DUA ATLET ASAL PANGANDARAN MASUK TIM JABAR YANG AKAN BERLAGA PADA PON XX 2021 DI PAPUA

PANGANDARANNEWS.COM – Mungkin tak banyak orang yang tahu  seorang atlet dayung asal Pangandaran,  Rendy Maulana berhail  menjadi perwakilan Provinsi Jawa Barat pada PON XX mendatang di Papua.

Seperti disampaikan Ketua Pesatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pangandaran Peltu Laut Dayat Sudrajat, Rendy merupakan putra daerah anak dari seorang nelayan  Pangandaran berhasil bergabung dengan tim dayung Jawa Barat  yang ikut berlaga pada PON XX tahun 2021.

Semula Rendy bersama dua temannya satu orang putri dan dua orang putra telah mengikuti Pelatda PON untuk Cabang Olahraga Dayung Jawa Barat di Cipule, Karawang, tapi kata Dayat hasil seleksi Tim Pelatnas dan Pelatda yang lolos hanya 1 orang.

“Dan satu orang itu adalah Rendy Maulana sedangkan yang 2 orang temennnya akan kembali dipanggil untuk mengikuti kejuaraan padaeven lainnya, “terang Dayat.(23/9)

Dikataka Dayat, Rendi Maulana memiliki talenta dan keahlian yang bagus bahkan bisa menyusul para seniornya saat berada diarena.

Tak hanya Regi, atlit lainnya Regi Mulya Ramdhani dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Pangandaran juga terpilih bergabung dengan tim Jawa Barat untuk atlet cabang olahraga Polo Air untuk kejuaran PON XX tahun ini di Papua.

Menurut ketua PRSI) Kabupaten Pangandaran H Undang Sohbarudin, semula ada dua atlet polo yang berasal dari Kabupaten Pangandaran, Regi Mulya Ramdhani dan Faisal.

“Mudah-mudahan Regi bersama tim polo Jabar mampu meraih medali emas, saya minta doa dari masyarakat dan Pemerintah daerah Kab Pangandaran, “ucap Undang

Undang mengatakan, Pangandaran merupakan daerah pantai sehingga sudah sepantasnya mayoritas warganya pandai berenang, dan tentunya kondisi alam Pangandaran ini bisa dijadikan modal untuk mencetak atlet, terutama atlet cabang olahraga renang.

“Mungkin sudah saat kita mempunyai kolam renang yang representatif yang bisa dijadikan tempat berlatih atlit renang, polo dan olahraga air lainnya, “kata Undang. (PNews)

 

KINI KESADARAN PELAKU WISATA PANGANDARAN DALAM PATUHI PROKES SANGAT TINGGI DAN TARGET VAKSINASI PUN CAPAI 90 %

PANGANDARANNEWS.COM – Usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kepada sejumlah wartawan mengatakan, capaian vaksinasi untuk para pelaku wisata sudah mencapai 90%, dan angka ini di atas target yang direcanakan.

“Pelaku usaha wisata benar-benar sudah sadar pada protokol kesehatan dan melaksaanakan vaksinasi,” ucap Jeje. (22/9)

Menurut Jeje pada minggu pihaknya sempat menutup dua objek wisata, Pantai Batukaras dan Pantai Madasari, karena di kedua obyek wisata tersebut masih rendah capaian vaksinasi para pelaku usaha wiata, namun keesokharinya Batukaras dibuka lagi target vaksinasi sudah tercapai.

Namun untuk Pantai Madasari, jelas Jeje masih belum mencapai target sehingga dikeluarkan kebijakan tetap ditutup, saat itu karena ada sejumlah pelaku usaha yang menolak divaksin.

“saat itu kami sempat memberikan pilihan, wisata bisa dibuka tapi yang tidak divaksin dilarang untuk melakukan usaha di obyek wsiata, “kata Jeje.

Jeje menatakan, jika melihat capaian vaksinasi Kabupaten angandaran seharusnya saat ini ada di posisi PPKM Level I, namun ternyata ada kekeliruan dalam menyajikan data dari pihak Kementerian Kesehat

“Dan Kementrian Kesehatan pun sudah meminta maaf ke Pemkab Pangandaran terkait kesalahan penyajian data tersebut, “terang Jeje.

Jeje menjelaskan, kesalahan penyajian data ini terjadi pada data tracing, dan Pemkab Pangandaran dianggap tidak melakukan tracing. Padahal jika ada warga datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit juga ke Laboratorium Labkesda, karena ada gejala sakit. 

“Mereka pun langsung di PCR, tapi kalau ke Puskesmas atau Rumah Sakit dites rapid antigen, “terang Jeje lagi. (PNews)


MELALUI PPL DAN PPS KADIS PERTANIAN PANGANDARAN AJAK PETANI IKUTI VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM – 50 % pencapaian target vaksinasi di Kabupaten Pangandaran untk tetap berada pada PPKM level 2 terus dikebut, salah satunya dengan melibatkan seluruh sektor untuk terlibat langsung dalam sosialisasi ke mayarakat. 

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dengan memberayakan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) untuk mengajak masarakat khususnya para petani melaksanakan vaksinasi, bahkan Dinas Pertanian berjanji akan memberi hadiah bagi PPL dan PPS yang berhasil mengajak petani ikut vaksinasi.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pangandaran Sutriaman beberapa hari lalu, pemberian hadiah ini dimaksudkan bentuk dukungan percepatan vaksinasi khususnya di kalangan petani.

“Dengan gerakan Petani Sadar Vaksin kami perintahkan agar PPL dan PPS bisa mengajak petani di desanya masing-masing capaian vaksinasinya harus lebih dari target yang ditentukan, “ungkap Sutriamia. (21/9)

Gerakan Petani Sadar Vaksin yang dilaksanakan hingga tanggal 4 oktobe 2021, kata Sutriaman Dinas Pertanian targetnya dalam waktu satu minggu ke depan 250 petani sudah melaksanakan vaksinasi di tiap-tiap desanya.

“Kami sudah menyiapkan hadiah untuk tiga besar untuk PPL atau PPS di desa yang capaian vaksinasinya tertinggi, juara satu mendapatkan Rp 5 juta, juara dua Rp 3 juta dan juara tiga Rp 2 juta, “jelasnya.

Tidak hanya itu, masihkata Sutriaman, pihaknya juga berjanji akan memberikan prioritas bantuan alat-alat pertanian untuk wilayah pertanian dengan capaian vaksinasi yang tinggi.

Dan berdasarkan data pada Sistem Informasi penyuluh (SIMLUH), jumlah petani di Kabupaten Pangandaran tercatat ada 70.000 orang, sementara yang sudah memiliki kartu tani berjumlah 60.000 orang dan jumlah ini akan menjadi fokus sasaran gerakan petani sadar vaksinasi yang digagas Dinas Pertanian Pangandaran.

Tapi Sutriaman mengakui, sejauh ini pihaknya belum mengetahui pasti berapa persentase petani yang sudah vaksinasi.

Ia juga mengatakan agar para petani jangan ketinggalan iktu mensukseskan program vaksinasi ini karena walaupun kesehariannya berada di sawah atau kebun potensi terpapar tetap ada. 

“Makanya ayo divaksin, ini untuk menekan resiko terpapar covid-19, "imbuhnya.(PNEWS)


WAKIL BUPATI TASIK HADIRI RAPAT PARIPURNA BAHAS RANPERDA USUL PRAKARSA DPRD

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Wakil Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin menghadiri Rapat Paripurna tentang Penyampaian Penjelasan Ranperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Tasikmalaya tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal dan Penyampaian Penjelasan Ranperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Tasikmalaya tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang dihadiri Dihadiri oleh 30 anggota DPRD secara luring dan 20 anggota secara daring. Acara dihadiri pula Forkopimda Kab. Tasikmalaya, para Kepala SKPD, dan undangan lainnya., bertempat di ruang Paripurna DPRD. (21/09).

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan sebesar-besarnya mengenai Ranperda yang dibahas.

Menurutnya, peran investasi dapat meningkatkan pelayanan publik serta mengembangkan usaha makro kecil dan koperasi.

Insentif dalam bentuk pengurangan pajak daerah dan pengurangan retribusi daerah, kata bupati  harus dipastikan dapat dikonversi menjadi dampak yang lebih baik.

“Fasilitasi pesantren untuk menunjang fungsi pendidikan,i dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat, " ungkapnya. (ANWARWALUYO)



BAKTI SOSIAL DAN DONOR DARAH WARNAI HARI JADI POLANTAS KE 66 POLRES TASIKMALAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS  - Ratusan anggota Polres Tasikmalaya ikut mendonorkan darah dalam kegiatan bakti sosial di Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas ke-66 bertempat di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Mako Polres Tasikmalaya.(21/9)

Dalam Bakti sosial donor darah dengan tema Polantas yang presisi, tangguh dan tumbuh di era kenormalan baru, terkumpul puluhan labu yang dikumpulkan dan difasilitasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya, yang nantinya akan disalurkan ke rumah sakit atau pasien yang membutuhkan darah baik karena melahirkan, kecelakaan dan lainnya.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Ryan Faisal SIK mengatakan kegiatan bakti sosial donor darah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hut Lalu Lintas ke-66.

Menurutnya ia sangat senang karena antusias anggota sangat bagus hingga mencapai 100 orang yang melakukan donor darah. 

“PMI juga mengapresiasi karena banyak labu darah yang terkumpul, dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan stok darah," jelasnya.

Riyan berharap puluhan labu hasil donor  darah ini bisa memenuhi kekurangan di PMI sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK MM CPHR menambahkan antusias anggota dalam mengikuti donor sangat besar sehingga bisa terkumpul banyak labu darah di PMI.

“Dalam bakti sosial ini kami bekerja sama dengan PMI  Kabupaten Tasikmalaya, “kata Kapolres. (UDIRUSTANDI)


WARGA KELUHKAN BURUKNYA KONDISI JALAN LINTAS KECAMATAN JATIWARAS - CIKTOMAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Rusaknya kondisi jalan di Desa Mandalamekar, Mandalahurip dan Desa Tanjungbarang Kecamatan Jatiwaras - Kecamatan Ciktomas Kabupaten Tasikmalaya dikeluhkan warga, pasalnya jalan sekitar 7 kilo meter tersebut hampir 10 tahun belum mendapat perbaikan.

Melewati jalan yang sudah tidak beraspal ini  para pengendara pun harus ekstra hati-hati, apalagi saat hujan turun karena dikhawatirkan kendaraan bisa terpeleset saat melintas batu-batu di sepanjang jalan.

Menurut salah seorang warga, sudah lama sekali masyarakat berharap pemerintah daerah membrikan perhatian karena jika semakin lama dibiarkan dikhawatirkan kondisinya akan semakin parah.

“Saya masih ingat saat kampanye yang lalu bupati pernah menjanjikan akan memperbaiki jalan ini, “ungkapnya.(21/9) *UDIRUSTANDI*


HARI INI CAPAI 41,58 %, JUMLAH MASYARAKAT PANGANDARAN IKUTI VAKSINASI TERUS MENINGKAT

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Hingga saat ini capaian program vakisnasi di Kabupaten Pangandaran sudah 41,58 persen, dan sapai akhir bulan september ini diperkirakan akan mencapai 50 persen.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, secara keseluruhan setiap harinya angka persentase plaksanaan vaksinasi covid-19 semakin bagus.

“Angka vaksinasi harian rata-rata mencapai 3.000 orang bahkan pada sabtu kemarin mencapai 4.500, itu melebihi target vaksinasi kita, “terang bupati.(21/9)

Padahal sebelumnya, jelas bupati,  angka rata-rata  vaksinasi hanya mencapai 1.000 per harinya, artinya sekarang ini sudah bagus partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi.

Bupai menyayangkan ada beberapa pelaku usaha di obyek wisata pantai Madasari Kecamatan Cimerak yang tidak mau divaksin, tapi pedagang yang usaha Madasari itu terpaksa tidak boleh jualan kalau masih belum divaksin.

Bupati menambahkan, sampai akhir bulan ini kemungkinan angka vaksinasi bisa mencapai 50 persen untuk dosis 1, dan hingga bulan oktober kemungkinan bisa mencapai 70 persen.

Sementara Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Pangandaran Suheryana menambahkan untuk vaksinasi di kawasan wisata hampir semua mencapai 90 persen karena saat penutupan beberapa hari lalu banyak pelaku usaha wisata kemudian melakukan vaksinasi.

“Kami optimisi Pangandaran bisa mencapai target vaksinasi hingga 70 persen agar herd immunity masyarakat bisa terbentuk untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Suheryana. (PNews)


CEGAH ABRASI PANTAI KARANGTIRTA, TAGANA DIBANTU SEJUMLAH KOMONITAS DAN PEMDA PANGANDARAN TANAM 2000 POHON MANGROVE

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pangandaran dibantu sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat mulai dari pelajar, komunitas sepeda, kalangan ibu-ibu dan lainnya termasuk pemerintah daerah, dalam rangka mengisi kegiatan world clean up day selain melakukan aksi bersih-bersih pantai Ragana juga melaksanakan penanaman 2000 pohon mangrove di pantai Karangtirta Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran.(18/9)

Menurut Ketua Tagana Pangandaran, Nay, pohon mangrove ini bisa menjadi tameng abrasi serta berfungsi untuk memperbaiki kondisi ekosistem di sekitar pantai.

Selian itu, sebut Nay, tanaman mangrove juga bisa menjadi green belt (sabuk hijau) bagi pantaikarena jika sudah besar dan membentuk rumpun, pohon ini bisa mencegah abrasi pantai yang efektif.

 "Pohon mangrove juga menjadi tempat berkumpulnya atau ekosistem binatang laut, dan keberadaan mangrove juga bisa mempercantik pantai sehingga akan menjadi salah-satu  daya tarik wisatawan, “ujar Nay.

Hal senada disampaikan pembina Tagana Pangandaran yang juga Kepala Dinas Sosial Pangandaran Wawan Kustiawan,  penanaman kali ini merupakan lanjutan dari penanaman yang sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya sebanyak 20 ribu pohon.

"Sekarnag ditambah sekitar 2 ribu untuk menambal sulam pohon yang gagal tumbuh," jelas Wawan.

Gerakan penanaman mangrove ini enurutnya harus dibarengi perawatan yang dilakukan secara berkala, karena bisa saja rusak sehingga gagal tumbuh, tapi Tagana berkomitmen paling tidak akan dilakukan perawatan  seminggu sekali dan dilakukan secara bergiliran oleh anggota Tagana.

Gagal tumbuhnya mangrove selain disebabkan alam, kata Wawan bisa juga diakibatkan ulah manusia, dan untuk tumbuh menjadi besar dan kuat mangrove membutuhkan waktu sekitar 5 tahun.

Seremonial acara juga dihadiri Bupati Pangandaran, Waki Bupati, Ketua DPRD, Kapolres Ciamis serta sejumlah pejabat lainnya, yang juga turun melakukan penanaman pohon mangrove tersebut.

Kepada sejumlah wartawan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, ia sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Tagana ini.

Menurut bupati mangrove memang sangat penting untuk mencegah abrasi panati karena hutan mangrove bisa membawa manfaat bagi masyarakat, bisa menjadi tempat bertelur udang dan hewan laut lain. 

“Makanya saya berharap masyarakat juga harus ikut merawatnya, "ungkap bupati.

Dan terkait potensi wisata pantai Karangtirta yang hingga saat ini belum tergarap, bupati mengatakan, langkah awal pengembangan wisata pantai Karangtirta diawali dengan pembangunan akses jalan lintas pantai. Tahun depan diharapkan jembatan penghubung pantai Pangandaran dan  Karangtirta bisa selesai sehingga akses menuju Karangtirta bisa langsung dari pantai barat. 

Insya Allah setelah jembatan ini selesai bisa membantu perkembangan wisata disini," katanya.

Pembangunan jembatan yang ada di Pantai Pamugaran Desa Cikembulan menuju Karangtirta di DesaSukaresik ini saat ini baru selesai setengahnya, dan pembangunan terpaksa tertunda akibat kondisi pandemi COVID-19. 

“Tapi walau belum selesai, jembatan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dan warga sekitar karena posisi jembatan memiliki pemandangan yang bagus apalagi saat senja hari untuk melhat sunset, “ungkap bupati. (PNEWS)


TARGET VAKSINASI CAPAI 90 PERSEN OBYEK WISATA PANTAI BATUKARAS DAN MADASARI DIBUKA LAGI

PANGANDARANNEWS.COM – Akhirnya dua obyek wisata di Kabupaten Pangandaran, Pantai Batukaras di Kecamatan ijulang dan Pantai Madasari di Kecamatan Cimerak dibuka kembali hari minggu tanggal 19 september setelah beberapa hari ditutup akibat pelaku wisata di kedua destinasi wisata tersebut banyak yang tidak melaksanakan vaksinas dan target Pemkab Pangandaran vaksinasi 90 persen bagi pelaku wisata tidak digubris hingga berujung penutupan.

Bupati Pangandaran Jeje wiradinata membenarkan, karena saat ini sudah 90 persen capaian vaksinasi yang sebelumnya 57 persen, Batukaras sekarng sudah dibuka lagi.

“Walau pun sekarang sudah dibuka tapi jangan lupa tetap harus menerapkan prokes, “ kata Jeje.(19/9)

Sementara sempat terjadi kegaduhan di obyek Pantai Madasari karena ada sejumlah pemilik warung yang tetap enggan untuk divaksin, hingga para pelaku usaha wisata lainnya mengambil langkah objek wisata boleh dibuka tapi warung yang pemiliknya belum divaksinasi tidak boleh buka.

"Kalau pemilik warung bersikukuh tetap tidak mau divaksinasi, ya sudah warungnya harus tutup tidakboleh jualan, dan Ini untuk memberikan rasa keadilan untuk pelaku wisata lain yang sudah divaksinasi," kata Jeje.

Kebijakan yang terkesan pemaksaan pada pelaku wisata untuk menjalani vaksinasi ini, menurut Jeje karena  didasari pertimbangan kesehatan bagi para pelaku wisata itu sendiri, karena nantinya pasti akan melayani pembeli dan terjadi kontak dengan wisatawan. Sementara wisatawan yang datang dari luar daerah itu belum diketahui kondisi kesehatnnya apakah sehat atau tidak, dan untuk menekan risiko tertular dan sakit parah  makanya diharuskan pelaku usaha agar  divaksinasi dulu. 

Disoal evaluasi aktivitas pariwisata di akhir pekan ini, Jeje menilai secara keseluruhan sudah ada perbaikan signifikan.  Pada liburan akhir pekan ini lebih baik dan tertata. 

“Rekayasa serta pengaturan arus wisatawan dan pengawasan prokes pun terus dilakukan sehingga kini ada peningkatan dan semuanya lebih patuh, “ujar Jeje.

Jika ada hal-hal yang masih perlu dievaluasi, Jeje mengatakan pihaknya bersama Forkofinda akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan monitoring

“Yang masih kurang kita lakukan evaluasi, mudah-mudahn kesadaran pelaku wisata dan wisatawan tersu meningkat, karena berulang kali saya katakan, ini semata-mata demi kebaikan kita semua," ungkapnya. (PNews)


SATNARKOBA TASIKMALAYA BEKUK LIMA PENGEDAR NARKOBA, SALAH SEORANG PELAKU BERPROFESI PENJUAL ES KELAPA MUDA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Satnarkoba Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan lima pelaku pengedar narkoba jenis Hexymer dan tembakau sintetis yang diedarkan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Salah seorang dari kelima pelaku ada satu orang yang berprofesi sebagai penjual es kelapa muda di Kecamatan Mangkubumi. 

Modus yang dilakukan para pelaku dalam bisnis haram ini dengan cara memesan lewat jasa pengiriman online untuk mengelabui kepolisian.

Kelima tersangka tersebut diantaranya Eripandi alias Bucek asal Kampung Tenjosari Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal, darinya berhasil diamankan 98 butir Hexymer dan uang hasil penjualan Rp 200 ribu. Sandi Muhammad Ansor asal Kampung Kahuripan Keluruhan Cigantang Kecamatan Mangkubumi diamankan 129 butir Hexymer. Jihad Hakiki alias Cacing asal Kampung Babakan Gintung, Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal diamankan 5,56 gram narkotika jenis Tembakau Sintetis. Dan Izal Pahmi asal Kampung Cigorowong Desa Cintajaya Kecamatan Tanjungjaya, diamankan 5,07 gram tembakau sintetis. Dan Dika Riswara asal Kampung Nangreu Desa Sirnagalih Kecamatan Bantarkalong diamankan 1.000 butir Hexymer dan 100 butir tramadol.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK MM CPHR dalam konfrensi pers mengatakan dala penangkapan ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dari kelima pelaku, ribuan Hexymer dan tembakau sintetis atau gorila.

“Menariknya, ada salah seorang pelaku berprofesi sehari-harinya menjual kelapa sekaligus sambil mengedarkan narkoba," terang Rimsyah.(20/9)

Kapolres menyebut, kini pihaknya akan mendalami ksus ini bekerjasama dengan pihak pengiriman online, minimal ada yang mengantar atau kurirnya. Dan penyelidikan akan dilakukan ada yang mencurigakan untuk menelusuri siapa orang atau kelompok yang menjual narkotika ini.

“Sasaaran pengedaran atau penjualan narkoba ini adalah remaja dan sebagian ada yang sudah berkeluarga, dengan harga  Rp 10 ribu per pil Hexymer, “terang Kapolres lagi.

Sementara Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Dedih Dipraja SH, menambakan, barang bukti yang diamankan dari kelima pelaku adalah 98 butir Hexymer, uang hasil penjualan Rp 200 ribu, 129 butir Hexymer, 5,56 gram narkotika jenis Tembakau Sintetis, 5,07 gram tembakau sintetis, 1.000 butir Hexymer dan 100 butir tramadol.

Kelima pelaku, kata Dedih dijerat pasal 196 Jo 198 Undang-undang RI, Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dan pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Dan untuk pelanggaran  Undang-undang tentang Narkotika dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 empat tahun dan paling lama 12 tahun,

Dedih juga menyebut modus para pelaku dengan cara memesan lewat jasa pengiriman online kemudian pelaku menggunakan nomor handphone yang teregister bukan atas nama sendiri dan alamatnya bukan di wilayah Tasikmalaya.

"Bahkan ada nama kontak dari Kupang, pelaku beli kartu yang sudah teregistrasi atas nama orang lain, bukan orang sini dan ini motif untuk menghindari kepolisian," paparnya.

Dalam pemeriksaan, kata Dedih salah seorang pelaku bernama Sandi Ansor mengaku lebih besar keuntungannya menjual es kelapa muda sehari bisa sampai Rp 100 ribu. Sementara kalau jualan obat narkoba sehari hanya Rp 50 ribu.

"Ia sehari-hari memang penjual es kelapa muda,  tapi nyambi jualan narkoba, “kata Dedih. (ANWARWALUYO)


HARI INI POLRES TASIKMALAYA GELAR APEL BERSAMA OPERSI PATUH LODAYA – 2021

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas serta menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas guna terciptanya kamseltibcar lantas yang aman dan kondusif, Polres Tasikmalaya hari ini menggelar Apel Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, S.PD., M.AP, Kepala Kejaksaan Negeri Kab Tasikmalaya Ramadi Agus, S.H., MH, Kadishub Kab Tasikmalaya Drs. Asep Darisman, M.M, Komandan Sub Denpom III/2-2 Tasikmalaya Lettu CPM Abdul Salam, Pasi Ops Kodim 0612 Tasikmalaya Letda Inf Mirhamdi, Kabid Trantibum Sat Pol PP Kab Tasikmalaya Dindin, M.Si, Perwakilan Jasa Raharja Tasikmalaya Kevin H Wiraharja, PJU Polres Tasikmalaya, Para Kasatfung Polres Tasikmalaya dan Para Kasie Jajaran Polres Tasikmalaya dengan peserta apel sebanyak 200 orang, bertempat di lapangan Upacara Mapolres Tasikmalaya Jl Raya Mangunreja No 01 Ds. Mangunreja Kecamatan Mangunreja. (20/9)

Kapolres Tasikmalaya Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, S.I.K., M.M,CPHR, bertindak sebagai Pimpinan Apel Gabungan Ops Lodaya 2021 yang akan digelar mulai tanggal 20 September 2021 dengan tema ” Melalui Operasi Patuh Lodaya 2021 Kita Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan Dan Tertib Berlalulintas Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) Serta Mewujudkan Kamseptibcarlantas Yang Mantap”.

Dalam sambutannya Kapolres Tasikmalaya menyampaikan, sesuai amanat undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Polri bersama pemerintah yang didukung instansi terkait dan pemangku jalan lainnya memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas serta menurunkan titik lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas guna terciptanya kamseltibcar lantas yang aman dan kondusif.

Dan kondisi saat ini yang masih dihadapkan pada situasi pandemi covid-19, pemerintah sudah berupaya menyusun berbagai kebijakan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 seperti pembatasan sosial berskala besar, pemberlakuan pembatasan kelompok masyarakat, kampung tangguh nusantara dan serbuan vaksin kepada seluruh masyarakat.

“Polri dalam hal ini polantas bersama pemerintah dan instansi terkait memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang nomor 22 tahun 2009 tersebut, “tegas Kapolres.

Oleh karena itu, Kapolres menyebut perlu dilakukan operasi kepolisian bidang lalu lintas dengan sandi ops “patuh lodaya – 2021”, dan saat ini beberapa hal yang menjadi perahatian Polda Jabar, diantaranya meningkatkan disiplin masyarakat dalam protkol kesehatan, meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan mencegah penyebaran covid-19 serta mewujudkan kamseltibcarlantas yang mantap.

Kapolres mengatakan, sasaran operasi “patuh lodaya-2021” polda jabar meliputi segala bentuk Potensi Gangguan (PG), ambang gangguan (AG) dan gangguan nyata (GN) terhadap masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti yang masih berkerumun dan yang tidak disiplin dalam berlalu lintas sehingga menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan laka lantas serta rawan kerumunan.

Target operasi yang harus dicapai dalam operasi patuh lodaya 2021 ini, imbuh Kapolres,  memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan mencegah terjadinya kerumunan massa, terciptanya kamseltibcarlantas pada jalur tol, alteri dan tempat wisata serta menurunkan level PPKM di wilayah hukum polda jabar.

Dalam pelaksanaan Ops Patuh Lodaya 2021 ini, Kapolres berharap laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab demi terciptanya kondusifitas, keamanan dan kenyamanan serta ketertiban untuk Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di dalam masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Dan bagi para petugas di lapangan agar selalu mengutamakan keselamatan diri serta hindari sekecil apapun tindakan Pungli dan Arogansi, “tegasnya. (ANWARWALUYO)



SAMBUT HARI JADI KE 66, POLANTAS TASIKMALAYA GELAR BAKTI SOSIAL SALURKAN SEJUMLAH BANTUAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Jelang peringatan Hari jadi Polisi lalu-linas (Polantas) ke 66, Satlantas Polres Tasikmalaya, sebagai wujud rasa suku telah melaksanakan tugasnya, gelar kegiatan bakkti sosial dengan memberikan puluhan paket bingkisan sembako berupa beras kepada anak-anak yatim dan yatim Piatu, bertempat di sekitar Mapolres Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya.(19/9)

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, S.Ik,.MM,.  C.PH.R,. melalui Kasat Lantas AKP, Ryan, mengatakan, dalam baksos ini banyuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.

“Sebanyak 25 kami salurkan pada 25 anak, dan mereka merupakan anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung dalam ekonomi sehingga sangat membutuhkan sekali uluran tangan dan  bantuan dari kita,  "ucap Ryan.

Riyan menyampaikan pesan atau himbauan terkait ketertiban berkendaraan, diantaranya sebelum berangkat kendaraan wajib dicek mulai lampu lampu, rem dan lain sebagainya, kemudian surat suratnya, seperti SIM, STNK wajib dibawa, memakai maskerdan helm serta memasang sabuk pengaman bagi pengendara R4.

Hal ini, kata Riyan harus dilaksanakan dengan patuh dan harus timbul dari kesadaran sendiri karena keselamatan merupakan hal mutlak yang harus dijaga diri sendiri, serta jangan lipa menjaga ketertiban keamanan kendaraan dengan membawa kunci pengaman kendaraan dan alangkah baiknya jika ditambah dengan kunci ganda agar keamanan lebih terjamin.

“Kami menghimbau agar berkendaraan pun tetap beretika, misalnya knal pot tidak bising, tetap patuh pada aturan petugas dan rambu rambu di jalan serta tidak menjalankan kendaraan dengan ugal ugalan, ini sangat penting demi untuk keselamatan kita semua, "papar Riyan. (ANWARWALUYO)




WARGA DESA SARIMANGGU GOTONG-ROYONG BANGUN JEMBATAN DARURAT CINYEPET

PANGANDRANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pasca ambruknya pondasi jembatan Cinyepet yang terjadi beberapa hari lalu, puluhan warga Desa Sarimanggu bergotong-royong dan berswadaya membuat jembatan sementara dari bambu di lokasi jembatam tersebut untuk akses penyeberangan bagi warga Desa Sarimanggu menuju wilayah Desa Karangmekar, pasar dan pusat keramaian lainnya.(19/9)

Dengan semangat kekompakan dan kebersamaan sejumlah warga terlihat antusias menyumbang baik tenaga hingga menyediakan ratusan batang bambu hingga pengerjaan jembatan bisa selesai dalam satu hari dan langsung dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di tengah-tengah kesibukan dengan warga, Kepala Desa Sarimanggu Indra Nuryana S.Ip menyampaikan, ambruknya jembatan Cinyepet ini telah membuat akses transportasi warga terganggu karena harus mengambil jalur memutar yang jaraknya lebih jauh untuk menuju pasar Rancabakung dan sekitarnya, sehingga warga pun sangat antusias membuat jembatan penyeberangan sementara ini.

“Kami sangat bersukur dan berterimakasih melihat bagaimana aparat desa dengan warga begitu kompak dalam pembuatan jembatan penyeberangan darurat ini sehingga bisa selesai dengan cepat dan langsung bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, “kata Indra.

Indra menmabahkan, sekarang pihaknya sedang melakukan pembahasan dan perencanaan serta pengusulan untuk pembangunan kembali jembatan cinyepet tersebut, mudah- mudahan dapat secepatnya terealisasi. (ANWARWALUYO)


SOSOK BRIPKA DODITA DIKENAL RAMAH DAN DEKAT DENGAN MASYARAKAT DESA PADAKEMBANG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Salah seorang anggota Polsek Leuwisari Polres Tasikmalaya, Bripka Dodita yang bertugas menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang dikenal warga seorang yang ramah dan memahami adat istiadat masyarakat  Padakembang.

Seperti disampaikan Kepala Desa Padakembang Aep Saepudin, Bripka Dodita dikenal ramah dan mudah bergaul dengan warga bahkan ia tidak segan-segan membantu dalam berbagai hal,  seperti menyelesaikan masalah atau membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat, baik siang atau malam Bripka Dodita selalu ada saat masyarakat membutuhkan.

“Atas nama warga Desa Padakembng saya mengucapkan terimakasih atas segala pengabdian yang telah diberikan Polsek Leuwisari, khususnya Bripka Dodita, “kata Aep.(19/9)

Kata Aep, Bripka Dodita ini bisa menjadi contoh untuk para Bhabinkamtibmas yang ditugaskan di desa karena ia tahu bagaimana upaya pendekatan yang dilakukan pada masyarakat binaannya, seperti memahami adat istiadat masyarakat karena Bhabinkamtibmas petugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan cara yang dilakukan Bripka Dodita ini dapat menjadi contoh bagi Bhabinkamtibmas lainnya.

Sekarang Bripka Dodita dipindah tgaskan ke tempat lain, karena ini sudah menjadi keajiban seorang Anggota Kepolisian harus siap dan patuh pada perintah atasan.

“Masyarakat merasa kehilangan, tapi mari kita doakan semoga Bripka Dodita bisa lebih sukses dalam kariernya di tempat tugas barunya." Pungkas Kades. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN