PANGDAM III/SILIWANGI TUTUP KEGIATAN TMMD KE 109 TAHUN 2020 DI DESA MEKARSARI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.Ip MM Q.I.A, didampingi Danrem 062/Tn Kolonel Inf Muhamad Muchidin.S.Sos serta Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Ary Sutrisno, hari kemarin secara resmi menutup kegiatan TMMD ke-109 di Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya di gedung Serbaguna Desa Mekarsari.(21/10)

Turut hadir pada acara tersebut, Asrendam III/Slw, Asintel Kasdam III/Slw, Asops Kasdam III/Slw, Aster Kasdam III/Slw, Danpomdam III/Slw, Kapendam III/Slw, Para Dandim, Para Kasatbalak Jajaran Korem 062/Tn, Bupati, Ketua DPRD, Kapengri, Kajari, Kapolres Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Asda lll Aminudin, Danlanud Wiriadinata yang diwakili, Brigif Raider 13 Galuh, Kapolres Tasikmalaya Kota , Supervisor Security PGE Area Karaha dan tamu undangan lainnya.

Di dpan undangan yang hadir, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.IP, M.M., QIA, menyampaikan, selama satu bulan terhitung sejak tanggal 22 September 2020, para Prajurit, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat, bahu membahu menyelesaikan program TMMD ke-109 di wilayah Kodam III/Siliwangi. 

Dan kebersamaan ini, kata Nugroho, merupakan sinergitas positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat untuk menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara. 

“Saya selaku Pangdam III/Siliwangi dan pribadi, menyampaikan terim kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil sehingga kegiatan TMMD ke-109 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar, “kata Nugroho.

Ia menambahkan, semua patut bersyukur karena selurh program TMMD telah dapat dirampungkan tepat waktu meskipun dikerjakan dalam suasana Pandemi Covid-19 sehingga dalam pengerjaannya pun senantiasa mematuhi protokol kesehatan. 

“Alhamdulillah berkat kepatuhan menjalani protokol kesehatan seluruh prajurit dan masyarakat yang terlibat dalam program TMMD ke-109 ini semuanya dalam kondisi yang sehat,”imbuh Nugroho. 

Sementara Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Ary Sutrisno menyampaikan, pelaksanaan TMMD ini berdasarkan surat telegram Danrem 062/Tn nomor ST/1305/2020 tanggal 2 September 2020 tentang perintah menyusun rencana sasaran program TMMD ke-109 tahun anggaran 2020.

Dalam laporannya, Dandim juga menjelaskan,TMMD yang dilaksanakan dengan 2 tahap  meliputi kegiatan Pra TMMD tanggal 14 sampai dengan 21 September dan pelaksanaan tanggal 22 September sampai dengan 21 Oktober 2020. Sasaran fisik diantaranya pengaspalan jalan di Dusun Cipurut, Bakom, Torowek 2.500 mx 2.5 m, pembuatan TPT, Perbaikan jembatan Cikadu 10 mx4m, perehaban RTLH 17 unit, Perehaban MCK Kp. Nanggela 1unit, pembuatan posyandu Kp.Nanggela 1 unit.

Dan sasaran non fisik, lanjut Dandim, diantaranya penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, narkoba, kamtibmas, bahaya teroris dan paham radikal, hukum, pengendalian penduduk, KB, pelayanan kesehatan, penanganan covid 19, pertanian dan perikanan, lingkungan hidup dan kehutanan, pengendalian kerusakan hutan, perlindungan jamsos dan penanganan fakir miskin, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Masih kata Dandim, untuk Satgas TMMD yang  bertugas berasal dari berbagai istansi dan lintas sektoral sebanyak 150 orang, Tim Asistensi Penyuluh 25 orang, Dansatgas dan staf satgas 15 orang dan kelompok kompi/SSK sebanyak 10 orang.

Pada kesempatan yang sama, Pjs. Bupati Tasikmalaya, Dr. Hening Widiatmoko MA, menyampaikan, atas nama Pemkab Tasikmlaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya dengan lancar dan baik.

“Mudah-mudahan ada banyak manfaat yang bisa diterima masyarakat, “ucap Hening. (ANWARWALUYO)










JADI TAMU UNDANGAN HARLAH PPDI, KETUA KPU PANGANDARAN SOSIALISASIKAN TAHAPAN PILKADA

PANGANDARANNEWS.COM-Pada kesempatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ke 7 Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan di Kecamatan Mangunjaya, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, menyampaikan, beberapa tahapan pilkada di Kabupaten Pangandaran tahun 2020, antara lain tatacara dan juga dasar hukum regulasi ketentuan pelaksanaan Pilkada Pangandaran yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya datang kesini karena diundang sekaligus untuk sosialisasi tahapan pilkada, “ujarnya. (18/10)

Muhtadin dalam keempatan tersebt, juga menyampaikan teknis pelaksanaan pilkada di tengah pandemi covid-19, dari mulai menggunakan alat pelindung diri (APD), pembatasan jumlah pemilih termasuk bagaimana kemudian penyelenggara di tempat pemungutan suara (TPS) harus betul-betul berpedoman pada protokol kesehatan.

“Selain menjelakan tata-cara  pencoblosan, pada kesempatan itu saya juga informasi jumlah daftar pemilih tetap, “imbuhnya. (AGE)


SEVEN MEDIA ASIA ANUGERAHI JEJE WIRADINATA THE BEST INNOVATIVE GOVERNMENT FIGURES

PANGANDARANNEWS.COM –Berkat keberhasilan dan kepemimpinannya, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mendapat penghargaan spektakuler, “Indonesian The Best Innovative Figures Awards 2020” dari Seven Media Asia yang didukung oleh Asia Global Council, The Key People Magazine,Clock Research & Development Centre, dalam acara Pemimpin Visioner Pembawa Perubahan Untuk Indonesia Maju, yang akan diserahkan di Harris Hotel & Residences Sunset Road – Bali, pada Jumat 23 Oktober 2020.

Seperti disampaikan Asia Founder Seven Media, Reza Batara Putra, MBA, penghargaan ini dipersembahkan untuk para pemimpin (Leaders) terbaik yang meliputi berbagai sektor, antara lain Kepala Daerah (Pemerintahan) Perusahaan (Swasta), Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Pemimpin Perempuan, Legislatif, Pendidikan, serta kalangan Profesional terbaik di Indonesia. Dengan dasar pemberian atas pencapaian kinerja dan prestasi kepemimpinan dalam melakukan Perubahan dan Percepatan, serta cara Innovative dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Kata Reza, pihaknya senang telah memperluas program bergengsi ini untuk peraih penghargaan yang meliputi leadership, education, impact, marketing and Innovation, baik di tingkat nasional dan international.

“Proses pemilihan untuk penerima penghargaan ini dilakukan melalui proses penilaian kualitatif atas hasil kinerja yang telah dicapai dan menetapkan standar yang tinggi kepada penerimaan penghargaan terpilih, “terangnya, beberapa waktu lalu.

Reza menjelaskan, penilaian tersebut mencakup quality performance, responnsibility, dan attractiveness, dengan atribut pengukuran layanan inovatif dan berkualitas, tata kelola atau management yang baik yang mampu berkembang dengan mengikuti perubahan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Tak hanya itu, hasil penilaian Asia Founder Seven Media juga menobatkan Kabupaten Pangandaran terpilih untuk katagori “Indonesian The Most Potential Destination Awards 2020”, bersama-sama sejumlah destinasi yang memiliki potensi wisata istimewa lainnya, yang apabila dikelola dan dikembangkan dengan tepat, tentu akan menjadi alternative destinasi wisata unggulan yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penilaian ini dilakukan dari berbagai sudut dan menetapkan standar yang tinggi untuk tiap-tiap daerah pemenang penghargaan, diantaranya potensi masyarakat, potensi alam, kesenian, kebudayaan dan beberapa faktor penting lainnya, seperti aksesibilitas, amenitas dan Konektivitas, “terang Reza lagi.

Sementara, di tempat terpisah saat melakukan kampanye daring di Desa Karangbenda bebrapa harimlalu, Jeje Wiradinata yang saat ini masih cuti sebagai bupati, kepada sejumlah awak media, mengatakan, ia mengaku bangga dan senang dengan penghargaan yang diberikan Seven Media Asia serta didukung Asia Global Council, The Key People Magazine,Clock Research & Development Centre.

Alhamdulillah, saya ucapkan tarimakasih dan tentunya penghargaan yang saya terima ini berkat kerjasama yang semua pihak dan dukungan penuh masyarakat Pangandaran, "ucapnya.(17/10)

Dalam kurun waktu belum genap 5 tahun, menurutnya, berupaya untuk bekerja maksimal walau pun hasilnya masih banyak kekurangan dan belum memenuhi semua keinginan masyarakat.

“Intinya, dalam bekerja penghargaan atau lainnya bukan menjadi tujuan utama, karena pemenuhan untuk lebih mensejahterkan masyarakat itu makna dari hakiki dari sebuah karya, “ungkap Jeje.

Sudah menjadi kewajiban seorang pemimpin untuk bisa membawa Pangandaran ke arah perubahan yang pada ujungnya, kata Jeje, mampu memposisikan masyarakat sebagai penikmat hasil semua pembangunan. Dan tentunyapenghargaan yang diterimanya bukan karena hebatnya bupati, tapi ini buah dari sinergitas dan kerjasama yang baik antara pemda, DPRD dan seluruh masyarakat Pangandaran.

“Maka saya katakan, penghargaan Indonesian The Best Innovative Figures Awards 2020, akan lebih layak jika diberikan pada masyarakat, “pungkasnya. (PNews)


HAMPIR TIGA TAHUN JALAN LINTAS KALAPAGENEP-MARGALUYU RUSAK PARAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sudah hampir tiga tahun jalan dari Desa Kalapagenep Kecamatan Cikalong menuju Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya kondisinya rusak parah, hal ini membuat arus transportasi pun sedikit terhambat.

Seperti dikataka salah seorang warga, Agus (48), apalagi saat musim hujan sekarang jalan pun berubah menjadi kubangan lumpur yang susah dilalui kendaraan.

Sebenarnya warga sudah lama mengeluhkan hal ini, tapi, menurut Agus, mungkin keluhannya tidak sampai ke pemangku kebijakan sehingga selama hampir tiga tahun kondisi jalan seperti ini pun terkesan dibiarkan.

“Saya berharap ada bupati atau pejabat lainnya melintas kesini agar tahu kondisi jalan disini seperti kubangan kerbau, “ucap Agus.(20/10)

Kata Agus, banyak masyarakat yang menggunakan jalur ini karena jalan yang menghubungkan dua desa ini terbilang padat dilintasi warga setiap harinya. 

Agus juga merasa heran jika setiap tahun warga wajib membayar PBB tapi giliran masyarakat membutuhkan perbaikan pasilitas umum pemerintah daerah terkesan tutup mata dan tutup telinga.

“Kami sebenarnya sudah bosan mengelukan kondisi jalan ini, tapi kepada siapa lagi jika bukan pada pemerintah, “ujarnya. (ANWARWALUYO)


PHRI PANGANDARAN GAET UPI BANDUNG GELAR PELATIHAN BAHASA PERANCIS UNTUK PELAKU USAHA WISATA DAN PEMANDU

PANGANDARANNEWS.COM – Peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor usaha pariwisata terus dikembangkan, salahsatunya dengan melakukan pelatihan bahasa Prancis.

Pelatihan yang dilaksanakan di SDN 2 Pangandaran dibuka langsung Pjs Bupati Pangandaran, Dr. H. Dani Ramdan, M.T, dengan diikuti 10 pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) serta 10 pemandu wisata ini merupakan kerjasama antara PHRI Pangandaran dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. 

Ditemui usai kegiatan, Ketua BPC PHRI Kab Pangandaran, Agus Mulyana, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para pelaku usaha wisata khususnya hotel dan restoran berbahasa asing.

“Para pelaku diharapkan mempunyai kelebihan kemampuan berbahasa asing, seperti bahasa Inggris, Prancis, Italia dan lainnya,”kata Agus. (15/10)

Agus mengaku, walau pun sejak sejak tahun 1998 kunjungan untuk mancanegara trennya menurun namun sekarang kunjungan wisatawan asing mulai banyak lagi, terutama turis dari Australia penggemar surving (berselancar ) di Pantai Batukaras.

Agus berharap, kedepan selain kemampuan berbahaa asing dimilki para pelaku usaha wisata, fasilitas transportasi ke Pangandaran lebih baik lagi sehingga Pangandaran lebih mudah dijangkau.

“Kami mendorong penerbangan di bandara Nusawiru dan jalan tol bisa cepat direalisasikan pemerintah, ”ungkapnya. (PNews)


UNTUK KENYAMANAN WISATAWAN, PEMDA PANGANDARAN GULIRKAN "HOTANA"

Pjs Bupati Pangandaran Dr. H. Dani Ramdan, M.T

PANGANDARANNEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beberapa hari lalu menggelar Sosialisasi Hotel dan Restoran Tanggap Bencana (HOTANA), bertempat di Sheter Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Pasar Wisata P
angandaran.(12/10)

Kegiatan yang dihadiri Pjs Bupati Pangandaran Dr. H. Dani Ramdan, M.T, Asisten Bidang Pemerintahan sekaligus Plt. Kalak BPBD kabupaten Pangandaran Drs. H. Suheryana MM, Kasatpol PP Undang Sohbarudin, Pimpinan PHRI. Narasumber sendiri berasal dari BPBD Prov. Jabar, BASARNAS Bandung, BPBD Kabupaten Pangandaran, FPRB Jabar, ITB, U-Inspire serta relawan kebencanaan lainnya, bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia para pelaku usaha perhotelan dan restoran tentang yang tanggap bencana, sehingga jika terjadi tsunami langsung bisa mengevakuasi tamu hotel. 

Kegiatan yang diselenggarakan selama 5 hari inijuga diikuti 328, diantaranya dari manager hotel, supervisor, house keeping, resepsionis, room service, security dan waiters.

Dalam paparannya, Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan menyampaikan, Pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia perlu dukungan berbagai sektor yang akan terus berusaha menunjang pengembangan pariwisata pangandaran.

Dengan visi-misi menjadi wisata dunia, kata Dani, obyek wisata yang ada di Pangandaran harus tertata dengan baik, hotelnya bagus-bagus, penyaiapan bandara dengan menyediakan penerbangan langsung, jalan tol dan jalur kereta api akan dihidupkan kembali.

“Iitu semua langkah-langkah kita menuju Pangandaran menjadi wisata kelas dunia", ujarnya.

Selin itu, imbuhnya, keamanan dan kenyamanannya pun harus berkelas dunia sehingga untuk itu Pemkab  Pangandaran mengeluarkan program HOTANA.

Satu hal lagi, masih kata Dani, jangan lupa wisata kelas dunia juga harus mempunyai sistem dan manajemen pencegahan dan penanggulangan bencana kelas dunia juga karena di mana pun di dunia ini semua tempat wisata alam pasti di baliknya itu ada potensi bencananya, dan untuk itu kepentingan wisata dengan kepetingan mitigasi bencana itu harus sejajar dan bersama-sama.

“wisatawan juga kin semakin kritis, mereka akan mencari tempat wisata yang selain menawarkan keindahan juga bisa nyaman, “imbuh Dani.

Dani juga mengatakan, wisatawan akan bebas memilih kemana harus berwisata yang nyaman, sehingga para pelaku wisata sebagai ujung tombak harus mampu mebangun paradigma baru, wisata itu bukan hanya menjual keindahan alam saj tapi bisa menawarkan rasa nyaman tempatnya bagus  safety.

Hal senada dikatakan Plt Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran, H. Suheryana, selain seluruh pelaku wisata tahu bahwa di pangandaran ada tempat evakuasi sementara, pelaksanaan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terutama wisatawan yang akan berkunjung ke pangandaran.

“Dengan melihat kesiapsiagaan ini wisatawan nantinya akan percaya dan datang ke pangandaran dengan perasaan nyaman, tenang sehingga wisatawan betah, "ungkapnya. (PNews)


PANGANDARAN SPLASH PARK SEGERA DIBANGUN DI PANTAI PAMUGARAN

Pjs. Bupati Pangandaran Dr. H. Dani Ramdan MT,
PANGANDARANNEWS.COM-Rencana pembangunan spot wisata baru seperti menara pandang, jogging track, tempat galeri UMKM, Plaza,  lapangan, pendopo, ruang olah raga fitnes out door, mushola, serta tempat bermain anak, pada Pangandaran Splash Park, tentu akan semakin menambah varian wisata Kabupaten Pangandaran.

Obyek wisata ini akan dibangun di lahan seluas 1,8 hektar dari seluruh luas lahan 2,8 hektar milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang terletak dijalan Pamugaran, ini akan dibangun dengan biaya dari  Corporate Social Responsibility (CSR)  dari  PT. Panca Makmur Bersama sebagai pengembang Grand Pangandaran. 

Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pangandaran Splash Park, yang dihadiri  Pjs. Bupati Pangandaran Dr. H. Dani Ramdan MT, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta manager Grand Pangandaran, bertempat di Aula Meeting Hotel Arwana.(9/10)

Ditemui usai rapat tersebut, kepada media Dani mengatakan, pembangunan RTH dan ruang publik ini untuk kepentingan bersama.

Untuk keentingan ini, kata Dani, ia pun berkunjung serta bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat khususnya warga di sekitar lokasi pembangunan di Desa Wonoharjo. 

Dani pun mengaku bangga, karena pembangunan spot wisata ini mendapat dukungan dan respon positif dari masyarakat, karena sejatinya pembangunan yang dilaksanakan pemerintah memang untuk kepentingan bersama serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dan untuk pelaksanaan pembangunannya akan segera dimulai setelah proses perijinan selesai, “ucapnya. (PNews


HASIL LEMBAGA SURVEY KEDAI KOPI DPP PKS, KINERJA BUPATI PANGANDARAN RAIH NILAI TERTINGGI DI JABAR

PANGANDARANNEWS.COM –Hasil sebuah survey yang dilakukan Lembaga Survey Kedai Kopi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kinerja Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menduduki peringkat teratas se-Provinsi Jawa Barat dengan nilai 8,40 %. 

Seperti salah seorang pengurus DPD PKS Kabupaten Pangandaran, Solehudin, atas nama partai ia pun memberikan apresiasi dengan capaian kinerja bupati selama kurun waktu 4 tahun ini.

“Berita ini saya dapatkan saat kami melakukan zoom meeting hari ini pada rakorwil tingkat Provinsi Jabar terkait pemenangan di Pilkada 2020, “terangnya. (18/10)

Solehudin yang juga wakil Ketua Komisi I di DPRD Kabupaten Pangandaran, mengatakan, dalam rakorwil tersebut salah satu materi yang dibahas, mempresentasikan hasil survei dari lembaga survei kedai kopi yang dilakukan DPP PKS.

“Ketika saya bertanya indikator kinerja kepala daerah di tingkat Provinsi Jawa Barat, ternyata  Kabupaten Pangandaran mendapat nilai tertinggi, disusul Kabupaten Ciamis dan Mjalengka, “terangnya lagi.

Dengan capaian tersebut, menurut Solehudin, ini jelas memberi gambaran kinerja bupati berhasil dalam melaksanakan programnya dan pelayanan publik tentu sangat baik.

Hasil survei ini obyektif, karena, menurutnya, dilakukan oleh pihak yang netral dan tidak memiliki kepentingan karena hanya melakukan survei saja.

“Penilaian atau survei juga tidak sebelah, tapi  secara keseluruhan, bahkan indikatornya pun tak hanya itu saja namun termasuk internal kepartaian, “ujarnya. (PNews)


MELALUI DISTAN PEMKAB PANGANDARAN SALURKAN BANTUAN PADA PETERNAK ITIK DI SUKANAGARA

Kepala Dinas pertanian Kab. Pagandaran, Sutriaman
PANGANDARANNEWS.COM-Usaha sektor pertanian peternakan itik dinilai sangat menjajikan, karena jenis usaha ini mempunyai potensi serta peluanguntuklebih bisa dikembangkan. 

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Sutriaman, saat ditemui di ruang kerjanya, selain berpeluang usaha ternak itik ini juga tergolong mudah dilakukan, karena dalam perawatannya kematiannya cukup rendah.

Selain usaha telur asin, imbuhnya, di Kabupaten Pangandaran sendiri juga sebenarnya sudah ada usaha ini, “terang Sutriaman.

“Harga telur asin di pasaran kisaran Rp 2.500 per butir, sementara dari peternak harga telur itik sebesar Rp 1.500,”terangnya. (16/10)

Sutriaman menjelaskan, jika seorng peternak memelihara sebanyak 320 ekor itik, maka setidaknya dapat menghasilkan 230 telur per hari, dan itik salah satu jenisunggas yang usia produktifnya cukup lama, sekitar 3 tahun. Dan seandainya sudah tidak produktif lagi bertelur, maka peternak bisa menjual induknya menjadi pedaging.

“Untuk mendorong usaha ini Pemkab Pangandaran nantinya akan memberikan bantuan yang akan disampaikan yang rencananya ke peternak itik di Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang, sebanyak 250 ekor itik,”pungkasnya. (PNews)


BUPATI BERHARAP PILKADA PANGANDARAN BERJALAN LANCAR DAN TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

Plt Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan
PANGANDARANNEWS.COM -Proses tahap hingga pelaksanaan pemilihan kepala Daerah (pilkada) di Kabupaten Pangandaran diharapkan bisa berjalan lancar, kondusi, damai, sehat dan demokratis, meski akan dilaksanakan dengan pengawalan ketat protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, jaga jarak serta cuci tangan pakai sabun. 

Demikian disampaikan Plt Bupati Pangandaran, Dani Ramdhan, beberapa waktu lalu usai menghadiri kegiatan rapat pleno terbuka DPSHP dan penetapan DPT di Hotel Pantai Indah Timur.

Kata Dani, ia pun tidak henti-hintinya mengingatkan seluruh jajaran Pemkab Pangandaran untuk menjaga netralitas ASN dalam proses Pilkada ini, karena tentu akan ada sanksi tegas bagi ASN yang terbukti ikut berpolitik praktis.

Saat ini, lanjut Dani, proses tahapan Pilkada Pangandaran sudah memasuki tahapan rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih untuk menentukan Daptar emilih tetap (DPT).

"Saya mengapresiasi pihak KPUD yang dibantu TNI, Polri dan semua unsur telah bekerjasama dengan baik melaksanakan tahapan demi tahapan, “imbuhnya.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini seluruh proses tahapan Pilkada Pangandaran berjalan lancar dan kondusif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di semua kegiatan,

Disoal antisipasi Covid-19 saat pelaksanaan Pilkada nanti, Dani mengatakan, pihaknya akan melakukan rapid tes di Puskesmas masing-masing dan juga uji lab di labkesda pada pemilih yang baru datang ke Pangandaran. 

Ia menambahkan, pihaknya juga berharap kepada pasangan calon dan tim pemenangannya agar tidak menghindari kegiatan-kegiatan yang ilegal, seperti dilarang menyelenggarakan kegiatan yang memicu kerumunan warga dan semaksimal mungkin mencegah terjadinya klaster pilkada sehingga penghelatan Pilkada pun tidak menjadi pemicu terjadinya penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi saya sampaikan, mari kita berkomitmen agar pelaksanaan Pilkada Pangandaran tahun 2020 ini bisa berjalan lancar, kondusif, demokrasi dan sehat, “tegasnya. (PNews)


 


SELAIN MENIMBULKAN AROMA TAK SEDAP TUMPUKAN SAMPAH DI BAHU JALAN JUGA MERUSAK CITRA KOTA TASIK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Komitmen Pemerintah Kota Tasikmlaya dalam mengusung pola hidup sehat bagi warganya mulai sedikit diragukan, buktinya masih banyak tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalan  RE Martadinata  hinga HZ musofa,  komplek Dadaha dan di sekitar jalan Sswaka Kawalu, tumpukan sampah  masih menjadi persoalan dan kerap dikeluhkan warga, padahal di jalan-jalan tersebut merupakan jalur vital di tengah kota, apakah pemkot tutup mata  ?

Selain membuat jijik, tumpukan sampah-sampah itu seperti dibiarkan menggunung dan tentu ini membuat warga resah, terutama saat melintas jalan tersebut.

Menurut Asep salah satu pengendara motor asal Kawalu, apakah Pemkot tidak punya petugas atau armada mengkut sampah, pasalnya tumpukan sampah tersebut kerap memenuhi bahu jalan.

“Saya berharap pemkot menyikapi , karena jika tumpukan sampah ini dibiarkan terlalu lama akan membuat tidak nyaman, “ujar Asep. (17/10)

Bahkan, kataAsep, sampah yang dibuang warga  tersebut lama-lama kalau dibiarkan bisa mengakibatkan bau tak sedap  apa lagi musim hujan seperti sekarang. 

Hal senada dikatakan warga kota lainnya, Agus (37), ia berharap jalan yang selalu dipadati para pengendara ini bisa dapat steril dari bau dan pemandangan tak sedap ini. 

“Untuk apa ada mobil  armada sampah jika hanya diparkir di halam kantor saja, “ujarnya. 

Agus juga merasa heran karena di jalur-jalur yang banyak tumpukan sampah tersebut tidak sedikit baik pejabat atau anggota DPRD yang melintas disana, tapi anehnya terkesan tidak peka dan menutup mata pada kondisi di lapangan. Padahal akibat sampah yang berceceran hingga ke badan jalan, banyak pengguna jalan merasa terganggu karena aroma tidak sedap yang keluar dari tumpukan sampah yang semakin hari semakin membusuk, sehingga karena bau nya tersebut tak sedikt para pengendara sampai harus menutup hidung meski sedang memegang stir mobil atau motor.

“Saya atau mungkin warga lainnya, berharap Pemkot Tasik segera menyelesaikan permasalahan sampah ini aga lingkungan disini menjadi bersih dan tidak beraroma ta sedap, ”ucapnya. (ANWARWALUYO)


WARGA TERDAMPAK BANJIR DI DESA SARIMANGGU TERIMA BANTUAN PEMDA DAN PEMDES

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Pasca bencana banjir yang terjadi beberapa senin lalu (12/10), warga terdampak di Dusun Cacaban di lakukan Pemdes Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kab. Tasikmalaya, mendapat bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya serta Pemdes Sarimanggu, yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana S.Ip serta disaksikan Ketua BPD, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh warga.(15/10)

Usai menyerahkan bantuan, Kades Sarimanggu Indra Nuryana S.Ip menyampaikan, pihaknya berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa hari lalu. Seperti diketahui, akibat banjir yang berasal dari luapan sungai Cacabantelah merendam puluhan rumah warga serta jembatan penghubung Desa Sarimanggu ke wilayah Kecamatan Bojongasih.

“Saat ini warga yang terdampak  masih fokus melakukan perbaikan dan pembersihan rumah mereka, kami jua menghimbau masyarakat tetap waspada,” jelasnya.

Sementara Ketua BPD Desa Sarimanggu, Eli Romli S.Pd MPd mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tasikmalaya, Muspika Karangnunggal, Pemdes dan seluruh masyarakat Sarimanggu yang telah terlibat secara langsung dalam penanganan musibah bencana banjir di kedusunan Cacaban.t

BPD juga sangat mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh pihak, sehingga bencana banjir yang terjadi bisa langsung tertangani dengan baik, bahkan bantuan bagi warga terdampak juga terus berdatangan.

“Mudah-mudahan bantuan  ini  bisa meringkan  beban warga terdampak, dan marilah kita berbanyak berzikir agar segala musibah cepat  pulih kembali, “ungkap Eli. (ANWARWALUYO)


MENYUSURI KEINDAHAN WISATA GUNUNG GEDE DI DESA TARUNAJAYA SENJA DAN MALAM HARI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Menjelang siang suasana di Obyek Wisata (OW) alam Gunung Gede yang berada di Kampung Madasari Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja kabupaten Tasikmalaya, terasa begitu nyaman kendati saat itu panas terasa begitu menyengat. Peluh yang bercucuran dan keletihan saat menapaki jalan setapak bertuliskan jalan cinta menuju lokasi, terbayarkan dengan suguhan panorama alam di sebuah pelataran luas yang merupakan puncak kedua tertinggi di lokasi Gunung Gede ini sambil merasakan semilir angin, sementara di kejauhan terlihat beberapa penghobi motor cross yang sedang menjajal medan untuk menguji andernalin.

Potensi wisata alam yang ada di Desa Tarunajaya ternyata bukan hanya Gunung Gede saja, karena masih ada lokasi lain  yang tak kalah indah untuk dijadikan referensi pengunjung terutama untuk berswaphoto, seperti di Bukit Batu Tapak, Batu Sirap, Gunung Gede dan terbaru Garuda Ngupuk.

Untuk menarik minat wisatawan, masyarakat pun rutin membenahi lokasi-lokasi itu, apalagi penataan tempat wisata ini mendapat dukungan seorang pengusaha bordir warga Tarunajaya, Rani.  

Fasilitas yang tersedia begitu sederhana namun tidak mengurangi kenyamanan pengunjung, seperti tersedianya warung kopi dan tempat peristirahatan pengunjung (gazebo) serta fasilitas lain yang tersebar di dataran yang sangat luas. Dan di lokasi ini pun disediakan tempat luas untuk camping atau dijadikan lokasi senam ibu-ibu saat menjelang sore.

Ketua Karang Taruna Desa Tarunajaya, Kikim (39) mengatakan, di lokasi wisata yang ada di Tarunajaya pengunjung dapat merasakan kepuasan tersendiri dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata alam dalam waktu seharian dan dalam satu daerah, sehingga potensi wisata alam yang ada di daerah ini tetap menjadi perhatian dalam pengembangan kedepannya.

“Semantara yang menjadi prioritas pengembangannya saat ini lebih difokuskan ke obyek wisata alam Gunung Gede yang berada di Kampung Madasari, karena lokasinya terletak di milik Desa Tarunajaya,"jelas Kikim.(15/10)

Untuk pengembangannya, Kikim pun saat ini Kikim sudah mempersiapkan konsep untuk ke depannya, seperti nantinya pengunjung bukan hanya bisa menikmati pemandangan alam saja tapi akan disuguhi pemandangan hamparan kebun buah jeruk milik masyaraka.

Dan menurut Kikim, rencana ini ternyata mendapat apresiasi dari semua pihak bahkan BPP dan Camat Sukaraja sudah melakukan survei ke lokasi, dan mengatakan di lokasi tersebut cocok ditanami apa saja. 

“Intinya Pemerintah Kecamatan Sukaraja menyambut baik dibukanya wisata alam di Sukaraja,"imbuh Kikim.

Hal senada dikatakan Ketua pengelola wisata  Gunung Gede, Ipin, menurutnya, selain daya tarik keindahan alam di sore dan malam hari, kondisi medan di lokasi wisata alam Gunung Gede bisa dimanfaatkan dengan pengadaan fasilitas permainan playing fox.

"Kondisi alam di Gunung Gede sangat cocok untuk permainan playing fox karena bisa jarak dekat dan jauh", ujar Ipin. (RUSDIANTO-ENDAHLAELANI)


KONDISI PANDEMI COVID 19 SANGAT BERDAMPAK PADA JUMLAH PENGUNJUNG KE SITU SANGHYANG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Penyusutan jumlah pengunjung yang datang ke Obyek Wisata (OW) Situ Sanghyang di Desa Cibalanarik Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan yang cukup drastis selama masa pandemi Covid 19.

Seperti dikatakan wakil Ketua pengelola OW. Situ Sanghyang, Maslikan ( 51), selama 3 bulan tetakhir ini jumlah pengunjung yang datang mengalami penurunan hingga mencapai 60 prosen.

Tapi penurunann ini bukan karena pandemi saja, menurut Maslikin, dampak dari bermunculannya obyek wisata lokal yang ada di daerah juga berpengaruh pada pengurangan jumlah pengunjung yang datang ke Situ Sanghyang.

"Dan tentu ini berpengaruh juga pada perolehan PAD,"ungkapnya.

Maslikan mengatakan, obyek wisata Situ Sanghyang yang dikelola pemerintah ini sudah mempunyai payung hukum Peraturan Daerah (Perda), sehingga pengunjung yang masuk pun harus membayar sesuai peraturan sebesar Rp. 6 ribu untuk per orangnya dengan rincian untuk karcis masuk Rp. 5 Ribu dan Rp 1 ribu untuk Jasa Raharja.

Faktor lain berdampak pada penurunan jumlah pengunjung, imbuhnya, karena di lokasi wisata Situ Sanghyang masih kurang fasilitas pendukung, seperti kolam renang, pertamanan, permainan anak.

"Dan fasilitas tersebut memang sering ditanyakan pengunjung, dan selama ini kepada pengunjung saya hanya menawarkan keindahan alam saja, “terangnya. 

Maslikin berharap, ini bisa menjadi perhatian pemerintah melalui Dinas Pariwisata sehingga keberadaan Situ Sanghyang pun aka mampu menambah pembendharaan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

"Saat ini mungkin dinas pariwisata sedang mencari solusi agar PAD pun bisa maksimal tidak seperti sekarang hanya menyetor seadanya saja", pungkasnya.(RUSDIANTO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN