Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

INI PRESTASI GURU PANGANDARAN, BERHASIL CIPTAKAN KARYA ILMIAH UNTUK KEMAJUAN DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARANNEWS.COM - Guru merupakan tenaga profesional sejatinya mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencerdaskan para peserta didik dan dalam mencapai visi pendidikan nasional, menciptakan insan cerdas dan kompetitif. Karena guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi murid sehingga guru menjadi ujung tombak pendidikan. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DR. H Agus Nurdin S,Pd, M,Pd, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (17/05)

Menurut Agus, pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan.

“Jadi selain tugas mengajar guru juga dituntut untuk kreatif dalam pengembangan ilmu dan kopetensi untuk meningkatkan profesionalismenya, “ ucap Agus.

Agus mengaku sangat bangga karena guru-guru yang ada di Kabupaten Pangandaran walau ada di daerah terpencil dan merupakan kabupaten paling bontot di Jawa Barat sudah mampu menunjukan prestasi luar biasa karena belum lama ini telah berhasil membuat karya tulis ilmiah. 

Karya tulis ilmiah ini ucap Agus merupakan suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajian dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang bersifat objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas dan konsisten.

Tak hanya bangga, kata Agus ia juga merasa haru saat menerima buku setebal 800 halaman berjudul Monograf Didactical Design Research karya seribu guru yang diuji oleh seorang guru besar di Universita Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah mempu menjawab bahwa berada jauh di pelosok tak menyurutkan minat guru-guru di Kabupaten Pangandaran untuk mampu berkarya.

“Saya hampir menangis saat membaca halaman demi halaman isi buku tersebut, karena ternyata sebagian penulisnya merupakan guru yang nota bene ada di pelosok, seperti di Langkaplancar, Selasari, Cigugur dan lainnya, “imbuh Agus.

Agus mengatakan, dan untuk ini pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan Nasional seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang- Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, memfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan.

Agus juga mengatakan atas nama Pemkab Pangandaran, khususnya Disdikporan memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada seluruh tenaga pengajar yang sudah mendedikasikan diri semata untuk mencerdaskan siswa.

“Pesan saya, teruslah berkarya berikan yang terbaik untuk Kabupaten Pangandaran, “tegas Agus. (PNews)


MELALUI LOMBA PAI WUJUDKAN PENDIDIKAN SISWA BERKARAKTER DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 17 SD mengikuti Lomba PAI Tingkat Kecamatan Mangunjaya Sabtu 12 Maret 2022 bertempat di SD 4 Mangunjaya

Pangandarannews.com - Lomba PAI merupakan momentum memperkokoh niat dan sikap untuk mewujudkan bangsa berkarakter, sesuai dengan tujuan Pemkab Pangandaran dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter terutama bagi generasi muda yang dikemas dalam bentuk lomba agar dapat memberikan motivasi kepada peserta didik supaya lebih bersemangat mempelajari dan mencintai pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Demikian disampaikan panitia lomba PAI Kecamatan Mangunjaya Nurisman Ali, SPd kepada sejumlah awak media di tengah kegiatan berlangsung, bertempat di SD 4 Mangunjaya.(12/03) 

Nurisman menyebut pihaknya sudah koordinasi dengan Bagian Kesra Setda Kabupaten Pangandaran, Dinas Kesehatan dan gugus tugas Kecamatan Mangunjaya, tentunya rangkaian kegiatan ini dengan mengedepankan protokol kesehatan karena masih dalam pandemi copid 19.

Dalam kegiatan Nampak hadir para  pembimbing, Pembina Pendidikan Kecamatan Mangunjaya, Pengawas, Penilik, Ketua K3S dan PGRI Mangunjaya, Para Kepala Sekolah, dan peserta Lomba seluruh sekolah dasar se- Kecamatan Mangunjaya.

Nurisman menjelaskan, dalam pentas PAI ini memperlombakan 8 mata lomba, diantanranya lomba LCC, Cerdas Cermat Agama (CCA), lomba ceramah agama, lomba Hifdzil Qur’an, lomba kaligrafi, lomba MTQ, lomba adan Pildacil, praktek sholat dan lomba qosidah atau hadroh

“Kami berharap melalui lomba pentas PAI ini bisa menghasilkan peserta didik yang berprestasi untuk nantinya dipersiapkan untuk mengikuti lomba Pentas PAI tingkat Kabupaten Panganďaran yang akan di gelar pada tanggal 24 Maret 202 dan juga untuk lomba PAI Provinsi Jawa Barat hinmgga ke tingkat  nasional, “ujar Nurisman.(TnT)


JELANG DILAKSANAKAN PTM 100 PERSEN MINGGU DEPAN, SISWA SD DI PANGANDARAN IKUTI VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM – Pada hari pertama dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk siswa SD di Kabupaten Pangadaran, seluruh peserta didik melaksanakan vaksinasi untuk usia 6 hingga 11 tahun yang dilaksanakan di seluruh SD di tiap-tiap kecamatan yang pelaksanaanya dilaksanakan di salah satu sekolah.(10/1)

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan, dari jumlah total 35 ribu pelajar ditargetkan ada 4.000 siswa yang akan mengikuti vaksinasi. 

Jeje mengatakan, karena Kabupaten Pangandaran sudah Level 1 sehingga pelaksanaan PTM 100 persen bisa dilaksanakan dan semua pelajar sudah harus siap, dan hal ini tentunya sebagai kepedulian pemerintah khususnya pada pelajar.

“Saya mentargetkan 4.000 siswa per hari dari total 36.000 siswa SD, sehingga sampai akhir bulan tercapai 90 persen," ucapnya.

Sementara menurut Kepala Sekolah SD Negeri 6 Pangandaran Encih Sarsih, para orang tua siswa mengaku sangat program vaksinasi ini sehingga saat pelaksanaan vaksin siswa langsung didamping masing-masing orang tuanya.

Encih juga mengaku khawatir apabila ada siswa yang mempunyai riwayat penyakit sehingga dengan didampingi orangtua hal itu bisa ditanyakan langsung.

“Kebetulan SD 6 Pangandaran menjadi pusat vaksinasi dari siswa SDN 4, SDN 5 dan SDN 6 Pangandaran, sehingga total seluruh siswa yang mengikuti vaksinasi ada 500 siswa," teranya.

Encih menjelaskan, untuk proses PTM 100 persen sendiri berlangsung selama enam jam dari pagi hingga pukul 12.20 WIB, dan mulai efektif minggu depan.

Salah seorang orangtua siswa mengatakan, vaksinasi untuk anaknya ini tidak ada paksaan dan sebelumnya sudah ditanyakan riwayat kesehatannya anak-anaknya.

“Saya percaya ini untul kebaikan semua, dan saya juga sangat senang karena anak saya sudah bisa sekolah lagi, “ungkapnya. (PNews)

 


KETUA STIT NU AL FARABI PANGANDARAN LANTIK PENGURUS BEM DAN DPM MASA KHIDMAT 2021-2022

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di aula kampus, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama ( STIT NU) Al Farabi Pangandaran melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).(5/1)

Pelantikan dan upgrading yang dihadiri pimpinan kampus, Civitas akademik kampus dan seluruh ketua organisasi  internal kampus ini untuk mengukuhkan dan memberi stimulus keorganisasian kepada seluruh pengurus BEM dan DPM.

Menurut ketua Pelaksana pelantikan Ahmnad Basuni, pelantikan ini dihadiri seluruh mahasiswa yang merupakan perwakilan baik dari setiap kelasnya maupun organisasi yang ada di  kampus STIT NU Al Farabi Pangandaran.

Selain pelantikan, Ahmad mengatakan, kegiatan ini dilanjutkan dengan upgrading dengan menghadirkan 2 narasumber, wakil ketua 3 Bidang Kemahasiswaan Ahmad Hapidin dan ketua Ikatan Alumni (IKA) STIT NU Al Farabi dan ketua BEM  masa Khidmat 2016-2017 Soleh Hidayat.

"saya berterimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu mensukseskan kegiatan pelantikan dan upgrading ini, “ungkap Ahmad.

Pada kesempatan yang sama ketua BEM U.Sirojul Fauzi berharap mudah-mudahan pelantikan ini menjadikan awal serta stimulus semangat berorganisasi guna  menjadikan kampus STITNU Al Farabi menjadi lebih bermartabat baik di tatanan lokal maupun regional.

"Saya berharap semua pengurus yang baru dilantik baik BEM ataupun DPM mampu hadir ditengah tengah masyarakat sebagai rool model atau pemecah masalah dengan i'tikad suatu program mahasiswa mengajar, “ujar Sirojul.

Sementara Ketua STIT NU Drs.Asep Saepurrohman M.M yang usai melantik kepengurusan DPM dan BEM menyampaikan agar menjadi mahasiswa sebagai pelopor dan harus harus menjadi pribadi yang disiplin, mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan di kalangan mahasiswa dan tentunya untuk pribadinya.

Ia menambahkan setelah dilantik DPM dan BEM STIT NU Al Farabi Pangandaran bisa selalu menjadi inspirator gerakan mahasiswa dan hal itu akan menjadi langkah awal dalam pergerakan organisasi dan menjadi awal yang baru dalam revolusi organisasi.

“Kedepannya semoga BEM dan DPM mampu bersinergi dengan pimpinan dan stakeholder yang ada di kampus serta mampu mensukseskan segala bentuk program kampus, “pungkasnya. (YUSUP SIDIK)



JELANG PTM KORWIL MANGUNJAYA LAKUKAN EVALUASI DAN PERSIAPAN SARAN PROKES

PANGANDARANNEWS.COM - Korwil Pendidikan Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran melakukan evaluasi dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di awal tahun 2022 yang dilaksanakan di SD 4 Mangunjaya. (6/1).

Selain dihadiri Kepala Korwil Mangunjaya Sugiwan Winandar kegiatan ini juga dihadiri Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan OLahraga Kabupaten Pangandaran Dr. R. IYUS SURYA DRAJAT, M,Pd, Kasi SMP Supriyanto dan seluruh kepala SD se-Kecamatan Mangunjaya.

Kepada awak media Korwil kecamatan Mangunjaya Sugiwan winandar menjelaskan, satuan pendidikan mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Kebijakan tersebut kata Sugiwan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun akademik 2021/2022. 

“Namun PTM ini wajib menerapkan protokol kesehatan, “jelas Sugiwan.

Dan kegiatan saat ini imbuh Sugiwan, merupakan evaluasi pembelajaran di tahun 2021 menuju pembelajaran 2022 dengan beberapa prestasi yang diperoleh di tahun 2021.

“Kami berharap kedepan bisa lebih meningkatkan lagi capaian-capaian preatasi di tahun 2022. “katanya.

Disoal kesiapan dalam rangka pembelajaran tatap muka yang akan di gelar tanggal 10 mendatang, Sugiwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan terkait sarana sebagai syarat protokol kesehatan.

“Kami juga sudah mempersiapkan tentang panduan pembelajaran di tengah masa pandemic karena seperti diketahui Kabupaten pangandaran sudah level satu maka pembelajaran di lakukan sengan full 100 %, “jelas Sugiwan. (Tn)


PLT KADISDIK PANGANDARAN: “GURU HARUS BISA JADI MOTIVATOR PARA PESERTA DIDIK”

Agus Nurdin
PANGANDARANNEWS.COM – Hingga tahun 2021 dari 283 Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah total 1.800  ruang kelas di Kabupaten Pangandaran, sudah dilakukan perbaikan hingga 70 % dari jumlah keseluruhan ruang kelas, sementara untuk ruang kelas SMP hingga tahun 2021 lalu sudah selesai

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(3/1)

“Hanya tinggal SMP swasta yang belum tuntas, “terangnya.

Tapi menurut Agus, untuk ke depan pihaknya akan lebih fokus untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para pendidik agar bisa mengasilkan kualitas para pengajar yang lebih bagus. Karena menurutnya, seorang guru itu bukan hanya menjadi mentransfer ilmu pengetahuan pada murid, tapi lebih dari itu ia harus bisa menjadi motivator para peserta didiknya.

Artinya, kata Agus, seorang guru harus bisa memotivasi anak agar bisa cerdas, bijak, berbudi luhur dan seterusnya.

Sekarang ilmu pengetahuan, imbuh Agus, tidak hanya diperoleh di bangku sekolah saja, apalagi di era digital sekarang ini siswa dengan sangat mudah bisa mendapatkan walau pun berada di rumah.

“Dengan sekali klik sekarang anak bisa mendapatkan ilmu apa saja yang dibutuhkannya, nah tugas guru harus bisa memotivasi agar anak bisa lebih inovatif, “jelas Agus. (PNews)














ANBK SISWA SD DI KABUPATEN PANGANDARAN AKAN DIMULAI TANGGAL 15 NOPEMBER 2021

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM – Ada beberapa persiapan yang harus dilaksanakan Sekokah Dasar dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang akan dlaksanakan tanggal 15-18 Nopermber 2021 untuk gelombang 1 – 2 dan untuk gelombang 3-4 dilaksankan tanggal 22-25 Nopember.

Demikian disampaikan Plt Kasi SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangadaran Annisa Suliastini kepada PNews saat ditemui di ruang kerjanya. (18/10)

model UNBK ini menurut Annisa dilaksanakan dengan  Moda, 1. Berbasis komputer dengan opsi moda online atau moda semi online (menekankan satuan pendidikan melaksanakan secara online), 2. Berbagi sarana parasarana/Resource sharing dalam pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan 3. Setiap satuan pendidikan dapat melaksanakan AN dalam 4 gelombang.

Sementara mekanisme pelaksanaan dan pengawasan, masih kata Annisa, pertama panitia daerah mengkoordinir tempat pelaksanaan AN terutama yang menumpang, 2. Dalam satu hari dapat dilaksanakan 2 Sesi (masing-Masing sesi maksimal 2 jam), 3. Pelaksanaan pada peserta didik diawasi seperti dalam keadaan ujian,  4. Pengawas asesmen bukan dari asal sekolah pelaksana (pengawassilang bisa dari jenjang yang sama atau lintas jenjang), 5.Pengawasan diatur oleh dinas pendidikan sesuai kewenangan,  6. Seluruh satuan pendidikan dapat menjadi tempat penyelenggaraan asesmen nasional tanpa mempertimbangkan status akreditasi. 

“dan ketujuh, pelaksanaan survei lingkungan belajar pada kepala sekolah dan guru dilakukan mandiri tanpa pengawasan, baik saat jam pelaksanaan AN Atau di luar jam pelaksanaan, sesuai kurun waktu pelaksanaan AN di tiap wilayah, “terangnya.

Lebih jauh Annisa menjelaskan, Asesmen Nasional (AN) ini dirancang untuk memantau dan mengevaluasi  sistim pendidikan dasar dan menengah, sedangkan prestasi siswa akan dievaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan.

“Dengan kata lain, AN merupakan evaluasi sistim pendidikan untuk endorong dan memfasilitasi terjadinya perbaikan mutu pembelajaran, “ujarnya.

Hasil AN juga, kata Annisa bermanfaat bagi kepala satuan pendidikandan dinas pendidikan untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan tindak lanjut perbaikan, karena hasil AN akan dikembalikan kepada masing-masing sekolah dan pemda melalui platform Rapot Pendidikan yang akan memudahkan evaluasi diri dan perencanaan tindak lanjut ke depannya.

Dalam AN ini terang Annisa, baik murid, guru  atau pun sekolah  tidak perlu melakukan persiapan khusus karena yang diperlukan adalah merefleksi dan memperbaiki mutu pelajaran, sehingga murid dapat fokus  pada ujian sekolah dan seleksi untuk masuk jenjang berikutnya. Untuk guru, dalam AN ini bisa meningkatkan kemampuan melakukan asesmen serta melakukan pembelajaran yang menumbuhkan daya nalar dan karakter secara lebih utuh. Sedangkan pihak sekolah punya peran memfasilitasi guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran, serta memanfaatkan hasil AN untuk evaluasi dan perencanaan program.

Sementara untuk orangtua siswa tidak perlu mencari bimbingan belajar atau buku-buku latihan AN, lebih baik orangtua mendorong anaknya untuk membaca secara luas dan mengembangkan minat anak secara mendalam, “terang Annisa.

Karena pelaksaan ANBK ini masih dalam kondisi pandemi covid-19, Annisa mengatakan satuan pendidikan harus menerapkan protokol kesehetan dan kelancaran AN ini juga dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya kesiapan sekolah (peserta dan sarana-prasarana), kesiapan aplikasi dan jaringan pusat, pemetaan sekolah mandiri-menumpang dan pengalaman siswa dalam pelaksanaan AN  khususnya cara menjawab soal. (PNews)





TUJUH KEPALA SD BARU KORWIL PENDIDIKAN KECAMATAN CIMERAK RESMI DI LANTIK

PANGANDARANNEWS.COM – Dari 168 kepala SD dan SMP yang dilantik bupati, 7 orang kepala SD dari korwil pendidikan Kecamatan Cimerak, diantaranya E.Sumiarti ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SDN 3 Sukajaya, Sahlan di SDN 1 Mekarsari, Agus Trianto di SDN 2 Mekarsari, Rasimun di SDN 4 Mekarsari, Kasmidin di SDN 4 Sindangsari, Jajang Mulyadi di SDN 2 Sindangsari dan Jaja Jahidin di SDN 4 Kertaharja.

Menurut salah seorang peserta pelantikan, sebenarnya ada 8 guru yang mendapatar kepala sekolah , tapi setelah melalui melalui tahapan tes, yang lolos ada 7 orang.dan dari 7 kepala sekolah tersebut pun diharuskan mengiktui diklat calon kepala sekolah, tapi karena saat ini dalam kondisi pandemi maka diklat pun  dilakukan melalui daring.

“Tapi walau melalui daring ternyata banyak manfaatnya yang kami peroleh, diantaranya penguasaan IT, “terangnya.(6/10)

Setelah menunggu beberapa bulan sejak seleksi  dan beberapa tahapan, jelasnya lagi, pada hari kamis tanggal 6 oktober 2021 Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata lon kepala sekolah (CKS) bersama kepala sekola lainnya yang dipindah tugaskan (mutasi).  

Usai pelantikan di halaman kantor Setda di Parigi, ucapnya lagi, bertempat di Hotel Rahayu Pangandaran para kepala sekolah yang baru dilantik pun mendapar pembekalan dari Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dodi Djubardi, S.Pd dan Kepala Bidang  Pembinaan Ketenagaan DR. R. Iyus Surya Drajat, S.Pd., M.Pd  (RASIMUN)


DIDAMPINGI WAKIL BUPATI DAN KADISDIKPORA, BUPATI PANGANDARAN LANTIK 168 KEPALA SD DAN SMP

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di halaman kantor  Setda,  Bupati Kabupaten Pangandaran  H Jeje Wiradinata didapingi Wakil Bupati H jang Endin Indrawan dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olhraga H Agus Nurdin melantik 168 kepala SD dan SMP.(8/10)

Dalam pelantikan yang juga dihadiri anggota DPRD, Kepala SKPD dn undangan lainnya,  bupati menyampaikan tugas kepala sekolah harus benar-benar dijalankan dengan iklas dan penuh tanggung jawab karena kemajuan pendidikan di Kabupaten Pangandaran masuk rangking 3 se-Provinsi Jawa Barat.

“Tentu ini sebuah prestasi yang membanggakan dan harus terus kita tingkatkan, “kata bupati.

Sekarang, kata bupati, tugas kepala sekolah untuk mencerdaskan anak bangsa, memimbing para guru di sekolahnya, meimpin sekolah dengan baik dan kerjasama dengan masyarakat untuk memajukan pendidikan, telah menanti, sehingga diperlukan dedikasi dan semangat yang tinggi serta menjadikan tugas mulia dalam mencerdaskan siswa menjadi sebuah pengabdian yang tulus pada masyarakat.

“Saya ucapkan selamat, berika yang terbaik pada masyarakat, “ucap bupati. (RASIMUN)





CIPTAKAN MURID JUARA, PEMKAB PANGANDARAN TERAPKAN DIGITALISASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk mengetahui perkembngan pasca diberlakukan Pembelajaran tatap Muka (PTM), Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agus Nurdin, beberapa hari lalu melakukan pantauan, salah-satunya di PTM di SDN 1 Babakan Kecamatan Pangandaran dan SMPN 1 Padaherang Kecamatan Padaherang. (9/9)

Usai diterima langsung Kepala dan guru-guru di SDN 1 Babakan, Bupati langsung duduk bersama siswa untuk melihat pengajaran yang diberikan guru melalui papan tulis digital.

“Dengan adanya digitalisasi baik  proses belajar maupun guru yang menerangkan pada siswa jadi semakin mudah, “ungkap bupati.

Bupati mengaku sudah lama ia tidak memantau proses belajar tatap muka, sejak dulu sempat dibuka pada September 2020, tapi karena pad bulan juli - agustus dihentikan karena PPKM dan baru dibuka lagi setelah Pangandaran berada pada level 3.

Selain ingin melihat langsung PTM, kata bupati ia juga ingin mengetahui seperti apa proses belajar dengan sistem digital, apakah lebih mudah dan siswa mengaku lebih mudah, sehigga pembelajaran seperti sistem ini akan terus dilakukan, dan untuk tahap pertama ini baru beberapa sekolah saja yang melaksanakan proses belajar dengan sistem digital. Dari 286 SD sekarang baru 40 sekolah yang sudah menerapkan digitalisasi, itu pun baru kelas enam saja. 

“Insya Allah secara bertahap digitalisasi akan dilaksanakan sehingga proses belajar mengajar pun bisa berjalan lebih baik, karena ini merupaka salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam memajukan sumber daya manusia” ucap Bupati.

Bupati mengatakan, sistem digitalisasi juga menjadi komitmen emda dalam utnuk meingkatkan kualitas pendidikan sehingga peserta didik tidak gagap tekonologi (gaptek) karena sejak usia dini sudah mengenal komputer, sudah mengikuti proses mengajar secara digital dan kedepannya diharapkan akan mampu bersaing dengan daerah lain.

Saat ini posisi pendidikan Kabupaten Pangandaran di Propinsi Jawa Barat sangat bagus, menurutny hal ini dibuktikan dengan angka rapot mutu SD yang menempati 3 besar se Jawa Barat.  Hari ini rapot mutu SD adapada rangking tiga se Jawa Barat, SMP ranking 4, kinerjanya rangking 1dan diharapkan dengan sistem pembelajaran secara digitalisasi ini kualitas pendidikan di Pangandaran akan semakin baik dan tentu ini juga dalam rangka menciptakan pendidikan yang juara.

Tapi bupati juga menghimbau agar pembelajaran saat kondisi pandemi ini tetap harus memperketat protokol kesehatan. Dan saat ini pembelajaran tatap muka sudah dimulai sejak Pangandaran PPKM level 3, tapi hanya diikuti 50 persen siswa, pakai masker, periksa suhu, juga setiap hari ada yang di swab. Dan hal ini akan terus dipantau.

“Saat ini program vaksinasi untuk tenaga kependidikan sudah hampir 100 persen, untuk siswa yang berumur 12 tahun keatas siswa SD kelas 6 sekitar 4.000, “terang bupati. (PNews)


DISDIKPORA PANGADARAN GELAR MONITORING PTMT DAN SOSIALISASI HASIL PEMETAAN MUTU

PANGANDARANNEWS.COM –Pada acara Monitoring Pertemuan Tatap Muka Terbatas(PTMT)  dan Sosialisasi Hasil Pemetaan Mutu yang dihadiri Bupati Pangandaran Jeje wiradinata, plt Kepala Dinas Pendidikan Pmuda dan Olahraga (Disdikpora) Ags Nurdin kepala sekolah SMP-SMA se Kabupaten Pangandaran , korwil pendidikan calon kepala sekolah SMP, bertempat di SMPN 2 Padaherng, Kepala pendidikan Dasar dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Plt Kepala Disdikpora Agus Nurdin mengatakan, apa yang didapatkn dari kegiatan ini pada prinsipnya kerjakerasseluruh insan pendidikan selaras dengan komitmen dan kebijakan yang dicanangkan bupati pada dunia pendidikan, dan juga tidak terlepas dari misi bupati dalam pengembangan kesejahteraan pendidik dan pengajar dalam pendidikan.

“Dan saya bersukur karena bupati sangat mengapresiasi kinerja para guru kita, “ungkap Agus.

Kegiatan ini juga untuk evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekaligus monitoring penggunaan alat alat bantuan yang di berikan Pemkab Pangandaran serta desiminasi rapat mutu yang di keluarkan oleh lembaga penjamin mutu provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil dari peninjauan.

“Kita memang sudah mulai PTM sejak september 2020 dan alhamdulilah sampai saat ini tidak ada kendala, “jelas Agus.

Menurut Agus, untuk prokes selama ini terpantau dengan baik dan sekarang sudah masuk vaksinasi untuk anak di atas 12 tahun.






WALAU SUDAH LEVEL 2 PTM DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH DILAKSANAKAN TERBATAS

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait sudah dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, walau Pangandaran sudah masuk level 2 tapi saat ini PTM masih dilasanakan secara terbatas. 

Menurut bupati, PTM sendiri di Pangandaran sudah dilaksanakan saat Pangandaran masih level 3 walau dibatasi 50 % saja, baik jumlah siswa atau pun lama siswa belajar di kelas.

“Dan sekarang pun sama, walau kita sudah level 2 tapi PTM masih 50 %, “kata bupati, usai mengikuti acara Monitoring Pertemuan Tatap Muka Terbatas(PTMT)  dan Sosialisasi Hasil Pemetaan Mutu bertempat di SMPN 2 Padaherang.(9/9)

Kepada Sejumlah wartawan bupati menyampaikan, namun untuk kedepanya PTM akan diberi kelonggaran seiring turunnya kasus Covid-19, dan sekarang setiap hari ada pemeriksaan Swab dan hasilnya akan terus dikaji. 

Selian itu, imbuhnya PTM di tiap sekolah juga harus benar-benar menerapkan prokes ketat, agar malah terjadi klaster dari pendidikan, intinya pihak sekolah jangan sampai lengah saat melaksanakan PTM. Dan selama ini prokes yang dilaksanakan di tiap-tiap sekolah berjalan baik karena para pelaku dunia pendidikan sudah tinggi tingkat kesadarannya, seperti selalu menggunakan pengukur suhu atau Thermo Gun.

Dan hingga hari ini, jelas bupati, tenaga pendidik hampir 100 persen sudah divaksin semua, jika ada beberapa pendidik yang tidak melaksanakan vaksinasi itu karena memang ada penyakit atau komorbid sehingga tidak boleh divaksin.

“Ada sekitar 4 ribuan siswa tingkat SD saja, sudah menjalani vaksinasi yang ratarata berusia 12 tahunan," imbuhnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraha Agus Nurdin menambahkan, saat ini pihaknya telah meningatkan agar peserta didik di tiap sekolah bisa menerapakan prokes, minimal dengan memakai masker atau face sheild. (PNews)


WALAU MASIH DALAM WAKTU TERBATAS SISWA MENGAKU SENANG BISA BELAJAR TATAP MUKA

PANGANDARANNEWS.COM – Dimulainya pembelajaran tatap muka membuat sejumlah siswa nampak gembira, pasalnya sejak masa pandemi covid-19 sudah beberapa bulan ini terpaksa anak-anak harus belajar dari atau di rumah (daring) mungkin bisa membosankan anak-anak.

Kini anak-anak senang karena bisa bertemu lagi dengan guru dan teman-temannya, walau dalam durasi waktu yang dibatasi. Tapi paling anak-anak kini bisa sedikit lega bisa mendapati kembali suasana belajar yang sempat hilang. 

Seperti yang terlihat di SDN 2 Pangadaran, dengan antusias tampak siswa mengikuti pelajaran yang disampaikan guru mereka secara langsung dengan dikelilngi teman-temannya walau hanya 50 persen dari seluruh siswa per kelasnya.

Salah seorang guru pengajar SDN 2 Pangandaran membenarkan, sejak tanggal 4 agustus lalu kini siswa bisa belaar tatap muka walau dalam waktu dan peserta didik yang asih terbatas, untuk satu kelas hanya diikuti setengah dari jumlah siswa.

“Jam pelajaran pun dimulai dari jam 7.30 hingga jam 10.30 saja dengan 3 kali pertemua setiap minggunya, dan untuk tambahannya kami berikan tugas pelajaran utuk dikerjakan di rumah, “terangnya.(7/9)

Dengan waktu belajar yang masih terbatas ini, menurutnya para guru pun pengajarkan lebih banyak materi pelajaran secara garis besar saja, sehingga beberapa ekstrakurikuler (ekskul) pun tidak bis tersampaikan. Padahal ekskul tersebut sangat penting dan menunjang, seperti pramuka yang mendidik siswa belajar disiplin, tegas, belajar menjadi seorang pemimpin dan lainnya.

Di masa pandemi ini menurutnya kemerdekaan belajar anak jadi berkurang, karena metode belajar daring memang membantu tapi kurang efektif.

“Tapi belajar secara daring memang merupakan metode paling tepat di saat pandemi covid-19, “ucapnya. (PNews)








DENGAN NILAI 99,43, RAPORT MUTU PENDIDIKAN SD DAN SLTP KABUPATEN PANGANDARAN PERINGKAT PERTAMA DI JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS.COM – Penilaian akumulasi raport mutu pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Kabupaten Pangandaran dengan nilai 99,43 berhasil menempati peringkat pertama se Provinsi Jawa Barat,  penilaian ini diperoleh dari raport mutu pendidikan SD dan SLTP yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Pada raport mutu pendidikan tahun 2020 se Provinsi Jawa Barat untuk SD menempati peringkat ke tiga dengan nilai 5,92, sedangkan SLTP menempati peringkat ke empat dengan nilai 5,77, sehingga walau pun dalam kondisi pandemi covid-19  kualitas pendidikan di Kabupaten Pangandaran berhasil dipertahankan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin menyampaikan, capaian prestasi ini diperoleh dari hasilkerja keras seluruh tenaga pendidik.

Agus juga sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi pada seluruh Kepala Sekolah, pengawas, guru dan tenaga kependidikan di Pangandaran yang telah berusaha keras untuk tetap menjaga kualitas pendidikan di tahun 2020.

“Tentu prestasi ini harus tetap dipertahankan serta terus ditingkstkan serta diperbaiki kekurangnnya, “kataAgus.(3/9)

Ia menyebut, tentu tidak mudah mempertahankan prestasi dan kualitas pendidikan di tengah pandemi Covid-19, karena sejak pandemi Covid-19 aktivitas sekolah tatap muka sangat dibatasi dan sebagian besar dilakukan secara daring. Tapi karena kerja keras dan kegigihan bersama sehingga berhasil meraih raport mutu pendidikan tahun 2020 dengan hasil yang maksimal.

Agus menjelaskan, raport mutu pendidikan berdasarkan penilaian secara objektif melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan atau (LPMP), dengan beberapa indikator diantaranya, kompetensi lulusan, standar isi, proses, penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana serta standar pembiayaan.

Pada tahun 2016 lalu, imbuh Agus, mendapat nilai 71,1, tahun 2017 dapat nilai 80,1, tahun 2018 dapat nilai 97,4, tahun 2019 dapat nilai 93,2 dan tahun 2020 mendapat nilai 91,3.

“Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi motivasi bersama agar kualitas pendidikan di Pangandaran bisa menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul, “ungkap Agus.

Semnatara Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Pangandaran Dodi Djubardi menambahkan, hasil Raport Mutu Pendidikan tahun 2020 tingkat Provinsi Jawa Barat ini untuk jenjang Sekolah Dasar mendapat peringkat 3 dengan nilai 5,92 dan jenjang SMP di peringkat 4 dengan nilai 5,77.

“Sedangkan untuk hasil kinerja kita mendapat rangking pertama dengan nilai 99,43,” kata Dodi. (PNews)


SDN 1 MEKARSARI TAHUN INI TERIMA BANTUAN REHAB BERSUMBER DARI DAK TAHUN 2021

PANGANDARANNEWS.COM – Walau kegiatan belajar mengajar di masa pandemi covid-19 ini terkdang dilasanakan secara daring dan baru beberapa hari ini secaratatap muka, namun tahun ini SD Negeri 1 Mekarsari bersamaSD lainnya di Kordinator Wilalayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, tahun ini mendapat bantuan rehab sebesar Rp 339 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.  

SDN 1 Mekarsari yang berlokasi di Dusun Citelu Desa Mekarsari yang beridir tahun 1977 ini sudah beberapa tahun ini hampir tidak berungisi, pasalnya kondisi sebagian bangunan sekolah tersebut sudah lapuk dan dikhawatirkan jika suatu saat atapnya roboh menimpa siswa yang sedang belajar.

Menurut Kepala SDN 1 Mekarsari, Dede Sutisna.SPd, mudah-mudahan dengan adanya perbaikan ruang kelas ini bisa menambah semangat belajar baik bagi guru pengajar ataupun siswa peserta didik.

Dengan adanya rehab kelas ini, kata Dede ketenangan belajar siswa dan guru pun akan lebih nyaman dan diharapkan mampu meningkatkan belajar siswa serta dapat meningkatkan mutu pendidikan hususnya di Kabupaten Pangandaran.

“Semoga SDN 1 Mekarsari bisa menjadi sekolah terdepan dalam setiap prestasi, “kata Dede. (20/8) *RASIMUN*


BUPATI PANGANDARAN “ GURU BISA IKUT BERPERAN MEMBERIKAN EDUKASI TERKAIT PANDEMI COVID-19"

Bupati Kab Pangandaran, H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM  - Sosok guru iasanya selain selalu dijadikan tokoh masyarakat paling tidak di dimana guru tersebut tinggal guru juga merupakan panutan yang selalu digugu dan ditiru.  

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada sejumlah awak media, usai menggelar webinar pendidikan tahun 2021 yang bertema “Bupati Menyapa Guru” yang diikuti ratusan guru, Analisis Kebijakan Madya Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek Eko Warisdiono dan Kadisdikpora Pangandaran Agus Nurdin, bertempat di aula setda Pangandaran.(5/8)

Oleh karena itu Jeje meminta agar guru di Kabupaten Pangandaran bisa ikut mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya terkait upaya-upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

“Saya minta agar guru bisa ikut berperan bersama yang lainnya untuk memberi pemahaman bagaiman upaya pencegahan di masa pandemi serta terkait pentingnya vaksinasi, penerapan prokes serta mengapa harus isolasi mandiri dan seterusnya, “kata Jeje.

Masih di tempatyang sama, Eko Warisdiono mengatakan guru harus berani mengambil sikap untuk melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran di masa Pandemi baik belajar secara luring maupun daring agar kualitas pendidikan tetap tersu terjaga.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, H Agus Nurdin menyampaikan, dalam  situasi pandemi COVID-19 ini tentu kan berdampak pada kualitas pendidikan, namun untuk mengukur hal ini  harus ada parameter yang jelas.

Dan salah satu tolok ukur kualitas pendidikan, kata Agus, bisa tergambar dari indikator bernama rapor mutu pendidikan yang dikeluarkan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

"Tapi rapor mutu pendidikan untuk tahun 2020 hingga saat ini belum keluar sehingga belum ada data yang bisa dievaluasi," jelas Agus.

Menurut Agus ada 8 indikator standar mutu pendidikan, diantaranya standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar kompetensi lulusan, standar pendidik, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan dan standar sarana prasarana. Dan standar yang bisa dipastikan terdampak langsung situasi pandemi adalah standar proses, karena ini meliputi bagian pelaksanaan proses belajar mengajar.

Dan jika standar proses terganggu,  maka menurut Agus, dengan sendirinya akan berdampak pada standar penilaian pendidikan yang pada ujungnya akan berdampak juga pada standar kompetensi lulusan. 

“Dan suka atau tidak suaka ini akan terjadi, " imbuhnya.

Agus menambahkan tapi walau demikian pihaknya selama ini terus berusaha untuk meminimalisasi dampak tersebut, terutama menyangkut standar kompetensi lulusan, karena memang harus fokus pada standar kompetensi lulusan.

Dan upaya untuk menekan potensi penurunan standar kompetensi lulusan ini dilakukan dengan beberapa langkah, dan hal ini selalu ia sampaikan kepada guru-guru agar menginventarisasi kompetensi apa saja yang belum dikuasai anak didik dan ini harus dibayar pada kelas selanjutnya.

Agus juga mengatakan sekolah atau guru juga harus bisa memastikan bahwa anak didiknya memiliki kompetensi esensial yang dibutuhkan untuk tingkat selanjutnya. 

"Ini artinya kompetensi esensial yang menjadi syarat wajib di tingkat lanjut harus dipastikan sudah dikuasai dengan baik oleh peserta didik," pungkas Agus. (PNews)




PANGANDARAN JADI TUAN RUMAH PENTAS PAI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2021

Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Merupakan sebuah kebanggaan masyarakat saat Kabupaten Pangandaran dipercaya menjadi tempat diselenggarakannya pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat Provinsi. Karena di usianya yang belum genap 9 tahun sedang fokus menata progrm-program yang mendasar, sepetti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penataan kawasan wisata. 

Demikian disampaika Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat  membuka Pentas Pendidikan Agama Islam Tingkat Provinsi Jawa Barat yang turut dihadiri Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Ketua KKG Se - Provinsi Jawa Barat, bertempat di Ballroom Hotel Khrisna Beach.(21/6)

Menurut bupati, atas nama seluruh masyarakat ia pun mengucapkan terimakasih karena dengan kegiatan petas PAI ini bisa mencontoh ke daerah yang lebih maju untuk pengembangan PAI di Kabupaten Pangandaran.

“Esensinya kegiatan ini bukan hanya mencari juara  tetapi lebih dari itu, untuk mengukur sejauh mana keberhasilan menerapkan pendidikan para peserta didik selama ini, “kata bupati.

Selain itu merupakan ajang silaturahmi guru-guru PAI, kata bupati, pentas PAI juha berfungsi untuk mengukur sejauh mana penerapan pendidikan agama islam pada peserta didik, sehingga kedepan Provinsi Jawa Barat mampu menjadi provinsi yang tangguh dalam membangun generasi yang berdaya saing.

Dikatakan bupati, pentas PAI merupakan agenda untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang kreatifitas dan seni pendidikan agama Islam, even ini menjadi ajang kompetisi siswa untuk menjadi yang terbaik yang akan meakili Provinsi Jawa Barat di pentas PAI tingkat nasional.

“Pentas PAI tidak sekedar kompetisi tetapi juga merupakan proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, kejujuran dan disiplin bagi peserta sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, religius dan moderat di lingkungan sekolah, “kata bupati lagi.

Hal senada dikatakan Kabid PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jabar H. Abidin S.Ag, menurutnya  PAI ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk pengembangan kreatifitas anak didik. 

“Di pentas PAI ini siswa berkompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional, “terang Abidin. (PNews)


FK-BKK: "DARI SELURUH LULUSAN SLTP, 70 % SEKARANG SISWA LEBIH MEMILIH SMK"

poto ilustrasi
PANGANDARANNEWS.COM – Dalam data yang ada di  Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus (FK-BKK) Kabupaten Pangandaran menyebutkan bahwa, sebanyak 75 persen  lulusan SMK memilih untuk langsung bekerja, sementara sebanyak 35 persen lainya lebih memilih melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha. 

Mereka yang bekerja itu, kata Finsa rata-rata lebih memilih untuk merantau keluar Kabupaten Pangandaran pasalnya lapangan pekerjaan untuk lulusan SMK di Pangandaran masih jarang, seperti industri otomotif, elektronik,  pabrik dan lain-lain yang ada di kota seperti Tanggerang, Karawang, Bogor, Jakarta dan kota besar lainnya.

“Sedangkan di Pangandaran sendiri paling banyak kan Pariwisata dan jasa," jelasnya.

Finsa mengatakan, saat ini jumlah SMK di Kabupaten Pangandaran sendiri itu lebih banyak dari  SMA, perbandingannya sekitar 30,-60, 30 persen memelih bersekolah di SMA dan 60 Persen di SMK, dan siswa yang memilih masuk  SM karena alasan ingin langsung  bekerja untuk mencari penghasilan sendiri dan membantu keluarga. 

“Kami yakin lulusan SMK akan mampu bertahan di dunia kerja yang begitu keras sekalipun, “imbuhnya (PNews)


KEPSEK DAN GURU SDN 2 CIMERAK TAK MASUK KELAS, ABAIKAN KEBIJAKAN ?

PANGANDARANNEWS.COM-Kebijakan diberlakukannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka saat pandemi covid19 di Kabupaten Pangandaran, karena masuk pada katagori aman walau belajar tatap muka ini hanya dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Namun sayang, kebijakan ini tidak sepenuhnya dilaksanakan para pendidik, walau ada keharusan untuk para guru tetap masuk tiap hari, tapi terkesan para pengajar ini mengabaikan program ini.

Seperti yang terjadi di SDN 2 cimerak, beberapa warga mempertanyakan hal ini pasalnya seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu (6/10), Kepala sekolah dan seluruh guru pengajar tidak ada di sekolah. 

Seperti disampaikan penjaga sekolah, Oyo, mengatakan, hari ini (selasa 6/10-red) ia tidak melihat kepala sekolah serta guru  di sekolah.

"Sejak pagi tidak seorang guru pun yang datang, “ungkapnya. (6/10)

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Ketua Korwil Cimerak, Suhma, S.Pd, M.Pd, menyampaikan, pohaknya mengatakan tidak tahu hal tersebut.

"Jika memang demikian, jelas itu salah karena walau pelaksanaan belajar tatap muka dengan siswa hanya 2 kali seminggu namun kepala sekolah dan guru tetap wajib masuk tiap hari, “terangnya. ungkapnya.

Sayang saat PNews mencoba untuk konfirmasi hal ini pada Kepala SDN 2 cimerak, Atik Warsita, ia begitu sulit ditemui dan terkesan menghindar. (AGE)


TERKAIT KEBERATAN ORANGTUA SISWA, DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PANGANDARAN SEGERA REVISI SURAT PERNYATAAN

Sekdisdikpora Pangandaran, Agus Nurdin
PANGANDARANNEWS.COM-Sejumlah orang tua peserta didik mengaku merasa keberatan saat  harus membuat pernyataan menjelang putra-putrinya untuk mengikuti belajar tatap muka yangrencananya akan dimulai pada bulan september mendatang.

Dalam surat pernyataan tersebut, ada tiga pernytaanyangharus disanggupi orangtua siswa, diantaranya, 1. mengijinkan anaknya untuk mengiktui kegitan belajar mengajar tatap muka di sekolah berbasis adaptasi kebiasaan baru (AKB), 2. mengarahkan mendukung anaknya untuk selalu mengikuti protokol kesehatan di sekolah dan bersedia dan yang ke 3, bersedia menanggung resiko sendiri.

“Untuk point 1 dan 2 saya sih setuju saja, tapi poin yang ketiga kok kayanya pemerintah lepas tanggungjawab, “ungkap salah seorang ibu, warga Desa Wonoharjo.(25/8)

Padahal, lanjut ibu tersebut, seperti diketahui penanganan pandemi covid-19 merupakan tanggungjawab semua, baik masyarakat atau pun pemerintah.

Di tempat terpisah, saat diminta komentarnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran,  DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, mengakui, surat pernyataan yang harus ditandatangani orangtua siswa tersebut memang yang harus direvisi, terutama untuk poin 3.
“Kami juga memang menerima banyak keluhan terkait hal ini, kami minta maaf, “kata Agus. (26/8)

Agus yang ditemui di ruang kernyanya mengatakan, maksud surat pernyataan tersebut dimaksudkan agar ada “perlindungan” para pendidik ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi jika memang ada kesan pemerintah lepas tanggungjawab, maka surat itu akan segera ditarik da direvisi.

“Kami juga sudah mempersilahkan pihak sekolah untuk merubah pernyataan tersebut yang intinya orangtua siswa tidak menyalahkan rekan-rekan guru dan sekolah jika memang terjadi hal yang tidak kita inginkan, “kata Agus lagi.

Pada surat pernyataan yang baru nanti, lanjutnya, antara lain, 1. Mengijinkan / tidak mengijinkan, siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, 2. Akan membimbing dan mengarahkan anak untuk selalu mengikuti segala aturan berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19, diantaranya agar memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, selalu jaga jarak dengan orang lain, membawa bekal dari rumah dan  tidak jajan disekitar sekolah.

Agus menambahkan, selain itu orangtua siswa harus memberi keterangan jika dalam waktu 14 hari ke belakang si anak pernah atau tidak pernah bepergian ke luar Kabupaten Pangandaran, bila pernah, ke daerah mana, juga harus memberitahu jika anaknya tidak mempunyai atau mempunyai riwayat penyakit bawaan, bila mempunyai, penyakit apa yang diderita si anak.

“Dan juga harus meberitahukan alat transportasi yang digunakan anak untuk pergi dan pulang sekolah, “terang Agus.

Jadi dalam surat pernyataan itu, kata Agus, dipersilahkan jika ada orangtua yang keberatan dan tidak mengijinkan anaknya untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah, karena para guru akan tetap melakukan program guling (Guru Keliling) untuk membantu siswa belajar di rumah.

Disoal kapan dimulainya belajar tatap muka, Agus mengatakan, direncanankan akan dimulai sekitar akhir bulan agustus atau awal bulan september sekarang.

“Saat ini kami masih menunggu face shield yang akan dibagikan pada seluruh guru dan siswa untuk kelengkapan belajar tatap muka, “pungkas Agus. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN