KAPOLSEK SUKARAME MONITORING PELAJAR DI SEKOLAH SEKOLAH YANG TELAH MELAKSANAKAN VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kapolsek Sukarame Polres Tasikmalaya IPDA Hajar Sutiar, S. Kom, melaksanakan monitoring ke sekolah-sekolah, terutama sekolah  yang telah melaksanakan program Vaksinasi.

Di sela kegiatannya IPDA Hajar Sutiar S. Kom  kepada wartawan mengatakan, baik kepala sekolah atau pun guru pengajar agar selalu memperhatikan peserta didiknya kesehatan, keamanan dan kenyamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar atau ketika anak anak istirahat.

" Berilah himbauan dengan cara yang tepat dan mudah dipahami oleh mereka tentang manfaat memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air bersih dan mengalir, hindari kerumunan  dan kurangi mobilitas ke luar rumah jika tidak terlalu penting,"ujar Hajar.(10/9)

Hajar optimis dan yakin jika semua kepala sekolah dan guru bisa satu suara memberikan himbauannya, murid pun akan membiasakan disiplin dalam menjalankan protokol Kesehatan.

“Dan juga jangan lupa agar skita selalu berdoa’ mudah-mudahan  pandemi covid  19 cepat  berakhir dan  masyrakat  pun bisa kembali  normal, “ungkap Hajar. (anwarwaluyo)



 




DISPERINDAG PROV. JABAR DAN KABUPATEN TASIK GAET LKP SYABAABUL FIKRI GELAR PELATIHAN PENGEMBANGAN KERAJINAN BATOK KELAPA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertempat di Aula Kantor Desa Mandalajaya Kecamatan  Cikalong Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu dibuka Bimtek dan Pelatihan Pengembangan Kerajinan Batok kelapa yang dihadiri  oleh Kasi Pemberdayaan IKMA Disperindag Propinsi Jabar, Ucu Tresnawati, Penyuluh Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Elis, Pimpinan LKP Syabaabul Fikri, Ismail, S.Kom,.Kapolsek Cikalong Iptu Roni Hartono, SE,.MH,. Dannramil 1220 Cikalong  Kapten Inf.Asep Sarifudin, Camat Cikalong yang diwakili kasi PMD, Anton Ahmad Edwin,.S.Hut., Sekdes Mandalajaya, Ali Husein dan para Peserta Bimtek sebanyak 15 orang.(8/9)

Menurut pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan Syabaabul Fikri, Ismail, S.Kom, bimtek dalam rangka Penumbuhan ekonimi serta Pengembangan Industri Kecil dan Aneka (IKMA) Tahun Anggaran 2021 ini diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Syabaabul Fikri Kecamatan Cikalong. 

“Rencananya bintek ini akan berlangsung selama 3 hari sampai dengan tanggal 10 September 2021, “terangnya.

sementaraKapolsek Cikalong Cikalong Iptu Roni Hartono, SE,.MH  mengatakan, selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan tertib dtetap menerapkan Protokol kesehatan kami baik para peserta maupun panitiainte.

“Diharapkan pelatihan pengolahan  batok kelapa  ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat  Cikalong, “ujar Kapolsek. (ANWARWALUYO)


POLRES CIAMIS BERHASIL MENANGKAP TERSANGKA SINDIKAT PERDAGANGAN BBL

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Kepolisian Polres Ciamis berhasil membekuk salah satu bagian dari sindikat ilegal benih bening lobster (BBL) Hd (53) dan ES (47).

Penangkapan kedua tersangka ini terjadi pada tanggal 24 Agustus 2021 kemarin di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran saat sedang melakukan transaksi jual beli BBL. 

Seperti dituturkan Kapolre Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, S.I.K., M.Sc.Eng, saat itu Hd meminta tolong ES untuk mengantarkan kepada SS yang saat ini masih buron.

“Hd merupakan seorang pengepul BBL dari para nelayan Sedangkan ES merupakan seorang kurir atau yang mengantarkan BBL kepada SS, “UNGKAP Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Afrizal Wahyudi Achmad, S.I.K., dan Kasi Humas Iptu Magdalena NEB dalam konferensi persnya di Media Center Mapolres Ciamis. (10/09)

Dari tangan pelaku, lanjut Kapolres, berhasil diamankan 631 benih bening lobster yang sudah siap diantarkan untuk dijual ke SS di wilayah Pamayang Kabupaten Tasikmalaya, dan barang bukti BBL ini pun langsung di lepasliarkan ke laut lepas.

Kapolres mengatakan, dari keterangan tersangka ia mengaku melakukan tindakan ini tidak hanya sekali, namun sudah 7 kali dan keuntungan yang diperoleh tersngka relatif kecil, sekitar 10-20 persen dari jumlah penjualan.

Kapolres menjelaskan tersangka dikenakan Pasal 26 ayat (1), Pasal 92 Juncto Pasal 26 Undang Undang nomer 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No.45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang Undang 2004 sebagaimana diubah dengan Undang Undang No.11 Tahun 2020 tentang hak cipta kerja Bab III Bagian Keempat Paragraf 2 Pasal 92 Juncto Pasal 26 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Dan ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.1,5 Miliar,"terang Kapolres. (PNews)


DISDIKPORA PANGADARAN GELAR MONITORING PTMT DAN SOSIALISASI HASIL PEMETAAN MUTU

PANGANDARANNEWS.COM –Pada acara Monitoring Pertemuan Tatap Muka Terbatas(PTMT)  dan Sosialisasi Hasil Pemetaan Mutu yang dihadiri Bupati Pangandaran Jeje wiradinata, plt Kepala Dinas Pendidikan Pmuda dan Olahraga (Disdikpora) Ags Nurdin kepala sekolah SMP-SMA se Kabupaten Pangandaran , korwil pendidikan calon kepala sekolah SMP, bertempat di SMPN 2 Padaherng, Kepala pendidikan Dasar dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Plt Kepala Disdikpora Agus Nurdin mengatakan, apa yang didapatkn dari kegiatan ini pada prinsipnya kerjakerasseluruh insan pendidikan selaras dengan komitmen dan kebijakan yang dicanangkan bupati pada dunia pendidikan, dan juga tidak terlepas dari misi bupati dalam pengembangan kesejahteraan pendidik dan pengajar dalam pendidikan.

“Dan saya bersukur karena bupati sangat mengapresiasi kinerja para guru kita, “ungkap Agus.

Kegiatan ini juga untuk evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekaligus monitoring penggunaan alat alat bantuan yang di berikan Pemkab Pangandaran serta desiminasi rapat mutu yang di keluarkan oleh lembaga penjamin mutu provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil dari peninjauan.

“Kita memang sudah mulai PTM sejak september 2020 dan alhamdulilah sampai saat ini tidak ada kendala, “jelas Agus.

Menurut Agus, untuk prokes selama ini terpantau dengan baik dan sekarang sudah masuk vaksinasi untuk anak di atas 12 tahun.






WALAU SUDAH LEVEL 2 PTM DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH DILAKSANAKAN TERBATAS

PANGANDARANNEWS.COM – Terkait sudah dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, walau Pangandaran sudah masuk level 2 tapi saat ini PTM masih dilasanakan secara terbatas. 

Menurut bupati, PTM sendiri di Pangandaran sudah dilaksanakan saat Pangandaran masih level 3 walau dibatasi 50 % saja, baik jumlah siswa atau pun lama siswa belajar di kelas.

“Dan sekarang pun sama, walau kita sudah level 2 tapi PTM masih 50 %, “kata bupati, usai mengikuti acara Monitoring Pertemuan Tatap Muka Terbatas(PTMT)  dan Sosialisasi Hasil Pemetaan Mutu bertempat di SMPN 2 Padaherang.(9/9)

Kepada Sejumlah wartawan bupati menyampaikan, namun untuk kedepanya PTM akan diberi kelonggaran seiring turunnya kasus Covid-19, dan sekarang setiap hari ada pemeriksaan Swab dan hasilnya akan terus dikaji. 

Selian itu, imbuhnya PTM di tiap sekolah juga harus benar-benar menerapkan prokes ketat, agar malah terjadi klaster dari pendidikan, intinya pihak sekolah jangan sampai lengah saat melaksanakan PTM. Dan selama ini prokes yang dilaksanakan di tiap-tiap sekolah berjalan baik karena para pelaku dunia pendidikan sudah tinggi tingkat kesadarannya, seperti selalu menggunakan pengukur suhu atau Thermo Gun.

Dan hingga hari ini, jelas bupati, tenaga pendidik hampir 100 persen sudah divaksin semua, jika ada beberapa pendidik yang tidak melaksanakan vaksinasi itu karena memang ada penyakit atau komorbid sehingga tidak boleh divaksin.

“Ada sekitar 4 ribuan siswa tingkat SD saja, sudah menjalani vaksinasi yang ratarata berusia 12 tahunan," imbuhnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraha Agus Nurdin menambahkan, saat ini pihaknya telah meningatkan agar peserta didik di tiap sekolah bisa menerapakan prokes, minimal dengan memakai masker atau face sheild. (PNews)


KAPOLSEK INDIHIANG PANTAU KEGIATAN VAKSINASI 3 PUSKESMAS DI KECAMATAN CIPEDES

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kapolsek Indihiyang Kompol H. Didik Rohimhadi, SH., M.Si.  siang tadi memantau kegiatan vaksinasi di Kecamatan Cipedes yang dilaksanakan di 3 Puskesmas, diantaranya di Puskesmas Cigeureung sebanyak 113 orang , Puskesmas Cipedes 134 orang dan Puskesmas Panglayungan berjumlah 137 orang.

"Kami memonitor semua kegiatan Vaksinasi yang tersebar di 3 Puskesmas di Kecamatan Cipedes, Alhamdulilah semua berjalan lancar dan tertib ," kata Kompol H. Didik Rohimhadi, SH., M.Si. didampingi Kapospol Cipedes Aiptu Pupu.(8/9)

Didik mengtakan, kesadaran masyarakat sekarang semakin meningkat terkait pentingnya vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19, sehingga terbentuk Herd Immunity dan masyarakat pun bisa  beraktifitas kembali.

“Tapi kami tetap menghimbau agar disiplin protokol kesehatan tetap dijalankan saat beraktivitas di luar rumah, " ujar Kapolsek. (ANWARWALUYO)



WAKIL BUPATI PANGANDARAN :”MAHASISWA STITNU AL FARABI HARUS BISA MEMBERIKAN MANFAAT TERHADAP SESAMA”

PANGANDARANNEWS.COM - Salah satu visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pangandaran, bagaimana memberikan akses terhadap lulusan SLTA untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga Pemkab Pangandaran pun tentu akan membantu baik dari sisi sarana dan prasarana maupun finansial bagi mahasiswa yang memang memerlukan bantuan.

Demikian disampaikn Wakil Bupati Pangandaran H UjangEndin Indrawan saat menghadiri acara Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (PROSPEK) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdalatul Ulama (STITNU) Al Farabi Pangandaran dengan mengangkat tema "Membentuk Mahasiswa Berkarakter Religius, Kompetitif, Kolaborasi dan Unggul", bertempat di Aula STITNU Al Farabi yang beralamat di Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi.(08/09)

Menurut wabup ia merasa bangga dan bahagia serta mengapresiasi berjalannya proses perkuliahan di STITNU Al Farabi Pangandaran ini, karena perguruan tinggi ini merupakan satu-satunya yang dimiliki oleh warga asli Pangandaran yang melekat dengan nuansa NUnya dan tentu  ini harus dikembangkan.

Salah satu cara menghindar dari kemiskinan, kata wabup adalah dengan pendikan, dan  ilmu menjadi sesuatu hal sangat penting karena buah dari pada ilmu adalah amal shaleh.

“Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain, “kata wabup.

Wabup menambahkan, dengan ilmu saja tidak cukup harus  ada kepandaian dan kecerdasan, juga kecerdasan dan ilmu saja tidak cukup untuk tapi ia juga harus bisa memberikan manfaat terhadap  sesama dan yang paling utama adalah kerja keras serta kemauan.

Artinya, imbuh wabup, saat mencari ilmu  di STITNU Al Farabi harus punya tujuan, bagai mana kedepannya bisa mempertahankan hidup baik untuk diri sendiri maupun keluarga serta lingkungan.

“Jika tidak ada kemampuan dan kerja keras maka kecerdasan tidak akan jadi apa apa, disitu ada kemauan disitu ada jalan, ‘kata wabup lagi.

Mahasiswa dengan berlandaskan keislaman harus bisa beda dengan mahasiswa lainnya serta  mempunyai karakter tersendiri, wabup juga berharap seluruh mahasiswa STITNU Al Farabi  harus hafidz qur'an.

“Mahasiswa STITNU Al Farabi juga harus bisa bersaing dan mampu bekerja sama baik dengan mahasiswa lainnya ataupun dengan masyarakat serta  harus menjadi mahasiswa yang unggul baik dari ilmu agama maupun ilmu umum, “ucap wabup.

Sementara dalam Sambutannya, Ketua STITNU Al Farabi Pangandaran, Asep Saepurrohman menyampaikan, ospek kali ini merupakan ospek ke VII, dan tahun ini STITNU Al Farabi  akan melaksanakan wisuda yang Ke-III.

Alhamdulillah di angkatan ke-IV dan seterusnya ada sekitar 100 sampai 200 lebih Mahasiswa, “terang asep.

Atas nama lembaga, Asep juga mengusapkan terimakasih ayas dukungan Pemakab Pangandaran sehingga ke depan  STITNU Al Farabi bisa menjadi perguruan terbaik di Provinsi Jawa Barat. 


Kami berharap seluruh mahasiswa bisa mengikutinya pendidikan dengan baik sehingga bisa selesai sampai wisuda,  dan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, “ujar Asep. (YUSUPSIDIK)


HATI-HATI, WISATAWAN DAN PELAKU WISATA TAK PATUHI PROKES WISATA PANGANDARAN BISA DITUTUP

PANGANDARANNEWS.COM -  Setelah dibuka kembali obyek wisata Pangandaran beberapa hari lalu, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi wisatawan, karena baik wisatawan atau pun pelaku usaha wisata yang ada di zonasi berenang pantai barat mulai jam 6.00 pagi sampai jam 10.00 siang akan di testing secara random.

Demikian disampaikan Kapolres Ciamis, Wahyu Broto Narsono Adhi SIK Msc Eng, dalam kongfrensi pers bersama sejumlah wartawan di Rumah Makan Minasari Pamugaran. (7/9)

“Untuk yang tidak mau ditesting, saya perintahkan jangan berada di zonasi tersebut, " tegas  Kapolres.

Saat ini Pangandaran turun menjadi i level 2, dan penurunan level ini kata Kapolres didasarkan dengan beberapa indikator, seperti kasus konfirmasi pasien Covid-19, tingkat keterisian tempat tidur (BOR), angka kematian dan kapasitas testing, tracing dan treatment.

Kapolres mengatakan, pada saat pembukaan wisata pertama tanggal 03 September lalu seluruh pelaku wisata, pedagang dan wisatawan sudah diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) tapi ternyata masih ada saja yang tidak patuh, sehingga hal ini akan menjadi bahan evaluasi dan akan dilakukan penekanan penerapan  prokes.

 Wisatawan yang hadir pada hari Minggu kemarin, lanjutnya, jika dihitung dari kapasitas hanya mencapai 25 persen saja, tapi karena wisatawan menumpuk hanya di satu titik saja sehingga  terkesan padat dan ramai.

“Kita akan evaluasi bagaimana rekayasa jalur masuk objek wisata agar tidak menumpuk di satu lokasi saja, atau kita lakukan pengetatan keluar dan masuk wisatawan dan akan kita atur akses masuk Pantai Barat dan Pantai Timur, misalnya diberlakukan pembatasan penutupan akses antara jam 07.00 sampai jam 10.00 WIB, “jelas Kapolres lagi.

Kapolres menambahkan, agar wisatawan tidak tertumpuk hanya di zona berenang pantai barat saja, antisipasinya mulai jam 7.00 pagi sampai jam 11.00 siang, akan dilakukan testing secara random.

Kapolres menyesalkan karena setelah dibuka kembali objek wisata ternyata kepatuhan penerapan prokes masih perlu ditingkatkan, ini artinya semua harus bahu-membahu meningkatkan kepatuhan terhadap prokes agar objek wisata Pangandaran tidak menjadi sarana penyebaran virus Corona yang akibatnya kegiatan wisata ini ditutup kembali.

“Untuk kebaikan bersama, kami berharap penutupan kembali objek wisata itu tidak terjadi, maka, mari kita bahu membahu, ayo kerjasama patuhi protokol kesehatan, " pungkasnya. (PNews)


FORKOPIMDA KOTA TASIKMALAYA PANTAU KEGIATAN GERAI VAKSINASI MERDEKA DI PONPES RIYADLUL 'ULUM WADDA'WAH

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –TNI-Polri dan Dinkes Kota Tasikmalaya bersinergi dalam gelar Gerai Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah di Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. (07/09)

Seperti disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si. Polres kegiatan Vaksinasi Merdeka ini untuk Santri dan masyarakat sekitarnya pesantren untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi dalam upaya menekan Penyebaran Covid-19.

Gebyar Vaksinasi Merdeka yang dilakukan TNI-Polri bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya ini, ungkap Kapolres, dengan menyasar Pesantren dan rumah ibadah khususnya untuk anak usia 12-17 tahun.

“Alhamdulilah kegiatan ini mendapat sambutan dan dukungan dari para Kyai serta ulama yang luar biasa, sehinga dari target sasaran 2000 bisa terealisasi sebanyak 3.165 dosis vaksin," ungkap Kapolres didampingi Forkopimda Kota Tasikmalaya.

Sementara Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH. Yang turut hadir menyampaikan apresiasi dengan dilaksanakannya Gebyar Vaksinasi Merdeka ini.

“Ini sangat efektif untuk mempercepat vaksinasi bagi warga Kota Tasikmalaya karena baru sekitar 30 % saja yang telah melaksanakannya," jelas Aslim.

Hal senada dikatakan Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah,  Asep Saepul Alam, M.Pd, menurutnya peran tokoh agama dan para ulama sangat membantu terlaksananya Gebyar Vaksinasi Merdeka. 

"Terima kasih untuk Pimpinan Polri-TNI dan Forkopimda Kota Tasikmalaya yang telah melaksanakan Gebyar Vaksin Merdeka di pesantren kami, sehingga diharapkan Herd Immunity atau kekebalan kelompok pun bisa lebih terjaga dan kegiatan belajar mengajar para santri bisa cepat normal kembali," ucap Asep. (ANWARWALUYO)

 


WALAU MASIH DALAM WAKTU TERBATAS SISWA MENGAKU SENANG BISA BELAJAR TATAP MUKA

PANGANDARANNEWS.COM – Dimulainya pembelajaran tatap muka membuat sejumlah siswa nampak gembira, pasalnya sejak masa pandemi covid-19 sudah beberapa bulan ini terpaksa anak-anak harus belajar dari atau di rumah (daring) mungkin bisa membosankan anak-anak.

Kini anak-anak senang karena bisa bertemu lagi dengan guru dan teman-temannya, walau dalam durasi waktu yang dibatasi. Tapi paling anak-anak kini bisa sedikit lega bisa mendapati kembali suasana belajar yang sempat hilang. 

Seperti yang terlihat di SDN 2 Pangadaran, dengan antusias tampak siswa mengikuti pelajaran yang disampaikan guru mereka secara langsung dengan dikelilngi teman-temannya walau hanya 50 persen dari seluruh siswa per kelasnya.

Salah seorang guru pengajar SDN 2 Pangandaran membenarkan, sejak tanggal 4 agustus lalu kini siswa bisa belaar tatap muka walau dalam waktu dan peserta didik yang asih terbatas, untuk satu kelas hanya diikuti setengah dari jumlah siswa.

“Jam pelajaran pun dimulai dari jam 7.30 hingga jam 10.30 saja dengan 3 kali pertemua setiap minggunya, dan untuk tambahannya kami berikan tugas pelajaran utuk dikerjakan di rumah, “terangnya.(7/9)

Dengan waktu belajar yang masih terbatas ini, menurutnya para guru pun pengajarkan lebih banyak materi pelajaran secara garis besar saja, sehingga beberapa ekstrakurikuler (ekskul) pun tidak bis tersampaikan. Padahal ekskul tersebut sangat penting dan menunjang, seperti pramuka yang mendidik siswa belajar disiplin, tegas, belajar menjadi seorang pemimpin dan lainnya.

Di masa pandemi ini menurutnya kemerdekaan belajar anak jadi berkurang, karena metode belajar daring memang membantu tapi kurang efektif.

“Tapi belajar secara daring memang merupakan metode paling tepat di saat pandemi covid-19, “ucapnya. (PNews)








PEMKAB PANGANDARAN AJAK SELURUH ELEMEN SOSIALISASIKAN PERCEPATAN VAKSINASI

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk akselerasi vaksinasi yang saat ini baru mencapai 34 persen dari seluruh jumlah penduduk, Pemkab Pangandaran melalui Disnas Kesehatan mengajak seluruh komponen seperti organisasi dan partai politik untuk ikut mensosialisasikan program vaksinasi pada masyarakat.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran drg. Yani Ahmad Marzuki kepada awak media, pihaknya juga mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karangtaruna agar jumlah warga ikut vaksinasi terus meningkat.

Tak hanya itu, karena saat ini obyek wisata sudah mulai dibuka kembali, kata Yani, ia juga mengajak para pelaku usaha wisata dan pelaku seni utuk bersama-sama bergandeng tangan agar program vaksinasi cepat mencapai target.

"Di desa wisata seharusnya vaksinasi minimal 70 persen, tapi hingga saat ini belum tercapai," terangYani, usai mengikuti rapat sosialisasi percepatan pelaksanaan vaksinasi bertempat di Hotel Pantai Indah Timur. (7/9) 

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan saat ini Pemkab Pangandaran juga melibakan peran para alim ulama dan para politisi dalam tim percerpatan vaksinasi ini, karena saat ini progres vaksinasi mengalami penurunan.

"Kita segera lakukan percepatan serta sosialisasi dalam beberapa hari ini, "kata bupati. (PNews) 


BUPATI PANGANDARAN AJAK 191 MAHASISWA BARU PSDKU UNPAD PANGANDARAN KEMBANGKAN POTENSI DAERAH

PANGANDARANNEWS.COM – Dalam kesempatan memberikan seramah pada acara Pembekalan Mahasiswa Baru Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Tahun 2021 bertempat di Kampus PSDKU Desa Cintaratu Kecamatan Parigi beberapa waktu lalu, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengajak mahasiswa untuk benar-benar belajar serta menyelesaikan studi dengan baik.

“Perguruan tinggi mempunyai peran untuk memberikan ilmu agar mahasiswanya mampu berpikir dan beraktivitas yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat, “ucap bupati.(4/9)

Bupati mengatakan, jangan hanya ingin jadi PNS atau honorer namun  lebih dari itu untuk melihat segala potensi yang berpeluang untuk lebih dikembangkan di Pangandaran. Dan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh, nantinya lulusan PSDKU Unpad diharapkan mampu mengembangkan beragam potensi ini menjadi sesuatu yang lebih bernilai tentunya dengan dilakukan inovasi-inovasi yang akan berdampak pada tumbuhkembangnya pergerakan ekonomi yang lebih baik lagi.

“Contoh kecilnya, kelapa muda dijual di Pangandaran harganya minimal lima ribu, lulusan Unpad jangan hanya jadi penjual kelapa muda, tetapi bagaimana kelapa ini bisa menjadi kelapa yang mempunyai nilai tambah sehingga mempunyai nilai lebih, “jelas bupati.

Bupati juga menjelaskan, hadirnya Unpad di Pangandaran merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusianya (SDM), karena itu pemda berkomitmen untuk memfasilitasi mahasiswa asal Pangandaran bisa menuntut ilmu di PSDKU Unpad, salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Pangandaran, jadi tinggal mahasiswanya harus belajar  sungguh-sungguh.

“Tugas disini untuk belajar, jangan sia-siakan kesempatan ini raihlah imu setinggi mungkin, “ucap b

Pada tahun akademik 2021/2022 ini, tercatat ada 191 mahasiswa baru PSDKU Unpad Pangandaran, dengan rincian 43 mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis, 33 mahasiswa Prodi Peternakan, 39 Prodi Ilmu Komunikasi, 31 mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan dan 45 mahasiswa Prodi Perikanan. (PNEWS)


INI PENJELASAN PENYELENGGARA ACARA RITUAL LARUNG DI PANTAI PANGANDARAN YANG DIBUBARKAN PETUGAS GABUNGAN

PANGANDARANNEWS.COM - Terkait dibubarkannya acara ritual larung yang dilakukan warga Kabupaten Cilacap di Pantai Pangandaran beberapa harilalu (5/9), pihak penyenggara Yayasan Manunggal Rasa Kemurnian melalui penasehatnya Edy Susanto mengatakan, tahun depan mungkin yayasan kembali akan menggelar acara yang sama di pantai Pangandaran.

Disoal pembubarannta yang dilakukan petugas gabugan pada aara larungan tersebut, Edi mengatakan ia tak ttak mempermasalahkan ha itu apalagi saat dibubarkan acara pokok yaitu pembacaan doa sudah selesai dilaksanakan.

Saat ditanyakan tentang wanita denga pakian serba hijau dan bermahkota yang disangkakan sebagai simbol Nyi Ratu Kidul, menurut Edi itu persepi yang salah, karena menurutnya itu figur atau sosok Bunda Ratu.

"Bagi kami jelas beda, kata Nyai Ratu dan Bunda Ratu itu hal yang berlainan, jadi perempuan yangberkebaya hjau itu merepresentasikan Bunda Ratu," jelasnya.

Anggapan masyarakat awam mungkin hal sepele, tapi kata Edi, bagi pihaknya itu sangat merugikan karena maknanya sangat berbeda sehingga menimbulkan gejolak di kalangan anggota yayasannya dan merasa keberatan terkait hal tersebut..

Begitu juga masalah sesaji, karena istilah sesaji iatau sesajen dalam acara itu bukan sesaji atau sesajen, melainkan gunungan yang jelas-jelas memiliki makna berbeda dengan sesaji.

Menurutnya sesaji biasanya makanan dan minuman ditujukan kepada ghaib karena mengharapkan sesuatu yang bersifat duniawi. 

“Kalau gunungan itu beda, gunungan merupakan wujud rasa syukur kita dari anugerah alam berupa nasi, buah-buahan dan sayuran, yang nantinya akan dinikmati oleh warga sekitar," jelanya.y.

Dan Edi juga membantah jika gunungan dan kambing hitam itu akan dilarung ke laut, padahal gununga itu akan dibagikan pada warga di sekitar lokasi kegiatan. 

“Tapi karena saat itu acara keburu dibubarkan akhirnya kami bawa pulang dan dibagikan ke warga di kampung kami," kata Edy.(6/9)

Seperti diketahui, karena selain tak memiliki ijin juga dikhawatrikan akan menimbulkan kerumunan, ritual Larung di pantai Barat Pangandaran yang dilakukan warga Patimuan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, beberaa hari (5/9) dibubarkan petugas gabungan.

Seperti disampaikan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pangandaran, H Bangi, pelaksanaan ritual larung tersebut tak berizin dan juga berada di kawasan terbuka sehingga berpotensi mengundang kerumunan.

“Acara yang rencananya bakal dihadiri 50 orang tersebut terpaksa dibubarkan gabungan yangterdiri dari unsur TNI, Polri dan Satpol PP, “kata Bangi.

Sementara Kasat Polair Polres Ciamis AKP Sugianto membenarkan, pembubaran acara  ritual larung karena berpotensi menimbulkan kerumunan. (PNews)


LUAR BIASA, RIBUAN WARGA KOTA TASIK ANTUSIAS IKUTI GEBYAR VAKSINASI MERDEKA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Ribuan warga Kota Tasikmalaya sejak pagi hari berdutun-duyun mendatangi halaman Mesjid Agung untuk melaksanakan vaksinasi.(6/9)

Seperti disampaikan  Ketua DKM Mesjid Agung KH. M. Aminudin Busthomi, M.Ag, ia merasa bersukur karena warga dengan antusias mengikuti suntik vaksin merdeka covid-19.

“Dari target 1000 dosis hingga jam 11 siang tadi sudah 900 lebih warga yang divaksin, “terang Aminudin.

Kata Aminudin,vaksinasi ini untuk memaksimalkan ikhtiar medical sesuai target nasional dan  setelah itu target selanjutnya pemulihan ekonomi masyarakat.

Sementara Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si menjelaskan, program Vaksinasi Merdeka ini merupakan inisiatif Polri yang bekerjasama dengan pemerintahan daerah dan Tokoh agama dengan target Pesantren dan Rumah Ibadah, dan hari ini dari target 1000 dosis hingga pukul 14.00 1.112 warga yang melaksanakan vaksinasi. 

Kapolres mengaku senang serta mengapresiasi warga Kota Tasikmalaya yang antusias datang mengikuti Gebyar Vaksinasi Merdeka,.

“Mudah-mudahan vaksinasi ini dapat bermanfaat dan bisa menekan penyebaran wabah Covid-19 sehingga terbentuk Herd Immunity," ujar Kapolres. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN