Menjadi Kado 10 Tahun Hut Kabupaten Pangandaran, Perumda BPR BKPD Pangandaran Buka Kancab Baru Di Padaherang

PANGANDARANNEWS.COM – Bertepatan dengan Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR BKPD Pangandaran resmi membukan Kantor Cabang (kancab) baru yang berlokasi di Kecamatan Padaherang.(26/10)

Direktur Utama (Dirut) BPR BKPD Pangandaran Yana Maulana dalam sambutannya mengungkapkan, cabang baru ini merupakan kado untuk Kabupaten Pangandaran dalam ulang tahunnya yang ke 10.

Yana mengatakan, berkat dukungan dari semua pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran sebagai pemilik perusahaan, tentu ini menjadi langkah nyata keseriusan pemda untuk hadir dalam teta kelola perekonomian di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan pembukaan kantor cabang baru di Kecamatan Padaherang ini, BPR BKPD Pangandaran bisa optimal melayani masyarakat khususnya pada sektor perbankan, “ucap Yana.

Hal senada disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Edi Ganda Permana, pasca penggabungan (merger) BPR BKPD Cijulang dengan BPR BKPD Pangandaran menjadikan Perumda BPR BKPD Pangandaran secara umum dalam penilaian OJK, sangat bagus.

Tercatat, kata Eka, nilai asset yang dimilki BPR BKPD Pangandaran sekitar Rp 56 milyar dengan total kreditur Rp 37 milyar. Tentu peningkatan angka-angka ini serta penilaian lainnya menjadi bukti tingkat kesehatan bank ini cukup bagus.

“Dan untuk lebih mengoptimalkan pelayanannya khususnya di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya, ucap Eka, hari ini BPR BKPD Pangandaran membuka kantor cabang baru di Padaherang.

“Saya menilai secara umum industri jasa keuangan dan perbankan di Kabupaten Pangandaran dibawah pimpinan Pa Jeje, sangat luar biasa, “ucap Eka.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengatakan, BPR BKPD Pangandaran selama 7 tahun, setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis sempat vakum dan nyaris tak berkembang. Pasalnya saat itu pemilik awal (Kabupaten Ciamis) masih Tarik ulur untuk melepaskan BPR BKPD ke Kabupaten Pangandaran, sehingga terkesan saat itu terjadi status quo kepemilikannya.

“Baru setelah secara resmi beralih kepemilikannya ke Pangandaran, sejak saat itu kami pun terus berupaya mengembangkannya salah satunya dengan menambah penyertaan modal, “ujar bupati.

Bupati menambahkan, walau memang benar laba yang dihasilkan dari BPR BKPD ini menjadi salah satu sumber Penghasilan Asli Daera (PAD), namun tujuan utama dari keberadaan perusahaan daerah di sektor perbankan ini harus mampu membantu geliat perekonomian masyarakat.

Bupati menyebut, baik pada sektor UMKM, pertanian, perdagangan atau sektor ekonomi lainnya yang bisa membantu masyarakat, disanalah BPR BKPD Pangandaran harus hadir, sehingga diharapkan keberadaannya ini mampu dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Oleh karena itu BPR BKPD ini harus pintar serta jeli menangkap peluang usaha yang ada di masyarakat, “tegas bupati. (hiek) 


Terkait Rencana Ada Investor Kembangkan Beach Club Di Pangandaran, Ini Tanggapan Ketua DPRD Dan PHRI

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait rencana aka nada investor yang akan berinvestasi di sector pariwisata dengan membangun beach club, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, setiap orang tentu punya keinginan serta sah-sah saja  untuk menanamkan investasinya, hanya yang paling utama harus ditempuh dulu perijinannya serta melakukan kordinasi, komunikasi dan lainya.

Walau berita di media sosial ada dua tayangan yang bersama-sama disampaikan bersama Bapak Ridwan Kamil, namun Asep beranggapan saat di video tersebut Ridwan Kamil pun atas nama Gubernur Jawa Barat sehingga tentu ini menjadi formal. 

“Namun karena rencananya ada di Kabupaten Pangandaran tentu gubernur juga harus secara formal menyampaikan hal ini ke Pemda Kabupaten Pangandaran, “ungkap Asep, saat ditemui usai memimpin rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10) 

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata, menurtu Asep, sekarang memang tren ada beberapa konsep pengembangan wisata, seperti beach club, private beach, jungle beach.

Sesungguhnya ketiga konsep ini pun semuanya dalam rangka memanfatkan potensi, tapi nanti pengembangannya lebih pada bagaimana agar wilayah tersebut menjadi daya tarik serta nantinya  apa saja yang boleh dan apa saja yang akan dilaksanakan,  ini harus dikomunikasikan. 

Karena, kata Asep, ia juga lihat beach club baik di Indonesia mau pun di luar negeri bahkan di Jeddah pun ada beach club.

“Prinsipnya di beach club tersebut itu nantinya ada konsep pengembangan untuk kuliner, keindahan alam, produk lokal dan lainnya dan intinya tentu nanti mana yang boleh dan tidak boleh, “ujar Asep.

Tapi menurutnya memang ketiga konsep pariwisata itulah yang sekarang sedang trend, walau pun secara pribadi ia lebih berkeinginan agar 91 kilo meter sepanjang pantai Pangandaran menjadi salah satu daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan abik wisatawan domestik atau pun manca negera.

Asep juga mengatakan, walau pun dalam Undang –Undang nomer 23 tahun 2014, pantai itu memang  bukan kewenangan pemda kabupaten-kota namun kewenangan pemeritah provinsi, maka harus diatur oleh Peraturan Gubernur (Pergub), dan dalam rangka pengembangan namun karena ada otonomi daerah tentu harus dikomunikasikan dengan daerah agar tidak menjadi sebuah persoalan.

Disoal adanya penolakan rencana investasi wisata ini, Asep menuturkan, inilah pentingnya sosialisasi yang baik terkat seperti apa nanti konsep pengembangannya, apa saja yang akan disajikan dan seterusnya.

Karena ada yang disebut beach club ini, dia lebih seperti apa yang sudah ada di Pangandaran, seperti sentra kuliner atau lebih pada pengembangan alam dan kemanfaatannya untuk masyarakat.

“Jadi semua harus paham dulu dan harus mendapat informasi yang utuh jangan sepotong-sepotong, artinya jika memang Pemprop Jabar mempunyai keinginan beach club akan dikembangkan di Pangandaran, ya sampaikan, dikomunikasikan dan dikordinasikan di Pangandaran, “imbuhnya.

Menanggapi hal serupa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agus Mulyana menyampaikan, Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata pasti membutuhkan dukungan dari investor, salah satunya dibuatkan beach club.

“Tapi jangan salah juga bahwa beach club yang ada di Pangandaran nanti pasti berbeda dengan yang ada di bali, tentu disini nantinya konsepnya akan disesuaikan, “ucap Agus, usai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10)

Kata Agus, tinggal bagaimana dibuat perencanaannya yang baik tentu dengan melibatkan semua stake holder yang ada, artinya yang penting sosialisasi di awal. Jangan sampai belum apa-apa ijinnya saja belum keluar, baru rencana namun kalau memang ada hal ini harus disesuaikan dan diselaraskan dangan muatan lokal serta bisa berjalan dengan baik, namun yang jelas ini dalam rangka percepatan geliat perekonomian di Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor pariwisata karena memang visi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata kelas dunia.

Agus menambahkan, ia yang bergerak di usaha pariwisata dan ia juga bergerak di bidang olahraga (Ketua KONI-red) berkeinginan sport yang baru, sport turism sehingga sportnya dapat dan turism juga dapat.

Caranya, jelas Agus, dengan membuat even dengan penyelenggaraan Kegiatan even olahraga ini di week day dan bukan di week end,  seperti Kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022 ke 14 untuk 5 cabang olahraga yang akan dilaksanakan di Pangandaran, akan digelar di week day agar geliat wisata di terjadi tidak hanya di week end saja. 

“Di week day masih perlu push karena di week day Okupansi hotel masih di angka di bawah 20 %, “terangnya. 

Agus mengatakan, PHR wel come dengan rencana kedatangan investor tersebut asal selaras format yang baik serta formasi selaras dengan muatan lokal, juga harus jelas apa yang akan diinvestasikan masyarakat harus mengetahui. 

“Jangan seperti pada pasca even Pan Asia Hash yang sedikit ada buntutnya, tapi ternyata itu hanya miss komunikasi saja karena jika semua diajak rembuk dari awal mungkin semua akan paham, “pungkasnya. (hiek)


Tekan Emisi Karbon Serta Penyediaan Oksigen, KMP Tanam Ratusan Mangrove Di Kawasan Nusawiru

PANGANDARANNEWS.COM - Upaya untuk mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim sedang gencar dilakukan berbagai di belahan bumi, termasuk di Indonesia yang memiliki target untuk mewujudkan net zero emission atau bebas emisi karbon pada 2060 mendatang.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir yang Ke-10, Keluarga Mahasiswa Pangandaran (KMP) turut menyukseskan program ini dengan langsung turun melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian generasi muda melaksanakan reklamasi dan upaya dekarbonisasi, bertempat di sekitar kawasan bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang. (23/10)

Seperti disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, U'ang Burhanudin, kegiatn ini sangat positif karena selain menahan abrasi pada perairan payau sekaligus untuk menciptakan suasana hijau, teduh dan indah di kawasan Nusawiru-Cijulang ini. 

Penanaman ini, kata U’ang, tentu akan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat betapa pentingnya pepohonan di lingkungan pemukiman dalam upaya penyediaan oksigen dan penyerap polutan.

"Diharapkan warga ikut menjaga dan memelihara pohon tersebut agar tumbuh baik sesuai dengan keinginan bersama menciptakan pemukiman yang sejuk, indah dan nyaman," ucap U'ang.

Masih di tempat yang sama, Pembina KMP Noval Muhajir Taufiqurohman S.Pd. Gr., menambahkan,  kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan KMP ini sangat positif dan berdampak baik untuk lingkungan.

Noval juga berharap kegiatan ini mampu menstimulus lapisan masyarakat, ormas dan siapapun bisa ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan walaupun ini hanya hal kecil yang dilakukan tapi akan mampu dirasakan manfaatnya ketika seluruh stake holders bersama-sama menjaganya.

“KMP sebagai movement agent of change society atau pengubah cikal bakal masyarakat itu dapat mengena dan dirasakan oleh masyarakat, “ujarnya. (yusupsidik)


Hari Ini Masyarakat Dan Pemerintah Daerah Peringati Satu Dasa Warsa Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 dengan tema “Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara, pemerintah Kabupaten pangandaran tadi pagi menggelar upacara bendera merah putih yang dilaksanakan di lapangan alun-alun Parigi.(24/10)  

Selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan, kegiatan ini juga turut hadiri sejumlah pejabat, diantaranya Pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, Kapolres Ciamis, Kapolres Pangandaran, Dandim 0613 Ciamis, Kepala Kejaksaan Ciamis, seluruh Kepala SKPD, PJ Bupati pertama, Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021, Adang Hadari, mantan Ketua DPRD Jawa Barat,  dan turut hadir H. Eka Santosa dan tamu undangan lainnya.

Usai memimpin upacara pengibaran sang merah-putih, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengajak selurh masyarakat dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 untuk bersama-sama mempererat ikatan kebersaman serta mengenang kembali satu peristiwa bagaimana masyarakat Pangandaran, tokoh dan para alim ulama bahu membahu menyatukan tekad serta menyatukan kebersamaan hingga lahirnya daerah baru yang bernama  Kabupaten Pangandaran. 

Bupati mengatakan, pemekaran bukan hanya suatu proses untuk menjadikan kepala daerah atau para pejabat lainnya, tapi pemekaran hakekatnya ialah apa yang diperjuangkan masyarakat bisa menjadi baik tentunya lebih juara hingga hari ini. 

"Maka bersujud syukur kepada Alloh  karena kita sudah 10 tahun berproses meningkatkan pemerintahan dan pembangunan di Pangandaran, "kata bupati. 

Selama tujuh tahun menjabat sebagai bupati dan memasuki usia sepuluh tahun Kabupaten Pangandaran, bupati mengatakan serta mempunyai harapan dan cita-cita agar yang belum terlaksana bisa segera terlaksana, namun terlalu subjektif bila dirinya menilai Pangandaran saat ini sudah bagus. 

"Biarlah masyarakat yang menilai dan sejarah yang mencatat apa yang sudah kita lakukan sejauh ini, "ujar bupati.

Sebagai seorang pemimpin, bupati juga melihat dan mendengar terhadap dinamika yang timbul di masyarakat seperti kritikan apapun yang disampaikan yang bersifat membangun walaupun disampaikan dengan kata-kata halus atau tajam, namun ia yakin hakekatnya menginginkan Pangandaran agar lebih baik lagi.

“Semua kritikan dan masukan, Insya Alloh itu menjadi satu energi dan kekuatan saya untuk terus-menerus membangun Kabupaten pangandaran menjadi lebih bagus lagi, " pungkasnya. (bill)


Jelang Pemilu 2024 Para Pakar Kepemiluan Bahas Model Pengawasan Ideal

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) mengadakan Diskusi terpumpun dengan tajuk “Model Pengawasan Ideal Kelembagaan Bawaslu”.(20/10)

Kegiatan yang bekerja sama dengan Seknas LS Vinus ini diikuti puluhan pemantau pemilu untuk membicarakan model pengawasan, kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan agenda temu gagasan pemantau Pemilu.

Pada acara tersebut, Plt Kepala Puslitbangdiklat Ibrahim Malik Tanjung menyampaikan, sasaran pengawasan oleh Bawaslu bukan hanya terkait kinerja KPU tapi semua potensi pelanggaran proses Pemilu

“Pengawasan  Bawaslu yang sangat kompleks, perlu model pengawasan yang variatif sesuai perkembangan zaman,” ujar Ibrahim.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia periode 2012-2017, Daniel Zuchron menyampaikan, Bawaslu dalam model Pengawasan perlu mendekatkan diri kepada masyarakat

Karena tanpa adanya kedekatan lembaga dengan masyarakat tentu tidak akan meningkatkan kesukarelawanan dan partisipasi publik dalam model pengawasan terkini.

Sementara Seorang Akademisi yang mengajar di Universitas Ibnu Chaldun, Dian Permata menyampaikan Isu Hoax selalu muncul sejak Pemilu 2019.

“Model pengawasan via Media juga perlu untuk ditingkatkan khususnya kepada publik yang ingin berpartisipasi dalam pengawasan pemilu,” ungkap Dian.

Tak hanya itu Koordinator Nasional JPPR Dian Paramita menambahkan bahwa Model Pengawasan Masyarakat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran

“Saat ini, temuan yang ditemukan oleh masyarakat masih minim, karena mereka belum mengerti kepemiluan secara maksimal,” ujar Perempuan yang disapa Mita

Terakhir, Founder Komite Pemilih (Tepi) Jerry Sumampow menanggapi bahwa Model Pengawasan yang dilakukan oleh Pemantau Pemilu perlu diperjelas

“Mau dibawa ke mana model pengawasan oleh Pemantau ini? Sudah harus jelas dan Fokus dalam proses pemantauannya,” tutup Jerry

Sementara Founder Yayasan Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi juga ikut menambahkan, partipasi masyarakat dalam Pemilu ini sangat dibutuhkan untuk mengawal tuntas kepemiluan.

“Karna ketika adanya kesukarelawanan pemilu itu dapat memperlancar mekanisme pemilu yang berlangsung,” ungkap pria yang biasa disapa Kang Yus. (Elang Ratnasari/kotributor PNews)


Menyusuri Kehidupan Malam Di Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Hentakan musik dangdut saat malam tiba terdengar hingar binger dari sejumlah warung, ini salah satu pemandangan kehidupan malam di Kota Santri, Tasikmalaya.

Sebut saja di salah satu kawasan terminal, tepatnya di belakang terminal tipe A yang ada di jalan menuju arah ke luar kota, tampak di warungnya terlihat berderet perempuan berbusana seksi dan make up sedikit menor sedang asyik menemani para pengunjung untuk ikut bergoyang dalam alunan music dangdut koplo.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Ciamis, Riki, menuturkan, berjoget sambil menenggak minuman keras di bawah kelap – kelip cahaya lampu disko sungguh sangat mengaksikan.

“Apalagi ditemani wanita-wanita cantik yang siap melayani, “ujarnya.(22/10)

Menurut Riki, di kawasan tersebut jika malam tiba hentakan musik selalu bergema hingga larut malam. Para pencari hiburan pun setiap malamnya nyaris tak pernah sepi, apalagi jika saat akhir pekan atau sabtu malam.

Kata Riki, ini menjadi salah satu potret kehidupan malam Kota Tasik yang dulu sangat terkenal dengan julukan kota santri, sebuah julukan untuk kota religius. Warung remang-remang tersebut kini semakin menjamur, para pemilik warung yang menjajakan minuman beralkohol seperti anggur merah, arak putih dan bir pun saling berebut simpati para pengunjung dengan pelayanan yang siap memanjakan pencari hiburan malam.

“Saya tidak tahu apakah Pemkot Tasik mengetahui lokasi ini, tapi yang jelas warung-warung disini tidak pernah sepi pengunjung, “imbuh Riki. (anwarwaluyo)


Wali Kota Banjar Tak Tahan Dan Menangis di Pelukan Sekda Saat Melihat Rumah Dinasnya Hangus Terbakar


pngandarannews/banjarnews – Wali Kota Banjar, Dr Hj Ade Uu Sukaesih, M.Si merasa shok dan terpukul saat melihat rumah dinasnya yang berada di Kawasan Jalan Kewadanaan Kelurahan Banjar Kota Banjar, Jawa Barat, tampak hanya menyisakan puing sisa kebakaran.(21/10)

Perempuan yang sudah 2 periode ini jadi Wali Kota Bajar ini tiba di Rumah Dinas sekitar pukul 07.15 WIB, dan ia pun langsung histeris, tubuhnya nampak lunglai tak berdaya, saat langkah kakinya menginjak pelataran parkir pendopo.

Tatapannya pun nanar menyaksikan Rumah Dinasnya tadi malam diduga dibakar orang tak dikenal.

Tangisnya  meledak seolah tak mampu terbendung dengan beberapa kejadian yang menimpanya, selang beberapa minggu lalu ia tamak tegar saat menerima putusan hukum yang menimpa suaminya, Dr H Herman Sutrisno (mantan Wali Kota Banjar sebelumnya) atas kasus gratifikasi sejumlah proyek yang disangkakan kepada suaminya.

Sekda Kota Banjar, Dr Drs Ade Setiana yang turut hadir ke lokasi kejadian pun tampak menjadi tumpuan kesedihannya dengan merangkul pundak sekda.

Tampak jelas yerlihat orang nomor satu di Kota Banjar jiwanya sangat terguncang atas peristiwa ini.

Sekda yang didampingi beberapa kepala OPD dan Kepolisian langsung menggiring Wali Kota menuju sebuh ruangan di Rumah Dinas yang luput dari kebakaran untuk beristirahat.

Menurut Sekpri Wali kota, Ari Fatirrahman, saat kejadian Wali Kota yang baru pulang dari dinas luar kota dan kebetulan tidur di kediaman pribadinya.

"Beruntung Wali Kota saat kejadian tidak tidur di Rumah dinas, "(tito)

Rumah Dinas Wali Kota Banjar Dibakar Orang Tak Dikenal, Saat Ini Polisi Masih Lakukan Penyelidikan


pangandarannews/banjarnews - Rumah Dinas Wali Kota Banjar Jawa Barat yang berada di Jalan Kewadanaan Kelurahan Banjar sekitar pukul 03.30 Wib Jum'at (21/10) dibakar orang tak di kenal.

Berdasarkan Keterangan anggota Pol PP yang saat kejadian sedang melaksanakan tugas jaga, Agus Ikhsanul Kholik, menuturkan, saat itu sedang tidur tiba-tiba terbangun karena mendengar langkah kaki di atas atap tempat ia jaga.

Saat itu ia pun sempat mengejar orang itu tapi tak berhasil, dan sadar kobaran api sudah membakar beberapa peralatan mebel yang ada pendopo membesar ia pun putar balik lari mencari pertolongan.

Para pedagang, tukang ojeg yang setiap malam berada di sekitar lokasi pun lalu bersama-sama membantu amemadamkan api.

"Saat itu saya kebetulan tertidur karena ngantuk dan terbangun saat melihat orang tak di kenal melompat dari atas pos penjaga an".Terangnya.

Agus juga mengatakan, kepada orang tersebut yang dilihatnya itu ciri-cirinya memakai kaus warna abu dan celana pendek berwarna coklat, dengan ciri ciri berperawakan tinggi sekitar 189 cm dan melarikan diri ke arah barat jalan Kewadanaan.

Sementara Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo SH,S.I.K. MM saat tiba di lokasi, kepada sejumlah awak media  bmengatakan, kejadian pembakaran rumah Dinas Wali Kota Banjar ini belum bisa dijabarkan karena sedang dilakukan pendalaman.

"Setelah melihat TKP kami masih melakukan penyelidikan kejadian ini dengan mengumpulkan sejumlah keterangan dari 4 saksi yang saat itu ada di TKP dan hasil beberapa CCTV yang ada di sekitar lokasi.

"Tunggu saja ya hasilnya nanti, "tegasnya.(tito)


Panitia Panjalu Festival 2022 Sayangkan Ketidak Hadiran Anggota DPRD Ciamis Pada Seminar Loka Karya

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Para pelaku Pertanian dan perwakilan Pemerintah dari tingkat kecamatan sampai dengan OPD Pemkab Ciamis, hadiri kegiatan loka karya yang digelar Badan Usaha Desa (Bumdes) Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis dalam rangkaian Panjalu Festival 2022. 

Saat wawancra denga sejumlah media, Ketua Panitia Ir Dedi Suandi GS menyesalkan menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta dan para nara sumber serta berharap kegiatan ini menjadi peluang dan pencerahan dalam geliat ekonomi pemberdayaan dalam berbagai bidang, terutama pertanian, perikanan dan peternakan. 

“Alhamdulillah semua Hadir, kecuali anggota DPRD yang tidak hadir, dan ini sangat kami sayangkan karena kami tidak menerima alasan jelas dan konfirmasi, kenapa parea wakil rakyat ini tidak bisa hadir,“ungkapnya.(21/10)

Hal senada disamikan salah seorang peserta loka karya, Gilang Ferdian, ia juga menyayangkan ketidak hadiran anggota DPRD Ciamis tersebut.

Tapi Gilang puas karena kegiatan lokakarya ini dihadiri nara sumber yang hebat serta bisa memberikan pencerahan kepada para pelaku pertanian.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi corong sehingga keinginan rakyat bisa didengar langsung oleh wakil kami di DPRD, "ucapnya. (anwarwaluyo)


Berdasarkan Perturan Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Beberapa Jenis Sidat Tidak Boleh Ditangkap

PANGANDARANNEWS.COM – Berdasarkan Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nomer 80 tahun 2020 tentang perlindungan terbatas ikan sidat, sehingga pengambilan ikan dengan bernama latin Anguilliformes ini dibatasi, alasan terbitnya Permen KKP karena sidat memiliki status perlindungan terbatas berdasarkan periode waktu tertentu dan ukuran tertentu.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Dedi Surachman, maksud sidat yang dilindungi dalam Peraturan KKP nomer 80 tahun 2020 tersebut, melarang penangkapan sidat yang masuh berbentuk benih (glass eel) untuk semua spesies ikan sidat.

"Pada stadium glass eel tidak boleh ditangkap setiap bulan tanggal 27-28 Hijriah,"ungkap Dedi. (21/10).

Selain yang disebut diatas, kata Dedi, seperti jenis Anguilla Bicolor dan Anguila Interioris dewasa dengan berat diatas dua kilogram ini tidak boleh ditangkap sepanjang waktu. Namun untuk jenis Anguilla Marmorata dan Anguilla Celebesensis dewasa, dengan berat diatas lima kilogram, jenis ini juga tidak boleh ditangkap sepanjang waktu.

Dedi mengatakan, saat ini penangkapan sidat di kalangan masyarakat memang kerap terjadi, terutama di daerah bantaran sungai seperti Cintanduy dan sungai lainya. 

Namun Dedi mengaku hingga saat ini belum ada pembudidayaan ikan sidat di Pangandaran, karena jika untuk keperluan budidaya bisa saja.

“Saat ini pengawasan pada penangkapan sidat dilakukan oleh kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan, “terangnya. (PNews)


Wabup Pangandaran Tebar Ribuan Benbih Ikan Pada Lahan Terdampak Banjir Di Desa Cintakarya

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, Ujang Endin Indrawan melakukan penebaran ribuan benih ikan tawes, bertempat di Blok Cikubang, Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.(14/10)

Selai wakil bupati, penenman ikan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, seperti Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman, S.Sos, MM., Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran H. Dani Hamdani, S.Sos., MM, Camat Parigi Kepala Desa Cintakarya.

Atas nama warga, Kepala Desa Cintakarya menyampaikan terimakasih kepad Pemkab Pangandaran yang sudah melaksanakan penebaran benih ikan sebanyak 40.000 ekor ikan tawes dan 40.000 ekor ikan nilem di lahan pertanian warga yang terdampak banjir.

"Ternyata dibalik musibah ada hikmah untuk kita semua, saya berharap warga yang mempunyai lahan di sekitar area pertanian yang terdampak banjir bisa menerima manfaat ini, " ungkapnya.

Sementara sejumlah awak media Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan menyampaikan, ia  berharap penebaran benih ikan dapat berdampak positif khususnya bagi masyarakat Desa Cintakarya serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kata wabup, dari balik setiap kejadian pasti ada hikmah baik itu positif ataupun negatif tinggal bagaimana dan dari sudut mana bisa melihatnya.

“Saya berharap mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan bisa menggairahkan perekonomian dari sector budidaya ikan air tawar, “ucap wabup. (PNews)


Usai Pengumuman Parpol Lolos Verifikasi Administrasi, KPU Pangandaan Lakukan Verfak Ke Lapangan

PANGANDAANNEWS.COM – Usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan partai politik (parpol) yang lolos verifikasi administrasi, KPU Kabupaten Pangandaran lakukan tahapan verivikasi Faktual (verfak) yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Oktober hinga 4 Nopember 2022.

Seperti disampaikan salah seorang komisioner KPU Pangandaran, Nur Azijah, verfak terhadap partai politik (parpol) ini menjadi salah satu tahapan pemilihan umum (pemilu) 2024.

Ia menambahkan, verfak ini dilakukan untuk memastikan data kepengurusan serta untuk memastikan akurasi data dan kesesuaian dengan regulasi, termasuk NIK, nama dan pengakuan orangnya itu sendiri dari partai politik peserta pemilu.

“Sudah tiga hari kami sudah 3 hari turun langsung ke lapangan melakukan vervikasi faktual ini, dan ini hari ke tiga, “uca Nur Azijah yang didampingi dari Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Yosep di Desa Janhgraga Kecamatan Mangunjaya.(19/10)

Verfak ini menurut Nur Azijah menjadi penting karena merupakan sebagai syarat lolosnya keikutsertaan partai politik tersebut di perhelatan pemilu 2024 ini, tentunya menyesuaikan dengan data yang di peroleh KPU Pangandaran. 

Nur Azijah menyayangkan mayoritas dari pengurus parpol ini tak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), padahal KTA tersebut merupakan sarat mutlak yang akan disesuaikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan data yang ada di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), 

“Di Sipol KTA mereka ada tapi ketika dicek di lapangan mereka tidak punya, seperti hasil verfak di Desa Maruyungsari, “jelasnya. 

Nur Azujah juga mengatakan, Untuk Kabupaten Pangandaran sendiri ada 5 partai politik yang dilakukan vaktualisasi di lapangan, Partai Hanura, Partai Perindo,Partai  Umat, Partai PKN, Partai Garuda. (TnT)


Usai Diresmikan Wabup Pangandaran, Spotlight Indonesia Akan Kembangkan Seni Budaya Lokal

PANGANDARANNEWS.COM - Spotlight Indonesia di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran merupakan wadah untuk mengembangkan kreatifitas para talenta seni baik lah vokal, koreografi, musisi dan beberapa kreatifitas lainnya. 

Jelang satu Dasa Warsa Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tanggal 25 Oktober mendatang, Spotlight Indonesia yang berlokasi di Dusun Cirapuan Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, diresmikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran H Ujang Endin dan turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Hj Tini Nurmasari, S.Sos, MM, Camat Mangunjaya Sopyan Tanjung  beserta Jajaran, Anggota DPRD dari fraksi PPP. H Asikin, Nia Sumiasari (PAN) Darsum Darmawanto (Gerindra) serta seluruh kepala desa se Kecamatan Mangunjaya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, ia sangat mengapresiasi karena jauh di daerah pelosok Kabupaten Pangandaran ada sebuah wadah tempat untuk mengembangkan kreatifitas yang bisa menampung minat khususnya para remaja dalam berseni.

“Ini sangat bagus, karena Spotlight Indonesia ini secara langsung bisa menggali potensi dan minat masyarakat dalam bidang seni, apalagi Spotlight Indonesia ini lingkupnya nasional, “kata wabup.(19/10)

Wabup mengatakan, Spotlight Indonesia ini juga terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sehingga para talent yang terjaring lewat aplikasi Streamkar  ini banyak yang berasal dari luar wilayah Jawa Barat, seperti daerah Kepulauan Riau, Madura , Medan dan kota-kota besar lainnya.

Wabup juga berharap Spotlight Indonesia bisa membantu khususnya remaja Pangandaran untuk mengasah kemampuan berkeseniannya sehingga bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi bahkan menjadi lahan usaha yang bisa menghasilkan uang hasil dari olah cipta seni.

“Saya yakin konsep yang ada di Spotlight ini akan mampu membantu para pelaku seni yang ada di Pangandaran untuk merubah hobi atau talenta menjadi musisi professional, “ucap wabup.  

Sementara menurut pemilik Spotligjt Indonesia, Aan Suhendar yang akrab disapa Reza, berharap keberadaan spotlight miliknya ini bisa memberi manfaat khususnya pada masyarakat Pangandaran.

Kata Aan, selaras dengan visi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia diharapkan Spoitlight Indonesia ini bisa memberikan warna khususnya pada dunia seni dan kebudayaan daerah sehingga selain wisata alamnya seni dan budaya Pangandaran pun mampu terangkat.

Tak hanya musik modern, Aan menyebut, ia juga berkreasi pada kesenian tradisional dengan nuansa etnik budaya lokal.

“Pada usianya yang baru 1 tahun ini saya berharap Spoitlight Indonesia bisa ikut berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pengembangan seni dan budaya yang ada di Pangandaran, “pungkasnya.(TnT)


Dalam Kunjungannya, Pangdam III/Siliwangi Tebar BIOS 44 DC Pada Tambak Udang di Cikalong Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo S.I.P yang dilakukan secara Touring dengan mengendarai sepeda motor ke Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta mensosialisasikan teknologi adaptip hasil inovasi yang dapat menjadi alternatif. 

Dalam Kegiatan tersebut Pangdam juga berkesempatan meninjau PT MOD Vaname Tasikmalaya, pelaku usaha tambak udang vename, jenis usaha yang ditekuni sebagian besar masyarakat Kecamatan Cikalong. 

Jenis udang vanname merupakan bahan komoditi Ekspor, sehingga usaha budi daya udang ini memiliki tingkat produktivitas yang cukup tinggi karena permintaan di pasaran terus meningkat setiap tahunnya.

Saat meninjau ke lokasi tambak udang tersebut Pangdam mengedukasi masyarakat serta menawarkan solusi pada para pengusaha tambak untuk menebar cairan BIOS 44 DC ke dalam tambak, karena dengan teknologi Bios 44 DC dapat mempercepat pertumbuhan udang sehingga lebih cepat dipanen. 

“Teknologi Bios 44 DC merupakan cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan, “terang Pangdam.(18/10)

Pangdam juga menjelaskan,  sebenarnya BIOS 44  DC merupakan substansi organik multiguna dan teknologi ini mampu membuat air kolam pemeliharaan udang tetap baik, sehingga nantinya hasil budidaya udangnya pun dapat meningkat. 

Seperti halnya telah dilakukan untuk budidaya ikan, kata Pangdam, dengan diberikan Bios 44 DC ikan yang semula baru bisa dipanen dalam waktu 4 bulan, kini bisa dipanen dalam waktu 2 bulan dan hasilnya lebih meningkat karena tidak banyak yang mati.

“Penggunaan Bios 44 DC ini dapat menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani baik ikan atau pun udang, dan dari sisi kandungan bahan Bios 44 DC dipastikan aman karena mudah terurai, “jelasnya. 

Sementara salah seorang pengusaha tambak udang vaname, Amiyo Josuwa, usai mendengarkan uraian penjelasan Pangdam, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kunjungan Pangdam III/Siliwangi ke tambak miliknya. 

Kata Abiyo, setelah ditebar Bios 44 DC diharapkan hasilnya bisa sesuai apa yang diharapkan. Bukan itu saja, Amiyo pun berharap ke depannya ada pendampingan terkait penggunaan BIOS 44 DC.

“Apa yang dipaparkan Bapak Pangdam ini merupakan ilmu baru bagi kami para penambak, mudah-mudahan kami juga terus mendapat pendampingan serta arahan terkait pemanfaatan BIOS 44 DC di tambak udang sehingga pruduksinya pun semakin meningkat,” ucapnya. (anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN