DUA WARGA PANGANDARAN YANG MENINGGAL DI RSUD BANJAR PROSES PEMAKAMANNYA IKUTI SOP

PANGANDARANNEWS-Dua pasien Dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Pangandaran, meninggal dunia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar, saat dalam penanganan tim medis. Satu orang meninggal di ruang isolasi Covid-19, sementara pasien lainnya meninggal saat masih di IGD.(17/4)

Juru Bicaara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, membenarkan, kedua orang PDP yang meninggal dunia saat dirawat di RSUD Banjar merupakan warga Pangandaran.

Dikatakan Yani, Seorang PDP berjenis kelamain laki-laki berusia 52 tahun warga Kecamatan Kalipucang yang diketahui bekerja di Cianjur dan baru pulang kemarin malam ini datang ke IGD RSUD Banjar pada Kamis tanggal 16 april sekitar jam 19.32 WIB, rujukan dari Puskesmas Kalipucang dengan awal gejala mengalami sakit gondongan (Parotis). Dan berdasarkan laporan pasien sempat dipijat dan mengalami keluhan batuk selama 5 hari, panas, sesak nafas dan susah menelan. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar, pasien meninggal di ruang IGD dan belum masuk ke ruang isolasi. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar pasien meninggal di ruang IGD sebelum masuk ke ruang isolasi.

“Dan seorang lagi berjenis kelamin wanita berusia 62 tahun asal Kecamatan Pangandaran, masuk IGD RSUD Banjar pada hari kamis tanggal 16 april sekitar jam 15.30 WIB, masuk isolasi Covid-19 jam 18.00 WIB, saat datang pasien mengalami sesak napas dan demam selama 3 hari," terangnya.

Pada awalnya keduanya berstatus ODP tapi setelah masuk RSUD Banjar dengan gejala yang ada, kata Yani, lalu ditetapkan menjadi PDP, dan saat pasien mengalami gelaja sesak dan demam akhirnya masuk ke ruang isolasi hingga meninggal dunia hari Jumat tanggal 17 april sekitar pukul 06.00 WIB saat dalam penanganan tim medis di ruang isolasi.

“Dan enurut keterangan pasien mengalami penyakit diabetes dan sempat dirawat di RSUD Pandega Pangandaran. “terang Yani.

Yani menambahkan, sebelum meninggal pasien sempat menjalani swab diagnosa tapi hasilnya baru akan diketahui 3-4 hari mendatang.

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiadinata, kepada beberapa awak edia, membenarkan, ada dua warganya yang meninggal dunia di RSUD Banjar.

Jeje menghimbau, agar masyarakat untuk tidak menganggap enteng pandemi virus corona COVID-19 ini, karena pemerintah pun terus menerus melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar virus corona ini tidak masuk ke wilayah Pangandaran yang saat ini masih dalam zona biru.

"Dan kita pun secepatnya akan melakukan Rapid Test pada keluarga kedua pasien yang meninggal, meskipun hingga saat ini keduanya belum dinyatakan positif Covid-19,"jelasnya.

Masih kata bupati, kini Pemkab Pangandaran sedang menunggu hasil diagnosa untuk pasien warga Kecamatan Pangandaran yang sempat dilakukan tes swab sebelum meninggal. Dan seperti diketahui, dalam prosesi pemakaman kedua jenazah tersebut, memang dilakukan sesuai SOP yang dikeluarkan RSUD Banjar.

“Saya berharap masyakat mau menerapkan gerakan DJCM, yakni dirumah saja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan gunakan masker, “tegasnya lagi. (PNews)

UPAYA PENCEGAHAN COVID-19, KADES MERTAJAYA SERAHKAN APD ADA PERANGKAT DI WILAYAHNYA

TASIKNEWS- Dengan disaksikan babinsa, babinkamtibmas,  MUI desa dan BPD, Kepala Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya, Agus Saepurohman, menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada kepala dusun, RT dan RW yang ada di wilayahnya, untuk memberikan perlindungan agar sehat terhindar dari virus corona, mengingat  mereka merupakan tempat pertama dalam pelayanan masyarakat di desa, yang dilaksanakan di aula desa.(16/4)

Agus mengatakan,  penyerahan APD  sebagai bentuk kepedulian pemdes perangkatnya agar dalam pelayanan pada warga tidak terhambat.

“Mudah-mudahan sarana kesehatan ini bisa bermanfaat sehingga tugas-tugas mereka di tengah masyarakat pun akan tetap lancar, “kata Agus.

Selain penyerahan APD, imbuh Agus, Pemdes Mertajaya juga sudah melakukan penyemprotan disinpketan serta mengedukasi warga agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Sementara Babimas, Deni Koswara,  menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jangan percaya berita hoak yang terkait dengan pemberitaan corona, kalau belum jelas sumber beritanya jangan asal dishare, cari dulu kebenarannya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Mertajaya, mudah-mudahan segala kegiatan ini menjadi upaya kita semua untuk mencegah mewabahnya covid-19 di wilayah kita, “ungkap Deni. (ANWARWALUYO)

HMI PERTANYAKAN KETEPATAN CARA PENANGANAN COVID-19 DI KOTA BANJAR

BANJARNEWS-Pada pertengahan bulan april ini angka pasien COVID-19 di Kota Banjar sudah mencapai 142 orang pasen, 4 diantaranya meninggal dunia warga luar Banjar, sebanyak 86 Orang Dalam Pengawasan (ODP),  18 0rang Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 31 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP), diantaranya 19 orang warga Banjar dan 12 orang lagi warga luar Banjar.
Hampir satu bulan Pemkot Banjar melakukan berbagai upaya untuk menanganinya pencegahan mewabahnya virus corona ini, tapi sudah tepatkah caranya?

Menurut Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah  (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wilayah Kota Banjar, Budi Nugraha, ini kejadian luar biasa sehingga penanganannya juga harus luar biasa, tapi ternyata Pemerintah Kota Banjar gagap menghadapi ini.

Ketika  Daerah lain sudah melakukan full alert dalam menangani wabah covid-19 ini, di saat yang sama Pemkot Banjar masih terlihat kurang serius. Ketidak seriusan ini dalam seketika menjelma menjadi ketidak siapan ketika situasinya tereskalasi demikian cepat.

Kata Budi, Pemkota Banjar dan  Central Crisis Corona, beberapa waktu lalu mengumumkan satu kasus PDP meninggal asal Bandung yang saat itu diumumkan melalui Jubir H.Tomy Subagja, jenazahnya dimakamkan di Cisaga. Bagi media dan  publik pengumuman itu seolah menegaskan ketidak seriusan pemerintah, bahkan keraguan terhadap ketidak percayaan pada jajaran pemerintah sendiri yang sebelumnya terkesan tertutup.

“Pemkot selalu tidak memberikan penjelasan yang detil terkait beberapa pertanyaan yang di ajukan wartawan, “kata Budi, saat ditemui Pangandaran News di sekretariat HMI Banjar.(16/4)

Keraguan ini, kata Budi, diperparah dengan penanganan kasus di lapangan yang dipandang tidak memadai, mulai dari lemahnya perlindungan data pribadi korban, buruknya komunikasi publik, hingga minimnya kesiapan teknis dan medis, seperti alat test, APD, hingga kapasitas rumah sakit dan mekanisme pendataan kontak (contact tracing).

“Intinya, kafasitas pemerintah dalam menangani krisis ini patut dipertanyakan, “imbuhnya.

Ia menambahkan, ditambah lagi dampak dari virus corona dengan anjuran diam di rumah, jaga jarak dan pemakaian masker, ternyata kebijakan ini tidak diiringi dengan jalan keluar yang tentunya ini menjadi masalasah baru di masarakat.

“Dan ini terjadi bukan hanya kota Banjar saja , mungkin semua daerah juga pemerintah tidak siap menghadapi corona ini, “tegas Budi.

Masih kata Budi, sistem kesehatan ternyata kolaps menghadapi wabah ini, yang membedakan adalah magnitude atau derajat tindakan pemerintah. Dalam ketidaksiapan yang derajatnya berbeda-beda leaderd ship wali Kota  harus tetap terlihat dengan jelas dan tegas

“Di berbagai daerah yang saya tahu, kejadian luar biasa ini sama,sistem kesehatan,  ekonomi, budaya, sosial, semuanya kolaps , tapi keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus virus corona ini tetap harus diperlihatkan pada masyarakat. “pungkasnya. (TITO)

PEMERINTAH KECAMATAN PANCATENGAH, TNI DAN POLRI BAGIKAN 1000 MASKER GRATIS

TASIKNEWS-Akksi simpatik dalam pencegahan wabah covid-19, menjadi bentuk kepedulian pemerintah Kecamatan Pancatengah, Polsek, Koramil Cikatomas, Puskesmas serta elemen masyarakat, untuk membagikan 1000 masker gratis kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Pancatengah, baik warga Pancatengah atau pun warga dari luar wilayah.

Kapolsek Pancatengah, Iptu Roni Hartono, SE MH, mengatakan, pembagian masker ini sebagai bentuk sosial agar masyarakat sadar akan kesehatan dirinya sendiri.

Dalam pencegahan penyebaran dan dalam rangka memutus rantai Covid-19, kata Roni, pemerintah, TNI dan Polri  selalu memberikan arahan kepada warga agar yang mau keluar rumah harus selalu memakai masker, ini salah satu bentuk pencegahan mewabahnya virus corona.

Disoal ada dan tidaknya saat ini warga Pancatengah yang terindikasi atau terpapar Covid-19, Roni menyampaikan, hal ini tentu bukan kewenanganya untuk menjelaskan.

“Kalau urusan itu silahkan tanya langsung ke Puskesmas Pancatengah yang punyakewenangannya, kita disini hanya mengawal dan memberikan sosialisasi, “kata Roni.(15/4)

Aksi pembagian 1000 masker gratis ini, turut dihadiri Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, BPPD,  Satpol PP, Ormas GMBI dan beberapa media.

Di tempat terpisah Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, kepada Pangandran News, mengatakan,  masyarakat diharap jangan panik, yang terpenting rajin ibadah berjamaah di mesjid, sholat dhuha tahajud dan lima waktu.

“Dengan sering ibadah lima waktu wabah virus corona  covid 19 Insaalloh akan segera hilang, “tuturnya. (ANWARWALUYO)

UPAYA PENCEGAHAN MEWABAHNYA VIRUS CORONA, PEMDES CINTAWANGI BENTUK RELAWAN DESA

TASIKNEWS-Di tengah pandemi virus corona yang masih mewabah, Pemerintahan Desa (Pemdes) Cintawanggi  Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, membentuk Gugus Tugas Relawan Desa bersama babimsa, terus melakukan tindakan pencegahan covid 19, seperti yang dianjurkan baik oleh Pemkab, pemprov dan Pemerintah Pusat. Dan gugus tugas ini pun akan dibuat di beberapa titik perkampungan ataupun perumahan dengan lokasi pos utamanya di kantor desa.

Kepada Pangandran News Kepala Desa Cintawangi, Tohir E Sumarlin mengatakan, pihaknya telah membentuk relawan Covid-19 yang akan membantu dan melindungi masyarakat.

Relawan Desa ini, kata Tohir, harus patuh apa yang diamanatkan Pemdes serta sigap dalam menangani pencegahan mewabahnya covid-19.

“Mari kita terus berupaya, seperti diam di rumah, menggunakan masker, cuci tangan serta jangan lupa terus beribadah dan berdoa’ mudah-mudahan bencana non alam ini segera berlalu, “ungkap Tohir.(14/4)

Menurut salah seorang relawan, Udin, protokol penanganan Covid-19 yang harus dilakukan antara lain, mempersiapkan APD dan bekerja sama dengan bidan Desa, Puskesmas dan rumah sakit, sebab ini merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat.

“Relawan sekarang sedang dipesan untuk menyiapkan APD, masker, termometer, handitaizer, mesin penyemprot dan cairan disintfiktan,” tuturnya.

Prinsip kerja relawan desa, Kemudian, gotong royong dengan melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.

“Jadi mulai dari kepala desa, aparat desa, babimsa, babinkamtibmas  dan masyarakat semuanya harus terlibat,”jelasnya..

Hal senda dikatakan Babinsa Desa Cintawangi, Toni, untuk pencegahan mewabahnya  virus corona yang terpenting warga harus selalu menjaga pola hidup sehat, cuci tanggan pakai sabun dan selalu  beribadah.

“Masyrakat janngan panik dan jangan takut berlebihan, tapi tetap waspad dengan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah serta jangan lupa berdoa’ agar masyrakat musibah ini segera selesai, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

ASEP NOORDIN:”PEMKAB PANGANDARAN HARUS LENGKAPI BIDAN DAN POSKO COVID-19 YANG ADA DI DESA”

PANGANDARANNEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M  menyambut baik dan mengapresiasi terhadap langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang melakukan pengetatan wilayah perbatasan, seperti di perbatasan Cimerak, Langkaplancar, Padaherang dan Kalipucang, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan DPRD ke lapangan terutama ke wilayah-wilayah perbatasan, apa yang dilakukan pemda sudah sangat luar biasa dalam rangka pengetatan wilayah.  dan pendataan di perbatasan pun sudah dilakukan dengan cukup baik.

“Hanya sayang, hasil pencatatan tersebut tidak terinformasikan ke desa-desa tujuan, jadi  alangkah bagusnya kalau data tersebut langsung disampaikan ke desa dimana orang tersebut tercatat,”  ungkapnya usai memberikan APD kepada Puskemas Padaherang dan bidan Desa Cibuluh Kecamatan Pangandaran.(14/4)

Apalagi saat ini, lanjutnya, disinyalir sudah mulai ada pergerakan arus mudik terutama dari Jakarta dan Bandung, sehingga data yang ada di perbatasan hendaknya secepatnya di informasikan ke desa tujuan.

Selain melakukan pemantauan ke wilayah perbatasan, kata Asep, ia pun melakukan pemantauan ke desa-desa untuk melihat langsung penanganan dan pencegahan Covid-19. Namun ia melihat posko-posko yang ada di desa belum dilengkapi alat pelindung diri (APD).

”Seperti tadi di Desa Cibuluh ada ODP yang sakit, bidan desa melakukan penanganan tapi sangat disayangkan bidan desa tersebut tidak memiliki APD dan ia hanya menggunakan alat seadanya yaitu jas hujan,” jelasnya.

Asep berharap, untuk ke depan Pemkab Pangandaran melakukan penguatan melengkapi sarana di posko-posko desa, karena bisa jadi ODP ada di desa.

Asep juga mengatakan, yang tidak kalah penting, pemda harus terus memberikan pemahaman kepada desa-desa terkait dengan ODP, sebab masih banyak desa yang belum paham.

”Saat saya tanya data ODP, ternyata desa masih menyodorkan data secara keseluruhan sehingga ODP yang sudah melewati masa 14 hari masih terhitung,” tuturnya. (PNews)

WUJUD KEPEDULIAN PADA PENCEGAHAN COVID-19, SMK BANJARSARI BAGIKAN 500 MASKER GRATIS

PANGANDARANNEWS-Upaya pencegahan mewabahnya covid-19 bukan hanya tugas pemerintahan saja, tapi merupakan tugas bersama. Dan banyak hal bisa dilakukan untuk ikut berpartisipasi agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona  ini.

Seperti yang dilakukan sebuah lembaga pendidikan, SMK Muhammadiyah Banjarsari Kabupaten Ciamis, dengan membagikan 500 buah masker kepada masyarakat, paling tidak ini menjadi sebuah upaya pencegahan agar virus corona tidak menyebar kemana-mana.

Menurut Kepala SMK Banjarsari, Drs. Agus Sulaeman, ini merupakan bentuk kepedulian lembaga pendidikan pada bencanan non alam yang sekarang terjadi.

“Yang paling baik saat ini, ikut anjuran pemerintah, salah satunya masyarakat harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona, “ujarnya.(14/4)

Namun, kata Agus, ternyata tidak semua masyarakat menggunakan masker, karena selain terkendala harganya yang relatif mahal juga karena sekarang memang sulit mendapatkannya.

Kata Agus, kondisi ini yang harus didorong sejumlah pihak untuk bersama-sama membagi-bagikan masker gratis, sehingga nantinya tidak ada lagi alasan masyarakat untuk tidak menggunakan masker.

“Dan sebagai bentuk kepedulian kami, hari ini sudah dibagikan 500 masker secara grtais kepada masyarakat, “terangnya.

Agus menambahkan, SMK Muhammadiyah Banjarsari yang ikut serta dalam program Gerakan Memakai Masker Gratis (GEMAS). *Tn

426 CPNS DI LINGKUP PEMKAB PANGANDARAN HARI INI TERIMA SK PNS

Bupati Pangandaran: “Pemkab Tidak Akan Mengeluarkan Ijin Pindah Selama 10 Tahun Ke Depan”

PANGANDARANNEWS –Sesuai ketentuan pasal 36 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun  2007, CPNS yang telah memenuhi persyaratan diangkat menjadi PNS oleh Pejabat Pembina Kepegawaian ke dalam jabatan dan pangkat tertentu dan apabila telah memenuhi persyaratan lulus pendidikan dan pelatihan serta sehat jasmani dan rohani.

Demikian dituturkan Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, H. Dani Hamdani, dalam acara penyerahan SK kepada 426 ASN yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula kantor bupati. (14/4)

“Seluruh ASN yang menerima SK hari ini telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lulus, “terang Dani.

Dani menuturkan, CPNS yang ada di Pemkab Pangandaran selurunya berjumlah 431 orang, diantaranya 427 formasi umum dan 4 CPNS dari formasi bidan PTT, namun yang dianggap sudah memenuhi sarat diangka menjadi PNS berjumlah 426, semuanya dari formasi umum.

“Dan 1 orang CPNS dari formasi umum belum dapat diangkat kerena belum memenuhi syarat, belum mengikuti Diklat Prajabatan, dan sebanyak 4 orang dari formasi bidan PTT dikarenakan mereka belum 1 tahun dalam masa percobaan “terang Dani.

Dani menambahkan, PNS yang menerima SK hari ini, rinciannya tenaga Kependidikan 241orang, tenaga Kesehatan 131 orang dan tenaga teknik umum sebanyak 59 orang.

“SK PNS ini akan diserahkan kepada para CPNS secara bertahap mulai tanggal 14-16 April 2020 dengan protokol acara disesuaikan dengan kondisi sekarang, mengikuti himbauan pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, “imbuhnya.

Sementara, dalam sambtannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, berharap para PNS yang hari ini menerima SK, mampu bekerja dengan baik, berdedikasi serta taat pada aturan.

Jeje juga meminta untuk PNS dari luar daerah agar segera mengurus administrasi kependudukan untuk segera berdomisili di Kabupaten Pangandaran, sehingga akan lebih memiliki rasa tanggung jawab.

“Dan perlu diperhatikan, Pemkab Pangandaran tidak akan mengijinkan permohonan pindah kerja ke luar wilayah selama 10 tahun ke depan karena kami masih membutuhkan tenaga PNS. “tegas bupati.
(PNews)

UPAYA PENCEGAHAN COVID-A9, DESA BANTARKALONG LAKUKAN MENYEMPROTAN DISINPEKTAN DAN UP DATE DATA PEMUDIK

TASIKNEWS-Seperti di tempat lain, Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, sudag beberapa hari gencar melakukan  penanggulangan virus corona, salah satunya melalui penyemprotan rutin desinfektan disejumlah tempat umum. seperti di kantor, rumah ibadah dan sejumlah fasilitas umum lain.

Penyemprotan ini diharapkan bisa mematikan virus sehingga penyebaran covid-19 ini bisa ditanggulangi. Selain penyemprotan, tim dan relawan desa juga  melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang berisiko dan para pemudik yang datang ke Desa Bantarkalong.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bantarkalong, H. Yani, mengatakan, sosialisasi ini juga dilakukan melalui baliho, spanduk atau secara langsung  kepada masyarakat agar melakukan pola hidup sehat sering cuci tanggan pakai sabun  dan yang paling ibadah sholat lima waktu.

"Ini untuk siapa saja yang ingin melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan ruangan," katanya. (13/4)

Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa Bantarkalong, kata Yani, buka 24 jam serta terbuka untuk siapa saja yang ingin melakukan pemeriksaan, karena posko sudah dilengkapi dengan alat pengecekan suhu tubuh dan ruangan.

Di tempat terpisah  Sekdes Bantarkalong, Seny, berharap semoga  wabah virus corona cepat hilang  sebelum ramadhan tiba agar masyrakat  bisa melakukan ibadah dengan tenang tanpa hantui wabah virus corona

Seny juga mengatakan, pihaknya selalu update data kepulangan warga yang datang dari dari zona merah untuk diteruskan ke satgas kecamatan.

“Jadi siapa saja warga yang datang ke Desa Bantarkalong setiap hari bisa kita pantau, “terangnya. (ANWARWALUYO)

KARANGTARUNA DUSUN WANGUN CIBONGAS DIBANTU RELAWAN LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DI PEMUKIMAN WARGA

TASIKNEWS-Karang Taruna Dusun Wangun Desa Cibonggas  Kecamatan Pancatenggah  Kabupaten Tasikmalaya  bekerjasama dengan relawan, masyrakat dan pemerintah kecamatan, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat fasilitas umum, seperti linggungan madrasah, rumah warga dan tempat ibadah.

Menurut Kepala Dusun Wangun, Munawar, aksi sosial penyemprotan cairan disinfektan di seluruh wilayah desa  cibonggas kec pancatenggah  merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona, sehingga diharapkan bisa memberikan ketenangan kepada warga.

“Kegiatan ini juga melibatkan para Ketua RW/RT yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, “terangnya.(13/4)

Sementara salah seorang pengurus Karangtaruna, Dani,  berharap agar masyarakat mengikuti dan melaksanakan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah, jaga jarak, tidak panik dan selalu waspada, termasuk juga untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan.
Dikatakan Dani, kegiatan penyempotan ini terlaksana atas dukungan dari pemerintah desa serta masyrakat Desa Cibonggas.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk melakukan pencegahan covid-19, dan tidak lupa untuk selalu berdoa semoga wabah ini segera berakhir, sehingga warga pun bisa beraktifitas seperti semula,”ungkapnya.

Dani juga bersukur, karena hingga saat imi masyarakat Desa Cibongas tidak ada yang bergejala corona, dan semoga penyempotan disinfektan ini mampu memutus mata rantai penularan covid-19  sebelum ramadhan tiba  agar masyrakar bisa melaksanakan ibadah ibadah puasa dengan tenang  tanpa dihantui  rasa khawatir dan was-was.

“Yang terpenting  dan jangan lupa selalu menjaga pola hidup serta sehat cuci tanggan menggunakan sabun, “imbuhnya.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Cibongas, Dedi Yanto, menyamppaikan, kegiatan penymprotan disinpektan ini merupakan agenda rutin 1 minggu sekali.

“Mudah-mudahan musibah ini segera berlalu dan kita pun bisa melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan kegiatan amalan kita, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

KETUA RELAWAN BAHARI MEMINTA MAAF TERKAIT POSTINGAN PHOTO DI MEDSOS

Arif Budiman
PANGANDARANNEWS- Ketua relawan Bahari ( Balad Haji Adang Hadari), Arif Budiman, menyatakan permintaan maafnya terkait konten photo yang diposting di media sosial oleh rekan relawan Bahari beberapa waktu yang lalu karena dinilai kurang baik.

Sebagai ketua relawan Bahari, menurutnya, ia menyatakan permemintaan maaf yang sebesar- besarnya pada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran terkait hal itu.

“Saya juga hendak klarifikasi sedikit terkait photo itu, sebenarnya photo tersebut diambil dalam keadaan bercanda pada saat kami di posko relawan bahari, "kata Arif. 13/04/2020

Namun walau demikian, kata Arif lagi, ia sebagai ketua merasa photo itu memang kurang pantas dan terkesan arogan, sehingga perlu ada permintaan maaf dari pihak relawan.

“Saya nyatakan, photo ini tidak ada kaitan apa pun dengan Pa haji Adang hadari, Ini mutlak kesalahan dan kekhilafan kami para relawan, "imbuhnya.

Arif menambahkan, pohanya sekali lagi mohon maaf kepada semua netizen yang melihat photo ersebut di medsos, dan ia pun sudah langsung menyuruh untuk menghapus postingan di akun milik Soleh Sundapa yang pertama meng upload ini walau belakangan screenshoot poto tersebut sudah menyebar.

“Sekali lagi kami memohon maaf, saya akui postingan tersebut memang kurang baik, dan kami juga mengakui ini mutlak kesalahan kami relawan bahari serta tidak ada kaitan apa pun dengan Pa Haji Adang Hadari, " tandasnya lagi.  (AGE)

KELUARGA BESAR UMAR WIRAHADIKUSUMAH DAN AMIR MACHMUD SUMBANG APD KE RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Masih ingat nama Wakil Presiden RI periode tahun 1983-1988 ? itulah Umar Wirahadikusumah, wakil presiden pertama dari TNI. Kemarin (minggu, 12/4), keluarga besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud, menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanggulangan virus corona COVID-19 ke dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Priangan Timur, dan salah satunya RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran.

Penyerahan bantuan APD diwakili oleh tokoh masyarakat Undang Sudrajat untuk dua Rumah Sakit Umu Daerah (RSUD), diantaranya, RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran dan RSUD Soekarjo Kota Tasikmalaya. Bantuan APD ke RSUD Pandega pun diterima langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dari perwakilan keluara besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud, Undang Sudrajat.

Usai serah terima, Undang mengatakan, ia hanya menyampaikan amanah untuk memyerahkan APD, seperti Converal, masker dan face sheild untuk RSUD Pandega Pangandaran dan RSUD Soekarjo Kota Tasikmalaya.

“Ini merupakan upaya keluara besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud untuk membantu daerah dalam penanggulangan covid-19,”ungkapnya. (12/4)

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Pandega Pangandaran, Sarlan membenarkan, pihaknya telah menerima bantuan APD dari keluarga besar mantan Presiden RI dan keluarga besar Amir Machmud.

“Hingga saat ini kami memang masih kekurangan APD, mudah-mudahan dari APBD Pemkab Pangandaran nanti dapat mencukupi untuk kebutuhan penanganan Covid-19 selama satu bulan ke depan,”terang Sarlan.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan terimakasihnya kepada kedua keluarga besar tokoh nasional ini yang sudah ikut membantu meringankan pengadaan APD di RSUD Pandega.

“Bantuan ini jelas sangat berharga bagi kami dan bantuan ini pasti sangat membantu para petugas medis yang ada di RSUD,”kata Jeje. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA BENTUK POSKO PEMANTAUAN COVID-19 DI SETIAP DESA

PANGANDARANNEWS-Rapat Terbatas dengan bahasan percepatan penanganan covid-19, yang digelar Pemkab Pangandaran di sebuah rumah kakan sea food di kawasan pantai timur, Pemda Pangandaran hingga saat ini terus berupaya agar tetap ada dalam status zona hijau Covid-19. Artinya, hingga saat ini tidak satu orang pun warga Pangandaran yang dinyatakan positif Virus Corona.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wirdinata, mengatakan, derasnya arus pemudik yang masuk ke Pangandaran dari berbagai daerah termasuk dari zona merah, sehingga  Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pangandaran akan segera membentuk posko pemantauan covid-19 isolasi mandiri di setiap desa dan kecamatan, yang secara bertahap akan dibentuk terdiri dari relawan, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas serta babinsa.

“Saya targetkan beberapa hari ke depan posko inin sudah terbentuk di seluruh desa, “tegas Jeje. (24/4)

Anggota yang tergabung dalam posko ini nantinya akan menjadi garda terdepan untuk pencegahan serta penanganan pandemi virus Corona di Kabupaten Pangandaran, dan, menurut Jeje, pembentukan posko ini memang menjadi salah satu prioritas dalam penanganan penyebaran virus Corona di tingkat desa.

Jeje mengatakan, posko ini nantinya harus terus memantau kepulangan warga yang datang dari luar kota serta mencatatnya dalam data base yang akurat. Dan posko juga melakukan pemantauan   kondisi kesehatan warag pendatang tersebut.

“Mudah-mudahahan dengan kordinasi serta kerjasama pemerintahan di tingkat kabupaten dan desa ini bisa membuat Pangandaran tetap menjadi zona hijau,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, menurutnya ada dua hal yang ditekankan bupati, pertama soal masih kurang disiplinnya warga pada imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial. Karena hingga saat masih terlihat warga yang bergerombol di berapa lokasi, sehingga bupati meminta aparat terkait melakukan sweeping dan membubarkan kerumunan masa sehingga upaya pencegahan penyebaran virus corona dapat terpenuhi.

“Yang kedua, terkait pentingnya dibentuk posko pemantauan covid-19 isolasi mandiri ini untuk mengantisipasi diberlakukannya status PSBB di beberapa wilayah, sehingga dikhawatirkan akan berdampa lonjakan pendatang ke wilayah Kabupaten Pangandaran,” terangnya.

Kusdianan menambahkan, tim yang tergabung dalam posko ini nantinya bakal memantau seluruh orang dalam pemantauan (ODP) untuk tetap menjalani isolasi mandiri.

“Poko juga harus mengumpulkan data dan melaporkan ke Puskesmas atau pemerintahan di tingkat kecamatan, sehingga dengan adanya Posko COVID-19 di setiap desa ini petugas di tingkat desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa bisa mengidentifikasi serta akan cepat mengambil langkah selanjutnya. “kata Kusdiana. (PNews)

UP DATE DATA COVID-19 PER 12 APRIL 2020

PANGANDARANNEWS- Data Covid-19 Kabupaten Pangandaran hingga hari minggu, tanggal 12 april 2020, Pangandaran masih dinyatakan zona biru. Artinya, sampai saat ini di Pangandaran tidak ada (NIHIL) yang dinyatakan positif corona.
Dan perinciannya seperti yang tampak pada gambar di bawah ini :


Untuk Informasi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, dapat dilihat di website : covid19.pangandarankab.go.id

Hotline :
Call Center : 119
Dinkes Kab. Pangandaran : 085320643695


(PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN