BUPATI BERSAMA MASYARAKAT PANGANDARAN LAKSANAKAN SHALAT IDUL FITRI DI TAMAN MERDEKA

PANGANDARANNEWS.COM-Walau ada sedikit yang berbeda dalam pelaksanaannya tapi ratusan umat islam Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, sejak pukul 6.00 WIB nampak berduyun-duyun mendatangi lapang taman merdeka untuk melaksanakan shala Idul Fitri 1syawal 1441 H.(24/5)

Para jemaah yang datang yang nampak memakai masker pun mengikuti dengan khusu rangkaian acara shalat Idul fitri yang dihadiri Bupati Pangndaran, H. Jeje Wiradinata, mantan Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti, anggota DPRD dan pejabat di lingkup pemkab Pangandaran.

Dalam shalat idul fitri yang dipimpin imam Dudung, S.Pd, M.Pd, khotib Dani Hamdani dalam khutbahnya enyampaikan, walau dalam kondisi ditenga pandemi covid-19 tapi tidak akan mengurangi kekhusuan jamaah dalam melaksanakan ibadah.

“Wabah virus corona ini merpakan ujian dari Alloh, dan kita hamba yang lemah dan tak berdaya dalam kehendakNya harus senantiasa beristigfar mengingat serta bertaqwa, “papar Dani.

Sementara saat ditemui usai pelaksanaan shalat Id, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah wartawan, menyampaikan, dalam pelaksanaan shalat tahu ini seluruh pejabat disebar ke setiap wilayah untuk bersama-sama masyarakat melaksanakan shalat idul fitri.

Sesuai himbauan, kata Jeje, sengaja masyarakat dihimbau agar pelaksanaan shalat idul fitri digelar di lapangan terbuka agar dalam pelaksanaannya jemaah pun bisa mengatur jarak sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Dan saya hadir untuk memastikan hal ini, dan ternyata masyarakat pun mematuhi anjuran pemerintah, seperti memakai masker, mangatur jarak dalam shaf shalat dan lainnya,”ungkap Jeje.

Episentrum kekuasaan di daerah itu ada pada bupati, sehingga dengan segala kekurangan dalam melaksanakan roda pemerintahan, atas nama seluruh jajaran pemerintah, Jeje pun mohon maaf apabila selama kepemimpinanya belum bisa memberikan kepuasan secara maksimal.

Jeje juga menuturkan, terkait adanya seorang warga positif terpapar covid-19 yang terjadi tadi malam (23/5), itu karena hasil tes swab orang tersebut terlambat diterima, sementara pasien sudah meninggal tempat karantina khusus karena sudah 14 hari.

“Kami benar-benar kecolongan, “kata Jeje.

Untuk ke depannya, masih kata Jeje, pihaknya akan mengevaluasi lagi, apakah harus menunggu dulu hasil swab tes atau bagaimana sebelum pasien meninggalkan tempat karantina khusus.
Ia mengatakan, ini bukan pencitraan tapi demi kebaikan bersama mari bersama-sama melawan penyebaran wabah corona dengan mematuhi aturan pemerintah yang ada.

“Dalam kesempatan ini saya juga atas nama keluarga dan pemerintah mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1441 hjiriah, mari sambut hari kemenangan ini dengan memperbanyak amal kebaikan, “pungkasnya.(PNews)

ABAIKAN SE BUPATI PANGANDARAN, PETUGAS BUBARKAN RESEPSI PERNIKAHAN KELUARGA NURHADI

PANGANDARANNEWS.COM-Sebuah acara resepsi pernikahan yang digelar tepat pada malam takbiran sabtu malam (23/5) keluarga H. Nurhadi yang menikahkan anaknya, warga Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjya Kabupaten Pangandaran di gedung da’wah kecamatan, terpaksa diberhentikan petugas karena sudah melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Pangandaran dan maklumat Kapolri.

Saat dikonformasi ke Camat Mangunjaya, Oos Koswara, S.IP, ia mengaku sama sekali tidak ada tembusan apapun ke kantor kecamatan.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Mangunjaya, Furqonudin, ia mengaku kaget karena ada keluraga yang bukan warganya tapi menyeenggarakan resepsi di gedung da’wah yang berlokasi di Desa Mangunjaya.

“Kami sama sekali tidak menerima surat tembusan apa pun, dan kalaupun ada tentunya Kantor  Kecamatan Mangunjaya dan tim gugus tugas pun tidak akan memberi ijin, “tegas Furqon.

Sementara Kepala Desa Sukamaju, Salikin menyampaikan, pihaknya hanya mengijinkan acara akad nikah saja, itu pun tempat pelaksanaannya di KUA serta harus sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Itu kesepakatan pada rapat sebelumnya di KUA, jadi saya juga kaget ketika ada acara resepsi di gedung dakwah yang mengumpulkan banyak orang kumplit dengan hidangan parasmanan, “terangnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA kecamatan Mangunjaya menjelaskan, pihaknya pun hanya memberi ijin akad nikah saja bukan resepsinya itupun harus dengan protokol penanganan copid 19

Saat ditemui PNews, keluarga H. Nurhadipun pun mengaku salah dan menyadari kesalahannya dan ia pun akan mematuhi peraturan yang ada sehingga acara resepsi pernikahan anaknya pun terpaksa ditunda.

“Dan mungkin kami hanya akan melaksanakan akad nikah saja di kantor KUA tanpa tamu undangan sesuai aturan dan protokol kesehatan saat ini, “ungkapnya. (Tn)

ADUH, SEORANG PEMUDIK ASAL KECAMATAN PADAHERANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM-Setelah beberapa hari tren postif covid-19 menurun, hari ini Kabupaten Pangandaran kembali mendapatkan salah seorang warga yang positif virus corona, setelah salah seorang warga Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang dinyatakan positif dari hasil swab test covid-19.

Kejadian ini pun langsung dipantau Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dengan melakukan kunjungan ke lapangan di pos cek point perbatasan di Kecamatan Padaherang.

Kepada wartawan Jeje membenarkan, ada pemudik dari Jakarta yang baru tiga hari selesai menjalankan isolasi  khusus selama 14 hari sekarang dinyatakan positif.

Hal ini, kata Jeje, karena terlambat diterimanya hasil swab test pasien dengan status OrangTanpa Gejala (OTG) ini, sementara yang bersangkutan keburu keluar dari tempat isolasi. Dan sekarang pasien pun langsung dibawa ke ruang isolasi di RSUD Pandega untuk dilakukan perawatan lebih lanjut, sementara untuk keluarganya akan dilakukan karantina, rapid tes dan swab.

“Kita harus hati-hati pada pemudik yang datag dari zona merah, “ungkapnya.(23/5)


Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Achmad Marzuki, juga mebenarkan, pada awalnya untuk warga yang menjalani isolasi khusus dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan Rapid Test dan Swab secara acak, dan hasilnya seorang pemudik dinyatakan positif Covid-19 setelah dirinya pulang ke keluarga.

"Kami akansegera menjemput pasien tersebut menggunaan ambulan dan petugas dengan APD lengkap untuk seterusnya dibawa ke RSUD Pandega untuk menjalani perawatan di ruang isolasikhusus,"terang Yani.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kab Pangandaran, Drs. Trisno, saat ditemui di pos cek poin Padaherang bersama Kepala Kakesbangpol, Dedih Rahmat, menyampaikan, pantauan arus lalu lintas di daerah perbatasan antara Kecamatan Banjarsari Kab Ciamis-Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran sedikit terjadi peningkatan.

Menurut Trisno, ramainya arus lalu-lintas didominasi remaja yang hilir mudik menggunakan kendaraan rodadua.

"Barusan kamibaru memeriksa 6 orang pemudik asal Lampung dengan tujuan Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang dan langsung dibawa ke tempat isolasi khusus yang sudah disediakan di setiap desa untuk menjalani isolasi selama 14 hari,"terang Trisno. (PNews)

ALHAMDULILLAH...HASIL SWAB TEST KETIGA WARGA PANGANDARAN NEGATIF DAN DINYATAKAN SEMBUH

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, hari kemarin (21/5) mengunjungi Suhaeni (50) warga Desa Cintaratu Kecamatan Parigi, yang beberapa waktu lalu pernah dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang keadaannya sudah sembuh.

“Sengaja saya dtanglangsung untuk menyampaikan kabar gembira ini, hasil swab test ketiga Ibu Suhaeni kembali hasilnya negatif, “ungkap Jeje.

Dengan demikian Suhemi yang selama ini menjalani isolasi mandiri pasca dinyatakan sembuh oleh pihak RSUD Banjar, sekaang sudah diperbolehkan bersosialisasi lagi dengan warga lainnya seperti biasa, walau pun tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan.

Jeje juga tidak lupa mengucapkan selamat dengan kesempatan Suhemi, dan ini tentunya menjadi
kegembiraan seluruh masyarakat Pangandaran, karena sekarang tidak satupun warga Pangandaran yang terpapar viru corona.

Jeje juga mengungkapkan keyakinannya serta berharap 3 warga lainnya yang reaktif rapid test dan saat ini sedang menunggu hasil swab test, mudah-mudahan hasilnya negatif.

Saat ini dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, kata Jeje, Kabupaten Pangandaran bersama lima kabupaten-kota lainnya, berada pada level dua atau level biru, dan berharap kondisi ini dapat dipertahankan.

“Kuncinya kita jangan kendor untuk tetap melaksanakan gerakan DJCM, Dirumah saja, Jaga jarak, Cuci tangan pakai sabun dan pakai masker, karena inil merupakan kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Corona,”tegas Jeje.

Menurut Jeje, jika kondisi ini dapat dipertahankan maka pada pertengahan juni mendatang Pangandaran bisa berstatus New Normal, sehingga nantinya pemerintah daerah akan mengusulkan dibukanya kembali objek wisata dan aktivitas lainnya pun dapat berjalan lagi.

“Tapi tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kita nanti  akan coba selama seminggu dulu dan jika semua patuh maka akan dilanjutkan,”kata Jeje. (PNews)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 22 MEI 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total    : 1 orang
Sembuh         : 1 orang
WNI      :  1 orang
Laki2    :   orang
Perem : 1 orang

Usia
20 - 29 :  orang
30 - 39 :  orang
50 - 59 :  orang
60 - 69 :  1 orang

DALAM PENGAWASAN:

1. Total : 10 orang
2. Selesai :  5  orang
  - meninggal :  5  orang
3. Msh pengawasan: 0   orang
4  Laki-Laki : 5   orang
5. Perempuan    : 5   orang
6. WNI :  10 orang
7. WNA         : 0   orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19    : 1 orang
20-29 : 1 orang
30-39 :
40-49 : 1 orang
50-59 : 2 orang
60-69 : 3 orang
70-79 : 2  orang
>80    : 

DALAM PEMANTAUAN:

1. Total : 534 orang
2. Selesai         : 530 orang
3. Msh pemantauan :      4 orang
4. Laki-Laki : 331 orang
5. Perempuan : 203 orang
6. WNI :  529 orang
7. WNA         :      5 orang
8. Usia :
< 5 th :   10  orang
6-19    :   73  orang
20-29 :  222 orang
30-39 :   78  orang
40-49 :   69  orang
50-59 :   44  orang
60-69 :   28  orang
70-79 :    8  orang
>80      :    2   orang

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL              :    64 orang
SELESAI              :    61 orang
MASIH PEMANTAUAN   :      3  orang

HASIL LAB. SWAB

Positif     :      1 orang
Negatif :   36  orang

HASIL RAPID TEST

Positif    :       3  orang
Negatif : 1611  orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya up date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 22 Mei 2020 ;



























SEORANG TKW DI KARANTINA KOTA BANJAR SESALKAN ADA OKNUM PETUGAS LONTARKAN KATA-KATA TAK PANTAS

BANJARNEWS- Ani Nuryani (34) salah satu pemudik yang sedang menjalani masa karantina di Gedung Banjar Patroman (GBP) diKomplek sport Centre Langensari Banjar, sangat menyesalkan pada seorang oknum pejabat yang sudah mengeluarkan ungkapan pelecehan pada dirinya.

Ani yang baru sah menjadi pasangan Suhendi ini semestinya berkumpul dengan suami dan keluargaini malah harus menjalani isolasi selama 14 hari, karena dirinya merupakan bagian dari Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari Taiwan pada tanggal 10 Mei 2020 lalu.

Di saat menjalani proses isolasi Ani mengaku malah mendengar ucapan oknum pejabat yang kurang enak  dan berlebihan, sehingga oknum tersebut tidak memperlihatkan citra baik justru malah memberi kesan pejabat tak punya etika.

“Lontaran kata kata itu tak layak diucapkan, apalagi di tujukan pada seorang wanita yang sedang menjalani karantina seperti saya ini, “ungkapnya.(18/5)

Ani benar benar kesal, dengan kata-kata yang diulontakan petugas tersebut dhingga wajahnya pun  terlihat merah menunjukan tanda-tanda marah, saat ia menyampaikan pada P-News.

Panganten anyar, bilih bade meser terong jeung bonteng kantun miwarang (Pengantin baru, jika ingin beli terong dan timun, tinggal nyuruh saja), ” ungkap Ani, menirukan kata-kata yang diucapkan oknum petugas tersebut.

Padahal, menurutnya, ia tergolong sudah taat walaupun perasaan berat karena baru pulang dari rantau untuk bisa kumpul dengan suami dan keluarga ini ia harus rela dan sabar mengikuti aturan pemerintah untuk diam selama 14 hari di karantina.

“Sudah suntuk dan kesal menjalani masa karantina karena terpisah dari keluarga dan suami demi mengikuti anjuran pemerintah, eh ada oknum petugas yang bermoral buruk,”ujarnya.

Sementara terkait hal tersebut, Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Kota Banjar, Dicky Agustaf, sangat menyayangkan isu dugaan pelecehan yang dilakukan oknum petugas yang notabene seorang pejabat di Kota Banjar. 

“Jika itu benar, tentu kami sangat menyayangkannya,”tegas Dicky. (20/5)

Dicky menyebut, perbuatan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak pantas untuk diucapkan kepada masyarakat, terlebih secara psikisnya warga yang tinggal di tempat karantina sangat lemah dan tentu tidak stabil.

“Petugas tersebut seharusnya ditindak sesuai aturan yang berlaku, “tegas Dicky lagi.(TITO)

DESA SUKAMUKTI ANGGARKAN SATU MILYAR UNTUK BANSOS COVID-19

BANJARNEWS-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan paket sembako yang bersumber dari Dana Desa (DD) Pemerintah Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar, sudah didistribusikan kepada masyarakat.

Seperti diungkkan Kepala Desa Suamukti, Budi Haryono, bantuan sosial covid-19 beberpa hari lalu sudah selesai tersalurkan kepada warga penerima bantuan.

“Untuk jumlah penerima BLT di Desa Sukamukti, ada 18 orang dengan nominal Rp 600 ribu per orang, sedangkan untuk paket sembako jumlah penerimanya sebanyak 330 orang, “terang Budi.(18/5)


Dikatakan Budi, warga yang mendapatkan BLT dan sembako dari anggaran DD ini merupakan warga yang belum menerima bantuan sosial (bansos)  dari mana pun, hasil sinkronisasi data dengan Dinas Sosial.

Sementar untuk isi paket sembako, kata Budi, antara lain beras sebanyak 21 kg, botan 5 kaleng, susu 2 kaleng, gula 1,6 kg dan minyak goreng 2 liter.

Budi mengaku masih ada data penerima bansos dampak Covid-19 hingga saat ini yang masih  tumpang tindih antara data di pusat dan daerah, sehingga pihak pemdes pun melakukan sortir data ulang agar tidak terjadi tumpang tindih atau penerima bantuan ganda.

Budi juga mengatakan, pihaknya berencana akan menampilkan data penerima bansos terdampak Covid-19 ini, sehingga masyarakat akan mengetahui siapa penerima bantuan dan dari mana sumber anggarannya, dan data ini pun nantinya akan sebar dan dipasang di tiap-tiap RT, karena ini merupakan bentuk transparansi publik.

Disoal berpa anggaran yang digunakan untuk penyaluran bantuan sosial covid-19 ini, Budi,enjeaskan, seluruhnya sekitar Rp 1 milyar.

Insaalloh dalam waktu dekat jika seluruhnya sudah beres, segera akan kami tampilkan datanya, “ujarnya. (TITO)

PSBB TAHAP DUA DI KOTA BÀNJAR AKAN BERLAKUKAN SANKSI BAGI PELANGGAR

BANJARNEWS-Setelah penerepan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tahappertama terhitung mulai tanggal 6 hingga 19 Mei 2020 ,Pemerintah Kota Banjar memperpanjang PSBB tahap kedua, dan penerpan pada tahap kedua ini akan lebih di perketat.

Demikian dikatakan Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih, kepada awak media usai mengadakan pertemu an dengan Forkopimda di Geduang Sekretariat Daerah Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (18/5)

“ PSBB tahap kedua ini berlaku hingga 4 Juni 2020,”kata Ade.

Pada PSBB tahap dua ini, menurut Ade, pihaknya akan lebih ketat dalam menegakan aturan emberian sanksi bagi mereka yang melanggar aturan.

Dan kebijakan ini, lanjutnya, tidak hanya berlaku bagi masyarakat, karena sanksi juga nantinya diberlakukaan bagi pengusa  yang terlihat masih banyak dikunjungi masyarakat dan berkerumun, untuk itu ia pun tidak segan-segan meninjau dan menginstruksikan untuk tutup.

“Saya berharap masyarakat Kota Banjar bisa mengikuti aturan penerapan PSBB tahap ke dua ini, karena menurrut  kepatuhan itu akan memotong mata rantai penularan Covid-19. “ Pungkasnya. (TITO)

15 KARYAWAN YOGYA TOSERBA BANJAR DINYATAKAN REAKTIF COVID-19 LANGSUNG DIISOLASI DI RSUD

BANJARNEWS -Setelah beberapa hari dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan jawa barat (19/5) Rapid Test di Yogya Toserba Kota Banjar, ditemukan ada 15 karyawan Yogya Toserba tersebut dinyatakan reaktif Covid-19.

Mengetahui laporan tersebut Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih pun langsung datang ke lokasi dan mengintruksikan karyawan tersebut untuk dievakuasi ke RSUD Kota Banjar. Seluruh karyawan yang dinyatakan reaktif ini, menurut wali kota, harus langsung dibawa dan diisolasi.

“Kalian harus diperiksa, saya mau semua diperiksa melalui pemeriksaan Lab Swab, jika mau sekarang ke Rumah sakit kalau tidak mau ya sudah, “ kata Ade Uu saat memberikan penjelassan kepada 15 karyawan.(10/5)

Sementara itu keterangan tim dari Kesehatan Kota Banjar, dr.Agus Budiana, menyebutkan ke 15 karyawan Yogya Toserba itu pun langsung dibawa dengan menggunakan bus ke RSUD.

Ke 15 orang tersebut, terang Agus, terdiri dari tujuh orang perempuan dan delapan orang laki-laki.

“ 15 karyawan tersebut merupakan teman kerja satu sip dari karyawan yang reaktif Rapid Test tahap pertama yang dilakukan pada Minggu tanggal 17 meilalu, “jelasnya. (TITO)

KUNJUNGAN KETUA PKK JABAR, ATALIA PRARATYA PASTIKAN WARGA BANJAR TIDAK ADA YANG KELAPARAN

BANJARNEWS-Bunda Literasi  sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar), Atalia Praratya  Kamil, beberapa hari lalu (19/5) meninjau dapur umum untuk Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) di Kota Banjar, Jawa Barat.

Kunjungan Atalia  tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten-kota yang ada di Jawa Barat, diantaranya, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, dan Kabupaten Ciamis.

Dalam  kunjungannya  Atalia menyampaikan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan apakah desa/kelurahan atau kecamatan di seluruh jawa barat membuka dapur umum serta menjalankannya dengan baik atau tidak.

Menurut Atalia, pihaknya hadir sesuai instruksi gubernur untuk memastikan bahwa dapur umum yang ada di kabupaten-kota di Jawa Barat ini berjalan dengan baik.

“Kami harus pastikan tidak boleh ada warga Jawa Barat yang kelaparan, karena mereka mengalami darurat pangan,” kata Atalia dalam sambutannya.

Dalam kunjungan di Kota Banjar, Atalia juga sekaligus melihat secara langsung dapur umum Covid-19, salah satunya ada di Kecamatan Purwaharja.

Keberadaan dapur umum ini, kata Atalia, merupakan bentuk kepedulian pengurus Relawan Jabar Bergerak dan seluruh pihak yang siap memberikan kontribusinya untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Jawa Barat khususnya di Kota Banjar.

Atalia juga mengatakan, dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini semua pihak harus bergerak membantu dan bersama-sama melawan Covid-19, diantaranya dengan meminta Ketua Jabar Bergerak Banjar dan Walikota Banjar serta pihak lainnya untuk selalu siap terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat.

Menrutnya, mudah-mudahan sejumlah bantuan dari Pemprov Jabar dan Pengurus Jabar Bergerak dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kota Banjar.

Seperti diketahui, dalam kunjugannya, Atalia berkesempatan selain  mengunjungi dapur umum
juga meninjau bantuan wastafel di Pasar Banjar,

“Alhamdulillah, pemprov juga sudah memberikan bantuan wastafel, semoga bermanfaat bagi masyarakat Kota Banjar,” katanya. (TITO)

PEMKAB TASIK LAUNCHING PENYERAHAN JPS BANTUAN LANGSUNG TUNAI

TASIKNEWS-Bupati Tasikmalaya, H.  Ade Sugianto, secara simbolis melakukan launching penyerahan jaring pengaman sosial (JPS) Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 122.199 Rumah Tangga Sasaran (RTS) terdampak Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang diterima langsung 39 camat, bertempat di Pendopo Baru. (20/05).

Data RTS penerima BLT yang diajukan pihak desa melalui RT masing-masing, dengan nilai Rp. 200 ribu.

Dalam sambutannya, Ade mengatkana, sumber anggarannya diambil dari realokasi dan refocusing APBD Kabupaten Tasikmalaya. Dan besaran BLT tersebut, imbuh Ade, hasil musyawarah dengan berbagai pihak terutama RT.

“Dengan kesimpulan, lebih baik yang diterima sedikit tapi RTS yang menerima banyak dari pada yang diterima banyak tapi RTS yang menerimanya sedikit, “ungkap Ade.

Ade menambahkan, bagi masyarakat yang sekarang belum mendapatkan BLT diharapkan bisa menerima bantuan dari Kementerian Sosial dan BLT dari Dana Desa (DD), terutama masyarakat yang memang dalam kesulitan.

Ade juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya  akan segera melakukan launching Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dengan cepat, hanya 40 menit.

“Saya ucapkan selamat hari raya idu fitri 1441 hijriah, mari iita sambut hari kemenangan ini untuk seluruh umat muslim, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

 

PEMKAB PANGANDARAN PUTUSKAN TAK LANJUTKAN PSBB, BULAN JUNI OBYEK WISATA MULAI DIBUKA ?

PANGANDARANNEWS.COM-Usai lounching penyaluran bantuan sosial covid-19 di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berakhir tanggal 20 Mei 2020. Dan Pemkab Pangandaran memutuskan tidak melanjutkan PSBB, dan keputusan ini didasari dari perkembangan tingkat kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran hingga sekarang masih dunyatakan merupakan zona hijau.

“Setelah diberlakukan tanggal 6 hingga 20 mei, kita tidak akan memperpanjang kebijakan PSBB,” ujar bupati.(19/5)

Namun walau tidak memperpanjang PSBB, kata Jeje, pemerintah daerah tetap melakukan pengetatan wilayah yang memang mempunyai fungsi yang sama dengan PSBB.

Pada pertengahan bulan Juni 2020 nanti, Jeje berharap, Pangandaran sudah normal dari pandemi Covid-19, karena trennya hingga saat masih berada di zona hijau.

Lebih jauh Jeje mengatakan, jika Covid-19 di Jakarta, Bodebek dan Bandung Raya sudah stabil dan  cenderung menurun dan Pangandaran juga semakin baik, ia berharap pada pertengahan Juni anak –anak sudah mulai masuk sekolah walau pun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya juga sedang mengamati, mungkin pada bulan juni juga obyek wisata sudah bisa dibuka,”jelasnya.

Menurut Jeje, untuk mencapai harapan itu semua, ia pun mengajak selurh masyarakat untuk selalu disiplin melakukan arahan dari pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 agar bulan juni mendatang Pangandaran sudah memasuki situasi new normal.

“Tetap disiplin dan jangan abaikan anjuran untuk tetap di rumah aja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.Kalau tidak ada kepentingan mendesak, jangan keluar rumah dan apabila kondisinya cepat normal, maka perekonomian pun akan pulih kembali,”pungkasnya.

Disoal pelaksanaan shalat sunat idul fitri, Jeje mengatakan, hasil evaluasi dengan kemenag, MUI dan sejumlah tokoh, Pemkab Pangandaran mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan di lapangan terbuka atau bangunan luas.

“Tapi tentu jemaah tetap harus menjalankan protokol kesehatan covid-19” jelasnya. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAUNCHING PENDISTRIBUSIAN BANSOS TAHAP DUA DI DESA PARAKANMANGGU

PANGANDARANNEWS.COM-Pemkab Pangadaran hari kemarin (19/5) bertempat di Dusun Dukuh Satu Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, melaksanakan lounching penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) bantuan sosial covid-19 tahap ke 2 yng akan diberikan kepada 88.948 Kepala Keluarga (KK).

Di hadapan ratusan warga Parakanmanggu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, paket sembako tahap 2 ini di berikan kepada warga yang tidak menerima bantuan bansos baik dari pemerintah pusat, provinsi dan BLT dari desa.

“Bansos JPS senilai Rp 150 ribu untuk masyarakat miskin yang tidak terdata di DTKS ini InsyaAllah sebelum hari Raya Idul Fitrisudah selesai didistribusikan,”tegasnya.

Untuk bansos tahap kedua ini Pemkab Pangandaran telah menunjuk Bulog sebagai distributor jika sebelumnya adapenyaluran tahap pertama pemda sudah memberikan kesempatan kepada warung cil yang ada di tiap desa untuk menyediakan sembako. Dan ini dimaksudkan, kata Jeje, agar ada keseragaman semua penerima manfaat penerima bantuan di tiap kecamatan.

Jeje juga menjelaskan,  voucher Rp 150 ribu ini sama dengan tahap pertama, bisa ditukar dengan beras premium seberat 10 kilogram (kg), minyak goreng 1 kg, gula pasir 1 kg, telor 3,4 kg dan 4 buah mie instan. Dan Jeje juga memastikan, dengan ditunuknya bulog sebagai pemasok, maka semua penerima manfaat bansos JPS di tiap kecamatan akan mendapatkan hak yang sama.

Jeje menambahkan, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat  yang mulai merasakan dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 ini.

“Kita berharap semoga secepatnya pandemi ini segera berlalu sehingga kita pun bisa beraktivitas lagi dengan normal,”kata Jeje. (PNews)

PERPAJANGAN PSBB KOTA TASIK MENUAI PROTES WARGA ?

Nanang Nurjamil
TASIKNEWS-Dengan predikat menyandang status daerah level 4, atau zona merah dengan 13 daerah lainnya di Jawa Barat, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengelaurkan kebijakan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Jawa Barat hingga tanggal 29 mei 2020.

"Kita sudah putuskan Kota Tasikmalaya akan diperpanjang PSBB karena daerah kita ditetapkan masuk berstatus zona merah atau level 4, “jelas Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Senin (18/5).

Kebijakan pemkot ternyata menuai berbagai komentar dari masyarakat Tasik, seperti yang disampaikan salah tokoh masyrakat, Ir. Nanang  Nurjamil.

Menurutnya, perpanjangan PSBB di Kota Tasik sangat kurang tetap karena dikhawatirkn kebijakan ini  akan membunuh ekonomi  masyarakar  kecil untuk mencari napkah

Kebijakaan ini juga, kata Nanang, dianggap bukan solusi terbaik karena hanya mengulur waktu tanpa mempertimbangan dampak lain yang ditimbulkan. Karena merujuk pada penerapan PSBB yang pertama, dampak ekonomi sangat terasa sekali. Seperti, banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian akibat pemecatan yang dilakukan perusahaan karena menutup usahanya.

“Dan mereka yang dipecat pun sulit mencari pekerjaan pengganti di masa pandemi ini, “kata Nanang.(19/5)

Bukan hanya itu, lanjut Nanang, dampak dari pemecatan ini pun membuat lonjakan angka kejahatan serta tingginya tindakan kriminal akibat terpuruknya ekonomi  masyarakat, seperti  geng motor, begal dan bentuk kejahatan lainnya.

Seperti yang terjadi di kawasan jalan HZ Mustofa, angka kejahatan bulan iterus meningkat dibanding tahun lalu, dan itu hanyalah contoh kecil akbat merosotnya ekonomi sejak penerapan PSBB. Bahkan ia memprediksi akan ada dampak yang lebih besar ketika kebijakan PSBB diperpanjang bila tidak ditangani dengan baik.

Ia menambahkan, ini bisa jadi bom waktu dan tinggal menunggu kapan muncul kasus-kasus yang sama namun dalam jumlah yang lebih banyak, dan bantuan sosial yang disalurkan pemerintah pun  tidak bisa diandalkan dalam masa seperti  29 hari.

“Semoga  pemkot Tasik mau mengkaji  ulang perpanjangam PSBB. “tegas Nanang. (ANWARWALUYO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN