DESA NAGROG REALISASIKAN PROGRAM BLT DARI ANGGARAN DANA DESA TAHUN 2020

TASIKNEWS-Pemerintah Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu (27/5) melaksanakan penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 290 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu per-Kepala Keluarga (KK).

Menurut Kepala Desa Nagrog, Eji Risandi, program ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Permendes (PDTT) nomor 6 tahun 2020.

“Secara door to door saya perangkat desa lainnya dengan dibantu Bhabinkantibmas Bripka Ros Rosdiana S.H dari polsek Cipatujah, Babinsa,Koptu. Muin dari koramil 1225 cipatujah, “ucap Eji.

Eji mengatakan, pihaknya bersukur karena bantuan yang bersumber dari DD tahun 2020 sebesar Rp. 174. Juta ini sudah bisa direalisasikan, sehingga diharapkan program bantuan ini pun bisa membantu warga yang terdampak wabah Covid – 19, terutama bagi warga masyarakat miskin yang ada di desa Nagrog.

Ia juga memastikan, seluruh warga penerima bantuan ini telah melalui verifikasi bersama dan tidak akan terjadi tumpang tindih antara program bantuan satu dengan yang lainnya.

“Sesuai Surat Edaran dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, ada pergeseran lokasi skala perioritas penggunaan DD tahun 2020 ini, diantaranya untuk program BLT, “terangnya.

Sementara sejumkah kepala dusun, Ketua Rt-Rw, menyampaikan, BLT tersebut dianggarkan dari DD tahap 1 ini merupakan salah satu kebijakan untuk meringankan beban warga kurang mampu saat menghadapi situasi wabah virus corona covid-19.

“Mudah-mudahan pembagian BLT ini ada manfaatnya bagi masyarakat yang mendapatkan, minimal bisa membantu meringankan beban mereka di kondisi sekarang ini,”ujarnya. (ANWARWALUYO)



HATI-HATI, ROB BESAR DAN GELOBANG TINGGI SAAT INI BERPOTENSI DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM-Menghadapi cuaca dalam seminggu terakhir ini, masyarakat pesisir diharapkan agar tetap waspada serta siap antisipasi menghadapi perubahan cuaca ekstrim ini.

Demikian disampaikan Kepala Satuan (kasat) Pol Air Pangandaran Polres Ciamis, AKP. Sugianto, saat dihubungi lewat pesan whatsAppnya.

“Khususnya kepada rekan-rekan nelayan sebaiknya sekarang menunda dulu aktivitasnya di laut, “kata Sugianto.(26/5)

Sugianto juga menghimbau agar para neayan senantiasa mengecek kelengkapan keselamatan melautnya, seperti ring buoy, life jacket dan lainnya.

Menurutnya, sudah beberapa hai ini pasang air laut hingga ke daratan bahkan ke pemukiman warga, walau masih batas normal.

“Beberapa hari ini saya pun terus stand by di pantai Majingklak untuk terus memantau kondisi masyarakat disini, “terangnya.

Seperti diketahui, laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di statsiun meterologi Tunggul Wulung Cilacap, kondisi sinoptik, perairan di samudera hindia selatan jawa barat, jawa tengah dan DIY, berpotensi hujan ringan hingga lebat dngan kecepatan angin rata-rata 2-20 knot dan tinggi gelombang bisa mencapai 2 hingga 6 meter.

“Dan cuaca ini berlaku dari tanggal 27 hingga tanggal 29 mei 2020, “kata Sugianto.

Sementara menurut salah seorang nelayan warga Pasar Ikan Desa Pangandaran, Lili, rob dengan gelombang pasang ini merupakan hal biasa terjadi setiap tahunnya. Dan nelayan pun sudah mengetahui jika saat ini memasuki masa pancaroba, saat rob besar dan gelombang bisa setinggi 5-6 meter.

“Kalau nelayan disini biasa menyebutnya mapag tanggal (menjemput tanggal-red) “ujarnya. (PNews)

AKIBAT PANDEMI COVID-19 OMZET PENJULAN DI SHOWROOM MOTOR SINAR HAYATI BANJAR TURUN DRASTIS

BANJAREWS-Akibat pandemi covid-19 ini membuat dunia usaha dibuat limbung, karena omzt penjualan terus menunjkan grafik menurun. Tidak terkecuali usaha di bidang otomotif milik Asep di Jalan Sudiro Kota Banjar.

Menurut Asep, emilik show room Sinar Hayati, usaha jual beli kendaraan bekasnya menurutn hungga 80 %.

“Hal ini terjadi karena mungkin sekarang masyarakat lebih mementingkan kebutuhan pangan ketimbang kendaran, “ katanya kepada P-News.(25/5)

Padahal, kata Asep, showroom miliknya merupakan terkumplit dari bebegai jenis motor dan
berkualitas baik, rata rata 90% kemulusannya.

Asep mengatakan dampak pandemi corona ini sangat terasa, karena biasanya menjelang puasa dan lebaran biasanya masa-masa tersebut omzet penjualannya selalu meningkat.

"Sekarang benar-benar sepi pembeli, bayangkan di bulan mei ini saja satu baru menjual satu unti saja, “terangnya.

Hal senada Bohim, yang sehari hari berpern menjadi penghubung antara pembeli dengan pihak sinar Hayati, menurutnya terpuruknya usahanya terjadi sejak pandemi covid-19. Ia biasanya menghadapi bulan puasa dan lebaran merupakan saatnya marema.

"Sekarang masyarakat lebih mementingkan kebutuhan lain dari pada motor,  dan ini terjadi mulai sekitar tanggal 15 April lalu," kata Bohim.   (TITO)

PEMERINATAH SEHARUSNYA PUBLIKASIKAN DATA WARGA PENERIMA BANTUAN SOSIAL

BANJARNEWS –Terkait data penerima Dana bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak virus Corona, pemerintah seharusnya bisa lebih terbuka untuk melakukan publikasi data tersebut, karena ini merupakan  bagian dari pertanggung jawaban dan keterbukaan impormasi yang mesti di ketahui masyarakat.

Seperti disampaikan salah seorang warga warga perum Balokang Blok - D Kota Banjar, AraSutara, data penerima bantuan bisa dilihat melalui papan pengumuman di kantor desa atau kelurahan.
Dengan memasang  publikasi Data ini masyarakat nantinya akan mengetahui siapa saja daftar penerima bantuan dan katogori bantuan yang di terima.

"Kalau sudah di pasang data perima bantuan kita kan jadi tahu siapa saja dan dari program mana bantuan itu datang, bahkan bisa jadi masyarakat yang belum menerima pun bisa diketahui, “katanya.(26/5)

Seperti diketahui, nama-nama bantuan yang tercantum di papan itu ada 9 kolom bantuan, antara lain, PKH, Kartu sembako, Kartu Prakerja,.Dana Desa, Bansos Presiden, Bantuan kementrian sosial, Bantuan Propinsi, Bansos Kota/Kabupaten dan Nasi bungkus.

Ara berharap, dengan adanya bantuan ini baik dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/kota dan desa, bisa membantu bagi yang berhak menerima.

Ara menambahkan, daftar nama penerima bantuan sekarang diduga kurang relepandisebabkan saat  pendataannya kurang  efektif sehingga muncul data-data lama ,seperti orang yang sudah meninggal dan pindah alamat tapi masih mendapat bantuan .

“Tentu hal ini sangat disayangkan, hingga muncul rumor yang kaya dapat bantuan sementara yang sangat membutuhkan masih ada yang belum menerima, “ujarnya.

Menurutu Ara, pemerintah seharusnya membentuk relawan untuk terjun langsung kelapangan agar pendataan benar-benar dilakukan penuh tepat sasaran.

“Dan juga sesudah pendataan kita lakukan musdes yang dihadiri dari kecamatan, Polsek,  Koramil,  Pendamping desa. Satgas dana dan lembaga lembaga non pemerintah untuk menyepakati nama nama penerima dan data yang sudah ada. “tegasnya. (TITO)

JEJE WIRADINATA: ”SAYA TIDAK TEGA JIKA HARUS MENYURUH PEMUDIK PULANG KEMBALI KE TEMPAT ASALNYA”

PANGANDARANNEWS.COM-Di saat pandemi covid-19 sekarang ini sungguh menjadi masa-masa sulit bagi masyarakat, seluruh tatanan kehidupan pun seperti lumpuh dibuatnya.

Hal ini tentunya juga sangat dirasakan masyarakat yang kebetulan tidak diam di kampung halamannya sendiri karena urusan usahanya.

Saat ini para perantau tersebut sangat kehilangan pegangan, karena mereka kerja (usaha) pun tidak sementara untuk pulang ke kampung halaman pun tidak boleh. Mungkin hal inilah yang memaksa mereka dengan berbagai cara agar bisa pulang kampung.

“Karena selama pandemi corona ini saya tidak kerja maka sudah tentu tidak punya penghasilan, “kata salah seorang pemudik asal Kecamatan Mangunjaya, beberapa hari lalu di tempat isolasi khsus yang sudah disdiakan pemerintah desa.

Menurutnya, maka pilihannya pun ia tetap harus bisa pulang walau harus mengeluarkan uang yang relatif besar untuk ongkos mudiknya serta rela untuk sementara tidak berkumpul dengan keluarganya karena harus tinggal di tempat isolasi selama 14 hari.

Ia mengatakan, beda ceritanya ketika ia tidak punya uang saat ada di perantuan dibandingkan dengan berada di kampung sendiri, apalagi selama tinggal di tempat isolasi untuk kebutuhan makan sudah disediakan pemerintah, walau pun alakadarnya.

“Ketika masih di Jakarta di tempat saya kerja, karena sudah tidak bisa bekerja maka penghasiln pun tidak ada, sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari harus tetap ada, ini yang menjadi pusing saya, “imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata, mengatakan, justru karena dasar-dasar pertimbangan itulah hingga Pemkab Pangandaran membuat kebijakan isolasI khusus bagi para pemudik.

Menurut Jeje, ia tidak tega jika ada pemudik yang nota bene warganya sendiri nasibnya tidak menentu di perantauan dan malah disuruh kembali lagi ke tempat asalnya saat meraka pulang ke kampung halamannya sendiri.

“Selain harus mengeluarkan ongkos lagi, lalu bagaiman juga nasib mereka di perantauan tanpa pekerjaan yang pasti, “kata Jeje.(25/5)

Jeje mengatakan, hingga tanggal 25 mei 2020, jumlah pemudik yang datang ke Pangandaran ada 1.775 pemudik, dengan rincian 852 masih menjalani isolasi khusus dan 925 pemudik sudah selesai menjalani isolasi.

“Saya bersukur semua patuh mentaati aturan, semuanya mau masuk ruang isolasi walau pun dengan pelayanan dan sarana yang terbatas, karena mereka juga tahu ini untuk kepentingan bersama. “kata Jeje lagi. (PNews)



INI KRONOLOGIS ANGGOTA DPRD BUBARKAN lOKASI ISOLASI KHUSUS DI KECAMATAN CIMERAK

PANGANDARANNEWS.COM – Saat dikonfirmasi oleh salah seorang wartawan media on line melalui telepon celullernya terkait tindakannya membubarkan warga yang sedang menjalani karantina di tempat isolasi khusus pada malam takbir (23/5) di Desa Keratharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, anggota DPRD Kabupaten Pangandaran,Oman Rohman, mengatakan, ini merupakan buntut rasa kekecewaannya pada kinerja Pemdes Kertaharja dalam menangani pemudik di desa tersebut.

Sebagai anggota komisi I di DPRD, ia mengaku tahu kebijakan Pemkab Pangandaran dalam menangani pencegahan penyebaran covid-19 ini. Malah, menurutnya, tak jarang ia pun berkeliling ke desa lainnya untuk memantau bagaimana penerapan kebijakan tersebut. Tapi ternyata perapan kebijakan covids-19 yang diterapkan pihak Desa Kertaharja, menurutnya, itu tidak adil.

Seharusnya, kata Oman,  dalam aturan semua pemudik setelah didata kemudian ditempatkan di ruang karantina khusus selama 14 hari di kantor desa, tapi pada kenyataannya menerapan kebijakan itu tidak untuk semua pemudik.

“Karena kenyataanya ada beberapa pemudik yang tidak dimasukkan ke lokasi karantina khusus di kantor desa, sehingga ini menimbulkan kekecewaan dari pemudik lain yang sudah dikarantina, “terangnya.(25/5)

Oman menambahkan, dalam pantauannya pelaksanaan karantina di Desa Kertaharja juga tidak memperhatikan protokol kesehatan di  lokasi karantina. Seperti, masih bebasnya keluarga yang besuk ke penghuni karantina atau di tempat karantina pemudik yang sedang menjalani karantina malah masih bisa ngopidi depan kantor desa.

“Itulah alasannya kenapa saya marah dan lebih baik dibubarkan saja,"tegas Oman.

Dan yang paling membuatnya jengkel, lanjut Oman, ketika ada seorang pemudik yang  sakit disarankan agar segera dirujuk ke RSU Pandega, tapi ternyata pihak desa malah memulangkan pemudik tersebut ke rumahnya.

Dan Oman juga membantah jika tindakannya membubarkan tempat isolasi khusus ini dilatarbelakngi urusan pilkades beberapa waktu lalu.

 "Ini tidak ada urusan dengan pilkades, apa untungnya bagi saya karena saya hanya ingin kebijakan karantina bagi pemudik dilaksanakan dengan baik,"tegasnya.

Sementara Kepala Desa Kertaharja, Masluh, saat dikonfirmasi lewat teleponnya, mengaku tak menyangka kalau anggota DPRD Pangandaran, Oman Rohman benar-benar mendatangi dan membubarkan tempat isolasi pemudik yang berlokasi di dekat kantor Desa Kertaharja.

Masluh menuturkan, pada malam takbiran (23/5) oman Rohman menelpon dirinya dan marah-marah karena menurutnya penanganan pemudik yang ada di ruang isolasi, pilih kasih (dibeda-bedakan) sehingga, katanya lebih baik dibubarkan saja.

Masluh menyangka saat itu Oman hanya marah pada dirinya saja, tapi ternyata Oman benar mendatangi ruang isolasi khusus dan membubarkan sekitar 20 pemudik untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

“Saat bicara ditelepon Pa Oman marah kepada saya sambil melontarkan kata-kata kuwu tak adil dan  tidak becus kerja, "terang Masluh.(25/5)

Saat pembubaran tersebut, kata Masluh, di tempat karantina tidak ada yang meladeni aksi anggota DPRD tersebut. Tapi, menurut Masluh, pihaknya tak bisa menerima aksi tersebut karena dalam hal imi pemdes  hanya menjalankan kebijakan Pemda. Maka jika ini akan dibawa ke jalur hukum, ia pun menyerahkan masalah ini pada kebijakan Pemda.

Tapi saya membantah jika pihak desa dituduh sudah berlaku tidak adil dalam menangani  pemudik dan prosedur karantina, “ujarnya.

Lebih jauh Masluh menuturkan, kejadian ini berawal saat ada empat orang pemudik dari Jakarta pada rabu minggu lalu, besok harinya ia bersama tim gugus tugas pun mendatangi keempat pemudik tersebut dengan maksud akan membawanya ke tempat isolasi khusus. Namun, keempat pemudik ini  menolak dikarantina di lokasi yang sudah disediakan desa dengan alasan mereka mempunyai rumah kosong sendiri yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri.

Setelah dilakukan kordinasi serta membahas masalah ini dengan Pa camat, Babinsa dan Babinkamtibmas, akhirnya, kata Masluh,  disepakati keempat pemudik ini tetap akan menempati ruang isolasi khusus yang disediakan desa pada hari Sabtu atau Minggu.

“Tapi sayang pada sabtu malam tepatnya saat malam takbiran Pa Oman terlanjur marah," kata Masluh.

Sebenarnya, ujar Masluh, seperti di kecamatan lainnya, pemudik bisa mengajukan isolasi mandiri di rumah sendiri dan tidak menempti ruang isolasi yang sudah disediakan pemerintah desa. Tapi dengan sarat rumah yang akan dijadikan isolasi tersebut itu tak ada penghuni lain dan rumah tersebut juga sebelumnya harus diperiksa langsung oleh tim gugus tugas, sebelum akhirnya disetujui atau tidak oleh Kades, Camat, RT dan RW serta Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Dan pemudik tersebut juga harus membuat surat pernyataan taat aturan isolasi mandiri, salah satunya tidak keluyuran keluar rumah, “terang Masluh lagi.

Saat disoal tidak disiplinnya penghuni ruang karantina, seperti bebasnya keluarga yang membesuk atau pelaku isolasi bebas nongkrong dan minum kopi di luar ruangan. Masluh mengaku, aturan ini memang sangat sulit dipatuhi warga.

"Saya akui mungkin ini kelemahan kami yang tidak bisa tegas, karena mereka pun sering protes  katanya mereka ini bukan tahanan, tentu hal ini sangat dilematis,"ucap Masluh.

Sementara ditemui secara terpisah di kediamannya (25/5), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, sebenarnya jika mau hal ini bisa dimusyawarahkan dengan pihak-pihak terkait atau gugus tugas di kecamatan dan tidak bertindak atas kehendak sendiri.

“Pa Oman kan kebetulan ada di komisi I, tentunya sangat paham bagaimana prosedurnya jika ada kesalahan di tataran pelaksanaan di daerah. “kata bupati.

Bupati mengatakan, jika seluruh petugas di perbatasan yang dengan tanpa pamrih bertugas siang-malam untuk berusaha melakukan pengetatan kepada para pemudik, maka bagaimana jadinya kalau yang sudah ada di tempat isolasi malah dibubarkan.

“Masalah penanganan covid-19 ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja tapi ini harus menjadi tugas dan tanggungjawab bersama, sekarang kita harus fokus melawan virus corona, caranya dengan memutus mata rantai penyebarannya, “tegas bupati.  (PNews)


BUNTUT PEMBUBARAN ISOLASI KHUSUS OLEH ANGGOTA DPRD, PEMKAB PANGANDARAN AKAN TEMPUH PROSES HUKUM

PANGANDARANNEWS.COM –Entah apa maksudnya, seorang anggota DPRD membubarkan kegiatan di tempat karantina khusus di Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, sehingga sekitar 20 pemudik yang sedang menjalani proses karantina di kantor desa pun bubar dan pulang ke rumah masing-masing.

Saat dihubngi lewat telepon celullernya, Camat Cimerak, Atang Kuncara menjelaskan, kejadian pada hari sabtu (23/5) bertepetan saat malam takbiran, dibubarkan salah seorang anggota DPRD Pangandaran karena dipicu perasaan kesal karena dianggap ada ketidakadilan yang dilakukan Kepala Desa Kertharja, menangani pemudik yang harus menjalani karantina.

"Ada 4 pemudik yang diizinkan oleh Kepala Desa untuk dikarantina di saung sawah, sementara sisanya menjalani karantina di kantor desa,"jelas Atang.(25/5)

Menurut Atang, hal inilah mungkin yang menjadi pemicu kemarahan anggota DPRD tersebut, sehingga ia pun langsung mendatangi kantor desa dan marah-marah serta melakukan pembubaran kepada pemudik yang sedang menjalani karantina.

"Hal ini sangat kami sesalkan, kenapa harus membubarkan karantina padahal masalah ini kan bisa dibicarakan dulu dengan kami,"ungkap Atang.

Atang menduga, kejadian ini mungkin didasari perseteruan politik pasca Pilkades.  Karena seperti diketahui istri anggota DPRD tersebut merupakan calon kepala desa.

"Saat ini kami bersama gugus tugas covid-19 tingkat kecaatan sedang berusaha melakukan mediasi terkait masalah ini, dan pemudik yang sempat pulang ke rumah kini sedang dijemput untuk kembali ke tempat isolasi khusus, "jelas Atang.

Sementara saat diminta kometarnya terkait hal ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ia sudah menerima laporan tersebut dan mengatakan, apapun alasannya atau permasalahannya itu menjadi kesalahan jika sampai membubarkan proses isolasi khusus.

“Seharusnya tidak sepeti itu, “tegasnya.

Kebijakan karantina selama 14 hari yang harus dijaani pemudik ini, kata Jeje, menjadi slah satu  upaya Pemkab Pangandaran untuk menekan potensi penyebaran COVID-19. Karena ada fakta ditemukannya seorang pemudik yang positif terpapar virus corona dan ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk anggota DPRD.

Disoal sikap pemkab Pangandaran dengan kejadian tersebut, Jeje mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempertimbangkan upaya hukum terkait insiden tersebut.

“Kami akan pidanakan pembubaran karantina tersebut," tegas Jeje.

Sementara itu saat dihubungi media lewat telepon celulernya, sekitar pukul 12.00 WIBn (25/5),
anggota DPRD tersebut belum memberikan jawaban terkait hal ini. (PNews)


PASCA SEORANG WARGA DINYATAKAN POSTIIF CORONA, PETUGA LAKUKAN SWAB TES PADA 5 ORANG YANG BERKONTAK ERAT DENGAN PASIEN

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah diketahui adanya satu orang pasien positif virus Corona asal Kecamatan Padaherang yang saat ini sudah masuk di ruang isolasi RSUD Pandega, Tim kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran pun melakukan tracking pada keluarga dan warga sekitar tempat tinggal pasien.

Kepada beberapa awak media, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pangandaran,  Aang Syaefurahmat menerangkan, pemeriksaan tes swab ini dilakukan kepada 5 orang yang berkontak erat dengan pasien, karena pasien tersebut sudah serumah dengan keluarganya selama 3 hari pasca dirinya menjalani isolasi khusus di gedung sekolah tempat menjalani  isolasi selama 14 hari.

“Kami juga akan pemeriksaan rapid test dan tes swab kepada 53 pemudik di tempat isolasi khusus tersebut itu, “kata Aang.25/5)

Kata Aang, dari 53 pemudik tersebut ada satu orang diantaranya reaktif rapid test, tapi Labkesda akan melakukan pemantauan dulul hingga ada pantau dulu hingga ada hasil swab-nya.

Tes juga tidak hanya diakukan pada warga yang terindikasi melakukan kontak erat dan pemudik saja, tapi, lanjut Aang, pemeriksaan rapid test juga dilakukan pada 39 tenaga kesehatan Puskesmas Sindangwangi dan 17 petugas Gugus Tugas COVID-19.

“Hanya dirapid test dan kami akan datang lagi 4 hari ke depan,”terangnya.

Dihubungi secara terpisah, Camat Padaherang, Kustiman mengaku, dirinya termasuk yang menjalani rapid test dari dengan petugas gugus tugas tingkat kabupaten lainnya.

“Saya juga ikut irapid test karena saya juga sering bertugas di tempat isolasi khusus,”katanya. (PNews)

BUPATI BERSAMA MASYARAKAT PANGANDARAN LAKSANAKAN SHALAT IDUL FITRI DI TAMAN MERDEKA

PANGANDARANNEWS.COM-Walau ada sedikit yang berbeda dalam pelaksanaannya tapi ratusan umat islam Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, sejak pukul 6.00 WIB nampak berduyun-duyun mendatangi lapang taman merdeka untuk melaksanakan shala Idul Fitri 1syawal 1441 H.(24/5)

Para jemaah yang datang yang nampak memakai masker pun mengikuti dengan khusu rangkaian acara shalat Idul fitri yang dihadiri Bupati Pangndaran, H. Jeje Wiradinata, mantan Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti, anggota DPRD dan pejabat di lingkup pemkab Pangandaran.

Dalam shalat idul fitri yang dipimpin imam Dudung, S.Pd, M.Pd, khotib Dani Hamdani dalam khutbahnya enyampaikan, walau dalam kondisi ditenga pandemi covid-19 tapi tidak akan mengurangi kekhusuan jamaah dalam melaksanakan ibadah.

“Wabah virus corona ini merpakan ujian dari Alloh, dan kita hamba yang lemah dan tak berdaya dalam kehendakNya harus senantiasa beristigfar mengingat serta bertaqwa, “papar Dani.

Sementara saat ditemui usai pelaksanaan shalat Id, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah wartawan, menyampaikan, dalam pelaksanaan shalat tahu ini seluruh pejabat disebar ke setiap wilayah untuk bersama-sama masyarakat melaksanakan shalat idul fitri.

Sesuai himbauan, kata Jeje, sengaja masyarakat dihimbau agar pelaksanaan shalat idul fitri digelar di lapangan terbuka agar dalam pelaksanaannya jemaah pun bisa mengatur jarak sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Dan saya hadir untuk memastikan hal ini, dan ternyata masyarakat pun mematuhi anjuran pemerintah, seperti memakai masker, mangatur jarak dalam shaf shalat dan lainnya,”ungkap Jeje.

Episentrum kekuasaan di daerah itu ada pada bupati, sehingga dengan segala kekurangan dalam melaksanakan roda pemerintahan, atas nama seluruh jajaran pemerintah, Jeje pun mohon maaf apabila selama kepemimpinanya belum bisa memberikan kepuasan secara maksimal.

Jeje juga menuturkan, terkait adanya seorang warga positif terpapar covid-19 yang terjadi tadi malam (23/5), itu karena hasil tes swab orang tersebut terlambat diterima, sementara pasien sudah meninggal tempat karantina khusus karena sudah 14 hari.

“Kami benar-benar kecolongan, “kata Jeje.

Untuk ke depannya, masih kata Jeje, pihaknya akan mengevaluasi lagi, apakah harus menunggu dulu hasil swab tes atau bagaimana sebelum pasien meninggalkan tempat karantina khusus.
Ia mengatakan, ini bukan pencitraan tapi demi kebaikan bersama mari bersama-sama melawan penyebaran wabah corona dengan mematuhi aturan pemerintah yang ada.

“Dalam kesempatan ini saya juga atas nama keluarga dan pemerintah mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1441 hjiriah, mari sambut hari kemenangan ini dengan memperbanyak amal kebaikan, “pungkasnya.(PNews)

ABAIKAN SE BUPATI PANGANDARAN, PETUGAS BUBARKAN RESEPSI PERNIKAHAN KELUARGA NURHADI

PANGANDARANNEWS.COM-Sebuah acara resepsi pernikahan yang digelar tepat pada malam takbiran sabtu malam (23/5) keluarga H. Nurhadi yang menikahkan anaknya, warga Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjya Kabupaten Pangandaran di gedung da’wah kecamatan, terpaksa diberhentikan petugas karena sudah melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Pangandaran dan maklumat Kapolri.

Saat dikonformasi ke Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, ia mengaku sama sekali tidak ada tembusan apapun ke kantor kecamatan.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, ia mengaku kaget karena ada keluraga yang bukan warganya tapi menyeenggarakan resepsi di gedung da’wah yang berlokasi di Desa Mangunjaya.

“Kami sama sekali tidak menerima surat tembusan apa pun, dan kalaupun ada tentunya Kantor  Kecamatan Mangunjaya dan tim gugus tugas pun tidak akan memberi ijin, “tegas Furqon.

Sementara Kepala Desa Sukamaju, Salikin menyampaikan, pihaknya hanya mengijinkan acara akad nikah saja, itu pun tempat pelaksanaannya di KUA serta harus sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Itu kesepakatan pada rapat sebelumnya di KUA, jadi saya juga kaget ketika ada acara resepsi di gedung dakwah yang mengumpulkan banyak orang kumplit dengan hidangan parasmanan, “terangnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA kecamatan Mangunjaya menjelaskan, pihaknya pun hanya memberi ijin akad nikah saja bukan resepsinya itupun harus dengan protokol penanganan copid 19

Saat ditemui PNews, keluarga H. Nurhadipun pun mengaku salah dan menyadari kesalahannya dan ia pun akan mematuhi peraturan yang ada sehingga acara resepsi pernikahan anaknya pun terpaksa ditunda.

“Dan mungkin kami hanya akan melaksanakan akad nikah saja di kantor KUA tanpa tamu undangan sesuai aturan dan protokol kesehatan saat ini, “ungkapnya. (Tn)

ADUH, SEORANG PEMUDIK ASAL KECAMATAN PADAHERANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah beberapa hari tren postif covid-19 menurun, hari ini Kabupaten Pangandaran kembali mendapatkan salah seorang warga yang positif virus corona, setelah salah seorang warga Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang dinyatakan positif dari hasil swab test covid-19.

Kejadian ini pun langsung dipantau Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dengan melakukan kunjungan ke lapangan di pos cek point perbatasan di Kecamatan Padaherang.

Kepada wartawan Jeje membenarkan, ada pemudik dari Jakarta yang baru tiga hari selesai menjalankan isolasi  khusus selama 14 hari sekarang dinyatakan positif.

Hal ini, kata Jeje, karena terlambat diterimanya hasil swab test pasien dengan status OrangTanpa Gejala (OTG) ini, sementara yang bersangkutan keburu keluar dari tempat isolasi. Dan sekarang pasien pun langsung dibawa ke ruang isolasi di RSUD Pandega untuk dilakukan perawatan lebih lanjut, sementara untuk keluarganya akan dilakukan karantina, rapid tes dan swab.

“Kita harus hati-hati pada pemudik yang datag dari zona merah, “ungkapnya.(23/5)


Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, juga mebenarkan, pada awalnya untuk warga yang menjalani isolasi khusus dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan Rapid Test dan Swab secara acak, dan hasilnya seorang pemudik dinyatakan positif Covid-19 setelah dirinya pulang ke keluarga.

"Kami akansegera menjemput pasien tersebut menggunaan ambulan dan petugas dengan APD lengkap untuk seterusnya dibawa ke RSUD Pandega untuk menjalani perawatan di ruang isolasikhusus,"terang Yani.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kab Pangandaran, Drs. Trisno, saat ditemui di pos cek poin Padaherang bersama Kepala Kakesbangpol, Dedih Rahmat, menyampaikan, pantauan arus lalu lintas di daerah perbatasan antara Kecamatan Banjarsari Kab Ciamis-Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran sedikit terjadi peningkatan.

Menurut Trisno, ramainya arus lalu-lintas didominasi remaja yang hilir mudik menggunakan kendaraan rodadua.

"Barusan kamibaru memeriksa 6 orang pemudik asal Lampung dengan tujuan Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang dan langsung dibawa ke tempat isolasi khusus yang sudah disediakan di setiap desa untuk menjalani isolasi selama 14 hari,"terang Trisno. (PNews)

ALHAMDULILLAH...HASIL SWAB TEST KETIGA WARGA PANGANDARAN NEGATIF DAN DINYATAKAN SEMBUH

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, hari kemarin (21/5) mengunjungi Suhaeni (50) warga Desa Cintaratu Kecamatan Parigi, yang beberapa waktu lalu pernah dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang keadaannya sudah sembuh.

“Sengaja saya dtanglangsung untuk menyampaikan kabar gembira ini, hasil swab test ketiga Ibu Suhaeni kembali hasilnya negatif, “ungkap Jeje.

Dengan demikian Suhemi yang selama ini menjalani isolasi mandiri pasca dinyatakan sembuh oleh pihak RSUD Banjar, sekaang sudah diperbolehkan bersosialisasi lagi dengan warga lainnya seperti biasa, walau pun tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan.

Jeje juga tidak lupa mengucapkan selamat dengan kesempatan Suhemi, dan ini tentunya menjadi
kegembiraan seluruh masyarakat Pangandaran, karena sekarang tidak satupun warga Pangandaran yang terpapar viru corona.

Jeje juga mengungkapkan keyakinannya serta berharap 3 warga lainnya yang reaktif rapid test dan saat ini sedang menunggu hasil swab test, mudah-mudahan hasilnya negatif.

Saat ini dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, kata Jeje, Kabupaten Pangandaran bersama lima kabupaten-kota lainnya, berada pada level dua atau level biru, dan berharap kondisi ini dapat dipertahankan.

“Kuncinya kita jangan kendor untuk tetap melaksanakan gerakan DJCM, Dirumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun dan pakai masker, karena inil merupakan kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Corona,”tegas Jeje.

Menurut Jeje, jika kondisi ini dapat dipertahankan maka pada pertengahan juni mendatang Pangandaran bisa berstatus New Normal, sehingga nantinya pemerintah daerah akan mengusulkan dibukanya kembali objek wisata dan aktivitas lainnya pun dapat berjalan lagi.

“Tapi tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kita nanti  akan coba selama seminggu dulu dan jika semua patuh maka akan dilanjutkan,”kata Jeje. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 22 MEI 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total    : 1 orang
Sembuh         : 1 orang
WNI      :  1 orang
Laki2    :   orang
Perem : 1 orang

Usia
20 - 29 :  orang
30 - 39 :  orang
50 - 59 :  orang
60 - 69 :  1 orang

DALAM PENGAWASAN:

1. Total : 10 orang
2. Selesai :  5  orang
  - meninggal :  5  orang
3. Msh pengawasan: 0   orang
4  Laki-Laki : 5   orang
5. Perempuan    : 5   orang
6. WNI :  10 orang
7. WNA         : 0   orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19    : 1 orang
20-29 : 1 orang
30-39 :
40-49 : 1 orang
50-59 : 2 orang
60-69 : 3 orang
70-79 : 2  orang
>80    : 

DALAM PEMANTAUAN:

1. Total : 534 orang
2. Selesai         : 530 orang
3. Msh pemantauan :      4 orang
4. Laki-Laki : 331 orang
5. Perempuan : 203 orang
6. WNI :  529 orang
7. WNA         :      5 orang
8. Usia :
< 5 th :   10  orang
6-19    :   73  orang
20-29 :  222 orang
30-39 :   78  orang
40-49 :   69  orang
50-59 :   44  orang
60-69 :   28  orang
70-79 :    8  orang
>80      :    2   orang

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL              :    64 orang
SELESAI              :    61 orang
MASIH PEMANTAUAN   :      3  orang

HASIL LAB. SWAB

Positif     :      1 orang
Negatif :   36  orang

HASIL RAPID TEST

Positif    :       3  orang
Negatif : 1611  orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya up date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 22 Mei 2020 ;



























SEORANG TKW DI KARANTINA KOTA BANJAR SESALKAN ADA OKNUM PETUGAS LONTARKAN KATA-KATA TAK PANTAS

BANJARNEWS- Ani Nuryani (34) salah satu pemudik yang sedang menjalani masa karantina di Gedung Banjar Patroman (GBP) diKomplek sport Centre Langensari Banjar, sangat menyesalkan pada seorang oknum pejabat yang sudah mengeluarkan ungkapan pelecehan pada dirinya.

Ani yang baru sah menjadi pasangan Suhendi ini semestinya berkumpul dengan suami dan keluargaini malah harus menjalani isolasi selama 14 hari, karena dirinya merupakan bagian dari Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari Taiwan pada tanggal 10 Mei 2020 lalu.

Di saat menjalani proses isolasi Ani mengaku malah mendengar ucapan oknum pejabat yang kurang enak  dan berlebihan, sehingga oknum tersebut tidak memperlihatkan citra baik justru malah memberi kesan pejabat tak punya etika.

“Lontaran kata kata itu tak layak diucapkan, apalagi di tujukan pada seorang wanita yang sedang menjalani karantina seperti saya ini, “ungkapnya.(18/5)

Ani benar benar kesal, dengan kata-kata yang diulontakan petugas tersebut dhingga wajahnya pun  terlihat merah menunjukan tanda-tanda marah, saat ia menyampaikan pada P-News.

Panganten anyar, bilih bade meser terong jeung bonteng kantun miwarang (Pengantin baru, jika ingin beli terong dan timun, tinggal nyuruh saja), ” ungkap Ani, menirukan kata-kata yang diucapkan oknum petugas tersebut.

Padahal, menurutnya, ia tergolong sudah taat walaupun perasaan berat karena baru pulang dari rantau untuk bisa kumpul dengan suami dan keluarga ini ia harus rela dan sabar mengikuti aturan pemerintah untuk diam selama 14 hari di karantina.

“Sudah suntuk dan kesal menjalani masa karantina karena terpisah dari keluarga dan suami demi mengikuti anjuran pemerintah, eh ada oknum petugas yang bermoral buruk,”ujarnya.

Sementara terkait hal tersebut, Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Kota Banjar, Dicky Agustaf, sangat menyayangkan isu dugaan pelecehan yang dilakukan oknum petugas yang notabene seorang pejabat di Kota Banjar. 

“Jika itu benar, tentu kami sangat menyayangkannya,”tegas Dicky. (20/5)

Dicky menyebut, perbuatan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak pantas untuk diucapkan kepada masyarakat, terlebih secara psikisnya warga yang tinggal di tempat karantina sangat lemah dan tentu tidak stabil.

“Petugas tersebut seharusnya ditindak sesuai aturan yang berlaku, “tegas Dicky lagi.(TITO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN