wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

DESA CIBONGAS PANCATENGAH REALISASIKAN PENGGUNAAN DD TAHAP III TA 2018

TASIK NEWS-Pembangunan infaktutur jalan sepanjang 100 meter, lebar 2,5 meter dengan rabat beton  di Dusun Cijambe Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya mendapat apresiasi dari masyarakat.

Pembangunan dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahap III tahun anggaran (TA) 2018 sebesar Rp 35,86 juta ini, menurut kepala Desa CIbongas, Asep Sunarya, bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat desa.

“Dari total seluruh DD Cibongas Rp 849.7723 juta  tahun anggaran 2018 ini mencakup 19 titik yang dibagi dala tiga tahap. “terang Sunarya.(30/10)

Sunarya yang didampingi Sekdes, Dedi Yanto, menambahkan, seluruh pengerjaannya dikerjakan dengan sistim swakelola oleh masyarakat, sehingga secara langsung partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang ada di desa sangat dirasakan.

“Kami selalu melakukan transparansi dalam setiap penggunaan anggaran yang ada di desa kami. “kata Sunarya lagi. (ANWAR W-UDI RUSWENDI)

SELAIN MENDAPAT OPINI WTP, PANGANDARAN JUGA RAIH LKPD STANDAR TERTINGGI

Kabupaten Pangandaran kembali meraih penghargaan di tingkat nasional, kali ini penghargaan tersebut atas keberhasilan  dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan  Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017, dengan predikat Capaian Standar Tertinggi. Penghargaan yang diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat ini langsung diterima Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat.(31/10)

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar S, MM, penghargaan ini diterima karena Pangandaran dinilai sudah berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai kriteria kementerian Keuangan. Antara lain, kesesuaian dengan  Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Kecukupan pengungkapan (adequate disclosure), Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Efektifitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).

“Hasil penilaian empat kriterian ini kementerian keuangan memberikan nilai bagus untuk laporan keuangan tahun 2017. “terangnya.

Hendar menambahkan, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, 25 daerah juga sama menerima penghargaan, dan khusus Kabupaten Pangandaran ini menjadi istimewa karena walau menjadi Daerah ototnomi baru (DOB), tapi sudah kali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Hendar juga mengatakan, jika bisa 5 kali secara berturut-turut endapat WTP, maka penghargaan Standar Tertinggi akan diserahterimakan langsung Menteri Keuangan kepada Pimpinan Daerah.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, hingga saat ini Pangandaran sudah dua kali mendapat WTP, sebelumnya juga berhasil menjadi DOB terbaik dan sekarang ditambah dengan penghargaan tertinggi dalam pengelolaan keuangan, tentunya semua ini akan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Artinya kita sudah pada relnya dalam bekerja dan membangun daerah. “kata Jeje.

Jeje juga menyampaikan terimakasih pada semua pihak, mulai dari kepala SKPD hingga stap yang sudah bekerja dengan sepenuh hati, juga dukungan dan spirit dari seluruh masyarakat.

“Konstruksi bangunan kebersamaan ini harus tetap dipertahankan, agar kita bisa berbuat yang lebih baik lagi. “imbuh Jeje. (PNews)

KECAMATAN CIKATOMAS GELAR UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA DAN HARI SANTRI NASIONAL

TASIK NEWS--Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke-90 dan Hari Santri Nasional, Pemerintah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan Upacara Bendera yang dilaksanakan pada hari Senin 29 Oktober 2018 di Halaman Kantor Kecamatan Cikatomas. (29/10)

Upacara yang dilaksanakan  pukul 08.00 WIB dipimpin langsung Camat Cikatomas, Asep Gunadi, A.Md,  selaku Inspektur Upacara serta dihadiri muspika, Organisasi Masyarakat se-Kecamatan Cikatomas, Kepala Sekolah, Kepala UPT  Dinas Pendidikan, PNS Lingkungan Kecamatan Cikatomas dan segenap siswa – siswi SMP, SMA Wilayah Kecamatan Cikatomas.

Dalam sambutannya, Camat Cikatomas, Asep Gunadi, A.Md,  berharap dengan kemajuan teknologi, pemuda Indonesia harus terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia.

“Kepada pemuda harapan bangsa, raihlah prestasi dan berbuatlah yang terbaik untuk negeri ini. tegasnya. (ANWAR WALUYO)

NUJANATI AYU RAIH JUARA UMUM MUSABAQAH PADA HARI SANTRI DAN SUMPAH PEMUDA 2018

TASIK NEWS-Nurjanati Ayu, siswa kelas 9 MTs al-falah Simpang Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, berhasil meraih juara umum musabaqoh yang diselenggarakan pada hari Santri Nasional  dan hari Sumpah Pemuda 2018.

Menurut Kepala MTs al-falah, Moch. Ali Sya'ban NH, SPDI, ia menyampaikan terimakasih kepada seluruh keluarga besar MTs yang sudah ikut berpartisipasi dengan ghiroh kesantriannya dalam kegiatan ini.

“kegiatan ini sudah mampu mengedepankan ukuwah serta kebersamaan untuk menuju madrasah yang lebih baik. “ungkapnya.(28/10)  *ANWAR W*

SEKDA PANGANDARAN LEPAS ATLET DISABILITAS MENUJU PEPARDA V JAWA BARAT

PARIGI - Bertempat di aula Setda Kabupaten Pangandaran, 13 atlet dari 6 cabang olahraga (cabor), diantaranya, bulutangkis, Tenis meja, catur, bowling, atletik dan renang didampingi
 8 official dan pelatih disabelitas dilepas sekertaris daerah, Mahmud, SH menuju Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor.

Dalam sambjutannya, Mahmud, menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh jajaran pengurus dan para atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI yang akan bertanding mewakili Kabupaten Pangandaran di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sebagai daerah otonomi baru Pemkab, kata Mahmud,  pemda belum maksimal dalam mengakomodir dan memberikan anggaran untuk para atlet disabilitas.

"Ini momen pertama kalinya pemkab mengirimkan atlet disabilitas di ajang Peparda, maka kita berharap para atlet berjuang maksimal untuk mengharumkan nama daerah. “ ucapnya(30/10)

Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah kepada media,   menyampaikan, untuk even pertandingan yang baru pertma kali ini, Pemkab Pangandaran baru bisa mengikutsertakan 13 atlet saja.

“Seluruh atlit akan didammpingi 8 pelatih dan official. “terangnya.

Sementara Ketua kontingen Agus Teguh, mengatakan, sebagai DOB pihaknya memaklumi jika dukungan pemda terkait anggaran sangat terbatas.

"Saat ini kami berjalan dengan segala keterbatasan baik perekrutan, pelatihan hingga pendanaan," ungkapnya.

Namun dirinya menegaskan dan percaya jika pada jiwa para atlet, pelatih,  official dan seluruh jajaran  NPCI mempunyai semangat untuk meraih prestasi dan mendapatkan medali.

"Mudah-mudahan dengan segala keterbatasan ini tak enyurutkan semangat para atlet untuk bisa meraih prestasi." pungkasnya. (AGE)

WARGA TASELA KELUHKAN JALAN LAYAKNYA KUBANGAN KERBAU

TASIK NEWS-Sudah lama warga Tasikmalaya Selatan (TASELA) mendambakan jalan hot miks mulus di daerahnya, seperti jalan yang ada di Desa Mulyasari menuju ke Kecamatan Cikatomas, jalan Cikapinis Kecamatan Karangnunggal dan Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah.

Menurut salah seorang warga Cipatujah, Ahmad, sepanjang jalan tersebut sudah tidak layak lagi disebut jalan, karena hampir semua kondisinya seperti kubangan kerbau.

“Entah sampai kapan kondisi ini dibiarkan saja, karena sampai saat ini belum tersentuh perbaikan. “ungkapnya.(27/10)

Ahmad pun mempertanyakan program gerbang desa pemda Kabupaten Tasikmalaya jika kondisi sarana transportasi saja sudah tidak layak. Padahal jalan merupakan sarana vital yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Bahkan untuk sekedar berjalan ke mesjid untuk melaksankan shalat jum’at saja, warga harus melewati jalan yang penuh lumpur hingga mengotori pakaian.

“Dulu saat diwawancarai media ketika kampanye jadi calon wakil gubernur, Pa Uu pernah mengatakan ia akan memperioritaskan perbaikan jalan, tapi kenyataannya bohong. “kata Ahmad lagi.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Desa Mulyasari Kecamatan Cikatomas, menurutnya lebih layak menjadi arena mancing mania ketimbang jadi jalan raya, karena hampir seluruh badan jalan terendam air dan lumpur tanah merah. (ANWAR-UDI RUSWENDI)

WARGA TASIK SELATAN RAMAI-RAMAI POSTING JALAN RUSAK DI SOSIAL MEDIA

TASIK NEWS-Maraknya penggunaan media sosial (medsos) oleh masyarakat di setiap daerah terkadang jadi tempat keluhan dan kritikan pada pemerintah. Tidak sedikit para pengguna medsos facebook pun jadi tempat mengeluarkan unek-unek yang langsung bisa dibaca pengguna medsos lainnya, hingga terkadang sebuah berita bisa menjadi viral.

Seperti yang dilakukan pengguna akun facebook, Encep, warga Kabupaten Tasikmalaya, yang mengkritik buruknya sarana transportasi yang ada di Desa Mulyasari Kecamatan Salopa.

Menurut Encep dalam akun facebooknya menyampaikan, keluhan rusaknya jalan Ciranca yang menghubungkan ke Desa sodong sudah 20 tahun hingga saat ini tak kunjung perbaiki.

Begitu juga pada akun facebook milik Muhammad Affandi Rialdi, yang memposting  poto dirinya sedang menjala di kubangan air di tengah jalan akibat kekesalannya.

Mungkin sudah saatnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya sekarang tidak hanya mendengar laporan dari bawahannya saja, tapi ada baiknya juga sekarang pemda mulai mendengar keluhan masyarakat lewat sosial media. (ANWAR W)

ASEP IRFAN: “DI USIA YANG KE 6, PANGANDARAN BISA LEBIH MENATA DIRI LAGI”

PARIGI- Tidak terasa kabupaten Pangandaran kini sudah berusia 6 tahun sejak terpisah dari Kabupaten Ciamis, tepatnya tahun 2012 lalu. Hingga pada tahun ini seluruh masyarakat merasa bersukur karena Pangandaran bisa menyandang predikat Daerah Otonomi Baru (DOB)
terbaik se Indonesia. Dan pada usianya yang ke 6 ini, kini status Kabupaten Pangandaran sudah bukan DOB, karena sekarang sudah sejajar dan sama dengan kabupaten kota lainnya.

Menurut anggota DPRD tingkat I Jawa Barat dari fraksi PKB, H. Asep Irfan Alawi, di usia yang ke 6 ini sebagai DOB Pemkab Pangandaran tentunya sudah cukup waktu  untuk bisa lebih menata agar lebih baik lagi.

"Dan saya sebagai warga Pangandaran sangat bersyukur karena sejak pangandaran mekar sudah mulai terlihat hasil-hasil yang positif yang dilakukan Pemda Pangandaran", katanya.25/10/2018

Namun tentunya persoalan persoalan dilapangan, lanjut Asep, jangan mudah diabaikan begitu saja, seperti koreksi dan evaluasi agar bisa ditingkatkan lagi sehinggga APBD yang digelontorkan pemkab bisa lebih dirasakan masyarakat.

Asep mengatakan, sebaiknya pemda tidak menutup mata dan telinga saat ada koreksi yang dilontarkan masyarakat baik saran ataupun usulan karena semua itu tentunya subtansinya bermuara pada keinginan masyarakat agar kabupaten Pangandaran lebih maju.

“Predikat terbaik dari 19 DOB se-Indonesia mudah-mudahan bisa dijadikan pemicu atau cambuk agar bekerja lebih baik dan lebih baik lagi. “ungkasnya. (AGE)

DPD GOLKAR PANGANDARAN GELAR BIMTEK DAN PELATIHAN SAKSI TPS UNTUK PEMILU 2019

PARIGI – Untuk lebih memantapkan persiapan menjelang pemilu legislatif tahun 2019 mendatang, Partai Golkar gelar bimbingan teknik (bintek) dan pelatihan untuk saksi yang nantinya akan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bintek diikuti 300 orang saksi untuk daerah pemilihan (dapil) I, Kecamatan Parigi dan Sidamulih yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Parigi (28/10) dibuka langsung ketua DPD Golkar Pangandaran,  , Mohammad Taufiq serta dihadiri wakil ketua DPD golkar Provinsi Jawa Barat, DR.dr.H.Herman Sutrisno, pengurus PK dan PD serta seluruh kader dan fungsionaris golkar.

Dihadapan seluruh kadernya, M. Taufiq mengatakan, golkar harus bisa mendulang suara di Kabupaten Pangandaran, karena ia optimis target itu akan tercapai kalau seluruh kader dan fungsionaris golkar bisa bergandeng tangan dengan satu tujuan membesarkan partai.

"Kita harus solid untuk menarik simpati dan pemilih pada pemilu 2019 mendatang. “ tegasnya.

Dan untuk mencapai target tersebut, kata Taufiq, peran saksi TPS juga sangat penting dalam mengamankan perolehan suara disetiap TPS, sehingga bintek ini menjadi penting untuk bekal para saksi nanti di lapangan.

"Pada bintek sekarang ini seluruh saksi diberi pelatihan bagaimana cara menjaga kualitas pemilu dan yang paling utama mengamankan perolehan suara golkar. “kata Raufiq lagi.

Sementara dalam sambutannya, DR.dr.H.Herman Sutrisno mengajak para kader dan fungsionaris golkar Kabupaten Pangandaran untuk mulai lakukan sosialisasi pada masyarakat agar golkar menjadi pilihannya.

Herman menegaskan, sekarang bukan saatnya untuk berleha-leha, seluruh fungsionaris juga para PK dan PD partai golkar harus bangkit untuk bersama-sama memenangkan pemilu 2019 serta mengulang kembalikan lagi kejayaan golkar di masa lalu.

“Para saksi TPS harus paham apa yang harus di lakukan di TPS, bukan hanya mengisi berkas C 1 saja", tandasnya. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KARNAVAL BUDAYA BISA DIDESAIN JADI EVEN PARIWISATA”

PANGANDARAN-Sangat meriah, begitu dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat diminta komentarnya tentang karnaval budaya yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 6 tahun 2018.

Seperti diketahui, Bupati, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Sekda, Mahmud, pimpinan dan aggota DPRD serta seluruh pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran, larut bersama ribuan masyartakat ikut menyaksikan ratusan peserta karnaval yang menampilkan aneka budaya, fasion dan kendaraan hias di sepanjang jalan di kawasan pantai barat Pangandaran. (28/10)

“Dari njumlah peserta dan kreativitas ini lebih meriah dari penyelenggaraan tahun kemarin. “kata bupati.

Menurut bupati, dari gelaran karnaval budaya ini tinggal diarahkan, apakah yang akan lebih ditekankan itu budaya atau fashion.

“Tapi saya melihat, ini lebih cenderung pada kegembiraan masyarakat pada proses kebijakan pembangunan pemerintah daerah. “imbuh bupati.

Karena, menurut bupati, seluruh desa dan elemen masyarakat semakin yakin dan percaya pada kebijakan-kebijakan yang menjadi acuan pembangunan daerah. Antara lain, dalam penataan kawasan dan promosi pariwisata, masyarakat pun ikut terlibat di dalamnya. Dan ini, lanjutnya, terbukti dengan keterlibatan masyarakat pada even karnaval budaya ini dengan segala kreativitas dan banyaknya masyarakat yang berkontribusi langsung, sehingga tinggal didesain agar ini bisa menjadi even kelender kegiatan pariwisata.

Disoal apa yang akan disampaikan pada masyarakat, bupati menyampaikan terimaksih pada masyarakat baik yang sudah mensuport, mengkritik atau pun ungkapan-ungkapan nyinyir dalam masa kepemimpinan selama 2 tahun 9 bulan ini.
“Semua itu esensinya kan bentuk kepedulian ke Pangandaran. “ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf, karena sebagai manusia biasa masih banyak kekurangan dan banyak hal yang belum dikerjakan dengan baik.

“Tapi kita terus akan berupaya agar arah pembangunan ini sesuai dangan RPJM, keinginan masyarakart serta sesuai dengan komitmen yang telah disepakti bersama. “pungkasnya. (PNews)

BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN BERSAMA RIBUAN WARGA SAKSIKAN NAPAK JAGAD PASUNDAN

PANGANDARAN-Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata didampingi Wabub H. Adang Hadiri, menjanjikan Kabupaten Pangandaran akan terus dibangun, khususnya lokasi pariwisata.

Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Napak Jagat Pasundan Minangkala Pangandaran yang ke 6 di lapangan PMB sabtu malam. (27/10)

“Sudah 2 tahun 9 bulan kami membangun Pangandaran, dan kami berjanji akan terus membangun, dan untuk penataan pantai barat dan timur tahun 2019 pemprop sudah berjanji akan membantu Rp. 50 milya lebih. “terang Jeje.

Lebih jauh Jeje pun sempat memberikan komentar terkait penyelenggaraan Napak Jagad Pasundan, ini sangat keren bisa menjadi tontonan apik untuk masyarakat luas.

“Kami bahagia jika melihat warga senang, dan marilah kita bergembira bersama dalam rangkaian milangkala ka 6 Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ini. “imbuhnya.

Seperti diketahui, ribuan masyarakat tadi malam dengan sangat antussias datang dan menyaksikan suguhan para penampuil, seperti Ega Fercisuon, penari dan seniman Jawa Barat Doel Sumbang. (HARIS F)

KEPERGOK SUAMINYA, DIDUGA OKNUM GURU SDN JATIWANGI TASIKMALAYA BERBUAT MESUM

TASIK NEWS-Seorang oknum guru berinisial AH salah seorang pengajar di SDN Jatiwangi Kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya keperegok suaminya sedang berduaan di rumahnya bersama seorang pria yang berinisial IM yang berprofesi guru honorer di SDN Cikalong Tasikmalaya dan diduga ada kecenderungan telah melakukan perbuatan mesum. Peristiwa yang mencoreng nama dan martabat citra seorang pendidik ini terjadi, hari jum'at malam, 19/10/18.

Menurut salag seorang sumber yang enggan ditulis identitasnya, pekaku pun sudah digelandang ke polsek setempat.

“Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “ungkapnya.

Saat beberapa awak media mendatangi kantor Polsek Sodonghilir, diperoleh keterangan, masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kedua belah pihak mengaku hilap sudah berduaan bukan denga  pasangan yang sah.

Menurut pengakuan pelaku, IM dihadapan petugas polsek, sebenarnya tidak benar ia sudah melakukan perbuatan mesum dengan AH, karena menurutnya, ia hanya berteman saja.

Hasil penelusuran di lapangan, saat PNews mendatangi berkali-kali ke sekolah dimana oknum guru tersebut mengajar, ternyata sangat sulit untuk dihubungi, begitu juga ketika PNews mencoba akan  konfirmasi ke UPTD Pendidikan Kecamatan Sodonghilir pun sama, kepala uptd tersebut selalu tidak ada di tempat dan terkesan “cuci tangan”. Karena hingga saat ini oknum guru tersebut masih tetap mengajar dan tiadak diberi sanksi apa-apa. (ANWAR WALUYO)

PEMDA AKAN BANTU 50 % BIAYA KULIAH MAHASISWA PSDKU UNPAD ASAL PANGANDARAN

PANGANDARAN-Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad hari ini menggelar pertemuan antara orangtua mahasiswa, mahasiswa dan Bupati Pangandaran untuk membahas beberapa hal terkait proses perkuliahan mahasiswa Unpad asal Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Unpad, Bambang Hermanto menyampaikan, sampai saat ini seluruh mahasiswa yang kuliah di PSDKU Unpad Pangandaran ada 340 mahasiswa dan 142 mahasiswa berasal dari Pangandaran dengan tenaga pengaja 143 dosen yang datang bergelombang.

“Untuk indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran, B plus. “kata bambang.

Sementara usai pertemuan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan keinginannya agar universitas di pangandaran menjadi lembaga pendidikan yang utuh, artinya, ia bukan hanya menjadi pelengkap saja. Maka tentu persoalannya, kata Jeje, bagaimana indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran bisa tinggi.

“Tadi saya mendapat laporan dari pihak Unpad, indek komulatif anak-anak kita cukup baik. “kata Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, karena Pemda Pemkab Pangandaran tidak ingin mahasiswa angkatan pertama yang menjadi pionir ini di kemudian hari banyak yang drop uot (DO) karena madalah biaya kuliah, maka pemda akan memberikan beasiswa, setengah biaya kuliah per semester dibayar pemda.

“Bantuan diberikan mulai semester sekarang. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, untuk ini pemda Pangandaran akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 milyar, dari APBD perubahan 2018 dan APBD murni 2019.

Jika tadi ada usulan bantuan ini tidak disamaratakan karena keadaan ekonomi kelurganya, kata Jeje, hal ini tentunya akan dievaluasi dulu.

“Untuk sekarang ini kita samakan saja sebesar 50 % dari biaya kuliah per semester per mahasiswa yang akan dibayar pemda “tegas Jeje. (PNews)

BUS WISATAWAN ROMBONGAN AL MA’SOEM BANDUNG ALAMI KECELAKAAN DI TANJAKAN LEMBAHPUTRI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sebuah bus bermuatan wisatawan rombongan Yayasan Al Ma’soem Bandung yang akan berlibur ke Pantai Pangandaran mengelami kecelakaan di depan obyek wisata Lembah Putri Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, sekitar 7 km sebelum Pangandaran sekitar pukul 06 WIB.(27/10)

Dari beberapa kesaksian, diduga kecelakaan tersebut diakibatkan mesin bus yang dikemudikan supir Deni Hidayat (44) warga Pajagalan Soreang ini tiba-tiba mati sehingga tidak bisa dikendalikan mengakibatkan mobil pun terguling di badan jalan, karena setelah mesin mati bus pun hilang kendali oleng ke kiri sementara dari arah berlawanan datang speda motor melaju, lalu bus pun oleng lagi ke kanan kemudian tergelincir dan terguling.

Setelah bus yang dikemudikannya terguling, ia pun mengaku shok dan berinisiatif untuk menjauh dari lokasi kejadian dengan tujuan untuk menenangkan diri.

Masih kata Deni, semuanya ada 14 bus yang mambawa rombongan pelajar, guru dan karyawan SPBU milik Yayasan Al Ma’soem Bandung.

“Dalam bus yang saya bawa, ada 51 penumpang. ”terangnya lagi.

Sementara menurut Kapolsek Kalipucang, AKP Jumeli didampingi Anggota Satlantas Polsek Kalipucang, Samsul, yang langsung datang ke lokasi kejadian, menuturkan, hampir seluruh penumpang mengalami luka-luka parah dan ringan yang langsung dibawa ke puskesmas Kalipucang dan Pangandara.

 “Karena lukanya cukup parah, 28 penumpang harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar menggunakan  10 mobil ambulan dan 2 mobil travel. ” katanya.

Asih kata Samsul, beberapa korban yang mengalami luka cukup serius, rata-rata mengalami patah tulang dan luka di bagian kepala. Dan untuk sementara penumpang yang mengalami luka ringan kini masih mendapat pengobatan di Puskesmas Kalipucang dan Puskesmas Pangandaran,” imbuhnya.

Akibat kecelakaan ini, lanjut Samsul, arus lalu lintas dari arah Pangandaran maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan, karena bus yang terguling menghalangi seluruh badan jalan.

“Namun beberapa jam setelah bus naas berhasil dievakuasi lalu lintas menuju Pangandaran atau  sebaliknya sudah lancar kembali. “imbuhnya. (PNews)

MTs Al-Falah PERINGATI HARI SANTRI TINGKATKAN CINTA TANAH AIR

TASIK NEWS-Dalam rangkaian acara menyambut Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, MTs Al Falah  Simpang Kecamatan Karangnunbggal Kabupaten Tasikmalaya, digelar beberapa acara, seperti, Stand Up komedi santri, Baca kitab kuning, Khutbah Jum'at, Ngaliwet Bareng, Murottal Qur'an, Tahfidz Juz Amma dan Karaoke Religi.

Menurut salah seorang pengajar, Ustad Ali, kegiatan ini untuk menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta pada tanah air dan NKRI.

Momen yang terlahir dari revolusi jihad santri melawan penjajah ini, lanjut Ali, harus tetap terjaga giroh perjuangannya.

“Dan sebagai generasi muda, mari kita tingkatkan rasa bangga kita terhadap negeri ini, karena inilah rumah kita, disini kita lahir, disini kita hidup, disini pula kita bersujud, bahkan matipun kita di Negeri ini, maka rawat dan jagalah negeri ini baik-baik. “tegasnya.

Ali menambahkan, santri itu bukan hanya yang mondok di pesantren saja, tapi siapa pun yang menjadikan akhlaqul karimah dan Sopan santun sebagai pedoman hidupnya, itulah santri.

“Maka dengan santri damailah negeri Indonesia. “kata Ali. (ANWAR W-UDI R)

JEJE WIRADINATA: “KAMI SANGAT MENGAPRESIASI PARA PEJUANG PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN”

PARIGI - Upacara milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6 yang dilaksanakan di lapang Parigi (25/10), diikuti Bupati dan wakil Bupati Pangandatan, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran ( presidum pemekaran ), ketua dan anggota DPRD Pangandaran, Anggota DPRD Provinsi dari fraksi PKB ( Asep Irfan Alawi) dan PDIP ( Ijah Hartini ), Agun Gunanjar Sudarsa ( DPR RI), perwkilan dari Pemprov Jabar, kepala dinas beserta ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, ormas, TNI/Polri, para siswa dan tamu undangan dari kabupaten lain.

Upcara diawali dengan penyerahan piagam penghargaan daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri dari Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang menerima langsung dari Dirjen Otonomi Daerah beberapa waktu lalu di Kota Solo ke Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Usai menerima penghargaan tersebut, dalam sambutannya bupati menyampaikan, ini sebuah
apresiasi tertinggi bagi masyarakat Pangandaran serta seluruh pejuang pemekaran yang tidak kenal lelah hingga bisa terbentuk DOB Kabupaten Pangandaran pada tanggal 25 Oktober 2012.
   
"Atas nama pemerintah daerah saya memberikan apresiasi atas perjuangan presidium yang diketuai oleh H. Supratman dan semua elemen masyarakat yang sudah rela mengorbankan baik moril atau materil demi satu perubahan untuk Pangandaran", tegasnya.

Dikatakan bupati, saat ini selaku kepala daerah, bupati dan wakil bupati daerah punya tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pejuang untuk mewujudkan harapan masyarakat.

Menurutnya, selama 2 tahun 9 bulan menjadi kepala daerah, tentunya masih banyak kekurangan dan harapan masyarajat yang belum bisa terpenuhi.

“Kami minta maaf, namun kami juga optimis bisa merealisasikan harapan tersebut dengan bahu membahu bersama rakyat, dan kami juga siap menerima keritikan positif dalam membangun kabupaten Pangandaran", ujarnya.

Saat ini, lanjut bupati lagi, ada empat skala perioritas program kebijakan yang sedang  dilaksanakan, antara lain, perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, mewujudkan pendidikan gratis dan penataan kawasan wisata termasuk relokasi para pedagang untuk bisa  terwujud Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengajak semua yang hadir disini untuk mendoakan para pahlawan pemekaran yang saat ini sudah tiada. “imbuhnya. (AGE)

BUNTUT PEMBAKARAN BENDERA TAUHID, FPUIP PANGANDARAN GELAR AKSI DAMAI

PANGANDARAN-Sejak video pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Limbangan Garut oleh oknum banser pada hari santri beberapa hari lalu, sontak membuat sebagian besar umat Islam merasa geram, salah satunya, yang dilakukan Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) yangb menggelar menggelar aksi damai untuk mengutuk insiden tersebut yang dikawal personil TNI /polri.

Aksi digelar usai peserta demo menjalankian ibadah shalat Jum'at di halaman mesjid Istiqomah Pangandaran dengan melibatkan tidak kurang 500 dari berbagai elemen dan majlis taklim se-Kecamatan Pangandaran.

Ketua Panitia aksi, Nana Nasirin membenarkan, aksi damai ini merupakan buntut dari insiden pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut beberpa hari yang lalu.

"Kami mengadakan aksi ini murni panggilan hati dan tidak embawa kepentingan apapun. Karena para peserta demo ini terdiri dari semua elemen umat islam untuk ikut merasakan keprihatinan atas insiden tersebut."tuturnya.(26/10)

Disoal terkait bendera bendera yang dibakar itu meruopakan atribut HTI, ormas yang dilarang, menurut Nana, itu tidak benar, karena sebelum ormas HTI lahir bendera itu sudah ada sejak jaman kejayaan Islam dahulu.
Nana menambahkan, bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu murni lambang umat islam dan  bukan milik ormas tertentu.
“Jadi jelas sangat keliru jika bendera tersebut dikaitkan dengan ormas tertentu,"tegas Nana.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat menegaskan, aksi damai ini sesuai dengan nilai-nilai demokrasi karena memang dilindungi hukum.

“Dan dalam aksi yang kami gelar ini pun  tidak anarkis, membuat onar  dan mengganggu ketertiban masyarakat.",katanya. (HARIS F)

HARI INI KABUPATEN PANGANDARAN PERINGATI HARI JADI YANG KE 6

PARIGI- Usai menggelar upacara peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran Ke-6 yang dilaksanakan di lapang alun-alun Parigi, rangkaian acara pun dilangsungkan dengan menggelar rapat paripurna istimewa yang digelar di ruang rapat gedung DPRD Kabupaten Pangandaran.(25/10)

Selain dihadiri ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd dan wakil Ketua, Adang Sudirman serta  M Taufiq, anggota DPRD, Bupati-Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari, rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari jadi kabupaten Pangandaran ke 6, juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV atas nama Gubernur jawa barat, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jabar X, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Jabar XI, Danrem 0613Tarumanegara, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Rektor Universitas Pasundan,   Rektor Universitas Galuh Ciamis, Para Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD Kabupaten/ Kota, Dadim, kapolres Ciamis, bupati, wali kota dan ketua DPRD dari daerah sahabat, kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketua DPRD menyampaikan, menginjak tahun ke-6 ini, Kabupaten Pangandaran sudah tidak menyandang status sebagai daerah otonom baru, perlakuan pun sudah setara dengan kabupaten dan kota lain. Hingga pada tanggal 11 oktober 2018, bertempat di hotel Alana Solo, Pemkab Pangandaran meraih predikat Daerah Otonom Baru (DOB) terbaik se-indonesia dari ditjen otonomi daerah kementerian dalam negeri.

”Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah, masyarakatdan stakeholders terkait atas pencapaian yang baik ini. ”kata Iwan.

Sementara Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata pada sambutannya mengajak  seluruh tamu yang hadir dalam rapat paripurna istimewa, untuk bersama-sama menjadikan Pangandaran lebih hebat,  bermartabat dan beriman serta mendukung kebijakan pemerintah dan di segala aspek yang pada gilirannya bertujuan untuk lebih mensejahterakan masyarakat pangandaran.

“Sekarang kita sudah bisa sejajar dengan kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat dan tentunya  upaya ini akan terus dipacu sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. ”tegas Jeje.

masih di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, mengatakan, Pangandaran adalah Jawa Barat, begitu juga sebaliknya, Jawa barat adalah pangandaran, artinya, jika Pangandaran sakit tentunya akan dirasakan juga oleh jawa Barat.

”Tidak boleh ada ruang untuk mencela satu dengan lainnya. ”ungkapnya.

Jika orang pada usia 6 tahun belum bisa melakukan segalanya, Tapi menurutnya, di usianya yang ke 6 Pangandaran sudah mampu melakukan segalanya.  Sangat bernbeda dengan penampilan 2 tahun lalu.
Jadi mumpung masih muda, lanjutnya lagi, harus dikelola dengan baik agar pangandaran menjadi daerah yang bisa menyejukan masyarakatnya dan membuat nyaman orang yang mengunjunginya.

”Kalau 55 milyar yang akan diberikan gubernur masih kurang, ayo minta lagi. ”imbuhnya. (Pnews)

JELANG UPACARA MILANGKALA HARI JADI Ke 6, PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN ZIARAH KE MAKAM PEJUANG PEMEKARAN

Menjelang acara puncak peringatan upacara Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Milangkala ke 6, bupati dan wakil bupati, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari yang didampingi sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan daerah, melakukan ziaran, tabur bunga dan alunan doa’ di makam para pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Rangkaian ziarah tersebut dimulai dengan mengunjungi makam, H. K. Djudju Yoesmana Miharja di Kecamatan  Cigugur, KH. Ahmad Tajudin di Parigi, KH Al As'ari di Parigi, H. Yusro di Parigi, H. Hamdi di Cimerak, KH Agan Didi di Cijulang, Makam Sembah Agung di Cijulang dan Makam Sembah Tafsir di Cijulang.(23/10)

Yang disusul pada hari kedua (24/10) ke makam Sony Agustiana di Kamurang Desa Babakan Pangandaran,  Midjan di TPU Karangsari Desa Babakan Pangandaran, H Maman di Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran dan terakhir ke makam Almarhumah Hj. Endah Surtinah Hadari (istri Wakil Bupati H. Adang Hadari) di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.

Menurut salah seorang anggota Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran asal Desa Parigi, Ian Muchlis, Ian merasa bersyukur setelah Pangandaran memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis, malah sekarang menjadi Daerah Ototnomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia.

kata Ian, tujuan pemekaran ini diharapkan warga Pangandaran itu bisa bebas mengelola potensi yang ada di wilayah Pangandaran agar bisa klebih maju dan sejahtera.

“Kini setelah kita punya pemerintahan sendiri, kita  dapat merasakan manfaatnya, antara lain, pendidikan gratis dari tingkat SD sampai tingkat SLA, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya orang miskin saja, orang kaya pun diberikan biaya kesehatan gratis. :”kata Ian.(23/10)

Ia menambahkan, tapi alangkah lebih bijaknya apabila anggota presidium yg masih hidup pun  bisa mendapat diperhatikan dari pemerintah daerah, karena para pejuang pemekaran sendiri terdiri dari status sosial dan ekoniomi yang berbeda satu dengan yang kainnya, maka menjadi wajar jika anggota presidium diberikan penghargaan dalam bentuk yang lain.

“Umpamanya diberi insentif atau apalah namanya. “tutur Ian.

Ian juga mengatakan, termasuk untuk yang saat proses pemekaran ikut berkiprah dan berjuang bersama-sama masyarakat diberi kesemopatan dalam mengembangkan karirnya sesuai kemampuan dan komfetensi yang dimilikinya.

“Mungpung sekarang mereka masih ada. “imbuhnya. (ANTON AS)

IWAN M RIDWAN: “PEMKAB PANGANDARAN BISA MEMBERIKAN PENGHARGAAN LAIN PADA ASN PEJUANG PEMEKARAN”

Seperti dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaranm H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, saat diminta komentar terkait milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, selain Surat Keputusan (SK) yang dibuat bupati tentang pemberian penghargaan pada para pelaku serta pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, sebaiknya bupati juga memberi perhatian khusus bagi Aparatus Sipil Negera (ASN) yang saat itu ikut ambil bagian berjuang bersama elemen masyarakat lainnya dalam proses pemekaran.

“Mungkin dalam hal ini bupati bisa memberikan penghargaan dalam bentuk lain pada ASN tersebut. “kata Iwan.(23/10)

Iwan menambahkan, bisa saja dalam bentuk pemberian jabatan layak dan strategis sesuai jasa, kemampuan serta komfetensi yang dimilki ASN itu.

“Mudah-mudahan para pejuang pemekaran sebagai pelaku sejarah tersebut bisa menerima penghargaan khusus karena memang sudah berjasa ikut berjuang dengan seluruh masyrakat klainnya dalam proses pemekaran dulu. “imbuh Iwan.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Kecamatan Parigi,  menurutnya, ia setuju apa yang dikatakan Ketua DPRD terkait para ASN yang sudah berjasa ikut memperjuangkan dalam proses pemekaran diberi penghargaan jabatan strategis sesuai prestasi serta kemampuannya.

Menurut warga yang enggan ditulis namanya itu, rasanya layak dan tidak berlebihan jika Pemkab Pangandaran memberi kesempatan serta kepercayaan, agar ia berkesempatan untuk membuktikan pada masyarakat bukan hanya ikut dalam proses pemekaran saja, tapi harus bisa juga mengisi setelah Pangandaran terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Karena selain ia sudah bisa dipastikan putra daerah, lanjutnya, secara moral ia juga bisa merasakan langsung apa yang diinginkan yang diharapkan masyarakat saat itu saat proses pemekaran dulu. Dan juga sebenarnya tidak terlalu banyak saat itu ASN yang mau terlibat langsung, bisa dihitung dengan jari jika dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada sekarang.

“Beri dia kesempatan dan beri dia kepercayaan agar secara langsung ia pun mampu berbuat dan berkarya selaras dengan yang dulu ia perjuangkan dalam proses pemekaran Pangandaran. “tuturnya. (ANTON-PNews)   

SEPEDA SANTAI AWALI RANGKAIAN SAMBUT MILANGKALA 6 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Memulai rangkaian peringatan Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, digelar acara sepeda santai dengan route sekitar ruas-ruas jalan di obyek wisata Pangandaran.

Kegiatan yang dihadiri serta dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Hj. Ida N Wiradinata yang diikuti sekitar 7 ribu peserta ini dengan mengambil start di sekitar kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora), melewati jalan poros utama melalui pasar Pananjung, terus masuk toll gate ke jalan pantai barat, jalan pamugaran lalu masuk jalan  baru belakang area Grand Pangandaran dan berakhir lagi di kantor Disdikpora. Selain diikuti siswa sekolah, loba ini ternyata mendapat sambutan antusias dari seluruh warga.

Dala sambutannya, Jeje menyampaikan, memperingati milangkala dianggap perlu karena peringatan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Pangandaran.

“Selain ucap syukur pada yang kuasa, kita juga harus ikut memeriahkan peringatan milangkala ini. “kata Jeje.(20/10)

Sementara Kepala Disdikpora, H. Surman, menyampaikan permohonan maafnya karena sudah mengganggu kelancaran perjalanan umum juga wisatawan yang datang ke Pangandaran. 

“Dan perlu diketahui, kegiatan ini telah kami anggap menjadi wujud dari sujud sukur serta rasa suka-cita kami yang telah dianugerahi sebagai daerah otonomi baru  terbaik se-Indonesia. “ungkapnya. (ANTON AS)

MILANGKALA HARI JADI KAB PANGANDARAN KE 6, MOMEN UNTUK MELAKUKAN INTROPEKSI

PARIGI – Menyongsong milangkala Hari Jadi Kabupaten yang ke 6 yang akan dirayakan beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 25 oktober, merupakan momen yang pas untuk melakukan introspeksi.

Seperti diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat asal Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Haer (50). Menurutnya, ia sangat mengapresiasi perubahan-perubahan yang nampak saat ini, seperti jalan yang mulus mulai bisa dinikmati masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dengan bangunan puskesmas yang megah dan ketersediaan pendidikan gratis 12 tahun untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

"Semua itu sekarang dapat kita rasakan setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Ciamis melalui jasa-jasa para pejuang pemekaran yang sudah bahu-membahu dengan seluruh elemen masyarakat.", ungkapnya.(19/10)

Haer juga sangat mendukung 4 program perioritas, seperti Pangandaran Hebat yang digulirkan Bupati dan wakil bupati terpilih, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, terkait kebijakan pada masalah pendidikan, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan penataan dunia pariwisata.

"Sekarang masyarakat diberi kemudahan dengan layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis dan jalan-jalan yang ada di setiap daerah. “ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dengan tambahan kebijakan untuk perbaikan sarana dan prasarana rumah warga yang sudah tidak layak huni. Dan sebagai tokoh masyarakat, ia pun siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan program-program yang pro rakyat baik lewat pemikiran mau pun lewat kerja nyata.

"Karena ini semua bermuara pada kepentingan masyarakat banyak. “tandasnya. (AGE)

AKIBAT KURANG PEDULI WARGA, SAMPAH BERSERTAKAN DI TAMAN KOTA TASIK

TASIKNEWS-Masih kurangnya kesadaran dan kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersiahan menjadikan perilaku buruk dengan membuang sampah di sembarang tempat, padahal pihak pemerintah jauh sebelumnya sudah menyediakan tempat sampah di tempat-tempat strategis.

Seperti yang terlihat di lokasi Taman Kota Tasikmalaya, nampak tumpukan sampah membuat pemandangan taman jadi kotor dan terkesan semerawut akibat ulah warga yang mengunjungi area taman saat malam hari untuk melihat pemnadangan air mancur.

Menurut seorang warga asal Kota Banjar, tidak hanya di taman saja, sampah pun berserakan ke area sekitar mesjid  membuat tempat ibadah tersebut terkesan bukan tempat yang suci lagi.

“Petugas kebersihan pun napaknya kewalahan dengan sampah yang berserakan Diana-mana. “ungkapnya.(15/10)

Mungkin seharusnya, kata dia, warga harus lebih peduli terkait kebersihan kota serta merubah pola pikir, bagaimana agar kota bisa terlihat terus indah dan nyaman tanpa sampah. 

“Kita harus sudah memulai, kebersihan bukan tugas pemerintah saja tapi warga dengan tidak sembarangan membuang sampah sembarangan pun itu akan turut menjaga kebersiahan Kota Tasik. “imbuhnya. (ANWAR-UDI)

FANTASTIS ! PEMBANGUNAN LAPANGAN VOLLY DESA KERTAMUKTI SENILAI Rp. 140 JUTA

CIMERAK - Dana Desa (DD) digunakan untuk membiayai pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pembangunan peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan DD mungkin akan lebih bijak jika diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan, seperti perbaikan infrstruktur jalan yang selama ini menjadi sarana vital kegiatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Demikian disampaikan beberapa warga Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, terkait penggunaan DD yang ada di desanya.

Menurut warga, sangat disesalkan penggunaan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 140 juta, malah digunakan hanya untuk membangun fasilitas olah raga,  padahal di Kertamukti masih banyak infrastruktur jalan yang masih rusak.

“Dengan dana yang cukup fantastis tersebut seharusnya untuk perbaikan jalan dulu, karena masalah jalan ini lebih urgent. “ungjkap warga.(11/10)

Sejumlah warga mengaku tidak habis pikir, kenapa Pemerintahan Desa Kertamukti lebih mementingkan lapangan volley ball daripada memperbaiki jalan.

“Lagian kalau untuk membangun lapang voli di tingkat desa tidak usah menggunakan uang sebesar itu. “imbuhnya.

Kepada PNews sejumlah warga juga menyampaikan, sebaiknya pihak yang berkompeten segera meninjau ke lapangan, apakah benar biaya lapang tersebut harus menggunakan biaya sebesar itu.

Lagi pula, lanjutnya, pembangunan sarana olahraga tersebut apakah dibahas dulu dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa, sehingga banyak warga tidak tahu dan kurang setuju anggaran sebesar itu hanya untuk membangun lapang voli.

Masalahnya, masih kata warga, di Desa Kertamukti masih banyak jalan yang harus segera mendapat perbaikan, jadi sebaiknya perbaikan jalan jadi skala perioritas bukan dengan mengalokasi ke pembangunan sarana olahraga.

“Dan kalau pun memang akan membangun lapang voli, saya kira tidak usah dengan anggaran sebesar itu. “pungkasnya. (PNews)




AKIBAT LAMA TAK TURUN HUJAN WARGA DESA BAGOLO ANTRI AMBIL AIR SUNGAI

KALIPUCANG-Akibat lama hujan tak kunjung turun hujan, warga Desa Bagolo Kalipucang Kabupaten Pangandaran kini harus antrian mengambil air.

Menurut salah seorang warga, Dede Jaenal, untuk memenuhi kebutuh rumahtangga sudah beberapa minggu ini warga berantrian mengambil air ke dataran sungai yang jaraknya relatif  jauh dari pemukiman.

"Setiap harinya warga mengantri dengan membawa jeriken berukuran besar untuk mendapatkan air bersih." ujarnya.(14/10)

Warga pun berharap kesulitan mendapatkan air bersih ini bisa segera teratasi dengan cara membantu mengirimkan tangki air bersih.

"Kami ngantri bukan hanya siang hari saja, tetapi sampai malam hari," tambah Dede. (HARIS F)

INI UNGKAPAN SEJUMLAH PEDAGANG ASIN DI PANANJUNG ENDAH

PANGANDARAN-Sejumlah pedagang asin di relokasi Nanjung Endah di jalan Kidang Pananjung nampak bisa tersenyum bahagia, pasalnya kios mereka yang semula terletak di posisi atas kini mendapat izin untuk mengisi lahan parkir.

Dengan posisi berjajar berukuran 2 meter persegi, para pedagang pun kini lebih bersemangat dan optimis, karena jika sebelumnya mereka hanya memperoleh Rp.25 ribu dalam satu hari, kni pendapatan mereka pun meningkat.

"Alhamdulillah, sekarang agak mendinglah.. para pengunjung dapat melihat langsung jualan kami, walau pun lokasi yang kami gtempati sempit tetapi jauh berbeda dengan sebelumnya,"ungkap salah seorang pedagang, Neni. (13/10)

Neni dan pedagang asin lainnya pun berharap blok kios asin Nanjung Endah ini diharapakan enjadi dapat daya tarik wisatawan untuk berburu oleh-oleh khas Pangandaran. (HARIS F)

DUGAAN PENYELEWENGAN DANA BANTUAN PEMERINTAHAN DESA DI KECAMATAN CIJULANG TERNYATA TIDAK BENAR

CIJULANG - Dugaan penyelewengan dana bantuan pemerintah di salah satu desa di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandran ternyata hanya isu belaka dan tidak terbukti kebenarannya.

Seperti pernyataan yang diberikan kepala desa pada media, ternyata hal itu hanya kesalahan ucapan saja yang seharusnya ditelusuri dulu kebenarannya sebelum memberikan keterangan ke publik.

“Kami saat itu terburu-buru dala mengambil kesimpulan tanpa menelusuri kebenaran isu tersebut. “ucapnya.(12/10)

Ia pun mengakui, ini murni kesalahan kesalahannya selaku kepala desa yang sudah cepat mengambil kesimpulan setelah mendengar ada isu terkait hilangnya dana bantuan untuk desanya sebesar Rp. 270 juta. Padahal, lanjutnya, setelah ditelusuri dana tersebut masih ada.

“Ternyata yang terjadi hanya keterlambatan saja pada pengerjaan jalan desa di salah satu dusun di desa kami,"jelasnya.

Ia menambahkan, jika tidak percaya, silakan cek ke lapangan karena saat ini pekerjaan tersebut sudah mulai dikerjakan dan optimis bisa selesai pada bulan ini.

Ia juga mengatakan, tanggal 11 oktober kemarin, pihak Inspektorat dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Camat Cijulang sudah meninjau langsung ke lokasi dan hasilnya memang tidak ada penyelewengan, karena yang terjadi hanya faktor keterlambatan saja.

Ia pun atas nama pemerintahan desa sudah meminta maaf pada salah satu perangkatnya  yang kemarin diduga sudah menggelapkan anggaran desa.

"Sebagai manusia pasti tidak luput dari kekhilapan, dan saya pun sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan dan kepada semua pihak atas kesalahan saya memberikan informasi kepada media." pungkasnya. (AGE)

BUPATI PANGANDARAN TINJAU PEMBANGUNAN GEDUNG PONED PARIGI

PARIGI-Ini sudah menjadi rutinitas kebiasaan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata untuk mengecek langsung ke lapangan, melihat proses pembangunan yang dikerjakan pihak rekanan.

Seperti siang tadi, bupati  didampingi Kadis Kesehatan datang langsung meninjau lokasi pembangunan Poned Puskesmas Kecamatan parigi, karena ingin tahu sejauh mana progress pembangunannya.

Seperti biasa, Jeje selalu menanyakan, kapan bisa selesai, sudah berapa persen progresnya sekarang, bagaimana sarana parkirnya dan lainnya, hal seperti itu selalu ditanyakan ketika bertemu langsung pihak rekanan.

“Saya atau pun masyarakat berhak mengetahui anggaran pemerintah yang digunakan untuk pembangunan apa saja. “kata Jeje.(12/10)

Sementara menurut Kepala UPTD Puskesmas Parigi, Oyat Hidayat SKeb, ia berharap pembangunan area parkir di sekitar gedung poned bisa terealisasikan pada anggaran tahun ini.

“Tanah untuk tempat parkir tersebut sudah dibeli oleh pemkab dari warga. “terangnya.

Masih di tempat yang sama, pimpinan perusahaan Indah Savana grup, Agus Mulyana, yang mengerjakan pembangunan gedung poned parigi, mengatakan, pekerjaan dipastikan akan selesai sesuai kontrak yang sudah disepakati.

“Hingga saat ini progresnya sudah mencapai 65 % dan Insaalloh akan selesai sesuai SPK. “kata Agus. (ANTON AS) 

KOTA TASIK JADI TUAN RUMAH PENYELENGGARAAN RAPAT KOORDINASI KOMISARIAT WILAYAH III APEKSI

TASIK NEWS-Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Ivan Dicksan M.Si. mengatakan dalam menyambut Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke 17 ini akan di adakan berbagai kegiatan, dan seluruh rangkaian acara tersebut dihartapkan bisa memunculkan potensi-potensi produk unggulan Kota Tasikmalaya.

Kepada awak media, Ivan juga menyampaikan, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk memerihakannya.

“Sesuai julukannya, Tasik kota resik, warga pun bisa memberikan kenyamanan serta selalu menjaga kebersihan kota. “ungkapnya.(11/10)

Ivan menambahkan, selain even hari jadi, Tasik pun akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III APEKSI yang akan dihadiri 25 wali kota.

“Pertmeuan ini juga akan dihadiri perwakilan negara sahabat, jepang. “imbuh Ivan.

Dengan kehadirin para delegasi tersebut, lanjut Ivan, diharapkan bisa ikut mempromosikan produk-produk kota Tasik.

“Dari semua tamu yang hadir, diharapkan bisa memperkenalkan produk-produk kita atau tidak menutup kemungkin nantinya ada peluang untuk kerjasama. “kata Ivan lagi. (ANWAR W)

RATUSAN PAYUNG GEULIS WARNAI TAMAN KOTA BATU ANDESIT KOTA TASIK

TASIK NEWS-Tasik Oktober Festival (TOF) ke II 2018, yang digelar 13-16 Oktober 2018 di kawasan batu andesit taman kota dengan hiasan payung geulis dan ornamen bambu kini menjadi arena spot selfie para pengunjung.

Ada sekitar 200 payung geulis menghiasi kawasan tersebut dipasangi lampu sehingga jika dilihat pada  malam hari seluruh payung pun bercahaya warna-warni menghiasi di taman.

Menurut penggagas konseptor dari Studio Rumah Palsu , Are, selain payung taman juga dihiasi ornament lainnya, seperti cireng, ayakan dan mendong serta hiasan bordir.

“Kami menampilkan berbagai etnik dari barang-barang yang selaa ini sudah menjadi ikon Tasik.”terangnya.(11/10)

Are menambahkan, sekuruh material yang dipasang ini bisa tahan lama, baik dari sinar matahari atau air, karena, menurut Are, ia sudah merancang untuk antisipasi terhadap cuaca tersebut, sehingga keutuhan dekorasi pun akan tetap awet.

“Kecuali jika ada tangan-tangan iseng yang jahil. “ungkapnya.

Are pun optimis taman kota batu andesit ini akan menjadi tempat paforit warga untuk dijadikan alternatif arena rekreasi atau pun sekedar refreshing.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat paling tidak bisa menjadi tempat hiburan masyarakat. “pungkasnya. (ANWAR WALUYO)

SDN 2 SUKARESIK SIDAMULIH KEMBALI DIBOBOL MALING

SIDAMULIH-Sejumlah barang berharga milik SD 3 Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, tadi malam kembali dibobol maling setelah masuk dengan cara mencongkel teralis yang ada di depan ruang kantor, pencuri pun dengan leluasa masuk ke ruang guru dan  menggasak barang berharga milik sekolah, seperti satu unit printer brader merk Canon, paket olah raga dan beberapa bola sepak.

 “Kejadian ini yang ketiga kalinya sekolah kami mengalami pencurian. “kata Ketua Komite SD 3 Sukaresik, Tunjung Prakoso.(12/10)

Sementara menurut kepala sekolah, Maman, kejadian hingga berulang ini setelah tembok benteng di belakang sekolah ambruk yang hingga saat ini belum diperbaiki.

“Untuk antisipasi ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan segera menganggarkan untuk perbaikan benteng tersebut. “ungkap Maman. (ANTON AS)

SMPN SATU ATAP LANGKAPLANCAR PERLU PENABAHAN SARANA RUANG BELAJAR

LANGKAPLANCAR-SMPN Satu Atap yang di Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar lokasinya sangat terpencil dan berada di perbukitan serta relatif jauh dari pusat keramaian ibu kota kecamatan.

Menurut salah seorang warga orangtua salah satu siswa sekolah tersebut, Aan, ia berharap Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, bisa memberikan perhatian pada sekolah tempat anaknya menuntut ilmu.

Penambahan fasilitas untuk menambah wawasan pengetahuan siswa, menurut Aan, sangat perlu ditingkatkan agar kualitas dan hasil pendidikan tidak berbeda jauh dengan sekolah-sekolah yang mempunyai sarana belajar yang lengkap.

“Tapi walau pun dengan segala kekurangan ini, kami tetap masih bisa bangga menyekolahkan putra-putri kami disini. “ungkapnya.(10/10)

Sementara saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMP satu atap Langkaplancar, Himawan, menyampaikan, selama ini usahanya terus dipacu untuk menarik minat siswa tetap bersemangat dalam belajar.

Himawan membenarkan, selama ini keadaan sekolahnya dalam pengadaan sarana masih banyak kekurangan disana-sini. Seperti kondisi bangunan yang sudah lapuk hingga bisa saja sewaktu-waktu ambrol karena memang kondisinya sudah tua.

“Kami masih membutuhkan rehab untuk 2 ruang kelas, ruangan guru dan labolatorium IPA. “terang Himawan. (ANTON AS)

WARGA DESA CAMPAKA DAN SUKAMULYA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN BANGUN JEMBATAN PERMANEN

CIGUGUR-Keberadaa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Campaka dan Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, sebenarnya sudah tidak layak lagi dipergunakan. Namun karena jembatan tersebut merupakan jalur satu-satunya yang ada, maka hingga sekarang jembatan gantung pun masih difungsikan.

Menurut salah seorang warga  Sukamulya, Oman, seluruh warga desa sangat berharap bisa secepatnya Pemkab Pangandaran membangunan jembatan yang terbuat dari bilah bambu itu dengan permanen, karena selama ini untuk jalur kedua desa itu harus melalui Desa Cigugur yang jarak tempuhnya sekitar 40 km.

“Jalur ini sangat vital, banyak hasil kebun dan komoditas ekonomi lain warga terhambat pengirimannya karena selama ini belum ada jembatan permanen. “jelas Oman.(10/10) 

Hal senada dikatakan Kepala Desa Campaka dan Sukamulya, Omo dan Herdiana, saat ditemui di tempat kerjanya masing-masing, kepada PNews mengatakan, memang pembangunan jembatan tersebut sangat urgen, pasalnya jembatan sejenis itu sudah tidak layak lagi jika dibandingkan dengan arus transportasi sekarang. Saat ini warga, menurut mereka, sangat terbebani dengan biaya ongkos kirim saat akan menjual hasil buminya.

“Jembatan itu sudah menjadi urat nadi warga desa baik untuk jalur ekonomi atau pun sosial. “ujarnya.

Herdiana dan Omo juga mengatakan, jika rencana pembangunan jembatan tersebut selalu masuk dalam bahasan setiap tahun pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) desa.

“Tapi pembangunannya mengandalkan dari DD atau ADD jelas tidak akan mencukupi, kami berharap Pemkab Pangandaran bisa memasukan pembangunan jembatan tersebut di APBD tahun depan. “tuturnya lagi. (ANTON AS)

TERPUJILAH ENGKAU WAHAI IBU-BAPAK GURU (SUKWAN?)

TASIK NEWS-Jika mau jujur apa bendanya antara guru PNS dan non PNS (sukwan), sebenarnya kedua-duanya sama saja, tugas pokoknya mereka sama-sama membuat peserta didik menjadi pintar dan cerdas. Guru sukwan pun termasuk dalam ungkapan guru pahlawan tanpa tanda jasa.

Demikian disampaikan kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Sindanghela Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Entis Sutisna, saat diminta komentar terkait kinerja para guru non PNS.

“Sebenarnya dalam melaksanakan tugas di sekolah pengabdian guru sukwan tidak ada bedanya dengan yang sudah PNS. “ungkapnya.(12/10)

Diakui Entis, selama ini peran gurun sukwan sangat dibutuhkann dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hampir di setiap sekolah, bahkan mungkin KBM pun tidak akan berjalan lancar jika disana tidak ada peran guru sukwan sebagai pendidik.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh guru sukwan yang tiada lelah untuk mengabdi dan mudah-mudahan ke depan nasib para guru sukwan ini mendapat perhatian dari pemerintah agar kesejahteraannya semakin meningkat. “kata Entis. (ANWAR WALUYO-UDI RUSWENDI)

KETUA KWARCAB PANGANDARAN LANTIK ANGGOTA SAKA ADHYASTA PEMILU

PANGANDARAN-Dalam rangka persiapan  pemilihan umum tahun 2019,  Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten pangandaran mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif melalu pembentukan saka adhyasta pemilu tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Hotel Aquarium Pangandaran.(11/10)

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Kwarcab Pangandaran, Drs. Apip Wanayadi, untuk melantik anggota saka adhyasta, bertujuan untuk menyampaikan kepada siswa-siswi yang sudah memasuki kategori pemilih pemula agar turut ambil bagian dalam pesta demokrasi 2018 dan 2019 mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, menyampaikan, para siswa siswi yang di bentuk dalam saka adhyasta pemilu  diharapkan dapat berperan aktif menjadi agen perubahan di tengah masyarakat serta bisa menyampaikan pentingnya menyalurkan hak pilihnya.

“Ini menjadi penting, karena disamping adik-adik pramuka ini berpartisipasi jadi pemilih juga   harus bisa  menyampaikan hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu pada masyarakat," kata nya.

Pembentukan Saka Adhyasta ini, lanjut Iwan, juga bertujuan sebagai bentuk partisifasi dari para pemilih pemula yang tentunya sudah mempunyai hak pilih,

“Kami berharap, nantinya seluruh anggota saka adhyasta mempunyai tanggungjawab terhadap pengawasan pemilu dalam bentuk partisipatif. “imbuh Iwan. (Tn)

JELANG MILANGKALA KE 6, PANGANDARAN BERHASIL RAIH PREDIKAT DOB TERBAIK SE-INDONESIA

Menjelang usia ke 6 yang akan diperingati tanggal 25 oktober mendatang, Kabupaten Pangandaran, dari hasil penilaian Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, kembali meraih predikat Daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia. Dengan capaian skor 93,75, Pangandaran berhasil meraih nilai teratas dari 6 DOB dengan katagori baik dan 12 DOB lainnya dengan katagori sedang.

Keenam DOB dengan katagori baik, diantaranya, Kabupaten Pangandaran (93,75), Kabupaten Musi Rawas Utara (92,00) pada ranking kedua, Kabupaten Panungkal Abab Lematang Ilir (91,50), Kabupaten Kolaka Timur (90,75) dan Kabupaten Pesisir Barat (90,25). 

Penghargaan ang diterima langsung Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari serta didampingi Sekda, Mahmud, SH, MH, Asisten Daerah dan pejabat lainnya di Solo Jawa Tengah ini pun disambut gembira seluruh pejabat yang turut hadir di Kota Solo.(11/10)

Menurut Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, tahun sebelumnya Kabupaten hanya mampu meraih skor 84,7 dengan katagori sedang.

“Kita hanya memerlukan skor 1,25 untuk mencapai 95 dengan katagori sangat baik. “terang Mahmud.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata yang kebetulan sedang berada di Jakarta, mengatakan terimakssih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras mempersebahkan yang terbaik untuk Pangandaran.

“Syukur Alhamdulillah hari ini Kabupaten Pangandaran ditetapkan menjadi DOB terbaik, “:kata Jeje.

Jeje menambahkan, sebenarnya masih banyak kekurangan dan kelemahan disana-sini, karena belum seluruhnya harapan masyarakat dan cita-cita pemekaran bisa terpenuhi. 

Tentunya ini, kata Jeje, akan menjadi spirit untuk membangun Pangandaran ke depan yang lebih baik lagi.

“Jika sekarang Pangandaran menjadi DOB terbaik itu bukan karena prestasi kami, karena semua merupakan ini kewajiban dan amanah masyarakat yang harus kami kerjakan. “kata Jeje lagi.

Jeje juga menyampaikan terimakasih pada seluruh elemen yang selama ini sudah bersama-sama membangun Pangandaran.

“Menjadi DOB yang terbaik merupakan hasil kerja semua pihak sekaligus menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat Pangandaran. “imbuhnya.

Sementara menurut anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Hj. Ijah Hartini, saat dihubungi lewat telepon celluernya mengatakan, ini menjadi kado terindah untuk seluruh masyarakat yang sebentar lagi akan merayakan milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke 6.

Ijah mengatakan, sejatinya ini bukan hanya hasil kerja pemerintah saja, tapi ini merupakan hasil sinergitas antara pemerintah dan seluruh masyarakat. 

"Ini prestasi luar biasa Prestasi yang luar biasa serta menjadi bukti kekompakan Pemda dan masyarakat dalam mewujudkan tercapainya harapan pembangunan di seluruh sektor. "tutur Ijah.

Jika hari ini Pangandaran berhasil menjadi DOB terbaik, kata Ijah, masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan pun harus benar-benar merasakan efek positif dari pembangunan itu sendiri.

“Selamat untuk pemerintahan dan seluruh warga Pangandaran, mudah-mudahan Pangandaran semakin semakin hebat selaras dengan nafas pemekaran. “ungkap Ijah. (PNews)
 

H. SURMAN: “PERLUNYA ORANGTUA MEMILIKI QUALITY TIME UNTUK KELUARGA”

H. Surman
PANGANDARAN-Ada beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah Pemkab Pangandaran daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terkait peningkatan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa. Seperti, memasukan muatan lokal menjadi muatan pembelajaran kelautan dan pariwisata dan muatan mata pelajaran tersendiri bahasa sunda pada  2 jam pelajaran per minggu.

Demikian disampaikan Sekretaris Disdikpora, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, kepada PNews di ruang kerjanya.(7/10)
“Artinya, kedua muatan pembelajaran itu dianggap perlu karena mempunyai korelasi langsung dengan keberadaan masyarakat Pangandaran. “tuturnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Dikpora, H. Surman, pihaknya kini sudah mewajibkan kepada seluruh orangtua siswa agar pada jam 18.00 hingga 20.00, mematikan tv dan android, terutamma siswa kelas VI SD.

“Kami menekankan agar para orangtua siswa membimbing anak-anaknya pada jam-jam itu, dan ini sudah disosialisasikan melalui UPTD dan sekolah-sekolah. “terang Surman.

Surman menambahkan, perlunya orangtua membimbing putra-putrinya untuk mengenal lebih dekat lingkungan keluarga, sehingga jika suatu saat sudah keluar dari pendidikan formal bisa berperilaku positif.

“Dan orangtua juga harus mempunyai quality time untuk berkumpul dengan keluarga, terutaa anak. “imbuh Surman. (hiek)

WISATA KALIJATI HILLS HARUS DIMULAI DENGAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN

SIDAMULIH-Sepertinya Pemkab Pangandaran sudah saatnya memberi perhatian lebih pada perkembangan daerah Sidamulih, baik pebangunan infrastruktur atau pengebangan wisata. Perbaikan jalan yang ada di wilayah Sidamulih bisa menjadi alternatif pengurai kemacetan disaat arus lalu lintas padat seperti pada libur idul fitri.

Dengan membuka jalan jalur Kalijati yang akan menembus langsung ke Cikohkol Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis, diharapkan kemacetan yang sering terjadi akan terurai, karena jalur ini bisa untuk pintu keluar arus wisatawan. Jaraknya pun relatif lebih pendek jika dibanding antara Pangandaran-Kalipucang-Padaherang-Banjarsari dengan jalur Pangandaran Kalijati-Cikohkol Banjarsari dengan beda jarak tempuh sekitar 20-30 kilo meter.

Camat Sidamulih, Dedi Surachman, S.Sos, M.Si, ketika menemani PNews dan Tokoh Presidium, H. Yos Rosby, beberapa waktu lalu melihat ke lapangan, mengatakan, untuk tahun ini proyek lanjutan rabat beton jalan di Desa Kersaratu dari cibodas hinggai ke Muara Tiga serta  pembangunan jembatan dan rabat beton di 3 tanjakan terjal yang berada di wilayah Desa Kalijati.

Proyek pengerjaan infrastruktur ini, lanjutnya, akan dilanjutkan tahun 2019 dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Pangandaran sebesar Rp.10 milyar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Perbaikan jalan di wilayah Sidamulih sudah hampir selesai, hanya saja jika akan digunakan menjadi pintu keluar arus wisatawan perlu ada pelebaran jalan. “ungkapnya.

Selain bisa menjadi jalur alternatif, masih kata Dedi, Sidamulih pun bisa jadi pilihan varian destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Wisata Pantai yang eksotis di Desa Sukaresik dengan pesona lagunanya, goa yang berada di Desa Sidamulih, yang akan memacu adrenalin wisatawan untuk mengexplornya, wisata alam Sodong Panjang di Desa Cikalong, Wisata Mancing di Situ Cirangkong ditemani seduhan khas Kopi Srikandi, produk lokal Desa Kersaratu, ada wisata Budaya dengan kearifan lokal yang masih terpelihara dan serta wisata minat khusus di Desa Kalijati yang merupakan dataran tinggi dengan panorama alam yang luar biasa indah selepas mata memandang dengan aroma khas  udara pegunungan yang segar dengan hamparan pohon-pohon hijau yang masih asri serta jauh dari kebisingan.

“Dan saya yakin ada dampak positif yang bisa diterima masyarakat ketika jalur Kalijati ini sudah bisa dilalui wisatawan. “kata Dedi.

Hal senada dikatakan salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Pangandaran, H. Yos Rosbi. Menurutnya, banyak yang bisa ditawarkan dari potensi yang ada di Kalijati untuk dunia pariwisata.

Jika jalan tembus Pangandaran-Cikohkol Banjarsari sudah bisa dilalui kendaraan wisatawan, tentunya ini akan merubah tatanan kehidupan perekonomian masyarakat.

“Misalnya, sepanjang jalur Kalijati nantinya masyarakat bisa menjajakan hasil produksi mereka untuk dijual pada wisatawan, baik yang berkunjung ke Kalijati atau pun yang pulang melewati jalur ini. “tutur Yos.  

Terkait potensi wisata, menurut Yos, dengan melibatkan investor ke depan bisa diciptakan wisata minat khusus. Seperti, arena off road, motocross, paralayang, kereta gantung dan arung jeram  dengan memanfaatkan arus sungai.

“Tapi ini semua bisa dimulai ketika sarana transfortasinya sudah tersedia dengan baik. “imbuhnya.

Yos mengatakan, apa yang sedang dilaksanakan Pemkab Pangandaran sudah selaras dengan ruh napas pemekaran. Peningkatkan pelayanan publik, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat, perbaikan infrastruktur yang ada di desa-desa yang semuanya itu saat menjadi isyu pemekaran pertama dicetuskan menjadi harapan seluruh warga.

Kini, lanjut Yos, masyarakat sudah senang bisa menikmati pembangunan di wilayahnya masing-masing, aktivitas sosial, ekonomi dan keagamaan pun tidak lepas dari sentuhan kebijakan pemerintah daerah. Jika dulu jarak tempuh dan waktu dari pelosok yang ada di Kecamatan Langkaplancar ke Parigi memerlukan waktu tempuh yang panjang, kini dengan waktu yang relatif sebentar masyarakat sudah bisa menikmati perjalanan lancar dan singkat.

“Saat saya bertemu dengan rekan-rekan dari daerah lain rata-rata mereka mengatakan jalan-jalan di daerahnya sudah bagus semua, jadi mungkin tahun besok tinggal menyelesaikan jalan-jalan yang ada di Sidamulih. “imbuh Yos.

Disoal potensi wisata yang ada di kawasan Kalijati, Yos mengakui terobsesi dengan obyek wisata yanga ada di negeri jiran Malaysia, Genting Island. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan nuansa pegunungan, Kalijati pun bukan tidak mungkin bisa dibuka menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) sekelasnya. Sumber air yang tidak pernah mengering walau musim kemarau, kearifan lokal serta budaya masyarakatnya yang masih kental, itu salah satu modal dasar bisa dikembangkannya Kalijati menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus.

“Dan sekali lagi, semuanya itu harus diawali dengan menyediakan sarana transfortasi jalan yang bagus, apalagi dengan visi kita menjadikan Pangandaran seebagai tujuan wisata dunia. “tegasnya. (hiek)


BKPSDM PANGANDARAN BERI KEMUDAHAN PENDAFTARAN CPNS, SUKET BISA GANTIKAN STR

PARIGI- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusi (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran memberikan keringanan bagi calon peserta CPNS dari tenaga kesehatan, dalam proses pengiriman berkas lamaran dengan tidak mengharuskan untuk menyertakan Surat Tanda Registrasi (STR), dan bisa hanya diganti dengan surat keterangan (suket). Karena dalam surat keterangan tersebut bisa menjelaskan bahwa STR sedang dalam proses pembuatan.

Demikian dikatakan Kasubdit Pengadaan dan Pemberhentian, Supendi, saat ditemui di ruangbkerjanya.(9/10)

Supendi mengatakan, jika nantinya calon dinyatakan lulus diterima menjadi PNS, maka yang bersangkutan wajib menyertakan STR yang asli.

“Pengalaman pada penerimaan CPNS tahun 2014, sat itu pun kami tidak mewajibkan, baru setelah dinyatakan lulus yang bersangkutan harus menyertakan STR tersebut. “jelasnya.

Menurut Supendi, kebijakan ini merupakan inisiatif dari Pemkab Pangandaran, setelah sebelumnya melakukan berbagai pertimbangan dan tidak bertentangan dengan aturan.

Sementara syarat lainya yang harus dilampirkan calon pelamar, lanjut Supendi, antara lain, KTP, Ijazah, Transkrip Nilai, Surat Lamaran yang ditujukan kepada Pemkab, Akreditasi BAN-PT dan STR.

“Untuk waktu pendaftaran secara nasional dipajukan hingga tanggal 15 Oktober 2018. “imbuhnya.

masih kata Supendi, seluruh data calon yang sudah daptar hingga tanggal 9 oktober jam 10 pagi, sudah mencapai 5.690 dengan formasi guru sebanyak 3.929, tenaga kesehatan 483 dan tenaga teknis sebanyak 1.024.

Sementara menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Agus Supriatna, SH, saat dikonfirmasi, mengatakan, jika aturan yang ditetapkan BKPSDM seperti itu, maka pihaknya akan mengikutinya, karena yang terpenting seluruh calon harus menyertakan surat keterangan sedang di proses.

“Dan dengan ketentuan setelah dinyatakan keterima yang bersangkutan harus segera menyertakan yang aslinya. “kata Agus. (PNews)




SHERIN KEZYA SISWA SD 2 KARANG UKIR PRESTASI LEWAT PUPUH WANOJA

TASIK NEWS-Prestasi bisa diraih oleh siapa saja, baik orangtua, remaja bahkan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Seperti ukiran prestasi yang sudah diraih Sherin Kezya, siswa kelas 2 SD Karang Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Sherin, begitu biasa disapa, melalui lomba pupuh wanoja sudah bisa mem,buat bangga orangtuanya dan mengharumkan nama sekolah tempat ia menuntut ilmu.

“Ini menjadi kebanggaan untuk keluarga sekolah kami. “ungkap Kepala SD 2 Karang, Dedi.(8/10)

Dedi mengatakan, walau siswanya ini menjadi juara II dalam lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan kabupaten Tasikmalaya, namun tidak mengurangi kegembiraannya karena Sherin sudah bisa menunjukan pada teman-temannya bahwa dalam ketekunan bisa menghasilkan prestasi.

“Mudah-mudahan, dengan difasilitasi pemda, dalam hal ini dinas pendidikan, semua potensi yang ada di daerah bisa terangkat. “imbuh Dedi. (ANWAR-UDI)
 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN