KETUA RELAWAN BAHARI MEMINTA MAAF TERKAIT POSTINGAN PHOTO DI MEDSOS

Arif Budiman
PANGANDARANNEWS- Ketua relawan Bahari ( Balad Haji Adang Hadari), Arif Budiman, menyatakan permintaan maafnya terkait konten photo yang diposting di media sosial oleh rekan relawan Bahari beberapa waktu yang lalu karena dinilai kurang baik.

Sebagai ketua relawan Bahari, menurutnya, ia menyatakan permemintaan maaf yang sebesar- besarnya pada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran terkait hal itu.

“Saya juga hendak klarifikasi sedikit terkait photo itu, sebenarnya photo tersebut diambil dalam keadaan bercanda pada saat kami di posko relawan bahari, "kata Arif. 13/04/2020

Namun walau demikian, kata Arif lagi, ia sebagai ketua merasa photo itu memang kurang pantas dan terkesan arogan, sehingga perlu ada permintaan maaf dari pihak relawan.

“Saya nyatakan, photo ini tidak ada kaitan apa pun dengan Pa haji Adang hadari, Ini mutlak kesalahan dan kekhilafan kami para relawan, "imbuhnya.

Arif menambahkan, pohanya sekali lagi mohon maaf kepada semua netizen yang melihat photo ersebut di medsos, dan ia pun sudah langsung menyuruh untuk menghapus postingan di akun milik Soleh Sundapa yang pertama meng upload ini walau belakangan screenshoot poto tersebut sudah menyebar.

“Sekali lagi kami memohon maaf, saya akui postingan tersebut memang kurang baik, dan kami juga mengakui ini mutlak kesalahan kami relawan bahari serta tidak ada kaitan apa pun dengan Pa Haji Adang Hadari, " tandasnya lagi.  (AGE)

KELUARGA BESAR UMAR WIRAHADIKUSUMAH DAN AMIR MACHMUD SUMBANG APD KE RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Masih ingat nama Wakil Presiden RI periode tahun 1983-1988 ? itulah Umar Wirahadikusumah, wakil presiden pertama dari TNI. Kemarin (minggu, 12/4), keluarga besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud, menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanggulangan virus corona COVID-19 ke dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Priangan Timur, dan salah satunya RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran.

Penyerahan bantuan APD diwakili oleh tokoh masyarakat Undang Sudrajat untuk dua Rumah Sakit Umu Daerah (RSUD), diantaranya, RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran dan RSUD Soekarjo Kota Tasikmalaya. Bantuan APD ke RSUD Pandega pun diterima langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dari perwakilan keluara besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud, Undang Sudrajat.

Usai serah terima, Undang mengatakan, ia hanya menyampaikan amanah untuk memyerahkan APD, seperti Converal, masker dan face sheild untuk RSUD Pandega Pangandaran dan RSUD Soekarjo Kota Tasikmalaya.

“Ini merupakan upaya keluara besar Umar Wirahadikusumah dan Anon Badriah puteri dari tokoh sejarah Amir Machmud untuk membantu daerah dalam penanggulangan covid-19,”ungkapnya. (12/4)

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Pandega Pangandaran, Sarlan membenarkan, pihaknya telah menerima bantuan APD dari keluarga besar mantan Presiden RI dan keluarga besar Amir Machmud.

“Hingga saat ini kami memang masih kekurangan APD, mudah-mudahan dari APBD Pemkab Pangandaran nanti dapat mencukupi untuk kebutuhan penanganan Covid-19 selama satu bulan ke depan,”terang Sarlan.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyampaikan terimakasihnya kepada kedua keluarga besar tokoh nasional ini yang sudah ikut membantu meringankan pengadaan APD di RSUD Pandega.

“Bantuan ini jelas sangat berharga bagi kami dan bantuan ini pasti sangat membantu para petugas medis yang ada di RSUD,”kata Jeje. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN SEGERA BENTUK POSKO PEMANTAUAN COVID-19 DI SETIAP DESA

PANGANDARANNEWS-Rapat Terbatas dengan bahasan percepatan penanganan covid-19, yang digelar Pemkab Pangandaran di sebuah rumah kakan sea food di kawasan pantai timur, Pemda Pangandaran hingga saat ini terus berupaya agar tetap ada dalam status zona hijau Covid-19. Artinya, hingga saat ini tidak satu orang pun warga Pangandaran yang dinyatakan positif Virus Corona.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wirdinata, mengatakan, derasnya arus pemudik yang masuk ke Pangandaran dari berbagai daerah termasuk dari zona merah, sehingga  Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pangandaran akan segera membentuk posko pemantauan covid-19 isolasi mandiri di setiap desa dan kecamatan, yang secara bertahap akan dibentuk terdiri dari relawan, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas serta babinsa.

“Saya targetkan beberapa hari ke depan posko inin sudah terbentuk di seluruh desa, “tegas Jeje. (24/4)

Anggota yang tergabung dalam posko ini nantinya akan menjadi garda terdepan untuk pencegahan serta penanganan pandemi virus Corona di Kabupaten Pangandaran, dan, menurut Jeje, pembentukan posko ini memang menjadi salah satu prioritas dalam penanganan penyebaran virus Corona di tingkat desa.

Jeje mengatakan, posko ini nantinya harus terus memantau kepulangan warga yang datang dari luar kota serta mencatatnya dalam data base yang akurat. Dan posko juga melakukan pemantauan   kondisi kesehatan warag pendatang tersebut.

“Mudah-mudahahan dengan kordinasi serta kerjasama pemerintahan di tingkat kabupaten dan desa ini bisa membuat Pangandaran tetap menjadi zona hijau,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Kusdiana, menurutnya ada dua hal yang ditekankan bupati, pertama soal masih kurang disiplinnya warga pada imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial. Karena hingga saat masih terlihat warga yang bergerombol di berapa lokasi, sehingga bupati meminta aparat terkait melakukan sweeping dan membubarkan kerumunan masa sehingga upaya pencegahan penyebaran virus corona dapat terpenuhi.

“Yang kedua, terkait pentingnya dibentuk posko pemantauan covid-19 isolasi mandiri ini untuk mengantisipasi diberlakukannya status PSBB di beberapa wilayah, sehingga dikhawatirkan akan berdampa lonjakan pendatang ke wilayah Kabupaten Pangandaran,” terangnya.

Kusdianan menambahkan, tim yang tergabung dalam posko ini nantinya bakal memantau seluruh orang dalam pemantauan (ODP) untuk tetap menjalani isolasi mandiri.

“Poko juga harus mengumpulkan data dan melaporkan ke Puskesmas atau pemerintahan di tingkat kecamatan, sehingga dengan adanya Posko COVID-19 di setiap desa ini petugas di tingkat desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa bisa mengidentifikasi serta akan cepat mengambil langkah selanjutnya. “kata Kusdiana. (PNews)

UP DATE DATA COVID-19 PER 12 APRIL 2020

PANGANDARANNEWS- Data Covid-19 Kabupaten Pangandaran hingga hari minggu, tanggal 12 april 2020, Pangandaran masih dinyatakan zona biru. Artinya, sampai saat ini di Pangandaran tidak ada (NIHIL) yang dinyatakan positif corona.
Dan perinciannya seperti yang tampak pada gambar di bawah ini :


Untuk Informasi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, dapat dilihat di website : covid19.pangandarankab.go.id

Hotline :
Call Center : 119
Dinkes Kab. Pangandaran : 085320643695


(PNews)

KARANG TARUNA DAN ORARI BANTU BPBD KOTA BANJAR SALURKAN DISINFEKTAN

BANJARNEWS-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar dibantu lembaga non pemerintah, Karang Taruna dan Orari, membagikan cairan disinfektan kepada masyarakat, sebagai  salah satu bentuk layanan serta upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan pemukiman warga.

“Ada 4000 liter cairan disinfektan yang kami bagikan ke masyarakat,”, terang Kepala pelaksana BPBD Kota Banjar, Dedi Suardi pada PNews. (11/4)

Disinfektan nantinya akan digunakan untuk penyemprotan yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat di rumahnya masing-masing, sehingga, kata Dedi, pihaknya hanya memberikan edukasi dan cara – cara penyemprotan sesuai dengan SOP.

Karena, lanjutnya, seperti diketahui sampai sekarang tidak sedikit masyarakat yang belum tahu SOP penyemprotan cairan disinfektan.

“Saya berharap masyarakat sekarang  paham apa yang di anjurkan pemerinta , seperti cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan diam di rumah, karena itu semua merupakan bagian dari upaya pemutus rantai berkembangnya virus corona atau covid-19, “jelasnya.

Sementara salah satu warga Kelurahan Pataruman, Yanto, mengatakan, hingga sekarang masyarakat masih sangat was – was sebelum lingkungannya dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, karena selain cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak, saat ini penyemprotan disinfektan merupakan hal yang  krusial (sipatnya umum) di masyarakat .

“Kami mengucapkan terimaksih pada Pemkot Banjar, mudah-mudahan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bisa segera menghentikan penyebaran virus corona, “ungka Yanto. (TITO)

PEMERINTAH KECAMATAN KARANGNUNGGAL, BAHU MEMBAHU PUTUS PENYEBARAN COVID-19

TASIKNEWS-Pemerintah Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, didampingi Institusi TNI dari Koramil 1215/Karangnunggal), Kepolisian Sektor Karangnunggal, Kwarran Pramuka, PGRI, Ormas dan  Satgas Kesehatan dari UPT Puskesmas Karangnunggal, bersama-sama terus menggalakan kegiatan dengan lebih koordinatif upaya percepatan memutus rantai penyebaran wabah Virus Covid-19 hingga terbangun semangat dalam keprihatinan, mengingat situasi dan kondisi penyebaran Virus Covid-19 semakin masiv.(10/4)

Langkah ini diambil sikap untuk upaya prepentif memutus mata rantai penyebaran Virus Corona  dengan melakukan 3 kegiatan bhakti sosial, diantaranya, membagi-bagikan masker kepada masyarakat, menyemprot disinfektan di lingkungan penduduk, tempat-tempat umum serta melakukan tes suhu tubuh terutama pada warga pengendara kendaraan lintas jalan Tasikmalaya-Karangnunggal.
Forum komunikasi Kecamatan Karangnunggal, Camat Karangnunggal, Danramil 1215/Karangnunggal Mayor inf. Kurniadi dan Kapolsek Karangnunggal Kompol H Asep Ishak, Sip, kepada media, menyampaikan, mereka semua sepakat bahwa kegatan ini didasari dengan  keprihatinan semua atas kelonggaran  disiplin masyarakat yang seolah-olah wabah ini sudah berlalu sehingga masyarakat seolah mengabaikan kembali himbauan dari Pemerintah.

“Maka selain inisiatif Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat Kecamatan, dan juga melaksanakan perintah atau komando atas agar selalu mengedukasi  dan memberikan pemahaman secara berkelanjutan terhadap masyarakat agar taat dan sadar pada dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya serta  mempunyai sikap yang sama dalam menghadapi bencana wabah ini, “ujar mereka.

Sementara Kapus Kesehatan Karangnunggal, Dadan Kusnanto, menerangkan, untuk pengendara arah Tasikmalaya- Karangnunggal saat ini tidak ada catatan tambahan pemudik, dan seluruh pengendara yang diperiksa suhu tubuhnya tidak ada yang terindikasi Orang Dalam Pengawasan ODP Covid-19.

“Jadi untuk wilayah Karangnunggal masih dinilai cukup aman, “jelasnya.

Dadan menambahkan, mudah-mudahan upaya yang dilakukan dengan kompak ini menjadi sebuah keberhasilan dalam memutus rantai penyebaran wabah Virus Corona, namun masyarakat agar tetap waspada dan tidak terlalu panik. Yang terpenting harus lakukam pola hidup sehat cuci tanggan pakai sabun.

“Dan jangan lupa selalu berdoa’ kepada Alloh agar bencana ini segera berlalu sbelu kita memasuki bula ramadhan, agar kita lebih tenang dan khusu melaksanakan ibadah tanpa dihantui rsa khawatir dan takut, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

DALAM SITUASI SAAT INI BAWASLU PANGANDARAN PERINGATI HUT YANG KE 12 DENGAN SEDERHANA

PANGANDARANNEWS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangamdaran peringati HUT Bawaslu ke 12 yang jatuh tepatnya pada tanggal 9 April, dengan sederhana.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dari mulai potong tumpeng, bakti sosial dengan membagikan masker kepada warga hingga melakukan donor darah yang bekerja sama dengan PMI bertempat di kantor Bawaslu Pangandaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.(10/4)

Hadir pada kegiatan tersebut,  ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan, koordinator sekertariat bawaslu, Apep Wahyu,  S. Sos, danramil Parigi mewakili dandim 0613 Ciamis juga Polres Ciais yang diwakili  polsek Parigi.

Koordinator Sekertariat Bawaslu Kabupaten Pangandaran,  Apep Wahyu,  S. Sos mengatakan peringatan HUT Bawaslu yang ke 12 ini sengaja dilakukan dengan cara yang sederhana karena situasi dan kondisi saat ini masih dlam masa pencegahan wabah covid-19.

"Kami sangat memperehtikan situasi sekarang serta protokol kami tetap mengikuti anjuran pemerintah baik pusat, provinsi atau pun Pemkab Pangandaran, “ucapnya.

Dengan melaksanakan doa bersama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semuanya diberikan keselamatan dan memohon juga agar wabah virus corona yang melanda seluruh dunia segera berakhir.

“Acara pemotongan tumpeng pun kami lakukan dengan diikuti beberapa orang saja, “imbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketua bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, ia menuturkan, kegiatan dalam rangka perngatan HUT Bawaslu ini memang sangat sedrhana tapi kaya makna.

“Mudah-mudahn dengan doa’ yang kita panjakna bersama-sama ini penyebaran wabah covid-19  cepat berakhir di negeri ini. “ungkapnya. (AGE)

WARGA DESA SIRNAJAYA TERIMA PEMBAGIAN SEMBAKO SEBESAR RP 200 RIBU PER KPM

TASIKNEWS-Hasil musyawarah dan kesepakatan bersama yang dibahas beberapa hari yang lalu, antara Dusun Cipari dan Dusun muara, dengan 292 KPM menurut rilis data Kepala Seksi Kesejahteraan dan Sosial (Kasi Kesos) dan TKSK, disepakti, Warung Desa (wardes) Bina Mandiri mendapat kuota penyaluran dari Pemdesa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Kasi Kesos, Abdul Sehabudin, walau hasil cek di lapangan hanya ada 230 dengan beberapa saldo yang sudah nihil, tapi menurutnya hal ini akan diusahan dengan merekomendasikan ke dinas terkait.

Dan dari hasil kesepakatan tersebut, imbuh Sehabudin, penyaluran sembako ini sudah dilaksanakan hari selasa tanggal 7 april 2020, beberapa hari yang lalu, dan masing-masing KPM menerima Rp 200 ribu yang dapat dicairkan dengan beberapa bahan sembako.

“Dengan rincian, beras 10 kg, telur 0,5 kg, daging ayam 1 kg, tahu 1 bungkus dan buah pear 2 buah, sehingga jumlah keseluruhannya Rp 200 ribu, “terangnya.

Sehabudin menambahkan, dipilihnya barang-barang yang dibeli tersebut, karena masing-masing mengandung unsur karbohidratnya, protein hewani, mineral dan buah yang bertujuan untuk menambah gizi masyrakat agar terhindar dari gizi buruk dan stanting

“Pembagian sembako ini di Desa Sirnajaya dibagi di 3 wilayah dan 3 e-warung, ini dimaksudkanagar merata, “imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sirnajara, Jajang Muharam S.H,I yang didampingi Sekretaris desa, Ipin Aripin, membenarkan, pembagian sembako untuk warga desanya ini sudah melalui musyawarah dan kesepakatan bersama.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat serta bisa sedikit meringankan beban warga, “ucap Jajang. (ENDAH)

KEREEN..! AKSI SIMPATIK GURU HONOR DI KOTA BANJAR, SALURKAN BANTUAN UNTUK RELAWAN PENANGANAN COVID-19

BANJARNEWS -Kasus Covid-19 di Kota Banjar belum mereda yang mengakibatkan dalam kurun satu minggu sudah empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal.

Kejadian ini mengundang reaksi positif beberapa pihak untuk ikut membantu dalam penanganan penyebaran virus corona di Kota Banjar. Salah satunya datang dari Asosiasi Guru Sukwan dibawah naungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang melakukan aksi simpatik dengan mendatangi tim relawan penanganan Covid 19 di Kota Banjar yang berpusat di halaman gedung BPBD Kota Banjar, untuk memberikan sumbangsih mencoba meringan kegiatan  penanganan covid 19, yang di terima Asep Setiadi mewakili Tim Relawan.

Menurut salah seorang guru sukwan, kepada PNews, menyampaikan, sumbangsih ini murni salah satu bentuk kepedulianan untuk kemanusiaan.

Menurutnya, ia sangat prihatin mendengar gencarnya virus corona yang terus membabi buta  menyerang tatanan kehidupan manusia, tak terkecuali di Kota Banjar.

“Mudah-mudahan sumbangsih ini tidak dilihat nilainya, karena ini benar-benar datang dari kepedulian kami, dan juga bukan tidak ingin memberi lebih besar lagi, kemampuan kami hanya ini, “ungkapnya. (TITO)


TIGA HARI BERTURUT-TURUT 4 PDP DI RSUD BANJAR MENINGGAL.

BANJARNEWS - Belum lama masuk RSUD Kota Banjar, seorang lagi pasien dalam  pengawasan (PDP) Covid – 19 asal Kabupaten Ciamis, malam tadi (7/4) sekitar pukul 24.00 WIB, meninggal dunia.

Dirut RSUD kota Banjar, Eka, membenarkan kejadian tersebut,  PDP berjenis kelamain laki – laki berusia 66 tahun, tadi malam meninggal sekitar pukul 24.00 WIB.

“Pasien tersebutbaru masuk RSUD beberapa saat menempati ruang isolasi, “terang Eka.(8/4)

Tapi hingga hari ini, kata Eka, hasil swab tes pada PDP yang meninggal tersebut belum keluar, apakah positif covid—19 atau tidak.

"Jai hingga hari ini total PDP yang meninggal dunia di RSUD Kota Banjar ada empat orang, “imbuhnya. (TITO)

BRI UNIT KARANGNUNGGAL SESUAIKAN PELAYANAN MERUJUK RESTRUKTURISASI OJK

KEPALA UNIT BRI KARANGNUNGGAL, HENDRIYANA, SE
TASIKNEWS-Tak hanya dunia usaha, Pandemi Corona sangat berdampak pada dunia perbankan. Akibat mewabahnya covid-19, presentase penyetor simpanan serta angsuran kredit nasabah pun mengalami penurunan drastis.

Seperti yang terjadi di BRI Unit Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, penurun tersebut hingga mencapai angka 50%.

Kepala Unit BRI Karangnunggal, Hendriyana, SE, mengatakan, meskipun omset penerimaan penyetor angsuran cukup merosot tajam, tapi pelayanan BRI unit Karangnunggal masih tetap dilakukan transaksi seperti biasa, hanya sekarang dibuat standar kebijakan baru disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Kebijakan ini, menurut Hendriyana, merujuk pada anjuran pemerintah, seperti dibatasinya antrian nasabah, para nasabah sebelum masuk ruangan dilakukan pemerikasaan suhu tubuh, tempat duduk di ruang tunggu diatur jaraknya, serta durasi waktu pelayanan juga dikurangi hanya sekitar 5 jam dalam sehari.

Kata Hendriyana, pelayanan di BRI Karangnunggal untuk transaksi masih dilakukan secara normal, hanya ada beberapa kebijakan yang diterapkan dan disesuaikan dengan restrukturisasi yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pelayanan teknis dalam transaksi  diatur merujuk pada anjuran Pemerintah dalam rangka ikut berupaya dalam penanganan Pandemi Virus Corona.

“Kebijakan atau keringanan lain yang dilakukan pihak BRI adalah penundaan bayaran setoran pokok dimulai dai 6 bulan sampai 1 tahun, cukup hanya bayar bunganya saja, “terangnya.(7/4)

Ia menambahkan, bagi yang mengajukan pinjaman pihak BRI pun masih menerima, namun proses pencairan pertimbangannya masih menunggu regulasi yang diatur kembali oleh pusat dengan program relaksasinya  yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. (ANWARWALUYO)

DAMPAK LAIN VIRUS CORONA, RODA PEEKONOMIAN MASYARAKAT PUN TERPURUK

TASIK NEWS-Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) membuat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya merosot tajam, dan dampak ini tentu dirasakan hampir seluruh masyarakat, baik itu nelayan, petani, tukang beca, pedagang dan lainnya.

Seperti diungkap seorang pedagang manggis di Kecamatan Cibalong, Iom, sejak merebaknya virus corona omzet penjulannya turun lebih dari 50 %, kondisi ini tentu sangat menyulitkan kehidupan sehari-harinya yang selama ini bergantung dari hasil penjualan manggisnya. Padahal sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan, tentu kebutuhan rumahtangga pun akan meningkat.

"Memang tidak hanya saya sendirian yang mengalaminya, tapi sekarang betul-betul masa yang sulit untuk orang seperti saya ini, “ungkapnya.(7/4)

Mia (32) salah seorang pedagang di pasar tradisional Cibalong, mengungkapka hal yang sama. Menurutnya, kondisi saat ini sejak hasil jualan di pasar sudah tidak bisa lagi diandalkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari rumahtangganya. 

"Sekarang orang-orang pada takut ke luar rumah, sehingga pasar pun menjadi sepi pembeli, ditambah memang selama ini daya beli masyarakat pun juga turun,"tuturMia.

Menurut Mia, biasa dalam satu hari ia bisa menghasilkan sekitar Rp 800 ribu, tapi sekarang hasil dagangnya di pasar paling besar mendapat Rp 300-400 ribu, “imbuhnya.

Bahkan beberapa harga bahan pokok kini, seperti gula pasir yang tadinya Rp15 ribu per kg, kini mencapai Rp18 ribu, mungkin kenaikan akibat pasokan yang minim.

“Saya hanya berharap mudah-mudahan wabah virus corona segera berlalu, dan kami pun bisa usaha normal seperti sebelumnya, “ungkap Mia. (ANWARWALUYO)


SATU LAGI PDP RUJUKAN DARI LUAR WILAYAH MENINGGAL DI RSUD BANJAR KOTA BANJAR

BANJAR NEWS-Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Banjar meninggal dunia. Kali ini pasien PDP tersebut seorang perempuan dengan inisial S (54), warga Kecamatan Lakbok.

Menurut informasi yang diterima lewat telepon celuller dari Dirut Bagian Pelayanan RSUD Banjar, Furkon, S meninggal di RSUD Kota Banjar pada hari Selasa (7/4) dan pasien masuk ke RSUD Banjar pada hari Minggu (5/4/) dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dengan bertambahnya pasien PDP Corona yang meninggal di kota Banjat, kata Furkon, maka saat ini total yang meninggal ada 3 orang, ketiga jenazah ini merupakan rujukan dari rumah sakit di luar Banjar, seperti jenazah S dari Lakbok, yang masuk RSUD Banjar pada hari minggu malam dan menjalani perawatan selama dua hari.

Furkon menambahkan, sementara untuk jumlah ODP ada 187 orang dan PDP 16 orang, dengan rincian 10 orang warga Banjar dan 6 orang dari Luar Banjar.

“Untuk pasien positif data masih belum ada perubahan, yakni 2 orang, dengan rincian 1 orang warga Banjar dan satunya lagi dari luar Banjar, “terang Forkon.(TITO)

BUPATI PANGANDARAN: “ANGGOTA SAT POL PP YANG MENNGGAL DI RSUD BANJAR, NEGATIF CORONA”

PANGANDARAN NEWS-Setelah menerima hasil tes dari Rumah Sakit Umum Daerah (Banjar), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, melalui beberapa media, langsung mayampaikan pada masyarakat terkait meninggalnya salah seoran anggota Sat Poll PP Kabupaten Pangandaran, alm. Muharom Niagara, yang meninggal beberapa hari lalu (5/4) di RSU Banjar.

Hasil tes yang disampaikan bupati, meninggalnya alm. Muharon tersebut negatif corona.

"Saya baru bisa menyampaikan hari ini karena harus menunggu kepastian hasil tes yang baru saya terima sekitar 2 jam yang lalu, " kata bupati di hadapan beberapa awak media. (7/4)

Jika kemarin saat pemakaman jenazah dengan SOP dilaksanakan seperti pemakaman yang positif covid-19, menurut bupati, memang SOP yang dilaksanakan RSUD Banjar mengharuskan seperti itu.

"Sekali lagi saya tegaskan, meninggalnya alm. Pa Muharom negatif corona,," tegas bupati lagi.

Bupati juga berharap, agar masyarakat paham dan tidak memberi stigma pada keluarga almarhum di Desa Selasari Kecamatan Parigi, terpapar covid-19.

"Hasil tes ini juga saya sampaikan langsung kepada keluarga almarhum, "terang bupati. (PNews)




 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN