TERKAIT MENINGGALNYA 2 WARGA PANGANDARAN SAAT INI PEMKAB MASIH MENUNGGU HASIL TES DARI RSUD BANJAR

Bupati Pangandaran: “Jangan anggap enteng penyebaran covid-19”

PANGANDARANNEWS.COM – Dua orang warga Pangandaran yang meninggal di RSUD Kota Banjar, hingga saat belum bisa dipastikan, apakah positif corona atau bukan, karena masih menunggu hasil tes yang dikeluarkan dari RSUD Banjar.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media usai mengikuti acara video conference dengan Menteri Dalam Negeri, di Command Center setda Pangandaran.(17/4)

Menurut informasi, kata Jeje, warga yang dari Kecamatan Pangandaran sakitnya sudah lama, dan saya dengar dirawat di RSUD Pandega Pangandaran kemudian dirujuk ke RSUD Banjar.

“Dan memang sudah di test swab oleh pihak RSUD Banjar, kita nunggu saja hasilnya mudah-mudahan 3 atau 4 hari sudah kita terima, ”kata Jeje.

Pada kesempatan yang sama, bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan serta menjalankan gerakan DJCM (Diam di rumah, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun, dan Pergunakan Masker). Dan jangan pernah menganggap enteng pada penyebaran covid-19 ini. Karena
diam di rumah bukan berarti tidak kerja, tetapi dalam bekerja atau melakukan kegiatan sehari-hari tetap harus menggunakan protokol kesehatan.

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran tidak mengeluarkan kebijakan lock down, tapi masyakarat sebaiknya diam di rumah dulul untuk sementara kecuali untuk hal-hal yang memang perlu.

“Kerja boleh tapi tetap harus jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, saya harap protokol itu di pakai, ”tegasnya.

Covid-19 samapi saat ini belum ada obatnya, sehingga ia berharap agar seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan agar imunitas (daya tahan tubuh) bisa melawan virus tersebut, kemudian lakukan pencegahan, salah satunya dengan DJCM.

”Salah satu pencegahan yang dilakuakan pemerintah, Pemkab Pangandaran sudah membeli masker sekitar 150.000 lebih serta terus menerus melakukan sosialisasi, hanya sayangnya masyarakat masih menganggap enteng tidak menangani dengan serius, ”imbuhnya. (PNews)

DELISHA PANDEGA UTAMI, NAMA BAYI YANG LAHIR PERTAMA DI RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COMDelisha Pandega Utami, putri pertama pasangan suami istri Herman Maulana dan Winda Riani warga Dusun Kedungrejo Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, merupakan bayi pertama yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran, tanggal 6 april 2020 lalu.

Dan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran bayinya, pasangan suami-istri pun memberikan nama pada bayi cantiknya, Delisha Pandega Utami.

Menurut Direktur RSUD Pandega Pangandaran drg. Asep Kemal Pasha, Sp.KGA,MM, membenarkan, Delisha Pandega Utami merupakan bayi perempuan yang dilahirkan saat hari pertama dibuka pelayanan RSUD Pandega.

Asep mengatakan, pihaknya sangat antuias setelah mendengar ada pasien yang melahirkan anak pertamanya di RSU Pandega, sehingga ia pun melakukan kunjungan ke rumah pasien bersama dengan staff kebidanan. (18/4).

Selain untuk mengucapkan selamat, kata Asep, kunjungan ke rumah pasangan suami-istri Maulana dan Winda Riani, juga untuk memberikan apresiasi karena ia merupakan salah seorang warga Pangandaran yang sudah memberi kepercayaan pada pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Pandega.

“Dan atas inisiatif bersama, kami memberikan nama bayi tersebut Delisha Pandega Utami, “terangnya.

Asep juga mengatakan, pihaknya sangat berharap RSUD Pandega Pangandaran dapat memberikan senyum kebahagiaan untuk seluruh warga masyarakat, tentunya dengan pelayanan kesehatan terbaik.

Sementara itu orang tua Delisha Pandega Utami, Herman Maulana, merasa senang dan mempunyai kebanggaan tersendiri karena kelahiran putri pertamanya sudah lahir dengan selamat di RSUD Pandega Pangandaran, rumah sakit kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Disoal pemberian nama bayinya dengan mencantumkan Pandega nama RUSD Pangandaran, menurut Herman, ini merupakan wujud rasa syukurnya karena proses kelahiran bayi pertamanya berjalan lancar dengan pelayanan medis yang sangat memuaskan.

“Nama Delisha artinya kebahagiaan dan Pandega tentunya semua orang tahu itu nama RSUD Pangandaran, “terangnya. (PNews)

DI TENGAH PANDEMI COVID-19 TAK SURUTKAN KEPEDULIAN WARGA NANGELASARI BANGUN RUTILAHU

TASIKNEWES-Dalam kondisi saat ini ketika fokus dalam upaya pencegahan mewabahnya virus corona, bukan berarti kegiatan yang lainnya harus terabaikan. Karena di tengah-tengah upaya pencegahan covid-19, masyarakat di Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, masih tetap bisa melakukan aksi gotongroyong untuk memperbaiki salah satu rumah milik Marsih di Dusun Cibadak yang sudah tidak layak huni dan sebuah mushala.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Nangelasari, Yoyo Suryono, kepada Pangandaran News, menyampaikan, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini diambil dari swadaya masyarakat murni, tidak ada sumber dana dari manapun juga.

“Dan kegiatan ini juga murni inisiatif warga, karena ada tetangga yang kondisi bangunan rumahnya  yang sudah tidak layak dihuni, maka warga pun terpanggil untuk saling membantu dengan memperbaikinya secara gotong royong,”ungkap Yoyo.(17/4)

Yoyo menambahkan, di tengah kondisi saat ini kepedulian masyarakat satu dengan lainnya harus tetap terjaga, rasa kepedulian pada sekitar harus tetap ada. Karena niat baik untuk menolong sesama, selain mendapat respon dan antusias warga lainnya, tentunya ini juga bisa menjadi amal ibadah untuk semua.

Yoyo mengaku, ia tentu merasa iba dan bangga karena mempunyai warga yang masih memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, karena sejatinya swadaya serta sipat gotongroyong ini jelas tidak bisa dihitung secara finansial.

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, dan saya selalu berpesan kepada seluruh masyarakat Desa Nangelasari agar tetap harmonis, dinamis dan kepedulian sosial ini tetap tumbuh di masyarakat, “imbuhnya.

Yoyo juga menyampaikan pembangunan mushola hingga saat ini belum rampung karena memang masih menunggu donatur lain untuk biaya penyelesaian pembangunnya. (ANWARWALUYO)







PENYALURAN RP 40 MILYAR BANTUAN PEMKAB PANGANDARAN, TIDAK AKAN MENUNGGU BANSOS DARI PEMPROV DAN PUSAT

Bupati Pangandaran, H. JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM – Untuk penanganan jaring pengaman sosial dampak pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 80 miliar., dengan rincian, 50 % anggaran ini akan digelontorkan ke masyarakat untuk membantu kebutuhan pangan selama pandemi Covid-19. Dan bantuan untuk 100 ribu Kepala Keluarga (KK) ini dan ditargetkan didistribusikan mulai Sabtu atau Minggu tanggal 18-19 april 2020.

Masing-masing KK nantinya akan mendapat bantuan pangan senilai Rp 150 ribu, dengan rincian Rp 100 ribu berupa beras dan Rp 50 ribu untuk lauk pauk, dan bantuan ini diberikan dalam bentuk voucher yang kemudian bisa ditukarkan di warung yang sudah ditunjuk.

“Untuk 100 ribu KK in berarti dibutuhkan sekitar Rp 15 miliar sebulan yang kita berikan selama dua setengah bulan, jadi butuh sekitar Rp 40 miliar,” kata Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, di sela-sela sosialsisasi covid-19 di Pasar Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.(16/4).

Bupati menjelaskan, awalnya bantuan ini akan disalurkan setelah turun bantuan dari Pemprov Jawa Barat, namun karena bantuan tersrbut hingga saat ini belum kunjung datang, maka Pemkab Pangandaran akhirnya memutuskan untuk lebih dulu menyalurkan bantuan ini.

Hingga saat ini mungkin pemprov masih melakukan pendataan dan persiapan karena jawa barat cakupan wilayahnya luas. Tapi, menurut bupati, karena masyarakat sudah banyak yang menantikan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengucukan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten lebih dulu.

“Saya menargetkan ini bisa direalisasikan pada akhir pekan ini, karena saat ini kami  masih mempersiapkan warung-warung tempat penukaran voucher, dan juga akankita atur juga agar pendistribusiannya nanti tidak memicu kerumunan,”terang bupati.

Bupati juga memastikan, bantuan dari APBD Kabupaten Pangandaran ini tidak akan tumpang tindih dengan bantuan dari Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaraoemerintah pusat, karena Pemkab Pangandaran sudah melakukan sinkronisasi data sehigga klasifikasi dan sasarannya pun jelas.

“Warga yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov bisa mendapat bantuan dari Pemkab Pangandaran, intinya saya ingin masyarakat segera mendapat bantuan,”tegasnya. (PNews)

DUA WARGA PANGANDARAN YANG MENINGGAL DI RSUD BANJAR PROSES PEMAKAMANNYA IKUTI SOP

PANGANDARANNEWS-Dua pasien Dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Pangandaran, meninggal dunia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar, saat dalam penanganan tim medis. Satu orang meninggal di ruang isolasi Covid-19, sementara pasien lainnya meninggal saat masih di IGD.(17/4)

Juru Bicaara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, membenarkan, kedua orang PDP yang meninggal dunia saat dirawat di RSUD Banjar merupakan warga Pangandaran.

Dikatakan Yani, Seorang PDP berjenis kelamain laki-laki berusia 52 tahun warga Kecamatan Kalipucang yang diketahui bekerja di Cianjur dan baru pulang kemarin malam ini datang ke IGD RSUD Banjar pada Kamis tanggal 16 april sekitar jam 19.32 WIB, rujukan dari Puskesmas Kalipucang dengan awal gejala mengalami sakit gondongan (Parotis). Dan berdasarkan laporan pasien sempat dipijat dan mengalami keluhan batuk selama 5 hari, panas, sesak nafas dan susah menelan. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar, pasien meninggal di ruang IGD dan belum masuk ke ruang isolasi. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar pasien meninggal di ruang IGD sebelum masuk ke ruang isolasi.

“Dan seorang lagi berjenis kelamin wanita berusia 62 tahun asal Kecamatan Pangandaran, masuk IGD RSUD Banjar pada hari kamis tanggal 16 april sekitar jam 15.30 WIB, masuk isolasi Covid-19 jam 18.00 WIB, saat datang pasien mengalami sesak napas dan demam selama 3 hari," terangnya.

Pada awalnya keduanya berstatus ODP tapi setelah masuk RSUD Banjar dengan gejala yang ada, kata Yani, lalu ditetapkan menjadi PDP, dan saat pasien mengalami gelaja sesak dan demam akhirnya masuk ke ruang isolasi hingga meninggal dunia hari Jumat tanggal 17 april sekitar pukul 06.00 WIB saat dalam penanganan tim medis di ruang isolasi.

“Dan enurut keterangan pasien mengalami penyakit diabetes dan sempat dirawat di RSUD Pandega Pangandaran. “terang Yani.

Yani menambahkan, sebelum meninggal pasien sempat menjalani swab diagnosa tapi hasilnya baru akan diketahui 3-4 hari mendatang.

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiadinata, kepada beberapa awak edia, membenarkan, ada dua warganya yang meninggal dunia di RSUD Banjar.

Jeje menghimbau, agar masyarakat untuk tidak menganggap enteng pandemi virus corona COVID-19 ini, karena pemerintah pun terus menerus melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar virus corona ini tidak masuk ke wilayah Pangandaran yang saat ini masih dalam zona biru.

"Dan kita pun secepatnya akan melakukan Rapid Test pada keluarga kedua pasien yang meninggal, meskipun hingga saat ini keduanya belum dinyatakan positif Covid-19,"jelasnya.

Masih kata bupati, kini Pemkab Pangandaran sedang menunggu hasil diagnosa untuk pasien warga Kecamatan Pangandaran yang sempat dilakukan tes swab sebelum meninggal. Dan seperti diketahui, dalam prosesi pemakaman kedua jenazah tersebut, memang dilakukan sesuai SOP yang dikeluarkan RSUD Banjar.

“Saya berharap masyakat mau menerapkan gerakan DJCM, yakni dirumah saja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan gunakan masker, “tegasnya lagi. (PNews)

UPAYA PENCEGAHAN COVID-19, KADES MERTAJAYA SERAHKAN APD ADA PERANGKAT DI WILAYAHNYA

TASIKNEWS- Dengan disaksikan babinsa, babinkamtibmas,  MUI desa dan BPD, Kepala Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya, Agus Saepurohman, menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada kepala dusun, RT dan RW yang ada di wilayahnya, untuk memberikan perlindungan agar sehat terhindar dari virus corona, mengingat  mereka merupakan tempat pertama dalam pelayanan masyarakat di desa, yang dilaksanakan di aula desa.(16/4)

Agus mengatakan,  penyerahan APD  sebagai bentuk kepedulian pemdes perangkatnya agar dalam pelayanan pada warga tidak terhambat.

“Mudah-mudahan sarana kesehatan ini bisa bermanfaat sehingga tugas-tugas mereka di tengah masyarakat pun akan tetap lancar, “kata Agus.

Selain penyerahan APD, imbuh Agus, Pemdes Mertajaya juga sudah melakukan penyemprotan disinpketan serta mengedukasi warga agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Sementara Babimas, Deni Koswara,  menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jangan percaya berita hoak yang terkait dengan pemberitaan corona, kalau belum jelas sumber beritanya jangan asal dishare, cari dulu kebenarannya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Mertajaya, mudah-mudahan segala kegiatan ini menjadi upaya kita semua untuk mencegah mewabahnya covid-19 di wilayah kita, “ungkap Deni. (ANWARWALUYO)

HMI PERTANYAKAN KETEPATAN CARA PENANGANAN COVID-19 DI KOTA BANJAR

BANJARNEWS-Pada pertengahan bulan april ini angka pasien COVID-19 di Kota Banjar sudah mencapai 142 orang pasen, 4 diantaranya meninggal dunia warga luar Banjar, sebanyak 86 Orang Dalam Pengawasan (ODP),  18 0rang Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 31 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP), diantaranya 19 orang warga Banjar dan 12 orang lagi warga luar Banjar.
Hampir satu bulan Pemkot Banjar melakukan berbagai upaya untuk menanganinya pencegahan mewabahnya virus corona ini, tapi sudah tepatkah caranya?

Menurut Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah  (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wilayah Kota Banjar, Budi Nugraha, ini kejadian luar biasa sehingga penanganannya juga harus luar biasa, tapi ternyata Pemerintah Kota Banjar gagap menghadapi ini.

Ketika  Daerah lain sudah melakukan full alert dalam menangani wabah covid-19 ini, di saat yang sama Pemkot Banjar masih terlihat kurang serius. Ketidak seriusan ini dalam seketika menjelma menjadi ketidak siapan ketika situasinya tereskalasi demikian cepat.

Kata Budi, Pemkota Banjar dan  Central Crisis Corona, beberapa waktu lalu mengumumkan satu kasus PDP meninggal asal Bandung yang saat itu diumumkan melalui Jubir H.Tomy Subagja, jenazahnya dimakamkan di Cisaga. Bagi media dan  publik pengumuman itu seolah menegaskan ketidak seriusan pemerintah, bahkan keraguan terhadap ketidak percayaan pada jajaran pemerintah sendiri yang sebelumnya terkesan tertutup.

“Pemkot selalu tidak memberikan penjelasan yang detil terkait beberapa pertanyaan yang di ajukan wartawan, “kata Budi, saat ditemui Pangandaran News di sekretariat HMI Banjar.(16/4)

Keraguan ini, kata Budi, diperparah dengan penanganan kasus di lapangan yang dipandang tidak memadai, mulai dari lemahnya perlindungan data pribadi korban, buruknya komunikasi publik, hingga minimnya kesiapan teknis dan medis, seperti alat test, APD, hingga kapasitas rumah sakit dan mekanisme pendataan kontak (contact tracing).

“Intinya, kafasitas pemerintah dalam menangani krisis ini patut dipertanyakan, “imbuhnya.

Ia menambahkan, ditambah lagi dampak dari virus corona dengan anjuran diam di rumah, jaga jarak dan pemakaian masker, ternyata kebijakan ini tidak diiringi dengan jalan keluar yang tentunya ini menjadi masalasah baru di masarakat.

“Dan ini terjadi bukan hanya kota Banjar saja , mungkin semua daerah juga pemerintah tidak siap menghadapi corona ini, “tegas Budi.

Masih kata Budi, sistem kesehatan ternyata kolaps menghadapi wabah ini, yang membedakan adalah magnitude atau derajat tindakan pemerintah. Dalam ketidaksiapan yang derajatnya berbeda-beda leaderd ship wali Kota  harus tetap terlihat dengan jelas dan tegas

“Di berbagai daerah yang saya tahu, kejadian luar biasa ini sama,sistem kesehatan,  ekonomi, budaya, sosial, semuanya kolaps , tapi keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus virus corona ini tetap harus diperlihatkan pada masyarakat. “pungkasnya. (TITO)

PEMERINTAH KECAMATAN PANCATENGAH, TNI DAN POLRI BAGIKAN 1000 MASKER GRATIS

TASIKNEWS-Akksi simpatik dalam pencegahan wabah covid-19, menjadi bentuk kepedulian pemerintah Kecamatan Pancatengah, Polsek, Koramil Cikatomas, Puskesmas serta elemen masyarakat, untuk membagikan 1000 masker gratis kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Pancatengah, baik warga Pancatengah atau pun warga dari luar wilayah.

Kapolsek Pancatengah, Iptu Roni Hartono, SE MH, mengatakan, pembagian masker ini sebagai bentuk sosial agar masyarakat sadar akan kesehatan dirinya sendiri.

Dalam pencegahan penyebaran dan dalam rangka memutus rantai Covid-19, kata Roni, pemerintah, TNI dan Polri  selalu memberikan arahan kepada warga agar yang mau keluar rumah harus selalu memakai masker, ini salah satu bentuk pencegahan mewabahnya virus corona.

Disoal ada dan tidaknya saat ini warga Pancatengah yang terindikasi atau terpapar Covid-19, Roni menyampaikan, hal ini tentu bukan kewenanganya untuk menjelaskan.

“Kalau urusan itu silahkan tanya langsung ke Puskesmas Pancatengah yang punyakewenangannya, kita disini hanya mengawal dan memberikan sosialisasi, “kata Roni.(15/4)

Aksi pembagian 1000 masker gratis ini, turut dihadiri Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, BPPD,  Satpol PP, Ormas GMBI dan beberapa media.

Di tempat terpisah Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, kepada Pangandran News, mengatakan,  masyarakat diharap jangan panik, yang terpenting rajin ibadah berjamaah di mesjid, sholat dhuha tahajud dan lima waktu.

“Dengan sering ibadah lima waktu wabah virus corona  covid 19 Insaalloh akan segera hilang, “tuturnya. (ANWARWALUYO)

UPAYA PENCEGAHAN MEWABAHNYA VIRUS CORONA, PEMDES CINTAWANGI BENTUK RELAWAN DESA

TASIKNEWS-Di tengah pandemi virus corona yang masih mewabah, Pemerintahan Desa (Pemdes) Cintawanggi  Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, membentuk Gugus Tugas Relawan Desa bersama babimsa, terus melakukan tindakan pencegahan covid 19, seperti yang dianjurkan baik oleh Pemkab, pemprov dan Pemerintah Pusat. Dan gugus tugas ini pun akan dibuat di beberapa titik perkampungan ataupun perumahan dengan lokasi pos utamanya di kantor desa.

Kepada Pangandran News Kepala Desa Cintawangi, Tohir E Sumarlin mengatakan, pihaknya telah membentuk relawan Covid-19 yang akan membantu dan melindungi masyarakat.

Relawan Desa ini, kata Tohir, harus patuh apa yang diamanatkan Pemdes serta sigap dalam menangani pencegahan mewabahnya covid-19.

“Mari kita terus berupaya, seperti diam di rumah, menggunakan masker, cuci tangan serta jangan lupa terus beribadah dan berdoa’ mudah-mudahan bencana non alam ini segera berlalu, “ungkap Tohir.(14/4)

Menurut salah seorang relawan, Udin, protokol penanganan Covid-19 yang harus dilakukan antara lain, mempersiapkan APD dan bekerja sama dengan bidan Desa, Puskesmas dan rumah sakit, sebab ini merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat.

“Relawan sekarang sedang dipesan untuk menyiapkan APD, masker, termometer, handitaizer, mesin penyemprot dan cairan disintfiktan,” tuturnya.

Prinsip kerja relawan desa, Kemudian, gotong royong dengan melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.

“Jadi mulai dari kepala desa, aparat desa, babimsa, babinkamtibmas  dan masyarakat semuanya harus terlibat,”jelasnya..

Hal senda dikatakan Babinsa Desa Cintawangi, Toni, untuk pencegahan mewabahnya  virus corona yang terpenting warga harus selalu menjaga pola hidup sehat, cuci tanggan pakai sabun dan selalu  beribadah.

“Masyrakat janngan panik dan jangan takut berlebihan, tapi tetap waspad dengan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah serta jangan lupa berdoa’ agar masyrakat musibah ini segera selesai, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

ASEP NOORDIN:”PEMKAB PANGANDARAN HARUS LENGKAPI BIDAN DAN POSKO COVID-19 YANG ADA DI DESA”

PANGANDARANNEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M  menyambut baik dan mengapresiasi terhadap langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang melakukan pengetatan wilayah perbatasan, seperti di perbatasan Cimerak, Langkaplancar, Padaherang dan Kalipucang, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan DPRD ke lapangan terutama ke wilayah-wilayah perbatasan, apa yang dilakukan pemda sudah sangat luar biasa dalam rangka pengetatan wilayah.  dan pendataan di perbatasan pun sudah dilakukan dengan cukup baik.

“Hanya sayang, hasil pencatatan tersebut tidak terinformasikan ke desa-desa tujuan, jadi  alangkah bagusnya kalau data tersebut langsung disampaikan ke desa dimana orang tersebut tercatat,”  ungkapnya usai memberikan APD kepada Puskemas Padaherang dan bidan Desa Cibuluh Kecamatan Pangandaran.(14/4)

Apalagi saat ini, lanjutnya, disinyalir sudah mulai ada pergerakan arus mudik terutama dari Jakarta dan Bandung, sehingga data yang ada di perbatasan hendaknya secepatnya di informasikan ke desa tujuan.

Selain melakukan pemantauan ke wilayah perbatasan, kata Asep, ia pun melakukan pemantauan ke desa-desa untuk melihat langsung penanganan dan pencegahan Covid-19. Namun ia melihat posko-posko yang ada di desa belum dilengkapi alat pelindung diri (APD).

”Seperti tadi di Desa Cibuluh ada ODP yang sakit, bidan desa melakukan penanganan tapi sangat disayangkan bidan desa tersebut tidak memiliki APD dan ia hanya menggunakan alat seadanya yaitu jas hujan,” jelasnya.

Asep berharap, untuk ke depan Pemkab Pangandaran melakukan penguatan melengkapi sarana di posko-posko desa, karena bisa jadi ODP ada di desa.

Asep juga mengatakan, yang tidak kalah penting, pemda harus terus memberikan pemahaman kepada desa-desa terkait dengan ODP, sebab masih banyak desa yang belum paham.

”Saat saya tanya data ODP, ternyata desa masih menyodorkan data secara keseluruhan sehingga ODP yang sudah melewati masa 14 hari masih terhitung,” tuturnya. (PNews)

WUJUD KEPEDULIAN PADA PENCEGAHAN COVID-19, SMK BANJARSARI BAGIKAN 500 MASKER GRATIS

PANGANDARANNEWS-Upaya pencegahan mewabahnya covid-19 bukan hanya tugas pemerintahan saja, tapi merupakan tugas bersama. Dan banyak hal bisa dilakukan untuk ikut berpartisipasi agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona  ini.

Seperti yang dilakukan sebuah lembaga pendidikan, SMK Muhammadiyah Banjarsari Kabupaten Ciamis, dengan membagikan 500 buah masker kepada masyarakat, paling tidak ini menjadi sebuah upaya pencegahan agar virus corona tidak menyebar kemana-mana.

Menurut Kepala SMK Banjarsari, Drs. Agus Sulaeman, ini merupakan bentuk kepedulian lembaga pendidikan pada bencanan non alam yang sekarang terjadi.

“Yang paling baik saat ini, ikut anjuran pemerintah, salah satunya masyarakat harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona, “ujarnya.(14/4)

Namun, kata Agus, ternyata tidak semua masyarakat menggunakan masker, karena selain terkendala harganya yang relatif mahal juga karena sekarang memang sulit mendapatkannya.

Kata Agus, kondisi ini yang harus didorong sejumlah pihak untuk bersama-sama membagi-bagikan masker gratis, sehingga nantinya tidak ada lagi alasan masyarakat untuk tidak menggunakan masker.

“Dan sebagai bentuk kepedulian kami, hari ini sudah dibagikan 500 masker secara grtais kepada masyarakat, “terangnya.

Agus menambahkan, SMK Muhammadiyah Banjarsari yang ikut serta dalam program Gerakan Memakai Masker Gratis (GEMAS). *Tn

426 CPNS DI LINGKUP PEMKAB PANGANDARAN HARI INI TERIMA SK PNS

Bupati Pangandaran: “Pemkab Tidak Akan Mengeluarkan Ijin Pindah Selama 10 Tahun Ke Depan”

PANGANDARANNEWS –Sesuai ketentuan pasal 36 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun  2007, CPNS yang telah memenuhi persyaratan diangkat menjadi PNS oleh Pejabat Pembina Kepegawaian ke dalam jabatan dan pangkat tertentu dan apabila telah memenuhi persyaratan lulus pendidikan dan pelatihan serta sehat jasmani dan rohani.

Demikian dituturkan Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, H. Dani Hamdani, dalam acara penyerahan SK kepada 426 ASN yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula kantor bupati. (14/4)

“Seluruh ASN yang menerima SK hari ini telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lulus, “terang Dani.

Dani menuturkan, CPNS yang ada di Pemkab Pangandaran selurunya berjumlah 431 orang, diantaranya 427 formasi umum dan 4 CPNS dari formasi bidan PTT, namun yang dianggap sudah memenuhi sarat diangka menjadi PNS berjumlah 426, semuanya dari formasi umum.

“Dan 1 orang CPNS dari formasi umum belum dapat diangkat kerena belum memenuhi syarat, belum mengikuti Diklat Prajabatan, dan sebanyak 4 orang dari formasi bidan PTT dikarenakan mereka belum 1 tahun dalam masa percobaan “terang Dani.

Dani menambahkan, PNS yang menerima SK hari ini, rinciannya tenaga Kependidikan 241orang, tenaga Kesehatan 131 orang dan tenaga teknik umum sebanyak 59 orang.

“SK PNS ini akan diserahkan kepada para CPNS secara bertahap mulai tanggal 14-16 April 2020 dengan protokol acara disesuaikan dengan kondisi sekarang, mengikuti himbauan pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, “imbuhnya.

Sementara, dalam sambtannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, berharap para PNS yang hari ini menerima SK, mampu bekerja dengan baik, berdedikasi serta taat pada aturan.

Jeje juga meminta untuk PNS dari luar daerah agar segera mengurus administrasi kependudukan untuk segera berdomisili di Kabupaten Pangandaran, sehingga akan lebih memiliki rasa tanggung jawab.

“Dan perlu diperhatikan, Pemkab Pangandaran tidak akan mengijinkan permohonan pindah kerja ke luar wilayah selama 10 tahun ke depan karena kami masih membutuhkan tenaga PNS. “tegas bupati.
(PNews)

UPAYA PENCEGAHAN COVID-A9, DESA BANTARKALONG LAKUKAN MENYEMPROTAN DISINPEKTAN DAN UP DATE DATA PEMUDIK

TASIKNEWS-Seperti di tempat lain, Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, sudag beberapa hari gencar melakukan  penanggulangan virus corona, salah satunya melalui penyemprotan rutin desinfektan disejumlah tempat umum. seperti di kantor, rumah ibadah dan sejumlah fasilitas umum lain.

Penyemprotan ini diharapkan bisa mematikan virus sehingga penyebaran covid-19 ini bisa ditanggulangi. Selain penyemprotan, tim dan relawan desa juga  melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang berisiko dan para pemudik yang datang ke Desa Bantarkalong.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bantarkalong, H. Yani, mengatakan, sosialisasi ini juga dilakukan melalui baliho, spanduk atau secara langsung  kepada masyarakat agar melakukan pola hidup sehat sering cuci tanggan pakai sabun  dan yang paling ibadah sholat lima waktu.

"Ini untuk siapa saja yang ingin melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan ruangan," katanya. (13/4)

Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa Bantarkalong, kata Yani, buka 24 jam serta terbuka untuk siapa saja yang ingin melakukan pemeriksaan, karena posko sudah dilengkapi dengan alat pengecekan suhu tubuh dan ruangan.

Di tempat terpisah  Sekdes Bantarkalong, Seny, berharap semoga  wabah virus corona cepat hilang  sebelum ramadhan tiba agar masyrakat  bisa melakukan ibadah dengan tenang tanpa hantui wabah virus corona

Seny juga mengatakan, pihaknya selalu update data kepulangan warga yang datang dari dari zona merah untuk diteruskan ke satgas kecamatan.

“Jadi siapa saja warga yang datang ke Desa Bantarkalong setiap hari bisa kita pantau, “terangnya. (ANWARWALUYO)

KARANGTARUNA DUSUN WANGUN CIBONGAS DIBANTU RELAWAN LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DI PEMUKIMAN WARGA

TASIKNEWS-Karang Taruna Dusun Wangun Desa Cibonggas  Kecamatan Pancatenggah  Kabupaten Tasikmalaya  bekerjasama dengan relawan, masyrakat dan pemerintah kecamatan, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat fasilitas umum, seperti linggungan madrasah, rumah warga dan tempat ibadah.

Menurut Kepala Dusun Wangun, Munawar, aksi sosial penyemprotan cairan disinfektan di seluruh wilayah desa  cibonggas kec pancatenggah  merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona, sehingga diharapkan bisa memberikan ketenangan kepada warga.

“Kegiatan ini juga melibatkan para Ketua RW/RT yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, “terangnya.(13/4)

Sementara salah seorang pengurus Karangtaruna, Dani,  berharap agar masyarakat mengikuti dan melaksanakan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah, jaga jarak, tidak panik dan selalu waspada, termasuk juga untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan.
Dikatakan Dani, kegiatan penyempotan ini terlaksana atas dukungan dari pemerintah desa serta masyrakat Desa Cibonggas.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk melakukan pencegahan covid-19, dan tidak lupa untuk selalu berdoa semoga wabah ini segera berakhir, sehingga warga pun bisa beraktifitas seperti semula,”ungkapnya.

Dani juga bersukur, karena hingga saat imi masyarakat Desa Cibongas tidak ada yang bergejala corona, dan semoga penyempotan disinfektan ini mampu memutus mata rantai penularan covid-19  sebelum ramadhan tiba  agar masyrakar bisa melaksanakan ibadah ibadah puasa dengan tenang  tanpa dihantui  rasa khawatir dan was-was.

“Yang terpenting  dan jangan lupa selalu menjaga pola hidup serta sehat cuci tanggan menggunakan sabun, “imbuhnya.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Cibongas, Dedi Yanto, menyamppaikan, kegiatan penymprotan disinpektan ini merupakan agenda rutin 1 minggu sekali.

“Mudah-mudahan musibah ini segera berlalu dan kita pun bisa melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan kegiatan amalan kita, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN