RIBUAN MAHASISWA DAN BURUH KOTA TASIK TURUN KE JALAN TOLAK UU CIPTA KERJA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Ribuan Mahasiswa yang bergabung dalam PMII Kota Tasikmalaya beserta Ormas  kaum buruh, hari kemarin (7/10) melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menolak keras pengesahan RUU Omnibuslaw. Aksi ini dipicu karena pengesahan UU Cipta Kerja dipercepat, yang semula dijadwalkan pada 8 oktober 2020, tapi kemudian di sahkan menjadi UU pada hari Senin 06 Oktober 2020 di tengah pandemi covid-19.

Menurut beberapa peserta demo, konon katanya, UU Cipta Kerja diharapkan akan mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki pada era baru perekonomian global untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan.

Seperti diungkapkan Krodinator Lapangan (korlap) PMII, Muhaimin Abdul Basith, aksi ini sesuai dengan intruksi Ketua Umum Pengurus Besar PMII yang mengintruksikan PMII se-Indonesia untuk turun ke jalan melakukan aksi penolakan RUU Cipta Kerja.

“Aksi yang digelar ini akan terus dilakukan karena aksi ini tidak ada efek yang begitu luar biasa dari  DPR-RI dan kami sangat kecewa sekali.”ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat menyampaikan, pengesahan undang-undang ini di tengah tengah penderitaan rakyat akibat pandemi covid-19 membuat publik bertanya-tanya tentang keberpihakan para wakil rakyat di daerah, Pemerintah, DPR-RI pada akyat.

Ipin juga menegaskan, aksi ini PMII tidak akan selesai hingga hari ini saja, karena akan terus dilakukan secara continue di Kota Tasikmalaya. 

“Karena ini merupakan hajat hidup dan peroalan sehingga sudah menjadi tanggungjawab kami untuk menyampaikannya ada pemerintah dan wakil kami di gedung DPR, “tegasnya.

Sementara di luar aksi demo, PMII juga membuka posko untuk menerima pengaduan dari buruh, masyarakat dan kaum miskin untuk melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK), bertempat di Jalan Dr Soekardjo. (ANWARWALUYO)




UNTUK KENYAMANAN MASYARAKAT, KOMPLEK DADAHA KOTA TASIK AKAN DITATA ULANG

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan, menurut UPTD Dadaha Kota Tasik, Didi, perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi higienitas masyarakat, seperti di area joging trek  harus steril, tidak mainan odong-odong, kendaran tidak boleh masuk area joging dan masyrakat juga harus punya kesadaran sendiri terkait semua ini.

Faktor yang pertama, kata Didi, akses sanitasi yang memadai, karena selama ini akses sanitasi ini  dan fasilitas juga belum adanya Penerangan Jalan umum (PJU) di area spor center joging trek sesuai dengan standard  kesehatan.

“Saat ini pengelolaan Dadaha masih  belum maksimal ditambah kesadaran masyarakat sendiri masih kurang, “kata didi.(6/10)

Hal lainnya, imbuh Didi, perilaku dan kebiasaan masyarakat itu sendiri tentang kebersihan, seperti membuang sampah sembarangan dan selalu cuci tangan.

Tak hanya itu, masih kata Didi, budaya atau kebiasaan masyarakat sekitar pasti akan berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku yang diajarkan tiap individu, oleh karenanya jika bicara kebersiahan di Dadaha maka kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan pun harus dimulai dari masyarakat sendiri serta diperukan juga kerjasama dari berbagai sektor pemangku kebijakan pemegang regulasi dan campur tangan akademisi, pelaksana hingga masyarakat itu sendiri.

Walau menurutnya ia baru menjabat satu bulan, sekarang setiap hari jumat ada gerakan jumat bersih agar masyrakat yang datang ke kawasan Dadaha bisa nyaman dan betah, dan khusus di joging trek akan steril dari semua jenis kendaraan.  

“Tapi sebelum beres-beres di luar tentunya kami juga akan menata ke dalam dulu, diantaranya dengan meningkatkan sumber daya manusianya dulu, “tegasnya. (ANWARWALUYO)


WARGA BOJONGGAMBIR TAK BUTUH JANJI TAPI BUTUH BUKTI NYATA PEMBANGUNAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sejumlah warga Desa Campakasari Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, mengaku kecewa karena beberapa ruas jalan di daerahnya hingga saat ini masih belum tersentuh perbaikan.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Asep, ia mengaku sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji para calon bupati-wakil bupati, karena janji tersebut tidak pernah dipenuhi dan terealisasikan.

“Dari dulu jika mau pilkada dalam kampanye para calon bupati termasuk wakil gubernur jabar, selalu mengatakan akan membangun jalan di daerah kami, tapi kenyataan semuanya bohong, “tegasnya.(6/10)

Untuk seluruh calon bupati-wakil bupati yang akan maju pada Pilkada serentak tahun ini, kata Asep, sebaiknya tidak usah mengumbar janji, karena ini akan melahirkan rasa ketidak percayaan masyarakat jika janji tersebut tidak ada buktinya.

“Semakin hari para calon dalam kampanyenya berjanji, sekarang masyarakat malah semakin tidak percaya, “imbuhnya. (ADE IDRIS)


PEMKAB PANGANDARAN BANTAH AKAN METUTUP KEMBALI OBYEK WISATA

PANGANDARANNEWS.COM –Terkait dengan beredar kabar di media sosial dan di masyarakat yang mempertanyakan kebenaran isu Pemkab Pangandaran akan menutup kembali objek wisata, yang  

mengakibatkan banyak pedagang dan pelaku wisata yang resah bahkan kunjungan wisatawan pun berkurang, tercatat yag tadinya 34.800 turun menjadi 16.695 pengunjung di akhir pekan, Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, kepada sejumlah awak media menyampaikan, pihaknya tidak akan menutup obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Hal ini disampaikan, menurutnya, untuk mengklarifikasi isu yang berkembang terkait penutupan obyek wisata karena alasan pandemi Corona atau pun terkait dengan hasil kajian para ahli mengenai potensi tsunami.

“Saya tegaskan, baik pemprov atau pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut, “tegasnya kepada sejumlah wartawan di kantornya.(5/10)

Saat ini dunia pariwisata menjadi salah satu sektor usaha ribuan masyarakat Pangandaran, sehingga, katanya, untuk saat ini pemkab tidak mungkin mengelaurkan kebijakan dengan menutup pariwisata.

Ia juga mengatakan, level kewaspadaan penyebaran COVID-19 di Pangandaran hingga saat ini masih terkendali, sementara terkait kajian potensi tsunami hingga saat in belum ada satu pihak pun yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi.

Di tempat terpisah, salah seorang nelayan perahu pesiar, mengatakan, ia sangat mengapresiasi Pemkab Pangandaran karena segera merespon jika isu itu tidak benar.

“Pada saat seperti inilah pemerintah harus segera hadir untuk segera menyampaikan klarifikasi berita hoaks baik yang ada di medsos atau yang beredar di masyarakat, “ujarnya.(PNews)



PEMKAB PANGANDARAN SEGERA RENCANAKAN PERBAIKAN GEDUNG TES

PANGANDARANNEWS.COM – Pemkab Pangandaran berencana akan segera memperbaiki dan mengaktifkan Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau shelter tsunami yang berlokasi di Pasarwisata Desa Pangandaran.

Seperti dikatakan Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, ia menargetkan psling lambat bulan oktober mendatang perbaikan dan fungsi shelter sudah aktif.

“Nantinya di gedung TES tersebut rekan-rekan relawan akan melaksanakan akitvitas harian, dan saat ini sangat tepat karena berbarengan dengan momen  bulan bulan pengurangan risiko bencana, “ujarnya.(5/10)

Dani juga mengatakan, shelter tsunami tersebut akan dujadikan pusat pusat edukasi ketangguhan  dalam menghadapi bencana pada masyarakat bahkan wisatawan bisa belajar untuk menambah pengetahuan terkait kebencanaan dan mitigasi bencana.

Dani yang juga Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, mengakui, kondisi jalur evakuasi di Pangandaran sudah cukup layak hanya yang jadi persoalan, apakah wisatawan dan warga tahu jalur evakuasi tersebut.

Oleh karena itu, menurut Dani, pihaknya akan melaksanakan pelatihan terkait apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, termasuk pengenalan jalur-jalur evakuasi.

“Dan untuk wisatawan, kita akan melatih para pelaku wisata seperti pengusaha hotel, pedagang dan lainnya, sehingga jika terjadi bencana mereka yang akan memandu wisatawan ke jalur evakuasi,” imbuh Dani.

Seperti diketahui, bangunan shelter tsunami selama ini kurang trawat, banyak bagian gedung yang bocor sehingga menyebabkan genangan air di dalam gedung. Begitu juga dengan kondisi penerangan sudah banyak yang padam bahkan tampak instalasi kabel listriknya pun sudah tidak karuan dan membahayakan. Padahal gedung berukuran sekitar 50 x 60 meter yang dibangun tahun 2016 ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 23 milyar, dan gedung TES ini diklaim bisa menampung sekitar 6 ribu orang. (PNews)


PKK DESA SIMPANG LAKSANAKAN PELATIHAN PENCEGAHAN DINI STUNTING

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS- Sasaran pembangunan pangan dan gizi di Desa Simpang Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, lebih difokuskan untuk menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita, termasuk stunting. Beberapa program dan kegiatan pembangunan  pun telah dilakukan untuk mendukung sasaran tersebut.

Tak hanya itu, gerakan perbaikan gizi dengan fokus membanggun desa sehat  pertama kehidupan yang mengacu pada Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi Kehidupan ini bukan inisiatif atau institusi maupun pembiayaan baru, melainkan meningkatkan efektivitas dari inisiatif yang telah ada, yaitu meningkatkan koordinasi termasuk dukungan teknis,  dan kemitraan inovatif, dan partisipasi untuk meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan masyarakat, dan pembangunan. 

Demikian disampaikan Bidan Leli, Am.Keb, saat menjadi nara sumber pada kegiatan pelaksanaan pelatihan pencegahan dini stunting di Desa Simpang, yang dilaksanakan aula desa dengan dihadiri sekitar 40 orang dari kader Posyandu, ibu PKK, tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga turut dihadiri aparat Desa, Ketua BPD, babimsa,  babimas, Ketua dan anggota Penggerak PKK Desa Simpang, Pengurus Lansia dan Pengurus PAUD.(3/10)

“Hal ini perlu didukung, antara lain dengan peningkatan kapasitas penanganan stunting bagi Kader PKK, posyandu yang ada di Desa Simpang, “ujarnya.

Pemerintah desa hendaknya laksanakan Pembinaan dan Pelatihan Kader PKK untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya pelaku Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan  para Kader PKK posyandu.

Ia menamnbahkan, kepada semua kader diharapkan bisa meningkatkan kinerja dengan berbagai inovasi sehingga dapat mendorong terciptanya kondisi kesehatan masyarakat terutama menyangkut kesehatan ibu hamil dan balita untuk menghindari stunting lansia serta mendorong usaha ekonomi keluarga dengan memanfaatkan sumber daya berbasis lokal.

“Dan yang lebih penting menyangkut kewaspadaan kita dalam mengantisipasi penularan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan”, tutur Lely . (ANWARWALUYO)


AKIBAT RUNTUHAN POHON BAMBU JALAN TARAJU-BOJONGGAMBIR TERTUTUP

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Tak hanya di Kecamatan Cikatomas, akibat guyuran hujan di Desa Singasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmayalaya, juga telah mengakibatkan tumbangnya pohon bambu yang menutupi badan jalan Taraju menuju Bojonggambir.(2/10)

Babinsa Desa Singasari, Oin Sukmawan, mengatakan, runtuhan pohon bambu yang menimpa jalan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, persisinya di Kampung Pasir Nangka RT 13 RW 03 Dusun Picung.

Menurut beberapa saksi mata, pohon bambu tersebut tumbang akibat kondisi di tanah sekitarnya labil saat kondisi basah sehingga mengakibatkan akar bambu pun rapuh.

Setelah berkoordinasi dengan Pemdes Singasari, kata Oin, ia pun langsung mengajak warga sekitar untuk bergotong royong untuk mengangkat runtuhan bambu yang tumbang dan membersihkan sisa tanah longsoran dengan menggunakan alat seadanya.

“Dan hanya membutuhkan waktu relatip singkat, kini jalan pun sudah dapat dilewati kendaraan kembali, “jelas Oin. (ADE IDRIS)


AKIBAT TERTIMPA TANAH LONGSOR, SEBUAH RUMAH DI DESA PEKEMITAN ALAMI RUSAK RINGAN

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Akibat curah hujan dan cuaca ekstrim beberapa hari ini, tidak jarang menimbulkan bencana alam banjir, longsor dan lainnya dan salah satunya terjadi longsor yang terjadi di Kecamatan Cikatmas Kabupaten Tasikmalaya.(2/10)

Seperti dituturkan Babinsa Desa Pakemitan Koramil 1218/Cikatomas, Sertu Sopyan, kejadian tanah longsor yang menimpa rumah seorang warga bernama Dadang (51) di Kampung Ranto RT/RW 02/15 Desa Pakemitan, yang terjadi sekitar pukul.09.00 Wib, mengakibatkan beberapa bagian rumah rusak.

“Setelah saya mendapat laporan dari warga dan untuk mengecek kebenarannya sayapun langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Pancatengah dan pihak pemerintah Kecamatan Cikatomas, “jelasnya.

Dikatakan Sopyan, usaha penanggulangan pembersihan longsoran lumpur dan puing-puing yang menimpa rumah tersebut dilakukan bersama masyarakat sekitar serta dilakukan pendataan kerugian korban. Dan setelah dilakukan pendataan, ternyata hanya dinding rumah milik yang mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa material longsoran dan masuk halaman rumah.

“Saya juga lalu memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap perubahan alam saat ini dan agar segera melaporkan kejadian kepada Babinsa apabila terjadi bencana, “kata Sopyan. (ANWARWALUYO)


UNTUK KONDUSIFITAS PENYALURAN BLT, PEMDES CIKUPA SELALU LIBATKAN BABINKAMTIBMAS DAN BANBISA

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Saat menyalurkan Bantuan sosial (bansos) Bantuan langsung Tunai (BLT) di aula desa, Pemdes Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, selalu menyertakan babinkamtibmas dan Banbisa, karena selain harus transparan juga harusmenerapkan protokol kesehatan. (1/10) 

Seperti disampaikan Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi, dalam sistem penyalurannya BLT ini  mengacu pada data skala prioritas sesuai dengan peruntukannya serta tidak keluar dari Pedum/peraturan yang berlaku.

“Dari sejumlah 256 KPM masing-masing menerima Rp. 300 ribu inikami sertakan dokumen pada setiap pengambilannya sambil menerapkan Protokol Kesehatan, “terangnya.

Ia menghimbau agar warga terus meningkatkan toleransi antar sesama agar bantuan ini tidak menjadi permasalahan sosial yang baru, bahkan harus bersyukur karena saat ini masih ada kepedulian sosial dari pemerintah.

“Selain itu saya juga mengajak agar masyarakat tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan agar semua segera terbebas dari pandemi Covid-19 ini.

Sementara Babinkamtibmas, Bripka Berni N.H dan Babinsa Serka Mamat dari Koramil 1215/Karangnunggal, keduanya mengapresiasi kegiatan penyaluran bantuan BLTDes tersebut berlangsung aman dan semua patuh pada protokol kesehatan.

“Kami TNI dan Polri sudah merupakan kewajiban uNtuk selalu memantau, mendampingi dan mengawal desa dalam penyaluran bansoso ini, karena selain untuk pelaporan kepada pimpinan, diharapkan kehadiran kami juga dapat memberi rasa aman dan ketenangan warga dalam hal apapun di lingkungan desa,”ucap keduanya. (UDIRUSTANDI-ANWARWALUYO)



MASYARAKAT BERHARAP BUPATI TASIK TERPILIH NANTI PERHATIKAN PJU DI JALUR SALOPA-CIKATOMAS

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS-Sejumlah masyarakat kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan kondisi penerangan di sepanjang jalan Cikatomas –Salopa dan jalur Cikalong menuju Kabupaten Pangandaran sangat memprihatinkan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Heni (36), ia berharap agar kondisi ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya akibat gelapnya Penerangan jalan Umum (PJU) di jalur tersebut, tidak jarang terjadi kecelakaan lalu-lintas.

“Karena sepanjang jalan gelap saya juga khawatir di jalur itu akan terjadi tindakan kriminal di malam hari pada para pengguna jalan, “ungkapnya.(30/10)

Heni juga menyesalkan kurangnya perhatian pemerintah, padahal Pemkab Tasik selalu gembar-gembor dengan program Tasik Caang, namun kenayataan malah sebaliknya.

Ia juga berharap pada seluruh calon bupati dan wakil bupati jika nanti terpilih, kondisi ini menjadi perioritas kebijakan dan program pembangunan daerah.

Hal senada dikatakan seorang supir angkutan umum, Agus, beberapa kali terjadi kecelakaan yang diakibatkan karena kondisi gelap di jalur tersebut, sehingga membuat seorang pemotor terjatuh karena roda kendaraannya masuk pada lobang jalan.

“Mudah-mudahan kondisi ini menjadi perhatian bupati dan wakil bupati terpilih nanti, “ujarnya. (ANWARWALUYO



JELANG MILANGKALA KE 8, KABUPATEN PANGANDARA KEMBALI RAIH PRESTASI TINGKAT NASIONAL

PANGANDARANNEWS.COM – Menjelang peringatan Milangkala yang ke 8 pada tanggal 25 oktober mendatang, kembali prestasi berhasil diraih Pemkab Pangandaran. Kali ini penghargaan Anugrah Tanda Kehormatan Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 diperoleh karena  Pangandaran berhasil menjadi kabupaten sehat. Penghargaan ini pun langsung diserahkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum kepada Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, bertempat di Balai Asri Pusdai Bandung.(29/9)

Usai acara penyerahan penghargaan tersebut, Dani Ramdan, kepada sejumlah wartawan, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang telah bekerja penuh dedikasi untuk pemda.

“Ini merupakan buah dari kinerja Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari beserta jajarannya,”ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini bupati dan wakil bupati sedang menjalani cuti karena kepentingan Pilkada, sehingga, kata Dani, penghargaan ini pun ia terima karena saat menjadi Pjs Bupati Pangandaran.

Dani memuji, walau Pangandaran merupakan kabupaten baru yang tahun ini akan memperingati ulang tahun memasuki usianya yang ke 8, namun sudah banyak keberhasilan pembangunan yang telah dicapai, termasukan perolehan sejumlah penghargaan.

“Ini membuktikan Pemkab Pangandaran tidak kalah dengan kabupaten-kota lainnya yang sudah dulu ada, “imbuh Dani.

Selain mendapat  Anugrah Tanda Kehormatan Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional, Pangandaran juga mendapat penghargaan lainnya, Juara 1 Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang diwakili SD Negeri 1 Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar.

Di tempat terpisah, dalam sebuah tulisannya di media sosial, Sekdis Pendidikan, Agus Nurdin, menyampaikan terimakasih kepada guru, kepala sekolah, pengawas, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Sekretariat Daerah Pangandaran, pemdes Cimanggu dan Kecamatan Langkaplancar, karena penghargaan ini merupakan hasil dari sinergitas seluruh elemen.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati, Hj. Ida Nurlela yang telah membimbing dan perhatiannya, khsusunya pada SD Negeri 1 Cimanggu, “tulis Agus.

Agus juga mengatakan, penghargaan ini bisa menjadi bukti bahwa sekolah yang berada di tempat “terpencil”, namun karena kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dari seluruh stakeholder, telah berhasil menorehkan prestasi.

“Dan tentu prestasi ini bisa menjadi kebanggaan kita semua, “ujarnya. (PNews)






EVEN SKDG DI MANGUNJAYA AJANG ADU KETANGKASAN DOMBA GARUT

PANGANDARANNEWS.COM-Lapang Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang berlokasi tepat di depan SMAN 1 Mangunjaya, beberapa hari lau (27/9) dipadati warga yang antusia ingin menyaksikan pagelaran Semi Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG), yang digelar atas prakarsa Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) PAC Mangunjaya, HPDKI DPC Kabupaten Pangandaran, HPDKI DPD Provinsi Jawa Barat, Dinas Peternakan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran.

Menurut salah seorang panitia pelaksana, Capt. Saryono, selain itu juga untuk menjaga persatuan dan kesatuan anak bangsa untuk keutuhan NKRI, melalui SKDG yang dibingkai dengan tema "Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi antar peternak dan Peningkatan Mutu Peternakan, Bersama Peternak Milenial untuk Mewujudkan Peternak dan Mayarakat Sejahtera" ini juga diharapkan bisa menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar peternak, penggemar Domba Garut, pemerintah dan masyarakat. 

Saryono menambahkan, dengan even ini pihaknya berharap tidak ada perpecahan diantara warga dengan latar belakang berbeda, apalagi di musim politik sekarang ini dengan digelar kegiatan ini mudah-mudahan para peternak justru akan lebih termotivasi untuk meningkatkan populasi ternak dan mutu ternak.

“Kegiatan SKDG ini diharapkan juga dapat menciptakan peluang usaha warga setempat, seperti jualan makanan kecil atau lainnya sehingga dagangannya bisa terjual habis, “ujar pria yang berprofesi nahkoda kapal ini.

Sementara Ketua PAC HPDKI Mangunjaya, Kamal mengatakan, SKDG dengan pamilon sebanyak 162 tanding, diikuti 324 ekor domba dari Pangandran dan luar daerah. 

Kamal  berharap, kedepannya kegiatan ini dapat digelar kembali tentunya saat pandemi cobid 19 berakhir, sehingga bisa diikuti lebih banyak lagi peserta baik dari Pangandaran atau pun kabupaten-kota yang ada di Provinsi Jawa Barat.

“Dengan SKDG ini kami juga berharap bisa melestarikan kontes domba-domba yang lebih berkualitas, “tegasnya. (Tn)



KEGIATAN RAKOR KECAMATAN KALI INI SEKALIGUS JADI ACARA PERPISAHAN CAMAT CIHAURBEUTI

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS-Dalam rapat Kordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan CihaurbeutiKabupaten Ciamis yang dihadiri Camat Cihaurbeuti, Danramil, Kepala KUA, UPT Puskesmas,Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Cihaurbeuti, para kepala desa, Ketua MUI, Ketua PGRI, Korwil Pendidikan Kecamatan Cihaurbeuti, Pendamping PKH, TKSK, Pendamping Desa dan Undangan lainya, yang digelar di aula Desa Cihaurbeuti, usai memimpin rakor, Camat Cihaurbeuti, Drs H Erwin Hermawan, kepada sejumlah awak media mengatakan, kegiatan hari ini selain merupakan kegiatan rutin di tingkat kecamatan, rakor kali juga sekaligus untuk menyampaikan sehubungan akan berakhirnya masa kedinasannya.

“Atas nama pribadi atau pun kedinasan saya mohon maaf apabila selama bertugas selama satu tahun ini banyak kata dan tindakan yang kurang berkenan, “ungkapnya.(29/9)

Erwin mengaku, ia sangat berkesan mendapat tugas di Kecamatan Cihaurbeuti walau hanya dalam waktu satu tahun saja tapi mampu melaksanakan seluruh program karena terbangunnya sinergitas seluruh elemen yang ada di Cihaurbeuti.

“Saya berharap  jaga dn tetap pertahankan kekompakan ini serta tingkatkan semangat kebersamaan untuk menuju Cihaurbeuti maju , sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat pada umumnya, “imbuh Erwin.

Sementara mewakili seluruh Pemerinatahan Desa (Pemdes), ketua APDESI Kecamatan Cihaurbeuti, Drs Aon Nurhakim, menilai sosok Camat Erwin merupakan figur seorang pemimpin yang punya dedikasi tinggi, wawasan yang luar biasa, sehingga banyak sekali pelajaran atau pengalaman yang patut diteladani.

“Atas nama seluruh kepala desa, Aon memohon pada Pemkab Ciamis agar penggantinya nanti bisa bekerjasama dengan baik seperti yang selama ini terjalin dengan Camat Erwin.

“Kami juga mohon maaf apabila selama bersama-sama bertugas dengan Pa Erwin banyak kekurangan yang dilakukan pra kepala desa, “pungkasnya. (HADE)


SELAMA 70 HARI MASA KERJA, GUBERNUR JABAR TUGASKAN DANI RAMDAN PJS DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu (25/9) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengukuhkan tujuh Pejabat Sementara bupati/wali kota di daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Seluruh Pjs yang akan bertugas menjadi kepala di tiap-tiap daerah pelaksana pilkada serentak tersebut berasal 6  pejabat eselon II, diantaranya Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jabar (BKD) Yerry Yanuar sebagai Pjs Bupati Karawang, Kepala BKD Jabar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda jabar) Hening Widiatmoko sebagai Pjs Bupati Tasikmalaya, Kalakhar BPBD Jabar Dani Ramdan sebagai Pjs Bupati Pangandaran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar Bambang Tirtoyuliono sebagai Pjs Bupati Indramayu, Asda bidang Administrasi Setda Jabar Dudi Sudrajat Abdulrahim sebagai Pjs Bupati Cianjur, Kepala DInas Pendidikan Jabar Dedi Supandi sebagai Pjs Walikota Depok 

dan satu orang berasal dari Kepala Biro Hukum Sekertariat Jendral Kemendagri sebagai Pjs Bupati Sukabumi, Gani Muhamad. Dan seluruh Pjs kepala daerah tersebut efektip bertugas mulai tanggal 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020 mendatang seiring dengan tahapan kampanye Pilkada.

Kepada seluruh pejabat yang akan menjadi Pjs, Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil, berpesan, agar bisa memaksimalkan kondusifitas sosial politik selama kampanye pilkada berlangsung.

Ia juga meminta agar setelah pelantikan ini, seluruh pjs melakuKan safari silaturahmi ke forkopimda, ke tokoh pemuda dan semua pemangku kepentingan di wilayah masing-masing serta segera berkordinasi dengan KPUD setempat untuk tetap penerapan protokol kesehatan selama kampanye, sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan, terutama pada seluruh tahapan pilkada.

“Saya juga berpesan, tolong juga jaga netralitas ASN jangan sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran  dari masalah kecil seperti memberi komentar atau like pada postingan di media sosial atau menunjuka keberpihakan pada salah satu calon, “kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Sementara saat dijumpai awak media, Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, usai  memimpin apel pagi untuk yang pertamanya dengan jajaran ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, ia yang didampingi istrinya, Ria Sabaria MPd, mengaku senang mendapat kepercayaan gubernur menjadi Pjs bupati di Pangandaran.

“Seminggu sebelumnya saat ditelpon Pa Gubernur awalnya perasaan saya campur aduk, karena diberi tugas menjadi Pjs di Pangandaran, “ujarnya. (28/9)

Dani menuturkan, selama tiga minggu sebelum dilantik ia pun bolak-balik ke Pangandaran dalam rangka kegiatan BPBD, karena saat itu ia juga merangkap jabatan di Plt kepala Disdukcapil.

Biasanya kalau pergi ke Pangandaran, kata Dani, pasti untuk wisata, tapi kali ini saat diberi tugas menjadi Pjs tentu dengan beban tanggungjawab memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat.

“Saya pun merasa senang mendapat tugas disini dan tentu ini  sekaligus menjadi kebaangaan saya, “ungkapnya lagi.

Menurut Dani, pada masa 70 hri kerja ada 5 fokus selama menjadi Pjs Bupati di Kabupaten Pangandaran, menciptakan pilkada yang damai dan sehat karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga tidak terjadi klaster penularan, menjaga netralitas ASN agar pilkada berjalan dengan lancar dan ketiga, penanganan Covid-19, apalagi Pangandaran daerah pariwisata, sehingga potensi penularan dari luar pun besar.

“Dan ini menjadi tugas ektra saya selama di Pangandaran, supaya tingkat penularannya rendah, “terangnya.

Dani juga mengatakan, tugas lainnya, seperti penanganan kebencanaan alam apalagi sekarang memasuki musim penghujan, karena bencana banjir dan longsor di Pangandaran potensinya cukup  tinggi dan kegiatan pemulihan ekonomi dan implementasinya harus dari sisa anggaran akhir tahun 2020.

“Sebagai kabupaten paling bungsu di Jawa Barat, Dani menilai kemajuan Kabupaten Pangandaran sangat pesat, dan prestasi-prestasinya ini pun tercatat hingga di Gedung Sate, “pungkasnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN