HATI-HATI, WISATAWAN DAN PELAKU WISATA TAK PATUHI PROKES WISATA PANGANDARAN BISA DITUTUP

PANGANDARANNEWS.COM -  Setelah dibuka kembali obyek wisata Pangandaran beberapa hari lalu, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi wisatawan, karena baik wisatawan atau pun pelaku usaha wisata yang ada di zonasi berenang pantai barat mulai jam 6.00 pagi sampai jam 10.00 siang akan di testing secara random.

Demikian disampaikan Kapolres Ciamis, Wahyu Broto Narsono Adhi SIK Msc Eng, dalam kongfrensi pers bersama sejumlah wartawan di Rumah Makan Minasari Pamugaran. (7/9)

“Untuk yang tidak mau ditesting, saya perintahkan jangan berada di zonasi tersebut, " tegas  Kapolres.

Saat ini Pangandaran turun menjadi i level 2, dan penurunan level ini kata Kapolres didasarkan dengan beberapa indikator, seperti kasus konfirmasi pasien Covid-19, tingkat keterisian tempat tidur (BOR), angka kematian dan kapasitas testing, tracing dan treatment.

Kapolres mengatakan, pada saat pembukaan wisata pertama tanggal 03 September lalu seluruh pelaku wisata, pedagang dan wisatawan sudah diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) tapi ternyata masih ada saja yang tidak patuh, sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan dilakukan penekanan penerapan  prokes.

 Wisatawan yang hadir pada hari Minggu kemarin, lanjutnya, jika dihitung dari kapasitas hanya mencapai 25 persen saja, tapi karena wisatawan menumpuk hanya di satu titik saja sehingga  terkesan padat dan ramai.

“Kita akan evaluasi bagaimana rekayasa jalur masuk objek wisata agar tidak menumpuk di satu lokasi saja, atau kita lakukan pengetatan keluar dan masuk wisatawan dan akan kita atur akses masuk Pantai Barat dan Pantai Timur, misalnya diberlakukan pembatasan penutupan akses antara jam 07.00 sampai jam 10.00 WIB, “jelas Kapolres lagi.

Kapolres menambahkan, agar wisatawan tidak tertumpuk hanya di zona berenang pantai barat saja, antisipasinya mulai jam 7.00 pagi sampai jam 11.00 siang, akan dilakukan testing secara random.

Kapolres menyesalkan karena setelah dibuka kembali objek wisata ternyata kepatuhan penerapan prokes masih perlu ditingkatkan, ini artinya semua harus bahu-membahu meningkatkan kepatuhan terhadap prokes agar objek wisata Pangandaran tidak menjadi sarana penyebaran virus Corona yang akibatnya kegiatan wisata ini ditutup kembali.

“Untuk kebaikan bersama, kami berharap penutupan kembali objek wisata itu tidak terjadi, maka, mari kita bahu membahu, ayo kerjasama patuhi protokol kesehatan, " pungkasnya. (PNews)


FORKOPIMDA KOTA TASIKMALAYA PANTAU KEGIATAN GERAI VAKSINASI MERDEKA DI PONPES RIYADLUL 'ULUM WADDA'WAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –TNI-Polri dan Dinkes Kota Tasikmalaya bersinergi dalam gelar Gerai Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah di Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. (07/09)

Seperti disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si. Polres kegiatan Vaksinasi Merdeka ini untuk Santri dan masyarakat sekitarnya pesantren untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi dalam upaya menekan Penyebaran Covid-19.

Gebyar Vaksinasi Merdeka yang dilakukan TNI-Polri bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya ini, ungkap Kapolres, dengan menyasar Pesantren dan rumah ibadah khususnya untuk anak usia 12-17 tahun.

“Alhamdulilah kegiatan ini mendapat sambutan dan dukungan dari para Kyai serta ulama yang luar biasa, sehinga dari target sasaran 2000 bisa terealisasi sebanyak 3.165 dosis vaksin," ungkap Kapolres didampingi Forkopimda Kota Tasikmalaya.

Sementara Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH. Yang turut hadir menyampaikan apresiasi dengan dilaksanakannya Gebyar Vaksinasi Merdeka ini.

“Ini sangat efektif untuk mempercepat vaksinasi bagi warga Kota Tasikmalaya karena baru sekitar 30 % saja yang telah melaksanakannya," jelas Aslim.

Hal senada dikatakan Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah,  Asep Saepul Alam, M.Pd, menurutnya peran tokoh agama dan para ulama sangat membantu terlaksananya Gebyar Vaksinasi Merdeka. 

"Terima kasih untuk Pimpinan Polri-TNI dan Forkopimda Kota Tasikmalaya yang telah melaksanakan Gebyar Vaksin Merdeka di pesantren kami, sehingga diharapkan Herd Immunity atau kekebalan kelompok pun bisa lebih terjaga dan kegiatan belajar mengajar para santri bisa cepat normal kembali," ucap Asep. (ANWARWALUYO)

 


WALAU MASIH DALAM WAKTU TERBATAS SISWA MENGAKU SENANG BISA BELAJAR TATAP MUKA

PANGANDARANNEWS.COM – Dimulainya pembelajaran tatap muka membuat sejumlah siswa nampak gembira, pasalnya sejak masa pandemi covid-19 sudah beberapa bulan ini terpaksa anak-anak harus belajar dari atau di rumah (daring) mungkin bisa membosankan anak-anak.

Kini anak-anak senang karena bisa bertemu lagi dengan guru dan teman-temannya, walau dalam durasi waktu yang dibatasi. Tapi paling anak-anak kini bisa sedikit lega bisa mendapati kembali suasana belajar yang sempat hilang. 

Seperti yang terlihat di SDN 2 Pangadaran, dengan antusias tampak siswa mengikuti pelajaran yang disampaikan guru mereka secara langsung dengan dikelilngi teman-temannya walau hanya 50 persen dari seluruh siswa per kelasnya.

Salah seorang guru pengajar SDN 2 Pangandaran membenarkan, sejak tanggal 4 agustus lalu kini siswa bisa belaar tatap muka walau dalam waktu dan peserta didik yang asih terbatas, untuk satu kelas hanya diikuti setengah dari jumlah siswa.

“Jam pelajaran pun dimulai dari jam 7.30 hingga jam 10.30 saja dengan 3 kali pertemua setiap minggunya, dan untuk tambahannya kami berikan tugas pelajaran utuk dikerjakan di rumah, “terangnya.(7/9)

Dengan waktu belajar yang masih terbatas ini, menurutnya para guru pun pengajarkan lebih banyak materi pelajaran secara garis besar saja, sehingga beberapa ekstrakurikuler (ekskul) pun tidak bis tersampaikan. Padahal ekskul tersebut sangat penting dan menunjang, seperti pramuka yang mendidik siswa belajar disiplin, tegas, belajar menjadi seorang pemimpin dan lainnya.

Di masa pandemi ini menurutnya kemerdekaan belajar anak jadi berkurang, karena metode belajar daring memang membantu tapi kurang efektif.

“Tapi belajar secara daring memang merupakan metode paling tepat di saat pandemi covid-19, “ucapnya. (PNews)








PEMKAB PANGANDARAN AJAK SELURUH ELEMEN SOSIALISASIKAN PERCEPATAN VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk akselerasi vaksinasi yang saat ini baru mencapai 34 persen dari seluruh jumlah penduduk, Pemkab Pangandaran melalui Disnas Kesehatan mengajak seluruh komponen seperti organisasi dan partai politik untuk ikut mensosialisasikan program vaksinasi pada masyarakat.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran drg. Yani Ahmad Marzuki kepada awak media, pihaknya juga mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karangtaruna agar jumlah warga ikut vaksinasi terus meningkat.

Tak hanya itu, karena saat ini obyek wisata sudah mulai dibuka kembali, kata Yani, ia juga mengajak para pelaku usaha wisata dan pelaku seni utuk bersama-sama bergandeng tangan agar program vaksinasi cepat mencapai target.

"Di desa wisata seharusnya vaksinasi minimal 70 persen, tapi hingga saat ini belum tercapai," terangYani, usai mengikuti rapat sosialisasi percepatan pelaksanaan vaksinasi bertempat di Hotel Pantai Indah Timur. (7/9) 

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan saat ini Pemkab Pangandaran juga melibakan peran para alim ulama dan para politisi dalam tim percerpatan vaksinasi ini, karena saat ini progres vaksinasi mengalami penurunan.

"Kita segera lakukan percepatan serta sosialisasi dalam beberapa hari ini, "kata bupati. (PNews) 


BUPATI PANGANDARAN AJAK 191 MAHASISWA BARU PSDKU UNPAD PANGANDARAN KEMBANGKAN POTENSI DAERAH

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam kesempatan memberikan seramah pada acara Pembekalan Mahasiswa Baru Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Tahun 2021 bertempat di Kampus PSDKU Desa Cintaratu Kecamatan Parigi beberapa waktu lalu, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengajak mahasiswa untuk benar-benar belajar serta menyelesaikan studi dengan baik.

“Perguruan tinggi mempunyai peran untuk memberikan ilmu agar mahasiswanya mampu berpikir dan beraktivitas yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat, “ucap bupati.(4/9)

Bupati mengatakan, jangan hanya ingin jadi PNS atau honorer namun  lebih dari itu untuk melihat segala potensi yang berpeluang untuk lebih dikembangkan di Pangandaran. Dan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh, nantinya lulusan PSDKU Unpad diharapkan mampu mengembangkan beragam potensi ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai tentunya dengan dilakukan inovasi-inovasi yang akan berdampak pada tumbuhkembangnya pergerakan ekonomi yang lebih baik lagi.

“Contoh kecilnya, kelapa muda dijual di Pangandaran harganya minimal lima ribu, lulusan Unpad jangan hanya jadi penjual kelapa muda, tetapi bagaimana kelapa ini bisa menjadi kelapa yang mempunyai nilai tambah sehingga mempunyai nilai lebih, “jelas bupati.

Bupati juga menjelaskan, hadirnya Unpad di Pangandaran merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusianya (SDM), karena itu pemda berkomitmen untuk memfasilitasi mahasiswa asal Pangandaran bisa menuntut ilmu di PSDKU Unpad, salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Pangandaran, jadi tinggal mahasiswanya harus belajar  sungguh-sungguh.

“Tugas disini untuk belajar, jangan sia-siakan kesempatan ini raihlah imu setinggi mungkin, “ucap b

Pada tahun akademik 2021/2022 ini, tercatat ada 191 mahasiswa baru PSDKU Unpad Pangandaran, dengan rincian 43 mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis, 33 mahasiswa Prodi Peternakan, 39 Prodi Ilmu Komunikasi, 31 mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan dan 45 mahasiswa Prodi Perikanan. (PNEWS)


INI PENJELASAN PENYELENGGARA ACARA RITUAL LARUNG DI PANTAI PANGANDARAN YANG DIBUBARKAN PETUGAS GABUNGAN

PANGANDARANNEWS.COM - Terkait dibubarkannya acara ritual larung yang dilakukan warga Kabupaten Cilacap di Pantai Pangandaran beberapa harilalu (5/9), pihak penyenggara Yayasan Manunggal Rasa Kemurnian melalui penasehatnya Edy Susanto mengatakan, tahun depan mungkin yayasan kembali akan menggelar acara yang sama di pantai Pangandaran.

Disoal pembubarannta yang dilakukan petugas gabugan pada aara larungan tersebut, Edi mengatakan ia tak ttak mempermasalahkan ha itu apalagi saat dibubarkan acara pokok yaitu pembacaan doa sudah selesai dilaksanakan.

Saat ditanyakan tentang wanita denga pakian serba hijau dan bermahkota yang disangkakan sebagai simbol Nyi Ratu Kidul, menurut Edi itu persepi yang salah, karena menurutnya itu figur atau sosok Bunda Ratu.

"Bagi kami jelas beda, kata Nyai Ratu dan Bunda Ratu itu hal yang berlainan, jadi perempuan yangberkebaya hjau itu merepresentasikan Bunda Ratu," jelasnya.

Anggapan masyarakat awam mungkin hal sepele, tapi kata Edi, bagi pihaknya itu sangat merugikan karena maknanya sangat berbeda sehingga menimbulkan gejolak di kalangan anggota yayasannya dan merasa keberatan terkait hal tersebut..

Begitu juga masalah sesaji, karena istilah sesaji iatau sesajen dalam acara itu bukan sesaji atau sesajen, melainkan gunungan yang jelas-jelas memiliki makna berbeda dengan sesaji.

Menurutnya sesaji biasanya makanan dan minuman ditujukan kepada ghaib karena mengharapkan sesuatu yang bersifat duniawi. 

“Kalau gunungan itu beda, gunungan merupakan wujud rasa syukur kita dari anugerah alam berupa nasi, buah-buahan dan sayuran, yang nantinya akan dinikmati oleh warga sekitar," jelanya.y.

Dan Edi juga membantah jika gunungan dan kambing hitam itu akan dilarung ke laut, padahal gununga itu akan dibagikan pada warga di sekitar lokasi kegiatan. 

“Tapi karena saat itu acara keburu dibubarkan akhirnya kami bawa pulang dan dibagikan ke warga di kampung kami," kata Edy.(6/9)

Seperti diketahui, karena selain tak memiliki ijin juga dikhawatrikan akan menimbulkan kerumunan, ritual Larung di pantai Barat Pangandaran yang dilakukan warga Patimuan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, beberaa hari (5/9) dibubarkan petugas gabungan.

Seperti disampaikan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pangandaran, H Bangi, pelaksanaan ritual larung tersebut tak berizin dan juga berada di kawasan terbuka sehingga berpotensi mengundang kerumunan.

“Acara yang rencananya bakal dihadiri 50 orang tersebut terpaksa dibubarkan gabungan yangterdiri dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP, “kata Bangi.

Sementara Kasat Polair Polres Ciamis AKP Sugianto membenarkan, pembubaran acara  ritual larung karena berpotensi menimbulkan kerumunan. (PNews)


LUAR BIASA, RIBUAN WARGA KOTA TASIK ANTUSIAS IKUTI GEBYAR VAKSINASI MERDEKA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Ribuan warga Kota Tasikmalaya sejak pagi hari berdutun-duyun mendatangi halaman Mesjid Agung untuk melaksanakan vaksinasi.(6/9)

Seperti disampaikan  Ketua DKM Mesjid Agung KH. M. Aminudin Busthomi, M.Ag, ia merasa bersukur karena warga dengan antusias mengikuti suntik vaksin merdeka covid-19.

“Dari target 1000 dosis hingga jam 11 siang tadi sudah 900 lebih warga yang divaksin, “terang Aminudin.

Kata Aminudin,vaksinasi ini untuk memaksimalkan ikhtiar medical sesuai target nasional dan  setelah itu target selanjutnya pemulihan ekonomi masyarakat.

Sementara Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si menjelaskan, program Vaksinasi Merdeka ini merupakan inisiatif Polri yang bekerjasama dengan pemerintahan daerah dan Tokoh agama dengan target Pesantren dan Rumah Ibadah, dan hari ini dari target 1000 dosis hingga pukul 14.00 1.112 warga yang melaksanakan vaksinasi. 

Kapolres mengaku senang serta mengapresiasi warga Kota Tasikmalaya yang antusias datang mengikuti Gebyar Vaksinasi Merdeka,.

“Mudah-mudahan vaksinasi ini dapat bermanfaat dan bisa menekan penyebaran wabah Covid-19 sehingga terbentuk Herd Immunity," ujar Kapolres. (ANWARWALUYO)


HADAPI MUSIM HUJAN BASARNAS GELAR PELATIHAN DAN PEMBINAAN POTENSI DASAR KEBENCANAAN DI TASIKMALAYA

PANAGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Unuk antisipasi menghadapi musim hujan, Basarnas menggelar pelatihan dan pembinaan potensi dasar, dibidang teknik pertolongan di ketinggian ang dilaksanakan tanggal 6 hingga 8 September 2021 yang diikuti puluhan anggota berbasis kemasyarakatan, bertempat di Pos SAR Mangunreja Tasikmalaya .  

Seperti disampaikan Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah, walau saat ini dalam kondisi pandemi pelatihan ini tetap dilaksanakan karena sangat penting, apalagi di Jawa Barat banyak daerah rawan bencana. 

“Tidak hanya Kabupaten Tasikmalaya, kabupaten lainnya seperti Cianjur dan Sumedang juga."Kata Dede, aat pembukaan pelatihan.(6/9)

Melalui bimbingan teknis ini selain  menyiapakan Sumber daya Manusia (SDM) untuk melakukan pertolongan di ketinggian, jelas Deden, Basarnas juga akan meningkatkan kompetensi potensi pencarian dan pertolongan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah kerja kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung. 

Menjalankan potensi SAR, ungaknya tidak bisa bekerja sendiri, tetap harus bersama seluruh elemen BNPB, BPBD, kemudian disupport TNI/Polri dan pemerintah daerah dan Tagana.

Terutama masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, karena petugas atau tim butuh waktu untuk ke lapangan, oleh karena itu, kata Deden,  masyarakat menjadi rescuer (penyelamat) pertama dalam penanganan bencana yang harus dibekali dengan kemampuan.

“Minimal untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya dan lingkungannya dari bencana alam yang terjadi, “ucap Deden.

Sementara menurut anggota Komisi V DPR RI dapil 11 Tasik, Kota/Kabupaten Kabupaten Garut, KH Toriq Hidayat LC, ia sangat mendukung kegiatan  pelatihan serta mendorong agar pemerintah menganggarkan anggaran lebih untuk program pelatihan kebencanaan. 

“Apalagi Kabupaten Tasikmalaya menurut data kebencanaan masuk dalam daerah rawan bencana nomor dua secara nasional, “tuturnya.

Toriq mengatakan, sudah sering komisi V DPR RI sebagai mitra kerja Basarnas melakukan rapat-rapat, dan disampaikan agar ada perhatian lebih untuk dapil 11 khususnya Kabupaten Tasikmalaya. 

Toriq menambahkan, maka wajar jika Komisi V meminta lebih dalam penanganan bencana di Kabupaten Tasikmalaya dalam bentuk pelatihan dan berbagai hal termasuk pemenuhan fasilitas penunjang dan sarana prasarana.

Toriq berharap kedepannya hal ini bisa ditindaklanjuti, untuk pendampingan secara nasional 10 ribu belum turun, jadi 5.000 baru terpenuhi 3.800 masih ada sisa. 

“Dalam hal ini Basarnas lebih paham, kita membutuhkan SDM dan kita harus bersinegri dalam penanganan bencana, “kata Toriq. (ANWARWALUYO)

 

PANGANDARAN MASUK LEVEL 2, PEMDA AKAN BUKA RESMI OBYEK WISATA SETELAH UJI COBA 3 SEPTEMBER LALU

Jeje Wiradinata: “Acara hajatan boleh ada dangdutan asal tetap ikuti prokes

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa indikator seperti jumlah terkonfirmasi positif, jumlah kematian dan lainnya seharusnya Pangandaran sudah level I, sementara indikator BOR (Bad Occupancy Rate) dan Juga tracking masih level 2.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada awak media usai menghadiri rapat paipurna Penetapan Kesepakatan KUA dan rancangan PPAS tahun anggaran 2022 di gedung DPRD.(6/9)

Bupati menjelaskan, saat ini untuk tracking sudah mencapai 12 persen, tinggal 3 persen lagi untuk mencapai level 1, sementra untuk BOR harus dibawah 19 persen jika untuk level 1.

Dengan semakin landai jumlah pasien positif yang dirawat di RSUD, bupati menyebut dalam beberapa hari ini Pangandaran akan masuk ke level 1.

"Kita juga akan kebut vaksinasi, " ucapnya.

Bupati menambahkan, dengan masuk ke level 2 maka otomatis objek wisata akan dibuka secara resmi besok hari, karena pembukaan tanggal 3 september lalu bersipat uji coba.

Bupati jega mengatakan saat ini Pemkab Pangandaran tidak melarang ada hiburan dangdutan pada acara hajatan, asalkan tetap iktui protokol kesehatan.

Menurutnya pihaknya akan lakukan evaluasi dalam sepekan kedepan, dan jika dilaksanakan dengan baik prokesnya maka bisa berjalan normal kembali.

“Hari kamis tanggal 9 september kami juga akan evaluasi pembukaan objek wisata, termasuk rekayasa laluntias bersama Polres Ciamis, “pungkasnya. (PNews)


POLSEK CIPATUJAH BERSAMA TIM VAKSINATOR UPT PUSKESMAS HARI INI LAKSANAKAN VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Polsek Cipatujah Polres Tasikmalaya bersama tim vaksinator UPT Puskesmas Kecamatan Cipatujah hari ini melaksanakan kegiatan Gebyar Vaksinasi di Gerai Valsin, bertempat di Desa Nagrog.(6/9)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Cipatujah Aiptu H.Andi Surahman.SH dan Bhabinkamtibmas Desa Nagrog Aiptu Yanto Suhaedi beserta Kasi Kesos Kecamatan Cipatujah Kuswanto,S.Ip,M.Si juga Kepala Puskesmas Cipatujah Tarman,S.Km, Kepala Desa Nagrog Eji serta Ketua vaksinator Puskesmas Cipatujah Bidan AI SRIYANTI . Am.Keb.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan tokoh agar membantu ikut mendorong warga masyarakat yang belum melaksanakan suntik vaksin segera melakukan vaksinasi covid-19.

Dengan melakukan vaksinasi, kata Kapolsek, diharapkan dapat terbentuk kekebalan Imunitas untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Serta jangan lupa berdoa kita  berbanyak berdoa’ agar pandemi covid-19 segera berakhir, “ungkap Kapolsek.(6/9)

Sementara Kepala Desa Nagrog, Enji menambahkan, ia mengajak warga untuk berbanyak zikir  sering  berwudhu karena air wudhu  diharapkan bisa membersihkan segala  virus. (ANWARWALUYO)






TIM MAUNG GALUNGGUNG POLRES TASIK KOTA AMANKAN 8 REMAJA PELAKU PESTA MIRAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Patroli Tim 2 Maung Galunggung  dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga kondusifitas di Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Kota, minggu dini hari tadi sekitar jam 00.15  wib saat menerima laporan ada keributan dari  warga di jalan Galunggung Gang H. Sarif, langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan 8 anak remaja dan 1 botol miras jenis arak.

Menurut komandan Tim II Maung Galungung,  Ipda Yudi, mereka diduga sedang pesta miras hingga membuat warga sekitar resah.

“Semua sudah brhasil kami amankan ke Mapolres untuk pemeriksaan selanjutnya," ungkap Ipda Yudi. (05/09) 

Selanjutnya Tim Maung Galunggung juga menindaklanjuti laporan warga yang resah dengan beberapa sepeda motor berkecepatan tinggi sambil mengayunkan samurai dan double stik, tim pun kemudian mengejar sampai Simpang 4 Mitra Batik, dan dapat diamankan 2 remaja serta menyita doble stick dan harkeling.

“Para pemotor ini  diduga akan membuat keributan," terang Ipda Yudi.

Selanjutnya, jelas Ipda Yudi semua anak remaja tersebut diamankan di Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut dan diberikan pembinaan dengan memanggil orang tuanya agar hal tersebut tidak terulang lagi.

Ipda Yudi mengatakan, Kapolres AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si. sebagai penanggung jawab kegiatan Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota akan berusaha semaksimal mungkin memberantas segala bentuk gangguan keamanan, terutama berandalan bermotor dan pekat lainnya.

Ditempat terpisah Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si menyampaikan, pihaknya mohon partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan ke call center 110 apabila diwilayahnya ada yang membutuhkan kehadiran Polri.

“Dan laporan itu akan kami respon dengan  cepat," tegas Kapolres. (ANWARWALUYO)


PASCA DIBUKA 3 SEPTEMBER LALU, OBYEK WISATA PANGNDARAN LANGSUNG DISERBU PENGUNJUNG

PANGANDARANNEWS.COM – Pasca dibuka kembai obyek wisata di Kabupaten Pangandaran tanggal 3 September lalu, nampak arus kunjungan wisatawan pun kembali ramai. 

Pantauan PNews di lokasi wisata pantai barat Pangandaran, walau cuaca mendung dan sedikit gerimis nampak wisatawan pun memenuhi sebagian lokasi wisata dengan suasana gembira.

Seperti dituturkan pengunjung asal Antapani Bandung, Alia (27),  menurutnya setelah mendengar kabar obyek wisata Pangandaran dibuka kembali ia dan kerabatnya keesokan harinya langsung berangkat.

“Saya datang sabtu malam ke Pangandaran, dan langsung cek in ke hotel, “terangnya.(5/9)

Hal senada dikatakan Dede (39) pengunjung asal Tasikmalaya, sebenarnya rencana wisata ke Pangandaran  sudah lama dan terpaksa ia tahan karena memang sitiuasi pandemi yang membuat semua daerah melakasanakan Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dede yang datang dengan teman-temannya menggunakan kendaraan roda dua mengatakan, Pangandaran merupakan alternatif tujuan wisata yang bisa dijangkau baik jarak atau pun kondisi keuangan saat ini. 

“Budget berwisata ke Pangandaran ralatif sesuai dengan kondisi keuangan kami, “ungkap Dede.

Disoal keharusan mentaati protokol kesehatan (prokes) saat berada di lokasi wsiata, Dede mengaku hal ini tidak menyurutkan dia berkunjung ke Pangandaran. Sebab, di saat pandemi covid-19 ini belum berakhir masyarakat diharuskan tetap disiplin prokes.

“Saat shalat jumat di mesjid juga saya ikuti prokes salah satunya memakai masker, apalagi saat di tempat umum dan terbuka seperti di pantai, sudah seharusnya kita menjaga kesehatan bersama dengan cara mematuhi prokes, “terang Dede. (PNews)


SOPIR ASAL JATENG TEMUKAN MAYAT TERGANTUNG DI ATAS POHON DI KELURAHAN LINGGAJAYA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Seorang pengemudi bernama Cham (44) warga Banjarnegara Jawa Tengah, sekitar pukul pukul 10.00 pagi dikejutkan melihat ada orang tergantung di pohon albasia saat ia hendak memetik pepaya di belakang Gudang bekas penyimpanan barang Toko Mulya Jaya Jl. Ir. H. Juanda Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, i.(5/9)

Kata Cha, ia segera berlari ke depan  memberitahu kepala gudang serta menyuruh agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Tak berselang lama Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Mangkubumi tiba di TKP dan langsung melakukan evakuasi.

Diketahui korban bernama Usman dengan usia 26 tahun Alamat Kampung Pasiripis RT.02/06 Desa/Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya.

“Korban pertama diketahui dengan posisi tergantung di pohon, dan saat kami masih mengumpulkan barang bukti serta mencari keterangan dari saksi-saksi," terang Kapolsek Mangkubumi Iptu Hartono, SH.

Kapolsek juga langsung berusaha menghubungi pihak keluarganya, dan  olah TKP selesai korban pun dibawa ke RSUD Dr. Sukardjo untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (ANWARWALUYO)


KAPOLSEK SODONGHILIR SALURKAN BANTUAN SOSIAL KEPADA MASYARAKAT DI DESA CIPAINGEUN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kapolsek Sodonghilir, Iptu Atang B Karna hari ini pimpin langsung kegiatan Patroli Sambang kepada masyarakat yang berdampak pada PPKM Level dua di Desa Cipaingeun Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. (4/9)

Kapolsek yang didampingi Kanit Binmas Bripka Deni Dermawan dan Sekertaris Desa Cipaingeun dalam kegiatan tersebut juga  memberikan bantuan sosial (bansos) berupa sembako sebanyak 20 Paket sembako terdiri dari 5 Kg Beras dan kebutuhan Pokok Lainnya kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Di depan warga Kapolsek Sodonghilir menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi Protokol Kesehatan penanganan Covid-19, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan membatasi mobilitas .

“Saya juga menghimbau agar warga ikut program vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus covid – 19, “kata Kapolsek.

Sementara Kepala Desa Cipaingen, Jeni Jaelani mengucapkan terimakasih pada Jajaran Polres Tasikmalaya, melalui Polsek Sodonghilir yang sduah memberikan bantuan sembako pada warganya.

“Mudah-mudahn bantuan ini dapat sedikit meringan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19, “ucapnya. (ANWARWALUYO)







 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN