MASYARAKAT BINGUNG, JELANG LEBARAN TERJADI KELANGKAAN PREMIUM DI SPBU

Terlambatnya pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari pertamina Tasikmalaya berdampak terjadianya kelangkaan di Statsiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di wilayah di Kabupaten Pangandaran, kondisi seperti ini tentunya menjadi hal sulit dalam mobilitas kegiatan sehari-hari masyarakat.

Seperti diungkapkan salah seorang pemasok sayuran segar, Nasihin, yang biasa membeli  dagangannya langsung dari petani di Kabupaten Bajarnegara dan Bojonegoro Jawa Tengah.

“Apalagi saat menjelang lebaran sekarang tentunya keadaan ini sangat merugikan usaha saya. “ungkanya.(31/5)

Menurutnya, Dengan kondisi seperti ini, seharusnya pihak pertamina sigap mengantisipasi dan segera melakukan pengiriman, karena dibandingkan BBM jenis pertalite dan pertamaks ternyata penggunaan BBM jenis premium lebih ekonomis.

“Sebagai pedagang tentu saya harus bisa memperhitungkan biaya transportasi. “imbuhnya.

Nasihin pun berharap kondisi seperti ini segera menjadi perhatian pihak-pihak yang berkompeten agar kelangkaan premium di SPBU segera berakhir. (ANTON AS)

WAGUB JABAR PUJI KEBERHASILAN BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, memuji kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pangandarab, H. Jeje Wiradinata-H. AdangHadari, dengan akselerasi pembangunan secara signifikan sudah dilakukan walau usia Kabupaten Pangandaran masih belum genap 7 tahun.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan safari ramadhan skaligus untuk menyerahkan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Propinis Jawa Barat kepada anak yatim piatu, di mesjid Agung Pangandaran, (31/5)

Dikatakan Uu, percepatan pembangunan infrastruktur hampir di seluruh pelosok pedesaan, pembangunan Puskesmas-puskesmas dengan gedung setara hotel bintang tiga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta penataan kepariwisataan, membukti keseriusan Pemkab Pangandaran untuk segera mensejajarkan diri dengan daerah lainnya di Jawa Barat.

“Saya lihat hampir seluruh jalan yag ada di pelosok sudah kini sudah berhot miks. “kata Uu.

Begitu juga dengan pembangunan di bidang keagamaan, kata Uu, Pemda Pangandaran sudah mengeluarkan kebijakan terkait Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pesantren Ramadhan, Pangandaran mengaji, dan itu semua membuktikan keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan masayarakatnya khususnya di bidang agama.

Sesuai visi Jawa Barat, juara lahir batin, lanjut Uu, pendidikan keagamaan harus menjadi fondasi tentunya dengan aqidah, moral dan ahlak yang terpuji.

“Dan terkait kepariwisataan Pangandaran, tentunya pemprov pun akan fokuskan hal ini. “kata Uu lagi.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, dalam sambutannya mengatakan, ia secara langsung tidak terlalu terkejut saat Wagub Jabar, mempunyai perhatian khusus pada Pangandaran. Karena secara emosional wagub jabar mempunyai hubungan keluarga dengan Pangandaran.

“Dan hingga saat ini keluarga pa wagub masih ada di Pangandaran, tepatnya di Kecamatan Cigugur. “terang bupati. (PNews)


INI LOKASI POS-POS KESEHATAN DALAM PENGAMANAN IDUL FITRI 1440 H

Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, ratusan petugas kesehatan Kabupaten Pangandaran yang nantinya akan disebar di setiap daerah melakukan persiapan menjelang dimulainya pengamanan hari raya.

Berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nomor : 440/4053/yk tanggal 13 Mei 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Pada Situasi Khusus Libur Keagamaan Tahun 2019, Dinas Kesehatan Pemkab Pangandaran pun langsung membentuk Tim Penyelenggaraan Kesehatan Mudik Keagamaan Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 dengan melibatkan instansi terkait sebagai wadah meningkatkan jejaring kerja.

Dengan membentuk Pos Kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kesiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan Public Safety Center (PSC) 119 Tahun 2019 baik pada jalur mudik, mudik balik dan jalur wisata dengan berkoordinasi bersama lintas sektor terkait, bagi yang bersedia memberikan pelayanan kesehatan 24 Jam di Puskesmas dan Rumah Sakit di sepanjang jalur mudik, balik dan lokasi wisata, termasuk penyediaan media promosi pada waktu mudik untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan selama mudik/balik libur idul fitri 1440 H/2019 M.

Berikut jumlah pos yang ada di sepanjang jalan protokol dalam pengamanan Idul Fitri 1440 H, Pos Kesehatan di Protokol : 9 buah, Pos Kesehatan Non Protokol : 6 buah, Pos Kesehatan Tempat Wisata : 11 bBuah, Pos Kesehatan Terpadu: 2 buah, Dokter: 24 Orang, Perawat : 108 Orang, Supir Ambulan: 24Orang dan Tim Monitoring : 15 orang.

Bagi Puskesmas yang ada di jalur protokol dan Pos Kesehatan Terpadu, terhitung mulai H-7 sampai dengan H+7 (29 Mei–12 Juni 2019) harus melaksanakan pelayanan Gawat Darurat 24 Jam.

sedangkan Pos Kesehatan khusus di tempat wisata mulai aktif pada hari H s.dhingga H+7 (5– 12 Juni 2019), dengan jam tugas dimulai pukul 07.00 WIB  hingga 17.00 WIB, dengan dibagi 2 Shift (pagi : 07.00-13.00 WIB dan sore : 13.00-17.00 WIB).

Pos Kesehatan Terpadu ini harus sudah didirikan maksimal pada tanggal 28 Mei 2019 sedangkan untuk Pos Kesehatan Wisata didirikan maksimal Tanggal 04 Juni 2019.

Puskesmas Jalur Protokol dan Pos Kesehatan Wisata harus memasang bendera palang hijau serta Pos Kesehatan Terpadu memasang spanduk Pos Kesehatan. (PNews)

PAM LEBARAN JAJARAN POLSEK KAWALU SIAP MEMBERI RASA AMAN WARGA

TASIK NEWS-Bertekad memberi rasa aman pada masyarakat baik dalam berlalu-lintas di jalan raya atau pun dari gangguan tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu bisa menimpa, merupakan tugas dan tanggungjawab Polri.

Demikian disampaikan Kapolsek Kawalu Kota Tasikmalaya, Kompol Lasimin, saat ditemui di selal-sela kesibukannya di pos pengamanan (Pam) Hari Raya Idul Fitri.(29/5)

“Kami juga harus memastikan jaminan rasa aman bagi warga yang akan mudik ke kampung halamannya menjelang lebaran ini. “ungkapnya.

Dikatakan Lasimin, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1440 H yang dimulai sejak tanggal 29 mei hingga 10 juni ini, khususnya jajaran anggota Polsek Kawalu siap selama 24 jam memantau arus lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan baik kendaraan roda 2dua atau pun empat, sehingga masyarakat pun bisa menikmati perjalanannya hingga tiba di tempat tujuannya masing-masing.

“Di pos pengamanan lebaran ini kami juga ditemani tim kesehatan dari Puskesmas Kawalu. “terangnya.

Lasimin pun tidak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan berkendara melakukan perjalanan untuk mengecek dulu kelengkapan surat-surat kendaraannya serta selalu berhati-hati selama di perjalanan.

“Kami siap 24 jam untuk melindungi masyarakat dari ganguan tindakan kriminalitas atau pun memberikan rasa aman di jalan raya khususnya di wilayah hukum Polsek Kawalu. “punkas Salimin. (ANWAR WALUYO)

PERNAH MENDAPAT PENGHARGAAN, KINI TRANSLOK NEGLASARI PERLU PERHATIAN PEMERINTAH

TASIK NEWS-Beberapa tahun ke belakang (sekitar tahun 2002) di atas tanah seluas 9 hektar dulunya ditumbuhi rumput ilalang liar dan beberapa aneka pohon buah-buahan. Pada Tahun 2003 tanah pengangonan itu kini disulap menjadi pemukiman warga, tepatnya transmigrasi lokal (translok) asal Aceh.

Pemerintah pada waktu itu menyediakan pemukiman baru bagi  penduduk translok pasca kerusuhan Aceh tersebut di dua tempat, di Kecamatan Jatiwaras dan Bojonggambir. Penduduk translok yang ditempatkan di Sanggariang  Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras, menempati tanah milik desa dengan sistem sewa kontrak selama 15 tahun dan warga translok Neglasari pada waktu itu ada 150 Orang, 60 orang penduduk Aceh dan 90 orang pribumi.

Seiring perkembangan jaman kini wajah kawasan hunia translok pun berubah, di lokasi yang tadinya hutan alang-alang pun sudah beridiri lembaga pendidikan yang menjadi tempat perkembangan dunia pendidikan, di bawah naungan Yayasan Al- Muhajirin.

Yayasan yang berdiri Tahun 2007 tersebut mengelola berbagai tingkatan lembaga pendidikan, diantaranya Taman Kanak-kanak Translok, PKBM Al - Muhajirin, MTs Neglasari, SMK Umul Quro serta mengelola program kesetaraan Paket A,B dan C.

Menurut ketua Yayasan Al- Muhajirin, Jaenudin,S.Pd,MM.Pd, hampir semua fasilitas pendidikan yang ada di Sanggariang hasil swadaya masyarakat.

"Pada tahun 2012 kami juga pernah mendapat bantuan dari gubernur jabar sebanyak dua lokal." Ungkap Jaenudin.

Jaenudin mengakui, kendati sudah berdiri lembaga pendidkan di translok namun perkembangannya masih tersendat sendat karena adanya beberapa kendala, seperti kurangnya publikasi, ketersediaan fasilitas pendidikan yang masih belum optimal juga akses jalan menuju kelokasi pendidikan masih perlu perbaikan.

"Untuk pendidikan anak sendiri, semua tenaga pengajar kami sarjana,"terangnya.

Hal senada diungkapkan Mantan Kepala UPT Translok, Tri Sutrisno, salah satu pendorong perkembangan kemajuan di translok, salah satunya dengan hadirnya lembaga pendidikan.

Dikatakan Tri, dan salah satu faktor pendukung kemajuan lembaga pendidikan yang ada di translok harus tersedia sarana infrastruktur jalan menuju ke lokasi yang bagus.

Tri berharap perjuangan yang dirintis mulai dari nol dan dilakukan secara swadaya masyarakat untuk eksistensi translok kedepannya ini bisa ditindak lanjuti pemerintah.

"Ulah dianteupkeun, lebar  karena sekarang pemerintah tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan masyarakat secara swadaya," “kata Tri, saat ditemui di lokasi.


Pada tahun 2006, kata Tri, translok Neglasari pernah dijadikan translok percontohan di Jawa Barat dan menjadi ajang study banding pemerintah DI Jogjakarta. Bukan tanpa alasan, penghargaan tersebut diperoleh karena hingga saat ini perkembangan kemajuan dan eksistensi warga transmigrasi masih tetap bertahan di pemukiman yang disediakan pemerintah.

"Malah anggota DPRD Aceh pun pernah berkunjung kesini karena ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang  perkembangan translok di Neglasari dan katanya masih bermukim di lahan transmigrasi dan mampu berkembang. “kata Tri lagi. (RUSDIANTO)


BUPATI PANGANDARAN:”PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN PERLU EVALUASI BERSAMA”

PARIGI-Dalam rapat evaluasi program bidang keagamaan Pemerintah Kabupaten Pangandaran tahun 2019 yang dilaksanakan di aula Setda beberapa hari yang lalu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, dana milyaran yang digelontorkan ini harus tepat sasaran dan sukses.

Menurut bupati, anggaran tersebut dimaksudkan untuk membntu pembangunan dan pengembangan urusan kagamaan.

“Dengan anggaran Rp 9 milyar ini diharapkan kegiatan keagamaan karenadan di sisi lain pemda pun tahun ini harus segera menyelesaikan pembangunan RSUD. “tuturnya.

Untuk perbaikan ke depan, kata bupati, semua kalangan, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama mengevaluasi program ini.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman, dengan kebijakan pendidikan karakter ini, anatara lain, Pangandaran mengaji, Ajengan masuk sekolah (AMS) dan Pesantren Ramadhan, acuannya ada pada peraturan bupati nomor 58 tahun 2017.

"Keberhasilan pendidikan di Kabupaten Pangandaran ini saling berkaitan demikian juga peran para ajengan sangat penting dalam memberikan dasar-dasar pendidikan sehingga peserta didik pun dapat meningkat prestasi dan nilainya,"ata Surman. (HARIS F)

AKIBAT TABRAKAN DENGAN TRUK, MOBDES MANDALAMEKAR RUSAK PARAH

TASIK NEWS- Mobil desa (Mobdes) Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya mengalami rusak parah di bagian depan akibat bertubrukan dengan truk, yang terjadi di jalur jalan raya Urug, Kecamatan Kawalu Tasikmalaya kota, (27/5)

Berdasarkan keterangan beberapa kesaksian warga yang kebetulan ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat mobdes yang dikendarai Sekdes Mandalamekar melaju dari Tasikmalaya kota menuju arah selatan untuk pulang setelah melaksanakan kedinasan.

“Saat itu mobil desa melaju dengan kecepatan sedang, namun tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah truk, mungkin karena kedua supir mungkin tidak bisa menguasai keadaan akhirnya tabrakan pun terjadi. “Ungkap salah seorang warga.

Akibat peristiwa lakalantas tersebut mobdes Mandalamekar pun mengalami rusak parah pada beberapa bagian kendaraan, beruntung Sekdes Mandalamekar selamat dan hanya mengalami luka ringan, dan untuk lebih lanjutnya kejadian lakalantas tersebut sudah di tangani pihak kepolisian.

Sementara saat akan dikonfirmasinya terkait kejadin tersebut, Sekdes Mandalamekar belum bisa diajak komunikas mungkin karea mengalami shok. (PNEWS BIRO TASIK)

.

SUDAH SAATNYA PEMERINTAH MENATA ULANG KAWASAN BISNIS KOTA TASIK

TASIK NEWS-Tak pelak lagi, menjelang Hari Raya Idul Fitri pusat-pusat perbelanjaan di   sepanjang jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya ramai dikunjungi pembeli, baik warga kota atau pun dari luar daerah. Bahkan bukan hanya di sepanjang trotoar, pedagang pun meluber ke badan jalan hingga lahan pejalan kaki pun hilang dan lebar jalan pun semakin menyempit.

Banyaknya pedagang musiman yang ikut mengais rejeki di akhir bulan ramadhan ini tentunya menjadi masalah tersendiri untuk masalah menataan kota. Karena bukan hanya trotoar  dan badan jalan yang semakin tersita, area parkir kendaraan pun semakin tersisih oleh deretan lapak-lapak yang salin berhimpitan pedagang kaki lima (PKL) yang menawarkan aneka dagangannya, sehingga kesan semerawutnya tata kota pun semakin terlihat.

Saat PNews mencoba menelusuri di sepanjang beberapa ruas jalan (27/5), seperti di jalan Pasar Wetan, Cihideung, pusat perbelanjaan Mayasari Plaza hingga berlanjut ke jalan Yudanegara dan seputar Masjid Agung, nampak kendaraan roda dua dan empat berjejer panjang seolah tak beraturan karena bersatu dengan lapak PKL.

Menurut seorang warga Bojong Tengah, Adang Sulaeman (56), kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab, karena selama ini pemkot pun terkesan menutup mata dan lepas tanggungjawab.

“Padahal saya yakin, perangkat aturannya pasti ada, hanya ketegasan dalam pelaksanaannya kurang optimal. “ungkapnya.

Ia menambahkan, apakah kesemarawutan ini karena kurang tegasnya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsinya atau kurang disiplinnya masyarakat (pedagang) sendiri pada aturan yang ada.

Menurut Dadang, harus ada pemahaman bersama, harus ada evaluasi untuk kembali menata kota ini agar pemerintah bisa kembali pada fungsi melindungi warganya dan masyarakat pun lebih sadar aturan dalam menjalankan usahanya.

“Saya kira belum terlambat Pemkot Tasikmalaya untuk mengkaji ulang penataan kotanya. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)




PELANTIKAN PLT KEPALA DESA SIRNAJAYA “TETAP” DIJABAT IPIN ARIFIN

TASIK NEWS-Menindaklanjuti surat dari kantor Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya  nomor : 00570/kec/2019, perihal pelantikan Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Desa Sirnajaya, belum lama ini bertempat di Aula Desa Sirnajaya, digelar acara pelantikan PLt kepala desa yang dihadiri para RT, Kepala Dusun serta tokoh masyrakat.(14/5)

Camat Sukaraja, Ir. Pambudi Setiawan, dalam sambutannya mengatakan, masa bakti Kepala Desa Sirnajaya, Ipin Arifin, S.Sos berakhir pada tanggal 16 mei 2019, dan untuk kelancaran pelayanan roda pemerintahn di desa sesuai mekanisme dan aturan, maka dilaksanakan penunjukan sekretaris Desa, Ipin Arifin, S.Sos menjadi PLt untuk melaksanakan tugas sehari-hari.

“Diharapkan dengan dilantiknya Ipin Arifin menjadi Plt ini pemerintahan desa
bisa seirama dengan semua komponen baik di internal maupun lembaga yang ada di desa Sirnajaya untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik. “tegas Pambudi.

Bila ada yang kurang dipahami, kata Pambudi, nantinya bisa berkoordinasi dengan kepala desa yang ada di Kecamatan Sukaraja sehingga keharmonisan dan kekompakan selalu terjaga juga diharapkan bisa mengedepankan prinsip keterbukaan.

Masih di tempat yang sama, mantan kepala desa, Ipin Arifin, S.Sos meminta maaf  pada perwakilanseluruh masyarakat Sirnajaya yang hadir jika selama dua periode dalam kepemimpinannya menjalankan roda pemerintahan desa masih banyak kekurangan dan menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang belum sempat diselesaikan.

Ia menambahkan, PR ini diharapkan dapat diselesaikan PLt dengan lancar dan tertib, sehingga walau sekarang pimpinan desa dijabat PLt, tapi roda pemerintahan di Desa Sirnajaya tetap berjalan seperti biasanya.

"Nama kepala desanya masih tetap sama, Ipin Aripin", selorohnya.(RUSDIANTO)


ISI KEGIATAN RAMADHAN, KOMUNITAS TURUNAN SODONGHILIR SUNDA NGAHIJI BAGI-BAGI TAKJIL

TASIK NEWS-Untuk mengisi kegiatan ngabuburit di bulan ramadhan, warga komunitas Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji melaksanakan kegiatan bagi-bagi takjil gratis kepada warga sekitar, yang dilaksanakan di Kecamatan Sodonghilir, tepatnya di jalan Raya Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya.(12/5)

Kegiatan bagi-bagi makanan pembuka puasa gratis ini diberikan kepada setiap pengendara motor, mobil dan warga sekitar yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.

Menurut salah seorang panitia, Tini Sartika, di bulan suci ini merupakan saat yang tepat untuk saling berbagi tali kasih yang ikhlas serta menjadikan ajang silaturahmi dengan sesama warga asli asal Sodonghilir.

Hal senada dikatakan salah seorang tokoh turunan Sodonghilir, Dedi Dahniar, ia merasa bersukur karena kegiatan ini mendapat sambutan antusias warga, sehingga 250 bingkisan  takjil yang disediakan pun habis.

“Warga turunan Sodonghilir  sangat mengapresiasi bentuk kegiatan-kegiatan sosial ini dan berharap bisa terus dilaksanakan tiap tahun."tutur Dedi.

Dedi berharap di bulan suci yang penuh berkah ini bisa diisi dengan kegiatan amal untuk menambah pahala serta ampunan Alloh SWT, berlomba berbuat dalam kebaikan serta terus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antara Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji.

“Kita jangan mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas manfaatnya, sebaiknya mari kita fokus untuk berbuat kebaikan serta memperbanyak ibadah di bulan penuh berkah ini."kata Dedi lagi.

Pada kesempatan yang sama, pengurus Turunan Sodonghilir Sunda Ngahiji mengucapkan terimakasih kepada semua institusi dan warga sehingga kegiatan bagi takjil gratis ramadhan tahun ini pun bisa berjalan dengan sukses. (MAMAT R)

GELAR TARLING, CARA PEMKAB TASIKMALAYA PERERAT TALI SILATURAHMI

TASIK NEWS-Safari Ramadhan dengan kegiatan Taraweh Keliling (tarling) selain untuk menambah amalan soleh di bulan suci ini juga bisa menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Seperti yang dilakukan lingku Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangkaian  ramadhan tahun ini dengan menggelar tarling di Mesjid Besar Al-Hasan di Kecamatan Karangnunggal. (22/5)

Dalam kegiatan tarling yang diawali buka bersama kali ini, dihadiri beberapa pejabat di lingkup Pemkab Tasikmalaya, diantaranya,  Kepala Disdukcapil, H. Azis, Kepala BPBD, Wawan, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP.MM, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, KUA, Apdesi, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Ulama, Pemuda, LSM dan Masyarakat Karangnunggal.
Dalam sambutannya, Kadis Dukcapil, H. Azis, menyampaikan, dengan meningkatkan amalan-amalan baik di bulan baik ini diharapkan, khususnya masyarakat Karangnunggal semakin maju dan barokah.

“Kecamatan Karangnunggal merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Tasikmalaya. “terang Azis.

Azis menambahkan, setelah usai melaksanakan hajat demokrasi, pemilu yang dilaksanakan pada bulan april lalu, tentunya ada sedikit geseken baik pemerintah dengan masyarakat atau pun masyarakat dengan masyarakat lainnya, karena mungkin ada perbedaan pilihan. Tapi setelah memasuki bulan ramadhan ini diharapkan perbedaan itu bisa direkatkan kembali dengan cara melakukan ibadah di tempat dan waktu yang sama.

Insaalloh dengan barokah di bulan ramadhan ini kita bisa mempererat kembali tali persaudaraan di antara kita. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

TAHUN INI PEMKAB PANGANDARAN AKAN BANGUN KEMBALI 2 PUSKESMAS SETARA HOTEL BINTANG TIGA

Pemerintah Kabupaten Pangandaran benar-benar serius untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat di bidang kesehatan, ini terbukti dengan dibangunnya Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan biaya ratusan milyar demi menjamin pelayanan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, setelah membangun 9 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di beberapa kecamatan, tahun ini Pemkab Pangandaran juga akan menambah 2 puskesmas di Kecamatan Cijulang dan Mangunjaya.

Seperti dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, saat melakukan safari ramadhan dengan kegiatan Taraweh Keliling (tarling) di di Masjid Nurul Fallah di Dusun Nyalindung Desa Masawah Kecamatan Cimerak. (27/5)

Menurut wabup, selain menggratiskan biaya pengobatan di puskesmas, Pemkab Pangandaran juga terus berupaya menyiapkan sarana dan prasarana penunjangnya.

“Untuk Puskesmas Cijulang sudah dianggarkan Rp. 3,8 milyar dan dan Mangunjaya sebesar Rp. 4,1 milyar, semuanya dari APBD tahun 2019. “terang wabup.

Wabup menambahkan, jika selama ini banyak masyarakat pergi berobat ke luar daerah, seperti Banjar dan Purwokerto, karena saat ini satu-satunya daerah di Jawa Barat yang belum memiliki RSUD hanya Pangandaran. Tapi ke depan, kata Wabup, diharapkan setelah ada RSUD hal ini tidak terjadi lagi, hingga masyarakat pun tidak perlu jauh-jauh untuk berobat.

“Beberapa bulan lagi kita akan mempunyai RSUD yang benar-benar megah dengan anggaran  pembangunannya sebesar Rp.238 milyar.”imbuh wabup.

Wabup juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah memberi kepercayaan dan dukungannya pada pemerintah, karena tidak mungkin pembangunan akan berjalan dengan baik, tanpa peran serta  masyarakat.

“Mari bersama-sama untuk terus membangun Pangandaran agar lebih baik lagi. “pungkasnya. (PNews)

3 TAHUN BERTURUT-TURUT, KABUPATEN PANGANDARAN KEMBALI MENDAPAT PREDIKAT WTP

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pangandaran untuk ketiga kalinya secara bertutut-turut  kembali meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Opini WTP  tersebut didapat atas laporan Hasil Pemeriksaan (LHP ) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun anggaran 2018, yang diterima langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula kantor BPK RI, Perwakilan Propinsi Jawa Barat di Bandung.(27/5)

Saat dihubungi melalui telpon celullernya, bupati Pangandaran, mengatakan, WTP ini menjadi sebuah motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Karena saat ini seluruh SKPD sudah tidak boleh ada hal-hal mendasar yang salah.

“Dalam pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan baik serta disiplin dalam penggunaan anggaran, seluruh SKPD harus memahami tentang perencanaan penganggaran dan intinya, semuanya harus lebih baik lagi. “ungkapnya.

Dikatakan bupati, WTP ini merupakan penilaian dari sisi pengelolaan anggaran dan pertangungjawaban keuagan, maka ini akan menjadi sempurna apabila alokasi anggaran digunakan tepat sasaran serta pada hal-hal prinsip dan pokok yang pada akhirnya untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Dan akan menjadi motivasi semua untuk bekerja dan terus bekerja ke arah lebih baik lagi, “imbuhnya.

Bupati juga menyampaikan terimakasih pada seluruh masyarakat, karena walau usia Kabupaten Pangandaran baru berumur 7 tahun dengan 4 kali laporan keuangan, tapi sudah tiga kali tahun bertutrut-turut berhasil mendapat predikat WTP, dan tentunya keberhasilan ini akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Pangandaran.

“Tapi dengan keberhasilan ini saya harap kita tidak berpuas diri, malah sebaliknya ini harus menjadi motivasi kita semua untuk melakukan yang terbaik lagi. “tegas bupati.

Bupati juga mengatakan, jika sekarang ada beberapa rasionalisasi anggaran di SKPD sebagai pengguna anggaran, seperti mengurangi perjalanan dinas, pelatihan, pembelian Alat Tulis Kantor (ATK) dan lainnya, memang hal-hal seperti itu harus berhemat, karena optimalisasi anggaran serta tertib adminstrasi dan tertib pengelolaan keuangan ini sejatinya harus berujung pada kepentingan masyarakat.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, kepada msyrakat Pangandaran yang sudah terus menerus memberikan suport dan dukungannya sehingga Kabupaten Pangandaran bisa meraih predikat WTP 3 tahun berturut-turut. “kata bupati.

Seperti diketahui, selain Pangandaran ada 5 kota dan 8 kabupaten, diantaranya, Kabupaten Cirebon, Ciamis, Garut , Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang dan Kabupaten sumedang serta kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon dan kota sukabumi. (PNews)

PEMPROP JABAR DAN PEMKAB PANGANDARAN MATANGKAN KAJIAN PEMBANGUNAN BREAKWATER PANTAI BARAT

PANGANDARAN-Rencana pembuatan break water di pantai barat Pangandaran terus dimatangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran, sehingga nantinya para wisatawan yang datang berkunjung pun akan lebih aman dan nyaman.

Dalam pemaparan di aula Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, di hadapan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Tatang Mulyana SH, MM,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Ade Supriatna, serta kepala dinas terkait, tim konsultan memaparkan,  ada tiga alternatif perencanaan pembangunannya, antara alin, lokasi yang dekat cagar alam, di tengah-tengahnya dan alternatif ke tiga di sekitar kawasan Taman Pangandaran sunset.

"Pembangunan break water ini memerlukan perencanaan yang sangat matang karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan dari aspek teknis “ujar Kepala UPTD Wilayah Sungai Ciwulan Cilaki Dinas Sumber Daya Air  Provinsi Jawa Barat, Dikky.(6/5)

Selain itu, kata Dikky, perlu dilakukan kajian aspek sosial dan konsultasi publik agar semuanya paham, rencana apa kira-kira nantinya yang akan dibangun. Dan break water ini didesain ada di bawah  gelombang laut dan rata di saat air laut surut, ini dimaksudkan agar tidak menganggu pemandangan karena tidak akan muncul jika air sedang  pasang.

“Di Indonesia sendiri breakwater seperti ini baru ada di Nusa Dua dan pantai Sanur, Bali. “imbuhnya.

Saat diminta komentarnya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media, menyampaikan, kegiatan saat ini merupakan konsultasi publik supaya masyarakat tahu apa yang akan di kerjakan pemerintah.

"Dan tentu saja saya pun sengaja mengundang ahli kelautan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk mendiskusikan pemodelan, arus gelombang, sedemintasi dan abrasi "terang Jeje.

Menurut bupati, Pemprov Jabar saat ini sedang membuat DED (Detail Engineering Design),  namun, kata bupati lagi, ini harus ada pendalaman dan harus didiskusikan kembali dengan membentuk panel yang lebih kecil lagi sebelum mengeluarkan keputusan.

“Alternatif  ketiga dari sisi gelombang mungkin aman, tapi dampaknya nantinya seperti apa dan kemana itu yang ingin ia ketahui, “ungkap bupati.

Bupati berharap, tujuan dengan dibangunnya break water ini selain menambah keamanan dan kenyamanan,  juga  diharapkan dapat menahan gempuran ombak ke arah kawasan pantai. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN GELONTORKAN Rp. 1,1 MILIAR UNTUK KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN

CIJULANG-Keseriusan Pemkab Pangandaran dalam upaya membangun pendidikan berkarakter bukan hanya isapan jempol belaka, karena setiap tahunnya APBD mengucurkan anggarannya khusus untuk peningkatan pendidikan agar anak-anak tumbuh dengan jiwa dan karakter yang terpuji dan berahlak mulia.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai peluncuran program Pesantren Ramadhan di gedung Islamic Center Kecamatan Cijulang (20/5), kegiatan Pesantren Ramadhan ini merupakan salah satu dari program pendidikan karakter.

Pendidikan karakter, kata bupati, lahir sebagai sebuah upaya pemerintah dalam upaya memberikan tambahan pendidikan khusus agar anak-anak selain cerdas juga mempunyai karakter.

“Dengan program ajengan masuk sekolah, pesantren ramadhan, pangandaran mengaji dan program keagamaan lainnya, ini dalam rangka membangun jiwa anak-anak kita agar berkarakter dan berbudi luhur. “ungkap bupati.

Agar program ini tepat sasaran dan manfaat, imbuh bupati, perlu ada pengawasan yang baik dari seluruh elemen, seperti tokoh agama, masyarakat dan pemerintah.

Bupati juga menjelaskan, selama bulan ramadhan sekolah tidak meliburkan tapi kegiatan belajar anak-anak dipindahkan ke pesantren atau tempat-tempat yang ditunjuk menjadi tempat kegiatan pesantren ramadhan.

Jadi kalau selama ini siswa merasa wajib  datang ke sekolah, tapi kalau berangkat ke pesantren atau tempat pesantren ramadhan tidak wajib, oleh karena itu bupati meminta agar absensi dan pengawasan dari guru agar program ini berjalan dengan baik.

" 10 hari mungkin tidak akan cukup untuk mengenal bagaimana kultur kehidupan pesantren, bagaimana belajar agama dengan baik, tapi dengan pesantren kilat ini ada niatan siswa untuk belajar agama dengan baik. "imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, ini merupakan metode serta cara memotivasi anak untuk belajar agama, sehingga diharapkan di tempat-tempat yang menjadi kegiatan pesantren ini tentu harus menjadi perhatian semua.

“Saya minta nanti dibuat sistematis, mungkin hari ini belajar apa, besok apa dan seterusnya. “kata bupati lagi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga, H. Surman, M.Pd, saat diminta komentarnya, mengatakan, program yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan  dalam bidang keagamaan dan pendidikan karakter yang diikuti 45.138 siswa yang terdiri dari 32.835 ( siswa SD/MI) dan dari  SMP/ MTs ada 12.303 orang ini dilaksanakan  selama 10 hari di bulan ramadhan, dimulai sejak tanggal 19 sampai tanggal 29 mei 2019.

“Untuk membiayai program pesantren ramadhan ini pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 1 miliar lebih. “jelas Surman.

Dikatakan Surman, anggaran ini ada kenaikan dibanding tahun kemarin, dan karena tidak ada kegiatan malam hari maka perincian biayanya sebesar Rp 25ribu per siswa, hingga jika dikalikan jumlah peserta sebanyak 45.138 siswa, total anggaran yang dikeluarkan dari APBD tahun ini sebesar Rp. 1.1 milyar lebih. (PNews)

UNTUK KEDUA KALINYA PEMDA PANGANDARAN GELAR BAZAR MURAH RAMADAN

PARIGI-Mengawali tugasnya pasca dilantik beberapa hari lalu, Sekda Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, MM, yang didampingi Para Asisten, Para Kepala SKPD, Para Kepala Bagian serta Para Camat, berkesempatan menghadiri sekaligus membuka acara Bazar Murah Ramadhan 1440 H, yang di pusatkan di alun-alun Parigi. (25/5)

di hadapan para pejabat lingkup pemerintahan Pemkab Pangandaran serta msyarakat yang hadir, Kusdiana, mengatakan, berdasarkan pengalaman-pengalman biasanya pada saat bulan suci ramadhan permintaan terkait kebutuhan bahan pokok di masyarakat cenderung terus meningkat sehingga jika tidak dikontrol bisa berdampak pada kenaikan harga.

Lonjakan harga yang tinggi, kata Kusdiana, tentu akan mengurangi daya beli masyarakat, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.

“Maka untuk mengantisipasi hal tersebut untuk yang kedua kalinya Pemkab Pangandaran kembali menggelar bazar murah Ramadhan 1440 H. “ungkapnya.

Selain dijual di bawah harga pasar barang-barang yang ada di bazar, kata Kusdiana,  kegiatan bazar ramadhan ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan poko, sehingga masyarakat pun selama bulan ramadhan bisa mendapatkan barang-barang kebutuhannya dengan harga yang bia dijangkau, karena kegiatan ini juga sebagai refleksi dari kesepakatan aksi bersama dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menambahkan, komoditas yang dijual di bazar ini antara lain sembako dari Perum Bulog serta dinas teknis terkait, juga gas LPG dari Pertamina dan penukaran uang dari Bank Indonesia.

“Saya juga tidak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga silaturahim ukhuwah islamiyah serta terus berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah agar senantiasa dapat meraih nilai ketakwaan di sisi Allah SWT. “ungkapnya lagi.

Sementara menurut Ketua Pelaksana Bazar Ramadhan, Kepala Bagian Perekonomian Setda Pangandaran, Dadan Sugistha, ST,  mengatakan, kegiatan Bazar ini merupakan kegiatan ke-2 kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan Bazar pertama pada 8 Mei 2019.

" Kegiatan Bazar ini terlaksana atas kerja sama dari Bulog, PT Pertamina dan BI yang diwakilkan BJB serta dari Dinas teknis terkait, antara lain, Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, dan Dinas Pertanian" ujarnya (PNews)


UNDANG SELURUH TOKOH, PEMDA PANGANDARAN GELAR BUKBER ON THE STREET

PARIGI-Memasuki hri ke 20 bulan ramadhan 1440 H, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mengundang semua jajaran pemerintahan serta seluruh tokoh masyarakat, alim ulama, ormas, para asatidz untuk mengadakan buka bersama (Bukber) on the street, di lapangan Parigi. (25/5)

Dalam acara tersebut Wakil Bupati Pangandaran, H. Dadang Hadiri, dalam sambutannya, menyampaikan, agar seluruh komponen masyarakat bisa mewujudkan Pangandaran yang religius, terutama dalam suasana ramadhan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, agar umatnya memiliki kepedulian terhadap sesamanya.

Kepada seluruh alim ulama, cendikiawan dan seluruh komponen masyarakat, Adang menghimbau, untuk bersama-sama mewujudkan Pangandaran yang islami.

“Masyarakat boleh Berbeda pendapat dan pandangan tetapi tetap menjaga persatuan dan kesatuan," jelasnya.

Dalam acara tersebut juga berkesempatan igelar vidio telekompren bersama gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang menganjurkan agar seluruh warga jabar untuk tetap saling mendo'akan agar puasa diterima jadi amal soleh. (HARIS FIRDAUS)




PADA SETIAP APEL PAGI, DISHUB TASIK BAHAS TUGAS HARIAN

TASIK NEWS-Apel pagi yang rutin dilaksanakan setiap jam 07.30 WIB merupakan kegiatan sebelum menjalankan pekerjaan pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di masing-masing institusi.
Seperti yang dilaksanakan seluruh ASN di Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, ini merupakan kegiatan untuk tetap menjaga kekompakan serta sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Menurut Kepala Bidang Lalulintas (lalin) Dinas Perhubungan, Ajat Sudrajat, seluruh pegawai baik ASN atau non ASN yang ada di Dinas Pehubungan wajib melaksanakan apel pagi sebelum masuk ruangan untuk mengerjakan tugas-tugas keseharian. 

“Apel pagi bisa juga untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dalam melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing. “ungkap Ajat.(23/5)

Sementara dalam tugas rutin di bidang lalin untuk menjaga kelancaran lalu-lintas, khususnya pada bulan ramadhan ini, kata Ajat, beberapa personil dishub ditempatkan pada pos-pos pengamanan yang digabung dengan anggota Polres Tasikmalaya.

Ajat yang ditemui PNews usai melaksanakan apel pagi, menambahkan, dan untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya, pihaknya akan berusaha untuk mengoptimalkannya, termasuk yang ada di jalur jalan provinsi.

“Tapi karena ketersediaan suku cadang terbatas, sehingga kami pun akan mengutamakan dulu pada titik-titik yang dianggap rawan. “jelasnya.(ANWAR WALUYO)

BUPATI PANGANDARAN LANTIK KEPALA DAN SEKDIS PMPTSP SERTA PULUHAN PEJABAT LAINNYA

PARIGI- Dengan menempati baik jabatan atau tempat tugas baru, diharapkan kelembagaan pemerintah daerah akan mampu menjalankan tugas serta menjadi pelayanan masyarakat dengan baik, sekaligus untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dalam rangka persiapan proses regenerasi ke depan karena penempatan jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pelayanan pada masyarakat pun bisa lebih optimal.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran dalam sambutannya saat melantik DR. H. Sobirin, Spd, Mpd dan Wawan Irawan S.Sos, masing-masing menjadi Kepala dan Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) serta sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menduduki jabatan sebagai administrator dan jabatan pengawas di tempat kerja barunya.

Pelantikan yang digelar di aula setda ini juga dihadiri Wakil Bupati, H Adang Hadari, PJ Sekda Drs. Suheryana, para asisten, staf ahli, kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran. (22/5)

“Ketika seseorang dilantik pada jabatan tertentu, sejatinya ia harus memahami tupoksinya dengan baik pula."kata bupati.

Bupati juga mengatakan, untuk menempatkan seseorang  dalam jabatan barunya, ini sudah  melalui proses yang cermat dan penuh pertimbangan serta berdasarkan rekam jejak masing-masing.

Kabupaten Pangandaran, kata bupati, saat ini bukan DOB (Daerah Otonomi Baru) lagi, karena roda pemerintahan pun sudah berjalan 7 tahun dengan baik, walau masih ada kelemahan di sana-sini.

“Dan untuk itu kita harus bersukur, dan saya harap pelantikan di bulan suci ramadhan ini menjadi momentum yang baik untuk senantiasa meningkatkan semangat serta bekerja lebih sungguh-sungguh lagi. “pungkasnya. (PNews)

Berikut nama-nama pejabat yang dilantikan tanggal 22 mei 2019 ;


KANTOR-KANTOR MASIH NGONTRAK, PEMKAB PANGANDARAN FOKUS PADA KEBUTUHAN MASYARAKAT

CIJULANG-Kembali Bupati Pangandaran , H. Jeje Wiradinata menegaskan, pihaknya belum merencanakan pembangunan perkantoran untuk pemerintahan kabupaten. Menurutnya, biarlah untuk sementara kantor-kantor tersebut di rumah kontrakan milik warga, karena walau pun bekerja di ruangan yang relatif sempit dan terbatas tidak akan mengurangi semangat dan etos kerja.

Pernyataan tersebut dilotarkan bupati saat didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran dalam acara Tarawih Keliling (tarling) di Mesjid Al Muttaqin Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang.(21/5)

“Seakarang kita fokus pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat dulu, “ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah yang baru berusia sekitar 6 tahun ini Kabupaten Pangandaran banyak sekali kebutuhan pembangunan, apalagi tuntutan masyarakat yang ada di pelosok pedesaan dengan kondisi infrastruktur yang sudah lama tak tersentuh pembangunan.

Begitu juga kebutuhan pada sektor lainnya, kata bupati, harus mendapat porsi yang sama karena pada ujungnya seluruhnya untuk kepentingan masyarakat.

“Tapi karena kemampuan keuangan kita terbatas, maka kita melakukan kebijakan keuangan yang ketat dengan memfokuskan pada program-program yang menjadi skala perioritas. “imbuhnya.

Mungkin karena pemda sekarang ini masih fokus pada kebutuhan masyarakat, menurut  bupati, sehingga ia pun hampir lupa bahwa kantor-kantor pemerintahan hingga saat ini masih banyak yang numpang (ngontrak) di rumah warga.

“Sama dengan rumah dinas bupati, sudah hampir tiga tahun masih ngontrak. “pungkasnya. (PNews)



MEMASUKI MINGGU KE III RAMADHAN, HARGA-HARGA DI PASAR PANANJUNG MASIH STABIL

PANGANDARAN-Diperkiraka harga-harga sembilan bahan pokok (sembako) dalam transaksi jual-beli di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangadaran, hingga 2 minggu ke depan bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri  relatif akan stabil.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, saat melakukan kunjungan ke pasar tersebut didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Tedi Garnida.(20/5)

Menurut Adang, meski ada beberapa jenis komoditi yang mengalamai kenaikan, seperti buah-buahan karena permintaannya mengalami peningkatan.

“Diharapkan kondisi ini bisa bertahan hingga H min 3 sampai H plus 7 setelah lebaran. “ungkapnya.

Dikatakan Adang, sebaran harga sembako ini memang tidak sama terjadi di seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pangandaran. Contohnya, harga sebuah komoditi tertentu di pasar Cijulang tentunya tidak sama dengan di Pasar Kalipucang.

“Hal tersebut bisa terjadi karena mungkin  untuk jenis barang tersebut Pasar Kalipucang lebih dekat jaraknya ke daerah penyuplay, sehingga kost untuk transportasi pun bisa berkurang. “jelas Adang.

Sementara untuk harga beras, kata Adang lagi, hingga saat ini tidak ada kenaikan, karena perbedaan harga lebih disebabkan ada sekitar 13 jenis beras tentunya dengan harga berbeda pula yang beredar di pasaran.

Malah, lanjut Adang, berdasarkan rekapitulasi beberapa harga kebutuhan terjadi penurunan dibanding pada tanggal 16 mei lalu, seperti bawang putih yang tadinya Rp. 58 ribu per kilo menjadi Rp. 35 ribu per kilonya, cabai merah, turun dari Rp 49 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram, cabai keriting juga mengalami penurunan, dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu.


Begitu juga harga gula pasir yang tadinya Rp. 12 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogramnya, sementara untuk komoditas lainnya seperti minyak goreng, daging ayam, telur, bawang merah dan beras, relatif stabil.

"Mudah-mudahan harga-harga tersebut terus stabil hingga nanti pasca idul fitri. “

Sementara menurut seorang pedagang buah-buahan, Ujang (36), harga berbagai jenis buah hampir semuanya mengalami kenaikan. Diantaranya, buah naga harga sebelum bulan puasa Rp 7.500 per kilogram, sekarang terjadi kenaikan beberapa kali lipat, mmenjadi Rp 28 ribu per kg.

Begitu juga dengan harga buah-buhan lainnya, kata Ujang, seperti Jeruk jenis kino, yang tadinya Rp 20 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 40 ribu, mangga jenis cengkir,  semula harganya Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

“Selain jenis buah-buahan tersebut, terjadi juga kenaikan pada makanan khas takjil seperti kolang-kaling dan ubi manis, karena minat pembelinya  memang sangat tinggi, sehingga kemungkinan harga ini bisa bertahan  sampai lebaran,"kata Ujang. (PNews)

AKIBAT HUJAN DERAS DAN ANGIN KENCANG, 1 RUANG KELAS SD CILUMBA 1 AMBRUK

TASIK NEWS-Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sebuah ruang kelas SD Cilumba 1 di Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya ambruk.

Menurut Kepala SD Cilumba 1, Iip Saripudi, SP,d, bangunan tembok ruang kelas tersebut diperkirakan tidak kuat menahan derasnya air hujan dan kencangnya tiupan angin, sehingga mengakibatkan roboh.

“Kami pun sudah melakukan langkah-langkah kordinasi dengan BPBD. “ungkap Iip.(15/5)
Dikatakan Iip, sebenarnya tahun ini ada rencana rehab untuk 2 ruang kelas yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tapi sayang keburu ambruk.

“Sebenarnya ada 5 ruangan kelas yang tahun ini harus sudah direhab karena kondisinya sudh sangat mengkhawatirkan. “imbuh Iip.

Kalau dilihat kondisi bangunan sekarang, kata Iip, seharusnya 5 ruang kelas di SD Cilumba 1 ini bukan lagi harus direhab, tapi harusnya dibangun total kembali Ruang Kelas Baru (RKB). Karena jika hanya sebagian ruangan saja yang direhab, dikhawatirkan kondisi bangunan lainnya pun akan mengalami kejadian seperti sekarang.

“Sebaiknya jangan menunggu roboh dulu baru diperbaiki, “kata Iip lagi.

Iip pun berharap Pemda Tasikmalaya melalaui Dinas Pendidikan secepatnya bisa memberi perhatian dan segera menyalurkan bantuan ke SD Cilumba 1.

“Karena semua ini untuk kemajuan pendidikan anak-anak, khususnya yang ada di disini. “pungkasnya. (ANWAR W-JAJANG)

DIKHAWATIRKAN ROBOH, SDN CINTAJAYA PANCATENGAH MOHON SEGERA ADA PERBAIKAN

TASIK NEWS-Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat seharusnya direspon positif di setiap pemerintah daerah, karena dalam undang-undang pun tersirat, negara menjamin mencerdaskan kehidupan warganya.

Sekolah, sebuah lembaga yang dipercaya pemerintah menjadi tempat proses kegiatan belajar mengajar (KGB) seharusnya bisa memeberikan rasa aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh keluarga besar pendidikan.

Ironis, bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Cintajaya yang ada di Desa Cogreg Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, sebagai salah sarana proses pendidikan para siswa kondisinya sangat memprihatinkan karena hampir seluruh bangunan mengalami kerusakan parah dan dikhawatirkan jika sewaktu-waktu bangunan tersebut ambruk.

Nampak kerusakan terjadi diantaranya di ruang guru dan perpustakaan dengan kondisi plapon yang sudah pecah serta dinding tembok yang lapuk dan  pecah-pecah hingga menimbulkan kotoran debu. Kedua ruangan tersebut kerap bocor setiap turun hujan dan tidak bisa digunakan, bahkan salah satu ruangan kelas beberapa waktu lalu sudah ambruk.

Menurut Kepala SDN Cintajaya, Etik Aisyah, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya berharap kondisi ini bisa menjadi Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan.
“Beberapa waktu lalu sekolah kami memang sudah dikontrol, tapi hingga tahun ini belum ada realisasi kapan mau diperbaiki. “ungkap Etik.(13/5)

Etik mengatakan, bagaimana para siswa dan guru akan nyaman mengikuti proses belajar-mengajar jika keadaan ruangan kelas sudah tidak layak dan tidak bisa memberikan rasa aman.

“Sekali lagi saya berharap, mudah-mudahan pemda secepatnya menurunkan bantuan perbaikan sekolah kami. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

SISWA KELAS 12 SMA MUHAMMADIYAH PANGANDARAN TAHUN INI 100 % LULUS

PANGANDARAN-Seluruh siswa sebanyak  81 orang kelas III IPA/IPS SMA Muhamadiyah Pangandaran  dipastikan seluruhnya lulus, kecuali satu orang murid karena pernah mengikuti kegiatan sekolah dan ujian.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah dan Kesiswaan, H. Dadang,  S. Pd., M. Pd, saat di depan para orangtua wali murid,  dalam acara kelulusan kelas 12, di kampus SMA Muhamdiyah di jalan Merdeka.(13/5)

“Ada beberapa siswa yang berprestasi, diantaranya bahkan ada 4 siswa diterima di perguruan tinggi negeri. “ungkap Dadang.

Dadang berharap, para siswa lulusan ini bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Dan Dadang juga berharap, para orangtua yang sekarang mempunyai anak yang duduk di bangku kelas 9 dapat melanjutkan pendidikan sekolah lanjutan atas (SLA) ke SMA Muhamdiyah Pangandaran, karena selain sekolah dengan biaya gratis pihak sekolah pun akan memberikan kelengkapan alat sekolah, seperti tas.

“Dalam kelulusan ini pihak sekolah hanya akan memberikan surat kelulusan bagi siswa yang menandatangani pernyataan integritas yang berisi, setelah kelulusan tidak akan mengadakan konvoi kendaraan dan mencoret-coret pakaian. “tegas Dadang. (HARIS F)

AKIBAT PT AGRO MANDIRI INGKAR JANJI MASYARAKAT SUKAMAJU AKAN LAKUKAN UPAYA HUKUM

MANGUNJAYA-Akibat dibohongi berulang-ulang oleh perusahaan penggemukan sapi PT Agro Mandiri milik H. Nurhafi, Kini masyarakat melakukan upaya hukum dengan meminta bantuan pengacara, karena upaya-upaya sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dengan statusnya kepemilikan tanahnya milik negara, menurut beberapa warga, dulu saat masyarakat diminta membubuhkan tandatangan sebagai kelengkapan perijinan, saat itu masyarakat pun pernah dijanjikan akan dibuatkan relokasi dan konpensasi tapi ternyata sampai hari ini tidak ada realisasinya. Dan akibatnya, pembuatan Ijin Membuat Bangunan (IMB) yang ke dua dan ke tiga masyarakat pun tidak ada lagi yang menandatangani untuk menyetujui.

“Sekarang warga masyarakat satu RW menolak perusahaan tersebut. “ujar salah seorang warga.(11/5)

Tidak hanya itu, masyarakat Dusun Sukamaju Desa Sukamaju RT 05 RW 08 beramai-ramai mendatangi rumah Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd,  untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan PT Agro Mandiri yang ada di wilayahnya.

kepada Ketua DPRD, warga menyampaikan, sampai saat ini belum ada penyelesaian beberapa keberatan warga terhadap pihak perusahaan, terutama limbah yang sudah mengotori lingkungan. Ini yang kesekian kalinya masyarakat melakukan aksinya setelah beberapa kali di mediasi pihak kecamatan, bahkan oleh pemkab namun tak kunjung mendapatkan titik temu, sehingga sekarang masyarakat yang merasa dirugikan pun memunculkan kembali hal ini dan mendesak agar pemerintah menutup perusahaan tersebut.

Menurut salah seorang warga yang diwawancarai PNews, ditenggarai masalah pengurusan ijin, pihak perusahaan ada main dengan pemerintah daerah.
 
Saat diminta tanggapannya, Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, mengatakan, ia akan  menampung seluruh keluhan masyarakat terkait hal tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah mungkin kecolongan terkait perizinan, karena di kantor perizinan ditulis status kepemilikan tanah PT Agro Mandiri tersebut adalah tanah milik pribadi, padahal nyata-nyata perusahaan tersebut berdiri di  tanah negara.

“Yang terpenting perusahaan tersebut harus taat dan patuh terhadap perundang-undangan, termasuk urusan limbah kotoran sapi yang mencemari lingkungan. “ucap Iwan.

Menurut Iwan, ini ada kelalaian pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangandaran, pasalnya menurut pihak perusahaan ia sudah mengeluarkan retribusi pajak senilai Rp. 250 juta, dan itu, kata Iwan,  patut di telusuri.

Masih kata Iwan, pada bulan maret 2019  dinas tersebut masih mengeluarkan IMB, padahal pada bulan Nopember  2018 seluruh warga satu RW sebanyak 4 RT, blok Subang Dusun Sukamaju Desa Sukamju sudah mengajukan dan menandatangani surat keberatan dengan adanya peternakan sapi di lingkungannya.

“Kelalaian selanjutnya dari pihak dinas tidak pernah memeriksa terkait status kepemilikan tanah. “tegas Iwan.

Pada tahun 2018, lanjut Iwan, hal ini pernah dilakukan musyawarah dengan beberapa ketentuan yang harus di penuhi perusahaan, namun sampai saat ini pihak perusahaan   Penggemukan sapi milik H.  Nurhafi tersebut belum memenuhi ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan perundang-undangan.

“Termasuk salah satunya masalah amdal. “tegas Iwan lagi. (Tn)





PEMKOT TASIK PERLU KAJI KEMBALI PENATAAN DI KAWASAN HZ ?

TASIK NEWS-Warga Tasikmalaya sering menyebutnya cukup dengan sebutan Hz, dan orang pun sudah lantas tau, dimana lokasi Hz tersebut.

Hz atau lengkapnya Jalan H. Zenal Mustofa merupakan nama jalan di jantung kota Tasik dan pusat pergerakan ekonomi masyarakat, hampir setiap hari di jalur pusat pertokoan ini jadi buruan warga untuk berbelanja. Apalagi di saat bulan ramadhan seperti sekarang, bukan hanya warga kota saja, masyarakat dari Kabupaten Tasik atau daerah-daerah sekitarnya pun ramai mengunjungi mall atau tempat belanja yang ada di hampir sepanjang jalan HZ. Mustofa.

Tapi sayang, kesemerawutan di jalur tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang tidak bisa dihindari. Sepanjang trotoar tempat pejalan kaki pun sudah dipenuhi pedagang kaki lima, sehingga pejalan kaki pun terpaksa harus turun ke jalan berebut dengan area parkir. Belum lagi sejumlah kendaraan ekspedisi yang sibuk bongkar muat barang, hingga lengkaplah kesemerawuan kawasan tersebut.

Menurut salah seorang pengunjung asal Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Dahlan (56), keadaan seperti ini seharusnya sudah teratasi, sebab persoalan ini buka baru muncul beberapa buan atau tahun lalu.

“Entah sudah berapa tahun, sepanjang yang saya tau memang kondisi di Hz sudah seperti ini. “ungkapnya.(10/5)

Menjadi salah satu pusat perekonomian di wilayah priangan timur, katanya, seharusnya Pemkot Tasik terus menata serta membenahi kawasan ini. Buat regulasi, laksanakan ketegasan di lapangan dengan sanksi sebagai konsekwensi pada pelanggar aturan.

“Saya perkirakan milyaran rupiah dari transaksi perdagangan yang beredar setiap harinya di kawasan Hz ini. “ujarnya. (ANWAR WALUYO)

DADAHA JADI TEMPAT FAPORIT NGABUBURIT WARGA TASIK

TASIK NEWS-Lapang sarana olahraga Dadaha menjadi salah satu tempat ngabuburit untuk menunggu adzan magrib di bulan ramadhan, dari berbagai kalangan dan usia warga Kota Tasikmalaya, dan biasanya Dadaha mulai ramai didatangi masyarakat sejak jam 16.00 wib.

Berbagai kegiatan untuk menunggu bedug maghrib bisa dilakukan, seperti jalan-jalan, duduk sambil mendengar musik dari telepon celuller bahkan ada juga yang hanya sekedar ngobrol ramai-ramai bersama teman-teman.

Dan pada bulan ramadhan tahun ini lapangan Dadaha menjadi lebih ramai, karena Dadaha menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan Bazar Ramadhan, sehingga sejak hari pertama puasa pengunjung yang datang pun membludak.

Menurut salah seorang pengunjung, Ramdan (21),  ia merasa senang ada tempat ngabuburit sekaligus bisa juga mecari makanan takjil pembuka puasa. Dalam satu tempat.

“Sambutan warga ternyata sangat antusias, terbukti pada hari pertama puasa pun banyak pengunjung datang ke temat ini. “ungkapnya. (6/5)

Menurutnya, Dadaha merupakan taman kota yang menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati siapa saja dan kapan pun. Apalagi saat ramadhan tiba, Dadaha sudah menjadi salah satu tempat terfaporit yang banyak diserbu warga untuk arena ngabuburit.

“Ditambah disini pun ada disediakan berbagai hiburan di arena bazar, sehingga menunggu adzan maghrib pun semakin tidak terasa. “kata Ramdan lagi. (ANWAR WALUYO)

TARLING MENJADI AGENDA RUTIN DESA RAKSAJAYA DI BULAN RAMADHAN

TASIK NEWS-Taraweh Keliling (tarling) sudah menjadi agenda rutin pemerintahan desa, dan ini bisa dijadikan kesempatan untuk pendekatan yang lebih efektif dan efisien agar bisa lebih mengenal daerah dan lingkungan terutama kedekatan antara warga, tokoh masyarakat dengan pejabat pemerintah desa, khusus kepala desa nya.

Demikian dikatakan Kepala Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Darmawan, kepada PNews di ruang kerjanya.(6/5)

Dan ini, kata Cecep, merupakan pembinaan kepala desa, tokoh masyarakat, MUI desa dan unsur lainya.

“Kegiatan tarling ini di jadwal kan sesuai jumlah mesjid  yang berjumlah 16 DKM yang ada di Desa Raksajaya. “terang Cecep.

Dikatakan Cecep, momentum ini cukup strategis untuk sosialisasi dan sharing informasi terkait perkembangan yang ada di lingkungan dan berharap pemdes pun bisa memantau kehidupan keagamaan warga serta kepatuhan pada nasihat para ulama dan umaro, sehingga suasana masyarakat desa tetap sejuk, aman dan kondusif.

“Pada kesempatan tarling saya pun menyempatkan menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit-red) sebagai siraman rohani untuk kita semua. “imbuhnya.

Selain untuk meningkatkan amal ibadah, menurut Cecep, dalam tarling yang dilakukan setiap bulan ramadhan ini juga bisa dijadikan media untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, seperti masalah pendidikan, kesehatan, kondisi sosial masyarakat, pembangunan di setiap lingkungan dan sekaligus dapt juga melihat langsung fasilitas sarana prasarana mesjid yang dikunjungi.

Insaalloh kegiatan tarling ini akan dimulai saat memasuki hari ke 5 ramadhan. “pungkasnya. (MAMAT R)

TRADISI NYEKAR KE MAKAM MENJELANG RAMADHAN, BAWA BERKAH BAGI PENJUAL BUNGA MUSIMAN

TASIK NEWS-Kebiasaan melakukan nyekar atau ziarah ke makam keluarga sudah menjadi tradisi selalu dilakukan masyarakat sebelum bulan ramadhan tiba, sehingga tidak heran di berbagai tempat pemakaman umum (TPU) terlihat masyarakat berduyun-duyun dan berdoa’ di depan makam keluarganya. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam serta menaburkan bunga.

Seperti pemandangan yang terlihat di area TPU Cinehel Kota Tasikmalaya, banyaknya warga yang datang untuk berziarah membuat kunjungan ke TPU tersebut meningkat beberapa kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota namun juga dari luar kota.

Dan kondisi ini juga dimanfaatkan beberapa warga sekitar pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang. Bunga yang biasa digunakan untuk ditaburkan di atas makam tersebut dijual dengan harga bervariasi, dari hasil berjualan bunga tabur tersebut, seorang pedagang bahkan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu Rupiah perhari.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang, Enah (49), baginya saat seperti ini merupakan berkah karena bisa meraih untuk Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu per harinya.

“Biasanya saya berjualan saat menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran. “ungkapnya. (5/5)

Enah yang kesehariannya bertugas menyapu di TPU Cinehel ini, juga mengatakan, hasil penjualan bunganya bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Daripada tinggal di rumah, ini kan kesempatan datang hanya 2 kali dalam setahun. ”imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

PANTAI KARAPYAK PANGANDARAN JADI PILIHAN ACARA MUNGGAHAN KELUARGA

KALIPUCANG-Menjelang bulan ramadhan objek wisata Pantai Karapyak di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, dipenuhi masyarakat yang ingin memanfaatkan moment munggahan.

Ribuan masyarakat baik yang menggunakan roda empat atau pun dua, sangat terkesan menikmati tiupan udara laut smbil menikmati acara botram dengan bakar ikan yang dibeli dari pedagang yang ada di sekitar pantai.

Menurut salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Pantai Karapyak dengan pemandangan pantainya yang eksotik memang sangat cocok untuk acara piknik keluarga.

Ia mengatakan, sudah menjadi tradisi keluarga setiap menjelang bulan ramadhan bersama keluraga selalu menyempatkan diri wisata ke Karapyak untuk mengisi acara munggahannya.

“Kami sengaja datang sekeluarga pada acara munggahan tahun ini ke pantai karapyak karena memang disini sangat cocok untuk acara keluraga. “ungkanya. (4/5)

Tidak hanya dari luar kota, masyarakat Pangandaran pun banyak yang memilih Pantai Karapyak menjadi tempat acara munggahannya. Selain hemat, menurutnya, Pantai Karapyak sangat cocok karena udaranya segar dikelilingi pohon-pohon rindang yang banyak tumbuh di pinggir pantai.

“Bakar ikan sambil menikmati panorama laut merupakan sensasi tersendiri bagi keluarga. “ungkapnya. (ANWAR WALUYO)

IWAN M RIDWAN: ”MASYARAKAT PANGANDARAN MENUNGGU KETEGASAN BAWASLU"

Tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia kembali melakukan pemilihan umum (pemilu), tapi pemilu kali ini ada perbedaan dalam pelaksanaannya karena dalam pemilih melakukan pemilihan serentak untuk presiden, DPR RI, DPRD tingkat provinsi, DPRD kabupaten-kota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  secara bersamaan. Sehingga tidak sedikit masyarakat merasa bingung dan kesulitan saat membuka surat suara yang relatif lebar lalu mencoblos dan melipatnya kembali.

Hasil pantauan PNews di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), waktu yang diperlukan seorang untuk melakukan pencobolosan hingga memasukan ke kotak suara, sekitar 4-10 menit.

Seperti yang diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat melaksanakan hak politiknya di TPS sekitar tempat tinggalnya, ia mengaku sedikit kesulitan saat membuka, mencoblos hingga melipat kembali 5 lembar surat suaranya.

“Saya bisa memaklumi jika warga yang sudah usia lanjut melakukan pencoblosannya dengan waktu yang relatif lama. “Ungkapnya saat itu.

Selain relatif sulit Pemilu tahun ini, khususnya di Kabupaten Pangandaran juga ternyata menyisakan beberapa catatan tersendiri, baik dari penyelenggara (KPU), pengawas (bawaslu) hingga  para peserta pemilu. Isyu kecurangan dan politik uang pun sering terdengar jadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat, sehingga beberapa indikator penilaian terhadap integritas pemilu tidak hanya berfokus pada profesionalitas penyelenggara, melainkan juga menyoroti perilaku para calon dalam berkompetisi.

Seperti diungkapkan salah seorang staf divisi penindakan dan pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran,  Dedi Kurnia, sejak -7 hingga +7  ada 58 dugaan pelanggaran yang masuk ke bawaslu, diantaranya 8 pelanggaran tersebut masuk ke ranah pidana yang langsung ditangani penegakan terpadu (gakumdu). Dan terkait apakah memenuhi unsur pelanggaran yang tercantum pada Undang-Undang nomer  7 tahun 2017 atau tidak, kata Dedi, tinggal menunggu saja hasilnya nanti.

“Prosesnya selama 14 hari sejak pengaduan pelanggaran pemilu tersebut diregistrasi di bawaslu,  "jelas Dedi. (3/2)

Sementara saat diminta tanggapannya, melalui telepon celullernya, Ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, mengatakan, ia berharap penyelenggara pemilu bisa memberikan ketegasan sesuai peraturan dan perundang-undangan, sehingga tidak ada kesan pilih-pilih orang, karena semua sama di mata hukum.

Kenapa hukum harus ditegakkan, menurut Iwan, agar ada efek jera baik penyelenggara, peserta pemilu bahkan masyarakat sendiri, khususnya dalam kasus politik uang yang sangat mencedarai demokrasi.

“Akan bagaimana kedepannya kalau money politic terus berlanjut, apalagi kita sekarang akan menghadapi pemilukada di tahun 2020 mendatang. “kata Iwan.(5/5)

Iwan mengatakan, jangan sampai ada kesan bila ingin menjadi calon legoslatif (caleg) harus punya banyak unag agar bisa menang, sehingga incumbent yang sudah nyata-nyata terbukti kerjanya bagus tidak berarti apa-apa jika tidak punya uang saat akan mencalonkan kembali.

Iwan juga menegaskan, penyelenggara dan pengawas pemilu harus bisa tegas dalam melakukan tindakan kecurangan sehingga kondusifitas dan kepercayaan masyakat pada kedua institusi tersebut tetap terjaga.

Pada pasal 504 dan 504 UU no 7 tahun 2017, lanjutnya, semua pelanggaran harus bisa ditindaklanjuti termasuk penyelenggara pemilu apabila benar-benar terbukti melakukan kecurangan.

Seperti salah satu contoh yang terjadi di Kecamatan Padaherang, menurut Iwan, terkesan ada kesalahan yang terstruktur, sistematis dan masif seolah-olah ada konsfirasi antara PPK dan Panwascam, sehingga dampaknya masyarakat menjadi kurang percaya pada independesi dan kredibilitas kedua institusi yang fungsinya ditugasi pemerintah untuk menyelenggarakan serta mengawasi pemilu.

“Saya berharap bawaslu Kabupaten Pangandaran bisa menindaklanjuti kejadian yang sudah diketahui masyarakat banyak ini. “teagsnya lagi. (PNews)





IWAN M RIDWAN: “DPRD PANGANDARAN MENJADI TERBAIK KE 2 SE-INDONESIA”

PANGANDARAN-Ramadhan merupakan bulan suci sejatinya bisa mewarnai hati setiap manusia dari 11 bulan yang tentunya tak terhitung dosa dan kesalahan tertoreh dalam hati.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan S.Pd, M.Pd, saat menghadiri acara munggahan dengan awak media di sebuah rumah makan sea food di kawasan pantai pamugaran. Menurutnya, betapa perlunya diantara sesama selalu menjalin silaturahmi untuk tetap kompak dan solid.

Silaturahmi ini, kata Iwan, mudah-mudahan diridhoi Allah, sehingga agenda-agenda yang harus segera diselesaikan beberapa hari ke depan, baik laporan pertanggungjawaban pemerintahan maupun laporan lainnya yang akan dimusyawarahkan bersama, selain beberapa catatan penting yang lerlu ada perbaikan.

“Termasuk pencapaian kinerja dan penggunaan keuangan daerah tahun anggaran 2018," katanya. (3/5)

Iwan bersukur, karena selama ia menjadi ketua DPRD tidak ada persoalan yang signifikan, yang bisa mengganggu laju pemerinatahan.

Pada kesempatan tersebut Iwan yang mewakili pimpinan juga seluruh anggota DPRD, menyampaikan, semuanya selalu mengutamakan kepentingan bersama, tidak ada sekat baik dari PAN, PKS, PDIP, Golkar, PPP dan lainnya, selalu bersama-sama dalam berbagi tugas dan fungsi.

“Dan Alhamdulillah, DPRD Kabupaten Pangandaran menjadi terbaik kedua seindonesia. “ungkapnya.

Disoal proses pemilu tahun ini, Iwan menyampaikan, bagi calon pemimpin ke depan baik dewan maupun bupati dan wakilnya hendaknya mempersiapkan dana yang cukup besar.

“Karena sangat disayangkan ternyata mental masyarakat Pangandaran masih seperti itu." (HARIS F).

PETANI CIKUPA MAJU BERSAMA GAPOKTAN PADASETIA

TASIK NEWS-Untuk penguatan kelompok tani (poktan) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, telah demikian banyak dibentuk, namun cukup sulit saat ini untuk menemukan kelompok tani yang bisa terus aktif dan produktip.

Demikian dikatakan ketua Gapoktan Padasetia Dusun Cikaret  Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Karwan, dalam acara penyerahan bantuan benih dan laporan keuangan kelompoknya.(2/5)

Dengan bantuan benih seberat 625 kg yang diterima 37 anggota poktan Padasetia, kata Karwan, diharapkan perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya petani Desa Cikupa  mampu tumbuh dan berkembang.

Dikatakan Karwan, dengan bantuan ini juga diharapkan seluruh anggota bisa meningkatkan usaha tani, sehingga tujuan poktan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani pun bisa tercapai.

“Dalam pengelolaan aset kelompok pun kami lakukan secara transpan.”ungkap Karwan.

Karwan menambahkan, petani memiliki peran dan fungsi yang penting dalam menggerakkan pembangunan pertanian, dan penguatan kelembagaan perlu dilakukan melalui beberapa upaya, antara lain; mendorong dan membimbing petani agar mampu bekerjasama di bidang ekonomi secara berkelompok, menumbuhkembangkan kelompok tani melalui peningkatan fasilitasi bantuan dan akses permodalan, peningkatan posisi tawar, peningkatan fasilitasi, pembinaan kepada organisasi kelompok dan peningkatan efisiensi serta efektivitas usaha tani.

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani pun yang dilakukan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan latihan, kata Karwan, harus dirancang secara khusus bagi seluruh pengurus dan anggota kelompok.

“Secara teknis upaya penguatan kelompok tani ini dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, namun meskipun demikian pendampingan pembinaan kelompok tani lainnya yang dipandang mampu juga harus dilibatkan dalam penguatan poktan. “tegasnya lagi. (ANWAR WALUYO)

SDN CILITUNG PARUNGBONTENG BERHARAP ADA BANTUAN REHAB

TASIK NEWS-Sekolah sejatinya merupakan tempat menuntut ilmu dengan suasana penuh rasa nyaman bagi peserta didik, sehingga diharapkan bisa melahirkan prestasi baik di bidang edukasi, seni atau pun lainnya.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan keberadaan SD Negeri Ciintung Kecamatan Parungbonteng Kabupaten Tasikmalaya, karena selain kondisi bangunan sudah sangat mengkhawatirkan juga tampak tak terawat dengan bangunan sekolah masih jaman dulu.

Di sebagian dinding bangunannya pun tampak terlihat sudah penuh dengan tambalan semen serta kondisi atap ruangan pun memprihatinakan, karena disana-sini penuh lubang sehingga dipastikan jika turun hujan maka air pun akan bocor ke ruang kelas.

Menurut Kepala SDN Cilitung, Suparlan, S.Pd, bangunan tempatnya mengajar memang masih terlihat jaman dulu serta kondisinya pun sudah harus diperbaiki.

Pihak sekolah dan para siswa, kata Suparlan, mengaku sudah sangat tidak nyaman dengan kondisi bangunan sekarang yang sudah tidak layak lagi.

“Kami berharap secepatnya ada bantuan rehab, sebab di pihak sekolah pun sudah mengajukan permohonan ke Pemda Tssikmalaya melalui Dinas Pendidikan. “ungkap Suparlan.(2/5)

Suparlan juga mengatakan, kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama, padahal dari  dinas pendidikan sudah mengetahui keadaan bangunan SDN Cilitung, tapi hingga sekarang  belum ada realisasinya. (ANWAR WALUYO)

 







WARGA SANGAT APRESIASI, DD RAKSAJAYA TAHUN INI BELI MOBIL AMBULANS

TASIK NEWS- Pemerintah Desa (Pemdes) Raksajaya Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, mengalokasikan Dana Desa (DD) tahap satu tahun 2019 sebesar Rp. 240 juta untuk pengadaan kendaraan ambulans. Pengadaan ambulans tersebut merupakan realisasi untuK memenuhi keinginan warga.

Pengadaan kendaraan ambulans tersebut tidak serta merta begitu saja, karena prosesnya harus melalui musyawarah desa dan harus sesuai Peraturan Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 22 tahun 2016, tentang penetapan prioritas.

seperti dikatakan Kepala Desa Raksajaya, Cecep Darmawan, saat wawancara dengan PNews di ruang kerjanya,  ambulans ini merupakan skala prioritas sebagai fasilitas untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Karena seperti diketahui, Desa Raksajaya mempunyai jarak tempuh yang sangat jauh menuju Rumah sakit di Singaparna atau RSUD Sukarjo Tasikmalaya kota.

“Sehingga mobil ambulans tersebut memang betul-betul sangat dibutuhkan warga," ujar Cecep. (29/4)

Selama ini, kata Cecep, apabila ada warga yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit terkadang sulit mencari kendaraan, sehingga ini jadi  terhambat dan terlambat dalam pemberian pelayanan kesehatan dan terkesan pelayanan desa di bidang kesehatan pada  masyarakat pun kurang maksimal.

Cecep mengatakan, pihaknya bersukur tahun ini Pemdes Raksajaya telah merealisasi pengadaan kendaraan mobil  ambulans dan mudah-mudahan warga tetap sehat selalu dan dengan adanya kendaraan ambulans semoga pelayanan di Desa ini semakin maksimal terhadap warganya.

“Sekarang Insya Allah setelah memiliki mobil ambulans kami bisa tingkatkan pelayanan kesehatan warga, dan kami siap melayani 24 jam. “tegasnya.

Disoal cara masyarakat peminjamannya, karena dikhawatirkan sering jadi hambatan prosedur serta  masyarakat pun sering takut harus bayar biaya operasional yang tinggi, Cecep menjelaskan, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan masyarakat secara maksimal, pihakny akan memusyawarahkan dulu berapa biaya operasional tersebut agar opini seperti itu tak ada serta masyarakat pun bisa dimudahkan.

Sementara saat diminta tanggapannya, beberapa warga sangat mengapresiasi tersedianya mobil ambulan di desanya serta berharap warga dapat memanfaatkan dan merawat ambulans tersebut dengan baik.

“Mudah-mudahan Pemdes Raksajaya dapat menggunakan Dana Desa ini dengan baik dan dapat di pertanggung jawabkan jangan sampai di kemudian hari membuat masalah hukum. Ujar salah seorang warga. (MAMAT R)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN