Sejumlah Pelaku Usaha Tolak Tegas Rencana Pemkot Banjar Relokasi Pkl Dan Parkir Di Jalan Hamara

PANGADARANNEWS.COM/BANJARNEWS  - Rencana penataan di seputar jalan Hamara Efendi yang akan berdampak harus direlokasinya para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para tukang parkir ke lahan baru  di jalan Kantor Pos kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar menuai reaksi serta mendapat penolakan dari  para pemilik toko dan PKL yang ada di seputar jalan Hamara tersebut.

dengan tegas menolak rencana yang akan di lakukan pemerintah, mereka meminta Pemkot Banjar agar membatalkan rencana relokasi itu. Penegasan penolakan relokasi tersebut disampaikan langsung sejumlah perwakilan PKL dan pemilik toko kepada wartawan, saat konferensi pers di Toserba Samudra. (31/10)

Salah satu perwakilan para pemilik took dan PKL, Aep Saeful Hijbi mengatakan, pihaknya secara tegas menolak rencana penataan dan relokasi PKL di jalan Hamara karena hal ini akan merugikan para pelaku usaha.

Selain itu, kata Aep, Pemkot Banjar belum bisa memberikan jawaban terkait keluhan pedagang atau solusi sehingga masalah ini pun hingga saat ini masih ngambang. 

“Kami menolak dan meminta pemerintah agar sesegera mungkin membatalkan rencana relokasi dan penataan Jalan Hamara Efendi,”tegas Aep kepada sejumlah wartawan.

Pelaku usaha yang melakukan penolakan ini bukan hanya dari perwakilan pemilik toko, namun, menurutnya, semua pedagang, pemilik toko, dan juru parkir, semuanya menolak dan penolakan ini dituangkan dalam bentuk surat pernyataan bersama .

“Ada 28 pemilik toko, 38 Pedagang Kaki Lima dan 20 orang juru parkir semuanya menolak, dan secara resmi ini sudah kami sampaikan kepada pemkot, “jelasnya.

Ia menambahkan rencana penataan dan relokasi Jalan Hamara Efendi tersebut hanya akan merugikan para pelaku usaha, pasalnya dalam penataan itu nantinya akan menghilangkan area tempat parkir bagi para pengunjung.

Selain itu, ujar Aep, berkaca pada konsep penataan yang sudah di lakukan daerah lain justru berdampak pada menurunnya omzet penjualan para pelaku usaha.

“Ini jangan terjadi di daerah kita, “pungkasnya. (Tito)


KB STITNU Al Farabi Ikut Larut Dalam Kemeriahan Karnaval Budaya Satu Dasa Warsa Kab. Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari Keluarga Besar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (KB STITNU) Al Farabi Kabupaten Pangandaran mengikuti karnaval budaya dalam kegiatan hari jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10 dengan mengusung tema "Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara". (29/10)

setelah 2 (dua) tahun lebih dilanda pandemi covid-19, akhirnya tahun ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyelenggarakan lagi berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10, dengan salah satu kegiatan Karnaval Budaya yang selalu ditunggu masyarakat.

Kemeriahan karnaval budaya tersebut sangat dirasakan semaraknya, dengan antusias 200 tim peserta karnaval serta animo masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut. 

Dalam kegiatan ini, KB STITNU Al Farabi Kabupaten Pangandaran tak ingin ketinggalan untuk ikut serta memeriahkan karnaval budaya ini dengan menampilkan berbagai atraksi menarik, mulai dari tarian, Pashion Show On The Street dan Pashion Show Budaya yang diikuti langsung oleh Ketua STITNU Al Farabi dan seluruh Civitas Akademik yang larut dalam rombongan karnaval. 

Seperti disampaikan Koordinator Karnaval STITNU, U'ang Burhanudin yang juga Wakil Ketua BEM STITNU, menurutnya  sebagai Perguruan Tinggi pertama di Pangandaran maka KB STITNU tentu menyambut dan sangat  antusias untuk ikut memeriahkan rangakain kegiatan milangkala satu dasa warsa Kabupaten Pangandaran. 

Dengan Visi Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa, maka, kata U’ang, Pangandaran harus bisa melestarikan dan merawat khas budaya. 

“Salah satunya dengan diselenggarakan karnaval budaya ini bisa mempertegas bahwa pemda menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran," Ungkap U'ang. (yusupsidik)


Karnaval Budaya Ikut Warnai Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Ke 10

PANGANDARANNEWS.COM - Karnaval budaya ikut mewarnai rangkaian peringatan dasa warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 25 oktober, Kegiatan ini digelar di kawasan Taman Sun Set pantai barat,(29/10)

Tampak ribuan masarakat baik wisatawan atau pun warga sekitar memenuhi tepi jala rute yang dilalui 200 grup peserta karnaval, mulai dari depan hotel Arnawa menuju jalan Pamugaran.

“Karnaval ini merupakan momen budaya yang sangat dinantikan masarakat yang sempat tak dilaksanakan 2 tahun ke belakang, karena pandemi covod 19, “ ujar Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dalam sambutannya sekaligus membuka acara karnaval yang diikuti masyarakat umum, pegawai di lingkup pemerintahan, BUMN, Perusahaan Umum Daerah (Perumda), 94 desa dari 10 kecamatan, ormas dan elemen masyarakat lainnya.

Peserta karnval pun nampak antusias menampilkan aneka budaya dan pakaianm karena selain ini menjadi tontonan menarik masyarakat juga nantinya akan mendapat penilaian dari panitia karnaval.

Penampilan peserta karnaval pun Nampak ada yang unik, cantik hngga mengundang tawa, seperti  menampilan ebeg atau kuda lumping, bebegig (hantu) dan kesenian-kesenian daerah lainnya.

pada ahir acara kepada sejumlah awak media, Bupati Pangandaran menyampaikan terimakasih kepada para peserta karnaval dan seluruh masyatakat yang telah ikut berperan serta bergembira dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10.

"Mari kita bersinergi untuk Pangandaran juara, “ucap bupati. (hiek)





Wakil Gubernur Jawa Barat: “Agar Wisatawan Betah, Warga Pangandaran Harus Bersikap Ramah, Someah Hade Ka Semah”

PANGANDARANNEWS.COM – Di usianya yang ke 10 Kabupaten Pangandaran jangan berpuas diri serta harus banyak evaluasi walau selama ini mendapatkan rapor baik dan sejumlah penghargaan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barata, Uu Ruzhanul Ulum, beberapa hari lalu saat sejumlah awak media mewawancarainya usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 di gedung DPRD Pangandaran.(25/10)

Dikataka Uu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam hal ini mewakili Gubernur Jabar sangat mendukung niat Pemkab Pangandaran untuk menjadikan daerah tujuan wisata berkelas dunia.

"Secara khusus Pa Gubernur lewat saya memberikan pesan, Pangandaran sudah layak menjadi pariwisata yang berkelas dunia walau pun masih ada catatan khusus, "ujar Uu.

Beberapa kendala menurut UU, seperti penerbangan sehingga Pemprov Jabar pun ingin berusaha mendorong agar Bandara Nusawiru diaktifkan semaksimal mungkin bahkan ada instrumen lain supaya Nusawiru ini bisa lebih bermanfaat. Karena wisata di Pangandaran bukan hanya wisata pantai saja, namun banyak sekali destinasi wisata lainnya sebagai pelengkap yang memang sangat indah, seperti ada Green Canyon, Santirah, Citumang dan lainnya.

Uu berpesan pada masyarakat Pangandaran agar wisatawan betah harus bersikap ramah, someah hade ka semah (ramah pada pengunjung-sunda) sehingga wisatawan yang datang kesini tidak merasa jera tapi merasa nyaman, karena sekalipun destinasi wisatanya bagus, indah, kalau tidak masyarakatnya tidak someah tentu tidak akan menmbuat nyaman pengunjung.

Ia jugaberharap adanya keberpihakan Pemda Pangandaran tidak tergantung anggaran dari Pemprovpada pengembangan sarana prasarana wisata. 

"Saya minta kepada anggota DPRD baik provinsi maupun pusat, Pangandaran harus difasilitasi karena masih banyak yang harus ditata terutama di kawasan pantai yang memerlukan anggaran lebih banyak lagi," tegasnya.

“Catatan saya untuk Pangandaran, diharapkan masyarakat bisa menerima dan menghargai culture, budaya, agama, karakter dan sifat wisatawan yang datang dari berbagai negara agar mereka merasa betah saat berwisata di Pangandaran, “ujar Uu.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengakui hingga saat ini pengembangan Bandara Nusawiru atau maskapai penerbanagan secara Internasional ke Pangandaran langsung memang belum ada. Namun saat ini akses penerbangan yang komersil sudah ada dari Pangandaran Ke Jakarta, ini bisa menjadi sebuah alternatif.

“Saat ini belum ada rencana karena masih menunggu rencana pembangunan Jabar Selatan, dan kami masih menunggu juga dari pemprov terkait anggaran dan pengembangan tersebut,"trang bupati. (hiek) 


Bupati Jeje Wiradinata Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 10 Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata bertindak sebagai Inspektur pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-10 Kabupaten Pangandaran, bertempat di Lapang Alun-Alun Parigi. Senin (24/10)

Tema Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-10 adalah "Satu Dasawarsa Bersinergi untuk Pangandaran Juara".

Dalam amanatnya, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata menyampaikan hal-hal yang harus menjadi perhatian, yang pertama yaitu mengenai perjuangan para presidium untuk pemekaran Kabupaten Pangandaran.

"Yang pertama tentu mari kita mengenang kembali satu peristiwa bagaimana masyarakat Pangandaran, bagaimana tokoh dan para alim ulama yang dimotori oleh Presidium Kabupaten Pangandaran bahu membahu menyatukan tekad, menyatukan kebersamaan untuk lahirnya sebuah daerah baru Kabupaten Pangandaran" jelas beliau.

Bupati melanjutkan, hal kedua adalah terkait dengan sejauh mana cita-cita pemekaran sudah tercapai.

"Yang kedua tentu menjadi bahan renungan, bahan evaluasi diri sejauh mana kita semua, sejauh mana cita-cita pemekaran sudah bisa dilaksanakan atau tercapai" lanjut beliau.

Menurut beliau, selama Satu Dasawarsa atau sepuluh tahun membangun, hanya masyarakatlah yang dapat menilai dan sejarah yang akan mencatat apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan cita-cita pemekaran yang telah dicapai.

Dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata meyakini cita-cita untuk mewujudkan Pangandaran yang lebih maju lagi dapat terwujud.

"InsyaAllah dengan kebersamaan, dengan tekad yang kuat, pembangunan akan kita teruskan sehingga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita pemekaran dapat tercapai" ucap beliau.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mempunyai prinsip dalam mewujudkan visi Pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia harus tetap berpijak pada nilai karakter bangsa.

Menurut bupati, arti dari visi tersebut adalah kita sebagai warga Pangandaran bisa membuka diri untuk siapapun, warga negara, bangsa, agama, dan suku manapun dipersilakan datang ke Pangandaran. Kewajiban kita adalah berpijak kepada karakter dan kultur yang kita miliki. Hal ini akan menjadi panduan warga Pangandaran, parawisata dan pembangunan berkembang tapi tentu masyarakat terlindungi dari nilai-nilai yang tidak bersinggungan dengan kultur dan karakter Kabupaten Pangandaran. 

10 tahun Kabupaten Pangandaran berdiri, imbuh bupati, berbagai program dijalankan seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penataan wisata dll. sehingga pembangunan berjalan pesatdan perkembangan Kabupaten Pangandaran ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, baik secara nasional dan regional, dalam kurun waktu setahun terakhir berbagai penghargaan pun brhasil diraih, diantaranya:

1. Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 kali berturut-turut sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 dari BPK RI.

2. Peringkat Kedua dalam Kategori Penilaian Kompetensi BKN Award Tahun 2022.

3. Penghargaan kepada Puskesmas Padaherang sebagai Puskesmas Inovatif Kedua Se-Jawa Barat.

4. Penghargaan kepada Puskesmas Padaherang sebagai FKTP Berkomitmen Terbaik dalam Program JKN Tahun 2022 di Tingkat Nasional.

5. Pemenang Kegiatan Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik Tahun 2022 dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

6. Penghargaan Anugerah Kawistara atau Pemerintah Daerah Paling Konsisten Mendukung Perlindungan dan Pembinaan Kebahasaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

7. Penghargaan sebagai Daerah dengan Pertumbuhan Investasi Terbaik Ketiga Se-Jawa Barat.

8. Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

9. Penghargaan Capaian Peserta Pelayanan KB Lebih Dari 100% pada Pelayanan KB Serentak Sejuta Aseptor Rangkaian Hari Keluarga Nasional Tahun 2022 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

10. Penghargaan sebagai Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan Atas Perlindungan Kepada Masyarakat dalam Melakukan Transaksi Sehari-Hari, Baik Secara Digital Maupun Konvensional.

11. Penghargaan Lencana Bakti Pratama Desa dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, 

Dan banyak lagi penghargaan, dalam hal ini Bupati berpendapat bahwa prestasi dan penghargaan yang diraih merupakan buah dari sinergitas yang dibangun selama satu dasawarsa Kabupaten Pangandaran. Sekarang jargon “Pangandaran Juara” sudah menjadi kenyataan. Jargon tersebut tidak hanya menjadi simbol belaka, namun telah kita wujudkan dan buktikan dalam bentuk prestasi dan penghargaan.(Adv)


PP KMP Gelar Opening Ceremony Memperingati Harlah KMP Yang ke -10 Tahun di Gedung DPRD Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Pangandaran (PP KMP) menggelar acara Opening Ceremony Peringatan Hari Lahir KMP ke-10 Tahun, bertempat di aula gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, (26/10).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, dan turut dihadiri Bupati Pangandaran yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Mohamad Agus Nurdin. 

Dalam sambutannya Katua PP KMP, Muhamad Luthfi Aditya menyampaikan, dalam rangkaian harlah KMP ini berpijak pada landasan Gerakan Internal dan Penguatan Komparasi Gerakan, dengan tema besar "Transformasi Organisasi Menuju Pangandaran Maju dan Mendunia".

KMP dibentuk, kata Luthfi, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tanggal 25 Oktober 2012 yang merupakan hari bersejarah untuk seluruh lapisan masyarakat Pangandaran termasuk mahasiswa. 

Luthfi juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada senior-senior yang telah berjibaku menyatukan mahasiswa dalam bingkai KMP, yang dalam dinamika perjalan KMP pernah mengalami stagnasi tapi poinnya bagaimana kedepan KMP mampu lebih progres.

Sinergitas pengurus KMP menurutnya, yang siap melakukan gerakan masif akan menjadi pondasi kuat KMP yang hari ini memiliki 11 cabang kampus siap berekspansi ke seluruh kampus di Indonesia dengan tujuan menginventarisasi  potensi mahasiswa agar mampu bersama mewujudkan Pangandaran Maju dan Mendunia.

"Fokus kami juga membangun komparasi dengan seluruh stakeholder tidak terkecuali pemerintahan. Dalam hal ini KMP bermitra dengan pemerintahan jika kebijakan tepat sasaran, tetapi KMP menyatakan diri siap menjadi garda terdepan apabila kebijakan kekuasaan merenggut hak-hak rakyat," ucap Luthfi. (yusupsidik)


Terduga Pelaku Pembakaran Rumah Dinas Wali Kota Banjar Warga Mekarsari, Pelaku Alami Gangguan Mental ?

PANGANDARANNEWS,COM/BANJARNEWS - Setelah satu minggu akhirnya Polisi tangkap terdugaan pelaku pembakaran pendopo Rumah Dinas Wali Kota Banjar, bertempat di sebuah Yayasan di Kabupaten Ciamis. (25/10)

Hal ini diungkapkan Kapolres Banjar, AKBP Bayu Catur Prabowo, saat konprensi pers dengan sejumlah mawk media untuk menyampaikan kronologi penangkapan terduga pelaku, di Halaman Satreskrim Polres Banjar. (27/10)

Kapolres menyampaikan, secara tak terduga saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku polisi menemukan dua bom molotov yang sudah disiapkan sejak Idul Fitri, dan rencananya dua bom molotop tersebut akan digunakan dengan sasaran pendopo. Dan pelaku selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan Setia sementara orangtuanya tinggal di Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Kota Banjar Jawa Barat.

"Kami menemukan bom molotov tersebut di dekat tempat tidur pelaku saat menggeledah rumah neneknya dimana pelaku selama ini tinggal," terang Kapolres.

Pelaku berinisial P (20), terang Kapolres, merupakan salah seorang warga Kelurahan Mekarsari. Sementara pemicu pelaku melakukan pembakaran pendopo karena pelaku merasa tidak diperlakukan adil oleh masyarakat di tempat dirinya tinggal sehingga dirinya menunjukan keberadaannya untuk mencari perhatian.

“Itulah yang membuat pelaku nekad melakukan pembakaran pendopo, “terangnya. 

Kapolres juga menjelaskan, pengungkapan pelaku itu saat tim Polresta Banjar terus mencari keterangan warga dan mulai ada langkah terang saat tim pencari pakta membuka salah satu rekaman CCTV di salah satu rumah warga yang berada tidak jauh dari pendopo. Pada CCTV salah seorng warga mulai menangkap gerak gerik pelaku sekitar pukul 3.30 WIB hari Jum'at seminggu yang lalu, dengan menggunakan baju warna abu gelap, celana kolor hijau dan mengggunakan sepatu serta menenteng jerigen yang diduga berisi bensin. 

“Tersangka sekitat pukul 3.34 kembali tertangkap CCTV  berlari tanpa alas kaki, jadi tersangka berada di area pendopo kisaran 4 menit ujarnya untuk menjalan kan aksinya tersebut, “imbuh Kapolres. 

Pelaku menggunakan bensin yang disiramkan ke atas kursi sofa serta lantai lalu dengan menggunakan korek api kayu yang dilemparkannya ke lantai yang sudah tersiram bensin nenimbulkan kobaran api besar, sehingga api sempat mengenai sepatunya.

Tersangka sempat melepaskan sepatunya karena terbakar dan membuang koreknya lalu melarikan diri lewat pos penjaga, dan akibat sepatunya terbakar kaki pelaku rupanya mengalami luka bakar sehingga polisi dengan mudah mengenali jejak pelaku lewat CCTV. Pasca kejadian bahkan pelaku beberapa kali terlihat dalam rekaman CCTV , diduga pelaku turut memantau apa yang sudah dilakukannya di pendopo. 

Menurut Kapolres, pelaku diduga merupakan orang menyandang gangguan mental, namun pihaknya  saat ini masih menunggu hasil observasi dari dokter kejiwaan yang menangani kesehatan mental pelaku selama seminggu ke depan. 

"Saat diinterogasi tersangka masih bisa menjawab dengan lancar bahkan saat pra rekonstruksi tadi malam pun yang bersangkutan fasih  menjelaskan apa saja yang dilakukannya saat kejadian," jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, hasil dari tindakannya yang dilakukan, pelaku kini meringkuk di sel prodeo Mapolres Banjar karena terjerat pasal 187 dengan ancaman pidana 15 Tahun penjara.

"Apabila hasil observasi menunjukan menyatakan pelaku termasuk orang dengan gangguan mental maka secara hukum akan kami lepas kembali dan kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit jiwa," pungkas Kapolres.  (tito s)


Koni Pangandaran Targetkan Raih 18 Medali Emas pada Porprov 2022

Ketua KONI Pangandaran, Agus Mulyana
PANGANDARANNEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Pangandaran saat ini sedang malakukan segala persiapan untuk gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022, 5 cabang olahraga (cabor), diantaranya Pacuan Kuda, Renang Laut Bebas, Selam Laut, Perahu Layar dan Terjun Payung akan dilaksankan di Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua Koni Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana beberapa hari lalu, keseluruhannya ada 24 cabor yang akan dipertandingkan pada Porvrop tahun ini, dan lima cabor rencananya dilaksanakan di Pangandaran.

Agus mengatakan, untuk target emas di Porvrop mengalami penurunan, target emas tadinya 22 medali sekarang turun jadi 18 medali emas.

Turunya target ini kata Agus, karena ada anlisis di akhir terkait peta kekuatan lawan. Jika dulu masih optimis di 22 emas, tapi karena melihat kekuatan lawan sehingga target cukup di 18 emas.

“Kami menargetkan perolehan medali emas ini diantaranya dari cabor sepeda, berkuda, layar, selam laut dan petanque, “kata Agus, usai mengikuti rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran di gedung DPRD.(25/10)

Agus menambahkan, pada Porprop tahun 2018 Kabupaten pangandaran hanya mendapat 1 emas, namun sekarang optimis Pangandaran  akan mampu meraih medali emas lebih banyak.

Agus juga menjelaskan kabupaten-kota yang akan mejadi tuan rumah gelaran Proprop tahun 2022, diantaranya Kabupaten Bandung Barat 17 (tujuh belas) cabang olahraga, Kabupaten Subang 17 (tujuh belas) cabang olahraga, Kabupaten Ciamis 8 (delapan) Cabang Olahraga, Kabupaten Garut 9 (sembilan) Cabang Olahraga, Kabupaten Tasikmalaya 2 (dua) Cabang Olahraga, Kabupaten Pangandaran 5 (lima) Cabang Olahraga,Kota Banjar 2 (dua) Cabang Olahraga, Kabupaten Bandung 8 (delapan) Cabang Olahraga dan KONI Provinsi Jawa Barat 6 (enam) Cabang Olahraga. (hiek)


Menjadi Kado 10 Tahun Hut Kabupaten Pangandaran, Perumda BPR BKPD Pangandaran Buka Kancab Baru Di Padaherang

PANGANDARANNEWS.COM – Bertepatan dengan Satu Dasa Warsa Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR BKPD Pangandaran resmi membukan Kantor Cabang (kancab) baru yang berlokasi di Kecamatan Padaherang.(26/10)

Direktur Utama (Dirut) BPR BKPD Pangandaran Yana Maulana dalam sambutannya mengungkapkan, cabang baru ini merupakan kado untuk Kabupaten Pangandaran dalam ulang tahunnya yang ke 10.

Yana mengatakan, berkat dukungan dari semua pihak khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran sebagai pemilik perusahaan, tentu ini menjadi langkah nyata keseriusan pemda untuk hadir dalam teta kelola perekonomian di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan pembukaan kantor cabang baru di Kecamatan Padaherang ini, BPR BKPD Pangandaran bisa optimal melayani masyarakat khususnya pada sektor perbankan, “ucap Yana.

Hal senada disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Edi Ganda Permana, pasca penggabungan (merger) BPR BKPD Cijulang dengan BPR BKPD Pangandaran menjadikan Perumda BPR BKPD Pangandaran secara umum dalam penilaian OJK, sangat bagus.

Tercatat, kata Eka, nilai asset yang dimilki BPR BKPD Pangandaran sekitar Rp 56 milyar dengan total kreditur Rp 37 milyar. Tentu peningkatan angka-angka ini serta penilaian lainnya menjadi bukti tingkat kesehatan bank ini cukup bagus.

“Dan untuk lebih mengoptimalkan pelayanannya khususnya di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya, ucap Eka, hari ini BPR BKPD Pangandaran membuka kantor cabang baru di Padaherang.

“Saya menilai secara umum industri jasa keuangan dan perbankan di Kabupaten Pangandaran dibawah pimpinan Pa Jeje, sangat luar biasa, “ucap Eka.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengatakan, BPR BKPD Pangandaran selama 7 tahun, setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Kabupaten Ciamis sempat vakum dan nyaris tak berkembang. Pasalnya saat itu pemilik awal (Kabupaten Ciamis) masih Tarik ulur untuk melepaskan BPR BKPD ke Kabupaten Pangandaran, sehingga terkesan saat itu terjadi status quo kepemilikannya.

“Baru setelah secara resmi beralih kepemilikannya ke Pangandaran, sejak saat itu kami pun terus berupaya mengembangkannya salah satunya dengan menambah penyertaan modal, “ujar bupati.

Bupati menambahkan, walau memang benar laba yang dihasilkan dari BPR BKPD ini menjadi salah satu sumber Penghasilan Asli Daera (PAD), namun tujuan utama dari keberadaan perusahaan daerah di sektor perbankan ini harus mampu membantu geliat perekonomian masyarakat.

Bupati menyebut, baik pada sektor UMKM, pertanian, perdagangan atau sektor ekonomi lainnya yang bisa membantu masyarakat, disanalah BPR BKPD Pangandaran harus hadir, sehingga diharapkan keberadaannya ini mampu dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Oleh karena itu BPR BKPD ini harus pintar serta jeli menangkap peluang usaha yang ada di masyarakat, “tegas bupati. (hiek) 


Terkait Rencana Ada Investor Kembangkan Beach Club Di Pangandaran, Ini Tanggapan Ketua DPRD Dan PHRI

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait rencana aka nada investor yang akan berinvestasi di sector pariwisata dengan membangun beach club, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, setiap orang tentu punya keinginan serta sah-sah saja  untuk menanamkan investasinya, hanya yang paling utama harus ditempuh dulu perijinannya serta melakukan kordinasi, komunikasi dan lainya.

Walau berita di media sosial ada dua tayangan yang bersama-sama disampaikan bersama Bapak Ridwan Kamil, namun Asep beranggapan saat di video tersebut Ridwan Kamil pun atas nama Gubernur Jawa Barat sehingga tentu ini menjadi formal. 

“Namun karena rencananya ada di Kabupaten Pangandaran tentu gubernur juga harus secara formal menyampaikan hal ini ke Pemda Kabupaten Pangandaran, “ungkap Asep, saat ditemui usai memimpin rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10) 

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata, menurtu Asep, sekarang memang tren ada beberapa konsep pengembangan wisata, seperti beach club, private beach, jungle beach.

Sesungguhnya ketiga konsep ini pun semuanya dalam rangka memanfatkan potensi, tapi nanti pengembangannya lebih pada bagaimana agar wilayah tersebut menjadi daya tarik serta nantinya  apa saja yang boleh dan apa saja yang akan dilaksanakan,  ini harus dikomunikasikan. 

Karena, kata Asep, ia juga lihat beach club baik di Indonesia mau pun di luar negeri bahkan di Jeddah pun ada beach club.

“Prinsipnya di beach club tersebut itu nantinya ada konsep pengembangan untuk kuliner, keindahan alam, produk lokal dan lainnya dan intinya tentu nanti mana yang boleh dan tidak boleh, “ujar Asep.

Tapi menurutnya memang ketiga konsep pariwisata itulah yang sekarang sedang trend, walau pun secara pribadi ia lebih berkeinginan agar 91 kilo meter sepanjang pantai Pangandaran menjadi salah satu daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan abik wisatawan domestik atau pun manca negera.

Asep juga mengatakan, walau pun dalam Undang –Undang nomer 23 tahun 2014, pantai itu memang  bukan kewenangan pemda kabupaten-kota namun kewenangan pemeritah provinsi, maka harus diatur oleh Peraturan Gubernur (Pergub), dan dalam rangka pengembangan namun karena ada otonomi daerah tentu harus dikomunikasikan dengan daerah agar tidak menjadi sebuah persoalan.

Disoal adanya penolakan rencana investasi wisata ini, Asep menuturkan, inilah pentingnya sosialisasi yang baik terkat seperti apa nanti konsep pengembangannya, apa saja yang akan disajikan dan seterusnya.

Karena ada yang disebut beach club ini, dia lebih seperti apa yang sudah ada di Pangandaran, seperti sentra kuliner atau lebih pada pengembangan alam dan kemanfaatannya untuk masyarakat.

“Jadi semua harus paham dulu dan harus mendapat informasi yang utuh jangan sepotong-sepotong, artinya jika memang Pemprop Jabar mempunyai keinginan beach club akan dikembangkan di Pangandaran, ya sampaikan, dikomunikasikan dan dikordinasikan di Pangandaran, “imbuhnya.

Menanggapi hal serupa, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agus Mulyana menyampaikan, Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata pasti membutuhkan dukungan dari investor, salah satunya dibuatkan beach club.

“Tapi jangan salah juga bahwa beach club yang ada di Pangandaran nanti pasti berbeda dengan yang ada di bali, tentu disini nantinya konsepnya akan disesuaikan, “ucap Agus, usai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10, di gedung DPRD.(25/10)

Kata Agus, tinggal bagaimana dibuat perencanaannya yang baik tentu dengan melibatkan semua stake holder yang ada, artinya yang penting sosialisasi di awal. Jangan sampai belum apa-apa ijinnya saja belum keluar, baru rencana namun kalau memang ada hal ini harus disesuaikan dan diselaraskan dangan muatan lokal serta bisa berjalan dengan baik, namun yang jelas ini dalam rangka percepatan geliat perekonomian di Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor pariwisata karena memang visi Kabupaten Pangandaran menjadi wisata kelas dunia.

Agus menambahkan, ia yang bergerak di usaha pariwisata dan ia juga bergerak di bidang olahraga (Ketua KONI-red) berkeinginan sport yang baru, sport turism sehingga sportnya dapat dan turism juga dapat.

Caranya, jelas Agus, dengan membuat even dengan penyelenggaraan Kegiatan even olahraga ini di week day dan bukan di week end,  seperti Kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022 ke 14 untuk 5 cabang olahraga yang akan dilaksanakan di Pangandaran, akan digelar di week day agar geliat wisata di terjadi tidak hanya di week end saja. 

“Di week day masih perlu push karena di week day Okupansi hotel masih di angka di bawah 20 %, “terangnya. 

Agus mengatakan, PHR wel come dengan rencana kedatangan investor tersebut asal selaras format yang baik serta formasi selaras dengan muatan lokal, juga harus jelas apa yang akan diinvestasikan masyarakat harus mengetahui. 

“Jangan seperti pada pasca even Pan Asia Hash yang sedikit ada buntutnya, tapi ternyata itu hanya miss komunikasi saja karena jika semua diajak rembuk dari awal mungkin semua akan paham, “pungkasnya. (hiek)


Tekan Emisi Karbon Serta Penyediaan Oksigen, KMP Tanam Ratusan Mangrove Di Kawasan Nusawiru

PANGANDARANNEWS.COM - Upaya untuk mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim sedang gencar dilakukan berbagai di belahan bumi, termasuk di Indonesia yang memiliki target untuk mewujudkan net zero emission atau bebas emisi karbon pada 2060 mendatang.

Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir yang Ke-10, Keluarga Mahasiswa Pangandaran (KMP) turut menyukseskan program ini dengan langsung turun melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian generasi muda melaksanakan reklamasi dan upaya dekarbonisasi, bertempat di sekitar kawasan bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang. (23/10)

Seperti disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, U'ang Burhanudin, kegiatn ini sangat positif karena selain menahan abrasi pada perairan payau sekaligus untuk menciptakan suasana hijau, teduh dan indah di kawasan Nusawiru-Cijulang ini. 

Penanaman ini, kata U’ang, tentu akan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat betapa pentingnya pepohonan di lingkungan pemukiman dalam upaya penyediaan oksigen dan penyerap polutan.

"Diharapkan warga ikut menjaga dan memelihara pohon tersebut agar tumbuh baik sesuai dengan keinginan bersama menciptakan pemukiman yang sejuk, indah dan nyaman," ucap U'ang.

Masih di tempat yang sama, Pembina KMP Noval Muhajir Taufiqurohman S.Pd. Gr., menambahkan,  kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan KMP ini sangat positif dan berdampak baik untuk lingkungan.

Noval juga berharap kegiatan ini mampu menstimulus lapisan masyarakat, ormas dan siapapun bisa ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan walaupun ini hanya hal kecil yang dilakukan tapi akan mampu dirasakan manfaatnya ketika seluruh stake holders bersama-sama menjaganya.

“KMP sebagai movement agent of change society atau pengubah cikal bakal masyarakat itu dapat mengena dan dirasakan oleh masyarakat, “ujarnya. (yusupsidik)


Hari Ini Masyarakat Dan Pemerintah Daerah Peringati Satu Dasa Warsa Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 dengan tema “Satu Dasawarsa Bersinergi Untuk Pangandaran Juara, pemerintah Kabupaten pangandaran tadi pagi menggelar upacara bendera merah putih yang dilaksanakan di lapangan alun-alun Parigi.(24/10)  

Selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan, kegiatan ini juga turut hadiri sejumlah pejabat, diantaranya Pimpinan dan anggota DPRD Pangandaran, Kapolres Ciamis, Kapolres Pangandaran, Dandim 0613 Ciamis, Kepala Kejaksaan Ciamis, seluruh Kepala SKPD, PJ Bupati pertama, Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021, Adang Hadari, mantan Ketua DPRD Jawa Barat,  dan turut hadir H. Eka Santosa dan tamu undangan lainnya.

Usai memimpin upacara pengibaran sang merah-putih, dalam sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengajak selurh masyarakat dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 untuk bersama-sama mempererat ikatan kebersaman serta mengenang kembali satu peristiwa bagaimana masyarakat Pangandaran, tokoh dan para alim ulama bahu membahu menyatukan tekad serta menyatukan kebersamaan hingga lahirnya daerah baru yang bernama  Kabupaten Pangandaran. 

Bupati mengatakan, pemekaran bukan hanya suatu proses untuk menjadikan kepala daerah atau para pejabat lainnya, tapi pemekaran hakekatnya ialah apa yang diperjuangkan masyarakat bisa menjadi baik tentunya lebih juara hingga hari ini. 

"Maka bersujud syukur kepada Alloh  karena kita sudah 10 tahun berproses meningkatkan pemerintahan dan pembangunan di Pangandaran, "kata bupati. 

Selama tujuh tahun menjabat sebagai bupati dan memasuki usia sepuluh tahun Kabupaten Pangandaran, bupati mengatakan serta mempunyai harapan dan cita-cita agar yang belum terlaksana bisa segera terlaksana, namun terlalu subjektif bila dirinya menilai Pangandaran saat ini sudah bagus. 

"Biarlah masyarakat yang menilai dan sejarah yang mencatat apa yang sudah kita lakukan sejauh ini, "ujar bupati.

Sebagai seorang pemimpin, bupati juga melihat dan mendengar terhadap dinamika yang timbul di masyarakat seperti kritikan apapun yang disampaikan yang bersifat membangun walaupun disampaikan dengan kata-kata halus atau tajam, namun ia yakin hakekatnya menginginkan Pangandaran agar lebih baik lagi.

“Semua kritikan dan masukan, Insya Alloh itu menjadi satu energi dan kekuatan saya untuk terus-menerus membangun Kabupaten pangandaran menjadi lebih bagus lagi, " pungkasnya. (bill)


Jelang Pemilu 2024 Para Pakar Kepemiluan Bahas Model Pengawasan Ideal

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) mengadakan Diskusi terpumpun dengan tajuk “Model Pengawasan Ideal Kelembagaan Bawaslu”.(20/10)

Kegiatan yang bekerja sama dengan Seknas LS Vinus ini diikuti puluhan pemantau pemilu untuk membicarakan model pengawasan, kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta ini merupakan agenda temu gagasan pemantau Pemilu.

Pada acara tersebut, Plt Kepala Puslitbangdiklat Ibrahim Malik Tanjung menyampaikan, sasaran pengawasan oleh Bawaslu bukan hanya terkait kinerja KPU tapi semua potensi pelanggaran proses Pemilu

“Pengawasan  Bawaslu yang sangat kompleks, perlu model pengawasan yang variatif sesuai perkembangan zaman,” ujar Ibrahim.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia periode 2012-2017, Daniel Zuchron menyampaikan, Bawaslu dalam model Pengawasan perlu mendekatkan diri kepada masyarakat

Karena tanpa adanya kedekatan lembaga dengan masyarakat tentu tidak akan meningkatkan kesukarelawanan dan partisipasi publik dalam model pengawasan terkini.

Sementara Seorang Akademisi yang mengajar di Universitas Ibnu Chaldun, Dian Permata menyampaikan Isu Hoax selalu muncul sejak Pemilu 2019.

“Model pengawasan via Media juga perlu untuk ditingkatkan khususnya kepada publik yang ingin berpartisipasi dalam pengawasan pemilu,” ungkap Dian.

Tak hanya itu Koordinator Nasional JPPR Dian Paramita menambahkan bahwa Model Pengawasan Masyarakat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran

“Saat ini, temuan yang ditemukan oleh masyarakat masih minim, karena mereka belum mengerti kepemiluan secara maksimal,” ujar Perempuan yang disapa Mita

Terakhir, Founder Komite Pemilih (Tepi) Jerry Sumampow menanggapi bahwa Model Pengawasan yang dilakukan oleh Pemantau Pemilu perlu diperjelas

“Mau dibawa ke mana model pengawasan oleh Pemantau ini? Sudah harus jelas dan Fokus dalam proses pemantauannya,” tutup Jerry

Sementara Founder Yayasan Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi juga ikut menambahkan, partipasi masyarakat dalam Pemilu ini sangat dibutuhkan untuk mengawal tuntas kepemiluan.

“Karna ketika adanya kesukarelawanan pemilu itu dapat memperlancar mekanisme pemilu yang berlangsung,” ungkap pria yang biasa disapa Kang Yus. (Elang Ratnasari/kotributor PNews)


Menyusuri Kehidupan Malam Di Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Hentakan musik dangdut saat malam tiba terdengar hingar binger dari sejumlah warung, ini salah satu pemandangan kehidupan malam di Kota Santri, Tasikmalaya.

Sebut saja di salah satu kawasan terminal, tepatnya di belakang terminal tipe A yang ada di jalan menuju arah ke luar kota, tampak di warungnya terlihat berderet perempuan berbusana seksi dan make up sedikit menor sedang asyik menemani para pengunjung untuk ikut bergoyang dalam alunan music dangdut koplo.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Ciamis, Riki, menuturkan, berjoget sambil menenggak minuman keras di bawah kelap – kelip cahaya lampu disko sungguh sangat mengaksikan.

“Apalagi ditemani wanita-wanita cantik yang siap melayani, “ujarnya.(22/10)

Menurut Riki, di kawasan tersebut jika malam tiba hentakan musik selalu bergema hingga larut malam. Para pencari hiburan pun setiap malamnya nyaris tak pernah sepi, apalagi jika saat akhir pekan atau sabtu malam.

Kata Riki, ini menjadi salah satu potret kehidupan malam Kota Tasik yang dulu sangat terkenal dengan julukan kota santri, sebuah julukan untuk kota religius. Warung remang-remang tersebut kini semakin menjamur, para pemilik warung yang menjajakan minuman beralkohol seperti anggur merah, arak putih dan bir pun saling berebut simpati para pengunjung dengan pelayanan yang siap memanjakan pencari hiburan malam.

“Saya tidak tahu apakah Pemkot Tasik mengetahui lokasi ini, tapi yang jelas warung-warung disini tidak pernah sepi pengunjung, “imbuh Riki. (anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN