SAMBUT MALAM TAHUN BARU 2019, PEMKAB PANGANDARAN GELAR DZIKIR BERSAMA

BATUHIU-Seperti di sejumlah daerah dalam menyambut malam penggantian tahun, Pemkab Pangandaran menggelar dzikir bersama sebagai wujud rasa syukur pada Yang Maha Esa.

Malam dzikir yang dilaksanakan tepat pada malam tahun baru ini dipimpin langsung Bupati- Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari di kawasan wisata Batu Hiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi serta dihadiri jajaran pemerintahan, tokoh agama dan masyarakat setempat.(31/12)

Dalam kegiatan yang digagas Kelompok Penggerak Pariwisata ( kompepar) Batu Hiu, menurut ketua Penyelenggara, Rangga, ini bertujuan untuk memanjatkan Tasyakur binni’mah pada Allah SWT atas nikmat yang telah dilimpahkan khususnya pada warga Batu Hiu dan umumnya seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Acara dzikir bersama ini merupakan agenda tahunan Kompepar Batu Hiu dan mudah-mudahan dengan Tasyakur binni’mah ini rezeki dan keselamatan selalu tercurah bagi kita. “ujar Rangga.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan ucapan terimakasih pada kompepar yang sudah menjadikan dzikir dan sujud syukur agenda kegiatan yang selalu dilaksanakan di setiap penghujung tahun.

"Artinya, warga Batuhiu khususnya kompepar memahami hakekat Tasyakur binni’mah, dan acara ini luar biasa karena merupakan satu titik dan menyebar ke kompepar lainya"kata Bupati

Lebih jauh bupati mengatakan, selama ini wisatawan yang datang ke Batu hiu sampai hari ini sekitar 200 ribu orang, jika belanja mereka Rp 300 ribu saja per orangnya, maka akan ada uang warga Jakarta, Bandung, Bogor, Jawa Tengah dan kota-kota lainnya sebesar Rp 6 miliar jatuh dan berputar di Batuhiu.

"Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, dan untuk itu pemda pun akan melakukan penataan objek wisata disini"kata bupati lagi.

Bupati juga mengatakan, menyikapi turunnya arus wisatawan khususnya pada libur natal dan tahun baru kali ini tentunya sangat jauh berbeda bila di bandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, bupati berharap seluruh elemen bisa menyikapinya dengan bijak.

Mungkin tahun baru sekarang yang paling sepi, ini merupakan pembelajaran buat semua, sekecil apapun isu berita yang berkaitan dengan wisata, akan berdampak orang tak mau berkunjung.

Bupati menambahkan, atas nama pemda pihaknya menghimbau, jika memang ada masalah mari duduk bersama dan dan kalau itu memang untuk kepentingan umat maka pemerintahkan pun akan laksanakan.

"Kalau ada masalah ayo kita duduk dan berkumpul bersama sehingga dengan meningkatkan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah pembangunan pun bisa berjalan dengan baik, dan di tahun  2019 ini kita akan terus merapatkan barisan "pungkas Bupati. (PNews)

DESA CIKUPA GAET LINGKUNG SENI PUSAKA MEKARWANGI GELAR PENTAS SENI SUNDA

TASIK NEWS-Baru-baru ini bertempat di halaman kantor Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal menggelar acara kegiatan pentas seni sunda yang digagas dari komunitas seniman sunda yang tergabung dalam Lingkung Seni Pusaka Mekarwangi.(31/12)

Menurut Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadhi, pihaknya sangat senang melihat antusias warga pada  kegiatan pentas seni sunda ini, karena kegiatan ini memang dilakukan oleh warga dan untuk warga.

“Ada beberapa kesenian yang ditampilkan, diantaranya, seni Degung, upacara adat dan Calung. “terang Yudha.

Dikatakan Yudha, ia bangga, kagum dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga masyarakat yang tergabung dalam Lingkung Seni Pusaka Mekarwangi yang telah ikut melestarikan seni budaya sendiri.

Sementara Kabid PKBPS Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, Rahmat.ZM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi serta terimakasih pada seluruh warga Desa Cikupa yang sudah bersama-sama ikut melestarikan kesenian sunda yang ada di desa. 

Menurutnya, tidak sia-sia jika pemkab sudah memberikan bantuan alat kesenian sunda ke Desa Cikupa, karena kecintaan warga pada seni budaya bisa dibuktikan pada pagelaran ini.

“Karena selain untuk menjalin silaturahmi, acara ini pun bisa ikut melestarikan budaya serta kearifan lokal yang ada di Desa Cikupa. “ungkapnya.

Rahmat menambahkan, sebenarnya kunjungannya kali ini merupakan tindak lanjut dari Program KS (Keserasian Sosial) beberapa waktu lalu. (ANWAR W)

DESA LIMUSGEDE GELAR PEMILIHAN BPD

CIMERAK-Dalam pemilih ketua dan anggota BPD Limusgede Kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran, seluruh diambil 1 calon dari tiap-tiap dusun yang ada di desa, dengan perincian hak pilih dari 3 kelompok perempuan masing-masing kelompok diwakili 16 orang calon dengan jumlah 74 orang (yang akan mengisi 30%  anggota BPD) , 1 Kelompok PKK, 2 kelompok muslimat perempuan dan 3 Kelompok patayat.

Seperti dikataan Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, dengan cara mencoblos kartu suara yang sudah disediakan panitia, dan suara terbanyak hasil dari pemiihan ini akan menjadi anggota BPD untuk keterwakilan perempuan.

“Desa kami memiliki 4 dusun, terdiri dari Dusun Burujul dengan calon atas nama Dini, Dusun Banjarwaru atas nama Yuyum, Dusun Mekarjaya Irma Susanti dan Dusun Sinargalih atas nama calon Dede Yuyun. “jelas Koswara.(27/12)

Dikatakan Koswara, dengan pemiihan yang demokratis serta berlangsung aman, tertib, bebas dan rahasia, hasil akhir perhitungan pemilihan BPD suara terbanyak diraih atas nama Irma Susanti dari dusun Mekarjaya dengan dengan 27 suara.

Alhamdulillah sekarang Desa Limusgede punya keterwakilan perempuan yang akan menduduki kursi BPD yang rencana akan  dilantik secara kolektif oleh bupati.”imbuh Koswara. (ANTON AS)

PEMKAB PANGANDARAN BERIKA BPJS GRTAIS PADA ANGGOTA AGKP

SIDAMULIH-Dalam acara reuni yang digelar Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP) di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kecamatan Pangandaran, ketua AGKP. H. Yos Rosbi menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota yang hadir pada helaran yang selalu digelar setahun sekali ini.

“Untuk lebih memacu produksi gula kelapa, saya siap sebagai ketua asosiasi untuk menstabilkan harga jual gula setiap saat. “tegas Yos.(26/12)

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, yang turut hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya mengatakan, sesuai apa yang dijanjikan pada kampanye dulu, pihaknya akan membagikan kartu BPJS gratis kepada seluruh oengrajin gula kelapa yang ada di kabupaten Pangandaran.

“Saratnya bapak-bapak harus mempunyai Kartu keluarga dan KTP Pangandaran, dan biaya BPJS ini Insaalloh akan ditanggung pemda. “kata Jeje. (ANTON AS)

WARGA PUAS, REAKSI CEPAT PETUGAS SIGAP TANGGAPI KERESAHAN WARGA

PANGANDARAN-Tidak lama, hanya dalam hitungan jam, setelah mendapat informasi warga yang disampaikan media on line www.pangandarannews.com, anggota Polsek pangandaran yang dibantu anggota koramil, Sat Pol Air dan TNI AL, langsung bergerak untuk mengecek kebenaran berita tersebut.

Dalam razia yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek pangandaran, Y. Koswara di warung yang diduga menjual minuman keras di kawasan pantai barat Pamugaran Pangandaran tersebut petugas pun berhasil menyita beberapa dus minuman keras.

“Sebenarnya setiap malam kami selelu melakukan razia rutin atau tergantung situasi dan don kondisi di lapangan. “terang Koswara.(31/12)

Koswara menambahkan, tidak hanya di warung yang berlokasi di Pamugaran saja, petugas pun langsung disebar ke beberapa titik untuk memastikan masih adanya warung-warung yang menjual miras tanpa disertai ijin.
Koswara juga menyayangkan, kenapa para penjual miras ini tidak jera-jera tetap saja menjual miras walau tidak mengantingi ijin.

Saat ditanya, kenapa tidak langsung ditutup saja warung penjua miras tersebut, Koswara mengatakan, hal itu bukan kewenangannya serta belum tersedia payung hukumnya.

“lebih tepatnya untuk menutup warung itu kewenangan Sat Pol PP tapi mungkin belum ada perdanya sehingga tidak bisa gegabah bertindak. “imbuh Koswara.

Sementara saat diminta komentarnya, sejumlah warga merasa puas dengan kesigapan petugas yang segera cepat tanggap pada keresahan warga.

“Kami sangat apresiasi apa yang sudah dilakukan petugas yang sudah benar-benar mengayomi warga serta sudah memberi rasa aman pada masyarakat. “tuturnya. (PNews)

INI TINGKAT KEHADIRAN PARA WAKIL RAKYAT PADA RAPAT-RAPAT DI DPRD PANGANDARAN TAHUN 2018

PARIGI - Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Yenyen Windiyani, melaporkan terkait kehadiran para anggota dalam rapat yang digelar DPRD selama satu tahun.

“Dari 6 fraksi, ada 35 angggota DPRD Pangandaran , terdiri dari Franksi PDI Perjuangan 8 anggota, Fraksi PAN Plus 8 anggota, Fraksi Golongan Karya 5 anggota, Fraksi PKB Plus 6 anggota, Fraksi PPP 5 anggota, Fraksi PKS Plus 3 anggota,"terang Yeyen.

Sementara BK pada laporan agenda tutup tahun terkait kehadiran anggota dalam rapat yang digelar DPRD, tercatat tingkat kehadiran Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), 72 persen dari 873 kali jumlah rapat hanya dihadiri 632 rapat. Tingkat kehadiran dari para legislatif Fraksi PAN, 71 persen dari 868 jumlah rapat yang seharusnya, hanya dihadiri 614. Fraksi Golongan Karya, 54 persen dari jumlah rapat yang harusnya dihadiri 579, yang dihadiri hanya 312 rapat. Fraksi PKB Plus menunjukan 62 persen,  dari 523 hanya 417 rapat yang dihadiri. Fraksi PPP Plus menghadiri 61 persen (523 rapat) dari hanya 317 rapat yang dihadiri. Sementara Fraksi PKS menunjukan 77 persen dari 289 seluruh jumlah rapat yang harusnya dihadiri, hanya 223 rapat yang dihadiri.

“Dan selama tahun 2018 DPRD Pangandaran sudah menggelar 52 rapat paripurna. “terangnya.(28/12)

Selain rapat paripurna, kata Yeyen, ada rapat-rapat yang harus dihadiri anggota, diantaranya, rapat Badan Musyawarah (bamus), rapat Badan Anggaran (banggar), rapat Bapemperda dan rapat Komisi.

Yeyen juga menyampaikan, berdasarkan data tingkat kehadiran dari masing-masing fraksi, tercatat, Asep Noordin total kehadiran 37,84%, Erma Bastaman 67,92%, Sri Rahayu 79,87%. Iwan M Ridwan 80,15%, Deni Kusnani 84,29%, Hesti Mulyati 68,57%, Ucup Supriatna 73,73% dan Ruhanda dengan total kehadiran 84,55%.

Fraksi PAN Plus dengan total kehadiran 71%, diantaranya, Muhrodin Susilawan total kehadiran 74%, Alip Suhendi 73%, Idi Supriadi 52%, Adang Sudirman 83%, Imang Wardiman 65%, Yenyen Windiyani 80%, Nia Sumiasari 75% dan Hendra Lesmana 67%.

Fraksi Partai Golongan Karya capai total kehadiran 54% dengan rincian, Toto S Heryana total kehadiran 76%, Ade Ruminah 72%, Jajang Mustofa 73%, Muhamad Taufiq total 40% dan Tudi Hermanto dengan total kehadiran 39%.

Fraksi PKB Plus, total hadir 62% dengan rincian, Ngisom total kehadiran 52%, Anwar Solihin 81%, Uce Hasid 58%, Jalaludin 55 %,  Sutarya total kehadiran 63% dan Ruspandi 75%.

Fraksi PPP dengan jumlah total kehadiran 61 persen, rinciannya, Asikin total kehadiran 76%, Syarif Haerul Anwar 17 %, Jajang Ismail total kehadiran 65%, Wowo Kustiwa 77% dan Cicih Mintarsih total kehadiran 78%.

Sementara Fraksi PKS dengan total kehadiran 77%, berikut rincian, Endang Ahmad Hidayat total kehadiran 52%, Solihudin 60% dan Yusuf Tajiri 85%.

"Fraksi Golkar tercatat sebagai partai yang prosentase tingkat kehadiran anggotanya paling rendah, 54% dan Fraksi PKS dengan total kehadiran 77% merupakan fraksi paling rajin tingkat kehadirannya pada rapat-rapat yang digelar selama tahun 2018,"ungkap  Yenyen. (PNews)




WARGA BULAKLAUT RESAH, ADA WARUNG PENJUAL MIRAS BUKA 24 JAM

PANGANDARAN- Beberapa warga sekitar jalan Pamugaran Bulaklaut Dusun Karangsari Rt 05 Rw 06 Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran merasa resah, pasal, di sekitar tempat tinggal mereka ada warung yang menyediakan berbagai macam merk minuman keras (miras).

Menurut keterangan salah seorang warga, Erna (bukan nama sebenarnya), warung tersebut buka 24 jam dan selalu ramai dikunjungi pembeli.

'Kami terus terang sangat terganggu dengan warung ini, soalnya hampir tiap malam selalu terjadi perkelahian di depan warung itu. " jelasnya. (31/12)

Kata Erna (35), kejadian perkelahian ini biasanya terjadi pada pukul satu atau dua lewat tenga malam, saat warga sedang tenang beristirahat, dan parahnya lagi tidak ada orang yang berani melerai, mungkin takut harus berhadapan dengan orang yang sedang mabuk alkohol.

Beberapa warga pun sempat heran, karena Rt setempat selama hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa.

Disoal kenapa tidak lapor ke polisi saja, menurut Erna, tidak seorang pun warga disini yang tahu nomor kantor polsek Pangandaran.

“Saya berharap pihak berwajib segera mendatangi warung tersebut, jika tidak ada ijinnya lebih baik razia dan tutup saja. “ungkapnya. (PNews)

AKIBAT ANGIN KENCANG, RUMAH ROBOH EMIK TERTIMPA POHON

MANGUNJAYA-Angin kencang yang terjadi hari minggu (30/12) membuat rumah Ibu Emik (60) warga Rt. 34/08 Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunuaya  Kabupaten Ciamis, ambruk tertimpa pohon albasia dan kelapa.

Dari beberapa warga diperoleh keterangan, kejadian naas yang menimpa keluarga Emik yang sudah lama tinggal sendiri ini terjadi sekitar jam 03.30, beruntung tidak ada korban hanya sebagian rumahnya saja yang ambruk yang perlu segera mendapat bantuan perbaikan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pemerintahan desa, dan katanya akan segera diteruskan ke Pemkab Pangandaran melalui Dinas Sosial. “kata Kepala Dusun Kersaratu, Tandin. (Tn)

SUASANA GELAP, EKS TERMINAL CILEMBANG TASIK JADI AJANG PROSTITUSI

TASIK NEWS-Masyarakat sekitar eks terminal Cilembang Kota Tasikmalaya merasa kesal, pasalnya tempat yang tadinya menjadi salah satu pusat ekonomi sekarang sudah berubah fungsi menjadi tempat esek-esek praktek prostitusi. 

Lebih menggemaskan lagi, menurut salah seorang warga yang setiap malam berjualan di pasar Cikurubuk, padahal tidak jauh dari lokasi itu ada kantor Sat Pol PP, tapi entah kenapa terkesan tidak ada tindakan apa-apa dari para penegak peraturan daerah (gakda) ini.

“Coba saja buktikan datang kesini pada malam hari, mungkin anda juga akan ditawari para mucikari yang berkeliaran tiap mala disini. “ungkapnya.(29/12)

Ia menambahkan, sebaiknya pemkot menambah penerangan disana jangan dibiarkan gelap sehingga tempat tersebut pun terasa nyaman bagi para penjaja seks komersial ini.

“Jika malam suasananya gelap, jadi mungkin sangat cocok untuk transaksi maksiat ini. “imbuhnya. (ANWAR W)

IWAN M RIDWAN : “AMAN UNTUK DIKUNJUNGI, AYOO KE PANGANDARAN…!”

PARIGI-Tidak dipungkiri dampak kejadian tsunami selat sunda sangat berperngaruh pada tingkat kunjungan wisatawan pada libur natal tahun baru 2019, secara langsung ini berskibat pada menurunnya Pendapatan Asli daerah (PAD) khususnya dari sektor pariwisata serta pajak hotel dan restoran.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan  Ridwan, S,Pd, M.Pd, usai memimpin raoat paripurna Penyampaian hasil Kinerja Pimpinan AKD di ruang rapat DPRD.(28/12)

“Jelas ini sangat berdampak sekali, karena sangat jauh berbeda wisatawan yang datang ke Pangandaran pada libur natal tahun baru lalu. “jelas Iwan.

Atas nama peerintahan, Ia pun mengajak seluruh masyarakat serta stakeholder untuk tidak menyebarkan informasi negative (hoaks) pada wiasatawan, malah sebaliknya harus ikut mempromosikan bahwa pangandaran aman untuk dikunjungi.

Masih kata Iwan, wisatawan pun sebaiknya tidak mudah percaya berita yang selama ini tersebar di medsos serta melakukan cross cek apabila ada berita yang masih belum tentu kebenarannya.

“Insaalloh sampai saat ini Pangandaran aman untuk dikunjungi dan bisa tetap menjadi tujuan wisata anda, jadi ayo ke Pangandaran. “ucap Iwan.

Menurut politisi PDIP ini, akibat banyaknya berita yang belum tentu kebenarannya beredar di medsos sangat berdampak pada menurunya PAD dari pariwisata dan pajak hotel-restoran tahun ini.

“Dan yang paling merasakan dampak tentunya masyarakat pelaku usaha wisata yang selama banyak menggantungkan dari sektor pariwisata karena seoinya pengunjung. ”tegas Iwan. (PNews)

PANGANDARAN JADI TUJUAN STUDI BANDING PPSDM KEMENDAGRI REGIONAL BANDUNG

PARIGI-Pemerintahan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan untuk studi banding pelaksanaan jaminan mutu pelayanan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung. Sebanyak 50 orang dari tenaga kontrak di PPSDM tersebut langsung diteria Sekda, Mahmud, SH, MH di aula setda Pangandaran (27/12).

Kepada sejumlah awak media, Kasubag Sarpras PPSDM Kemendagri  Regional Bandung, Mamay Mulyadin, menuturkan, studi banding ini untuk melihat secara langsung pelayanan Pemkab Pangandaran kepada masyarakatnya.

“Alasan dipilihnya Kabupaten Pangandaran karena Pangandaran daerah baru berkembang tetapi sudah mendapat berbagai banyak penghargaan. “tutur Mamay.

Selain itu, kata Mamay, selain terkenal wisatanya dan kulturnya sebagai daerah yang baru berusia seuur jagung ini pun mapu mendapat menghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Tentunya ini menjadi acuan kami"imbuhnya.

di tepat yang sama, Sekda Kab Pangandaran, Mahmud, mengatakan, saat ini Pangandaran sedang melakukan penataan wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, sesuai dengan visi Kabupaten Pangandaran, menjadi tujuan wisata kelas dunia. \

“Ada empat fokus pembangunan saat ini yang menjadi skala perioritas kami, bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penataan kawasan wisata"jelas Mahmud.

Dalam penataan wisata, lanjut Mahmud, Pangandaran juga sedang memperluas destinasi wisata lainnya sehingga wisatawan tidak merasa jenuh pada satu titik obyek wsiata saja.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat dan stake holder dalam bidang dan porsinya, sehingga pembangunan wisata pun berkelanjutan. “imbuh Mahmud. (PNews)

KEPALA DESA SE-KABUPATEN TASIKMALAYA DATANGI KANTOR BPN MINTA KEJELASAN PROGRAM PTSL

TASIK NEWS-kepala dan Perangkat Desa se-Kabupaten Tasikmalaya datangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tasikmalaya untuk menanyakan masalah Pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL)  yang riskan pungutan liar serta telah menyeret salah satu kepala desa terkena jerat hukum.

Dalam aksinya di depan kantor BPN tersebut(26/12), Apdesa dan para kepala desa pun menyampaikan beberapa poin di antaranya serta meminta BPN lebih transparan serta beraharap Pemkab Tasikmalaya untuk segera menerbitkan Perbup  terkait PTSL sehingga sebelum memulai melaksanakan program tersebut sudah ada payung hukumnya.

Hal senada disampaikan salah seorang pengurrus Ingsuning Baraya Sunda (IBS), H.Galih yang turut hadir dala aksi tersebut, sebenarnya PTSL program bagus yang sangat membantu dan meringankan masyarakat terlebih dalam membantu tugas pemerintahan desa mewujudkan ketentraman, keamanan dan keabsahan bukti kepemilikan tanah agar di kemudian hari tidak terjadi sengketa.

“Dari  PTSL para kepala desa tidak berorienasi pada keuntungan materi tapi lebih cenderung untuk kepuasan kinerja ketika bisa ikut berkontribusi mensukseskan program yang di rasakan manfaatnya oleh masyarakat. “ujar Galih.

tapi sayang, kata Galih, program PTSL ini malah menjadi bencana bagi kepala dan perangkat  desa yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, materi hingga harus pula pengorbanan harga diri dan martabat karena tersandung kasus hukum, dan ini semua akibat regulasi yang tidak akurat dan transparan.

“Sebainya pihak BPN dan Pemkab Tasikmalaya segera terbitkan payung hukumnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan atau terhambatnya program nasional PTSL ini. “kata Galih lagi.

Menurut beberapa sumber yang ditemui PNews, masyarakat hendaknya berhati-hati dengan oknum yang memungut biaya Pendaftaran PTSL sertifikat melalui PTSL gratis, tapi masyarakat juga harus tahu biaya yang sebenarnya untuk PTSL sebesar Rp 150.000 per bidang tanah di tingkat Desa. Dan biaya tersebut dipergunakan untuk transportasi tenaga desa, pengukuran, materai dan pemberkasan.

“jadi PTSL ini gratis dan silahkan untuk proses sertifikasi di BPN, sedangkan biaya muncul untuk pengurusan persyaratan di desa karena ini sudah sesuai dengan surat kerja tiga mentri, Kemendagri, Kementrian Desa , Mentri Agraria dan Tata Ruang. “jelasnya. (ANWAR W)

KURANG TEPAT JIKA MENURUNNYA WISATAWAN KE PANGANDARAN DAMPAK DARI SPANDUK BERBAU SARA

PANGANDARAN-Tidak seluruhnya benar jika menurunnya jumlah pengunjung ke obyek wisata Pangandaran diakibatkan beberapa hari lalu ada pemasangan spanduk yang mengatakan pelarangan merayakan natal kecuali di gereja. Karena Pemkab Pangandaran pun tidak lama langsung sigap mengklarifikasi dengan menurunkan spanduk tersebut.

Seperti dikatakan salah seorang pelaku usaha wisata permainan wahana laut Atlantic, Iwan Sofa. Menurutnya, dari keterangan sejumlah wisatawan yang menggunakan jasa usahanya di pantai timur, menurunnya arus wisatawan ke Pangandaran lebih disebabkan karena ada kekhawatiran dari kejadian bencana tsunami di selat sunda beberapa waktu lalu.
Sebatas fakta yang ditemui di lapangan, menurutnya, tsunami selat Sunda dan isu geologi lainnya merupakan faktor utama sepinya pengunjung di musim liburan akhir tahun ini, tetapi tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Sedangkan aksi pemasangan sepanduk penolakan natal yang mengatasnamakan masyarakat, lanjuttnya, mutlak sebagai kegiatan antoleransi dan sarat akan isu syara' sehingga harus ditindak secara tegas karena juga bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

Tapi menurut Iwan, ia lebih memilih persoalan spanduk ini sebagai arogansi mayoritas terhadap minoritas, yang paling dirugikan adalah umat kristiani yang hendak melakukan ritual dan perayaan keagamaan, padahal di dalam undang-undang mereka mempunyai hak yang sama seperti halnya umat lainnya. Sedangkan yang berlibur ke Pangandaran itu tidak hanya umat kristiani, tetapi juga umat Islam dan penganut agama lain yang memanfaatkan momentum kalender libur nasional untuk berwisata.

Jadi, kata Iwan lagi, menjeneralisasikan persoalan sepi pengunjung yang datang ke Pangandaran akibat sepanduk menurut saya kurang bijaksana. Tetapi, menjustifikasi persoalan sepanduk tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Pangandaran juga tidak benar.

“Hampir semua wisatawan baik yang datang atau yang engurungkan niatnya ke Pangandaran, mengatakan mereka khawatir kejadian tsunami yang terjadi di selat sunda berdampak ke Pangandaran. “kata Iwan. (26/12)

Jadi kalau di medsos viral, turunnya kunjungan wisatawan ke Pangandaran akibat pemasangan spanduk sebelum libur natal dan tahun baru, menurut Iwan, itu tidak fear dan tidak benar seluruhnya.

“Mungkin saja memang ada pengaruh dari spanduk itu, tapi dari seluruh wisatawan yang saya ajak bicara semuanya mengatakan memang ada kekhawatiran jika tsunami di selat sunda bisa berdampak kesini. “kata Iwan lagi.

Iwan menambahkan, wisatawan yang terpaksa memperpendek waktu kunjungan wisatanya atau wisatawan yang terpaksa mengurungkan nitanya berwisata ke Pangandaran, semuanya mengatakan karena memang ada kekhawatiran kejadian tsunami selat sunda.

“Dari seluruh tamu yang biasa menggunakan jasa wisata saya, tidak ada satu orang pun yang mengatakan karena adanya pemasangan spanduk lantas mereka mengurungkan berwisata ke Pangandaran. “tegas Iwan.

Lagi pula, kata Iwan, wisatawan yang biasa berlibur ke Pangandaran hampir semuanya sudah paham dan tahu keadaan dan situasi Pangandaran. Karena, lanjut Iwan, mereka datang berlibur bukan hanya kali ini saja, bahkan ada diantara wisatawan ada yang sudah puluhan kali ke Pangandaran.

“Jadi kalau hanya disebabkan spanduk tersebut saya kira tidak benar seluruhnya dan saya lebih memilih sepi pengunjung libur akhir tahun ini lebih diakibatkan isyu tsunami selat sunda dan isyu geologi. “imbuhnya. (hiek)

CIASMIN DESA SIMPANG BISA JADI SENTRA IKAN AIR TAWAR

TASIK NEWS-Di lingkungan Rt 02/01 Ciasmin Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya sejak dulu sudah dikenal sebagai kawasan dengan hamparan kolam ikan yang berjejer rapi. Setidaknya ada 5 kolam yang berjejer dari arah utara ke barat dengan ukuran 36 m2 dengan pemilik yang berbeda. Hasil dari pertanian ikan air tawar sebagian ada yang dijual ke pasar sebagian ada yang hanya sekedar untuk konsumsi keluarga.  

Menurut warga sekitar, jika ini bisa dikelola dengan baik oleh para pemiliknya bukan tidak mungkin Ciasmin ke depan bisa menjadi sentra ikan air tawar.

“Dan itu tentunya bisa bernilai ekonomis untuk warga. “ungkapnya. (23/12)

Karena selain dekat ke lokasi pasar untuk pemasarannya, kata warga tersebut, kolam-kolam itu bisa juga menjadi arena para pemancing. (ANWAR W)

SMK CIJULANG BERHARAP ADA TAMBAHAN ANGGARAN UNTUK RUANG DAN ALAT PRAKTEK

CIJULANG-Ada beberapa perbedaan baik sistem atau pun out put antara pendidikan di SMK dengan SLA umum lainnya. Dari mulai masuk hingga keluar menamatkan pendidikan, disitu ada tiga kegiatan yg menguras banyak energi, pikiran dan materi, semua itu kadang susah untuk diungkapkan.

Demikian dikatakan Kepala SMK Cijulang Kabupaten Pangandaran, Drs. Ngadino Riadi M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya.(21/12)

Menurut Ngadino, sejak kelas 11 para siswa hartus mengikuti prakerin, praktek kerja industri ke dunia usaha dan industry selama 6 bulan. Ada beberapa kesulitan, seperti terkait akomodasi  dan biaya lainnya saat melakukan prakerin di industri otomotif yang kebetulan lokasinya di Jakarta.

“Waktu dan biaya yang begitu besar inilah kadang jadi polemik buat kami khususnya siswa kurang mampu, belum lagi kami harus antri karena prakerin ini dilakukan serentak seluruh SMK se-Indonesia. “terangnya.

Ngadino menambahkan, di kelas 10 juga selama 2 hari 2 malam siswa harus melaksanakan kunjungan industry ke pabrik dan usaha industri sesuai dengan kompetensinya, tentu ini  enggunakan biaya tidak sedikit, apalagi jika lokasinya jauh dari tempat tinggal, terpaksa siswa pun harus menginap.

Disisi lain, lanjut Wagino, untuk ke depan SMK ini diharapkan  mampu membuat suku cadang atau memproduksi permesinan dan alih tekhnologi.

“Mungkinkah ini bisa dilaksanakan dengan anggaran yang ada di sekolah masih kurang ? “imbuhnya.

Tapi disisi lain, masih kata Wagino, ia sangat apresiasi pada Pemkab Pangandaran yang telah mebantu meringankan beban sekolah.

“Saya berharap pada Pemvrop Jabar bisa segera mengalokasikan anggaran SMK untuk ruang praktek dan alat praktek karena ini sangat urgent. “Pungkas wagino. (ANTON AS)

PESONA CURUG LUHUR CIPINAHA BELUM TERSENTUH PENATAAN SEKTOR PARIWISATA

TASIK NEWS-Pemandangan menakjubkan jika melihat dari kejauhan, Luncuran air terjun (Curug) Luhur Cipinaha yang meliuk menuruni bebatuan dengan hiasan ornamen dibawahnya menyerupai kolam alami seperti tangga berundak, sungguh sebuah pemandangan yang sangat eksotis.

Kejernihan airnya pun terlihat bening mengalir tanpa henti menuju ke bawah menyapa lengkungan bebatuan yang tak begitu luas. Perjalanannya pun tak henti pada tangga kedua,  karena air kembali melaju mengalir di dalam lingkaran yang luas, tempat berenang pengunjung. Tak henti sampai disana, liukan air bak sebuah pun bermuara di sebuah bendungan  irigasi pertanian dan melaju tanpa batas menuju walungan Cipinaha.

Salah seorang warga yang bermukim tak jauh dari lokasi Curug Luhur Cipinaha atau yang lebih familiar dikenal dengan Curug Husen, Wawan Suhandi, mengisahkan, konon menurut legenda, Curug tersebut merupakan tempat pemandian putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran yang bernama Nyimas Malati, yang dulunya seorang penari ronggeng. Dan salah satu bukit pasir yang berjejer di lokasi curug bernama Pasir Malati, disamping bukit pasir Mongor Tengah, Pasir Panjang dan Pasir Tua.

Menurut Wawan, ada seorang warga bernama H. Rodin, pernah menemukan perhiasan di seputar lokasi curug saat mencangkul dan perhiasan tersebut diyakini milik Nyimas Putri Malati yang dipakai saat jadi penari ronggeng.

"Anehnya saat terjadi kebakaran di rumahnya, harta yang bisa diselamatkan hanya perhiasan itu, yang lainnya hangus terbakar" ungkapnya.(20/12)

Air terjun yang berlokasi tepatnya  di Sukasirna Dusun Cipinaha Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung ini sekitar tahun 2015  pernah menjadi destinasi wisata keluarga, malah pada saat itu  curug luhur cipinaha ini pernah menjadi primadona wisatawan lokal, terutama menjelang libur panjang atau Hari libur lainnya.

masih kata Wawan, Kini jumlah pengunjung yang datang ke Curug terlihat berkurang, karena wisata alam yang ada di daerahnya belum tertata dengan maksimal. Sarana infrastruktur jalan pun masih perlu dibenahi, jalan ke lokasi perlu dibuat tangga dan juga belum tersedianya tempat peristirahatan yang nyaman buat pengunjung.

"Rencananya tahun anggaran 2019 akan dibangun jalan rabat beton sepanjang 450 meter menuju lokasi. " ujar sekdes ini.

Desa Melatisuka yang dikenal selama ini menjadi pemasok gula aren banyak menyimpan potensi terutama pada Sumber daya alam. Salah satu Obyek wisata alam yang menjadi andalan daerah hasil pamekaran dari Desa Bengkok,  bukan hanya Curug Husen saja,  panorama alam Gunung Panenjoan dan wisata sejarah Goa Anteg bisa menjadi aset besar kedepan
nya jika ditangani serta ada pengembangan yang serius dari investor.(RUSDIANTO-UDI RUSWENDI)

BUNTUT PEMASANGAN SPANDUK YANG DIANGGAP INTOLERAN, MUSPIKA PUN MEMBUAT SPANDUK BARU

PANGANDARAN-Buntut pemasangan sepanduk yang mengharuskan perayaan natal hanya boleh diselenggararakan di gereja, ternyata menjadfi viral di media sosial yang mengakibat sejumlah masyarakat pun angat bicara dengan bermacam-macam komentar.

Bukan hanya di Pangandaran, spanduk yang memuat tulisan cenderung disalahpahami sebagian masyarakat ini ternyata beredar hingga ke kota-kota besar lainnya, walau pemasangan spanduk tersebut tidak berlangsung lama karena dengan berbagai pertimbangan spanduk tersebut pun diturunkan petugas karena tulisannya dianggap intoleran.
Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Ike, tindakan pemasangan spanduk tersebut maksudnya bukan untuk melarang siapapun merayakan natalan di Pangandaran, tetapi karena keteledoran akhirnya disalahpahami.

"Ini mungkin maksudnya baik, tidak boleh beribadah bagi pemeluk agama tertentu kecuali di tempatnya dan itu dilindungi," jelasnya. (22/12)

Hal senada dikatakan Kapolsek angandaran, Kompol Suyadi, pemasangan spanduk tersebut membuat suasana terkesan kurang kondusif, maka melalui msyawarah dan kesepakatan semua elemen dengan  membuat pernyataan secara terbuka untuk membuat spanduk baru.

Spanduk baru tersebut, kata Suyadi, bertemakan kondusifitas Pangandaran mengenai kebebasan beragama dan hubungan harmonis antara agama.

“Dan tentunya juga dengan jaminan keamanan bagi siapa saja yang hendak merayakan natal di Pangandaran," tuturnya.

Suyadi juga mengatan, muspika sudah sepakat ke depan perlunya kehati-hatian dalam membuat pernyataan apa pun apalagi di jaman sekarang ini, dengan kemudahan tekonologi informasi apa pun akan sangat mudah dan cepat diekspos. (HARIS F)

JEMPUT BOLA PEMBUATAN AKTE, PETUGAS DISDUKCAPIL BERKELILING KE DESA-DESA

CIGUGUR-Masarakat Desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran menyambut antusias kehadiran petugas Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) saat pendataan dan pembuatan akte kelahiran yang dilaksanakan di alua desa sepanjang siang bahkan hingga malam hari.

Demikian ungkap kepala Desa Bunisari, Saepudin, menanggapi pelaksanaaan jemput bola dalam pembuatan akte kelahiran masyarakat.

“Masyarakat sangat senang karena sekarang tidak usah jauh-jauh untuk mengurus adiminstrasi kependudukannya dan tentunya karena tanpa dipungut biaya sepeser pun. ”ungkap Saepudin.(20/12)

Hal senada dikatakan salah seorang petugas Disdukcapil, Kasi Kelahiran Bidang Pencatatan Sipil, Warino, program pelayanan jemput bola keliling ini dilaksanakan agar lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akte kelahiran.

Menurutnya, petugas sangat menyadari dengan kesibukan serta jarak yang harus ditempuh sangat jauh untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Mungkin inilah yang kadang membuat masarakat enggan untuk membuat akte kelahiran. “ungkap Warino.

Warno mengatakan, kegiatan pelayanan jemput akte keliling ini dilaksanakan terus menerus dan berkelanjutan. Artinya, disdukcapil terus akan berkeliling dari satu desa ke desa lain dan dari kecamatan terus berpindah ke kecamatan lainnya.

Dan dalam pelayanan ini, kata Warino. jumlah yang dilayani pun pluktuatif, terkadang satu hari hanya sekitar 80 orang tapi bisa juga hingga 300 orang.

“Dan kami melayani masyarakat terkadang hingga larut malam karena pada siang hari banyak warga yang masih sibuk bekerja di kebun, di sawah atau di tempat lainnya. “imbuhnya.
 (ANTON AS)

TARGET TIDAK TERCAPAI, SANKSINYA GAJI BILLER PLN DIPOTONG TIAP BULANNYA

TASIK NEWS-Hampir setiap di pelosok perkampungan yang ada di Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya sudah disinggahi. Berbagai medan sulit pun sudah dijajakinya, terlebih di saat turun hujan deras yang menggenangi tanah merah hingga terasa semakin berat perjalanan.  Belum lagi cacian tak jarang diterima saat berhadapan dengan pelanggan yang bandel, yang penunggak pembayaran yang sudah melewari jatuh tempo.

Itulah sekelumit suka duka salah seorang petugas pemungut bayaran dan pencatat meteran PLN (biller) di Kantor Pelayanan (KP) PLN Kecamatan Salopa, Khoer Afandi, dengan rutinitas kerjanya.
.
Dikatakan Khoer, kendati sudah ada pemberitahuan dari PLN tentang batas waktu pembayaran listrik setiap tanggal 20 harus lunas, namun pada pelaksanaannya masih saja ada pelanggan yang kurang sadar pada kewajibannya, padahal PLN sudah mensosialisasikan terkait sanksi  pemutusan sambungan listrik sementara dan pemutusan sambungan permanen, dengan cara pencabutan KWH jika pelanggan menunggak sampai 3  Bulan. Dan jika KWH sudah di cabut, maka konsumen harus melakukan pemasangan baru (PB) kembali.

Khoer juga mmengatakan, di Kantor pelayanannnya, bertugas lapangan terbagi dua, bagian pelayanan teknik dan pemungut tagihan listrik.

“Kita bekerja sesuai tupoksi masing-masing walau pun saat di lapangan ada kalanya kami  bekerjasama, yang terpenting kepuasan pelanggan harus dinomor satukan. “tutur Khoer.(21/12)

Khoer juga mengatakan, jumlah biller di KP  Salopa ada 6 orang dan tiap biller mendapat target penagihan bervariasi. Ia sendiri kebagian target 1500 pelanggan yang menjadi tanggung jawab setiap bulannya.

Diakuinya, terkadang pencapaian penagihan pembayaran listrik per bulan tidak tercapai karena banyak masyarakat yang kurang sadar pada kewajibannya.

“Rata-rata penunggakan tiuap bulannya pembayaran listrik dari pelanggan di tiap biller bisa mencapai lebih Rp. 20 juta. "terang Khoer.

jika pelanggan dalam pembayaran tidak tepat waktu, kata Khoer, ia yang akan imbasnya, mendapat potongan gajih.

Tapi menurut Khoer, ia tetap bangga  menjadi walau terkadang harus menghadapi persoalan-persoalan dilematis, di satu sisi sebagai petugas harus tegas menerapkan aturan PLN saat pada pelanggan yang saat jatuh tempo masih belum melunasi pembayaran. Maka, menurutnya, ia pun akan melayangkan surat pemutusan sambungan listrik sementara.

“Tapi di sisi lain saya tidak tega karena selama ini sudah dekat dengan masyarakat. “ungjkapnya lagi.

Khoer pun berharap adanya kesadaran tinggi dari pelanggan untuk melaksanakan kewajibannya tepat waktu tanggal 20 pada setiap bulannya agar petugas tidak kena imbas dengan pemotongan gaji.

“Sekali lagi saya menghimbau agar masyarakat bisa tepat waktu dalam pembayaran tiap bulannya, saya cuma buburuh serta punya tanggunan keluarga yang harus diberi nafkah. “pungkasnya. (RUSDIANTO-HERMAN)

CAMAT PANCATENGAH LAKUKAN MONEV PEMBANGUNAN TRIWULAN IV TAHUN 2018 DI DESA MARGALUYU

TASIK NEWS-Dalam pelaksanaan pembangunan yang ada desa, harus dipahami segala sesuatu yang berhubungan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi segala asfek untuk kemajuan desa.

Demikian disampaikan Camat Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, H. Nono Darso, S.Ip, dalam sambutannya pada kegiatan Pembinaan Pemeriksaan Administrasi  dan Keuangan Desa Semester II serta Monev Pembangunan Triwulan IV Tahun 2018 di Desa Margaluyu.(18/12)

“Kita juga harus bisa mempertahankan budaya yang ada di desa agar tidak musnah apalagi di era milenial seperti sekarang ini. “kata Nono.

Selain camat, dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekmat Pancatengah, perangkat desa, pendamping desa, Lembaga Desa Margaluyu, antara lain, 21 orang RT, 10 orang RW, 7 orang BPD, 1 orang MUI, 1 pengurus karang taruna, 1 orang LPM, 1 orang TP PKK, 5 orang ketua Posyandu dan 10 orang tokoh masyarakat perwakilan dari tiap-tiap dusun.

Nono juga mengatakan, semuanya harus berupaya meningkatkan baik potensi Sumber Daya Alam (SDA) atau Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa tercipta desa mandiri yang bisa menjadi teladan bagi desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Ke depan, diharapkan Desa Margaluyu bisa terus berkembang untuk bisa bersaing secara positif dengan daerah lain yang pada gilirannya tentu bisa meningkatkan kesejahteraan warga. “kata Nono lagi. (ANWAR. W-UDI. R)

SUDAH SATU BULAN LEBIH SAMPAH DIBIARKAN BERSERAKAN DI JALAN IR. H. JUANDA TASIK

TASIK NEWS-Warga yang tinggal di sekitar Jalan Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya, setiap pagi dipaksa harus melihat pemandangan serta menghirup aroma busuk dari gundukan sampah yang berceceran.

Bukan saja di pinggir jalan, sampah-sampah tersebut pun berceceran hingga ke saluran air hingga menjadi pemandangan suram di tengah kota.

Menurut warga setempat, sudah satu bulan lebih sampah tersebut seolah dibiarkan berserakan begitu saja dan entah kenapa tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

“Harusnya pemerintah bisa memberikan contoh baik pada masyarakat, bagaimana menjaga lingkungan agar bersih dari sampah. “ujarnya.(19/12)

Akibat aroma busuk yang menyengat, tidak sedikit warga yang kebetulan lewat sekitar jalan tersebut terpaksa harus menutup hidung karena tidak kuat menahan bau.

“Padahal di setiap kesempatan pemkot selalu mensosialisasikan tentang kebersihan dan lingkungan sehat pada masyarakat, sementara pemerintah sendiri malah sebaliknya membiarkan sampah mengotori sudut-sudut kota. “ungkapnya lagi.  (ANWAR W)

AKIBAT KESAL, BEBERAPA WARGA NAGROG POSTING JALAN RUSAK DI MEDSOS

TASIK NEWS-Akibat merasa tidak diperhatikan pemerintah, sejumlah warga Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, melalui media sosial (medsos) face book mengungkapkan kekesalannya karena infrastruktur jalan di Ciranca-Cirengrak.

Menurut Suhendar dan Encep, warga sudah lama memendam rasa kesal karena jalan yang selama ini dipergunakan sudah tidak berbentuk jalan lagi karena lebih mirip dengan kubangan kerbau.

“Padahal kami punya hak dan kewajiban yang sama seperti warga lainnya. “ungkapnya.(19/12)

Menurut mereka, mendambakan untuk bisa memiliki jalan licin berhotmiks selama ini hanya sebatas angan-angan dan mimpi saja, walau pun setiap tahun harus taat pada kewajiban untuk membayar pajak. Tapi saat giliran bicara hak rakyat, seolah terabaikan.

“Sebagai warga kami hanya bisa mengkritik tanpa niatan menjatuhkan siapa pun. “imbuhnya. (ANWAR W-HERMAN)

NAH, BUPATI PANGANDARAN ANGKAT BICARA TERKAIT RASIONALISASI ANGGARAN

Ada beberapa pertimbang terkait rasionalisasi anggaran di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diantaranya, optimalisasi 4 skala perioritas kebijakan yang sudah digariskan pemda.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ketika disoal kebijakan pemangkasan anggaran hampir di semua SKPD, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(10/12)

Menurut Jeje, kebijakan ini tentunya bukannya tanpa alasan, karena walau memang dirasakan “ekstreem”,  tapi kata Jeje, Pangandaran harus melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang untuk memenuhi tuntutan dan memenuhi hak-hak dasar kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi penting, saat masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan dan memulai penataan wisata untuk menuju visi kita menjadi wisata berkelas dunia. “ungkapnya.

Pada setiap kesempatan, menurutnya ia sering mengatakan, pemda tidak mempunyai anggran yang besar tapi pembangunan daerah harus terus berjalan.

“Kalau kita membangun dengan anggaran yang besar, tentunya semua orang dapat melakukannya. “imbuh Jeje.

Persoalannya, kata Jeje lagi, mampukan pemda berinovasi memenuhi kekurangan anggaran tersebut, baik melalui bantuan dari pemprov atau pun pusat bahkan dengan optimalisasi CSR. Karena jika hanya berkutat pada kueh APBD saja, Jeje mengakui, tentunya tidak akan mencukupi.

Jeje pun mencontohkan saat ia akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saat itu pada APBD hanya ada sekitar Rp. 35 milyar saja, menurutnya ia pun harus putar otak untuk mencari kekurangannya.

“Saya datang ke pemprov, ke pusat dan Alhamdulillah RSUD pun sebentar lagi bisa terwujud dengan anggaran ratusan milyar. “jelasnya. 

Lebih jauh Jeje mengatakan, pada dasarnya apa yang ia lakukan selalu diawali dengan gagasan atau mimpi-mimpi dulu, seperti yang dilakukan dalam kebijakannya pada relokasi pedagang pantai dan penataan wisata. Setelah dirasakan program tersebut bagus dan bisa memberi manfaat pada masyarakat, ia pun akan membawanya baik ke pemprop atau pada kementerian untuk mempresentasikan program tersebut dengan jelas dan gamblang. Dan gayung pun bersambut, karena ternyata setiap program kebijakan yang selama ini digulirkan selalu mendapat dukungan anggaran dari pemprop dan pusat. Bukan hanya itu, menurutnya ia pun  bisa memanfaatkan CSR untuk ikut berkontribusi pada pembangunan yang ada di Pangandaran.

Saat disoal hubungan dengan rasionaliasi anggaran pada pemerintahannya, kata Jeje, ia tidak mau berkomentar banyak, tapi ia menegaskan ada banyak peluang bisa lebih dimaksimalkan selain penggunaan APBD. Artinya, kebijakan semua itu ada pada pimpinan untuk selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas tanpa harus terpaku pada jumlah anggaran di masing-masing SKPD.

“Sekali lagi saya katakan, jika persoalannya menunggu anggarannya ada, lalu sampai kapan program-program bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan masyakarat..? ”pungkas Jeje. (PNews)

HASIL SUMBANGAN PNS DAN DONATUR, KANTOR UPTD KARANGNUNGGAL SEGERA DIRENOVASI

TASIK NEWS-Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pendidik, kini Kantor UPTd Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan segera direnovasi.

Seperti dikatakan Kepala UPTD Karangnunggal, Acep, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp. 134 juta yang diperoleh dari donator dan iuran PNS di lingkup pendidikan, renovasi kantor akan segera dilaksanakan.

Alhamdulillah, dari donator dan sumbangan seikhlasnya dari PNS warga penididikan akhirnya bisa terkumpul dana sebesar itu. “ungkap Acep. (10/12)

Dikatakan Acep, renovasi yang akan dilaksanakan ini murni hasil dari sumbangan berbagai pihak termasuk dari para PNS yang sudah rela menyisihkan sebagian rejekinya.  

Acep juga mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang sudah berbaik hati ikut membantu baik moril mau pun materil, bersama-sama membantu proses renovasi kantor UPTD. 

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, bukan saja bagi kami para insane pendidik, taopi juga bagi masyarakat banyak khususnya masyarakat Karangnunggal. “imbuhnya. (ANWAR W)

7 BUDI UTAMA, MOTTO KERJA DESA PARAKANMANGGU

PARIGI-Sejatinya pemerintahan desa harus mampu memberi pelayanan yang terbaik pada warga, apa yang menjadi keinginan dan harapan warga harus bisa direspon cepat. Dan semuanya itu harus dikerjakan dengan ikhlas, beretika dan penuh rasa tanggungjawab.

Demikian disampaikan Kepala Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Suryo, saat diminta tanggapannya terkait tupoksi kepala dan perangkat Desa Parakanmanggu.

“Jangan sekali-kali kita ingin dilayani, tapi sebaliknya kita-lah yang harus melayani siapa saja yang datang ke desa. “ungkap Suryo.(17/12)

Dikatakan Suryo, paling tidak ada 7 motto yang menjadi pegangan kerja yang terangkum dalam 7 Budi Utama.
Pertama, harus jujur dalam bekerja karena jujur akan mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Kejujuran juga dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang dekat dengan yang Maha Esa.

Kedua, dalam bekerja harus disertai rasa tanggungjawab, karena tingkah laku dan perbuatan baik disengaja maupun tidak harus ada tanggungjawab moral, karena bila disana ada sebab dan akibat, artinya berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Yang ketiga, visoner, ada kemampuan untuk melihat kedepan, melebihi penglihatan orang lain melalui kata-kata yang diucapkan.

“Kita bisa mengetahui apakah seseorang itu visioner atau tidak, kita juga perlu mengenali diri sendiri untuk mengetahui apakah kita in orang visioner atau tidak. “jelas Suryo.

Keempat, dalam bekerja harus disiplin, karena perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggungjawabnya. Kedisiplinan merupakan usaha untuk menanamkan nilai atau pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk mentaati sebuah peraturan.

“Yang kelima kerjasama,  sebuah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama dapat mencapai tujuan atau target yngg sebelumnya telah direncanakan dan disepakati secara bersama pula. “katanya lagi.

Masih kata Suryo, yang keenam Adil, dimana semua orang mendapatkan hak berdasarkan kewajibannya. Kata adil merupakan satu  sikap yang tidak memihak atau sama lainnya, tidak ada yang lebih dn tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih. Adil tidak berarti harus sama tapi harus sama-sama ikut merasakan.

“Dan yang ketujuh peduli, peduli merupakan sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri pada persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi disekitar kita, orang peduli adalah mereka yg terpanggil melakukan sesuatu dlm rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan disekitarnya. ”  Pungkas Suryo. (ANTON AS)

PESONA WISATA CIMEDANG DENGAN SENSASI MEMANCING IKAN BLACK BUSH

TASIK NEWS-Sungai Cimedang di wilayah Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan. Hal itu diungkapkan TA P3MD Provinsi Jawa Barat, A Abdurozak, S.Ag, saat menyusuri sungai yang mempunyai luas 200 meter (4/09).

Menurut A Ozak, sapaan akrabnya, pihaknya sengaja menyisir muara sungai bersama TA P3MD Pemkab Tasikmalaya dari hilir sampai hulu bersama Para Pendamping Desa PLD, Sekdes dan pengurus BUMDes Margaluyu.

 “Saya sangat takjub melihat potensi sungai Cimedang dengan pemandangan alam dan sumber daya alam yang sangat kaya ini dengan dijadikan wisata pemancingan,” ujarnya.

Ozak mengatakan, Sungai Cimedang bisa menjadi destinasi wisata baru di Kecamatan pancatengah khususnya Desa Margaluyu. Karena ini bisa men¬jadi surga bagi para pecinta mancing untuk menambah pengalaman.

“Dan yang paling istimewa,  di sungai ini masih terdapat ikan black bush yang menjadi incaran bagi pemancing mania. “imbuhnya.

Sementara menurut Sekdes Margaluyu dan Direktur Bumdes Margaluyu, pihaknya bersama masyarakat selalu mengimbau para pemancing untuk melepaskan kembali ikan black bush dan mangrove jack yang berhasil mereka tangkap.

“Kalau ada yang dapat ikan tersebut 100 persen harus dilepaskan lagi supaya bisa lestari,” tegasnya.

Memang untuk potensi pemancingan, katanya lagi,  sangat layak sekali dengan masih banyaknya ikan-ikan yang menjadi sasaran pemancing mania. Bahkan untuk ikan jenis black bush di Sungai Cimedang masih ditemukan dengan berat mencapai 10 kilogram.

Dalam upaya melestariakan black bush, katanya, agar tidak bisa diambil begitu saja oleh para pemancing. Ini agar ikan yang terkenal dengan tarikan sangat kuat tersebut bisa tetap lestari dan terus berkembang biak.

“Jadi peraturannya bisa dipancing tapi harus dilepaskan,”pungkasnya. (ANWAR W)

TERJADI PERGESERAN TANAH AKIBAT LONGSOR, HEKTARAN SAWAH ALAMI KEKERINGAN

LANGKAPLANCAR-Petani di Dusun Cintajaya Desa Cimanggu Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terancam gagal panen, pasalnya sistim pengairan tidak berfungsi akibat tanahnya longsor.

Demikian disampaikan Pjs. Kepala Desa Cimanggu, Jajang Somantri, saat diminta tanggapannya terkait longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Kata jajang, longsor ini terjadi pada hari minggu (16/12) mengakibatkan saluran air yang biasanya mengairi sawah terjadi penyumbatan, dan ini diketahui ketika pemilik sawah mengetahui sawahnya kering tidak ada airnya, padahal di selokan kondisi air penuh karena malamnya hujan cukup deras.

Dan setelah diteliti penyebabnya, lanjut Jajang, ternyata letak sawah seluas 5 hektar tersebut bergeser turun kebawah dan terpisah dengan daratan bagian atas.

Masih kata Jajang, warga pemilik sawah pun menyadari bahwa telah terjadi longsor pada area sawah, karena terbukti sawah warga tersebut berpindah ke bawah sementara air selokan masuk ke bagian belahan tanah yang memisahkan areal sawah dengan daratan.

“Saya pun berinisiatif mengumpulkan semua perangkat dan warga pemilik sawah agar untuk sementara waktu jangan dulu ada aktivitas di area tersebut, karena saya khawatir takan terjadi longsor susulan.  “kata Jajang. (18/12)

Dan sesuai kesepakatan dengan pemilik sawah, Jajang pun secepatnya akan segera melaporkan kejadian ini pada pemerintah daerah.

“Bagaimana cara penganggulangannya pun nantinya kami akan serahkan pada pemkab Pangandaran. “imbuhnya. (ANTON AS)

KETERBUKAAN DAN TRANSPARASI WARNAI PEMBANGUNAN DESA KERTAYASA

CIJULANG-Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, mengatakan, pembangunan kantor desa yang menelan anggaran sekitar Rp. 420 juta berasal dari bantuan provinsi sebesar Rp. 300 juta dan PADes Rp. 120 juta.

“Pelaksanaannya sendiri berjalan tiga tahap, mulai tahun anggaran 2016  hingga sekarang. “kata Rohman, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(13/12)

Rohman menambahkan, pekerjaan ini diperkirakan akan selesai akhir desember tahun 2018, dengan sistim dan cara pengerjaannya pemberdayaan masyarakat.

“Dengan besaran upah sekitar Rp. 90 ribu per hari. “jelas Rohman.

Sementara ketua TPK, Ma’mun, mengatakan, pihaknya merasa puas dengan sistim pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan yang ada di Desa kertayasa. Karena, lanjut, Ma’mun, mulai dari awal perencanaan memang masarakat sudah dilibatkan langsung pada setiap kegiatan yang ada di desa.

“Saya merasa yakin bahwa sistem pemerintahan desa seperti sekarang ini, dengan transparansi dan keterbukaan desa kami akan lebih maju dan bersih dari KKN. ”ungkap Ma’mun. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN LEPAS LOMBA JALAN SEHAT BULAN BHAKTI KEMENAG KE 73

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melepas peserta jalan sehat Dalam rangka Hari Amal Bhakti ke 73 tahun 2019 kemenag dan Milad ke 3 Kantor Kementerian Agaman (kemenag) Kabupaten  Pangandaran.yang di gelar diseputar alun-alun Desa Parigi.(15/12)

Acara jalan sehat sendiri ini untuk memperebutkan hadiah grand prize 2 tiket umroh, satu tiket umroh serta berbagai hadiah menarik lainnya, seperti seperti Speda,Mesin cuci, dispenser, Kipas angin, Kompor gas dan hadiah lainnya.

Dalam kesempatan ini juga turut hadir Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, Cece Hidayat, Asisten Gaerah I, H. Tatang Mulyana, Kepala Bagian Humas dan Kesra setda Pangandaran.

dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Poangandaranm Cece Hidayat,menyampaikan, kegitan ini merupakan wujud syukur bahwa kementrian agama nanti 2019  telah memasuki usia 73 serta sejak berdirinya Kantor Kemenag di Kabupaten Pangandaran yang sudah menginjak usia yang ke 3..

Cece juga mengucapkan terimakasihnya kepada Pemkab Pangandaran yang sudah enberikan lahan seluas  2 hektar untuk pembangunan gedung kemenag yang lokasinya berdampingan  dengan KUA Kecamatan Pangandaran.

"Bagi kami ini merupakan sebuah suport keberadaan kami serta semangat agar kami bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran.  ”ucap Cece.
Selain itu cece pun berterimakasih atas akan diberikannya tunjangan bagi 650 guru non pns dilingkungan kemenag masing masing akan di berikan honor  setiap bulan sebesar Rp 300 rbu

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada kesempatan yang sama menyampaikan selamat kepada Kementrian Agama yang akan memasuki usia ke 73 pada tahun 2019 mendatang juga tahun ke 3 kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran

"Atas nama masyarakat saya mengucapkan selamat dan terimakasih pada seluruh bhakti insan kemenag, mudah-mudahan bisa terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat. “kata bupati.

Jeje juga berharap, kebersamaan dan sinergitas yang telah dibangun selama ini bisa terus terjalin agar tercipta hubungan yang lebih erat.

"Kebersamaan yang dibangun selama ini Alhamdulillah tercipta deng baik, mana program kami dan mana kemenag, berbagai program ini telah dijalankan dengan baik dan nyata, " ujarnya.(PNews)

PEDULIAN PADA PETANI, M. TAUFIQ BAGIKAN BIBIT DURIAN DI DESA PADAHERANG

PADAHERANG-Untuk memotivasi warga dalam usaha pertanian di lahan miliknya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq, memberikan bantuan bibit pohon durian pada para petani di Dusun Sukarenah Desa Padaherang Kecamatan Padaherang.(13/12)

Di hadapan para petani, Taufiq mengatakan, diharapkan ini dapat membantu para petani untuk lebih bergairah lagi dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitasnya di bidang pertanian selain menanam padi.

“Saya berharap ke depan Desa Padaherang bisa menjadi sentra durian, karena jenis buah ini bernilai ekonomis tinggi. “ucap Taufiq.

Disoal kenapa harus durian, Taufiq mengatakan, karena selama ini jenis buah berduri ini bisa diandalkan menjadi komoditas andalan serta bisa menjadi penunjang sektor ekonomi petani.

“Dan pemberian bibit durian ini merupakan salah satu bentuk kepedulian saya terhadap petani yang selama ini sudah menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan. “pungkasnya. (PNews)

RASA AMAN DAN NYAMAN HAL PENTING HARUS ADA DI OBYEK WISATA

CIJULANG - Berwisata biasanya dilakukan masyarakat menjadi saat-saat untuk penyegaran (refreshing) melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari, dengan cara mengembalikan pikiran yang lebih rileks, apalagi dengan suasana hiruk-pikuk suasana kota. Walau pun pada prakteknya sebagian masyarakat justru memilih berwisata dengan jenis yang menantang adrenalin, memerlukan ketahanan fisik serta tidak jarang melelahkan.

Tapi dari semua jenis wisata tersebut ada hal-hal penting yang mutlak disediakan para penyelenggara wisata, antara lain hadirnya rasa aman, dan nyaman. 

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Abdul Rohman, itulah kenapa setiap destinasi wisata yang sangat populer di dunia bisa begitu diminati, karena salah satunya ada rasa aman dan nyaman pada pengunjungnya, sehingga wisatawan pun bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang mengesankan. Dan tentunya hal tersebut bisa menjadi cerita positif untuk mereka bagikan saat kembali ke daerah atau negara asalnya.

“Obyek wisata yang baik harus bersih dan indah", katanya (13/12)

Menurut Rohman, ini sudah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi, walau masih ada salah pemahaan terjadi disebagian daerah kunjungan wisata, ketika tuntutan kepada publik (wisatawan) untuk menjaga kebersihan disayangkan tidak dibarengi dengan tersedianya fasilitas kebersihan yang memadai, seperti tempat sampah dan fasilitas kebersihan lainnya.

"Karena bisa jadi masyarakat sebenarnya sadar pentingnya menjaga kebersihan, tapi kesadaran mereka tidak terwadahi oleh media penampung yang layak dan berada di tempat yang tepat", imbuhnya.

Tidak hanya masalah kebersihan, kata Rohman, idealnya pemerintah setempat juga serius menata daerahnya dengan lebih rapi dan asri dengan cara tetap melestarikan dan menjaga eksositem lingkungan agar tetap seimbang.

“Untuk itu saya dengan dukungan Pemkab Pangandaran serta dukungan anggaran dari Kementerian Desa mencoba menerapkan hal tersebut di obyek wisata Green Canyon yang ada di desa kami. “tandasnya. (AGE)

WABUP BUKA KICK OFF MEETING PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAB. PANGANDARAN TAHUN 2020

PARIGI- Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, dalam rapat Kick off Meeting Perencanaan Pembangunan Kabupaten Pangandaran tahin 2020, yang diselenggarakan di aula setda(13/12), dalam sambutannya menyampaikan,  perencanaan pembangunan ini dilakukan untuk menentukan skala prioritas pembangunandan langkah-langkah atrategis yang akan ditempuh yang bernuara pada  kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekretaris PSDKU UNPAD Pangandaran, DR. Dipl.Ing. Husin M Al Banjari M.Si, Ketua Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran (ASUP Jabar) Prof. DR. Reiza D M.Hum,  Asisten, Kepala Bappeda, Kepala SKPD, Camat, dan kepala desa, Adang juga mengatakan, pertemuan awal ini merupakan rangkaian proses penyusunan RKPD Kabupaten Pangandaran tahun 2020 dengan tujuan untuk menyampaikan prioritas pembangunan daerah, serta regulasi perencanaan tahun 2020 untuk kemudian menjadi bahan di musrenbang kecamatan, forum perangkat daerah, pra musrenbang dan musrenbang kabupaten.

Adang mengatakan, ada beberapa pendekatan dalam merencanakan pembangunan di Kabupaten Pangandaran, dan perencanan pembanguan daerah ini dilaksanaka dengan serangkaian dialog pembanguna daerah melalu pendekatan bottom-up, teknokratik, politik dan top down.

Ini semua, kata Adang, dilaksanakan secara simultan dalam rangka merumuskan perencanaan pembangunan yang lebih bermakna serta memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi bagi seluruh masyarakat di kabupaten pangandaran.

“Sehingga proses ini memerlukan sinkronisasi antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah. “jelasnya.

Pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota, lanjut Adang, diperlukannya adanya upaya penciptaan sinkronisasi dan sinergi perencanaaan pembangianan untuk menghasilkan pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna.

“Sehingga dari pertemuan ini diharapkan busa menjadi sarana dalam menyelesaikan isu strategis derah melalui pelaksanaan program kegiatan sektoral di tiap OPD yang berbasis pada kinerja. “imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, wakil bupati juga berkesempatan membahas tentang sosialisasi Perda nomor 3 tahun 2018 terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran serta sosialisasi program kerja ASUP Jabar tahun 2018. (PNews)

MUHAMAD TAUFIQ: ” DPRD APRESIASI PENGHARGAAN YANG DITERIMA PEMKAB PANGANDARAN”

PARLEMEN-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq, S.IP. M.Si saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, DPRD memberikan apresisasi pada Pemkab Pangandaran dengan segala capaian-capaiannya, baik pembangunan ik infrastruktur, SDM serta yang lainnya.

Menurut Taufiq, dengan perolehan beberapa penghargaan baik yang diberikan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat atau pun pusat, ini membuktikan jika Pemkab Pangandaran benar-benar memang hebat.

“Baik atas nama fraksi partai Golkar atau pun secara kelembagaan DPRD saya sangat mengapresiasi semua prestasi yang sudah diraih Pemda Pangandaran. “tutur Taufiq.(12/12)

Dikatakan Taufiq, tidak mudah untuk mendapat sebuah penghargaan jika tidak ada kerja keras, keseriusan, tekad yang kuat, soliditas dan kebersamaan. Artinya, Pemkab Pangandaran di usianya yang ke 6 dengan kepemimpinan bupati-wakil bupati definitif belum genap 3 tahun selama ini sudah mampu membuktikan dengan meraih beberapa prestasi di bidang pemerintahan. 

Walau pun Pangandaran sekarang sudah bukan Daerah Otonomi Baru (DOB) lagi, tapi kata Taufiq, ternyata beberapa waktu lalu Pangandaran bisa mendapat predikat DOB terbaik se-Indonesia.

“Saya kira itu penghargaan yang sangat luar biasa, karena untuk mendapatkan itu pasti banyak syarat, kriteria dan capaian prestasi harus dimiliki. “kata Taufiq.

Di bidang pembangunan pun, lanjut Taufiq, langkah kebijakan pemda sudah tepat untuk mendahulukan kepentingan masyarakat.

“Kantor bupati yang masih menggunakan bekas kantor kecamatan, SKPD yang masih menggunakan rumah kontrakan bahkan rumah dinas bupati dan wakil bupati pun belum ada, itu karena pemda ingin mendahulukan kepentingan rakyatnya. “tegasnya.

Taufiq menambahkan, dalam kurun waktu 2 tahun lebih kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati definitif, APBD Kabupaten Pangandaran lebih dialokasikan pada keinginan serta harapan seluruh masyarakat untuk mempunyai  infrastruktur jalan yang bagus di setiap pelosok, layanan kesehatan, ketersediaan pendidikan serta penataan wisata yang memang menjadi visi semua.

“Kami atas nama masyarakat di DPRD tentu berharap sama, tingkat kepuasan masyarakat menjadi tujuan akhir dari semua proses pembangunan yang ada. “kata taufiq lagi.

Jika pada tahun 2018 ini pembangunan infrastruktur baru mencapai sekitar 68 %, maka, lanjut Taufiq, diharapkan pada tahun 2020 mendatang seluruh infrastruktur jalan di Kabupaten Pangandaran tidak ada lagi jalan rusak.  

“Dan semua ini bisa tercapai dengan kebersamaan seluruh elemen baik yang ada di pemerintahan atau masyarakat sebagai penikmat hasil pembangunan. “pungkas Taufiq. (PNews)

DISDIKPORA PANGANDARAN SERAHKAN SK KENAIKAN PANGKAT DAN PURNABAKTI

PANGANDARAN-Bertempat di aula Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Kabupaten Pangandaran, sebanyak 153 PNS di lingkup Dinas Pendidikan  menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat dan Purnabakti yang diserahkan langsung Kepala Disdikpora, Drs. H. Surman, M.Pd.

Dari 153 ASN tersebut, diantaranya147 ASN penerima kenaikan pangkat dan 6 orang yang memasuki masa Purnabakti.

Dalam sambutannya, Surman, menegaskan agar seluruh ASN selalu meningkatkan kedisiplinan serta tetap menjaga kekompakan dan keharmonisan dalam bertugas.

“Guru merupakan insan yang harus digugu dan ditiru, maka berbuatlah yang positif untuk memajukan pendidikan dan aktif disegala bidang yang baik. ”Ucap Surman. (11/12)

Surman juga mengingatkan, SK kenaikan pangkat merupakan penghargaan bagi ASN yang telah memenuhi syarat dan ketentuan sesuai aturan serta dalam pelaksanaannya tidak dipunggut biaya apapun. Karena, lanjut Surman, ia sudah menginstruksikan pada seluruh jajarannya agar dalam setiap kegiatan apapun yang menyangkut guru, sekolah dan kegiatan lainnya jangan ada pungutan apa pun.

Dan khusus 11 orang warga pendidik di Kecamatan Cimerak, diantaranya Rasimun, H.Solihin,Surahman, Tosin Badwi, Maman, Agus Hamdani, Noneng dan 4 orang lainnya yang sekarang menerima SK Kenaikan Pangkat dengan golongan pangkat yang berbeda beda merupakan usulan priode Oktober 2018 yang diusulkan pada April 2018.

“Saya berharap dengan kenaikan pangkat ini harus dibarengi juga dengan kenaikan disiplin. “ucapnya lagi.

Sementara Kasubag Kepegawaian, Soleh, S, mengatakan, semua Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran merupakan pelayan tenaga pendidik dan Kependidikan. Maka sekali ia menegaskan, dalam proses ini tidak ada pungutan apapun di lingkup disdikpora.

“Saya ucapkan selamat pada semua peneria SK, dan saya harap jangan segan-segan apabila ada keperluan apa pun untuk datang ke kantor Disdikpora. “ungkap Soleh. (RASIMUN)

NAH, BUPATI PANGANDARAN ANGKAT BICARA TERKAIT RASIONALISASI ANGGARAN

Ada beberapa pertimbang terkait rasionalisasi anggaran di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diantaranya, optimalisasi 4 skala perioritas kebijakan yang sudah digariskan pemda.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ketika disoal kebijakan pemangkasan anggaran hampir di semua SKPD, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(10/12)

Menurut Jeje, kebijakan ini tentunya bukannya tanpa alasan, karena walau memang dirasakan “ekstreem”,  tapi kata Jeje, Pangandaran harus melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang untuk memenuhi tuntutan dan memenuhi hak-hak dasar kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi penting, saat masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan dan memulai penataan wisata untuk menuju visi kita menjadi wisata berkelas dunia. “ungkapnya.

Pada setiap kesempatan, menurutnya ia sering mengatakan, pemda tidak mempunyai anggran yang besar tapi pembangunan daerah harus terus berjalan.

“Kalau kita membangun dengan anggaran yang besar, tentunya semua orang dapat melakukannya. “imbuh Jeje.

Persoalannya, kata Jeje lagi, mampukan pemda berinovasi memenuhi kekurangan anggaran tersebut, baik melalui bantuan dari pemprov atau pun pusat bahkan dengan optimalisasi CSR. Karena jika hanya berkutat pada kueh APBD saja, Jeje mengakui, tentunya tidak akan mencukupi.

Jeje pun mencontohkan saat ia akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saat itu pada APBD hanya ada sekitar Rp. 35 milyar saja, menurutnya ia pun harus putar otak untuk mencari kekurangannya.

“Saya datang ke pemprov, ke pusat dan Alhamdulillah RSUD pun sebentar lagi bisa terwujud dengan anggaran ratusan milyar. “jelasnya. 

Lebih jauh Jeje mengatakan, pada dasarnya apa yang ia lakukan selalu diawali dengan gagasan atau mimpi-mimpi dulu, seperti yang dilakukan dalam kebijakannya pada relokasi pedagang pantai dan penataan wisata. Setelah dirasakan program tersebut bagus dan bisa memberi manfaat pada masyarakat, ia pun akan membawanya baik ke pemprop atau pada kementerian untuk mempresentasikan program tersebut dengan jelas dan gamblang. Dan gayung pun bersambut, karena ternyata setiap program kebijakan yang selama ini digulirkan selalu mendapat dukungan anggaran dari pemprop dan pusat. Bukan hanya itu, menurutnya ia pun  bisa memanfaatkan CSR untuk ikut berkontribusi pada pembangunan yang ada di Pangandaran.

“Begitu juga dengan rencana pembangunan Pasar Pananjung tahun 2020 mendatang yang rencana anggaran sekitar Rp.60 milyar, ya kita cari dulu anggarannya. “imbuhnya.

Saat disoal hubungan dengan rasionaliasi anggaran pada pemerintahannya, kata Jeje, ia tidak mau berkomentar banyak, tapi ia menegaskan ada banyak peluang bisa lebih dimaksimalkan selain penggunaan APBD. Artinya, kebijakan semua itu ada pada pimpinan untuk selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas tanpa harus terpaku pada jumlah anggaran di masing-masing SKPD.

“Sekali lagi saya katakan, jika persoalannya menunggu anggarannya ada, lalu sampai kapan program-program bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan masyakarat..? ”pungkas Jeje. (PNews)

UNTUK KE EMPAT KALINYA PANGANDARAN RAIH PENGHARGAAN KABUPATEN PEDULI HAM

Untuk yang ke empat kalinya sejak tahun 2015 hingga tahun 20118, kembali Kabupaten Pangandaran mendapat anugerah menjadi Kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan Ham RI yang serahkan langsung Menteri Hukum dan HAM,  Yasonna H. Laoly dan kepada Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari  pada Peringatan Hari HAM Sedunia ke-70 di Jakarta.(11/12)

Menurut Wakil Bupati H. Adang Hadari yang didampingi Kabag Hukum Seda Pangandaran, Jajat Supriadi, SH, M.Si,  penghargaan menjadi kabupaten pweduli HAM ini merupakan wujud kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Pangandaran telah memperhatikan aspek hak asasi manusia (HAM).

“Penilaian ini dillaksanakan di tingkat provinsi dan pusat  melalui pelaporan peduli HAM setiap triwulan yang dikoordinasikan panitia RANHAM kabupaten melalui bagian hukum setda.”ungap Adang.

Adang menambahkan, kedepan tentunya harus ada meningkatkan dan kerja keras seluruh elemen agar Pangandaran  senantiasa memberikan perhatian dan peduli terhadap hak-hak dasar masyarakat. Antara lain, hak asasi manusia ini adalah hak kesehatan, hak atas pendidikan, hak atas perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak, serta hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini diuharpakna menjadi kebanggaan seluruh masyarakat dan tentunya pula bisa menjadi motivasi bagi kitra semua untuk melakukan ytang terbaik. “kata Adang lagi.

Sementara menurut Kepala Bagian Hukum setda pangandaran, Jajat Supriadi, SH. M.Si, dalam acara peringatan hari HA sedunia yang dihadiri gubernur, bupati dan Walikota yang akan menerima penghargaan, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, dalam sambutannya menyampaikan,  melalui program pemberian penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia untuk memotivasi dan mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat oleh pemerintah daerah. Diantaranya,  hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan, hak-hak perempuan dan anak, hak atas pekerjaan, perumahan yang layak dan lingkungan yang berkelanjutan.

Dan terkait Peduli Hak AsasManusia, masih kata menteri, merujuk pada upaya pemerintah daerah kabupaten/kota untuk meningkatkan peran dan tanggung jawabnya dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.

“Dengan demikian, dalam hasil penilaian terhadap upaya yang telah dilakukan daerah pun ada tingkatannya, yakni Kabupaten/Kota yang Peduli, Cukup Peduli, dan Kurang Peduli Hak Asasi Manusia, sesuai dengan capaian yang telah diraihnya. “kata Jajat, menyampaikan ucapan menteri.

Jajat juga mengatakan, dari 514 kabupaten/kota, tercatat ada 409 Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi menyampaikan data capaian dalam upaya pemenuhan hak dasar yang telah dilaksanakannya.

“Dari jumlah partisipan tersebut, sebanyak 271 Kabupaten/Kota meraih kategori Peduli HAM, dan yang masuk kategori Kabupaten/Kota Cukup Peduli HAM ada 75 Kabupaten/Kota. “terang Jajat. (PNews)



WARGA PANGANDARAN IKUTI MANCING MANIA MERIAHKAN HUT SAT POL AIR

PANGANDARAN-Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahunnya yang 68, Satpol Air Polres Ciamis mengajak masyarakat yang mempunyai hobi mancing untuk mengikuti lomba mancing mania ikan mas yang dilaksanakan di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.(9/12)

Acara yang turut dihadiri Kapolsek dan Danramil Pangandaran berlangsung meriah dan penuh keseruan.

Menurut Kepala Bagian Oprasional (KBO) Sat Pol Air, Ipda. M. Anang Tri Sodikin SH, selain tujuan utama menjalin silaturahmi, melalui mancing mania ini pun bisa lebih mendekatkan aparat kepolisian, khususnya Sat Pol Air dengan masyarakat.

“Kami mengucapkan terimakasih atas antusias serta peran serta masyarakat pada seluruh rangkaian acara hari ulang tahun Pol Air. “kata Anang.

Anang menambahkan, dari mulai bakti sosial di Dusun Bojongjati Desa Pananjung, Donor darah di mako Pol Air Pangandaran, motor trabas dan rangkaian acara lainnya hingga mancing mania, ternyata sambutan masyarakat sangat positif.

“Karena memang dari seluruh acara kami selalu melibatkan langsung masyarakat pangandaran pada seluruh rangkaian acara. “ungkapnya.

Anang berharap, mudah-mudahan kebersamaan ini selalu terjalin hingga kerjasama antara Pol Air Polres Ciaimis dengan masyarakat pun akan semakin sinergis.

“Terutama menjelang penghelatan nasional hajat demokrasi, Pemilu dan Pilpres yang akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. “pungkasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN