WARGA DESA SIRNAJAYA TERIMA PEMBAGIAN SEMBAKO SEBESAR RP 200 RIBU PER KPM

TASIKNEWS-Hasil musyawarah dan kesepakatan bersama yang dibahas beberapa hari yang lalu, antara Dusun Cipari dan Dusun muara, dengan 292 KPM menurut rilis data Kepala Seksi Kesejahteraan dan Sosial (Kasi Kesos) dan TKSK, disepakti, Warung Desa (wardes) Bina Mandiri mendapat kuota penyaluran dari Pemdesa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Kasi Kesos, Abdul Sehabudin, walau hasil cek di lapangan hanya ada 230 dengan beberapa saldo yang sudah nihil, tapi menurutnya hal ini akan diusahan dengan merekomendasikan ke dinas terkait.

Dan dari hasil kesepakatan tersebut, imbuh Sehabudin, penyaluran sembako ini sudah dilaksanakan hari selasa tanggal 7 april 2020, beberapa hari yang lalu, dan masing-masing KPM menerima Rp 200 ribu yang dapat dicairkan dengan beberapa bahan sembako.

“Dengan rincian, beras 10 kg, telur 0,5 kg, daging ayam 1 kg, tahu 1 bungkus dan buah pear 2 buah, sehingga jumlah keseluruhannya Rp 200 ribu, “terangnya.

Sehabudin menambahkan, dipilihnya barang-barang yang dibeli tersebut, karena masing-masing mengandung unsur karbohidratnya, protein hewani, mineral dan buah yang bertujuan untuk menambah gizi masyrakat agar terhindar dari gizi buruk dan stanting

“Pembagian sembako ini di Desa Sirnajaya dibagi di 3 wilayah dan 3 e-warung, ini dimaksudkanagar merata, “imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sirnajara, Jajang Muharam S.H,I yang didampingi Sekretaris desa, Ipin Aripin, membenarkan, pembagian sembako untuk warga desanya ini sudah melalui musyawarah dan kesepakatan bersama.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat serta bisa sedikit meringankan beban warga, “ucap Jajang. (ENDAH)

KEREEN..! AKSI SIMPATIK GURU HONOR DI KOTA BANJAR, SALURKAN BANTUAN UNTUK RELAWAN PENANGANAN COVID-19

BANJARNEWS -Kasus Covid-19 di Kota Banjar belum mereda yang mengakibatkan dalam kurun satu minggu sudah empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal.

Kejadian ini mengundang reaksi positif beberapa pihak untuk ikut membantu dalam penanganan penyebaran virus corona di Kota Banjar. Salah satunya datang dari Asosiasi Guru Sukwan dibawah naungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang melakukan aksi simpatik dengan mendatangi tim relawan penanganan Covid 19 di Kota Banjar yang berpusat di halaman gedung BPBD Kota Banjar, untuk memberikan sumbangsih mencoba meringan kegiatan  penanganan covid 19, yang di terima Asep Setiadi mewakili Tim Relawan.

Menurut salah seorang guru sukwan, kepada PNews, menyampaikan, sumbangsih ini murni salah satu bentuk kepedulianan untuk kemanusiaan.

Menurutnya, ia sangat prihatin mendengar gencarnya virus corona yang terus membabi buta  menyerang tatanan kehidupan manusia, tak terkecuali di Kota Banjar.

“Mudah-mudahan sumbangsih ini tidak dilihat nilainya, karena ini benar-benar datang dari kepedulian kami, dan juga bukan tidak ingin memberi lebih besar lagi, kemampuan kami hanya ini, “ungkapnya. (TITO)


TIGA HARI BERTURUT-TURUT 4 PDP DI RSUD BANJAR MENINGGAL.

BANJARNEWS - Belum lama masuk RSUD Kota Banjar, seorang lagi pasien dalam  pengawasan (PDP) Covid – 19 asal Kabupaten Ciamis, malam tadi (7/4) sekitar pukul 24.00 WIB, meninggal dunia.

Dirut RSUD kota Banjar, Eka, membenarkan kejadian tersebut,  PDP berjenis kelamain laki – laki berusia 66 tahun, tadi malam meninggal sekitar pukul 24.00 WIB.

“Pasien tersebutbaru masuk RSUD beberapa saat menempati ruang isolasi, “terang Eka.(8/4)

Tapi hingga hari ini, kata Eka, hasil swab tes pada PDP yang meninggal tersebut belum keluar, apakah positif covid—19 atau tidak.

"Jai hingga hari ini total PDP yang meninggal dunia di RSUD Kota Banjar ada empat orang, “imbuhnya. (TITO)

BRI UNIT KARANGNUNGGAL SESUAIKAN PELAYANAN MERUJUK RESTRUKTURISASI OJK

KEPALA UNIT BRI KARANGNUNGGAL, HENDRIYANA, SE
TASIKNEWS-Tak hanya dunia usaha, Pandemi Corona sangat berdampak pada dunia perbankan. Akibat mewabahnya covid-19, presentase penyetor simpanan serta angsuran kredit nasabah pun mengalami penurunan drastis.

Seperti yang terjadi di BRI Unit Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, penurun tersebut hingga mencapai angka 50%.

Kepala Unit BRI Karangnunggal, Hendriyana, SE, mengatakan, meskipun omset penerimaan penyetor angsuran cukup merosot tajam, tapi pelayanan BRI unit Karangnunggal masih tetap dilakukan transaksi seperti biasa, hanya sekarang dibuat standar kebijakan baru disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Kebijakan ini, menurut Hendriyana, merujuk pada anjuran pemerintah, seperti dibatasinya antrian nasabah, para nasabah sebelum masuk ruangan dilakukan pemerikasaan suhu tubuh, tempat duduk di ruang tunggu diatur jaraknya, serta durasi waktu pelayanan juga dikurangi hanya sekitar 5 jam dalam sehari.

Kata Hendriyana, pelayanan di BRI Karangnunggal untuk transaksi masih dilakukan secara normal, hanya ada beberapa kebijakan yang diterapkan dan disesuaikan dengan restrukturisasi yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pelayanan teknis dalam transaksi  diatur merujuk pada anjuran Pemerintah dalam rangka ikut berupaya dalam penanganan Pandemi Virus Corona.

“Kebijakan atau keringanan lain yang dilakukan pihak BRI adalah penundaan bayaran setoran pokok dimulai dai 6 bulan sampai 1 tahun, cukup hanya bayar bunganya saja, “terangnya.(7/4)

Ia menambahkan, bagi yang mengajukan pinjaman pihak BRI pun masih menerima, namun proses pencairan pertimbangannya masih menunggu regulasi yang diatur kembali oleh pusat dengan program relaksasinya  yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. (ANWARWALUYO)

DAMPAK LAIN VIRUS CORONA, RODA PEEKONOMIAN MASYARAKAT PUN TERPURUK

TASIK NEWS-Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) membuat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya merosot tajam, dan dampak ini tentu dirasakan hampir seluruh masyarakat, baik itu nelayan, petani, tukang beca, pedagang dan lainnya.

Seperti diungkap seorang pedagang manggis di Kecamatan Cibalong, Iom, sejak merebaknya virus corona omzet penjulannya turun lebih dari 50 %, kondisi ini tentu sangat menyulitkan kehidupan sehari-harinya yang selama ini bergantung dari hasil penjualan manggisnya. Padahal sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan, tentu kebutuhan rumahtangga pun akan meningkat.

"Memang tidak hanya saya sendirian yang mengalaminya, tapi sekarang betul-betul masa yang sulit untuk orang seperti saya ini, “ungkapnya.(7/4)

Mia (32) salah seorang pedagang di pasar tradisional Cibalong, mengungkapka hal yang sama. Menurutnya, kondisi saat ini sejak hasil jualan di pasar sudah tidak bisa lagi diandalkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari rumahtangganya. 

"Sekarang orang-orang pada takut ke luar rumah, sehingga pasar pun menjadi sepi pembeli, ditambah memang selama ini daya beli masyarakat pun juga turun,"tuturMia.

Menurut Mia, biasa dalam satu hari ia bisa menghasilkan sekitar Rp 800 ribu, tapi sekarang hasil dagangnya di pasar paling besar mendapat Rp 300-400 ribu, “imbuhnya.

Bahkan beberapa harga bahan pokok kini, seperti gula pasir yang tadinya Rp15 ribu per kg, kini mencapai Rp18 ribu, mungkin kenaikan akibat pasokan yang minim.

“Saya hanya berharap mudah-mudahan wabah virus corona segera berlalu, dan kami pun bisa usaha normal seperti sebelumnya, “ungkap Mia. (ANWARWALUYO)


SATU LAGI PDP RUJUKAN DARI LUAR WILAYAH MENINGGAL DI RSUD BANJAR KOTA BANJAR

BANJAR NEWS-Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Banjar meninggal dunia. Kali ini pasien PDP tersebut seorang perempuan dengan inisial S (54), warga Kecamatan Lakbok.

Menurut informasi yang diterima lewat telepon celuller dari Dirut Bagian Pelayanan RSUD Banjar, Furkon, S meninggal di RSUD Kota Banjar pada hari Selasa (7/4) dan pasien masuk ke RSUD Banjar pada hari Minggu (5/4/) dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dengan bertambahnya pasien PDP Corona yang meninggal di kota Banjat, kata Furkon, maka saat ini total yang meninggal ada 3 orang, ketiga jenazah ini merupakan rujukan dari rumah sakit di luar Banjar, seperti jenazah S dari Lakbok, yang masuk RSUD Banjar pada hari minggu malam dan menjalani perawatan selama dua hari.

Furkon menambahkan, sementara untuk jumlah ODP ada 187 orang dan PDP 16 orang, dengan rincian 10 orang warga Banjar dan 6 orang dari Luar Banjar.

“Untuk pasien positif data masih belum ada perubahan, yakni 2 orang, dengan rincian 1 orang warga Banjar dan satunya lagi dari luar Banjar, “terang Forkon.(TITO)

BUPATI PANGANDARAN: “ANGGOTA SAT POL PP YANG MENNGGAL DI RSUD BANJAR, NEGATIF CORONA”

PANGANDARAN NEWS-Setelah menerima hasil tes dari Rumah Sakit Umum Daerah (Banjar), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, melalui beberapa media, langsung mayampaikan pada masyarakat terkait meninggalnya salah seoran anggota Sat Poll PP Kabupaten Pangandaran, alm. Muharom Niagara, yang meninggal beberapa hari lalu (5/4) di RSU Banjar.

Hasil tes yang disampaikan bupati, meninggalnya alm. Muharon tersebut negatif corona.

"Saya baru bisa menyampaikan hari ini karena harus menunggu kepastian hasil tes yang baru saya terima sekitar 2 jam yang lalu, " kata bupati di hadapan beberapa awak media. (7/4)

Jika kemarin saat pemakaman jenazah dengan SOP dilaksanakan seperti pemakaman yang positif covid-19, menurut bupati, memang SOP yang dilaksanakan RSUD Banjar mengharuskan seperti itu.

"Sekali lagi saya tegaskan, meninggalnya alm. Pa Muharom negatif corona,," tegas bupati lagi.

Bupati juga berharap, agar masyarakat paham dan tidak memberi stigma pada keluarga almarhum di Desa Selasari Kecamatan Parigi, terpapar covid-19.

"Hasil tes ini juga saya sampaikan langsung kepada keluarga almarhum, "terang bupati. (PNews)




WARGA RESAH, TANPA SOSIALISASI SEBELUMNYA TPU DIPATIUKUR DIJADIKAN PEMAKAMKAN JENAZAH KASUS CORONA

Ketua PPM PC Banjar, Ujang S Bachyan
BANJAR PNEWS - Ditengah mewabahnya virus corona di Banjar, kini muncul permasalahan baru seputar jenazah yang meninggal akibat Covid-19 ini. Tidak hanya soal kependudukan saja tapi masalah lokasi pemakaman untuk menguburkan jasad postif kasus corona ini pun Pemkot Banjar
sampai saat ini belum memiliki lokasinya, khusus untuk korban virus Corona.

Terkait kependudukan, seperti dikatakan Dirut RSUD Kota Banjar, dr Eka. masalah kependudukan ini menjadi penting karena RSUD Kota Banjar merupakan salah satu rumah sakit rujukan covid-19 dari beberapa daerah, juga dikatakan juru bicara Central Crisis Copid, H. Tomy Subagja, yang mengatakan bahwa dua yang meninggal dalam kasus Covid-19 dengan status PDP  datang dari luar wilayah Banjar.

Dalam pesan whatsappnya Tomy mengatakan, kedua jenajah tersebut salah satu dimakamkan di Tempat Pemakanam Umum (TPU) yang ada di Kecamatan Cisaga.

"Jenajah yang berasal dari Pangandaran dibawa dan dimakamkan di Pangandaran, sementara yang satunya lagi yang berasal dari Bandung dimakamkan di Kecamatan Cisaga".ujarnya.

Hasil dari penelusuran wartawan PNews di lapangan didapatkan impormasi, pemakaman yang di  laksanakan di TPU di Keamatan Cisaga diduga tida ada, karena menurut informasi pemakamannya h dilaksanakan di TPU Dipatiukur Dusun Banjar Kolot Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar.

Ketua PPM Wil Banjar, Ujang Bachyan yang akrab disapa UJB, kepada PNews mengatakan, Pemkot  Banjar sebelumnya sama sekali tidak mensosialisasikan terkait TPU Dipati Ukur sebagai tempat pemakaman korban kasus  Covid-19.

"Tidak ada imformasi dari awal bahwa TPU Dipati Ukur akan dijadikan tempat pemakaman korban Covid-19, " terang Ujang.(7/4)

Ujang mengatakan, kini warga yang berdomisili di sekitar TPU Dipati Ukur termasuk salah seorang saudaranya, petugas penggali kubur, pun mengaku merasa khawatir dengan adanya pemakaman jenazah covid-19. (TITO)

PROGRAM DESA PARAKANHONJE TAHUN INI FOKUSKAN PADA SEKTOR PERTANIAN

TASIK NEWS-Membangkitkan perekonomi masyarakat desa dari sektor pertanian merupakan sasaran program desa di tahun 20202, dan ini sesuai dengan karakter dan mayoritas pencarian masyarakat sebagai petani.

Demikian dikatakanKepala Desa Parankahonje Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Abduloh, saat bincang-bincang dengan Pangandaran News.(6/4)

“Motivasi utama saya menjadi kepala desa adalah pengabdian pada warga, “ungkapnya.

Menurut Abduloh, nantinya sektor pertanian akan menjadi program unggulan dari semua program yang ada di Desa Parakanhonje. Dengan meningkatkan menejmen yang akan melancarkan ekonomi petani diharapkan bisa meningkatkan masyarakat yang rata-rata berpenghasilan dari pertanian.

Salah satunya, kata Abduloh, pengelolaan jagung untuk mendukung penernakan ternak kambing  dengan pola manajemen usaha  melalui kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),  karena selama ini para petani terkendala masalah permodalan dan pemasaran.

“Saat ini mereka banyak menggunakan jasa tengkulak, dengan bumdes ini diharapkan bisa jadi solusi dari permasalahan tersebut,”imbuhnya.

Abduloh menambahkan, dengan meningkatkan gairah pertananian diharapkan juga dapat menyediakan lapangan kerja bagi warga pedesaan. Dan sejalan dengan berkembangnya kegiatan ini,  proses pengolahan dan kegiatan jasa perdagangan komoditas primerpun diharapkan ikut berkembang dan juga meningkatkan nilai tambah serta perluasan diversifikasi produksi perdesaan sehingga pendapatan petani serta mempercepat akumulasi kapital pedesaan pun dapat tercapai.

Ia pun meyakini, dengan landasan sektor pertanian pada perkonomian yang berbasis agroindustri akan memberikan gambaran tentang perubahan basis pembangunan ekonomi saat ini, dan ini diharapkan akan menyelsaikan persoalan-persoalan yang selama ini ada di desa.

“Sekarang sudah saatnya pertanian menjadi perharian utama program yang ada di desa, karena ini dapat diformulasikan untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan,”pungkasnya.(ANWARWALUYO)

IKUTI ANJURAN PEMERINTAH, DPRD PANGANDARAN GELAR RAPAT BAMUS SECARA VRTUAL

PANGANDARAN NEWS– Badan Musyawarah (BMUS) DPRD Kabupaten Pangandaran menggelar rapat pembahasan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pangandaran tahun 2019 secara virtual.

Usai rapat tersebut, Ketua Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin.H.M.M,  mengatakan, rapat Bamus dilaksanakan secara virtual dalam rangka mengikuti anjuran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat termasuk anjuran Bupati Pangandaran untuk mengurangi kerumunan banyak orang.

“Karena agenda ini yang harus tetap dilaksanakan, caranya ya dengan virtual seperti ini,”kata Asep. (6/4)

Dikatakan Asep, rapat bamus membahas jadwal dan mekanisme penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Pangandaran yang akan dibawa pada rapat paripurna nanti.

Setelah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati,masih kata Asep, akan dilanjutkan dengan pandangan umum fraksi-fraksi, jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, pembentukan Panitia Khusus (Pansus), dan diterukan pada rapat Pansus melaksanakan kegiatan-kegiatan.

Asep juga mengatakan,  untuk Pansus sendiri, terdiri dari 15 anggota, dengan rincian, enam orang dari Fraksi PDI Perjuangan, dua orang dari Fraksi Kerja, dua orang dari Fraksi Golkar, dua orang dari Fraksi PAN, Fraksi PKB dua orang dan satu orang Fraksi Persatuan.

Asep menanmahkan, nantinya rapat paripurna penyampaian  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati juga akan dilaksanakan secara virtual bahkan rapat Panitia Khusus (Pansus) pun dilksanakan secara virtual.

”Selama visi kita sama, saya yakin rapat secara virtual pun dapat dilaksanakan dengan baik,”pungkasnya. (RB-PNews)

HASIL SWEEPING DI LAPANGAN, ADA 668 PEMUDIK DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARAN NEWS-Untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona, Pemkab Pangandaran, terus perketat di wilayah yang menjadi lokasi perbatasan dengan wilayah lain.

Salah satunya, di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, beberpa petugas siap berjaga-jaga untuk melakukan sweeping kepada para pemudik, khususnya yang datang dari zona merah.

Dalam sweeping tersebut, setiap kendaraan pemudik pun yangakan masuk ke wilayah Pangandaran, diberhentikan untuk ditanya riwayat perjalanan juga kota asal.

Menurut Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto, semua ini dilakukan karena banyaknya pemudik masuk ke Kecamatan Mangunjaya, dan sampai saat ini laporan yang ia terima dari 5 desa, ada 668 pemudik. Dan tentu ini sangat riskan apalagi diketahui sejumlah pemudik datang dari daerah yang dinyatakan zona merah.

“Dan hingga saat ini kami baru mengunjungi 4 warga dengan status ODP, Insya Alloh ke depan akan melakukan rapid test kembali sekitar 150 orang di Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

NANA SURYANA: “ DUA PDP YANG MENINGGGAL DI RSUD BANJAR, BUKAN WARGA KOTA BANJAR”

BANJAR PNEWS –Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, menyampaikan, hari ini (5/4) ada dua pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Banjar meninggal dunia minggu, dan kedua pasien tersebut diketahui bukan warga Banjar.

"Kedua pasien tersebut sudah dibawa ke kampung halamannya masing-masing, “Nana. (5/4)

Dan diketahui, proses pemakaman kedua jenazah dilakukan dengan protokol pemulasaraan jenazah pasien positif Covid-19, hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Karena hingga saat ini tim medis RSUD Kota Banjar masih menantikan hasil pemeriksaan swab atas kedua pasien meninggal dunia tersebut.

Hasil pantauan tim PNewz di lapangan, dalam proses pemakaman dua jenazah dikabarkan berlangsung kondusif atau tidak diwarnai adanya penolakan dari warga.

Sementara menurut catatan Cetral Crisis Covid -19 Kota Banjar, yang di laporkan melalui juru bicara(Jubir),  H.Tomy Subagja, hingga tanggal 5 april 2020 , tercatat ada 173 Orang Dalam Pengawasan (ODP)  dan 15 orang Pasien Dalam  Pengawasan (PDP), sementar yang positif ada 2 orang, satu orang Banjar dan satu orang luar Banjar.

"PDP 9 warga Banjar, 6 orang luar Banjar, yang positif satu orang warga Banjar dan satu orang luar Banjar "ujarnya.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat Banjar tetap tenang, ingat himbauan pemerintah, jangan keluar rumah, melakukan tindakan bersih bersih di lingkungan serta hindari kerumunan masal. (TITO)

MELALUI VIDIO COMFRENCE HARINI INI GUBERNUR JABAR RESMIKAN RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARN NEWS-Melalui vidio comfrence, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami, yang didampingi Ketua DPRD Jawa Barat, Taufik Hidayat dan pejabat lainnya, menandatangai prasasti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega di Kabupaten Pangandaran. (4/4)

Sementara Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari, didampingi sejumlah pejabat, antara lain, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin beserta pimpinan dan anggota DPRD lainnya, Sekda Pangandaran, H. Kusdiana, sejumlah anggota DPRD Jawa Barat, Kapolres Ciamis, Doni Eka Putra, Dandim 0613 /Ciamis, Letkol Arm. Tri Arto Subagio dan sejumlah pejabat lainnya, di RSUD Pandega menyaksikan langsung di layar kaca penandatangan prasasti tersebut.

Dalam sambutannya, Kang Emil, sapaan akrab gubernur jabar, menyampaikan, sebenarnya ia sudah  rindu ingin berkunjung ke Pangandaran, tapi karena kondisi saat ini tidak mendukung dan sedang fokus menangani percepatan pencegahan covid-19, terpaksa untuk datang ke Pangandaran ditunda dulu, termasuk untuk meresmikan langsung RSUD Pandega.

"Pokona mah RSUD Pandega Pangandaran paling keren di Jawa Barat, "unkapnya.

Emil mengatakan, seluruh kabupaten-kota di jabar termasuk Pemkab Pangandaran harus bisa bersama-sama saat ini fokus penanganan pencegahan virus corona. Dan Pemprov Jabar akan mengirim 5000 rapid tes ke Pangandaran untuk menangani ODP atau pemudik yang datang dari zona merah serta memerintahkan agar dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Bila perlu beri tindakan tegas namun terukur, karena ini untuk keselamatan orang banyak, "kata  Emil.

Sementara usai vidio confrence, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah awak media, mengatakan, pembangunan RSUD Pandega dengan kapasitas 170 ruangan telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 milyar yang didukung dari APBD Jawa Barat dan APBN.

Jeje mengaku, sempat ada kendala saat akan meresmikan RSU ini, seperti masalah kerjasama dengan BPJS yang terkendala karena status RSUD Pandega belum terakreditasi  yang menjadi persaratan kerjasama. Dan jika saat itu tetap rumah sakit ini dibuka, maka BPJS tidak akan berlaku, tentu ini akan mengewakan masyarakt.

"Alhamdulillah melalui berbagai upaya akhirnya RSU Pandega siap melayani BPJS dengan dibantu dari APBD  Kabupaten Pangandaran selama belum bisa kerjasama dengan BPJS."terang Jeje.

Jeje menambahkan, saat ini Pemkab Pangandaran terus gencar menangani penyebaran virus corona, antara lain dengan kebijakan bantuan sosial maupun penyediaan masker yang akan disebar ke masyarakat

"Kami juga melakukan pengetatan di 5 titik perbatasan wilayah, untuk mengawasi warga yang akan masuk ke wilayah Pangandaran, "jelasnya. (PNews)

WARGA KELUHKAN JALAN PINTAS KARANGNUNGGAL-CIBALONG KONDISINYA RUSAK PARAH

TASIK NEWS-Masyarakat Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa prihatin, pasalnya sudah lama sekali akses jalan menuju Desa Cisempur Kecamatan Cibalong rusak parah.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Risma, kondisi jalan yang rusak ini menghambat perekonomian masyarakat di dua desa, mengingat jalan ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan kedua wilayah tersebut untuk lalu-lintas angkuatan  hasil produksi pertanian masyarakat.

"Jika jalan ini bagus tentu masyarakat pun akan semakin terbantu karena jalur angkutan hasil bumi pun semakin lancar, “ungka Risma.(3/4)

Risma mengatakan, siapa pun calon bupati yang terpilih pada pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun ini, yang penting yang bisa  membanggun infaktutur jalan yang ada di Kabupaten Tasik, pasti akan jadi pilihan masyarakat.

“Jadi intinya, jangan hanya mengobral janji palsu, tapi buktikan dengan kerja  bukan hanya slogan dan kampanye di atas fodium saja, “imbuh Risma.

Hal senada dikatakan sopir mikrolet (elf), Entis, keinginan ini agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan di Desa Sukawanggun Kecamatan Karangnunggal dan Desa Cisempur   di Kecamatan   Cibalong.

“Sudah dua kali ganti bupati tapi jalan disini masih saja belum diperbaiki, kami ingin pemerintah turun langsung ke lapangan agar tahu kondisi jalan disini, “kata Entis.

Akibat kindisi jalan yang rusak, kata Entis, hampir tiap hari di lokasi ini sering terjadi kecelakaan menimpa pengguna jalan.

“Apalagi jikaturun hujan, roda kendaraan bisa slip karena masuk pada tanah yang berlumpur. “terangnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN