PANGANDARANNEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran menggelar Shalat Istisqa di halaman Masjid Istiqomah, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Rasul serta sejalan dengan anjuran Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan MUI Provinsi Jawa Barat.
Shalat Istisqa dihadiri lebih dari 300 jamaah yang berasal dari berbagai desa, khususnya Desa Pananjung, Pangandaran, dan Babakan.
Bahkan sejumlah jamaah dari Kecamatan Kalipucang turut hadir dalam kegiatan tersebut, kehadiran tersebut menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Pangandaran yang diwakili Camat Pangandaran, Mahfuz Ghozali S.I.P dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan ibadah bersama tersebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi musim kemarau. Ia juga berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT sehingga hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, KH Subariyo, menyampaikan, Shalat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar terbaik yang diajarkan dalam Islam ketika hujan tidak kunjung turun.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup.
“Air adalah kehidupan dan menjadi kebutuhan yang sangat urgen bagi semua makhluk. Tanpa air, kehidupan akan mengalami berbagai kesulitan dan kerusakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dani Ramdhani, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak jauh hari serta berkoordinasi dengan MUI desa-desa di wilayah Kecamatan Pangandaran agar turut melaksanakan dan mendukung pelaksanaan Shalat Istisqa.
“Kami mengagendakan kegiatan ini jauh-jauh hari mengingat hujan sudah lebih dari lima bulan tidak turun. Semoga ikhtiar ini menjadi sebab turunnya hujan yang penuh keberkahan,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ustadz Ujang Bakhtiar mengingatkan pentingnya menjalankan hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan hak-hak harta. Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor terhalangnya keberkahan, termasuk turunnya hujan, adalah ketika hak-hak dalam harta tidak ditunaikan dengan baik. Karena itu, selain berdoa dan berikhtiar, umat Islam juga diajak untuk memperbaiki amal, menegakkan keadilan, serta menunaikan hak-hak sesama sebagai bagian dari upaya meraih rahmat dan keberkahan Allah SWT. (harisfirdaus)

