46 MAHASISWA STIA MIFTAHUL ULUM TASIK AKHIRI KEGIATAN KKN GELAR DI KARANGNUNGGAL

TASIKNEWS-Bertempat di aula kecamatan, STIA Miftahul Ulum Tasikmalaya lakukan lepas sambut 46 mahasiswanya usai melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN)  yang di tempatkan 3 di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya selama 50 hari yang berakhir tanggal 4 maret 2020.

Selain dihadiri seluruh mahasiswa peserta KKN, juga hadir Camat Karangnunggal, Kepala KUA dan  kepala desa tempat dilaksanakannya rangkaian kegiatan KKN yang sekaligus menjadi tempat pengejawantahan dari “Tridarma Perguruan Tinggi”.

Wakil Ketua 1 yang sekaligus dosen  pendamping, H Dadang Romansyah, MSi, mengatakan, mahasiswa yang telah  selesai melaksanakan tugas KKN di 3 desa ini, sesuai dengan rencana program sudah bisa menyelesaikan dengan baik.

“Seluruh mahasiswa peserta KKN disini telah belajar bagaimana meningkatkan soft skills serta memperkuat karakter mereka setelah beraplikasi dilapangan, di tengah-tengah masyarakat dengan beragam aspek kehidupan nyata, “kata Dadang.(4/3)

Dadang juga memberikan apresiasi pada mahasiswa serta ucapan terima kasih pada seluruh masyarakat, jajaran pemerintahan desa dan pemerintahan Kecamatan Karangnunggal yang telah menerima dan menyambut baik kehadiran seluruh peserta KKN dari STAI Miftahul Ulum selama 50 hari ini,  dan mudah-mudahan KKN ini bisa saling memberi manfaat.

“Beberapa kegiatan dalam KKN, seperti pemasangan plang Asma’ul Husna, pembuatan AIW, 40 ID masjid dan pesantren, serta kegiatan lainnya mudah-mudahan menjadi kado yang bermanfaat untuk masyarakat,”imbuhDadang.

Hal senada dikatakan dosen lainnya, DR. H. Edeng ZA. MPd, menurutnya, sambutan hangatnya dari masyarakat dan pemerintahan bisa saling memberi pengalaman dan manfaat ilmu di kehidupan sosial kemasyarakatan, khusus bagi mahasiswa.

Edeng juga mengatakan, pihaknya berharap tahun depan STAI Miftahul Ulum akan menambahkan 3 prodi, diantaranya, Fakultas Ahwalusahsiyah Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Paud, dan Syari’ah.

“Tujuannya agar lebih memperluas kesempatan memilih disiplin Ilmu bagi calon mahasiswa berikutnya, dan tentunya bisa lebih manfaat ketika terjun di masyarakat, “jelasnya.

Sementara Camat Karangnunggal, Asep Momon Dahliana, STp.,MM, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran mahasiswa KKN STAI Miftahul Ulum yang tentunya telah memberi kontribusi positif dan warna pemikiran selangkah lebih maju terhadap masyarakat.

“Dan tentunya beberapa program akan menjadi kenang-kenangan bahkan cindera mata yang tak mungkin terlupakan warga kami, “ucapnya.

Secara terpisah, saat diwawancara dua orang Ketua mahasiswa,  Ade Acep Ahmad Sanusi dan Aj Deden, menyampaikan terimakasih pda semua pihak yang saling berkontribusi dan memberi manfaat.

“Semoga apa yang sudah kami laksanakan selama KKN menjadi amal baik, “ujar keduanya. (ANWARWALUYO)

KARENA KETERBATASAN PERANGKAT, UNBK SMP TARAJU PINJAM KOMPUTER KE SMA-SMK

TASIKNEWS-Setelah melakukan singkronisasi perangkat Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) secara menyeluruh untuk siswa kelas IX SMP melalui simulasi dalam beberapa sesi dengan perangkat yang ada, pada hari sabtu dan Minggu (29/2-1/3/), ditargetkan UNBK pun akan terlaksana secara menyeluruh.

Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP di Kabupaten Tasikmalaya ditargetkan 100 % berbasis komputer, dan untuk sekolah yang masih terkendala dengan ketersediaan perangkat komputer, pelaksanaan UNBKnya akan bekerjasama dengan SMA/SMK yang ada di sekitar masing-masing SMP tersebut.

Seperti diungkapkan, Pengawas Sekolah Wilayah Taraju Sodonghilir, Dudi Rohdinulhak, SPd., MPD, hingga saat ini di wilayah ini masih banyak SMP yang melaksanakan UNBK mandiri karena kekurangan perangkat komputer, sehingga harus meminjam atau bekerja sama dengan pihak lain, dengan meminjam ke SMA/SMK, SD, guru, orang tua bahkan ada sekolah yang mendapat pinjaman dari desa.

“Tapi walau demikina, Alhandulillah simulasi dapat terlaksana dengan baik, “ungkapnya.(3/2)

Dudi menambahkan, ada juga saat simulasi yang di selenggarakan di SMPN 1 Taraju, terkendala karena ada diantara beberapa laptop yang eror tetapi itu segera dapat diatasi berkat bantuan pinjaman dari SMA Negeri 1 Taraju.

“Ini menjadi pengalaman, agar pada pelaksanaan UNBK nanti benar-benar harus dilakukan pengecekan terkait kesiapan perangkat serta adanya perangkat cadangan minimal 10% dari perangkat yang ada, “jelasnya. (ANWARWALUYO)

ASEP NOORDIN:”DESA HARUS MILIKI SUMBER POTENSI DAN PROGRAM UNGGULAN”

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M
PANGANDARANNEWS-Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), hendaknya tidak hanya memekirkan terkait siltap, karena di DPRD persoalan tersebut suday menjadi bahan bahasan. Sebaiknya PPDI fokus bagaimana desa bisa kuat, mandiri, inovatif dan kretif melaksankan seluruh program yang ada di desanya masing-masing.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, di depan seluruh pengurus dan anggota PPDI Pangandaran peserta musyawarah di aula kantor Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, dengan tema “Mewujudkan SDM Unggul Perangkat Desa yang Berdayaguna dan Bermartabat Menuju Desa Kuat – Pangandaran Hebat- Jabar Juara – Indonesia Maju”, beberapa waktu lalu.

“Sebaiknya desa terus bekerja melaksanakan program-program unggulan serta memaksimalkan pelayanan pada warga,”kata Asep.(1/2)

Di tahun 2020 ini ada Peraturan Daerah (Perda)  tentang pariwisata,  Asep berharap, saatnya membangun identitas desa, apakah mau menjadi desa wisata dan seterusnya.

Intinya, kata Asep, Desa harus memiliki keunggulan dan potensi yang dapat mendukung visi-misi Pemkab Pangandaran.

“Dan intinya lagi, jika desa mau maju dan kuat, maka desa harus solid baik di Internalsendiri maupun dengan perangkat lainnya, “tegas Asep.

Asep menambahkan, bersama-sama memabangun Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya sekedar SDM yang seadanya, tapi ia perlunya pembinaan yang dapat menunjang dalam peningkatan kapasitas perangkat Desa.

“Karena majunya satu daerah itu sangat tergantung dari kemajuan desa-desa yang ada di daerah itu sendiri, “pungkasnya. (PNews)



LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR ANAK DI LOKASI OBYEK WISATA, MASIH LAYAKKAH ?

PANGANDARANNEWS-Keberadaan tempat belajar (sekolah) di lokasi aktivitas berwisata mungkin ini bisa mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pasalnya tidak jarang saat libur akhir pekan (sabtu) hiruk pikuk wisatawan menggangu para pendidikan saat menyampaikan mata pelajaran pada para peserta didiknya.

Kondisi ini diakui Kepala SD Ngeri 5 Pangandaran, Dra. Hj. Encih Sarsih, M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu. Menurutnya, suara kendaraan yang melintas persisi di halaman sekolah tentunya ini akan mengganggu proses belajar di dalam kelas. Apalagi saat melintas kendaraan “odong-odong”dengan suara musiknya yang khas dan keras, membuat para guru pun harus meninggikan nada suaranya agar bisa didengar muridnya.

Masalah lainnya, kata Encih, karena bangunan sekolah berdiri di lahan yang relatif sempit sehingga SDN 5 Pangandaran tidak mempunyai sarana olahraga untuk siswanya.

“Untuk tempat upacara 217 siswa ditambah guru pengajar pun halaman sekolah kami kurang memadai, “terang Encih.(29/2)

Persoalan ini sebenarnya, kata Encih, pernah disampaikan pada musrenbang Desa Pangandaran dan ke pemkab melalui Dinas Pedidikan Pemuda dan Olaharaga, tapi karena mungkin ketersediaan lahan untuk relokasi belum ada, sehingga SD yang mulai berdiri tahun 1979 ini pun hingga sekarang masih bertahan di jalan Sumardi Desa Pangandaran.

Tapi Encih mengatakan, persoalan pendidikan siswa secara umum dipastikan bisa berjalan sesuai ketentuan, karena para guru senantiasa memberi proteksi pada siswa dengan pendidikan keagaamaan, seperti memberi tugas pada siswanya untuk membuat daptar hadir keikutsertaan siswa pada sekolah pendidikan agama di lingkungannya masing-masing.

“Kami membuat absensi kehadiran siswa tdi sekolah agama yang harus ditandatangani guru di masing-masing madrasah tempat mereka belajar ilmu agama, “terangnya.

Sementara salah seorang warga Desa Pangandaran yang enggan ditulis namanya, mengatakan, memang sudah saatnya Pemkab Pangandaran untuk merelokasi SD 5 Pangandaran, karena idealnya tempat menimba ilmu itu jauh dari lingkungan yang baik secara langsung atau tidak bisa menimbulkan gesekan perubahan kultur dan atitude siswa.

“Saya percaya ini secepatnya akan menjadi perhatian pemerintah daerah, “ucapnya singkat. (PNews)



UNTUK MEMBANTU DAN MELAKSANAKAN PENYELENGGARAAN DI TINGKAT KECAMATAN, KPUD PANGANDARAN LANTIK 50 PPK

PANGANDARANNEWS - Setelah melewati beberapa proses dan tahapan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran kukuhkan 5 anggota badan adhoc tiap Kecamatan dan 50 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang akan bekerja sejak tanggal 1 Maret tahun 2020.

Pada acara pelantikan  yang dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) di Hotel Krisna ini, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, menyampaikan, pengambilan sumpah jabatan ini khusus untuk 50 anggota PPK yang akan tersebar di seluruh kecamatan dengan komposisi di setiap Kecamatannya lima orang anggota PPK.

“Saya berharap setelah diambil sumpah jabatan ini seluruh anggota PPK bisa bekerja keras, profesional srrta tetap menjaga netralitas."ungakpnya.(29/02)

Menurut Muhtadin, tugas PPK sesuai ketentuan yang tertulis pada pasal 17 UU nomer 10 tahun 2016, membantu dan melaksanakan penyelenggaraan ditingkat Kecamatan serta melaksanakan tugas - tugas yang diperintahkan KPU.

"Nantinya kita akan arahkan langsung tugas dan tanggung jawabnya, diantaranya  mengenai rekrutment PPS." Tutur Muhtadin.

Sesuai ketentuan surat pengumuman nomor : 40/PP.04.02-Pu/3218/Kab/II/2020, berikut ini daftar 50 nama anggota PPK terpilih,

Kecamatan Langkaplancar, Endang Ma’sum, Sukandar, Apep Jasmani, Aries Noorsaleh dan Nita Siti Nuraeni.
Kecamatan Cigugur, Ucu Sutisna, Jenal Abidin, Danie Solihin, Ijan Nurjaman dan Lia Ratna Dewi.
Kecamatan Parigi, Kusmaya, Yaya Indra, Yadi Heryadi, Yusuf Sidiq dan Yusi Isnawati.
Kecamatan Cijulang, Jamaludin Al Afgani, Pipih Yopianti, Fajar Rizky, Sarif Hidayat dan Asep Irfan Ilmi.
Kecamatan Cimerak, Ali Hasanudin, Romidin Adna, Nurman arifin, Agus Turyanto dan Rini Suryani.
Kecamatan Sidamulih, Iwan Hadiana, Deti Kusmiati, Ahmad Anwar Syam, Muhamad Rudai dan Gia Kartika Dewi.
Kecamatan Pangandaran, Susanto, Agus Sopyan, Saepul Misbahudin, Muhamad Supriyo dan Emi Nurlina.
Kecamatan Kalipucang, Anjar Parikesit, Fathul Muttqin, Hena Zahrotul Fadilla, Groho Hartono dan Indra Agustina.
Kecamatan Padaherang, Ghesa Irsany,Endi Suhendi, Fitri Aulya, Bagus Suanto dan Iwan Tarsiwan.
Kecamatan Mangunjaya, Yogi Prayoga, Kasmat, Rohmat Nurhidayat, Evi Patmawati dan Eva Nurafifah.     (AGE)

MENJELANG PEMILUKADA 2020, KPU PANGANDARAN GANDENG MEDIA TINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT

PANGANDARANNEWS – Suksesnya penyelenggaraan pemilu tidak hanya karena terintergritasnya para peyelenggara, namun diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk media masa, karena peran para awak jurnalis ini sangat penting terutama untuk fungsi penyampaian informasi pada masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, di depan tamuundangan dalam acara Rapat Koordinasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Melalui Pemberitaan di media, yang dilaksanakan di aula Kantor Sekretariat KPU Pangandaran.(1/3)

“Peran media bisa meningkatkan partisipasi pemilih pada penyelenggaraan pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran tanggal 23 september 2020 mendatang, “ujarnya.

Peran media massa baik cetak, elektronik maupun online, kata Muhtadin, merupakan alat informasi penting untuk sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat, karena ia sangat efektif untuk  sarana penyampaian infromasi setiap tahapan pilkada agar diketahui masyarakat luas, sehingga  dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Selin berperan penyampaikan informasi, imbuh Muhtadin, media massa juga juga dapat memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat, sehingga dapat menggugah animo atau partisipasi untuk mnggunakan hak pilihnya.

Dan tentunya, imbuh Muhtadin, ia berharap media tetap konsisten menyebarkan informasi yang mendidik, mencerdaskan dan menggugah masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pilkada tahun ini.

“Dan saya juga menilai, saat ini media massa di Pangandaran sudah melaksanakan tugas tersebut dengan baik, “pungkasnya. (PNews)

RAMBU DILARANG BERHENTI DI HZ MUSTOFA TASIK, BINGUNGKAN WARGA, SALAH PASANG ?

TASIKNEWS-Rambu lalu lintas biasanya hadir untuk memberikan petunjuk jalan bagi para masyarakat luas pengguna jalan, sehingga pengguna jalan pun diharapkan dapat selalu mematuhi peraturan lalu lintas agar selalu aman dan selamat saat berkendara.

Namun apa jadinya bila rambu yang terpampang justru membingungkan para pengguna jalan, jika rambu tersebut dipasang tidak pada tempat yang mudah dilihat, sehingga apa yang disampaikan dalam rambu itu bisa dimengerti.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Kota Tasik, Muhtarom, ia merasa bingung melihat rambu lalu-lintas terpasang di tempat yang sulit untuk dilihat, karena posisinya berada di tempat yang relatif tinggi.

“Akibatnya, rambu dilarang berhenti itu sering dilanggar karena terlihat mobil angkutan pun bisa bebas bongkar muat barang, padahal di atasnya ada rambu dilarang berhenti, “ungkapnya.(29/2)

Menurut Muhtarom, tidak sedikit keberadaan rambu tersebut menjadi cibiran warga, pasalnya tanda dilarang berhenti itu lebih banyak tidak digubris oleh para pengendara.

“Saya jadi bingung, ini disengaja atau kesalahan petugas pemasangannya, “kata Muhtarom. (ANWARWALUYO)

KOMISI III DPRD PANGNDARAN GELAR RAKER DENGAN DINAS LINGKINGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN

PANGANDARANNEWS-Komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu menggelar rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk membahas progres penanggulangan IPAL tahun 2020.

Dalam rapat kerja tersebut, hadir pimpinan dan seluruh anggota Komisi III, antara lain, Ade Ruminah S.H an beberapa anggota, diantaranya Hj. Hesti Mulyati, S.Pd, Rd Tata Sutari.S.E, H.Elon Rusn, Haer. S.Pd.I, Alip Suhendi, S.IP. M.Si., Hamdi, H. Idi Supriadi, S.Pd,Cecep Nurhidayat S.Pd.I, juga dihadiri Sekretaris Dinas LHK, Kabid dan Kasubbid, bertempat di ruang rapat Komosi III DPRD Kabupaten Pangandaran, (27/02)

Selain meminta adanya percepatan program kerja yang dilakukan DLHK untuk memacu pelayanan pada masyarakat, pimpinan rapat, Hj. Hesti juga meminta agar Dinas LHK lebih efektif dan efisien dalam menggunakan anggaran.

"Kami juga meminta agar Dinas LHK melakuan koordinasi dan komunikasi antar stakeholder untuk penataan dan pengelolaan IPAL di Kabupaten Pangandaran serta melakukan perencanaan yang matang terkait pengelolaan sampah dan IPAL, " paparnya.

Hesti menambahkan, dengan anggaran yang terbatas, diharapkan DLHK bisa tetap mengoptimalkan pekerjaan sesuai kebutuhan pada skala prioritas yang dimasukan pada Rancangan Awal(ranwal).

Menanggapi keinginan para wakil rakyat ini, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, menyampaikan beberapa laporan, diantaranya pengajuan di acc satu lokasi di pantai timur Pangandaran dan laporan perbaikan PT Pacipic Eastern Coconut Utama (Pecu), yang meminta permohonan perpanjangan perbaikan IPAL.

Kami juga melaporkan dasar permohonan terkait perbaikan ulang lantai dasar dan dinding bak IPAL nomer 1 dan 2 di PT Pecu tersebut yang mengalami keretakan sehingga harus dilakukan perbaikan ulang. “jelasnya. (AGE)

HARI INI PDI PERJUANGAN DPD JAWA BARAT SEREMPAK GELAR PENJARINGAN KETUA PAC

PANGANDARANNEWS-Hari ini (29/2) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Jawa Barat melakukan tahapan fit and proper test pada seluruh calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di di seluruh Jawa Barat.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Jabar, Apriyanto Wijaya, fit and proper tes untuk menjaring calon Ketua PAC ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten-kota se-Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Pangandaran. Dan sesuai target, seluruh kepengurusan di tingkat kecamatan ini harus selesai pada 8 Maret 2020 mendatang.

“Dan hari ini kita masuk pada tahapan konsolidasi fit and proper test bagi calon Ketua PAC," ungkap Apriyanto, saat ditemui di Kantor DPC PDIP Kabupaten Pangandaran. (29/2)

Materi fit and proper test ini yang ditanyakan pada seluruh calon, kata Apriyanto, terkait wawasan kebangsaan, ideologi, tata kelola partai dan organisasi, karena materi ini rta kaitannya dengan wawasan yang akan menunjang mereka ketika terpilih menjadi Ketua PAC.

Dan mereka yang terpilih ini, menurutnya, tentu nantinya akan menjadi ujung tombak dalam pemenangan pada pemilu nanti.

“Apalagi saat ini Kabupaten Pangandaran akan melaksanakan Pilkada serentak pada 23 September 2020 mendatang, “ungkap Apriyanto.

Sementara Sekretaris DPC PDIP Pangandaran, Riki Zulfikri, menambahkan, ada 68 orang yang mendaftar dalam pencalonan Ketua PAC ini.

Dan nantinya, imbuh Riki, setelah tahap Fit and Proper test ini seluruh calon kemudian masuk tahap wawancara, yang hasilnya akan dikirim ke DPD untuk kemudian diputuskan siapa yang berhak menduduki jabatan Ketua PAC.

Riki juga mengatakan, seluruh calon yang terpilih menjadi Ketua PAC tentunya harus mampu menjadi ujung tombak kinerja partai dalam berbagai pemenangan, termasuk dalam pilkada tahun ini.

"Kami berharap, ke depan ketua PAC terpilih juga harus jadi ujung tombak dalam pemenangan PDI Perjuangan, baik di tingkat kabupaten, provinsi dan di tingkat nasional, “tegasnya. (PNews)

BENCANA TANAH LONGSOR DI CISAYONG TELAN SATU ORANG KORBAN JIWA

TASIK NEWS-Bencana Longsor yang terjadi hari kemarin sekitar pukul 05:30 Wib di Dusun Palasari RT 01/02 Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, sempat membuat viral pada pesan berantai melalui pesan singkat Whatsapp yang memperlihatkan longsoran tanah terbawa arus air banjir bandang.  (28/02)

Diduga longsoran tersebut karenahujan hari itu turun dengan intensitas tinggi yang mengguyur sehingga membuat pergerakan tanah yang labil dan mengakibatkan bencana longsor.

Menurut Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, dampak dari bencana tersebut tidak hanya membuat jalan yang menghubungkan antara dusun jadi terputus, tapi longsoran tanah pun menimpa sejumlah lahan pertanian milik warga pun ikut tertimbun, sehingga menimbulkan kerugian bagi para petani.

Ade mengatakan, bencana longsor ini juga telah menelan satu orangkorban jiwa, bernama Ajengan Didi (60).

“Diduga saat itu korban tengah membetulkan saluran air tepat di bawah tebing yang longsor” jelasnya

Saat bencana terjadi, warga hendak memulai aktivitas di kebun dan sawah, termasuk korban yang diduga sedang memperbaiki aliran air saat bencana terjadi.

“Ini memang musibah, dan tentu harus menjadi tanggungjawab semua dalam penangannya, “imbuhnya.

Sementara, setelah menerima informasi bencanan lonsor di Kecamatan Cisayong, Kapolres Kota Tasikmalaya, AKBP. Anom Karibianto, S.IK serta Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf. Imam Wicaksana, langsung meninjau ke lokasi bencana bersama pihak BPBD, Danramil 1207/Cisayong, Kapolsek Cisayong, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Muspika lainnya.

Dan berama aparat dan elawan lainnya, warga pun langsung bergotong-royong dan mensterilkan lokasi. (ANWARWALUYO)

NETRALITAS ASN, TNI DAN POLRI JADI BAHASAN PANWASLU PANGANDARAN PADA SOSIALISASI PENGAWASAN PARTISIPATIF PILKADA 2020

PANGANDARANNEWS-Pentingnya sikap netralitas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri dalam pilkada benar-benar harus dijunjung tinggi, karena seluruh perangkat negara ini  sudah paham aturan yang dilaksankan dalam pengawasan pelaksanaannya nanti.

Demikian disampaikan Ketua Kordiv PHL Bawaslu Kab Pangandaran, Gaga Abdillah Sihab, dalam acara sosialisasi pengawasan partisipatif pada Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran Tahun 2020, Kepada ASN, TNI dan Polri, yang digelar di hotel Grand Aquarium Pangandaran.(28/2)

Dalam sosialisasi yang bertema "Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu" yang dihadiri  perwakilan TNI-Polri dan ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, Gaga juga mengatakan, soasialisasi ini menjadi penting karena berdasarkan ketentuan Bawaslu Pangandaran,  harus menyelenggarakan sosialisasi ini, walau pun nanti ASN mempunai hak pilih tapi tetap harus bisa menjaga netralitasnya, begitu juga dengan TNI dan Polri walau pun tidak mempunyai hak pilih.

Tujuan sosialisasi ini,kata Gaga, untuk mendukung kelancaran jalannya pelakasanaan pilkada di  Pangandaran.

"ASN, TNI dan Polri sekarang akan semakin paham aturan yang nanti akan dilaksanakan dalam fungsi pengawasan jalannya pemilukada," ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan, mengingat perlunya Bawaslu untuk menyikapi netralitas ASN, TNI dan Polri pada Pilkada yang akan diselenggarakan bulan september mendatang, karena Kabupaten Pangandaran memiliki katagori kerawanan tinggi.

Khususnya ASN, karena memiliki hak pilih tentunyaberpotensiterjadinya ketidaknetralan pada pelaksanaannya nanti.

"Dan itu akan merugikan ASN sendiri, sehingga kami menganggap penting untuk mengadakan acara sosialisasi ini,"ucap Iwan. (PNews)

BINGKISAN AWAL TAHUN, PANGANDARAN RAIH PREDIKAT 2 KABUPATEN TERBAIK SE-JAWA BARAT

PANGANDARANNEWS-Melalui seleksi dan penilaian tahap I dan II dari tim penilai independen (akademisi) dan Bappeda Jawa Barat, akhirnya Kabupaten Pangandaran berhasil masuk pada predikat 2 besar dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020, setelah urutan 1 diraih Kabupaten Garut dan urutan ketiga oleh Kabupaten Purwakarta.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta, yang saat ini masih berada di mekah untuk melaksanakan ibadah umroh,  dalam pesan WhatsAppya, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak, karena dengan tetap menjalin kebersamaan untuk fokus terus bekerja kini Pangandaran mulai diakui masyarakat Jawa Barat walau usia Pangandaran baru berjalan 7 tahun.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh masyarakat Pangandaran, mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadi kebanggaan kita semua, “tulisnya.(27/2)

Jeje menambahkan, penghargaan ini juga menggambarkan bahwa proses pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran sudah benar daN berada pada relnya, sehingga ini diharapkan bisa menjadi motivasi ke depan untuk bekerja lebih baik lagi.

Proses pembangunan selama empat tahun ini dengan keinginan dan ekspektasi besar seluruh masyarakat , menurut Jeje, semua terus bekerja dan hanya bekerja tanpa berpikir untuk menjadi juara atau ingin mendapat penghargaan.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk semuanya, mari kita terus bekerja dan berkarya untuk Pangandaran Hebat, “pungkasnya. (PNews)

DINAS PENDIDIKAN PANGANDARAN SIAP TERAPKAN MATA PELAJARAN PARIWISATA DI SEKOLAH

PANGANDARAN NEWS-Menjadi daerah wisata, Kabupaten Pangandaran tentunya harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berorientasi pada pengembangan dunia kepariwisataan. Tidak hanya para pelaku wisata saja, seluruh stake holder termasuk dunia pendidikan pun dituntut harus mampu berkontribusi.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharag Kabupaten Pangandaran, DR. H. M. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya.(27/2)

Agus mengatakan, usai berkunjung dan belajar di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Keoenddikan (P4TK), bisnis dan pariwisata tentang pendidikan berbasis pariwisata di sekolah, menurutnya, ini merupakan upaya kecil untuk ikut menyukseskan visi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia.

“Saat ini kami di Dinas Pendidikan sedang merancang penerapan mata pelajaran pariwisata untuk dimasukan pada mata pelajaran, “ungkapnya.

Mata pelajaran tersebut, kata Agus, untuk kelas 1, 2 dan 3 bisa terintergritas dengan mata pelajaran lain, sementara kelas 4,5 dan 6, bisa menjadi mata pelajaran tersendiri tentang pariwisata. Karena selain mata pelajaran pada umumnya, tinggal di daerah tujuan wisata, maka pola pendidikan yang diterapkan pada siswa pun harus bisa berorientasi pada pola pikir dan penerapan pemahaman pariwisata, dan itu harus dimulai sejak dari bangku sekolah. Dan ada 3 out put yang bis didapat dari penerapan pelajaran pada siswa, diantaranya pengetahuan (knowledge), kreativitas dan sikap (atitude).

Misalnya untuk anak SMP, siswa bisa diarahkan dengan menggunakan hand phone androidnya untuk memoto aktivitas wisatawan, beberapa lokasi wisata dan seterusnya.

“Sementara untuk tingkat SD kita bisa ajarkan dengan daya nalar anak se-usianya, “terang Agus.

Melalui pendidikan, masih kata Agus, sekolah bisa mengenalkan keanekaragaman potensi wisata,  bagaimana melestarikan dan mengembangkan potensi pariwisata sebagai kebanggaan daerah, karena salah satu usaha untuk melestarikan potensi wisata pada generasi yang akan datang, itu bisa dilakukan melalui mata pelajaran, melalui pengembangan kurikulum muatan lokal yang akan  lewat pengenalan, pelestarian dan pengembangkan potensi wisata. Dan ini bisa dimulai melalui mata pelajaran, termasuk dari sejak pendidikan dasar, karena pendidikan itu tidak hanya sampai tingkat tahu, tapi hingga pada pemahaman dan kesadaran. Dan mata pelaaran pariwisata itu perlu pendidikan yang holistik yang memenuhi sistem belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga di luar kelas.

“Saat ini kami masih menggodok metoda dan cara penerapan pelajaran pariwiata ini sekaligus mempersiapkan SDM pendidiknya. ““kata Agus lagi. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN LONGSOR DI KEC. MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS-Hujan deras yang mengguyur sore hari wilayah Pangandaran hari rabu (26/02), mengakibatkan tanah longsor menimpa 3 rumah di  Rt 23 Rw 04 Dusun Gimbal Desa Mangunjaya kecamatan mangunjaya,

Material longsoran dari tebing di belakang rumah setebal 20 centimeter tersebut hingga menutup permukaan lantai  dan sebagian belakang rumah bahkan nyaris ambruk, sehingga warga yang terkena musibah pun harus mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman.

Menurut salah seorang korban, Mutmainnah (23), ia sekarang kini harus mengungsi ke rumah kerabatnya karena rumahnya untuk sementara tidak bisa dihuni.

Sementara Kepala Bidang Sosial di DInas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dewi Sundari, saat meninjau lokasi longsor sekaligus menyerahkan bantuan sembako terhadap korban terdampak longsoran tebing tersebut, menghimbau agar masyarakat selalu waspada karena intensitas hujan pada bulan ini cukup tinggi, terlebih masyarakat yang ada di dekat tebing yang berpotensi longsor.

“Masyarakat  untuk sementara segera mengungsi bila kontur tanah di sekitar rumah tidak lagi mampuh menahan derasnya air, “tegasnya. (Tn)



 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN