× Tutup IKLAN KIRI
× Tutup IKLAN KANAN
Mode Gelap
PangandaranNews
PANGANDARANNEWS
IKLAN ADSENSE HEADER (728x90)
TERKINI
Update berita terbaru seputar Pangandaran dan sekitarnya hari ini...
Sinkronisasi Berita HD...

Laporan Utama


Inilah Potret Para Pejuang Pencari Nafkah Saat Berjuang Di Tanjakan Parigi Cipatujah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 H, kehidupan masyarakat di Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah Cirengrak, masih dihadapkan pada tantangan kondisi jalan yang jauh dari layak. Salah satu bukti nyatanya adalah di lokasi Tanjakan Parigi, dengan ruas jalan yang sempit, licin serta kemiringan yang sangat curam dan turunan yang tajam di mana para ojeg berperan sebagai "palang pejuang" dalam mencari nafkah.

Potret kondisi jalan yang terlihat dari unggahan pengguna media sosial dengan nama akun budakangon menunjukkan, jalan yang penuh lumpur dan berlubang. 

Bahkan ketika musim kemarau pun, kondisi jalan tidak jauh berbeda. Kendaraan yang membawa barang dagangan atau mengangkut penumpang harus bergerak dengan sangat hati-hati, karena tak jarang harus melaju pelan agar tidak tergelincir atau terbalik di medan yang ekstrem. 

Tim Pantauan Lapangan Pangandarannews.com yang datang langsung ke lokasi jalan tersebut, mengkonfirmasi medan jalan di lokasi tersebut memang benar-benar curam dan menantang.

Encep, salah seorang masyarakat Cirengrak, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi jalan yang sudah lama menjadi beban bagi warga. 

Encep mengaku, ia dan warga lainnya adalah korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) Pemerintah kabupaten Tasikmalaya. 

"Jalan belum merdeka, padahal kita butuh akses yang baik untuk mencari nafkah terutama di bulan Ramadhan ini yang kita harapkan bisa lebih mudah beraktivitas," ujarnya.(27/02/26)

Padahal, menurut Encep, masyarakat sudah menjalankan kewajiban sebagai warga negara dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

"Kami juga bayar pajak kok, tapi kenapa pembangunan tidak merata? Kami berharap pemerintah kabupaten Tasikmalaya segera melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di sini," tandasnya.

Encep menyebut, para tukang ojeg yang menjadi tulang punggung transportasi lokal di kawasan tersebut harus bekerja ekstra keras di bulan suci ini. Meskipun jalan penuh tantangan, mereka tetap harus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan keperluan ibadah.

Encep mengatakan, kondisi jalan Tanjakan Parigi juga menjadi penghambat potensi ekonomi masyarakat sekitar karena hasil pertanian dan produk lokal sulit didistribusikan dengan lancar ke pasar utama yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan warga. 

"Kami masyarakat disini berharap, pemerintah dapat segera menangani permasalahan ini agar aksesibilitas meningkat dan kehidupan mereka menjadi lebih baik," ujarnya.(anwarwaluyo)

wisata body rafting Citumang Pangandaran

wisata body rafting Citumang Pangandaran