ANTISIPASI SPBU NAKAL, PBM TASIKMALAYA LAKUKAN SIDAK JELANG IDUL FITRI

PANGANDARAN-Menyikapi semakin maraknya usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikeluhkan masarakat ada pengusaha SPBU yang bertindak nakal apalagi mejelang libur hari Raya idul Fitri dengan memanfaatkan situasi ramai guna kepentingan pribadi untuk meraup keuntungan lebih, pihak Balai Kemetrologian (BK) Tasikmalaya dan Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Barat perlu kiranya untuk segera menertibkan beberapa pengusaha SPBU yang ada di lingkup Kabupoaten Pangandaran.

Pejabat Penera Balai Metrologi (PBM) Tasikmalaya Antonius Ariyanto mengatakan, sidak yang dilaksanakan tersebut akan digelar dijalur mudik selatan Jawa Barat dalam rangka pengamanan jalur mudik untuk mengantisipasi adanya mesin SPBU yang tidak sesuai aturan.

“Kalau jalur mudik  lalu-lintas ramai, BBM cepat dikeluarkan dikhawatirkan ada perubahan di mesin SPBU yang mengakibatkan berkurangnya BBM yang diterima konsumen,” Kata Antonius.(22/6).

Antonius menambahkan, sidak tersebut akan dilaksanakan dari mulai Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Kabupaten Pangandaran agar tidak terjadi pengurangan takaran pada BBM yang dikeluarkan oleh mesin yang ada tipa-tiap SPBU.

“Hasil survey biasanya permasalahan yang ditemukan di SPBU sebagian besar dikarenakan faktor mesin, usia mesin sudah tua  atau intensitas penggunaan mesin yang cukup tinggi yang berakibat mesin SPBU bermasalah,” Tambah Antonius

Antonius menjelaskan, selain itu mesin yang digunakan tua atau sudah tidak bagus bisa menyebabkan perobahan penyerahan BBM,  sehingga mesin SPBU harus ditera ulang atau pengaturan ulang mesin.

“Sering terjadi pada mesin SPBU adanya selisih yang lebih dari 120 mili liter, maka harus dilakukan pengaturan ulang pada mesinnya, kemudian  pihak Pertamina akan meminta Balai Metrologi untuk melakukan pengaturan ulang pada mesin SPBU jika selisihnya sudah di atas 60 mili liter,” Jelas Antonius.

Ditegaskan Antonius, jika ada SPBU yang melanggaran aturan maka akan diberi sanksi sesuai pasal dalam KUHP, UU Perlindungan Konsumen dan UU Metrologi.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Pariwisata Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Pangandaran, Maman S.Pd mengatakan, pihaknya hanya mampu melakukan pengawasan ke SPBU-SPBU per tiga bulan sekali.

“SDM dan tenaga kerja dibidang industri dan perdagangan terbatas, kami hanya mampu mengawasi SPBU satu kali dalam tiga bulan,” Terang Maman singkat. (AGE)

NUSAWIRU MENJADI TEMPAT PAVORIT "NGABUBURIT"

PANGANDARAN-Bandara Nusawiru yang berada di wilayah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran menjadi tempat pavorit untuk acara "ngabuburit" di bulan ramadhan ini, hampir setip sore menjelang adzan magrib banyak masarakat yang didominasi anak muda dari berbagai daerah sengaja datang ngabuburit menanti waktu buka puasa.

Menurut beberapa pengunjung,  alasan kenapa senang ngabuburit ke wilayah tersebut, karena lokasi Bandara Nusawiru yang terletak di antara tepi sungai dan laut menjadi daya tarik sendiri. "Tempatnya enak buat ngeceng dan saat sore hari pemandangannya pun indah  perpaduan antara alam sungai dan laut. “Ungkap Andri (26) salah seorang pengunjung asala Pangandaran.(16/6).

Apalagi nusawiru juga menurut Andri, berada dekat dengan muara sungai Cijulang sekaligus sebagai tempat pembudidayaan mangroove dengan joging tracknya, “Yang pasti, kami bisa betah berlama-lama disini. “Imbuh Andri.

Hal senada dikatakan Ujang Dedi (40) pengunjung asal Kecamatan Cimanuk Kabupaten Tasikmalaya, ia yang sengaja datang bersama keluarganya untuk bermain sambil ngabiburit. “Sekalian pengin lihat lapangan terbang dan pesawat punya ibu Susi, ini bisa membuat senang anak dan istri saya. “Kata Dedi.

Ditambahkan Dedi, ia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 15.00 menggunakan motornya, dengan terlebih dulu menyusuri pinggir sungai Cijulang yang berada disekitar bandara hingga sampai ke muara melihat panorama alam dan sungai yang membentang jauh sampai ke muara sebelum berlanjut ke area sekitar bandara, “Dari kejauhan kami bisa melihat pesawat di landasan yang akan terbang dan mendarat. “Kata Dedi lagi.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang keamanan bandara, Deris, setiap bulan puasa bandara nusawiru memang selalu ramai dan menjadi tempat paforit para remaja untuk menjadi tempat ngabuburit. Dari konvoi rombongan speda motor, kumpul bareng hingga aktrasi skate board atau apa saja, banyak yang bisa dilakukan pengunjung untuk mengisi acara ngabuburitnya. “Cuma saya selalu menyarankan, jangan kebut-kebutan di area dekat bandara karena selain akan membahayakan jiwa si pengendara juga mengganggu aktifitas bandara. “Terang Deris.(AGE)

SUGENG RAHAYU GANTIKAN PJS KADES CIMERAK TOHIR

PANGANDARAN-Serah terima jabatan di Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dilaksanakan di aula desa dan dihadiri Camat Cimerak, Tavian Soekartono, SE, warga perwakilan dari lima dusun serta tamu undangan lainnya.

Dalam acara tersebut, Kepala Desa Cimerak terpilih Sugeng Rahayu menggantikan Tohir yang selama 20 bulan menjadi Pejabat sementara (Pjs) yang sudah habis masa baktinya. “Kepada kades terpilih diharapkan bisa meneruskan program-program yang sudah berjalan yang semuanya bertitik tolak kepada kemajuan dan kesejahteraan warga desa. “Kata Tohir dalam sambutannya.(3/6).

Tohir juga tidak lupa minta maaf pada seluruh warga bila selama dalam menjabat kepala desa ada kesalahan dalam menjalankan tugasnya. “"Saya memohon maaf kepada seluruh aparatur desa juga masyarakat bila selama menjabat sebagai PJS Kepala Desa  Cimerak banyak kesalahan dan kurang berkenan di masarakat. “Ungkap Tohir.

Sementara dalam sambutannya, Kepala Desa terpilih, Sugeng Rahayu mengatakan, siap mengemban tugas untuk jabatan lima tahun ke depan dan meneruskan program-program yang telah dijalankan selama 20 bulan oleh PJS. Dalam melaksanakan tugasnya Sugeng pun berharap bisa bekerja sama dengan seluruh masyarakat serta bisa menerima kehadirannya sebagai kepala desa baru. “"Saya siap mengemban tugas mulia ini untuk lima tahun kedepan dan Insyaalloh dalam menjalankan tugas mudah-mudahan saya bisa amanah kepada seluruh warga. “Kata Sugeng.

Dalam hal membangun desa, lanjut Sugeng, pihaknya siap bersama-sama dengan warga desa sehingga bisa tercipta silaturahmi antara pemerintahan, BPD dan masarakat yang erat dalam rangka meningkan ekonomi masyarakat. Pihaknya juga tidak akan segan-segan untuk meminta masukkan pada semua pihak untuk bisa menghasilkan kinerja pemerintahan desa yang baik. “Mudah-mudahan ke depan ada masukan positif yang bisa saya apresiasikan dalam rangka membangun Desa Cimerak. “Pungkas Sugeng. (AGE).

WABUP PANGANDARAN LANTIK 10 KADES TERPILIH

PANGANDARAN-Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak 2016, 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran dilaksanakan di gedung Da’wah  Cijulang (3/6). Pelantikan langsung dilakukan Wakil Bupati dikarenakan Bupati Pangandaran masih berada di Singapura dalam rangka menjalani pengobatan. Pelantikan para kepala desa ini juga dihadiri seluruh Kepala SKPD, Perangkat Daerah, Camat, DPRD, TNI, Polri, tamu undangan lainnya dan 10 Kepala Desa terpilih.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati pangandaran, H. Adang Hadari mengatakan, diharapkan kepada semua kepala desa terpilih yang telah dilantik pada hari ini untuk bisa menjalankan tugas pemerintah dalam mengemban tugas mensejahterakan masyarakat di pedesaan.

“Karena desa merupakan salah satu perwujudan pemerintahan yang bisa langsung berhadapan dengan masyarakat, oleh karena itu desa harus mampu memegang amanah warganya. “Kata Adang.(3/6).

Para Kepala Desa, tegas Adang lagi,  harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sesuai janji yang diucapkan saat pelantikan, dan Kepala Desa pun  dituntut harus bisa merealisasikan pembangunan yang ada di desanya masing masing.

“Kepala Desa harus bisa menjadi panutan  masarakat serta bisa peningkatan ekonomi pedesaan yang sangat diharapkan seluruh warga desa. " Imbuh Adang.

Ditambahkan Adang, dalam melaksanakan semua program yang ada pemerintahan desa harus bisa bekerja sama dan bergandeng tangan dengan masyarakat dalam proses membangun agar kepercayaan masyarakat bisa tumbuh pada pemerintahan desa.

“Jadi image negatif tentang desa tidak akan muncul di masyarakat apalagi yang menyangkut urusan bantuan yang diberikan pemerintah terhadap desa. “Kata Adang lagi.

Sementara seperti diketahui nama kepala desa terpilih hasil pilkades serentak tahun 2016 di Kabupaten Pangandaran untuk periode tahun 2016-2021 diantaranya, Agus Suryaman Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya, Karsim-Desa Cibogo, Kursin Kurnaedi (Padaherang), Desa Sindangwani (Padaherang), Sano Desa Paledah (Padaherang), Tarso Sutarsono Desa Sukanagara (Padaherang), Ono Desa Kalipucang (Kalipucang), Salam Desa Putrapuinggan (Kalipucang), Saltun Desa Purbahayu (Pangandaran), Sugeng Desa Cimerak (Cimerak) dan Icang Hamdani Desa Mekarwangi (Langkaplancar).  *(AGE)

CAMAT PARIGI BANTAH KELUARKAN REKOMENDASI TAMBAK UDANG

PANGANDARAN-Camat Parigi Haryono membantah telah menandatangani prihal surat rekomendasi sebagai sarat terbitnya ijin dari Pemkab Pangandaran terkait pembangunan tambak di tanah harim laut di dusun Sucen Desa Cibenda Kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran,

"Saya sudah melarang berdirinya tambak di tanah harim, bahkan saya sudah menghubungi dinas perijinan agar jangan mengeluarkan ijin usaha tersebut, “Kata Camat Parigi, Haryono, S.Sos saat dihubnungi lewat telepon cellulernya.( 04/06).

Ditambahkan Haryono, tentang pernyataan Nanang Rusna (pelaksana lapangan di proyek tambak-red) yang mengatakan muspika Kecamatan Parigi sudah memberikan rekomendasi sebagai syarat keluarnya ijin usaha, itu tidak benar. Sebab menurut Haryono, surat rekomendasi itu dibuat bulan maret yang lalu sebelum satpol PP menghentikan kegiatan usaha tersebut, jadi surat rekomendasi tersebut sudah gugur setelah adanya musyawarah di rumah dinas bupati yang dihadiri oleh unsur muspika, Kepala Desa dan instansi terkait di pemkab Pangandaran. "Saat musyawarah pa bupati melarang berdirinya usaha tambak di area harim laut karena akan sangat mengganggu ekosistem laut,”Terang Haryono.

Setelah diambil kesepakatan bersama dalam musyawarah tersebut, lanjut Haryono, larangan ijin untuk usaha yang menggunakan area harim laut sejak itu semua rekomendasi yang telah disepakati sebelumnya dinyatakan gugur. “Makanya saya kaget pas dengar kabar dari Kasat Pol PP yang kebetulan sekarang bersama-sama mengikuti kegiatan dinas di bandung. “Imbuhnya.

Sebernarnya proyek tambak tersebut dulu telah dihentikan, tapi sekarang berjalan lagi dengan memperlihatkan surat rekomendasi yang sudah gugur sebagai alasan pelaksanaannya. “Selama saya mengikuti kegiatan dinas di bandung, untuk sementara saya serahkan urusan di kecamatan parigi pada sekmat. “Pungkasnya. *(AGE)

AKIBAT CARUT MARUT PROSES PERIJINAN, PEMBANGUNAN TAMBAK DIHENTIKAN POL PP PANGANDARAN

PANGANDARAN-Proyek pembuatan tambak udang di Dusun Sucen Rt 05 Rw 25 Desa Cibenda Kecamatan Parigi  dihentikan pelaksanaannya oleh Satpol PP Pemkab Pangandaran. Akibatnya, Nanang (40),  salah seorang warga setempat sebagai pelaksana pembagunan tambak tersebut merasa kaget saat kedatangan  sejumlah  petugas Sat Pol PP Kabupaten Pangandaran.

Sebagai pelaksana di lapangan, Nanang jelas kaget, pasalnya ia yang diperintah atasannya seorang pengusaha tambak yang mangatakan, jika pembangunan tersebut memang sudah mendapat rekomendasi dari muspika kecamatan dan pemda Pangandaran. “Makanya saya langsung saja melakukan pengerjaan tambak ini dan sampai hari ini sudah berjalan tiga hari, “Jelas nanang.(02/6)..

Nanang juga menyesalkan kepada muspika kecamatan yang seolah olah memberikan angin segar dalam pengurusan perijinan. Padahal saat sedang dilaksanakan pembangunan, ternyata katanya ijinnya belum ada. "Nah sekarang mungkin semua bisa lihat dari rekomendasi yang diberikan para muspika kecamatan yang menandatangani surat rekomendasi ini. "Kata Nanang sambil memperlihatkan surat rekomendasi tersebut.

Sebagai sarat rekomendasi untuk mendapakan ijin dari pemkab Pangandaran, menurut Nanang, seharusnya pemda harus jelas dan tegas kalau memang  tempat tersebut dilarang. “Kalau tanah harim laut memang dilarang didirikan tambak, seharusnya dari awal surat rekomendasi dari kecamatan tidak keluar, jadi kamai sudah mendapat kepatian dari awal. “Kata Nanang lagi.

Ditambahkan Nanang, jika ada kepastian aturannya, bahwa memang harim laut itu dilarang untuk dipakai usaha tambak  karena dampaknya akan berakibat patal pada ekosistem laut dan seterusnya, lalu kebijakan tersebut diikuti oleh aparat pemerintah lainnya, sehingga tidak akan keluar surat  rekomendasi sebagai syarat keluarnya ijin.  “Kalau sudah begini, ahirnya pengusaha yang dirugikan karena sudah banyak biaya yang dikeluarkan. “Imbuh Nanang.

Padahal kalau sejak awal surat rekomendasi tersebut tidak keluar, pasti belum ada biaya yang dikeluarkan dan pengusaha pun mungkin akan mencari lahan lain yang diperbolehkan. “Terus kalau sudah begini, siapa yang akan mengganti biaya tersebut ?”Tanya Nanang.

Sementara Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Sat Pol PP Kabupaten Pangandaran,  Mustofa menegaskan, bahwa tanah harim laut memang dalam Undang-undang tentang harim laut, dilarang untuk dijadikan tempat usaha oleh siapapun. Dan ini sudah dibahas dalam rapat kordinasi di setda baru baru ini, “Intinya, pemda tidak akan mengeluarkan ijin usaha bagi para pengusaha yang memakai tempat usahanya disekitar kawasan harim laut, “Terang  Mustofa. (AGE)

DARI SEKTOR PARIWISATA, PERHUTANI BELUM ADA KONTRIBUSI KE PEMDA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran tidak hanya dalam pengelolaan Pemda saja, beberapa tujuan wisatawan dimiliki juga oleh Perhutani yang lokasinya tersebar di beberapa kecamatan. Seperti Obyek Wisata (OW) Karangnini di Kecamatan Kalipucang, Cagar Alam Pangandaran, Obyek wisata Curug bojong dan Citumang di Kecamatan parigi.

Dari tahun ke tahun obyek-obyek wisata itu nampak terus berkembang, walau pun ada beberap lokasi yang pencapaina targetnya tidak tercapai.  Diantaranya OW Karangnini tahun 2015 dengan Rp. 185,1juta tercapai Rp 152,3 juta (82,24 %),  OW Curug Bojong  target Rp. 13.980.000 juta tercapai  3.575.000 juta (25,6 %) dan OW Citumang target 2015 sebesar Rp. 280.910 juta dan tercapai 579.145 juta  (206,16 %). “Sedang untuk OW Cagar Alam Pangandran, targetnya tidak ada pada kami tapi langsung dalam pengelolaan perhutani pusat.“Terang Asper  BKPH Pangandaran, M Ganjar Santosa.(1/6).

Ditambahkan Ganjar, untuk target tahun 2016, Karangnini Rp.  176.105.000 ,TWA Pangandaran/Cagar Alam Rp. 327.323.500, Curug Bojong Rp. 4.111.250 dan OW Citumang.762.888.500. “Dari tahun ke tahun memang citumang target pencapaiannya selalu meningkat. “Ungkap Ganjar.

Disoal kontribusi pihakinya pada Pemerintah Daerah, Ganjar mengatakan, pihaknya sudah membantu perbaikan jembatan di Desa Bojiong Kecamatan Parigi. “Sementara untuk bantuan pemeliharaan jalan kami rencananya akan ikut membantu perbaikanb jalan yang menuju wisata Citumang. “kata Ganjar.
Meneurt ganjar, pihak  BKPH Pangandaran dari sektor pariwisata memang tidak memberikan kontribusi apa-apa pada Pemkab Pangandaran. “Kami tidak punya kewenangan dan  belum bisa menjelaskan karena hal tersebut ada di tingkat pusat. “Jelas Ganjar.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Pangandaran, H. Endang Ahmad Hidayat mengatakan, memang betul sampai sekarang pihak  Perhutani Pangandaran belum memberikan kontribusi langsung ke pemda, padahal penghasilan yang diperoleh perhutani dari sektor pariwisata cukup besar. “Tidak sebanding dengan infrastruktur jalan menuju obyek wisata milik pemda yang digunakan perhutani. “Kata Endang.(30/5).

Endang yang ditemui usai acara doa’ bersama di Rumah Dinas Bupati Pangandaran menuturkan, komisi II DPRD Pangandaran pernah melakukan kunjungan ke Perhutani Purwokerto Jawa Tengah untuk  melakukan study banding tentang keberadaan obyek wista perhutani. Menurut Endang, di Purwokerto, dari perolehan obyek wisata perhutani ada sebagain bagi hasil  ke pemda. “Di pangandaran sendiri kami baru melakukan kordinasi hingga ke tingkat propinsi. “Jelas Endang.

Jadi, selama ini jalan desa yang menuju obyek wisata Citumang tersebut rusak, ironis, sebab biaya perbaikan jalan tersebut tetap dibiayai oleh desa dari ADD. “Beitu juga jalan menuju ke citumang milik kabupaten perbaikannya dari APBD bukan dari perhutani, “Ungkap salah seorang warga Sucen Desa Cubenda.(AGE-hiek)

PENATAAN DESTINASI PARIWISATA PANGANDARAN, KRISNAMUKTI: “PEMANDANGAN PANTAINYA TERHALANG PKL…”

PANGANDARAN-Acara meeting Program Tata Kelola Destinasi Pariwisata DMO Pangandaran 2016 yang digelar di meeting room Arwana Hotel Pangandaran,  dihadiri  Anggota komisi X DPR RI, Krisnamukti, Kepala Dinas Pariwisata Pangansdaran, Drs. Muhlis dan sejumlah stakeholder pariwisata, semua yang hadir pada intinya menitik beratkan pada penanggulangan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sampah yang selamaini menjadi momok di areal wisata Pangandaran.

Menurut Krishnamukti, agar program wisata ini berhasil semuanya harus bisa menjaga ke otentikannya dulu sebelum selnjutnya mengarah ke wisata dunia. “Mari kita tata dulu baik dari masalah sampah juga infrastruktur jalannya yang sangat menunjang sekali akan majunya pariwisata di Pangandaran. Ungkap Krisnamukti.(31/5).

Lebih lanjut Krishnamukti menjelaskan,  untuk masalah sampah sebaiknya pemkab pangandaran melakukan bagaimana cara penanggulangan sampah tersebut. “Baik dengan cara memakai pihak ke tiga dalam pengelolaannya ataupun dengan cara diadakannya lomba kebersihan pantai dengan iming iming hadiah yang tujuan utama dari semua itu bagaimana wisata pangandaran bebas dari sampah. “Lanjut Krisnamukti.

Krishanamukti berharap,  adanya kepedulian dari masyarakat setempat dan para PKL demi terciptanya kenyamanan para wisatawan yang datang ke Pangandaran, dan pantai barat sebagai cover depan wisata, seharusnya lebih menarik dan lebih bersih. Harus diusahakan diwilayah tersebut bebas PKL agar keindahan nya terlihat bagus tidak kumuh dan kotor," Kalau sekarang kan terhalang para PKL jadi view pantainya terhalang. “Kata Krisnamukti lagi.

Jejeran panjang bangunan PKL mempunyai kesan kumuh, maka  Pemerintah Daerah harus bisa secepatnya mengalokasikan para PKL tersebut agar tata ruang wisata kedepan nya lebih baik.

Di tempat yang sama, anggiota komisi II DOPRD Kabuoaten Pangandaran, Ade Ruminah menyambut baik semua gagasan atau pandangan yang dilontarkan Krishnamukti, malahan, menurut Ade pun usaha yang dilakukan pemkab pangandaran dengan gerakan “jumsih” ( jumat bersih) yang dilakukan oleh para pegawai di lingkungan pemkab Pangandaran sangat positif. " alhamdulillah hasil prakarsa Bupati H.Jeje Wiradinata dengan diadakannya kegiatan jumsih,  setidaknya memberi nilai positif bagi masyarakat dengan berkurang nya sampah di area wisata pantai, cuma anehnya para PKL sendiri cuma menonton saja karena tidak diikut sertakan dalam kegiatan tersebut. “ Kata Ade.

Ade menambahkan, dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa peduli pada kebersihan lingkungan pantai, “Apalagi Kabupaten Pangandaran sebagian besar PAD nya mengandalkan dari pariwisata,” Ungkapnya. (AGE)

ADA KENDALA PADA DATA CENTER DUKCAPIL KEMENDAGRI, HASIL PEREKAMAN TANGGAL 26 MEI 2016, PENCETAKANNYA KTP-el TERTUNDA

PANGANDARAN-Menyusul Surat Edaran dari Dirjen Kependudukan dan Pencatan Sipil Kementerian Dalam Negeri nomer: 471.13/5216/DUKCAPIL6.SES tentang proses penunnggalan hasil perekaman KTP-el, yang menyampaikan bahwa sesuai informasi yang diterima Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di seluruh kabupaten/kota terdapat kendala dalam proses pencetakan KTP-el terhadap hasil perekaman yang dilakukan setelah tanggal 26 mei 2016.

Setelah dicek oleh Dirjen Kepondudukan dan Pencatatan Sipil ternyata dari tanggal tersebut sampai saat ini terjadi gangguan proses penunggalan hasil perekaman KTP-el pada data Center Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kemeterian Dalam Negeri.

Menurut Kepala Dinas Dukcapilsosnakertran Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar
 kepada PNews mengatakan, dalam Surat Edaran dari Kemendagri tertanggal 30 mei 2016 menyampaikan, kepada seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kabupaten/kota seluruh Indonesia, bahwa pelaksanaan pelayanan perekaman KTP-el tetap bisa dilakukan sebagaimana biasanya, namun dalam pencetakan KTP-el nya belum dapat dilaksanakan.

“Sementara untuk data perekaman KTP-el yang dilakukan sebelum tanggal 26 mei 2016, pencetakan KTP-el nya dapat dilakukan sebagaimana biasanya. “Terangnya.

Tantan menambahkan, dalam Surat Edaran tersebut juga disampaikan juga, untuk permintaan penghapusan data perekaman KTP-el, untuk sementara belum dapat difasilitasi.
"Sedangkan bila ada masarakat yang membutuhkan KTP-el sangat mendesak, untuk sementara bisa memakai surat keterangan yang dikeluarkan oleh Disdukcapil. "Imbuh Tanatan.(hiek)

RAKOR DAN PEMBINAAN PASCA BENCANA KABUPATEN PANGANDARAN.

  
  PADAHERANG-Pentingnya kewaspadaan masarakat dalam menghadapi bencana yang ada di daerah, menjadi tugas bersama. Dan untuk lebih sigap dalam penanganan bencana tersebut, baru-baru ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat  Koordinasi dan Pembinaan Daerah-daerah Pasca Bencana Kabupaten Pangandaran.

    Dalam rakor yang diselenggarakan di Gedung Da’wah Padaherang ini dihadiri Kepala Pelaksanan (kalak) BPBD, DR. Drs. H Nana Ruhena, MM, Kapolsek Padaherang, PMI, MUI, Tokoh Masarakat dan Desa-desa se-Kecamatan Padaherangh yang sering kena dampak bencana. “Kabupaten Pangandaran merupakan daerah rawan bencana terutama di beberapa desa di Kecamatan  Padaherang, khususnya bencana banjir. “Kata Kalak BPBD, DR. Drs. H Nana Ruhena, dalam sambutannya.(31/5).

    Menanggapi  masyarakat yang terkena bencana berharap pada pemerintah untuk segera merelokasi rumah penduduk yang terkena banjir musiman, Nana menjelaskan, pihaknya akan segera ajukan hal ini ke bupati. “Saya berharap masyarakat  bersabar karena untuk relokasi tersebut pemerintah memerlukan proses yang tidak mudah. “Ungkap Nana.

    Ditambahkan Nana, penanggulangan bencana merupakan tugas dan tanggungjawab bersama, diharapkan seluruh elemen masarasakat bisa berperan aktif saat terjadi bencana di daerahnya masing-masing. “Dampak bencana adalah masalah kemanusian yang harus menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. “Imbuh Nana. (Toni T)

DOA' BERSAMA UNTUK KESEMBUHAN BUPATI

PANGANDARAN-Ratusan masarakat tumpah ruah datang ke rumah dinas Bupati Pangandaran untuk memberikan doa' atas kesembuhan bupati yang berobat ke Singapura besok. Doa' bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pangandaran dan sejumlah ulama dengan khusu meminta kesembuhan Bupati, H. Jeje Wiradinata yang akan menjalani operari ringan mengangkat benjolan kecil di tenggorakan yang mengganggu pita suaranya. "Saya sangat terharu dan berterima kasih oada masarakat yang datang turut mendoakan kesembuhan saya. "Ungkap Jeje.(30/5).

Menurut Jeje, ia tak menyangka jika perhatian masarakat sangat besar saat mendengar ia akan berobat ke Singapura. "Sekali lagi, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mudah0-mudah dalam pengobatan nanti diberi kelancaran dan kesembuhan. "Kata Jeje.

Hal senada dikatakan Asisten Daerah I Setda Pangandaran, Drs. H. Tatang Mulyana yang datang dengan jajaran pemerintahan lainnya, mengatakan, atas nama Pemeruintah Kabupoaten Pangandaran pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masarakat yang hadir dan sudah memberikan doa kesehatan pada bupati yang akan menjalani pengobatan di Singapura. "Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, MUI, alim ulama dan seluruh lapisan masarakat yang sudah memberrika doa' atas kesembuhan pa bupati. "Kata Tatang.
Masih di tempay yang sama, Ibu Ida Wiradinata mengatakan, turu dalam keberangkatan ke singapura ia dan ibunda bupati, adik dan kasubag rumah tangga setda. "Anak-anak kami tidak bisa ikut karena sedang konsentrasi belajar. "Terang ida. (toni)

MENAMBAH SARANA KELENGKAPAN, TAGANA PANGANDARAN KINI MILIKI DUMLAP

PANGANDARAN-Untuk menambah sarana kelengkapan TAGANA, Pemerintah  Kabupaten Pangandaran melalui Disdukcapilsosnakertrans memberikan beberapa alat yang nantinya bisa dipakai dalam penanganan kebencanaan.

“Kita memang sangat memerlukan perlengkapan-perlengkapan tersebut. ” Ungkap Kepala Dinas Dukcapilsosnakertrans Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar.(21/5).

Selain bantuan dari Dinas Sosial, menurut Tantan, kelengkapan tersebut diperoleh dari bantuan CSR yang ada di pangandaran. 

Bantuan yang diterima TAGANA antara lain, RTU (mobil resque), Tanki Air, DUMLAP (Dapur Umum Lapangan), Truk dan Speda Motor.

“Untuk truk, kami belum bisa terealisasi karena anggaran yang terbatas. “Kata Tantan.

Dari seluruh bantuan itu, pemkab Pangandaran hanya membayar administrasi dan asuransinya saja.

“Seperti untuk pembelian DUMLAP, kami hanya mengeluarkan anggaran Rp 17,8 juta saja. “Terang Tantan.

Walau pun tidak dipakai dalam penanganan darurat kebencanaan, rencana penggunaan DUMLAP tersebut bisa juga digunakan untuk kegiatan sosial. Seperti dalam kegiatan bakti sosial, kendaraan tersebut bisa dipakai tempat menyediakan konsumsi para peserta kegiatan.

“Atau berkeliling membagikan makanan pembuka puasa atau tajil pada warga di bulan ramadhan ini. “Pungkas Tantan.(hiek)

AKIBAT JALAN RUSAK, BANYAK “PA OGAH” DI JALUR BATUKARAS

PANGANDARAN-Seminggu jelang bulan Ramadhan, obyek wisata Batukaras banyak dikunjungi wisatawan yang datang untuk “munggahan”. Terlihat antrian panjang mobil dan motor yang memasuki pintu tol gate dari pagi hingga menjelang sore hari.

Tapi sayang, banyak wisatawan yang kecewa dan menggerutu, pasalnya, banyaknya  “Pa ogah” yang melakukan pungli jalanan dan berpura-pura memperbaiki jalan yang rusak, menutupi jalan yang bolong dengn batu dan tanah seadanya, terus meminta imbalan kepada mobil dan motor wisatawan yang lewat dengan sedikit memaksa.

Seperti yang diungkapkan salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Hendra (46), ia
sangat terganggu karena orang orang tersebut berada ditengah jalan sambil menyodorkan sair (alat tangkap ikan-red). “Tadi mobil saya hampir saja menabrak mobil yang ada didepan karena   berhenti mendadak akibat dari ulah para pungli jalanan", Ungkapnya kesal.(29/5).

Herannya, lanjut Hendra, tidak ada seorang pun petugas berusaha melarang pungli tersebut,  padahal pemandangan itu tidak begitu jauh dari pintu tol gate. “200 meter sebelum pintu masuk tempat penjualan tiket masuk ke tempoat wisata pantai Batukaras. “Terang Hendra.

Ketika P-news menanyakan tersebut ke petugas yang ada di tol gate, ia hanya mengatakan bahwa mereka memang tahu tapi tidak ada yang bisa dilakukan. “Kami  juga bingung harus bertindak bagaimana, karena mereka pemuda kampung sini jadi mending pilih diam saja  daripada nanti ribut kalau kami larang. “Katanya.

Salah satu warga Desa Batukaras, Edi (43) meminta kepada pihak Pemkab Pangandaran untuk segera bisa memperbaiki jalan yang rusak menuju obyek wisata Batukaras, karena gara-gara jalan rusak jadi banyak pungli jalanan. “"Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, demi kenyaman pengunjung yang datang kesini. “Kata Edi. (AGE).

UNTUK BANTU KELUARGA, SELEPAS SEKOLAH FATUR JADI PEMULUNG

PANGANDARAN-fatur Abdul Gani siswa kelas IX SMP Negeri I Padaherang Kabupaten Pangandaran mungkin selayaknya mendapat perhatian dari banyak pihak, pasalnya keinginan untuk bisa terus bersekolah harus ia lewati dengan perjuangan hidup yang berat.

Bagaimana tidak,  di usianya terbilang belia, saat keinginan untuk bermain dengan teman sebaya harus dilewati. Ia harus rela menyisihkan waktu bermainnya untuk mencari rongsok atau barang-barang bekas, karena  dari usaha itulah Fatur yang hidup bersama ayah dan satu orang adiknya bisa bertahan hidup dan membiayai sekolahnya sendiri.

Ayahnya yang kerja buruh serabutan pun tidak bisa terlalu diandalkan, jangankan untuk memberi uang jajan, untuk biaya hidup sehari-hari pun pasa-pasan. “Kalau Bapa tidak dapat uang, maka hasil dari usaha saya jadi pemulung bisa untuk nambah-nambah beli beras. “Ungkap Fatur.(24/5).

Menurut Fatur, sejak ditinggalkan ibunya ia menjadi pemulung yang dilakukannya selepas pulang sekolah, dalam mencari barang-barang rongsok, tak kurang ia harus berjalan hingga 5 km menyusuri jalan dan tempat-tempat sampah untuk mendapatkan barang-barang bekas yang bisa dijual. Seperti besi atau aluminium barang rongsok, plastik bekas minuman kemasan, botol dan kardus. Barang-barang bekas itu ia kumpulkan untuk dijual, dan dari hasil penjualan rongsok tersebut, uangnya selain ditabung juga untuk membeli keperluan sehari-hari.

Menurutnya, uang yang didapat dari hasil menjual rongsok dan barang bekas ia peroleh sekitar 5 ribu hingga 7 ribu setiap harinya, itu tergantung banyak sedikitnya barang yang ia dapatkan. “Setiap hari kerjaan saya jadi pemulung dari pulang sekolah hingga sekitar jam 4 sore baru kembali ke rumah. ”Terang fatur.

Fatur warga Rt 21 Rw 08 Dusun Babakanjaya Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang sudah tidak ada rasa malu lagi saat mengais rongsok sisa barang-barang yang terbuang harus bertemu teman sekolahnya, baginya untuk bisa bertahan hidup tidak ada yang harus dibikin malu. “Buat apa malu ? toh yang saya kerjakan ini tidak hina. “Ungkapnya lagi.

Menurut Fatur, adiknya pun yang sekarang duduk di kelas II satu sekolah dengannya tidak merasa malu kalau kakaknya ini jadi pemulung. “Teman-teman satu sekolah pun sudah tahu saya ini pemulung. “Terang Fatur.

Bagi Fatur, niatnya untuk melanjutkan sekolah sangat besar walau harus terus menjadi pemulung. “Saya tahu, banyak orang sukses berawal dari bawah sekali. “Ungkapnya lagi.

Mungkin baginya ketiadaan bukanlah sebuah aib yang perlu dibuat malu dan dikasihani serta berharap kebaikan orang lain karena rasa iba.  Masih banyak yang bisa dikerjakan dan bisa menghasilkan dengan tidak hanya menadahkan tangan. (Isis Koswara)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN