HAMPIR SEPEKAN, AKHIRNYA JASAD KORBAN TENGGELAM DI PANTAI KARAPYAK DITEMUKAN PETUGAS DAN WARGA

PANGANDARANNEWS.COM – Seorang pelajar asal Kota Banjar, Muhamad Usamah Salahudin (13) korban tenggelam yang terseret ombak di pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran beberapa hai lalu (31/10), jenzah korban berhasil ditemukan tim SAR terapung di pinggir pantai dan terombang-ambing ombak ke tepian sekitar, pukul 08.00 WIB. (6/11) 

Petugas dan warga pun langsung melakukan evakuas pada jenazah korban sudah dalam keadaan rusak pada beberapa bagian tubuhnya karena korban tenggelam hampir satu pekan, tapi korban masih bisa dikenali pihak keluarga dari celana yang dikenakan korban.

"Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian sekitar pukul 8 pagi tadi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kalipucang untuk visum dan selanjutnya jasad korban akan diserahkan kepada pihak keluarga, “terang Serda Endang Sahrirusi, anggota Pos TNI AL Pangandaran yang ikut dalam tim SAR.

Sementara pihak keluarga korban yang tetap bertahan selama 6 hari bertahan di Obyek Wisata Pantai Karapyak, speti dituturkan ayah korban, Adi Hadiyanto (39),  ditemukannya korban ini seakan menjawab kegigihannya yang tak mau pulang sejak kecelakaan itu terjadi, pihak keluarga korban sejak hari minggu bertahan menanti proses pencarian di tepi pantai.

“Di hari ke tujuh atau di hari terakhir upaya pencarian penantian kami akhirnya terjawab, “ungkap Adi.

Ia pun mengaku sudah pasrah dan ikhlas apa pun yang terjadi pada anak semata wayangnya itu, dan jika ia memilih bertahan di pantai Karapyak karena rasa penasaran dan kesedihan akibat musibah yang menimpa anaknya ini.

Sejak hari pertama pencarian, kata Adi ia sudah pasrah, sukur kalau anaknya bisa ditemukan dalam keadaan hidup tapi kalau pun ditakdirkan sudah meninggal, Adi mengaku ikhlas. 

“Mudah-mudahan anak kami meninggal husnul khatimah,"ungakpnya.(PNews)


JEJE WIRADINATA : “PENGUSAHA HOTEL DI PANGANDARAN HARUS TAAT PAJAK”

PANGANDARANNEWS.COM – Manajer hotel saat ini agar selalu disiplin serta memberikan himbauan kepada wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat serta mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat mengukuhkan pengurus Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Pangandaran beberapa hari lalu bertempat di Hotel Krisna. (4/11)

“Selian itu saya juga mengingatkan agar pengusaha hotel se-Kabupaten Pangandaran tidak lupa membayar pajak, “tegas Jeje.

Selain menata internal hotel seperti pelayanan yang baik agar wisatawan betah, kata Jeje semua harus bisa memajukan wisata Pangandaran, artinya komunikasi dengan pemerintah bisa terjalin dengan baik.

Jeje menuturkan, sebelumnya jika pemda mengundang manajer hotel yang hadir hanya karyawan biasa bahkan bagian kebersihan, tapi sudah beberapa bulan ini pihaknya sudah merasakan akan terjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemiliknya langsung. 

“Saya senang dan menyambut baik, bisa menjalin komunikasi yang baik untuk memajukan Pangandaran, ”ucap Jeje.

Jeje juga meminta manajer hotel mengawasi para tamu yang datang terutama dalam penerapan prokes.

Menanggapi hal tersebut Ketua DPD Jawa Barat (Jabar) Irwan Rismawardani menyampaikan saat ini obyek wisata Pangandaran baru saja dibuka setelah hampir dua tahun tutup karena kondisi pandemi covid-19, hotel-hotel yang ada di Pangandaran pun mengalami penurunan huniannya.

Dan terkait pajak pajak hotel yang diminta Pemkab Pangandaran, Irwan menjelaskan, seperti diketahui bersama akibat ditutupnya obyek wisata hampir dua tahun usaha hotel pun lesu, tapi hal tersebut bisa dibicarakan saat wisata belum ramai dan mungkin pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan lain.

Menurutnya ia sangat setuju jika pihak pengusaha hotel menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan pemda.

“Pemerintah dan pelaku usaha perhotelan memang saling membutuhkan apalagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, “ujarnya. (PNews)


POLRES TASIKMALAYA KOTA GELAR PRESS CONFERENCE UNGKAP KASUS NARKOBA BULAN OKTOBER 2021

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Polres Tasikmalaya Kota hari kemarin merilis keberhasilan dalam mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba selama bulan oktober 2021 serta berhasil menamankan 8 pelaku kejahatan. (04/11)

Seperti disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si, didampingi Wakapolres Kompol Agus Syafrudin, SE., MH dan Kasat Narkoba AKP Ade Hermawan, SH, saat Press Conference di halaman kantor Polres, 8 tersangka yang diamankan terdiri dari 3 pelaku kasus penyalahgunaan sabu-sabu, 3 tersangka terlibat kasus penyediaan farmasi dan 1 tersangka terlibat kasus tembakau sintetis atau sinte.

Selain tersngka, Polres juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 14 gram sabu-sabu, 1,7 gram ganja kering, 2,1 gram tembakau sintetis, dan 608 pil hexymer.

"Modus operandi para pelaku ini menjual dengan sistem tempel jadi tidak saling bertemu dengan pembeli," terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan, untuk pelaku penyalahgunaan farmasi akan didakwa dengan pasal 196 dan 197 Undang Undang Kesehatan dengan ancaman 10 sampai 15 tahun penjara.

“Sedangkan untuk tersangka penyalahgunaan narkoba dijerat dengan pasal 112 ayat 4 dan pasal 114 ayat 1 Undang Undang nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, " jelasnya. (ANWARWALUYO)




USAI DITUTUP BEBERAPA HARI, SABTU BESOK OBYEK WISATA PANTAI KARAPYAK DIBUKA KEMBALI

Pantai Karapyak Pangandaran
PANGANDARANNEWS.COM – Setelah dilakukan penutupan beberapa lalu, objek wisata Pantai Karapyak  di Kecamatan Kalipucang rencananya akan dibuka lagi pada libur akhir pekan atau sabtu tanggal 6 nopember 2021 mendatang.

Seperti dituturkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinta kepada sejumlah wartawan, Pemkab sudah melakukan evaluasi terkait SOP yang telah dikeluarkan dan juga berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, dan SOP itu dibuat agar kejadian laka laut tidak terulang lagi karena sudah beberapa kali terjadi.

Kata bupati, aktivitas berenang di pantai Karapyak sebenarnya dilarang apalagi jika air laut sedang pasang.

Bupati menyebut, ada lima pos dibentuk untuk memantau aktifitas wisatawan dengan jarak 400 meter dan tiap posnya akan diisi satu sampai tiga orang petugas balawista dengan tugas selain mengawasi aktivitas wisatawan selama di pantai dengan melakukan woro-woro (peringatan melalui pengeras suara).

"Jadi jika air laut sedang surut, nanti ada batas-batas untuk aktifitas wisatawan,"terang bupati.(4/11) jelasnya.

Bupati menambahkan jika SOP yang telah dievaluasi itu sudah diterapkan pada hari Jumat tanggal 5 nopember maka pantai Karapyak bisa dibuka mulai hari Sabtu dan hari Minggu, dan pelaksanaannya  akan dipantau langsung.

Terpisah, menurut seorang pengusaha usaha wisata di Karapyak Abdul Muis (56), pengunjung  Pantai Karapyak didominasi wisatawan asal Jawa Tengah, seperti Kabupaten Cilacap dan kebanyakan hanya sekedar untuk kemping atau bermain di pinggir pantai.

Muis juga membenarkan kawasan wisata Pantai Karapyak memang kurang pas untuk dijadikan tempat aktivitas berenang.

"Karena disini banyak karang sehingga tidak akan nyaman jika untuk berenang," jelasnya. (PNews)



UNTUK TINGKATKAN SINERGITAS, APDESI KABUPATEN TASIKMALAYA LAKUKAN KUNJUNGAN KE KAPOLRES TASIK KOTA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di ruang kerjanya, Kapolres Tasikmalaya Kota menerima kunjungan silaturahmi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tasikmalaya. (03/11)

Seperti dituturkan Ketua APDESI Kabupaten Tasikmalaya Giri Pribadi, pertemuan ini bertujuan untuk  bersilaturahmi pengurusan APDESI Kabupaten Tasikmalaya yang baru .

“Ini penting, mengingat Kapolres merupakan pembina organisasi kami, “ungkap Giri.

Giri mengatakan, pihaknya akan selalu bersinergi dengan Jajaran Bhabinkamtibmas dalam menciptakan kodusifitas di masyarakat terutama dalam Penanganan Covid-19.

Menanggapai hal tersebut, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si. menyampaikan terimakasih karena sudah bisa Silaturahmi langsung dengan  pengurus APDESI Kabupaten Tasikmalaya yang baru.

Kapolres berharap APDESI dan Jajaran Kepala Desa bisa berkolaborasi dengan Kapolsek dan Bhabinkamtibmas dalam mewujudkan harkamtibmas di wilayah masing-masing.

“Kami juga mengingatkan agar disampaikan kepada seluruh kepala desa agar lebih bijak dalam pemanfaatan dana desa serta selalu bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan permasalahan di tingkat desa, “ucap Kapolres. (ANWARWALUYO)


MERIAHKAN HUT PGRI DAN HARI GURU, PGRI KABUPATEN TASIKMALAYA GELAR TURNAMEN BOLA VOLLY ANTAR GURU

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk memeriahkan Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru ke-76 PGRI Kabupaten Tasikmalaya Wilayah Selatan menggelar pertandingan Bola Volley putra-putri dan Bulutangkis beregu dalam  ajang PGRI Cup yang diikuti guru dari 10 kecamatan, bertempat di lapangan SD Sindangkerta.(3/11)

Sedianya kegiatan ini akan dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi karena masih masa vandemi Covid-19 untuk menjaga terjadinya kerumunan sehingga diselenggarakan di tiap wilayah. Untuk wilayah selatan sendiri diikutin 10 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Cikatomas, Pancatengah, Cikalong, Cipatujah,  Culamega, Bantarkalong, Karangnunggal, Bojongasih, Cibalong dan Parungponteng, dan pelaksanaannya dipusatkan di  Kecamatan Cipatujah.

Menurut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Acep Sofian S.Pd, kegiatan ini untuk meningkatkan eksistensi PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.

Selain itu, kata Acep, untuk membangun dan memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan antar anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan anggota PGRI sebagai organisasi profesi guru.

“Saya sangat mengapresiasi serta mendukung panitia dan para peserta guru dalam kegiatan ini, “kata Acep.(3/11)

Menurutnya kegiatan ini dilakukan oleh guru karena itu ia berharap para guru selalu menjaga sikap dan profesional dalam berolahraga. Profesionalisma harus dijunjung karena ini untuk menjaga tali persaudaraan antara sesama guru,” katanya.

“Saya berharap dengan kegiatan ini dapat mempererat persatuan dan kesatuan para guru serta terus mencintai PGRI, “ucapnya.
Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Ketua PGRI Karangnunggal Bambang membenarkan, kegiatan yang diikuti 10 cabang PGRI ini dalam rangka memantapkan soliditas dan solidaritas PGRI sebagai organisasi profesi yang kuat dan dan bermartabat .

Meningkatkan prestasi dan kualitas proses pembelajaran terutama disiplin secara profesional agar PGRI semakin Solid. Pasalnya, menurut Bambang sekarang ini organisasi guru semakin banyak, oleh karena guru harus tetap bersatu dalam kebersamaan untuk tetap eksis didalam organisasi PGRI.

”Saya sangat berharap kegiatan ini berungsi juga untuk menjalin siraturahmi khususnya keluara besar PGRI, “ucap Bambang. (ANWARWALUYO)

PANITIA PENYELENGGARA CEK LOKASI RUTE JABAR INTERNATIONAL MARATHON DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Kegiatan yang setiap tahu digelar di Kabupaten Pangandaran, Jabar International Marathon rencananya akan digelar akhir bulan nopember ini.

Even ini akan memperlombakan dianyaranya kelas 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer dan 42 kilometer dengan track menyusuri lokasi wisata pantai Pangandaran.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat sebagai panitia penyelenggara saat didampingi Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono, SH, Danramil 1320/Pangandaran dan Kasat Pol Airud Polres Ciamis AKP Sugianto, hari ini melakukan pengecekan jalur track lintasan yang akan dilalui para peserta lomba. (3/11) 

Kepada media Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono mengatakan, saat ia mendampingi panitia Jabar International Marathon dari Pemprov Jabar melakukan pengecekan untuk memastikan rute kondisi lintasan di kawasan Pantai Pangandaran Jawa Barat.

Rute yang dicek, jelas Haryono diantaranya alun-alun Paamprokan menuju Jalan Pamugaran lalu jalan yang  menuju Jalan Pertigaan Cikembulan, dan Jalan Baru Hotel Aston.

“Nantinya direncana start dan finish akan mengambil lokasi di Alun-alun Paamprokan, ”terang Haryono.

Haryono menyebut rute yang akan digunakan even Jabar International Marathon nanti harus steril agar tidak mengganggu peserta saat lomba.

“Dan situasi serta kondisi pun dipastikan aman  dan kondusif selama event berlangsung nanti,” imbuhnya. (PNews)


JELANG PERSIAPAN MUSIM TANAM PADI, PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN SEJUMLAH LANGKAH STRATEGIS

PANGANDARANNEWS.COM -  Menghadapi masa tanam pada bulan Oktober 2021, Pemkab Pangandatan melakukan rapat koordinasi bersama dan evaluasi ketersediaan pupuk bersubsidi.

Setelah beberapa waktu lalu fokus pada penanganan pandemi covid-19 kini Pemkab Pangandaran sedang okus pada persiapan menghadapi masa tanam Oktober 2021, dan ini tentunya selaras dengan visi-misi Kabupaten Pangandaran khususnya pada sektor pertanian, seperti peningkatan pertahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal sebagai upaya pemulihan perekonomian pasca Pandemi

Di depan peserta raker yang dihadiri Dinas Pertanian, BJB, Bulog, distributor pupuk serta seluruh kepala desa bertempat di hotel Krisna, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, sesuai 4 visi-misi Pangandaran, salah satunya peningkatan pertahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal, hasil pertanian padi ini sangat luar biasa. Kebutuhan saat ini sekitar 425 ribu ton padi dan petani Pangandaran hanya bisa produksi sekitar 30 persen saja.

“Sehingga di sini petani kita ada persoalan, nah persoalan makro di petani kita adalah satu kelangkaan pupuk, “kata bupati.(2/11)

Selain hal tersebut, imbuh bupati saat pasca panen, karena sistim panennya serentak maka harga gabah akan jatuh.

“Kita punya 319 kelompok tani di dan lahan seluas 16, 727 ribu hektar yang terhampar di 10 kecamatan, dan tentu ini merupakan potensi dari sektor pertanian kita khususnyatanaman padi, “kata bupati.

Semantara menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman, saat ini petani membutuhkan pupuk urea sekitar 3467 ton untuk NPK dari petro kimia gresik 5415 ton.

Dalam persiapan musim tanam padi dan kesiapan menghadapi musim hujan tahun 2021-2022, Sutriaman menjelaskan,  petani perlu memperhatikan tanaman khususnya padi sawah dapat berhasil secara optimal. Berbagai variabel yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha tani padi tersebut antara lain, keragaan produksi musim sebelumnya (MT Okt 2020-Mar 2021 dan MT Apr-Sep 2021), prakiraan cuaca/Iklim, prakiraan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), ketersediaan dan daya dukung prasarana dan sarana pertanian lainnya yang meliputi kelembagaan petani, Kartu Tani, Alokasi Kuota dan Pendistribusian Pupuk,E-RDKK, ketersedian Alsintan - Ketersedian Jaringan Irigasi, UPPO, dan Jalan Usaha Tani, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Sutriaman juga merinci uas tambah tanam komoditas padiyang ada di Kabupaten Pangandaran, 

Sutriaman mengatakan, ssekarang pihanya sedang berupaya untuk mengantisipasi kekurangan Pupuk khususnya jenis NPK ke pengelola pupuk bersubsidi ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

“Usulannya sudah kami sampaikan tapi belum ada jawaban menunggu kebijakan pembahasan realokasi antar kabupaten atau kebijakan penambahan kuota dari pusat, “terang Sutriaman.

Selain itu Dinas pertanian Pangandaran juga sedang memaksimalkan sisa ketersediaan pupuk yang ada dengan cara melakukan pemantauan penyaluran dan akan melakukan tindakan realokasi kuota antar kecamatan jika diperlukan, mengupayakan program bantuan alternatif sumber pemupukan lainnya bagi tanaman, diantaranya dengan mengakses program bantuan Peningkatan Indek Pertanaman yang ada di Dirjen PSP, dan pada bulan Oktober 2021 baru terealisasi bantuan berupa Pupuk Hayati Cair sejumlah 20.000 liter untuk cakupan luasan 5.000 Ha sawah yang berada dalam garapan.

“Kami juga memaksimalkan sisa ketersediaan pupuk yang ada dengan cara melakukan pemantauan penyaluran dan akan melakukan tindakan realokasi kuota antar kecamatan jika diperlukan, “jelas Striaman lagi.

Sutriaman menyebut, serangan OPT yang dominan menyerang tanaman di musim hujan adalah BLB, Penggerek Batang, dan Blas, kemungkinan pola serangan terulang di MH 2021/2022. Ketiga jenis OPT tersebut dapat menyerang pada setiap fase tanaman (vegetatif dan generatif) sehingga langkah pengamatan terhadap serangan OPT tersebut harus dilakukan sejak awal pertanaman bahkan dianjurkan petani untuk melakukan langkah pencegahan dari mulai pemilihan dan perlakuan benih sebelum disemaikan. Untuk itu perlu diintensifkan gerakan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada petani oleh petugas penyuluh pertanian dan POPT sedini mungkin

Dan berdasarkan tampilan data satu tahun (2 MT), serangan OPT masih bersifat sporadis, namun jika diperbandingkan antar kecamatan intensitas total serangan OPT yang cukup tinggi terjadi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Padaherang, Cimerak, Mangunjaya, Cigugur dan Langkaplancar.

“Untuk itu kita perlu upaya pengamatan, pencegahan dan pengendalian yang lebih intensif di lima kecamatan tersebut tanpa mengabaikan lima kecamatan, “pungkasnya. (Tn)


KABAR GEMBIRA BAGI PELAKU USAHA DI PANGANDARAN, PRODUK UMKM KINI BISA MASUK SWALAYAN

PANGANDARANNEWS.COM - Salah satu kendala hingga saat ini produk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pangandaran karena kurangnya aspek pemasaran, sehingga Pemkab pun mengundang sejumlah manager toko swalayan dan marketplace agar bisa menerima produk-produk UMKM Pangandaran untuk dipasarkan di tempatnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida kepada sejumlah awak edia usai mengikuti rapat pembahasan kesepakatan kemitraan UMKM dengan Toko swalayan , bertempat di aula setda.(1/11)

Kata Tedi, dengan 51 toko swalayan yang ada di Kabupaten Pangandaran ini bisa menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM untuk memaskarkan produknya lebih luas.

"Jumlah produk UMKM ini ada ribuan, tapi kita prioritaskan dulu yang kelengkapan lagalitasnya  sudah formal," ungkap Tedi.

Untuk pelaku UMKM yang belum memiliki izin edar, Tedi menyebut disarankan untuk melengkapinya legalitasnya karena toko swalayan mengharuskan itu.

Tedi menambahkan, bupati juga meminta untuk pembayaran (konsinyasi) produk UMKM tersebut,  paling lambat selama tiga hari.


"Dalam aturanya untuk pembayaran bisa cash atau dua minggu, tapi Pa bupati meminta hanya tiga hari," terangnya.

Seentara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradiinata mengatakan, landasan regulasi pemasaran tersebut ada di Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman,Pengembangan dan Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Jeje mengatakan untuk persyaratan perdagangan dilakukan dengan ketentuan pelaku usaha toko swalayan.

 "Secara teknis kerjasama antara UMKM dengan toko modern ini tidak memungut biaya administrasi pendaftaran barang dari pemasok UMKM," ungkap bupati.

Secara terpisah, menurut salah seorang pelaku UMKM Doni Mardoni mengatakan, walau harus memenuhi izin edar terlebih dahulu tapi ia antusias jika meang produk UMKM bisa masuk swalayan. (PNews)


KARENA BEBERAPA PENYEBAB, SEJUMLAH PJU DI KABUPATEN PANGANDARAN PADAM

SekDishub Pangandaran Ling ling Nugraha Senjaya
PANGANDARANNEWS.COM – Hingga saat ini dari 2.300 titik Peneragan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Pangandaran, 1600 titik nyala, 700 dan sudah dilakuakan perbaikan sebanyak 300 titik sehingha sampai ini ada sekitar 400 tidak menyala (padam). Dan penyebab matinya ratusan PJU tersebut berbeda-beda diantranya ada tersambar petir, korosi, konsleting dan lain-lain. 

Seperti disampaikan Kepala Seksi (kasi) Prasarana dan Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Yadi Haryadi, selain hak tersebut nantinya PJU ini karena adanya pencurian aki lampu PJU punya lementerian, dan biasanya dilakukan saat malam hari.

“Ini menurut warga yang pernah melihatnya pencurian tersebut, " jelas Yadi(29/10)

Yadi menjelaskan saat ini Dishub Pangandaran bersama kementrian perhubungan pun sedang melakukan pemasangan 14 Warning Light dan 57 rambu lalu-lintas, mulai dari Kecamatan  Pangandaran sampai Parigi.

Sementara Sekretaris Dishub Kabupaten Pangandaran Ling ling Nugraha Senjaya, AMD.LLAJ, S.IP, M.Si., menambahkan, untuk biaya pemeliharan PJU bisa mencapai Rp 200 juta, padahal yang harus diperbaiki banyak sekali.

“Untuk sementara ini kami memprioritaskan dulu PJU yang ada di jalan protokol dan objek wisata, “ terangnya. (PNews)


LAGI, AKIBAT TELAT DIANGKUT TUMPUKAN SAMPAH GANGGU KEINDAHAN KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Lagi, hingga tadi malam tumpukan sampah liar di Jalan HZ Mustofa  tepatnya di simpang empat Nagarawangi Kota Tasikmalaya dikeluhkan warga pasalnya selain mengganggu pandangan mata juga meinmbulkan aroma tak sedap yang menyengat.

Menurut warga sekitar sudah sering sampah tersebut terlambat diangkut oleh petugas kebersihan hingga terjadi penumpukan.

“Padahal momen hari jadi Kota Tasik ke 20 ini seharusnya tidak terjadi hal seperti ini, “ujarnya.(31/10)

Ia mengatakan, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Pemkot Tasik agar permasalahan sampah tidak menjadi masalah serius yang terus menerus terulang.

“Jika kondisi kota tertata dari tumpukan sampah, maka keindahan kota yang menjadi harapan semua warga pun kan tercipta, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)



PMII STITNU AL-FARABI PANGANDARAN GELAR MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU KE-IX

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di aula kampus, Komisariat Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Pangandaran Gelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA)  ke-IX yang dilaksanakan selama dua hari, dan dibuka langsung oleh wakil ketua STITNU Al Farabi Pangandaran, Ade Samsudin. (30/10)

ketua Pelaksana Maba Ujang Sirojul Fauzi, di depan peserta Mapaba menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah berperan dalam mensukseskan kegiatan MAPABA ke 9 ini.

Dalam kegiatan  yang mengusung tema "Mencetak kader intelektual untuk melanjutkan perjuangan cita cita bangsa" ini dihadiri peserta Mapaba antara lain dari STITNU Al Farabi Pangandaran, PSDKU UNPAD Pangandaran dan Universitas Galuh Ciamis.

Sementara Ketua Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran Yusup Sidik mengatakan kaderisasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan seluruh pengurus komisariat PMII karena ini merupakan organisasi kaderisasi, dan mapaba merupakan gerbang awal untuk bergabung menjadi keluarga besar PMII. 

Sekitar tahun 2015 pengurus komisariat PMII STITNU Al Farabi sah menjadi komisariat Definitif di Pangandaran dan sampai hari ini sudah sekitar enam tahun terus melakukan kaderisasi dan melahirkan ratusan kader PMII di Pangandaran.

Yusup menambahkan, sudah empat regenerasi kepemimpinan di PMII STITNU Al Farabi Pangandaran berhasil sembilan kali menggelar Mapaba. 

“Setiap tahun kami selalu menyelenggarakan kaderisasi formal Mapaba hal ini menandakan kaderisasi di STITNU Al Farabi Pangandaran terus berjalan, “terang Yusup.

Kepada calon anggota baru Yusup juga berpesan agar menjadikan Mapaba ini sebagai salah satu rangkaian persiapan untuk melangkah lebih jauh dalam mengarungi dunia pergerakan, dan pasca Mapaba ini harus sudah memiliki tekad yang kuat untuk memulai langkah yang harus ditempuh seorang kader. 

Karena, kata Yusup, tekad ini menjadi salah satu modal awal untuk senantiasa terus mendorong diri dan jiwa untuk bergerak dan menghadapi tantangan dan rintangan, baik yang ada dalam diri sendiri ataupun tantangan di organisasi serta pada kehidupan sehari-hari.

Mapaba ini menurut Yusup baru jenjang kaderisasi awal karena kedepannya ada Pelatihan Kader Dasar (PKD), Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN).

“Itu baru kaderisasi formalnya, belum lagi kaderisasi non formal dan informalnya, maka sahabat sahabat harus kuat tekadnya dulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, “ucap Yusup.

Seluruh kader harus terus memupuk diri dengan keilmuan agar bisa mencapai target  yang sudah dipersiapkan, baik target secara individu ataupun target organisai.

“Saya ucapkan, selamat bergabung dan bersama sama untuk berproses meningkatkan skill dan intelektual di organisasi kaderisasi kita, PMII, “pungkas Yusup. (PNews)


BELUM ADA PENATAAN AREA PARKIR, KOMPLEK DADAHA TAK MEMBERIKAN RASA NYAMAN PADA WARGA

PANGANDARANNEWS.OM/TASIKNEWS - Pemandangan arus lintas pagi hari di komplek Dadaha Kota Tasikmalaya terlihat macet total karena kini hampir setiap hari minggu pagi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut selalu tersendat, bahkan tak hanya kendaraan roda empat saja sejumlah sepeda motor pun ikut terhenti.

Ada dugaan kemacetan terjadi karena lebar jalan yang semakin makin sempit pasalnya area parkir melebar ke badan jalan dan lokasi parkir pun terkesan sembarangan dan bukan pada tempanya, 

“Sudah saatnya Pemkot Tasik menyediakan lahan khusu untuk parkir sehingga jalan pun tidak semakin sempi karena dipegunakan sebagai lahan parkir, “ujar seorang pengunjung, agus. (31/10)

Agus mengatakan, selain arus jalan dari satu arah sejumlah pengendara pun terkadang tidak sabar dan tidak au antri sehingga akhirnya harus saling serobot dan berhenti di jalan, dan karena  berebut jalur maka arus lalu lintas pun tersendat.

Tak jarang setiap minggu pagi tampak antrean kendaraan trjadi mulai dari komplek Dadaha hingga  simpang empat.

Menurut Agus sebenarnya jalan tersebut hanya khusus untuk kendaraan roda dua saja dan bukan untuk lahan parkir dan lapak pedagang, namun kondisi seperti ini seolah dibiarkan padahal jalan dikomplek dadaha ini sanggat sempit. Dan tampak petugas parkir pun hanya menarik retribusi saja tanpa ikut mengatur alur kendaraan disana.

Agus menyayangkan kawasan Dadaha yang kerap jadi tempat rekreasi keluraga atau lokasi berolahraga belum tertata.

“Psdahal warga wajib mendapatkan kenyamanan di area publik ini, “tetasnya. (ANWARWALUYO)


WALAU BERADA PADA PPKM LEVEL 1 PEMKAB PANGANDARAN TERUS SOSIALISASIKAN PROKES

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Buapati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata dalam setiap kesempatan selalu mengatakan, membuka obyek wisata di tengah kondisi pandemi covid-19 merupakan  hal yang sulit, sehigga ia selalu mengajak baik pelaku usaha wisata, wisatwan dan masyarakat lainnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Saya tidak bosan menghimbau agar semua mematuhi prokes, dan yang penting tetap gunakan masker,” kata Jeje saat memimpin rapat evaluasi protokol kesehatan bersama para pelaku usaha dan seni di hotel Krisna Beach Pangandaran.(29/30)

Selain menjaga kesehatan masyarakat menjadi perioritas utama pemerintah, kata Jeje juga untuk  memberikan kepercayaan baik pada pemerintah provinsi maupun pusat. Karena jika objek wisata Pangandaran aman dan taat prokes  tentu lepercayaan dari wisatawan pun semakin kuat untuk berwisata ke Pangandaran.

Sebenarnya imbuh Jeje, untuk memaksa agar masyarakat memakai masker bisa ia membuat peraturan bupati (perbup), namun sejauh ini ia menghimbau dengan cara persuasif.

"Saya bersama Wakil Bupati serta pejabat lainnya hingga saat ini terus memantau pelaksanaan vaksinasi di 10 kecamatan, "ucapnya

Jeje menyebut, untuk update capaian vaksinasi berdasarkan aplikasi p-care, untuk Dosis 1 mencapai 74,20 persen dan Dosis 2 mencapai 36,28 persen dan untuk lansia mencapai 77,76 persen, dan saat ini Kabupaten Pangandaran berada PPKM level 1.

Ia menambahkan, pihaknya saat tetap fokus di objek wisata, bagaimana mengantisipasi terjadinya kerumunan dengan melakukan penguraian.

"Dan kami pun terus mensosialisasikan penggunaan masker kepada pengunjung dan para pelaku usaha wisata, "pungkasnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN