WAKAPOLRES CIAMIS AJAK WARGA PANGANDARAN CIPTAKAN RASA AMAN DAN NYAMAN

PANGANDARANNEWS.COM-Wakapolres Ciamis, Kompol H. Hidayatullah, di hadapan Ketua MUI, Ketua Pc Nu, Ketua Pc Persis Pangandaran saat saat berada di Mapolsek Pangandaran dalam kegiatan kunjungan kerjanya, mengajak agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, LSM dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pangandaran agar tetap menjalin kebersamaan serta tetap menyambung tali silaturahmi antara satu dengan lainnya.

"Menjaga keamanan dan rasa nyaman  di masyarakat itu tidak bisa bertumpu pada satu pihak, tetapi harus melibatkan semua komponen," katanya.

Ia menambahkan, Pangandaran merupakan daerah tujua wisata tetunya menjadi tempat strategis untuk peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga dierlukan perhatian terkait masalah keamanan,
apalagi tahun ini Kabupaten Pangandaran akan menyelenggarakan pesta rakyat, tentunya masalah keamanan ini tidak bisa hanya ditangani pihak kepolisisan semata, tapi harus ada sinergitas antara aparat dengan seluruh komponen ang ada di masyarakat.

"Saya mengaak mari bersama-sama bersinergi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Pangandaran, “tegas Hidayatullah. (HARIS FIRDAUS)

KASATLANTAS POLRES CIAMIS:” SEKARANG SOPAN SANTUN DI JALAN RAYA NYARIS HILANG "

Kasat Lalulintas Polres Ciamis, AKP Sofyan Efendi
PANGANDARANNEWS.COM-Pentingnya kesadaran berlaluntas harus selalu ditumbuhkan pada pengguna kendaraan, pasalnya selama ini kesadaran berlalulintas yang benar di masyarakat masih renda.

Demikian disampaikan Kasat Lalulintas Polres Ciamis, AKP Sofyan Efendi, saat melakukan kunjungan kerjanya ke Mapolsek Pangandaran.(28/7)

Menurut Sofyan, masyarkat masih perlu memahami pentingnya berlalulintas di jalan raya karena ini untuk kepentingan umum, kepentingan pengguna jalan.

“Sebaiknya para pengguna kendaraan mengikuti aturan agar ketertiban umum ini dalam berlalu lintas pun tercipta, “ungkapnya.

Dan kesadaran berlalulintas yang benar ini juga, kata Sofyan, untuk keselamatan pengendara, karena pengguna jalan raya ini bukan untuk satu-dua orang saja, sehingga di sini pentingnya sopan santun di jalan khususnya bagi seluruh pengendara.

“Sekarang sopan santun di jalan ini nyaris hilang, padahal itu sangat penting sekali agar orang tidak seenaknya saja menggunakan kendaraannya, “kata Sofyan lagi. (HARIS FIRDAUS)

WARGA DIRGAHAYU DIKEJUTKAN DENGAN PENEMUAN JASAD DIDUGA KORBAN BUNUH DIRI

PANGANDARANNEWS.COM-TASIKNEWS-Warga Dusun Trowek Desa Dirgahayu, Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, pagi tadi (28/7) dikejutkan dengan penemuan mayat dengan kondisi tergantung pada sebuah pohon. Dari keterangan beberapa, diketahu korban merupakan warga setempat bernama JN berusia 31 tahun ini diduga meninggal akibat bunuh diri.

Menurut Babinsa Desa Dirgahayu, Peltu Dani Solihin, penemuan korban pertama diketahui oleh “MMH” yang juga merupakan ibu korban, saat hendak mengantarkan makanan pagi bagi anaknya tersebut. Namun saat tiba di lokasi ia mendapati putranya dalam kondisi meninggal dengan seutas tali terlilit dilehernya dan posisi menggantung di salah satu pohon di kebun yang berjarak 500 meter dari pemukiman.

 “Mendapati putranya sudah tidak bernyawa lagi MMH pun langsung kembali ke rumahnya dan segera melaporkan kejadian yang menimpa anaknya pada Kepala dusun, ketua RW/RT serta beberapa tetangganya, ”terang Dani.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Bdani pun langsung berkoordinasi dengan Polisi Sektor  Kadipaten untuk mengevakuasi korban. Tidak lama kemudian Tim Inafis dari Polresta Tasikmalaya pun datang ke TKP dan lansung melakukan penanganan sesuai prosedur sekaligus melakukan pengecekan /visum terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Dani, tidak didapati keganjilan atau pun luka pada tubuh korban sehingga dipastikan korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara menggantung tubuhnya dengan seutas tali pada pohon,

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah sehingga setelah semua proses selesai jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,”pungkasnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, belum diktahui penyebab korban melakukan bunuh diri.(ANWARWALUYO-OD)

UNGKAP SEORANG GURU, DI MASA PANDEMI SISWA BELAJAR SECARA DARI/LURING TERNYATA KURANG EFEKTIP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Merebaknya pandemi membuat segala bentuk aktivitas harus dilakukan secara daring, termasuk kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah. Namun, kegiatan itu mengalami banyak kendala terutama pada masalah akses internet dan juga banyaknya siswa yang tidak punya handphone android. Masalah ini harus bisa diatasi oleh para guru yang dituntut untuk bisa tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar bagaimanapun kondisinya.

Seorang guru yang mengajar di SD 2 Karang  Kecamatan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, Uus,   rela mendatangi rumah murid-muridnya agar tetap bisa melakukan pembelajaran tatap muka, karena tidak semua  orang tua  mempuyai android  atau terkadang terkendala akses internet dan juga jaringan internet  sering gangguan membuat akses internet sulit.

Sejak Pandemi Covid-19 aktivitas siswa dan guru di sekolah pun terpaksa ditiadakan, peserta didik hanya belajar dari rumah dengan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Menurutnya, di era new normal ini dunia pendidikan pun terus berbenah agar tetap bisa memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada siswa, diantaranya dengan menggabungkan daring dan luring.

"Kami tetap mengupayakan agar siswa tetap bisa belajar, model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring walau sejujurnya belajar dengan cara ini tidak efektif, “ujarnya.(28/7)

Alasannya, kata Uus, peserta didik dengan penndidikan dan penguasaan teknologi yang rendah, sarana prasarana belum memadai serta keadaan perekonomian masyarakat yang masih lemah, jelas tidak akan bisa mengikuti belajar daring ini.

Karena, ujarnya lagi, tidak semua siswa memiliki laptop dan smart phone untuk mengikuti belajar melalui virtual, sehingga 180 siswa yang ada di SD 2 Karang hanya setengahnya saja yang dapat mengikuti belajar daring.

“Alasan lainnya, peserta didik tidak berada di rumah saat belajar daring dimulai karena mereka pun harus membantu orang tua seperti pergi ke swah bahkan menjadi buruh dan berjualan di pasar, “ungkapnya.

Kata Uus, upaya agar peserta didiknya tetap mendapatkan hak belajar saat ini, ia pun mencoba dengan membuat kelompok belajar kecil yang terdiri dari tiga atau empat orang siswa. Siswa diberikan hak untuk memilih kelompoknya masing –masing atau bisa juga dengan melakukan kunjungan ke rumah siswa yang belum bisa bergabung ke kelas daring.

Selanjutnya makukan diskusi terbuka untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi siswa. Ketika hal ini dilakukan maka guru bisa menganalisa faktor penghambat yang dihadapi siswa, sehingga tindakan tepat bisa dilakukan dengan cepat. Ketiga, siswa akan mengikuti kelas daring jika materi yang disampaikan guru menarik dan menyentuh langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan tentunya keterampilan siswa dalam mengelola kelas daring dengan baik pun akan memberikan kontribusi besar pada keefektifan pembelajaran dengan cara ini.

Uus juga merasa khawatir pandemi ini tentu saja bisa berpeluang mengancam kualitas pendidikan dan menghilangkan hak siswa untuk belajar. Sehingga pengaruh dan peran orang tua pun menjadi sangat besar terhadap pendidikan anak saat ini. Pengaruh inilah yang harus dimanfaatkan guru untuk mewujudkan pembelajaran daring yang efektif, orangtua perlu dilibatkan ketika kegiatan pembelajaran daring.

“Dan tidak menutup kemungkinan proses pembelajaran bisa dilaksanakan siswa dari tempatnya bekerja membantu orang tua, sehingga penerapan pembelajar sekarang ini membuat tugas guru pun semakin berat, “kata Uus.

Sementara secara terpisah Kepala SD 2 Karang, Dedi, mengatakan, ia merasa heran karena sekarang mall-mall, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan dibuka tapi sekolah masih diliburkan.

“Aneh juga ya, “ungkapnya.(ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

KADES SIMPANG :”UNTUK TETAP EKSIS DESA HARUS PUNYA LANGKAH STRTAGEGIS DI MASA PANDEMI INI”

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Dengan memanfaatkan anggaran yang ada pada APBDes, Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, terus berupaya membangun sarana dan prasarana, sehingga kegiatan dan program yang sudah diamanatkan melalui musyawarah Rencana Pembangunan (usrenbang) desa pun terus berjalan.

Menurut Kepala Desa Simpang, Budi ZA, ini semua berkat dukungan seluruh perangkat dan lembaga yang ada di pemdes, seperti BPD, LPM, Karangtaruna, tokoh masyarakat serta dukungan seluruh warga untuk bisa mewujudkan desa yang lebih baik dan mandiri yang pada gilirannya mampu mensejahterkan seluruh warga.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Babinsa, Babinmas dan pemerintah Kecamatan Bantarkaong yang tidak  bosan-bosanya memberikan arahan dan pembinaan pada kami, “ujar Budi, pada PNews di ruang kerjanya.(28/7)

Budi menambahkan, dengan anggaran yang ada ditambah dari sumber pendapatan desa tahun ini telah dilaksanakan pembangunan halaman dan taman kantor desa. Bahkan, kata Budi, ia pun akan melanjutkan kegiatan ini dengan merencanakan pembenahan  pasar Simpang agar nantinya bisa lebih memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat dalam transaksi jua-beli.

Budi juga tetap berkomitmen segala usahanya ini untuk memajukan serta mensejahtrakan masyarakat desa serta ingin pembangunn yang ada di desanya menjadi contoh desa-desa lainnya.

“Sebenarnya untuk melaksanakan pembangunan kita tidak harus menunggu batuan dari provinsi, asal kita bsa membuat terobosan dan langkah-langkah strategis, Insaalloh kegiatan desa pun akan tetap berjalan, “imbuhnya.

Apalagi saat ini Indonesia sedang ditimpa musibah wabah coronpandemi covid-19  yang juga sangat berdampak pada kehiduan masyarakat, sehingga solusinya harus ada langkah nyata untuk membangkitkan keterpurukan ekonomi masyrakat.

 “Saya atas nama Pemdes Simpang merasa bangga karena ada bukti pembagunan yang bisa dinikmati manfaatnyaoleh warga, “pungkasnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

CECEP NURUL YAKIN: “DI USIANYA YANG KE 388 SEMOGA KABUPATEN TASIK SEMAKIN MAJU”

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Upacara hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-388 yang dipimpin langsung Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto, menjadi puncak acara milangkala yang turut dihadiri sejumlah pejabat baik eksekutif maupun legislatif serta tamu undangan dari berbagai kalangan serta keluarga besar Karang taruna.

Sejumlah kegiatan pun dilaksanakan untuk menyambut momen penting tersebut, salah satunya pelaksanaan upacara peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di halaman kantor bupati Singaparna, Minggu (26/7)

Saat diminta komentarnya, Ketua Karang Taruna yang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan, di hari jadinya ke 388 ini diharapkan Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dan sejahtera seluruh warganya.

Dengan bertambahnya usia diharapkan mampu membawa berkah untuk seluruh warga serta bisa lebih mengoptimalkan baik sektor agama, sosial, pedidikan, ekonomi, pertanian, dan sektor lainnya, yang pada gilirannya akan mampu lebih mensejahterakan seluruh masyarakat.

“Atas nama masyarakat dan keluarga besar karangtaruna, saya mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke 388, mudah-mudahan kita selalu mendapat barokah, “ucapnya. (ANWARWALUYO)

BUAH KERJA KERAS APARAT, UNSUR MUSPIKA, PEMDES DAN MASYARAKAT, KECAMATAN KARANGNUNGGAL RAIH PENGHARGAAN


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana STP MM kembali menerima penghargaan dari DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya atas kinerja baiknya sebagai camat Inspiratif serta mampu melaksanakan sinergitas di lingkup kecamatan.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto S.Ip pada rangkaian acara Milangkala Kabupaten Tasikmalaya Ke-388 yang dilaksanakan di pendopo kabupaten, di Singaparna. (26/7)

“Penghargaan yang saya terima ini merupakan buah kerja keras aparatur Kecamatan Karangnunggal, Unsur Muspika, Pemerintah desa, lembaga dan organisasi kemasyarakat yang menjadi mitra strategis serta, “ungkap Asep.

Masih kata Asep, indikator yang menjadi pertimbangan pemkab atas penghargaan ini karena Kecamatan Karangnunggal mampu memenuhi ketersediaan sarana dan fasilitas yang memadahi sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat saat mengurus beragam pelayanan serta kemudahan masyarakat saat mengurus pelayanan tanpa dipersulit sekaligus keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM)/aparatur yang rata-rata memiliki kemampuan dan pengetahuan menjadi pertimbangan lainnya.

Keberhasilan menjalankan sinergitas kinerja kecamatan dalam pelaksanaan tugas seluruh komponen tersebut,kata Asep, ini merupaka buah prestasi sehingga Pemkab Tasikmalaya pun memberikan pengakuan dan penghargaan.

Asep juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi banyak terhadap pemerintah Kecamatan Karangnunggal sehingga mampu mewujudkan sinergitas kinerja yang baik.

“Penghargaan ini merupakan buah manis dari kerja keras aparatur, lintas sektoral dan seluruh masyarakat Kecamatan Karangnunggal,”katanya. (ANWARWALUYO)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 25 JULI 2020


PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total            :   21 org
Sembuh :   21 org
Pulang :    0 org (Isolasi Mandiri)

MASIH PERAWATAN :    0 org

WNI      :   21 org
Laki2    :   19 org
Perem :    2 org
Usia
20 - 29 :    6 org
30 - 39 :    5 org
40 - 49 :    6 org
50 - 59 :    2 org
60 - 69 :    2 org


DALAM  PENGAWASAN

1. Total         :   17 org
2. Selesai :   10 org
  - meninggal :    7 org

Ket :
a. Diagnosa : Diabetesmellitus
b. Diagnosa : Stroke
c. Diagnosa : TB
d. Diagnosa : Phlegmon
e. Diagnosa : Stroke
f. Diagnosa  : Radang Selaput Otak
g. Diagnosa : TB

3. Msh pengawasan :    0 org
4  Laki-Laki :   10 org
5. Perempuan :    7 org
6. WNI :   17 org
7. WNA :    0 org
8. Usia :
< 5 th :
6-19    :    1 org
20-29 :    2 org
30-39 :
40-49 :    1 org
50-59 :    3 org
60-69 :    5 org
70-79 :    5 org
>80    : 


DALAM PEMANTAUAN

1. Total         :  556 org
2. Selesai :  556 org
3. Msh pemantauan :      0 org
4. Laki-Laki :  343 org
5. Perempuan :  213 org
6. WNI :  551 org
7. WNA :      5 org
8. Usia :
< 5 th :    11 org
6-19    :    73 org
20-29 :  228 org
30-39 :    80 org
40-49 :    72 org
50-59 :    50 org
60-69 :    31 org
70-79 :      9 org
>80              :      2 org

 ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL :  529 org
SELESAI :  529 org
MASIH PEMANTAUAN :     0 org

HASIL LAB. SWAB

Positif    :      21 org
Negatif  :  3267 org
Menunggu hasil :    360 org
Jumlah  :  3648 org



HASIL RAPID TEST

Positif    :   14 org
Invalid    :   39 org
Negatif : 5534 org
Total      : 5548 org



Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 25 Juli  2020 :
















PEMUDA PANCASILA MPC PANGANDARAN GELAR RAPAT PEMBENTUKAN RANTING DESA SINDANGJAYA DAN JANGRAGA

PANGANDARANNEWS.COM-Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila merupakan sebuah organisasi paramiliter Indonesia yang cukup tua yang oleh Jendral Abdul Haris Nasution, dan ormas ini dulu dibentuk dari gangster politik semi preman yang mendukung penuh dengan kemiliteran Orde Baru. Tapi sekarang Pemuda Pancasila Reformasi bukan lagi organisasi preman, karena kehadirannya makin dirasakan mamfaatnya bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC Pangandaran, Asep fitri, dalam acara RPP kepengurusan Pemuda Pancasila tingkat ranting di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, yang dihadiri Kepala Desa Sindangjaya, MPC PP Kabupaten Pangandaran, ketua MPO Kecamatan Mangunjaya, ketua KNPI Mangunjaya, ketua PP Mangunjaya dan seluruh anggota PP Desa Sindangjaya dan Jangraga.

“Salah satu langkah utama yang  dijalankannya Pemuda Pancasila, melakukan kegiatan yang bisa bermamfaat dan menjadi panutan bagi masyarakat, “ungkapnya. (25/7)

Pemuda Pancasila, kata Asep, mulai bergerak menjalankan visi misinya ke arah jati diri Ormas yang sebenarnya, seperti membenahi diri dan organisasi yang lebih baik dan yang mampu dirasakan manfaatnya baik dari masyarakat hingga kalangan pejabat.

Dalam rapat RPP kepengurusan Pemuda Pancasila tingkat ranting di Desa Sindangjaya, terpilih sebagai Ketua Ranting Desa Sindangjaya, M Tohir dan Desa Jangraga, Wawan. (Tn)

AKSELERASI PEMBANGUNAN DAN PERLUASAN KAWASAN WISATA PANGANDARAN, PEMDA BUTUH DUKUNGAN SELURUH ELEMEN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa rencanan penataan, pembangunan dan pengembangan di sejumlah obyek wisata (OW)  yang ada di Kabupaten Pangandaran akan terus dilakukan pemda.  Sementara peembangunan di beberapa OW yang sudah dilakukan, ini meruakan tahap awal dari seluruh pembangunan yang menjadi target untuk menjadikan Pangandaran sebagai tujuan pariwisata dunia.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, kepada awak media di ruang kerjanya(24/7)

Kata Jeje, merelokasi pedagang yang ada di pinggir pantai dan perahu dari pantai barat ke pelabuhan itu merupakan langkah strategis yang dilakukan Pemkab Pangandaran bersama masyarakat agar pantai tidak kelihatan kumuh dan lebih bisa tertata.

“Dan langkah-langkah pemerintah ini harus bersama-sama masyarakat dengan porsinyamasing-masing, “ungkap Jeje.

Pemda juga berencana akan melakukan perluasan titik kegiatan wisata sehingga tidak hanya pantai Pangandaran saja yang nantinya menjadi tujuan wisatawan, karena dengan bentang pantai sepanjang 91 km, ke depan akan akan muncul destinasi-destina wisata unggulan lainnya.

“Tapi kami juga masih menyimpan persoalan yang harus dipecahkan bersama antara Pemkab,, Pemprov dan Pemerintah Pusat terkait akses menuju Pangandaran yang cukup jauh dijangkau baik dari Bandung ataupun kota-kota besar lainnya, “imbuhnya.

Dan hal merupakan salah satu kendala, karena, menurut Jeje, jarak temuh yang jauh ini wisatawan pun harus beberapa jam untuk bisa sampai ke Pangandaran, seperti dari Bandung 5 jam, dari Jakarta 8 jam dan seterusnya, sehigga pemeritah pun saat ini sedang mencari langkah-langkah agar perjaanan ke Pangandaran bisa ditempuh cukup dengan waktu 2 atau 3 jam saja.

 “Alhamdulilah beberapa minggu yang lalu saya rapat di Provinsi Insya Allah tahun 2024 pembangunan tol dari Bandung, Pangandaran dan berakhir di Cilacap diperkirakan sudah selesai dibangun dengan eksit tolnya di Kalipucang, sehingga nanti Bandung-Pangandaran cukup 2,5 jam dan dari Jakarta bisa 3 jam saj,”jelasnya.

Upaya lain agar kunjungan wisatawan ke Pangandaran terus meningkat, kata Jeje, dengan meyakinkan beberapa maskapai penerbangan supaya membuka rute penerbangannya ke Pangandaran-Jakarta-Jogja dan kota-kota besar lainnya.

Jeje juga mengakui, melakukan penataan kawasan, perluasan kawasan serta mempercepat akses, bukan pekerjaan mudah. Tapi seluruhnya dilakukan bersama-sama, bukan tidak mungkin ini akan menjadi ringan danmudah direalisasikan. Dan walau pun saat sempat tertunda karena wabah pandemi corona yang melanda dunia, pengerjaan perluasan kawasan akan terus dijalankan walau tidak sesuai dengan rencana bisa selesai tahun ini.

Tahun 2021 penataan kawasan pantai barat dan timur lanjutan ditunda, tetapi pengerjaan pembangunan jembatan di pebuhan Babakan ke pantai timur dan jembatana Pamugaran hingga jalan pantai ke Batuhiu dengan total anggaran Rp 73 milyar dari rencana semula sebesar Rp 137 milyar akan dikerjakan tahun ini.
Sementara pengerjaan jalan pantai dari mulai kawasan Lembah Putri di Desa Putrapinggan Kecamatan hingga Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak sepanjang 48 km ditmabah pembangunan jembatan Sodongkopo dengan total anggaran 1,3 trilyun, kata Jeje, terpaksa ditunda.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pengerjaan jalan dari Desa Sindangsari-Cibanten, Paledah-Simpang Mangunjaya dan Desa Kertamukti ke Cikondang pun tahun ini urung dilaksanakan. Sehingga dari seluruh ruas jalan kabupaten sepanjang 504 km, yang sudah selesai pengerjaaan sekitar 84 % atau sepanjang 419 km.

Demikian juga pembangunan alun-alun di lokasi perkantoran pemda, yang semula akan dibangun dengan biaya Rp 18 milyar, kata Jeje, tahun 2020 ini hanya dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar saja.

“Dan untuk kelancaran semua ini tentu tidak bisa sendiri, harus ada dukungan seluruh elemen masyarakat agar saya bisa melanjutkannya sehingga mimpi Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia pun akan segera terwujud, “ungkas JeJe. (PNews)



MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA BERSAMA POLSEK-KORAMIL KARANGNUNGGAL PUPUK SINERGITAS DAN KEBERSAMAAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk mempererat tali silaturahmi serta memuuk rasa kebersamaan antara institusi Polri dan TNI, Kapolsek Karangnunggal, Kompol H. Asep Ishak, S.Ip beserta jajarannya kunjungi Kantor Koramil 1215 Karangnunggal serta menggelar kegiatan olahraga bersama.

Kedatangan anggota polsek ini tentu disambut hangat Danramil 1215 Karangnunggal, Mayor Inf. Kurniadi, seraya menuturkan, pihaknya merasa bangga atas sinergitas dan soliditas yang selama ini terjalin sangat baik antara Koramil 1215 dan Polsek Karangnunggal.

“Saya berharap dengan kegiatan ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI dan Polri, “ paparnya.(24/7)

Hal senda dikatakan Kapolsek Karangnunggal Kompol H. Asep Ishak, S.Ip, maksud dan tujuan diadakannya olahraga bersama ini untuk mempererat tali silaturahmi diantara kedua alat negara serta memupuk rasa kebersamaan dan kekompakan TNI-POLRI dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini khususnya di Kecamatan Karangnunggal dan NKRI pada umumnya.

“Sinergitas kami tetap terjaga utuh, dan kami pun bersama anggota koramil siap mengamankan khususnya wilayah Karangnunggal, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

SEJUMLAH ORANGTUA SISWA DI KARANGNUNGGAL MENGAKU PROSES BELAJAR DARING TIDAK EPEKTIF

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Mengikuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat disampaikan melalui Dinas Pendidikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah sebagai mana biasa tidak dilakukan dengan waktu yang belum ditentukan, guna menghindari munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekolah/pendidikan. Daring adalah merupakan singkatan dari “dalam jaringan” sebagai pengganti kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet, dan daring merupakan terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan internet.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Karangnunggal, Acep M.Mpd saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu.

Menurut Acep, pihaknya saat ini tetap mamatuhi perintah pusat, artinya untuk ruang lingkup UPTD Pendidikan Karangnunggal mulai dari tingkat Paud/TK sampai tingkat SMA dan sederajat semua mengikuti sistem pembelajaran daring pada suasana Pandemi Covid-19 saat ini.

“Guru wajib memahami tentang sistem ini, sebab pendidikan tidak boleh berhenti dengan keadaan dan situasi apapun untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” tandasnya.(24/7)

Kata Acep, salah satu media kegiatan belajar-mengajar pihaknya terus menyambangi beberapa kelompok belajar di di lapangan, anak-anak atau para siswa agar tidak kehilangan semangat untuk belajar mengikuti sistem yang diberlakukan. Hanya di sisi lain ada yang perlu jadi perhatian pemerintah terkait siswa yang keluarganya dinilai kurang mampu secara ekonomi, pembelajaran sistem daring yang berbasis aplikasi dengan android ini.

Menurutnya, bagi siswa yang tidak mampu tetap harus dicarikan solusinya agar tidak kesenjangan antara siswa yang mampu dengan siswa yang kurang mampu secara ekonomi.

Salah satunya dengan mengutus Desi, Spd (Guru Matematika) dan Suryana, Spd (Guru Kesenian) di SMP Islam Trijaya dengan membentuk kelompok-kelompok belajar yang setiap harinya dipantau.

“Solusi ini untuk mensiasati agar semua siswa mendapat pembelajaran yang adil baik bagi siswa yang mampu maupun siswa yang kurang mampu, “imbuhnya.

Saat diminta komentarnya, beberapa orang tua murid, mengatakan, belajar darling berbasis  aplikasi on line sangat tidak epektif, pasalnya di saat pademi  covid 19 kondisi ekonomi sedang lemah untuk memenuhikbutuhan sehari-hari pun sulit apalagi untuk membeli android.

“Belum lagi biaya untukmembeli pulsa kouta  internetnya, jelas  belajar darling ini sangat tidak epektif dibanding belajar di sekolah seperti biasa, “ujarnya.

Disayangkan saat diminta tanggapannya tentang hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya,  sedang sibuk. (ANWARWALUYO)

BARISAN ULAMA DAN ORMAS DI BANJAR JABAR GELAR AKSI DEMO TOLAK RUU HIP DAN TUNTUT BUBARKAN BPIP

PANGANDARANNEWS.COM/BANJARNEWS-Penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) terus disampaikan masyarakat di hampir di setiap daerah, saah satunya di Kota Banjar. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Umat Islam dan Masyarakat Kota Banjar, berkumpul di alun-alun melakukan seruan melawan ideologi Komunisme dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Dalam seruan aksi yang dimulai pukul satu siang dengan mengangkat tema “Melawan Idiologi Komunisme dan Menolak RUU HIP/BPIP Serta Bubarkan BPIP”, diikuti 30 Ormas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan (OKP), Tokoh Agama dan Masyarakat Kota Banjar.

Tidak ketingggalan peserta aksi pun di sela-sela aksinya diwarnai dengan pertunjukan Pencak Silat dan debus yang menggambarkan simbol para ulama, pemuda dan lapisan masyarakat Banjar siap sampai darah penghabisan untuk perlawanan dan menolak RUU HPI dan menuntut agar segera bubarkan Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP).

“Kami atas nama umat muslim dan masyarakat Kota Banjar menolak RUU HIP dan gerakan-gerakan yang akan mencederai keutuhan Pancasila, “tegas salah seorang peserta aksi.(24/7)   *TITO*

BUPATI PANGANDARAN APRESIASI PERAN RT/RW DALAM AKSELERASI PEMBANGUNAN

PANGANDARANNEWS.COM –Beberapa waktu lalu dalam pertemuan dengan degan ratusan Ketua RT/RW, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan terimakasihnya atas kerja-sama dan dukungannya untuk jalannya roda pemerintahan selama hampir 5 tahun.

Menurut Jeje, peran serta RT/RW tidak bisa dipandang sebelah mata, karena pesatnya laju pembangunan di Pangandaran semuanya tidak lepas dari keikutertaannya.

“Ini menjadi penting sehingga ke depannya saya akan semakin memberdayakan RT/RW dalam setiap sektor pembangunan daerah, “kata Jeje, saat menggelar pertemuan dengan seumalh RT/RW d Kecamatan Cimerak. (20/7)

Selain perannya dalam mendata masyarakat, kata Jeje, RT/RW juga mampu berperan untuk ikut dalam program ekonomi kerakyatan, kemiskinan dan keagamaan serta mencatat angka kemiskinan, seperti memastikan bantuan dari pemerintah sampai kepada yang berhak.

“Saya tegaskan, jika terjadi ada masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan tetapi tidak menerima, segera laporkan,”ucap Jeje lagi. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN