MILAD PP RIYADUSSALIKIN GELAR TADABUR ALAM

   
PANGANDARAN -   Dalam rangka Milad Pondok Pesantren Riyadussalikin XXXIII dan SMA Ksatria Nusantara I kembali digelar kegiatan Tadabur Alam VII  yang ditujukan kepada siswa SMA/Sederajat, SMP/Sederajat, dan SD/Sederajat se Kabupaten Pangandaran, termasuk ada juga peserta yang diundang dari luar Pangandaran.
    Kegiatan yang mengusung tema 'Alam Terbentang Jadikanlah Guru' dilaksanakan pada tanggal 12-13 Maret 2016  di  kampus Pondok Pesantren Riyadussalikin dan SMA Ksatria Nusantara Padaherang.
Peserta Tadabur Alam VII ini diikuti sekitar 250 siswa SMA/Sederajat, 325 orang siswa SMP/Sederajat, dan 300 orang siswa SD/Sederajat. Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial Pondok Pesantren Riyadussalikin dan SMA Ksatria Nusantara dengan lingkungan sekitar khususnya santri dan pelajar juga sebagai bentuk praktek nyata dari teori yang telah didapatkan dalam rangkaian mata pelajaran yang telah disampaikan.
     Luthfi Fauzi, S.HI., MM, selaku Pendiri SMA Ksatria Nusantara dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadussalikin mengatakan, Target Tadabur Alam  ini diharapankan terjadi pengenalan lingkungan alam dan lingkungan sosial mereka, sehingga mampu memiliki kesadaran sosial dan rasa syukur yang mendalam akan kebesaran ciptaan Allah. " Yang pada prakteknya memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya. Upaya inilah yang dirintis dan menjadi tujuan utama pelaksanaan kegiatan  tadabur alam yang rutin dilaksanakan, yakni mempersiapkan siswa-siswi agar memiliki keterpanggilan mental dalam mencintai bangsa dan negaranya yang bermuara pada kesadaran bela Negara" ujar Luthfi
.    Disampaikan Luthfi, Upaya bela negara harus dilakukan dalam kerangka pembinaan WNI yang memahami dan menghayati serta yakin untuk menunaikan hak dan kewajibannya. Pembinaan tersebut salah satunya dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam rangka membangun karakter bangsa yang unggul, terhadap peserta didiknya sebagai generasi penerus bangsa dan negara. Hal ini kata Lthfi, merupakan upaya yang harus dilakukan secara terus menerus, bertahap, bertingkat dan berkelanjutan (nation and character building is a never ending process) guna menjaga keutuhan dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
     Penyelenggaraan pendidikan bela negara lanjut Luthfi,  tidak saja ditunjukkan untuk menghasilkan kualitas manusia Indonesia yang dapat mengembangkan kemampuan dan kesediaan untuk mempertahankan dan membela bangsa, Negara, dan tanah air, tetapi juga memberikan bekal sebagai warga Negara Indonesia yang baik, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan kehidupan bangsa dan Negara serta membangkitkan motivasi dan dedikasi berupa rasa turut memiliki, rasa ikut bertanggung jawab serta turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional guna mewujudkan suatu masyarakat yang tata tentram kertaraharja. "Pelaksanaan kegiatan Tadabur Alam VII berlangsung ini berkat kerjasama SMA Ksatria Nusantara, Pondok Pesantren Riyadussalikin, Brigade Santri Nusantara, DPD II Barisan Patriot Bela Negara Kab. Pangandaran, Saka Wana Bakti Kawali Kab. Ciamis" pungkas Luthfi (ODS)

Related

berita 490068801498186242

Posting Komentar

emo-but-icon

item