UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 18 APRIL 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Perkembangan pencegahan wabah covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari sabtu tanggal 18 april 2020 pukul 16.00 WIB, Pangandaran masih dalam status zona biru, artinya tidak ada terpapar virus corona, ada 2 orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di RSUD Banjar, dan sampai hari ini hasil tes swab dari RSUD Banjar belum diterima Pemkab Pangandaran.

Sementara untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat ada 486 kasus dan 458 orang diantaranya sudah selesai masa pemantauannya, dan tinggal 28 orang yang masih proses pemantauan.

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Ini selenkapnya Update Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran 18 April 2020


UPAYA CEGAH PENYEBARAN VIIRUS CORONA, DESA CIPAINGEUN BENTUK GUGUS TUGAS DAN POSKO COVID-19

TASIKNEWS-Upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Pemerintah Desa Cipaingeun  Kecamatan Sodong Kabupaten tasikmallaya, terus dilakukan. Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi serta penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman warga, tempat ibadah, sekolah dan tempat lainnya, dengan melibatkan warga yang dipimpin langsung kepala desa dan perangkatnya.

Kepala Desa Cipaingeun, Jeni Jaelani, mengatakan, penyemprotan disinfektan ini merupakan upaya memutus rantai penyebaran virus Corona.

Sebelumnya kegiatan ini, kata Jeni, Pemdes Cipaingeun juga sudah melaksanakan yang ada di surat edaran Bupati Tasikmalaya dan Maklumat Kapolri untuk menerapkan social distancing, rajin menjaga kebersihan di lingkungan rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun.

Menurut Jeni, penyemprotan disinfektan ini merupakan satu upaya pencegahan, karena yang paling penting agar warga taat dengan himbauan pemerintah, yaitu lakukan aktifitas di rumah dulu, jaga jara, jangan panik, jaga kesehatan, minum vitamin, olah raga, berjemur pagi hari dan jangan lupa selalu cuci tangan.

“Jika hal itu dilakukan, insya Allah kita semua akan aman dari virus corona”, ujar jeni 

Jaelani menyampaikan, pihaknya saat ini juga telah membentuk Gugus Tugas dan membangun Posko Covid-19, sehingga diharapkan efektifitas posko ini masyarakat pun bisa ikut serta melakukukan pemantauan, seperti jika ada pendatang dihimbau untuk lapor dan dicek kesehatan.

Jeni juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut melakukan berbagai upaya penanggulangan serat pencegahan Virus Corona. Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Desa Cipaingeun untuk mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah saat ini.

 “Meskipun demikian saya harap warga jangan khawatir, tetap jaga keseimbangan tubuh dan berpikir positif agar tubuh tetap terjaga, dengan demikian mudah-mudahan kita semua bisa terhindar dari wabah virus Corona Covid-19 ini,″pungkasnya. (ANWARWALUYO)


AKSI SIMPATIK BRIGADIR DODI DI TENGAH PANDEMI CORONA, SEBAGIAN GAJINYA DISUMBANGKAN PADA WARGA

TASIKNEWS-Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa, seperti saat ini dalam kondisi merebaknya virus corona yang terjadi di seluruh wilayah telah melahirkan beberapa gerakan simpatik yang bisa menginpirasi semua orang untuk selalu berbuat kebaikan pada sesama.

Seperti yang dlakukan salah seorang anggota Polri di Polsek Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, Brigadir Polisi Dodi Harisandi, ia rela menyisikan sebagian uang dari gaji yang diterimanya untuk berbagi terhadap warga kurang mampu di Dusun Bihbul Desa Tonjong.

Di tengah pandemi Covid-19, selain memberikan sumbangan, Dodi yang bertugas menjadi Babinkamtibmas, setiap hari jum’at menyisihkan waktunya untuk terus mensosialisasikan tentang bahayanya virus corona kepada warga yang ada di wilayah hukum Polsek Pancatengah.

“Kita tidak akan pernah lelah untuk selalu ada di tengah masyarakat memberikan edukasi tentang pencegahan covid-19 yang saya lakukan secara bergilir di semua desa yang ada di wilayah hukum polsek Pancatengah, "ucapnya.(18/4)

Ia pun selalu menghimbau agar pemerintah desa selalu aktif mendata dan mensosialisasikan kepada warganya melalui dari tingkat Dusun, RW hingga RT, yang seterusnya dikordinasikan dengan pihak kepolisian.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini kita harus saling bantu satu sama lainnya, karena ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, “kata Dodi.

Sementara Kapolsek Pancatengah, Iptu Roni Hartono,SE.MH, menanggapi kegiatan yang dilakukan salah seorang anggotanya, sangat mengapresiasi langkah serta upaya yang di ambil personilnya ini.

“Tentu saya sangat kagum dan bangga apa yang dilakukan Birigadir Dodi, karena ia sudah secara sukarela menyumbang serta terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan wabah Covid-19 ini, “ungkap Roni.

Kata Roni, sebagian gaji  yang disumbangkan pada warga ini diharapkan bisa meringkan beban warga  kurang mampu, apalagi sekarang akan masuk bulan ramadhan.

“Tentunya dalam bulan yang penuh ampunan ini, kita bisa lebih mempererat rasa kebersamaan dalam kekhusuan puasa dan ibadah-ibdah lainnya di bulan ramadhan, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

UNTUK KEBAIKAN BERSAMA CEGAH COVID-19, BUPATI PANGANDARAN TERUS GALAKAN GERAKAN DJCM

PANGANDARANNEWS.COM-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, tidak bosan untuk terus mensosialisasikan pada masyarakat terkait pencegahan covid-19. Hampir di seluruh tempat dan di semua kalangan pun didatangi, bupati terus menerus melakukan edukasi serta menganjurkan kepada masyarakat agar saat ini melakukan gerakan DJCM (Di rumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun, dan Pergunakan Masker), sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Seperti yang dilakukan hari sabtu (18/4), bupati didampingi Ketua PKK Pangandaran, Hj. Ida Nurlela serta rombongan lainnya, mendatangi para pedagang di Pasar Kecamatan Parigi. Kepada pedagang, bupati pun memberikan arahan agar selalu melakukan pola hidup sehat dan selalu menggunakan masker bila keluar rumah.

“Ibu kenapa tidak menmakai masker ?, ” tanya bupati pada seorang pedagang.

Saat si ibu pedagang tersebut menjawab, bahwa ia belum sempat membeli, maka bupati pun angsung memberikan masker dan menyruruh agar langsung dipakai.

Di depan para pedagang, pembeli dan tukang becak yang hadir, bupati menyampaikan, pihaknya berharap kepada warga apabila beraktivitas keluar rumah, seperti ke pasar atau ke tempat kerja, diharapkan selalu memakai masker untu mencegah penyebaran virus.

"Bapa-bapa, Ibu-ibu, virus covid 19 ini belum ada obatnya, jadi yang sekarang bisa kita lakukan adalah pencegahan dan salah satu pencegarahn tersebut memakai masker dan mencuci tangan, " kata bupati.

Menurut bupati, hingga saat ini hasil pemantauannya langsung ke lapangan ternyata masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Selain membagikan masker, kepada para pedagang bupati pun sempat mendapat keluhan tentang omset penjualan selama dalam kondisi sekarang yang turun drastis.

Menyikapi hal tersebut, bupati menyatakan ikut perihatin dan agar bersabar serta berdoa semoga covid-19 segera berakhir.

“Saya tentu bisa merasakan apa yang bapa-bapa dan ibu-ibu rasakan hari ini, dan saya turut prihatin, memang kondisi ini terjadi hampir di setiap daerahdan kita hanya bisa berharap mudah-mudahan pandemi corona ini segera berakhir, “ungkap bupati.

Usai menjumpai serta membagikan masker ke pedagang di pasar Parigi, bupati dan rombingan pun melanjutkan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bojongsalawe. Dan disini pun bupati menjumpai, masih banyak masyarakat yang belum menggunakan masker.

Kepada sejumlah warga yang didomnasi para nelayan, bupati pun melakukan hal sama seperti di pasar parigi, agar melakukan DJCM.

“Saya harap masyarakat bisa mengikuti anjuran yang disampaikan pemerintah, karena ini untuk kebaikan bersama, mencegah meluasnya penyebaran virus corona, “ujar bupati. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN RELOKASI APBD SEBESAR RP 81 MILYAR UNTUK TANGANI COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menangani pencegahan covid-19, Pemkab Pangandaran saat ini melakukan pergeseran APBD, sebesar Rp 81 milyar. Anggaran ini paling besar di alokasikan pada belanja alat kesehatan dan anggaran untuk dampak ekonomi.

Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai mengikuti mengikuti video conference dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran untuk penanganan Covid-19, yng turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, Sekda Kusdiana serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pangandaran, bertempat di Command Center Pangandaran.(17/4)

Menurut bupati, untuk anggaran dampak ekonomi sebesar Rp 30 miliar yang dikonvensikan pada voucher sembako dan segera dibagikan ke warga terdampak Covid-19.

“Kami juga saat ini sedang mengatur kegiatan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan yang akan dilakukan melalui padat karya, “terangnya.

Sedangkan untuk pembangunan seperti saluran air dan kelengkapan lainnya, kata bupati, akan dilakukan  swadaya dengan menggerakkan sektor ekonomi. Misalnya pembangunan jalan di Kecamatan Cigugur yang menyambungkan tiga desa, Desa Pagerbumi, Kertajaya dan Bunisari, untuk saluran airnya dikerjakan oleh warga dengan pola padat karya.

“Semenatara voucher sembako untuk 100 ribu KK segera disalurkan ke 1.600 warung di seluruh Kabupaten Pangandaran untuk menukarkan voucher tersebut dengan sembako, “terang bupati lagi. (PNews)

TERKAIT MENINGGALNYA 2 WARGA PANGANDARAN SAAT INI PEMKAB MASIH MENUNGGU HASIL TES DARI RSUD BANJAR

Bupati Pangandaran: “Jangan anggap enteng penyebaran covid-19”

PANGANDARANNEWS.COM – Dua orang warga Pangandaran yang meninggal di RSUD Kota Banjar, hingga saat belum bisa dipastikan, apakah positif corona atau bukan, karena masih menunggu hasil tes yang dikeluarkan dari RSUD Banjar.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media usai mengikuti acara video conference dengan Menteri Dalam Negeri, di Command Center setda Pangandaran.(17/4)

Menurut informasi, kata Jeje, warga yang dari Kecamatan Pangandaran sakitnya sudah lama, dan saya dengar dirawat di RSUD Pandega Pangandaran kemudian dirujuk ke RSUD Banjar.

“Dan memang sudah di test swab oleh pihak RSUD Banjar, kita nunggu saja hasilnya mudah-mudahan 3 atau 4 hari sudah kita terima, ”kata Jeje.

Pada kesempatan yang sama, bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan serta menjalankan gerakan DJCM (Diam di rumah, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun, dan Pergunakan Masker). Dan jangan pernah menganggap enteng pada penyebaran covid-19 ini. Karena
diam di rumah bukan berarti tidak kerja, tetapi dalam bekerja atau melakukan kegiatan sehari-hari tetap harus menggunakan protokol kesehatan.

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran tidak mengeluarkan kebijakan lock down, tapi masyakarat sebaiknya diam di rumah dulul untuk sementara kecuali untuk hal-hal yang memang perlu.

“Kerja boleh tapi tetap harus jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, saya harap protokol itu di pakai, ”tegasnya.

Covid-19 samapi saat ini belum ada obatnya, sehingga ia berharap agar seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan agar imunitas (daya tahan tubuh) bisa melawan virus tersebut, kemudian lakukan pencegahan, salah satunya dengan DJCM.

”Salah satu pencegahan yang dilakuakan pemerintah, Pemkab Pangandaran sudah membeli masker sekitar 150.000 lebih serta terus menerus melakukan sosialisasi, hanya sayangnya masyarakat masih menganggap enteng tidak menangani dengan serius, ”imbuhnya. (PNews)

DELISHA PANDEGA UTAMI, NAMA BAYI YANG LAHIR PERTAMA DI RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COMDelisha Pandega Utami, putri pertama pasangan suami istri Herman Maulana dan Winda Riani warga Dusun Kedungrejo Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, merupakan bayi pertama yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran, tanggal 6 april 2020 lalu.

Dan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran bayinya, pasangan suami-istri pun memberikan nama pada bayi cantiknya, Delisha Pandega Utami.

Menurut Direktur RSUD Pandega Pangandaran drg. Asep Kemal Pasha, Sp.KGA,MM, membenarkan, Delisha Pandega Utami merupakan bayi perempuan yang dilahirkan saat hari pertama dibuka pelayanan RSUD Pandega.

Asep mengatakan, pihaknya sangat antuias setelah mendengar ada pasien yang melahirkan anak pertamanya di RSU Pandega, sehingga ia pun melakukan kunjungan ke rumah pasien bersama dengan staff kebidanan. (18/4).

Selain untuk mengucapkan selamat, kata Asep, kunjungan ke rumah pasangan suami-istri Maulana dan Winda Riani, juga untuk memberikan apresiasi karena ia merupakan salah seorang warga Pangandaran yang sudah memberi kepercayaan pada pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Pandega.

“Dan atas inisiatif bersama, kami memberikan nama bayi tersebut Delisha Pandega Utami, “terangnya.

Asep juga mengatakan, pihaknya sangat berharap RSUD Pandega Pangandaran dapat memberikan senyum kebahagiaan untuk seluruh warga masyarakat, tentunya dengan pelayanan kesehatan terbaik.

Sementara itu orang tua Delisha Pandega Utami, Herman Maulana, merasa senang dan mempunyai kebanggaan tersendiri karena kelahiran putri pertamanya sudah lahir dengan selamat di RSUD Pandega Pangandaran, rumah sakit kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Disoal pemberian nama bayinya dengan mencantumkan Pandega nama RUSD Pangandaran, menurut Herman, ini merupakan wujud rasa syukurnya karena proses kelahiran bayi pertamanya berjalan lancar dengan pelayanan medis yang sangat memuaskan.

“Nama Delisha artinya kebahagiaan dan Pandega tentunya semua orang tahu itu nama RSUD Pangandaran, “terangnya. (PNews)

DI TENGAH PANDEMI COVID-19 TAK SURUTKAN KEPEDULIAN WARGA NANGELASARI BANGUN RUTILAHU

TASIKNEWES-Dalam kondisi saat ini ketika fokus dalam upaya pencegahan mewabahnya virus corona, bukan berarti kegiatan yang lainnya harus terabaikan. Karena di tengah-tengah upaya pencegahan covid-19, masyarakat di Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, masih tetap bisa melakukan aksi gotongroyong untuk memperbaiki salah satu rumah milik Marsih di Dusun Cibadak yang sudah tidak layak huni dan sebuah mushala.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Nangelasari, Yoyo Suryono, kepada Pangandaran News, menyampaikan, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini diambil dari swadaya masyarakat murni, tidak ada sumber dana dari manapun juga.

“Dan kegiatan ini juga murni inisiatif warga, karena ada tetangga yang kondisi bangunan rumahnya  yang sudah tidak layak dihuni, maka warga pun terpanggil untuk saling membantu dengan memperbaikinya secara gotong royong,”ungkap Yoyo.(17/4)

Yoyo menambahkan, di tengah kondisi saat ini kepedulian masyarakat satu dengan lainnya harus tetap terjaga, rasa kepedulian pada sekitar harus tetap ada. Karena niat baik untuk menolong sesama, selain mendapat respon dan antusias warga lainnya, tentunya ini juga bisa menjadi amal ibadah untuk semua.

Yoyo mengaku, ia tentu merasa iba dan bangga karena mempunyai warga yang masih memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, karena sejatinya swadaya serta sipat gotongroyong ini jelas tidak bisa dihitung secara finansial.

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, dan saya selalu berpesan kepada seluruh masyarakat Desa Nangelasari agar tetap harmonis, dinamis dan kepedulian sosial ini tetap tumbuh di masyarakat, “imbuhnya.

Yoyo juga menyampaikan pembangunan mushola hingga saat ini belum rampung karena memang masih menunggu donatur lain untuk biaya penyelesaian pembangunnya. (ANWARWALUYO)







PENYALURAN RP 40 MILYAR BANTUAN PEMKAB PANGANDARAN, TIDAK AKAN MENUNGGU BANSOS DARI PEMPROV DAN PUSAT

Bupati Pangandaran, H. JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM – Untuk penanganan jaring pengaman sosial dampak pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 80 miliar., dengan rincian, 50 % anggaran ini akan digelontorkan ke masyarakat untuk membantu kebutuhan pangan selama pandemi Covid-19. Dan bantuan untuk 100 ribu Kepala Keluarga (KK) ini dan ditargetkan didistribusikan mulai Sabtu atau Minggu tanggal 18-19 april 2020.

Masing-masing KK nantinya akan mendapat bantuan pangan senilai Rp 150 ribu, dengan rincian Rp 100 ribu berupa beras dan Rp 50 ribu untuk lauk pauk, dan bantuan ini diberikan dalam bentuk voucher yang kemudian bisa ditukarkan di warung yang sudah ditunjuk.

“Untuk 100 ribu KK in berarti dibutuhkan sekitar Rp 15 miliar sebulan yang kita berikan selama dua setengah bulan, jadi butuh sekitar Rp 40 miliar,” kata Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, di sela-sela sosialsisasi covid-19 di Pasar Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.(16/4).

Bupati menjelaskan, awalnya bantuan ini akan disalurkan setelah turun bantuan dari Pemprov Jawa Barat, namun karena bantuan tersrbut hingga saat ini belum kunjung datang, maka Pemkab Pangandaran akhirnya memutuskan untuk lebih dulu menyalurkan bantuan ini.

Hingga saat ini mungkin pemprov masih melakukan pendataan dan persiapan karena jawa barat cakupan wilayahnya luas. Tapi, menurut bupati, karena masyarakat sudah banyak yang menantikan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengucukan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten lebih dulu.

“Saya menargetkan ini bisa direalisasikan pada akhir pekan ini, karena saat ini kami  masih mempersiapkan warung-warung tempat penukaran voucher, dan juga akankita atur juga agar pendistribusiannya nanti tidak memicu kerumunan,”terang bupati.

Bupati juga memastikan, bantuan dari APBD Kabupaten Pangandaran ini tidak akan tumpang tindih dengan bantuan dari Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaraoemerintah pusat, karena Pemkab Pangandaran sudah melakukan sinkronisasi data sehigga klasifikasi dan sasarannya pun jelas.

“Warga yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov bisa mendapat bantuan dari Pemkab Pangandaran, intinya saya ingin masyarakat segera mendapat bantuan,”tegasnya. (PNews)

DUA WARGA PANGANDARAN YANG MENINGGAL DI RSUD BANJAR PROSES PEMAKAMANNYA IKUTI SOP

PANGANDARANNEWS-Dua pasien Dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Pangandaran, meninggal dunia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar, saat dalam penanganan tim medis. Satu orang meninggal di ruang isolasi Covid-19, sementara pasien lainnya meninggal saat masih di IGD.(17/4)

Juru Bicaara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, membenarkan, kedua orang PDP yang meninggal dunia saat dirawat di RSUD Banjar merupakan warga Pangandaran.

Dikatakan Yani, Seorang PDP berjenis kelamain laki-laki berusia 52 tahun warga Kecamatan Kalipucang yang diketahui bekerja di Cianjur dan baru pulang kemarin malam ini datang ke IGD RSUD Banjar pada Kamis tanggal 16 april sekitar jam 19.32 WIB, rujukan dari Puskesmas Kalipucang dengan awal gejala mengalami sakit gondongan (Parotis). Dan berdasarkan laporan pasien sempat dipijat dan mengalami keluhan batuk selama 5 hari, panas, sesak nafas dan susah menelan. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar, pasien meninggal di ruang IGD dan belum masuk ke ruang isolasi. Setelah dirujuk ke RSUD Banjar pasien meninggal di ruang IGD sebelum masuk ke ruang isolasi.

“Dan seorang lagi berjenis kelamin wanita berusia 62 tahun asal Kecamatan Pangandaran, masuk IGD RSUD Banjar pada hari kamis tanggal 16 april sekitar jam 15.30 WIB, masuk isolasi Covid-19 jam 18.00 WIB, saat datang pasien mengalami sesak napas dan demam selama 3 hari," terangnya.

Pada awalnya keduanya berstatus ODP tapi setelah masuk RSUD Banjar dengan gejala yang ada, kata Yani, lalu ditetapkan menjadi PDP, dan saat pasien mengalami gelaja sesak dan demam akhirnya masuk ke ruang isolasi hingga meninggal dunia hari Jumat tanggal 17 april sekitar pukul 06.00 WIB saat dalam penanganan tim medis di ruang isolasi.

“Dan enurut keterangan pasien mengalami penyakit diabetes dan sempat dirawat di RSUD Pandega Pangandaran. “terang Yani.

Yani menambahkan, sebelum meninggal pasien sempat menjalani swab diagnosa tapi hasilnya baru akan diketahui 3-4 hari mendatang.

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiadinata, kepada beberapa awak edia, membenarkan, ada dua warganya yang meninggal dunia di RSUD Banjar.

Jeje menghimbau, agar masyarakat untuk tidak menganggap enteng pandemi virus corona COVID-19 ini, karena pemerintah pun terus menerus melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar virus corona ini tidak masuk ke wilayah Pangandaran yang saat ini masih dalam zona biru.

"Dan kita pun secepatnya akan melakukan Rapid Test pada keluarga kedua pasien yang meninggal, meskipun hingga saat ini keduanya belum dinyatakan positif Covid-19,"jelasnya.

Masih kata bupati, kini Pemkab Pangandaran sedang menunggu hasil diagnosa untuk pasien warga Kecamatan Pangandaran yang sempat dilakukan tes swab sebelum meninggal. Dan seperti diketahui, dalam prosesi pemakaman kedua jenazah tersebut, memang dilakukan sesuai SOP yang dikeluarkan RSUD Banjar.

“Saya berharap masyakat mau menerapkan gerakan DJCM, yakni dirumah saja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan gunakan masker, “tegasnya lagi. (PNews)

UPAYA PENCEGAHAN COVID-19, KADES MERTAJAYA SERAHKAN APD ADA PERANGKAT DI WILAYAHNYA

TASIKNEWS- Dengan disaksikan babinsa, babinkamtibmas,  MUI desa dan BPD, Kepala Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya, Agus Saepurohman, menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada kepala dusun, RT dan RW yang ada di wilayahnya, untuk memberikan perlindungan agar sehat terhindar dari virus corona, mengingat  mereka merupakan tempat pertama dalam pelayanan masyarakat di desa, yang dilaksanakan di aula desa.(16/4)

Agus mengatakan,  penyerahan APD  sebagai bentuk kepedulian pemdes perangkatnya agar dalam pelayanan pada warga tidak terhambat.

“Mudah-mudahan sarana kesehatan ini bisa bermanfaat sehingga tugas-tugas mereka di tengah masyarakat pun akan tetap lancar, “kata Agus.

Selain penyerahan APD, imbuh Agus, Pemdes Mertajaya juga sudah melakukan penyemprotan disinpketan serta mengedukasi warga agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Sementara Babimas, Deni Koswara,  menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jangan percaya berita hoak yang terkait dengan pemberitaan corona, kalau belum jelas sumber beritanya jangan asal dishare, cari dulu kebenarannya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Mertajaya, mudah-mudahan segala kegiatan ini menjadi upaya kita semua untuk mencegah mewabahnya covid-19 di wilayah kita, “ungkap Deni. (ANWARWALUYO)

HMI PERTANYAKAN KETEPATAN CARA PENANGANAN COVID-19 DI KOTA BANJAR

BANJARNEWS-Pada pertengahan bulan april ini angka pasien COVID-19 di Kota Banjar sudah mencapai 142 orang pasen, 4 diantaranya meninggal dunia warga luar Banjar, sebanyak 86 Orang Dalam Pengawasan (ODP),  18 0rang Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 31 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP), diantaranya 19 orang warga Banjar dan 12 orang lagi warga luar Banjar.
Hampir satu bulan Pemkot Banjar melakukan berbagai upaya untuk menanganinya pencegahan mewabahnya virus corona ini, tapi sudah tepatkah caranya?

Menurut Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah  (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wilayah Kota Banjar, Budi Nugraha, ini kejadian luar biasa sehingga penanganannya juga harus luar biasa, tapi ternyata Pemerintah Kota Banjar gagap menghadapi ini.

Ketika  Daerah lain sudah melakukan full alert dalam menangani wabah covid-19 ini, di saat yang sama Pemkot Banjar masih terlihat kurang serius. Ketidak seriusan ini dalam seketika menjelma menjadi ketidak siapan ketika situasinya tereskalasi demikian cepat.

Kata Budi, Pemkota Banjar dan  Central Crisis Corona, beberapa waktu lalu mengumumkan satu kasus PDP meninggal asal Bandung yang saat itu diumumkan melalui Jubir H.Tomy Subagja, jenazahnya dimakamkan di Cisaga. Bagi media dan  publik pengumuman itu seolah menegaskan ketidak seriusan pemerintah, bahkan keraguan terhadap ketidak percayaan pada jajaran pemerintah sendiri yang sebelumnya terkesan tertutup.

“Pemkot selalu tidak memberikan penjelasan yang detil terkait beberapa pertanyaan yang di ajukan wartawan, “kata Budi, saat ditemui Pangandaran News di sekretariat HMI Banjar.(16/4)

Keraguan ini, kata Budi, diperparah dengan penanganan kasus di lapangan yang dipandang tidak memadai, mulai dari lemahnya perlindungan data pribadi korban, buruknya komunikasi publik, hingga minimnya kesiapan teknis dan medis, seperti alat test, APD, hingga kapasitas rumah sakit dan mekanisme pendataan kontak (contact tracing).

“Intinya, kafasitas pemerintah dalam menangani krisis ini patut dipertanyakan, “imbuhnya.

Ia menambahkan, ditambah lagi dampak dari virus corona dengan anjuran diam di rumah, jaga jarak dan pemakaian masker, ternyata kebijakan ini tidak diiringi dengan jalan keluar yang tentunya ini menjadi masalasah baru di masarakat.

“Dan ini terjadi bukan hanya kota Banjar saja , mungkin semua daerah juga pemerintah tidak siap menghadapi corona ini, “tegas Budi.

Masih kata Budi, sistem kesehatan ternyata kolaps menghadapi wabah ini, yang membedakan adalah magnitude atau derajat tindakan pemerintah. Dalam ketidaksiapan yang derajatnya berbeda-beda leaderd ship wali Kota  harus tetap terlihat dengan jelas dan tegas

“Di berbagai daerah yang saya tahu, kejadian luar biasa ini sama,sistem kesehatan,  ekonomi, budaya, sosial, semuanya kolaps , tapi keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus virus corona ini tetap harus diperlihatkan pada masyarakat. “pungkasnya. (TITO)

PEMERINTAH KECAMATAN PANCATENGAH, TNI DAN POLRI BAGIKAN 1000 MASKER GRATIS

TASIKNEWS-Akksi simpatik dalam pencegahan wabah covid-19, menjadi bentuk kepedulian pemerintah Kecamatan Pancatengah, Polsek, Koramil Cikatomas, Puskesmas serta elemen masyarakat, untuk membagikan 1000 masker gratis kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Pancatengah, baik warga Pancatengah atau pun warga dari luar wilayah.

Kapolsek Pancatengah, Iptu Roni Hartono, SE MH, mengatakan, pembagian masker ini sebagai bentuk sosial agar masyarakat sadar akan kesehatan dirinya sendiri.

Dalam pencegahan penyebaran dan dalam rangka memutus rantai Covid-19, kata Roni, pemerintah, TNI dan Polri  selalu memberikan arahan kepada warga agar yang mau keluar rumah harus selalu memakai masker, ini salah satu bentuk pencegahan mewabahnya virus corona.

Disoal ada dan tidaknya saat ini warga Pancatengah yang terindikasi atau terpapar Covid-19, Roni menyampaikan, hal ini tentu bukan kewenanganya untuk menjelaskan.

“Kalau urusan itu silahkan tanya langsung ke Puskesmas Pancatengah yang punyakewenangannya, kita disini hanya mengawal dan memberikan sosialisasi, “kata Roni.(15/4)

Aksi pembagian 1000 masker gratis ini, turut dihadiri Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, BPPD,  Satpol PP, Ormas GMBI dan beberapa media.

Di tempat terpisah Kepala Desa Tonjong, Asep Tambo, kepada Pangandran News, mengatakan,  masyarakat diharap jangan panik, yang terpenting rajin ibadah berjamaah di mesjid, sholat dhuha tahajud dan lima waktu.

“Dengan sering ibadah lima waktu wabah virus corona  covid 19 Insaalloh akan segera hilang, “tuturnya. (ANWARWALUYO)

UPAYA PENCEGAHAN MEWABAHNYA VIRUS CORONA, PEMDES CINTAWANGI BENTUK RELAWAN DESA

TASIKNEWS-Di tengah pandemi virus corona yang masih mewabah, Pemerintahan Desa (Pemdes) Cintawanggi  Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, membentuk Gugus Tugas Relawan Desa bersama babimsa, terus melakukan tindakan pencegahan covid 19, seperti yang dianjurkan baik oleh Pemkab, pemprov dan Pemerintah Pusat. Dan gugus tugas ini pun akan dibuat di beberapa titik perkampungan ataupun perumahan dengan lokasi pos utamanya di kantor desa.

Kepada Pangandran News Kepala Desa Cintawangi, Tohir E Sumarlin mengatakan, pihaknya telah membentuk relawan Covid-19 yang akan membantu dan melindungi masyarakat.

Relawan Desa ini, kata Tohir, harus patuh apa yang diamanatkan Pemdes serta sigap dalam menangani pencegahan mewabahnya covid-19.

“Mari kita terus berupaya, seperti diam di rumah, menggunakan masker, cuci tangan serta jangan lupa terus beribadah dan berdoa’ mudah-mudahan bencana non alam ini segera berlalu, “ungkap Tohir.(14/4)

Menurut salah seorang relawan, Udin, protokol penanganan Covid-19 yang harus dilakukan antara lain, mempersiapkan APD dan bekerja sama dengan bidan Desa, Puskesmas dan rumah sakit, sebab ini merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat.

“Relawan sekarang sedang dipesan untuk menyiapkan APD, masker, termometer, handitaizer, mesin penyemprot dan cairan disintfiktan,” tuturnya.

Prinsip kerja relawan desa, Kemudian, gotong royong dengan melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.

“Jadi mulai dari kepala desa, aparat desa, babimsa, babinkamtibmas  dan masyarakat semuanya harus terlibat,”jelasnya..

Hal senda dikatakan Babinsa Desa Cintawangi, Toni, untuk pencegahan mewabahnya  virus corona yang terpenting warga harus selalu menjaga pola hidup sehat, cuci tanggan pakai sabun dan selalu  beribadah.

“Masyrakat janngan panik dan jangan takut berlebihan, tapi tetap waspad dengan mengikuti apa yang disampaikan pemerintah serta jangan lupa berdoa’ agar masyrakat musibah ini segera selesai, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN