WAGUB JAWA BARAT HADIRI PENGUKUHAN PENGURUS PUSAT KELUARGA MAHASISWA PANGANDARAN

Pangandarannews.com - Bertempat di aula setda Kabupaten Pangandaran  pengurus pusat keluarga Mahasiswa Pangandaran (PP KMP) Masa Khidmat 2022-2024 resmi di kukuhkan. (19/5). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Polres Pangandaran, KPU Pangandaran, Bawaslu Pangandaran, ketua karang taruna, organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Pangandaran. 

Usai pengukuhan dan halal bihalal acar pun dilanjutkan dengan Talk Show yang mengangkat tema "transformasi organisasi menuju Pangandaran maju dan mendunia" dipimpin moderator kawakan, Miftah Farid Ages serta tiga nara sumber, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, DR. H. Muhamad Agus Nurdin, M.Pd, Pembina KMP, Noval Muhajir Taufiqurohman, S.Pd.,Gr dan Ketua KMP Pertama, Hary Dwyan Fitriyana, S. Pd. 

Dalam paparannya Ketua PP KMP, Moch Lutfi Aditiya Hidayat, menyampaikan, secara sejarah Keluarga KMP dibentuk pada tahun 2012, dengan tujuan untuk mewadahi setiap mahasiswa dari berbagai kampus di Nusantara, yang diorientasikan untuk menjadi wasilah bersilaturahim dan sharing pengalaman.

"Maka dikepengurusan kali ini pun kami hendak ingin memformulasikan beberapa hal untuk kemajuan organisasi. Melalui visi besar yaitu transformasi organisasi menuju pangandaran maju dan mendunia, " Ujar Lutfi. 

Selain itu, kata Lutfi, sudah saatnya organisasi mahasiswa di Kabupaten Pangandaran melakukan perubahan dalam segi berpikir, bukan hanya sebagai oposisi ataupun kontrol pemerintah saja. 

Lutfi menjelaskan, KMP pusat ini menaungi beberapa kampus, diantaranya KMP Cabang Kampus STITNU, UNPAD baik Pangandaran maupun UNPAD Jatinangor, UPI, UNINUS, STKIP, UNFARI, UNSUD, dan IKHAC Mojokerto. Serta keanggotaan yang beragam jurusan ada yang jurusan pertanian, kesehatan, pendidikan, hukum, teknologi, sastra, budaya dan tentunya masih banyak lagi.Maka, potensi besar ini harus betul betul dapat dioptimalkan karena ini merupakan asetnya pangandaran.

Masih ketua KMP, Jika hari ini pemerintah dengan tujuan besarnya menciptakan wisata berkelas dunia, maka dengan memaksimalkan potensi para kaum intelektual ini, saya meyakini mahasiswa dapat berpikir jauh tentang bagaimana terciptanya pendidikan yang maju, kesehatan yang maju, petani yang maju, ekonomi yang maju dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian mahasiswa mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tata peradaban yang lebih maju dan lebih baik lagi di kabupaten pangandaran.

"Saya tegaskan, KMP Pangandaran bukan berarti menjadi penjilat pemerintah, budak kekuasaan, melainkan kami sangat sadar akan tugas kami sebagai kaum kritis dan intelektual, “tegasnya.

Apabila suatu hari pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, masih apalagi sampai melakukan penindasan, maka ucap Lutfi, pihaknya pastikan KMP akan menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan.

Sementara dalam Sambutannya, Wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, ia sangat mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan KMP.

“Seorang yang terdidik harus mempunyai ide dan gagasan yang besar untuk melakukan perubahan, “ujar Uu.

Uu juga menyampaikan beberapa point penting yang menjadi landasan perubahan, diantaranya harus punya kemauan, mampu berbuat dan memiliki keberanian. 

“Ini akan sangat penting dalam menyongsong ide dan gagasan besar agar yang dicita-citakan KMP terwujud, "ujar Uu. (yusupsidik)


INI PRESTASI GURU PANGANDARAN, BERHASIL CIPTAKAN KARYA ILMIAH UNTUK KEMAJUAN DUNIA PENDIDIKAN

PANGANDARANNEWS.COM - Guru merupakan tenaga profesional sejatinya mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencerdaskan para peserta didik dan dalam mencapai visi pendidikan nasional, menciptakan insan cerdas dan kompetitif. Karena guru sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi murid sehingga guru menjadi ujung tombak pendidikan. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DR. H Agus Nurdin S,Pd, M,Pd, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (17/05)

Menurut Agus, pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan.

“Jadi selain tugas mengajar guru juga dituntut untuk kreatif dalam pengembangan ilmu dan kopetensi untuk meningkatkan profesionalismenya, “ ucap Agus.

Agus mengaku sangat bangga karena guru-guru yang ada di Kabupaten Pangandaran walau ada di daerah terpencil dan merupakan kabupaten paling bontot di Jawa Barat sudah mampu menunjukan prestasi luar biasa karena belum lama ini telah berhasil membuat karya tulis ilmiah. 

Karya tulis ilmiah ini ucap Agus merupakan suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajian dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang bersifat objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas dan konsisten.

Tak hanya bangga, kata Agus ia juga merasa haru saat menerima buku setebal 800 halaman berjudul Monograf Didactical Design Research karya seribu guru yang diuji oleh seorang guru besar di Universita Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah mempu menjawab bahwa berada jauh di pelosok tak menyurutkan minat guru-guru di Kabupaten Pangandaran untuk mampu berkarya.

“Saya hampir menangis saat membaca halaman demi halaman isi buku tersebut, karena ternyata sebagian penulisnya merupakan guru yang nota bene ada di pelosok, seperti di Langkaplancar, Selasari, Cigugur dan lainnya, “imbuh Agus.

Agus mengatakan, dan untuk ini pemerintah pun melalui Kementerian Pendidikan Nasional seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang- Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, memfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan.

Agus juga mengatakan atas nama Pemkab Pangandaran, khususnya Disdikporan memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada seluruh tenaga pengajar yang sudah mendedikasikan diri semata untuk mencerdaskan siswa.

“Pesan saya, teruslah berkarya berikan yang terbaik untuk Kabupaten Pangandaran, “tegas Agus. (PNews)


KELOMPOK P3K MITRA CIKUPA SAAT INI GIAT REALISASIKAN PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN P3-TGAI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cikupa saat ini tengah giat merealisasikan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) yang diturunkan pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Citanduy dari sumber dana APBN dengan Jumlah Anggaran Rp 195 juta.

Realisasi program P3-TGAI tersebut dialokasikan untuk saluran pesawahan blok Goa Ciguha sepanjang 319 meter, saat ini progress pengerjaannya sudah mencapai 70 % dan anggaran yang diturunkan pun baru 70 % atau sebesar Rp 136.500.000 dari total anggaran.

Ketua Kelompok P3A Mitra Cikupa, Agus merasa bersukur karena dengan adanya Program P3-TGAI ini masyarakat Cikupa yang memiliki pesawahan sekitar 5 hektar di Blok Goa Ciguha, tepatnya wilayah Kedusunan Kendeng Desa Cikupa, saat ini sudah bisa teraliri air meski baru tahapan 70% pengerjaan.

Kata Agus, program ini merupakan jenis perbaikan jaringan irigasi, jadi sepanjang 319 meter sesuai dengan ketentuan akan dikerjakan semaksimal mungkin.

“Dan kedepannya kami masih punya PR ratusan meter untuk mencapai semua saluran sampai maksimal dalam mengaliri pesawahan sampai tembus Blok Cikupa, “Ucap Agus.

Agus menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemdes Cikupa, lembaga yang ada di Desa Cikupa, seluruh pihak yang telah ikut berpartisifasi untuk terelasisasinya program ini serta masyarakat yang turut andil dengan swadaya tenaganya hingga pekerjaan berjalan dengan cepat meski belum tuntas.

Masyarakat sebagai penerima azas manfaat tentunya sangat berterimakasih karena dengan ada pembangunan  saluran air untuk persawahan ini nantinya akan sangat membantu para petani.

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada pihak BBWS Cicanduy, BPD, Babimsa, tokoh masyarakat dan LPM yang telah bersinergi menyalurkan program mitra tani  kepada kelompok kami, “imbuh Agus. (anwarwaluyo)


KEMACETAN, LIMBAH DAN SAMPAH JADI CATATAN RAKOR EVALUASI PELAYANAN PARIWISATA KABUPATEN PANGANDARAN

Bupati Kab Pangandaran, JEJE WIRADINATA
PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di ruang rapat aula setda, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, Sekda Pangandaran Kusdiana dan Wakpolres Pangandaran, siang tadi memimpin Rapat Kordinasi Evaluasi Pelayanan Pariwisata di Hari Raya Idul Fitri 1443 H tingkat Kabupaten Pangandaran.(17/05)

Di depan peserta rapat yang hadir seperti Asisten I, II, III, stap ahli, Kepala SKPD, para camat, para Kapolsek dan lainya, dalam pemaparannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, intinya jika semua serius, focus dan melakukan korfdinasi yang baik maka segalanya akan menjadi mudah.

“Kita semua harus berfikir dan focus bagaimana agar penghasilan daerah bisa meningkat, “ungkap Jeje. 

Menurut Jeje, jangan terlalu diambil pusing jika apa yang dilakukan selalu jadi bahan gunjingan, karena pada dasarnya apa pun yang dilakukan pasti ada lebih dan kurangnya. 

“Tadi sengaja waktu rakor evaluasi kali ini sengaja agak lama, ini dimaksudkan agar semua pihak mempelajar kondisinya masing-masing, “ujar Jeje.

Jeje mengatakan kunjungan saat libur lebaran lalu hampir mencapai angka 1 juta pengunjung,  dan itu hanya dalam waktu sekitar 8-10 hari saja. Sehingga PAD dari sektor pariwisata hingga bulan mei 2022 sudah mencapai Rp 14 milyar, sekitar 47 persen dari target pendapatan pariwisata tahun ini.

Disoal permasalahan seperti parkir, sampah dan kemacetan, Jeje mengakui halk tersebut memang perlu ditangani agar persoalan tersebut semakin bisa diatasi pada masa yang akan datang.

Tadi juga kata Jeje, ia memberi kesempatan pada kepala SKPD terkait seperti Dinas Perhubungan, DLHK, Bapenda dan Dinas Pariwisata untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang memang seharusnya mendapat evaluasi dan perbaikan. 

“Seperti masalah sampah yang ada di pantai kita memerlukan kendaraan kecil dan seterusnya, “imbuh Jeje.

Sementara dalam kesempatan paparannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Sutrisno menyampaikan, di saat puncak kunjungan libur lebaran lalu ada sekitar 60-70 ton sampah di obyek wisata pantai Pangandaran, ditambah dari pantai Batukaras dan Batuhiu bisa mencapai 100 ton per hari.

Trisno mengatakan, para petugas sampah bekerja 24 jam sejak pukul 5 dini hari, dengan  kekuatan 13 armada dan sekitar 25 kontainer.

“Petugas kami sengaja bekerja sejak jam lima, karena jika pagi dan siang hari terjadi kemacetan sehingga armada pun sulit menjangkau lokasi container, “terang Sutrisno. (PNews)


PEMDES KARANGMEKAR ALOKASIKAN ANGGARAN DD TAHUN 2022 UNTUK PENINGKATAN SDM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dengan anggaran bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2022, beberapa waktu lalu Kepala Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal kabupaten Tasikmalaya mengadakan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk 3 lembaga yang ada di desa, diantaranya FKDT, Poktan, dan Linmas. (13/5)

Seperti disampaikan Kades Karangmekar, Asep Bahtiar, dengan dilaksanakannya pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, baik para Guru Diniah Takmiliyah dalam lingkup lembaga FKDT, Kelompok Tani, dan Linmas ini merupakan salah satu upaya menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan pembangunan SDM dari segi Pendidikan Agamanya, peningkatan keilmuan ketahanan pangan melalui Pertanian, dan tingkat keamanan lingkungan (Linmas).

Asep mengatakan pihaknya sengaja mengalokasikan sebagian anggaran yang telah diatur dalam juklak juknis penggunaan DD dimanfaatkan untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM.

“Karena saya piker peningkatan SDM pun sangat penting agar daya pikir sumber daya manusia bisa mengimbangi pembangunan di bidang fisik," uyngkapnya. 

Jika masyarakat cerdas, maka menurut Asep, akan muncul sebuah kekuatan yang paripurna, sejahtera lahir dan batin. Dan dengan kegiatan pelatihan SDM ini bertujuan untuk membangun kemajuan masyarakat serta kemakmuran warga desa.  

Di tempat yang sama Ketua FKDT Kabupaten Tasikmalaya Drs H Suryana, M.S.I menyampaikan apresiasinya, pasalnya dari 14 desa yang ada di Kecamatan Karangnunggal hingga saat ini baru Desa Karangmekar yang melakukan pelatihan peningkaran SDM bagi warganya.

Suryana berharap Desa Karangmekar bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya sehingga semua desa bisa mengadakan pelatihan seperti ini.

Suryana juga sangat mendukung dan siap membantu dengan ikhlas demi kemajuan masyarakat guna meningkatkan kapasitas SDM khususnya di Desa Karangmekar.

“Semoga  Desa Karangmekar mampu membanggun perekenomian, religius serta masyarakat cerdas dan makmur, “ungkap Suryana. (anwarwaluyo)


PB PMII DIANGGAP TIDAK BECUS MENYELESAIKAN PERSOALAN KONKOORCAB PMII JAWA BARAT

Fajar Satria
PANGANDARANNEWS.COM - Sudah tujuh bulan sejak november 2021 tidak ada keputusan terkait hasil Konkoorcab PMII Jawa Barat, yang semula sengketa di dalam penyelenggaraan tersebut akan diselesaikan langsung oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), nyatanya hingga saat ini masih adem-ayem. 

Ketua umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Ciamis, Fajar Satria menyesalkan sikap yang ditunjukan PB PMII ini dengan membiarkan sengketa  Konkoorcab PMII Jawa Barat tanpa kepastian dan tanpa upaya penyelesaian. 

Sejak terjadinya sengketa tersebut, ungkap Fajar, Cabang PMII Ciamis dan cabang lainnya di seluruh Jawa Barat telah menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan Konkoorcab PMII jabar yang diadakan di Asrama Haji Bekasi kepada PB PMII. 

“Namun yang terjadi malah hingga hari ini, PB PMII seolah lepas tanggung jawab, "kata Fajar. (216/05)

Fajar mengatakan proses penyelesain yang berlarut-larut ini malah membuat proses kaderisasi dan pengembangan organisasi di daerah terhambat, dan tentu dengan mangkraknya sengketa ini membuat kaderisasi di daerah Ciamis khususnya menjadi terhambat. bahkan rencana pemekaran PMII Cabang Kabupaten Pangandaran yang seharusnya membutuhkan rekomendasi dari Pengurus Koordinator Cabang PMII Jabar.

“Belum lagi persoalan kaderisasi formal, informal dan nonformal lainya yang melibatkan unsur PKC, "imbuh Fajar. 

Selain itu, Fajar juga mendesak kepada PB PMII untuk segera bertindak secepat mungkin menyelesaikan persoalan Konkoorcab PMII Jabar. 

"Saya meminta kepada Ketua Umum PB PMII untuk sesegera mungkin mengambil keputusan, karena kalau tidak maka yang menjadi korban adalah kaderisasi dan seluruh anggota PMII di Jabar akibat ketidakbecusan ketua umum PB PMII menyelesaikan persoalan," tegas Fajar. (YUSUPSIDIK)


DALAM KEGIATAN APEL SIAGA SECARA VIRTUAL, BKKBN AJAK MASYARAKAT TURUNKAN ANGKA STUNTING

PANGANDARANNEWS.COM  - Bertempat di alun-alun Kabupaten Subang Jawa Barat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar apel siaga dengan tema Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bergerak, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota. (12/05). 

Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Dinas KBP3A Kab. Pangandaran Drs. Heri Gustari, M.Si., Kepala Bappeda H. Muhamad Agus Satriadi, S.Pt., MP., Tim Pendamping Keluarga (TPK), pelaksana dan anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pangandaran ini dilakukan secara hybrid yaitu peserta dari kabupaten-kota lain mengikuti secara virtual, termasuk Kabupaten Pangandaran yang berlangsung di Gedung Bappeda Kabupaten Pangandaran. 

Dalam sambutannya Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan apel ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan pendampingan bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, dan baduta oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting. Karena seperti diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi yang berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia. 

“Saya mengajak masyarakat untuk memperjuangkan anak sejak dalam kandungan, hingga seribu hari kehidupan pertama dengan kata lain umur 2 tahun, “kata Hasto.

Menurut Hasto ada 3 penyebab stunting, antara lain gizi kurang bagus, sering sakit-sakitan dan pengasuhannya tidak baik. Dan anak itu harus dibahagiakan jangan sampai stress karena ada 3 yang bisa mengakibatkan stunting, diantaranya pendek tapi pendek belum tentu stunting, intelektualnya kurang, dan mudah sakit-sakitan. Dan orang yang stunting saat dewasa sangat rentan terkena penyakit seperti darah tinggi, stroke, dan kencing manis. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tim pendamping se-Indonesia termasuk Kabupaten Pangandaran mampu bergerak untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, “ucapnya. (PNews)


KUNKER KOMISI II DPRD PANGANDARAN KAWAL PEMBANGUNAN IRIGASI PERTANIAN DI KECAMATAN MANGUNJAYA

PANGANDARANNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran menerima kunjugan kerja (kunker) komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Restu serta  jajarannya di Kecamatan Mangunjaya.(13/05)

Dalam kunker tersebut rombongan Komisi II DPRD berkesempatan mengunjungi Kelompok Tani Mulyajaya 2 yang ada di Desa Jangraga.

Seperti disampaikan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Restu, kunjungan DPRD ini dalam 

rangka pengawasan pertanian pada sektor irigasi, karena kebetulan di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang merupakan kecamatan yang mendapatkan anggaran bantuan untuk saluran irigasi pertanian.

“Kunjungan Komisi II DPRD sebagai mitra kerja kami ini merupakan bukti nyata kerja anggota DPRD dalam rangka mengawasi program bantuan pemerintah terutama khususnya pada sektor pertanian, “ungkap Restu yang didampingi Kepala PPPK Kecamatan Mangunjaya Dede Jalaludin.

Sementara di tempat terpisah, salah seorang anggota DPRD dari Praksi PKB Subario mengatakan, kunker ini merupakan program DPRD setelah kemarin mengikuti rapat dengan Dinas Pertanian. Dan salah satu fungsi DPRD sebagai pengawasan tentu harus mengawasi dari tahap perencanaan sampai pembangunan selesai sehingga jika ada yang harus dikoreksi dalam prosesnya maka masih bisa diperbaiki termasuk asas manfaat pembangunan.

“Pengawasan ini akan dilaksanakan secara berjenjang, sampai dalam proses pembangunannya pun tetap akan kita awasi, “ katanya.(TnT)


WALAU TAK MENJABAT LAGI KETUA DPRD, MASYARAKAT MASIH ANTUSIAS DATANG KE RUMAH IWAN M RIDWAN JALIN SILATURAHMI


PANGANDARANNEWS.COM
- Meskipun kini sudah tidak menjabat menjadi Ketua DPRD, namun H Iwan M Ridwan, S.Pd.,M.Pd, mengaku bersyukur karena silaturahmi dengan masyarakat tetap terjaga dan berjalan seperti biasa. 

Seperti di saat hari raya idul Fitri 1443H, kata Iwan, usai melaksanakan solat sunat Idul Fitri, tak ada henti-henti rumahnya dikunjungi  masyarakat dari berbagai daerah untuk bersilaturahmi, hal itu menandakan kepercayaan masyarakat masih melekat pada mantan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2014-2019 yang lalu.

“Saya sungguh sangat bersukur pada Tuhan karena hingga saat ini masih banyak warga yang ingin dekat dan mengenal saya meski saat ini saya sudah tidak menjabat jadi ketua DPRD lagi, “ungkapnya. (11/5/2022).

Iwan mengaku dirinya sempat hampir kewalahan menerima tamu yang datang untuk bersilaturahmi saat idul fitri, namun ia juga merasa bahagia karena rasa kekeluargaan dengan masyarakat semakin dekat.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran yang tidak melupakan saya meskipun saya sudah tidak menjadi pejabat lagi, “imbuhnya. 

Iwan juga mengatakan, setelahnya tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD, sekarang dirinya lebih fokus di Partai Politik dan bersama keluarga dirumah.

“Saya bahagia karena masih banyak warga yang datang bersilaturahmi bahkan banyak yang menginginkan saya ikut kontetasi pada pemilu 2024 nanti, “ucapnya. (TnT)


HATI-HATI MODUS BARU NGINTIP ORANG MANDI PAKAI KAMERA TERSEMBUNYI, INI DILAKUKAN SEJUMLAH REMAJA KARANGNUNGGAL

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Polisi Sektor (Polsek) Karangnunggal berhasil mengamankan remaja berinisial KAA (22) warga Kampung Rancamaya  Desa-Kecamatan Karangnunggal, pelaku pemasangan kamera di kamar mandi dan kamar tidur tempat kos-kosan 8 siswi yang masih berumur 15-17 tahun. Kamera tersebut sengaja dipasang pelaku di ventilasi kamar mandi dan kamar tidur dengan tujuan untuk melihat aktifitas para siswi di kamar mandi dan kamar tidur.

Dengan kamera pengintai yang dipasang pelaku tersebut, apapun kegiatan dan aktifitas para siswi di kamar mandi dan kamar tidur pun terpantau serta terekam pelaku karena kamera tersebut trhubung langsung ke aplikasi yang dipasang di handphone pelaku.

Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Karangnunggal IPDA Agus Kasdili, Satreskrim Polsek Karangnunggal berhasil mengungkap dan menangkap kasus pelaku pornografi, dari keterengan pelaku, perbuatan tersebut dilakukan pelaku sejak Pebruari 2022 hingga terakhir ditemukan atau diketahui aksinya pada 20 April 2022. 

Agus menerangkan, pertama kali diketahui adanya kamera tersebut oleh salah satu korban inisial M, pada saat selesai mandi dan memakai handuk M melihat ke ventilasi ada benda berwarna hitam yang setelah didekati ternyata sebuah kamera kecil. Selanjutnya korban memberitahukan kepada teman-teman satu kosannya dan setelah mengecek kemudian mengambil benda tersebut ternyata sebuah kamera yang di dalamnya ada memori.

Memori dalam kamera tersebut lalu dibuka dan diambil, terdorong rasa penasaran memori tersebut pun dipasang melalui handphone salah seorang korban.

Betapa terkejut setelah dilihat gambar kegiatan mereka baik sedang mandi telanjang dan sedang buang air besar juga saat tidur, jelas terekam oleh kamera tersebut.

“Selain aktifitas para korban aksi pelaku pun sempat terekam di memori saat sedang melakukan pemasangan kamera, sehingga memudahkan polisi mendeteksi pelaku, “terang Agus, kepada awak media.(15/05)

Agus mengatakan pelaku sudah menyambungkan dengan aplikasi yang ada di handphone miliknya, maka kamera tersebut tinggal dipasang, sementara pelaku berada ditempat yang lain atau rumahnya. 

Jadi pelaku tinggal membuka aplikasi di handphonenya dengan otomatis akan terlihat gambar dan aktifitas para korban di kosan tersebut, baik saat mandi, BAB maupun tidur. 

“Dari hasil pemeriksaan sampai saat ini pelaku berjumlah delapan orang, semuanya masih anak sekolah atau pelajar di bawah umur dengan rata-rata sudah berusia 15-17 tahun, “imbuh Agus. 

Dan dari keterangan pelaku mereka nekat melakukan perbuatannya tersebut karena untuk konsumsi dirinya sendiri dan tidak disebarluaskan ke publik dan semata karena terdorong nafsu birahinya ingin melihat tubuh para korban. Tapi perbuatan pelaku merupakan tindakan pidana pornografi berupa menjadikan anak sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi dengan diteruskan atau berlanjut sehingga diancam dengan pasal 35 dan atau pasal 37 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi junto pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kami juga telah menyita sejumlah barang bukti antara lain lensa kamera yang menempel pada potongan lidi, kemudian dibungkus plastik dan ada satu unit hand phone milik tersangka yang di dalamnya  ada 11 rekaman video para korban ketika sedang mandi telanjang dan buang air kecil di kamar mandi serta ketika sedang tidur.

"Selain barang-barang tersebut kami juga menyita sebuah baterai, sebuah kotak warna hitam, sebuah kartu memori 8GB, sebuah antena kecil, dua buah kabel dan sepotong kantong plastik hitam," jelas Agus. (anwarwaluyo)


PEMKAB PANGANDARAN TERBITKAN SURAT EDARAN TERTAKIT LARANGAN PENANGKAPAN BENIH LOBSTER

PANGANDARANNEWS.COM –Pemerintah Kabupaten Pangandaran melarang dengan tegas adanya penangkapan baby lobster di wilayahnya, hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran saat menghadiri rapat pembinaan bakul lobster yang turut dihadiri Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat, S.H., S.I.K, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Dadang Dimyati, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dedi Surachman, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Polisi Air Pangandaran, Satpol PP, serta para bakul di Pangandaran, bertempat di di Aula Mapolres Pangandaran. (11/05)

Kata Jeje, Pemkab Pangandaran sendiri sudah mengeluarkan Surat Edaran Tentang Larangan Penangkapan Benih Bening Lobster (BBL) di Wilayah Perairan Daerah Pangandaran Nomor: 523/0409/DKPKP/III/2021 tertanggal 15 Maret 2021.

“Pelarangan penangkapan  baby lobster bukan tanpa sebab, karena jika hal ini dibiarkan ibaratnya kita menggali kuburan diri sendiri, dalam artian hal ini akan berdampak pada ekosistem biota laut yang terganggu, “tegas Jeje.

Jeje menjelaskan, baby lobster ini merupakan rantai makanan utama karena cumi-cumi dan ikan-ikan kecil makanan utamanya adalah baby lobster, tentunya baby lobster ini tidak mati sia-sia karena merupakan satu rantai makanan.

Jadi jika besok baby lobster tidak ada, kata Jeje, mereka akan makan apa dan tentu dunia perikanan  akan tandus, tidak akan ada lagi musim cumi dan musim ikan yang lain.

Sebagai orang yang diberi amanat membuat kebijakan, kekuasaan pemerintahan dan  membiarkan hal itu terjadi maka, kata Jeje tentu ia akan merasa berdosa.

“Walau pun terasa sulit saya tetap harus mengambil kebijakan demi untuk kepentingan dan kebaikan  kita semua, "kata Jeje.

Jeje juga mengatakan, pelarangan penangkapan baby lobster ini diperkuat dengan adanya sanksi atau ketentuan pidana apabila ada yang melanggar aturan ini, dan sosialisasi larangan penangkapan lobster ini akan terus berlanjut sbelum diberlakukan larangan penangkapan baby lobster secara ketat. 

Sementara Kapolres Pangandaran, AKBP Hidayat, S.H., S.I.K., menambahkan, ia menghimbau kepada siapapun yang memiliki informasi tentang penangkapan baby lobster segera laporkan ke pihak kepolisian.

“Dalam menerapkan kebijakan ini kami berharap partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, “ungkapnya. (PNews)


BUPATI PANGANDARAN APRESIASI GERAKAN BERSIH-BERSIH PANTAI YANG DILAKUKAN MASYARAKAT PASCA LIBUR LEBARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari lalu sejumlah masyarakat pelaku usaha wisata, ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran, instansi vertical, TNI-Polri dan elemen lainnya, bersama-sama turun  di sepanjang pantai barat dan timur mengikuti gerakan bersih-bersih pantai usai libur lebaran 1443 H.(10/05)

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, ia sangat mengapresiasi gerakan bersih-bersih pantai yang dilakukan hamper seluruh elemen, baik masyarakat mau pun pemerintah.

“Gerakan ini merupakan salahsatu bentuk kecintaan pada Pangandaran, “ungkap Jeje.

Dengan memunguti sampah bekas kemasan makanan dan botol beka air mineral, menurut Jeje, ini  membuat pantai kembali bersih dari ceceran sampah yang ditinggalkan para pengunjung saat menikmati liburannya di Pantai Pangandaran. 

Jeje bersukur karena sektor pariwisata Pangandaran sudah semakin pulih dan ini dibuktikan dengan banyaknya wisatawan yang menghabiskan waktu liburannya di Pangandaran pekan lalu.

“Dan tenmtunya kebangkitan pariwisata ini juga diharapkan bisa berbanding lurus dengan kesadaran para pelaku usaha wisata dan wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan objek wisata di Pangandaran, “imbuhnya.

Hal senada disampaikan salah seorang penggiat wisata Pangandaran, Edi Rusmiadi, ia menghimbau agar 

pelaku usaha apapun terutama pedagang di pantai bisa ikut bersih-bersih pantai, dengan cara mengumpulkan sampah yang berserakan untuk dibawa petugas kebersihan sebelum para pedagang pulang ke rumah masing-masig.

“Dengan begitu kita sudah menunjukan peduli dan rasa syukur ke Pangandaran yang sudah memberikan rejeki melalui usaha pariwisata, karena kebersihan pantai ini merupakan tanggungjawab bersama, “ujar Edi dalam postingannya di media sosial.

Edi mengatakan, jangan salahkan wisatawan yang memang perilakunya masih membuang sampah sembarangan karena mungkin suasana libur kemarin yang terlalu padat atau mungkin karena keterbatasan fasilitas tempat sampahnya. Ini merupakan sebuah resiko daerah yang menjadi Mass Tourism Destination dimana wisatawan yang datang kesini terdiri dari berbagai kalangan, berbagai kelas dan strata social.

“Marilah kita menjadi pribumi yang bijak, tapi setidaknya kita sudah menerima hasilnya dari kesuksesan dunia pariwisata Pangandaran sebagai mass tourism destination tersebut, “ ucapnya. (PNews)


6 BULAN BERTURUT-TURUT TAK BAYAR PAJAK, PEMKAB PANGANDARAN TUTUP SEMENTARA HOTEL SURYA PESONA BEACH

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran benar-benar membuktikan untuk menggenjot Panghasilan Asli Dareah (PAD) yang selama ini belum optimal tergali, salah satunya pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.

Usaha untuk mengoptimalkan pajak tersebut diantaranya dengan memasang stiker dan pengawasan hingga penutupan sementara usaha hotel-restoran yang menjadi wajib pajak (wp) yang lalai memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

Salahsatunya, hari ini Pemkab Pangandaran melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku Penegak Peraturan Daerah (gakda) bersama-sama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran melakukan penutupan sementara usaha hotel Surya Pesona Beach di kawasan pantai barat karenak hotel tersebut telah melanggar Peraturan Perundang undangan tentang pajak hotel yang berlaku di Kabupaten Pangandaran. 

Saat ditemui di ruang kerjanya Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran H Dadang Solihat, SPd, MPd, membenarkan, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Pangandaran Nomor: 38 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran No 45 Tahun 2016 Tentang Pajak Hotel, Bab VI pasal 19, pada ayat (6) “Wajib pajak yang tidak memenuhi pembayaran pajak terutang selama 3 (tiga) bulan berturut turut dilakukan pemasangan stiker atau spanduk peringatan dan apabila selama 6 (enam) bulan berturut turut maka dilakukan penutupan sementara, penyegelan dan / atau pembekuan izin”, maka untuk sementara Pemkab Pangandaran menutup hotel Surya Pesona Beach.

“Hotel Surya Pesona Beach ini sudah 6 bulan lebih berturut-turut tidak membayar pajak, sehingga pemda kehilangan potensi pendapatan pajak dari hotel tersebut ratusan juta, “terang Dadang.(10/05) 

Di Kabupaten Pangandaran sendiri, terang Dadang, jumlah tempat menginap ada sekitar 480, dengan rincian 113 hotel dan 367 wisma/kotage.

Dadang berharap kesadaran para pengusaha hotel dan restoran sebagai wajib pajak agar taat membayar pajak karena ini untuk kepentingan pembangunan daerah dan kepentinga masyarakat banyak. Bagaimana satu daerah bisa membangun jika masyarakat wajib pajaknya tidak patuh dalam pembayaran pajaknya.

Mudah-mudahan, imbuh Dadang, masyarakat paham bahwa pendapatan daerah salahsatunya dari pajak hotel dan restoran ini untuk kepentingan semua, kepentingan pembangunan Kabupaten Pangandaran.

“Untuk target tahun 2022 dari pajak hotel sebesar Rp 27 milyar dan pajak restoran Rp 8 milyar,  mudah-mudahan target ini bisa tercap[ai, sukur-sukur bis lebih, “pungkasnya. (PNews)


INI TANGGAPAN BUPATI PANGANDARAN TERKAIT 3 CATATAN KUNKER WAGUB JABAR SAAT LIBUR LEBARAN

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
PANGANDARANNEWS.COM – Menanggapi hasil kunjungan kerja Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau langsung kondisi liburan di obyek wisata di Kabupaten Pangandaran yang memberi tiga catatan seperti masalah parkir, kebersihan dan arus balik wsiatawa, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, semua hal tersebut akan dibahas minggu depan dalam rapat evaluasi.

Dalam rapat evaluasi tersebut, kata Jeje, akan dibahas juga mengenai prosedur tetap (protap) bagaimana cara memgantisipasi seperti saat kunjungan wisatawan sudah mencapai di angka 50 ribu pengunjung lebih dan seterusnya.

“Karena dalam durasi 2- 4 jam kita up date, seperti puncak liburan lebaran kemarin saya turun langsung hingga malam hari untuk memantau kondisi di lapangan, “kata Jeje, saat ditemui usai mengikuti rapat Forkopinda di kediaman mantan Menteri Kelautan Susi Pujiastuti di jalan Merdeka Pangandaran.((10/05)

Jeje mengatakan, begitu juga masalah penanganan kebersihan dan jalur balik wisatawan, ini akan menjadi bahasan dengan SKPD terkait dan seluruh stakeholder.

Dan terkait masalah parkir, imbuh Jeje, pihaknya berencana akan menyiapkan lahan parkir secara permanen yaitu di lapang Katapangdoyong pantai timur, khusunya untuk kendaraan besar dan sejenisnya.

“Seharusnya Pangandaran sudah seperti di Bali, dimana kendaraan yang datang hanya droping penumpang saja, “ungkapnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN