» » Ratusan Anggota P2RWP Datangi Disparbud Pangandaran, Tanyakan Pendataan Rencana Relokasi Usaha Jasa Wisata

Ratusan Anggota P2RWP Datangi Disparbud Pangandaran, Tanyakan Pendataan Rencana Relokasi Usaha Jasa Wisata

Penulis By on 27/04/26 | No comments

PANGANDARANNEWS.COM - Kelompok pengusaha wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Rental Wisata Pangandaran (P2RWP), tadi siang menggeruduk Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran. (27/04/26). 

Kedatangan P2RWP ini, karena mereka merasa tidak puas dengan pendataan yang dilakukan tim dari Pemda Pangandaran terkait pendataan yang bertujuan untuk rencana relokasi lapak pengusaha wisata jasa rental di Pantai Pangandaran.

Seperti disampaikan Kepala Disparbud Pangandaran, Dadan Sugistha, alasan mereka datang berhubungan dengan pendataan sewa ATV, motor, odong-odong dan lain-lain di obyek wisata Pantai Pangandaran.

Para pengusaha rental wisata ini, jelas Dadan, dengan membawa data yang mereka miliki dan membandingkan dengan data yang ada di Disparbud. 

"Mungkin ada miss komunikasi soal pendataan ini,” kata Dadan, kepada sejumlah wartawan.(27/04/26).

Dadan menyebut, tim pendataan sendiri bukan hanya dari Disparbud tapi juga dari Pemkab Pangandaran.

“Jadi dari pemerintah daerah, dari kita ada 3 orang yang dilibatkan dalam pendataan itu,” imbuhnya.

Dadan menjelaskan, hasil pendataan tersebut selalu dilaporkan kepada bupati dan pendataan itu dinamis. Mungkin saja pas pendataan kamarin, kebetulan tidak hadir di lapangan.

Namun, Dadan menjamin, pendataan tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data yang mereka miliki. 

“Dan terkait dengan kepastian rencana penataan tersebut, baru dalam kajian,” terangnya.

Sementara itu, Ketua P2RWP Pangandaran, Dedi Heryadi yang akrab disapa Darto mengatakan, pihaknya tidak pernah menghalangi rencana penataan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Disoal kedatangan P2RWP ke kantor Disparbud, menurutnya, ingin menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban sangat real dan tidak fiktif.

Dedi mengaku, di lapangan ada simpang-siur bahwa anggotanya sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya tidak bertambah dan cenderung berkurang. Namun waktu pendataan, ada yang hilang data keanggotaannya.

“Kami hanya berharap data yang ada di paguyuban jangan sampai ada yang hilang, relokasi silahkan saja yang penting jangan sampai dijauhkan kami dengan rezeki untuk kehidupan kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, data anggota pengusaha wisata jasa rental ATV semuanya ada 309 namun ada satu kelompok yang berjumlah 52 mencuat muncul data hanya 35 anggota.

Pihaknya berharap, dari pendataan ini bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan paguyuban. 

*Apalah arti sebuah pembangunan yang diberikan pemerintah kalau tidak berimbas positif pada masyarakatnya,” tegasnya. (hiek) 


 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya