PETUGAS GUGUS TUGAS COVID-19 BANJAR PERIKSA 28 PENUMPANG BUS DARI JAKARTA

BANJAR NEWS- Antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19  Dinas kesehatan Kota Banjar ,Polres , Dan Ramil 0613, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, gencar melaksanakan oprasi dadakan dengan memberhentikan salah satu bus di lokasi Pusdai, Purwaharja Kota Banjar. (26/03).

Menurut petugas dari Dinas kesehatan Kota Banjar, H.Budi, membenarkan adanya pemeriksaan darurat pada salah satu Bus trevel Nomor Polisi H -1422 - HG yang mengangkut sekitar 28 penumpang asal Banjar dari  jakarta.

“28 penumpang 16 orang diantaranya tercatat warga Desa Mulyasari  dan sisanya warga Kujangsari, Bangunharja dan Sukarame, yang semuanya merupakan warga Banjar yang sudah lama mengadu nasib di Jakarta menjadi buruh bangunan, “terang Budi.

Pemeriksaan penumpang tersebut dipimpin langsung Kepala Puskesmas Banjar dibantu 2 dokter lainnya, dokter Sari dan dokter Wiharso.

Dengan  memakai Alat Pelindung Diri (APD) seadanya, berupa jas hujan petugas pemeriksa pun masuk ke dalam bus untuk memeriksa satu persatu suhu tubuh penumpang dengan menggunakan termometer suhu.

Dan dari hasil pemeriksaan, menurut dokter Sari, dinyatakan masihterbilang normal dengan suhu badan antara 36,5 dan 37,7 derajat celsius.

“Artinya mereka masih dalam posisi Orang Dalam Pengawasan (ODP-red), “terangnya.   (TITO)

BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN TERKAIT PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA

PANGANDARANNEWS-Hari ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru terkait pencegahan penyebaran virus corona covid 19 di Kabupaten Pangandaran

Surat Edaran dengan nomor 443/1012/SETDA/2020 tentang peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease-19 (covid-19) di kabupaten pangandaran, tertanggal 26 maret 2020, merupakan dalam rangka mencegah penyebaran corona virus disease-19 (covid-19) di Kabupaten Pangandaran.

Dalam Surat Edaran tersebut, bupati menyampaikan, antara lain, 1. Setiap orang yang datang dari luar negeri dan luar kota wajib melaporkan diri kepada RT setempat dan tidak diperkenankan bepergian kemanapun selama 14 hari.

2. Ketua RT mendata orang - orang yang datang dari luar negeri dan luar kota pada masa darurat covid 18 serta menyampaikan laporan ke desa dan puskesmas setempat

3. Danramil serta kapolsek menugaskan Babinkamtibmas danBabinsa untuk melakukan pengawasan terhadap ODP, sebagaimana diatas.

4. Camat, danramil, kapolsek dan puskesmas berkoordinasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja masing masing, jika sarana dan prasarana terbatas agar mendayagunakan peralatan hand spray yang dimiliki petani

5. Kepala desa mensosialisasikan agar setiap Kepala Keluarga (KK) melaksanakan pencegahan covid 19 melalui penyemprotan lingkungan rumah dengan disinfektan dan cuci tangan dengan hand sanitizer secara mandiri.

6. Aparat pemerintah, TNI dan Polri tidak diperkenankan memberikan izin keramaian yang dapat menyebabkan kerumunan massa seperti,
a). Pertemuan sosial, Budaya, keagamaan, seminar, lokakarya dan kegiatan lainya yang sejenis.
b). Kegiatan konser musik, bazjar, pasar malam, festival, pameran dan resepsi keluarga
c), kegiatan Olahraga, kesenian dan hiburan lainya.
d). Unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainya yang mengakibatkan berkumpulnya massa
e). Kegiatan-kegiatan lainya yang sejenis.

Dasar dari surat ini adalah keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Negara no 13.A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di indonesia dan keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 443/Kep.189 - Hukham/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona virus disease 19( covid 19) di Jawa Barat

“Saya berharap, dengan adanya surat edaran ini masyarakat bisa berperan bersama pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di Kabupaten pangandaran, sehingga menanganani pencegahan pun akan lebih efektip dan baik, “tegas bupati. (hms-PNews)

PEMDES CIKUKULU LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DENGAN CAIRAN RACIKAN

TASIKNEWS-Untuk meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona, Pemdes Cikukulu Kecamantan Karangnungal Kabupaten Tasikmalaya, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa titik pusat kemaraian, tentu saja penyemprotan ini pun disambut warga dengan antusias.

Diharapkan dengan penyemprotan disinpektan ini mampu pencegahan meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, yang telah menewaskan puluhan orang, sehingga masyarakat pun harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan berupaya melakukan pencegahan.

Menurut Kepala Desa Cikukulu, Aep Triyana, pihaknya berupaya melakukan upaya pencegahan, salahsatunya dengan melakukan penyemprotan di beberapa lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus tersebut, terutama di lokasi yang menjadi konsentrasi masa. Dan penyemprotan ini pun tidak hanya di jalan protokol saja, tapi dilakukan juga di beberapa gang sempit dan  menyisir hingga di beberapa lokasi pemukiman warga.

“Ini sebagai langkah edukasi dan ajakan bagi masyarakat untuk melaksanakan hidup bersih dan sehat, karena masyarakat pun bisa melakukan penyemprotan ini “ ucapnya.(27/3)'

Kata Asep, kegiatan penyemprotan ini dilakukan serentak di beberapa titik, dengan diawali dari kantor desa, madrasah, mesjid, sekolah dan tempat atau fasilitas  umum lain yang dianggap rawan penyebaran virus corona.

Asep menjelaskan, formula desinfektan yang digunakan merupakan hasil racikan sendiri sesuai arahan dan pengalaman dari tim kesehatan setempat, dengan menggunakan bahan, diantaranya pemutih pakaian, pembersih kamar mandi dan pembersih lantai serta ditambah air.

“Cara membuat racikan ini, siapkan 1 liter air lalu tambahkan 2 sendok makan pemutih pakaian, 2 sendok makan pembersih kamar mandi dan 4 sendok makan pembersih lantai lalu aduk sampai merata, “terang Asep.

Asep menambahkan, sehari sebelumnya kegiatan penyemprotan,  BPD, LPM, Bhabinsa, Bhabinmas, Perangkat Desa, Bidan Desa dan Ketua PKK, sudah melakukan Sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran covid-19.

“Apa lagi sebentar lagi kita akan memasuki  bulan suci ramadhan, mudah-mudahan saja wabah virus  corona  ini bisa  cepat  hilang, “ungkapnya lagi. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)


POLRESTA BANJAR SEDIAKAN DISINFEKTAN CHAMBER UNTUK ANGGOTA DAN MASYARAKAT

BANJAR NEWS - Menyikapi semakin cepatnya perkembangan virus Corona di Kota Banjar, markas Kepolisian, Polresta Banjar, menerapkan upaya pencegahan covid-19 di area Mapolresta dengan membuat disinfektan chamber yang di peruntukan bagi anggota Polres Banjar dan masyarakat yang akan memasuki kantor Polres.

Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana,SIK, melalui Humas Polresta Banjar, Bripka Shandi, mengatakan pada media melalui central crisis copid 19, ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pendemi corona, dan setiap personil Polres maupun tamu wajib mengikuti prosedur tersebut.

“Disinfektan chamber ini berfungsi untuk penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian tubuh dan pakaian personil polres dan masyarakat yang akan berkunjung kesini, “Jelasnya.(26/3)

Selain penyemprotan tubuh, kata Shandi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum masuk ke Pores, seperti mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan di pos penjagaan secara antri.

Shandi juga menghimbau, agar masyarakat secara disiplin menerapkan social distancing sebagai upaya pencegahan Covid 19 sesuai yang disampaikan dalam Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor Max/2/lll/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona. (TITO)

DENGAN BERKELILING DUSUN, PEMDES SARIMANGGU SOSIALISASIKAN UPAYA PENCEGAHAN COVID-19

TASIKNEWS- Pemerintahan Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, dengan menggunakan mobil desa (mobdes), mobil pick-up  dan sepeda motor yang dikawal mobil patroli Polsek Karangnunggal, hari ini (26/3) melaksanaka sosialisasi keliling (wawar) terkait upaya pencegahan covid-19, dengan mengambil rute dimulai dari Kedusunan Cikukulu-Wargaasih-Cimanggu-Rancasengit- Pojok-Santrijaya- Citapen hingga Kedusunan Cacaban.

Selain diikuti Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP beserta staf desa, kegiatan ini juga diikuti Ketua Tp. PKK, Ny. Rita Farida, S.P,-Babinsa, Serma Hermanto, Bhabinmas Bripka Ade Nurhusna S, bidan desa, Hj. Kokom Komalasari, Ketua BPD, Eli Romli, S.Pd.,M.MPd, Ketua MUI Desa Sarimanggu Ustd. Nasihin dan Ketua Katar Desa Sarimanggu, Arif Hidayat serta peserta lainnya.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana,S.IP, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar masyarakat Desa Sarimanggu dapat melaksanakan himbuan pemerintah dan Surat Edaran  Bupati Tasikmalaya No 9 Tahun 2020   tentang peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Corona Virus Disease 19 (Covid -19).

“Kita harus yakin keadaan ini akan segera berakhir, mari kita berdo'a kepada Alloh semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat serta selalu ada dalam lindungan Nya , Aamiin Ya Robbal'Alamin, “ungkap Indra.(26/3)

Indra juga mengucapkan terimakasih kepada pihak polsek dankormil Karangnunggal serta seluruh perakat desa yang sudah bersama-sama  melakukan sosialisasi pencegahan corona dengan berkeliling desa.

Indra menambahkan, pencegahan corona ini tak bisa hanya mengandalkan kinerja pemerintah saja, namun seluruh masyarakat pun harus turut serta dalam memerangi virus corona ini.

"Saya juga berharap dengan sosialisasi ini menjadi salah satu usaha pencegahan agar tidak ada warga  yang terkena Corona,"pungkasnya. (ANWARWALUYO)

KETUA DPRD BERHARAP BUPATI PANGANDARAN TERBITKAN PERBUP TERKAIT PERGESERAN APBD

PANGANDARAN NEWS – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membuat langkah-langkah strategisterkait  penanggulangan dampak sosial Covid-19, terutama fokus-fokus yang tercantum di dalam Inpres RI Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Reposising Kegiatan, Relokasi Anggaran Serta PBJ Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Asep, ada tiga fokus yang harus dilakukan pemda, diantaranya bidang kesehatan, Social safety net atau bagaiaman kebijakan pemerintah terhadap hibah, bansos dan intensif ekonomi bagi para pelaku UMKM yang tentunya harus tetap berproduksi.

Dan terkait dengan tiga fokus tersebut, imbuh Asep, tentunya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh  Pemkab Pangandaran, diantaranya, data calon penerima, data buruh harian, data petani, data nelayan, data UMKM, data kemiskinan.

“Selain itu juga Pemda Kabupaten Pangandaran pun harus sudah menghitung dan mengkalkulasikannya dengan akurat bahan pokok serta mampu mempertahankan daya beli masyarakat, “,” ungkapnya, disela-sela penyemprotan disinfektan di fasilitas umum di Desa wonoharjo. (26/3).

Asep mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang kepada pemerintah daerah agar merombak APBD, maka DPRD Kabupaten Pangandaran pun sangat memahmi dan mendukung apabila Pemkab Pangandaran melakukan pergeseran anggaran sebelum perubahan APBD secara normatif.

Asep juga  meyakini jika Pemda Pangandaran melakukan pergeseran anggaran, itu telah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan juga peraturan perundang-undangan, dan ia juga meyakini jika Pemda pun telah melaksanakan langkah-langkah luar biasa di bidang kesehatan.

“Tinggal social net safety dan intensif ekonomi untuk segera dikordinasikan,”imbuhnya.
Asep juga mengatakan, terkait dengan pergeseran APBD, DPRD juga menyarankan agar bupati membuat Peraturan Bupati (perbup) serta melakukan koordinasikan terlebih dahulu dengan KPK dan BPK.

“Agar langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Pangandaran tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada,”pungkasnya. (Rb/PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKSANAKAN SE BNPD PERPANJANG STATUS SIAGA VIRUS CORONA

PANGANDARAN NEWS-Berdasarkan Surat Edaran (SE) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tentang memperpanjang status siaga darurat non alam virus Corona (Covid-19) sampai 29 Mei 2020, maka Pemkab Pangandaran pun memberlakukan SE BNPB ini di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, H. Kusdiana, saat memimpin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 rapat koordinasi di aula setda.(26/3)

Kusdiana juga mengatakan, status ini juga berlaku pada dunia pendidikan, sehingga masa belajar siswa di rumah juga akan diperpanjang, dan ini dilakukan secara bertahap sama seperti Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Intinya, dalam stuasi dan kondisi saat ini kesadaran masyarakat terkait persoalan ini menjadi sangat penting, “ucapnya.

Kusdiana juga menilai, hingga saat ini masyarakat masih ada yang melalaikan imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

Sementara ditemui secara terpisah, Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata, kepada beberapa awak media, menyampaikan, pemda terus melakukan langkah-langkah sistematis serta upaya serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya, kata Jejee, dengan terus mengawasi orang-orang yang datang dari luar negeri atau dari wilayah yang telah terpapar Covid-19.

“Saya akan tegas untuk melarang mereka keluar rumah selama 14 hari sejak kedatangannya, dan ini akan terus diawasi oleh RT, kepala desa, Babinsa dan Babinkabtimas,”kata Jeje lagi.

Upaya lainnya, lanjut Jeje, akan dilakukan penyemprotan disinfektan besar-besaran di masyarakat, dan Pemkab Pangandaran sudah menyiapkan 4000 liter disinfektan. Kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24  sterillization room (ruangan sterilisasi) yang akan ditempatkan di setiap instansi pelayanan masyarakat, seperti kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, disdukcpil, dinas perijinan dan lainnya.

Jeje juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk saat ini tidak melaksanakan yang sipatnya membuat kerumunan masa, seperti hajat, kegiatan agama dan lainnya.

“Untuk mencegah wabah virus corona ini harus didasari dengan kesadaran bersama, sehingga diharapkan ini dapat memutus mata rantai penyebaran, “ungkapnya. (PNews)

50 MESJID DI DUA KECAMATAN MENDAPAT PENYEMPROTAN DISINPEKTAN DARI KORAMIL PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS- Dalam rangka antisipasi penyebaran virus corono, lebih dari 50 sarana ibadah khususnya mesjid di dua kecamatan, Sidamulih dan Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, mendapat bantuan penyemprotan disinpektan dari Koramil wilayah tersebut.

Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Infantri. Ikeu Masrika, membenarkan, penyemprotan ini untuk mencegah sedini mungkin dan sebisa mungkin penyebaran wabah virus covid 19 di wilayahnya.

"Ini dilakukan ini sebagai rasa tanggungjawab kami terhadap kesehatan masyarakat,"ujarnya.(26/3)

Ike berharap, setiap warga atau jama'ah yang akan melaksanakan ibadah bisa steril dari berbagai kuman dan virus, sehingga ibadah pun bisa nyaman dan aman.

Sementara menurut salah satu pengurus mesjid Al-Furqon di Desa Pananjung, H. Firdaus, enyemprotan disinpektan ini merupakan usaha ini sangat bagus, sehingga mesjid-mesjid pun lebih steril.

“Sehingga jamaah yang akan meaksanakan ibadah di masjid pun merasa aman apalagi dalam keadaan berwudhu, “ujarnya. (HARIS F)

SEJAK MEREBAKNYA COVID-19, PEDAGANG DI KOMPLEK DADAHA TASIK SEPI PEMBELI

TASIK NEWS-Sejak adanya Penyebaran virus Corona di berbagai daerah termasuk Kota Tasikmalaya, ini sangat berdampak bagi pedagang kecil.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang kaki lima yang biasa berjualan minuman ringan di komplek Dadaha, Yayat (37), sudah seminggu ini pelanggan yang sering minum kopi di warungnya sekarang tidak datang lagi, jelas dengan kondisi ini pendapatannya pun turun dratis sampai 50 persen dibandingkan sebelum adanya Virus Corona.

Bukan hanya Yayat, keluhanyang sama dilontarkan pedagang kecil lainnya, dampak wabah covid-19 ini sangat berpengaruh sekali pada usahanya, karena kini sudah tidak banyak lagi masyarakat yang keluar rumah.

Yayat mengatakan, apalagi sebentar lagi mau masuk bulan puasa, tentu ia pun tidak berjuaan di siang hari. Padahal sebelumnya, apalagi pada akhir pekan, komplek olahraga Dadaha selalu jadi tujuan masyarakat untuk melakukan kebugaran.

“Jika banyak pengunjung yang datang ke Dadaha, tentunya dagangan pun bisa laku banyak, “ujarnya. (ANWARWALUYO-ENDAH)

WALAU ODP DAN PDP BERTAMBAH TAPI POSITIP COVID-19 DI KOTA BANJAR HINGGA SAAT INI NIHIL

BANJAR NEWS - Ramainya kasus virus Corona di Kota Banjar membuat panik sebagian masyarakat, pasalnya impormasi yang diterima masyarakat sangat simpang siur. Tapi setelah hal tersebut disosialisasikan Centre Corona crisis Covid-19 kota Banjar melalui juru bicaranya, H.Tomi Subagja,  dengan tulisannya lewat chatingan di Group Covid-19 Kota Banjar(24/3), diperolehan penjelasan, kasus Covid-19 di Banjar hingga pukul 14.00 Wib tanggal 24 maret 2020, terlaporkan 34 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 5 orang Pasen Dalam Pengawasan (PDP) sementara yang positif Covid masih O alias belum ada penderita Virus Corona yang positif di kota Banjar.

“Jadi hingga hari ini tanggal 25 maret, ODP ada 37 0rang, PDP 7 Orang sedangkan untuk positif terserang virus Covid-19, Alhamdulillah tidak ada, “ungkapnya.

Di sinyalir, kata Tomi,  selama dua hari ini kasus ODP dan PDP bertambah, sehingga pemkot pun selama ini terus melaksakan berbagai arahan sesuai dengan edaran wali Kota yang sudah disebar  baru-aru ini.

Diharapkan, imbuhnya, masyarakat Banjar tidak perlu panik tapi  tetap waspada, minimal mampu menangkal berkembangnya virus Corona dengan senantiasa berprilaku hidup sehat.

“Karena sehat merupakan bagian dari upaya pencegahan dini, “jelasnya. (TITO)

PEMKAB PANGANDARAN TERUS LAKUKAN LANGKAH PENCEGAHAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Berbagai upaya pencegahan virus corona (covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, mulai dari pemantaun pada warga yang baru datang, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis hingga persiapan penyemprotan disinpektan di beberapa titik yang menjadi pusat kerumunan masa.

Seperti diungkapkan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Sekda, Kusdiana dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran di ediamannya di jalan Kidang Pananjung Desa Pangandaran (25/3).

Menurut bupati,  pemda akan mengawasi orang-orang yang datang dari luar Negeri atau pun yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

“Kita akan awasi dan menyuruh mereka untuk tetap diam di rumah  selama 14 hari sejak kedatangannya di Pangandara, “tegas bupati.

Warga yang baru datang tersebut, kata bupati, akan diawasi oleh Babinsa dan Babinkabtimas dengan melibatkan Kepala RT, RW dan pemerintahan desa dimana mereka tinggal, serta terus melaporkan perkembangannya ke pemda melalui puskesmas-puskesmas yang akan diteruskan ke Dinas Kesehatan. Jadi mekanismenya, apabila ada warga yang baru datang dari luar negeri atau dari wilayah yang terpapar covid-19, Ketua RT dibantu babinsa dan Babinkamtibmas akan mencatat dan melaporkan setiap hari perkembangannya ke desa atau langsung ke puskesmas. Dan jika jaraknya cukup jauh bisa dilaporkan melalui pesan whatsapp atau telepon langsung.

Begitu juga, lanjutnya, untuk Angkutan Umum Antar Kota Antar Provinsi saat datang ke Pangandaran, seluruh penumpang dan personilnya akan diperiksa dan kendaraannya akan di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Walau Alhamdulillah hingga saat ini di Pangandaran belum ada pasien positif corona, tapi kami tetap akan melakukan langkah-langkah sistematis untuk melakukan tindakan pencegahan covid-19 di Kabupaten Pangandaran, “kata bupati.

Selanjutnya, masih kata bupati, Pemkab Pangandarn pun akan melakukan penyemprotan disinfektan masal di masyarakat atau di daerah-daerah yang dianggap menjadi tempat kerumunan masa mulai kamis besok (26/3) dengan 3000 liter disinfektan yang sudah disediakan pemda.

Sementara untuk di kantor-kantor pelayanan publik akan disediakan 24 unit ruangan sterilisasi, seperti di kantor dan rumah dinas bupati, puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perijinan dan kantor pelayanan lain, sehingga warga yang datang ke tempat tersebut harus melalui bilik steteril dulu untuk dilakukan dicek suhu tubuh, hand sanitizer dan seterusnya.

“Kita juga sudah menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas 2 orang, untuk jaga-jaga apabila ada pasien positif corona sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan, “ungkapnya.

Dikatakan bupati, pemda juga saat ini sedang memesan 1200 alat pelindung diri (APD) untuk membantu tenaga medis yang di lapangan harus bersentuhan langsung dengan pasien.

Bupati juga meminta agar masyarakat Pangandaran untuk mendukung upaya social distancing,  pemerintah. dengan tidak melakukan kegiatan yang sipatnya membuat kerumunan masa. seperti hajatan atau lainnya.

Bupati  mohon pada masyarakat untuk saat ini bisa maklum, dan jika kadung sudah terlanjur akan melakukan pernikahan, bisa dilakukan akadnya saja sedang untuk resepsinya mohon ditunda dulu, begitu juga yang khitanan.

“Saya berharap masyarakat tidak panik dan senantiasa berperilaku hidup sehat, “imbuhnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Kesehatan yang merangkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg. Yani Ahmad Marzuki, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Pangandaran.

Sampai pukul 13.00 WIB hari ini (25/3), kata Yani, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nihil, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) 45 orang. Dan seseorang bisa dikategorikan ODP apabila 14 hari sebelum sakit dia memiliki riwayat perjalanan atau baik yang tinggal di area transmisi (penularan) di luar atau area transmisi lokal di dalam negeri, dan orang tersebut menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yakni demam dengan suhu badan mencapai 38º celcius, atau demam yang disertai salah satu gejala pernafasan, seperti batuk, sesak, sakit tengorokan, pilek, pneumonia ringan hingga berat.

Sedangkan status PDP, lanjutnya, apabila seseorang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan trasmisi lokal, atau memiliki riwayat perjalanan atau tinnggal di area transmisi lokal di Indonesia. kemudian mengalami demam dengan suhu badan 38º C atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk.

“Selebihnya, mari kita berdoa dan terus berikhtiar agar tidak ada masyarakat yang terjangkit, dengan salah satu upaya selalu berperilaku hidup bersih, dan sehat serta cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sesering mungkin,”jelasnya. (PNews)

BUPATI PANGANDARAN BANTAH BANGUNAN EKS PUSKESMAS MANGUNJAYA AKAN DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI COVID-19

PANGANDARANNEWS-Terkait berita yang mengatakan eks bangunan Puskesmas diKecamatan Mangunjaya abupaten Pangandaran yan akan dijadikan tempat karantina untuk pencegahanmewabahnya virus corona (covid -19), rencana tersbut diurungkan Pemkab Pangandaran. Hal ini dilakukan pemda karena berbagai pertimbangan dan situasi dan kondisi yang berkembang di lapangan.

Sementara  menanggapi hal ini, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam komentarnya di media sosial Face Books, ia mengatakan, apakah ini karena kurangnya sosialisasi atau kurangnya pemahaman masyarat.

Karena, menurut bupati, bangunan bekas Puskesmas tersebut tidak akan dijadikan tempat karantina atau isolasi pasein corona, melainkan untuk observasi bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri, seperti TKI atau TKW.

“Sebelum berbaur dengan masyarakat para TKI itu kita tampung disana dulu agar mudah dipantau, “terang bupati. (24/3)

Jika para TKI yang baru datang dari luar negeri tersebut langsung berbaur dengan masyarakat, kata bupati, dikhawatirkan andai TKI tersebut positif covid-19, maka akan sangat rentan bisa menular pada keluarganya dan masyarakat lainnya, selain itu pemerintah pun akan susah untuk melakukan pemantauan.

“Saya berharap, tolong semua menyampaikan hal ini dengan benar agar masyarakat tidak dibuat bingung, “tegas bupati. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19

PANGANDARANNEWS-Juru bicara bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg Yani Achmad Marzuki, usai mengikuti acara video conference dengan Gubernur Jawa barat, di Command Center Kabupaten Pangandaran (23/3), beberapa langkah sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona covid 19.

Langkah tersebut, diantaranya, membuat Surat Edaran (SE) Bupati Pangandran Nomor : 060/991.Org/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease-19 (covid 19) di lingkungan Pemkab Pangandaran, membuat surat cesaran Kepala Dinas Kesehatan tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19, melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten, melakukan  koordinasi secara terus menerus dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat, mengaktifkan kegiatan surveilans puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran.

Selain itu, Pemda Pangandaran juga melakukan pemantauan dan Indetifikasi terhadap kreteria orang dalam pemantauan (ODP), melakukan kerasama dengan lintas sektor seperti Bandara nusawiru dan melakuan pemantauan baik pada orang yang datang atau pun kembali dari luar negeri, melakukan Notifikasi 1X24 jam ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, kesiapan TGC dan PSC 119 serta hot line Kabupaten Pangandaran dengan nomer kontak 085320643695 dan  melakukan penyemprotan desinfektan dan pemberian handsanitaizer serta pengecekan suhu tubuh.

Dari pantauan di lapangan, kata Yani, berbagai aktifitas pencegahan dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi keliling (wawar) yang dilaksanakan instansi terkait.

“Himbauan secra terbuka ini dilaksanakan bekerjasama antara berbagai instasi, diantaranya dengan TNI, Polri, kecamatan serta puskesmas. “terangYani. (PNews)

ADE UU SUKAESIH LANTIK DAN AMBIL SUMPAH 300 ASN PADA 31 OPD LINGKUP PEMKOT BANJAR

BANJAR NEWS-Walau ada himbauan agar menghindari kerumunan masa banyak karena terkait gencarnya pencegahan mewabah covid-19, tidak menyurutkan Pemerintahan Kota Banjar Provinsi Jawa Barat, untuk melaksanakan prosesi pelantikan dan janji sumpah CPNS menjadi PNS.

Dalam pelaksanaannya, Wali Kota Banjar, DR,Hj Ade Uu Sukaesih.M.Si, secara simbolis melantik 5 orang ASN sekaligus melakukan mutasi/rotasi 294 ASN yang ada di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Banjar, bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Komonikasi dan Impormatika.(24/3)

Dalam sambutannya, wali kota, mengatakan, dalam pelaksanaan ini tidak mengurangi kekhidmatan  proses pelantikan, karena yang utama diharapkan setelah pelantikan ini kepada pejabat yang dilantik harus bersyukur atas keberhasil ini, karena diluar sana masih ada ribuan orang yang berharap jadi PNS.

“Saya juga berharap agar kualitas dan kinerja PNS Kota Banjar harus semakin meningkat dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, “tegas Ade.

Sebagai bentuk rasa syukur, menurut Ade, ada dua yang harus dilakukan, pertama taat pada aturan agama dan yang kedua taat pada peraturan dan perundañg undangan yang ada.

“Jika keduanya dipatuhi, Insya Alloh akan menjadi manusia dan PNS yang berkualitas. “Pungkasnya. (TITO)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN