MUSHOLLA ALHIKMAH PANGANDARAN DIROBOHKAN, WARGA BERHARAP SEGERA ADA GANTINYA

PANGANDARAN – Ironis, Mushola AL-HIKMAH  dengan luas 11 meter x 13 meter2  terletak di o byek wisata pangandaran, tepatnya di Dusun Karangsalam blok Bulaklaut  Desa Pananjung  Pangandaran tempat melakukan peribadatan masyarakat muslim warga sekitar area mesjid harus dirobohkan. pasalnya bangunan mesjid yang dibangun pasca musibah tsunami pangandaran ini dibangun diatas tanah milik hotel, dan pihak hotel sebagai pemilik tanah yang syah bermaksud akan menggunakan lahan tersebut memperluas bangunan hotel, sehingga pada tabggal 20 maret 2016 mushola tersebut terpaksa harus dibongkar.

Pembongkaran mushola tersebut ternyata memunculkan masalah, pasalnya pembangunan mushola tersebut sebagian uangnya berasal dari bantuan  Lazis Dewan Da’wah (DMI). Hingga pada ahirnya diperoleh kesepakatan, pihak hotel sanggup memberikan bantuan sebesar Rp.100.000.000,- , namun warga sepakat tidak ingin diberi uang tetapi ingin dibangun mesjid kembali.

“Dan warga berharap bulan ramadhan yang akan datang mesjid tersebut sudah bisa digunakan shalat berjama’ah tarawih dan ibadah lainya.”Ujar salah seorang warga.

Berdasarkan hasil musyawarah yang dilaksanakan di Kecamatan Pangandaran, pihak DMI menyanggupi tuntutan warga tersebut.  Dalam musyawarah yang sama DMI pun berjanji selambat-lambatnya bulan april 2016  sudah ada kepastian.

“Namun sampai saat ini kami belum memperoleh kepastiannya." Kata Ketua DKM al Hikmah, Saridan yang juga ketua RW  setempat. (ODS)

TAK SESUAI PERENCANAAN AWAL, GAPURA DESA DIBONGKAR LAGI

PANGANDARAN – Gapura Selamat Datang di batas desa Bajongkondang dan Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten pangandaran dibongkar oleh LPMD Desa Bojiongkondang, pasalnya bangunan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan.

Seperti dikatakan Kepala Desa Bojongkondang, Dayat, Gapura yang dibangun di pintu masuk ke Desa Bojongkondang, kurang cdermat serta tidak sesuai denga perencanaan.

“Alasan pembongkaran trersebut karena memang tidak sesuai saja dengan perencanaan awal. “ Ungkap Dayat.(16/4).

Menurut Dayat, pembangunan gapuran yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Bojongkondang karena dianggap keberadaannya memang sangat penting dan terpisah dari pemnbangunan Jembatan Cibencoy ini dan lokasinya pun menempel pada bangunan jembatan.

Ditambahkan Dayat, pembongkaran tersebut dilakukan setelah pihak desa melakukan konsultasi dan masukan dari semua pihak.

“Ke depan, gapura tersebut akan dibangun kembali dengan lokasi yang strategis dan tentunya dengan perencanaan yang lebih matang. “Terang Dayat. (ODS)

PARIPURNA LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2015. IWAN M RIDWAN: “SAYA MAKLUM, KALAU PA JEJE MENGATAKAN SECARA FISIK TIDAK TAHU PERSIS..”

PANGANDARAN. Dari laporan LKPJ Bupati Kabupaten pangandaran pada rapat paripurna tanggal 31 maret 2016, disampaikan capaian penyerapan APBD tahun 2015 sebesar 83 %, itu dikarenakan karena masih sangat kurang serta lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sepeti di Dinas kesehatan, penyerapan anggaran hanya 47 milyr diluar anggaran untuk pembangunan RSUD, 35 milyar.

    Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd di hadapan wartawan usai memimpin rapat paripurna pertanggung jawaban LKPJ Bupati pangandaran tahun anggaran 2015.

“Dengan hanya 42 personil, terbayang bagaimana anggaran 47  milyar yang ada di Dinkes itu harus dihabiskan dalam 1 tahun.”Ungkap Iwan. 

Ditambahkan Iwan, dengan capaian penyerapan anggaran 83 %, pihaknya masih masih menganggap lemah kinerja pemerintah. Hal yang bisa membantu, adanya beberapa kegiatan-kegiatan yang memang skala prioritas sudah terserap anggarannya dan kegiatannya pun sudah dilaksanakan dengan baik.  Dan ada hal istimewa dan patut dibanggakan, hasil penelitian ilmiah yang dilakukan Unpad Bandung, ternyata pangandaran bisa mengalahkan Pemerintahan Kota Bandung. Penilaian DPRD dan seluruh fraksi, tidak maksimalnya penyerapan anggaran, berdasarkan fakta yang ada, disebabkan lemahnya SDM dan kurangnya personil serta lambatnya penetapan anggara. 

“Dulu ditetapkannya kan tanggal 22 pebruari, Alhamdulillah dengan kondisi ini kita masih bisa menyesuaikan dengan daerah lain. “Kata Iwan.

    Menurut Iwan , paripurna ini merupakan pertanggungjawaban pemerintah tahun pada APBD 2015 yang disampaikan bupati,  tapi Bupati depinitifnya sendiri baru dilantik tanggal 17 pebruari 2016. Artinya, LKPJ ini sifatnya secara pemerintah yang disampaikan kepada DPRD saja. Seperti APBD tahun 2014 sebagai hanya bersarkan perbup karena saat itu DPRD belum ada. Dan pembahasan serta penyerapan APBD tahun 2015 itu sebelum pangandaran mempunyai bupati-wakil bupati depinitif.

“Jadi saya maklum, kalau Pa jeje mengatakan, secara fisik penggunaan APBD 2016 tidak tahu persis. “Imbuh Iwan.

    Disoal janji-janji bupati dan wakil bupati dalam kampanye, Iwan setuju jika hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sedangkan yang disebut untuk mencapai visi-misi itu akan  dijabarkan pada program-program unggulan yang dijanjikan waktu kampanye dulu. “Dan itu tidak harus selesai dalam 1 tahun tapi dalam 5 tahun masa kepemimpinan Pa Jeje dan Pa Adang. “terang Iwan.

    Jadi, kata Iwan lagi,  untuk mencapai serta mewujudkan  Kabupaten Pangandaran akan ada tahapan. Untuk tahun 2016 apa dulu  yang harus di kerjakan,  tahun 2017 dan seterusnya.

“Berarti kan ada proses, ada tahapan untuk mewujudkan visi-misi tersebut. “Imbuh Iwan.

    Cuma Iwan menitipkan, jika pangandaran sudah menjadi destinasi wisata dunia, akan banyak wisatawan mancanegara yang datang dengan segala cara hidup dan budaya di negaranya masing-masing. Tentunya pangandaran sebagai kabupaten yang mempunyai budaya dan kearifan lokalnya yang masih terjaga utuh, harus bisa membentengi diri dengan budaya yang akan dibawa oleh wisatawan asing tersebut.

 “DPRD sangat setuju, bupati akan mencanangkan AMS dan SMP (Ajengan Masuk Sekolah dan Siswa masuk Pesantren-red) sebagai benteng untuk sejak dini pada usia sekolah dan tentunya juga bisa menciptakan pendidikan yang berkarakter. “Pungkas Iwan. (hiek-Pangandaran News)

KUD MINASARI RENCANAKAN BUKA SPBN DI PELABUHAN CIKIDANG

PANGANDARAN. Dengan jumlah anggota per 31 desember 2015 sebanyak 635 nelayan, Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran terus berbenah diri untuk bisa berkembang lebih baik lagi.  Dibanding 4 tahun lalu, KUD Minasari yang pernah mengalami keterpurukan, kini di bawah kepemimpinan H. Jeje Wiradinata, KUD yang beralamat di Jalan Kidang Pananjung no 240  terus mengalami peningktan. Baik kesejahteraan anggota atau pengembangan berbagai usaha dengan total asset sekitar 5 milyar.

“Ini berkat keseriusan seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk bisa lebih mensejahterakan masarakat nekayan pangandaran. “Ungkap Ketua KUD Minasari, H. Jeje Wiradinata melalui sambutan yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).(11/4).

Jenis usaha yang dimiliki Minasari, menurut Jeje diantaranya, usaha alat berat, hotel dan lain-lain.

“Tidak lama lagi kami pun berencana membuat SPBN (Statsiun Pengisian Bahan Bakar Nelaya-red) di sekitar pelabuhan Cikidang. “Lanjut Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, perkembangan KUD Minasari dari tahun ke tahun bisa langsung dirasakan nelayan. Dengan lancarnya lalulintas produksi perikanan laut yang dihasilkan nelayan pangandaran dengan mobilitas yang tinggi adalah salah satu indikator peran KUD dalam membantu usaha masarakat Pangandaran pada sektor perikanan  laut.

“Saya pun akan mengusulkan ke Kementerian Perumahan Rakyat untuk dibangun 600 unit rumah bantuan untuk nelayan pangandaran, “Katanya lagi.

Masih di tempat yang sama, salah satu anggota koperasi, Yakih (80), warga Rt. 04/04 Desa Pangandaran mengatakan, sebagai anggota KUD Minasari sangat besar sekali manfaat yang bisa dirasakan. pada RAT 2015 ia memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU)nya sebesar Rp 970 ribu.

"Saya mungkin termasuk anggota KUD Minasari paling lama. "Terang Yakih.

Menurut Yakih, kehidupan sebagai nelayan, jika tidak pandai-pandai mengatur uang dengan menyisihkan sebagian penghasilkannya untuk ditabungkan di koperasi, maka pada saat dimana datang musim tidak ada ikan untuk ditangkap, akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat seperti itulah akan sangat terasa manfaatnya menjadi anggota koperasi.

 "Selain bisa mengambil tabungan, kita pun bisa pinjam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Ungkap Yakih.  
Ditambahkan Yakih, walau kedua perahunya sekarang sudah diserahkan pada anak-anaknya, tapi ia tidak serta merta berhenti menjadi nelayan, karena kehidupan sebagai nelayan sudah tidak bisa dipisahkan lagi.

"Pernah saat musim ikan bawal putih, dalam satu hari saya bisa membawa uang ke rumah Rp32 juta. "Certa Yakin.

Disoal kepemimpinan H. Jeje Wiradinata di KUD Minasari, Yakih mengungkapkan, Jeje sebagai putra nelayan yang lahir dan dibesarkan di lingkungan nelayan tentunya sangat akrab dan paham pada keseharian kehidupan nelayan dan Jeje pun bisa merasakan langsung apa yang dibutuhkan para nelayan.

"Jika Pa Jeje masih bersedia, saya dengan anggota lainnya berharap mudah-mudahan Pa Jeje masih mau memimpin KUD Minasari. "Ungkap Yakih.

Sementara menyinggung soal maraknya penangkapan udang karang yang masih berukuran kecil, kepada nelayan Jeje berpesan, agar tidak melakukan hal seperti itu, karena selain bisa merusak perkembangannya juga secara ekonomis tidak menguntungkan. Dan jika masih ada yang menangkap lobster-lobster kecil tersebut, maka ia pun tidak akan segan-segan untuk membawanya ke ranah hukum.

“Apabila itu masih terjadi, pembelinya akan saya laporkan ke polisi. “Tegas Jeje.(hiek).

IWAPI BOYONG INVESTOR KOREA TANAMKAN MODAL DI PANGANDARAN

PANGANDARAN. Untuk bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan di daerah, Ikatan Wanita  Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Pangandaran bermaksud mendatangkan sejumlah insestor asal Negara Korea.

Demikian dikatakan Ketua Iwapi, Ade Robert kepada mdia usai pertemuyan dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di Rumah makan Rasa Sayang Pangandaran.

 “Selain melaporkan rencana kegiatan IWAPI, saya ditemani pengurus IWAPI pusat membicarakan juga tentang keinginan pengusaha asal korea yang akan menanamkan investasinya di pangandaran. “Ungkap Ade.(11/4).

Ade menambahkan, pengusaha asal korea tertarik dengan perkembangan dunia usaha Pangandaran dan menyatakan keinginannya untuk mengembangkan usahanya.

“Mereka tertarik untuk pengembangan usaha infrastruktur dan pembangunan bandara berskala internasional. “Imbuh Ade. (hiek)

KETIMBANG NGEMIS, AZIS JALANI HARI TUANYA JADI PEMULUNG

PANGANDARAN. Siapa yang ingin hidup miskin ? Dalam meniti alur kehidupan ini terkadang godaan selalu muncul untuk melakukan yang dilarang oleh agama seperti mencuri atau menjual barang haram lainnya demi untuk menghidupi keluarga. Tapi tidak demikianu dengan Abdul azis (68) salah seorang pemulung asal Desa Cigugur ini, dia tetap ingin mencari rejeki lewat jalan yang halal walaupun pekerjaan yang dia jalani tergolong hina.

Abdul Azis tidak harus menunggu belas kasihan orang sekitarnya atau menjadi pengemis untuk meminta-minta dalam menyambung kehidupan hari-harinya. Ia bahkan bangga di usianya yang telah renta masih bisa berusaha, paling tidak untuk keluarganya.

“Kemiskinan bukalah aib. “ Ucapnya tegar.(28/3).

Penghasilannya dari hasil memulung sekitar Rp 150 ribu yang dihasilkan dalam setiap minggunya membuktikan, usia tua dan renta bykan alas an baguinya untuk jadi modal minta dikasihini.

“ Saya bersyukur dengan hasil  sebesar itu daripada saya harus mengemis, walau kecil hanya cukup untuk beli beras tapi itu halal dan Insaalloh barokah. “Kata Azis.

Hasil cucuran keringatnya bisa dinikmati oleh isteri dan anak bungsunya yang kini masih sekolah di pesantren , di Kecamatan Parigi.

" Saya dibantu isteri jualan di rumah. “Terang Azis.

Walau hanya warung kecil-kecilan, isterinya pun bangga biusa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari.

“Walau tidak jarang warung sepi, tapi inilah yang bisa saya kerjakan untuk menyambung hidup. ”Ungkap isterinya.

Di usianya sekarang, mungkin seharusnya Azis sudah tinggal istirahat menikmati hari tuanya, bercengkrama dengan cucu-cucunya atau lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

“Apa pun yang saya lakukan untuk hidup ini harus saya syukuri. “Ujarnya. (AGE)

ADA POTENSI EMAS DI DESA KERTAHARJA ?

PANGANDARAN. Desa Kertaharja yang terletak  di wilayah kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran dengan jumlah penduduk 6500 jiwa, rata rata penduduknya di sini hidup sebagai penyadap nira bahan produksi gulakelapa.  Dengan karakter geologi hampir 90% terdiri dari bukit-bukit batu, Desa kertajaya pun memiliki potensi yang tersembunyi, hasil penelitian beberqapa tahun ke belakang Kertajaya menyimpan kekayaan luar biasa karena di desa tersebut terdapat kandungan emas yang berada di tiga dusun.

“Sebenarnya di desa kami tepat nya di dusun Jampang. Dusun Cikondang dan dusun Purwasari terdapat potensi pertambangan emas, karena adanya kandungan emas diwilayah tersebut, hanya saja potensi ini belum tergali oleh pemerintah kabupaten Pangandaran. “Jelas Kepala Desa Kertaharja, H.Oman Rohman.(9/4)

Ditambahkan Oman,  pembuktian adanya kandungan emas tersebut, dulu pernah ada PT.B3 salah satu perusahaan dari Jakarta yang ingin mendirikan perusahaan  tambang emas. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah mengadakan penelitian lebih dulu dan ternyata ditemukan adanya gurat emas di tiga dusun tersebut. “Namun karena belum ada ijin yang jelas terpaksa kami melarang kegiatan pertambangan tersebut. “Kata Oman.

Konon, beredar cerita di masarakat, dahulu  ada orang tua yang mengatakan suatu saat nanti warga Desa Kertaharja akan makmur dan sejahtera karena Kertaharja akan menjadi desa penghasil emas. “Yah..mudah-mudahan cerita tersebut benar adanya hingga benar-benar warga desa Kertaharja memang akan raharja. “Pungkas Oman. (AGE)

KEUSIK LUHUR, WISATA YANG TERLUPAKAN

PANGANDARAN. Desa Kertamukti yang berada di wilayah kecamatan Cimerak kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata yang bagus, seperti tempat wisata Keusik Luhur dan Bale Kambang. Tapi dengan seiring berkembangnya tempat tempat wisata lainnya, seperti Green Canyon, Pantai Batukaras, kini Pantai Keusik Luhur dan Balekambang terlihat sepi seolah wisata yang mati, padahal obyek wisata tersebut lebih awal keberadaannya sebagai tempat wisata dibanding tempat wisata yang belakangan muncul.

" Dulu waktu sebelum Pangandaran terpisah.dari Ciamis tempat wisata Keusik luhur dan balekambang masih banyak wisatawan yang berkunjung tapi sekarang sudah hampir 3 tahun lamanya setelah Pangandaran terpisah dari Ciamis tempat wisata di desa kami seperti tempat wisata mati, padahal pemandangan nya sangat bagus” Ungkap Kepala Desa Kertamukti, Asep Purnama.(9/4)

Menurut Asep,  padahal hanya di Pantai Balekambang yang mempunyai pemandangan indah, jika memandang ke hamparabn samudera seperti ada pulau terapung di hamparan pantai. “Di tempat lain view seperti ini tidak ada. “Jelas Asep.

Asep berharap,  kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk segera bisa menata kembali tempat tempat wisata di wilayah Desa  Kertamukti.

" Harapan kami dengan adanya penataan wisata di desa kami, bisa merealisasikan keinginan masyarakat untuk terciptanya kembali tempat tempat wisata di desa kami yang kini seolah mati. “ Ujar Asep. (AGE)

OBROLAN SANTAI MENTERI KP DAN BUPATI PANGANDARAN, MENTERI SUSI : “SELALU AJAK BICARA MASARAKAT..”

PANGANDARAN. Memanfaatkan waktu liburnya, Menteri Kelautan dan perikanan, Susi Pujiastuti menyempatkan pulang ke kampunghalamannya di kabupaten Pangandaran Jawa Barat.
Seperti biasa. Setiap pulang ke pangandaran, Susi selalu menyempatkan bertemu denga Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang merupakan teman lama sejak masih duduk di bangku SD dan SMP.

“Kami mengobrol santai sebagai dua orang sahabat yang kebetulan kami sekarang masing-masing mengemban tugas negara. “Ungkap Jeje Wiradinata, saat ditanya sejumlah wartawan usai pertemuan itu. (10/4).

Menurut Jeje, Ibu Susi lebih banyak bercerita tentang kecintaannya pada Pangandaran sebagai tanah kelahirannya. Bagaimana ia memberikan pesan agar bisa membangun Pangandaran ke depan dengan baik dan terukur sebab Pangandaran punya potensi besar, baik sektor pariwisata atau perikanan laut.

 “beliau berpesan agar benar-benar pengelolaan pangandaran bisa optimal dengan segala potensi yang ada. “Terang Jeje.

Dalam obrolan santainya di pinggir pantai barat sekitar area landasan Susi Air Jalan Pamugaran,  kata Jeje,  Susi pun menitipkan agar dalam membangun Pangandaran bisa mengajak bicara masarakat.

“Kata beliau, untuk menata pangandaran jangan sendirian. “Kata Jeje.

Ditambahkan Jeje, Susi pun memberi pesan, selalu mencintai alam agar pikiran selalu fresh, apalagi pangandaran mempunyai banyak tempat yang indah, bila ada waktu senggang, bersantailah dengan menikmati alam.

“Sejenak merenung, untuk mengagali ide-ide serta instropeksi siapa diri kita sebenarnya. “ Kata Jeje menirukan pesan Ibu Menteri.

Disoal rencana pembangunan Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI), Jeje menyampaikan, sekarang sudah masuk dalam proses lelang DED, dan Pemda Pangandaran akan menyiapkan apa yang dibutuhkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk proeses pembangunan tersebut.

“Keinginan Ibu Menetri untuk membangun PRIAMARI di Pangandaran tersebut memang sangat kuat. “Jelas Jeje. (hiek).

KKP BANGUN PIAMARI SENILAI 325 MILYAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN. Rencana Pemerintah Pusat melalui Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membangun Pangandaran Integrated Aquarium & Marine Research Institue (PRIAMARI) disambut baik pemerintah Kabupaten Pangandaran, proyek tersebut direncanakan menelan biaya sebesar Rp 325 milyar ini akan dibangun secara bertahap selama tiga tahun (multy years).

“Selain di pangandaran, proyek sejenis juga akan di Morotae Maluku. “Ungkap Kasubid Tatalaksana dan Sarana Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) Donal Daniel. (8/4).

Ditambahkan Donal, pembanguna PRIAMARI, selain menjadi kawasan wisata dan edukasi ( Aquarium, Museum, IPTEK Kelautan, Wisata Mangroe dan Pantai juga sebagai tempat kegiatan penelitian kelautan kawasan Samudera Hindia (Ekosistem, Lingkungan Perairan dan dasar Laut) serta akan dilengkapi Workshop Teknologi dan Kelautan.

 “Nantinya juga akan dibangun sejumlah menara pengawas dan kereta gantung. “Imbuh Donal.

Donal yang ditemui di kawasan pantai barat Pangandaran, kepada awak media mengatakan, direncanakan tahun ini proyek ini masuk dalam proses lelang, tahun 2017 bisa mulai tahap awal pembangunan fisik.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH mengatakan, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi segala keperluan baik administrasi atau pengadaan lahan untuk keperluan penunjang terlaksana proyek PRIAMARI.

“Lokasi pembangunan PRIAMARI terletak di dekat Pelabuhan CikIdang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran dan Pemda Pangandaran pun sudah menyiapkan lahan seluas 2,7 hektar. “Kata Mahmud lagi. (hiek).

GERAKAN JUMAT BERSIH, PNS PANGANDARAN PELOPORI KEBERSIHAN PANTAI

    
PANGANDARAN. Kali ini aksi simpatik diperagakan oleh PNS Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan menggelar jumat bersih yang dilakukan di obyek wisata pantai barat pangandaran. “Kegiatan jumat bersih yang dilaksanakan oleh PNS ini untuk memotivasi masarakat bagaimana indahnya jika kita mempunyai pantai tanpa sampah berserakan dimana-mana. “Ungkap Sekda Pangandaran, Mahmud, SH MH. (8./4).

    Ditambahkan Mahmud, untuk ke depan, lokasi dan jumlah PNS yang akan diterjunkan pun akan dibagi. Misalnya, lokasi pantai barat oleh dinas A, dinas B, lokasi Batukaras oleh Dinas C dan dinas D dan seterusnya. “Tapi bukan seterusnya masalah kebersihan obyek wisata akan dilakukan oleh kami, tapi mudah-mudahan gerakan ini buisa memberikan contoh serta bisa ditindak lanjuti oleh warga. “Imbuh Mahmud.

    Jika kebersihan sudah menjadi kebutuhan setiap warga, menurut Mahmud, maka masalah kebersihan pun nantinya akan menjadi tanggung jawab bersama antara masarakat dan petugas kebersihan. Artinya, jika di sertiap obyek wisata masalah kebersihan sudah tertata, maka wisatawan pun akan merasa nyaman saat berkunjung ke pangandaran. (hiek)

PELANTIKAN KETUA PKK & DEKRANASDA PANGANDARAN, NETTY HERYAWAN:”MASARAKAT HARUS BISA MEMPERTAHANKAN ADAT KETIMURAN..”

    PANGANDARAN .Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran harus bekerja ekstra, mengingat banyaknya masalah sosial di Daerah Ototnomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Salah satu contoh,  isu yang kini menjadi perhatian masyarakat, masih banyaknya kasus-kasus anak menderita malnutrisi atau gizi buruk di Pangandaran.
    Demikian dikatakan Ida Nurlela Wiradinata kepada wartawan usai acara pelantikan Tim Penggerak PKK dan Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pangandaran di gedung Islamic Center. “Melalui kunjungan-kunjungan, kami akan optimalkan program Bina Keluarga Balita Holistik dan Integral, “Ungkap Ida. .(5/4).
    Ditambahkan Ida, pihaknya pun akan konsentrasi pada perkembangan generasi muda sebagai generasi bangsa yang harus mempunyai SDM bagus sejakj mulai dari kandungan. “Ini sangat penting, dan harus menjadi program unggulan. “Imbuh Ida.
    Dalam acara pelatikan tersebut, Ketua PKK dan Dekranasda Propinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Herywan berkenan melantik Ida Nurlela Wiradinata sebagai Ketua Tim Penggerqak PKK dan Dekranasda Kabupaten Pangandaran.
    Kepada awak media, Netty menyampaikan, , secara khusus, ia berpesan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran untuk melakukan terobosan dalam penanganan kasus-kasus gizi buruk yang ada di pangandaran. “Saya tadi sudah pesankan pada Ibu Ida, jangan melakukan gaya-gaya masa lalu dengan menunggu laporan. Sekarang, ketika ada di media sosial, langsung bergerak dan kita kontak langsung kepada dinas-dinas terkait. “Kata Netty.
    Ditambahkan Netty, kader-kader PKK di Kabupaten Pangandaran harus mampu mengidentifikasi masalah-masalah sosial yang ada di tengah masyarakat dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah setempat. “Saya berharap dengan keterlibatan PKK pembanguna kesejahteraan keluarga juga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Netty.
    Saat ini,  menurut Netty, tantangan yang dihadapi keluarga tidak mudah. Anak-anak terancam oleh pergaulan bebas  dan narkoba apalagi dengan hidup di daerah wisata yang terbuka, “Warga Pangandaran harus bisa mempertahankan nilai-nilai agama dan nilai ketimuran. “Imbuh Netty. (hiek)

DISAYANGKAN, GEDUNG MILYARAN RUPIAH HANYA TERPAKAI 1 TAHUN

     
PANGANDARAN. Sungguh sangat disayangkan, keberadaan gedung Dinas PU Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran yang terletak di jalan baru sebelah selatan Pasar Desa Pananjung harus dipugar dan diratakan karena berada dalam kawasan yang diperuntukan “wajah” pangandaran.
Pembangunan yang menelan biaya sekitar 1,2 milyar ini harus diratakan karena tidak sesuai dengan konsep tata ruang pangandaran, padahal gedung tersebut belum genap setahun dipakai kantor Dinas Puhubkominfo. “Itulah jika pembangunan tidak memakai konsep yang matang. “Ungkap Ketua DPRD Pangandaran, Muhamad Taufiq, S.IP. M.Si.(31/3).
    Taufiq yang ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung da’wah Cijulang lebih lanjut mengatakan, pemerintah saat itu terkesan asal membangun, tidak memikirkan dampak dari lokasi yang mungkin saja tidak sesuai dengan peruntukannya. Sudah jelas, saat itu pemerintah Kabupaten Pangandaran belum mempunyai Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW). “Kita kan tidak tahu, apakah kawasan itu untuk jalur hijau, kantor pemerintahan atau untuk apa peruntukannya. “Sambung Taufiq.
    Begitu juga kantor Pendapatan DPPKAD dengan anggaran pembangunannya sekitar Rp. 800 juta rencananya akan bernasib sama dengan kantor Puhubkominfo. “Sungguh disayangkan, uang rakyat milyaran rupiah hanya terpakai setahun saja. “Kata Taufiq. 
    Taufiq menambahkan,  jadi benar apa yang banyak orang katakan, yang lebih tahu tentang pangandaran, ya tentunya orang pangandaran, karena segala perencanaannya akan terkonsep dan akan diharmonisasikan dengan RT RW dan tata ruang.
    Disoal rencana tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengungkapkan, rencana tersebut memang harus seperti itu. Artinya, kawasan tersebut memang harus diperuntukan sebagai “wajah” pangandaran. Saat wisatawan atau siapa saja yang datang ke pangandaran, sebagai gerbang adalah kawasan tersebut. “Kita ingin saat wisatawan datang ke pangandaran  mempunyai kesan baik dengan penampilan tempat yang pertama mereka lihat. “Ungkap Jeje. (hiek-PNews)

BERHAPAP ADA BANTUAN PEMERINTAH PANGANDARAN, BERTAHUN-TAHUN WAHAB HIDUP DENGAN KAKI TERIKAT.

     PANGANDARAN. Sebagai orang tua, siapa yang tega melihat nasib yang diderita anak kandungnya terikat seutas tali di kakinya. Dengan menempati teras belakang rumah, bertelanjang baju dengan tempat tidur dan tempat tidur dan tempat kesehariannya.
    Wahab, pria kelahiran tahun 1971 warga Rt.03/09 Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran sejak tahun 2000 mengalami gangguan jiwa. “Dulunya Wahab anak yang rajin dan baik. “Terang Sailan (76) dan Muslimah (75)  kedua orang tua Wahyab. (1/4).
    Menurut Muslimah, seluruh harta bendanya sudah habis terjual untuk biaya pengobatan anaknya, sudah tidak terhitung berapa kali pengobatan yang dilakukan orangtua demi penyembuhan anaknya. “Kita harta saya hanya tinggal rumah yang ditempati sekarang. “Terang Muslimah.

    Diceritakan Muslimah, sejak anaknya mengalami kegagalan dalam rumah tangganya, sekitar tahun 2000-2001 jiwa anaknya terganggu. Dikhawatirkan takut mengganggu orang lain, karena saat sedang kumat, Wahab suka mengamuk seperti memecahkan kaca rumah tetangga atau memecahkan kaca mobil yang lewat. “Hingga pernah suatu hari ada orang minta ganti rugi karena kaca mobilnya dipecahkan Wahab, tapi tidak saya ganti karena memang saya tidak punya uang. “Terang Muslimah lagi.
    Walau berat hati, menurut Muslimah, ia terpaksa mengikat kaki Wahab dengan seutas tali agar tidak bisa kemana-mana. “Siapa sih yang tega melihat anak kandungnya terikat seperti itu..”Kata Muslimah iba.
    Pernah suatu hari, lanjut Muslimah, Wahab diminta petugas kecamatan untuk dikirim entah kemana. Dikemudian hari baru diketahui, ternyata Wahab dibuang ke daerah Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Tapi karena Wahab disana pun masih suka ngamuk, Wahab pun dianiaya entah oleh siapa dan dibuang lagi ke kawasan wisata Perhutani, Karang Nini Desa Emplak. “Ada tetangga yang menemukannya Wahab dengan kondisi yang mengenaskan, maka saya pun membawanya ke rumah dan mengikat kakinya. “Terang Muslimah.
    Kini tidak banyak yang bisa dilakukan Sailan dan Muslimah, untuk keperluan sehari-hari pun hanya bisa mengandalkan belas kasihan tetangga atau bantuan dari salah seorang anaknya yang menjadi nelayan, entah harus apa lagi yang bisa diperbuatnya untuk bisa bertahan hidup serta mengurus anaknya.
    Salah seorang warga Karangsalam Desa Pananjung, Danu (24), mengatakan, jika melihat kondisi yang dialami keluarga Sailan, siapakah yang bertanggung jawab ? dimanakah pemerintah saat warganya membutuhkan ? “Pemerintah harus hadir ketika Sailan atau rakyat lainnya memerlukan bantuan seperti ini, apa pun bentuk bantuannya. “Ungkap danu. (hiek-PNews)    .
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN