ADANG SUHERMAN, PELOPOR APPOI KAB. PANGANDARAN

   
PANGANDARAN. Fungsi pupuk untuk meningkatkan hasil dan kualitas  pertanian,  baik pupuk organik atau buatan. Saat ini  banyak petani yang menggunakan pupuk buatan (kimia), padahal ini akan berdampak terhadap  rusaknya lahan di kemudian hari.
    Untuk mencegah aga hal itu tidak terjadfi, petani sebaiknya beralih dengan mengunakan pupuk organik. Karena selain biaya rtelatif murah juga dapat memelihara unsur kesuburan (hara) tanah.
    Hal tersebut disampaikan Dadang Suherman warga Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran merupakan seorang pelopor penggunaan pupuk organik di Pangandaran, dan Ia pun tercatat sebagai ketua asosiasi pengrajin pupuk organik Indonesia (APPOI) dibawah naungan KTNA Kabupaten Pangandaran.
    Dikatakan Dadang, setiap tahunnya produksi pupuk organik yang dihasilkan oleh kelompoknya mencapai 200 ton serta memiliki prosfek besar untuk bisa memproduksi 1000 ton pertahunnya. "Jika produksi kami bisa mencaiap 1000 ton pertahun, maka kami bisa memenuhi permintaan pasar khususnya di kabupaten pangandaran. "Ungkap Dadang.
    Menurut Dadang, pembuatan pupuk organik produknya hasil dari pemanfaatan sampah organik  sekaligus ikut mensukseskan program pemerintah khususnya kabupaten Pangandaran dalam masalah penanggulangan  sampah yang diolah dengan cara  fermentasi bakteri. "Hasil demplot yang dilakukan oleh kami, dari 1 hektar sawah bisa menghasilkan 9,5 ton padi, dibanding dengan  yang memakai pupuk kimia, hanya bisa menghasilkan 4,5 ton padi per hektarnya" Imbuh Dadang. (Age/PNews)

DROPING DARI PEMPROP TIDAK SESUAI JADWAL, PENGADAAN TINTA KTP MASUK DALAM APBD PERUBAHAN

    
PANGANDARAN. Masarakat akhir-akhir ini sedang dimanjakan oleh pemerintah dalam pengurusan administrasi kependudukan. Pasalnya, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dapat merangsang masyarakat untuk lebih tertib administrasi kependudukannya. Hal ini nampak dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatataan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota.
    Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar saat ditemui PNews diruang kerjanya. “Sekarang masa berlaku KTP-el yang semula 5  tahun pun diubah menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP, dengan demikian penduduk tidak perlu repot-repot memperpanjang masa berlaku KTP. “Ungkap Jeje.(16/3).
    Ditambahkan Tantan, Kemudahan lainnya dalam pengurusan dokumen di Disdukcapil  berkaitan dengan penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melampaui waktu satu tahun. Semula penerbitan tersebut memerlukan penetapan Pengadilan Negeri, diubah cukup dengan Keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Hal ini sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 30 April 2013. “Yang paling fenomenal adalah bunyi pasal 79A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, Pengurusan dan penerbitan Dokumen kependdudukan tidak dipungut biaya alias gratis. ”Terang Tantan.
    Di tempat terpisah, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata membenarkan hal tersebut dan berharap segala kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masarakat wajib KTP. “Saya menghimbau kepada masarakat pangandaran agar segera melengkapi dokumen kependudukannya. “Kata Jeje.(31/3)
    Jeje bersama Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang ditemui PNews di ruang kerja menambahkan, ada keunikan tersendiri mengenai KTP, kegiatan masarakat baik sosial, ekonomi atau lainnya pasti akan berhubungan dengan keterangan data diri (KTP-red). “Jadi, apa pun kegiatan masarakat sangat penting untuk mempunyai KTP. “Sambung Jeje.
    Disoal dengan pengadaan tinta untuk pencetakan KTP sekitar 3,2 milyar, Jeje mengatakan, dirinya menjabat bupati baru sekitar dua bulan lebih dan baru melakukan kunjungan ke beberapa daerah dan SKPD untuk memperoleh masukan sebagai salah satu bahan kerjanya.  “Dan saya terkejut, saat mengunjungi disdukcapil ternyata pelayanan KTP pangandaran belum terealisasi sepenuhnya. “Terang Jeje.
    Diperoleh keterangan dari Kadisdukcapil, lanjut Jeje, ternyata pengadaan tinta yang didrop dari propinsi tidak sesuai jadwal dan keinginan tiap kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pangandaran, Sehingga Jeje pun berinisiatif untuk kebutuhan tinta tersebut dimasukan dalam APBD. “Pada APBD perubahan anggaran untuk pengadaan tinta tersebut bisa terpenuhi sehingga kita tidak menunggu droping dari propinsi lagi dan ke depan proses pembuatan KTP tidak ada lagi hambatan. “Jelas Jeje.(hiek-PNews)

KABUPATEN PANGANDARAN, DOB TERBAIK SE-INDONESIA

   
  PANGANDARAN. Satu kebanggan untuk seluruh masarakat Kabupaten Pangandaran, pasalnya, dalam penilaian Kemeterian Dalam Negeri RI, Pangandaran menjadi Daerah Otonomi baru (DOB) terbaik se-Indonesia.
Kemendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah melakukan kajian dan penilaian untuk seluruh DOB yang diketuai Kasubdit Penataan Daerah Wilayah I, Ir. Sri Wahyuni MM dalam kunjungannya ke pangandaran mengatakan, sejak dimekarkan DOB Kabupaten Pangandaran pada tahun 2012, dalam kajian hasil dari pengumpulan data yang dilakukan oleh kementerian sejak tahun 2012 hingga 2014, pangandaran menjadi Daerah Otonomi Baru terbaik sehingga pangandaran nantinya pangandaran akan dijadikan narasumber contoh DOB yang akan disiarkan oleh salah satu tv ibu kota.”8 dari 10 dari kuisioner model K,  pangandaran memang paling unggul. “Kata Sri.(30/3).
    Dikatakan Sri, dalam kunjungan ke pangandaran yang dilakukan bersama 4 orang dari Kemendagri yang dijadwalkan dari tanggal 29 maret sampai tanggal 1 april 2016, dengan tujuan mengumpulkan data-data perkembangan pangandaran sebagai DOB. “Kami akan mengumpulkan data-data terhadap 10 aspek penyelenggaraan pemda sesuai dengan Permendagri no 23 tahun 2010, tentang tata cara pelaksanaan perkembangan DOB. “Jelas Sri.
    Ditambahkan Sri, sampai saat ini, dari 10 aspek seperti pemkbentukan OPD, pengisian pesonil, pengisian keangotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan, pengalihan asset, peralatan dan dokumen, pelaksanaan penetapan batas wilayah, dan penyediaan sarana prasarana pemerintahan sudah dilaksanakan. “1 aspek, pemindahan ibu kota tidak berlaku di Pangandaran, dua aspek lainnya seperti penyediaan sarana prasarana pemerintahan sedang dalam proses pengadaan lahan dan penyiapan RT RW sedang dalam proses di gubernur. “Kata Sri.
    Sri juga menyampaikan, setelah ada perda RT RW dan penyusunan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) harus segera diutamakan yang wajib dulu. “Janji-janji bupati terpilih pun agar dimasukan pada RPJM selama 5 tahun. “Tutur Sri.
Sementara menurut perwakilan dari pemerintah Propinsi Jawa Barat, Azis, mengatakan, terkait pembentukan SOTK di daerah otonomi baru, pihaknya sampai saat ini masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) nya. “Sedangkan untuk RT RW kami sudah melakukan akselerasi dan pada dasarnya sudah hampir selesai. “Kata Azis.
    Masih di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH.MH berharap pangandaran sampai hasil pengumpulan data terahir masih bisa menjadi DOB yang terbaik, dan tentunya bisa mewujudkan visi-misi Bupati-Wakil Bupati Pangandaran menjadi pariwisata yang mendunia yang bisa dilaksanakan dengan perkembangan kepariwisataan pangandaran yang tiap tahunnya mengalami peningkatan serta untuk RPJM pun akan segera dilaksanakan tepat waktu. “Ini akan menjadi kebanggaan seluruh masarakat pangandaran dengan menyandang DOB terbaik. “Ungkap Mahmud.
    Untuk regulasi pun, menurut Mahmud, sudah tersusun dan akan diharmonisasikan dengan regulasi pemerintah pusat.(hiek-PNews)

APBN GELONTORKAN 45 MILYAR, JALAN KALIPUCANG-PUTRAPINGGAN SEGERA DIPERBAIKI

    
PANGANDARAN. Menganggapai perihal buruknya sarana transportasi jalan antara Kalipucang-Putrapinggan dan Wonoharjo- Cikangkung yang selama ini dikeluhkan masarakat,  Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui Kepala Dinas PU Perhubungan dan Kominfo, Drs. H. Dadang Dimyati sebagai dinas yang salah tugasnya mengurus infrastruktur tersebut  mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan nasional yang segala urusan, termasuk dalam perbaikannya dibiaya langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional ( APBN). Artinya, sebagai hak kelolanya ada di Kementerian PU. “Jadi jelas kedudukannya, seperti jalan propinsi dibiayai APBD propinsi, jalan kabupaten oleh APBD kabupaten hingga sampai ke jalan desa itu dibiayai oleh APBDes. “Terang Dadang. (30/3).
    Dadang pun memaklumi jika selama ini ada jalan rusak pasti dinasnyalah yang menjadi sasaran.  Karena ketidak tahuan masarakat pada status masing-masing jalan yang ada di pangandaran, sehingga setiap ada jalan rusak pemerintah daerah dianggap tidak tanggap, Pemkab pangandaran sendiri sekarang sedang konsentrasi pada perbaikan jalan kabupaten yang tersebar di 10 kecamatan. “Dan APBD Pangandaran pun tidak semua peruntukannya pada jalan saja,  tapi untuk sarana kesehatan, pendidikan dan lain-lainnya. “Terang Dadang lagi.
    Disoal kordinasi dengan pemerintah pusat, Dadang mengatakan, pemda pangandaran sudah menginformasikan melalui Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan ke pangandaran tahun lalu. Saat itu menteri Yuddy Chrisnandi menyanggupi akan menyampaikan hal tersebut ke Kemeterian PU di Jakarta. “Dan memang sudah sampai di kementerian PU, hal tersebut memang sangat penting mengingat sebentar lagi kita akan menjadi tempat dua cabang olah raga  pada kegiatan PON XIX September 2016 mendatang. “Ungkap Dadang.
    Ditambahkan Kasi Jembatan Dinas PU Perhubungan Kominfo, Anang Yogaswara, dari Kemeterian PU memang sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut sekitar 45 milyar untuk 8 km perbaikan jalan. dari info yang didapat, lelangnya pun sudah dimenangkan oleh perusahaan asal banjar. “Panjang jalan yang akan mendapat perbaikan tersebut seluruhnya ada 8 km, untuk jalur Kertahayu-Banjarsari 3 km sedangkann untuk ruas jalan Kalipucang-Putrapinggan sebesar 5 km dan pelaksanaannya Insaalloh bulan april.“Jelas Anang.
    Dikatakan Anang, untuk perbaikan ruas jalan antara Wonoharjo-Cikangkung, mudah-mudahan bisa ada dalam satu paket pada anggaran tersebut. “Sedangkan untuk jalur antara Sukaresik-Sucen-Cibenda, itu masih ada dalam pemeliharaan PT. Kalapa Satangkal yang dulu mengerjakan proyek jalan tersebut. “Terang Anang lagi. (hiek-PNews)

PENJUALAN KARCIS PACUAN KUDA KECEWAKAN DISPORA JABAR

    PANGANDARAN. Disayangkan, even nasional yang dalam anggaran pembiayaannya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah, menjadi kegiatan komersil dengan hasil dan peruntukannya yang tidak jelas.
    Demikian dikatakan beberapa anggota masarakat tentang penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Pra PON XIX tahun 2015 cabang olah raga kuda pacu yang diselenggarakan di Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.(9/1) “Saya sudah mengantongi ijin dan peruntukannya pun saya harus nombok (tambah-red). “Ungkap Ketua Pordasi Kabupaten Pangandaran, Dani Supardi.
    Jika hasil penjualan tiket tanda masuk dipakai dalam pembiayan even tersebut, lalu kemana biaya yang dikeluarkan pemerintahan digunakan ? Pasalnya, menurut informasi hasil penelusuran PNews, dari hasil penjualan karcis tersebut mendapat sekitar Rp. 130 juta, diluar karcis parkir yang hasilnya dibagi persentasenya dengan Karang Taruna Desa Legokjawa.
    Ketika dihubungi di ruang kerjanya, Kasi Pemuda dan Olah Raga Disdikbupora Kabupaten Pangandaran, Ojo Sutarjo, S.Pd mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu hal tersebut. “Saya tidak tahu tentang penjualan karcis pacuan kuda tersebut, hasilnya dan digunakan untuk apa pun saya sama sekali tidak tahu. “Terang Ojo.
    Malah, lanjut Ojo, saat ditanya oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga ( dispora) Propinsi jawa Barat pun ia hanya melaporkan apa yang diketahuinya saja. “Yang saya katakan waktu itu  ke dispora propinsi lebih bersipat teknis saja. “Kata Ojo.
    Dikatakan Ojo lagi, saat Dispora Jabar berkunjung ke lapang pacuan kuda Legokjawa untuk melihat persipan lapangan, menurut Ojo, pihak dispora mendapat laporan dari masarakat sekitar, ada penjualan karcis tanda masuk pada penonton yang ingin menyaksikan  even BK Pra PON XIX.  sehingga dispora Jabar pun menelusuri kebenaran apa yang dikatakan masarakat tersebut pada pihaknya.  “Saya hanya mengatakan, saya tidak tahu persis tapi menurut yang saya tahu dari media hal tersebut memang benar. “Tutur Ojo.
    Ojo menambahkan, menurut Dispora Jabar, apa pun alasannya itu tidak bisa dibenarkan dan menyalahi aturan. Karena semua pembiayaan penyelenggaraannya sudah menjadi anggaran Pemerintah propinsi Jawa Barat.
    Masih dikatakan Dispora jabar yang disampaikan OJo, pihak pemprop melalui dispora akan menelusuri dan mempermasalahkan hal tersebut, sehingga hal ini tidak terulang pada penyelenggaraan pesta PON XIX 2016 bulan september mendatan. “Lomba kuda pacu baik babak kualifikasi bulan lalu atau penyelenggaraan PON XIX mendatang merupakan hajat pemerintah di bidang olah raga yang segala pembiyaannya sudah ditanggung oleh pemerintah. “Imbuh Ojo. (hiek-PNews)

BANI SALEH, PERTALIAN CIAMIS DENGAN KERATON CIREBON

    

CIAMIS. Pertalian antara “karuhun” sebuah keluarga dari Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan keluarga Keraton Cirebon merupakan cikal bakal lahirnya keluarga besar BANI SALEH yang hingga saat ini sudah sampai pada generasi ke 7 yang tersebar di beberapa kota besar di Jawa Barat hingga Pulau Sumatera.
    Demikian dikatakan Ketua Panitia “Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh”, Drs. H. Ade K. Syamsudin dalam sambutannya. “Ada sekitar 4-5ribu keluarga bani saleh yang tinggal di cihaurbeuti dan sekitarnya, belum dari runtutan keluarga Cirebon, bogor dan bandung. “ Terang Ade. (26/3).
    Ditambahkan Ade, perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan data dari masing-masing keluarga hingga bisa diketahui jumlah pasti sampai generasi ke 5 sampai 6. “Kami baru punya data sampai generasi ke 2 dan sebagian generasi ke 3 yang belum komplit, saya sendiri urutan generasi ke 3, “Tambah Ade.
    Jika ada keturunan dari cihaurbeuti bergelar elang dan ratu (gelar keraton Cirebon-red), menurut Ade, itu karena dari keturunan generasi ke satu Bani Saleh memang ada 2 dari 8 putra Mama  Saleh yang menikah dengan keturunan keraton Cirebon. “Namanya Eyang Suranta dan Suwarsa. “Jelas Ade.
    Jadi menurut Ade lagi, satu kebanggaan jika ternyata ciamis punya pertalian yang erat dengan keraton Cirebon, paling tidak melalui Bani Saleh dan keturunannya sekarang. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk keluarga besar BANI SALEH, karena bisa mempererat ciamis dan Cirebon. “Kata Ade.
Ade pun menambahkan, even Silaturahmi Keluarga Besar Bani Saleh ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan tempat yang berbeda-beda tiap tahunnya. “Bisa saja untuk tempat penyelenggaraan tahun besok di di Cirebon, bandung atau bogor. “Pungkas Ade. (hiek-PNews)

SARANA OBJEK WISATA GREEN CANYON TERUS DITATA

PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas parindagkop UMKM terua melakukan penataan ruang wisata  demi kenyamanan wisatawan. Seperti pembangunan ruangan kantor di obyek wisata greencanyon dan  gazebo di pinggir pantai, perbaikan sarana gedung untuk petugas wisata dalam menunjang pekerjaannya juga penertiban PKL ( pedagang kaki llima ) yang berjualan di area atau tempat wisata.

"Kami  yang bertugas disini merasa nyaman dengan adanya kantor baru, walaupun penataan didalam nya belum maximal " Ungkap Arief, Ketua Kompepar Green Canyon (27/03).

Berbagai fasilitas yang diberikan oleh pemkab Pangandaran, menurut Arief akan semakin menambah daya dongkrak pendapatan dari objek wisata, khususnya yang ada di Pangandaran.

"Pada  tahun 2016 ini, target PAD dari Green Canyon insya Alloh bisa melebihi target, karena pelayanan kepada wisatawan lebih diutamakan. "Ungkap Arif lagi.

Disinggung  prihal pendapatan obyek wisata green canyon saat libur panjang ini, Arief  menjelaskan adanya penurunan, bahkan  diduga banyak yang beralih ke obyek wisata Citumang, karena sungai Cijulang terlihat sangat kotor, akibat curah hujan di hulu yang tinggi.(Age/PNews)

SHOFIYUDIN, PELUKIS KALIGRAFI ASAL CIHAURBEUTI

    
CIAMIS. Dalam membuat sebuah seni lukisan kaligrafi sangat diperlukan keahlian, ketelitian, bakat dan pemahaman akan Al Qura’n.  Keindahan ayat-ayat dalam goresan kuas pada kanvas bisa menambah keyakinan siapa saja yang melihatnya.
    Seperti seni kaligrafi hasil goresan tangan Shofiyudin (63) warga Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis yang sudah ratusan karya kaligrafi lahir dari kepiawaian ulasan kuasnya. “Medianya sendiri bisa pada kanvas atau pada dinding tembok langsung seperti dalam mesjid. “Ungkap Shofi, panggilan akrabnya.(27/3).
    Dalam keahlian membuat kaligrafi, Shofiyudin juga tidak pelit membagikan ilmunya. Setiap pagi di rumahnya yang terletak di depan Pesantren Al-Islah Cihaurbeuti, ia membuka kursus kepada siapa saja yang mau datang ke rumahnya tanpa dipungut bayaran. “Kepada siapa saja yang memang berminat belajar kaligrafi silahkan datang ke rumah, karena ilmu kita akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada orang lain. “Ungkapnya lagi.
    Menurut Shofi, berkat keahliannya dalam lukisan kaligrafi, banyak pesanan diterima, baik yang datang langsung ke rumah atau dipanggil ke tempat pemesan. “Paling sering untuk kota depok, bogor dan jakarta. “Terang Shofi.
    Ditemui di rumahnya sederhananya, Shofi mengatakan, selain melukis di rumah, saat ini ia pun menerima  tawaran mengisi pelajaran di sekolah-sekolah.
    Mengadakan pameran tunggal untuk menampilkan karya-karyanya merupakan obesinya yang sampai saat ini belum terwujud. Ia pun berharap baik pemerintah atau pun siapa saja yang bisa membantu keinginan untuk memamerkan seluruh karya lukisnya pada even pameran. “Itu akan sangat membantu, apalagi dibantu juga ikut memasarkan lukisan saya pada pembeli. “Imbuh Shofi. 
    Menurutnya, sampai saat ini ia tidak memerlukan bantuan secara finansial, tapi kalau bisa menjembatani dengan pembeli baik melalui pameran atau membawa karyanya pada pembeli itu akan sangat membantunya. “Sampai saat ini saya hanya mengandalkan pesanan dari mulut ke mulut saja. “Terangnya lagi. (hiek-PNews)

SATPOL PP PANGANDARAN BERI PERINGATAN PKL GREEN CANYON

PANGANDARAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)  kabupaten.Pangandaran memberikan peringatan kepada para PKL, yang mangkal dibahu jalan depan pintu masuk Objek Wisata Green Canyoon. Mereka dianggap melanggar peraturan daerah karena berdagang di areal pejalan kaki.

"Surat peringatan dari SATPOL PP kabupaten Pangandaran sudah diterima oleh kami" ujar Arief, ketua Kompepar objek wisata Green Canyon.

Ditambahkan Arief, pihaknya secepatnya akan bermusyawarah denga para PKL. termasuk dengan kepala desa Kertayasa sebagai pemilik lahan. Intinya para PKL akan direlokasi ke tempat yang tidak mengganggu ketertiban umum. "Kami akan kordinasi dulu baik dengan PKL atau pemerintahan Desa kertayasa bagaimana tekniknya nanti. "Ungkap Arief.

Ditemui tempat terpisah, Kepala Desa Kertayasa ,  Abdul Rohman mengatakan, akan membantu merelokasi para PKL  ke tempat yang nantinya akan disediakan oleh pihak desa.

"Kami akan musyawarah dulu dengan pihak kompepar dan pihak terkait lainnya.guna membahas relokasi bagi para.PKL, agar usahanya bisa berlanjut karena mereka semua menggantungkan hidup nya hanya dari berjualan di obyek wisata green canyon" Kata Abdul Rahman. (Age-PNews)

SMAN 1 PAMARICAN KERJA BARENG BNN KAB. CIAMIS ADAKAN PENYULUHAN ANTI NARKOBA

CIAMIS. Dalam rangka mencegah penyalahgunaan dan dampak negatif dari Narkoba, SMAN 1 Pamarican bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis menggelar Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba, bertempat di SMAN 1 Pamarican, pada Kamis (24/03/20016).

Narkoba sudah memasuki tingkat yang menghawatirkan, hampir di semua kalangan sudah terkontaminasi, ditambah pemberitaan diberbagai media tentang ungkap kasus narkoba yang begitu dahsyat, namun tetap saja narkoba masih beredar di masyarakat, menyikapi hal dimaksud dipandang penting pihak sekolah untuk menggelar penyuluhan bahaya narkoba kepada anak didik, sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Pamarican, Drs. H. Dudi Sudardi, M.Pd. saat memberi sambutan.

Ia pun menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batasan usia, status sosial dan wilayah dia tinggal, mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil sekalipun narkoba akan tetap menjadi ancaman, untuk itu melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta didik di lingkungan SMAN 1 Pamarican terbebas dari ancaman narkoba baik di dalam mapun di luar sekolah, lebih jauhnya pelajar SMAN 1 Pamarican dapat meraih sukses yang gemilang tanpa narkoba.

Hal senada disampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., MM. dalam paparannya mengajak kepada para pelajar agar mampu mengetahui apa itu narkoba dan permasalahannya, memahami dan menyadari akan dampak yang ditimbulkannya, serta mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan.

Ia berharap, para pelajar mampu menterjemahkan hukum atau peraturan-peraturan yang berlaku saat ini, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, hal ini dipandang penting sebagai upaya membentengi diri dari ancaman narkoba dan permasalahan hukum lainnya, sehingga kelak tertanam perilaku dan sikap yang taat dan sadar akan aturan hukum (kawali tv)

PASCA PELEDAKAN KAPAL ILLEGAL FHISING, TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PASIR PUTIH PANGANDARAN TERGANGGU

     PANGANDARAN. Mungkin tidak banyak orang tahu, lokasi peledakan kapal ikan MV Viking pelaku illegal fishing yang diburu banyak negara ternyata ada di lokasi cagar alam laut. Di lokasi tersebut ada Transplantasi terumbu karang, yakni teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang dengan tujuan untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
    Demikian dikatakan Kepala Resort BKSDA Cagar Alam Pangandaran, Yana Hendrayana saat diminta komentarnya tentang lokasi peledakan kapal pencuri ikan oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti minggu lalu.(14/3). “Kawasan tersebut masuk dalam zona cagar alam yang di dalamnya terdapat transplantasi terumbu karang. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program pelestarian alam yang berperan mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak atau bisa juga untuk membangun kawasan terumbu karang baru menambah keasrian alam bawah laut. Karena untuk tumbuh karang beberapa centi saja dibutuhkan waktu tahunan bahkan puluhan tahun. “Nantinya karang-karang tersebut menjadi ekosistem segala biota laut. “Terang Yana.
    Disoal lokasi penenggelaman kapal tersebut, Yana mengatakan, pihaknya tidak menerima intruksi apa-apa dari dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) sebagai atasannya. “Malah saya mendapat teguran karena tidak ada kordinasi sebelumnya. “Ungkap Yana.
Salah seorang warga Desa Pangandaran, Jaja Sudiana(49) menyesalkan mengapa harus di kawasan pasir putih tempat peledakan kapal itu. “Selain merusak alam bawah laut, kapal itu pun menghalangi view kawasan pasir putih. “Ungkap Jaja.
    Ditambahkan Jaja, jika saja sebelumnya semua yang terkait saling berkordinasi, mungkin lokasinya bisa dipindahkan ke kawasan batu mandi. Karena di kawasan tersebut selain tidak ada transplantasi terumbu karang juga berada pada ujung kawasan pasir putih. “Apalagi sekarang banyak pengunjung yang ingin melihat dari dekat keberadaan kapal tersebut, tentunya banyak karang-karang yang rusak karena terinjak kaki. “Ungkap Jaja.
    Menurut Jaja lagi, penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan dari perairan Indonesia ini merupakan program Menteri Susi Pujiastuti asal pangandaran yang harus mendapat dukungan dari semua pihak, dan gebrakan yang dilakukan Menteri Susi pun tentunya menjadi kebanggaan tersendiri masarakat Kabupaten Pangandaran. “Jadi menurut saya, kapal harus ditangkap dan diledakkan tapi laut pun harus tetap terjaga lestari. “Imbuh Jaja. (hiek-PNews).

KISAH TRAGIS SENIMAN BESAR CIJULANG, 15 TAHUN MENDERITA STROKE

    
    
PANGANDARAN. Sungguh tragis nasib Sahili (63) salah satu seniman besar sunda asal Cijulang yang harus terbaring selama 15 tahun dengan penyakit stroke yang dideritanya. Ditemani istrinya Atikah (50) dan anak bungsunya, dengan menempati sepetak rumah kayu hasil gotong royong tetangganya, nyaris tidak ada yang bisa dilakukan Sahili dalam kesehariannya. “Kayu, genting dan bahan lainnya kami dapatkan dari sisa pembangunan pasar dan sebuah sekolah dasar. “Terang Hj. Nonok (78), salah seorang tetangga yang sudah berbaik hati memberikan pinjaman lahan untuk ditempati rumah keluarga Sahli.(24/3).
    Sahili yang tinggal di Rt 02/05 Dusun Ciwaru Desa/Kecamatan Cijulang, untuk kebutuhan sehari-harinya hanya mengandalkan upah yang diterima istrinya sebagai buruh di pabrik kurupuk. “Saya dapat upah enam ribu, lumayan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. “Ungkap Atikah.
    Menurut Atikah, kadang-kadang dari anaknya sebagai tenaga magang di Puskesmas Cijulang, keluarga Sahili pun mendapat tambahan untuk keperluan sehari-harinya. “Selain itu saya pun kerja apa saja yang penting ada hasil yang bisa dibawa pulang ke rumah. “Tutur Atikah.
    Sementara Sahili dengan penyakit yang sudah 15 tahun dideritanya hanya bisa terbaring tak berdaya. Jangankan untuk berdiri, apa-apa pun kini hanya mengandalkan istrinya, hingga untuk (maaf) buang air besar pun tangan terampil istrinya dengan gesit melayani semua kebutuhan Sahili.
    Konon, menurut salah seorang tetangganya Hj. Nonok, dahulu Sahili seorang seniman besar sunda asal cijulang. Kejenakaannya di panggung bersama grup reog atau calungnya, Sahili bisa membuat penonton terpingkal-pingkal dengan lawakannya. “Dulu ia lebih dikenal dengan panggilan mang utet. “Terang Hj. Nonok.
    Ditambahkan Nonok, dulu tidak ada yang tidak kenal panggilan “Utet”, apalagi pada musim hajatan dimana Utet selalu tampil dari panggung ke panggung menghibur penonton dengan banyolannya yang jenaka. “Kalau ingat, saya sampai keluar air mata karena saking lucunya saat menonton aksi utet di panggung. “Kenang Nonok.
    Kini Utet hanya bisa berbaring, tak ada lagi kelucuan pada raut wajahnya. Hari demi hari pun dilalui di atas selembar kasur tipis di sebuah gubuk panggung. Tak ada lagi suara tawa penonton yang engelu-elukannya, kini hanya penyakit yang sudah belasan tahun diderita menjadi saksi hari tuanya. (AGE-PNews)

YANA HENDRAYANA: “ MASARAKAT YANG AKAN MELIHAT BANGKAI KAPAL SEBAIKNYA DARI PANTAI SAJA..”

    
PANGANDARAN. Pasca peledekan kapal GT bernama MV Viking pelaku illegal fishing oleh Menteri KKP RI, Susi Pujiastuti tanggal 14 maret lalu di sekitar peraiaran pantai pasir putih pangandaran, banyak masarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan dari dekat kapal berukuran sekitar 70x7 meter yang tenggelam setengah badannya itu.
    Seperti yang dikatakan Wanto, warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, melihat dari dekat kapal penangkap ikan berukuran besar merupakan pengalaman pertamanya. “Selama ini saya melihat kapal penangkap ikan yang ada di pangandaran ukurannya tidak sebesar kapal ini. “Ungkapnya.(24/3).
    Wanto dan masarakat lainnya mungkin tidak menyadari saat melihat lebih dekat bangkai kapal yang letaknya sekitar 95 meter dari daratan ini banyak terumbu karang yang patah dan ruksak terinjak kaki.
    Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Resort BKSDA Pangandaran, Yana Hendrayana mengatakan, hal tersebut sangat disayangkan karena banyak terumbu karang patah terinjak-injak kaki. “Kami menghimbau kepada masarakat, sebaiknya untuk melihat bangkai kapal tersebut dari pantai saja agar tidak mengganggu ekosistem yang ada di sekitar bangkai kapal. “Kata Yana.(23/3).
    Dikatakan Yana, untuk menggatikan terumbu karang yang patah tersebut, perlu beberapa tahun lagi petumbuhannya. “Bahkan mungkin puluhan tahun hanya untuk pertumbuhan beberapa centi meter saja. “Terang Yana.
    Yana menambahkan, dampak dari peledakan kapal tersebut, sampai hari ini masih ada sisa bahan bakar yang tercecer di sekitar pasir putih yang menyebabkan beberapa hewan laut mati dan air laut pun jadi tercemar. “Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pihak yang berkompeten agar kelestarian alam terjaga dan air laut pun tidak tercemar. “Imbuh Yana. (hiek-PNews)

ENGKUS EMPRIT "WAKILI PEMERINTAH" PERBAIKI JALAN RUSAK

   
PAMARICAN - Jalan yang rusak dan rumput-rumput yang tidak diurus dipinggir jalan telah menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang yang memanfaatkan keterbatasan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan dan pemeliharaanya.
    Seperti yang dilakukan Engkus ‘mprit  Seorang pria setengah baya warga pamarican kabupaten Ciamis, sehari-hari beraktifitas memperbaiki jalan dengan modal pasir korosok seharga Rp.40.000,- /m3 bersama 3 (tiga) orang temanya mengarug lobang-lobang dijalan dan tanjakan yang rusak agar bisa dilalui para pengguna jalan.
    Bukan hanya memperbaiki jalan, Engkus pun membersihkan rumput jika dipinggir sepanjang jalan tersebut sudah tinggi,  dengan bermodalkan sebilah parang maka dia pun berganti profesi  menjadi pemangkas rumput.
    Engkus ‘mprit  bersama 3 temanya melakukan aktifitas tersebut setiap hari disepanjang jalan bertatus jalan Kabupaten Ciamis ini  tepatnya di jalan caringin sampai dengan babakan Desa / Kecamatan Pamarican.
    Engkus bukanlah petugas PU atau pegawai pemerintah lainya, dia hanyalah masyarakat biasa tidak berbekal surat tugas dan tidak ada serupiah pun honor yang diterima dari pemerintah atas kerjanya. Ia hanyalah seorang yang mengaku peduli atas jalan sepanjang itu (Engkus merupakan warga sekitar lokasi) peduli atas kondisi jalanya atau semerawutnya rumput-rumput dipingiranya.
    Engkus ‘mprit sendiri mengaku dirinya melakukan aktifitas dijalan sejak tahun 1992 dan telah menjadi kehidupanya, mata pencaharian hidup  untuk menghidupi keluarganya, berharap ada pengguna jalan  yang peduli melemparkan sedikit uangnya kedalam sair (alat penangkap ikan) yang ia letakan dipinggir jalan dari jasa perbaikan atau memangkas rumput pinggir jalan yang dilakukanya. "Kehadiran orang seperti engkus ‘mprit di jalan ini sangat dibutuhkan apalagi jika diwaktu musim hujan jalan ini benar-benar tidak bisa dilalui terutama oleh roda 4, kalupun perbaikan ini sipatnya alakadarnya, namun setidaknya masyarakat bisa memenfaatkan  jalanan dengan sedikit nyaman" Ungkap Emen Rahmat, warga sekitar.
    Emen menambahkan, seharusnya pemerintah malu ada warga mau mengganti tugas pemerintah dalam perbaikan jalan. Apa yang dilakukan Engkus Emprit dan temannya sejauh ini tidak ada komplain dari masyarakat, munculnya kegiatan engkus cs berawal dari ketidak pekaan pihak-pihak yang berkopeten terhadap kepentingan masyarakat akan kebutuhan jalan ini. (ODS-PNews)

WAWAN SETIAWAN: “DUA KORBAN TENGGELAM BUKAN DI AREA CITUMANG…”

    
PANGANDARAN.Bendungan irigasi Citonjong di Dusun Sukamanah Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran sekitar area  obyek wisata Citumang, beberapa hari lalu  (29/02) telan korban dua wisatawan.
    Saat kejadian, menurut Wawan Setiawan salah seorang karyawan perhutani pengelola obyek wisata Cituman, Disebabkan kelalaian wisatawan yang tidak mengikuti prosedur yang benar. “Korban tidak mematuhi aturan yang ada disini. “ Jelas Wawan.
    Ditambahkan Wawan, sebebarnya lokasi kejadian tersebut bukan di area wisata citumang seperti banyak diberitakan, hanya saja lokasi irigasi tersebut letakbya berdekatan. “Makanya klaim asuransi untuk kedua korban pun tidak terpenuhi. “Jelas Wawan.
    Masih kata Wawan, dalam peristiwa yang menewaskan 2 wisatawan Santi dan Dessy masing-masing berasal dari Tanggerang dan Karawang, sedang korban selamat bernama Sofie wisatawan asal bandung, mereka bertiga sedang berfoto selfie dibawah bendungan citonjong dan tiba tiba air bah datang, mereka pun  jatuh ke sungai. Saat kejadian Sofie berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada akar rumput yang ada dipinggiran sungai. “Sebelumnya petugas dan pemandu wisata sudah mengingatkan mereka akan ada air bah karena 2 jam sebelumnya di wilayah citumang dan santirah diguyur hujan lebat, tapi mereka tidak mengindahkan himbauan petugas. “ Ungkap Wawan.
    Ditegaskan Wawan, sebaiknya wistawan yang datang berkunjung ke obyek pariwisata citumang mengikuti presedur dan menuruti apa yang disampaikan baik oleh para pemandu wisata ataa petugas perhutani. “Pakailah alat pelampung, dampingi oleh pemandu dan patuhi  bila ada peringatan dari petugas demi keselamatan kita semua" Kata Wawan. (AGE-PNews)

KARYAWAN BTPN SYARI'AH DI BEGAL

    
PANGANDARAN. Hani (23) karyawan BTPN Syariah Padaherang menjadi korban begal dikawasan  perbatasan Kabupaten Pangandaran tepatnya daerah Babakan Desa Sindangjaya Kecamatana Mangunjaya dengan Batu Bodas Desa Purwasari Kecamatan Banjarsarai Kabupaten Ciamis. Saat itu (17/3), Hani hendak merealisasikan pinjaman ke nasabahnya.
    Menurut  pengakuan korban,  Begal yang berjumlah 3 Orang langsung menghampiri korban dan menyuruhnya untuk berhenti. Karena takut korban pun lalu berhenti. Saat itu korban diseret paksa ke atas bukit lalu di aniaya sehingga korban mengalami luka di bagian perut sebelah kiri dan uang 28 nasabah sebesar Rp. 28juta akhirnya raib di bawa begal tersebut.
    Aat warga sekitar yang mengetahui adanya korban pembegalan, lalu membawanya ke PUSTU Sindangjaya yang tidak jauh dari TKP dan korban langsung di rujuk ke Puskesmas Banjarsari untuk mendapatkan pertolongan medis.
    Kini kasus ini sedang di tangani Kepolisian Sektor Banjarasari. (Toni-PNews)

BOCAH 4 TAHUN TEWAS TENGGELAM

         PANGANDARAN. Jaka Trialpito bocah 4 tahun warga RT 02/02 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran di temukan tenggelam di kolam dekat rumahnya. Saat ditemukan, bocah tersebut dalam keadaan tidak sadar. Pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawanya ke Puskesmas. Namun nyawanya tak tertolong ketika perjalanan menuju Puskesmas.

       Diketahui, anak tersebut tinggal bersama neneknya, Emus (60). Kedua orang tuanya bekerja diluar kota. "Saya sudah sering melarang anak itu mandi di kolam, namun anak itu tetap bandel" ungkap Emus.

        Kejadian ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi para orang tua yang memiliki anak untuk tak membiarkan buah hati bermain tanpa diawasi. (Tony-PNews)

WOWO KUSTIWA : “PT. PECU HARUS PASANG PAPAN NAMA YANG BESAR..”

     
PANGANDARAN. Pasca meninjau ke lapangan, komisi III DPRD Kabupten Pangandaran memanggil PT. PECU untuk mendengar langsung dari pihak menejmen perusahaan tentang isyu pencemaran sungai yang dikeluhkan warga setempat. Audens yang juga dihadiri BPLH dan BPPT PM dipimpin langsung oleh Ketua komisi Wowo Kustiwa di ruang rapat gedung DPRD. Untuk sementara hasil dari audens tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pencemaran terjadi karena adanya kerusakan di bak nomer III. “Secepatnya kami bersama BPLH akan meninjau lagi ke lokasi. “Ungkap Wowo.(17/3).
    Mengenai isyu tentang pencemaran sungai, dikatakan Wowo, untuk hasil sementara tidak ditemukan limbah yang mencemari sungai citonjong, namun komisi III menyarankan  pengambilan sampel yang dilakukan laboratorium Tirta Wening seharusnya saat air sungai sedang pasang, surut dan sedang. “jadi  uji lab yang dihasilkanya pun akan akurat. “Imbuh Wowo.
    Disoal tentang tidak ada papan nama perusahaan, menurut Wowo, politisi PPP berbadan tambun ini mengatakan, pihaknya menyesalkan keberadaan pabrik PT. PECU yang terletak di jalan protokol tidak dilengkapi papan nama yang besar, sehingga keberadaannya tidak bisa dikenali dan masarkat pun tidak tahu pabrik tersebut memproduksi apa.
     Padahal, lanjut Wowo, dalam kemasan produk yang dihasilkan tertera bahwa keberadaan pabrik PT PECU ada di Kabupaten Pangandaran. “Tadi saya minta ke menejmen PECU agar segera dibuat papan nama perusahaan yang besar dan terpangpang jelas di depan pabrik. “Kata Wowo. (hiek-PNews)

DESA CIBANTEN JUARA 3 P2WKSS TINGKAT JABAR

PANGANDARAN - Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran menjadi juara 3 dalam lomba kejuaraan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 lalu. Desa Cibanten merupakan wakil pertama dalam sejarah berdirinya Kabupaten Pangandaran yang berhasil meraih penghargaan tingkat propinsi.

" Kami begitu bangga meraih juara 3 tingkat propinsi,  ini kebanggan masyarakat Desa Cibanten khususnya dan warga kabupaten Pangandaran umumnya. Mudah mudahan kedepan desa kami lebih bisa berprestasi maksimal lagi" ungkap Kepala Desa Cibanten  Drs. A. Nuryana.

Disampaikan Nuryana, dalam kejuaraan P2WKSS tersebut  kegiatan yang di nilai dari tim penilai Provinsi diantaranya,  menciptakan produk bernilai ekonomi, seperti membuat kerajinan dari bahan bahan yang ada di desa, seperti membuat anyaman dari  bambu hingga jadi barang yang bernilai ekonomi, Membangun fasilitas umum seperti pembuatan MCK juga pengadaan air bersih di desa.

Ditambahkan Nuryana, kegiatan lainnya yang diniai, pembinaan dan pelatihan terhadap pengolahan limbah, dan pemanfaatan pekarangan rumah juga adanya pembangunan pisik yang meliputi perbaikan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, perbaikan jalan jalan gang,  pembentukan kelompok tani, pembentukan BKR ( Bina Keluarga Remaja) dan pembentukan BKL ( Bina Keluarga Lansia).

"Dan yang terakhir pemberian bantuan tempat sampah juga bantuan bibit tanaman buat pertanian dan perikanan, setelah itu dilakukan kegiatan penyuluhan yang meliputi, penyuluhan lingkungan, penyuluhan KB, penyuluhan akan perlindungan anak dan penyuluhan PHBS ( Prilaku Hidup Bersih dan Sehat - Red)"  ungkapnya.  (Age/PNews)

DIBUTUHKAN 3,2 MILYAR UNTUK PENGADAAN TINTA e-KTP

    
PANGANDARAN. Kepala Dinas Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran, Drs, H. Tantan Roesnandar mengatakan, pengadaan tinta untuk keperluan pencetakan e-KTP adalah kewenangan pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Tetapi karena seluruh kabupaten/kota di jabar sama-sama membutuhkan, jadinya tiap daerah harus menunggu giliran dalam pendistribusiannya. “Tapi kalau pun dalam pembelian tinta tersebut dari APBD kabupaten, itu tidak menyalahi aturan. “Terang Tantan.  (16/3).
    Dikatakan Tantan, pihaknya sudah mengkomunikasikan hal ini kepada bupati, bahwa anggaran untuk pembelian tinta pencetakan e-KTP sekitar 3,3 milyar bisa dibiayai dari APBD. Dan untuk perioritas pelayanan kepada masarakat dalam pengadaan e-KTP, Pemda Kabupaten Pangandaran merencanakan anggaran tersebut. “Saat ditanya bupati kebutuhan apa untuk percepatan e-KTP, kami informasikan bahwa sementara ini pengadaan tinta, karena jika harus harus menunggu distribusi dari pemprop akan memakan waktu relatif lama. “Terang Tantan lagi. 
    Seperti diketahui, pengadaan tinta khusus untuk pencetakan e-KTP menggunakan tinta merk Fargo HDF Color Ribbon dengan kisaran harga sekitar Rp 4 juta untuk satu paket. “Satu paket tinta tersebut bisa menghasilkan sekitar 400 e-KTP. “Ungkap Tantan.
    Menurut Tantan, tidak jarang pihaknya keliling ke seluruh kabupaten/kota hanya untuk meminjam tinta sebelum ada kiriman dari propinsi. Karena dari sekitar 303 ribu wajib KTP sampai sekarang baru beberapa persen saja yang sudah terpenuhi.  “Mudah-mudahn ke depan, setelah tinta tersedia pencetak 700-900 e KTP per hari tak terkendala lagi. “Pungkas Tantan. (hiek-PNews)

AULA KECAMATAN SEMPIT, LOMBA LCC PKK KECAMATAN LANGKAPLANCAR DIGELAR DI AULA DESA

    
PANGANDARAN. Lomba Cerdas Cermat Ibu-Ibu PKK se Kecamatan Langkaplancar digelar pada hari selasa (15/3) bertempat di Balai Karya Desa Bangunjaya yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa se-Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dalam rangka memperingati Hari kartini. Dalam lomba tersebut, PKK Desa Bojong berhasil meraih juara 1 diikuti Desa Cisarya juara II dan Desa pangkalan jura III.
    Kepada PNews, Ketua PKK Kecamatan Langkaplancar, Cucu Khoidijah, S.Pd mengatakan, pihaknya merasa puas dengan kegiatan PKK yang diikuti dengan penuh antusias oleh ibu-ibu yang ada di desa se-Kecamatan langkaplancar. “Semua desa mengirimkan ibu-ibu PKKnya untuk mengikuti lomba ini, dan Alhamdulillah kegiatan pun berjalan lancar. “
    Disoal tentang tempat kegiatan, Cucu menjelaskan, idealnya tempat kegiatan ada di kecamatan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa ada kegiatan di kecamatan, namun karena aula kecamatan yang dibangun pada tahun anggaran 2014 ini sangat sempit hanya berukuran sekitar 6 x 6  meter saja dengan jendela kaca yang tertutup tanpa AC (Air Condicioner) hingga udara didalam ruangan akan sangat panas. Dan karena sempitnya ruangan aula kecamatan ini dipastikan pula tidak akan mampu menampung peserta lomba yang cukup banyak, belum termasuk suporter karena dari masing-masing desa juga mengikut sertakan para suporternya. “Sehingga kami pun memindahkan lokasi kegiatan PKK ini di Balai Desa Bangunjaya. “Terang Cucu.
    Diharapkan Cucu, mudah-mudahan untuk kegiatan-kegiatan ke depannya kantor Kecamatan  Langkaplancar yang baru ini bisa dilengkapi juga dengan ruangan aula yang memadai. “Dan tentunya ini akan menjadi kebanggaan warga langkaplancar. “Kta Cucu. (ODS)

MALING SATRONI SMKN 1 PANGANDARAN, DIPERKIRAKAN KERUGIAN CAPAI 200 JUTA

    PANGANDARAN. Aksi kawanan maling pembobol sekolah dini hari kemarin beraksi (14/03) menyatroni SMKN 1 Pangandaran (SMK Kelautan-red) yang terletak di jalan Merdeka samping kantor Koramil Pangandaran dengan kerugian sekitar ratusan juta rupiah.
    Menurut keterangan Kepala SMKN 1 Pangandaran, Nana Supena Dipayana, S.Pd, MM, kejadian tersebut diperkirakan sekitar  jam 2.00 dini hari dan pelaku lebih satu orang.” Kejadian ini baru pertama kali menimpa sekolah kami, sehingga kami pun tidak menyangka karena  sekolah kami dijaga satpam setiap malam nya, “Ungkap Nana. (14/3)
    Lebih lanjut Nana menjelaskan, ruangan yang dibobol maling tersebut berada diruang 3 tempat akan diselenggarakannya ujian nasional (UN) berbasis komputer. Dalam ruanga terdapat 40 unit laptop  untuk sarana ujian siswa dan semuanya raib digondol maling, semua laptop tersebut masih baru dan  belum dipakai satu kali pun. “ 25 unit merk acer dan 15 laptop merk lanovo, kalau di uangkan diperkirakan sekitar 200 jutaan. “Terang Nana.
    Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang satpam yang kebetulan dapat giliran jaga malam saat kejadian pembobolan tersebut. Menurutnya,  ruang yang dibobol  maling tersebut terletak  di pinggir gedung sekolah yang berdekatan dengan lahan kosong yang sepi, sehingga maling pun mungkin leluasa masuk dengan cara mematahkan besi teralis baja. padahal menurut satpam tersebut, ia dengan dua rekannya sampai pukul 1.00 masih ngobrol dan tidak tidur hingga diketahui sekitar jam 7.30 pagi kaget ternyata sekolah yang ia jaga kemalingan. “Kami merasa heran kok teralis baja sampai bisa patah, engga tahu pakai alat apa karena kami tidak mendengar bunyi apa-apa sepanjang malam. “Ungkapnya.(AGE)

MILAD PP RIYADUSSALIKIN GELAR TADABUR ALAM

   
PANGANDARAN -   Dalam rangka Milad Pondok Pesantren Riyadussalikin XXXIII dan SMA Ksatria Nusantara I kembali digelar kegiatan Tadabur Alam VII  yang ditujukan kepada siswa SMA/Sederajat, SMP/Sederajat, dan SD/Sederajat se Kabupaten Pangandaran, termasuk ada juga peserta yang diundang dari luar Pangandaran.
    Kegiatan yang mengusung tema 'Alam Terbentang Jadikanlah Guru' dilaksanakan pada tanggal 12-13 Maret 2016  di  kampus Pondok Pesantren Riyadussalikin dan SMA Ksatria Nusantara Padaherang.
Peserta Tadabur Alam VII ini diikuti sekitar 250 siswa SMA/Sederajat, 325 orang siswa SMP/Sederajat, dan 300 orang siswa SD/Sederajat. Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial Pondok Pesantren Riyadussalikin dan SMA Ksatria Nusantara dengan lingkungan sekitar khususnya santri dan pelajar juga sebagai bentuk praktek nyata dari teori yang telah didapatkan dalam rangkaian mata pelajaran yang telah disampaikan.
     Luthfi Fauzi, S.HI., MM, selaku Pendiri SMA Ksatria Nusantara dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadussalikin mengatakan, Target Tadabur Alam  ini diharapankan terjadi pengenalan lingkungan alam dan lingkungan sosial mereka, sehingga mampu memiliki kesadaran sosial dan rasa syukur yang mendalam akan kebesaran ciptaan Allah. " Yang pada prakteknya memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya. Upaya inilah yang dirintis dan menjadi tujuan utama pelaksanaan kegiatan  tadabur alam yang rutin dilaksanakan, yakni mempersiapkan siswa-siswi agar memiliki keterpanggilan mental dalam mencintai bangsa dan negaranya yang bermuara pada kesadaran bela Negara" ujar Luthfi
.    Disampaikan Luthfi, Upaya bela negara harus dilakukan dalam kerangka pembinaan WNI yang memahami dan menghayati serta yakin untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Pembinaan tersebut salah satunya dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam rangka membangun karakter bangsa yang unggul, terhadap peserta didiknya sebagai generasi penerus bangsa dan negara. Hal ini kata Lthfi, merupakan upaya yang harus dilakukan secara terus menerus, bertahap, bertingkat dan berkelanjutan (nation and character building is a never ending process) guna menjaga keutuhan dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
     Penyelenggaraan pendidikan bela negara lanjut Luthfi,  tidak saja ditunjukkan untuk menghasilkan kualitas manusia Indonesia yang dapat mengembangkan kemampuan dan kesediaan untuk mempertahankan dan membela bangsa, Negara, dan tanah air, tetapi juga memberikan bekal sebagai warga Negara Indonesia yang baik, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan kehidupan bangsa dan Negara serta membangkitkan motivasi dan dedikasi berupa rasa turut memiliki, rasa ikut bertanggung jawab serta turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional guna mewujudkan suatu masyarakat yang tata tentram kertaraharja. "Pelaksanaan kegiatan Tadabur Alam VII berlangsung ini berkat kerjasama SMA Ksatria Nusantara, Pondok Pesantren Riyadussalikin, Brigade Santri Nusantara, DPD II Barisan Patriot Bela Negara Kab. Pangandaran, Saka Wana Bakti Kawali Kab. Ciamis" pungkas Luthfi (ODS)

MENTERI SUSI PUJIASTUTI TENGGELAMKAN KAPAL DI KAMPUNG HALAMAN

     
PANGANDARAN., Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sekitar kembali menenggelamkan kapal sekitar jam 12.00 senin siang ini. Kali ini kapal raksasa berukuran 1.300 GT bernama MV Viking ditenggelamkan setengah badan saja,  dan kali ini menteri KKP ini memilih lokasi penenggalan kapal tersebut di kawasan pantai barat Kabupaten Pangandaran Jawa barat kampung halamannya."Ini adalah sebuah perwujudan komitmen Indonesia bahwa kapal yang dikejar interpol bertahun-tahun, berkat komitmen dan koordinasi yang baik  antara AL, kepolisian, kejaksaan, bakamla, dalam satgas 511 membuktikan IUU Fishing harus kita tumpas. “Ungkap Susi dalam sambutannya.(14/3).
    Dikatakan Susi, sebelumnya kapal tersebut sudah 13 berganti nama, 12 kali berganti bendera dan delapan kali berganti Call Sign. Artinya, kapal ini berstatus kapal stateles wesel atau kapal tanpa negara. “Penangkapan kapal ini merupakan hasil kerjasama dengan ILO IFC Singapura dan menjadi target operasi interpol Norwegia. “Lanjut Susi.
    Kapal penangkap ikan yang akan ditenggelamkan tersebut, tiba di Pantai Pangandaran Ahad (13/3) sekitar pukul 13.00 WIB  dari Jakarta yang dikawal KRI Sutanto. Peneggelaman kapal pencuri ikan tersebut ditenggelamkan di sekitar Bantu Mandi sekitar kawasan pasir putih dengan disaksikan oleh masyarakat umum sebagai bagian dari acara pesta nelayan pangandaran.
    Menurut Susi, ilegal fhising bukan hanya sekedar pencurian ikan saja, tapi juga telah membuat laut Indonesia terpanjang kedua di dunia tapi hanya bisa menghasilkan tangkapan ikan nomer tiga di asia tenggara. Dan ilegal fhising pun telah membuat satu dari tiga anak Indonesia dari tahun 2003-2013 lahir dengan ukuran kecil, “Hari ini saya akan menjalankan kepercayaan pemerintah Indonesia, presiden Jokowidodo yang telah tegas memerintahkan bahwa tidak boleh lagi ada kapal-kapal pencuri ikan di perarian indonesia. “Tegas Susi.
    Ilegal fishing pun menurut Susi, telah membuat Indonesia tidak bisa merefleksikan wilayah  dengan luas laut terluas kedua du dunia, telah membuat nelayan yang mengandalkan hidup  dari sehatnya sumber daya perikanan laut tidak lagi mendapat kesejahteraan.
    Sementara Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP, Fuad Himawan menambahkan, kapal perikanan FV Viking ini selain mendapatkan Purple Notice dari Interpol juga diduga melakukan pelanggaran di wilayah Indonesia, yaitu melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah WPPNRI tanpa disertai dokumen resmi dari pemerintah dan melakukan pelanggaran penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, tidak sesuai dengan persyaratan, “Atau standar yang ditetapkan untuk alat penangkapan ikan yang secara berturut turut tertuang pada Uundang-undang nomer  tahun 2004 Perikanan pasal 93 ayat 4 dan Pasal 85.”terang Fuad. (hiek-Pangandarannews)

LONGSOR GUNUNG GOBANG AKIBAT PENEBANGAN POHON ?

    
PANGANDARAN. Gunung Gobang, gunung yang berlokasi di Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya tepat berada di tapal batas Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran. Di kaki gunung adalah pemukiman penduduk 2 Dusun yakni Cibaregbeg Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya dan Dusun Cikadu Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Pada minggu lalu (8/3), di gunung tersebut sudah terjadi bencana longsor yang menimbun hampir seluruh pasilitas umum dan lahan area pertanian milik masarakat.
    Menurut saksi mata, Yono (41) warga Dusun Cikadu Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, pada hari selasa  bulan pebruari saat hujan deras mengguyur area sekitar gunung tersebut, mengakibatkan sebagian area PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) Gunung Gobang terjadi longsor. Longsoran tanah yang membawa material kayu yang roboh disertai limbah sisa  penebangan pohon pun bergerak terbawa air hujan ke tempat yang landai menyapu segala yang dilewatinya termasuk jalan, sawah, ladang dan kolam milik warga menjadi korban keganasan alam yang marah ini. “Banyak kayu glondongan dan sisa penebangan yang terseret hanyut derasnya longsoran. “Ungkap Yono.(12/3).
    Malah, lanjut Yono, Dikawasan Kabupaten Tasikmalaya longsor tersebut menutupi jalan Bangbayang, jalan yang menghubungkan Kecamatan Karangjaya dengan Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya, jalur lalu lintas pun praktis lumpuh total. Saat kejadian tersebut 3 buah sepeda motor yang melintas di jalan bangbayang ini dikabarkan hilang terbawa longsor. “Beruntung pemilik motor berhasil menyelamatkan diri dengan bersusah payah menghindar dari derasnya longsoran tanah dan kayu-kayu tersebut. “Imbuh Yono.
    Yono yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan,   di wilayah Dusun Cikadu Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran longsoran gunung gobang telah meluluhlantakan lahan lahan milik masyarakat seperti sawah dan kolam. “Seluruh material longsoran masuk ke sawah-sawah dan kolam milik masarakat. “Terang Yono lagi.
    Longsoran tanah ditambah potongan kayu yang tumbang dan limbah sisa penebangan hutan pun tersert terbawa air hujan. “Longsor juga menutupi gorong-gorong jembatan serta merendam area pesawahan yang sebentar lagi memasuki musim panen dan kolam-kolam  ikan air tawar budidaya masyarakat. “ Kata Yono lagi.
    Akibat musibah ini, menurut Yono, kerugian yang diderita  masarakat pemilik sawah dan kolam yang sekarang telah menjadi rata ditaksir ratusan juta. “ Sementara penanganan pembersihan jalan dan sungai dari limbah akibat longsor dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. “Kata Yono.
    Hal tersebut dibenarkan Deni Hendra (40) Stap Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar, menurutnya sejauh ini pihak pemerintahan desa masih menunggu laporan dari Kepala Dusun Cikadu terutama mengenai data-data kerugian masyarakat yang kemudian akan kami laporkan ke dinas terkait baik melalui kantor kecamatan ataupun langsung ke Pemkab Pangandaran melalui dians yang berkompteten. “Mudah-mudahan pemerintahan memberi bantuan pada semua korban lonsong gunung gobang ini. “Kata Deni. (ODS)


AUDENS DENGAN DPRD PANGANDARAN, FPDS MINTA NORMALISASI HARIM LAUT KARANGTIRTA DESA SUKARESIK

   
PANGANDARAN. Dalam rangka menjawab isyu yang selama ini berkembang di masarakat tentang penyalahgunaan kawasan harim laut dan sungai,  sekitar 30 warga Desa Sukaresik  yang tergabung  dalam Forum Peduli Desa Sukaresik dan Harim Pantai (FPDS) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran untuk mengadakan audens dengan beberapa anggota wakil rakyat.
    Dalam kesempatan tersebut FPDS datang membawa misi masarakat sukaresik yakni memperjuangkan kawasan harim sungai yang keberadaannya sekarang sudah menjadi hak milik dan bersertifikat diterima langsung oleh Ketua DPRD, Iwan M. Ridwan, S.Pd, M.Pd. “FPDS sengaja datang menyampaikan aspirasi warga agar bisa didengar oleh wakil rakyat. “Ungkap salah seorang perwakilan FPDS, Jumono.(11/3).
    Disampaikan Jumono, tanah harim pantai sekarang sudah menjadi hak milik yang dikuasai orang berduit  jelas itu sangat merugikan masyarakat Desa Sukaresik, tanah harim pantai yang telah menjadi hak milik perorangan tersebut sekitar 5 hektar. “Dalam kesempatan audens dengan DPRD,  FPDS  mengajukan 5 tuntutan terhadap pemerintah kabupaten Pangandaran."Terang Jumono.
    Ditambahkan Jumono, kelima tuntutan tersebut, antara lain, satu, agar pemerintah mencabut kembali penerbitan sertifikat hak milik (SHM) tanah atas nama:  Iing Solihin no sertifikat 167 blok karang tirta kav.4 Desa Sukaresik,  Fatmawati no sertifikat 170 blok bulak laut kav 2 Desa Sukaresik,  Iwan Setiawan no 168 blok Karangtirta kav 5 Desa Sukaresik, Dede Rochlia no sertifikat 169 blok Karang tirta kav 1 desa Sukaresik dan Onih no sertifikat 171 blok bulak laut kav 3 Desa Sukaresik, karena  tanah yang di  tercantum di setipikat tersebut semuanya berada di blok Karangtirta dan blok bulak laut merupakan harim/sempadan pantai yang dilindungi.
    Kedua, menyita dan atau menertibkan tanah terkena abrasi dan kemudian melakukan pengurugan oleh seorang/sekelompok yang mengaku pemilik tanah tersebut.
    Ketiga, pemerintah bersama aparat berwenang segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap mereka yang telah melakukan penebangan pohon-pohon langka yang dilindungi jenis brogondolo, babangkongan yang telah berumur ratusan tahun serta penebangan mangrove serta tindakan pengrusakan     atas nama hasil program penghijauan/reboisasi.
Keempat, meminta Pemda Kabupaten Pangandaran untuk mengkaji kembali pemberian ijin prinsip pemanfaatan lahan sebelum permasalahan sosial akibat status tanah selesai, dan
    Kelima, meminta Pemda kabupaten Pangandaran untuk tetap mempertahankan Karangtirta sebagai obyek wisata alam dengan tetap mempertahankan adat dan budaya  demi menunjang serta sesuia dengan visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadikan wisata dunia yang berbasis budaya dan kearifan lokal. “Intinya, kembalikan harim laut tersebut kepada fungsi awal sebagai kelangsungan pelestarian alam serta salah satu destinasi wisata pantai. “Kata Jumono. (AGE-PNews)


DIDI SUKARDI KETUA AMS DISTRIK CIAMIS

CIAMIS - Didi Sukardi, SE ditetapkan sebagai ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Ciamis pada acara musyawarah Distrik AMS ke IX  yang digelar di Gedung Golkar Ciamis, Rabu (09/03). Didi merupakan calon tunggal, setelah pada proses pendaftaran calon hanya ia yang mendaftar dan mendapat dukungan lebih dari 7 rayon.

Proses terpilihnya Didi hanya dihadiri oleh 13 rayon dari 26 rayon (Pengurus Kecamatan). Karena persyaratan kuorum setengah plus satu dan hak suara ditambah satu dari Pengurus pusat sehingga berjumlah 14, maka Didi sah ditetapkan sebagai Calon tunggal serta berhak ditetapkan sebagai ketua terpilih AMS Distrik Ciamis periode 2016 -2020.

"Ada 5 poin yang menjadi cita - cita saya untuk membesarkan AMS Ciamis" ujar Didi yang juga anggota DPRD Propinsi Jawa Barat ini.

Keempat poin tersebut kata Didi, yakni,  Ide dan gagasan dalam kontek konsolidasi organisasi sampai sub rayon. Membangun eksistensi AMS dengan melibatkan berbagai pihak dari mulai sesepuh, Pendiri dan anggota dalam peningkatan kinerja organisasi. AMS harus memiliki kesiapan dalam membela NKRI sehingga tertanam dalam jiwa-jiwa generasi muda. Dan terakhir, Sehebat apapun AMS kedepan tidak akan bisa mengalahkan kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan oleh para pendahulunya.

"Saya ulangi, sehebat apapun AMS kedepan tidak akan bisa mengalahkan kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan oleh para pendahulu sebelumnya" ujar Didi berkali-kali. (Aep-Pangandaran News)

MARAKNYA EKSPLOITASI ALAM, HATI-HATI BAHAYA LONGSOR

   
PANGANDARAN. Kegiatan eksploitasi alam kini semakin marak terlihat di beberapa tempat di Kabupaten Pangandaran dengan dalih untuk pembangunan. Pengerukan tanah untuk pemadatan di daerah lainnya kerap terlihat dengan hilir mudiknya kendaraan yang mengangkut puluhan bahkan mungkin ratusan kubik tanah, sekali lagi, dengan alasan pembangunan.
    Ekosplotasi pengerukan bukit untuk diambil tanah (cabluk)nya dengan menggunakan berbagai alat berat tanpa memperhatikan dampak negatif  dari eksploitasi tersebut, apalagi perbukitan yang  berada dipinggir jalan, seperti yang terjadi di lintasan jalan utama yang menghubungkan antara Kecamatan Cijulang dan Cimerak, tepatnya di daerah Pasir Gadung Dusun Nagrog Kecamatan Cijulang. “Ini sangat berbahaya, dikhawatirkan nantinya akan terjadi longsor karena tekstur tanah perbukitan tersebut sangat labil apalagi saat sekarang musim hujan, “Ungkap Sarman salah seorang aktifis asal Parigi.(9/3).
             Disesdalkan Sarman,  eksploitasi perbukitan ini seolah tidak ada pihak yang kurang peduli dan serta kurangnya pengawasan dari Pemkab Pangandaran, yang jelas ini sangat berbahaya jika akibatnya nanti akan terjadi longsor. “ Tepat di bawah bukit itu ada jalan raya yang terbilang padat orang berkendaraan, jika terjadi longsor dikhawatirkan ada korban jiwa. “Kata Sarman.
    Hal senada dikatakan Ujang, warga Nagriog, ia mersa risih dengan keadaan tersebut
karena bisa mengancam jiwa bila terjadi longsor, seperti halnya saat kejadian longsor tahun lalu walau tidak memakan korban jiwa hanya memacetkan arus lalu lintas saja karena material longsorang tanah dan batu dari bukit menimbun seluruh badan jalan. ” Semoga pemerintah segera melihat ke lokasi sebelum bencana yang ditakutkan itu terjadi. “ Imbuh Ujang. (AGE-PNews)

TANGGUNG JAWAB SIAPA ? JALAN RUKSAK LAHIRKAN PUNGLI JALANAN


    PANGANDARAN. Akibat jalan ruksak antara Gunungkelir-Pangleseran Desa Parigi atau jalur lain seperti jalan Cibatu – Ciwilis Kecamatan Langkaplancar, sebagian masarakat memanfaatkannya dengan menjual “jasa” perbaikan jalan tersebut berharap ada pengguna jalan yang mau berbaik hati melemparkan uang recehan. “Jalan ini memang belum ada perbaikan sejak pangandaran memisahkan diri dari ciamis. “Kata Huda.(40), salah salah seorang warga Desa Karangkamiri, (8/3).
    Fenomena masarakat yang memanpaatkan buruknya sarana transfortasi ini memang bukan hal baru, biasanya ini dilakukan oleh sekelompok remaja pengangguran berharap mendapat tambahan sekedar membeli rokok. “Kami juga melakukan perbaikan alakadarnya dengan batu dan tanah agar jalan bisa dilalui oleh pengendara. “Ungkap salah seorang remaja.
    Entah siapa yang memulai, yang pasti “para petugas” tersebut melakukan “retribusi” tanpa pernah berpikir yang dilakukan tersebut benar atau salah, sementara pihak-pihak yang berkompeten pun seakan menutup mata. Padahal jika tahu aturannya, serupiah pun ada kutipan uang dari masarakat harus memakai aturan yang memayunginya. Dan tak jarang para pengguna jalan pun menggerutu sebab mereka dianggap hanya memanfaatkan situasi saja, bahkan tidak jarang terkesan memaksa. "Seharusnya pemerintah cepat tanggap agar hal seperti itu tidak terjadi. "Ungkap salah seorang pengendara. (ODS)

RETRIBUSI WISATA MANGROVE ILEGAL ?

   
PANGANDARAN. Siapa yang bertanggungjawab atas wisata Joging Trek Jembatan Mangrove Sanghyangkalang Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran
    Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Kabupaten Pangandaran Kementrian Kelautan dan perikanan kabupaten Pangandaran yang berlokasi di Kecamatan Cijulang  kini telah menjadi tujuan wisata baru dipopulerkan dengan nama “Joging Trek Jembatan Mangrove” setidaknya nama itu yang terbaca di baligo pintumasuk lokasi PRPM.
    Jika masuk kedalamnya, pengunjung akan dipungut biaya masuk sebesar Rp.5000 per orang tanpa tiket atau karcis, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Untuk satu sepeda motor dikenakan biaya parkir sebesar Rp.3000 tentu untuk roda 4 berbeda taripnya
    Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan, siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas pengelolaan wisata tersebut? Kenapa tidak ada selembar tiketpun yang diberikan pengelola kepada wisatawan yang berkunjung, lalu kemana dan untuk apa uang yang dipungut itu diperuntukan?  Yang pasti, tanpa payung hukum atau aturan yang jelas, pengelola PRPM sudah menarik retribusi dari setiap pengunjung yang masuk ke area tersebut.
    Disoal hal tersebut,  Agus yang dipercaya di tempat tersebut hanya mengatakan bahwa Joging Trek Jembatan Mangrove dikelola oleh Karangtaruna. “Saya hanya tahunya seperti saja. “Ungkap Agus singkat
    Benar atau tidaknya itu dikelola Karangtaruna, yang pasti penarikan retribusi pariwisata PRPM tersebut tidak ada paying hukumnya alias ilegal.
     Ditemui usai mengikuti Rapat paripurna DPRD di gedung da'wah Cijulang (31/3), Kepala Dinas KPK, Ir. Adi Nugraha, M.Pd mengatakan, pihaknya tidak tahu persis tentang karcis masuk dan juga peruntukannya  wisata mangrove tersebut .
    Menurut Adi, memang sebelumnya ia hadir dalam pembahasannya. tapi secara rinci pihaknya tidak mengikuti perkembangannya. "Nanti saya akan tinjau kembali ke lapangan. "Kata Adi singkat. (ODS)

PELAKSANAAN PIN DI PANGANDARAN BERJALAN LANCAR

    
PANGANDARAN - Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016 digelar serentak mulai Selasa, 8 sampai 15 Maret mendatang. PIN dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, tidak terkecuali di pangandaran.  Hasil pantauan Pangandaran News dibeberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran, kegiatan PIN berjalan lancar. Terlihat dari antusiasme warga yang datang ke Posyandu.
     Seperti pelaksanaan di Kecamatan Mangunjaya,  Pemda melalui Dinas Kesehatan setempat dan seluruh kader telah melakukan persiapan sejak dini. Khusus di Puskesmas Mangunjaya yang mencakup pelayanan di lima desa, yakni Sindangjaya, Jangraga , Mangunjaya, Sukamaju, dan Desa Kertajaya melaksanakan PIN Polio selasa (8/3). Bukan hanya kesiapan jumlah vaksin polio tetes, tetapi kesiapan kader posyandu yang akan menjalankan program PIN tersebut. "Di kecamatan Mangunjaya kami menyiapkan 31 personil petugas kesehatan dengan data balita sebanyak 1886 orang" ungkap  Kepala Puskesmas Mangunjaya Dr. Eka Supriatna.
    Ditambahkan Eka, dari 31 pos PIN yang siap memberikan pelayanan imunisasi polio kepada balita, keberadaannya tersebar di tiap Posyandu. Sementara yang diperbolehkan mendapatkan pelayanan imunisasi polio yakni minimal berusia lima tahun. Jika di usia tersebut anak memenuhi syarat namun sedang mengalami sakit, kader posyandu harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan puskesmas. "Jika sakit, bisa ditunda. Nanti waktunya ada sendiri, yakni mulai tanggal 10 sampai 15 Maret. Yang jelas jika ada anak sakit jangan dipaksakan, biar diperiksa dulu oleh dokter" ujar Eka.
     Lebih lanjut di katakan Eka,Imunisasi ini tiada lain bertujuan untuk membentuk antibodi di dalam tubuh supaya kebal dari berbagai macam penyakit (Toni/PNews)

JEJE-ADANG BUPATI DAN WAKIL BUPATI PALING KOMPAK

   
PANGANDARAN. Pada acara pembubaran tim sukses Jihad di villa Kalijati milik H. Yos Rosby, Bupati Pangandaran mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran adalah pasangan paling kompak dibanding dengan pimpinan daerah lain di jabar. “Saya pernah jadi anggota DPRD, Ketua DPRD dan wakil bupati dan setelah saya berkeliling ternyata bupati-wakil bupati pangandaran paling solid. “Kata Jeje. (5/3).
    Kepada masarakat yang hadir, Jeje-Adang mengatakan, bupati dan wakil bupati siap melaksanakan janji dan visi-misi yang diucapkan saat kampanye beberapa waktu yang lalu. “Tapi jangan nagih sekarang, kami bekerja baru 2 minggu..”Ucap Jeje.
    Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq, menuturkan bahwa memang betul bupati-wakil bupati pangandaran pasangan yang kompak dibanding dengan di daerah lain. “Saya kemarin-kemarin keliling di jawa barat, dan kalau dibandingkan ternyata Jeje-Adang adalah pimpinan daerah yang paling kompak. “Ungkap Taufiq.
    Dalam sambutan sebagai ketua Tim Kemenangan Jihad pada acara pembubaran tersebut,Taufiq mengatakan,  dengan modal kekompakan tersebut merupakan modal awal untuk membangun pangandaran lebih hebat. “Jika pangandaran ingin hebat, maka bupati dan wakil bupatinya pun harus hebat. “Imbuh Taufiq.
    Sementara salah seorang warga masarakat Desa Cibenda Kecamatan Parigi, Udeh Mulyono mengungkapkan rasa bangga sekaligus terharunya melihat pasangan Jeje-Adang yang begitu solid. “Sebagai warga saya merasakan keinginan warga yang lainnya agar kekompakan ini selalu terjaga untuk melaksanakan janji-janji serta visi-misi yang diucapkan saat kampanye. “Kata Udeh.
    Ditambahkan Udeh, pelaksanaan program pemerintah pun akan bisa ringan jika menjadi tanggung jawab semua. Pemerintah, DPRD, Tokoh agama, kalangan intelektual dan seluruh elemen ikut berperan baik secara langsung atau tidak dalam pembangunan pangandaran. “Semua lapisan harus menyatukan komitmen untuk kemajuan pangandarn ke depan. “Ungkap udeh. (hiek-PNews).

ADA AMS DI SEKOLAH-SEKOLAH UMUM

  PANGANDARAN. Ada hal baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Pangandaran, yakni AMS (Ajengan Masuk Sekolah), kenapa tidak ? dalam menciptakan anak didik yang berkarakter dan berahlak baik harus ada upaya dari semua kalangan. “Nantinya pendidikan agama akan lebih ditambahkan pada lembaga pendidikan umum. “Kata Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(5/3).

Ditemui pada acara pembubaran Tim Sukses JIHAd, di hadapan masarakat Jeje manyampaikan, nantinya di sekolah-sekolah umum ada tambahan belajar “sakola agama” untuk menambah ilmu agama pada peserta didik di tiap-tiap sekolah. “Ini salah satu upaya dan tanggung jawab pemerintah pangandaran pada dunia pendidikan. “Ungkap Jeje lagi.

Diharapkan, menurut Jeje, dengan anggaran 20 % dari APBD untuk dunia pendidikan bisa meningkatkan IPM hususnya di bidang pendidikan. Hal tersebut dirasa sangat penting mengingat pendidikan memegang peran penting dalam membentuk karakter daerah dan karakter bangsa. “Kita harus menomer satukan pendidikan pada anak-anak kita untuk masa depannya. “Tegas Jeje. (hiek-PNews).

Jeje Wiradinata: “BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN SATUKAN CARA PANDANG…”

  
  PANGANDARAN. Sekarang sudah tidak ada lagi “salam tiga jari”, karena persoalan politik yang menyangkut pilkada pangandaran sudah selesai. Sekarang tinggal bersama-sama memikirkan dan manata bagaimana membuat pangandaran lebih hebat. 
    Hal tersebut diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya pada acara pembubaran Tim Sukses JIHAD di villa Kalijati Kecamatan Sidamulih  milik tokoh pemekaran, H. Ros Rosbi. “Saya bersama wakil bupati serta dibantu aparat pemerintahan akan bekerja keras mewujudkan sistim pemerintahan yang tentunya berorientasi untuk kesejahteraan seluruh warga panangandaran. “Ungkap Jeje.(5/3).
    Dikatakan Jeje, tidak mudah membangun tatanan dalam satu daerah otonomi baru. Menyatukan persepsi dan cara pandang dalam menata kelola sistim pemerintahan, semua harus berada pada satu garis lurus. “Kami di pemerintahan sekarang sedang menyamakan cara pandang agar kebijakan yang nanti dihasilkan akan berdiri dalam satu pola, satu format dan satu karakter,  “Kata Jeje lagi.
    Menurut Jeje, pemerintahannya nanti siap menerima masukan dan kritik dari siapa saja asal melalui mekanisme yang sudah diatur. Baik lembaga formal atau non formal bisa memberikan masukan pada kebijakan bupati-wakil bupati. “Begitu juga dalam pembuatan anggaran daerah jangan sampai ada kebijakan yang akan membawa kita pada persoalan hukum. “Sambung Jeje.
    Bupati dan wakil bupati, lanjut Jeje, harus ada pada satu garis lurus. Begitu juga dengan seluruh aparat pemerintahan dan DPRD. “Mari bersama-sama kita bangun pangandaran. “Ajak Jeje. (hiek-PNews)

H.YOS ROSBY SERUKAN REKONSILIASI POLITIK PANGANDARAN

     PANGANDARAN.Politik dapat menjadi ajang untuk saling serang antar satu dan lainnya, terutama saat memperebutkan kekuatan dan kekuasaan, karena  tidak jarang para elit politik mengesampingkan kesantunan dalam konflik yang sedang terjadi atau mengabaikan kepentingan serta tujuan mulia berpolitik itu sendiri, yaitu untuk kesejahteraan rakyat. Padahal elit politik dan pemangku kepentingan merupakan pemuka masyarakat yang memiliki nurani dan tanggung jawab, dan politisi pun perlu memberikan nilai-nilai kesantunan dalam berpolitik untuk pendidikan publik.
    Hal tersebut dikatakan H. Yos Rosbi saat ditemui dalam acara pembubaran Tim Sukses JIHAD di kediamannya, Villa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. “Pilkada sudah usai, mari kita bersatu kembali untuk bersama-sama membangun pangandaran ke depan. “Ungkap Yos. (5/3).
    Dikatakan Yos, dengan menyatukan kekuatan seluruh elemen yang ada, kemajuan pangandaran pun akan cepat tercapai, karena tugas membangun bukan hanya tugas pemerintah saja. Dan jika hal tersebut dikerjakan dengan melibatkan seluruh kekuatan dan potensi yang ada, niscaya cita-cita pemekaran yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat akan mudah dilalui. “Ruh pemekaran adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masarakat pangandaran. “Ungkap Yos lagi.
    Karena, sambung Yos, seluruh program seperti raskin, wajar pendidikan 12 tahun, pelayanan kesehatan gratis dan lainnya tidak hanya diperuntukan para pendukung JIHAD saja, tapi untuk kemaslahatan masarakat seluruhnya. “Silahkan cek ke sekolah, rumah sakit atau ke desa-desa apakah masarakat ditanya dulu kemarin mendukung siapa saat menerima program tersebut ? kan tidak..”Kata Yos.
    Ditambahkan Yos, kemenangan JIHAD bukanlah kemenangan orang per orang atau kelompok, tapi kemenangan seluruh warga Kabupaten pangandaran. (hiek-PNews)

SULITNYA MENGEMBALIKAN UANG TABUNGAN SISWA, CORENG DUNIA PENDIDIKAN

 PANGANDARAN. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, pribahasa tersebut menjadi jargon yang yang bisa melekat di benak anak didik dan memang mudah untuk dibuktikan. Setiap hari siswa menabung sehingga banyak siswa di akhir tahun yang memiliki uang tabungan jutaan bahkan puluhan juta rupiah  di sekolahnya,
  
    Tabungan siswa sebagai sebuah upaya bangaimana membangun karakter siswa untuk gemar menabung dipandang sebagai sebuah upaya  yang positif, sejauh ini hal tersebut masih dilegalkan di sekolah-sekolah.
    Namun upaya tersebut ternyata  tidak selamanya berjalan mulus seperti niat awalnya, di beberapa sekolah uang tabungan siswa terkadang menjadi masalah yang serius untuk dipantau dan diawasi secara serius agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengeloaanya sehingga bermasalah pada akhirnya. Di ahirnya pelajaran pun banyak pihak sekolah tidak bisa mengembalikan uang tabungan siswa akibat pengelolaan yang buruk dan prilaku oknum yang tidak bertanggungjawab.
    Hal tersebut diakui Yoyo Heryadi.S.Pd  Kepala UPTD Disdikbudpora Kecamatan Langkaplancar Kabupaten pangandaran, hal tersebut tentunya akan menjadi preseden buruk pada dunia pendidikan.“Saya sudah berminggu-minggu ini merasa susah tidur memikirkan masalah yang berkaitan dengan pengelolaan tabungan Siswa. “Ungkap Yoyo.
    Menurut pantauan diwilayah kerjanya, diperkirakan masih ada sekolah yang berpotensi bermasalah dalam mengembalikan uang tabungan siswa pada akhir tahun pelajaran bulan Juni tahun 2016 ini.
     Ditambahkan Yoyo, sebenarnya hal tersebut adalah pekerjaan kepala sekolah tetapi jika pihak sekolah tidak bisa mengembalikan tepat pada waktunya (karena uangnya tidak ada), maka hal itu akan menjadi masalah kepada kedinasan. “Makanya kami berencana dalam waktu dekat akan memanggil para kepala sekolah yang berpotensi bermasalah dalam pengelolaan uang tabungan siswa.. “Tegas Yoyo.
    Hal ini sengaja dilakukan, menurut Yoyo, bukan maksud untuk menyudutkan atau dipersalahkan seseorang,  tapi pemanggilan ini justru sebagai upaya dalam rangka pihak sekolah dan UPTD mencari akar masalahnya kemudian bersama-sama juga dalam mencari  jalan keluarnya,  sehingga  sekolah pun nantinya dapat mengembalikan uang tabungan siswa tersebut tepat pada waktunya. “Sebab jika tidak demikian tentunya ini akan menjadi masalah besar secara umum bagi dunia pendidikan. “Kata Yoyo lagi.
    Dan saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang berpotensi bermasalah. “Kami pun sudah mempunyai catatan beberapa nama sekolah yang dianggap bermasalah, dan dalam waktu tidak terlalu lama kami akan memanggil kepala sekolah tersebut. “Pungkas Yoyo.. (ODS)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN