KAPOLRES CIAMIS: “PENGAMANAN PILKADA PANGANDARAN HARUS IKUTI MAKLUMAT KAPOLRI “

PANGANDARANNEWS.COM-Ditemui usai menyaksikan rapat pleno pengambilan nomer urut pasangan calon bupati dan wakil pada Pilkada Kabupaten Pangadaran yang dilaksanakan di Hotel Pantai Indah Timur, Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, S.I.K., M.H, mengatakan, dengan jumlah personil Polri di Jajaran Polres Ciamis, pihaknya akan terus mengawal dan mengawasi seluruh tahapan Pilkada Pangandaran.

“Walau di sisi lain kami juga harus tetap mengawasi kamtibmas di Kabupaten Ciamis, “ungkap Doni.

Dengan perannya di 2 wilayah administratif, Doni yakin, Polres Ciamis tetap bisa mengayomni masyarakat baik yang ada di Kabupaten Ciamis maupun Pangandaran.

“Dari 32 jumlah Polsek, ada 10 polsek yang ada di Kabupaten Pangandaran, “terangnya.

Disoal pengamanan dalam Pilkada Pangandaran, Doni mengatakan, sesuai maklumat Kapolri, 

nomer Mak/3/IX/2020, tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2020 tertanggal 21 september 2020, Polres Ciamis tentunya akan mengacu pada maklumat itu dalam pelaksanaan serta pengawalan pilkada.

Doni berharap, semua pihak bisa menahan diri serta tidak membuat aksi yang dapat meresahkan, sehingga pilkad Pangandaran pun bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan pada proses tahapan hingga hari H dan pasca pencoblosan.

Doni juga menekankan agar pada saat kampanye nanti tidak ada kerumunan masa dengan jumlah banyak karena dikhawatirkan akan membuat klaster baru penyebaran covid-19.

“Saya juga mengapresiasi KPU Pangandaran, karena pada rapat pleno hari ini tetap menerapkan proltokol kesehatan dengan ketat, “pungkasnya. (hiek)






GELAR RAKERNIS , BAWASLU PANGANDARAN TINGKATKAN PENGAWASAN TAHAPAN KAMPANYE

PANGANDARANNEWS.COM-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran, bertempat di Hotel Sun Inn hari menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pengawasan tahapan kampanye pada pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, yang dihadiri seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan staf PHL Panwascam.(24/9)

Menurut salah seorang komisioner Bawaslu Pangandaran, Gaga Abdilah Sihab, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi pengawasan pemilu baik tingkat Kecamatan  maupun desa, serta meningkatkan pengawasan pada tahapan kampanye yang akan dimulai pada tanggal 26 september 2020, sehingga penyelenggaraan pemilu pun dapat terselenggara dengan Langsung, Umum. Bebas dan Rahasia (Luber).

“Juga berjalan dengan jujur dan adil agar mampu mewujudkan pemilu yang berintegritas, “ujarnya.

Sementara Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat,  Zaki Hilmi, lewat media virtual, menyampaikan, kampanye pada pemilu kali ini sedikit berbeda dengan kampanye sebelumnya, seperti yang sudah diatur dalam PKPU nomer 13 tahun 2020 tentang Kampanye di Masa Pandemi.

Dalam pasal 88 C berbunyi, diantaranya ditulis, pasal 1 Partai Politik atau Gabungan Partai Politik,

Pasangan Calon, Tim Kampanye, dan/atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g dalam bentuk a. rapat umum; b. kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; c. kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; d. perlombaan; e. kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah dan/atau f. peringatan hari ulang tahun Partai Politik.

Komisioner Jabar lainnya, Lolly Suhendti, menambahkan, panwascam harus solutif dan tidang membuang-buang waktu pada masa yang padat ini, dan sesuai arahan dari KPU pusat, KPU di derah harus mengikuti aturan yang baru, PKPU nomer 13 tahun 2020. 

“Kita harus selalu siap pada proses yang sedang berlangsung tapi kita juga harus tetap sehat, maanya tetap ikuti prokol kesehatan, “ungkapnya

Lolly juga mengatakan, sebenarnya dalam PKPU nomer 13 ini  tidak terlalu banyak yang berubah, karena atruan ini hanya menguatkan larangan-larangan yang terkait dengan protokol kesehatan. 

Hal senada dikatakan Komisoner KPU Kabupaten Pangandatan, Maskuri Sudrajat, dengan adanya PKPU 13 tahun  2020  yang baru saja di keluarka KPU RI, kampanye pada pemilu kali ini dilarang ada acara rapat umum konser bazar dan lainnya.

“Ini  seperti yang tertuang dalam PKPU 13 pasal 88 C, “jelasnya. (Tn)


MELALUI RAPAT PLENO TERBUKA KPU PANGANDARAN TETAPKAN PASLON JUARA NOMER URUT 1 DAN AMAN NOMER URUT 2

PANGANDARANNEWS.COM-Sehari pasca penetapan calon, KPUD Pangandaran harikembali menggelar rapat plen terbuka untuk menentukan nomer urut pasangan calon (paslon) Pilkada pangandaran tahun 2020, bertempat di Hotel pantai Indah Timur. (24/9)

Melalui pengundian dalam rapat pleno tersebut, Paslon Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan (JUARA) mendapat none urut 1, sedang palon Adang Hadari-Supratman (AMAN) nomer 2.

Usai acara mendapar nomer urut, calon Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata didampingi Calon Wakil Bupati, Ujang Endin Indrawan, menyampaikan rasa sukur karena mendapat nomer pertama untuk mengikuti pilkada Pangandaran yang akan digelar tanggal 9 Desember mendatang.

“Ini merupakan anugerah Tuhan karena sesuai dengan slogan kami, Juara ke 1, “ungkapnya. 

Sementara Ujang Endin Indrawan menambahkan, angka 1 ini juga sesuai dengan keinginannya sejak awal.

“Kami bersukur karena ini merupakan anugerahNya pada kami, “ujar Ujang Endin. 

Sementara beberapa rekan media luput mewancarai pasangan Adang Hadari-Supratman, karena pasangan dengan slogan AMAN ini langsung menuju Hotel Sandaan di kawasan pantai barat dengan seluruh pendukungnya. 

Sementara beberapa rekan media luput mewancarai pasangan Adang Hadari-Supratman, karena pasangan dengan slogan AMAN ini langsung menuju Hotel Sandaan di kawasan pantai barat dengan seluruh pendukungnya. 

Di tempat terpisah, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, mengatakan, penyelenggaraan rapat pleno ini dihadiri hanya beberapa orang saja, diantaranya pasangan calon, Tim sukses dari masing-masing pasangan, bawaslu dan beberapa tamu lainnya, karena memang harus merujuk dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami juga sengaja memasang monitor besar di luar ruangan rapat agar proses rapat pleno bisa disaksikan tamu lainnya, “terang Muhtadin.(PNews)


ASDA III PEMKAB TASIK BUKA KEGIATAN TMMD KE-109 KODIM 0612/TASIKMALAYA DI DESA MEKARSARI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya tahun ini menjadi lokasi dilaksanakannya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-109 Kodim 0612/Tasikmalaya. Pembukaan kegiatan TMMD yang dipimpin langsung Dandim 0612/Tsm, Letkol Inf Imam Wicasana dan turut dihadiri Danrem 062 Tarumanagara Garut, Kolonel Inf Muhamad Muchidin,.S.Sos, Asda lll Pemkab Tasikmalaya, Aminudin, Danlanud Wiriadinata, Brigif Raider 13 Galuh, Kapolres Tasikmalaya Kota,i, Kapolres Tasikmalaya,, Supervisor Security PGE Area Karaha, Siswanto, Sr dan seluruh tamu undangan lainnya, ini pun diselenggarakan dengan sederhana dan tetap menggunakan Standarisasi Protokol Kesehatan, bertempat di Gedung Serba Guna Desa Mekarsari. (22/9)

Di depan tamu undangan, Dandim 0612/Tsm, Letkol Inf Imam Wicasana pun menyampaikan laporan kesiapan tugas kegiatan TMMD tahun ini dengan tema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri” ini digelar serentak di seluruh Indonesia.

Menurut Imam, sasaran TMMD tahun ini di Desa Mekarsrari, melakukan percepatan pembangunan fisik dan non fisik mulai pengaspalan jalan Kampung Cipurut – Bakom – Torowek sepanjang 2.500 × 2,5 meter, pembuatan Tanggul Penahan Tanah (TPT) sepanjang 100 meter, perehaban jembatan Cikadu 10×4 meter, pemugaran Rumah Tidak Layak Huni 24 Unit, pemugaran MICK 1 unit, pembuatan posyandu 1 unit, kondisi Jalan Kampung Cikadu – Cipurut, pembuatan tanggul penahan tanah TPT dan perehaban jembatan.

Sementara pembangunan non fisik, masih kata Imam, diawali dengan kegiatan bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan DPMDPAKB, pertanian, pendidikan, huku-kamtibmas, narkoba, keagamaan, KB kesehatan, perikanan/peternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, PKK, TP/PKK, pelayanan publik dan kependudukan, bahaya teroris serta paham radikal.

“TMMD sejatinya merupakan bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat, mudah-mudahan bakti kami bisa memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya warga Desa Mekarsari, “kata Imam.

Sementara Asda III Aminudin, dalam sambutan Bupati Tasikmalaya, menyampaikan, dengan semangat TMMD Ke 109 ini merupakan wujud gotongroyong untuk membangun karakter dan kemandirian bangsa. 

Karena dalam pelaksanaan TMMD kali ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, Aminudin mengingatkan agar mengikuti Protokol Kesehatan. Dan tentunya kegiatan TMMD Ke 109 di Desa mekarsari ini harus memiliki dampak manfaat yang dirasakan masyarakat serta tidak lupa untuk mengajak seluruh masyarakat ikut berperan aktif.

“Dengan mengucapkan Basmalah, kegiatan TMMD) yang ke-109 Kodim 0612/Tasikmalaya di Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten secara resmi saya buka,”ucap Aminudin. (OD-ANWARWALUYO)


MKIA KABUPATEN TASIKMALAYA TEKAN ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN DAN KEMATIAN NEONATAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Mengingat masih tingginya anggka Kematian Ibu (AKI) dan Anak baru lahir, beberapa hari lalu pihak Dinas  Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya melakukan penguatan pada kader Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) se- Kabupaten Tasikmalaya, dengan tema ” Pemberdayaan Masyarakat dalam Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN)”, bertempat di Hotel Harmoni jalan Rd. Ikik Kota Tasikmalaya.(16/9)

Dalam pemaparannya MERS dan selaku Ketua Panitia, Hj Reti Zia Dwi Kurnia, kegiatan ini pihaknya sengaja menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Heru, yang didampingi Dr. Ratih, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Neng Madinah, Ketua FMM Tasikmalaya dan pemateri lainnya.

Kepada awak media, Reti juga menyampaikan, yang menjadi pertimbangan dilakukannya sosialisasi MKIA ini untuk lebih menguatkan pemahaman petugas di lapangan yang menjadi ujung tombak di dalam upaya mendorong masyarakat dan seluruh stake holder agar bersama-sama ikut berperan dalam percepatan upaya menurunkan angka kematian Ibu dan Anak khususnnya di Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai masih tinggi.

“Selain motivator tugas MKIA juga harus  ikut mendampingi petugas kesehatan (Bidan desa) untuk mencatat dan melaporkan ibu hamil di tiap desa agar apapun kejadian di lapangan selalu terpantau dan dapat tertangani dengan cepat, “tegasnya.

Lebih jauh Reti menjelaskan, Indonesia memiliki angka kematian ibu (AKI) melahirkan 359 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 32 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI, 2012). Target Millenium Development Goals (MDGs), yakni menurunkan (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKN menjadi 19 per 100.000 pada tahun 2015. Maka diperlukan kerja sama seluruh pihak termasuk keterlibatan dan tanggung-jawab masyarakat dalam menurunkan angka kematian ini. Salah satu pendekatan dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu melahirkan dan Bayi baru lahir adalah melalui penguatan forum masayarakat sipil serta meningkatkan peranan organisasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada masyarakat, ibu hamil dan suami. 

Peningkatan persalinan pada fasilitas kesehatan, menurut Reti harus ditangani tenaga terlatih dan terampil, karena hal itu merupakan salah satu cara menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, maka peranan organisasi masyarakat melalui MKIA sangat penting.

“Angka kematian ibu tahun 2020 sampai bulan Juli sebanyak 16 orang dan angka kematian Neonatal tahun 2020 sampai dengan bulan Juli 2020 sebanyak 96 orang, “jelasnya.

Reti membenarkan, belum tercapainya program pemberdayaan masyarakat dalam penurunan AKI dan AKN, hal ini terjadi karena belum terbangunnya sinergitas dengan baik di lapangan.

“Mudah-mudahan di tahun depan upaya menurunkan tingkat kematian Ibu dan Anak di Tasikmalaya segera tercapai dan sukses mencapai program Emas, “ungkapnya.

Masih di tempat yang sama, menurut petugas dari BKKBN, Septian Pajar Spd Mpd, walau kegiatan berlangsung secara masal namun seleuh peserta tetap mentaati serta mengikuti standar protokoler kesehatan sesuai aturan yang sedang berlaku saat ini.

Dikatakan Septian, kegiatn yang diiikuti banyak lapisan masyarakat ini juga berlangsung sesuaisekejul perencanaan dan terealisasi dengan baik.

Walau di lapangan tidak mau tahu fasilitas dan kantor yang dimilki BKKBN, masyarakat tetap berharap ingin mendapatkan pelayanan sebaik mungkin.

 Sementara peserta perwakilan dari Kecamatan Karangnunggal yang diwakili 2 petugas dari Puskesmas ikut serta dlam kegiatan tersebut.

Dalam keteranga yang disampaikan Kepala Puskesmas Karangnunggal, Dadan Kusnanto, Am., Kl, SKM, kaitan dengan masih tingginya tingkat kematian Ibu baru melahirkan dan Anak yang baru lahir, ia sangat berharap keterlibatan semua pihak secara lintas sektoral untuk mengedukasi dan gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama untuk meningkatkan perhatiannya pada ibu-ibu hamil baik amil normal maupun yang beresiko tinggi (Bumi Resi).

“Ini harus betul-betul tercatat dan mendapat perhatian penuh, jangan sampai terjadi keterlambatan dalam penanganannya, khususnya pada ibu hamil beresiko tinggi, “ungkapnya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


KEGIATAN KOMSOS KREATIF TW III 2020 KODIM 0612/TASIKMALAYA DORONG PENGRAJIN MENDONG PURBARATU

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Bertemakan “ Membentuk SDM Kreatif, Inovatif Dan Adikatif ”, Kodim 0612/Tasikmalaya bekerjasama dengan CV.Mendong Jaya, bertempat di Kampung Pager Gunung Keluraha Singkup Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, beberapa hari lalu sukses menggelar kegiatan Komsos Kreatif TW. III Tahun Anggaran 2020 yang dibuka langsung Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Imam Wicaksana.(17/9)

Hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas UMKM Perindag Kota Tasikmalaya yang diwakili Kabid Koperasi UMKM,  Uum, Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya, Pimpinan CV. Mendong jaya, H. Eje Jaenal Mutaqin, Muspika Kecamatan Purbaratu serta Ketua Karang Taruna Pager Gunung

Dalam sambutannya Dandim 0612/Tasikmalaya menyampaikan, kerajinan mendong sudah lama dikenal masyarakat dan merupakan ikon industri kreatif Tasikmalaya. Mulai dari tikar, tempat pensil, dompet, tempat sampah, toples, tas dan lainnya, namun sayang kerajinan ini sekarang harus bersaing dengan kerajinan berbahan plastik.

Minimnya bahan baku mendong dan profesi sebagai pengrajin anyaman pun tak dilirik anak muda, menurut Imam, kini pemuda lebih memilih jadi kuli bangunan atau bekerja ditoko, sehingga tak ayal industri mendong pun menjadi industri yang nyaris tergerus oleh perkembangan jaman.

“Sekarang ditambah dengan situasi pandemi covid 19 yang mempengaruhi ekonomi global khususnya di kota Tasikmalaya, yang akhirnya membuat para pengusaha pengrajin mendong pun  gagal untuk memasarkan hasil produksinya, “kata Imam.

Dengan diadakannya kegiatan, imbuh Imam, dimaksudkan untuk mewadahi kembali kreatifitas anak muda yang sekaligus menata dan mempercantik lingkungan serta mempunyai nilai positif kepada masyarakat dan lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Imam berharap dengan diadakan kegiatan ini, pihaknya juga hadir beratensi bukan ingin berbisnis, bukan juga mencari tambahan,akan tetapi ingin memberikan manfaat bagi masyarakat Tasikmalaya dengan cara membantu dan mendorong tumbuhnya seperti usaha yang dilakukan Pak H Eje. 

Ia menambahkan, dengan semaiin berkembangnya usaha handycraft ini tentunya Tasik pun akan semakin kuat di sektor perekonomiannya serta akan banyak pihak yang melirik untuk ikut berpartisipasi melestarikan mendong ini, ditambah dengan kehadiran BI, Kadin, Camat, Lurah dan stake holder yang lain, ia yakin usaha kerajinan mendong akan mampu bersaing dengan usaha jenis lainnya.

Esensinya, kata Imam, pihaknya ingin mengajak masyarakat sekitar agar lebih kreatif dalam berinovasi menciptakan kerajinan tangan di wilayah sekitar sehinga usaha yang dijalani H Eje Jaelani saat ini bisa lebih menjadi produktif dan pada gilirannya mampu mempekerjakan masyarakat sekitarnya lebih banyak lagi.

“Mudah-mudahan usaha kerajinan mendong  bisa besaing dengan kerajian berbahan baku plastik karena mendong sudak kenal sejak dulu, “pungkas Imam.(ANWARWALUYO-OD)


KARANGNUNGGAL SIAP LAKSANAKAN PILKADA TASIKMALAYA, LANCAR DAN SUKSES TANPA EKSES

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Menindak lanjuti Sosialisasi Desk Pilkada Serentak di tingkat Kabupaten, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STp., MM, saat memimpin langsung rapat tersebut di tingkat Kecamatan didampingi Sekmat,Dedi Mulyana, Sip,MM, sosialisasi Desk Pilkada yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu tahapan dari beberapa tahapan yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya dalam proses pencoblosan secara demokratis.

“Kunci suksesnya pelaksanaan Pilkada adalah tingkat kehadiran masyarakat yang tinggi dalam proses pencoblosan nanti, dengan begitu akan menjadi gaung yang berbeda, ”ujar Asep di depan peserta sosialisasi bertempat di aula kecamatan. (17/9)

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Danramil 1215/Karangnungal,Mayor Inf. Kurniadi, Kanit Binmas Iptu Didi S mewakili Kapolsek, Ketua PPK, Ketua Panwas, para kepala desa beserta BPD, Asep juga menyampaikan, sosialisasi Desk Pilkada ini harus tersampaikan dengan benar agar persentase kehadiran pemilih lebih tinggi sehingga pilkada pun akan lebih berkualitas dan sukses.

Sementara menurut Danramil 1215, Mayor Inf Kurniadi, TNI dan Polri merupakan institusi yang harus berdiri netral dan berfungsi untuk mengawal dan menjaga keamanan untuk terciptanya Pilkada yang demokratis, aman, damai dan sukses tanpa ekses.

“Mari kita sukseskan Pilkada ini, sebab strategi paling utama suksesnya pelaksanaan Pilkada adalah tergantung pada jalinan sinergitas semua pihak,”ujar Kurniadi.

Kanit Binmas Iptu Didi S, menambahkan,Polri juga akan berdiri netral dan turut berkontribusi pada pelaksanaan Pilkada agar bisa tercipta dengan aman dan lancar.

Bahkan tidak hanya itu, kata Didi, pada saat pelaksanaan Pilkada nanti, baik penyelenggara atau pun masyarakat pemilih diwajibkan mengikuti standar protokol kesehatan agar tidak terjadi Klaster baru Covid-19.

Sementara Ketua PPK, Redi dan Ketua Panwas Adang Wahyu, mereka berharap meski pelaksanaan Pilkada kali ini dalam suasana pandemi, mudah-mudahan terlaksana dengan baik, lancar, dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kai akan selalu melaksanakan tugas sebaik mungkin dan patuh pada amanat undang-undang, agar menghasilkan pimpinan yang berkualitas,”ucapnya. (ENDAH-ANWARWALUYO)


IBU-IBU PERWANITAS TASIK DEKLARASIKAN DUKUNGANNYA PADA PASLON BUPATI IWAN-IIP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sejumlah ibu yang tergabung dalam Persatuan WaniTasik Selatan (Perwanitas) Kabupaten Tasikmalaya yang yang beranggota ema-ema dipimpin Ayang Wici, mendatangi Posko Barisan Relawan Iwan Saputra (Barista) di Kecamatan Karangnunggal untuk menggelar deklarasi menyatakan dukungannya pada Calon Bupati Tasikmalaya, DR. H. Iwan Saputra. (21/9)

Menurut Ayang Wici, ini merupakan spirit untuk sebuah perubahan Kabuaten Tasimalaya dari berbagai sektor, seperti infrastrutur, ekonomi, pendidikan, pertanian dan sektor lainnya.

Dalam deklarasi yang dihadiri langsung DR. H. Iwan Saputra, tujuan dibentuknya Perwanitas, menurut Ayang Wici , pihaknya ingin ikut serta dengan segenap kemampuan para perempuan di Tasela untuk mensukseskan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya,  Iwan Saputra dan H. Iip.

“Kami yang terdiri dari beberapa Koordinator Kecamatan, diantaranya korcam Karangnunggal, Cibalong, Bantarkalong, Bojong Asih, Culamega, Cipatujah, Cikalong dan Pancatengah, dan akan terus dikembangkan hingga seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, untuk mendukung serta memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Iwan Saputra dan H Iip, “tegas Ayang.

Ditambahkan Ayang, perjuangannya untuk mensuksekan Iwan-Iip bukanlah semata karena iming-iming materi dan sebagainya, tapi ini benar-benar lahir dari hati nurani, mengingat Iwan Saputra merupakan putra asli Tasik Selatan. Sehingga sejatinya Perwanitas  berharap agar putra daerah menjadi pemimpin yang bisa membawa perubahan dan kemajuan di Kabupaten Tasikmalaya khususnya Tasik Selatan. 

“Dan ini sesuai dengan slogan kami, Spirit perubahan,yang diyakini aka mampu memenuhi harapan kami kedepannya, “ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya, Iwan Saputra, mengaku sangat gembira dan berterimakasih serta memberikan apresiasi pada dukungan yang diberikan ibu-ibu Parwanitas. 

Iwan mengatakan, jika seandainya Alloh mentakdirkannya menang dalam Pilkada tasikmalaya, diharapkan keberadaan Perwanitas akan tetap menjadi bagian dari kesuksesannya.

“Kami juga berencana untuk melebarkan sayap, bukan hanya di Tasela tapi diseluruh kecamatan di Kabupaten Tasik, “kata Iwan.

 Bahkan, imbuhnya, nantinya kaum perempuan harus menjadi pesaing laki-laki dalam menjalankan roda kemajuan Kabupaten Tasikmalaya untuk andil mensejahterakan masyarakat.

Iwan juga mengatakan, ibu-ibu bukan lagi ke salon tapi merekalah yang nyalon, ibu-ibu petani dibantu dengan cara membentuk koperasi dengan bantuan modal tanpa kembali tapi harus menjadi modal permanen yang bisa menjadikan Income bagi Perwanitas.

“Kita semua harus wani untuk perubahan Kabupaten Tasikmallaya lebih maju lagi, “tegasnya.(ANWARWALUYO)


RATUSAN SAT LINMAS DI KECAMATAN BANTARKALONG IKUTI APEL SIAGA DAN PEMBINAAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Ratusan anggota Sat Linmas se-Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu ikuti apel siaga dan pembinaan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, DR H Mohamad Zen MPd, Camat Bantarkalong, Danramil 1217/Bantarkalong Lettu Inf Dodi Supriadi, Kapolsek Bantarkalong AKP H Iteng SH, Ketua Apdesi Taufan Firmansyah beserta kepala desa, ertempat di GOR Desa Hegarwangi. (17/9)

Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Tasik, Mohamad Zen, menyampaikan, peran Sat linmas dalam sistem keamanan, ketertiban dan kondusifitas lingkungan sangat penting sebagai mitra TNI/Polri, juga mempunyai peranan penting jadi pelopor dan penggerak keamanan lingkungan sekaligus menjadi pelopor kedisiplinan warga melaksanakan protokol kesehatan ditengah masa pandemi Covid19.

Apel siaga dan pembinaan bagi satuan linmas sangat diperlukan, karena menurut Zen, kegiatan ini untuk memberi pengetahuan dan pengalaman baru tentang sistem pertahanan, tugas dan kewajiban linmas.

“Juga sekaligus untuk mempersiapkan anggota linmas pada dalam pengamanan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, “jelas Zen.

Hal senda dikatakan Camat Bantarkalong, H Dodo Ilyas S.Sos, melalui Kepala seksi trantibum Dedi menjelaskan, kegiatan apel siaga dan pembinaan satuan linmas se-Kecamatan Bantarkalong yang  diikuti 180 orang yang berasal dari 8 desa ini selain mendapatkan pembinaan dari Sekda, seluruh anggota sat linmas juga mengikuti pelatihan fisik yang dipandu anggota TNI/Polri.

“Kegiatan ini sengaja digelar untuk penguatan kesiapan sekaligus pembinaan guna pengamanan pelaksanaan pilkada pada bulan desember mendatang, “kata Dodo. 

(UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)


DENGAN SKOR TIPIS DPK KARANGNUNGGAL BERHASIL MASUK KE BABAK BERIKUTNYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dengan skor tipis 1 – 0 Apdesi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya berhasil diraih saat berlaga melawan kesebelasan DPK Apdesi Kecamatan Taraju di lapang bertarap internasional di kecamatan Cisayong.(20/9)

Walau dengan skor tipis, namun kemenangan ini mampu mengantarkan kesebalasan DPK Apdesi  Karangnunggal pada laga berikutnya melawan kesebelasan DPK Apdesi Cipatujah yang dijadwalkan  pada tanggal 4 Oktober 2020 nanti.

Menurut Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STp, MM, ia mengaku cukup bangga serta memberikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim yang sudah bermain all out untuk memenagkankan pertandingan.

 “Dan untuk laga berikutnya melawan Kesebelasan DPK Cipatujah, kita perlu lebih meningkatkan intensitas latihan yang serius, karena kesebelasan Cipatujah ini merupakan lawan cukup tangguh, “kata Asep. 

Ia mengatakan, dalam setiap pertandingan akan selalu hadir dan membawa suporter lebih banyak lagi untuk memberi semangat dan kekuatan mental para pemain.

Sementara sang pencetak gol tunggal, Andi Lala mengungkapkan, ia sangat senang sudah berhasil mengantarkan kesebelasannya masuk ke babak berikutnya. 

Menurutnya, terciptanya gol lewat kakinya ini berkat kerjasama tim yang baik, karena kekompakan dalam sebuah kesebelasan mutlak diperlukan.

 “Semoga dengan kemenangan ini kita akan lebih solid lagi dan bisa meraih juara, mengantarkan nama baik Kecamatan Karangnunggal di tingkat kabupaten, “ujarnya. (ANWAWALUYO)



TERAPKAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN, MUSPIKA KARANGNUNGGALGELAR OPERASI YUSTISI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk menerapkan protokol kesehatan, Polsek Karangnunggal melakukan opersi yustisi dengan razia masker pada sejumlah pengendara di jalan raya.(21/9)

Menurut Kapolsek Karangnunggal, Kompol H Asep Ishak, Sip, saat memimpin langsung operasi yang didampingi Kanit Binmas. Iptu Didi Sutardi, Aiptu Abu Tohir, Aipda Edi Suryana, Bripka Dani Anwas R, S.H., Brigadir Hendi Guntara, 2 Anggota Sat Pol PP serta 2 Anggota Dishub, kepada PNews menyampaikan, pihaknya akan lebih giat lagi dalam upaya penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan yang mulai dilaksanakan pukul 09.00 di Jalan Raya Karangnunggal dan Terminal Rancabakung Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, selain para pengendara kendaraan opersasi yustidi ini juga dilakukan kepada sejumlah pedagang dan tukang ojeg.

Asep mengatakan, ternyata hingga saat ini masih banyak ditemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan khususnya penggunaan masker, sehingga diberikan teguran secara lisan oleh tim sebelum tindakan berupa sanksi denda diberlakukan.

Hari ini tercatat ada 30 pelanggar yang berhasil kami jaring, dan diberikan sanksi soaial harus membacakan teks pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga sanksi fisik melakukan fush up. 

“Setelah kami beri sanksi, mereka pun langsung kami beri masker, “terang Asep.

Asep menambahan, Ini semua merupakan upaya yang wajib yang harus dilaksanakan bersama agar Karangnunggal  terbebas dari Pandemi Covid-19.

“Ini penting, karena bisa saja Pilkada Kabupaten Tasikmalaya terancam gagal jika terjadi lonjakan penularan covid, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)


HARGA JUAL TURUN DRASTIS, NELAYAN PANGANDARAN KINI ENGGAN TANGKAP BABY LOBSTER

PANGANDARANNEWS.COM-Akhirnya dengan sendiri penangkapan baby lobster (benih udang karang) yang akhri-akhir ini marak dilakukan para nelayan Pangandaran, berhenti dengan sendirinya. Pasalnya, kini harga jualnya turun dengan drastis, yang tadinya di kisaran harga Rp 10.000 per ekor, kini hanya Rp 2.500 saja. 

Jelas kondisi harga ini membuat nelayan sekarang merasa enggan untuk menangkap anak udang karang yang masih sebesar jarum ini.

Seperti diungkapkan salah seorang nelayan asal Desa Pangandaran, ia mengaku bisa mendapatkan hasil sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, dalam semalam. Tapi sekarang dengan harga yang sangat murah membuatnya enggan untuk menangkap baby lobster lagi.

“Dengan modal 4 liter bahan bakar genset untuk penerangan di perahu, dalam semalam saya bisa mendapatkan Rp 2juta, “ungkapnya.(19/9)

Menurutnya, biasanya lampu-lampu itu akan mulai dinyalakan sekitar pukul 18.00 hingga pukul 5 dini hari saat ia mengambil ratusan udang-udang kecil yang menempel pada kain beludru (alat yang biasa digunakan).

“anak udang itu pada malam hari akan mendekati cahaya yang dihasilkan dari penerangan lampu lalu menempel pada beludru yang sudah disiapkan, “terangnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu hampir di sepanjang pantai timur Pangandaran, tepatnya mulai di depan Pasar Ikan hingga ke perbatasan Cagar Alam, setiap malam terlihat beberapa perahu dengan penerangan lampu tampak memenuhi di kawasan tersebut.

Walau beberapa waktu lalu Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, tidak menyetujui penangkapan baby lobster tersebut dengan alasan jika anaknya sekarang ditangkapi dikhawatirkan nantinya akan sulit mendapatkan udang lobster di perairan pantai Pangandaran.

Walau memang ada aturan yang membolehkan penangkapan baby lobster, kata Jeje, ia lebih memilih agar di Kabupaten Pangandaran bisa dikecualikan. Jeje tetap khawatir jika saat ini marak anaknya ditangkapi, suatu saat di Pangandaran aka sulit menemukan udang karang (lobster).

“Padahal lobster besar jauh lebih tinggi harga jualnya jika dibanding dijual dengan yang masih baby, “kata Jeje.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Satuan Pol Air Polres Ciamis, AKP Sugianto, saat diminta komentarnya, mengatakan, pihaknya jelas tidak bisa melarang nelayan yang diketahui melakukan penangkapan baby lobster. Pasalnya, perangkat hukum sebagai landasan pelarangan memang tidak ada. 

“Malah yang saya ketahui ada Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan yang membolehkan penangkapan baby lobster, “terangnya, beberapa waktu lalu.

Jika Pemkab Pangandaran menginginkan agar tidak ada panangkapan karena dikhawatirkan ke depan lobster-lobster besar ini akan sulit ditemukan di perairan Pangandaran, ia sangat mendukung kebijakan tersebut. 

“Tapi saat di lapangan saya tidak punya perangkat hukum untuk menghentikannya, “ujarnya. (hiek)


SELAIN MENJADI MITRA USAHA MASYARAKAT, BPR BKPD PANGANDARAN MAMPU HASILKAN PAD


PANGANDARANNEWS.COM
-Sejak diserahkan kepemilikan Perusahaan Umum Daerah (perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  BKPD Pangandaran atau lebih dikenal Bank BKPD Pangandaran dari Pemenerintah Kabupaten Ciamis ke Pemkab Pangandaran pada tanggal 15 Juli 2019 dan secara resmi tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 5 Desember 2019 lalu, Perumda Kabupaten Pangandaran di sektor perbankan ini terus menunjukan peningkatan. Baik peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola mau pun menejmen operasional pun terus digenjot, sehingga kepercayaan masyarakat di bidang jasa perbankan pun semakin dipercaya publik.

Tak hanya menjadi mitra usaha masyarakat, kini BPR Bank BKPD Pangandaran pun telah efektif setor Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagian dari laba perusahaan ke Pemda Kabupaten Pangandaran sebagai pemilik/pemegang saham tunggal dari Bank BKPD Pangandaran.

Seperti dituturkan Direktur Utama BPR Bank BKPD Pangandaran, Aang Ismail, penyerahan laporan setoran PAD ini diterima langsung Bupati Pangandaran sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM).

Aang menjelaskan, melalui proses panjang kedua pemerintahan, Pemkab Pangandaran dan Ciamis, 3 perusahan BPR BKP Pangandaran, BPR BKPD Cijulang dan PDAM, tanggal 15 juli 2019 sepakat untuk diserahterimakan dari Kabupaten Ciamis ke Pangandaran.

Pasca dalam kepemilikan Pemkab Pangandaran, Bank BKPD Pangandaran ada perubahan badan hukum yang memayungi BKPD, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 tahun 2017, yang semula Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang secara resmi tercatat di OJK mulai tanggal 15 Juli 2020, tepat 1 tahun setelah diserahkan dari Kabupaten Ciamis.

“Kini Bank BKPD Pangandaran harus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat, karena laba yang dihasilkan dari usaha bank akan kembali ke masyarakat melalui setoran PAD, “ujar Aang.(16/9)  

Menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan, Pemkab Pangandaran sebagai pemilik BPR BKPD sebenarnya tidak melulu fokus pada keuntungan atau laba saja. Lebih dari itu, menurut Jeje, ia ingin BPR BKPD mampu memposisikan diri menjadi roda penggerak serta berpartisipasi aktiv dalam denyut perekonomian masyarakat.

“Saya tidak cenderung menjadikan BPR BKPD pada profit oriented saja, tapi ia juga harus mampu mengkatrol kemampuan dan daya beli masyarakat, “ungkapnya, saat ditemui PNews Di kediamannya, di Desa Pangandaran.(17/9)

Jika Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)  berperan dalam perekomian di pedesaan, Jeje berharap keberadan BPR BKPD akan mampu menjadi parnert pereknomian daerah, sehingga pada gilirannya masyarakat akan lebih merasa terbantu dengan adanya bank milik pemda ini. Dan dengan sendirinya nantinya publik juga akan tahu keuntungan (profit) yang didapat dari usaha perbankan pemkab ini akan menjadi PAD yang selanjutnya tetap masyarakat juga yang akan menjadi penerima manfaat karena digunakan untuk pembangunan daerah.

Dengan mengambil pasar perekonomian kecil dan mikro, imbuh Jeje, BPR BKPD harus mampu memposisikan diri menjadi bank yang berorientasi pada perekonomian di segmen usaha yang ada di tengah-tengah masyarakat tersebut, tentunnya dengan tetap mengacu pada aturan baku perbankan.

“Di Pangandaran kini sudah mulai kelihatan geliat industri rumahan, usaha di bidang pariwisata, kuliner dan lainnya, nah BPR BKPD harus hadir disana, “kata Jeje.

Dan tentunya ini sangat relevan dengan rencana kebijakan pemda tahun mendatang, karena disamping melanjutkan program yang sudah digulirkan, kata Jeje, rencana kebijakan Pemkab Pangandaran ke depan, salahsatunya akan fokus pada peningkatan daya beli dan perekonomian masyarakat serta peningkatan sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan BPR BKPD mampu menjadi menopang kebijakan tersebut, serta yang pasti BKPD tentunya harus menjadi kebanggan warga Pangandaran, “ucap Jeje.

Ditemui secara terpisah, anggota Komisi II DPRD, Hamdan, mengatakan, kini tinggal masyarakatnya sendiri yang harus mampu menangkap peluang-peluang ekonomi yang sudah ada di depan mata, karena kesempatan ini tidak selalu ada di setiap daerah. Peluang usaha di Daerah Tujuan Wisata (DTW) tentu harus bisa ditangkap masyarakat, karena Pangandaran, melalui sektor pariwisata akan mampu memindahkan peredaran uang dengan jumlah besar dari beberapa daerah masuk dan berputar di Pangandaran.

“Dan melalui BPR BKPD, Pemkab Pangandaran tentunya siap melengkapi perekonomian daerah khususnya pada jasa perbankan, “ungkap politisi PDI Perjuangan ini. (hiek)

JEJE WIRADINATA LANTIK KEPENGURUSAN KARANG TARUNA KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM –Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengukuhkan serta melantik jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Pangandaran periode 2020-2025, bertempat di aula Setda.(16/9)

Dalam sambjtannya, Jeje berpesan agar Karang Taruna mampu belajar mengelola organisasi dengan baik serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah.

Jeje mengatakan, ia tidak mau melihat jika anggota Karangtaruna menjadi generasi yang suka nyinyir di media sosial, tapi sebaliknya harus mampu untuk tampil menjai pemuda yang penuh dengan ide, kreativitas dan dan solusi.

“Marilah kita bersama-sama membangun Pangandaran, salah satunya Karangtaruna harus ikut membantu pemda dalam upaya sosialisasi penanganan dan pencegahan Covid-19, “tegas Jeje.

Jeje juga berharap, agar Karangtaruan bersama Satgas Covid-19 turun ke  lapangan membantu koramio dan polsek dalam mensosialisasi protokol kesehatan Covid-19, seperti penggunaan masker.

Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Subchan Daragana, ia menyampaikan, pemuda harus ikut membangun bangsa ini.

“Pada era digital sekarang Karangtaruna harus bisa berkontribusi salah satunya melalui medsos dengan narasi yang baik dan santun, “ungkap Subchan.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Pangandaran, Dede Supratman, usai dilantik kepada media, mengatakan, dibawah impinannya Karangtaruna bermitmen serta siap bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan di Pangandaran dalam usianyayang masih muda untuk bisa sejajar
dengan daerah lain.

“Karangtaruna juga melihat, empat program prioritas di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pengembangan kawasan wisata, semuanya kini sudah dapat dirasakan masyarakat Pangandaran, ”ungkapnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN