Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Bertugas Di Lokasi Beresiko Tinggi, Puluhan Anggota Balawista Pangandaran Ikut Sertifikasi Profesi Keselamatan Wisata Tirta

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di gedung Touris Information Center (TIC), 50 anggota Balawista di Kabupaten Pangandaran mengikuti sertifikasi profesi sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam penyelamatan wisatawan di kawasan wisata tirta.

Para anggota Balawista yang menjalani rangkaian uji kompetensi meliputi verifikasi administrasi serta praktik langsung di lapangan, dan kegiatan ini bertujuan memastikan para petugas memiliki kemampuan standar dalam menjalankan tugas penyelamatan di destinasi wisata berisiko tinggi.

Kepada awak media, Ketua Umum Balawista Nasional, Ade Ervin mengatakan, sertifikasi profesi ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas anggota Balawista sebagai pemandu keselamatan wisata tirta.

Saat ini, katanya, Balawista melakukan sertifikasi profesi terhadap 50 anggota Balawista. 

"Mereka ini berada dalam wadah organisasi Balawista, dengan profesi sebagai pemandu keselamatan wisata tirta," terang Ade. (28/04/26).

Ade menambahkan, kegiatan ini tentunya menjadi bentuk dukungan Balawista Nasional terhadap pembangunan sektor pariwisatabkhususnya wisata tirta di Indonesia.

Dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata juga, menurut Ade, memberikan perhatian besar terhadap aspek keselamatan wisatawan terutama di lokasi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Keberadaan kami di kawasan wisata tirta ini sangat penting, karena harus bertugas di lokasi yang memiliki potensi bahaya bagi kesempatan wisatawan," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Anisa Pitri mengungkapkan, pelaksanaan sertifikasi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

Anisa menyebut, proses sertifikasi mencakup tahapan peningkatan kapasitas, seperti upskilling, reskilling, dan upgrading, yang kemudian diakhiri dengan asesmen berbasis kompetensi.

"Kami ingin memastikan, mereka yang sudah mengikuti asesmen benar-benar kompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelamat wisata tirta," ungkap Anisa.

Anisa juga berharap, melalui sertifikasi ini seluruh anggota Balawista Pangandaran mampu memberikan pelayanan keselamatan yang profesional.

"Yang pada ujungnya dapat meningkatkan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung di daerahnya masing-masing," ucapnya. (hiek)








 


Ratusan Anggota P2RWP Datangi Disparbud Pangandaran, Tanyakan Pendataan Rencana Relokasi Usaha Jasa Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Kelompok pengusaha wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Rental Wisata Pangandaran (P2RWP), tadi siang menggeruduk Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran. (27/04/26). 

Kedatangan P2RWP ini, karena mereka merasa tidak puas dengan pendataan yang dilakukan tim dari Pemda Pangandaran terkait pendataan yang bertujuan untuk rencana relokasi lapak pengusaha wisata jasa rental di Pantai Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala Disparbud Pangandaran, Dadan Sugistha, alasan mereka datang berhubungan dengan pendataan sewa ATV, motor, odong-odong dan lain-lain di obyek wisata Pantai Pangandaran.

Para pengusaha rental wisata ini, jelas Dadan, dengan membawa data yang mereka miliki dan membandingkan dengan data yang ada di Disparbud. 

"Mungkin ada miss komunikasi soal pendataan ini,” kata Dadan, kepada sejumlah wartawan.(27/04/26).

Dadan menyebut, tim pendataan sendiri bukan hanya dari Disparbud tapi juga dari Pemkab Pangandaran.

“Jadi dari pemerintah daerah, dari kita ada 3 orang yang dilibatkan dalam pendataan itu,” imbuhnya.

Dadan menjelaskan, hasil pendataan tersebut selalu dilaporkan kepada bupati dan pendataan itu dinamis. Mungkin saja pas pendataan kamarin, kebetulan tidak hadir di lapangan.

Namun, Dadan menjamin, pendataan tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data yang mereka miliki. 

“Dan terkait dengan kepastian rencana penataan tersebut, baru dalam kajian,” terangnya.

Sementara itu, Ketua P2RWP Pangandaran, Dedi Heryadi yang akrab disapa Darto mengatakan, pihaknya tidak pernah menghalangi rencana penataan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Disoal kedatangan P2RWP ke kantor Disparbud, menurutnya, ingin menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban sangat real dan tidak fiktif.

Dedi mengaku, di lapangan ada simpang-siur bahwa anggotanya sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya tidak bertambah dan cenderung berkurang. Namun waktu pendataan, ada yang hilang data keanggotaannya.

“Kami hanya berharap data yang ada di paguyuban jangan sampai ada yang hilang, relokasi silahkan saja yang penting jangan sampai dijauhkan kami dengan rezeki untuk kehidupan kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, data anggota pengusaha wisata jasa rental ATV semuanya ada 309 namun ada satu kelompok yang berjumlah 52 mencuat muncul data hanya 35 anggota.

Pihaknya berharap, dari pendataan ini bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan paguyuban. 

*Apalah arti sebuah pembangunan yang diberikan pemerintah kalau tidak berimbas positif pada masyarakatnya,” tegasnya. (hiek) 


 

Setelah Vakum Di Tahun 2025, Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Kembali Digelar

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam pemilihan atau Ajang Mojang Jajaka ternyata bukan sekadar adu paras, karena  selain gemerlap panggung adddaa misi besar untuk “menjual” wajah Pangandaran ke dunia luar.

Inilah salah satu yang ada dalam gelaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Pangandaran 2026,  yang digelar di Hotel Grand Palma, Pantai Barat Pangandaran. (24/04/26).

Saat menyaksikan langsung gelaran ini, terlihat pada para peserta tampil dengan totalitas tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik merek di ajang yang menjadi pintu menuju malam grand final yang bakal digelar 25 April 2026. 

Seperti disampaikan oleh Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Pangandaran, Panji Arum,  di tahun 2025 ajang ini sempat vakum dan tahun 2026 ini bisa kembali digelar.

“Karena kita butuh perwakilan terbaik untuk maju di tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Saat ini, kata Panji, para peserta tidak hanya bermodalkan penampilan saja. Tetapi harus mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) handal serta kemampuan komunikasi yang baik.

“Penilaian pun bukan hanya sebatas fisik, tapi harus mempunyai kapasitas untuk mempromosikan budaya dan potensi daerah,” imbuhnya.

Panji menjelaskan, para peserta ini digembleng dengan nilai-nilai penting. Mulai dari ngamumule budaya, bangga berbahasa Sunda, sampai memahami kearifan lokal masyarakat Pangandaran.

Tak cukup sampai di situ, tambah Panji, mereka juga dituntut jadi teladan. Artinya, jajaka mojang harus siap tampil di depan publik dengan karakter kuat, berwawasan luas, dan sikap yang mencerminkan generasi muda berkelas.

"Jadi mojang Jajaka Pangandaran 2026 bukan sekadar kontes, namun ajang pembentukan duta pariwisata," ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugista, menyampaikan, even ini juga sebagai panggung pembuktian para jajaka-mojang yang sesungguhnya.

Tidak cukup sekadar elok paras, menurutnya, juga dituntut soal budi pekerti, kecintaan pada tanah air, dan kemampuan bagaimana cara mempromosikan daerah.

Dadan menginginkan Pangandaran tidak hanya dikenal karena pantainya saja, masih banyak potensi lain yang siap dijual ke wisatawan. 

"Mulai dari wisata sungai, gunung, kekayaan alam, hingga kuliner khas yang jadi identitas kuat daerah," tegasnya.

Ia juga berharap agar jajaka bisa  menjadi corong promosi, bukan hanya memperkenalkan tapi juga mampu menarik wisatawan datang ke sini.

"Dengan gaya komunikasi yang baik dalam penyampaian tentang Pangandaran mereka diharapkan bisa menjadi daya tarik pariwisata,"ucap Dadan.(hiek)




Usai Lebaran, Saat Libur Panjang Pantai Pangandaran Kembali Diserbu Ribuan Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Sepekan usai libur Lebaran beberapa waktu lalu, objek wisata Pantai Pangandaran kembali diserbu wisatawan saat momen libur panjang awal bulan April 2026 ini.

Tampak arus wisatawan Sejak Jumat (03/04/26) mulai terlihat memadati jalur menuju kawasan wisata, tampak antrean panjang kendaraan pun sudah terjadi di pintu masuk yang didominasi mobil pribadi. 

Kepadatan kendaraan pun terus meningkat hingga hari Sabtu dan Minggu (05/04/26), pantai pun penuh lautan wisatawan di setiap destinasi wisata yang ada di Kanu Pangandaran.

Salah satunya di kawasan Pantai Barat Pangandaran, ribuan wisatawan tumpah ruah di sepanjang bibir pantai. Mereka menikmati liburan dengan berbagai aktivitas, mulai dari berenang, bermain pasir, hingga menaiki kuda dan perahu pesiar menuju Pasir Putih.

Salah seorang wisatawan asal Kota Bandung, Daniel (32) mengaku memilih Pangandaran sebagai destinasi liburan keluarga karena selain pantainya indah juga aman dan nyaman.

"Kebetulan libur lebaran kemarin kami hanya main di dalam kota saja, jadi ya sekarang kami datang ke Pangandaran," ungkap Daniel, yang berlibur bersama keluarganya.(05/04/26)

Jarak tempuh yang relatif dekat dan menjadi pilihan wisata keluarga, Daniel menyebut, adalah salah satu alasan ia dan keluarganya memilih Pangandaran.

"Entan yang keberapa kalinya kami datang kesini, pangandaran memang ngangenin," akunya.(hiek)


Hindari Distandarisasi, Mulai 1 April 2026 Tarif Watersport Pantai Pangandara Resmi Ditetapkan

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama pelaku usaha watersport beberapa waktu lalu resmi menetapkan standar tarif wahana wisata bahari di Pantai Pangandara, kebijakan ini berlaku efektif 1 April 2026.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, penetapan tarif seperti yang tertuang dalam surat edaran hasil musyawarah antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan kenaikan biaya operasional, perawatan alat, serta peningkatan standar keselamatan.

Ia mengatakan, penetapan tarif ini sudah melalui kesepakatan bersama dengan pelaku usaha, terutama mempertimbangkan aspek keselamatan wisatawan dan keberlanjutan usaha.

Sarlan menjelaskan, di dalam aturan terbaru sejumlah tarif wahana telah diseragamkan. Diantaranya, untuk banana boat dipatok Rp50 ribu per orang, paket tiga permainan Rp100 ribu per orang, jetski Rp450 ribu per 15 menit, jetcar Rp500 ribu per 15 menit, parasailing Rp750 ribu per trip, flying fish Rp500 ribu per trip, dan play board Rp1,5 juta per trip.

"Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian harga, namun merupakan langkah strategis menjaga kualitas layanan wisata," ungkap Sarlan.(31/03/26)

Menurutnya, standar harga yang seragam ini penting agar tidak terjadi disparitas tarif di lapangan yang selama ini kerap membingungkan wisatawan.

Dan dengan adanya kepastian harga ini, imbuhnya, wisatawan pun akan merasa lebih nyaman dan pelaku usaha terdorong meningkatkan kualitas pelayanan.

"Dalam surat edaran ini, seluruh penyedia jasa watersport diwajibkan memperbarui informasi tarif pada setiap media promosi baik langsung maupun digital sesuai waktu pemberlakuan kebijakan," katanya.

Sarlan juga mengatakan, pemerintah daerah memastikan tarif tersebut sudah termasuk pajak dan asuransi sehingga wisatawan dapat menikmati wahana dengan aman dan nyaman.

Melalui kebijakan ini, Sarlan berharap kepercayaan wisatawan meningkat dan sektor pariwisata bahari di daerah tersebut tumbuh secara berkelanjutan tanpa istilah “harga tembak di tempat”. (hiek)



Libur lebaran 1447 H, Obyek Wisata Pangandaran Dipadati Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki hari ketiga libur Lebaran 1447 HHH, obyek wisata Pantai Barat Pangandaran terus dipadati pengunjung. Kepadatan tersebut berdampak pada meningkatnya laporan orang hilang sementara, terutama anak-anak yang bermain di tepi pantai. Data petugas mencatat, lebih dari 40 anak dilaporkan terpisah dari orang tua.

Tidak hanya anak-anak, sejumlah wisatawan dewasa juga mengalami kejadian serupa. 

Salah satunya Radiansyah, wisatawan asal Rancaekek yang kehilangan adiknya berusia 16 tahun di sekitar Pos 3 Pantai Barat.

Menurut Radiansyah, kronologis peristiwa itu terjadi saat mereka berenang bersama keluarga. Adiknya yang bernama Risma sempat mencari anggota keluarga lain tetapi tidak kembali ke lokasi semula.

Saat ini, kata Radiansyah, ia masih melakukan pencarian dan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang berpatroli.

"Semoga petugas bisa segera menemukan adik saya," ungkapnya.(24/03/26)

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polres Pangandaran bergerak cepat melakukan penanganan. Semua petugas yang ada di setiap pos pengamanan pun secara rutin mengumumkan ciri-ciri wisatawan yang terpisah melalui pengeras suara.

terpisah, Kapolres Pangandaran, Ikrar Potawari menyampaikan, sebagian besar laporan berhasil ditangani dengan baik. Dan wisatawan yang terpisah pun dapat ditemukan kembali setelah dilakukan pengumuman identitas atau ciri-ciri melalui pengeras suara.

"Sebagai langkah antisipasi, kami dari Polri, TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta penjaga pantai terus meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan," terang Kapolres.

Selain itu, imbuh Kapolres, rambu larangan berenang berupa bendera merah juga diperbanyak di sepanjang garis pantai.

Kapolres juga mengimbau wisatawan khususnya orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak dan anggota keluarga lainnya di tengah keramaian guna menjaga keselamatan selama liburan.(hiek)


Jelang Libur Libur Lebaran, Pemkab Pangandaran Siapkan Skema Baru Di Kawasan Wisata Pantai

PANGANDARANNEWS.COM - Menjelang libur Lebaran 2026 yang tinggal beberapa hari lagi, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai berbenah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi membludaknya jumlah kunjungan wisatawan. Salah satu fokus utama pada penataan aktivitas pedagang di kawasan Pantai Barat, dengan tujuan menjaga kenyamanan serta kelonggaran ruang bagi aktivitas wisata para pengunjung.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Irna Kusmawati, penertiban tersebut dilakukan agar wisatawan tetap bisa menikmati area pantai tanpa terhalang oleh lapak pedagang.

Irma mengatakan, beberapa pedagang yang berjualan terlalu ke depan pantai diminta mundur, ada yang tujuh meter atau ada yang sepuluh meter.

"Ini dimaksudkan agar wisatawan tetap punya ruang untuk menikmati pantai," ujar Irna kepada sejumlah wartawan, di gedung Touris Information Center (ITC) Pangandaran (17/03/26).

Tak hanya mengatur jarak lapak, terang Irma pemerintah daerah juga menetapkan aturan terkait penggunaan tikar di area wisata pantai oleh para pedagang. Tikar tidak lagi boleh langsung digelar, sebelum ada wisatawan yang benar-benar memang akan memanfaatkannya sebagai tempat duduk.

"Selain itu, jumlah peralatan yang dibawa pedagang ke area pantai juga akan dibatasi," imbuhnya.

Irma menegaskan, dalam kebijakan tersebut setiap pedagang dibatasi hanya boleh membawa dua payung serta dua set meja dan kursi untuk disewakan kepada pengunjung.

Seperti diketahui, imbuhnya, saat ini terdapat sekitar 446 pedagang yang menggantungkan aktivitas usahanya di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

"Dan penataan tidak hanya difokuskan di Pantai Barat, tetapi juga diterapkan di kawasan wisata Batu Karas.

Di lokasi tersebut juga pihaknya akan melakukan penertiban terhadap parkir perahu nelayan yang sebelumnya kerap menjorok ke badan jalan dan mengganggu arus kendaraan.

"Perahu-perahu yang diparkir sampai menjorok ke jalan akan kita tata kembali, karena mengganggu lalu lintas dan yang pasti trotoar harus tetap digunakan oleh pejalan kaki," pungkasnya.(hiek)





Hadapi Libur Lebaran, Pemda Pangandaran Fokus Persiapkan Keamanan Objek Wisata

PANGANDARANNEWS.COM - Pangandaran sudah lama dikenal menjadi daerah tujuan wisata, dan menjadi kawasan wisata yang tentunya harus memberikan kenyamanan dan kegembiraan bagi wisatawan. Rasa aman ini tentu menjadi keniscayaan, agar wisataan saat liburan tidak berujung sebuah insiden atau kecelakaan.

Dengan hal tersebut tentu Pemkab Pangandaran pun harus memberikan atensi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan saat libur lebaran, khususnya pencegahan kecelakaan laut. Pengawasan terkait area aktivitas wisata pun selayaknya diperketat, seiring prediksi meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

Saat diminta tanggapannya terkait hal ini, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, manajemen wisata menjadi fokus pemerintah dalam menyambut libur Lebaran tahun ini terutama menyangkut keselamatan dan keamanan wisatawan yang berenang di pantai.

Bukannya tidak beralasan, menurut bupati, karena tahun kemarin banyak kejadian kecelakaan. 

Untuk keperluan tersebut, bupati mengaku sudah meingatkan semua stakeholder terutama Disparbud untuk memastikan kenyamanan wisatawan di Pangandaran terjaga dengan baik.

Kejadian yang terjadi sebelumnya, seperti di Pasir Putih saat wisatawan terseret arus harus, menurutnya, seharusnya sudah bisa diantisipasi dan dihindari sejak dini. 

"Untuk itu, kami sudah mengarahkan SKPD terkait agar bekerja dengan baik di lapangan," ucapnya.(13/03/26)

Selain itu pemerintah daerah pun menjalinkerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Balawista, Basarnas, hingga pelaku wisata agar senantiasa saling menjaga.

Bupati menyebut, pihaknya pun akan menambah spanduk imbauan di lokasi larangan berenang dan pemantauan di zona merah (kawasan dilarang berenang). 

Dan karena keterbatasan personil lifeguard, bupati juga meminta bantuan pelaku usaha wisata untuk saling mengingatkan antara satu dengan lainnya.

Sementara Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyampaikan atensi pada yang paling krusial ini,  keselamatan wisatawan dalam melakukan aktivitas di area wisata. "Kami harap tahun ini zero insiden,” ucapnya.

Dalam menjalankan tugasnya Polri tidak bisa berjalan sendiri, sehingga, pihaknya memohon agar semua pihak membantu menjaga keselamatan wisatawan. “Pos-pos pengamanan kami sudah disiapkan di sejumlah titik untuk berbagai laporan,” terangnya.

Dari data yang ada, angka kecelakaan laut di Pantai Pangandaran meningkat pada 2025 dibanding 2024. 

"Ada sembilan korban dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam dan jenis insiden lainnya," jelasnya.(hiek)

Masih Terus Lakukan Penataan Wisata, Pemkab Pangandaran Relokasi 40 Perahu Nelayan Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM – Masih dalam penataan pariwisata menyambut libur Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana merelokasi sekitar 40 perahu nelayan yang selama ini berada di kawasan Pantai Batukaras ke lokasi baru di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sanghyang Kalang.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Relokasi tersebut, ungkap bupati, merupakan bagian dari penataan kawasan wisata Batukaras yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Pangandaran.

"Mungkin ada sekitar 37 hingga 40 perahu nelayan yang saat ini berada di area pantai akan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan di sekitar TPI Sanghyang Kalang," terangnya.(09/03/26)

Dan rencana relokasidi dekat TPI yang sawah-sawah itu, imbuhnya, nanti akan diurug dulu agar bisa digunakan untuk tempat perahu nelayan.

Dalam relokasi ini, menurut bupati, Pemkab Pangandaran menargetkan proses relokasi tersebut dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga seluruh perahu nelayan sudah berada di lokasi baru.

Selain perahu nelayan, kata bupati, Pemerintah Daerah Pangandaran juga berencana melakukan penataan para pedagang yang berada di kawasan Pantai Batukaras. Namun, untuk relokasi pedagang masih menunggu kesiapan tempat yang akan dijadikan kawasan berjualan.

“Untuk pedagang kita masih menunggu kesiapan tempatnya,” ujarnya.

Bupati juga berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di sekitar Pantai Batukaras. (hiek)


Untuk Kenyamanan Dan Estetika Wisata, Pemkab Pangandaran Akan Tata Ulang Pedagang dan Perahu Nelayan di Pantai Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk kenyamanan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan menata ulang pedagang dan perahu nelayan di kawasan Pantai Batukaras menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. 

Selain untuk kenyamanan, penataan ini juga dilakukan untuk meningkatkan estetika kawasan wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini merupakan hasil kesepakatan antara pedagang, nelayan, dan Pemkab Pangandaran dalam musyawarah yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras.

"Kami semua sepakat, dan para pedagang pun siap ditertibkan dan ditata kembali," kata bupati. (23/02/26).

Selain pedagang, sebanyak 33 perahu nelayan pun akan dipindahkan ke lokasi yang lebih tertata. 

Menurut bupati, penataan ini harus dilakukan karena aspek estetika yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Pantai Batukaras.

Saat ini, terang bupati, puluhan perahu itu berada di blok Batukaras dan sebagian posisinya menghalangi badan jalan. Dan dipastikan sebelum lebaran nanti, ini akan ditertibkan agar tidak lagi mengganggu akses jalan.

Sementara untuk relokasi pedagang, imbuh bupati, Pemkab Pangandaran berencana menempatkan mereka di sekitar TPI Sanghiyangkalang. Namun, rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut dan menunggu izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami akan mengajukan izin terlebih dahulu ke Pemprov Jabar terkait pemindahan pedagang ini," jelas bupati. (hiek)






Soal Limbah di Pantai Barat, PHRI Sebut Pemda Pangandaran Belum Punya Blueprint

PANGANDARANNEWS.COM - Saat diminta komentarnya terkait limbah di Pantai Barat Pangandaran, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana ataqu yang akrab dipanggil Agus Savana  menegaskan, limbah tersebut bukan berasal dari hotel saja.

Agus mengatakan, permasalahan limbah di kawasan wisata Pantai Pangandaran merupakan masalah lama yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Dan celakanya, hotel kerap dijadikan kambing hitam meski hampir seluruh hotel sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Padahal kawasan wisata Pangandaran kan bercampur juga dengan rumah penduduk, WC umum, dan berbagai aktivitas lain yang juga menghasilkan limbah,” jelasnya, kepada awak media.(03/02/26).

Ia menambahkan, saat musim liburan atau hight season lonjakan  kunjungan wisatawan memang berpotensi membuat kapasitas IPAL hotel melampaui batas. Namun kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi limbah rumah tangga dan fasilitas umum yang masuk ke saluran drainase yang sama, sehingga terkesan itu aliran dari hotel saja.

Agus menyebut, pihaknya sudah melakukan pengecekan di sejumlah saluran air di kawasan wisata Pantai Pangandaran dan ternyata sumber limbah tersebut berasal dari berbagai titik bukan hanya dari area hotel.

Intinya, kata Agus, akar persoalan justru terletak pada buruknya tata kelola drainase di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran.

"Hujan sebentar saja pasti banjir, Ini kan menandakan drainase tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Padahal secara geografis, menurut Agus, Pangandaran memiliki karakter tanah berpasir yang harusnya mampu menyerap air dengan cepat. Dan selain itu kawasan wisata Pangandaran ini dikelilingi laut dan dilintasi sungai besar yang secara alami menjadi titik pembuangan air sehingga kalau hujan deras 30 menit sampai satu jam saja sudah tergenang itu tidak wajar. 

"Sungai dan laut adalah titik terendah, tapi air hujan tidak terdistribusi dengan baik ke sana,” jelasnya.

Agus menyebut, kondisi ini tentu menguatkan dugaan bahwa sistem drainase di kawasan wisata Pangandaran belum bagus dan tidak berfungsi optimal.

Harusnya, imbuh Agus, ada blueprint yang jelas. Saluran ke mana, titik terendah di mana dan induknya dibuang ke mana. 

"Dan itu yang sampai sekarang belum jelas,” tegasnya lagi.(hiek)

Untuk Kenyamanan Wisatan, Pemda Pangandaran Akan Tata Kembali Pedagang di Pantai Karapyak

PANGANDARANNEWS.COM - Para pedagang yang biasa berjualan di Objek Wisata Pantai Karapyak akan ditata kembali oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariiwsata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan tata kelola kawasan di obyek wisata agar lebih tertib dan bersih.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya.(22/01/26)

Menurutnya, penataan tersebut meliputi pengaturan lokasi berjualan, penertiban bangunan semi permanen dan serta jarak lapak pedagang agar tidak mengganggu akses pengunjung dan panorama pantai. 

Ia menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat agar proses penataan berjalan humanis tanpa merugikan para pedagang.

"Pantai Karapyak merupakan salah satu destinasi unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ungkapnya.

Obyek wisata pantai Karapyak juga, kata Dadan, harus memiliki kenyamanan, keindahan, keamanan dan memiliki estetika yang baik yang pada ujungnya kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

Ia mengatakan, penataan ini bukan untuk mematikan usaha pedagang tetapi justru untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih rapi, nyaman, dan memiliki estetika menarik sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Selain penataan pedagang, imbuhnya, Disparbud juga mendorong peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan dengan mengimbau pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan pantai serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya bersyukur karena ternyata pedagang di Pantai Karapyak menyambut baik langkah tersebut, meski berharap pemerintah tetap memberikan solusi agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan," ujarnya.

Dadan juga berharap penataan ini dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Pangandaran, Bangi menambakan, pihaknya menemukan sedikitnya ada 8 bangunan kios baru di bagian selatan jalan wisata serta 31 kios yang menumpang di tanah warga. Dan kemunculan bangunan baru bermula dari adanya 5 pedagang yang menempati kios milik Pemerintah Pangandaran, sehingga keberadaannya memunculkan polemik pedagang.

“Keberadaan kios ternyata memicu konflik pedagang lainnya yang merasa tidak adil jika ada kios di sebelah selatan jalan," terangnya.(hiek)

Lampaui Target PAD 2025, Pangandaran Sedot 2,6 Juta Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Selama tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran mencapai 2,6 juta wisatawan, dan jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Seperti diketahui pada tahun 2024 lalu, jumlah kunjungan ke Kabupaten Pangandaran mencapai 1,6 juta, itu berarti lebih sedikit dibanding kunjungan tahun 2025.

Objek wisata pantai Pangandaran masih unggul yang paling banyak dikunjungi dibandingkan destinasi lain, jumlahnya mencapai 1,7 juta wisatawan lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang hanya mencapai 1 juta wisatawan.

Dan kunjungan paling tinggi terjadi di bulan April dimana saat itu sedang momen libur lebaran, yang totalnya mencapai 626 ribu pengunjung.

Sementara Waktu terbanyak kunjungan kedua tentu saja pada bulan Desember dengan 359 ribu wisatawan datang ke Pangandaran, tentu saja dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sebaliknya, pada bulan Maret merupakan masa paceklik bagi pariwisata Kabupaten Pangandaran dengan jumlah kunjungan hanya mencapai 17 ribu wisatawan mengingat saat itu merupakan bulan Ramadhan.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran Sarlan menyampaikan, target Penghasilan Asli Daerah (PAD) tahun ini mencapai Rp42 miliar dan realisasinya mencapai Rp 45 Miliar lebih.

Sarlan menyebut target pendapatan dari retribusi wisata sudah tercapai 100 persen, bahkan melampaui target pada momen Nataru tahun lalu, untuk tahun 2024 hanya Rp 25 Miliar.

"Pada momen libur Nataru kemarin wisatawan tidak terlalu membeludak tetapi terus berdatangan secara berangsur karena kondisi cuaca," kata Sarlan, saat dihubungi lewat telepon selulernya.(04/01/26)

Sementara salah seorang pengusaha wisata di Pangandaran, Satimin mengaku sangatlah berbeda, saat malam pergantian tahun baru kunjungan sepi karena malam tahun baru lebih didominasi oleh warga lokal.(hiek)

Disparbud Catat, Saat Ini Ada 83 Obyek WBTB Di Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Warisan budaya leluhur memberikan cermin dentitas suatu daerah, dan jati diri suatu daerah tersebut tercermin dari seberapa banyak warisan budaya leluhurnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Sugeng Yudistira, saat melaksanakan sosialisasi dan pendaptaran perlindungan Warisan Budaya Tak Benda ( WBTB) bersama Disparbud Provinsi Jawa Barat.

Kata Sugeng, hal ini diselenggarakan untuk menginfentarisir warisan budaya leluhur yang ada di wilayah pangandaran.

Sementara, jelas Sugeng, WBTB  berdasarkan data yang ada di Disparbud Kabupaten Pangandaran tercatat sebanyak 83 objek.

"Dan jumlah ini kemungkinan besar karena masih banyak yang belum terdata," ucapnya.(26/11/25)

Ia menyebut, dari data tersebut yang telah terdaftar dan didata di pokok kebudayaan sebanyak 17 objek. Dan ini terjadi karena masih ada kekurangan dokumen pendukung untuk lolos verifikasi karena belum lengkap deskripsi tentang karya budaya yang dimiliki.

Sugeng juga berharap, kedepan semua warisan budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran mendapat perlindungan dan segera ditetapkan. Artinya ketika nanti sudah di tetapkan dan mendapat perlindungan, budaya warisan leluhur ini menjadi hak cipta sehingga daerah lain tidak bisa mengklaim budaya leluhur kabupaten Pangandaran.

"Dan tentunya kedepan akan menjadi daya tarik wisatawan wisatawan sehingka di harapkan mampuh mendongrak Penghasilan Daerah, khususnya dari sektor budaya," tegaasnya.(Tn)

Hari Libur Sekolah, Namun Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Masih Sepi

PANGANDARANNEWS.COM - Kawasan obyek wisata Pantai Pangandaran di masa libur sekolah hari ini terlihat mulai berangsur sepi dibandingkan dengan keramaian pada akhir pekan kemarin, hari Sabtu dan Ahad tanggal 29–30 Juni 2025.

Penurunan jumlah pengunjung ini turut dirasakan oleh berbagai pelaku usaha di sektor wisata, mulai dari pedagang kaki lima, penyewa jasa wahana ATV, hingga pengelola penginapan. Beberapa lapak dagangan terlihat tutup lebih awal, dan sebagian lainnya mengurangi stok dagangannya karena menyesuaikan dengan kondisi pengunjung yang tidak seramai sebelumnya.

Menariknya, cuaca cerah hari ini justru belum mampu mendorong lonjakan wisatawan. Setelah sehari sebelumnya kawasan Pangandaran diguyur hujan sejak pagi hingga sore, namun hari ini langit kembali bersahabat dan matahari bersinar terang. Namun, cuaca yang mendukung belum cukup memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Dede, seorang pedagang makanan ringan di sekitar pantai mengatakan, meskipun wisatawan masih ada namun suasananya tidak sepadat hari sebelumnya. 

"Hari ini masih ramai, tapi tidak seramai kemarin," ujarnya, sambil membereskan dagangannya. (01/07/25)

Ia menyebut ,sebagian besar pengunjung yang datang hari ini berasal dari Bandung dan sekitarnya.

Kendati tren penurunan ini terjadi, para pelaku usaha tetap optimis dan mereka tetap berharap kunjungan wisatawan akan kembali meningkat seiring mendekatnya akhir masa liburan sekolah. 

Pangandaran dengan pesona alam dan pantainya yang memikat, masih menjadi pilihan favorit bagi wisatawan domestik terutama keluarga dari kota-kota besar di Jawa Barat.(harisfirdaus)

Pangandaran Onthel Tour, Identitas Baru Wisata Ramah Lingkungan Bernilai Budaya

PANGANDARANNEWS.COM-Pangandaran Onthel Tour, sebuah konsep wisata ramah lingkungan dan bernilai budaya di Pangandaran Jawa Barat. Berikut beberapa poin penting:

Konsep Wisata Pangandaran Onthel Tour menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dengan menggunakan sepeda onthel sebagai simbol budaya, dan konsep ini mengajak wisatawan menikmati keindahan alam, suasana pedesaan serta nuansa tempo dulu secara santai dan mendalam.

Selain itu Wisata Pangandaran Onthel juga merupakan wujud pemberdayaan lokal wisata ini termasuk komunitas sepeda onthel, pelaku UMKM, dan pemilik homestay.

Menurut salah seorang anggota, Pangandaran Onthel Tour malah mampu membantu membentuk identitas baru Pangandaran sebagai destinasi wisata ramah lingkungan, kaya budaya, dan autentik.

Di dalam pikirannya ia juga terobsesi sebuah keinginan di tengah gempuran wisata modern yang serba cepat wisata, Pangandarana tampil menawarkan sesuatu yang berbedasebuah perjalanan menyusuri waktu dengan sepeda onthel. 

"Sepeda tua bergaya klasik ini bukan hanya alat transportasi tetapi simbol budaya yang kini dijadikan daya tarik wisata unik di salah satu destinasi andalan Jawa Barat,"ungkapnya.(14/06/25)

Pangandaran Onthel Tour hadir sebagai bentuk “slow tourism”, menurutnya, mengajak wisatawan menikmati keindahan alam, suasana pedesaan, dan nuansa tempo dulu secara lebih santai dan mendalam. Sepeda onthel yang dikayuh pelan menyusuri jalan-jalan desa, pantai, dan area konservasi, memberikan pengalaman berbeda dari wisata mainstream.

Dan tak hanya bersepeda, ia meenyebut, wisatawan juga bisa mengenakan busana jadul, mencicipi kuliner khas, hingga berfoto di spot-spot bersejarah. Aktivitas ini menjadikan Pangandaran tidak hanya indah secara visual tapi juga kuat secara emosional dan kultural.

"Dan upaya ini tidak hanya memperkaya citra wisata Pangandaran tetapi juga memberdayakan warga lokal," ucapnya.

Ia menmbahkan, anggota komunitas sepeda onthel sendiri, antara lain pelaku UMKM dan pemilik homestay yang kini memiliki panggung untuk berkembang. Dan branding destinasi melalui sepeda onthel terbukti efektif dalam menarik wisatawan yang mencari keaslian dan kedekatan dengan budaya lokal, karena dengan pendekatan ini Pangandaran perlahan membentuk identitas baru sebgai destinasi wisata ramah lingkungan, kaya budaya, dan autentik. 

"Jadi, sepeda onthel ini bukan sekadar kendaraan lama namun ia juga bisa menjadi kendaraan masa depan untuk pariwisata yang berkelanjutan," imbuhnya.(harispirdaus)


Ciptakan Wisata NZE, Green Canyon Pangandaran Terapkan Eco Green Tourism

PANGANDARANNEWS.COM - Obyek wisata Green Canyon yang ada di Kabupaten Pangandaran merupakan destinasi wisata sungai favorit yang selalu diserbu para wisatawan, baik domestik atau wisatawan manca negara (wisman) 

Green Canyon yang tepatnya berada di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang dengan waktu tempuh sekitar 50 menit dari obyek wisata pantai Pangandaran yang juga biasa disebut Cukang Taneuh ini memiliki magnet kunjungan teruama saat hari libur dan akhir pekan.

Keindahan Green Canyon ini antara lain di beberapa titik sungai tampak ada mulut gua dengan hiasan alam suara gemericik tetesan mata air yang tak pernah surut. Terlebih di saat musim kemarau, Green Canyon akan membuat wisatawan terpesona karena selain airnya yang hijau jernih juga membawa suasana tenang dan sejuk.

Untuk tetap menjaga keindahan alam ini Pemda Kabupaten Pangandaran pun menggandeng PLN m agar Green Canyon menjadi pariwisata Net Zero Emission (NZE), sehingga oerahu wisata yang tadinya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite kini cukup menggunakan baterai listrik sehingga nantinya objek wisata Green Canyon bisa menjadi obyek wisata Eco Green Tourism.

Seperti disampaikan General Manager PLN UID Jawa Barat, Susiana Mutia, pihaknya sangat bangga bisa menginisiasi program Eco Green Tourism Green Canyon.

ECO Green Tourism Green Canyon ini, kata Susiana, tak hanya mendukung pengembangan pariwisata di wilayah Pangandaran namun PLN juga mendorong  terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

"Dan program ini merupakan bagian dari transformasi besar PLN untuk mewujudkan NZE pada 2060," ungkapnya, saat ditemui di Green Canyon.(18/10/24)

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengadopsi lifestyle yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan dan konversi ke mesin listrik. 

Dan dalam program ini, menurutnya, PLN melakukan berbagai inisiatif penting seperti konversi mesin perahu konvensional ke mesin Listrik, pemasangan SPLU dan SPBKLU. Kemudian, pemasangan PLTS Atap, pemanfaatan FABA untuk infrastruktur di Dermaga 1 dan 2 serta memberikan kompor induksi dan edukasi tentang electrifying lifestyle kepada para pelaku UMKM di sekitar kawasan Green Canyon. 

Tentu semua ini bertujuan untuk menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya indah dan nyaman tapi juga ramah lingkungan namun sekaligus juga mendukung efisiensi operasional para pelaku wisata dan meningkatkan kenyamanan bagi para wisatawan.

Ia juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan program ini mulai dari Pemda Kabupaten Pangandaran, para pelaku UMKM, Pokdarwis serta dukungan dari PLN Grup, karena tanpa adanya kolaborasi yang baik program Eco Green Tourism ini tentu tidak akan berjalan dengan sukses.

"Kami berharap program Eco Green Tourism di Pangandaran ini dapat menjadi contoh yang inspiratif bagi kawasan wisata lainnya di Indonesia," ungkap Susiana. 

Masih di tempat yang sama, PJs Bupati Pangandaran Benny Bachtiar mengatakan, paling tidak ada dua dampak positif dengan adanya konferensi dari bahan bakar minyak mesin perahu ke listrik tersebut.

Pertama ekosistem di Green Canyon akan tetap terjaga, dan yang kedua dari sisi operasional akan lebih murah. 

"Tentun para pelaku usaha wisata pengusaha perahu di Green Canyon pun akan dapat keuntungan lebih baik lagi," kata Beni.(hiek)




Banyak Destinasi Yang Bisa Dikunjungi, Jadi Salah Satu Daya Tarik Wisata Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Tak hanya wisata pantai saja yang diburu wisatawan yang datang, namun sejumlah destinasi (tujuan) wisata lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran kini sudah dikenal dan menjadi tujuan pengunjung.

Selain wisata pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, Tanjung Cemara di Desa Sukaresik Kecamatan Sukaresik, pantai Batuhiu di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, pantai Bojongsalawe Kecamatan Parigi, pantai Batukaras Kecamatan Cijulang hingga pantai paling barat pantai Madasari di Kecamatan Cimerak, ada juga wisata lainnya selain wisata laut. Sebut saja, obyek wisata Citumang di Desa Bojong Kecamatan Parigi, Green Canyon di Kecamatan Cijulang, Santirah di Desa Selasari Kecamatan Parigi, Sungai Ciwayang di perbatasan Kecamatan Cigugur-Parigi dan masih banyak lagi obyek wisata lainnya.

Banyaknya destinasi wisata ini tentu menjadi pilihan wisatawan yang datang ke Pangandaran, bahkan tren wisata kuliner pun kini sudah menjadi buruan para penikmat makanan berbahan baku sea food.

Spot-spot pusat jajanan cemilan  dengan olahan hasil laut pun banyak tersaji di kios-kios yang ada di kawasan pantai timur, tepatnya di sekitar Tepat Pelelangan Ikan (TPI) dan tempat lainnya.

Menurut salah seorang warga Desa Pananjung, Yanyan Hendrayana, sekarang sudah saatnya daerah atau desa-desa di Kabupaten Pangandaran yang mempunyai potensi wisata   lebih dikembangkan, karena dengan infrastruktur yang ada ini dimungkinkan potensi wisata tersebut bisa lebih dieksplore.

Dimulai oleh pemerintahan desa dengan melibatkan warga, kata Yanyan, lokasi wisata itu bisa dikemas dengan tetap mempertahankan ciri khas dan kearifan lokal yang ada di masing-masing desa.

"Saya berharap khasanah pariwisata di Pangandaran semakin kaya dan bisa layak jual," ungkapnya.(30/08/24)

Ia menambahkan, Pemkab Pangandaran bisa membantu dengan ikut mempromosikan obyek wisata yang ada di desa ini, sehingga ada sinergitas yang khusus mengurus pariwisata baik di tingkat desa hingga ke pemerintah daerah.

Jika sudah demikian, pada ujungnya m pemberdayaan warga pun akan tercipta baik para pemuda yang menjual jasa menjadi pemandu, ibu-ibu dengan olahan makanan produksi rumahan dan potensi lainnya untuk mendukung keberadaan obyek wisata yang ada di desa.

"Saya membayangkan ke depan, trent wisata pedesaan ini akan menjadi tujuan utama wisatawan di Pangandaran," ucapnya.

Yanyan mengaku, selama ini memang yang menjadi andalan Pangandaran ini wisata pantai. Padahal jika dikemas dengan baik, bukan tidak mungkin ada harmonisasi antara wisata pantai, sungai, wisata minat khusus dan varian wisata lainnya dengan dimulai dari desa.(hiek)

Punya Hobi Camping ? Pantai Madasari Di Pangandaran Wajib Anda Dikunjungi

PANGANDARANNEWS.COM - Satu lagi, obyek wisata pantai terbaik di Pangandaran yang mampu menyajikan panorama indah khas pantai dengan yang akan membuat wisatawan betah berlama-lama untuk menikmatinya.

Adalah Pantai Madasari yang ada di Kecamatan Cimerak dengan deburan ombak laut biru serta hiasan batu karang di tengah laut menjadi ciri khas pantai ini,  dengan suasana alam yang masih asri menjadi pelengkap ketenangan dalam balutan nuansa alam pantai.  

Ada beberapa yang membedakan Pantai Madasari dibandingkan pantai lainnya yang ada di Pangandaran, seperti, keberadaan 11 pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitar pantai. Ada pulau Duduk, Pulau Sodong Gede, Pulau Gedogan, Pulau Karang Seugeuh, Pulau Batuleuit, Pulau Karang Tambaga, Pulau Kalapa Satangkal, Pulau Manggar, Pulau Cangkore, Pulau Bale Kambang dan Pulau Legok Bancet. 

11 kecil tersebut mampu menjadi daya pesona khas bagi pengunjung, karena wisatawan bisa melihat dan berfoto dengan latar pemandangan pulau tersebut. 

Selain keindahan panorama alamnya yang menawan, Pantai Madasari ternyata merupakan salah satu tempat terbaik untuk melakukan aktivitas berkemah, karena di obyek wisata ini pun tersedia jasa penyewaan perlengkapan tenda yang bisa disewa para pengunjung. 

Yang tak kalah menarik ketika senja tiba menjelang malam hari, ini merupakan waktu terbaik untuk berburu panorama sun set (matahari tenggelam) yang bisa terlihat langsung sambil menikmati secangkir kopi hangat. Selain menikmati suasana senja di depan tenda, dilanjutkan dengan menyalakan api unggun untuk menambah kehangatan malam. 

Seperti disampaikan salah seorang penjual jasa penyewaan tenda, saat ini sudah banyak komunitas yang sering mengadakan acara  di Pantai Madasari.

Dan bagi Anda yang tertarik mengadakan acara di Pantai Madasari, ucapnya, bisa menghubugi pemerintah setempat sebagai keamanan dengan melakukan perjanjian terlebih dahulu.

"Silahkan datang langsung, dan untuk keperluan kemping silahkan hubungi kami di lokasi," ujarnya.

Sekedar untuk diketahu, lokasi dan rute,  Pantai Madasari berlokasi Desa MasawahnKecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Jarak tempuh dari obyek wisata pantai Pangandaran sekitar 40 kilo meter menuju arah barat dan melewati beberapa obyek wisata, seperti Pantai Batuhiu di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, Green Canyon dan Pantai Batu Karas di Kecamatan Cijulang.

Dengan lokasi dan jarak tempuh yang cukup jauh ini pengunjung tidak perlu khawatir karena Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran telah membangun jalan baru yang memudahkan akses dari Pantai Batu Karas ke Pantai Madasari dengan waktu tempuh sekitar 15 menit saja dari obyek wisata pantai Pangandaran. Rute perjalanan menuju Pantai Madasari dari arah Pangandaran bisa mengambil jalan menuju Kecamatan Cimerak dengan melewati Jalan Raya Cijulang melewati Pntai Batu Hiu, Green Canyon hingga bertemu dengan Pantai Batu Karas, setelah itu ambil jalur jalan baru ke kanan yang menanjak. 

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati hutan di kiri dan kanan bahu jalan dihiasi dengan pepohonan yang rimbun, selamat menikmati. (editor: hiek)

Menakar Dahsyatnya Efek Ekonomi Dari Sektor Pariwisata Di Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Dampak positif dari pariwisata memang sangat luar biasa, salah satunya perputaran uang selama libur Lebaran 2024 selama 5 hari di Kabupaten Pangandaran sangat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, membludaknya wisatawan yang berlibur ke Pangandaran saat libur Idul Fitri terjadi sekitar H+1 hingga H+5 sangat dirasakan langsung para pelaku usaha wisata, dan tentunya uang yang berputar dan diterima masyarakat pun sangat besar.

“Dan ini tentu menjadi salah dorongan lajunya perekonomian di Kabupaten Pangandaran,” ucap Jeje.(17/04)

Bebrapa pelaku usaha wisata, hotel, restoran, pedagang, tour guide serta pegiat pariwisata lainnya sangat merasakan efek ekonomi ini, bahkan untuk perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  . sampai hari Selasa tanggal 16 april lalu di weekday dari obyek Pantai Pangandaran saja sudah mencapai Rp 280 juta.

“Selama libur Lebaran tahun ini PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp 4 miliar lebih, dan saya perkirakan bisa sampai Rp 6 miliar," ujarnya.

Ia mengatakan, tingginya jumlah kunjungan ke Pangandaran per hari Rabu tanggal 17 april 2024  ini target kunjungan sampai April 2024 sudah 38%.

 "Hari ini saja sudah 38% mungkin dua hari kedepan sudah 40%, dan masih ada 4 bulan lagi untuk target PAD wisata tahun ini," ucapnya.

Ia perkiraan perputaran uang ini bisa dihitung dari hasil PAD selama libur Lebaran mencapai Rp 5 miliar, dan jika seorang pengunjung “menjajankan” uangnya sebesar Rp 100 ribu berarti Rp 5 miliar kali 20 saja sudah Rp 100 miliar uang berputar di Pangandaran dari sektor pariwisata.

Namun Jeje menyebut hitungan perputaran uang ini bisa lebih dari Rp 100 miliar, karena ditambah dengan yang diteriam para pengusaha hotel penginapan.

“Mungkin lebih dari Rp 200 miliar uang berputar dalam seminggu kemarin," imbuhnya.

Dengan kondisi, maka Jeje mengatakan tak heran jika pertumbuhan ekonomi Pangandaran menempati posisi ketujuh se-Jawa Barat karena ada sektor wisata, itu yang paling penting disamping belanja daerah.

“Sektor pariwisata ini benar-benar memberikan efek yang luar biasa, khusus pada tiga momen libur panjang dalam setahun, tahun baru, libur Lebaran atau liburan sekolah dan menjelang Tahun Baru atau Natal," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari mengatakan, kunjungan ke Objek Wisata Pangandaran selama liburan Idul Fitri pada H+1 hingga H+3 mencapai 159.125 pengunjung, dengan rincian pengunjung Pantai Pangandaran 101.338, Pantai Batukaras 22.514 pengunjung, 13.660 pengunjung, 4.998 pengunjung, Green Canyon 2.211 pengunjung dan Pantai Madasari 14.404 pengunjung.

"Saat ini pantai Pangandaran dan Batukaras masih menjadi tujuan utama para wisatawan,”jelasnya.

Sementara untuk data pengunjung harian ke objek wisata Pangandaran pada H-1 sampai H+6 libur Lebaran, ia mengatyakan, kunjungan wisatawan ke Pangandaran mencapai 250.316 pengunjung. Namun jumlah hariannya menurun dari tahun 2023, dengan jumlah kunjungan 491.884 wisatawan dalam enam hari. 

“Tapi ini tidak bisa jadi perbandingan  karena tahun lalu tiketnya masih per kendaraan," jelasnya.(hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN