Ini Sepenggal Pengalaman “Si Raja Tanjakan” Tonton Susanto Yang Kini Mengabdi Jadi ASN Di Kab. Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM -  Masih ingat nama Tonton, pria dengan nama langkap Tonton Susanto kelahiran tanggal lahir 24 September 1973 di Kabupaten Pangandaran merupakan seorang pembalap sepeda dengan dengan deretan prestasinya, antara lain berhasil meraih medali emas pada SEA Games 2001 di Kuala Lumpur pada balapan jalan raya di nomor individual time trial 50 kilometer, medali emas pada final nomor perlombaan individual time trial (ITT) 50,7 kilometer cabang sepeda SEA Games XXVI di jalur Indramayu-Subang Jawa Barat dan segudang prestasi lainnya.

Selain dikenal menjadi “raja tanjakan”, Tonton juga begitu populer saat dalam dunia balap sepeda tanah air dengan perolehan 4 medali emas SEA Games.

Dimanakah Tonton sekarang, sekarang Tonton yang tinggal di rumahnya di Dusun CVikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, sejak pada tahun 2017 telah “gantung sepeda” menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan saat bertugas di Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran.

Kepada PNews saat bincang-bincang di tempat kerjanya Tonton menuturkan sejumlah pengalamannya saat masih aktif menjadi atlit sepeda balap Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI).

Saat ini walau diakui cabang olaharag (cabor) balap sepeda terkesan kurang greget, sebenarnya kata Tonton, tidak seperti itu. Karena mungkin bedanya saat ini kegiatan balap sepeda full hanya mengandalkan kucuran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, sehingga ketika kondisi keuangan daerah mengalami penurunan maka otomatis kegiatan olahraga khususnya balap sepeda pun akan tersendat. 

Kalau jaman ia dan rekan-rekannya seperti Bandi, Candra, Kusmawati, Arin Kiswana, Iswadi dan lainya, kata Tonton, semua mempunyai tim dan sponsor yang membiayai untul latihan tiap hari. Sebenarnya jika atlit tersebut lebih aktif seperti yang ia lakukan dulu bisa punya sponsor dan tim sendiri, dengan cara menawarkan diri, kata Tonton, Tonton tidak mengalami kendala.

“Nah, atlit sepeda sekarang tidak punya tim atau sponsor yang bisa mensuport untuk itu sehingga tidak bisa berprestasi lebih bagus lagi, salah satunya akibat kurangnya porsi latihan, “jelasnya.(18/08)

Tonton Susanto
Padahal saat itu ia belum berprestasi, tapi karena saat itu ia sudah mempunyai tim sehingga saat itu Tonton pun bisa latihan di Bandung, walau pun ketika itu ia tak mendapat bayaran tapi merasa senang karena bisa ikut latihan di tim besar dengan atlit-atlit senior seperti Muhamad Yusuf, Maulana Miklat, Roni Yahya, Robi Yahya dan atlit sepeda hebat lainnya. 

“Ini jelas menjadi suatu kebangaan bagi saya walau tidak dibayar, tapi paling tidak latihan saya ada yang membiayai dan bisa ikut ke even-even balapan dengan tim, “ujarnya. 

Dan sejak saat, Tonton meyebut pemda (saat itu masih Ciamis) juga selalu memberikan perhatian, salah satunya bisa menjadi ASN dan selalu memberikan bonus saat ia menjadi juara, dan walau ia sudah menjadi ASN tapi pemda masih memperbolehkan Tonton untuk latihan.

Saat diminta komentarnya terkait atlit sepeda yang ada di Kabupaten Pangandaran, sebenarnya persoalannya ada di ISSI, organisasi paling tinggi yang mengurus cabor balap sepeda. Dulu ISSI mempunyai program balapan-balapan yang ada di tiap-tiap provinsi dan sudah terjadwal tapi sekarang itu tidak ada, dan jika pun ada paling lewat media sosial, sedangkan  untuk anggarannya sangat susah.

“Kalau dulu jika ada balapan bulan depan, paling tidak sudah persiapan untuk mengajukan proposal dulu baik  ke pemerintah atau ke pihak lainnya, “terang Tonton. 

Tapi terlepas dri persoalan semua itu, Tonton mengatakan, kuncinya untuk bisa meraih prestasi tentu yang utama dari atlitnya sendiri. bagaimana mentalnya, kemauan, kerja keras serta , dan itu harus tumbuh pada atlit bukan mengadalkan pihak lain, yang lain hanya mensuport. 

Tonton juga mengatakan, sekarang komunitas sepeda di Pangandaran sangat banyak tapi sayang kalau klub yang terdaptar di ISSI belum ada. 

Tapi Tonton tetap optimis, harapan untuk bisa menggali lagi potensi atlit daerah masih punya potensi besar, dan itu sebenarnya bisa digali lewat even-even seperti Bupati Cup atau lainnya.

“Ini tentu menjadi target awal prestasi untuk yang masih yunior, pemula serta kadet dan tentu bupati cup ini akan menjadi kebanggaan jika bisa menjadi juara, “pungkasnya. (PNews)


Pemda Kabupaten Pangandaran Lakukan Merger Perumda BPR BKPD

PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalaui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa hari lalu resmi melakukan merger Perusahaan Umum (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKPD Cijulang ke BPR BKPD Pangandaran.  

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanaya, Direktur Utama (dirut) BPR BKPD Kabupaten Pangandaran, Yana Maulana, membenarkan merger tersebut terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2022 lalu. Jadi ke depan tidak ada BPR Cijulang lagi karena, tapi bukan berarti BPR milik Pemkab Pangandaran yang berlokasi di Cijulang ini hilang, tapi BPR tersebut akan menjadi kantor cabang.

“Jadi setelah merger ini Perumda BPR BKPD Pangandaran ini mempunyai tiga kantor cabang, diantaranya kantor cabang Cijulang, Ciamis yang berkantor di Ciamis dan kantor cabang pusat yang berlokasi di kantor BPR BKPD Pangandaran, “terang Yana.(18/08)

Kepada PNews Yana juga menuturkan, sebagai langkah awal pasca merger pihaknya akan melakukan penataan di internal, karena mungkin ada “budaya” kerja kantor BPR cabang Cijulang yang sedikit berbeda, yang tadinya kantor pusat sekarang menjadi kantor cabang.

“Mungkin kami juga akan melakukan rotasi dan mutasi untuk langkah penyegaran, “imbuhnya.

Dirut BPR BKPD Pangandaran, Yana Maulana
Yana mengatakan, ke depan ia juga akan melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta optimalisasi dan digitalisasi dengan melakukan kerjasama dengan Finasial Teknologi (Fintek) yang sudah tedaptar di OJK.

Tak hanya itu, selain akan bekerjasama 2 asosiasi BPR, seperti perhimpunan BPR milik pemda (perbamida) university dan Persatuan BPR Indonesia (Perbarindo) Yana mengatakan ia juga akan melakukan harmonisasi dan berkolaborasi dengan visi-misi pemda Kabupaten Pangandaran, salah satunya untuk menunjang digitalisai keuangan.

“Walau sekarang dengan 3 kantor cabang SDM kami masih terbatas, tapi kami optimis akan mampu melakukan terobosan-terobosan dalam rangka peningkatan dan optimalisasi sebagai perusahaan milik daerah, “tegasnya.

Disoal sektor penyaluran kredit, Yana mengaku selama ini memang masih didominasi kredit konsumsi, namun pasca kondisi pandemi. Dan saat ekonomi masyarakat sekarang mulai merangkat bangkit lagi, BPR BKPD Pangandaran tentu akan lebih menggenjot lagi pada sektor produksi dan usaha masyarakat.

“Apalagi sekarang tren UMKM saat ini sangat gencar didorong oleh Pemkab Pangandaran, “Imbuhnya. (PNews)


Tiga Desa Di Kecamatan Bantarkalong Laksanakan Peringatan HUT RI ke 77 Dalam Upacara Bersama

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) Ke-77, 3 desa di Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya,  Desa  Hegarwangi, Simpang dan Desa Parakanhonje melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera yang diikuti BPD, LPM tokoh masyarakat tokoh agama babimsa, babimsa, TP PKK, Ormas, Organisasi Keagamaan dan undangan lainnya dari masing-masing desa.(17/08)

Ditemui terpisah, Kepala Desa Hegarwangi, Ucap Muhammad Taufan Firmansyah, menyampaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 77 diharapkan seluruh dapat meningkatkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 

Dengan lebih meningkatkan daya juang terhadap bangsa dan negara serta mempersatukan jiwa dan segenap raga untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, ucap Pan pan, sapaan akrab Muhammad Taufan Firmansyah, Indonesia bisa lebih maju. 

“Dan saat ini kami tengah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, “ungkapnya

Jika dulu para pejuang mengusir dengan berdarah-darah, menurutnya saat ini masyarakat tinggal hanya memperingati makna perjuangan tersebut, salah satunya dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, dan ini tentu bisa menjadi pejuang, pejuang kebersihan.

Alhamdulillah berkat kerjasama antara masyarakat dan pemerintah desa upacara bendera berjalan dengan lancar, “ujrnya. (anwarwaluyo)


Kepala Desa Cibongas Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 77

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kepala Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sunarya, usai memimpin upacara pada peringatan Hari Kemerdekan RI ke 77 dengan Inspector brigadir Yusup Hamdani yang dihadiri perangkat desa, Bhabinkamtibmas Desa, Sekdes Dedi Yanto dan lapisan masyarakat, kepada PNEws menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian Kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI ke 77 berjalan lancar tanpa ada kendala apapun sehingga bisa terlaksana dengan baik.

“Dan ini semua berkat dukungan dari semua pihak, “ujar Asep.

Asep berharap Desa Cibongas bisa semakin maju baik di bidang infaktutur atau pun ekonomi masyarakat sehingga bisa menjadi contoh desa yang ada di kabupaten Tasikmalaya. 

Asep juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai NKRI dan bhineka tunggal Ika serta Pancasila sebagai dasar Negara kesatuan. 

"Semoga di hari kemerdekaan ini masyarakat bisa meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing," pungkasnya. (anwarwaluyo)


Makna Peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Ini Kata Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM - Bulan Agustus merupakan bulan spesial bagi bangsa Indonesia karena pada bulan ini tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, sehingga setiap tanggal 17 Agustus bangsa dan masyarakat Indonesia selalu memperingatinya sebagai hari kemerdekaan dan tidak mengherankan jika kemeriahan serta hingar bingar peringatan hari kemerdekaan baik di desa atau pun kota.

Kepanitian baik dari pusat sampai daerah bahkan RT/ RW telah terbentuk begitu juga berbagai instansi, dan masyarakat menghiasi lingkungan rumahnya, kantor-kantor baik kantor pemerintah maupun swasta turut pula berhias. Tak ketinggalan hiasan warna-warni dan lampu hias pun turut menghiasi pinggir-pinggir jalan atau di gang-gang perumahan menambah meriah suasana menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan tentu saja dengan berbagai pertandingan atau perlombaan seperti pertandingan sepak bola, bulu tangkis, voli, panjat pinang dan lain-lain dilaksanakan baik itu tingkat sekolah, universitas, kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi.

Tentu hal ini juga dirasakan masyarakat Kabupaten Pangandaran yang dengan antusias ikut memeriahkan HUT RI ke 77 yang dilaksanakan di tiap-tiap desa. Berbagai perlombaan pun digelar di setiap sudut penjuru, bendera merah putih berkibar disetiap halaman rumah-rumah warga. Tentu aksi ini sebagai bentuk penghargaan setiap warga negara bagi para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan itu.

Sementara saat dimnta komentarnya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinta mengatakan, Bung Karno mengatakan kemerdekaan ini merupakan jembatan emas, dan di ujung jembatan emas itu ada penantian tentang bagaimaan kebodohan, kemiskinan dan tentang kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

Jika Bung Karno mengatakan kemerdekaan ini jembatan emas, kata bupati tentu harus bisa diwujudkan untuk merubah kebodohan jadi cerdas, kemiskinan jadi sejahtera dan seterusnya.

“Dan sebagai pemimpin, tentu hal ini menjadi motivasi saya untuk bekerja lebih giat lagi melewati jembatan emas tersebut untuk dapat maraih harapan kita semua, tentunya dengan dukungan dan bantuan dari seluruh pihak, “kata bupati, usai mengikuti Sidang Umum di DPR RI di Jakarta yang disiarkan langsung secara daring di gedung DPRD. (16/08)

Wakil Bupati Pangandaran, U Endin Indrawan
Hal senada dikatakan, Wakil Bupati, Ujang Endin Indrawan, menurutnya memperingati Hari Kemerdekaan itu pronsip dasarnya adalah bersukur atas nikmat yang telah diberikan Alolh, termasuk nikmat kemerdekaan.

Artinya, imbuh wabup, bersukur itu bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang positif. Dan tujuan negara adalah untuk meningkatkan mensejahterkan rakyat, inilah proses untuk mewujudkan tujuan negara dalam rangka meningkatkan dan mensejahterakan masyaralat

Kata wabup, kemerdekaan bukanlah suatu pertanda untuk berhenti berjuang, tetapi sebagai tanda agar berjuang lebih keras. 

“Karena kemerdekaan Indonesia adalah sebuah kesempatan bagi kita semua untuk bisa mengeksplorasi dan berkreasi, tentu dengan hal-hal positif, “ucap wabup. (PNews)


Warga Desa Wonoharjo Luapkan Kegembiraan Ikuti Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 77

PANGANDARANNEWS.COM - Iringan ribuan masyarakat Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran nampak memenuhi sepanjang jalan menuju lapang sepak bola untuk melaksanakan upacara peringatkan Hari Kemerdekaan RI ke 77.

Tak hanya kalangan usia muda, para lanjut usia pun ikut berpawai sehingga lapang seluas 2 hektar ini pun penuh oleh lautan masyarakat.

Menurut salah seorang ketua RW, dengan sukarela dan senang hati masyarakat datang ke lapangan dengan hidmat mengikuti prosesi upacara penaikan sang merah putih.

"Warga sangat antusias saat diminta untuk pawai menuju lapang, " ujarnya.(17/08)

Selain didapat dari pemerintah desa, kata dia, biaya untuk pembuatan alat-alat karnaval ini diperoleh dari hasil swadaya warga.

"Untuk keperluan karnaval ini kami mengeluarkan biaya belasan juta, "jelasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Wonoharjo, Dede Suprapto mengatakan, menurutnya antusias warga sangat luar biasa untuk mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 17 ini, mulai dari perlombaan-perlombaan yang dilaksanakan di tingkat dusun sampai menjadi peserta karnaval dengan berbagai atribut saat menuju tempat dilaksanakannya upacara kemerdekaan, di lapang Wonoharjo.

“Saya sampai merinding dan terharu, menyaksikan betapa antusianya ribuan warga kami tumpah ke lapang untuk bersama-sama mengikuti upacara kemerdekaan, ”ucap Dede.

Dede mengatakan, warga sudah rindu dengan momen-momen perayaan HUT RI ini karena akibat kondisi pandemi selama dua tahun HUT kemerdekaan ini tidak digelar.

Dengan jumlah penduduk sekitar 11 ribu jiwa, 3 dusun dan 20 RW, Dede mengaku pada momen peringatan HUT RI ke 77 saat ini ribuan warga terlibat langsung dalam penyelenggaraannya, baik menjadi peserta lomba menjelang perayaan, peserta karnaval hingga menjadi peserta upacara pada saat puncak perayaan di lapang sepak bola.

“Saya juga menghimbau agar kondisi di masyarakat tetap kondusif serta tetap menjaga lingkungan masing-masing, dan mudah-mudahan khususnya warga Desa Wonoharjo bisa lebih baik lagi, “uca Dede.

Sementara menurut salahs eorang anggota DPRD dari fraksi PKB, Subariyo, S,Pdi, menuturkan, tentunya peringatan HUT RI ini merupakan bagian warga yang harus betul-betul menjunjung tinggi derajat dan martabat NKRI, salah satunya dengan cara mengedukasi warga supaya lebih paham makna dan arti kemerdekaan itu sendiri, tentunya harus diisi dengan hal-hal positif.

“Seperti menjaga rasa persataun, gotongroyong dan seterusnya, “ungkapnya.

Subariyo menambahkan, nasionalisme di masyarakat tentu tidak pernah diragukan karena terbukti warga denga  antusias mengkuti rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan ini.

“Apalagi seperti kita ketahu momen ini dua tahun kemarin tidak ada karena pandemic covid-19, dan antusias ini seakan meledak ingin meluapkan rasa kegembiraan untuk memperingati hari kemerdekaan, “ucapnya. (PNews)


Ribuan Warga Pangandaran Padati Lapang Merdeka Ikuti Upacara HUT RI ke 77


PANGANDARANNEWS.COM - Ribuanarga padati lapangan merdeka dalam memeriahkan HUT RI ke -77 Pananjung Pangandaran. Warga di Kecamatan Pangandaran, khususnya warga desa Pangandaran dan Pananjung ikut mendominasi ramaikan upacara pengibaran bendera merah putih dengan berbagai atraksi dan kreasi.

Acara HUT kemerdekaan tersebut bukan saja mengundang warga dan  pelajar juga  dihadiri pula dari berbagi instansi pemerintah dan elemen masyarakat sehingga memenuhi lapangan dan ruas jalan merdeka.

Tak ayal kemacetan pun tak dapat dihindari.

Warga merasa terhibur dengan berbagai hiburan dan atraksi warga sendiri. Sebut saja Udin. Ia merasa senang dan terhibur dengan kemeriahan HUT ini. Walaupun hal ini sering dilakukan warga dalam memeriahkannya HUT kemerdekaan namun setiap tahun namun apresiasi nya tetap ramai. 

"Ya, saya senang. Banyak hiburannya. Ya setahun sekali walau singkat tapi nanti kan dilanjut di desa masing-masing," kata Udin.

Upacara pengibaran bendera merah putih itu sendiri dilaksanakan dengan penuh hikmat dan lancar. Rangkain acara dilaksanakan dengan tertib. Mahfuzh selaku panitia acara merasa lega acara dapat terlaksana dengan lancar dan tertib, walau sedikit diselingi suara petasan dari rombongan warga.

"Kami merasa senang acara dapat terlaksana dengan lancar dan tertib. Semua sesuai agenda," jelasnya.

Kehadiran Spotlight Indonesia Meriahkan HUT RI ke 77 di Kecamatan Mangunjaya

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke  77 Pemerintahan Kecamatan Mangunjaya melaksanakan serangkaian kegiatan perlombaan yang diikuti langsung masyarakat, seperti jalan santai, sepeda santai dan jenis lomba lainnya.(15/08)

Tak sampai disitu, jelang peringatan 17 Agustus ini juga dimeraiahkan dengan penampilan sejumlah musisi dan penyanyi spotlight Indonesia yang melantunkan lagu-lagu hasil karyanya sendiri, para musisi dan talent ini sebagian tentunya berasal dari putra daerah Kabupaten Pangandaran. 

Seperti disampaikan manager spotlight Indonesia Aan Suhendar yang akrab dipanggil Reza, ia merasa senag dengan pelenggaraan pentas musik dalam acara HUT RI ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi motifasi bagi para musisi dan para seniman baik musik ataupun para penyanyi yang ada di wilayah kabupaten Pangandaran untuk terus berkarya dan berkiprah di dunia blantika musik Indonesia, “ucapnya.

Aan pun berharap spotlight Indonesia yang ia pimpin di Kecamatan Mangunjaya ini bisa mendobrak pasaran musisi nasional bahkan dunia, sehingga mampu mengkatrol dunia pariwisata Kabupaten Pangandaran menjadi mendunia, tentunya pada segmen wisata musiknya,   

Sementara Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan yang datang bersama Hj. Tini Nurmasari Indrawan didampingi Camat Mangujaya Sofya Tanjung Hadi dan para kepala desa se-Kecamatan Mangunjaya yang berkesempatan menyaksikan langsung kegiatan tersebut memberikan apresiasi pada pihak penyelenggara yang sudah melibatkan langsung masyarakat untuk ikut memeriahkan acara ini.

Menurut wakil bupat sangat berkesan dengan penampilan sejumlah musisi dan penyanyi spotlight Indonesia yang telah mendorong kegiatan ini dengan menghadirkan talenta – talenda muda dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Semoga saja spotlight Indonesia bisa terus berkarya dan bisa membawa nama baik Kabupaten Pangandaran khususnya di bidang dunia musik, “ujar wabup. (TnT)


SD Pondoksari Sukaresik Tahun ini Bangun 3 RKB Bantuan Pemkab Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 3 lokal di SDN Pondoksari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, berjalan lancar dan sesuai perencanaan.

Seperti disampaikan Kepala SDN Pondoksari, Jimie Agustiana Hartono, S.Pd, MM, pihaknya merasa senang dan berterimakasih karena tahun ini sekolahnya mendapat bantuan dari Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan.

“SDN Pondoksari fdengan jumlah seluruh siswa 119 murid, tentu nantinya akan merasa leih nyaman dalam mnjalankan proses belajar mengajar, “ungkapJimie.(12/08)

Jimie mengatakan, sekarang ini pengerjaannya sudah mencapai 40 persen, dan kami pihaknya bersama kelompok masyarakat (Pokmas) mengambil tenaga ahli di bidang pembangun dari warga setempat sehingga hasil pembangunnya pun sangat memuaskan karena mewngacu pada rencana pembangunan (RB) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dan nantinya setelah bangunan ini selesai, kata Jimie, selain akan digunakan menjadi ruang kelas belajar juga di pergunakan untuk belajar privat atau les di luar pelajaran untuk kemajuan pendidikan siswa.

Pihak sekolah bersama warga. Imbuhnya, kedepanya akan mengadakan ruangan pojok baca dalam rangka meningkatkan minat membaca siswa.

“Diharapkan denga ruangan kelas baru ini para siswa akan merasa nyaman serta menambah semangat untuk meningkatkan kualitas siswa dalam meraih prestasi, “ujarnya. (anwarwaluyo)


Wakil Bupati Pangandaran : “Anggran 50 Milyar Untuk Pengadaan PJU Murni Baprov, Tidak Bebani Pemkab Pangandaran”


Wakil Bupati Pangandaran, U Endin Indrawan
PANGANDARANNEWS.COM – Terkait pernyataan Wakil Ketua DPRD yang mempertanyakan transparansi dan minimnyadalam Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU), Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, pengadaan PJU yang akan dipasang di 1999 titik dengan anggaran Rp 50 Miliar merupakan Bantuan dari Provinsi (Banprov) Jawa Barat dalam program Jabar Caang.

“Ini bukan program kita tapi ini merupakan program Gubernur Jawa Barat," kata Ujang Endin, saat ditemui usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Pangandaran. (12/8)

Polemik soal PJU yang akan dipasang di 10 kecamatan ini, kata wabup, tidak akan membebani anggaran Pemkab Pangandaran, dan PJU ini akan mengganti PJU lama jadi tidak dari anggaran daerah karena sifatnya mengganti yang bersumber dari provinsi, jadi pemkab Pangandaran tidak terbebani. 

Bahkan, imbuh wabup, dalam penentuan HT itu dari yang paling murah, tapi umur dan garansinya  paling lama.

“Artinya, saat penetapan HT JPU tersebut yang jadi ukurannya kualitas, harga dan garansi," terang wabup.

Wabup menambahkan, PJU tersebut akan dipasang untuk jalan se-Kabupaten Pangandaran khusunya di daerah vital termasuk di kawasan objek wisata. Dan ini pun bukan masalah urgensi atau tidaknya tapi ini  malahan akn lebih hemat karena bisa dikontrol.

“Kadang PJU yang ada saat ini siang malam terus nyala, nah dengan PJU yang baru ini nantinya tidak seperti itu jadi akan lebih hemat," imbuh wabup.

Disoalnya antisipasi kehilangan dan tidak berfungsinya PJU seperti yang ada di Jalan Raya Cijulang-Pangandaran, wabup mengatakan, pihaknya berharap masyarakat bisa ikut kerjasama untuk menjaga keamanan PJU ini, apalagi pemasangan PJU ini sampai ke daerah pelosok.

“Saya harap masyarakat bisa bersama-sama menjaganya, kalau urusan pencurian diharapkan  masyarakat bisa ikut mengantisipasi aja," ujarnya. (PNews)


Wakil Ketua DPRD Pangandaran Jalaludin Pertanyakan Terkait Minimnya Perencanaan Dan Transparansi Anggaran PJU

PANGANDARANNEWS.COM - Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Pangandaran dengan biaya Rp 50 miliar turut disorot anggota DPRD Pangandaran, karena kurangnya transparansi serta pelaksanaan itunya minim perencanaan, dan persoalan PJU ini hendaknya harus dibahas ulang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Jalaludin, saat diminta tanggapannya terkait pemsangan PJU yang bersumber dari Bantuan Provinsi (banprov) Jawa Barat.

Menurut Jalal, sapaan akrabnya, proses distribusi dari anggaran PJU ini patut dipertanyakan termasuk transparansi penggunaan anggarannya, juag termasuk transaparansi kegiatan pelaksanaan yang sangat minim perencanaan.

“Saya akan kaji dan pertanyakan hal ini ke dinas terkait, "tegasnya.(10/08)

Hal senada disampaikan Pemerhati Kebijakan Publik dari Monitoring Community, Kandar Karnawan, ia  menilai anggran Rp 50 miliar yang disiapkan merupakan sebuah pemborosan, bahkan ia pun meminta agar aparat penegak hukum bisa ikut mengawasi proyek bernilai fantastis tersebut.

"Saya harap penegak hukum termasuk KPK bisa untuk melakukan penyelidikan, "ucapnya.

Seperti diketrahui diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran menerima anggaran bantuan provinsi (banprov) sebesar Rp 50 Miliar untuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Pengadaan lampu PJU tersebut merupakan bagian dari program Pangandaran Caang yang akan dibuat di 1999 titik di 10 kecmaatan dan kawasan objek wisata.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Irwansyah mengatakan, anggaran untuk PJU berasal dari Banprov sebesar Rp 50 miliar, dana tersebut termasuk untuk pengadaan lampu LED.

"Paling utama yang akan kita pasang PJU di daerah objek wisata, diantaranya jalan ke pantai Karapyak, Pangandaran, Batuhiu, Batukaras dan di pinggir pantai objek wisata, "terang Irwansyah. (PNews)


Pada Rapat Paripurna DPRD, Bupati Pangandaran Jelaskan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam rapat Paripurna DPRD yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. H. Kusdiana, MM, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran serta Pejabat Lingkup Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menjelaskan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, bertempat di Aula Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran.(05/08)

Bupati mengatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 199 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah maka untuk memenuhi ketentuan dimaksud pihaknya menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022. Penyusunan rancangan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 ini merupakan salah satu kerangka kebijakan publik yang senantiasa diupayakan keselarasan demi persatuan antara kebijakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Dan Pemkab Pangandaran terus berupaya memenuhi ketentuan tersebut termasuk di dalamnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022.

“Dan kami fokuskan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta memenuhi keselarasan rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022, “kata bupati.

KUA dan PPAS Perubahan Tahun 2022, lanjut bupati, substansinya difokuskan untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dalam menjawab isu-isu strategis dan memenuhi keselarasan antara rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022 yang mengusung tema cepat pemulihan ekonomi dan evaluasi struktural berdasarkan visi Kabupaten Pangandaran yaitu Pangandaran Juara Wisata Berkelas Dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa.

Bupati juga menegaskan, proses pembahasan Perubahan KUA dan PPAS harus disusun dengan hati-hati dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pangandaran 

Bupati berharap mudah-mudahan rapat kinerja ini dapat dijadikan momentum kesatuan tekad dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pangandaran sehingga proses pembahasan perubahan KUA Tahun 2022 berjalan tepat waktu, dan KUA dan PPAS Tahun 2022 disusun dengan hati-hati karena   dampak covid-19 beberapa tahun lalu sangat berpengaruh terhadap kemampuan keuangan daerah. Dan 

Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022 diharapkan melahirkan sinergisitas bersama yang akan dapat meningkatkan perubahan yang lebih baik. 

“Kami berharap sinergisitas seluruh fraksi, DPRD Kabupaten Pangandaran mampu akan meningkatkan rangcangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2022 yang lebih baik lagi,” pungkas bupati. (PNews)


Melalui Perda Pengelolaan dan Penyelelenggaraan TPI, Pemkab Pangandaran Atur Transaksi Hasil Tangkapan Laut

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin
PANGANDARANNEWS.COM – DPRD Kabupaten Pangandran sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Dan Penyelelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). 

Seperti disampaiakn Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, saat ini draft Perda Pengelolaan Dan Penyelelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan TPI tersebut akan dievaluasi Gubernur awa Barat dan selanjutnya dievaluasi serta diberikan nomor registrasi dari Pemprov Jabar. Dan untuk tahapan selanjutnya setelah mendapat penomoran segera diundangkan setealah ditandatangani unsur pimpinan pemerintah daerah.

“Kami berharap Perda ini akan mampu mencegah kebocoran Penghasilan Asli Daerah khususnya dari retribusi hasil tangkapan laut, “tegas Asep. (05/08)

Dijelaskan Asep, sebelum Perda ini diimplementasikan Pemerintah Daerah melalui DKPKP akan melakukan pendekatan ke bakul (pedagang) dan nelayan untuk mensosialisasikan subtansi Perda, salah satunya dalam perda tersebut diatur transaksi di TPI khususnya sanksi bagi pelanggar. Jadi siapa saja yang bertransaksi diluar TPI ini bisa kena sanksi, dan sanksi itu akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) termasuk teknis pelaksanaanya.

"Perda ini dikeluarkan tentunya demi kebaikan semuanya baik itu nelayan, bakul ikan dan juga pemerinatah, "imbuhnya.

Asep menambahkan, bertransaksi di luar TPI ini jelas merugikan karena jika transaksi di TPI penawaran bisa mencapai harga tertinggi dan tentu ada pemasukan ke kas daerah (PAD) yang tercatat jelas.

Dan apabila Perda bisa diimplementasikan dengan baik tentu semuanya akanlebih tertib, dan jumlah transaksi serta produksi perikanan laut Pangandaran pun akan tercatat di sana.

Biasanya, masih kata Asep, retribusi yang masuk ke kas daerah dari transaksi di TPI bisa mencapai 3,5 persen dengan rincian 1,5 persen untuk bagi hasil dan 2 persen murni di kas daerah. 

"Sanksi bagi pelanggar akan dikenakan sanksi kurungan 3 bulan maksimal dan denda maksimal 50 juta maksimal,"jelas Asep. (PNews)


Aam Rohamah Kembali Terpilih Menjadi Ketua Kwarran Kecamatan Sukaresik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dengan diikuti seluruh anggota, beberapa hari lalu Camat Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Nurcahyo melantik Hj Aam Rohimah, S.Pd Ketua Kwarran Pramuka, bertempat di aula kantor kecamatan.((11/08)

Di depan seluruh pramuka yang hadir, Nurcahyo (Mabiran Sukaresik) menyampaikan, terpilihnya lagi Hj Aam Rohimah menjadi ketua kwarran, berharap pendidikan khususnya kepramukaan di Kecamatan Sukaresik bisa lebik lagi.

“Kami berharap kegiatan pramukaan di Kecamatan Sukaresik ini lebih maju dari tahun kemarin dan lebih berprestasi, “ucap Nurcahyo.

Sementara usai dilantik, Hj Aam Rohamah menuturkan, kegiatan Pramuka di Kecamatan Sukaresik ini selalu berjalan dan mendapatkan prestasi, dan ini berkat kekompakan semua .

Dan mudah-mudahan, kata Aam, kedepannya kepramukaan di Sukaresik ini semakin lebih maju lagi dan tentu kekompakan semua pihak.

“Ayo tingkat prestasi  di berbagai sektor pendidikan, khusus  bidang kreativitas pramuka, “ujarnya. (anwarwaluyo)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN