TAHUN 2019 LALU DIPERBAIKI, BENDUNGAN JANGRAGA DI DESA SINDANGJAYA TADI MALAM KEMBALI LONGSOR

PANGANDARANNEWS.COM – Bendungan Jangraga sungai Cikaso yang ada di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang dibangun tahun 2017 dengan anggaran Rp3 milyar yang pada tahun 2019 lalu dilakukan perbaikan karena longsor, tadi malam sekitar pukul 00.45 terjadi longsor di lokasi yang sama.(20/1)

Menurut penjaga bendungan, Hendrik (27) saat terjadi keadaan air di sungai Cikaso tidak begitu besar, namun memang sebelum terjadi longsor tampak sudah ada tanda-tanda retakan pada bagian pijakan.

Longsor kali ini terjadi tadi malam, kata Hendrik, untuk yang kedua kalinya pada lokasi yang sama di bendungan ini.

“Mungkin kondisi tanahnya yang labil, sehingga tidak kuat menahan beban bendungan, “ungkapnya.

Hendrik mengatakan, saat terjadi longsor pada tahun 2019 lalu bendungan Jangraga ini sudah mendapat perbaikan, namun sekarang terjadi lagi pada posisi yang dulu diperbaiki.

Saat diminati komentarnya melalu telepon celullernya , Kepala Desa Jangraga, Agus, membenarkan kejadian tersebut, dan berharap ini segera menjadi perhatian Pemkab Pangandaran, karena jika segera diperbaiki akan membahayakan, apalagi jika kondisi aliran sungai atau debet air tinggi.

“Karena yang saya tahu karakter sungai Cikaso terkadang surut tapi bisa juga meluap, apalagi jika curah hujan tinggi, “terangnya. (Tn)


SEBELUM BULAN DEPAN TIBA VAKSIN BOOSTER, PEMKAB PANGANDARAN AKAN LAKUKAN SOSIALISASI

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rapat kordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Layak Anak, Monitoring Center for Prevention yang digelar di aula setda, Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata, vaksin booster atau vaksin dosis tiga untuk masyarakat akan tersedia bulan depan.(18/1)

Sekarang kata Jeje Pemkab Pangandaran melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sedang fokus pada vaksin anak usia 6 sampai 11 tahun atau siswa sekolah dasar (SD).

“Kami menganggap penting vaksin anak karena mereka merupakan generasi penerus kita di masa yang akan datang, ”ucap Jeje.

Sebelum kedatangan vaksin booster, jeje menyebut pihaknya akan gencar untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada masyarakat serta melakukan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak yang terkait, sehingga pada saatnya vaksin booster bisa berjalan lancar seperti saat vaksinasi dosis 1 dan 2.

Insaalloh bulan depan sudah ada agenda untuk pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga dan terlebih dulu akan diperioritaskan untuk pegawai di lingkup pemerintah, “tegas Jeje.

Jeje menambahkan, untuk saat ini satgas tenaga kesehatan (Nakesa) masih fokus vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang sat ini sudah mencapai 70 %. (PNews)


HENDAR SUHENDAR: “BUTUH 49 MILYAR UNTUK INSENTIF RT,RW, POSYANDU, LINMAS DAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN PANGANDARAN”

PANGANDARANNEWS.COM – Estimasi untuk pembayaran insentif RT, RW, Linmas dan Posyandu di Kabupaten Pangandaran sekitar Rp49 milyar, sedangkan anggaran yang tersedia pada APBD tahun 2022 hanya Rp13 milyar. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pangandaran, Hendar Suhenrdar saat diwawancara sejumlah wartawan usai mengikuti  rapat kordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Layak Anak, Monitoring Center for Prevention, bertempat di aula setda.(18/1)

Dengan rincian anggaran untuk RT RW ditambah Kader Posyandu sekitar Rp 7 miliar dan insentif untuk Perangkat Desa sekitar Rp 150 miliar lebih, padahal kata Hendar hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sendiri hanya Rp18 milyar per tahun.

“Untuk pencairan insetif RT-RW kami akan verifikasi dulu, jika semua persarata sudah selesai insentif pun bisa dicairkan, “kata Hendar. 

Untuk 3000 RT, 700 RW, Linmas dan Posyandu menurut Hendar Pemkab Pangandaran harus menyediakan anggran sebesar Rp49 milyar, sementara saat ini anggaran lebih difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19.

Penghasilan Asli Daerah dari PBB sendiri yang seharusnya Rp18 milyar, hingga saat ini desa-desa baru bisa menyetor Rp13 milyar, sehingga ada kekurangan PAD PBB sebesar Rp5,6 milyar, entah ini ada di wajib pajak (WP), kolektor atau di perangkat desa.

Uang yang ada di perangkat desa, masih terang Hendar, sudah ada kesanggupan dengan membuat berita acara (BA) dan yang bersangkutan akan mengembalikan dengan batas waktu taggal 15- 17 Januari 2022.

“Dan saat ini waktunya sudah lewat sehingga DPKD menyerahkan persoalan ini pada Insfektorat, karena apa pun alasannya mereka tetap salah telah menggunakan uang Negara untuk kepentingan pribadi, “ujar Hendar.

Hendar juga mengatakan, saat ada keterlambatan pembayaran insentif untuk RT dan lainnya, ini bukan kebohongan pemda, karena seperti diketahui sebelum ada pandemi covid-19 pembayarannya berjalan lancar.

“Kami berharap ke depan juga akan lancar kembali seperti sebelum ada pandemi, “pungkas Hendar. (PNews)


UNIT PPA POLRES TASIK BEKUK PELAKU PENCABULAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dua orang pemuda DA (19) dan MA (21) warga Desa/Kecamatan Sariwangi diamankan polisi karena telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur Salfa (13), yang berkebutuhan khusus atau difabel. (16/1)

Miris, karena kedua pelaku sengaja memanfaatkan keluguan korban yang tidak seperti anak seumurannya, dan sebelum menyetubuhi korban kedua pelaku menenggak minuman beralkohol terlebih dahulu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo SIK MH, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya kini sudah menmgamankan dan memeeriksa kedua pelakunya untuk diproses secara hukum selanjutnya dan keduanya.

“Sekarang kedua pelaku sudah ditahan Mako Polres Tasikmalaya, “jelas Dian.

Sementara Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aipda Josner Ali menjelaskan sebelum menyetubuhi korban pelaku minum alkohol bersama dulu, dank arena korban anak berkebutuhan khusus, sehingga tanpa ada penolakan korban saat disetubuhi pelaku.

"Korban merupakan anak dengan kebutuhan khusus sehingga dengan mudah pelaku melakukan kelakuan bejatnya, “kata Josner.

Josner menjelaskan, sebenarnya antara korban dan pelaku merupakan teman main, malah salah satu korban dulu sudah lama sempat pacaran dengan korban, dan kejadiannya sendiri dilakukan di rumah salah satu pelaku. 

“Kedua pelaku diancam dengan Undang-undang tentang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,"jelasnya. (ANWARWALUYO-HMS)




SECARA BERTAHAP MULAI BULAN INI PEMKAB PANGANDARAN BERENCANA AKAN BAYAR INSENTIF RT

Bupati Kab, Pangandaran, H Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM –  Pemkab Pangandaran rencananya segera akan membayar insentif para RT yang akan dilakukan secara bertahap.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata usai memimpin rapat kordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Layak Anak, Monitoring Center for Prevention, bertempat di aula setda.(18/1)

Selain insentif RT, kata bupati, ia juga berencana akan mencairkan untuk posyandu, linmas dan guru Pangandaran Mengaji. Kemungkinan pembayaran ini akan dilaksanakan secara bertahap, yaitu bulan ini dan menjelang lebaran.

“Untuk bulan ini nominal yang akan diberikan mungkin tidak akan besar, sekitar Rp500 ribu dulu, kemudian nanti dibayarkan lagi antara April-Mei," jelasnya.

Dan rencananya imbuh bupati insentif ini akan dibayarkan dari APBD 2022, intinya jika persyaratan sudah lengkap maka insentip pun akan segera dicairkan.

Bupati juga mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak berbicara soal wajib dibayar atau tidak karena yang lebih penting semuanya bisa bekerja dengan baik.

Jika beberapa harimlalu ada riak terkait insentif ini, bupati juga memaklumi, karena jika sesuatu yang biasa ada lalu menjadi tidak adaa, pasti akan ada dinamika. Dan jika ada anggapan isu terkait insentif RT ini ditunggangi kepentingan politik, bupati juga mengatakan hal itu sangat wajar.

Artinya, jika hal ini diperberdebatkan tentu tidak akan menyelesaikan masalah, namun yang terpenting bagaimana sekarang bisa menyehatkan kembali APBD dan meningkatkan PAD, sehingga semua bisa kembali normal.

“Dan ini perlu kebersamaan,"tegasnya. (PNews)


PEMKOT BANJAR KEBUT VAKSINASI TAHAP KETIGA


PANGANDARANNEWS/BANJARNEWS -Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi booster yang dilaksanakan di aula Setda jalan Siliwagi Kecamatan Purwaharja. (17/1)

Pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga ini difokuskan kepada para aparatur sipil negara (ASN) dan dilakukan secara bertahap. Pelaksanaan vaksinasi yang disambut antusias para ASN ini dilakukan secara bergilir untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Wali Kota Banjar Hj Ade Sukaesih saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi booster, mengatakan untuk saat ini vaksinasi booster menyisir dulu para ASN.

"Usai ASN nanti kita lakukan ke masyarakat, kecuali bagi yang berhalangan seperti ibu hamil, "kata Ade.

Disoal sosialisasi ke masyarakat terkait penyaluran Vaksin Booster Ade mengatakan, hal tersebut sudah di lakukan jauh-jauh hari.

Menurutnya, masalah vaksinasi ini merupakan PR bersama antara pemerintah dan masyarakat yang harus dilakukan secara gencar dan kontinyu.

Setelah vaksinasi dosis 1 yang sudah hampi mencapai target dan dosis ke 2 sudah di kisaran 64%.

"Dan untuk pelaksanaan Vaksin Booster tahap ke 3 ini akan kita kebut, "ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Andi Bastaman mengatakan, vaksinasi yang sedang dilaksanakan untuk ASN ini ada beberapa vaksin yang dipakai.

Jika vaksin ke satu dan dua memakai Sinovac, maka terang Andi yang ketiga ini memakai Astra Zeneca atau Pfize.

"Tapi jika tahap kesatu mempergunakan Astra Zeneca maka tahap ketiga ini akan menggunakan Moderna, "terang Andi lagi.

Andi menambahkan, dalam penyaluran Vaksin ketiga ke masyarakat akan dilakukan seperti halnya dalam penyaluran Vaksin kesatu dan kedua, yaitu melalui beberapa Puskesmas yang tersebar di Wilayah Kota Banjar.

"Juga akan dilaksanakan di beberapa titik tempat keramaian seperti alun alun, taman kota, perapatan pasar yang akan bekerja sama dengan pihak pemerintah desa, "imbuh Andi. (Tito)

UNTUK PASTIKAN KONDISI ANAK DISABILITAS, IDA N WIRADINATA KUNJUNGI LANGSUNG LAELA AGUSTIN DI PADAHERANG

PANGANDARANNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran Hj Ida N Wiradinata hari kemarin melihat langsung kondisi anak disabilitas Laela Agustin, anak Enok Heni warga Rt 004/Rw 002 Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang.(16/1)

Anak kedua  Enok Heni ini mengalami kelainan dalam pertumbuhan tubuhnya, selain tubuhnya sangat kecil seperti anak berusia 6-7 tahun padahal berumur 17 tahun tubuh Laela juga kaku tidak bisa digerakan hanya tangan dan kepala yang bisa bergerak, untuk memberikan isyarat kepada orang tuanya.

Usai melihat langsung kondisi anak tersebut, kepada sejumlah wartawan Ida N Wiradinata mengatakan, Pemkab Pangandaran melalui kecamatan, desa, RT dan RW sudah memerintahkan untuk mendata masyarakat yang perlu perhatian seperti anak diatabilitas ini.

“Tadi saya sudah bertemu Laela dan ibunya, dan setelah dicek ternyata mereka warga Jawa Tengah, Laela pun dilahirkan di Jawa Tengah dan terlahir dengan kondisi disabilitas    “jelas Ida.

Menurut Ida mersa heran, ada warga seperti Laela bisa bertahun-tahun tidak diketahui, ini mungkin karena pemerintah kecamatan, puskesmas maupun pemerintah desa  tidak melapor.

Setelah ramai di media, kata Ida, ia pun langsung turun ke lapangan karena ingin melihat dan mengecek langsung, dan setelah dicek ternyata keluarga Laela warga Jawa Tengah yang kemudian dua bulan lalu pindah ke Kecamatan Padaherang.

Ida yang didampingi camat, kepala desa dan kepala dusun, menyimpulkan, Laela yang cacat sejak lahir memang sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerinatah.

 “Laela harus dibawa ke DTKS, sehingga tercata menjadi anak disabilitas, “ucap Ida,

Tapi karena keluarga Laela baru pindah dari jawa tengah, untuk sementara Ida pun akan membantu untuk melaporkan ke Dinas Sosial atau instansi lainnya yang menangani masalah ini.

Ida merasa senang dan bersukur karena baik camat, Kepala desa pun kepala dusun sudah begitu antusias memberikan perhatian terhadap warganya, namun karena keluarga Laela baru 2 bulan tinggal di padaherang maka akan segera diproses data kependudukannya, 

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancer dan Laela pun bisa segera dibantu, “pungkasnya.(Tn)



KAPOLRESTA TASIK SIAPKAN DOORPRIZE 10 UNIT SEPEDA UNTUK PESERTA VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Untuk mendukung akselerasi program vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun, Polres Tasikmalaya Kota melaksanakan Gebyar Vaksin Anak yang bertempat di Balai Mitra Bhayangkara Aspol Bojong. (15/01)

Saat berada di lokasi kegiatan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya Kota Ny. Sri Aszhari Kurniawan beserta PJU dan Pengurus Bhayangkari, meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi Anak pun langsung menyapa para orang tua serta memberikan bingkisan kepada anak peserta Vaksin.

Kepada sejumlah awak media Kapolres mengatakan Gerai Vaksin Merdeka Anak Polres Tasikmalaya Kota akan terus melayani sekalipun hari libur sekolah

 "Alhamdulillah hari ini ratusan anak telah mengikuti Vaksinasi,"ujarnya.

Kapolres berterimakasih kepada para orang tua atas partisipasinya yang telah mendukung program vaksinasi anak ini, sehingga diharapkan pembelajaran putra-putrinya segera bisa berjalan normal.

Kapolres juga mengatakan untuk agenda hari Minggu (16/01/2022) gerai vakisnasi anak dilaksanakan bertempat di Balai Mitra Bhayangkara - Poliklinik Aspol Bojong akan dilaksanakan Gebyar Vaksinasi Merdeka Anak.

"Kami sudah siapkan doorprize 10 buah sepeda dan bingkisan bagi peserta vaksin, kepada para orang tua warga Kota Tasikmalaya silahkan membawa anaknya kesini, Tim Vaksinator akan melayani mumpung hari libur sekolah," ucap Kapolres. )ANWARWALUYO/HMS)


HATI-HATI, WARGA KOTA TASIK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN BAKAL KENA SANKSI


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tasikmalaya didampingi  Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan anggota Satpol PP melakukan kegiatan operasi pembersihan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di sepanjang jalan Letjen Mashudi. (14/1)

Menurut Kepala Dinas LH Kota Tasikmalaya Deni Diyana  kegiatan yang dilakukan setiap hari jum’at ini termerupakan salah satu upaya  untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya  bersih, nyaman dan sehat.

“Kegiatan ini kami  lakukan setiap hari jum’at sampai masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi, ”  ujarnya.

Tapi Deni mengakui karena keterbatasan personil kegiatan ini baru bisa dilaksankan tiap hari jumat dan baru di kawasan jalan Mashudi.

Tidak hanya gerkana kebersihan saja, kata Deni pihaknya pun mepasang spanduk  himbauan dan garis pembatas agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

“Dengan dipasangnya spanduk hinbauan kami berharap masyarakat bisa mengingatkan dan mengajak serta dapat memberikan edukasi agar lebih bijaksana terkait kebersiahan khususnya dalam pengelolaan sampah, ”imbuhnya

Deni menambahkan saat ini di kawasan jalan Letjen Mashudi ada sekitar 32 titik TPS liar, dan ini tentu  menjadi pekerjaan rumah Dinas Lingkungan Hidup.

Deni menyebut sebenarnya bagi warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan  dikenakan sanksi baik denda ataupun tindak pidana ringan (tipiring), namun hingga saat ini hal tersebut belum bisa dilakukan karenakan sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan masih dianggap belum cukup atau masih harus ditingkatkan.

“Sanksi tersebut akan rencananya akan diberlakukan bila sosialisasi pengelolaan sampah dianggap sudah cukup dan maksimal, sehingga diharap masyarakat jangan membuang sampah disembarang tempat lagi, “ pungkasnya. (ANWARWALUYO)






DIDAMPINGI BUPATI PANGANDARANI WAKAPOLDA JABAR TINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata siang tadi mendampingi Wakapolda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Pol Bariza Sulfi, tinjau pelaksanaan vakisnasi anak usia 6-11 tahun bertempat di gedung Piamari Aquarium pantai timur Pangandaran.(13/1)

Sebelumnya, Wakapolda Jabar dengan menggunakan pesawat helikopter jenis Dolpin mendarat di lapangan Beach Strip pantai barat Pangandaran, langsung disambut Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata beserta Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, Dandim 0613 Ciamis Letkol Dadan Ramdani dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Agenda kunjungan orang nomer dua di jajaran kepolisian Polda ini, diantaranya menyaksikan langsung pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun bertempat di Piamari Aquarium Pangandaran.

Di depan rombongan  Wakpolda Jabar, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, hingga tanggal 12 Januari 2022 capaian vaksinasi untuk anak ini sudah 33 persen.

InsaAlloh, dalam 5 hari kedepan vaksinasi anak sudah selesai," kata Bupati Jeje.

Sementara untuk rencana vaksinasi Booster rencananya akan dilaksanakan setelah pelaksanaan vaksinasi anak dan vaksinasi Dosis 2 selesai. 

"Vaksinasi dosis 2 untuk masyarakat hingga hari ini sudah mencapai 62 persen, dan apakah pelaksanaan vaksin Booster akan dilaksanakan setelah Dosis 2 mencapai 70 persen, rencananya kami akan rapat kordinasi dulu, “imbuh Jeje.

Usai menyaksikan vaksinasi anak uisa 6-11 tahun, masih didampingi bupati Wakapolda pun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Mapolres Pangandaran di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran serta meninjau lokasi rencana kantor Mapolres Persiapan di gedung Setda Pangandaran di Kecamatan Parigi.

Kepada wakapolda Jeje mengatakan, kantor bupati dan setda pada akhir bulan pebruari akan menempati bangunan baru di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi, sehingga gedung yang sekarang digunakan kantor bupati dan setda bisa digunakan untuk Mapolres Persiapan.

Sementara Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Bsriza Sulfi, S.I.K, pada kesempatan yang sama  mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Pangandaran ini untuk meninjau pelaksanaan vakisnasi sekitar 1.200 anak yang kegiatannya sudah diatur jajaran Polres Ciamis agar tidak terjadi kerumunan, dan pelaksanaannya pun dilakukan secara bertahap.

"Saya berharap mudah-mudahan program vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun ini segera selesai, dan  masyarakat bisa sehat semua," ungkapnya.( PNews )


BPN DAN DISDAGKOP UMKM PANGANDARAN SOSIALISASIKAN SERTIPIKAT GRATIS DI MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di aula Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM (Disdagkop UMKM) Kabupaten Pangandaran mengadakan sosialisasi program sertipikat gratis yang disambut antusias warga Desa Mangunjaya. (12/1)

Kepada wartawan, Kepala Seksi Penataan dan Perberdayaan Kantor BPN Pangandaran, Dani Samsul Purnama mengatakan, penyuluhan sertipikat tanah obyek lintas sektor, dalam hal ini untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bertujuan memberikan edukasi agar masyarakat memahami bahwa sertipikat ini bisa menjamin kepastian hukum, memberi perlindungan hukum terkait kepemilikan tanah. 

“Kegiatan sosialisasi ini dibiayai oleh negara, “ucap Dani.

Dani merinci, jumlah seluruhnya ada 321 bidang, terdiri dari 134 untuk nelayan tangkap 187 bidang untuk UMKM, dan pelaksanaannya dalam satu tahun anggaran hanya saja BPN berupaya melaksanakannya pada triwulan pertama, sehingga akhir triwulan yang akan datang diupayakan sudah jadi.

“Paling lambat bulan mei itu sudah selesai, “jelasnya.

Dan kegiatan yang dilaksanakan di Mangunjaya ini untuk program UMKM, dengan menggandeng Dinas Perdagangan Koprasi dan UMKM.

Dan ke depannya, kata Dani, untuk jumlah yang 134 ini untuk nelayan yang ada di 6 desa yang sosialisasinya akan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Pungkas nya...

Saat diminta komentarnya, Kepala desa Mangunjaya Furqonudin mengatakan, program pembuatan sertifikasi tanah ini usulan tahun 2019 dan Disperindag baru bisa merealisasikannya tahun 2022 sekarang. 

Furqonudin menyebut program ini diberikan secara gratis oleh BPN sementara pihak desa hanya mempasilitasi persyaratannya saja, namun kuotanya di batasi hanya 187 bidang saja.

“Insaalloh mulai pengukuran hari senin mendatang, “jelas Forqonudin. (Tn)


BUPATI APRESIASI F-BKK MAMPU JADI SOLUSI TENAGA KERJA DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Pengangguran bisa menjadi salah-satu penyumbat pembangunan daerah, untuk semua elemen bisa bersinergi untuk mengatasi masalah ini. Tak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi dalam penanggulangi pengguran ini diperlukan kerjasama dan sinergitas semua pihak.

Demikian disampaikan Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (F-BKK) Kabupaten Pangandaran, Finsa M saat menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Kerja dan Penandatanganan MOU F-BKK Pangandaran, bertempat di sebuah hotel di kawasan pantai barat.(11/1)

Menurut Finsa, F-BKK diharapkan menjadi sebuah solusi paling tidak untuk siswa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar bisa bekerja di perusahaan-perusahaan.

Alhamdulillah, selama ini lulusan SMK yang tergabung dalam F-BKK, 60 % bisa diterima kerja, 20 % melkanjutkan pendidikan dan selebihnya masih nganggur, dan hari ini pun sudah ada 6 perusahaan yang siap membuat MOU dengan kita, “ucapnya.

Sebelum memfasilitasi untuk bisa masuk ke perusahaan, F-BKK memberikan pelatiha pra kerja (soft skill) agar setelah bekerja di perusahaan tenaga kerja yang ada di F-BKK bisa menjadi tenaga handal dan tidak menjadi karyawan biasa saja.

“Saya juga berharap untuk hal ini ada kolaborasi yang baik antara F-BKK dengan pemerintah daerah, “ucapnya lagi.

Pada kesempatan yang lain, Ketua MKKS Kabupaten PPangandaran, H. Yadi Mulyadi mengatakan, ada 31 SMK di Kabupaten Pangandaran, 6 SMK negeri dan sisanya swasta. 

Oleh karena mind set yang ada di masyarakat bahwa lulusan SMK bisa langsung kerja, tapi karena factor persaingan dan lainnya maka kata Hadi, F-BKK harus bisa menjadi jembatan antara lulusan dengan pihak perusahaan. 

Hadi mengatakan, paling tidak ada tiga fase sistem pembelajaran yang diterapkan di SMK, pertama kunjungan kerja industri dimana pada fase ini siswa bisa melihat dan melihat langsung apa yang ada di sebuah perusahaan (industri). Kedua, praktek kerja industri, pada tahap ini siswa langsung bekerja sungguhan, dan terakhir siswa diuji dari apa yang pernah doilihat, didengar dan di kerjakan langsung di lapangan.

“Dan faktore penunjang lainnya yang tak kalah p[enting, kami harus menyediakan sarana dan penunjang lainnya agar saat siswa masuk diperusahaan mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya, “kata Hadi.

Sementara menanggapi ini, dalam sambjtannya Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, salah satu tujuan pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis, meningkatkan kualitas pendidikan, disamping program lainnya seperti kesehatan, infrastruktur dan penataan kawasan pariwisata.

Indikator keberhasilan pembangunan di daerah, salah-satunya mengurangi jumlah angka pengangguran khususnya dari lulusan lembaga pendidikan.

“Dan hingga tahun ini pengangguran di Kabupaten Pangandaran terus menurun sampai 5,08 %, dan ini merupakan keberhasilan kita dibanding kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat, “ungkap Jeje.

Tapi Jeje berharap, ke depan para lulusan SMK tidak hanya berorientasi hanya pada mencari lapangan kerja saja, melainkan harus mampu menciptakan lapangan kerja, salah satunya dengan usaha mandiri.

“Saya juga suka bingung banyak yang datang ke saya untuk bisa menjadikan anaknya pegawai, malah tidak pernah ada yang minta modal untuk usaha. “ujar Jeje.

Sebagai daerah tujuan wisata, menurut Jeje sangat banyak yang bisa dikerjakan di Pangandaran, antara lain menjadi pengusaha UMKM yang bergerak pada sektor usaha wisata atau pun usaha lainnya. 

Menurut Jeje, ia merasa iri saat melihat di obyek wisata banyak pedagang baso, makanan ringan dan pedagang lainnya ternya bukan warga Pangandaran. Tentu hal ini harus disikapi dengan bijak, bagaimana warga Pangandaran mampu menangkap peluang usaha yang ada di tempat tinggalnya sendiri.

“Kami sangat menyambut baik apa yang dikerjakan F-BKK, karena ia bisa menjadi solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Pangandaran, “pungkas Jeje. (PNews)



JELANG PELAKSANAAN PTM SISWA SD DI KECAMATAN MANGUNJAYA ANTUSIAS IKUTI VAKSINASI DOSIS 1

PANGANDARANNEWS.COM - Sebagai bentuk sinergitas percepatan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun, Puskesmas Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran hari ini mulai melaksanakan vaksinasi covid – 19 dosis 1 dengan jenis vaksin sinovac, yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 4 Mangunjaya. (10/01)

Meskipun seluruh siswa tampak antusias, berbagai expresi para siswa SD saat proses vaksinasi pun menjadi pemandangan lucu saat divaksin sambil memeluk ibunya yang ikut mendampingi dan ada juga yang pura-pura mengobrol untuk mengalihkan rasa takutnya. 

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri 4 Mangunjaya Atin kantini, vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun ini  berjalan dengan lancer dan seluruh orang tua siswa pun merespon baik sekali, dan 90 % siswa mau melaksanakan vaksinasi.

“Sebelumnya kami sudah mensosialisasikan kepada orang tua siswa terkait vaksinasi ini yang bertujuan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, “kata Atin.

Atin menjelaskan, dalam pelaksanaan vaksinasi pihak sekolah mengatur seluruh siswa yang akan divaksin dengan beberapa sesi, sesi pertama kelas I, sesi ke kedua kelas II dan seterusnya hingga kelas VI, hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan.

Alhamdulillah dari target 296 siswa sudah tercapai 258 siswa, sementara  siswa yang belum divaksin  sebanyak 38 siswa karena tidak lolos screaning dan sakit,"ujar Atin

Di tempat yang sama Korwil Disdikpora Kecamatan Mangunjaya Sugiwan Winandar mengatakan, program vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun serentak dilaksanakan untuk siswa SD se-Kecamatan Mangunjaya mulai hari ini, dan pelaksanaan pun berjalan tertib dan lancar.

Sugiwan menambahkan, untuk menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sendiri semester satu pihaknya sudah mensosialisasikan, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan meskipun semua peserta didik sudah divaksinasi.

“Sebab seperti kita ketahui, masa pendemi covid-19 ini belum berakhir, “ucapnya. (Tn)

USAI DIVAKSIN RATUSAN PELAJAR SD DI PANGANDARAN DIAJAK PESIAR POL AIR POLRES CIAMIS

PANGANDARANNEWS.COM – Usai mengikuti vaksinasi sejumlah siswa-siswi SD di Kabupaten Pangandaran mendapat hadiah pesiar di Pantai Pangandaran. 

Seperti disampaikan Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, ada 240 siswa SD Negeri 6 yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1 untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen diajak pesiar laut bersama Polairud Pangandaran. 

"Anak-anak kami bawa keliling menggunakan boat di panta Pangandaran, “kata Wahyu. (10/1)

Wahyu mengatakan selain diajak berkeliling para siswa pun diberi pelajaran cara patroli Polairud Polres Ciamis di Pantai Pangandaran, dan ini merupakan salah-satu edukasi agar siswa SD bisa mengetahui cara kerja patroli di laut. 

Tampak suasana riang pun dirasakan para pelajar saat mulai menaiki perahu patroli Polairud dengan  mengenakan alat lengkap seperti pelampung.

Menurut salah seorang siswa, Fajar, ia mengaku sangat senang bisa berkeliling di pantai dan ini tentu menjadi pengalaman pertamanya.

"Pokonya seru, dan sangat disenagi Pak polisi yang baik-baik, “ucap Fajar.

Saat ditanya perasaannya saat divaksin fajar mengaku seperti digigit semut dan tidak terasa sakit dan ia juga mengaku langsung lupa karena terhibur dengan berkeliling pantai. (PNews)





 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN