1 WARGA MENINGGAL DAN 2 ORANG POSITIF COVID-19, GUGUS TUGAS CIPATUJAH RENCANAKAN ISOLASI MANDIRI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Jajaran Muspika Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dibantu stakeholder lainnyaterus melakukan upaya reaksi cepat terkait penanganan pandemi Covid-19, yang sempat terjadi penularan Kampung Cimangkak, sepekan yang lalu.
Pejabat di tingkat kecamatan pun, seperti Kapolsek Ciatujah, Iptu Rokhmadi, Danramil, Kapten Inf Andri Mulyono, melakukan koordinasi dan komunikasi membahas rencana isolasi mandiri bersama Kesbangpol KabupatenTasikmalaya.

Tidak ketingggalan petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Cipatujah, Sekdes Desa Cipatujah yang tergbung dalam satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ikut andil dalam penanganan ini.

Seperti disampaikan Kapolsek Cipatujah, Iptu Rohmadi, untuk menangani secara cepat terkait kejadian 1 orang warga meninggal dan 2 orang positif Covid-19 di Kampung Cimangkak Desa Cipatujah, perlu adanya embahaan terkait rencana diberlakukannya  isolasi mandiri .

Rokhmadi menuturkan, usai pembahasan yang dilaksanakan di puskesmas, akan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan pada malamnya di tingkat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).

"Sementara untuk 17 orang yang yang diperkirakan pernah punya riwayat kontak fisik atau kedekatan sosial, kini sedang dilakukan isolasi di UPT Puskesmas Cipatujah agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi, ”terangnya.(29/7)

Dan untuk lebih mengefektifkan penanganan, kata Rokhmadi, pihaknya menghimbau kepada warga yang pernah berinteraksi dengan orang yang positif Covid-19 agar segera melaporkan diri melalui RT/RW.

“Selanjutnya hasil laporan warga ke RT/RW tersebut akan langsung dilaporkan ke Tim gugus tugas untuk mendapat penanganan lebih lanjut,”imbuhnya. (ANWARWALUYO)

BUKTI KESERIUSAN PENANGANAN COVID-19, PEMKAB PANGANDARAN DIGANJAR TAMBAHAN DID SEBESAR RP 14,9 MILIAR

“Ada atau tidak ada insentif daerah atau penghargaan lainnya, saya harus tetap bekerja sesuai harapan masyarakat Pangandaran”

PANGANDARANNEWS.COM –Dalam penanganan pandemi covid-19, Pemkab Pangandaran benar-benar fokus dan tidak main-main. Upaya-upya pencegahan virus corona ini terus dilakukan dari muai PSBB, Isolasi Khusus, rafid tes dan lain-lain, menjadi agenda selama hampir 3 bulan ini. Sehingga angka klaster penularan pun bisa terus ditekan dan Pangandaran pun tetap pada status zona biru.

Hampir pada setiap agenda kegiatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan jangan menganggap remeh persoalan covid-19.

“Kita harus bersama-sama aktif dalam pencegahan virus corona ini, “ujar Jeje, beberap waktu lalu.

Bukan hanya peyebaran civid saja yang bisa ditekan, ternyata berkat keseriusan dan keberhasilan ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan Dana Insentif Daerah (DID) tambahan, sebesar Rp 14,9 miliar untuk pembiayaan penanganan COVID-19, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87 tahun 2020 tentang pengelolaan DID tambahan tahun anggaran 2020.

“Ternyata Pangandaran dinyatakan sesuai dengan variabel-variabel aturan itu, salah-satunya telah memenuhi syarat pelaporan kinerja pencegahan dan penanganan COVID-19 “terang Jeje.(30/7)

Jeje mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran menjadi parameter keberhasilan ini, seperti cepatnya pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak, pembagian masker yang dilakukan sejak awal masa pandemi dan kebijakan lainnya.

Dengan diterimanya DID ini tentu menjadi angin segar di tengah kondisi keuangan daerah yang terganggu dampak pandemi, sehingga Pemkab Pangandaran pun kini memiliki anggaran tambahan APBD untuk membiayai penanganan COVID-19 dan dampaknya, seperti pemulihan ekonomi masyarakat terdampak COVID-19, untuk persiapan pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan lainnya yang selama ini terdampak pandemi.

“Ini menjadi kabanggan kita, karena tidak semua daerah menerima DID, di Jawa Barat saja hanya ada 18 daerah, “terangnya.

Sebenarnya keseriusannya dalam penangani covid ini, menurut Jeje, ia tidak mengharapkan bisa menerima penghargaan atau apa pun. Baginya fakto kesehatan masyarakat harus menjadi perioritas di samping sektor-sektor serta kebutuhan dasar lanyya.

“Jadi, ada atau tidak ada insentif daerah atau penghargaan lainnya, saya harus tetap bekerja sesuai kebutuhan masyarakat Pangandaran, “tegasnya. (PNews)

YUSUF KURNIA: “JIKA PILKADA PANGANDARAN ADA DUA CALON, TENTU AKAN TERJADI DINAMIKA YANG TINGGI”

PANGANDARANNEWS.COM-Dalam Rapat Kordinasi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa yang dilaksanakan di Hotel Horisn Pangandaran, di depan peserta rakor, Pengawas Pemilu Kecamatan(Panwascam) se-Kabupaten Pangandaran, Ketua Kordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Jawa Barat, H. Yusuf Kurnia, mengatakan, kehadiran Bawaslu bik pada pemilu legislatif,pilpres atau un pilkada, itu dibekai amanat luber dan jurdil. Dan lebih sepesifiknya main set bawaslu itu lebih cenderung pada asfek jurdil (jujur dan adil).

“Jika dalam penilaian KPU asal seluruh persoalan adiministarsi sudah selesai, maka persoalan pun selesai, tapi kalau bawaslu tidak seperti itu, “ungkap Yusuf.(30/7)

Menurut Yusuf, bisa saja kekuranglengkapan data atau dokumen calon tersebur persoalannya bukan pada calon itu sendiri, melainkan ada di instansi atau lembaga lain. Seperti yang terjadi di daerah lain, seorang calon legisatif  yang kebetulan pegawai BUMD mengakui sudah sudah mengajukan pengundura diri sebagai salah satu syarat pencalonnnya. Tapi ternyata pengunduran dirinya dari BMUD tersebut terlambat diproses instansi terkait sehingga SK pengundurannya pun belum diterima KPU.

“Banyak kasus sejenis yang intinya kesalahan tidak secara langsung dilakukan calon, tapi kalau KPU kan tahunya tidak terpenuhi salah satu sarat, ya dicoret. “terangnya.

Sementara saat disoal kondisi Pilkada Kabupaten Pangandaran, Yusuf mengatakan, secara umum karakteristik pelanggaran di Jawa Barat hampir sama dan dilakukan saat yang satu atau lainnya melakukan pelanggaran. Calon A akan melaporkan pelanggaran calon B atau sebaliknya dengan kemasan kampanye yang terkesan pihak lawan curang dan tidak layak dipilih, sehingga terjadi pelanggaran berikutnya, kampanye hitam (black campaign). Dan laporan itu tentunya akan dijadikan kampanye untuk memojokan lawan yang diharapkan mampu menaikan elektabilitas.

Begitu juga dalam politik uang (money politic), biasanya kasus tersebut akan putus hanya sebatas pada pelaku di lapangan dan tidak menjangkau aktor dibalik pelanggaran itu, dan persoalan pun menjadi bias.

“Melihat pilkada Pangandaran, jika memang ada dua calon saja, ini akan terjadi head to head dan tentunya dengan dinamika politik yang tinggi karena akan terjadi persaingan ketat, “ujar Yusuf.

 Sementara usai acara rakor, Ketua Bawaslu Pangandaran,Iwan Yudiawan, mengatakan, rakor ini menjadi penting sehingga pihaknya pun sengaja mengundang para pemateri dari eksternal.

“Informasi yang didapat disini mudah-mudah akan menjadi tambahan informasi dan wawasan  rekan-rekan bawaslu dan panwascam, “ujarnya. (PNews)

SEJUMLAH PENGENDARA MOTOR KELUHKAN TRUK PENGANKUT PASIR TANPA PENUTUP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Keberadaan truk pengangkut pasir yang melintas sepanjang jalan raya Cipatujah Kabupaten  Tasikmalaya, kerap dikeluhkan sejumlah warga. Pasalnya, truk yang bermuatan pasir tersebut tidak ditutup terpal danmelebihi kapasitas sehingga banyak tercecer di jalan.

Tidak hanya itu, akibat tidak ditutup juga mengakibatkan para pengendara motor terkena debu dari pasir yang terbawa angin yang berakibat mengganggu jarak pandang.

“Bahkan tidak jarang debu tersebut masuk ke mata sehingga mengakibatkan mata perih dan mengganggu penglihatan, “ujar salah seorang pengendara motor asal Cipatujah, Dede.(29/7)

Hal senada dikatakan arga lainnya, Asep, ia juga mengaku harus meminggirkan dulu motornya akibat matanya kelilipan akibat kemasukan pasir.

“Kepada siapa saja yang mempunyai kewenangan, saya harap hal ini segera ditertibkan agar pengguna jalan teruatama pengguna motor bisa nyaman saat di jalan  raya, “tuturnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA SIAPKAN 81 RIBU FACE SHIELD UNTUK PERSIAPAN SISWA MASUK SEKOLAH LAGI

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM-Bukan hanya perekonomian saja yang terdampak akibat pandemi covid-19, tapi hampir seluruh tatanan kehidupan seperti sosial, politik dan lainnya bahkan dunia pendidikan ikut merasakan akibatnya.

Hampir tiga bulan anak-anak sekolah hanya berdiam diri di rumah dengan metode Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)yang dirasakan masyarakat tidak efektip, dan hal ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah.

Menyikapi hal tersebut Pemkab Pangandaran pun segera membuat terobosan untuk “menyelamatkan” seluruh peserta didik agar mereka bisa kembali belajar denga normal bertatap muka dengan guru, teman dan lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, saat ini Kabupaten Pangandaran sudah berstatus zona hijau pada peta kewaspadaan Covid-19, dengan rincian yang positif Covid-19, PDP dan ODP, nol, sehingga sistim belajar tatap muka pun tidak lama lagi bisa segera diberlakukan.

“Hanya saja tetap dengan menerapkan protokol kesehatan covid, “tegas Jeje.(29/7)

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandarn akan segera mengirim surat ke Gubernur Jawa Barat agar pendidikan di Kabupaten Pangandaran bisa dilaksanakan, sehingga anak-anak pun segera bisa masuk ke sekolah kembali. dan untuk persiapan tersebut Pemkab akan segera mempersiapkan 81 ribu face shield (penutup wajah) dan masker yang nantinya akan dipakai siswa dan guru saat kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas.

“Orang tua siswa pun tidak usah repot-repot membeli, karena menyediakan face shield dan masker ini karena Pemkab Pangandaran sudah menyediakan ini, “ujar Jeje.

Menurut Jeje, langkah ini merupakan salah-satu keseriusan Pemkab Pangandaran pada dunia pendidikan dengan menyikapi dinamika di masyarakat yang erasa resah akibat terlalu lama anak-anaknya tidak sekolah.

“Saya menerima langsung beberapa keluhan orangtua siswa tersebut karena memang hal ini sangat mendasar dan rasional, “ungkap Jeje.

"Dikarenakan penutupan kegiatan sekolah saat Pandemi Covid-19 itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, maka saya akan kirim surat ke pak Gubernur dan datang ke pak Menteri Pendidikan agar sekolah di Pangandaran bisa berjalan kembali," ujarnya.

Jeje juga mengatakan, penutupan sekolah serta pemberlakukan PJJ merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus dikuti pemda, dan ini bukan terjadi hanya di Pangandaran saja.

Dan sekarang, kata Jeje, ia akan berusaha menyampaikan dan meyakinkan Pemprov dan pemerintah  pusat, Pangandaran sudah zero Covid-19 dan kondisi ini mudah-mudahan bisa dipertahankan agar anak-anak bisa ke sekolah lagi.

“Saya minta dukungan masyarakat, tetap jalani protokol kesehatan, salah satunya tetap memaki masker jika akan keluar rumah, “pungkas Jeje. (PNews)

FKPPI DAN PPM PANGANDARAN BULATKAN TEKAD DUKUNG PASANGAN ADANG HADARI - SUPRATMAN

PANGANDARANNEWS.COM-Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Pangandaran, hari ini (28/7) bertempat di Sekertariat Bersama (SEKBER) Pangandaran Bangkit Bersatu di DesaKarangbenda Kecamatan Parigi, menggelar pernyataan sikap dan dukungan kepada pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari - Supratman (AMAN) pada pilkada Pangandaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020 mendatang.

Sekjen FKPPI, Yogi yang di dampingi Ketua PPM kabupaten Pangandaran, Idit Komarudin, mengatakan, FKPPI dan PPM bersepakat melalui peryataan sikap secara lisan maupun tertulis mendukung pasangan pasangan AMAN untuk maju di Pilkada Pangandaran.

"Kami ingin memberikan kepercayaan terhadap orang yang berperan dalam pemekarkan Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis, serta melanjutkan perjuangannya, “kata Yogi.

Untuk kebaikan dan kemajuan di Kabupaten Pangandaran yang adil dan merata, kata Yogi, pihaknya secara tegas mendukung pasangan AMAN.

Masih di tempat yang sama, bakal calon (balon) Bupati Pangadaran, H Adang Hadari, mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus serta anggota FKPPI dan PPM Kabupaten Pangandaran yang telah memberika dukungan padanya.

“Dengan kepercayaan ini merupakan suatu penghargaan yang luar biasa, walau hingga hari ini kami  belum bisa memberikan apa pun untuk membalas kebaikan ini, “kata Adang.

Adang mengatakn, niat untuk maju di Pilkada mendatang ini karena dorongan masyarakat dan partai, yangbertujuan ingin mewujudkan cita-cita pemekeran yang sudah di konsep sejak pangandaran masih bagian dari Kabupaten Ciamis.

Demi kepentingan masyarakat, lanjut Adang, harus sepakat untuk melanjutkan program- program pemerintah yang dianggap sudah bagus dan disempurnakan bersama-sama apabila ada program -program yang kurang bagus.

Dengan majunya Adang –Supratman, bukan karena ingin menagih janji dari, menurutnya, ia hanya ingin memanfaatkan sisa umur untuk kepentingan masyarakat Pangandaran.

Adang juga mengatakan, karena program yang digulirkan untuk kebutuhan dasar masyarakat itu semu hasil kolektif koligial, karena tanpa campurtangan DPRD dan elemen lainnya, pembangunan di Kabupaten Pangandaran tidak akan terealisasi. Jadi, kata Adang, seluruh pembangunan di Kabupaten Pangandaran ini tidak lepas dari peran serta dari semua elemen.

“Untuk itu mari bersama sama satukan tekad untuk membangun Kabupaten Pangandaran, terlepas  siapapun bupatinya nanti, karena masyarakat pun punya peran dalam hal itu. “pungkasnya. (AGE)

HAMIDA SIAP DUKUNG DAN MENANGKAN PASANGAN AMAN DI PILKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Himpunan Alumni Miptahul Huda (HAMIDA) siap untuk bersatu mendukung dan memenangkan pasangan Adang -Supratman (AMAN) menjadi Bakal Calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pada Pilkada 2020 mendatang.

Seperti disampaikan Ketua Hamida, KH Asep A Maosul Affandy, untuk memenangkan calon yang diusung, para pendukung harus bersatu, sehingga impian bersama dapat terwujud untuk kemajuan umat di Kabupaten Pangandaran

"Kita bertekad H Adang dan H Supratman sebagai balon Bupati dan Wakil Bupati akan menang dalam Pilkada tahun ini,"kata Asep, di hotel Sandaan Pangandaran.(28/7)

Menurut politisi PPP ini, untuk kemajuan umat di Pangandaran, HAMIDA harus lebih awal melangkah untuk memenangkan calon yang didukung, karena jika para pendukung bersatu maka akan mampu memenangkan pilkada yang akan diseenggarakan bulan desember tahun ini.

Selain dorongan dari HAMIDA, kata Asep lagi, silaturahmi calon Bupati dan calon Wakil Bupati dengan sejumlah elemen masyarakat, itu merupakan salah satu langkah pemenangan.

"Jadi saya berharap pasangan AMAN jangan bosan bosan turun langsung ke masyarakat karena dengan cara seperti itu masyarakat akan merasa lebih dekat, “ujar Asep.

Sementara tanpa didampingi balon Wakil Bupati Supratman, H. Adang Hadari mengakui oftimis untuk memenangkan pada kontestasi pilkada Pangandaran.

Soal rekomendasi dari DPP partai Golkar, Adang mengatakan, Surat Rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar sudah ia terima.

“Bahkan rekomendasi untuk balon wakil yang diusung DPP PKB pun sudah ada, “jelasny. (AGE)

WAKAPOLRES CIAMIS AJAK WARGA PANGANDARAN CIPTAKAN RASA AMAN DAN NYAMAN

PANGANDARANNEWS.COM-Wakapolres Ciamis, Kompol H. Hidayatullah, di hadapan Ketua MUI, Ketua Pc Nu, Ketua Pc Persis Pangandaran saat saat berada di Mapolsek Pangandaran dalam kegiatan kunjungan kerjanya, mengajak agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, LSM dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pangandaran agar tetap menjalin kebersamaan serta tetap menyambung tali silaturahmi antara satu dengan lainnya.

"Menjaga keamanan dan rasa nyaman  di masyarakat itu tidak bisa bertumpu pada satu pihak, tetapi harus melibatkan semua komponen," katanya.

Ia menambahkan, Pangandaran merupakan daerah tujua wisata tetunya menjadi tempat strategis untuk peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga dierlukan perhatian terkait masalah keamanan,
apalagi tahun ini Kabupaten Pangandaran akan menyelenggarakan pesta rakyat, tentunya masalah keamanan ini tidak bisa hanya ditangani pihak kepolisisan semata, tapi harus ada sinergitas antara aparat dengan seluruh komponen ang ada di masyarakat.

"Saya mengaak mari bersama-sama bersinergi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Pangandaran, “tegas Hidayatullah. (HARIS FIRDAUS)

KASATLANTAS POLRES CIAMIS:” SEKARANG SOPAN SANTUN DI JALAN RAYA NYARIS HILANG "

Kasat Lalulintas Polres Ciamis, AKP Sofyan Efendi
PANGANDARANNEWS.COM-Pentingnya kesadaran berlaluntas harus selalu ditumbuhkan pada pengguna kendaraan, pasalnya selama ini kesadaran berlalulintas yang benar di masyarakat masih renda.

Demikian disampaikan Kasat Lalulintas Polres Ciamis, AKP Sofyan Efendi, saat melakukan kunjungan kerjanya ke Mapolsek Pangandaran.(28/7)

Menurut Sofyan, masyarkat masih perlu memahami pentingnya berlalulintas di jalan raya karena ini untuk kepentingan umum, kepentingan pengguna jalan.

“Sebaiknya para pengguna kendaraan mengikuti aturan agar ketertiban umum ini dalam berlalu lintas pun tercipta, “ungkapnya.

Dan kesadaran berlalulintas yang benar ini juga, kata Sofyan, untuk keselamatan pengendara, karena pengguna jalan raya ini bukan untuk satu-dua orang saja, sehingga di sini pentingnya sopan santun di jalan khususnya bagi seluruh pengendara.

“Sekarang sopan santun di jalan ini nyaris hilang, padahal itu sangat penting sekali agar orang tidak seenaknya saja menggunakan kendaraannya, “kata Sofyan lagi. (HARIS FIRDAUS)

WARGA DIRGAHAYU DIKEJUTKAN DENGAN PENEMUAN JASAD DIDUGA KORBAN BUNUH DIRI

PANGANDARANNEWS.COM-TASIKNEWS-Warga Dusun Trowek Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, pagi tadi (28/7) dikejutkan dengan penemuan mayat dengan kondisi tergantung pada sebuah pohon. Dari keterangan beberapa, diketahu korban merupakan warga setempat bernama JN berusia 31 tahun ini diduga meninggal akibat bunuh diri.

Menurut Babinsa Desa Dirgahayu, Peltu Dani Solihin, penemuan korban pertama diketahui oleh “MMH” yang juga merupakan ibu korban, saat hendak mengantarkan makanan pagi bagi anaknya tersebut. Namun saat tiba di lokasi ia mendapati putranya dalam kondisi meninggal dengan seutas tali terlilit dilehernya dan posisi menggantung di salah satu pohon di kebun yang berjarak 500 meter dari pemukiman.

 “Mendapati putranya sudah tidak bernyawa lagi MMH pun langsung kembali ke rumahnya dan segera melaporkan kejadian yang menimpa anaknya pada Kepala dusun, ketua RW/RT serta beberapa tetangganya, ”terang Dani.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Bdani pun langsung berkoordinasi dengan Polisi Sektor  Kadipaten untuk mengevakuasi korban. Tidak lama kemudian Tim Inafis dari Polresta Tasikmalaya pun datang ke TKP dan lansung melakukan penanganan sesuai prosedur sekaligus melakukan pengecekan /visum terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Dani, tidak didapati keganjilan atau pun luka pada tubuh korban sehingga dipastikan korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara menggantung tubuhnya dengan seutas tali pada pohon,

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah sehingga setelah semua proses selesai jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,”pungkasnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, belum diktahui penyebab korban melakukan bunuh diri.(ANWARWALUYO-OD)

UNGKAP SEORANG GURU, DI MASA PANDEMI SISWA BELAJAR SECARA DARI/LURING TERNYATA KURANG EFEKTIP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Merebaknya pandemi membuat segala bentuk aktivitas harus dilakukan secara daring, termasuk kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah. Namun, kegiatan itu mengalami banyak kendala terutama pada masalah akses internet dan juga banyaknya siswa yang tidak punya handphone android. Masalah ini harus bisa diatasi oleh para guru yang dituntut untuk bisa tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar bagaimanapun kondisinya.

Seorang guru yang mengajar di SD 2 Karang  Kecamatan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, Uus,   rela mendatangi rumah murid-muridnya agar tetap bisa melakukan pembelajaran tatap muka, karena tidak semua  orang tua  mempuyai android  atau terkadang terkendala akses internet dan juga jaringan internet  sering gangguan membuat akses internet sulit.

Sejak Pandemi Covid-19 aktivitas siswa dan guru di sekolah pun terpaksa ditiadakan, peserta didik hanya belajar dari rumah dengan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Menurutnya, di era new normal ini dunia pendidikan pun terus berbenah agar tetap bisa memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada siswa, diantaranya dengan menggabungkan daring dan luring.

"Kami tetap mengupayakan agar siswa tetap bisa belajar, model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring walau sejujurnya belajar dengan cara ini tidak efektif, “ujarnya.(28/7)

Alasannya, kata Uus, peserta didik dengan penndidikan dan penguasaan teknologi yang rendah, sarana prasarana belum memadai serta keadaan perekonomian masyarakat yang masih lemah, jelas tidak akan bisa mengikuti belajar daring ini.

Karena, ujarnya lagi, tidak semua siswa memiliki laptop dan smart phone untuk mengikuti belajar melalui virtual, sehingga 180 siswa yang ada di SD 2 Karang hanya setengahnya saja yang dapat mengikuti belajar daring.

“Alasan lainnya, peserta didik tidak berada di rumah saat belajar daring dimulai karena mereka pun harus membantu orang tua seperti pergi ke swah bahkan menjadi buruh dan berjualan di pasar, “ungkapnya.

Kata Uus, upaya agar peserta didiknya tetap mendapatkan hak belajar saat ini, ia pun mencoba dengan membuat kelompok belajar kecil yang terdiri dari tiga atau empat orang siswa. Siswa diberikan hak untuk memilih kelompoknya masing –masing atau bisa juga dengan melakukan kunjungan ke rumah siswa yang belum bisa bergabung ke kelas daring.

Selanjutnya makukan diskusi terbuka untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi siswa. Ketika hal ini dilakukan maka guru bisa menganalisa faktor penghambat yang dihadapi siswa, sehingga tindakan tepat bisa dilakukan dengan cepat. Ketiga, siswa akan mengikuti kelas daring jika materi yang disampaikan guru menarik dan menyentuh langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan tentunya keterampilan siswa dalam mengelola kelas daring dengan baik pun akan memberikan kontribusi besar pada keefektifan pembelajaran dengan cara ini.

Uus juga merasa khawatir pandemi ini tentu saja bisa berpeluang mengancam kualitas pendidikan dan menghilangkan hak siswa untuk belajar. Sehingga pengaruh dan peran orang tua pun menjadi sangat besar terhadap pendidikan anak saat ini. Pengaruh inilah yang harus dimanfaatkan guru untuk mewujudkan pembelajaran daring yang efektif, orangtua perlu dilibatkan ketika kegiatan pembelajaran daring.

“Dan tidak menutup kemungkinan proses pembelajaran bisa dilaksanakan siswa dari tempatnya bekerja membantu orang tua, sehingga penerapan pembelajar sekarang ini membuat tugas guru pun semakin berat, “kata Uus.

Sementara secara terpisah Kepala SD 2 Karang, Dedi, mengatakan, ia merasa heran karena sekarang mall-mall, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan dibuka tapi sekolah masih diliburkan.

“Aneh juga ya, “ungkapnya.(ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

KADES SIMPANG :”UNTUK TETAP EKSIS DESA HARUS PUNYA LANGKAH STRTAGEGIS DI MASA PANDEMI INI”

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dengan memanfaatkan anggaran yang ada pada APBDes, Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, terus berupaya membangun sarana dan prasarana, sehingga kegiatan dan program yang sudah diamanatkan melalui musyawarah Rencana Pembangunan (usrenbang) desa pun terus berjalan.

Menurut Kepala Desa Simpang, Budi ZA, ini semua berkat dukungan seluruh perangkat dan lembaga yang ada di pemdes, seperti BPD, LPM, Karangtaruna, tokoh masyarakat serta dukungan seluruh warga untuk bisa mewujudkan desa yang lebih baik dan mandiri yang pada gilirannya mampu mensejahterkan seluruh warga.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Babinsa, Babinmas dan pemerintah Kecamatan Bantarkaong yang tidak  bosan-bosanya memberikan arahan dan pembinaan pada kami, “ujar Budi, pada PNews di ruang kerjanya.(28/7)

Budi menambahkan, dengan anggaran yang ada ditambah dari sumber pendapatan desa tahun ini telah dilaksanakan pembangunan halaman dan taman kantor desa. Bahkan, kata Budi, ia pun akan melanjutkan kegiatan ini dengan merencanakan pembenahan  pasar Simpang agar nantinya bisa lebih memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat dalam transaksi jua-beli.

Budi juga tetap berkomitmen segala usahanya ini untuk memajukan serta mensejahtrakan masyarakat desa serta ingin pembangunn yang ada di desanya menjadi contoh desa-desa lainnya.

“Sebenarnya untuk melaksanakan pembangunan kita tidak harus menunggu batuan dari provinsi, asal kita bsa membuat terobosan dan langkah-langkah strategis, Insaalloh kegiatan desa pun akan tetap berjalan, “imbuhnya.

Apalagi saat ini Indonesia sedang ditimpa musibah wabah coronpandemi covid-19  yang juga sangat berdampak pada kehiduan masyarakat, sehingga solusinya harus ada langkah nyata untuk membangkitkan keterpurukan ekonomi masyrakat.

 “Saya atas nama Pemdes Simpang merasa bangga karena ada bukti pembagunan yang bisa dinikmati manfaatnyaoleh warga, “pungkasnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

CECEP NURUL YAKIN: “DI USIANYA YANG KE 388 SEMOGA KABUPATEN TASIK SEMAKIN MAJU”

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Upacara hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-388 yang dipimpin langsung Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto, menjadi puncak acara milangkala yang turut dihadiri sejumlah pejabat baik eksekutif maupun legislatif serta tamu undangan dari berbagai kalangan serta keluarga besar Karang taruna.

Sejumlah kegiatan pun dilaksanakan untuk menyambut momen penting tersebut, salah satunya pelaksanaan upacara peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di halaman kantor bupati Singaparna, Minggu (26/7)

Saat diminta komentarnya, Ketua Karang Taruna yang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan, di hari jadinya ke 388 ini diharapkan Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dan sejahtera seluruh warganya.

Dengan bertambahnya usia diharapkan mampu membawa berkah untuk seluruh warga serta bisa lebih mengoptimalkan baik sektor agama, sosial, pedidikan, ekonomi, pertanian, dan sektor lainnya, yang pada gilirannya akan mampu lebih mensejahterakan seluruh masyarakat.

“Atas nama masyarakat dan keluarga besar karangtaruna, saya mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke 388, mudah-mudahan kita selalu mendapat barokah, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

BUAH KERJA KERAS APARAT, UNSUR MUSPIKA, PEMDES DAN MASYARAKAT, KECAMATAN KARANGNUNGGAL RAIH PENGHARGAAN


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana STP MM kembali menerima penghargaan dari DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya atas kinerja baiknya sebagai camat Inspiratif serta mampu melaksanakan sinergitas di lingkup kecamatan.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto S.Ip pada rangkaian acara Milangkala Kabupaten Tasikmalaya Ke-388 yang dilaksanakan di pendopo kabupaten, di Singaparna. (26/7)

“Penghargaan yang saya terima ini merupakan buah kerja keras aparatur Kecamatan Karangnunggal, Unsur Muspika, Pemerintah desa, lembaga dan organisasi kemasyarakat yang menjadi mitra strategis serta, “ungkap Asep.

Masih kata Asep, indikator yang menjadi pertimbangan pemkab atas penghargaan ini karena Kecamatan Karangnunggal mampu memenuhi ketersediaan sarana dan fasilitas yang memadahi sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat saat mengurus beragam pelayanan serta kemudahan masyarakat saat mengurus pelayanan tanpa dipersulit sekaligus keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM)/aparatur yang rata-rata memiliki kemampuan dan pengetahuan menjadi pertimbangan lainnya.

Keberhasilan menjalankan sinergitas kinerja kecamatan dalam pelaksanaan tugas seluruh komponen tersebut,kata Asep, ini merupaka buah prestasi sehingga Pemkab Tasikmalaya pun memberikan pengakuan dan penghargaan.

Asep juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi banyak terhadap pemerintah Kecamatan Karangnunggal sehingga mampu mewujudkan sinergitas kinerja yang baik.

“Penghargaan ini merupakan buah manis dari kerja keras aparatur, lintas sektoral dan seluruh masyarakat Kecamatan Karangnunggal,”katanya. (ANWARWALUYO)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 25 JULI 2020


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total            :   21 org
Sembuh :   21 org
Pulang :    0 org (Isolasi Mandiri)

MASIH PERAWATAN :    0 org

WNI      :   21 org
Laki2    :   19 org
Perem :    2 org
Usia
20 - 29 :    6 org
30 - 39 :    5 org
40 - 49 :    6 org
50 - 59 :    2 org
60 - 69 :    2 org


DALAM  PENGAWASAN

1. Total         :   17 org
2. Selesai :   10 org
  - meninggal :    7 org

Ket :
a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke
f. Diagnosa  : Radang Selaput Otak
g. Diagnosa : TB

3. Msh pengawasan :    0 org
4  Laki-Laki :   10 org
5. Perempuan :    7 org
6. WNI :   17 org
7. WNA :    0 org
8. Usia :
< 5 th :
6-19    :    1 org
20-29 :    2 org
30-39 :
40-49 :    1 org
50-59 :    3 org
60-69 :    5 org
70-79 :    5 org
>80    : 


DALAM PEMANTAUAN

1. Total         :  556 org
2. Selesai :  556 org
3. Msh pemantauan :      0 org
4. Laki-Laki :  343 org
5. Perempuan :  213 org
6. WNI :  551 org
7. WNA :      5 org
8. Usia :
< 5 th :    11 org
6-19    :    73 org
20-29 :  228 org
30-39 :    80 org
40-49 :    72 org
50-59 :    50 org
60-69 :    31 org
70-79 :      9 org
>80              :      2 org

 ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL :  529 org
SELESAI :  529 org
MASIH PEMANTAUAN :     0 org

HASIL LAB. SWAB

Positif    :      21 org
Negatif  :  3267 org
Menunggu hasil :    360 org
Jumlah  :  3648 org



HASIL RAPID TEST

Positif    :   14 org
Invalid    :   39 org
Negatif : 5534 org
Total      : 5548 org



Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 25 Juli  2020 :
















PEMUDA PANCASILA MPC PANGANDARAN GELAR RAPAT PEMBENTUKAN RANTING DESA SINDANGJAYA DAN JANGRAGA

PANGANDARANNEWS.COM-Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila merupakan sebuah organisasi paramiliter Indonesia yang cukup tua yang oleh Jendral Abdul Haris Nasution, dan ormas ini dulu dibentuk dari gangster politik semi preman yang mendukung penuh dengan kemiliteran Orde Baru. Tapi sekarang Pemuda Pancasila Reformasi bukan lagi organisasi preman, karena kehadirannya makin dirasakan mamfaatnya bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC Pangandaran, Asep fitri, dalam acara RPP kepengurusan Pemuda Pancasila tingkat ranting di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, yang dihadiri Kepala Desa Sindangjaya, MPC PP Kabupaten Pangandaran, ketua MPO Kecamatan Mangunjaya, ketua KNPI Mangunjaya, ketua PP Mangunjaya dan seluruh anggota PP Desa Sindangjaya dan Jangraga.

“Salah satu langkah utama yang  dijalankannya Pemuda Pancasila, melakukan kegiatan yang bisa bermamfaat dan menjadi panutan bagi masyarakat, “ungkapnya. (25/7)

Pemuda Pancasila, kata Asep, mulai bergerak menjalankan visi misinya ke arah jati diri Ormas yang sebenarnya, seperti membenahi diri dan organisasi yang lebih baik dan yang mampu dirasakan manfaatnya baik dari masyarakat hingga kalangan pejabat.

Dalam rapat RPP kepengurusan Pemuda Pancasila tingkat ranting di Desa Sindangjaya, terpilih sebagai Ketua Ranting Desa Sindangjaya, M Tohir dan Desa Jangraga, Wawan. (Tn)

AKSELERASI PEMBANGUNAN DAN PERLUASAN KAWASAN WISATA PANGANDARAN, PEMDA BUTUH DUKUNGAN SELURUH ELEMEN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa rencanan penataan, pembangunan dan pengembangan di sejumlah obyek wisata (OW)  yang ada di Kabupaten Pangandaran akan terus dilakukan pemda.  Sementara peembangunan di beberapa OW yang sudah dilakukan, ini meruakan tahap awal dari seluruh pembangunan yang menjadi target untuk menjadikan Pangandaran sebagai tujuan pariwisata dunia.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, kepada awak media di ruang kerjanya(24/7)

Kata Jeje, merelokasi pedagang yang ada di pinggir pantai dan perahu dari pantai barat ke pelabuhan itu merupakan langkah strategis yang dilakukan Pemkab Pangandaran bersama masyarakat agar pantai tidak kelihatan kumuh dan lebih bisa tertata.

“Dan langkah-langkah pemerintah ini harus bersama-sama masyarakat dengan porsinyamasing-masing, “ungkap Jeje.

Pemda juga berencana akan melakukan perluasan titik kegiatan wisata sehingga tidak hanya pantai Pangandaran saja yang nantinya menjadi tujuan wisatawan, karena dengan bentang pantai sepanjang 91 km, ke depan akan akan muncul destinasi-destina wisata unggulan lainnya.

“Tapi kami juga masih menyimpan persoalan yang harus dipecahkan bersama antara Pemkab,, Pemprov dan Pemerintah Pusat terkait akses menuju Pangandaran yang cukup jauh dijangkau baik dari Bandung ataupun kota-kota besar lainnya, “imbuhnya.

Dan hal merupakan salah satu kendala, karena, menurut Jeje, jarak temuh yang jauh ini wisatawan pun harus beberapa jam untuk bisa sampai ke Pangandaran, seperti dari Bandung 5 jam, dari Jakarta 8 jam dan seterusnya, sehigga pemeritah pun saat ini sedang mencari langkah-langkah agar perjaanan ke Pangandaran bisa ditempuh cukup dengan waktu 2 atau 3 jam saja.

 “Alhamdulilah beberapa minggu yang lalu saya rapat di Provinsi Insya Allah tahun 2024 pembangunan tol dari Bandung, Pangandaran dan berakhir di Cilacap diperkirakan sudah selesai dibangun dengan eksit tolnya di Kalipucang, sehingga nanti Bandung-Pangandaran cukup 2,5 jam dan dari Jakarta bisa 3 jam saj,”jelasnya.

Upaya lain agar kunjungan wisatawan ke Pangandaran terus meningkat, kata Jeje, dengan meyakinkan beberapa maskapai penerbangan supaya membuka rute penerbangannya ke Pangandaran-Jakarta-Jogja dan kota-kota besar lainnya.

Jeje juga mengakui, melakukan penataan kawasan, perluasan kawasan serta mempercepat akses, bukan pekerjaan mudah. Tapi seluruhnya dilakukan bersama-sama, bukan tidak mungkin ini akan menjadi ringan danmudah direalisasikan. Dan walau pun saat sempat tertunda karena wabah pandemi corona yang melanda dunia, pengerjaan perluasan kawasan akan terus dijalankan walau tidak sesuai dengan rencana bisa selesai tahun ini.

Tahun 2021 penataan kawasan pantai barat dan timur lanjutan ditunda, tetapi pengerjaan pembangunan jembatan di pebuhan Babakan ke pantai timur dan jembatana Pamugaran hingga jalan pantai ke Batuhiu dengan total anggaran Rp 73 milyar dari rencana semula sebesar Rp 137 milyar akan dikerjakan tahun ini.
Sementara pengerjaan jalan pantai dari mulai kawasan Lembah Putri di Desa Putrapinggan Kecamatan hingga Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak sepanjang 48 km ditmabah pembangunan jembatan Sodongkopo dengan total anggaran 1,3 trilyun, kata Jeje, terpaksa ditunda.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pengerjaan jalan dari Desa Sindangsari-Cibanten, Paledah-Simpang Mangunjaya dan Desa Kertamukti ke Cikondang pun tahun ini urung dilaksanakan. Sehingga dari seluruh ruas jalan kabupaten sepanjang 504 km, yang sudah selesai pengerjaaan sekitar 84 % atau sepanjang 419 km.

Demikian juga pembangunan alun-alun di lokasi perkantoran pemda, yang semula akan dibangun dengan biaya Rp 18 milyar, kata Jeje, tahun 2020 ini hanya dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar saja.

“Dan untuk kelancaran semua ini tentu tidak bisa sendiri, harus ada dukungan seluruh elemen masyarakat agar saya bisa melanjutkannya sehingga mimpi Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia pun akan segera terwujud, “ungkas JeJe. (PNews)



MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA BERSAMA POLSEK-KORAMIL KARANGNUNGGAL PUPUK SINERGITAS DAN KEBERSAMAAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk mempererat tali silaturahmi serta memuuk rasa kebersamaan antara institusi Polri dan TNI, Kapolsek Karangnunggal, Kompol H. Asep Ishak, S.Ip beserta jajarannya kunjungi Kantor Koramil 1215 Karangnunggal serta menggelar kegiatan olahraga bersama.

Kedatangan anggota polsek ini tentu disambut hangat Danramil 1215 Karangnunggal, Mayor Inf. Kurniadi, seraya menuturkan, pihaknya merasa bangga atas sinergitas dan soliditas yang selama ini terjalin sangat baik antara Koramil 1215 dan Polsek Karangnunggal.

“Saya berharap dengan kegiatan ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI dan Polri, “ paparnya.(24/7)

Hal senda dikatakan Kapolsek Karangnunggal Kompol H. Asep Ishak, S.Ip, maksud dan tujuan diadakannya olahraga bersama ini untuk mempererat tali silaturahmi diantara kedua alat negara serta memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan TNI-POLRI dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini khususnya di Kecamatan Karangnunggal dan NKRI pada umumnya.

“Sinergitas kami tetap terjaga utuh, dan kami pun bersama anggota koramil siap mengamankan khususnya wilayah Karangnunggal, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

SEJUMLAH ORANGTUA SISWA DI KARANGNUNGGAL MENGAKU PROSES BELAJAR DARING TIDAK EPEKTIF

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Mengikuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat disampaikan melalui Dinas Pendidikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah sebagai mana biasa tidak dilakukan dengan waktu yang belum ditentukan, guna menghindari munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekolah/pendidikan. Daring adalah merupakan singkatan dari “dalam jaringan” sebagai pengganti kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet, dan daring merupakan terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan internet.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Karangnunggal, Acep M.Mpd saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu.

Menurut Acep, pihaknya saat ini tetap mamatuhi perintah pusat, artinya untuk ruang lingkup UPTD Pendidikan Karangnunggal mulai dari tingkat Paud/TK sampai tingkat SMA dan sederajat semua mengikuti sistem pembelajaran daring pada suasana Pandemi Covid-19 saat ini.

“Guru wajib memahami tentang sistem ini, sebab pendidikan tidak boleh berhenti dengan keadaan dan situasi apapun untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” tandasnya.(24/7)

Kata Acep, salah satu media kegiatan belajar-mengajar pihaknya terus menyambangi beberapa kelompok belajar di di lapangan, anak-anak atau para siswa agar tidak kehilangan semangat untuk belajar mengikuti sistem yang diberlakukan. Hanya di sisi lain ada yang perlu jadi perhatian pemerintah terkait siswa yang keluarganya dinilai kurang mampu secara ekonomi, pembelajaran sistem daring yang berbasis aplikasi dengan android ini.

Menurutnya, bagi siswa yang tidak mampu tetap harus dicarikan solusinya agar tidak kesenjangan antara siswa yang mampu dengan siswa yang kurang mampu secara ekonomi.

Salah satunya dengan mengutus Desi, Spd (Guru Matematika) dan Suryana, Spd (Guru Kesenian) di SMP Islam Trijaya dengan membentuk kelompok-kelompok belajar yang setiap harinya dipantau.

“Solusi ini untuk mensiasati agar semua siswa mendapat pembelajaran yang adil baik bagi siswa yang mampu maupun siswa yang kurang mampu, “imbuhnya.

Saat diminta komentarnya, beberapa orang tua murid, mengatakan, belajar darling berbasis  aplikasi on line sangat tidak epektif, pasalnya di saat pademi  covid 19 kondisi ekonomi sedang lemah untuk memenuhikbutuhan sehari-hari pun sulit apalagi untuk membeli android.

“Belum lagi biaya untukmembeli pulsa kouta  internetnya, jelas  belajar darling ini sangat tidak epektif dibanding belajar di sekolah seperti biasa, “ujarnya.

Disayangkan saat diminta tanggapannya tentang hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya,  sedang sibuk. (ANWARWALUYO)

BARISAN ULAMA DAN ORMAS DI BANJAR JABAR GELAR AKSI DEMO TOLAK RUU HIP DAN TUNTUT BUBARKAN BPIP

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS-Penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) terus disampaikan masyarakat di hampir di setiap daerah, saah satunya di Kota Banjar. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Umat Islam dan Masyarakat Kota Banjar, berkumpul di alun-alun melakukan seruan melawan ideologi Komunisme dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Dalam seruan aksi yang dimulai pukul satu siang dengan mengangkat tema “Melawan Idiologi Komunisme dan Menolak RUU HIP/BPIP Serta Bubarkan BPIP”, diikuti 30 Ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan (OKP), Tokoh Agama dan Masyarakat Kota Banjar.

Tidak ketingggalan peserta aksi pun di sela-sela aksinya diwarnai dengan pertunjukan Pencak Silat dan debus yang menggambarkan simbol para ulama, pemuda dan lapisan masyarakat Banjar siap sampai darah penghabisan untuk perlawanan dan menolak RUU HPI dan menuntut agar segera bubarkan Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP).

“Kami atas nama umat muslim dan masyarakat Kota Banjar menolak RUU HIP dan gerakan-gerakan yang akan mencederai keutuhan Pancasila, “tegas salah seorang peserta aksi.(24/7)   *TITO*

BUPATI PANGANDARAN APRESIASI PERAN RT/RW DALAM AKSELERASI PEMBANGUNAN

PANGANDARANNEWS.COM –Beberapa waktu lalu dalam pertemuan dengan degan ratusan Ketua RT/RW, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan terimakasihnya atas kerja-sama dan dukungannya untuk jalannya roda pemerintahan selama hampir 5 tahun.

Menurut Jeje, peran serta RT/RW tidak bisa dipandang sebelah mata, karena pesatnya laju pembangunan di Pangandaran semuanya tidak lepas dari keikutertaannya.

“Ini menjadi penting sehingga ke depannya saya akan semakin memberdayakan RT/RW dalam setiap sektor pembangunan daerah, “kata Jeje, saat menggelar pertemuan dengan seumalh RT/RW d Kecamatan Cimerak. (20/7)

Selain perannya dalam mendata masyarakat, kata Jeje, RT/RW juga mampu berperan untuk ikut dalam program ekonomi kerakyatan, kemiskinan dan keagamaan serta mencatat angka kemiskinan, seperti memastikan bantuan dari pemerintah sampai kepada yang berhak.

“Saya tegaskan, jika terjadi ada masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan tetapi tidak menerima, segera laporkan,”ucap Jeje lagi. (PNews)

HARI KE 3 TIM PENILAI KAMPUNG SEHAT KUNJUNGI DESA CIKUPA DAN SARIMANGGU

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Di hari ke 3 kegiatan penilaian yang dilakukan tim penilai kecamatan di Desa Cikupa dan Sarimanggu, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana Stp., M.M yang didampingi Ketua PKK, Lilis Agustini, Spd, menyampaikan pesan yang sama seperti ada desa lainnya terkait pelaksanaan lomba Kampung Sehat dalam rangka menyambut HUT hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke 388.

Yang paling utama dalam kegiatan ini, kata Asep,  sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 agar masyarakat tetap tangguh dan siap menghadapi situasi sulit ini.

“Hikmah yang dapat kita ambil dari kegiatan ini, masyarakat siap menjalani kebiasaan kehidupan baru atau New Normal,” tambah Asep.(22/7)

Selain camat dan ketua PKK, penillaian lomba Kampung Shat juga dihadiri Kepala UPT Puskesmas, Ketua MUI, Kasi Kesos, Unsur UPT Pendidikan, Unsur BPP, PKK, BPD, Tokoh Masyarakat, Babinkamtibmas, Bripka Berni N.H.SH (pendamping pelaksana) dan Babinmas Serka Mamat (pendamping pelaksana) untuk Desa Cikupa, sedangkan untuk desa Sarimanggu rombongan dikawal Babinkamtibmas Ade M Syarif dan Serma A hemanto (pendamping pelaksana).

Pada kesempatan yang sama, Ketu PKK, Lilis Agustini, Spd, mengatakan, TP PKK juga harus menjadi motor penggerak masyarakat yang kreatif dan inopatif dalam mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang bardaya guna dan berdaya saing.

Sementara Kepala Desa Sarimanggu,  Indra Nuryana, Sip, dan Kades Cikupa Yudha Heryadhi, saat ditemui PNews di tempat berbeda, atas nama pemdes keduanya berterima kasih pada tim penilai yang telah memberikan arahan dan pembinaan terhadap warganya terkait tujuan utama dari lomba kampung sehat.  (ANWARWALUYO)

MAMAH SURYAMAH GELUTI USAHA TAMBAL BAN UNTUK MENYAMBUNG HIDUP

PANGANDARANNEWS.COM-Profesi menjadi tukang tambal ban kendaraan lazimnya dilakukan seorang laki-laki, tapi tidak dengan perempuan paruh baya warga Dusun Mandala Desa Batukaras,  Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Mamah Suryamah (58), ia sudah hampir 15 tahun menggeluti profesi ini.

Menurut Mamah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia pun tidak canggung melakukan pekerjaaan yang biasanya dikerjakan laki-laki.

Ia mengaku, selama ini ia merasa kesulitan mencari pekerjaan lain, sementara kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi. Dan dari hasil usahanya ini, kata Mamah, ia pun mampu menyekolahkan anaknya sampai SMP.

"Yang penting halal, bagi saya menjadi tukang tambal ban bukan pekerjaan hina apalagi membuat saya malu, “ujarnya.(23/7)

Disinggung masalah ada tidaknya bantuan dari pemerintah,  Mamah mengatakan dirinya baru mendapatkan bantuan pada masa pandemi Covid19 in, bansos dari pemprov selama tiga bulan sebesar 600 ribu rupiah. Sementara untuk bantuan dari PKH dan BPNT, Mamah mengatakan, hingga saat ini belum pernah menerima.

"Padahal saya juga berharap bisa mendapat bantuan tersebut, karena dengan bantuan PKH atau BPNT ini sedikit bisa meringankan beban hidupsaya, “ungkapnya. (AGE)

KETUA DPD PDI PERJUANGAN JABAR:”PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN OPTIMIS MENANGKAN PIKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Ada 5 dari 8 kabupaten-kota termasuk Kabupaten Pangandaran yang menjadi target realistis kemenang PDI Perjuangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, dan khusus untuk Pangandaran PDI Perjuangan berharap kemenangannya akan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, kepada media usai menghadiri musaywarah cabang (muscab) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran di hotel Pantai Indanh Timur. (21/7)

“Saya optimis pasangan Pa Jeje Wiradinata dan Ujang Endin akan memenangkan pilkada Pangandaran, “ucapnya.

Ono mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan pada tanggal 5-10 Juli 2020, membuktikan kinerja serta kepemimpinan Jeje Wiradinata, 85 persen masyarakat Pangandaran mengaku puas.

Dan catatan kemenangan pada pemiliha legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu dengan peroleh 15 kursi di DPRD, menurut Ono, juga menjadi  modal lain untuk kemenangan pasangan Jeje-Ujang Endin (JUARA).

Ia juga mengingatkan kepada seluruh engurus dan kader PDI Perjuangan yang tidak mendukung pasangan juara akan ada sanksi dari partai.

“Sanksinya sudah jelas ada di AD/ART, jadi saya tekankan seluruh kader untuk tegak lurus dan all out memenangkan pasangan Jeje-Ujang Endin,”tegasnya.

Hal senda dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pihaknya sudah  sudah siap untuk memenangkan Pilbup Kabupaten Pangandaran yang aka digelar tanggal 2020.

“Dukungan seluruh instrumen partai kaolisi pun kini semakin solid dan mengkristal,”ungkap Jeje. (PNews)

KAPOLSEK KARANGNUNGGAL KOMPOL H. ASEP ISHAK, S.IP PIMPIN TIM PENILAI KAMPUNG SEHAT

PANGANDARANNEWS.COM-TASIKNEWS-Ketua Tim Penilai Bersama, Kompol H. Asep Ishak, S.Ip yang didampingi anggotanya, antara lain, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Karangnunggal Dadan Kusnanto S.KM, Ketua MUI, Ustadz Supyan Sauri, Kasie Kesos Kecamatan Karangnunggal, Unsur BPP, Unsur UPT Pendidikan, Unsur PKK dan sejumlah tokoh masyarakat beserta Bhabinkamtibmas Desa Kujang Aipda Edi Suryana (pedamping pelaksana) dan Babinsa Desa Kujang Sertu Yudi (pedamping pelaksana), hari kemarin melakukan penilaian di Desa Kujang, dan kegiatan seruoa juga dilakukan di Kampung Sehat Kedusunan Petakan Desa Sarimukti.

Dalam proses penilaian yang dihadiri langsung Kepala Desa Sarimukti, Edi Laksana yang akab disapa Abah Edi serta didampingi Ketua PKK, Panit 2 Binmas Polsek Karangnunggal Bripka Nandang (Pendamping Pelaksana) serta Babinsa Desa Sarimukti Serka Hendri (Pendamping Pelaksana), Asep Ishak mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian giat dalam rangka menjelang Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-388 yang akan dilaksaakan tanggal 26 juli mendatang.

“Ada pun obyek penilaiannya, diantaranya rumah sehat, masjid sehat, kebersihan lingkungan, penataan lingkungan dan kegotong-royongan warga, “ jelas Asep.(217)

Terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Asep juga menghimbau kepada warga agar selalu membudayakan hidup bersih dan sehat, serta memberikan pemahaman tentang New Normal dan selalu memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diantaranya jaga jarak, pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.

“Saya berharap dengan kegiatan ini akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan diri maupun lingkungan dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 saat ini, “tegasnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

CANGKUANG JADI CONTOH KAMPUNG SEHAT DESA CIKUKULU KEC. KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Hasil pertimbangan Pemdes Cikukulu, Kampung Cangkuang siap dan layak untuk diikut sertakan dalam lomba Kampung Sehat tingkat kecamatan, karena dari hasil penilaian tim IV yang dipimpin langsung Sekmat Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyana, Sip.,Msi dan didampingi Banbinsa, Babinkamtibmas, Staf Desa, BPD, ibu-ibu PKK, para kader Posyandu dan tokoh masyarakat, yang disambut kesenian angklung tradisional serta suguhan  hidangan tradisional yang menjadi ciri khas Desa Cikukulu.

Dedi Mulyana pada sambjtannya menyampaikan arahannya, lomba kampung sehat ini selain menjadi ajang lomba menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Tasikmalaya ke 388, diharapkan kegiatan ini juga menjadi kebiasaan warga untuk selalu hidup bergotong-royong menuju kebiasaan New Normal dalam berbagai hal.

“Di masa pandemi kampung Sehat ini juga akan menjadi jurus ampuh untuk menangkal penyebaran Covid-19,”kata Dedi saat dihubungi PNews lewat telepon celullernya.(21/7)

Banyak manfaat yang bisa diambil dari program Kampung Sehat ini, karen, menurut Dedi, semua kriteria penilaian selain sehat lingkungan juga di dalamnya ada ketangguhan masyarakat dalam ketahanan ekonomi, ketahanan pangan dan lain-lain, sehingga masyarakat tetap tenang, tentram walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Dedi juga berharap Kampung Cangkuang bisa menjadi contoh untuk kampung yang lain di Desa Cikukulu, yang siap dan tangguh untuk menuju  kampung kreatif menuju sehat dan maju.

”Dengan kegiatan ini masyarakat bisa sejahtera dari sisi ekomi walau saat-saat sulit seperti pada masa pandemi sekarang ini, “kata Dedi lagi. (ANWARWALUYO)

DPRD PANGANDARAN GELAR RAPAT PARIPURNA PENETAPAN RAPERDA PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD 2019

PANGANDARANNEWS.COM –Dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran terkait Penetapan Rancangan Peraturan Derah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 untuk dijadukan Peraturan Dearah (perda) yang di gelar di rung paripurna, yang dibacakan aggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Rara Agustin, menyampaikan, secara umum Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019 yang disampaikan Bupati Pangandaran kepada DPRD, telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik dalam penyusunan maupun dalam penyajian.

Dalam hal realisasi pendapatan, realisasi belanja dan realisasi pembiayaan pada APBD tahun 2019 secara umum relatif baik, anggaran pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp1.563 trilyun dengan realisasinya sebesar Rp1.474 trilyun (94,31 %).

“Sementara untuk anggaran belanja daerah setelah perubahan tercatat sebesar Rp 1.616 trilyun dengan  realisasi Rp1.461 trilyun, “ujar Rara dalam sambutannya.(21/7)

Adapun penerimaan pembiayaan daerah setelah perubahan sebesar Rp 58.451 milyar dengan realisasi sebesar Rp 3.811 milyar atausekitar 6,52%. Sementara untuk pengeluaran pembiayaan daerah setelah perubahan sebesar Rp 6 milyar terrealisasi sebesar Rp 999 juta (16,67%). Dan untuk pembiayaan netto setelah perubahan sebesar Rp 52.451 mlyar terrealisasi sebesar Rp 2.811 milyar atau sekitar 5,36%.

Namun demikian, masih dalam sambtan yang dibacakan Rara, DPRD juga menyampaikan beberapa rekomendasi hasil pembahasan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 ini untuk ditindaklanjuti dengan tujuan dapat menjadi perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan Pemkab Pangandaran pada masa yang akan datang, diantaranya, dalam rangka mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah kabupaten pangandaran tahun anggaran 2019 diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran agar lebih meningkatkan pembinaan dan pelatihan para aparatur pemerintah di seluruh SKPD baik yang terkait dengan  pengelolaan aset maupun dalam pengelolaan keuangan. Beberapa temuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Pangandaran tahun anggaran 2019, baik dari sistem pengendalaian intern maupun dari kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan agar segera diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

“Ini dimaksudkan agar dipertimbangkan serta dikaji ulang beberapa target pendapatan yang tidak tercapai untuk mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki, dilandasi perhitungan potensi dan kondisi yang realistis, “tegas Rara.

Dalam rangka percepatan dan kualitas pekerjaan yang baik, imbuhnya, Pemkab Pangandaran juhga hendaknya melakukan proses pelelangan sesegera mungkin sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pekerjaan fisik sudah dimulai sejak triwulan pertama, serta perlu dilakuka evaluasi menyeluruh dan cermat terhadap rekanan yang bermasalah disertai pemberian sanksi egas sesuai ketentuan peraturan. Dalam relisasi anggaran pembangunan yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau bantuan provinsi perlu menjadi perhatian penting, sehingga anggaran betul-betul dipergunakan secara efektif dan efisien, tidak ada anggaran di akhir tahun yang tidak terserap atau tidak dapat dibayar karena keterlambatan administrasi.

Selain itu, dari aspek belanja daerah ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, seperti yang dengan hasil pemeriksaan BPK RI terkait masih lemahnya sistem pengendalian intern, dan sistem pengendalian internal ini supaya lebih ditingkatkan.

Dan yang tidak kalah penting, masih kata Rara, tingkatkan kepatuhan pada ketentuan perundangan-undangan, karena ini sesuai dengan hasil pemeriksaan BPK RI, masih didapati kelebihan pembayaran pada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di beberapa SKPD, lakukan pengelolaan penatausahaan aset agar lebih ditingkatkan lagi dan diperlukan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pengelola aset agar tidak menjadi temuan berulang setiap tahun.

”Dan kepada seluruh kepala SKPD agar melakukan perencanaan dengan cermat dan terukur sehingga pencapaian target dapat dilakukan dengan maksimal,”pungkasnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam sambutannya menyampaikan beberapa alasan terkait tidak tercapainya Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari target Rp 144 milyar dn hanya tercapai Rp 117 milyar (81,25 %), khususunya dari PAD sektor pariwisata, itu disebabkan karena pada akhir tahun 2018 terjadi bencana tsunami di selat jawa, sehingga arus kunjungan wisatawan di akhir tahun dan awal tahun 2019 pun terjadi penurunan.

“Dan baru normal kembali sekitar bulan mei-juni, “terang Jeje.

Jeje juga mengakui, selama ini pajak dari hotel dan restoran yang menjadi salah satu menyumbang PAD di Kabupaten Pangandaran, saat ini masih belum optimal.

Insaalloh, sektor ini menjadi fokus pemda sehingga optimalisai PAD akan meningkat signifikan, “tegasnya. (PNews)

HASIL SURVEY LSI, BALON PASANGAN JEJE-UJANG ENDIN (JUARA) UNGGULI H ADANG-SUPRATMAN (AMAN)

PANGANDARANNEWS.COM-Hasil survey yang dilakukan tanggal 5-10 Juli 2020, bakal calon (balon) H. Jeje Wiradinata yang berpasangan dengan H. Ujang Endin Indrawan (JUARA), masih tetap menduduki ranking atas dari balon lainnya.

Dari analisis hasil survey Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Network Denny ja, kecendrungan pemilih pada Pilkada Kabupaten Pangandaran yang disampaikan melalui zoom meeting kepada pers (18/7), menggunakan metode standar, seperti multistage random sampling, wawancara tatap muka dari jumlah responden 440 dengan margin of error 4,8%.

Menurut salah seorang tim survey, Jeje Wiradinata memilki elektabilitas tinggi dan jauh meninggalkan balon lainnya baik dalam simulasi perorangan maupun pasangan, dengan rincian, dalam simulasi perorangan, 73,0%, meninggalkan Adang Hadari dengan nilai 23,0%. Begitu juga pada simulasi pasangan, Jeje Wiradinata – Ujang Endin unggul telak 67,7%  ditas pasangan Adang Hadari – Supratman (AMAN) dengan 26,8%. Dan menyisakan swing voter 5,5%.

Masih kata tim survey, jika melihat posisi tingkat elektabilitas pasangan JUARA menjadi tidak mudah untuk pasangan AMAN untuk memenangkan “pertarungan” pada Pilkad Kabupangandaran yang akan digelar tanggal 9 desember 2020 mendatang.

“Dan variabel ini biasanya sering dijadikan indikator kuat atau lemahnya seorang kandidat incumbent untuk terpilih kembali, “jelasnya.

Sebagai incumbent, menurutnya, Jeje memiliki tingkat kepuasan publik dengan segudang prestasi  kinerja, seperti 69,3% cukup puas dan 15,7% sangat puas, dan jika ini digabungkan akan tembus ke angka 85% tingkat kepuasan masyarakat pada Jeje Wiradinata selama memimpin Kabupaten Pangandaran, dan angka kepuasan masyarakat yang tinggi ini biasanya calon incumbent berpotensi  untuk terpilih kembali.

Hal lainnya, Jeje Wiradinata mempunyai bekal tingkat pengenalan dan kesukaan yang sangat tinggi, sebesar 99,3% (pengenalan) dan 92,7% (kesukaan) serta Jeje juga telah mengantongi sejumlah pemilih militant (strong supporter) yang tinggi, sebesar 35,4%, sementara untuk Adang Hadari baru 21,1%.

“Dan sama, angka-angka  ini juga sering dijadikan sebuah indikator tingginya potensi keterpilihan seorang calon, “katanya lagi.

Lebih jauh ia mengatakan, dari ratusan kali pengalaman survei yang dilakukan LSI, calon yang punya pemilih militant diatas 30% selalu memenangkan pertarungan.

Sementara faktor lain yang yang tak kalah penting dan selalu menjadi indicator kemenangan, dari peta distribusi dukungan di aneka segmen demokrafis yang cukup merata, baik suku, agama, gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan bahkan sebaran dukungan di setiap zona dan dapil. Dan dalam survei juga memotret penilaian publik atas kinerja Jeje Wiradinata dalam menangani wabah pandemi Covid-19, ada sekitar 81,8 % masyakarat Kabupaten Pangandaran, menilai Jeje cukup dengan kriterian baik (61,6% ) dan sangat baik (22,0%).

“Tentu saja ini juga tentu menjadi modal awal untuk Pak Jeje bisa terpilih kembali karena ini merupakan gambaran tingkat kepuasan dan kesukaan serta respon positip publik kepada
kepemimpinan beliau, “imbuhnya.

Disoal balon Wakil Bupati dari kedua pasangan, hasil survey sejauh ini memang belum ada sosok yang memberi andil suara tambahan cukup besar kepada JUARA  dan AMAN, karena baik Supratman maupun Ujang Endin masih harus kerja keras agar posisinya balon wakil bisa mengkatrol atau memberi sumbangan elektabilitas pasangannya.

Survey juga mendapati, seperti temuan pada survei LSI sebelumnya, merupakan PR besar baik untuk calon atau para stakeholder seperti KPU, terkait masih rendahnya pengetahuan masyarakat pada pelaksanaan Pilkada Pangandaran 2020, dengan hasil survey hanya 9,3% publik yang mengaku tahu dengan menjawab tepat tanggal dan bulan pelaksanaan pilkada. Dan selebihnya, sekitar 78,7% publik mengaku tidak tahu/tidak jawab/ dan salah menjawab kapan Pilkada akan dilaksanakan.

Isu krusial lain yang juga harus diwaspadai dan diantisipasi, khususnya dalam kontek agar Pilkada lebih berkualitas dan berjalan demokratis, masih tingginya respon publik pada money politic (politik uang), ada sekitar 57 % public di Pangandaran mengaku politik uang ini sangat wajar (8,6%) dan cukup wajar (48,6%).

“Dan tentu saja data seperti ini biasanya menjadi good news untuk  calon yang berkapital besar dan bad news untuk yang mempunyai “amunisi” pas pasan. “pungkasnya. (PNews)



BIS UMUM HANYA BOLEH NAIKAN PENUMPANG 50 % , TARIF PUN NAIK 100 %

PANGANDARANNEWS.COM-Mungkin untuk sebagian orang kenaikan tarip angkutan umum tidak akan menjadi perhatian karena mereka memiliki kendaraan pribadi yang akan membawa kemana saja saat hendak pergi ke tempat yang dituju, tapi lain halnya untuk masyarakat yang selama ini selalu menggunakan jasa angkutan moda tarnsportasi umum ini.

Entah diketahui pemerintah atau tidak, karena di masa pandemi covid-19 ini baik angkutan kota dalam provinsi (AKDP) atau pun angkutan kota antar proviinsi (AKAP), mengalami kenaikan tarif hampir 100 %. Padahal selama ini pemerintah (Kementerian/Dinas Perhubungan) belum pernah mengeluarkan kenaikan tarif tersebut.

Menurut salah seorang penumpang yang berangkat dari Kota Tasik menggunakan salah satu mikro bis dengan tujuan ke Pangandaran dikenai tarif Rp 80 ribu, padahal jika tarif normalnya sekitar Rp 40 ribu.

“Tadinya saya kasih Rp 60 ribu, tapi kondektur bis tarifnya Rp 80 ribu, “terangnya.(17/7)

Hal senada dikatakan seorang karyawan salah satu bank di Pangandaran yang menggunakan bis umum dari Ciamis, ia juga merasa kaget saat kondektur meminta ongkos sebesar Rp 70 ribu.

“Saya kan sudah lama menggunakan bis umum, ongkos untuk jurusan Ciamis-Pangandaran biasanya sebesar Rp 30-40 ribu, “ungkapnya.

Saat diminta tanggapannya, salah seorang petugas terminal Pangandaran, membenarkan, memang terjadi kenaikan tarif walau secara resmi pemerintah tidak pernah mengeluarkankan regulasi terkait tarif ngkutan umum.

“Para awak bis selalu beralasan karena di saat pandemi ini bis hanya boleh membawa penumpang 50 % dari kafasitas tempat duduk akhirnya tarifnya yang mereka naikan, “ujarnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN