INI TENTANG BIAYA NIKAH MENURUT PP NOMER 19 TAHUN 2015

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kementerian Agama, biaya pengurusan nikah di Balai KUA Rp0 pada saat jam kerja. Sedangkan, pernikahan di luar Balai KUA atau di luar jam kerja dikenai biaya Rp600 ribu.

Sayang, selain tidak tahu nikah di KUA gratis saat jam kerja, warga juga tak mengetahui besaran tarif yang diberlakukan pada PP nomor 19 tahun 2015 karena aturan tersebut tidak banyak diketahui masyarakat, sehingga kenyataannya selalu saja ada biaya walau pernikahan dilaksanakan di KUA pada jam kerja, atau masyarakat harus membayar lebih yang sudah ditentukan saat menikah di luar KUA di luar jam kerja.

Tapi benarkah nikah di KUA gratis dan di luar KUA di luar jam kerja dikenakan PNBP Rp 600 ? menurut salah seorang Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, Kiking Tadikin, yang namanya nikah gratis itu jika P3N atau lebih dikenal dengan sebutan amil, merangkap jadi kesra di desa. Menurutnya, masyarakat juga harus bisa membedakan mana P3N dan mana P3N yang merangkap Kaur Kesra di desa.

“Jadi jelas, kalau P3N yang juga kesra pasti mendapat gaji dari desanya, tapi kalau P3N seperti saya kan tidak dapat apa-apa. “ungkapnya. (11/10)

Kiking menambahkan, ia pun sering menyampaikan pada masyarakat tentang hal tersebut baik secara langsung atau melalui mengajian-pengajian yang ia lakukan. Silahkan masyarakat mengisi beberapa formulir yang sudah disediakan di KUA lalu mengurusnya ke kantor desa dan kecamatan, sehingga jika segala urusan yang menyangkut pernikahan diurus sendiri, dipastikan tidak ada biaya yang dikenakan atau buiaya tambahan apa pun.

“Jadi, jika ada biaya lebih dari yang sudah ditentukan, mungkin itu sekedar upah jasa karena selain dari itu saya tidak mendapatkan gaji dari P3N. “jelasnya.

Walau ia sudah mendapat SK P3N dari Kemenag dan selama ini memang masih dibutuhkan masyarakat, tapi karena sekarang kemenag pun terkesan lepas tangan, Kiking setuju jika P3N atau amil dibubarkan saja dan dikembalikan ke desa pada urusan kesra. Karena, masih kata Kiking, selama ini ia sering mendapat fitnah dari masyarakat karena profresinya sebagai P3N, bahkan tidak jarang pula harus adu mulut dengan masyarakat yang berniat ingin nikah di luar ketentuan yang sudah diatur pemerintah.

“Saya mending jadi guru ngaji saja karena guru ngaji sekarang dapat perhatian dari Pemkab Pangandaran, “imbuhnya. 

Kiking menambahkan, tugas amil itu bukan hanya urusan nikah atau rujuk saja, tapi juga mengurus jenazah di masyarakat, dari mulai memandikan, membungkus dengan kain kafan hingga mengantar ke pemakaman.

“Melalui Pangandaran News, tolong sampaikan hal ini pada masyarakat. “pintanya. (hiek)

INI KATA KABID P3A TENTANG ISYU PELECEHAN ANAK

PARIGI - Adanya beberapa kejadian pelecehan seksual pada anak dibawah umur, menjadi berita tidak sedap untuk DKBP3A Kabupaten Pangandaran, khususnya Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) yang terkesan kurang respek dalam menanggulangi kejadian tersebut, karena kejadian isyu itu selalu terulang dan terulang lagi.

Dan untuk mencegarh agar berita tersebut tidak meluas kemana-mana, Kabid P3A, Budi Mastoro pun  angkat bicara. Ia membantah jika rumor yang selama ini berkembang yang ditulis salah satu media, pihaknya tidak cepat tanggap. Padahal, menurutnya, kejadian sekecil apa pun di masyarakat selalu menjadi perhatinnya.
.
"Saya atas nama Dinas KBP3A sangat menyesalkan adanya rumor bahwa dinas kami tidak cepat tanggap pada masalah itu", tegasnya.(10/10)

Budi mengakui, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pangandaran baru dikukuhkan Bupati Pangandaran tanggal 20 September 2017 lalu dengan ketuanya Ibu Ida N Wiradinata, sehingga belum mempunyai landasan hukum yang jelas baik untuk kegiatan baik sosialisasi atau kegiatan lainnya.

"Dan saya tidak mungkin melakukan kegiatan tanpa juklak-jukinis dan payung hukum yang jelas,”tegas Budi.

Budi menambahkan, rencana ke depan setelah mempunyai aturan yang tetap, P2TP2A akan membentuk gugus di tiap kecamatan yang akan memantau dan melakukan pembinaan serta melaporkan bila ada kejadian terutama yang menyangkut perempuan dan anak.

Saat ini pun, ungkap Budi lagi, dinasnya bukan tidak pernah melakukan sosialisasi, namun karena keterbatasan anggaran kegiatan sosialisasi itu terkendala.

“Jadi bukannya dinas kami tidak respek pada semua kejadian tersebut, tapi kami belum bisa berjalan karena belum adanya aturan yang mengatur kegiatan kami", pungkasnya. (AGE)

MENTERI KKP PANTAU LOKASI LONGSOR PANGANDARAN DARI UDARA SUSI PUJIASTUTI: “selain Penebangan Hutan, Sekarang Rumah dan Sawah Sudah Ada di Atas Bukit..”

PANGANDARAN-Hasil poto udara yang dilakukan Menteri Kelautan dan perikanan RI, Susi Pujiastuti, menunjukan adanya hutan yang gundul karena pohonya habis penebangan. Dan tentunya jika hutannya habis ditebang, maka area di bawahnya akan terendam saat air hujan turun dengan intensitas tinggi. Seharusnya di tas bukit itu ditanami tanaman keras bukan tanaman musiman.

“Saya pikir pola masyarakat bercocok tanam, nanti Pemkab Pangandaran yang memberikan pembinaan agar bukit-bukit itu ditanami pohon-pohon keras. “kata Susi.(11/10)

Saat di temui di kediamannya di jaklan Merdeka Pangandaran, Susi menyampaikan, bukan hanya karena pohon-pohonnya saja yang habis ditebang yang menyebabkan terjadinya banjir dan longsor minggu lalu, tapi ternyata sekarang rumah dan sawah-sawah masyarakat pun sekarang sudah sampai ke lereng-lereng dan puncak bukit.

Menurut Susi yang ia takutkan ini bukan kejadian yang terakhir, jika ada hujan deras, banjir dan longsor pun akan terjadi lagi, karena longsor minggu kemarin, menurutnya, hanya longsoran di kanan-kiri bukit.

“Titik-titik longsor pun saya lihat sudah tidak ada, tinggal tanah di bawahnya yang sewaktu-waktu bisa amblas. “tuturnya.

Susi juga mengatakan, ia melihat lobang-lobang pada tanah di atas bukit, menurut pengalamannya selama ini, mungkin saja beberapa hari kemudian bawahnya pun akan sama.

“Jadi saya pikir masyarakat harus waspada, nanti hasil poto dari titik kordinat hasil taking dari pesawat, nanti poto-poto itu akan dipublikasikanke masyarakat agar tetap waspada. “imbuhnya. (hiek)


ARUS SUNGAI CIJULANG MELUAP, HAMPIR SEPEKAN GREEN CANYON TUTUP

CIJULANG- Sudah hampir sepekan ini kondisi obyek wisata Green Canyon yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran belum bisa dikunjungi wisatawan. Pasalnya,  debit air yang cukup tinggi serta arus air yang deras di sungai Cijulang akan membahayakan pengunjung.

Menurut salah seorang pengurus body rafting Cijulang adventure, Ari Krishna, saat ini kondisi aliran sungai di kawasan wisata green canyon sangat tinggi, sehingga ia dan rekan-rekannya pun memutuskan untuk libur dulu saqmbil menunggu kondisi debit air normal kembali.

"Kami terpaksa libur dulu menunggu keadaan aliran air di sungai Cijulang normal kembali, karena dengan kondisi sekarang ini keadaan medan adventure sangat berbahaya dengan arus air yang begitu deras", jelasnya.(11/10)

Ari juga mengatakan, untuk bisa melakukan adventure di green canyon, maksimal ketinggian air batas maksimal 60 cm dari permukaan sungai, kalau lebih dari itu, lanjutnya, akan sangat membahayakan para wisatawan.

“Seharusnya kalau perahu yang biasa membawa para wisatawan maksimal di ketinggian air 1 meter dari batas normal, dan saat ini ketinggian air mencapai sekitar 2 meter lebih diatas normal." imbuhnya.

Ditempat terpisah, Dede Radiman, (35) salah seorang pemandu wisata, berharap curah hujan yang tinggi bisa kembali normal. Karena, menurutnya, dirinya sudah sepekan tidak bisa bekerja sebagaimana bisasanya.

Mudah-mudahan, kata Dede, keadaan ini berangsur normal kembali, karena jika keadaan begini terus ia pun tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga.

“Pekerjaan tetap saya jadi pemandu wisata di green canyon, karena untuk kerja yang lain saya tidak bisa, “ungkapnya. (AGE)

LUAR BIASA ! PERHATIAN DAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA PANGANDARAN TERUS MENGALIR

SIDAMULIH-Perhatian masyarakat pada kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Pangandaran sungguh sangat luar biasa. Ini terbukti, ratusan relawan, TAGANA, FKDM, ormas dan elemen masyarakat lainnya terjun langsung ke lokasi bencana untuk membantu para korban.

“Respon masyarakat sungguh sangat luar biasa. “ungkap Kepala Dinas PKPBD Kabupaten Pangandaran saat di temui di posko bencana di halaman kantor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(11/10)

Sejak terjadinya bencana (7/10), para relawan yang tersebar di 7 kecamatan yang terkena bencana, langsung terjun untuk menjalan tugas-tugas kemanusiaan. Menurut Nana, para relawan itu dengan gesit di tengah hujan dan lumpur material longsoran terus bekerja di tengah-tengah warga. Bukan hanya itu, melalui dapur umum yang dibangun di halaman kantor Desa Cikembulan, atau mendistribusikan logistik langsung ke daerah-daerah bencana terus berjalan sambil menunggu informasi jika terjadi ada lokasi bencana baru.

“Kami Pusdalops,Tagana dari Dinas Sosial dan relawan lainnya terus mobile sejak hari sabtu tanggal 7 oktober dengan titik pusat di posko Desa Cikembulan.” jelas Nana lagi.

Lebih jauh Nana mengatakan, untuk persediaan logistik sendiri, menurut Nana, tidak mengkhawatirkan, karena perhatian dan bantuan baik dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan masyarakat lainnya hasmpir setiap hari terus mengalir. Diantaranya, dari Kemterian Sosial RI, BNPB, BPBD Propinsi Jawa Barat, Bulog divre Ciamis, PD BPR BKPD Pangandaran, BKSDA Jabar, Dompet Dua’fa, Pertamina, Pelindo III, XL AXIATA, TGP Legiun, TDPU Daurat Tauhid, Bank mandiri, BRI, PT KAI Daop 2 Bandung dan dari masyarakat lainnya.

"Hampir tiap hari ada saja kiriman bantuan ke posko, dan bantuan tersebut pun langsung kami didistribusikan ke wilayah terdampak bencana yang tersebar di 7 kecamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. "terang Nana.

Nana menghimbau, sebaiknya jika ada masyarakat atau siapa pun yang akan memberikan bantuan, hendaknya disalurkan melalui DPKPBD, Pusdalops atau Dinas Sosial yang sementara ini tempatnya dipusatkan di posko Desa Cikembulan,  agar nanti, lanjut Nana, pihaknya akan mudah untuk membuat kelengkapan datanya, dari mana dan kemana saja bantuan tersebut disalurkan.

“Tidak usah khawatir, bantuan tersebut pasti sampai ke warga yang membutuhkannya. “tegas Nana.

Nana membenarkan, ada beberapa bantuan yang langsung disampaikan ke korban, dan memang hal tersebut keinginan sendiri pihak penyumbang. Hanya saja bila nanti ada yang membutuhkan datanya, jelas batuan itu tidak akan ada pada data di pusdalops atau Dinas PKPBD Kabupaten Pangandaran.

“Karena bantuan tersebut tidak melalui berita acara yang ada di kami. “jelas Nana. (hiek)

KEMETERIAN SOSIAL AKAN BANGUN KSB DAN LUMBUNG SOSIAL DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ada 323 kabupaten/kota se-Indonesia merupakan daerah-daerah potensi longsornya paling tinggi, semua daerah itu bisa dilihat secara topograpi seperti ini Banjarnegara dan Magelang di Jawa Tengah dan daerah lainnya.

Demikian disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indah Parawansa saat berkujung ke lokasi bencana longsor di Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (10/10)
Menurutnya, jika insensitas hujan melebihi dari normal, maka itu sangat mungkin ada pergerakan tanah dan itu mungkin saja bisa terjadi longsor.

Meskipun secara early warning  system masyarakat sudah berjalan baik. Seperti pada saat ada bencana, ada bunyi kentongan, tapi tetap membangun kewaspadaan sangat mungkin harus dilakukan setiap saat ada pergerakan tanah yang akan memungkinkan terjadinya longsor.

“Dan hal tersebut memang  harus terus diedukasi, “kata Khofifah.

Ditambahkan Khofifah, ia sudah menyampaikan ke PNPB untuk disiapkan Kampung Siaga Bencana (KSB). Nantinya di KSB itu, lanjut Khofifah, masyarakat di sini akan dilatih khusus bagaimana cara menghadapi bencana.

“Masyarakat disini pun nanti harus membuat lumbung sosial, sehingga kewaspadaan itu bisa terbangun lebih massif. “imbuhnya.

Ditambahkan Khofifah, bahwa ada hal-hal tertentu saat masyarakat harus melakukan antisipasi, seperti warga yang terdampak bencana akan dievakuasi ke tetangga-tetangga yang lebih aman.
Jadi, lanjutnya lagi, melakukan antisipasi dan deteksi dini itu menjadi hal yang sangat penting bagi daerah ini,  karena disini tergolong daerah yang mungkin tidak mudah diakses.

“Tapi dari tingkat kerentanan kemungkinan terjadi longsor sangat besar, maka antisipasi dini secara mandiri oleh masyarakat memang dibutuhkan. “ungkapnya lagi.

Khofifah juga mengatakan, Kementerian Sosial punya format untuk mempersiapkan KSB, untuk membangun kemandirian di dalam gerakan diteksi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Tentunya kita semua tidak ingin itu terjadi, tapi dari topografi wilayah di Indonesia, PNBP mengatakan, daerah yang bersiko tinggi itu ada di 323 kabupaten/kota. “ pungkasnya. (hiek)

DOA' DAN SHALAWAT BURDAH MENTERI SOSIAL UNTUK KORBAN LONGSOR PANGANDARAN

SIDAMULIH-Setelah sebelumnya Wakil Gubernur jawa Barat, H. Deddy Mizward, hari ini (10/10) menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa berkunjung untuk melihat langsung koindisi bencana alam longsor di dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran.

Awal kunjungannya,setelah melihat kesibukan posko TAGANA yang berada di halaman kantor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, Menteri Sosial pun mendengarkan paparan terjadi bencana yang disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penangulangan Bencana Daerah (DPKPBD) Kabupaten Pangandara, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM.

Dengan didampingi Direktur PNBP, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Sekda dan beberapa pejabt lainnya, Menteri Khofifah langsung menuju rumah korban meninggal di lokasi bencana yang berjarak sekitar 15 km dengan medan berat karena harus melewati jalan yang masih terhalang timbunan longsor.

Usai mengucapkan bela sungkawanya, kepada awak media menteri khofifah menyampaikan, apa yang menjadi beban masyarakat seperti sekarang ini, negara harus hadir.

“Saya langsung ditugaskan Presiden untuk selalu datang bila ada bencana di daerah. “ungkap Khofifah.

Dikatakan Khofifah, Direktur PNBP melalui SK bupati, diharapkan memberikan jadup (jaminan hidup) pada warga yang terkena musibah bencana.

Selain memberikan santunan bagi keluarga korban, Menteri Khofifah dalam sambutannya berkenan memberikan doa’ untuk korban meninggal serta mengajak kepada seluruh undangan yang hadir membaca shalawat burdah bersama-sama.

Menurut Ibu Menteri yang pembawaannya selalu tenang ini, jika hati sedang dalam kesusahan, hendaknya memperbanyak shalawat itu, agar hati pun menjadi tenang dan terasa damai.

“Mudah-mudahan ke empat korban,  Ibu Arsih, Ibu Yuyun, Aldi dan ade Andika diterima Alloh dan  khusnul khotimah. “ungkapnya. (hiek)

WAGUB JABAR BAWA SEJUMLAH BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA PANGANDARAN

SIDAMULIH-Kejadian bencana longsor dan banjir di Kabupaten Pangandaran (7/10) menjadi perhatian baik pusat atau pun propinsi.

Kedatangan Direktur PNPB, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizward, Kepala Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat dengan didampingi Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang hadari hadir di tengah-tengah kesibukan petugas Tagana di halaman kantor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih (9/10) turut memberikan semangat kepada para relawan yang selama 2 hari ini disibukan dengan tugas-tugas kemanusiaan.

Usai melihat kesibukan di dapur umum posko Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPBD) Pangandaran, wagub pun mendengarkan pemaparan dampak bencana longsor dan banjir yang disampaikan Kepala Dinas PKPBD, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM.

Menurut Nana, ada 660 KK dan 2379 jiwa terdampak bencana yang tersebar di 7 kecamatan, 18 desa dan 20 dusun. 19 rumah dengan keadaan rusak berat, 69 rusak sedang dan 99 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, lanjut Nana, 1 buah sekolah dan 1 tempat ibadah juga mengalami kerusakan, sedngkan korban jiwa 4 orang karena tertimbun tanah longsor.

Nana menambahkan, lokasi longsor paling berat terjadi Rt 19 Rw 08 Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih yang mengakibatkan korban jiwa 4 orang, Arsih (55), Yuyun (35), Aldi (5) dan Andika (11 bulan).

“Saat bencana terjadi, ada 897 jiwa yang mengungsi, tapi itu tidak lama karena keesokan harinya sudah biusa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.:”ungkap Nana.(9/10)





Nana menambahkan, Pemkab Pangandaran membuat posko tanggap darurat selama 7 hari terhitung dari tanggal 7 oktober 2017.

Sementara dalam kesempatan sambutannya, Wakil Gubernur Jawaa Barat pemeran tokoh Naga Bonar ini menyampaikan, pentingnya peringatan dini, karena bencana banjir dan longsor bisa diprediksi sebelumnya dan berbeda dengan kejadian tsunami atau gempa.

“Pencegahan bagaimana menghindari bencana menjadi hal penting yang harus kita waspadai. “kata Deddy Mizward.

Dan mengenai berita hoax yang beredar di medsos tentang berita Pangandaran, kata Deddy, karena hoax sekarang sudah tidak dapat dibendung lagi. Dan salah satu antisipasi, lanjut Deddy, segera beritakan yang sebenarnya.

“Say ucapkan banyak terimakasih pada rekan-rekan wartawan yang sudah memberitakan kejadian yang sebenarnya. “imbuh Deddy.

Dalam kesempatan kunjungannya, Deddy Mizward pun berkesempatan memberikan sejumlah bantuan untuk korban bencana senilai hampir Rp 500 juta berupa barang dan uang tunai dari Dinas Sosial Pemprop Jabar.

“Untuk seluruh korban, saya ucapkan turut berbela sungkawa. “pungas Deddy. (hiek)

WARGA BERHARAP PEMKAB PANGANDARAN HENTIKAN GALIAN C DI JALUR PASIRGADUNG

CIJULANG - Proyek galian C yang berada di wilayah Dusun Nagrog Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, tepatnya di blok Pasir Gadung pinggir jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Cijulang dan Cimerak menuju Kabupaten Tasikmalaya, kondisinya sangat menghawatirkan, apalagi pada musim hujan, sehingga tidak jarang di lokasi tersebut sering terjadi bencana tanah longsor karena memang kondisi tanahnya yang labil.

Menurut salah seorang warga Dusun Nagrog, Septa (45), ia sangat khawatir jika kebetulan melintas jalan wilayah tersebut saat pergi ke tempat kerjanya di Cimerak.

"Saya takut jika kebetulan saya lewat tanahnya longsor menupi jalan karena di area akivitas  galian C kondisi tanahnya labil apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, “ungkapnya.( 07/10).

Ditambahkan Septa, ia berharap tempat tersebut dibenahi dan Pemkab Pangandaran segera  meninjau lokasi tersebut sebelum bencana terjadi.

Septa juga menghimbau pada semua pemakai jalan dari Cijulang menuju ke arah Cimerak untuk lebih waspada apalagi jalan di malam hari.

"Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan, namun tetap kita harus waspada saat melintas dilokasi tersebut apalagi sekarang musim hujan. “kata Septa. (AGE)

JEMBATAN GANTUNG ROBOH, JALUR DUA DUSUN DI KECAMATAN SIDAMULIH TERPUTUS

SIDAMULIH-Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Bojong Aren dan Tarikolot Desa Pajaten ke Dusun Gembor dan Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, ambruk.

Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter yang membentang di atas sungai Cikembulan tersebut  roboh sekitar jam 3.30 dini hari (7/10) saat hujan mengguyur sekitar lokasi.

Jembatan yang hanya bisa dilitasi roda dua ini berlokasi di Dusun Nengklok Desa Pajaten selama ini digunakan warga sekitar menuju Desa Cikembulan melalui Dusun Gembor dan Cikangkung sekarang hanya tinggal menyisakan tiang pancang saja.

"Kawat slingnya dan badan jembatannya hanyut terbawa arus sungai. " terang Kepala Dusun Tarikolot, Sahro.(9/10)

Menurut salah seorang perangkat Desa Pajaten, Dede, saat malam kejadian, debet air sungai Cikembulan terus meningkat hingga sekitar pukul 3.30 dini hari, air sungai sampai pada jembatan.

Arus deras yang disertai material pepohonan yang terbawa arus sungai akhirnya menghanyut jembatan yang dibangun tahun 2001 dari program PNPM ini.

“Padahal jika air sungai Cikembulan dalam keadaan normal, jarak permukaan air ke jembatan tersebut sekitar 7 meter. “ungkap Dede. (hiek)

BERITA BANJIR PANGANDARAN TAK PENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN

PANGANDARAN-Munculnya berita di media sosial tentang banjir di Pangandaran tidak menyurutkan niat beberapa wisatawan untuk menikmati libur akhir pekannya.

Seperti dikatakan salah seorang wisatawan asal Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Sihabudin yang datang ke Pangandaran bersama rekan kerjanya di kantor UPTD Pendidkan Kecamatan Jatiwaras.

Menurut Ahmad, memang hujan terus mengguyur sepanjang perjalanannya, tapi itu tidak mengurungkan ia dan teman-temannya meneruskan perjalanannya ke obyek wisata Pangandaran.

"Dan sesampainya di Pangandaran kami tetap masih bisa bersenang-senang. "kata Ahmad saat ditemui di hotel Rahayu 4 tempatnya menginap.(7/10).

Menurut Ahmad, memang dirinya tidak tahu ada berita banjir Pangandaran di medsos. Tapi, lanjut Ahmad, ia tidak melihat hal-hal atau keadaan yang mengkhawatirkan terjadi di Pangandaran. Dan Ahmad pun mengatakan, normal-normal saja melihat keadaan di Pangandaran.

"Kalau hujan, memang sekarang mungkin sudah masuk musim hujan, sehingga hujan turun hampir di setiap daerah. " kata Ahmad lagi.

Sementara menurut petugas di toll gate wisata Pangandaran, pengunjung malam ini lumayan ramai yang didominasi kendaraan bus-bus besar.

"Malah tadi ada rombongan moge (motor gede-red) dari Jakarta. "terangnya. (hiek)

PEMBANGUNAN BENDUNGAN CIKASO KEMBALI JEBOL

MANGUNJAYA-Meluapnya aliran sungai Cikaso membuat resah warga di Desa Jangraga Kecamatan mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, sampai saat ini intensitas hujan yang masih tinggi membuat warga berbondong-bondong untuk mengantisipasi masuknya air ke dalam rumah.

Warga desa pun beramai-ramai membuat bendungan seadanya untuk menahan aliran air dari proyek bendungan yang jebol akibat diterjang luapan sungai Cikaso.

“Rencananya bendungan tersebut untuk sawah, “terang warga.(7/10)

Ditambahkan warga, bendungan tersebut memang rencananya bisa mengairi puluhan hektar sawah yang terletak di dua desa, yakni Desa Sindangjaya dan Jangraga.

“Tapi karena hujan terus menerus mengakibatkan aliran sungai Cikaso meluap sehingga  bendungan yang masih dalam tahap pengerjaan pun roboh. “terangnya lagi. (Toni Taufik)

DAMPAK HUTAN GUNDUL DI CIGUGUR DAN LANGKAPLANCAR, CIJALU TERENDAM BANJIR

PARIGI - Tingginya curah hujan yang terjadi dalam seminggu ini, di beberapa daerah terjadi bencana banjir. Seperti di Dusun Cijalu Desa Parigi Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran (07/10), bencana banjir tersebut memutus akses jalan arah Parigi- Cigugur.

Menurut salah seorang warga, Agus (30), banjir ini telah memutus akses jalan provinsi arah Parigi – Cigugur terendam air yang disebabkan luapan sungai Cijalu Hilir yang terjadi sejak tadi malam.

"Tadi malam wilayah kami diguyur hujan terus menerus, hingga mengakibatkana debit air sungai Cijalu hilir terus meluap, dan ini juga akibat banjir kiriman dari wilayah Langkaplancar akibat hutan gundul sehingga tidak bisa menahan air hujan hingga pada akhirnya bencana banjir pun datang", jelasnya.

Dikatakan Agus, mungkin ini dampak dari penebangan hutan yang terjadi di wilayah Langkaplancar dan Cigugur, akibatnya baru hujan beberapa hari sudah jadi bencana banjir.

Ditempat terpisah salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, ia merasa khawatir untuk 2 -3 tahun mendatang bila hutan yang berada di kedua wilayah tersebut terus ditebangi oleh perum perhutani, bukan tidak mungkin ini akan menjadi bencana yang lebih besar lagi.

"Kami hanya bisa menghimbau agar perhutani tidak terus menerus  menebangi kayu di hutan sebagai resapan air, terutama di wilayah gunung singkup dan gunung porang, karena ini akan berdampak buruk pada daerah yang berada di bawah wilayah itu", tegasnya. (AGE)

BENCANA LONGSOR DI KALIJATI TELAN 4 KORBAN

SIDAMULIH-Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran menelan 4 korban jiwa.

Menurut beberapa warga, hujan yang turun tadi malam sejak pukul. 21.00 mengakibatkan di beberapa tempat terjadi longsoran-longsoran kecil, begitu juga yang terjadi di rumah Rasman (42).  Bukit kecil yang berada tepat di atas rumahnya tiba-tiba longsor menimpa sebagian rumahnya.

“Kejadiannya sekitar jam 12 malam, saat itu hujan masih turun deras. “cerita seorang warga saat ditemui di rumah korban.(7/10).

Sementara menurut suami korban, Rasman,  sebenarnya dalam rumah itu semuanya ada 7 orang. Pada saat kejadian  ibu korban Arsih (55), istri korban, Yuyun (35), salah seorang putra kembarnya, Aldi (5) dan si bungsu Andika (10 bln) tidur di kamar belakang, sementara Rasman sendiri tidur di kamar depan bersama si sulung dan seorang lagi anak kembarnya.

“Tadinya si kembar yang tidur dengan saya pun semula tidur dengan ibunya, tapi tengah malam ia nangis terus hingga langsung saya bawa pindah tidur dengan saya di kamar depan. “ungkap Rasman.

Ketika longsoran tanah merah itu menimbun rumahnya, Rasman pun hanya bisa berteriak meminta pertolongan tetangganya. Seketika warga pun berdatangan menuju rumahnya yang sebelah kanannya nampak sudah dipenuhi longsoran tanah.

Menurut beberapa kesaksian warga, empat korban ditemukan di kamar belakang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sedangkan Rasman dan kedua anak yang tidur bersamanya, hanya kakinya saja yang tertimbun.

“Kebetulan posisi tidur mereka dengan kaki menghadap ke dinding, sehingga longsoran tanah pun hanya menimbun kaki mereka. “terang warga.
Masih kata warga, dengan bantuan beberapa tetangga, sekitar jam 1 malam korban pun berhasil dievakuasi ke rumah kerabatnya yang berlokasi di belakang rumah korban. 

“Dan sampai siang ini meski pun hujan masih mengguyur, kami langsung menguburkan keempat jenazah. “ungkapnya lagi. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN