MERIAHKAN HUT PGRI DAN HARI GURU, PGRI KABUPATEN TASIKMALAYA GELAR TURNAMEN BOLA VOLLY ANTAR GURU
PANITIA PENYELENGGARA CEK LOKASI RUTE JABAR INTERNATIONAL MARATHON DI PANTAI PANGANDARAN
PANGANDARANNEWS.COM – Kegiatan yang setiap tahu digelar di Kabupaten Pangandaran, Jabar International Marathon rencananya akan digelar akhir bulan nopember ini.
Even ini akan memperlombakan dianyaranya kelas 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer dan 42 kilometer dengan track menyusuri lokasi wisata pantai Pangandaran.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat sebagai panitia penyelenggara saat didampingi Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono, SH, Danramil 1320/Pangandaran dan Kasat Pol Airud Polres Ciamis AKP Sugianto, hari ini melakukan pengecekan jalur track lintasan yang akan dilalui para peserta lomba. (3/11)
Kepada media Kapolsek Pangandaran Kompol Haryono mengatakan, saat ia mendampingi panitia Jabar International Marathon dari Pemprov Jabar melakukan pengecekan untuk memastikan rute kondisi lintasan di kawasan Pantai Pangandaran Jawa Barat.
Rute yang dicek, jelas Haryono diantaranya alun-alun Paamprokan menuju Jalan Pamugaran lalu jalan yang menuju Jalan Pertigaan Cikembulan, dan Jalan Baru Hotel Aston.
“Nantinya direncana start dan finish akan mengambil lokasi di Alun-alun Paamprokan, ”terang Haryono.
Haryono menyebut rute yang akan digunakan even Jabar International Marathon nanti harus steril agar tidak mengganggu peserta saat lomba.
“Dan situasi serta kondisi pun dipastikan aman dan kondusif selama event berlangsung nanti,” imbuhnya. (PNews)
JELANG PERSIAPAN MUSIM TANAM PADI, PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN SEJUMLAH LANGKAH STRATEGIS
PANGANDARANNEWS.COM - Menghadapi masa tanam pada bulan Oktober 2021, Pemkab Pangandatan melakukan rapat koordinasi bersama dan evaluasi ketersediaan pupuk bersubsidi.
Setelah beberapa waktu lalu fokus pada penanganan pandemi covid-19 kini Pemkab Pangandaran sedang okus pada persiapan menghadapi masa tanam Oktober 2021, dan ini tentunya selaras dengan visi-misi Kabupaten Pangandaran khususnya pada sektor pertanian, seperti peningkatan pertahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal sebagai upaya pemulihan perekonomian pasca Pandemi
Di depan peserta raker yang dihadiri Dinas Pertanian, BJB, Bulog, distributor pupuk serta seluruh kepala desa bertempat di hotel Krisna, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, sesuai 4 visi-misi Pangandaran, salah satunya peningkatan pertahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal, hasil pertanian padi ini sangat luar biasa. Kebutuhan saat ini sekitar 425 ribu ton padi dan petani Pangandaran hanya bisa produksi sekitar 30 persen saja.
“Sehingga di sini petani kita ada persoalan, nah persoalan makro di petani kita adalah satu kelangkaan pupuk, “kata bupati.(2/11)
Selain hal tersebut, imbuh bupati saat pasca panen, karena sistim panennya serentak maka harga gabah akan jatuh.
“Kita punya 319 kelompok tani di dan lahan seluas 16, 727 ribu hektar yang terhampar di 10 kecamatan, dan tentu ini merupakan potensi dari sektor pertanian kita khususnyatanaman padi, “kata bupati.
Semantara menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman, saat ini petani membutuhkan pupuk urea sekitar 3467 ton untuk NPK dari petro kimia gresik 5415 ton.
Dalam persiapan musim tanam padi dan kesiapan menghadapi musim hujan tahun 2021-2022, Sutriaman menjelaskan, petani perlu memperhatikan tanaman khususnya padi sawah dapat berhasil secara optimal. Berbagai variabel yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha tani padi tersebut antara lain, keragaan produksi musim sebelumnya (MT Okt 2020-Mar 2021 dan MT Apr-Sep 2021), prakiraan cuaca/Iklim, prakiraan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), ketersediaan dan daya dukung prasarana dan sarana pertanian lainnya yang meliputi kelembagaan petani, Kartu Tani, Alokasi Kuota dan Pendistribusian Pupuk,E-RDKK, ketersedian Alsintan - Ketersedian Jaringan Irigasi, UPPO, dan Jalan Usaha Tani, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Sutriaman juga merinci uas tambah tanam komoditas padiyang ada di Kabupaten Pangandaran,
Sutriaman mengatakan, ssekarang pihanya sedang berupaya untuk mengantisipasi kekurangan Pupuk khususnya jenis NPK ke pengelola pupuk bersubsidi ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.
“Usulannya sudah kami sampaikan tapi belum ada jawaban menunggu kebijakan pembahasan realokasi antar kabupaten atau kebijakan penambahan kuota dari pusat, “terang Sutriaman.
Selain itu Dinas pertanian Pangandaran juga sedang memaksimalkan sisa ketersediaan pupuk yang ada dengan cara melakukan pemantauan penyaluran dan akan melakukan tindakan realokasi kuota antar kecamatan jika diperlukan, mengupayakan program bantuan alternatif sumber pemupukan lainnya bagi tanaman, diantaranya dengan mengakses program bantuan Peningkatan Indek Pertanaman yang ada di Dirjen PSP, dan pada bulan Oktober 2021 baru terealisasi bantuan berupa Pupuk Hayati Cair sejumlah 20.000 liter untuk cakupan luasan 5.000 Ha sawah yang berada dalam garapan.
“Kami juga memaksimalkan sisa ketersediaan pupuk yang ada dengan cara melakukan pemantauan penyaluran dan akan melakukan tindakan realokasi kuota antar kecamatan jika diperlukan, “jelas Striaman lagi.
Sutriaman menyebut, serangan OPT yang dominan menyerang tanaman di musim hujan adalah BLB, Penggerek Batang, dan Blas, kemungkinan pola serangan terulang di MH 2021/2022. Ketiga jenis OPT tersebut dapat menyerang pada setiap fase tanaman (vegetatif dan generatif) sehingga langkah pengamatan terhadap serangan OPT tersebut harus dilakukan sejak awal pertanaman bahkan dianjurkan petani untuk melakukan langkah pencegahan dari mulai pemilihan dan perlakuan benih sebelum disemaikan. Untuk itu perlu diintensifkan gerakan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada petani oleh petugas penyuluh pertanian dan POPT sedini mungkin
Dan berdasarkan tampilan data satu tahun (2 MT), serangan OPT masih bersifat sporadis, namun jika diperbandingkan antar kecamatan intensitas total serangan OPT yang cukup tinggi terjadi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Padaherang, Cimerak, Mangunjaya, Cigugur dan Langkaplancar.
“Untuk itu kita perlu upaya pengamatan, pencegahan dan pengendalian yang lebih intensif di lima kecamatan tersebut tanpa mengabaikan lima kecamatan, “pungkasnya. (Tn)
KABAR GEMBIRA BAGI PELAKU USAHA DI PANGANDARAN, PRODUK UMKM KINI BISA MASUK SWALAYAN
PANGANDARANNEWS.COM - Salah satu kendala hingga saat ini produk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pangandaran karena kurangnya aspek pemasaran, sehingga Pemkab pun mengundang sejumlah manager toko swalayan dan marketplace agar bisa menerima produk-produk UMKM Pangandaran untuk dipasarkan di tempatnya.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida kepada sejumlah awak edia usai mengikuti rapat pembahasan kesepakatan kemitraan UMKM dengan Toko swalayan , bertempat di aula setda.(1/11)
Kata Tedi, dengan 51 toko swalayan yang ada di Kabupaten Pangandaran ini bisa menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM untuk memaskarkan produknya lebih luas.
"Jumlah produk UMKM ini ada ribuan, tapi kita prioritaskan dulu yang kelengkapan lagalitasnya sudah formal," ungkap Tedi.
Untuk pelaku UMKM yang belum memiliki izin edar, Tedi menyebut disarankan untuk melengkapinya legalitasnya karena toko swalayan mengharuskan itu.
Tedi menambahkan, bupati juga meminta untuk pembayaran (konsinyasi) produk UMKM tersebut, paling lambat selama tiga hari.
"Dalam aturanya untuk pembayaran bisa cash atau dua minggu, tapi Pa bupati meminta hanya tiga hari," terangnya.
Seentara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradiinata mengatakan, landasan regulasi pemasaran tersebut ada di Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman,Pengembangan dan Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.
Jeje mengatakan untuk persyaratan perdagangan dilakukan dengan ketentuan pelaku usaha toko swalayan.
"Secara teknis kerjasama antara UMKM dengan toko modern ini tidak memungut biaya administrasi pendaftaran barang dari pemasok UMKM," ungkap bupati.
Secara terpisah, menurut salah seorang pelaku UMKM Doni Mardoni mengatakan, walau harus memenuhi izin edar terlebih dahulu tapi ia antusias jika meang produk UMKM bisa masuk swalayan. (PNews)
KARENA BEBERAPA PENYEBAB, SEJUMLAH PJU DI KABUPATEN PANGANDARAN PADAM
![]() |
| SekDishub Pangandaran Ling ling Nugraha Senjaya |
Seperti disampaikan Kepala Seksi (kasi) Prasarana dan Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran Yadi Haryadi, selain hak tersebut nantinya PJU ini karena adanya pencurian aki lampu PJU punya lementerian, dan biasanya dilakukan saat malam hari.
“Ini menurut warga yang pernah melihatnya pencurian tersebut, " jelas Yadi(29/10)
Yadi menjelaskan saat ini Dishub Pangandaran bersama kementrian perhubungan pun sedang melakukan pemasangan 14 Warning Light dan 57 rambu lalu-lintas, mulai dari Kecamatan Pangandaran sampai Parigi.
Sementara Sekretaris Dishub Kabupaten Pangandaran Ling ling Nugraha Senjaya, AMD.LLAJ, S.IP, M.Si., menambahkan, untuk biaya pemeliharan PJU bisa mencapai Rp 200 juta, padahal yang harus diperbaiki banyak sekali.
“Untuk sementara ini kami memprioritaskan dulu PJU yang ada di jalan protokol dan objek wisata, “ terangnya. (PNews)
LAGI, AKIBAT TELAT DIANGKUT TUMPUKAN SAMPAH GANGGU KEINDAHAN KOTA TASIK
Menurut warga sekitar sudah sering sampah tersebut terlambat diangkut oleh petugas kebersihan hingga terjadi penumpukan.
“Padahal momen hari jadi Kota Tasik ke 20 ini seharusnya tidak terjadi hal seperti ini, “ujarnya.(31/10)
Ia mengatakan, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Pemkot Tasik agar permasalahan sampah tidak menjadi masalah serius yang terus menerus terulang.
“Jika kondisi kota tertata dari tumpukan sampah, maka keindahan kota yang menjadi harapan semua warga pun kan tercipta, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)
PMII STITNU AL-FARABI PANGANDARAN GELAR MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU KE-IX
PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di aula kampus, Komisariat Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Pangandaran Gelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-IX yang dilaksanakan selama dua hari, dan dibuka langsung oleh wakil ketua STITNU Al Farabi Pangandaran, Ade Samsudin. (30/10)
ketua Pelaksana Maba Ujang Sirojul Fauzi, di depan peserta Mapaba menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah berperan dalam mensukseskan kegiatan MAPABA ke 9 ini.
Dalam kegiatan yang mengusung tema "Mencetak kader intelektual untuk melanjutkan perjuangan cita cita bangsa" ini dihadiri peserta Mapaba antara lain dari STITNU Al Farabi Pangandaran, PSDKU UNPAD Pangandaran dan Universitas Galuh Ciamis.
Sementara Ketua Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran Yusup Sidik mengatakan kaderisasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan seluruh pengurus komisariat PMII karena ini merupakan organisasi kaderisasi, dan mapaba merupakan gerbang awal untuk bergabung menjadi keluarga besar PMII.
Sekitar tahun 2015 pengurus komisariat PMII STITNU Al Farabi sah menjadi komisariat Definitif di Pangandaran dan sampai hari ini sudah sekitar enam tahun terus melakukan kaderisasi dan melahirkan ratusan kader PMII di Pangandaran.
Yusup menambahkan, sudah empat regenerasi kepemimpinan di PMII STITNU Al Farabi Pangandaran berhasil sembilan kali menggelar Mapaba.
“Setiap tahun kami selalu menyelenggarakan kaderisasi formal Mapaba hal ini menandakan kaderisasi di STITNU Al Farabi Pangandaran terus berjalan, “terang Yusup.
Kepada calon anggota baru Yusup juga berpesan agar menjadikan Mapaba ini sebagai salah satu rangkaian persiapan untuk melangkah lebih jauh dalam mengarungi dunia pergerakan, dan pasca Mapaba ini harus sudah memiliki tekad yang kuat untuk memulai langkah yang harus ditempuh seorang kader.
Karena, kata Yusup, tekad ini menjadi salah satu modal awal untuk senantiasa terus mendorong diri dan jiwa untuk bergerak dan menghadapi tantangan dan rintangan, baik yang ada dalam diri sendiri ataupun tantangan di organisasi serta pada kehidupan sehari-hari.
Mapaba ini menurut Yusup baru jenjang kaderisasi awal karena kedepannya ada Pelatihan Kader Dasar (PKD), Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN).
“Itu baru kaderisasi formalnya, belum lagi kaderisasi non formal dan informalnya, maka sahabat sahabat harus kuat tekadnya dulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, “ucap Yusup.
Seluruh kader harus terus memupuk diri dengan keilmuan agar bisa mencapai target yang sudah dipersiapkan, baik target secara individu ataupun target organisai.
“Saya ucapkan, selamat bergabung dan bersama sama untuk berproses meningkatkan skill dan intelektual di organisasi kaderisasi kita, PMII, “pungkas Yusup. (PNews)
BELUM ADA PENATAAN AREA PARKIR, KOMPLEK DADAHA TAK MEMBERIKAN RASA NYAMAN PADA WARGA
PANGANDARANNEWS.OM/TASIKNEWS - Pemandangan arus lintas pagi hari di komplek Dadaha Kota Tasikmalaya terlihat macet total karena kini hampir setiap hari minggu pagi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut selalu tersendat, bahkan tak hanya kendaraan roda empat saja sejumlah sepeda motor pun ikut terhenti.
Ada dugaan kemacetan terjadi karena lebar jalan yang semakin makin sempit pasalnya area parkir melebar ke badan jalan dan lokasi parkir pun terkesan sembarangan dan bukan pada tempanya,
“Sudah saatnya Pemkot Tasik menyediakan lahan khusu untuk parkir sehingga jalan pun tidak semakin sempi karena dipegunakan sebagai lahan parkir, “ujar seorang pengunjung, agus. (31/10)
Agus mengatakan, selain arus jalan dari satu arah sejumlah pengendara pun terkadang tidak sabar dan tidak au antri sehingga akhirnya harus saling serobot dan berhenti di jalan, dan karena berebut jalur maka arus lalu lintas pun tersendat.
Tak jarang setiap minggu pagi tampak antrean kendaraan trjadi mulai dari komplek Dadaha hingga simpang empat.
Menurut Agus sebenarnya jalan tersebut hanya khusus untuk kendaraan roda dua saja dan bukan untuk lahan parkir dan lapak pedagang, namun kondisi seperti ini seolah dibiarkan padahal jalan dikomplek dadaha ini sanggat sempit. Dan tampak petugas parkir pun hanya menarik retribusi saja tanpa ikut mengatur alur kendaraan disana.
Agus menyayangkan kawasan Dadaha yang kerap jadi tempat rekreasi keluraga atau lokasi berolahraga belum tertata.
“Psdahal warga wajib mendapatkan kenyamanan di area publik ini, “tetasnya. (ANWARWALUYO)
WALAU BERADA PADA PPKM LEVEL 1 PEMKAB PANGANDARAN TERUS SOSIALISASIKAN PROKES
![]() |
| Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata |
“Saya tidak bosan menghimbau agar semua mematuhi prokes, dan yang penting tetap gunakan masker,” kata Jeje saat memimpin rapat evaluasi protokol kesehatan bersama para pelaku usaha dan seni di hotel Krisna Beach Pangandaran.(29/30)
Selain menjaga kesehatan masyarakat menjadi perioritas utama pemerintah, kata Jeje juga untuk memberikan kepercayaan baik pada pemerintah provinsi maupun pusat. Karena jika objek wisata Pangandaran aman dan taat prokes tentu lepercayaan dari wisatawan pun semakin kuat untuk berwisata ke Pangandaran.
Sebenarnya imbuh Jeje, untuk memaksa agar masyarakat memakai masker bisa ia membuat peraturan bupati (perbup), namun sejauh ini ia menghimbau dengan cara persuasif.
"Saya bersama Wakil Bupati serta pejabat lainnya hingga saat ini terus memantau pelaksanaan vaksinasi di 10 kecamatan, "ucapnya
Jeje menyebut, untuk update capaian vaksinasi berdasarkan aplikasi p-care, untuk Dosis 1 mencapai 74,20 persen dan Dosis 2 mencapai 36,28 persen dan untuk lansia mencapai 77,76 persen, dan saat ini Kabupaten Pangandaran berada PPKM level 1.
Ia menambahkan, pihaknya saat tetap fokus di objek wisata, bagaimana mengantisipasi terjadinya kerumunan dengan melakukan penguraian.
"Dan kami pun terus mensosialisasikan penggunaan masker kepada pengunjung dan para pelaku usaha wisata, "pungkasnya. (PNews)
LAPANG PACUAN KUDA LEGOKJAWA PANGANDARAN KEMBALI JADI ARENA KEJURNAS SERI ll
Petugas keamanan pun sigap mengantisipasi penonton yang datang dari luar wilayah, bahkan petugas pun melakukan penyekatan di sejumlah titik seperti di simpang tiga Desa Legokjawa, jembatan menuju arena, jembatan di Dusun Cidadap dan di area aekitar lapangan untuk menjaga agar yang tidak berkepentingan tidak memasuki arena pacuan.
"Yang boleh masuk ke arena pacuan hanya yang menggunakan seragam dan sticker dari panitia, "terang salah aeorang petugas.
Ia mengaakan penyekatan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi terjadinya kerumunan di area Pacuan Kuda untuk antisipasi penyebaran corona di penghelatan lemurnas ini. (PNews)
ATASI BANJIR YANG KERAP TERJADI DI DESA CIAWI PEMKAB TASIK LAKUKAN PENGERUKAN LUMPUR DAN TUMPUKAN SAMPAH
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Akibatkan mulut goa yang tersumbat sedimen lumpur dan tumpukan sampah di Dusun Ciputat Desa Ciawi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, bertahun-tahun puluhan rumah warga serta ruas jalan utama pun selalu terendam genangan air.
Untuk menantisipasi masalah tersebut Kepala Desa Ciawi, Iman Surohiman melalui Pemerintahan Kecamatan Karangnunggal menghadirkan Alat berat dari Tim BPBD Pemkab Tasikmalaya yang bekerja sama dengan Tim Ekspedisi Pencinta Alam TCC (Tasikmalaya Capping Community) untuk upaya penanggulangan sementara banjir langganan yang terjadi di Dusun Ciputat jika turun hujan deras.
Karena penanggulangannya tidak mungkin dilakukan dengan cara manual maka Tim BPBD pun membawa alat berat untuk memperlebar mulut goa dengan cara mengeruk sedimen serta sampah yang manyumbat di dalam perut goa.(27/10)
Sekmat Karangnunggal Dedi Mulyana, Sip.,MSI, saat memantau jalannya pekerjaan tersebut mengatakan, dalam penanggulan ini perlu gotong-royong dan kerja sama yang baik dari semua pihak, terutama respon masyarakat itu sendiri.
“Dan tentunya proses pengerukan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhap masyarakatnya, ”ucap Dedi. (ANWARWALUYO)
PEMKAB PANGANDARAN AKAN LAKUKAN MERGER BPR BKPD PANGANDARAN DAN CIJULANG
PANGANDARANNEWS.COM – Tidak lama lagi Perusahan Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat BKPD milik Pemkab Pangandaran di sektor perbankan akan melakukan merger dengan menyatukan BPR BKPD Cijulang dan BPR BKPD Pangandaran.
Menurut Direktur Utama BPR BKPD Pangandaran, Aang Ismail, secara teknis ada di konsultan yang akan memproses merger ini, dan pihak BPR sendiri bertugas hanya memberikan data-data yang diperlukan sebagai salah satu kelengkapan persaratan merger.
Dan hasil pertemuan terakhir, kata Aang, BPR, Sekda, Kabag Ekonomi Setda Pangandaran dan Dewan Pengawas, hampir 90 persen sudah lengkap dan hanya tinggal menunggu Rencana Bisinis Bank (RBB) bulan oktober 2021.
“Dan rencananya merger ini harus dilaksanakan tahun ini, “kata Aang saat ditemui PNews di ruang kerjanya (27/10)
Aang menjelaskan, tahapannya pada bulan nopember harus sudah masuk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dievaluasi apakah persaratannya sudah lengkap atau belum, baik secara fisik atau pun sistem.
Aang menambahkan, dalam proses merger ini ada tiga institusi yang terlibat di dalamnya, diantaranya Pemerintah Daerah yang akan bertugas terkait aturan (perda), Perusahaan (BPR BKPD) menyediakan data-data yang diperlukan.
“Dan konsultan betugas mengurus tahapan merger ini yang selanjutnya akan diserahan ke OJK, “terang Aang.
Disoal Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan berugas setelah merger dilakukan Aang mengatakan, hingga saat ini masih mencukupi karena sebelum ijin merger keluar, sesuai kewenangannya direksi pun harus sudah menunjuk untuk jabatan kepala cabang.
Setelah merger, lanjut Aang, nantinya BPR BKPD mempunyai satu Kantor Cabang Utama (KCU) di Pangandaran dan dua Kantor Cabang (KC( yang berkedudukan di Ciamis dan di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, dengan kantor pusat tetap masih di kantor sekarang di Jalan Merdeka Kecamatan Pangandaran.
Aang juga menjelaskan, kepada nasabah yang sekarang ada di BPR BKPD Cijulang atau Ciamis, setelah merger langsung menjadi nasabahan kantor cabang sesuai dimana awal bertransaksi, baik nasabah kredit ataupun simpanan.
“Walau pun nantinya bisa bertransaksi di kantor cabang mana saja karena sudah bisa dilakukan secara on line, “jelasnya lagi. (PNews)
MUSPIKA CIPATUJAH LAKUKAN MONITORING KE SEJUMLAH TITIK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Beberapa hari lalu Kapolsek Cipatujah Polres Tasikmalaya Iptu bersama Muspika Kecamatan Cipatujah, Camat Kecamatan Cipatujah Darya S.ip, Danramil Koramil 1225 Cipatujah Kapten Inf. A.Saleh Rokhmadi, SH, Kapala Desa Bantarkalong H. Yani, Kepala Desa Darawati Ayi, NH,.Kapala Desa Padawaras, Yayan Siswandi, SE,. Kapala Desa Kertasari Yopik Solihat, melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan infrastruktur pendukung program upland, disejumlah lokasi, diantaranya Desa Bantarkalong, Desa Darawati, Desa Padawaras dan Desa Kertasari.(25/10)
Dalam kesempatannya tersebut Kapolsek Cipatujah Iptu Rokhmadi, S.H. mengatakan, pembangunan jalan ini hendaknya dirawat serta bisa optimal dalam pemanfaatannya oleh masyarakat.
Rokhmadi menambahkan, umpanyan jalan ini diperuntukkan hanya untuk roda dengan beban terbatas tapi karena ketidak tahuan dipakai operasi kendaraan R4 dengan beban berlebih sehingga otomatis jalan pun akan mudah rusak dan ini akan merugikan warga pemakai jalan lainnya.
“Dan satu hal lagi, semoga jalan ini dirawat secara rutin agar manfaatnya bida dirasakan dalam waktu lama oleh masyarakat," imbuhnya. (ANWARWALUYO)
MULAI 1 NOPEMBER 2021 KANTOR BUPATI DAN SETDA PEMKAB PANGADARAN AKAN PINDAH KE KOTA BARU DI DESA CINTAKARYA
PANGANDARANNEWS.COM - Tinggal beberapahari lagi rencananya Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran akan menempati gedung baru di komplek perkantoran kota baru di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.
Demikian disampaikan Bupati Pangandaran saat mengikuti acara Maulud Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 9 bertmpat di kantor setda baru.(26/10)
Kata bupati, rencanannya kator setda dan kantor bupati akan pindah pada tanggal 1 nopember 2021 mendatang, dan untuk saat ini baru kantor Setda dan Bappeda yang sudah mengisi perkantoran baru dan rencananya untuk kantor dinas lain direncanakan akan menyusul tahun depan.
Bupati menyebut perkantoran baru ini merupakan bagian dari seluruh pembangunan ibu kota baru, juga sekarang sedang dibangun berbagai fasilitas dan penunjang seperti alun-alaun, jalan dan infrastruktur lainnya.
Bupati juga mengatakan, total anggaran untuk membangun alun-alun dan bangunan perkantoran ini hingga Rp 30 Miliar dengan rincian diantaranya untuk alun-alun saja sebesar Rp 18 Miliar.
Sementara untuk pembangunan jalan akses menuju ibukota baru akan diperlebar dengan anggaran Rp 70 Miliar.
"Jalan yang ada sekarang pun sudah bagus hanya kurang lebarr saja," imbuhnya. (PNews)













