HASIL SWEEPING DI LAPANGAN, ADA 668 PEMUDIK DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARAN NEWS-Untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona, Pemkab Pangandaran, terus perketat di wilayah yang menjadi lokasi perbatasan dengan wilayah lain.

Salah satunya, di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, beberpa petugas siap berjaga-jaga untuk melakukan sweeping kepada para pemudik, khususnya yang datang dari zona merah.

Dalam sweeping tersebut, setiap kendaraan pemudik pun yangakan masuk ke wilayah Pangandaran, diberhentikan untuk ditanya riwayat perjalanan juga kota asal.

Menurut Kepala Puskesmas Mangunjaya, Suharyanto, semua ini dilakukan karena banyaknya pemudik masuk ke Kecamatan Mangunjaya, dan sampai saat ini laporan yang ia terima dari 5 desa, ada 668 pemudik. Dan tentu ini sangat riskan apalagi diketahui sejumlah pemudik datang dari daerah yang dinyatakan zona merah.

“Dan hingga saat ini kami baru mengunjungi 4 warga dengan status ODP, Insya Alloh ke depan akan melakukan rapid test kembali sekitar 150 orang di Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

NANA SURYANA: “ DUA PDP YANG MENINGGGAL DI RSUD BANJAR, BUKAN WARGA KOTA BANJAR”

BANJAR PNEWS –Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, menyampaikan, hari ini (5/4) ada dua pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Banjar meninggal dunia minggu, dan kedua pasien tersebut diketahui bukan warga Banjar.

"Kedua pasien tersebut sudah dibawa ke kampung halamannya masing-masing, “Nana. (5/4)

Dan diketahui, proses pemakaman kedua jenazah dilakukan dengan protokol pemulasaraan jenazah pasien positif Covid-19, hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Karena hingga saat ini tim medis RSUD Kota Banjar masih menantikan hasil pemeriksaan swab atas kedua pasien meninggal dunia tersebut.

Hasil pantauan tim PNewz di lapangan, dalam proses pemakaman dua jenazah dikabarkan berlangsung kondusif atau tidak diwarnai adanya penolakan dari warga.

Sementara menurut catatan Cetral Crisis Covid -19 Kota Banjar, yang di laporkan melalui juru bicara(Jubir),  H.Tomy Subagja, hingga tanggal 5 april 2020 , tercatat ada 173 Orang Dalam Pengawasan (ODP)  dan 15 orang Pasien Dalam  Pengawasan (PDP), sementar yang positif ada 2 orang, satu orang Banjar dan satu orang luar Banjar.

"PDP 9 warga Banjar, 6 orang luar Banjar, yang positif satu orang warga Banjar dan satu orang luar Banjar "ujarnya.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat Banjar tetap tenang, ingat himbauan pemerintah, jangan keluar rumah, melakukan tindakan bersih bersih di lingkungan serta hindari kerumunan masal. (TITO)

MELALUI VIDIO COMFRENCE HARINI INI GUBERNUR JABAR RESMIKAN RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARN NEWS-Melalui vidio comfrence, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami, yang didampingi Ketua DPRD Jawa Barat, Taufik Hidayat dan pejabat lainnya, menandatangai prasasti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega di Kabupaten Pangandaran. (4/4)

Sementara Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari, didampingi sejumlah pejabat, antara lain, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin beserta pimpinan dan anggota DPRD lainnya, Sekda Pangandaran, H. Kusdiana, sejumlah anggota DPRD Jawa Barat, Kapolres Ciamis, Doni Eka Putra, Dandim 0613 /Ciamis, Letkol Arm. Tri Arto Subagio dan sejumlah pejabat lainnya, di RSUD Pandega menyaksikan langsung di layar kaca penandatangan prasasti tersebut.

Dalam sambutannya, Kang Emil, sapaan akrab gubernur jabar, menyampaikan, sebenarnya ia sudah  rindu ingin berkunjung ke Pangandaran, tapi karena kondisi saat ini tidak mendukung dan sedang fokus menangani percepatan pencegahan covid-19, terpaksa untuk datang ke Pangandaran ditunda dulu, termasuk untuk meresmikan langsung RSUD Pandega.

"Pokona mah RSUD Pandega Pangandaran paling keren di Jawa Barat, "unkapnya.

Emil mengatakan, seluruh kabupaten-kota di jabar termasuk Pemkab Pangandaran harus bisa bersama-sama saat ini fokus penanganan pencegahan virus corona. Dan Pemprov Jabar akan mengirim 5000 rapid tes ke Pangandaran untuk menangani ODP atau pemudik yang datang dari zona merah serta memerintahkan agar dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Bila perlu beri tindakan tegas namun terukur, karena ini untuk keselamatan orang banyak, "kata  Emil.

Sementara usai vidio confrence, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada sejumlah awak media, mengatakan, pembangunan RSUD Pandega dengan kapasitas 170 ruangan telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 milyar yang didukung dari APBD Jawa Barat dan APBN.

Jeje mengaku, sempat ada kendala saat akan meresmikan RSU ini, seperti masalah kerjasama dengan BPJS yang terkendala karena status RSUD Pandega belum terakreditasi  yang menjadi persaratan kerjasama. Dan jika saat itu tetap rumah sakit ini dibuka, maka BPJS tidak akan berlaku, tentu ini akan mengewakan masyarakt.

"Alhamdulillah melalui berbagai upaya akhirnya RSU Pandega siap melayani BPJS dengan dibantu dari APBD  Kabupaten Pangandaran selama belum bisa kerjasama dengan BPJS."terang Jeje.

Jeje menambahkan, saat ini Pemkab Pangandaran terus gencar menangani penyebaran virus corona, antara lain dengan kebijakan bantuan sosial maupun penyediaan masker yang akan disebar ke masyarakat

"Kami juga melakukan pengetatan di 5 titik perbatasan wilayah, untuk mengawasi warga yang akan masuk ke wilayah Pangandaran, "jelasnya. (PNews)

WARGA KELUHKAN JALAN PINTAS KARANGNUNGGAL-CIBALONG KONDISINYA RUSAK PARAH

TASIK NEWS-Masyarakat Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merasa prihatin, pasalnya sudah lama sekali akses jalan menuju Desa Cisempur Kecamatan Cibalong rusak parah.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Risma, kondisi jalan yang rusak ini menghambat perekonomian masyarakat di dua desa, mengingat jalan ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan kedua wilayah tersebut untuk lalu-lintas angkuatan  hasil produksi pertanian masyarakat.

"Jika jalan ini bagus tentu masyarakat pun akan semakin terbantu karena jalur angkutan hasil bumi pun semakin lancar, “ungka Risma.(3/4)

Risma mengatakan, siapa pun calon bupati yang terpilih pada pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun ini, yang penting yang bisa  membanggun infaktutur jalan yang ada di Kabupaten Tasik, pasti akan jadi pilihan masyarakat.

“Jadi intinya, jangan hanya mengobral janji palsu, tapi buktikan dengan kerja  bukan hanya slogan dan kampanye di atas fodium saja, “imbuh Risma.

Hal senada dikatakan sopir mikrolet (elf), Entis, keinginan ini agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan di Desa Sukawanggun Kecamatan Karangnunggal dan Desa Cisempur   di Kecamatan   Cibalong.

“Sudah dua kali ganti bupati tapi jalan disini masih saja belum diperbaiki, kami ingin pemerintah turun langsung ke lapangan agar tahu kondisi jalan disini, “kata Entis.

Akibat kindisi jalan yang rusak, kata Entis, hampir tiap hari di lokasi ini sering terjadi kecelakaan menimpa pengguna jalan.

“Apalagi jikaturun hujan, roda kendaraan bisa slip karena masuk pada tanah yang berlumpur. “terangnya. (ANWARWALUYO)

POLRES BANJAR AMANKAN SEORANG PENYEBAR BERITA HOAK TERKAIT VIRUS CORONA

BANJAR NEWS - Ditengah gencarnya pemerintah Kota Banjar dalam pencegahan virus corona (covid -19), malah muncul kasus berita bohong atau hoaks yang dilakukan salah satu warganya melalui media sosial dengan mengup-load "pasien positif virus corona di Kota Banjar kabur".

Karena perbuatannya pelaku pun langsung diamankan pihak Polresta Banjar, dan untuk mengklarifikasi hal tersebut, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana.S,IK, pun langsung menggelar teleconference  dengan beberapa awak media yang ada di  wilayah Banjar.

Dalam keterangannya kapolres mengatakan, pelaku hoax berinisial YN (42) warga Jelat Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman. Dalam akun facebook nya YN mangatakan bahwa penderita positif virus Corona di kota Banjar kabur, tentunya hal ini nenimbulkan keresahan di masyarakat.

“Hingga hari ini baru satu kasus hoax yang kami tangani, ”ujar Yulian. (3/4)

Yulian mengatakan, pihaknya akan terus melakukan patroli cyber dan akan menindak tegas sebagai upaya pencegahan beredarnya berita-berita bohong di media sosial yang tentunya hal ini akan meresahkan warga.

Yulian pun meminta agar masyarakat bisa memilah-milah informasi, dan apabila  memerlukan informasi yang berkaitan dengan covid-19, masyarakat bisa mengakses situs resmi pemerintah atau mendapatkannya dari media massa yang kredibel.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Banjar untuk tidak menyebar berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya. “tegasnya. (TITO)

KABAR GEMBIRA, RSUD PANDEGA PANGANDARAN AKAN MULAI DIBUKA SABTU BESOK

PANGANDARAN NEWS-Dipastikan peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Kabupaten Pangandaran, tidak bisa dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sesuai yang direncanakan dari awal. Pasalnya, kondisi saat ini dalam percepatan pencegahan mewabahnya covid-19, siapa saja tidak boleh melakukan perjalanan keluar kota.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, usai raat terbatas yang membahas persiapan rencana pembukaan RSUD Pandega besok hari senin tanggal april 2020.

“Persemian RSUD ini paling hanya dihadiri 50 orang, 7 orang pejabat ditambah undangan anggota DPRD dan undangan lainnya, “terangnya.(3/4)

Tapi walau pun secara langsung gubernur tidak bisa hadir, kata bupati, pihaknya pun sudah mempersiapkan teleconference dengan gubernur.

“Jadi secara virtual gubernur bisa menyaksikan bersama peresmian RSUD ini, “imbuhnya.

Bupati juga menjelaskan, untuk kesiapannya RSUD sendiri baik sarana mau maupun tenaga medis yang akan bertugas, pada prinsipnya semua sudah siap. Hanya ada yang masih dikerjakan, seperti lahan parkir, dan itu tidak akan menggangu operasional RSUD.

“selain lahan parkir, kita juga sedang mempersiapkan ruanga untuk isolasi untuk berjaga-jaga jika saja nanti ada yang positif virus corona, “imbuhnya.(PNews)

INI KATA BUPATI PANGANDARAN TENTANG PENGETATAN WILAYAH DAN JARING PENGAMAN SOSIAL Untuk kebaikan bersama, wayahna diam di rumah selama 14 hari...

PANGANDARAN NEWS- Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sekali lagi menegaskan, kebijakan memberlakukan pengetatan akses masuk ke Pangandaran ini bukan berarti tidak boleh masuk. Tapi harus mengikuti mekanisme yang dikeluarkan Pemkab Pangandaran, seperti mengisi formulir yang menyatakan kesanggupan untuk melakukan isolasi mandiri diam di rumah selama 14 hari sejak kedatangan.

“Jadi sekali lagi saya katakan, bukan tidak boleh masuk tapi ikuti mekanisme yang sudah ditentukan, “tegas jeje, saat ditemui usai mengikuti rapat persiapan RSUD Pandega.(3/4)

Ia mengakui, beberapa hari ke belakang data terkait warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Pangandaran masih belum sempurna, karena masih banyak warga pendatang yang tidakkooperatif untuk melaporkan serta melakukan isolasi mandiri. Untuk selanjutnya untuk mengisi data base ODP  ini akan dilakukan penyisiran yang dilakukan oleh RT dan RW. Selanjutnya RT dan RW ini kita akan kita berikan aplikasi untuk bisa mengakses langsung ke satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pangandaran, jadi datanya nanti bisa akurat dan terukur.

Yang tercatat sekarang ODP tercatat hanya 380, tapi Jeje meyakini jumlah sebenarnya bisa mencapai angka seribu, karena memang banyak warga datang ke Pangandaran secara sembunyi-sembunyi serta tidak melapor.

Jeje juga mengatakan, pihaknya saat ini sedang merumuskan jika memang harus diterapkan sanksi bagi warga pendatang yang tidak mau melapor dan tak melakukan isolasi mandiri. Dan jika memang mau masuk ke Pangandaran, silahkan isi formulir dan ikuti mekanisme yang sudah diterpakan Pemkab Pangandaran.

“Saya kira ini untuk kabaikan bersama, wayahna...diam dulu di rumah selama 14 hari, “

Sementara saat disoal rencana program jaring pengaman sosial, Bupati Pangandaran, mengatakan, bantuan sosial berupa beras sudah dipersiapkan untuk 1000 kepala keluarga (KK), dengan menggunkan voucer yang bisa digunakan untuk belanja di warung.

“Jadi kalau seorang warga belanja ke warung sebesar Rp 75 ribu, kita subsidi Rp 50 ribu, dan warga hanya mengeluarkan Rp 25 ribu saja untuk nilai total belanja Rp 75 ribu tadi, “terang bupati.

Jadi, kata bupati, beras tersebut tidak dibagikan dari mobil langsung ke masyarakat tapi akan disimpan di warung-warung kecil dan warung tersebut diberi keuntungan sebesar Rp 500 per kilogramnya.

Bupati menambahkan, mekanismenya voucer itu dibagikan langsung ke masyarakat untuk digunakan membeli beras ke warung, misalkan harga beras Rp 9.500 ribu, warung dapat keuntungan Rp 500.

Dan voucer ini juga dapat dibelanjakan tidak hanya beras saja, tapi bisa untuk membeli telor dan lainnya. Sementara untuk mekanisme warung yang menerima voucer dari masyarakat, nantinya ada petugas khusus yang mengaturnya..

“Total untuk jaringan pengaman sosial serta untuk menggerakkan perekonoman masyarakat
ini sebesar Rp 17,5 milyar. “terang bupati. (PNews)

PUSKESMAS URUG KOTA TASIKMLAYA SIAP LAYANI KESEHATAN WARGA, APA PUN KELUHANNYA

TASIK NEWS-Kepala Puskesmas Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, H. Arif, masyarakat tidak perlu panik berlebihan dengan virus corona ini, tapi tetap waspada serta selalu berperilaku hidup sehat.

"Memang penyebarannya begitu cepat, itulah mengapa harus diantisipasi,"kata Arif, saat ditemui di ruang kerjanya.(2/4)

Menurutnya, setiap saat pihaknya mengimbau kepada pasien yang datang untuk segera ke Puskesmas jika terserang penyakit apa pun, karena petugas kesehatan pun selalu siap melayani  seluruh masyarakat. Setiap ada keluhan terkait kesehatan masyarakat puskesmas selalu siaga   memberikan pelayanan. Hanya saja, kata Arif, jika ada pasien yang dicurigai terjangkit virus corona, pihaknya pun akan arahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  karena di Puskesmas sarana dan prasarana sangat terbatas.

"Alhamdulillah  di Puskesmas  Urug  tidak pasien positif corona, tapi kami tetap siaga dengan segala kemampuan yang kami miliki," kata arip

Setiap ada keluhan masyarakat, menurutnya, tetap akan melakukan tindakan kesehatan sesuai SOP, tapi jika ada yang terjangkit virus corona, maka akan  segera dirujuk ke RSUD  yang sudah menyiapkan ruang isolasi.

Arif juga menghimbau agar masyarakat tetap selalu menjaga kesehatan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit, juga disarankan agar tidak berkontak langsung dengan orang-orang yang baru kembali dari luar negeri terutama dari negara-negara atau daerah lainnya yang terpapar virus corona.

"Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, makan-makanan yang bergizi, sering cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, pakai masker kalau batuk, serta hindari orang-orang yang baru kembali dari luar daerah,"jelas arip

Hal senada dikatakan salah seorang perawat, Tita, ia menghimbau, apa bila ada warga yang pulang dari luar kota, diharapkan segera melapor serta melakukan isolasi mandiri, diam di rumah selama 14 hari sejak kedatangan.

“Mudah-mudahan keadaan ini segera berlalu sebelum bulan suci ramadhan tiba, sehingga seluruh umat islam pun bisa menjalan ibadah puasa  dengan tenang tanpa ada rasa panik dan was-was seperti sekarang, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)


INI UNGKAPAN WARGA KOTA TASIK TERKAIT ALIH FUNGSI TROTOAR

TASIK NEWS-untuk mengembalikan fungsi trotoar di Kota Tasik dibutuhkan tindakan tegas karena ini menyangkut  untuk penegakan regulasi pemerintah, sehingga tumbuh kesadaran bersama demi mengembalikan fungsi trotoar sesuai fungsinya untuk pejalan kaki.

Dan untuk mengembalikan fungsi trotoar yang memang sudah bukan semestinya butuh proses,  artinya pemerintah daerah harus memikirkan pemindahan atau relokasi para pedagang karena mereka membutuhkan tempat berjualan.

Seperti diungkapkan salah seorang warga Bojong Tengah, Yusuf Sulaeman (57), menurutnya, memang harus ada penataan PKL di sepanjang trotoar yang ada Kota Tasik, dengan kata lain mengembalikan fungsi trotoar menjadi jalan yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

“Secara normatif mungkin pemkot Tasik telah melakukan himbauan, edukasi dan  peringatan, “ungkapnya.(2/4)

Yusuf mengatakan, ia terpaksa harus berjalan hampir di tengah jalan saat pulang dari pusat perbelanjaan Asia Plaza, karena trotoar sudah dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL) sedangkan bahu jalan pun menjadi area parkir.

Pemkot Tasik harus melakukan tindakan untuk sterilisasi trotoar, tetapi, ujar Yusuf, tetap memikirkan PKL, da tidak bisa langsung main bongkar lapak tempat jualannya, karena itu akan  menimbulkan konflik sosial.

“Jika mereka tidak boleh berjualan di trotoar tetapi tetap harus dipikirkan juga mau dipindahkan kemana nantinya," tutur Yusuf.

Yusuf pun berharap, ke depannya pemkot melakukan pendekatan  dengan melibatkan stakeholder terkait, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Sehingga keberadaan trotoar bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsinya dan PKL pun bisa lebih ditata lagi, bukan berarti pelarangan untuk berjualan di trotoar tidak disertai dengan solusi, karena keberadaan PKL sebagai pelaku ekonomi yang mengantungkan hidup dari hasil berjualan juga perlu dipikirkan.

“Intinya, pemkot harus segera memperbaiki tata kotanya agar seluruh warga bisa menikmati kemajuan, kenyamanan serta keindahan Kota Tasik. “punkasnya. (ANWARWALUYO)

DPRD PANGANDARAN PANGKAS ANGGARAN RESES DAN BIMTEK UNTUK TANGANI VIRUS CORONA

KETUA DPRD PANGANDARAN, ASEP NOORDIN
PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin.H.M.M, menegaskan, dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, DPRD telah melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 2.25 milyar, yang  sudah disepakati dalam rapat pimpinan. Dua anggaran tersebut, diantaranya anggaran reses dan anggaran untuk bimbingan teknis pimpinan dan anggota DPRD.

Asep mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemda kabupaten harus menangani masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten/kota.

”Anggaran tersebut nantinya akan diarahkan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten, apakah untuk sembako atau untuk peralatan kesehatan,” ungkapnya.(2/4)

Diharapkan kesepakatan yang diambil DPRD ini, kata Asep, menjadi suport Pemkab Pangandaran untuk terus melaksanakan percepatan penanggulangan Covid-19 yang semakin hari situasinya semakin tidak menentu. Serta mudah-mudahan langkah ini juga bisa menjadi sebuah kegiatan gotong royong sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2020, kegiatan-kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat atau tidak prioritas itu digeserkan.

Selain itu, imbuh Asep, yang juga bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, di internal Sekertariat DPRD pun telah melakukan pergeseran anggaran yang sama digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

“Di setwan ada sekitar Rp 200 juta, sehingga total jumlah seluruhnya sekitar  Rp 2.45 milyar, “ ujarnya. (PNews)

ORARI LOKAL KOTA BANJAR AJAK LANGSUNG MASYARAKAT HINDARI KERUMUNAN MASA

BANJAR NEWS - Ketua Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) lokal Kota Banjar, Yana S Bachyan SIP.Msi, melakukan sosialisasi terkait Maklumat KAPOLRI kepada warga dengan cara berkeliling menggunakan mobil bak terbuka milik BPBD Kota Banjar.

Dengan menggunakan pengeras suara, Yana mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan tidak membuat kerumunan masa.

"Seluruh  masyarakat yang mendengar suara ini diharap  tidak berkerumun, silahkan tinggal di rumah masing-masing untuk pencegahan virus corona, sekali lagi, bapak -ibu sekalian tolong jangan berkumpul," kata Yana melalui pengeras suara.(1/4)

Sementara kepada PNews, Yana mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas yang tidak jelas, kecuali urusan penting yang memang tidak bisa ditinggalkan.

Dan hari ini kita, kata Yana lagi, kegiatan yang dilaksanakan ORARI dalam rangka mengurangi penyebaran pendemi Covid-19 di Kota Banjar.

“Kami dengan tim BPBD Kota Banjar serentak melakukan sosialisasi kepada masyarkat secara langsung,"terang Yana ,usai berkeliling di Desa Sinartanjung dan Kelurahan Purwaharja.

Yana mengtakan, himbauan ini akan terus dilakukan tim ORARI lokal Banjar sampai batas yang ditentukan Pemerintah Kota Banjar.

"Dengan himabauan yang kamilakukan mudah-mudahan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah selama 14 hari atau dua pekan, hindari tempat-tempat ramai dan jangan berkumpul, ini untuk mencegah kontak fisik dengan orang lain,"ucap Yana. (TITO)

SATGAS PENANGANAN COVID 19 DESA SIRNAJAYA HARI INI LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN

TASIK NEWS-Pasca dibentuk Satgas penanganan covid 19, sesuai intruksi Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, hari ini Pemerintahan Desa Sirnajaya Kecamatan Sukarajahari ini melaksanakan penyemprotan disinpektan dan sosialisasi pada masyarakat terkait pencegahan covid-19. (2/4)

Susunan satgas penanganan covid 19, diantaranya, pemdes, polse, koramil, bidan desa, mantri kesehatan desa,  FKPM, LPM, BPD, PKK, Karangtaruna, Kader posyandu, BPBD, dan ketua RT-RW.

Kepala Desa Sirnajaya, Jajang  Muharam, SHl yang didamingi Kapolsek Sukaraja, Pengki, dalam sosialisasinya, menyampaikan, seluruh warga harus bisa menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga dengan selalu menerapkan pola hidup sehat,

Untuk pencegahan mewabahnya virus copid-19, kata Jajang, masyarakat dsarankan harus rajin mencuci tangan, makan teratur dengan makanan yang sehat, serta untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap bugar, melakukan olahraga dan berjemur selama 15 menit serta senantiasa yakinkan diri dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Jajang juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan hari ini, mudah-mudahan dengan penyemprotan disinpektan ini khususnya DesaSirnajaya bisa terhindar virus corona.

“Dan semoga dengan kebersamaan ini copid-19 negatif di desa kita, “pungkasnya. (ENDAH)

INI JADWAL SEMENTARA RSUD PANDEGA PANGANDARAN

Ini merupakan jadwal sementara Rumah Sakit Umum (RSUD) Pandega Pangandaran, yang Insa Alloh akan dibuka pada tanggal 4 April 2020 mendatang. Dan setelah masa covid-19, seluruh dokter yang bertugas di RSUD akan hadir setiap hari.

BUPATI PANGANDARAN INTRUKSIKAN KEPALA DESA LAKUKAN PENDATAAN PADA WARGA PENDATANG

PANGANDARAN NEWS-Kekhawatiran Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, cukup beralasan apabila semakin membludaknya warga yang datang dari berbagai wilayah, terlebih dari kota yang terpapar virus corona, tanpa dilakukan filterisasi akan berakibat sulit terkontrol warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), karena selama ini data ODP hanya berasal dari pendatang yang melapor saja.

Padahal, kata Jeje, Pemkab Pangandaran sudah melakukan berbagai upaya termasuk pengetatan akses masuk ke wilayah Pangandaran di 5 titik daerah perbatasan.

“Ini perlu pemahaman bersama karena penanganan covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi seluruh masyarakat harus ikut berperan aktif dengan mengikuti anjuran pemerintah, “tegas Jeje, usai menerima beberapa kepala desa di kediamannya beberapa waktu lalu.

Jeje mengatakan, ia sudah memanggil seluruh kepala desa secara bergantian untuk memerintahkan agar pemerintahan desa juga bisa aktif setiap hari melakukan pendataan apabila di desanya ada warga pendatang, karena selama ini ada indikasi banyak warga pendatang yang sungkan untuk melaporkan kedatangannya ke puskesmas serta melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari sejak kedatangannya.

Nantinya para pemudik ini harus mengisi  formulir serta pernyataan kesanggupan untuk melakukan isolasi mandiri, dan kalau ada warga yang tidak disiplin, ini akan dijadikan dasar untuk dilakukan langkah-langkah sesuai undang-undang.

Desa merupakan pemerintah yang paling dekat dangan masyarakat, sehingga, menurut Jeje, ini akan sangat epektif bila desa ikut berperan aktif mendata warganya yang baru datang dari luar wilayah. Perangkat desa seperti RT dan RW dibantu petugas dari babinsa, babinkmtibmas serta petugas kesehatan dari puskesmas mungkin bisa jadi garda terdepan untuk mendata pendatang ini.

“Dan pelaporannya jika memang lokasinya jauh bisa melalui sms atau pesan whats app, “imbuhnya.

Jeje menambahkan, ia sudah meminta ke gugus tugas Covid-19 agar ada upaya pendataan di seluruh desa, sehingga bisa diperoleh data riil di lapangan yang akurat.

Jeje juga menyampaikan, ia dengan jajaran pemerintahan sedang mempersiapkan langkah-langkah terkait jaringan pengaman sosial, terutama program yang mempunyai efek terhadap kebutuhan pokok dengan menggerakan ekonomi masyarakat, walau saat ini pemkab juga harus bekonsentrasi pada rencana peresmian RSUD Pangandaran yang akan dilakasanakan tanggal 4 April 2020.

Awalnya, kata Jeje, ada sedikit masalah soal kerjama BPJS tetapi sudah ada jalan keluar, sehingga diharapkan RSUD Pandega akan segera bisa melayani,khsusunya masyarakat Pangandaran.

“Dan untuk antisipasi, kami juga sedang menyiapkan ruang observasi jika ada warga yang positif corona atau PDP. “terangnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN