DPRD KOTA BANJAR PERINTAHKAN DINAS PERDAGANGAN TATA KEMBALI LOKASI PKL

BANJARNEWS-Wakil Ketua DPRD kota Banjar, Tri Pamuji Rudianto, menyoroti terkait keberadaan sejumkah pedagang kaki lima yang semakin semerawut, yang akibatkan tidak adanya penataan dari pemerintah sehingga PKL tumbuh subur tak terkendalikan, dan akibat banyaknya PKL yang berjualan di trotoar bahkan di ruas jalan itu jelas sangat mengganggu pengguna jalan.

"Ini harus diawasi tapi kalau sudah masuk jalan ya ga boleh, “kata Tri, saat dihubungi PNews lewat telepon celullernya. (12/02)

Sementara menurut politisi Gerindra, Jojo Juarno, maraknya PKL di Kota Banjar sama sekali tidak dibarengi dengan penertiban dan  terkesan dibiarkan liar begitu saja, seharusnya dnas terkait gerak cepat untuk menangangi masalah ini, sebagai bentuk kado HUT hari jadi Kota Banjar yang Ke 17.

"PKL harus ditata sebaik mungkin selaras dengan apa yang dicanangkan gubernur tentang Destinasi wisata, karena PKL bisa jadi destinasi wisata kuliner kalau didesain dengan konsep yang baik, “ujarnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, akibat banyaknya PKL yang ada di trotoar  jelas mengganggu  pejalan kaki, begitu juga PKL yang ada di bahu jàlan bisa menimbulkan kemacetan arus lalu-lintas jalan raya. (TITO)

JAWARA SILAT CIAMIS, BANJAR DAN PANGANDARAN IKUT MERIAHKAN HUT KOTA BANJAR KE 17

BANJARNEWS -- Ratusan pesilat meriakan beberapa hari lalu ikut merihakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjar ke 17,  bahkan tidak hanya pesilat Banjar, hadir juga para pesilat Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, yang dikemas dalam bentuk pasanggiri  HUT Kota Banjar dengan mengusung tema Jawara Patroman 2 dengan menampilkan kalaborasi dan inovasi menuju Banjar Berseri (15/2)

Tim Intelrem unit 3 Wilayah Tasik  sebagai penyelenggara, yang memboyong pesilat dari tiga wilayah, Ciamis, Banjar dan Pangandaran diprakarsai Serka Entang SR berjalan sukses.

Menurut ketua pelaksana Serka Entang Sopandi kepada PNews, mengatakan,  kegiatan seperti ini harus menjdi kegiatan rutin setiap tahun, supaya pesilat pesilat yang ada di kota Banjar bisa tersalurkan bakatnya serta bisa berprestasi kedepannya mampu membawa dan nenjadi kebanggaan kota Banjar.

Ia menambahkan, 150 pesilat yang ikut dalam kompetisi ini diantaranya tingkat usia dini, pra remaja dan remaja.

"Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama IPSI Kota Banjar dengan Paguyuban silat Buhun pimpinan H dian sardiana S. Ip, “kata Entang.

Di tempat terpisah, Ketua Paguyuban Silat Buhun, H.Dian sardiana menambahkan, kegiatan merupakan salah satu bentuk  pelestarian budaya buhun sekalligus untuk memperlihatkan  jati diri budaya bangsa yang saat ini pencak silat telah diakui dunia melalui Unesco.

”Alhamdulillahternyata animo masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, ”ucapnya.

Sementara itu menurut Ketua Pengcab IPSI Kota Banjar, Alfin nurhadi, SP.d, saat ini atlit-atlit tengah dipersiapkan untuk menghadapi perhelatan kegiatan festival di tingkat Provinsi.

Kata Alfin, banyak hikmah positif bisa diambil pada kegiatan ini, selain sebagai ajang pembinaan dan peningkatan bakat, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar paguron, baik dari dalam maupun luar kota.

“Insaalloh dalam waktu dekat Pengcab IPSI Banjar akan melaksanakan muscab, “terang Alfin.

Sementara menurut  dewan pertandingan, Yadi S,sos, kegiatan ini dilaksanakan bukan dalam rangka memperingati HUT Kota Banjar saja, tapi ia pun berharap kegiatan serupa juga bisa dilaksanakan dalam bentuk event-event yang mampu menggali potensi pesilat muda khususnya yang pesilat yang ada di Kota Banjar, sehingga nantinya akan mampu berprestasi di berbagai event baik daerah maupun nasional.

“Selain untuk menggali potensi, kegiatan pasanggiri ini juga untuk  membangkitkan kembali semangat masyarakat pada Pencaksilat, “pungkasnya. (TITO)

LOMBA PENTAS PAI WILAYAH UPT PENDIDIKAN KECAMATAN SODONGHILIR Pentas PAI Momentum Cetak Generasi Muda Berkarakter Islami

TASIKNEWS-Sejumlah siswa SD di Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, mengikuti pentas pekan keterampilan dan seni Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan di gedung PGRI.(22/2)

Dalam pembukaan yang dihadiri  UPT Pendidikan, K3S, Ketua PGRI, Pengawas, Penilik, para kepala sekolah, siswa peserta lomba dan orang tua Siswa, Ketua K3S Kecamatan Sodonghilir, H. Agus Ediyana S.Pd .M.Pd,menyampaikan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang biasa di selenggarakan setahun sekali.

Pada pentas PAI ini, kata Agus, melibatkan 4 kopetensi dan 8 jenis lomba yang dipertandingkan, diantaranya, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Hafalan ayat suci Al-Qur'an, cerdas cermat, kaligrafi Islam, seni nasyid, Adzan dan lomba kreasi busana muslim.

“Pentas PAI ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh niat dan sikap kita untuk untuk mewujudkan bangsa berkarakter, terutama bagi generasi muda,"kata Agus.

Agus juga berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan minat, bakat serta kreativitas di bidang keterampilan dan seni PAI khususnya  di Wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Sodonghilr.

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala UPT Pendidikan Sodonghilir, Rustaman S.Pd UPT, kepada PNews mengatakan, pekan Keterampilan pentas PAI ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan muslim dan memberikan motivasi pada peserta didik untuk mengamalkan ajaran Islam lewat kompetisi.

Dikatakan Rustaman, pentas PAI ini dikemas dalam bentuk kompetisi agar dapat memberikan motivasi kepada peserta didik supaya lebih bersemangat mempelajari dan mencintai pelajaran Pendidikan Agama Islam.

“Dan seluruh peserta lomba pentas PAI ini merupakan duta perwakilan dari masing masing gugus se-Kecamatan Sodonghilir, “terang Rustaman.

Rustaman berharap dengan kegiatan ini, nantinya perwakilan dapat menghasilkan siswas yang berpotensi, berkualitas, professional dan berkualitas .

Sementara menurut Ketua PGRI PC Sodonghilr, Jajang Iskandar S.Pd, lomba pentas PAI didesain untuk internalisasi nilai-nilai ajaran Islam sehari-hari yang dikemas dalam bentuk lomba. Dan berkat dukungan UPT,Penilik , rekan-rekan dari kepala Sekolah, guru dan seluruh elemen mMasyarakat, kegiatan pun bisa berjalan lancar.

“Alhamdulillah kegiatan PAI tahun 2020 ini dapat terselenggara dengan aman, dan hasil lomba di tingkat kecamatan ini nantinya akan diikut sertakan dalam lomba tingkat Kabupaten, “ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala SD Raksajaya, Suryaman S.Pd, mengatakan, sebagai bentuk apresiasi pada siswanya yang sudah berhasil meraih predikat juaran I dalam mata lomba LCC, ia pun akan mengajak makan-makan.

“Ini bentuk ungkapan rasa sukur dan kegembiraan kami pada prestasi yang sudah diraih siswa kami, “tuturnya. ( OD-JAJANG )

TIM BSC SALOPA RAIH JUARA PERTAMA GRAND FINAL BOLA VOLLY KARANGTARUNA CUP DESA JAYAMUKTI

TASIKNEWS-Hari terakhir turnamen bola volly yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Jayamukti Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, akan menampilkan group-group ternama, Andil Jaya yang diperkuat Pipid, Rian sonod dan Edo Tizar sedangkan lawannya, BSC diperkuat Diki Acil ,Pani , Agus cukong .

Dengan melewati permainan yang seru dari kedua tim, akhirnya BSC dari Kecamatan Salopa berhasil keluar maeraih juara dengan mencatat pemain lokal terbaik dianugerahkan pada Saliman.

Selain dihadiri tokoh terkemuka, masyarakat pecita olahraga bola voli, juga di hadiri jajaran keamanan dari Kepolisian dan Koramil Pancatengah.

Menurut Kepala Desa Jayamukti, Uhen, kegiatan turnamen bola volly  Karangtaruna Cup Jayamukti ini sangat membawa dampak positif untuk penggemar olahraga bola volly. Dan tidak hanya itu, kata Uhen, kegiatan ini juga menghasilan pendapatan yang sangat positif untuk kas karangtaruna.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini dan udah0mudahn ini bsa menjadi conth untuk karangtaruna lainnya, “kata Uhen.(23/2)
Salah seorang pengurus Karangtaruna, Dede Aspal, menambahkan, tidak hanya di budang olahraga, untuk rencana ke depan sbidang lain pun, seperti ekonmi, seni dan kegiatan positif ainnya akan menjadi garapan Karangataruna.
“Diharapkan dengan semakin banyaknya kegiatan, Karangtaruna Desa Jayamukti pun bisa semakin solid dan memberikan manfaat khususnya untuk generasi muda, “ungkapnya.(ANWARWALUYO-ENDAH)

YANG NYINYIR, NYINYIRLAH....

PANGANDARANNEWS-Ditemui di sela-sela kesibukannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, bukan tidak tahu ketika ada warga yang kerap memposting beberapa kritikan terkait kebijakannya di sosial media (sosmed), tapi baginya lebih penting terus bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih besar dan bermanfaat untuk masyarakat.

Menurutnya, di jaman milenial ini kemajuan teknologi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi, karena sekarang masyarakat akan dengan mudah mengungkapkan apa yang ada dalam pkirannya, dan dengan mudah pula terakses hingga tak terbatas ruang dan waktu.

Artinya, kata Jeje, niatnya untuk terus membangun daerah tempat dimana ia dilahirkan pun tidak berhenti hanya karena ada segelintir warga yang “nyinyir”.

“Mungkin selama ini energi saya lebih fokus pada tugas-tugas untuk menjawab keinginan masyarakat, sehingga hal-hal seperti pun belum jadi perhatian, ”ungkapnya.

Sebagai kabupaten baru, kata Jeje, maka fokus pembangunan pun diletakan pada beberapa bidang  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD), sehingga ia menjadi sangat penting karena  bidang-bidang ini diharapkan mampu menjadi lokomotif pembangunan bidang lainnya. Oleh karena itu penetapan perioritas pun menjadi hal yang sangat urgen untuk tercapainya cita-cita pembangunan walau dalam kondisi banyaknya kekurangan sumber daya, baik Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran dan keterbatasan lainnya.

Salah satu contoh, kata Jeje, kenapa infrastruktur terutama jalan menjadi salah satu 4 skala perioritas kebijakannya, karena di tahun 2015 lalu awal masa kepemimpinannya, kondisi jalan di Kabupaten Pangandaran hanya 20 % atau sekitar 99,8 kilo meter saja yang bisa dikatakan bagus dari 504 km panjang jalan milik pemkab. Padahal jalan menjadi salah satu faktor kunci untuk jalannya perekonomian, sosial, pendidikan, politik, budaya dan lainnya.

Seiring berjalan masa pemerintahan dibawah pimpinannya hingga akhir tahun 2019, 88 % atau sekitar 403 kilo meter kondisi jalan sudah bagus dari target 95 % pada RPJMD tahun 2021.

“Artinya lagi, jika melihat perkembangan ini maka  lnsya Allah tahun 2021 nanti capaiannya akan di atas target RPJMD. “jelas Jeje.

Disoal tentang sebutan bupati taman, dengan tenang ia mengatakan, mungkin sebutan itu kurang lengkap, karena kata Jeje, jika mau bisa juga ia disebut bupati infrastruktur jalan, bupati rumah sakit, bupati puskesmas, bupati jembatan dan lain-lainnya, atau mungkin saja orang yang mengatakan itu kurang lengkap menerima informasi secara keseluruhan.

Jeje juga mengakui, kekurang pasti ada, tapi ia berharap masyarakat juga harus fear dan tidak hanya menilai hanya dari kekurangannya saja.

Terlahir dari keluarga sederhana, membuat Jeje pun sangat terobesesi untuk memberikan pelayanan terbaik di sektor kesehatan dan pendidikan, ia ingin masyarakat Pangandaran tidak lagi dibebani biaya kedua kebutuhan dasar itu. Maka dibangunlah puskesmas-puskesmas megah untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan serta program Pangandaran Hebat (Pahe) untuk mengratiskan biaya pendidikan hingga wajib belajar (wajar) 12 tahun.

Kemajuan bangsa harus dimulai dengan pendidikan yang memadai, untuk itu pemerintah hadir dengan memberikan layanan pendidikan pada anak-anak bangsa hingga bisa tercipta generasi tangguh yang siap bersaing dan tidak akan menyerah pada perkembangan jaman dan pesatnya teknoligi.

“Teknologi selalu terbarukan, maka kita harus mempersiapkan generasi muda cerdas yang mampu melewati tantangannya, “tegas Jeje.

Sekali lagi,  jika hanya untuk menanggapi “nyinyir”, maka energi pun akan terbuang sia-sia. Padahal, kata Jeje, masih banyak hal-hal yang lebih bermanfaat yang harus dikerjakan untuk memenuhi keinginan masyarakat dan menjawab persoalan-persoalan besar untuk sebuah kemaslahatan.

“Silahkan kritik, tapi harus porposional dan profesional sehingga kami pun jadi tahu dimana letak kekurangannya dan sampai dimana capain yang sudah dilaksanakan, “ujarnya.

Baginya, masih banyak persoalan besar di depan mata yang harus menjadi fokus untuk terus mengejar ketertinggalan Pangandaran yang masih seumur jagung dari daerah lainnya di Jawa Barat. Dan jika ini dihadapi bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat sesuai porsinya masing-masing, maka persoalan dan tantangan pun akan menjadi ringan. 

Karena perbedaan merupakan suatu keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak, maka tidak ada persoalan ketika sebuah nyinyir (baca; kritik) diletakan pada kontribusi kontekstual, dan jika konstruktif, karena itu pun merupakan bagian dari sebuah proses pembangunan.

“Jadi yang nyinyir, nyinyirlah....”ungkap Jeje. (hiek)





TINGKATKAN UKHWAH ISLAMIYAH, NU KARANGNUNGGAL KEMBALI GELAR YAUMUL IJTIMA

TASIKNEWS-Muslimat NU Desa Sarimamggu Kecamatan Karngnunggal kembali mengadakan Yaumul Ijtima atau pengajian rutin Triwulan yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Sarimanggu (22/2).

Hadir dalam acara tersebut, Sekda KabupatenTasikmalaya, Dr. Muhammad Zen ,Mpd, MM, anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKB, H. Oleh Soleh,S.H, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP.MM, juga dihadiri Babinkamtibmas Desa Sarimanggu Bripka Ade N Syarif, Babinsa, Serka Hermanto, para kepala desa, Ketua FPP K, Deden Amir Mahmud, Pengurus MWC NU Karangnunggal, Pengurus Muslimat PAC Karangnunggal dan muslimin-muslimat NU dari seluruh desa.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Karangnunggal, Karyati SPd, mengaku senang karena pengajian triwulanan bisa terus rutin dilaksanakan dan ia juga berharap, pengajian ini bisa menambah banyak ilmu serta berkah dari Alloh.

“Alhamdulillah kegiatan rutin ini bisa terus konsisten dilaksanakan, semoga ini bisa memberi manfaat untuk kita semua yang hadir,” ucapnya.

Dalam sambutannya Sekda Tasikmalaya Dr. H. Moh Zein, selain menyampaikan salam dan silahturahmi Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, Zen juga menyampaikan informasi sejumlah program kerja Pemkab Tasikmalaya, diantaranya, program Kartu Santri, SPBE, Tasik Gesit, Layad Rawat Tekan 911, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ternak kelompok hingga pembahasan terkait program Perwira Desa yang disediakan untuk 12 ribu warga.

"Kami atas nama Pemkab Tasikmalaya berharap warga dapat menjadi bagian penting sekaligus penerima manfaat program ini agar bisa terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan daerah yang berawal dari masyarakat," kata Zein.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jawa barat, H. Oleh Soleh, menyampaikan permohonan doa restu dan dukungan penuh terhadap perjuangan untuk mewujudan Rumah Sakit type D di Karangnunggal.

“Keberadaan rumah sakit tipe D di Karangnunggal ini sudah sangat mendesak seiring semakin bertambahnya jumlah penduduk, sehingga harus pula diimbangi dengan layanan publik yang memadai termasuk layanan kesehatan, “tegas Oleh.

Selain pada masyarakat DesaSarimanggu, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP.MM, juga mengucapkan terima kasih  kepada sekda yang sudah menyempatkan.

Menurut Asep, pengajian triwulan muslimat NU ini harus terus dimaknai secara positif untuk  meningkatkan ibadah pada Allah SWT yang akan menjadi bekal untuk nanti diakhirat, dan Asep berharap, agar pengajian rutin triwulan di Desa sarimangu ini juga senantiasa dijadikan sarana untuk  meningkatkan iman dan takwa,

“Pemerintah kecamatan siap mendukung kegiatan serupa untuk tahun-tahun yang akan datang, sehingga kita bisa terus menjaga ukhwah islamiyah agar silaturahmi dan keberkahan ini senantiasa dekat dengan kita,”ungkap Asep.

Ditemui usai acara, Kades Sarimanggu, Indra Nuryana S.Ip mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas antusias anggota muslimat yang berasal dari 14 desa dan seluruh masyarakat sehingga agenda pengajinan triwulan yang digelar di Desa Sarimanggu berjalan suksesdan lancar.

“Dalam kesempatan ini juga saya mohon doa dan  dukunganya  agar  dalam  melaksanakan tugas  selama  6 tahun kedepan, roda Pemerintah Desa Sarimanggu  lebih baik dan maju melalui jalinan siraturahmi  pemkab, pemdes dan masyrakat, “ungkapnya. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

MUSRENBANG DINAS SOSIAL KOTA TASIK BAHAS PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN

TASIKNEWS-Bertempat di Grand Metro Hotel Jl. Kh. Zenal Mustofa Tasik, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2021. (20/02)

Dalam Musrenbang yang dihadiri Wakil Walikota Drs. Muhammad Yusuf, dengan tema "Peningkatan Sasaran Penerima Bantuan Sosial yang tepat dengan Menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial", dibahas Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan melalui Koordinasi antar Intansi Pemerintah dan Partisipasi seluruh pelaku pembangunan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs.H. Nana Rosadi A.Pt.,M.Si, mengatakan,tujuan musrenbang ini untuk menyelaraskan program dan kegiatan prioritas Pembangunan Daerah sebagai satu kesatuan sistem Perencanaan.

“Dan kegiatan ini dilaksanakan setelah Musrenbang tingkat kelurahan dan di tingkat kecamatan untuk disinkronisasikan pada musrenbang tingkat pemkot, “kata Nana. (ANWARWALUYO)

POLITISI GOLKAR ASEP SAEPULLOH, GELAR ACARA RESES DI DESA KARANG MEKAR

TASIK NEWS-Anggota Dewan Kab.Tasikmalaya dari Fraksi Partai Golkar Dapil V, Asep Saepulloh, ST, M.M, beberapa hari lalu melakukan reses dengan mengunjungi  konsisten, bertempat di SMP Plus Al Afsar Cipertani Desa Karang mekar Kecamatan Karangnunggal. (19/2).

Di depan undangan yang hadir, Asep mengatakan, sudah menjadi kewajiban anggota dewan untuk menemui Konstituennya setiap 3 bulan sekali untuk menjaring aspirasi masyarakat yang kemudian dibawa ke DPRD untuk dibahas.

Semua menyambut baik apa yang disampaikan Asep Saepuloh yang berhaji akan selalu memberikan perhatian pada perkembangan pendidikan umum maupun pesantren, khususnya di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela).

“Kebetulan sekarang saya ada di Komisi 5 yang salah satunya bidangnya terkait pendidikan, “ungkapnya.

Dikatakan Asep, ia akan mendorong sistem pendidikan tematik, karena sistem itu akan memaksimalkan kolaborasi pendidikan umum yang berbasis teknologi IT dan bidang pendidikan Pesantren.

Asep juga berjanji, dengan banyaknya aspirasi yang disampaikan warga seputar masalah pendidikan dan harapannya kedepan untuk tahun Anggaran 2021, ia akan mendorong dengan anggaran dari bantuan provinsi (Banprov)

Hanya, kata Asep, untuk tercapainya cita-cita tersebut ia berharap dukungan dan kerjaama yang baik dari semua pihak, baik sekolah, masyarakat dan para pemangku kebijakan di pemerintahan daerah.

Sementara Kepala Sekolah SMP Plus Al Afsar Cipertani, Wawan Karnawan, S.S, mengatakan, tercapainya kualitas pendidikan tak lepas dari kerjasama dan kekompakan antara pihak Sekolah, orang tua murid dan masyarakat. (ANWARWALUYO-ENDAH)

PREDIKSI TAHUN INI TARGET RETRIBUSI DARI SEKTOR IMB SULIT DICAPAI, INI ALASANNYA

PANGANDARAN NEWS-Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Pangandaran dari sektor pajak dan retribusi, tahun 2019 lalu capaiannya masih belum sesuai target, hanya Rp 117 milyar dari target sebesar Rp 144 milyar (81,25 %), dan salah satu penurunan paling drastis dari retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), capaiannya hanya Rp 1,5 milyar (50%) dari target Rp 3 milyar.

Kepala Bidang Perijinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kabupaten Pangandaran, Salimin membenarkan, penurunan tersebut dikarenakan jumlah petugas yang sedikit karena memang biaya operasional yang minim.

"Kami sangat kekurangan petugas karena kami harus menyesuaikan dengan biaya operasional yang ada, "katanya. (21/02)

Dikatakan Salimin, tahun-tahun sebelumnya retribusi IMB bisa mencapai target 100%, bahkan pernah hingga 300%, karena saat itu banyaknya investor yang masuk, sehingga banyak pengusaha yang membangun, antara lain pendirian usaha Java Confeed (usaha peternakan ayam-red) yang secara tidak langsung sangat mendukung tercapainya target.

Salimin menambahkan, tahun  ini ia merasa pesimis bisa mencapai target lagi karena retribusi dari sektor IMB tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 7 milyar.

Disoal kenapa pesimis, menurutnya, karena tahun ini alasannya selain faktor yang ia katakan di atas juga karena diperkirakan investor yang masuk ke Pangandaran pun berkurang.

“Namun walau pun begitu kami akan bekerja optimal walau pun mungkin hasilnya nanti tidak 100%,  "tandasnya.  (AGE)

PERSOALAN SAMPAH DI OBYEK WISATA PANGANDARAN HARUS JADI PERIORITAS

PANGANDARAN NEWS- Dari tahun ke tahun persoalan sampah masih jadi masalah yang tak kunjung usai. Jika mendengar kata sampah, pasti yang terlintas dalam benak, setumpuk limbah yang menimbulkan pemandangan dan  aroma tak sedap.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan mengajak semua elemen masyarakat sebagai indikator yang paling besar untuk peduli dalam mewujudkan wisata pantai Pangandaran yang bersih dan bebas dari sampah terutama sampah plastik.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran,  Tonton Guntari,  SH, menurutnya, sejak dilantik menjadi orang nomer satu di dinas tersebut ia sangat memprioritaskan kebersihan pantai terutama yang ada di sekitar obyek wisata.

"Sebaiknya wisatawan pun bisa ikut menjaga kebersihan walau masih terbatas tempat sampah, minimalnya tidak dibuang sembarangan", katanya.(21/2)

Ia menambahkan, apalagi sampah di sekitar area wisata lebih didominas berbahan plastik yang membutuhkan puluhan tahun untuk bisa terurai di alam, sehingga akibatnya pantai atau laut pun bisa menjadi rusak termasuk ekosistem di dalamnya serta imbasnya habitat ikan bisa terancam punah.

"Mari kita jaga bersama bumi ini, karena baik laut, pegunungan dan sumber daya alam lainnya merupakan sumber kehidupan bagi umat manusia sehingga jika rusak yang akan merasakan dampaknya pasti kita juga, “ungkapnya. (AGE)

SEJUMLAH WARGA DI DESA KARANGPAWITAN BERHARAP ADA REALISASI PROGRAM RUTILAHU

PANGANDARANNEWS-Sejumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Karagpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini belum tersentuh program bedah rumah.

Seperti diungkapkan Kepala DesaKarangpawitan, Saryono, ada 151 rumah dari lima dusun, diantaranya di Dusun Patinggen 1 sebanyak 56 rumah, Patinggen 2 sebanyak 63.rumah, Dusun Harja Resik, 6 rumah, Dusun Sindangkerta,17.rumah dan Dusun sindangratu 17 rumah.

“Kami berharap, program bedah rumah yang selama menjadi solusi untuk rutilahu segera bisa direalisasikan di desa kami, “ungkapnya. (20/2)

Sementara menurut Kepala Dusun Patinggen 1, setiap tahun memang selalu datang petugas yang mengambil gambar beberapa rumah warga yang sudah tidak layak huni tersebut.

“Tapi entah kenapa hingga saat ini belum ada realisasinya, “ujarnya. (ISIS KOSWARA)


FORUM SILATURAHMI SUNDA SADUNYA BERKUMPUL BAHAS NILAI-NILAI KEBANGSAAN

TASIKNEWS-para tokoh sunda yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Sunda Sadunya(FSSS), berkumpul serta berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI pasca munculnya kerajaan-kerajaan fiktif seperti Sunda Empire.

Dalam pertemuan yang digelar di objek wisata Batu Mahpar, Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya.(20/2) FSS fokus memberikan pemahaman kepada warga sunda terkait empat pilar kebangsaan tanpa melupakan kebudayaan sunda sebagai warisan leluhur.

Menurut Pembina FSSS, Marsekal Madya (Purn) Dede Nursamsi, dengan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif seperti Sunda Empire ini jelas-jelas sudah meresahkan warga.

“Kami berharap dengan forum ini warga sunda akan menyatukan serta memperkuat silaturahmi dan menjadi bagian dari persatuan dan kesatuan Indonesia," Dede.

Dede juga mengklaim, FSSS akan mampu mengangkat seni dan tradisi sunda lebih dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia,  apalagi di Tasikmalaya memiliki kawasan Galunggung sebagai salah satu peninggalan alam jaman kerajaan sunda ratusan tahun lalu.

“Kita juga akan terus berupaya agar warga sunda tetap semakin solid, apalagi saat ada pihak-pihak yang membawa nama sunda ke arah yang tidak baik, seperti Sunda Empire yang sekarang sudah ditangkap aparat hukum,"imbuh Dede.

Hal senada diutarakan Ketua FSSS, Inspektur Jenderal (Purn) Polisi Anton Charliyan, menurut Anton, pihaknya akan berperan aktif dalam menjaga nama baik sunda, dan upayanya ini bukan hanya akan dilakukan di sekitar wilayah sunda saja, tapi hingga ke mancanegara. Sehingga kebudayaan dan nama baik sunda pun akan selalu kokoh dan terjaga dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

"Sekarang kita telah memiliki wadah untuk bersilaturahmi, karena yang hadir di sini sekarang adalah warga sunda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan yang selama ini berdomisili di negara lain," ungkap Anton.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zein, dalam sambutannya menyampaikan, acara silaturahmi ini juga sekaligus merupakan peluncuran geopark Galunggung yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, karena kebetulan lokasi Batu Mahpar sendiri menjadi salah satu bagian dari objek wisata geopark Galunggung.

"Pemerintah daerah juga berharap dengan adanya silaturahmi ini bisa semakin mempersatukan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan kita, " pungkasnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)


GOLKAR KEMBALI CALONKAN ADANG HADARI DALAM PILKADA 2020 KAB. PANGANDARAN

PARIGI - Wakil Bupati Pangandaran,  H.  Adang Hadari akan mengakhiri masa jabatannya sebagai orang no dua di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2021 mendatang, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, pria sebagai orang no dua di Kabupaten Pangandaran, H Adang Hadari yang akrab disapa bapak Kolot ini siap dicalonkan kembali sebagai Wakil Bupati yang ke dua kalinya.

"Secara pribadi saya siap maju di Pilkada Pangandaran 2020 jika semua kader partai Golkar mendorong saya untuk kembali menjadi Calon Wakil Bupati Pangandaran lagi, tapi kendati demikian saya tetap harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar" , katanya.(17/2)

Menurutnya, tujuan kembali maju pada Pilkada 2020 menjadi bakal calon Wakil Bupati Pangandaran ini merupakan keinginan untuk mengabdikan diri, selain itu selama empat tahun memimpin pemerintahan kabupaten Pangandaran hingga sekarang dengan Bupati Jeje Wiradinata untuk mengimplementasikan janji politik yang sudah masuk dalam RPJMD tahun 2016-2021.

Dan sebagai manusia, imbuhnya, tentu tidak akan luput dari kekurangan dan masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan, sehingga ia pun berkomitmen dengan H. Jeje Wiradinata akan berusaha menyempurnakannya pada tahap kedua nanti.

Adang mengatakan, dengan kebersamaan, kesepahaman antara bupati dan wakil bupati tentu bisa mewujudkan cita-cita pemekaran, seperti meningkatkan pelayanan publik, mensejahterakan masyarakat dan membangun infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Disoal kenapa tidak maju menjadi calon bupati, Adang mengatakan, jabatan itu bukan hal penting karena ada yang lebih penting lagi, bekerja bersama-sama untuk mengimplementasikan janji-janji politik yang dianggap kurang atau belum tercapai.

"Maka saya bersepakat dengan Pa Jeje harus naik lagi di periode berikutnya, itu pun seandainya masyarakat masih percaya, ”ungkapnya.

Baginya, masalahnya bukan jadi orang no satu atau no dua karena yang terpenting bagaimana bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menanggulangi kemiskinan dan mengatasi  pengangguran, karena semua itu harus terpenuhi.

"Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat Pangandaran, dan jika selama ini saya di anggap bermanfaat untuk masyarakat maka silahkan pilih lagi tapi jika sebaliknya, tidak usah, "pungkasnya . (AGE)

TIM GABUNGAN DINAS SOSIAL DAN SAT POL PP KOTA TASIK JARING SEJUMLAH GEPENG DAN ANJAL

TASIKNEWS-Dalam razia tanggal 19 pebruari 2020 yang dilaksanakan tim gabungan Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, berhasil menertibkan anak jalanan, gepeng, dan anak funk, diantaranya  8 orang anak funk yang ditertibkan di persimpangan Jati, laki-laki 4 orang dan perempuan 4 orang, gelandangan dan pengemis (gepeng) sebanyak 26 orang, laki-laki 17 orang dan 7 perempuan serta balita 4 Orang.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs. H. Nana Rosadi A.Pt.,M.Si, dalam razia ini pihaknya pun bekerjasama dengan Puskesmas Tamansari untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes HIV/AID, dan dengan BNN untk memeriksa /cek narkoba kepada sejumlah anak funk dan anak jalanan (anjal).

“Untuk anak funk ada pembinaan selama tiga hari di rumah singgah setelah mereka dimandikan dahulu biar lebih segar, dan ada pembinaan rohani, dan diajak jalan-jalan ke Keris Nantung, “kata

Nana yang didampingi Kasi Rehabilitasi, Tuna Sosial dan Napza Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Nining Rukmini. 

Nining menambahkan, mayoritas anak jalanan dan pengamen yang terjaring berasal dari luar daerah, seperti Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. 

Menurutnya, Kota Tasikmalaya mungkin dianggap menjanjikan, bahkan diantara yangterjaring ada yang rela mengontrak rumah dari luar daerah untuk menekuni profesi tersebut.

"Dari 34 itu juga ada empat balita, kasihan juga harus berpanas-panasan dan kehujanan, makanya kami terus dilakukan pembinaan agar mereka tak kembali ke jalan," ujarnya.

Sementara kata Kabid Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Yogi Subarkah, kedelapan anak funk tersebut langsung dites urine oleh BNN termasuk empat di antaranya pengamen yang mangkal di persimpangan lain.

“Dan dari hasil tes urine kebanyakan mereka mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti saledril, mextril dan sejenis lainnya,"terang Yogi. (ANWARWALUYO-JAJANG)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN