Tiba Bulan Ramadhan, Parkir Liar Pun Menjamur Di Kawasan Ngabuburit Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kawasan favorit warga Tasikmalaya untuk beraktivitas ngabuburit pada bulan suci Ramadhan 1447 H, kini dihadapkan pada persoalan parkir liar yang semakin merajalela. 

Berbagai titik lokasi yang ramai dikunjungi mulai dari kawasan jalan baru (JB) depan Tugu Lapangan Alip hingga sekitar Jalan Nagawangi dan pusat perbelanjaan Ramayana, ditemukan banyak kendaraan yang diparkir secara sembarangan.

Rendi, salah satu pengunjung kawasan JB depan Tugu Lapangan Alip, mengaku, lokasi tersebut menjadi tempat pilihan untuk bersantai dan menunggu adzan Maghrib bersama keluarga atau teman-teman. Namun sayang, keasyikan tersebut terganggu dengan kondisi parkir yang tidak teratur.

Menurut Rendi tempat ini memang pas buat ngabuburit dan nongkrong, tapi sayangnya setiap bulan Ramadhan parkir liar selalu menjamur. 

"Bukan hanya di sini, jalan Nagawangi juga sama padat dengan kendaraan yang diparkir sembarangan," ungkap Rendi.(28/02/26)

Hal senada disampaikan Tedi, warga asal Cirahong, Tedi, ia berharap agar masalah parkir liar ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang. 

Kata Tedi, pengaturan parkir oleh petugas yang mengenakan seragam resmi tentu akan memberikan kesan lebih teratur dan profesional.

Tedi menyebut, alangkah baiknya kalau parkirnya diatur dengan benar serta petugasnya menggunakan pakai seragam resmi.

"Tentunya akan terlihat lebih rapi dan resmi, semoga ada tindakan tegas dari instansi terkait," ujarnya, saat ditemui di sekitar kawasan Ramayana.

Sementara dari pengamatan di lapangan menunjukkan, parkir liar tidak hanya mengganggu estetika lingkungan namun juga berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menyulitkan akses bagi masyarakat lainnya yang ingin beraktivitas di kawasan tersebut.(anwarwaluyo)

 

 

Akibat Jalan Licin Berlumpur Di Ciranca Nagrog Cipatujah, Sebuah Mobil Pengangkut Material Terjebak

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sebuah mobil bak angkutan barang mengalami kesulitan saat melintas di Jalan Ciranca Nagrog, Kecamatan Cipatujah, dan terpeleset hingga terjebak dalam lapisan lumpur tebal yang diperparah dengan genangan air yang menghalangi jalannya hingga cukup lama.

Kondisi jalan yang berlumpur, bergelombang dan sering tergenang ini kerap menjadi penyebab utama kendaraan terhambat untuk sampai ke tujuan.

Menurut salah seorang warga setempat, Asep Hilman, masalah jalan di kawasan ini bukan hal baru. 

Asep mengaku sering melihat kendaraan pengangkut barang kesusahan lewat sini, kadang harus menunggu lama atau dibantu oleh warga sekitar agar bisa melanjutkan perjalanan.

"Sudah puluhan tahun kita menikmati jalan lumpur seperti ini," ucapnya.(27/02/26)

Kasus serupa, ungkap Asep, pernah juga terjadi di wilayah Cipatujah pada Juni 2025 lalu ketika jalan licin akibat lumpur dari aktivitas galian tanah sehingga menyebabkan banyak pengendara tergelincir dan mengganggu arus lalu lintas selama beberapa hari.

Asep berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya kepada Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, agar daerahnya segera memiliki jalan kasep mulus ngaleser bisa segera terwujud. 

Ia juga berharap kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jangan sampai slogannya seolah-olah tata kota terbalik.

"Kota diurus dengan baik tapi daerah lembur seperti ini justru terlupakan," ungkap Asep.(anwarwaluyo)

 

 

Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Drainase, Revitalisasi Pasar Pananjung Pangandaran Belum Jadi Prioritas Utama

PANGANDARANNEWS.COM – Sepertinya para pedagang di pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran kembali harus bersabar, rencana revitalisasi total Pasar Tradisional terbesar di Kabupaten Pangandaran hingga kini masih belum bisa terealisasi. Pemerintah daerah memastikan untuk saat ini perbaikan sementara akan difokuskan pada akses jalan dan drainase, sementara pembenahan bangunan kios belum menjadi prioritas utama.

Pasar yang ada di kawasan strategis dekat Pantai Pangandaran ini seperti diketahui merupakan pasar induk sekaligus pusat aktivitas perdagangan di jantung kota, namun sayang kondisi fisik bangunan sekarang mulai mengalami penurunan kualitas.

Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk dan berpotensi membahayakan, baik pedagang maupun para pengunjung. Kondisi ini tentu sangat berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli, bahkan beberapa pedagang dilaporkan terpaksa menutup usahanya.

Saat dihubungi, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, mengatakan, Pasar Pananjung tetap menjadi prioritas revitalisasi karena statusnya sebagai pasar induk. Meski begitu.

Menurut Tedi, kondisi bangunan Pasar Pananjung masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah pasar tradisional lain seperti Parigi dan Kalipucang.

Ia mengaku, pihaknya pun sudah membahas rencana revitalisasi Pasar Pananjung bersama Sekretaris Daerah (Sekda). 

"Untuk tahap awal, kemungkinan difokuskan pada perbaikan akses jalan dan drainase dulu,” terang Tedi.(26/02/26).

Tedi juga mengatakan, struktur utama kios dan jongko dinilai masih cukup kokoh untuk beberapa tahun ke depan. 

Terkait pekerjaan teknis perbaikan jalan dan drainase, kata Tedi, akan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 “Untuk pengukuran dan pengerjaan teknis menjadi kewenangan Dinas PU,” jelasnya.

Tedi menyebut usulan anggaran revitalisasi pasar sebenarnya telah diperjuangkan sejak masa kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata, namun hingga kini kebutuhan anggaran yang cukup besar belum dapat terpenuhi.

Karena itu, imbuh Tedi, pemerintah daerah memilih langkah bertahap dengan memprioritaskan perbaikan sarana penunjangnya dahulu.

"Perbaikan akses jalan direncanakan menggunakan aspal lapen bukan hotmix, dengan estimasi anggaran mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.(hiek)


Inilah Potret Para Pejuang Pencari Nafkah Saat Berjuang Di Tanjakan Parigi Cipatujah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 H, kehidupan masyarakat di Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah Cirengrak, masih dihadapkan pada tantangan kondisi jalan yang jauh dari layak. Salah satu bukti nyatanya adalah di lokasi Tanjakan Parigi, dengan ruas jalan yang sempit, licin serta kemiringan yang sangat curam dan turunan yang tajam di mana para ojeg berperan sebagai "palang pejuang" dalam mencari nafkah.

Potret kondisi jalan yang terlihat dari unggahan pengguna media sosial dengan nama akun budakangon menunjukkan, jalan yang penuh lumpur dan berlubang. 

Bahkan ketika musim kemarau pun, kondisi jalan tidak jauh berbeda. Kendaraan yang membawa barang dagangan atau mengangkut penumpang harus bergerak dengan sangat hati-hati, karena tak jarang harus melaju pelan agar tidak tergelincir atau terbalik di medan yang ekstrem. 

Tim Pantauan Lapangan Pangandarannews.com yang datang langsung ke lokasi jalan tersebut, mengkonfirmasi medan jalan di lokasi tersebut memang benar-benar curam dan menantang.

Encep, salah seorang masyarakat Cirengrak, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi jalan yang sudah lama menjadi beban bagi warga. 

Encep mengaku, ia dan warga lainnya adalah korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) Pemerintah kabupaten Tasikmalaya. 

"Jalan belum merdeka, padahal kita butuh akses yang baik untuk mencari nafkah terutama di bulan Ramadhan ini yang kita harapkan bisa lebih mudah beraktivitas," ujarnya.(27/02/26)

Padahal, menurut Encep, masyarakat sudah menjalankan kewajiban sebagai warga negara dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

"Kami juga bayar pajak kok, tapi kenapa pembangunan tidak merata? Kami berharap pemerintah kabupaten Tasikmalaya segera melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di sini," tandasnya.

Encep menyebut, para tukang ojeg yang menjadi tulang punggung transportasi lokal di kawasan tersebut harus bekerja ekstra keras di bulan suci ini. Meskipun jalan penuh tantangan, mereka tetap harus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan keperluan ibadah.

Encep mengatakan, kondisi jalan Tanjakan Parigi juga menjadi penghambat potensi ekonomi masyarakat sekitar karena hasil pertanian dan produk lokal sulit didistribusikan dengan lancar ke pasar utama yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan warga. 

"Kami masyarakat disini berharap, pemerintah dapat segera menangani permasalahan ini agar aksesibilitas meningkat dan kehidupan mereka menjadi lebih baik," ujarnya.(anwarwaluyo)

Ini Beberapa Lokasi Ngabuburit Warga Tasik, Salah Satunya JB Di Kawasan Lanud

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Selama bulan Ramadhan, setiap sore menjelang Maghrib Jalan Baru (JB) sekitar kawasan Lanud Tasikmalaya menjadi destinasi favorit warga untuk ngabuburit. 

Banyak masyarakat berkumpul di lokasi ini tidak hanya untuk menunggu adzan Maghrib tetapi juga untuk mencari berbagai hidangan ta'jil, Rani, salah satu pengunjung asal Tasikmalaya mengaku sering menghabiskan waktu ngabuburit di sana. 

Menurutny, tempat sangat cocok sekali untuk dijadikan lokasi ngabuburit  nunggu adzan maghrib.

Selain itu ia juga menyebutkan,  banyak warga yang memilih untuk keliling mencari tempat ngabuburit sesuai dengan selera masing-masing.

"Selain disini, di kawasan Dadaha dan Alun-Alun Tasikmalaya juga menjadi tempat ngabuburit lainnya yang ramai dikunjungi oleh masyarakat," ungkapnya.(anwarwaluyo)

 

 

Kukuhkan Identitas Resmi Di Ruang Siber, Diskominfo Pangandaran Dorong Pemanfaatan Domain "Desa.Id" Melalui Program Kominfo Saba Desa Di Desa Cigugur

PANGANDARANNEWS.COM  – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran kembali melaksanakan program jemput bola "Kominfo Saba Desa" bertempat di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur.(24/02/26)

Agenda kali ini secara khusus menyoroti urgensi dan tata cara pemanfaatan domain desa.id sebagai situs web resmi utama pemerintahan desa, dan Desa Cigugur merupakan titik ketiga yang mendapatkan pendampingan langsung dalam rangkaian.

program Kominfo Saba Desa, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Desa Selasari dan Desa Babakan. 

Pada kunjungan ini, tim Diskominfo menekankan bahwa kepemilikan website dengan domain resmi bukan lagi sekadar pelengkap melainkan kebutuhan mendasar bagi tata kelola.

pemerintahan desa yang modern dan kredibel penggunaan domain desa.id merupakan representasi dan identitas legal pemerintahan desa, dan dunia maya berbeda dengan domain komersial seperti .com, .net, atau .org, ekstensi .desa.id adalah domain yang secara eksklusif dikelola dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia. 

Hal ini memberikan jaminan keamanan dan keabsahan identitas instansi, karena melalui pemanfaatan domain desa.id, segala bentuk penyebaran informasi, transparansi anggaran, hingga promosi potensi desa (seperti UMKM dan pariwisata) menjadi jauh lebih terpercaya. 

Masyarakat luas dapat dengan mudah membedakan sumber informasi yang valid dan resmi dari pemerintah desa, yang sekaligus menjadi langkah mitigasi efektif dalam mencegah beredarnya hoaks atau informasi palsu yang mengatasnamakan desa. 

Selain memberikan pemahaman regulasi, program Kominfo Saba Desa di Cigugur juga memberikan fasilitasi teknis mengenai prosedur pendaftaran, aktivasi, hingga dasar-dasar pengelolaan konten pada website berdomain desa.id. 

Diskominfo Kabupaten Pangandaran menargetkan agar seluruh desa di wilayah Kabupaten Pangandaran secara bertahap memiliki dan mengelola website resmi ini secara aktif sebagai pusat pelayanan informasi publik yang akuntabel. 

Dengan berjalannya program Kominfo Saba Desa secara berkelanjutan, diharapkan kapasitas literasi digital perangkat desa di Kabupaten Pangandaran semakin meningkat, sehingga desa tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. 

Kominfo Saba Desa adalah program inisiatif dari Diskominfo Kabupaten Pangandaran yang bertujuan untuk turun langsung mendampingi dan membantu desa dalam mengoptimalkan kebutuhan digital, dan program ini mencakup asistensi pengelolaan media sosial, peningkatan literasi digital perangkat desa hingga dukungan teknis operasional infrastruktur informasi desa. ***


Hadapi Musim Paceklik, KUD Minasari Pangandaran Siapkan Bantuan Sosial Untuk Nelayan

PANGANDARANNEWS.COM - Di tengah musim paceklik yang membuat hasil tangkapan menurun KUD Minasari Pangandaran sedang menyiapkan program bantuan sosial bagi nelayan yang aktif bertransaksi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), langkah ini diambil untuk membantu menjaga ketahanan ekonomi anggota koperasi. 

Demikian disampaikan Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, di depan para nelayan di KUD Minasari Pangandaran.(23/02/26)

Jeje mengatakan, pendapatan nelayan saat ini rata-rata hanya berkisar Rp300 ribu hingga Rp1 juta per hari dan jarang menembus angka Rp2 juta. 

Selain faktor cuaca, kata Jeje, berkurangnya hasil tangkapan udang dan sulitnya lobster turut memengaruhi penghasilan nelayan.  

Namun meski pendapatan menurun, Jeje menilai transaksi di TPI tetap tinggi hingga mencapai Rp80 juta hingga Rp120 juta per hari. 

"Saat ini terjadi pergeseran komoditas tangkapan, dari dominasi udang menjadi lebih banyak ikan," terangnya lagi.

Sebagai bentuk perlindungan, Jeje menyebut, koperasi saat ini sedang menyiapkan santunan hajatan Rp3 juta, bantuan kematian hingga Rp10 juta untuk nelayan, serta tunjangan pendidikan Rp5 juta bagi anak nelayan yang melanjutkan ke perguruan tinggi. "Bantuan juga diberikan kepada nelayan janggol dan keluarganya," imbuhnya.

Ia menegaskan, seluruh program sosial tersebut bersumber dari dana koperasi dan ditujukan bagi anggota yang aktif bertransaksi.

"Kami berharap keberadaan KUD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan, terutama saat menghadapi masa sulit," ungkapnya.(hiek)




Untuk Kenyamanan Dan Estetika Wisata, Pemkab Pangandaran Akan Tata Ulang Pedagang dan Perahu Nelayan di Pantai Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk kenyamanan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan menata ulang pedagang dan perahu nelayan di kawasan Pantai Batukaras menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. 

Selain untuk kenyamanan, penataan ini juga dilakukan untuk meningkatkan estetika kawasan wisata di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini merupakan hasil kesepakatan antara pedagang, nelayan, dan Pemkab Pangandaran dalam musyawarah yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras.

"Kami semua sepakat, dan para pedagang pun siap ditertibkan dan ditata kembali," kata bupati. (23/02/26).

Selain pedagang, sebanyak 33 perahu nelayan pun akan dipindahkan ke lokasi yang lebih tertata. 

Menurut bupati, penataan ini harus dilakukan karena aspek estetika yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Pantai Batukaras.

Saat ini, terang bupati, puluhan perahu itu berada di blok Batukaras dan sebagian posisinya menghalangi badan jalan. Dan dipastikan sebelum lebaran nanti, ini akan ditertibkan agar tidak lagi mengganggu akses jalan.

Sementara untuk relokasi pedagang, imbuh bupati, Pemkab Pangandaran berencana menempatkan mereka di sekitar TPI Sanghiyangkalang. Namun, rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut dan menunggu izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami akan mengajukan izin terlebih dahulu ke Pemprov Jabar terkait pemindahan pedagang ini," jelas bupati. (hiek)






Atasi Limbah Mengalir Ke Laut, Pemkab Pangandaran Coba Bangun IPAL di Pantai

Nanang Heryanto
PANGANDARANNEWS.COM -  Untuk antisipasi agar air limbah hotel tidak masuk ke laut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran saat ini mulai membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pantai Barat Pangandaran.

Seperti disampaikan Kabid Binamarga Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto,  IPAL yang saat ini dibangun ditujukan untuk pengolahan limbah dari pemukiman penduduk.

"Jadi  dalam penggunaanya juga terbatas, hanya untuk persekian rumah dulu," jelas Nanang, kepada sejumlah wartawan.(23/02/26).

Untuk sementara ini, ujar Nanang, IPAL tersebut belum bisa menampung limbah dari hotel di sekitaran Pantai Barat Pangandaran. Karena berapa jumlah kamar di hotel tersebut belum terukur, kedepanya bisa dicoba untuk dipadukan dengan limbah dari hotel.

"Dalam pembangunan IPAL ini harusnya selesai di tahun 2025 sesuai dengan kontrak yang telah disepakati, namun  pengerjaanya belum 100 persen," terangnya.

Sementara Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami menjelaskan, pembangunan IPAL tersebut merupakan yang pertama dan sebagai field project di Pantai Barat Pangandaran. Dan jika ini berhasil, maka akan jadi percontohan bagi yang lain.

"Kita upayakan agar pembangunan IPAl ini bisa selesai sebelum lebaran, dan kalau ini berhasil akan kita bangun di tempat lain," katanya.

Bupati menambahkan, dugaan permasalahan limbah yang masuk ke laut Pangandarn sudah lama menjadi perbincangan dan saat ini pemda sedang berupaya untuk mengatasinya(hiek)

Ini Tanggapan Ketua DPRD Pangandaran Terkait Laporan RPB Terhadap Anggota Dewan Yang Diduga Terlibat Kasus MBA

 Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – Saat diminta tanggapannya terkait laporan Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) terhadap Anggota DPRD yang terlibat kasus MBA, kepada Badan Kehormatan (BK), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Asep Noordin mengatakan, untuk masalah tersebut sudah ada tata tertib, tata beracara dan kode etik sehingga pihaknya mendorong BK segera melakukan rapat dan konsolidasi untuk membahas aduan dari RPB.

“Menghimpun informasi dan sebagainya sebagai bahan untuk menindaklanjuti laporan kepada BK,” terangnya, Jumat (20/02/26).

Ia mengaku mendukung tindak lanjut pengungkapan kasus MBA oleh pihak kepolisian, tentunya dengan langkah-langkah yang kini sedang dilakukan. Nanti bisa lihat secara real, apakah ini ada tindak pidana atau perdata. 

Asep meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar ada edukasi terkait keuangan dan juga program pemulihan ekonomi, karena ia melihat kasus MBA tidak hanya terjadi di Pangandaran tetapi juga di daerah lain.

“Pada prinsipnya ini merupakan kejahatan ekonomi, yang mempengaruhi secara sosial dan psikologis,” imbuhnya.

Kemudian kepada Satgas PASTI, Asep juga berharap bisa memberikan kepastian kepada masyarakat yang ingin uang mereka kembali.

Asep menyebut, DPRD belum melakukan penyisiran apakah yang ikut itu pasif atau ikut mengajak kepada yang lain untuk bergabung. “Saya minta kepada BK untuk melakukan penyisiran,” kata Asep Noordin.

Untuk sementara ini, pihaknya tidak bisa mengawang-ngawang mengenai sanksi yang akan diberikan kepada anggota dewan tersebut jika ada pelanggaran.

“Saya undang fraksi karena ini masuk ke ranah politis dan sebagainya,  jadi silahkan nanti melakukan langkah-langkah internal,” ucapnya.(hiek¬)


Buntut Diduga Ada Anggota DPRD Pangangdaran Terlibat MBA, RPB Laporkan ke Badan Kehormatan

PANGANDARANNEWS.COM - Massa yang tergabung dalam Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) melaporkan, ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diduga mempromosikan investasi bodong di aplikasi MBA.

Koordinator RPB, Tian Kadarisman mengatakan, dugaan keterlibatan anggota DPRD ini dianggap sebuah pengkhianatan terhadap marwah lembaga.

Ia menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke gedung DPRD dengan membawa bukti nyata atas degradasi moral. Selain itu, RPB menyampaikan pelanggaran etika sistemik yang dilakukan oleh oknum dewan tersebut.

“Berdasarkan fakta lapangan, kami menemukan indikasi tiga peran oknum Anggota DPRD yang telah mengkhianati mandat rakyat demi keuntungan pribadi,” terangnya. (20/02/26).

Bukti yang disampaikan RPB, antara lain pertama, Sang Promotor (Affiliator). Oknum ini secara aktif dan terang-terangan ada dalam ruang publik promosi Investasi bodong MBA, tindakan ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Pasal 4 ayat (12) dan Pasal 14 Kode Etik.

Selain itu, anggota DPRD dilarang keras mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan posisinya, karena jabatan Anda adalah instrumen pelayanan, bukan menjadi marketing investasi sampah yang menjerumuskan rakyat. 

Kedua, Sang Penjamin Legitimator, oknum ini menyalahgunakan status dewan untuk memberikan legitimasi palsu bahwa investasi ini aman. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap Pasal 3 mengenai integritas dan kejujuran. Marwah jabatan bukanlah barang dagangan yang bisa Anda gadaikan demi recehan komisi.

Ketiga, lanjut Tian, Sang Pemberi, oknum ini mengetahui adanya ketimpangan namun memilih bungkam demi bermain di air keruh. Selain itu, terdapat indikasi kuat bahwa mereka secara masif merekrut anggota baru. 

“Mereka juga mulai dari lingkaran keluarga hingga masyarakat luas untuk mengejar target pribadi dan bonus komisi semata,” imbuh Tian.

Tian menambahkan, berdasarkan Pasal 5 Peraturan DPRD Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kode Etik yang menyatakan setiap Anggota Dewan wajib bersikap responsif terhadap penderitaan rakyat.

 “Diamnya DPRD saat rakyat tertindas, ditambah pengkhianatan demi keuntungan finansial pribadi adalah bukti nyata bahwa kalian secara moral dan etika telah gugur. Dengan demikian, kalian sudah tidak layak lagi duduk di kursi terhormat ini,” tegasnya.

Bagi oknum yang merasa telah melakukan tindakan di luar jalur Kode Etik dan mengkhianati kepercayaan rakyat, RPB  menyampaikan pesan terbuka dan jauh lebih menghormati langkah ksatria apabila saudara sadar diri, mengakui kesalahan, dan mengambil tanggung jawab moral dengan mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran. 

Langkah ini, kata Tian, adalah satu-satunya cara bagi mereka untuk menjaga sedikit sisa martabat. Jika langkah ksatria itu tidak diambil, pihaknya menuntut Badan Kehormatan (BK) untuk se proaktif dan segera jemput bola. Mereka juga harus memeriksa bukti yang diberikan dan memanggil oknum terkait tanpa menunda.

”Pelanggaran etika sudah nyata di depan mata! Menonaktifkan sementara, jika tidak ada niat baik untuk mundur, BK wajib merekomendasikan hukum berupa sanksi berat sesuai Pasal 17 Peraturan No. 2/2020,” tandasnya.(hiek)


Hati-Hati Ada Website Palsu DPRD Pangandaran, Yang Asli Malah Tak Bisa Dibuka

PANGANDARANNEWS.COM -Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran menemukan adanya situs yang mencatut DPRD Kabupaten Pangandaran, bukan hanya mengunakan nama lembaga namun materi yang ditampilkan pun memunculkan konten legislator.

Pihak Diskominfo Pangandaran mengatakan, perbedaan situs resmi DPRD Pangandaran adalah dprdpangandaran.go.id. Sementara saat ini muncul website dengan alamat dprdpangandaran.org. 

“Situs yang meniru adalah dprdpangandaran.org,” ungkap Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton Guntari Kamis (19/02/26)

Ia menjelaskan, seluruh situs resmi instansi pemerintah di Indonesia baik pusat maupun daerah, wajib menggunakan domain tingkat tinggi (Top Level Domain). Penggunaan domain ini diatur secara ketat dan memerlukan persyaratan administrasi khusus dari pemerintah, sehingga menjamin keaslian dan legalitas sumber informasi.

Sebaliknya domain umum seperti .org, .com, atau .net dapat didaftarkan oleh siapa saja tanpa verifikasi sebagai instansi pemerintah, sehingga domain tersebut tidak ideal digunakan oleh lembaga pemerintah karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihaknya juga meminta warga selalu memverifikasi alamat situs web sebelum membukanya dengan memastikan akhiran domain adalah .go.id untuk instansi pemerintah, serta tidak menyebarluaskan tautan (link) situs palsu tersebut melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan seperti WhatsApp guna menghindari kebingungan public.

Apabila masyarakat menemukan informasi yang meragukan atau indikasi situs palsu lainnya yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diminta untuk segera melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Diskominfo atau melalui media sosial komunitas Pangandaran Saber Hoaks.

Terlepas dari itu, website resmi DPRD Pangandaran dengan alamat dprdpangandaran.go.id malah kondisinya bermasalah. Ketika dibuka, hanya muncul keterangan bahwa server tidak ditemukan.(hiek)


Rohimat Resdiana, Secara Regulasi Penggunaan Produk Lokal Harus Sampai 80 Persen

Rohimat Resdiana
PANGANDARANNEWS.COM – Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pangandaran fraksi PDI Perjuangan, Rohimat Resdiana, menyoroti belum maksimalnya penyerapan hasil pertanian warga Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang dalam program dapur SPPG saat menggelar reses tahun sidang 2026 di Aula Desa Kedungwuluh. (12/02/26)

Ia mengatakan, secara regulasi penggunaan produk lokal itu seharusnya sampai 80 persen. Namun faktanya, hasil bumi masyarakat kita belum masuk secara maksimal. Ini yang akan kami dorong untuk dibahas serius di DPRD.

Menurutnya beras dan komoditas pertanian lainnya dari Desa Kedungwuluh belum terserap optimal padahal desa tersebut memiliki potensi produksi yang memadai, kondisi ini bertentangan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi tujuan utama program tersebut.

“Kalau programnya untuk pemberdayaan ekonomi lokal ya tentu harusnya petani lokal yang pertama merasakan manfaatnya, jangan sampai hanya jaditulisan di atas kertas saja,” katanya.

Rohimat menyebut, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan ekonomi para petani. Dan ia pun akan mendorong pembahasan lebih lanjut, baik melalui rapat gabungan fraksi maupun Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan.

“Kita akan panggil stakeholder terkait. Kita ingin tahu kendalanya di mana, apakah soal kualitas, distribusi, atau mekanisme pengadaan. Semua harus terbuka,” imbuhnya.

Selain isu serapan produk lokal, dalam resesnya ia juga menerima aspirasi terkait belum tersedianya lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dan Rohimat,  membenarkan adanya keluhan tersebut dan menyebut terdapat potensi pemanfaatan lahan eks-HGU (Hak Guna Usaha).

“Memang ada keluhan soal lahan KDMP yang belum tersedia, tapi ada peluang dari lahan eks-HGU yang bisa dimanfaatkan dan ini akan kita tindak lanjuti lebih dalam,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan konstituen, Rohimat yang duduk di Komisi I DPRD Pangandaran turut membahas sektor pemerintahan serta menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah daerah.

‎Sebagai anggota Komisi I, kata Rohimat, ia lebih banyak membahas terkait tata kelola pemerintahan. Dan reses ini, tentu menjadi momentum untuk menggali aspirasi sekaligus menyampaikan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di bawah kepemimpinan Bupati saat ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pangandaran, Ganjar Nugraha menegaskanm, reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Reses ini adalah komunikasi dua arah, artinya spirasi masyarakat akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan maupun pengawasan program pemerintah daerah.

“Sedikitnya ada empat manfaat utama reses, antara lain  menjembatani kesenjangan informasi, memberikan masukan perencanaan pembangunan, meningkatkan akuntabilitas dewan, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislative,” terangnya.(hiek)


Kolaborasi Apik, Pegiat Sosial Dan Pemdes Cijeungjing Santuni 37 Anak Yatim Piatu

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Para pegiat sosial Desa Cijengjing, Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis melaksanakan kegiatan santunan bagi 37 anak yatim-piatu sebagai penerima manfaat sekaligus acara mungahan, yang digelar di sula desa.(18/02/26)

Menurut Ketua Pegiat Sosial Desa Cijengjing, Cevi Iman, santunan ini diselenggarakan setiap bulan dengan sumber dana berasal dari infak para pegiat sosial.

"Sedikit rezeki ada hak anak yatim-piatu, dua setengah persen hak anak yatim-piatu harus diberikan," ujarnya kepada Pangandarannews.com.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian mungahan tersebut, kata Cevi, bertujuan untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

Terpisah, Kepala Desa Cijengjing, Adang, mengaku pihaknya terus sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh para pegiat sosial muda.

Kepedulian mereka, menurut Adang, begitu luar biasa.

"Dan memang benar bahwa dalam harta rezeki kita bukan milik kita semua, tapi ada hak anak yatim-piatu dua setengah persen yang harus diberikan," jelasnya.(anwarwaluyo)

Akibat Diterjang Angin Kencang, Atap 9 Rumah Warga Di Kalipucang Pangandaran Beterbangan

PANGANDARANNEWS.COM - Angin kencang disertai hujan deras menerjang Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengakibatkan sedikitnya sembilan rumah warga terdampak.(19/02/26) sekitar pukul 15.0 WIB.

menurut data dari pemerintah desa warga yang terdampak tersebar di dua dusun, Dusun Girisetra dan Dusun Empangsari.

Seperti disampaikan Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, angin kencang datang secara tiba-tiba saat hujan deras.

"Angin puting beliung terjadi berbarengan dengan hujan deras, tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa," ujar Sugiharto.(20/02/26).

Sugiharto mengatakan, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut, termasuk terkait pendataan kerusakan.

Selain itu, imbuh Sugiharto, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersama Pemdes Kalipucang pun langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta memberikan imbauan.

"Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, menyampaikan, ada sekitar tujuh kepala keluarga yang rumahnya terdampak angin kencang.

"Saat kejadian, bagian rumah yang pakai asbes dan seng bertebaran akibat tiupan angin kencang," jelasnya.(hiek)




Aduh, Ada Parkir Liar dengan Karcis Palsu di Lapang Dadaha Tasikmalaya ?

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNNEWS - Kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya yang kerap menjadi tujuan masyarakat untuk beraktivitas, kembali menuai sorotan warga terkait parkir liar yang ada di lokasi tersebut.

Banyak warga dan pengguna jalan mengeluhkan adanya pungutan liar dengan karcis buatan sendiri yang diberikan oleh pihak tidak bertanggung jawab, sementara penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang parkir tampaknya hanya sebatas aturan di kertas.

Masyarakat sudah cukup terganggu dengan parkir liar ini, apalagi ada yang datang saja lalu memberikan karcis sendiri dan lalu memungut uang secara sewenang-wenang. 

Salah seorang pedang yang biasa berjualan di sekitar lapang Dadaha mengatakan, seharusnya pihak yang berwenang bisa menertibkan hal ini. 

'Tapi kenapa seolah-olah tutup mata ya ?, " ucapnya.(19/02/26).

Dari pengamatan Pangandaran News di lapangan, tampak area parkir liar tersebut banyak digunakan oleh pengendara yang berhenti sementara untuk berbelanja atau mengikuti aktivitas lainnya. Tanpa pengelolaan yang jelas dan penertiban yang konsisten, kondisi ini semakin meresahkan. 

Dan beberapa orang yang mengaku sebagai "pengelola parkir", mereka bahkan berani menggunakan karcis buatan tangan tanpa ada tanda resmi dari pemerintah kota atau badan pengelola parkir yang sah.

Menurut salah seorang pengguna jalan, Siti, menambahkan para "petugas parkir" tersebut tidak bisa menjawab dengan jelas siapa yang menyuruh. Dan mungkin uang yang mereka dapatkan juga tidak masuk ke kas negara, hanya untuk keuntungan pribadi saja. 

"Kita berharap pihak penegak hukum atau dinas terkait segera turun tangan dan tidak lagi mengabaikan masalah ini," ungkapnya.

Selain merugikan negara, imbuh Siti, parkir liar yang tidak teratur juga menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah dan mengganggu akses kendaraan serta pejalan kaki. 

Sebenarnya, imbuh Siti, ia tidak keberatan membayar parkir jika prosesnya resmi dan uang yang dikumpulkan digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum. Namun, pungutan liar seperti ini jelas tidak dapat diterima.

"Pungutan liar seperti ini harus segera dihentikan, kita butuh penertiban yang sungguh-sungguh bukan hanya sekedar omongan kosong," ujarnya.(anwarwaluyo)

Atur Jam Oeprasional Warung Nasi Selama Ramadhan, Pemkab Pangandaran Terbitkan SE

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengeluarkan aturan terkait operasional warung nasi dan rumah makan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.8.1/10/SETDA/2026.

Untuk warung nasi dan rumah makan dilarang memfasilitasi umat Muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa secara sengaja, larangan ini dimaksudkan untuk menghormati umat muslim yang berpuasa. Larangan ini diantaranya, jam operasional warung nasi dan rumah makan mulai pukul 16:00-04:00.

Kemudian  semua tempat hiburan malam seperti karoke dan kafe, harus  tutup selama ramadhan. 

Tak hanya itu, akan dilakukan juga razia penyakit masyarakat (minuman keras, petasan dan warung remang-remang).

Kepada sejumlah awak media, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggar khususnya pengusaha hiburan malam yang membandel.

Tentu pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) ini, kata bupati, akan dilakukan sewaktu-waktu.

"Kami tidak akan segan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar aturan operasional tersebut melalui koordinasi dengan Satpol PP dan Polres Pangandaran," tegasnya.(19/02/26)

Bupati juga menyebut, pihaknya akan bersinergi dengan jajaran Polres terkait pemantauan penyakit masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Selain aturan operasional, bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghargai kesucian bulan Ramadhan dan berharap warga dapat saling menghormati dengan tidak makan atau minum secara terbuka di depan umum pada siang hari.

Pada sektor pendidikan, bupati juga menginstruksikan agar para siswa untuk mengisi waktu dengan kegiatan produktif melalui pesantren kilat di lingkungan masing-masing.

“Untuk mempertebal keimanan, para siswa wajib mengikuti pesantren kilat, mulai dari tadarus Al-Quran, salat berjamaah, hingga aktivitas keagamaan lainnya,” ucapnya.(hiek)

Masalah Sampah, di Sejumlah Jalan Kota Tasikmalaya Masih Banyak Yang Belum Terangkut

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – kondisi sampah yang belum terangkut ditemukan di beberapa jalan utama Tasikmalaya, antara lain Jalan Swaka, Jalan HZ Mustofa, dan Jalan Kawalu. 

Salah satu masyarakat yang sering melintas di kawasan tersebut, Wawan (37) menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi ini.

Ia mengatakan, tumpukan sampah sudah ada selama 3 hari bahkan sebagian juga tercecer di jalan. 

"Slogan Tasik Kota Resik seharusnya diimbangi dengan pelaksanaan yang optimal," ucapnya.(19/02/26)

Wawan menduga ada berbagai faktor penyebab keterlambatan pengangkutan, seperti keterbatasan armada atau sumber daya atau kendaraan pengangkut yang kurang atau sedang dalam perawatan.

Tak hanya itu, kata Wawan, terjadi peningkatan timbunan sampah di awal Ramadhan akibat aktivitas masyarakat yang lebih banyak sedangkan jadwal pengangkutan yang belum dapat menyesuaikan kondisi lapangan secara real-time.

"Harapan saya, semoga Tasikmalaya yang pernah dapat predikat Adipura justru dikenal sebagai kota banyak sampah," ungkapnya.

Selain mendorong perbaikan dari pemerintah, Wawan juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat.

Menurutnya, kebersihan lingkungan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab bersama seluruh warga kota Tasikmalaya. 

"Kita juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan," tegasnya.

Ia juga berharap agar Pemkot Tasikmalaya segera mengambil langkah perbaikan, seperti mengevaluasi sistem pengangkutan, meningkatkan jumlah armada jika diperlukan serta meningkatkan transparansi komunikasi terkait progres penanganan sampah.

"Di sisi lain, seluruh warga juga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar," imbuhnya.(anwarwaluyo)

 

 

Pokdarwis Dan Pemdes Cimanuk Terus Lakukan Penataan Obyek Wisata Padabumi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pantai Padabumi yang berlokasi dekat dengan Pantai Cimanuk Desa Kalapagenep dan Pantai Karangtawulan, menjadi ikon wisata Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmakaya, saat ini sudah menjadi favorit masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.

Pantai ini menawarkan hamparan pasir eksotis dengan suguhan pemandangan laut yang dikenal bergelombang cukup tinggi, serta pemandangan muara Sungai Cimanuk. 

Selain menikmati sunset, memancing, dan bersantai, terdapat juga kolam berenang bagi pengunjung. Jalan menuju lokasi pun saat ini sudah beraspal, dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau umum dari Pangandaran (sekitar 3 jam) atau Kota Tasikmalaya.

Tarif retribusi masuk ke Pantai Padabumi juga relatif murah, Rp6.000 per orang sudah termasuk untuk asuransi jiwa. 

Saat ini pengelolaan wisata tersebut dilakukan oleh Pokdarwis Desa Cimanuk, dan sedang disempurnakan guna meningkatkan transparansi pelayanan.

Fasilitas yang tersedia meliputi warung makan dan minuman serta area parkir yang luas, namun meskipun demikian fasilitas seperti toilet dan tempat ibadah masih terbatas dan menjadi perhatian untuk diperbaiki.

Saat momen munggahan beberapa hari lalu, Pantai Padabumi ini pun tampak dipadati menjadi masyarakat yang datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. 

Saat bincang-bincang dengan Pangandaran NEws, Kepala Desa Cimanuk, Anhar menyampaikan, penataan wisata pantai saat ini terus dilakukan untuk kenyamanan wisatawan yang datang. Karena sektor wisata ini diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Anhar mengatakan, dalam pengelolaan obyek wisata ini Pokdarwis Desa Cimanuk selalu melakukan koordinasi erat dengan Pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), embaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para pelaku usaha lokal untuk membangun kebersamaan dan kemajuan bersama.

 "Alhamdulillah Pantai Padabumi terus kami upayakan penataannya demi kemajuan masyarakat Desa Cimanuk," ungkap Anhar. (17/02/26)


Anhar juga menyampaikan, atas nama Pemerintah Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmakaya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cimanuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H/2026 M. (anwarwaluyo)

Tanamkan Minat Bertani Sejak Dini, Ribuan Siswa di Pangandaran Tanam Bibit Jagung Hibrida

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 768 sekolah di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, hari ini serentak melakukan penanaman bibit jagung hibrida secara serentak. (18/02/26). 

Kepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh, menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam-menanam tapi merupakan bagian dari upaya strategis membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pertanian, kewirausahaan, dan kemandirian pangan sejak dini.

Soleh menjelaskan, sebanyak 143.868 bibit jagung hibrida ditanam dalam program tersebut. Penanaman dilakukan di lahan terbuka seluas 55.308 meter persegi, serta memanfaatkan 2.584 galon dan 10.667 polibag. Dan dalam pelaksanaan kegiatan ini didukung lintas sektor, termasuk Dinas Pertanian Pangandaran.

Jadi, kata Soleh, dasar diadakannya kegiatan penanaman bibit jagung hibrida di lingkungan sekolah, karena saat ini jarang sekali anak-anak yang bercita-cita menjadi petani sukses. 

"Maka kita dorong dari tiap sekolah agar para siswa punya keterampilan dalam bertani,” jelasnya saat ditemui di SMPN 2 Parigi.(18/02//26).

Soleh menyebut, guru akan menilai bagaimana siswa memilih bibit yang baik, menanamnya, hingga membesarkannya sampai siap panen. 

Dan setelah panen, lanjutnya, nanti akan dijual dan menghasilkan tentunya dan para guru juga akan mengedukasi pengelolaan keuangan.

Ia juga mengatakan, kedepan generasi muda harus memiliki kesadaran, berjiwa wirausaha serta mempunyai semangat kemandirian pangan. 

“Awalnya penanaman bibit jagung hibrida dilakukan di setiap jenjang sekolah negeri, dari PAUD sampai SMP. Namun ternyata dari swasta juga banyak yang berminat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami berharap, minat siswa dalam bertani ini diharapkan bisa membentuk karakter mereka jadi lebih baik. Karena ia yakin, pembelajaran yang baik itu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak akan lebih menghargai lingkungan dan juga proses, dan penanaman bibit jagung hibrida di sekolah tentu sangt saya dukung dan berharap kegiatan ini terus berlanjut,” ucapanya.(hiek)

Semarak Tarhib Ramadhan 1447 H, MUI Kecamatan Pangandaran Ajak Warga Sambut Bulan Penuh Berkah

PANGANDARANNEWS.COM — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung meriah dan antusias warga.(17/02/26)

Kegiatan dimulai dari Masjid Istiqomah, dan mengambil rute melewati beberapa desa di wilayah Kecamatan Pangandaran sebelum berakhir di alun-alun Paamprokan.

Sepanjang rute pawai, masyarakat tampak antusias menyambut rombongan peserta yang berjalan dengan tertib dan penuh semangat.

Kegiatan tersebut diikuti 700 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan. Tarhib Ramadhan bukan sekadar pawai seremonial, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat spiritual umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah dan ampunan.

Menurut Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, KH. Subariyo, tradisi Tarhib Ramadhan ini menjadi agenda rutin yang digelar di berbagai wilayah Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk syiar Islam sekaligus pengingat akan kemuliaan bulan suci yang segera tiba.

Kegiatan ini, kata Subariyo, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kegembiraan umat dalam menyongsong Ramadhan. 

“Kami ingin momentum ini menjadi sarana untuk saling mengingatkan pentingnya persiapan dan rasa gembira akan hadirnya Ramadhan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan panitia pelaksana, Ustadz Dani Ramdani, S.H, ia mengaku rasa bersyukur atas tingginya partisipasi masyarakat.

"700 peserta yang mengikuti acara ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadhan sangat luar biasa,” katanya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan keikutsertaan unsur pemerintahan, Camat dan Kapolsek Pangandaran yang turut hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sekaligus mengawal jalannya pawai agar berlangsung aman dan tertib.

Ustadz Dani berharap, dengan terselenggaranya Tarhib Ramadhan 1447 H ini masyarakat dapat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan.

"Dan kegiatan ini juga bertujuan tentunya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah," imbuhnya. (harisfirdaus)

Pantai Keusik Luhur Kabupaten Pangandaran Jadi Salah Satu Titik Pemantauan Hilal 1 Ramadan 1447 H/ 2026, Sore Ini

PANGANDARANNEWS.COM – Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menjadi titik pemantauan hilal yang dilaksanakan pada hari Selasa (17/2/2026) dimulai pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Seperti ditulis pada sebuah media on line, titik lokasi pemantauan berada di Pantai Keusik Luhur, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak. 

Pemantauan hilal di Keusik Luhur berada di tebing bukit tepat menghadap langsung titik terbenamnya matahari, dan memang setiap tahun tempat tersebut menjadi titik pemantauan.

Nantinya Tim hisab rukyat dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran akan memantau posisi hilal di Pasirlasih sore ini, kegiatan ini untuk menentukan nantinya pada sidang isbat dalam menetapkan awal ramadhan.

Selain di Kabupaten Pangandaran pemantauan sidang isbat juga ada di beberapa daerah, dan Kemenag RI hari ini akan melihat hilal dari 96 titik di seluruh Indonesia. Proses pemantauan hilal langsung oleh para ahli, dan nantinya pengamatan akhir akan dibahasa dalam sidang isbat dan menjadi forum musyawarah penetapan awal Ramadhan 2026.

Jadwal Pemantauan Hillal Ramadhan 2026

Melansir dari laman detikcom, berikut ini jadwal pemantauan hilal pada Selasa (17/2/2026) mulai pukul 16.30 WIB. Setelah itu sidang isbat akan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Tahapan tersebut meliputi seminar posisi hilal, pelaksanaan sidang isbat, dan konferensi pers.

Berikut rincian jadwal sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H/2026 M:

Agenda: Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026

Pukul: 16.30-19.05 WIB

Tahapan:

Seminar Posisi Hilal-16.30 WIB (terbuka untuk umum)

Pelaksanaan Sidang Isbat-18.30 WIB (tertutup untuk umum)

Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1447 H-19.05 WIB (terbuka untuk umum)

Lokasi sidang: Hotel Borobudur, Jakarta Pusat

Daftar Titik Pemantauan Hilal di Indonesia

Berikut titik lokasi pemantauan hilal di Indonesia:

Aceh

1. Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga

Sumatera Utara

2. Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara

Sumatera Barat

3. Pasaman Barat, Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat, Padang Tujuh Kec. Pasaman

4. Kota Payakumbuh, Bukit Nganang Kab. Lima Puluh Kota

5. Pesisir Selatan, Puncak Langkisau Carocok Painan

6. Kota Bukittinggi, Balcone Hotel Jl Raya Bukittinggi Medan KM 7 Padang Hijau Kec. Tilatang Kamang Kabupaten Agam

7. Kabupaten Solok, Panorama 2 Situnjau Laut Padang

8. Solok Selatan, Halaman Kantor Kementerian Agama Kab. Solok Selatan

9. Tanah Datar, Jorong Sikaladi Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar

10. Kota Pariaman, Salter Pantai Gamdoriah

11. Sawahlunto, Dusun Simpang, Desa Kolok Mudiak, Kecamatan Barangin

12. Kabupaten Pasaman, Puncak Tonang, Kecamatan Lubuk Sikapig

13. Agam, Pasir Tiku Nagari Tiku Selatan Kec. Tanjung Mutiara

14. Kabupaten Sijunjung, Hotel Bukik Gadang Muaro Sijunjung

15. Kabupaten Padang Pariaman, Pantai Ketaping Kecamatan Batang Anai

16. Kabupaten Lima Puluh Kota, Wisko Kuaro Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh

17. Padang, Bukit Gado Gado, Jl. Baru Pantai Air Manis Padang

Riau

18. Rooftop Hotel Sonaview Kota Dumai

Kepulauan Riau

19. Pantai Tanjung Setumu, Kota Tanjungpinang

20. Masjid Sultan Riayat Syah, Kota Batam

21. Pantai Pelawan, Kabupaten Karimun

22. Arung Hijau, Kabupaten Kepulauan Anambas

23. Tugu Khatulistiwa, Tanjung Teludas, Kabupaten Lingga

Jambi

24. Rooftop Bank Jambi Lt.14 Telanaipura Kota Jambi

Sumatera Selatan

25. Helipad Hotel Aryaduta Palembang

Bangka Belitung

26. Pantai Tanjung Raya Penagan Kabupaten Bangka

27. Pantai Tanjung Kalian Mentok Kabupaten Bangka Barat

28. Pantai Tanjung Tinggi Tanjungpandan Kab. Belitung

Bengkulu

29. Pantai Pasir Putih, Jalan Pariwisata No. 1 Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu

Lampung

30. POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan

DKI Jakarta

31. Kanwil Kemenag DKI

32. Masjid Raya Hasyim Asyari Jakbar

33. Masjid Musariin Pesantren Alhidayah Basmol Jakbar

34. Pulau Karya/Pramuka (tentative)

35. Rumah Falak

36. Monas

Jawa Barat

37. Yayasan Pusat Observasi Bulan Astha Hannas Subang

Banten

38. Pantai Anyer Serang

Jawa Tengah

39. Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani, UIN Walisongo Semarang

40. Pasujudan Sunan Bonang, Lasem, Kab. Rembang

41. Assalaam Observatory, PPMI Assalaam, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo

42. Laboratorium Asy-Syira, Gedung Jenderal Soedirman, Kota Surakarta

43. Pantai Padelan, Kec. Ayah, Kab. Kebumen

44. Rooftop Hotel Aston Inn Cilacap, Kab. Cilacap

45. Pantai Kartini, Kec. Jepara, Kab. Jepara

46. Menara Masjid Agung Nurul Kalam, Kab. Pemalang

47. Pantai Alam Indah, Kota Tegal

48. MAN 2 Kudus, Kab. Kudus

49. Rooftop Gd. Fakultas Syariah UIN KH. Abdurrahman Wahid, Kajen, Kab. Pekalongan

50. MTs Abadiyah, Desa Mojolawaran, Kec. Gabus, Kab. Pati

51. Menara Pandang Teratai, Purwokerto, Kab. Banyumas

52. Lantai 6 Kantor Pemerintahan Terpadu Kab. Brebes

53. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Kota Pekalongan

DI Yogyakarta

54. POB Syekh Belabelu Kretek Bantul

55. Griya Antariksa Soropadan Concat Depok Sleman

56. Bukit Brambang Gunungkidul

57. Bandara YIA

Jawa Timur

58. Lantai 9 Hotel Santika Kota Blitar

59. Puncak Bukit Banjarsari Wonotirto, Kab. Blitar

60. Pantai Srau Desa Candi Kecamatan Pringkuku Kab. Pacitan

61. Menara Mercusuar Kecamatan Puger Kabupaten Jember

62. Pantai Pancur Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi

63. Pantai Duta Kab. Probolinggo

64. Ds. Banyuurip Kec. Senori, Kab. Tuban

65. Pondok Pesantren Al Basyariyyah Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun

66. Aula dan Rooftop PT. BPR Bank Jombang

Kalimantan Barat

67. Pantai Indah Kakap, Kab. Kubu Raya

Kalimantan Tengah

68. Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya

Kalimantan Timur

69. Menara Asmaul Husna Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda

70. Masjid IKN, Otorita IKN

Kalimantan Selatan

71. Rooftop Rumah Sakit Medical Center Amanah Banjarmasin

Kalimantan Utara

72. Satuan Radar AU (SATRAD) 225 Tarakan

Bali

73. Pantai Sekeh, Patra Jasa, Kuta Selatan, Badung, Bali

NTB

74. POB di Desa Teniga Kec. Tanjung Kabupaten Lombok Utara

NTT

75. Gedung Pelayanan BMKG Kupang, Kota Kupang, NTT

76. Teluk Gurita, Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kab. Belu, NTT

Sulawesi Selatan

77. Unismuh Makassar

78. Kemenag Kota Parepare

Sulawesi Barat

79. Pantai Soreang, Banggae Kab. Majene

80. Bukit Mercusuar Pasangkayu

81. Tanjung Mercusuar Sumare Mamuju

Sulawesi Tenggara

82. Pantai Watubangga Kec. Tanggetada Kab. Kolaka

Sulawesi Utara

83. Area Parkir MTC Megamas Lantai R1 Kota Manado

Gorontalo

84. Rooftop IAIN SAG, Kec. Kota Timur Kota Gorontalo

Sulawesi Tengah

85. POB BMKG Desa Marana, Kec. Sindue, Kab. Donggala

Maluku

86. Karpan Ambon

87. Latuhalat Ambon

88. Lantai 2 Kantor BMKG Kabupaten Kepulauan Tanimbar

89. Desa Ngilngof Kec. Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Propinsi Maluku

90. Puncak Kalipassa Desa Eti Kec. Seram Bagian Barat Kab. SBB

91. Dusun Misa Desa Haya Kec. Tehoru Kab. Maluku Tengah

92. Gunung Salabung Desa Waplauw Kab. Buru

Maluku Utara

93. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu Kab. Halmahera Barat

94. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate

Papua

95. Pantai Lampu Satu Merauke

Papua Barat

96. Pantai Masni Manokwari.



Lepas Sambut Dandim 0625/Pangandaran, Letkol CZI Citra Kurniawan.S.Hub.Int.M.H.I, Resmi Gantikan Letkol CZI Ibnu Muntaha.S.Hub.Int..M.Han

PANGANDARANNEWS.COM - Dengan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI, serta tamu undangan lainnya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran siang tadi  menggelar acara lepas sambut Komandan menandai pergantian Kepemimpinan dari Letkol CZI Ibnu Muntaha.S.Hub.Int..M.Han kepada Letkol CZI Citra Kurniawan.S.Hub.Int.M.H.I.

Dalam sambutannya, Czi. Ibnu Muntaha, menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan seluruh pihak selama masa tugasnya di Pangandaran.

Sinergitas yang terjalin antara TNI, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat, kata Ibnu, menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

"Kebersamaan dan kerja sama yang baik selama ini merupakan kekuatan besar dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Ibnu juga berharap pada kepemimpinan baru, kondisi ini dapat terus memperkuat soliditas dan melanjutkan program-program yang telah berjalan.

Sementara itu, Czi.Citra Kurniawan sebagai Dandim baru pun berkomitmen untuk meneruskan capaian positif serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor. 

Dan ia juga menekankan terkait pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kedekatan dengan Masyarakat.

"Kami siap melanjutkan pengabdian di Pangandaran, dan sinergi dengan seluruh elemen daerah akan terus diperkuat demi mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.***

Masyarakat Desa Kujang Karangnunggal Keluhkan Kondisi Jalan Yang Rusak

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Masyarakat Desa Kujang Kecamatan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan kekesalan terkait kondisi jalan kabupaten di wilayahnya yang rusak parah dan belum pernah diperbaiki secara menyeluruh.

Salah seorang warga dengan akun yuyumwarlianingrum (Yuyu) pada platform media sosial memposting kondisi jalan rusak di sekitar tempat tinggalnya, permukaan jalan penuh dengan batu besar, berlubang, dan bahkan banyak sampah yang menumpuk, membuat kondisi semakin tidak layak.

Dalam konten yang diunggah serta keterangan langsung, terlihat kondisi jalan yang sangat tidak layak digunakan dengan banyak batu gede yang menghalangi pergerakan kendaraan. 

Menurutnya, banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, seperti bepergian, mengangkut barang, hingga mengantar anak-anak sekolah.

"Saya sudah melihat jalan ini sejak masih sekolah, hingga sekarang sudah punya cucu, kondisinya tetap rusak," tulisnya.

Hal senada disampaikan Slsalah satu warga bernama Winda, ia mengaku khawatir jalan Kujang sekarang banyak sampah dan rusak parah.

"Bagaimana kami membawa pasien atau ibu yang akan melahirkan melalui jalan seperti ini?," ungkapnya.

Sebenarnya masalah jalan ini sudah ada sejak masa kepemimpinan Bupati Ade Sugianto, dan hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan. 

"Kami berharap pihak berwenang dapat segera menangani agar kondisi jalan dapat membaik dan memudahkan aktivitas sehari-hari," ucap Winda.(anwarwaluyo)

Ponpes Darussallam Cikapinis Terima Bantuan Sumur Bor Dari CSR Yayasan Amgala Pondation

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pondok Pesantren (Pondok pesantren ) Darussallam yang ada di Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan wakaf sumur bor dari Yayasan Amgala Pondation yang diresmikan pada hari Minggu tanggal 15 februari 2026, disaksikan Muspika Karangnunggal, Kepala Desa Cikapinis, dan jajaran pengurus pesantren dan tamu undangan lainnya.

Salah seorang perwakilan Yayasan Amgala Pondation, Ilham Mubin, menjelaskan, bantuan wakaf ini berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan empat program utama, diantaranyan Pendidikan, Sosial, Pemberdayaan, dan Wakaf Berkah. 

Wakaf sumur bor ini, menurut Ilham, diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang diajukan pesantren melalui komunikasi dengan Remaja Masjid Darrul Ikhlas Rancakadu.

"Kami berbagi melalui dana CSR yang disalurkan melalui keempat program tersebut," kata Ilham.

Selain itu, ujar Ilham, pihaknya juga siap menerima usulan bantuan secara online melalui akun Instagram Yayasan Amgala Pondation untuk kebutuhan infrastruktur masjid, UMKM, kelompok tani, pembinaan remaja, hingga pemberdayaan anak jalanan.

Sementara Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, KH Zakariya Ansori, S.Sos., mengucapkan terimakasih atas bantuan pasilitas sumur bor ini yang tentu sangat bermanfaat. 

Ia juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada Remaja Masjid Darul Ikhlas yang telah menjembatani, semoga keberkahan menyertai semua pihak.

Masih di tempat yang sama, Camat Karangnunggal, Suherman, S.I.P., M.M., menghimbau agar bantuan sumur bor ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. 

Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan, sehingga fasilitas ini harus dijaga kelangsungannya untuk kemaslahatan bersama. Dan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H tentu ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat.

"Semoga Ramadhan tahun ini diisi dengan kesehatan dan kelancaran rezeki bagi seluruh umat muslim," ungkapnya. (anwarwaluyo)


Tebing Setinggi 15 Meter Longsor, Akses Dua Desa Di Kabupaten Pangandaran Tersendat

PANGANDARANNEWS.COM - Kejadin tanah longsor yang terjadi sekitar jam 22.00 WIB pada hari Sabtu (14/02/26) mengakibatkan tertutup jalan umum di dua desa, Padaherang dan Panyutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Diduga insiden itu terjadi diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran, sehingga mengakibatkan tanah dan tembok sekolah jebol hingga menutup akses jalan warga.

Tebing setinggi 15 meter tersebut longsor material tanahnya menutupi jalan, dan lokasi longsor dilaporkan berada tepat di depan Kantor Desa Padaherang yang berbatasan langsung dengan bangunan SD Negeri 4 Padaherang.

Akibat kejadian ini, pondasi tebing penahan jalan pun mengalami kerusakan serius. Dan material tanah yang menutup badan jalan, sempat memutus akses transportasi masyarakat yang biasa melintasi jalur Padaherang menuju Panyutran.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Pangandaran Dodo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, saat ini pihaknya dan tim sedang melakukan pembersihan material longsoran tanah.

"Pagi ini tim kami sudah kesana melakukan pembersihan tanah longsor menggunakan alat berat," jelas Dodo. (15/02/26).

Upaya penanganan tanah longsor pun sempat dilakukan sejak malam, namun, kata Dodo,  berhubungan kondisinya gelap dan memerlukan arat berat maka sementara tadi malam hanya penjagaan agar warga tidak melintas di lokasi tersebut.

Ia menambahkan, jika malam tadi pembersihan tanah dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Hanya saja tidak di area sensitif, karena dikhawatir ada pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor.

Dodo juga mengatakan, dari kejadian itu dilaporan tidak ada korban jiwa. Sementara pihak BPBD dan pemerintah setempat melakukan pembersihan di lokasi tanah longsor, diharapkan akses jalan pun bisa segera normal kembali.

"Kami pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada saat melintasi area tersebut, mengingat kondisi tanah yang masih labil di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi," ucapnya.(hiek)




Jelang Ramadhan, Situ Panjalu Jadi Tujuan Tempat Munggahan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Menjelang bulan Ramadhan 2026 yang diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari mendatang, tampak suasana di Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis dipadati pengunjung.(15/02/26)

Situ Panjalu dikenal sebagai salah satu wisata favorit Jawa Barat ini siap menyambut hingga 1000 pengunjung untuk mengikuti kegiatan munggahan dan berziarah ke Pulau Nusa Larang, yang menyimpan makam Prabu Hariang Kancana serta museum peninggalan sejarah Islam lokal.

Koordinator Wisata Situ Panjalu, Teteng Supriatna mengatakan, sebagian besar pengunjung berasal dari sekitaran Kecamatan Panjalu, khususnya masyarakat Desa Panjalu. 

Dalam rangka menyambut bulan suci, kata Teteng, pihak pengelola memberikan kemudahan khusus dengan memberlakukan tiket masuk dan biaya sewa perahu digratiskan sebagai bentuk shodaqoh bagi seluruh warga Kecamatan Panjalu.

"Sementara untuk pengunjung dari luar wilayah tarifnya sebesar Rp25.000 per orang, terdiri dari tiket masuk dan biaya sewa perahu sebesar Rp15.000," terang Teteng.

Ia menambahkan, kehadiran pengunjung bervariasi setiap hari. Hari Sabtu dan Minggu menjadi momen puncak dengan jumlah yang bisa melebihi 1000 orang. Sedangkan pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar antara 300 hingga 500 orang.

"Perkiraan jumlah pengunjung yang sampai ke Pulau Nusa mencapai setengah dari total kunjungan ke Situ Lengkong Panjalu," imbuhnya.

Terkait pengelolaan objek wisata ke depannya, Teteng berharap kepada Pemkab Ciamis jangan hanya mengambil Penghasilan Asli Daerah (PAD) namun biarkan wilayah menentukan hidupnya sendiri agar desa bisa mandiri. 

"Mudah-mudahan seiring waktu Panjalu bisa ikut mendongkrak perkembangan Kabupaten Ciamis dengan manfaat yang besar bagi masyarakat luas," ujarnya.(anwarwaluyo)

 


 


Jadi Berkah Bagi Pedagang, Jelang Ramadhan TPU Cinehel Tasikmalaya Dipadati Peziarah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNNEWS – Setiap menjelang bulan suci Ramadhan umat Islam di Indonesia melaksanakan berbagai tradisi, salah satunya berziarah atau nyekar ke makam keluarga. 

Selain untuk mendoakan dan merawat makam orang tersayang, tradisi ini ternyata   juga membawa berkah bagi para pedagang sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cinehel, Kota Tasikmalaya.

Seperti menjelang Ramadhan tahun ini, TPU Cinehel dipenuhi masyarakat yang datang baik dari dalam maupun luar kota untuk melaksanakan tradisi nyekar. Dan jumlah peziarah ini bisa meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang cenderung sepi, bahkan terkadang tak ada penziarah.

Menurut salah satu peziarah, Elis Rahmawati mengungkapkan, ziarah ke makam orang tua menjadi prioritas utama sebelum mengunjungi makam leluhur atau pemuka agama. 

Ziarah ke makam orangtua, kata Elis, biasa dilakukan kalau menjelang bulan puasa.

"Biasanya banyak yang ziarah seperti ke makam para leluhur, masa orangtua yang dekat tidak diziarahi dan ziarah ke orangtua tentu harus dinomersatuka,” ujarnya.(14/02/26)

Sementara hasil pantauan Pangandaran News di lokasi, kondisi tampak ramai di kawasan TPU Cinehel dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berjualan bunga. 

Para pedagang bunga tabur yang menjadi kebutuhan utama peziarah pun, tentu memanfaakan momen ini dengan meraih keuntungan yang relatif besar. 

Salah seorang pedagang bunga mengaku, ia bisa mendapatkan keuntungan berkisar Rp150-Rp300 ribu per harinya.

“Lumayanlah buat nambah-nambah kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Tak hanya penjual bunga,  pedagang makanan dan tukang sapu bersih juga merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung di sekitar kawasan TPU Cinehel.

Seperti diketahui, sudah menjadi tradisi sebagian umat Islam selain melaksanakan juga ada tradisi munggahan atau makan bersama untuk menyambut Ramadhan. 

Mungkin tradisi-trasisi ini sudah merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang yang patut dilestarikan, wallahualam bissawab.(anwarwaluyo)

Jaga Kebersihan Sekolah, Siswa dan Guru SDN III Sindangherang Rutin Gelar Jumat-Sabtu Bersih

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Jelang bulan suci Ramadhan 2026 siswa-siswi serta guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, melaksanakan kegiatan kerja bakti Sabtu Bersih sebagai bagian dari rutinitas mingguan mereka.(14/02/26)

Dalam kegiatan tersebut seluruh peserta bekerja sama secara gotong royong membersihkan area sekitar jalan di lingkungan sekolah, mulai dari memungut sampah hingga merapikan rumput liar di pinggir jalan dan pagar sekolah. 

Menurut salah seorang guru SDN III Sindangherang, Rina Saptanira, dengan semangat kebersamaan para siswa pun membawa peralatan kebersihan masing-masing untuk mengumpulkan sampah serta membersihkan area yang terlantar.

Rina mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan salah satu moto pendidikan Indonesia, Tut Wuri Handayani, yang tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah tetapi juga sebagai bentuk pendidikan karakter. 

"Kebersihan lingkungan merupakan sebagian dari iman, dan kegiatan bersih-bersih kami lakukan setiap hari Jumat dan Sabtu," terangnya.

Dan momentun kali ini kebetulan menyambut bulan suci Ramadhan 2026, sehingga diharapkan bulan Ramadhan tidak hanya hati yang bersih namun lingkungan juga harus bersih. 

"Melalui kegiatan ini, kami mendidik anak-anak untuk memiliki karakter menjaga lingkungan yang bersih dan sehat," imbuhnya.

Pada kesempatan lain Rina juga menyampaikan harapannya terkait kesejahteraan guru P3K paruh waktu, semoga tahun ini bisa mendapatkan gaji layak setara dengan guru ASN.

"Mudah-mudahan harapan kami ini bisa terwujud di tahun 2026 ini," ungkapnya.(anwarwaluyo)

Disdikpora Pangandaran Libatkan Siswa, Pemdes Dan Babinkamtibmas Tanam Jagung Secara Masal

PANGANDARANNEWS.COM - Program  kokurikuler Pilar Ketahanan Pangan yang digagas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran terus digulirkan di berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran, seperti salah satunya kegiatan penanaman jagung dilaksanakan di lahan tanah SMP Negeri 6 Padaherang, Desa Payutran, Kecamatan Padaherang.

Selain siswa, kegiatan penanaman jagung tersebut melibatkan Babinkamtibmas, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, perangkat desa dan para guru.

Saat ditemui di lokasi, Babinkamtibmas Desa Payutran, Bribka Dede Kosim (37) menyampaikan, keterlibatan aparat bersama pemerintah desa dan pihak sekolah merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menanamkan nilai kemandirian serta kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak tidak hanya belajar teori tetapi langsung praktik bagaimana memanfaatkan lahan yang ada di sekitar agar menjadi produktif,” ungkap Dede.(13/06/26)

Sementara anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Rohimat Resdiana (36) mengaku pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi antara sekolah, pemerintah desa, dan aparat keamanan. 

Menurutnya, program ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami proses produksi pangan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Ia juga mengaku senang saat melihat para siswa dan siswi SMP 6 Padaherang terlihat bekerja bersama membersihkan lahan, membuat barisan tanam, hingga memasukkan benih jagung. ungkapnya.

"Saya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga hasilnya nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama maupun sebagai sarana edukasi," ujarnya.

Seperti diketahui, program kokurikuler Pilar Ketahanan Pangan Disdikpora Pangandaran ini diarahkan agar sekolah mampu menjadi contoh pemanfaatan lahan sekaligus membangun karakter siswa yang mandiri dan peduli lingkungan.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN