PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah berita pembangunan sarana jalan, ternyata masih ada kondisi memprihatinkan terjadi di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di jalur penghubung antara Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah dan Desa Bojongasih, Kecamatan Culamega.
Setiap pagi, terlihat puluhan anak-anak sekolah terpaksa harus berjuang keras menyeberangi sungai yang airnya sedang deras-derasnya hanya untuk bisa sampai ke sekolah.
Tampak deretan sepeda motor berjejal, baik masyarakat atau pun pelajar yang tak gentar meski arus sungai tampak kuat dan berbahaya. Mereka tetap nekat melintas, mengingat ini adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut.
Menurut salah seorang pelajar, Rini, berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian ke lokasi ini.
Ia menyampaikan permohonannya kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, supaya dibuatkan jembatan untuk menghubungkan dua desa ini.
"Setiap hari kami harus menyeberang seperti ini, tentu ini sangat berbahaya apalagi saat hujan dan air besar," ujar Rini.(08/04/26)
Rini juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat desa, dirharapkan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur di perkotaan saja
"Bapak Gubernur Jabar sering bilang 'ngurus lembur, tata kota', tapi kok yang di desa malah tidak diurus?", keluhnya.
Rani mungkin mewakili teman-teman dan masyarakat berharap agar keluhan ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti pihak terkait, sehingga tak ada lagi kekhawatirannya saat pergi ke sekolah.
"Kehadiran jembatan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan nyawa anak-anak bangsa yang setiap hari harus berjuang demi menuntut ilmu," ucapnya.(@nwarwaluyo)


























