UNTUK VAKSINASI NAKES, UPTD PKM JATIWARAS TERIMA 64 DOSIS VAKSIN SINOVAC

Pangandarannews.com/tasiknews – Sebanyak 6.200  vaksin sinovac yang sudah diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu didistrbusikan ke 49 fasilitas kesehatan di seluruh wilayah se-Kabupaten Tasik.

Seperti disampaikan kepala UPTD PKM Jatiwaras, Irwan Firmansyah, S.Sos, kuota vaksin tahap awal ini akan diberikan untuk tenaga kesehatan (Nakes) di berbagai daerah karena para nakes ini merupakan garda terdepan yang paling berisiko, berhubungan langsung dengan pasien covid-19.

Kebutuhan Vaksin untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Jatiwaras sendiri, kata Irwan,  sebanyak 64 dosis.

“Sementara untuk jadwal vaksinasi tenaga kesehatan yang ada di UPTD Puskesmas Jatiwaras kami masih menunggu komando dan intruksi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, “terang Irwan, saat menunggu kedatangan pendistribusian vaksin di halaman Puskesmas (28/01)

Ditempat sama, Koordinator Imunisasi (Korim) PKM Jatiwaras, Apep Mardianto, AMK mengatakan, perangkat yang akan diberikan hari ini dari Dinas Kesehatan diantaranya, Vaksin Sinovac, APD set dan Nedle o,5 ml/cc.

Ia menambahkan, tapi tidak semua tenaga kesehatan akan melaksanakan penyuntikan vaksin karena vaksinasi ini sasaran untuk usia antara umur 18- 59 tahun.

" jadi tidak semua warga bisa tervaksinasi karena harus melalui pemeriksaan dokter, dan yang paling utama kita harus tetap patuhi protokol kesehatan yakni 3 M, " pungkas Apep. (UDIRUSWANDI


PEMKAB TASIKMALAYA RAIH PENGHARGAAN MERITOKRASI KATAGORI BAIK

Pangandarannews.com/tasiknews - Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen mewakili Bupati hari ini hadir dalam acara Anugerah Meritokrasi yang diselenggarakan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.(28/1)

Seperti disamaikan Dinas Kominfo, pada kesempatan ini Pemkab Tasikmalaya berhasil meraih Kategori “Baik” dengan nilai 280. Penerapan sistem merit dalam manajemen ASN ini diharapkan dapat memicu perubahan mendasar manajemen ASN di Kabupaten Tasikmalaya ke arah yang lebih baik, karena kualifikasi, kinerja dan kompetensi secara adil tanpa diskriminasi. 

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) dan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara yang turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN RI.

Sementara kepadasejumlah awak media, Sekda Tasik Mohamad Zen mengatakan, keberhasilan dalam mencapai penerapan sistem merit kategori Baik  ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran di instansi pemerintah yang sudah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam  manajemen ASNnya.

“Mudah-mudahan kedepannya kita bisa terus mempertahankan prestasi ini bahkan bisa lebih ditingkatkan, “kata Zein. (ANWARWALUYO)

 

PEMBANGUNAN MESJID AGUNG AL-HASAN KARANGNUNGGAL BUTUH DUKUNGAN SEMUA PIHAK

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS Pemerintah Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya terus mensosialisasikan pembangungan Mesjid Al-Hasan, salah stunya pada warga Desa Cikupa.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Camat Karangnunggal Asep M Dahliana, STp., MM, Ketua MUI Aj Sopyan dan Ketua Pembangunan Masjid Agung Al-Hasan H Diri, S Ag beserta Team lainnya, yang  diterima langsung Kepala Desa  Cikupa Yudha Heryadhi diampingi BPD dan jajaran Pemerintahan Desa lainnya.(28/01)

Dalam kesempatan tersebut  Kepala Desa  Cikupa Yudha Heryadhi mengajak warganya agar ikut mendukung pembangunan Masjid tersebut dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya.

“Nantinya mesjid Al-Hasan ini akan menjadi ikon keagamaan serta menjadi kebanggaan warga Karangnunggal, “ucapnya.

Hal sanada dikatakan Ketua MUI Aj Sopyan, dalam tausiahnya ia memotivasi serta mengajak  masyarakat agar bisa berpartisipasi dan mempunyai semangat untuk memajukan dan membangun Agama lewat pembangunan Masjid Besar Al-Hasan.

Sementara Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, menambahkan, pembangunan Masjid Besar Al-Hasan saat ini baru mencapai tahapan pembayaran lahan tanah dan pembayaran konsef gambar.

Asep bersukur, gerakan Rp. 2000 sudah berjalan dan akan ditingkatkan dengan tema ” RT Siaga Masuk Sorga”, yang artinya para RT ikut berpartisipasi untuk menggerakkan masyarakat untuk mendukung dan penduli pada proses pembangunan Masjid besar Al-Hasan.

Asep juga menjelaskan, pembangunan Masjid Besar Al-Hasan direncanakan akan menelan anggaran dengan estimasi sekitarRp. 6,7 Milyar.

“Sedangkan saat ini keadaan anggaran yang dimiliki team pembangunan baru mencapai 1% dari target Rencana Anggaran di luar pembayaran tanah dan gambar yang sudah dilunasi, “terangnya.

Sementara Ketua tim Pembangunan Didi, Sag, dalam sambutannya menyampaikan terkait sosialisasi teknis dan tahapan.

Jika estimasi waktu dan rencana keuangan mencapai target, menurut Didi, pembangunan akan selesai dalam waktu 2 tahun.

“Kami mengajak semua pihak agar sama-sama memperjuangkan hal ini serta merasa punya tanggung jawab dan rasa saling memiliki”, harapnya. (ANWARWALUYO)




HARI INI DINKES KAB. PANGANDARAN DISTRIBUSIKAN 3.200 DOSIS VAKSIN UNTUK NAKES DI SELURUH PUSKESMAS

PANGANDARANNEWS.COM – Hari sebanyak 3.200 dosis vaksin distribusikan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran ke seluruh Puskesmas.

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran, drg, Yani Ahmad Marzuki, mengatakan, setelah sehari sebelumnya (27/1) vaksin tersebut diterima dan disimpan di UTD Farmasi di Jalan Merdekan samping RSUD Pandega, hari ini (28/1) dengan dikawal BPOM, TNI dan POLRI vaksin-vaksin tersebut disebar ke seluruh Puskesmas.

“Vaksin ini kami terima hari kemarin sekitar jam 15.00 sore, “terang Yani.(28/01)

Yani menjelaskan, untuk tahap pertama vaksinasi akan dilakukan pada sekitar 1.600 tenaga kesehatan (Nakes) , dan pembagian vaksin ini jumlahnya tidak merata pada tiap-tiap puskesmas tapi berdasarkan pemetaan yang ada di Gugus Tugas.

Yani menambahkan, jadi untuk tahapan vaksinasi ini yang pertama untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, seperti pejabat pemerintah, perbankan dan lain-lain.

“Dan untuk masyarakat sendiri vaksinasi akan dilakukan pada tahap ketiga, mungkin akhir tahun ini, “kata Yani.

Yani juga menegaskan, vaksinasi ini bukan merupakan pengobatan covid-19 tapi untuk meningkatkan imunitas (daya tahan) tubuh, sehingga walau nanti sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Jadi kalau sudah divaksin jangan sampai prokes diabaikan, jangan seperti itu, “pungkasnya. (PNews)


INI GAGASAN GUBERNUR JABAR, ADA PASAR TERAPUNG DI GREEN CANYON PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Membuat pasar terapung di sungai Ciulang menjadi salah satu gagasan Guberur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat saat menghadiri Soft Opening Alun-alun Paamprokan di kawasan pantai Pamugaran Pangandaran.(24/01)

Menurutnya, ide ini didapatkan saat ia pergi ke obyek wisata Green Canyon di Kecamatan Cijulang, melihat indahnya wisata sungai dengan airnya yang jernih, kenapa tidak gagasan membuat pasar terapung bisa di wujudkan di obyek wisata ini. 

Nantinya wisatawan, ujar Kang Emil, sapaan akrabnya, bisa sambil berbelanja di pasar terapung yang ada di aliran sungai Cijulang, dan ini tentu akan menambah keren serta bisa lebih memanjakan pengunjung yang datang ke Green canyon.

“Wisatawan nantinya bisa belanja di pasar terapung yang berada di aliran Sungai Cijulang ini atau di area parkir yang ada sekarang ini, “ungkapnya.

Sementara yang mendampingi kunjungan orang nomer sati di Jawa Barat ini, Sekda Kabupaten Pangandaran Kusdianan, menyampaikan tentu ia sangat merespon ide pasar apung yang disampaikan gubernur, sehingga pihaknya pun segera akan mengadakan pertemuan dengan seluruh stakehorder di Green Canyon untuk membahas ide ini.

“Tentu kan kami bahas baiknya seperti apa, apakah lokasi belanja tetap di lokasi parkir seperti sekarang atau terapung, “kata Kusdiana. (PNews)


INI CERITA PEDAGANG CILOK DI MASA PANDEMI COVID-19

Pangandarannews.com/tasiknews – Dimasa pandemi covid-19 benar-benar menjadi masa sulit untuk dunia usaha, terlebih usaha kecil yang hanya mengandalkan keuletan dan modal alakadarnya.

Sebut saja Kosim, seorang pedagang cilok yang setiap hari berkeliling menjajakan dagangannya hampir ke semua sudut pemukiman di Kota Tasikmalaya untuk menjemput uang receh dari pembelinya. 

Tak banyak yang bisa dilakukan, Kosim karena mengeluh pun tidak akan menyelesaikan persoalan beban hidup dan kebutuhan sehari-hari keluarganya yang harus ditanggungnya.  

Bukan hanya Kosim, masih banyak kisah sedih tentang susahnya untuk bertahan hidup di masa pandemi ini, seperti yang dialami Partam yang sehari berjualan nasi goreng, Asep dan Rian yang menjajakan makanan ringan dan kopi di trotoar jalan Kota Tasik.  cerita mereka hampir sama, menurunya penghasilan dari hasil usahanya karena pandemi covid-19.

“Tapi bagaimana pun kami harus tetap berjualan karena resiko keluarga harus tetap terpenuhi, “ungkap Kosim, mungkin mewakili suara rekan senasibnya.(27/01)

Namun menurunnya jumlah pendapatan yang bisa dibawa pulang ke rumah tidak lantas mebuat Kosim putus harapan, ia pun tetap yakin masa ini pasti akan berakhir dan usahanya pun akan kembali normal. 

Jika yang dialaminya hanya menurun jumlah pendapatan, menurut Kosim, mungkin ceritanya lain dengan para pengusaha bermodal besar yang juga harus menanggung kehilangan sebagian modalnya karena produksinya berhenti atau produknya tidak laku dijual, padahal resiko untuk mebayar upah karyawan, listrik dan biaya produksi lainnya harus tetap dikeluarkan.

Kata Kosim, ia hanya bermodal puluhan ribu dan tenaga saja sehingga bisa dibilang ia tidak menanggung kerugian modal.

“Saya hanya kehilangan sebagian penghasilan saja, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO)



 


UP DATEDATA COVID-19 KABUPATEN PANGANDARAN TANGGAL 27 JANUARI 2021


PANGANDARANNEWS.COM
– Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Rabu tanggal 27 januari 2021 pukul 16.00 WIB yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

*KASUS KONFIRMASI  COVID-19*


Total            :   664 org

Sembuh :   380 org

Aktif :    24 org  isolasi RSU,  242 Isolasi Mandiri)

Meninggal :    18 org

WNI    : 664 org

Laki2            :  280 org

Perem :  384 org

Usia

<5 : 7org

5 - 19  : 33 org

20 - 29 : 68 org

30 - 39 : 70 org

40 - 49 : 65 org

50 - 59 : 45 org

60 - 69 : 28 org

70 - 79 :   7 org


*SUSPEK*

1. Total         :  736 org

2. Discardid :  716 org

    - Meninggal :    14 org

3. Aktif         :      6 org

4  Laki-Laki :  452 org

5. Perempuan :  284 org

6. WNI :  731 org

7. WNA :      5 org

8. Usia :

< 5 th :    23 org

6-19    :    78 org

20-29 :  242 org

30-39 :  101 org

40-49 :    90 org

50-59 :    89 org

60-69 :    59 org

70-79 :     25 org

>80    :       4 org


*PROBABLE*

1. TOTAL.                  : 5

2. MENINGGAL : 4

3. MENUNGGU : 1


*KONTAK ERAT*

TOTAL : 1836 org

Discarded : 1730 org

Aktif :   106 org


*HASIL LAB. SWAB*

Positif    :   664 org

Negatif          : 8230 org

Menunggu hasil :   106 org

Jumlah  : 9.000org

*HASIL RAPID TEST*

Reaktif    :          70 org

Invalid    :            0 org

Non Reaktif : 13.385 org

Total      :  13.455 org

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 27 JANUARI 2021 :

















TIM BARANANG BERBAGI SEDEKAH BERSAMA DHUAFA DI KELURAHAN SETIAWARGI

Pangandarannews.com/tasiknews - Program kegiatan “Berkah” (Berbagi Sedekah) kembali digelar Tim Baranang (Baraya Kang Nanang ) untuk menyalurkan titipan amanah dari para aghnia kepada kaum jompo dan duafa di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasik. (27/1/)

Ketua Tim Baranang Ir. H Nanang Nurjamil MM yang akrab disapa Kang Jamil menyampaikan terimakasihnya kepada para donatur yang telah ikut berpartisipasi ikut mensukseskan program Berkah Lisafa ( Berkah Sedekah Lima Belas Kilogram Satu Keluarga Dhu'afa) ini.

Kata Nanang, pihanya telah menyalurkan bantuan tahap ke- 3 yang dipusatkan di Kelurahan Setiawargi ini mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi yang memberi dan mejadi berkah bagi yang menerimanya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Karang Taruna MPTK Kel. Setiawargi kemuadian ketua RW.015 juga para sesepuh dan tokoh masyarakat atas bantuan dan kerjasamanya yang luar biasa, "ucapnya. 

Dalam kegiatan tersebut juga, kata Kang Jamil, pihaknya juga meninjau beberapa rumah yang kondisinya memprihatinkan dan membahayakan karna atapnya rumahnya sudah lapuk sehingga dikhwatirkan sewaktu waktu bisa ambruk.

Seperti rumah salah seorang warga, Lili Sadili, menurutnya segera akan diusukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) agar tahu ini mendapat bantunan Rutilahu,  dan rumah Lili ini merupakan rumah ke 5 yang diusulkan ke Pemkot Tasikmalaya.

“Selain itu, kami  juga memohon kepada Dinas PUPR untuk bisa memberikan perhatian sarana jalan akses menuju Kelurahan Setiawargi karna kodisi jalannya sudah rusak parah, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)


JADI RUANG TERBUKA PUBLIK, ALUN-ALUN PAAMPROKAN PANGANDARAN AKAN DIBUKA BULAN PEBRUARI 2021

PANGANDARANNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat melakukan Soft Opening sekaligus peninjauan Alun-alun Paamprokan beberapa hari lalu di Jalan Pamugarankawasan pantai  Pangandaran, menitipkan agar warga bisa memanfaatkan alun-alun ini tentunya denga tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar Dedi Taufik, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar Hermansyah, Direktur PT PMB Alif Joko Surajianto, dan Komisaris Utama PT PMB David Hermanjaya.

Kan Emil, demikian ia disapa, mengatakan, ia sendiri tidak bisa memotivasi untuk meramaikan pembukaan ruang terbuka publik ini mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19.

“Ditargetkan seluruh pembangunan kawasan Alun-alun Paamprokan akan selesai pada Februari tahun ini, “jelasnya. (25/1)

Sesuai namanya, menurut Emil, Paamprokan yang berasal dari bahasa sunda "amprok" (bertemu) ini bisa menjadi tempat bertemu serta menjadikan lokasi ini ruang terbuka publik baru bagi warga Pangandaran dan sekitarnya yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang budaya, ekonomi dan interaksi sehingga bisa meningkatkan kebahagiaan masyarakat Pangandaran khususnya.

Namun karena saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19, Emil mewanti-wanti agar pemanfaatannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Tahun 2021 ini, ujarnya, merupakan tahun membangun dan penataan dan tahun 2022 nanti merupakan tahun memanen kesabaran. 

“Mudah-mudahan pembangunannya bisa maksimal sesuai yang diharapkan,"ungkapnya.

Pelaksanaan pembangunan ruang terbuka publik ini, lanjutnya, merupakan salah satu wujud kolaborasi Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dengan dunia usaha, khususnya dalam penyediaan sarana prasarana permukiman. Dan nantinya di lokasi ini akan dbangun plaza utama, paviliun, menara pandang, pedestrian, splash, mushola, playground, parkiran, shelter UKM/PKL, pos jaga, hingga jogging track di Alun-alun Paamprokan. 

“Ruang terbuka publik ini juga diharapkan bisa mendorong pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, “imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jabar Boy Iman Nugraha mengatakan, Alun-alun Paamprokan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare dari total lahan 3 hektare milik Pemda Provinsi Jabar.

Boy menambahkan, saat ini warga Jabar khususnya di Pangandaran membutuhkan ruang terbuka publik sebagai tempat berinteraksi dan mengekspresikan kehidupan.

“Hingga saat ini progres pembangunannya sendiri mencapai 80-85 persen. "terang Boy,

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Kusdiana menambahkan, pembangunan Alun-alun Paamprokan yang grand opening nya akan dilaksanakan bulan Februari mendatang tentu akan menjadi kabar baik bagi masyarakat sehingga diharpakan jika warga bahagia dan imun pun untuk melawan penyakit dari dalam tubuh.

"Indeks kebahagiaan meningkat, imun pun bisa lebih baik lagi,"kata Kusdiana.(PNews)


WAH ! BUPATI PANGANDARAN AKAN TUNDA BANTUAN BAGI DESA YANG TIDAK TAAT PROKES

PANGANDARANNEWS.COM  - Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi kepada desa yang tidak mentaati protokol kesehatan (Prokes) pencegahan COVID-19 dengan sanksi bagi desa yang tidak patuh akan menunda tunjangan dan bantuan dari Pemda, mengingat hingga saat ini  Kabupaten Pangandaran masuk pada urutan nomer tiga setelah Kabupaten Tasikmalaya kategori daerah yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan di Jawa Barat.

Untuk itu, kata Jeje, pada tanggal 12-13 Januari lalu ia sudah mengumpulkan para Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, Danramil, dan Kapolsek. 

“Kita buat instruksi terkait protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru, termasuk penggunaan masker," uajrnya, usai memimpin apel gabungan di Pantai Pangandaran, (23/01)

Terkait intruksi ini, lanjutnya, ia pun akan melakukan evaluasi dengan merilis dan mempublikasikan desa mana yang rendah penerapan prokes dan pada instruksinya.

Disoal ada sebaiagn warga yang kurang patuh pada Prokes, menurutnya karena pada beberapa bulan oktober-desember masyarakat terlena dan pada proses politik, pilkada, mungkin saat itu   konsentrasi masyarakat terfokus ke persoalan tersebut. Atau mungkin penyebab lainnya, karena Pangandaran termasuk daerah zona penyebaran rendah.

“Sehingga masyarakat lengah dan penggunaan masker pun dianggap tidak terlalu penting sehingga banyak diabaikan, “ungakp Jeje. (PNews)


TINGKATKAN KESADARAN WARGA TERAPKAN PROKES, MUSPIKA MANGUNJAYA PERLUAS RAZIA MASKER

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kepatuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kepolisian , Koramil, Gugus Tugas dengan dibantu salah satu ormas PP Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran  berencana akan memperluas sasaran razia masker, seperti di depan kantor Desa Sindangjaya, jalan utama menuju ke Mangunjaya.

Seperti disampaikan Camat mangunjaya Edi Kusnadi SP.d MM, hingga tanggal 25 januari 2020 angunjaya termasuk wilayah yang keluarga banyak terpapar copid 19.

“Positip aktif 12 orang, meninggal 2 dan yang sembuh 10 orang, “terang Edi.(26/01)

Edi menambahkan, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid ini membutuhkan kesadaran semua pihak, teruama untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah.

“Mudah mudahan dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran copid 19, “imbuhnya. (Tn)


UPK KECAMATAN PANCATENGAH BERI BANTUAN KORBAN KEBAKARAN DI DESA BUNIASIH

Pangandarannews.com/tasiknews - Berangkat dari rasa kemanusiaan dan ingin menolong kepada sesama, Unit Pengelola Kerja (UPK) Kecamatan Pancatengah yang diwakili Dadang supardi,Ipik Subagja dan rekan lainya langsung menemuai keluarga Sarjan-Mulyati korban musibah kebakaran yang berada di Kampung Bihbul RT 04 RW 05 Desa Buniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten tasikmalaya. (25/01)

Menurut Dadang Supardi, setelah mendengar informasi ada musibah kebakaran yang menimpa  salah seorang warga pihaknya pun langsung tergerak untuk ikut meringankan beban keluarga korban.  

“Walau pun tidak seberapa tapi bantuan ini murni kepedulian dari kantor UPK  untuk sesama, “ujar Dadang.

Seperti diketahui, kejadian kebakaran yang menimpa keluarga Sarjan-Mulyati terjadi saat pemilik rumah sedang melakukan ibadah solat berjamaah di mesjid sementara istrinya Mulyati sedang menjemput dan mengantar anaknya untuk pergi mengaji ke tempat yang biasa Ia lakukan setiap hari terhadap guru ngaji anaknya.(25/01)

Sarjan baru tahu kebakaran Rumahnya ketika tetangganya meminta pertolongan saat api sudah melalap habis rumahnya, sehingga masyarakat pun berbondoang-bondong membantu untuk evakuasi namun api begitu cepat menjalar dan melalap rumah hingga rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing.

Menurut beberapawarga, api yang melahap seluruh bangunan rumah tersebut diduga berasal dari tungku dapurnya yang mungkin belum mati total saat ditinggal pemilik rumah. (ANWARWALUYO)


BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19

Bupati-Wakil Bupati Pangandaran
PANGANDARANNEWS.COM - Bupati Pangandaran dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata-Adang Hadari, dinyatakan positif Corona.

Lewat sambunga  telepon, Jeje mengatakan, pada Jumat lalu dia menggelar bertemu dengan sejumlah kawannya di Bandung, termasuk dengan Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari.

Pada esok harinya (23/01), kata Jeje, ia mendapat kabar Wabup Adang Hadari positif Corona, sehingga malamnya ia pun melakukan tes rapid antigen dan ternyata hasilnya negatif. Tapi karena masih penasaran dan ingin memastikan, esok harinya lagi sekitar jam 5 pagi melakukan tes swab.

“Pada hasil tes swab pertama itu dinyatakan invalid, sehingga dilakukan tes swab kedua, dan sekitar jam 10 hasilnya keluar saya kaget karena hasilnya positif, “ucap jeje.

Jeje mengatakan, kondisi fisiknya baik-baik saja tanpa merasakan ada gangguan kesehatan tapi untuk menjaga-jaga saat ini petugas medis pun langsung melakukan tracking kepada keluarga dan  yang melakukan kontak erat dengannya, dan sekarang ia sedang menjalani isolasi mandiri. 

Jeje juga mengaskan, bahwa virus corona itu nyata ada sehingga masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya mohon doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran, mudaha-mudahan saya mampu melewati cobaan ini dan bisa pulih serta dapat bekerja kembali, “ungkapnya.

Sementara terkait berita Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari dan istrinya terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) Keduanya terpapar dari wilayah yang berbeda, hal ini dibenarkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki. 

Yani, keduanya terpapar di tempat yang berbeda. Wakil Bupati Adang Hadari terpapar setelah bepergian dari Bandung sedangkan istrinya terpapar setelah pulang dari Sumbawa NTB.

“Saat kemarin di tes Swab ternyata keduanya dinyatakan positif Covid-19,”terang Yani, saat dihubungi lewat telepon celullernya.(24/1)

Yani menambahkan, selain wabup dan istri, ada 5 orang dari keluarga isterinya yang berasal dari Kuningan juga positif Covid-19, setelah 12 orang keluarganya semuanya dilakukan tes Swab.

“Petugas medis dari UPTD Labkesda pun langsung melakukan tracing tempat tinggalnya Ibu wabup di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang,”imbuhnya.  (PNews)


GUBERNUR DIDAMPINGI FORKOPINDA JABAR LAKUKAN KUNKER PENANGAN COVID DI KAB. TASIKMALAYA

Pangandarannews.com/tasiknews - Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu menerima kunjungan kerja (kunker) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rangka peninjauan pelaksanaan penanganan pandemic Covid-19, yang diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mohamad Zen di Pendopo Baru. (20/01)

Atas nama Bupati Tasikmalaya, Mohamad Zen mengucapkan selamat datang dan apresiasi atas kedatangan orang nomer satu di Jawa Barat ini beserta Forkopimda Jabar, untuk memberikan penanganan pandemi covid-19, dan Pemkab Tasik pun secara utuh akan  menindaklanjuti dan melakukan upaya maksimal.

Kata Zein, hingga saat ini phaknya masih terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, dan secara bertahap melakukan razia di CFD Gebu dan Cisinga, karena di kedua lokasi tersebut letak geografis Kabupaten Tasikmalaya cukup berat.

“Tempat isolasi sudah kami tempatkan di 8 Puskesmas sementara untuk gejala ringan hingga sedang kami tambah ruang isolasi di Asrama Haji,” ujar Zen.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan hasil survey bahwa di Kabupaten Tasikmalaya kedisiplinan memakai masker masih cukup kurang sehingga gubernur pun meminta agar razia kedisiplinan lebih rutin serta kepatuhan memakai masker agar mendapat perhatian lebih serius, seperti membuat baliho-baliho tentang pentingnya vaksinasi serta melakukan sosialisasikan dengan maksimal dan optimal tentang vaksin Covid-19.

“Saat ini yang akan menurunkan pandemi secara masif itu vaksin dan manajemen vaksinasi saya minta harus sangat detail karena vaksinasi ini harus sukses,” tegas Emil.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Ahmad Dofiri mengatakan, Polri senantiasa akan melakukan teguran, meningkatkan imbauan dan melaksanakan operasi yustisi untuk pendisiplinan masyarakat terhadap kepatuhan penerapan prokes.

“Penegakan hukum terhadap kepatuhan penerapkan protokol kesehatan Covid-19 harus tegas dan jangan ragu-ragu,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya,  Heru Suharto selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan, Gugus Tugas telah melakukan langkah-langkah kongkrit.

“Diantaranya penguatan regulasi, pengkajian risiko dan perencanaan, peningkatan pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan, logistik,  bantuan/donasi, pemulihan layanan dasar, pengembangan komunikasi dan informatika, “kata Heru.

Usai melaksanakan Rapat Penanganan Covid-19 di Pendopo Baru, Gubernur Jabar dan Forkopimda Jabar dengan didampingi Forkopimda Kab. Tasikmalaya, para Kepala SKPD Kab. Tasikmalaya, dan undangan lainnya dilanjutkan dengan melakukan peninjauan tempat isolasi tingkat kecamatan, di Puskesmas Tinewati dan meninjau pelaksanaan Operasi Yustisi Masker di Alun-alun Singaparna. (ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN