapnya.

Disoal banyaknya keluhan warga di sosial media, secara terpisah pihak dinas terkait juga menanggapi komentar netizen yang menilai kegiatan ini hanya seremonial belaka.

Menurutnya, pembersihan gorong-gorong dan saluran air ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap hari dan bukan cuma saat ada acara saja.

Ia mengatakan, seperti beberapa minggu ke belakang pihaknya sudah terus melaksanakan gotong royong bersama masyarakat. 

"Kalau dilihat di postingan kami, memang konsisten kami lakukan. Ini bentuk antisipasi jauh-jauh hari supaya kota bersih dan terhindar dari banjir," ujarnya.(@nwarwaluyo)

 


 

 

 


Meski khawatir, Sejumlah siswa Nekat Arungi Sungai Deras Demi Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah berita pembangunan sarana jalan, ternyata masih ada kondisi memprihatinkan terjadi di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di jalur penghubung antara Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah dan Desa Bojongasih, Kecamatan Culamega.

Setiap pagi, terlihat puluhan anak-anak sekolah terpaksa harus berjuang keras menyeberangi sungai yang airnya sedang deras-derasnya hanya untuk bisa sampai ke sekolah.

Tampak deretan sepeda motor berjejal, baik masyarakat atau pun pelajar yang tak gentar meski arus sungai tampak kuat dan berbahaya. Mereka tetap nekat melintas, mengingat ini adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut.

Menurut salah seorang pelajar, Rini, berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian ke lokasi ini.

Ia menyampaikan permohonannya kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, supaya dibuatkan jembatan untuk menghubungkan dua desa ini. 

"Setiap hari kami harus menyeberang seperti ini, tentu ini sangat berbahaya apalagi saat hujan dan air besar," ujar Rini.(08/04/26)

Rini juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat desa, dirharapkan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur di perkotaan saja

"Bapak Gubernur Jabar sering bilang 'ngurus lembur, tata kota', tapi kok yang di desa malah tidak diurus?", keluhnya.

Rani mungkin mewakili teman-teman dan masyarakat berharap agar keluhan ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti pihak terkait, sehingga tak ada lagi kekhawatirannya saat pergi ke sekolah.

"Kehadiran jembatan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan nyawa anak-anak bangsa yang setiap hari harus berjuang demi menuntut ilmu," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Saksi, Semarak Konser Rhoma Irama Di Tanah Kelahiran Sang Maestro Dangdut

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Malam Minggu, 4 April 2026, menjadi malam yang tak terlupakan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Ribuan penonton memadati area Lanud Wiriadinata untuk merasakan sensasi "Joget Bareng" bersama legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama dan Soneta Group.

Kedatangan Raja Dangdut ini seolah menjadi magnet yang sangat kuat tidak hanya bagi warga Tasik, namin penonton datang dari berbagai penjuru daerah. Terlihat jelas rombongan masyarakat yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Parungponteng, Karangnunggal, Cibalong, Singaparna, hingga Cipatujah demi menyaksikan aksi memukau sang idola raja dangdut asal Kota Tasikmalaya.

Acara istimewa ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara dengan tema besar 'Pengabdian Tanpa Batas", dan panggung hiburan yang megah menjadi bukti eratnya tali silaturahmi antara dunia seni dan institusi pertahanan negara

Suasana semakin memanas dan penuh romantisme ketika alunan musik khas Soneta mulai terdengar, hingga salah satu momen paling dinanti adalah ketika Rhoma Irama membawakan lagu legendaris berjudul "Hidup Tanpa Cinta".

Lirik yang puitis dan nada yang indah seolah menyentuh hati seluruh hadirin, dan kata-kata "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..." terdengar lantang dinyanyikan serempak oleh ribuan suara mampu menciptakan harmoni yang luar biasa indah.

Di tengah lautan manusia terlihat jelas antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan usia, dan musik dangdut khas Soneta Group benar-benar menyatukan generasi tua maupun muda dalam satu irama yang sama.

Intan, salah satu pengunjung asal Karangnunggal, tampak sangat menikmati setiap detik musik. Ia mengaku, lagu "Hidup tanpa bagai taman tak berbunga merupakan lagu paforit nya.

Tidak kalah semangat, Surahman asal Nyntong juga terlihat sangat gembira. Meskipun tergolong kaum muda ia tampak begitu hafal dan menikmati lagu-lagu lawas tersebut, tentu ini membuktikan bahwa musik Rhoma Irama memang abadi dan dicintai lintas generasi.

Sementara itu, Reni yang datang khusus dari Cipatujah mengaku sangat puas. 

Ia mengatakan, sengaja datang jauh-jauh ke sini memang ingin nonton langsung. 

"Suaranya masih bagus dan penampilannya luar biasa," ungkapnya dengan senyum lebar.

Suasana semakin bergairah ketika nada-nada intro lagu legendaris "Keramat" dan "Gala Gala" mulai terdengar, ribuan penonton seolah kehilangan kata-kata dan langsung berteriak histeris bergoyang lebih kencang mengikuti irama gendang.

Momen nostalgia ini begitu terasa kental, lagu-lagu yang sudah puluhan tahun menemani perjalanan musik Indonesia ini masih mampu membakar semangat dan membuat seluruh hadirin tak bisa diam.

Suasana semakin magis menjelang akhir acara, Rhoma Irama dan Soneta Group membawakan lagu penutup yang sangat dinanti yaitu "Malam Terakhir".

Lagu yang penuh makna ini menjadi penutup sempurna yang menggetarkan hati ribuan penonton, suasana menjadi sangat emosional namun tetap penuh energi menandakan bahwa malam perayaan ini benar-benar menjadi malam kenangan yang tak akan terlupakan.

Menurut sejumlah penonton, konser ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik melainkan sebuah perayaan nostalgia dan kebersamaan yang tak terlupakan. Rhoma Irama dan Soneta Group kembali membuktikan bahwa mereka adalah maestro yang tak tergantikan, mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama yang sama. (@nnwarwaluyo)

Warga Sesalkan, Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya Terkesan Tak Terurus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi fisik Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya kini semakin memprihatinkan, dan menjadi sorotan tajam masyarakat. 

Bangunan yang seharusnya menjadi ikon olahraga dan kebanggaan kota ini justru terlihat terbengkalai dan kumuh karena sudah makan usia.

Dari pantauan Pangandaran News di lapangan, terlihat jelas banyak bagian penutup dinding yang hilang, rusak parah, dan terkelupas. Rangka besi penyangga bangunan pun terlihat sudah berkarat dan mulai rapuh, tentu ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan dan keselamatan pengunjung terutama di area sekitar joging track yang sering dipakai warga berolahraga.

Seperti disampaikan salah satu pencinta olahraga yang sedang berolahraga di joging track Dadaha, Dedi (33), sangat disayang sekali pemandangannya jadi tidak sedap dilihat mata. 

Padahal, ungkap Dedi, area publik ini sering dilewati dan dipakai orang untuk olahraga. 

"Kalau kondisinya begini, selain terkesan tidak terawat juga bisa membahayakan juga," ujar Dedi, (04/04/26)

Dedi sangat menyangkan, jika melihat kondisi aset penting Kota Tasikmalaya ini dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada perawatan yang maksimal.

Menurut Dedi, kondisi yang memilukan ini terasa semakin kontras mengingat Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dikenal sangat gemar olahraga lari dan sering menggelar serta mempopulerkan event maraton di kota ini.

Ia juga mengaku heran, Walikota suka sekali olahragablari maraton tapi kenapa Stadion Wira Dadaha ini dibiarkan rusak parah, berkarat, dan tidak terurus.

"Gimana mau maju bidang olahraganya kalau fasilitas utamanya saja tidak dirawat," ungkap Dedi, mewakili keresahan warga kepada Pangandaran News.

Atas nama warga, Dedi juga berharap ada perhatian serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Kota Tasikmalayabagar segera melakukan renovasi besar-besaran atau setidaknya perawatan rutin, sehingga Stadion Wira Dadaha bisa kembali megah, aman.

"Dan tentunya bisa menjadi kebanggaan Kota Tasik, seperti masa kejayaannya dulu," imbuhnya.(@nwarwaluyo)

 

 

Usung Tema "Transformasi Digital dan Penguatan Profesionalisme Jadi Fokus", PGRI Cikatomas Gelar Raker Selama Dua Hari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Selama dua hari (02-03 April 2026), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sinar Rahayu 1 Pangandaran serta dihadiri penuh oleh seluruh jajaran pengurus dan peserta rapat ini, mengusung tema "Transformasi Jati Diri PGRI di Era Digital: Memperkuat Solidaritas, Meningkatkan Profesionalisme, dan Mengawal Kesejahteraan Guru".

Menurut Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, raker ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyusun, membahas, dan mengesahkan program kerja dari masing-masing Seksi Bidang (Sekbid). 

"Dan hasil dari rapat ini nantinya akan menjadi pedoman dan arah kebijakan organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya selama lima tahun ke depan," terang Nana, usai mengikuti raker hari pertama.(02/04/26)

Pengesahan program kerja ini, sebut Nana, menandakan komitmen kuat PC PGRI Cikatomas untuk bekerja maksimal. Fokus utama tidak hanya pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendidikan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama pendidik serta terus berjuang mengawal hak-hak dan kesejahteraan guru.

Nana juga menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, karena transformasi di era digital bukan sekadar mengikuti tren melainkan keharusan agar organisasi tetap maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya.

Tak hanya itu, ia juga ingin memastikan bahwa PGRI Cikatomas tidak hanya eksis tetapi juga memberikan kontribusi nyata. Melalui program kerja yang sudah disahkan ini.

Lebih jauh Nana memaparkan, dalam rapat kerja ini terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pengembangan. Diantaranya, 1. Transformasi Digital: Mengadaptasi teknologi informasi untuk kemajuan organisasi dan dunia pendidikan.

2. Penguatan Solidaritas: Mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar guru.

3. Peningkatan Profesionalisme: Meningkatkan kualitas SDM pendidik agar semakin kompeten dan berdaya saing.

4. Kesejahteraan Guru: Terus berupaya maksimal memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan seluruh anggota.

Dengan terselenggaranya Raker ini, Nana juga berharap PGRI Kecamatan Cikatomas menjadi organisasi yang semakin solid, kompak, dan mampu membangun sinergitas pendidikan yang lebih baik.

"Dan dengan adanya dasar hukum serta arah kerja yang jelas, PGRI Cikatomas siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan demi terwujudnya guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Setiap Hujan Besar Turun, Padayungan-HZ Mustofa Kota Tasik Jadi Langganan Banjir

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bagi warga Kota Tasikmalaya, pemandangan jalanan berubah menjadi "danau" bukanlah hal asing. Karena setiap kali hujan deras, makasih kawasan Jalan Padayungan dan Jalan HZ Mustofa tepatnya di depan Asia Plaza kembali akan terendam banjir.

Genangan air yang mencapai hampir satu meter ini memaksa pengendara motor dan para pejalan kaki harus berjuang keras untuk bisa lewat, karena tak sedikit sepeda motor yang mogok di tengah jalan karena air masuk ke ruang mesin. Sehingga akan menyebabkan kemacetan panjang, ditambah kerugian materi bagi pemilik kendaraan yang harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Menurut salah seorang warga setempat, Andri, banjir di ruas jalan strategis ini bukan kejadian baru melainkan masalah yang sudah berlangsung lama. 

Andri mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab. Diantaranya, saluran drainase tersumbat tumpukan sampah plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga sering menghambat aliran air. Atau fenomena Back Water: Air dari saluran utama yang lebih tinggi meluap ke saluran kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.

"Bisa juga terjadi karena akibat sedimentasi sungai, pendangkalan sungai akibat penumpukan lumpur mengurangi kapasitas penampungan air," terang Andri.(02/04/26)

Kondisi banjir yang berulang ini tentu memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat,  Andri berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dapat lebih fokus menyelesaikan masalah infrastruktur dasar ketimbang terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial atau event besar.

"Jangan hanya sibuk kegiatan seremonial, tolong fokus bekerja," ujar Andri.

Banjir di kawasan ini, menurut Andri, bukan sekadar masalah genangan air melainkan gangguan terhadap ekonomi, keselamatan, dan kenyamanan hidup warga. 

"Kami warga berharap tertuju agar solusi jangka panjang segera hadir sehingga warga tidak lagi harus berenang atau lari menghindari banjir setiap kali langit mendung," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

Warga Kota Tasikmalaya Sesalkan, Pemandangan Tumpukan Sampah Masih menjadi Pemandangan Di Beberapa Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi sampah yang menumpuk di Jalan S.L. Tobing, Kelurahan Tugu Jaya, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, tak kunjung diangkat petugas. Tumpukan sampah tersebut telah memenuhi sekeliling wadah sampah hingga meluber ke pinggir jalan, tanpa ada tanda-tanda akan segera diangkut oleh petugas kebersihan.

Padahal, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah gencar mengkampanyekan program "Tasik Kota Resik" sebagai komitmen untuk menjaga kebersihan kota. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa program tersebut belum mampu menjangkau semua titik, termasuk kawasan yang berdekatan dengan fasilitas publik dan usaha sekitar lokasi tersebut.

Saat Pangandarannews.com mencoba melakukan konfirmasi terkait kondisi ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya pada hari kamis (26/3), sayang  tidak bertemu dengan petugas yang dapat memberikan klarifikasi dengan alasan masih suasana pasca-Hari Raya Lebaran.

Tumpukan sampah tersebut, tentu membuat masyarakat sekitar mengungkapkan keluhan yang mendalam terkait kondisi tersebut. .

Risma, salah satu warga yang sering melintas di lokasi tersebut, mengaku sudah lama menunggu sampah diangkut. Ia juga sering melihat kampanye kebersihan dari pemerintah, tapi kenapa di sini saja tidak bisa diurus dengan baik? 

"Apakah karena kekurangan armada, kurangnya petugas, atau hanya slogan belaka?," tanya Risma.(28/03/26)

Risma berharap agar program kebersihan tidak hanya sebatas acara seremonial, tapi harus disertai realisasi di lapangan.

"Tasik Kota Resik jangan cuma slogan aja, butuh bukti nyata," ucapnya.

Padahal, kata Risma, Wali Kota Tasikmalaya aktif di media sosial seperti TikTok, Facebook, dan YouTube, namun sayangnya jarang sekali melihat postingan terkait penanganan sampah.

Permasalahan ini juga mengundang pertanyaan terkait implementasi program GEMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang digagas Pemkot, padahal masyarakat menginginkan langkah konkret dan tindakan nyata dari pihak berwenang dan bukan hanya kampanye yang menarik tanpa diimbangi dengan aksi pada lapangan.(@nwarwaluyo)

Forum Sosonoan Alumni MTsN Rarangjani Tasikmalaya Angkatan 2003, Gelar Halal Bihalal Open House

PANGANDARAN NEWS COM/TASIKNEWS - Alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003, melalui Forum Sosononoan menggelar acara halal bihalal dengan konsep open house yang penuh keakraban di rumah Neng Rika. 

Dengan tema "Mempererat Tali Silaturahmi Antar Alumni" acara ini berhasil menghadirkan sebagian besar anggota alumni, termasuk mereka yang tinggal jauh dari daerah asal.

Beberapa alumni yang datang dari luar daerah, seperti Bandung dan Sodong Hilir rela menyempatkan waktu untuk bertemu sahabat lama setelah sekian lama tidak bertemu. 

Diantara yang hadir secara langsung adalah Rina, EMI, Desi, Lastri, dan Bu Rina. Seluruh peserta pun dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Neng Rika yang telah dengan senang hati menyediakan tempat serta menciptakan suasana kebahagiaan yang tak akan terlupakan.

Meskipun tidak dapat menghadiri acara secara langsung, sejumlah alumni lainnya juga menyampaikan ucapan serta doa untuk kelompok. 

Seperti diungkapkan salah seorang alumni, Parid Zaelani, ia menyampaikan permintaan maafnya karena memiliki kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. 

Begitu juga dengan Ivan yang sudah mulai bekerja di LG, sama mengucapkan maaf serta berdoa "Semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 sing sarehat sadayana sing ageung rezeki.

Alumnus lainnya, Asep Ridwan memberikan semangat untuk kelompok agar tetap semangat dan grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003 terus tetap menjalin silaturahmi antar alumni.

Sementara i Aji yang berada di Tangerang, menyampaikan ucapan maaf melalui telepon dengan harapan, semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 kompak terus dan menjalin silaturahmi antar alumni.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Aduh, Tumpukan Sampah Kembali Menumpuk Jalan RE Martadinata Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gundukan sampah kembali menumpuk di salah satu jalur utama Jalan RE Martadinata

 Kota Tasikmalaya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia melainkan juga membentang ke pinggir jalan bahkan sebagian menutupi trotoar dan sisi jalan raya yang digunakan untuk lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang menumpuk sebagian besar adalah sampah organik, plastik, dan limbah lembaran yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan. 

Kondisi ini tentu tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya telah melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala, namun masih ada kesenjangan antara volume sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kapasitas pengangkutan serta manajemen limbah yang ada. 

Beberapa warga mengaku, tumpukan sampah in sering muncul kembali hanya beberapa hari setelah pembersihan dilakukan terutama menjelang akhir pekan atau setelah hari libur.

Permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang terus diperhatikan pemerintah kota, dengan harapan dapat menemukan solusi berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Salah seorang masyarakat, Reni asal Kota Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kondisi sampah kota Tasikmalaya masih belum teratasi dengan baik. 

"Sejauh mana ketegasan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup? kebanyakan acara bersih-bersih hanya sebatas seremonial saja, itu kenyataan," ujarnya. (26/0226)

Ia juga mengatakan bahwa masalah serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Jalan Swaka, dan hal ini diperkirakan akan semakin parah usai Lebaran Idul Fitri 1447 H.

"Tentang kebersihan, sebaiknyaPemkot Tasikmalaya jangan hanya seremonial," tegasnya.(@nwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN