WARGA BOSAN, JANJI PEMERINTAH PERBAIKI JALAN LINTAS SELATAN HANYA JANJI POLITIK SAJA

TASIKNEWS-Masyarakat di wilayah Tasikmalaya selatan, tepatnya di Kecamatan, Cikatomas, Pancatengah dan Cikalong sepanjang 30-40 km, sudah lama mengeluhkan kondisi jalan utama dari ketiga kecamatan tersebut menuju ibu kota kabupaten kondisinya sudah rusak parah, sehingga membuat perjalanan pun tidak nyaman.

Beberapa media pun sudah sering memberitakan hal ini dan mencoba menghubngi dinas terkait untuk konfirmasi, tapi sayang hingga saat belum mendapat keterangan penyebab lambatnya
lambannya perbaikan jalan tersebut. Dan akibatnya sarana transportasi di jalur ini pun tekesan dibiarkan begitu saja karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Seperti dituturkan salah seorang pengendara asal Pancatengah, H. Idin, padahal jalur ini terbilang padat karena menjadi lintasan ke kabupaten Pangandaran dari wilayah Tasik, Garut, Bandung dan wilayah lainya yang akan menggunakan jalan di jalur selatan jawa barat.

“Biasanya pada hari-hari libur lalu-lintas di jalur ini semakin sibuk karena banyak kendaraan yang akan berwisata ke Pangandaran menggunakan jalur ini, “terangnya.(2/5)

Dikatakan Idin, biasanya menjelang pilkada seperti sekarang ini, sama seperti tahun-tahun lalu banyak calon bupati dengan janji akan membangun infrastruktur kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tasik selatan. Tapi janji untuk membangun infratruktur ini seringdijadikan jargon politik, sehingga beberapa kali ganti bupati pun, kondisi jalan disini masih tetap tidak tersentuh pembangunan.

“Kami bosan terus dibohongi karena hanya diberikan janji palsu saja,”ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)

PETUGAS KELUHKAN POS PENJAGAAN DI PERBATASAN TASIK TIDAK DILENGKAPI SARANA DAN LOGISITIK

TASIKNEWS-Komando Satuan Gugus Tugas Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan sekat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang semakin meluas dan radikal, dengan mendirikan Posko Penjagaan di perbatasan Kabupaten Garut-Tasikmalaya dan jalur di kawasan pantai selatan, tepatnya di Tegal Bayongbong Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah. Keberadaan posko penyekatan tersebut untuk  menjaring para pemudik yang lolos dari penyekatan sebelumnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut.

Dari beberapa petugas satuan gugus tugas diperoleh informasi, petugas yang diturunkan di pos pesisir pantai selatan ini akan diambil dari tiga kecamatan, Karangnunggal, Bantarkalong, dan Kecamatan Cipatujah, yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, dan Tim Medis dari Puskesmas.

“Nantinya petugas di pos ini sifatnya hanya menyeleksi, mencatat riwayat pemudik dan memerikasaan kesehatannya, salah satunya dengan pengukuran suhu tubuh, “terang salah seorang petugas dari gugus tugas.(30/4)

Jika ditemukan ada kasus pemudik dengan suhu tubuh tinggi atau sakit, imbuhnya, maka akan segera diambil tindakan medis sementara dan segera dilaporkan untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Dar hasil pemantauan PNews di lapangan, disayangkan untuk efektivitas tugas dan fungsi Pos penjagaanini kurang didukung dengan peralatan medis dan logistik yang cukup dan terkesan seadanya. Seperti tidak adanya alat penyemprot disinfektan, alat pelindung diri (APD), yang ada hanya alat pengukur suhu tubuh saja. Bahkan menurut beberapa petugas, selain sangat minimnya alat penunjang, dukungan logistik lainnya seperti makan dan minum untuk buka puasa pun tidak ada.

Sementara Danramil 1215 Karangnunggal Mayor Inf. Kurniadi dan Kapolsek Karangnunggal, Kompol H Asep Ishak, SIp, saat mengecek ke pos tersebut, keduanya membenarkan, kesiapan logistik dilapangan kurang memadai.

Mungkin, kata mereka, karena fungsi penjagaan sifatnya hanya sebatas untuk menjaring, mencatat dan memeriksa kesehatan pemudik saja.

“Adapun logistik makanan para petugas untuk buka puasa, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut pada pemerintah, “ujarnya.

Di tempat Kasi Kesiap Siagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Adi GN, mengungkapkan, anggaran untuk BOP dan makan-minum (mamin) para petugas di lapangan hingga saat ini baru disusun Rencana Anggarannya Biayanya.

Adi mengatakan, karena ini merupakan kesiapsiagaan yang sifatnya responsif dan harus segera dilaksanakan, sehingga kesiapan logistiknya pun  terkesan terabaikan.

“Namun kami berusaha akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, setelah estimasi alokasi anggaran selesai disusun, “terangnya. (ANWARWALUYO)

IBADAH SHALAT JUMA’T DI MESJID AGUNG CIAMIS JEMAAH HARUS IKUTI PROTAP COVID-19

CIAMISNEWS-Dimasa pandemi covid-19 sekarang ini pusat-pusat tempat peribadatan, seperti mesjid, madrasah dan lainnya, merupakan tempat yang dijaga petugas gugus tugas enanganan pencegahan virus corona. Karena dikhawatirkan di temapt-tempat kerumunan massa ini penulrana bisa terjadi dari orang ke orang.

Tidak terkecuali Mesjid Agung Ciamis, yang setiap saat selalu ramai dikunjungi jemaah, apalagi seperti bulan ramadhan saat ini. Begitu juga pada waktu pelaksanaan shalat juma’t, beberapa petugas kesehatan dengan tertib melakukan tes suhu tubuh dengan menggunakan thermometer gun, di setiappintu masuk.
Menurut info yang disampaikan salah seorang pegurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), Ade Rafiq, jemaah yang akan beribadah di Mesjid Agung Ciamis harus membawa sajadah masing-masing dari rumah karena karpet di dalam mesjid untuk sementara ditiadakan dulu serta dalam melaksanakan shalat jemaah harus tetap menjaga jarak dalam shaf.

“Kami mohonmaaf atas ketidaknyamanan ini, “ucapnya. (1/5)

Ia menambahkan, protap yang dilaksanakan di Mesjid Agung Ciamis ini merupakan bagian dari upaya antisipasi agar ibadah jumat bisa melakasanakan ibadah jumat  khusu, salah satunya sebelum masuk ke area mesjid juga dilakukan peyemrotan  disinpektan agar masyarakat  terhindar dari Covid-19.

Tapi walau demikian, kata Rafiq, kondisi ini tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap melakukan ibadah shalat jumat di mesjid agung, walau ada beberapa jamaah harus memakai masker sebelum masuk ke masjid, tapi prosesi shalat jumat tetap berjalan tenang.

“Semoga saja wabah corona  ini bisa segera hilang sebelum  datang hari raya idul fitri nanti, “ungkapnya.

Sementara Direktur Lazismu Kabupaten Ciamis, dr. Ridwan, membenarkan setiap jemaah yang datang ke mesjid agung Ciamis ini memang terlebih dulu harus mencuci tangannya menggunakan  hand sanitizer yang telah dipersiapkan DKM.

"Buka ke mesjid agung Ciamis saja, sebelumnya kami pun telah memberikan ribuan hand sanitizer ke lingkungan pondok pesantren maupun tempat umum lainnya,"terangnya.

Aksi pembagian hand sanitizer tersebut, kata dr. Ridwan merupakan bentuk kemanusian Lazismu dalam mencegah penyebaran Virus Corona. (ANWARWALUYO/PNews biro TASIK)

TIM MONEV KEC. KARANGNUNGGAL BERI PENILAIAN BAIK UNTUK PEMBANGUNAN DI DESA CIDADAP

TASIKNEWS-Tim monitoring dan evaluasi (monev) Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, didampingi Danramil 1215/Karangnunggal Mayor Inf. Kurniadi, Kapolsek Kompol H Asep Ishak, Sip, serta beberapa perangkat desa, Babinsa, Babinmas, dan TPK, hari kemarin (30/4), bersama-sama melakukan Monitoring dan Evaluasi di 3 titik pengerjaan, Bangunan Pasar Desa, Jalan Lingkungan dan Lapang Sepakbola di Desa Cidadap.

“Hasil dari tim monev, dari ketiga titik lokasi kegiatan dinyatakan sudah memenuhi standar dan sesuai dengan perencanaan awal, “terang pendamping, Ruswandi.

Hal senda dikatakann Kasi PMD, Ateng, seluruh hasil pekerjaan semuanya dinilai cukup baik, namun walaupun begitu diharapkan selain volume terpenuhi, kwalitas pekerjaan pun harus dijaga bahkan harus ditingkatkan.

“Dan akan lebih baik jika hasil pembangunan ini mempunyai manfaat bagi masyarakat umum dan memunculkan unsur pemberdayaan di lingkungan tempat kegiatan, “kata Ateng.

Sementara, menurut salah seorang warga, Dini Fitriani (29), ia merasa bangga karena sekarang telah dibangun lapangan sepakbola.

“Saya berharap ke depan sarana olahraga ini bisa lebih ditata karena ini merupakan  aset desa, “ujarnya.

Ditemui secara terpisah, PLT Kepala Desa Cidadap, Mudi, menyampaikan, pihaknya merasa terpicu dengan beragam tanggapan warga terkait hasil pembangunan yang ada di desanya, sehingga ia berjanji akan terus melakukan peningkatan kualitas pembangunan desa dan lebih berpihak pada pemberdayaan serta bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terimakasih ada semua pihak, dan InsaAlloh kami akan selalu mempertahankan predikat baik seperti penilaian tim monev tahun ini, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

HARI INI PEMKAB PANGANDARAN MULAI BERLAKUKAN ISOLASI KHUSUS UNTUK PARA PEMUDIK

PANGANDARANNEWS.COM –Hari ini (30/4) Pemkab Pangandaran mulai memberlakukan isolasi khusus untuk para pemudik, dengan menempatkan mereka di bangnan sekolah-sekolah yang ada di desa tempat pemudik tinggal. Hal ini karena pemerintah daerah tindak mau kecolongan terkait penyebaran covid-19 yang dimunginkan dibawa para pemudik, khususnya yang datang dari zona merah.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, isolasi khusus ini terpaksa dilakukan karena pihaknya sangat sulit membendung kedatang pemudik ke daerahnya.

"Mulai hari ini kita mulai memberlakukan kebijakan ini, dan keberadaan tempat isolasi khusus ini dijaga petugas sehingga pemudik pun akan terpantau. “ujar bupati.

Menurutnya, hingga saat ini sudah lebih dari 10.000 pemudik datang ke Pangandaran, dan diharapkan isolasi khusus ini akan menekan jumlah pemudik.

Lebih jauh bupati menuturkan, selama berada di tempat isolasi khusus ini pemerintah akan memberikan subsidi kebutuhan sehari-hari warga pmudik, seperti tempat tidur dan makan. Dan untuk kebutuhan tersebut Pemkab Pangandaran sudah menyediakan anggaran Rp. 14 juta untuk setiap desa, dengan estimasi sekitar Rp. 20 ribu per hari, yang aka diberikan langsung kepada keluarga, dan natinya keluarga masing-masing yang mengantarkan ke tempat isolasi.

Dikatakannya, selama menjalani isolasi, pemudik dalam pemantauan petugas yang akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala.

Tapi pemerintah juga, menurut bupati, memberi kebijakan isolasi khusus ini bisa di rumah masing-masing dengan sarat memiliki rumah kosong dan tidak dihuni anggota keluarga lainnya.

"Seperti tadi ada seorang pemudik yang menempati rumah neneknya untuk isolasi, karena di rumah tersebut pemudik tinggal sendirian tidak serumah dengan keluarganya, kalau begitu silahkan saja," kata Jeje.

Bupati berharap, para pemudik bisa menjalani isolasi mandiri dengan disiplin karena ini untuk kebaikan bersama. Dan diharpakan isolasi ini bisa efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, karena seperti diketahui, ada kasus beberapa warga yang positif corona karena punya riwayat pernah berinteraksi dengan warga lainnya khususnya yang datang dari zona merah.

Seperti diketahu, sebagian besar pemudik terpaksa kembali ke kampung halamannya karena sudah tidak bekerja lagi karena memang tempat kerja meraka sudah tidak beroperasi lagi.

Seperti dituturkan salah seorang pemdudik asal Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Lia(20), ia nekad untuk pulang kampung walau pun ia harus siap mengikuti aturan Pemda Pangandaran, untuk menjalani isolasi khusus, walau pun Lia tetap berharap bisa menjalani isolasi ini di rumah sendiri.

"Tinggal di bangunan sekolah tempat isolasi tentu tidak senyaman di rumah, tapi mau gimana lagi karena memang ini untuk kebaikan bersama," ungkapnya.

Saat ini penjagaan di pos-pos perbatasan dijaga lebih ketat agar tidak ada warga dari luar daerah yang mencoba mengelabui petugas, karena pernah kejadian petugas sempat mengejar pemudik yang menerebos untuk masuk ke Pangandaran tanpa melalui pos penjagaan.

Seperti dituturkan Kapolsek Padaherang, AKP Edih Permana, pernah kejadian sekitar pukul 00.00 dini hari di pos perbatasan ada seorang pemudik yang sempat mencoba kabur setelah mengelabui petuga, namun berhasil diamankan kembali.

"Saat itu bilangnya mau pulang lagi ke kota tapi ternyata dia berputar lewat jalan lain, namun berhasil dikejar petugas, sekarang sudah diisolasi,"ujar Edih. (PNews)

DODI SISIHKAN SEBAGIAN GAJINYA UNTUK GERAKAN SOSIAL PANDEMI COVID-19

TASIKNEWS-Pembagian beberapa sembako yang dibagikan langsung Babinkamtibmas Brigpol Dodi Harisandi, menjadi salah satu kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Polsek Pancatengha Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka penanggulangan dampak sosial dari penyebaran covid-19.

Di tengah warga yang ditemuinya, Dodi mengajak semua untuk bersama-sama memerangi wabah virus corona dengan cara mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

“Dan di bulan yang penuh berkah ini, mari kita semua berdo’a pada Yang Maha Kuasa, supaya wabah Covid-19 ini segera berakhir”ungkap Dodi.(29/4)

Gerakan sosial pada masyarakat ini, kata Dodi, dilakukan dengan jalan menyisihkan sebagian gaji yang diterimanya. Karena, menurutnya ia tidak takut bila gaji yang setiap bulan ia terima habis jika apa yang ia lakukan ini bisa membuat bahagia kaum jompo dan masarakat di sekitarnya yang layak dapat bantuan.

Selain melakukan bakti sosial, Dodi terus menerus malkukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, mengecek kesehatan ke dokter apabila sakit, tidak panik dan selalu berdo'a.

“Dan dengan mengajak rekan-rekan sekantor, saya mengajak untuk menyisikan sebagian gaji untuk membantu warga yang memang memerlukan bantuan kita, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)

ATASI KONDISI JALAN RUSAK, TERNYATA RESPON WARGA LEBIH CEPAT KETIMBANG PEMERINTAH

TASIKNEWS-Sejumlah pemuda warga Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, berinisiatif untuk bergotong-royong memperbaiki jalan, tepatnya di jalan yang menanjak di lokasi Tulang Anjing, karena kondisinya sangat mengkhatirkan untuk dilalaui kendaraan.

Menurut salah seorang pemuda, Herdi, setiap pengendara yang melintas di jalur tersebut harus ekstra hati-hati, karena selain menanjak juga kondisi jalan dilokasi tersebut berada pada kemiringan kondisi tanah.

“Apalagi jika dilalui oleh kendaraan dengan beban yang berat seperti bis dan truk, pasti sopir harus ekstra waspada, “kata Herdi. (29/4)

Herdi mengatakan, melihat kondisi jalan seperti itu serta karena terlambatnya Pemkab Tasikmalaya untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut, ia pun bersama rekan sebayanya berinisiatif mengumpulkan sebagia uang sakunya untuk membeli semen batu serta seplit dari uang yang mereka kumpulkan.

Aksinya yang dilakukan bersama teman-temannya ini selain untuk membantu para pengguna jalan, menurut Herdi, karena merasa kecewa dengan sikap Pemkab Tasik yang terkesan tidak mau tahu sehingga kondisi jalan pun seakan dibiarkan seperti itu.

“Kami juga peduli, masa pemerintah sendiri tidak, ”ungkapnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Sutiaman, yang mengaku heran dengan sikap pemerintah yang seolah menutup mata pada kondisi jalan di wilayahnya, padahal kondisi ini sudah lama terjadi.

“Seharusnya pemerintah hadir dan cepat merespon saat warganya membutuhkan, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

AKIBAT KETERLAMBATAN BANTUAN SOSIAL COVID-19 DARI PEMPROP DAN PUSAT, DESA PUN JADI SASARAN WARGA

TASIKNEWS-Tumpang tindih dan revisi aturan terkait bantuan sosial civid-19 kepada masyarakat membuat penyalutan bantuan ini di sebagaian daerah jadi terhambat, dan ini menjadi polemik karena seolah-olah keterlambatan ini ada di pemerintahan desa.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Robai, saat ditemui PNews di ruangkerjanya.((28/4)

Menurut Robai, jika memang sudah siap, maka segera salurkan, karena saat ini masyarakat memang sudah sangat membutuhkan bantuan tersebut. Tapi sebaliknya jika memang segala sesuatu memang masih perlu dipersiapkan, Robai berharap, pemerintah pusat atau pemprov jabar jangan gembar-gemborkan dulu seolah bantuan tersebut sudah ada di depan pintu rumah, karena ketika masyarakat mengetahui ada bantun, maka dengan masyarakat pun dengan serta-merta akan datang ke desa menanyakan bantuan tersebut.

Karena jika keterlambatan penyaluran bantuan terjadi, kata Robai, dipastikan yang akan menjadi sasaran kesalahan warga adalah desa,  karena desa memang pemerintaha yang paling dekat dengan masyarakat,

“Jadi jika memang benar ada bantuan dan sudah siap, segera salurkan, “kata Robai.

Ia mengakui dan sangat maklum dengan kondisi masyarakat saat ini yang memang benar-benar ingin segera mendapat bantuan, sehingga ketika mengetahui bakal ada bantuan dari berita-berita baik di media massa atau media sosial (medsos), maka warga pun langsung menanyakan kepastiannya ke desa.

“Padahal kami juga sama baru mengetahui seperti masyarakat, dan tidak tahu persisnya karena belum menerima juklak-juknis dan prosedurnya seperti apa, “terangnya. (ANWARWALUYO)

TUKANG CILOK, DUH NASIBMU KINI....

TASIKNEWS-Sudah beberapa minggu ini pedagang cilok yang biasa berjualan keliling di salah satu kelurahan di Kota Tasik mengeluhkan dagangan yang ia jajakan selalu tersisa banyak hingga harus dibawa kembali pulang ke rumah, padahal dari hasil usahanya selama ini bisa untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.

“Setelah kejadian penyebaran virus corona, setiap hari nyaris tidak ada pembeli, “ungkap salah seorang pedagang cilok, yang bisa berkeliling jualan di Keluarahan Tugajaya.

Menurutnya, setiap harus ia harus memeras otak untuk memikirkan jalan keluar mengganti jalan usaha agar dapur bisa tetap ngebul dan kebetuhan keluarganya bisa terpenuhi. Karena selama ini akibat kebijakan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah saja, melakukan jaga jarak (physical distansing) dan membatasi masyarakat keluar rumah, membuat omzet dagangannya pun menurun drastis.

Tapi terkadang ia juga tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah ini, pasalnya jika melihat pusat-pusat perbelanjaan modern seperti Asia Plaza atau lainnya, setiap hari tetap saja ramai dikunjungi masyarakat padahal perintah untuk tetap tinggal di rumah dan physical distansing ini berlaku untuk setiap orang.

“Sebagai pedagang kecil saya kurang paham, apa memang saya lebih berbahaya dalam penularan virus corona ketimbang yang setiap hari berjubel di pusat-pusat perbelanjaan tersebut, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

PASCA DINYATAKAN POSITIF COVID, TIM MEDIS AKAN LAKUKAN SWAB TES PADA KELUARGA PASIEN DAN TENAGA KESEHATAN

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah satu warga Pangandaran dinyatakan positif covid-19, keluarga pasien yang dinyatakan positif tersebut akan menjalani tes swab, karena khawatir sudah terjadi kontak langsung dengan pasien.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ini keluarga pasien tengah menjalani karantina dan akan segera dilakukan tes swab.

Bukan hanya keluarganya saja, kata bupati, tetapi tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Selasari pun akan melakukan tes yang sama.

Kata bupati, jumlah deluarga dan tenaga medis yang akan melakukan swab tes sekitar 31 orang, dengan perincian 13 orang tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Selasari, 11 orang anggota keluarga yang berasal dari kecamatan Parigi dan 7 orang juga keluarga pasien yang bertempat tinggal di Kecamatan Padaherang.

“Tentu kita berharap, 31 orang yang akan melakukan swab tes ini hasinya semua negatif, dan juga pasien yang dinyatakan positif dan sedang dalam perawatan di RSUD Banjar bisa segera sembuh,” kata bupati, usai memimpin rakor di aula setda, di Parigi. (27/4).

Bupati menuturkan, warga Kecamatan Parigi yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya pernah berkunjung ke putranya di Kecamatan Padaherang, dan setelah pulang ke rumahnya kembali warga tersebut sakit selama seminggu, dan dibawa ke Puskesmas Selasari. Dan menurutnya tim medis yang melakukan pada diagnosa, yang bersangkutan mengalami penurunan kesadaran.

“Kemudian pasien pun dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk dilakukan tes swab, dan hasilnya ternyata positif Covid-19,” jelasnya.

Saat ini, kata bupati, petugas medis pun bergerak cepat untuk melakukan pendataan (tracking) terhadap semua orang yang diketahui pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif covid-19 tersebut, baik keluarga atau tenaga medis di puskesmas atau pun orang-orang yang pernah kontak fisik dengan yang bersangkutan.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, menurut bupati, upaya yang tepat dilakukan saat ini masyarakat untuk tetap di rumah saja, jaga jarak, cuci tangan pake sabun dan pakai masker apabila hendakkeluar rumah.

“Saya berpesan kepada masyarakat Pangandaran yang datang dari zona merah agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, “tegasnya. (PNews)

DESA CIKUPA RELOKASIKAN 35 % DANA DESA TAHUN 2020 UNTUK BLT COVID-19

TASIKNEWS-Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menggelar musyawarah desa khusus untuk membahas perubahan APBDes tahun 2020 dalam rangka penetapan anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19, validasi, finalisasi dan penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), bertempat di Aula desa. (27/04)

Dalam musdes khusus yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikupa, BPD, Babinsa, Pendamping Desa, Ketua Karangtaruna, LPM, perangkat Desa, serta seluruh Ketua RW, dihasilkan kesepakatan bahwa APBDes tahun ini sebesar 35% dari jumlah Dana Desa (DD) dialokasikan untuk penanganan bantuan tersebut diatas, karenakan DD Cikupa tahun 2020 ini lebih dari Rp 1,2 milyar untuk 258 kepala keluarga (KK).

Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadhi, di depan peserta musyawarah, megatakan, pemdes  mengalokasikan BLT-Des dari anggaran Dana Desa Tahun 2020, hal ini dimaksdukan untuk membantu meringankan beban warga yang terkena dampak Covid-19, sesuai Permendesa Nomer 6 Tahun 2020.

“Dan rapat yang digelar kali ini pun dalam rangka memvalidasi kebijakan ini sesuai yang dianjurkan Pemerintah, “ungap Yudha.

Selain jumlah penerima dan anggaran yang akan dikucurkan, kata Yudha, di dalam menghadapi wabah covid-19 ini, ia pun berharap agar warga masyarakat selalu tetap waspada dan senantiasa menjaga keamanan.

“Jaga keamanan di masing-masih wilayah dengan mengaktifkan seluruh pos kamling, jaga jarak, berpola hidup sehat, biasakan mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker, ”tegas Yudha.

Menurut Yudha, dengan adanya bantuan covid-19 yang diambil dari DD ini, maka ini akan mengurangi kegiatan yang lain terutama kegiatan fisik, seperti pembangunan jalan lingkungan dan lainnya.

Yudha jugaberharap, semoga dampak wabah virus corona cepata hilang, yang terpenting warga selalu menerapkan pola hidup sehat, rajin  ibadah jamaah  berjamaah dan berzikir.

“Semoga di bulan ramadhan yang penuh berkah ini wabah coron cepat hilang agar masyrakat di hari raya idul fitri  nanti bisa bisa berkumpul  kembali sama rekan, sahabat dan keluarga, “ujar Yudha.

Sementara pendamping desa, Endah, menambahkan, musyawarah desa khusus ini untuk validasi, finalisasi dan penetapan calon penerima BLT-Desa Cikupa yang bersumber dari DD tahun 2020.

“Bantuan ini per satu orangnya akan mendapatkan Rp 600 ribu, tapi bantuan ini tidak berkelanjutan akan tetapi diberikan selama 3 bulan saja,”terangnya. (ANWARWALUYO)

HATI-HATI, PENGGUNA JALAN YANG TIDAK MEMAKAI MASKER AKAN DIGEMBOSI RODA KENDARAANYA

PANGANDARANNEWS.COM-Segala upaya pencegahan penularan covid-19 terus dilakukan, selain memperketat akses masuk bagi para pemudik, Pemkab Pangandaran juga mewajibkan kepada seluruh masyarakat, terutama yang sedang ada di luar rumah untuk selalu menggunakan masker.

“Dan untuk melaksanakan kebijakan ini kami akan melakukan razia masker di jalan-jalan, “ungkapnya kepada awak media, di depan ruang comand center  setda Pangandaran.(27/4)

Bupati menegaskan, ia bersama pihak-pihak terkait akan menyusuri setiap wilayah untuk memberikan teguran bagi masyarakat yang membandel yang tidak menggunakan masker terutama saat berada di jalan raya, dan jika kedapatan ada warga tidak pakai masker, maka akan diberikan sanksi dengan cara menggebosi ban kendaraannya.

“Kenapa kami harus tegas, sekali lagi bahkan berulangkali saya harus tegaskan, ini demi kebaikan kita bersama untuk pencegahan penularan virus corona di Pangandaran, “ungkapnya.

Bukan hanya itu, bupati juga menghimbau agar masyarakat selalu mengikuti gerakan Diam di rumah, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun dan gunakan Masker (DJCM), karena dengan terus melakukan pla seperti itu akan bisa memutus mata rantai penyebatan covid-19. (PNews)

ISOLASI KHUSUS JADI PILIHAN PEMKAB PANGANDARAN UNTUK PERKETAT WARGA PEMUDIK

Bupati Psngandaran, H. Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM-Pasca seorang warga dinyatakan postifi virus corona dan sekarang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Banjar, kini Pemkab Pangandaran semakin memperketat akses masuk untuk warga pemudik.

Usai mengikuti rapat kordinasi yang dilakukan secara virtual di ruang comand center setda, Bupati Pangadaran, H. JejeWiradinata, kepada sejumlah wartawan, menyampaikan larangan bagi seluruh pemdudik ke Pangandaran, mulai kamis (29/4) mendatang tidak boleh datang langsung ke rumah tujuan mudiknya, tapi harus tiggal dulu di tempat isolasi khusus yang sudah disediakan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Karena jika pemudik itu langsung datang ke rumah tujuannya, kata bupati, ini akan berpotensi penularan pada anggot keluarga lainnya yang dikunjungi.

“Jadi pemudik tersebut harus tinggal dulu di tempat isolasi khusus selama 14 hari, baru selanjutnya bisa datang ke rumah keluarganya, “kata bupati. (27/4)

Dan diharapkan, lanjutnya, dengan cara seperti ini juga akan menjadi pertimbangan bagi calon pemudik untuk pulang ke Pangandaran, karena tidak bisa bertemu langsung dengan keluarganya.

Bupati mengatakan, selama 3 hari ke depan sebelum dilakukan program ini pemda akan menyiapkan segala sarana kelengkapannya sekaligus mensosialisasikannya pada seluruh masyarakat oleh beberapa petugas dari sejumlah SKPD yang akan berkordinasi dengan pemerintahan desa untuk segera mencari sekolah ayang akan dijadikan lokasi isolasi khusus ini.

Dan pemda melakukan tindakan ketat ini, imbuh bupati, tentunya ini untuk kebaikan semua karena jika hanya dilakukan isolasi mandiri di rumah, tentu ini kurang epektif karena masih berpotensi saling bersentuhan dengan anggota keluarga lainnya sehingga terjadi penularan.


“Maka kita ambl kesimpulan isolasi khusus, walau dengan sarana sederhana  dan diharapkan dengan isolasi khusus ini bisa memutus siklus penyebaran covid-19 di Pangandaran, “pungkasnya. (PNews)

IWAN M RIDWAN: “SAYA HERAN KOK ADA ANGGOTA DPRD MENGATAKAN TIDAK TAHU PROGRAM PEMDA”

PANGANDARANNEWS.COM-Jika ada anggota DPRD yang mengatakan tidak tahu menahu terkait bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang disalurkan pemerintah daerah, itu merupakan hal yang tidak mendasar dan tidak pantas diucapkan oleh seorang anggpta DPRD.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran periode masa bakti tahun 2014 – 2019, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, saat diminta komentarnya terkait pernyataan anggta DPRD Kabupaten Pangandaran pada sebuah media on line.

Menurut Kang Iwan, sapaan akrabnya, itu hal yang sangat tidak mungkin terjadi, sehingga, menurutnya, ia merasa tergelitik untuk ikut berkomentar.

“Seperti kita ketahu bersama, pasca adanya bencana non alam covid-19 ini, seluruh kabupaten-kota se-Indonesia fokus pada penanganan dan pencegahan untuk  pemutusan penyebaran virus corona yang dinyatakan WHO sudah menjadi pandemi, “kata Iwan, saat ditemui PNews di kediamannya di Kecamatan Manngunjaya. (26/4)

Dan DPRD, kata Iwan, berdasarkan Undang-undang  nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, menyebutkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD  adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Artinya, apa yang menjadi kebijakan, program –program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah tentu ini menjadi satu kesatuan.

“Jadi, apa yang dilakukan Pemkab Pangandaran terkait bantuan sosial covid-19 yang disalurkan pemda pada masyarakat, dipastikan DPRD tahu program ini, “tegasnya.

Jadi jika ada anggota DPRD yang memberikan stetmen di media, ia tidak tahu menahu hal ini, menurut Iwan, pernyataan tersebut jelas bukan atas nama lembaga DPRD, tapi pernyataan pribadi anggota DPRD tersebut.

Lebih jauh Iwan mengatakan, terkait kebijakan dalam roda pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pun selalu dilakukan melalui berkordinasi dengan fraksi-fraksi dan ketua partai termasuk program bantuan pangan (sembako) dampak pandemi covid-19 ini.

Dan bantuan sosial ini sebenarnya bukan hanya penyaluran bantuan sembako saja, tapi sosialisasi dan edukasi pada masyarakat pun tersu dilakukan, diantaranya dengan program DJCM (Diam Dirumah, Jaga Jarak, Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pakai Masker).

“Dengan pembagian 100 ribu masker kepada masyarakat, Pemerintah Daerah tentu sebelumnya sudah melakukan kordinasi langsung, artinya DPRD tentunya sudah mengetahui, “kata Iwan.

Disoal anggaran yang digunakan untuk bantuan sosial dan penanganan pencegahan virus corona ini, Iwan mengatakan, sebagaimana yang sudah ketahui publik lewat pemberitaan di sejumlah media, adanya anggaran DPRD sebesar Rp 2,6 miyar yang dipangkas atau direlokasi untuk penanganan pencegahan covid-19, tentunya bisa dipastikan seluruh anggota DPRD pun sudah bisa mengetahui program bantuan sosial ini. Dan dari sini pun sudah bisa dipastikan tentunya tidak ada lagi alasan ada anggota DPRD yang tidak tahu.

“Lantas jika ada pernyataan anggota DPRD yang tidak tahu bantuan ini, saya pastikan ini persoalan pribadi anggota DPRD tersebut dan bukan atas nama anggota secara keseluruhan,”tegas Iwan lagi.

Iwan menambahkan, sebagaimana sudah diatur dalam Permendagri nomer 33 tahun 2019, tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2020, disebutkan, Kepala Daerah dapat melakukan pergeseran anggaran untuk penanggulangan bencana alam/bencana sosial dan diberitahukan kepada DPRD paling lama satu bulan. Penyediaan anggaran tersebut dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD tahun anggaran 2020 dengan memberitahukan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun 2020.

“Dan DPRD sendiri, lanjut Iwan, memiliki 3 fungsi, antara lain, Pembentukan Perda, anggaran dan pengawasan, “terang Iwan.

Dalam fungsi pengawasan, lanjutnya, DPRD diwujudkan dalam bentuk pengawasan, salah satunya terhadap pelaksanaan Perda dan Peraturan Kepala Daerah. Dan pelaksanaan pengawasan tersebut bisa melalui rapat kerja komisi dengan Pemda, kegiatan kunjungan kerja, rapat dengar pendapat umum dan menindaklanjuti apabila ada pengaduan masyarakat.

“Nah disini yang menurut saya rancu, kalau ada anggota dewan tidak tahu menahu, kenapa fungsi pengawasan itu tidak dipakai, ”ungkapnya.

Malah Iwan mempertanyakan, ketika ada anggota DPRD mengatakan tidak tahu menahu mengenai program bantuan yang disalurkan pemda, jadi kemana saja anggota DPRD tersebut selama ini, sedang ada di Pangandaran atau jangan-jangan kebetulan anggota DPRD tersebut sedang tidak ada di Pangandaran.

Iwan juga mengatakan, soal pendistribusian bantuan yang terkesan hanya melibatkan relawan kelompok tertentu, menurutnya hal tersebuttidak bisa menjadi penilaian yang subjektif, karena pada saat awal pembentukan relawan tidak dibicarakan masalah partai atau kelompok. Hanya yang ia ketahui, kelompoknya atau partainya dari dahulu kalau sudah urusan bekerja untuk rakyat tidak pernah berbicara masalah uang.

“Dan terkait kemasan kantong kresek maupun voucher yang hanya mencantumkan nama bupati saja, masyarakat harus paham, di daerah manapun tidak ada bantuan yang mengatasnamakan bupati dan wakil bupati, cukup bupati saja atas nama pemerintah daerah, “terangnya.

Iwan pun mencontohkan bantuan yang datang dari pemerintah pusat atau pemprov, disana hanya ditulis nama presiden dan nama gubernur saja, tanpa nama wakilnya. Artinya jika sudah tercantum Bupati, Walikota, Gubernur maupun Presiden berarti secara keseluruhan pemerintah sudah terwakili.

Dan ia mengakui, hingga saat ini belum pernah melihat bantuan Presiden disana tertulis Wakil Presiden atau gubernur dengan wakilnya.

“Begitu juga di Pangandaran ketika itu bantuan Pemerintah Kabupaten, ya cukup nama bupatinya saja,”pungkasnya. (Tn-PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN