PEMDES CIBONGAS GELAR MUSDESSUS BAHAS BLT-DD, RKPDES DAN APBDES TAHUN 2020

TASIKNEWS-Untuk penyaluran Bantuan Langusng Tunai (BLT) yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, Pemdes Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) untuk membahas validasi dan fvinalisasi data calon penerima bantuan. Rapat yang digelar di aula kantor desa ini dihadiri, diantaranya dari pendamping, kepala, sekretaris dan perangkat desa, BPD, LPM , Pendamping PKH, Tim Relawan Desa Lawan Covid-19, Ketua RT, kepala wilayah  dan tokoh masyarakat lainnya.(6/5)

Pendamping Desa cibonggas, Misbahudin, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan, calon penerima BLT-DD ini harus sesuai dengan sasaran penerima yang meliputi keluarga miskin non PKH/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kehilangan mata pencaharian karena terdampak Covid-19, belum terdata (exclusion error), dan mempunyai anggota keluarga.

Sasaran penerima BLT-DD ini, lanjutnya, tertuang dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2020, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang  Prioritas Penggunaan Dana desa tahun 2020 dana desa di anggarkan untuk BLT besara 30 persem sesui pagu anggaran nya

Sementara Sekretaris Desa, Dedi Yanto, menuturkan, dalam musdesus ini selain untuk validasi dan penetapan penerima BLT-DD, juga dibahas perubahan RKPDes dan APBDes tahun 2020.

“Sedangkan untuk calon menerima BLT DD ini sendiri ada sekitar 173 warga, “terang Dedi. (ANWARWALUYO)

CEGAH PENYEBARAN COVID-19, DESA JAYAMUKTI LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN EDUKASI WARGA

TASIKNEWS-Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintahan Desa Jayamukti Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, bersama BPD, Babinmas, Babinsa, tim kesehatan desa dan seluruh elemen masyarakat, melakukan penyemprotan disinfektan di setiap lingkungan dan fasilitas umum.

Kepala Desa Jayamukti, Uhen, berharap, dengan penyemprotan disinpektan ini wilayahnya aman dari penyebaran virus corona.

”Kita harus bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan karena kita harus bersama-sama memerangin covd-19 ini, “ungkp Uhen.(4/5)

Menurut Uhen, untk wilayah yanghari ini belum mendapat penyemprotan, ini akan diagendakan pad kegiatan selanjutnya karen penyemprtan disinpektan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan pemdes serta partisipasi selurh masyarakat, dengan membuat cairan disinpektan yang mudah dan murah.

Hal senda dikatakan Babimsa Desa Jayamukti, Briptu Syamsul M N, pihaknya mengimbau pada semua masyarakat jangan saling mengandalkan, karena ini merupakan  bencana nasional dan tentunya untuk mengantisipasinya pun menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri dengan selalu mematuhi aturan dan anjuran pemerintah yang berkaitan dengan penanganan Covid 19.

”Kini saatnya bukan hanya bicara saja tapi seimbangkan dengan bekerja, mari kita lawanya  Corona,” tegas Syamsul.

Sementara secara terpisah, salah seorang perangkat Desa Jayamukti, Yesi,menuturkan  pentingnya melakukan edukasi ke masyarakat dan langkah pencegahan lainnya agar covid-19 ini segera berakhir.

Dan salah satu upaya, kata Yesi, mudahmudahan dengan penyemprotan disenfektan serta, diam di rumah, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan selalu memakai masker, ini bisa mencegah penyebaran Covid-19.

“Dan jangan lupa kita berdoa’ mudah-mudahan bencana non alam ini bisa segera berakhir, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

PEMKAB PANGANDARAN MULAI BELAKUKAN PSBB TANGAL 6 MEI pasar tradisional dan toko modern diatur jam opersionalnya

PANGANDARANNEWS.COM-Menjelang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pangandaran yang akan dilaksanakankan tepat jam 00.00 tanggal 6 mei 2020, segala persiapan pun dibahas dalam rapat kordinasi melalui vidio confrence dengan seluruh SKPD, camata dan kepala desa, yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari dan beberapa pejabat setda bertempat di ruang comand center.(5/5)

Bupati meminta kepada seluruh masyarakat Pangandaran agar ikhlas melaksanakan kebijakan PSBB ini dengan mematuhinya dengan penuh kesadaran, karena ini merupakan ikhtiar bersama untuk memutus penyebaran covid-19.

“Ini untuk kebaikan bersama sehingga caranya pun harus dilakukan bersama-sama dan kita lukukan pencegahan ini jangan setengah-setengah karen itu tidak akan efektip,  “kata Jeje.

Lebih jauh bupati memaparkan, sebenarnya pemberlakuan PSBB ini di Pangandaran sudah diterapkan dengan melakukan gerakan DJCM (di rumah saja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan memakai masker).  Tapi dalam PSBB yang dilaksankan seluruh kabupaten-kota di seluruh Jawa Barat, lebih menekankan akses keluar-masuk wilayah yang lebih diperketat, kecuali untuk kepentingan dengan urgensi tinggi, angkutan kebutuhan pangan, kesehatan dan lainnya.

“Selain itu, apabila ada yang masuk ke Pangandaran terpaksa kami kembalikan ke asal tempat mereka kembali, “tegas Jeje.

Hal-hal lainnya, seperti aktivitas ekonomi masyarakat juga dilakukan pembatasan jam operasional, diantaranya untuk pasar rakyat beroperasi mulai jam 04.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, toko modern 11.00 WIB sampai jam 19.00 WIB malam, warung kecil 02.00-04.30 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Sementara berdasarkan hasil rapat untuk toko/warung di luar pasar tradisional, pasar modern dan warung/ rumah makan, seperti toko material tidak dibatasi jam operasionalnya, tapi tetap wajib mengikuti protokol kesehatan.

Bupati menambahkan, untuk pengaturan transportasi, mobil hanya diisi separuh kapasitas tempat duduk, sepeda motor hanya boleh membonceng keluarga terdekat saja, antaralain istri dan anak.

“Masyaraat juga dilarang berkerumun lebih dari 5 orang, “imbuh bupati.

Seentara untuk kegiatan keagamaan seperti salat tarawih dan aktivitas lainnya yang mengundng kerumunan masa, setelah berkomikas dengan MUI, Pemkab Pangandaran sudah menerbitkan surat himbauan, agar warga beribadah di rumah saja. Tapi Jeje mengakui mengakui, untuk urusan ibadah ini banyak warga yang tak mengindahkan.

“Saya aku kalau untuk urusan keyakinan ini sulit dihimbau, tapi saya jugaharus pastikan kegiatan keagamaan tersebut tetap harus dalam protokol pencegahan, seperti cuci tangan, pakai masker dan jarak antar jemaah diatur,”jelas Jeje. (PNews)

9 PEMUDIK ASAL SINDANGJAYA TERJARING RAZIA DAN MASUK RUANG ISOLASI KHUSUS

PANGANDARANNEWS.COM- 9 pemudik asal Jakarta dengan menggunaka kendaraan angkutan travel, terjaring operasi di perbatasan wilayah Kabupaten Pangandaran-Ciamis, tepatnya di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. (4/5)

Selain dilakukan tes suhu tubuh, seluruh penumpang pun langsung didata petugas gugus tugas untuk selanjutnya dibawa ke lokasi isolasi khusus yang sudah disediakan pemkab.

Kedatangan para pemudik dari zona merah ini tentunya membuat resah masyarakat, terutama desa yang menjadi tjan pemudik,  karena dikhawatirkan para pendatang ini terpapar covid-19.

Kepada petugas, para pemudik ini mangaku di Jakarta mereka sudah tidak bekerja lagi sehinga untuk memenuhi kebutuha sehari-hari pun sangat sulit.

Seperti dituturkan salah seorang pemudik asal Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, Otong (38), menurutnya, dengan profesi di Jakarta menjadi buruh bangunan, sejak adanya pandemi virus corona, ia sudah tidak bisa usaha lagi bahkan untuk kebutuan makan sehari-hari pun sudah kesulitan karena tempatnya bekerja sudah lama dihentikan.

“Makanya saya dengan teman-teman memutuskan untuk pulang kampung saja walau pun harus masuk isolasi khusus dan untuk sementara tidak bisa berkumpul dengan keluarga, “ungkap Otong. (Tn)

PEMKAB PANGANDARAN AKAN BERLAKUKAN PSBB JABAR MULAI TANGGAL 6 MEI 2020

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM-Pasca diterimanya salinan Surat EDaran (SE) dari Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/289/2020, GubernurJawa Barat, Ridwan Kamil, segera akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) (PSBB) di beberapa kabupaten-kota di Jawa Barat.

Seperti dirilis pada salah satu media on line, menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, PSBB tingkat provinsi diajukan didasari oleh kebutuhan mendesak dan untuk memudahkan birokrasi pengajuan kepada pemerintah pusat. Sehingga pengajuan PSBB tingkat provinsi cukup satu surat dari Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat.

Ia menyatakan, PSBB Provinsi Jawa Barat akan dimulai Rabu, 6 Mei 2020. Dan jika dihitung masa inkubasi virus terpanjang, maka PSBB Jabar akan berlangsung 6-19 Mei 2020.

"Sekarang sudah ada 10 kabupaten-kota yang sudah PSBB, 17 kabupaten kota lainnya akan menyusul," ujar Ridwan Kamil, seperti dikutip dari Antara.

Emil mengatakan, surat pengajuan PSBB ke Kementerian Kesehatan dari Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat ini bisa menjadi dasar hukum pelaksanaan PSBB di kabupaten-kota di Jabar. Dan semua daerah yang akan menerapkan PSBB tingkat provinsi ini diharapkan untuk segera melakukan sosialisasi di media massa, di RT atau RW di wilayahnya masing-masing, agar saat PSBB diberlakukan, masyarakat pun siap, bisa seirama, bisa satu gerakan, satu komando, penguncian wilayah, sehingga tren yang turun ini bisa dimaintain.

Emil juga menjelaskan, dalam SK Menteri tersebut hanya disebutkan PSBB berlangsung untuk masa terpanjang inkubasi virus atau 14 hari.

“Dalam kebijakan PSBB Jabar, bupati/wali kota sudah satu visi dengan Gubernur untuk menargetkan pergerakan manusia hanya 30 persen, “ujarnya.

Sementara saat Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, kepada sejumlah awak media, membenarkan, PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat mulai berlaku Rabu tanggal 6 mei 2020 mendatang.

Sesuai Surat Edaran (SE) Kemenkes yang diterima gubernur jabar, pemprov Jabar harus mengoordinasikan persiapan anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial untuk kabupaten/kota, termasuk membantu daerah yang belum memiliki persiapan tersebut.

“Dan hingga saat kami masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PSBB Jabar ini yang direncanakan akan disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pada hari ini,” kata Jeje Wiradinata. (2/5)

Secara prinsip Pemkab Pangandaran sudah memiliki beberapa persiapan, karena setengah dari ketentuan PSBB jabar ini sudah dilaksanakan. Seperti pengetatan wilayah di perbatasan, meskipun pada pelaksanaan PSBB Jabar nanti akan lebih diperketat lagi dan aturan penggunaan masker pun hingga saat ini sudah semakin dipatuhi masyarakat karena jika tidak akan kena  razia pihak keamanan dibantu sejumlah orma.

“Tentu kami pun akan mempelajari betul teknis pelaksanaan PSBB dari provinsi ini seperti apa, sehingga nanti akan diketahui apa saja yang belum kami laksanakan, “kata Jeje.

Jika juknis dari provinsi Jawa Barat sudah turun, Jeje mengatakan, pihaknya akan mempelajarinya terlebih dahulu, kemudian dibahas dalam rapat pada Senin dan untuk selanjutnya akan dilakukan sosialisasi sehari sebelum diberlakukan PSBB jabar ini..

“Kami berharap saat waktunya diberlakukan PSBB jabar pada tanggal 6 mei mendatang,  seluruh masyarakat bisa seirama dan mempunyai satu pemahaman dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”tegasnya. (PNews)

WARGA BOSAN, JANJI PEMERINTAH PERBAIKI JALAN LINTAS SELATAN HANYA JANJI POLITIK SAJA

TASIKNEWS-Masyarakat di wilayah Tasikmalaya selatan, tepatnya di Kecamatan, Cikatomas, Pancatengah dan Cikalong sepanjang 30-40 km, sudah lama mengeluhkan kondisi jalan utama dari ketiga kecamatan tersebut menuju ibu kota kabupaten kondisinya sudah rusak parah, sehingga membuat perjalanan pun tidak nyaman.

Beberapa media pun sudah sering memberitakan hal ini dan mencoba menghubngi dinas terkait untuk konfirmasi, tapi sayang hingga saat belum mendapat keterangan penyebab lambatnya
lambannya perbaikan jalan tersebut. Dan akibatnya sarana transportasi di jalur ini pun tekesan dibiarkan begitu saja karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Seperti dituturkan salah seorang pengendara asal Pancatengah, H. Idin, padahal jalur ini terbilang padat karena menjadi lintasan ke kabupaten Pangandaran dari wilayah Tasik, Garut, Bandung dan wilayah lainya yang akan menggunakan jalan di jalur selatan jawa barat.

“Biasanya pada hari-hari libur lalu-lintas di jalur ini semakin sibuk karena banyak kendaraan yang akan berwisata ke Pangandaran menggunakan jalur ini, “terangnya.(2/5)

Dikatakan Idin, biasanya menjelang pilkada seperti sekarang ini, sama seperti tahun-tahun lalu banyak calon bupati dengan janji akan membangun infrastruktur kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tasik selatan. Tapi janji untuk membangun infratruktur ini seringdijadikan jargon politik, sehingga beberapa kali ganti bupati pun, kondisi jalan disini masih tetap tidak tersentuh pembangunan.

“Kami bosan terus dibohongi karena hanya diberikan janji palsu saja,”ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)

PETUGAS KELUHKAN POS PENJAGAAN DI PERBATASAN TASIK TIDAK DILENGKAPI SARANA DAN LOGISITIK

TASIKNEWS-Komando Satuan Gugus Tugas Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan sekat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang semakin meluas dan radikal, dengan mendirikan Posko Penjagaan di perbatasan Kabupaten Garut-Tasikmalaya dan jalur di kawasan pantai selatan, tepatnya di Tegal Bayongbong Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah. Keberadaan posko penyekatan tersebut untuk  menjaring para pemudik yang lolos dari penyekatan sebelumnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut.

Dari beberapa petugas satuan gugus tugas diperoleh informasi, petugas yang diturunkan di pos pesisir pantai selatan ini akan diambil dari tiga kecamatan, Karangnunggal, Bantarkalong, dan Kecamatan Cipatujah, yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, dan Tim Medis dari Puskesmas.

“Nantinya petugas di pos ini sifatnya hanya menyeleksi, mencatat riwayat pemudik dan memerikasaan kesehatannya, salah satunya dengan pengukuran suhu tubuh, “terang salah seorang petugas dari gugus tugas.(30/4)

Jika ditemukan ada kasus pemudik dengan suhu tubuh tinggi atau sakit, imbuhnya, maka akan segera diambil tindakan medis sementara dan segera dilaporkan untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Dar hasil pemantauan PNews di lapangan, disayangkan untuk efektivitas tugas dan fungsi Pos penjagaanini kurang didukung dengan peralatan medis dan logistik yang cukup dan terkesan seadanya. Seperti tidak adanya alat penyemprot disinfektan, alat pelindung diri (APD), yang ada hanya alat pengukur suhu tubuh saja. Bahkan menurut beberapa petugas, selain sangat minimnya alat penunjang, dukungan logistik lainnya seperti makan dan minum untuk buka puasa pun tidak ada.

Sementara Danramil 1215 Karangnunggal Mayor Inf. Kurniadi dan Kapolsek Karangnunggal, Kompol H Asep Ishak, SIp, saat mengecek ke pos tersebut, keduanya membenarkan, kesiapan logistik dilapangan kurang memadai.

Mungkin, kata mereka, karena fungsi penjagaan sifatnya hanya sebatas untuk menjaring, mencatat dan memeriksa kesehatan pemudik saja.

“Adapun logistik makanan para petugas untuk buka puasa, nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut pada pemerintah, “ujarnya.

Di tempat Kasi Kesiap Siagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Adi GN, mengungkapkan, anggaran untuk BOP dan makan-minum (mamin) para petugas di lapangan hingga saat ini baru disusun Rencana Anggarannya Biayanya.

Adi mengatakan, karena ini merupakan kesiapsiagaan yang sifatnya responsif dan harus segera dilaksanakan, sehingga kesiapan logistiknya pun  terkesan terabaikan.

“Namun kami berusaha akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, setelah estimasi alokasi anggaran selesai disusun, “terangnya. (ANWARWALUYO)

IBADAH SHALAT JUMA’T DI MESJID AGUNG CIAMIS JEMAAH HARUS IKUTI PROTAP COVID-19

CIAMISNEWS-Dimasa pandemi covid-19 sekarang ini pusat-pusat tempat peribadatan, seperti mesjid, madrasah dan lainnya, merupakan tempat yang dijaga petugas gugus tugas enanganan pencegahan virus corona. Karena dikhawatirkan di temapt-tempat kerumunan massa ini penulrana bisa terjadi dari orang ke orang.

Tidak terkecuali Mesjid Agung Ciamis, yang setiap saat selalu ramai dikunjungi jemaah, apalagi seperti bulan ramadhan saat ini. Begitu juga pada waktu pelaksanaan shalat juma’t, beberapa petugas kesehatan dengan tertib melakukan tes suhu tubuh dengan menggunakan thermometer gun, di setiappintu masuk.
Menurut info yang disampaikan salah seorang pegurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), Ade Rafiq, jemaah yang akan beribadah di Mesjid Agung Ciamis harus membawa sajadah masing-masing dari rumah karena karpet di dalam mesjid untuk sementara ditiadakan dulu serta dalam melaksanakan shalat jemaah harus tetap menjaga jarak dalam shaf.

“Kami mohonmaaf atas ketidaknyamanan ini, “ucapnya. (1/5)

Ia menambahkan, protap yang dilaksanakan di Mesjid Agung Ciamis ini merupakan bagian dari upaya antisipasi agar ibadah jumat bisa melakasanakan ibadah jumat  khusu, salah satunya sebelum masuk ke area mesjid juga dilakukan peyemrotan  disinpektan agar masyarakat  terhindar dari Covid-19.

Tapi walau demikian, kata Rafiq, kondisi ini tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap melakukan ibadah shalat jumat di mesjid agung, walau ada beberapa jamaah harus memakai masker sebelum masuk ke masjid, tapi prosesi shalat jumat tetap berjalan tenang.

“Semoga saja wabah corona  ini bisa segera hilang sebelum  datang hari raya idul fitri nanti, “ungkapnya.

Sementara Direktur Lazismu Kabupaten Ciamis, dr. Ridwan, membenarkan setiap jemaah yang datang ke mesjid agung Ciamis ini memang terlebih dulu harus mencuci tangannya menggunakan  hand sanitizer yang telah dipersiapkan DKM.

"Buka ke mesjid agung Ciamis saja, sebelumnya kami pun telah memberikan ribuan hand sanitizer ke lingkungan pondok pesantren maupun tempat umum lainnya,"terangnya.

Aksi pembagian hand sanitizer tersebut, kata dr. Ridwan merupakan bentuk kemanusian Lazismu dalam mencegah penyebaran Virus Corona. (ANWARWALUYO/PNews biro TASIK)

TIM MONEV KEC. KARANGNUNGGAL BERI PENILAIAN BAIK UNTUK PEMBANGUNAN DI DESA CIDADAP

TASIKNEWS-Tim monitoring dan evaluasi (monev) Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, didampingi Danramil 1215/Karangnunggal Mayor Inf. Kurniadi, Kapolsek Kompol H Asep Ishak, Sip, serta beberapa perangkat desa, Babinsa, Babinmas, dan TPK, hari kemarin (30/4), bersama-sama melakukan Monitoring dan Evaluasi di 3 titik pengerjaan, Bangunan Pasar Desa, Jalan Lingkungan dan Lapang Sepakbola di Desa Cidadap.

“Hasil dari tim monev, dari ketiga titik lokasi kegiatan dinyatakan sudah memenuhi standar dan sesuai dengan perencanaan awal, “terang pendamping, Ruswandi.

Hal senda dikatakann Kasi PMD, Ateng, seluruh hasil pekerjaan semuanya dinilai cukup baik, namun walaupun begitu diharapkan selain volume terpenuhi, kwalitas pekerjaan pun harus dijaga bahkan harus ditingkatkan.

“Dan akan lebih baik jika hasil pembangunan ini mempunyai manfaat bagi masyarakat umum dan memunculkan unsur pemberdayaan di lingkungan tempat kegiatan, “kata Ateng.

Sementara, menurut salah seorang warga, Dini Fitriani (29), ia merasa bangga karena sekarang telah dibangun lapangan sepakbola.

“Saya berharap ke depan sarana olahraga ini bisa lebih ditata karena ini merupakan  aset desa, “ujarnya.

Ditemui secara terpisah, PLT Kepala Desa Cidadap, Mudi, menyampaikan, pihaknya merasa terpicu dengan beragam tanggapan warga terkait hasil pembangunan yang ada di desanya, sehingga ia berjanji akan terus melakukan peningkatan kualitas pembangunan desa dan lebih berpihak pada pemberdayaan serta bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terimakasih ada semua pihak, dan InsaAlloh kami akan selalu mempertahankan predikat baik seperti penilaian tim monev tahun ini, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

HARI INI PEMKAB PANGANDARAN MULAI BERLAKUKAN ISOLASI KHUSUS UNTUK PARA PEMUDIK

PANGANDARANNEWS.COM –Hari ini (30/4) Pemkab Pangandaran mulai memberlakukan isolasi khusus untuk para pemudik, dengan menempatkan mereka di bangnan sekolah-sekolah yang ada di desa tempat pemudik tinggal. Hal ini karena pemerintah daerah tindak mau kecolongan terkait penyebaran covid-19 yang dimunginkan dibawa para pemudik, khususnya yang datang dari zona merah.

Seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, isolasi khusus ini terpaksa dilakukan karena pihaknya sangat sulit membendung kedatang pemudik ke daerahnya.

"Mulai hari ini kita mulai memberlakukan kebijakan ini, dan keberadaan tempat isolasi khusus ini dijaga petugas sehingga pemudik pun akan terpantau. “ujar bupati.

Menurutnya, hingga saat ini sudah lebih dari 10.000 pemudik datang ke Pangandaran, dan diharapkan isolasi khusus ini akan menekan jumlah pemudik.

Lebih jauh bupati menuturkan, selama berada di tempat isolasi khusus ini pemerintah akan memberikan subsidi kebutuhan sehari-hari warga pmudik, seperti tempat tidur dan makan. Dan untuk kebutuhan tersebut Pemkab Pangandaran sudah menyediakan anggaran Rp. 14 juta untuk setiap desa, dengan estimasi sekitar Rp. 20 ribu per hari, yang aka diberikan langsung kepada keluarga, dan natinya keluarga masing-masing yang mengantarkan ke tempat isolasi.

Dikatakannya, selama menjalani isolasi, pemudik dalam pemantauan petugas yang akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala.

Tapi pemerintah juga, menurut bupati, memberi kebijakan isolasi khusus ini bisa di rumah masing-masing dengan sarat memiliki rumah kosong dan tidak dihuni anggota keluarga lainnya.

"Seperti tadi ada seorang pemudik yang menempati rumah neneknya untuk isolasi, karena di rumah tersebut pemudik tinggal sendirian tidak serumah dengan keluarganya, kalau begitu silahkan saja," kata Jeje.

Bupati berharap, para pemudik bisa menjalani isolasi mandiri dengan disiplin karena ini untuk kebaikan bersama. Dan diharpakan isolasi ini bisa efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, karena seperti diketahui, ada kasus beberapa warga yang positif corona karena punya riwayat pernah berinteraksi dengan warga lainnya khususnya yang datang dari zona merah.

Seperti diketahu, sebagian besar pemudik terpaksa kembali ke kampung halamannya karena sudah tidak bekerja lagi karena memang tempat kerja meraka sudah tidak beroperasi lagi.

Seperti dituturkan salah seorang pemdudik asal Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Lia(20), ia nekad untuk pulang kampung walau pun ia harus siap mengikuti aturan Pemda Pangandaran, untuk menjalani isolasi khusus, walau pun Lia tetap berharap bisa menjalani isolasi ini di rumah sendiri.

"Tinggal di bangunan sekolah tempat isolasi tentu tidak senyaman di rumah, tapi mau gimana lagi karena memang ini untuk kebaikan bersama," ungkapnya.

Saat ini penjagaan di pos-pos perbatasan dijaga lebih ketat agar tidak ada warga dari luar daerah yang mencoba mengelabui petugas, karena pernah kejadian petugas sempat mengejar pemudik yang menerebos untuk masuk ke Pangandaran tanpa melalui pos penjagaan.

Seperti dituturkan Kapolsek Padaherang, AKP Edih Permana, pernah kejadian sekitar pukul 00.00 dini hari di pos perbatasan ada seorang pemudik yang sempat mencoba kabur setelah mengelabui petuga, namun berhasil diamankan kembali.

"Saat itu bilangnya mau pulang lagi ke kota tapi ternyata dia berputar lewat jalan lain, namun berhasil dikejar petugas, sekarang sudah diisolasi,"ujar Edih. (PNews)

DODI SISIHKAN SEBAGIAN GAJINYA UNTUK GERAKAN SOSIAL PANDEMI COVID-19

TASIKNEWS-Pembagian beberapa sembako yang dibagikan langsung Babinkamtibmas Brigpol Dodi Harisandi, menjadi salah satu kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Polsek Pancatengha Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka penanggulangan dampak sosial dari penyebaran covid-19.

Di tengah warga yang ditemuinya, Dodi mengajak semua untuk bersama-sama memerangi wabah virus corona dengan cara mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

“Dan di bulan yang penuh berkah ini, mari kita semua berdo’a pada Yang Maha Kuasa, supaya wabah Covid-19 ini segera berakhir”ungkap Dodi.(29/4)

Gerakan sosial pada masyarakat ini, kata Dodi, dilakukan dengan jalan menyisihkan sebagian gaji yang diterimanya. Karena, menurutnya ia tidak takut bila gaji yang setiap bulan ia terima habis jika apa yang ia lakukan ini bisa membuat bahagia kaum jompo dan masarakat di sekitarnya yang layak dapat bantuan.

Selain melakukan bakti sosial, Dodi terus menerus malkukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, mengecek kesehatan ke dokter apabila sakit, tidak panik dan selalu berdo'a.

“Dan dengan mengajak rekan-rekan sekantor, saya mengajak untuk menyisikan sebagian gaji untuk membantu warga yang memang memerlukan bantuan kita, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)

ATASI KONDISI JALAN RUSAK, TERNYATA RESPON WARGA LEBIH CEPAT KETIMBANG PEMERINTAH

TASIKNEWS-Sejumlah pemuda warga Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, berinisiatif untuk bergotong-royong memperbaiki jalan, tepatnya di jalan yang menanjak di lokasi Tulang Anjing, karena kondisinya sangat mengkhatirkan untuk dilalaui kendaraan.

Menurut salah seorang pemuda, Herdi, setiap pengendara yang melintas di jalur tersebut harus ekstra hati-hati, karena selain menanjak juga kondisi jalan dilokasi tersebut berada pada kemiringan kondisi tanah.

“Apalagi jika dilalui oleh kendaraan dengan beban yang berat seperti bis dan truk, pasti sopir harus ekstra waspada, “kata Herdi. (29/4)

Herdi mengatakan, melihat kondisi jalan seperti itu serta karena terlambatnya Pemkab Tasikmalaya untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut, ia pun bersama rekan sebayanya berinisiatif mengumpulkan sebagia uang sakunya untuk membeli semen batu serta seplit dari uang yang mereka kumpulkan.

Aksinya yang dilakukan bersama teman-temannya ini selain untuk membantu para pengguna jalan, menurut Herdi, karena merasa kecewa dengan sikap Pemkab Tasik yang terkesan tidak mau tahu sehingga kondisi jalan pun seakan dibiarkan seperti itu.

“Kami juga peduli, masa pemerintah sendiri tidak, ”ungkapnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Sutiaman, yang mengaku heran dengan sikap pemerintah yang seolah menutup mata pada kondisi jalan di wilayahnya, padahal kondisi ini sudah lama terjadi.

“Seharusnya pemerintah hadir dan cepat merespon saat warganya membutuhkan, “tegasnya. (ANWARWALUYO)

AKIBAT KETERLAMBATAN BANTUAN SOSIAL COVID-19 DARI PEMPROP DAN PUSAT, DESA PUN JADI SASARAN WARGA

TASIKNEWS-Tumpang tindih dan revisi aturan terkait bantuan sosial civid-19 kepada masyarakat membuat penyalutan bantuan ini di sebagaian daerah jadi terhambat, dan ini menjadi polemik karena seolah-olah keterlambatan ini ada di pemerintahan desa.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Girikencana Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Robai, saat ditemui PNews di ruangkerjanya.((28/4)

Menurut Robai, jika memang sudah siap, maka segera salurkan, karena saat ini masyarakat memang sudah sangat membutuhkan bantuan tersebut. Tapi sebaliknya jika memang segala sesuatu memang masih perlu dipersiapkan, Robai berharap, pemerintah pusat atau pemprov jabar jangan gembar-gemborkan dulu seolah bantuan tersebut sudah ada di depan pintu rumah, karena ketika masyarakat mengetahui ada bantun, maka dengan masyarakat pun dengan serta-merta akan datang ke desa menanyakan bantuan tersebut.

Karena jika keterlambatan penyaluran bantuan terjadi, kata Robai, dipastikan yang akan menjadi sasaran kesalahan warga adalah desa,  karena desa memang pemerintaha yang paling dekat dengan masyarakat,

“Jadi jika memang benar ada bantuan dan sudah siap, segera salurkan, “kata Robai.

Ia mengakui dan sangat maklum dengan kondisi masyarakat saat ini yang memang benar-benar ingin segera mendapat bantuan, sehingga ketika mengetahui bakal ada bantuan dari berita-berita baik di media massa atau media sosial (medsos), maka warga pun langsung menanyakan kepastiannya ke desa.

“Padahal kami juga sama baru mengetahui seperti masyarakat, dan tidak tahu persisnya karena belum menerima juklak-juknis dan prosedurnya seperti apa, “terangnya. (ANWARWALUYO)

TUKANG CILOK, DUH NASIBMU KINI....

TASIKNEWS-Sudah beberapa minggu ini pedagang cilok yang biasa berjualan keliling di salah satu kelurahan di Kota Tasik mengeluhkan dagangan yang ia jajakan selalu tersisa banyak hingga harus dibawa kembali pulang ke rumah, padahal dari hasil usahanya selama ini bisa untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.

“Setelah kejadian penyebaran virus corona, setiap hari nyaris tidak ada pembeli, “ungkap salah seorang pedagang cilok, yang bisa berkeliling jualan di Keluarahan Tugajaya.

Menurutnya, setiap harus ia harus memeras otak untuk memikirkan jalan keluar mengganti jalan usaha agar dapur bisa tetap ngebul dan kebetuhan keluarganya bisa terpenuhi. Karena selama ini akibat kebijakan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah saja, melakukan jaga jarak (physical distansing) dan membatasi masyarakat keluar rumah, membuat omzet dagangannya pun menurun drastis.

Tapi terkadang ia juga tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah ini, pasalnya jika melihat pusat-pusat perbelanjaan modern seperti Asia Plaza atau lainnya, setiap hari tetap saja ramai dikunjungi masyarakat padahal perintah untuk tetap tinggal di rumah dan physical distansing ini berlaku untuk setiap orang.

“Sebagai pedagang kecil saya kurang paham, apa memang saya lebih berbahaya dalam penularan virus corona ketimbang yang setiap hari berjubel di pusat-pusat perbelanjaan tersebut, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN